You are on page 1of 44

Budidaya Semangka

A.
PENDAHULUAN
Tingkat dan kualitas produksi semangka di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini
disebabkan antara lain karena tanah yang keras, miskin unsur hara dan hormon, pemupukan
yang tidak berimbang, serangan hama dan penyakit tanaman, pengaruh cuaca /iklim, serta
teknis budidaya petani. PT. Natural Nusantara berupaya membantu petani dalam peningkatan
produksi secara Kuantitas dan Kualitas dengan tetap memelihara Kelestarian lingkungan
(Aspek K-3).
B. SYARAT PERTUMBUHAN
1. Iklim
Curah hujan ideal 40-50 mm/bulan. Seluruh areal pertanaman perlu sinar matahari sejak
terbit sampai tenggelam. Suhu optimal ± 250 C. Semangka cocok ditanam di dataran rendah
hingga ketinggian 600 m dpl.
2. Media Tanam
Kondisi tanah cukup gembur, kaya bahan organik, bukan tanah asam dan tanah
kebun/persawahan yang telah dikeringkan. Cocok pada jenis tanah geluh berpasir. Keasaman
tanah (pH) 6 – 6,7.
C. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
1. Pembibitan
1.1. Penyiapan Media Semai

Siapkan Natural GLIO : 1-2 kemasan Natural GLIO dicampur dengan 25-50 kg pupuk
kandang untuk lahan 1000 m2. Diamkan + 1 minggu di tempat teduh dengan selalu
menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik).

Campurkan tanah halus (telah diayak) 2 bagian atau 2 ember (volume 10 lt), pupuk
kandang matang yang telah diayak halus sebanyak 1 bagian atau 1 ember, TSP (± 50
gr) yang dilarutkan dalam 2 tutup POC NASA, dan Natural GLIO yang sudah
dikembangbiakkan dalam pupuk kandang (1-3 kg) .Masukkan media semai ke dalam
polybag kecil 8×10 cm sampai terisi hingga 90%.

1.2. Teknik Perkecambahan Benih
Benih dimasukkan ke dalam kain lalu diikat, kemudian direndam dalam ramuan : 1 liter air
hangat suhu 20-250C + 1 sendok POC NASA (direndam 8-12 jam). Benih dalam ikatan
diambil, dibungkus koran kemudian diperam 1-2 hari. Jika ada yang berkecambah diambil

untuk disemaikan dan jika kering tambah air dan dibungkus kain kemudian dimasukkan
koran lagi.
1.3. Semai Benih dan Pemeliharaan Bibit

Media semai disiram air bersih secukupnya. Benih terpilih yang calon akarnya sudah
sepanjang 2-3 mm, langsung disemai dalam polybag sedalam 1-1,5 cm.

Kantong persemaian diletakkan berderet agar terkena sinar matahari penuh. Diberi
perlindungan plastik transparan, salah satu ujung/pinggirnya terbuka.

Semprotkan POC NASA untuk memacu perkembangan bibit, dilakukan rutin setiap 3
– 4 hari sekali. Penyiraman 1-2 kali sehari. Pada umur 12-14 hari bibit siap ditanam.

2. Pengolahan Media Tanam
2.1. Pembukaan Lahan
Pembajakan sedalam + 30 cm, dihaluskan dan diratakan. Bersihkan lahan dari sisa-sisa
perakaran dan batu.
2.2. Pembentukan Bedengan
Lebar bedengan 6-8 m, tinggi bedengan minimum 20 cm.
2.3. Pengapuran
Penggunaan kapur per 1000 m2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit , pH 5-6
dibutuhkan 75-150 kg dolomit dan pH >6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg.
2.4. Pemupukan Dasar
1. Pupuk kandang 600 kg/ha, diberikan pada permukaan bedengan kurang lebih
seminggu sebelum tanam.
2. Pupuk anorganik berupa TSP (200 kg/ha), ZA (140 kg/ha) dan KCl (130 kg/ha).
3. Siramkan POC NASA yang telah dicampur air secukupnya diatas bedengan dengan
dosis + 1-2 botol/1000 m2. Hasil akan lebih bagus jika POC NASA digantikan
SUPER NASA, dosis 1-2 botol/1000 m2 dengan cara :

Alternatif 1 : Satu botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan
induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram
bedengan.

