You are on page 1of 13

RANCANGAN PELAKSANAAN

PERKULIAHAN (RPP)

TUGAS PEMBELAJARAN MIKRO

ABORTUS

Oleh
Elsi Ermalinda
Dosen Pembimbing
Drs. H. Bukhari Nurdin, M.Pd

POLTEKES KEMENKES PADANG
PRODI D IV BIDAN PENDIDIK
TAHUN 2010/2011

pengobatan. 301 Jumlah SKS : 4 SKS (T:1. Perdarahan pervaginam b. II. dan KDPK Alokasi waktu : 20 menit Nama dosen : Elsi Ermalinda Standar Kompetensi Mahasiswa mampu memberikan asuhan antenatal bermutu tinggi untuk mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan yang meliputi deteksi dini. atau rujukan dari komplikasi selama kehamilan. Hyperemesis gravidarum c. Biore. III.RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN (RPP) I. Kompetensi Dasar Mahasiswa mampu mendeteksi dini terhadap komplikasi pada ibu dan janin. Identitas Mata Kuliah Perguruan tinggi/ akademik : Poltekes Kemenkes Padang Jurusan/ Prodi : Kebidanan/ Prodi D III Kebidanan Mata kuliah : Asuhan Kebidanan I (kehamilan) Kode : BD. Indikator 1. IV. Nyeri perut bagian bawah 2. Mendeteksi tanda-tanda bahaya kehamilan/ komplikasi ibu dan janin pada masa kehamilan muda a. Perdarahan pervaginam . Mendeteteksi tanda-tanda bahaya kehamilan/ komplikasi ibu dan janin pada masa kehamilan tua a. P:3) Penempatan : Semester II Lokal : I a/ I b Prasyarat : Anatomi fisiologi.

Kegiatan awal 1. setelah memberikan reward pada mahasiswa yang telah berusaha menjawab dan memberikan pendapat. Sakit kepala yang hebat c.3 Menjelaskan tujuan perkuliahan dan materi apa yang akan dibahas 2. Penglihatan kabur d. Selanjutnya dosen memberikan secara utuh dan sistematis mengenai materi yang diajarkan tersebut. Materi yang akan diajarkan yaitu abortus. dan kehamilan ektopik terganggu. Kegiatan perkuliahan 1.1 Mempersiapkan kelas 1. Materi pokok Perdarahan pervaginam pada kehamilan muda meliputi abortus. Tujuan Pembelajaran Setelah perkuliahan ini mahasiswa mampu mendeteksi tanda-tanda bahaya kehamilan/ komplikasi ibu dan janin pada masa kehamilan muda yaitu perdarahan pervaginam. Bengkak diwajah dan jari-jari tangan e. etiologi . Nyeri perut yang hebat V. Gerakan janin tidak terasa g. VII. VI. mola hidatidosa. Kegiatan inti Dosen memulai perkuliahan dengan memberikan suatu cerita/kasus untuk memotivasi mahasiswa kemudian dosen menggali pengetahuan mahasiswa tentang abortus dengan bertanya kepada mahasiswa.2 Mengecek kehadiran mahasiswa 1. maka dosen mulai memilah. Keluar cairan pervaginam f. yaitu pengertian abortus.b. meluruskan. Menyimpulkan semua jawaban dari mahasiswa dan menjelaskan tentang peta konsep abortus. apakah mahasiswa sudah mengetahui atau pernah mendengar sebelumnya. dan mengklarifikasi jawaban dari mahasiswa.