Alternatif 2 : Setiap 1 gembor volume 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPER
NASA untuk menyiram + 10 meter bedengan.

2.5. Lain-lain
Bedengan perlu disiangi, disiram dan diberi plastik mulsa dengan lebar 110-150 cm agar
menghambat penguapan air dan tumbuhnya tanaman liar. Di atas mulsa dilapisi jerami kering
setebal 2-3 cm untuk perambatan semangka dan peletakan buah.

3. Teknik Penanaman
3.1. Pembuatan Lubang Tanaman
Dilakukan Satu minggu sebelum penanaman dengan kedalaman 8-10 cm. Berjarak 20-30 cm
dari tepi bedengan dengan jarak antara lubang sekitar 90-100 cm.
3.2. Waktu Penanaman
Penanaman sebaiknya pagi atau sore hari kemudian bibit disiram hingga cukup basah.
4. Pemeliharaan Tanaman
4.1. Penyulaman
Sebaiknya dilakukan 3 – 5 hari setelah tanam.
4.2. Penyiangan
Tanaman semangka cukup mempunyai dua buah saja, dengan pengaturan cabang primer yang
cenderung banyak. Dipelihara 2-3 cabang tanpa memotong ranting sekunder. Perlu
penyiangan pada ranting yang tidak berguna, ujung cabang sekunder dipangkas dan disisakan
2 helai daun. Cabang sekunder yang tumbuh pada ruas yang ada buah dipotong karena
mengganggu pertumbuhan buah.
4.3. Perempelan
Dilakukan perempelan tunas-tunas muda yang tidak berguna karena mempengaruhi
pertumbuhan pohon/buah semangka yang sedang berkembang.
4.4. Pengairan dan Penyiraman
Pengairan melalui saluran diantara bedengan atau digembor dengan interval 4-6 hari. Volume
pengairan tidak boleh berlebihan.
4.5. Pemupukan

Waktu

Dosis Pupuk Makro (kg/ ha)

ZA

TSP

KCl

40

40

Susulan II Daun 4-6
helai

120

85

80

Susulan III Batang 45–
55 cm

170

30

Susulan IV Tanaman
bunga

130

30

Susulan I (3 hari)

Susulan V Buah masih
pentil

80

30

POC NASA ( per ha )
Mulai umur 1 minggu – POC NASA disemprotkan ke
6 atau 7 minggu
tanaman alternatif 1: 6-7 kali
( interval 1 minggu sekali) dgn
dosis 4 tutup botol/ tangki
alternatif 2: 4 kali (interval 2
minggu sekali ) dgn dosis 6 tutup
botol/ tangki