patofisiologi. Sinopsis Obsetrii. Referensi Ida Bagus Gde Manuaba. Sarwono. Alat : infokus.abortus. laptop. sebelum menjawab pertanyaan dari mahasiswa tersebut dosen memberikan reward dan mencoba melemparkan pertanyaan tersebut kepada forum umum. sehingga terjadi take and give antara mahasisa-mahasiswa dan mahasiswa-dosen.1 Meminta kesediaan beberapa orang mahasiswa untuk dapat menyimpulkan tentang abortus. pemeriksaan penunjang. gambar-gambar abortus) X.Ilmu Kebidanan. 1999. . Jakarta: EGC Farrer. 3. VIII.3 Meminta mahasiswa untuk menuliskan kelemahan dan kelebihan pada perkuliahan ini didalam kertas kecil dan tidak diberi nama. klasifikasi.2 Memberi reward kepada mahasiswa yang dapat menyimpulkan dengan benar. 2005. dan komplikasi abortus. OHP 2. 2005. Dan pada akhirnya dosen sendiri memberikan pendapat nya dan jawaban yang benar dari pertanyaan yang telah mahasiswa ajukan tersebut. Kegiatan penutup 3. Prawiroharjo. dkk. Mahasiswa dipersilahkan mengungkapkan keraguan dan ketidak pahamannya. Media : Power point (peta konsep. 3. 3. Mochtar. 3. Media 1.4 Mengadakan tes tertulis tentang abortus. Jakarta: EGC Rustam. Tanya jawab IX. dan proses belajar aktif dapat tercapai. diagnosis. Jakarta: Bina Pustaka. Jakarta: EGC. Pengantar Kuliah Obstetri. Metode Belajar 1. Perawatan Maternitas. Helen. Ceramah 2. Setelah memberikan materi dilakukan tanya jawab. 2007. apabila ada mahasiswa yang kurang paham atau tidak mengerti dengan materi yang telah diajarkan.

Proses No Nama Mahasiswa 1 2 3 MP BT Aktifitas MA Ket KM TT Dst Keterangan: MP : mengajukan pendapat 4 = Baik Sekali (BS) BT : bertanya 3 = Baik (B) MA : menyimpulkan 2 = Cukup (C) KM : kedalaman materi 1 = Kurang (K) TT : tatakrama 2. 2009. Jelaskan akibat dari abortus kriminalis! Jawaban : 1) Patofisiologi abortus biasanya disertai dengan perdarahan didalam desidua basalis dan perubahan nekrotik didalam jaringan-jaringan yang berdekatan dengan tempat perdarahan ovum yang terlepas sebagian atau seluruhnya dan . Jakarta: EGC XI. dkk. Asuhan Patologi Kebidanan. Jakarta: Bina Pustaka. WHO-JHIPIEGO Saifuddin. Jelaskan perbedaan ciri-ciri abortus immines dan insipiens! 3. dkk. 2002. Abdul Bari. Buku Asuhan Neonatal. Buku Saku Bidan. Jelaskan patofisiologi abortus! 2. 2001. Evaluasi 1. 2001. Panduan Praktis Pelayanan Maternal Neonatal. 2005. Pusdiknakes. Helen. Yogyakarta: Nuha Medika Varney. Jakarta:Tridarsa Printer Sujiyatini. Ilmu Kandungan.—————————. Hasil Evaluasi hasil dengan melakukan tes tertulis Contoh soal : 1.

Sebagian besar dilakukan oleh tenaga kesehatan yang tidak terlatih sehingga menimbulkan trias komplikasi: perdarahan. Diantaranya akibat perbuatan yang tidak bertanggung jawab.mungkin menjadi benda asing didalam uterus. trauma jalan lahir. infeksi. 07 Februari 2011 Elsi Ermalinda 1. Abortus kriminalis yang dilakukan pada kehamilan tidak diinginkan. Padang.1 Pengertian Abortus . sehingga merangsang kontraksi uterus dan mengakibatkan pengeluaran janin 2) Perbedaan abortus imminens dan incomplete adalah Perbedaan Nyeri/kram P erdarahan Jaringan ekspulsi Jaringan pada vagina Pemeriksaan Osteum uteri Besar uterus Abortus imminens ringan Ringan Tidak ada Tidak ada Abortus insipiens Sangat Sangat Teraba jaringan Teraba jaringan Tertutup Sesuai umur kehamilan Terbuka Sudah mengecil 3. sampai syok septik. Perdarahan Pervaginam 1.

(Helen Farer. stres dan emosi yang kuat diketahui dapat mempengaruhi fungsi uterus lewat system hipotalamus-hipofise. diabetes. dkk. kelainan kromosom. retroversi kronis. penyebab dari segi janin dan plasenta (faktor hormonal. anemia berat. Penyebab yang bersifat lokal: fibroid. 1999:53) 1. 2009: 22) Abortus adalah penghentian kehamilan sebelum janin viable (dalam konteks ini kehamilan 20 minggu) (Helen Farrer. Manuaba. misalnya hipertensi. inkompetensia serviks.2 Etiologi Abortus a. penyakit jantung. dapat menyebabkan abortus pada wanita dengan riwayat keguguran berkali-kali). misalnya penurunan sekresi progesterone diperkirakan sebagai penyebab terjadinya abortus pada usia 10-12 minggu.B. kelainan alat kandungan. Sebab-sebab psikomatik. trauma fisik ( biasanya jika terjadi langsung dalam kavum uteri) b. yaitu saat plasenta mengambil alih fungsi korpus luteum dalam produksi hormon).3 Patofisiologi Abortus biasanya disertai dengan perdarahan didalam desidua basalis dan perubahan nekrotik didalam jaringan-jaringan yang berdekatan dengan tempat perdarahan ovum yang terlepas sebagian atau seluruhnya dan mungkin menjadi benda asing didalam uterus. radang pelvis kronis. maka abortus dapat dibagi atas dua golongan yaitu: 1. kematian janin akibat kelainan bawaan. hubungan seksual yang berlebihan sewaktu jamil (khususnya kalau terjadi orgasme. endometritis.2009: 24-25) c. sehingga merangsang kontraksi uterus dan mengakibatkan pengeluaran janin (Sujiyatini. 2009: 30) 1.4 Klasifikasi Abortus Berdasarkan bentuk kejadiannya. Penyakit kronis. 1999:53) Abortus adalah terhentinya proses kehamilan yang sedang berlangsung sebelum mencapai umur 28 minggu atau berat janin sekitar 500 gram (I. gangguan kelenjar gondok. nephritis. 2007: 683) 1.Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 20 mg atau berat janin kurang dari 500 mg (Sujiyatini. dkk. Abortus spontan .G.(Sujiyatini. toxemia gravidarum.

yaitu: a. . b. Jenis-jenis abortus spontan meliputi: a. Abortus provokatus medisinalis (Abortus therapeutika) abortus yang dilakukan atas sasr indikasi vital ibu hamil. Abortus imminens (kehamilan dapat berlanjut) b. trauma jalan lahir.G Manuaba. Abortus habitualis (abortus yang berturut-turut terjadi 3 x atau lebih) f. Abortus buatan/ abortus provokatus Abortus provokatus adalah tindakan abortus yang disengaja dilakukan untuk menghilangkan kehamilan sebelum usia kehamilan 28 minggu atau berat janin 500 gram. Abortus insipiens (kehamilan tidak akan berlanjut dan akan berkembang menjadi abortus inkomplit/komplit) c.Abortus spontan adalah abortus yang terjadi tanpa intervensi dari luar dan berlangsung tanpa sebab yang jelas. infeksi sampai syok septik. Abortus kriminalis Abortus yang dilakukan pada kehamilan tidak diinginkan. Abortus inkomplit (sebagian hasil konsepsi telah dikeluarkan) d. Abortus infeksiosus (abortus yang disertai infeksi) g. diantaranya akibat perbuatan yang tidak berytanggung jawab. Sebagian besar dilakukan oleh tenaga yang tidak terlatih sehingga menimbulkan trias komplikasi: perdarahan. kehamilannya akan lebih membahayakan jiwa sehingga terpaksa dilakukan abortus buatan. Abortus komplit (seluruh hasil konsepsi telah dikeluarkan) e. Missed abortion (kematian janin yang tidak dikeluarkan 8 minggu atau lebih) 2. (I.B. 2007: 686) Ada 2 bentuk abortus buatan. jika diteruskan.

.

terbuka Sudah mengecil Kecil leukorea bau bau dibandingkan Tidak umur hamil Tidak hamil/ Komplet Tak ada Tak ada Ringan jaringan Sudah Missed Sepsis Tak ada Ada Tak ada Ada Tak ada Ringan lengkap Tak ada Masih Habitualis Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak abortus tiga kali/lebih berurutan .Gambaran Manifestasi Klinik Abortus Spontan Jenis Panas Nyeri/ kram Perdarahan abd Jaringan Jaringan pada Ekspulsi vagina Pemeriksaan Osteum uteri Besar uterus Imminens Tak ada Ringan Ringan Tak ada Tak ada Tertutup Sesuai umur Insipiens Tak ada Sedang Sedang Tak ada Tak ada Terbuka. ketuban hamil Sesuai umur hamil Sudah mengecil Inkomplet Tak ada Sangat Sangat Teraba Mungkin masih menonjol Terbuka ada Mungkin ada Terbuka Sudah mengecil Tak ada Jaringan Tertutup Tertutup.