4.6. Waktu Penyemprotan HORMONIK
Semprotkan HORMONIK sejenis ZPT/hormon alami. Dosis HORMONIK : 1-2 cc/lt air atau
1-2 tutup HORMONIK + 3-4 tutup POC NASA setiap tangki semprot. Penyemprotan pada
umur 21 – 70 hari, interval 7 hari sekali.
4.7. Pemeliharaan Lain
Pilih buah yang cukup besar, terletak antara 1,0-1,5 m dari perakaran tanaman, bentuk baik
dan tidak cacat. Setiap tanaman diperlukan calon buah 1-2 buah, sisanya di pangkas.
Semenjak calon buah ± 2 kg sering dibalik guna menghindari warna yang kurang baik akibat
ketidakmerataan terkena sinar matahari.
D. HAMA DAN PENYAKIT
1. Hama
a. Thrips
Berukuran kecil ramping, warna kuning pucat kehitaman, mempunyai sungut badan beruasruas. Cara penularan secara mengembara dimalam hari, menetap dan berkembang biak.
Pengendalian: semprotkan Natural BVR atau Pestona.
b. Ulat Perusak Daun
Berwarna hijau dengan garis hitam/berwarna hijau bergaris kuning, gejala : daun dimakan
sampai tinggal lapisan lilinnya dan terlihat dari jauh seperti berlubang. Pengendalian:
dilakukan penyemprotan Natural Vitura atau Pestona.
c. Tungau
Binatang kecil berwarna merah agak kekuningan/kehijauan berukuran kecil mengisap cairan
tanaman. Tandanya, tampak jaring-jaring sarang binatang ini di bawah permukaan daun,
warna dedaunan akan pucat. Pengendalian: semprot Natural BVR atau Pestona.
d. Ulat Tanah
Berwarna hitam berbintik-bintik/bergaris-garis, panjang tubuh 2-5 cm, aktif merusak dan
bergerak pada malam hari. Menyerang daun, terutama tunas-tunas muda, ulat dewasa
memangsa pangkal tanaman. Pengendalian: (1) penanaman secara serempak pada daerah
yang berdekatan untuk memutus siklus hidup hama dan pemberantasan sarang ngengat
disekitarnya; (2) pengendalian dengan penyemprotan Natural Vitura/Virexi atau Pestona.

e. Lalat Buah Ciri-ciri mempunyai sayap yang transparan berwarna kuning dengan bercak-bercak dan mempunyai belalai. atau terdapat rumbai-rumbai halus berwarna abu-abu/ungu. baik selama pengangkutan maupun penyimpanan. Gejala: daun terlihat bercak-bercak coklat yang akhirnya berubah warna kemerahan dan akhirnya daun mati. Gejala: timbul kebusukan pada tanaman yang tadinya lebat dan subur. d. Gejala: daun melepuh. Busuk Semai Menyerang pada benih yang sedang disemaikan. 2. Pengendalian: seperti pengendalian penyakit layu fusarium. Penyakit a. Agar penyemprotan pestisida kimia dapat merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810 dengan dosis + 5 ml ( 1/2 tutup)/tangki. Gejala: batang bibit berwarna coklat. merambat dan rebah kemudian mati. Catatan : Jika pengendalian hama penyakit menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia. Pengendalian : membersihkan lingkungan. Pengendalian: pemberian Natural GLIO sebelum penyemaian di media semai. Bila menyerang buah. tanaman kerdil dan timbul rekahan membujur pada batang. . Pengendalian: (1) dengan pergiliran masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan. cenderung berubah bentuk. Antraknosa Penyebab: seperti penyakit layu fusarium. Pengendalian: hindari dan cegah terjadinya kerusakan kulit buah. Gejala: permukaan daun terdapat bercak-bercak kuning dan selanjutnya menjadi coklat akhirnya mengering dan mati. Layu Fusarium Penyebab: lingkungan/situasi yang memungkinkan tumbuh jamur (hawa yang terlalu lembab). menanam pada areal baru yang belum ditanami. c. pemetikan buah dilakukan pada waktu siang hari tidak berawan/hujan. tampak bulatan berwarna merah jambu yang lama kelamaan semakin meluas. b. Bercak Daun Penyebab: spora bibit penyakit terbawa angin dari tanaman lain yang terserang. Karat Daun Penyebab: virus yang terbawa oleh hama tanaman yang berkembang pada daun tanaman. belang-belang. Pengendalian: sama seperti penyakit layu fusarium.e. (2) pemberian Natural GLIO sebelum atau pada saat tanam. Busuk Buah Penyebab: jamur/bakteri patogen yang menginfeksi buah menjelang masak dan aktif setelah buah mulai dipetik. daging buah beraroma sedikit masam dan terlihat memar. Pengendalian: seperti pada penyakit layu fusarium. f. pemasangan perangkap lalat buah dan semprot Pestona. tanah bekas hama dibalikan dengan dibajak/dicangkul. Tanda-tanda serangan : terdapat bekas luka pada kulit buah (seperti tusukan belalai).

kelembaban lebih dari 75%. C. tanah subur dan gembur kaya akan humus.0 cm. dan batang buah mulai mengecil maka buah tersebut bisa dipetik (dipanen). tinggi 30 cm dan panjang tergantung kebutuhan. 2.Ciri dan Umur Panen Umur panen setelah 70-100 hari setelah penanaman. Sebaiknya pemotongan buah semangka dilakukan beserta tangkainya. curah hujan antara 2500 – 3500 mm/th dan merata sepanjang tahun.5 m. PT Natural Nusantara berusaha meningkatkan produksi minyak nilam secara kuantitas. ukuran lebar 1. . kualitas dan kelestarian lingkungan (Aspek K-3). PANEN 1.Cara Panen Pemetikan buah sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah sehingga buah dalam kondisi kering permukaan kulitnya.8-1.E. Namun produksi minyak nilam di Indonesia masih terbatas dan produksinya belum optimal. + 15-23 cm dan paling sedikit 3-5 mata tunas  Siapkan bedengan persemaian. intensitas penyinaran matahari cukup. dan tahan selama dalam penyimpananan ataupun ditangan para pengecer. letakkan daun kelapa atau alang-alang di atas para-para. berdiameter 0. PEMBIBITAN  Stek diambil dari batang atau cabang yang sudah mengayu dari bagian tengah. EKOLOGI Tanaman nilam dapat tumbuh di dataran rendah maupun tinggi dengan ketinggian optimal 10-400 mdpl. B. suhu 24 – 280C. Ciri-cirinya: terjadi perubahan warna buah. parit selebar 30-40 cm dan dalamnya + 50 cm  Tanah bedengan diolah sampai gembur dicampur pasir dengan perbandingan 2:1 dan selanjutnya diberi pupuk kandang matang yang telah dicampur Natural GLIO (1 sachet Natural GLIO + 25-50 kg Pupuk Kandang)  Buat naungan menghadap ke timur dengan ketinggian 180 cm timur dan 120 cm barat. PENDAHULUAN Minyak nilam memberikan sumbangan cukup besar dalam penghasil devisa Negara di antara minyak atsiri lainnya. Budidaya Nilam A.

JARAK TANAM  Dataran rendah yang tanahnya subur 100 x 100 cm. Tanam stek secara langsung di lahan 2-3 stek per lubang tanam. tanah yang kandungan liatnya tinggi 50 x 100 cm  Pada tanah lipatit. 75 x 75 cm  Tanah berbukit dengan mengikuti garis contour 50 x 100 cm atau 30 x 100 cm F. bila akar terlalu panjang sebaiknya dipotong supaya tidak mudah terserang busuk akar. PENANAMAN ~ Secara tidak Langsung. Stek ditanam posisi miring. Bibit stek dicabut dari persemaian umur 3-4 minggu. PEMUPUKAN Pemupukan dengan cara melingkar di sekililing pangkal tanaman Dosis pupuk makro yang digunakan + adalah : Aplikas Urea DS/TSP KCl NASA HRN i kg/ha kg/ha Kg/ha btl/ha btl/ha Saat 25 – 50 3–5 – Tanam kocor 1 bulan 37. Catatan : Akan lebih baik pada penanaman secara langsung.25 – 30 2. sebelum di tanam stek direndam dulu dalam POC NASA (1-2 tutup) + HORMONIK ( 1 tutup ) per 5 -10 liter G. – – – Setiap lubang tanam ditanami 1-2 bibit stek ~Secara Langsung. D.5 20 2–5 – semprot 1 mgg 56. bersudut 450 sedalam 10 cm dan jarak tanam 10 x 10 cm  Siram dengan POC NASA (2-3 tutup) + HORMONIK (1 tutup) per 10 – 15 liter air.  Setelah umur 3-4 minggu bibit sudah siap dipindahkan ke lapangan (2-4 hari) sebelum bibit dipindah semprot POC NASA (3-4 tutup/tangki). kayu-kayuan dan semak belukar. PENGOLAHAN LAHAN  Lahan dibersihkan dari jenis rumput-rumputan.5 – 5 5 – 10 Setelah semprot semprot .5 – 5 5 – 10 setelah semprot semprot panen I 1 mgg 56.25 – 30 2.  Tanah dicangkul atau dibajak serta digaru  Buat parit-parit pembuangan air lebar 30-40 cm dan dalamnya 50 cm E.