Ø sudah ada sebaiknya diikuti dengan terminasi  Mempercepat proses kontraksi otot uterus . Abortus imminens Manifestasi Klinik Terapi  Terasa nyeri/kram pada abdomen ringan  Istirahat total (bed-rest)  Disertai perdarahan ringan.Ketuban menonjol  Tes kehamilan mungkin masih positif inkomp-  Abortus sudah tidak  Sudah terjadi abortus dengan mengeluarkan jaringan tetai sebagian masih berada didalam uterus. Abortus insipiens  Terasa nyeri.Piscasek positif .Terasa kontaksi uterus berlanjut sehingga perdarahan dapat 3.Sedativa ringan .Relaksan . encer  Terutama yang pernah  Pemeriksaan dalam/spekulumnya .  Tes kehamilan positif gestanon.Jenis Abortus.  Merupakan ancaman terjadi perdarahan dihentikan.Chadwieck positif hormonal: Diphaston.Ø tertutup abortus  Terapi medikamentosa: . kram berat  Perdarahan banyak bahkan disertai gumpalan  Pemeriksaan dalam .Hormone plasentogenik . Manifestasi Klinik. Dan Terapinya Jenis 1. premaston .  Bahaya perdarahan selalu akan mengancam sehingga dilakukan mengeluarkan sisa hasil konsepsi dengan .Duphadilan  Kegagalan terapi akan berubah menjadi abortus insipiens 2. Abortus letikus mungkin dihindari sehingga .Hegar positif .

Ø masih ada.Transfuse darah . mungkin teraba jaringan sisa . Pemeriksaan dalam: . . tidak perlu  Pemeriksaan dalam: . Abortus Kompletus  Perdarahan sudah minimal  Sebagian ahli berpendapat .Perdarahan mungkin makin kuretase  Untuk kepastian sebaiknya diperiksakan PA  Terapi tambahan dalam bertambah. sebaiknya dilakukan kuretase sehingga bersih  Ketinggalan sisa hasil konsepsi menimbulkan bahaya: .Degenerasi ganas menjadi khorio-Ca .Bahaya infeksi makin meningkat. jaringan kosong .Perdarahan minimal dibersihkan dengan kuretase  Akan tetapi. dapat diikuti infetrilitas .  Jaringan sudah ekspulsi total oleh karena sudah lengkap  Besarnya uterus mendekati normal ekspulsi. setelah pemeriksaan dalam bentuk: tidak ada .Ø masih ada. tetapi hamil tidak dapat dipertahankan.Antibiotika IV/IM dan uterotonika sehingga perdarahan dapat diatasi 4.Perdarahan berlangsung lama .Infus cairan pengganti  Tes kehamilan mungkin masih positif.

Tes kehamilan b. Infeksi Infeksi dalam uterus atau sekitarnya dapat terjadi pada tiap abortus. dan adanya jaringan dalam kavum uterus atau vagina. Perdarahan Perdarahan dapat diatasi dengan pengosongan uterus dari sisa-sisa hasil konsepsi dan jika perlu pemberian transfusi darah. tetapi biasanya lebih sering ditemukan pada abortus inkompletikus dan lebih sering pada abortus buatan yang dikerjakan tanpa memperhatikan asepsis dan anti sepsis d. perlukaan kandung kemih atau usus. b.5 Diagnosis Abortus dapat diduga bila seorang wanita dalam masa reproduksi mengeluh tentang perdarahan pervaginam setelah mengalami haid terlambat. Harus diperhatikan macam dan banyaknya perdarahan. Kematian karena perdarahan dapat terjadi apabila pertolongan tidak diberikan pada waktunya. c. dan abortus yang dikerjakan oleh orang awam. sering pula terdapat rasa mulas. Syok Syok pada abortus bisa terjadi karena perdarahan (syok hemoragik) dan karena infeksi berat (syok endoseptik) . Pemeriksaan USG/ dopler c. Perforasi Perforasi uterus dapat terjadi terutama uterus dalam posisi hiperretroflexi.6 Pemeriksaan Penunjang a.Pemeriksaan kadar fibrinogen (pada missed abortion) 1. Dengan adanya dugaan perforasi. 1. Kecurigaan tersebut dapat diperkuat dengan ditemukanya kehamilan muda pada pemeriksaan bimanual dan dengan tes kehamilan. Sehingga bisa menimbulkan perlukaan uterus yang luas. laparotomi harus segera dilakukan untuk menentukan luasnya cidera. pembukaan serviks. untuk mengambil tindakan selanjutnya.7 Komplikasi a.1.