c. PEMANGKASAN  Penjarangan dan pemangkasan dilakukan pada umur 3 bulan setelah tanam. L.  alternatif 2 . Pengendalian : sanitasi lingkungan. Budok (hoprosep) Penyebabnya adalah virus. 50 dan 60 hari setelah tanam dengan dosis 4 – 5 tutup/tangki atau POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1 tutup)/tangki. berwarna abu-abu dan rontok. Penyakit a. sebaiknya dalam tiap rumpun dibiarkan satu cabang saja yang tumbuh dan semprot dengan POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1-2 tutup) setelah pemangkasan. b. PENYULAMAN Penyulaman dilakukan satu bulan setelah tanam untuk mengganti tanaman yang mati atau kurang normal. H. Untuk mempercepat tumbuhnya tunas baru. POC NASA disemprotkan umur 20.  Pemangkasan pada tanaman yang terlalu rimbun dan menutupi cabang lainnya.2. Ulat hidup dalam gulungan daun muda. H a m a a. Pengendalian : sanitasi lingkungan. 30.Panen II TOTAL 150 25 – 50 80 10-20 10 – 20 Siramkan SUPERNASA yang telah dicampur air. PENYIANGAN Dilakukan 2 bulan setelah tanam atau saat tanaman mencapai tinggi 20-30 cm dan cabang bertingkat dengan radius 20 cm. serangan berat hanya tinggal tulang-tulang daun saja. Sedang cabang-cabang yang letaknya jauh dari tanah dipatahkan di bagian ujungnya. merata di atas bedengan. tetapi tidak terputus dari batangnya. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan. gejala daun keriting. PEMBUMBUNAN Dilakukan setelah panen. Memakan daun muda sehingga daun berlubang-lubang dan produksi turun. sehingga tanaman menjadi gundul. setiap 1 gembor (10 lt) beri 1 sendok peres makan SUPERNASA untuk menyiram 5-10 meter bedengan. sambil memakan daun yang tumbuh. Ulat Penggulung Daun (Pachyzaneba stutalis). J. yaitu pada cabang dari tingkat tiga ke atas. PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT 1. Belalang ( Orthoptera ). terbentuk . 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 lt air (jadi larutan induk). sesudah itu bagian yang patah ditimbun dengan tanah. Pengendalian : kumpulkan dan musnahkan . Criket Pemakan Daun (Gryllidae). Penjarangan dengan mencabut tanaman yang jaraknya terlalu rapat. Serangan berat batang dimakan akhirnya mati. cabang-cabang yang ditinggalkan setelah panen dan letaknya dekat dengan tanah ditimbun di dekat ujungnya setinggi 10-15 cm. K. I. Selanjutnya setiap 3 bulan sekali. Hama ini memakan daun. dosis ± 1 botol/1000 m2 dengan cara :  alternatif 1 .

gunting. Pemangkasan ini bertujuan agar nutrisi yang diserap akar terpfokus pada pertumbuhan pohon. selain dari faktor kesesuaian jenis gaharu dengan jenis tanah dan lingkunagan ada beberapa hal yang harus kita lakuakan diantaranya adalah sebagai berikut. yaitu akar. Alat-alat kerja steril.  Demikian selanjutnya sampai panenan pada bulan ke-12. Pohon yang bercabang sejak dini memiliki pertumbuhan yang agak lamban. Namun dapat juga dilakukan secara berkala seperti dua minggu sekali seperti tampak pada gambar 1. tanaman dapat dipanen kedua kalinya dengan cara seperti panen pertama. Batang terserang akan mengerut. Pengendalian : sanitas kebun.benjolan-benjolan pada batang sampai akar bila dipijit baunya tidak enak. PANEN DAN PASCA PANEN  Panen dapat dilakukan pada umur 6 – 8 bulan setelah tanam  Semua bagian tanaman nilam. Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi. Pemangkasan ranting dan cabang sebaiknya dilakukan setiap terjadinya cabang. 18.M. Pengendalian : kurangi kelembaban dengan cara dipangkas.  Panenan daun nilam dipotong-potong + 3-5 cm kemudian dijemur di bawah sinar matahari sampai kadar air 15 % kemudian di suling. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan gaharu. yakni ketika cabang masih muda sepanjang 2/3 cm saja. batang. sehingga akan diperoleh cabang-cabang baru dan anakan baru. 24. dan menyerang pada akar atau batang. 15. dst. Penyakit Busuk Batang Penyebabnya jamur Fusarium sp. gunakan Natural GLIO + SUPERNASA. cabang dan daun mengandung minyak atsiri  Alat yang digunakan sabit. bila cabang-cabang pertama jauh dari tanah dirundukkan tetapi tidak putus kemudian ditimbun tanah pada setiap tunasnya  Setelah tanaman umur 9 bulan. 21. Penyakit ini tumbuh setelah musim kemarau dan disebabkan oleh pemangkasan yang terlalu berat saat panen. sedang cabang-cabang tingkat pertama ditinggalkan  Selesai panen pertama.b. bagian yang boleh dipangkas adalah cabang-cabang dari tingkat dua ke atas. namun ini kurang efektif . dosis + 5 ml ( ½ tutup) pertangki. dapat digunakan pestisida kimia sesuai anjuran. 1. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810. hindari luka. Pemangkasan Cabang Agar tanaman Gaharu cepat besar dan tinggi perlu dilakukan pemangkasan cabang dan ranting. atau parang yang tajam dan bersih  Panen pertama. AGAR TANAMAN GAHARU CEPAT BESAR DAN TINGGI TATA CARA AGAR TANAMAN GAHARU CEPAT PERTUMBUHANNYA BESAR DAN TINGGI Kali ini saya akan berbagi teknik bagaimana cara agar bibit gaharu yang kita tanam cepat pertumbuhannya tinggi dan besar. warna berubah coklat lalu menghitam disekeliling batang dan akhirnya mati.

Pilihlah cabang yang kuat dan subur untuk di pelihara. Namun bisa terus dilakukan bila dianggap masih perlu. Daun hasil pemangkasan dapat anda jadikan teh gaharu. lakukan hal tersebut sampai bibit berukuran 2 m seperti tampak pada gambar 2. Anda dapat mengunakan pupuk organik seperti kompos dan pupuk kandang dapat dilakukan 6 bulan sekali jika mampu pupuk organik lebih kami sarankan. Atau dapat juga mengunakan pupuk anorganbik dapat anda beli di toko pertanian seperti NPK.sebab cabang yang kita potong sudah banyak menyerap unsur hara yang dibutuhkan pohon untuk tumbuh. lakukan pemupukan setiap 3 bulan sekali. Pemupukan Agar gaharu cepat besar dan tinggi lakukan pemupukan secara rutin dan disesuaikan dengan kebutuhan pohon. Gmabar 1 Gmabar2 2. Gunakan Pisau yang tajam atau gunting tanaman. Ikutilah tatacara pemupukan yang benar sesuai dengan kebutuhan pohon untuk lebih jelasnya silahkan lihat disini .

Tanam bibit Gaharu ditengah baris tanamn mitranya dan Usahakan Tanaman gaharu jangan terlalu rapat. Naungan dapat berupa naungan berbentuk tanaman seperti. Lakukan penyemprotan secara rutin baik ketika terjadi serangan hama ataupun sebagai perawatan. untuk membasmi kutu putih silahkan buka Cara Membasmi kutu putih Untuk menghindari hal-hal tersebut lakukan pembersihan secara rutin. Jarak tanam gaharu 2 m x 2 m ini cocok untuk anda yang memiliki modal yang banyak dan atau keterbatasan lahan. Pembasmian Hama Agar gaharu cepat besar dan tinggi adalah dengan mengendalikan hama pada tanaman gaharu. atau naungan dari atap daun ilalang pelepah kelapa paranet dll. TIMUR TENGAH . Gaharu termasuk jenis pohon yang dalam pertumbuhannya memerlukan naungan agar ia dapat tumbuh secara optimal.Untuk menghidari ganguan hama seperti babi gunakan karung bekas seperti tampak pada gambar diatas. PASAR GAHARU DI ARAB. 5. Setelah tanah di lubangi dan di beri pupuk biarkan selama satu atau dua minggu kemudian tanamlah bibit gaharu dengan melepas semua polybagnya secara perlahan agar tanahnya tidak pecah meninggalkan akar bibit. Untuk tanaman gaharu pola monokultur ada beberapa jarak tanam yang dianjurkan 1. atau liahat jarak tanam gaharu Untuk tahap awal tanaman gaharu membutuhkan naungan sebagaimana saya jelaskan diatas. 6. Sebab berkaitan erat dengan ketersedian unsur hara yang dibutuhkan tanamn gaharu dan juga kebutuhan gaharu akan cahaya. singkong pepaya dll. Adapun bila anda memilih tanaman dengan pola tumpang sari maka jarak tanamnya sangat fleksibel. Di sesuaikan dengan jenis tanaman yang menjadi mitra tanaman gaharu tersebut. Dari hasil pengamatan kami pola penanam tumpang sari dengan tanaman yang lain seperti sawit. hindari naungan yang menyebabkan tanaman terlalu lembab dan berilah kapur dolomit agar kondisi tanah tidak telalu asam yang akan menyebabkan busuk akar. a.3. 4. Waktu Menanam Gaharu Yang Baik Waktu menanam gaharu yang paling baik adalah di musim hujan dengan demikian kita tidak perlu melakukan penyiraman. 2. sawit kelapa dll. Waktu penanaman yang paling baik adalah di sore hari. Naungan Agar gaharu cepat besar dan tinggi bibit gaharu memerlukan naungan. Jarak Tanam yang sesuai Agar tanaman gahau cepat pertumbuhannya besar dan tinggi jarak tanam memiliki peranan yang segnipikan. Ada banyak jenis hama yang menyerang tanaman gaharu. Jarak tanam gaharu 4 m x 4 m ini cocok bagi anda yang memiliki modal yang sederhana. kelapa. b. Seperti busuk akar ganguan ulat pemakan daun dan serangan hama kutu putih. Secara umum ada dua pola penanaman gaharu yakni monokultul (khusus tanaman gaharu saja) dan tumpang sari (tanaman gaharu di tanam bersamaan dengan tanaman lainnya). Seperti karet. PERDAGANGAN GAHARU. Jarak tanam gaharu 3 m x 3 m ini cocok untuk anda yang memiliki modal menengah 3. karet dan pisang memiliki pertumbuhan yang lebih baik .

amber. minyak (baik murni maupun yang dicampur dengan wewangian lain). Maliki adalah Minyak gaharu ber kualitas tinggi yang digunakan kalangan bangsawan. amber. 1. Kadim artinya lama 6. 7.ISTILAH DALAM PERDAGANGAN GAHARU DI TIMUR TENGAH Gaharu dikenal dalam bahasa Arab sebagai Oudh. Satu Toula/tola = Satuan tradisional pengukuran yang kira-kira sama dengan 11. Dihn al oudh adalah Minyak Gaharu 4. pewangi pakaian pribadi sebelum acara-acara khusus dan dalam persiapan untuk Ibadah Sholat dan lainnya. Jedid artinya baru 5. dan dalam berbagai bentuk dengan menggunakan serutan kecil kayu gaharu dicampur dengan bahan harum lainnya. serta produk campuran. Mukhalat adalah Wewangian dengan bahan campuran gaharu. Attars adalah parfum Arab dengan campuran berbagai bahan seperti: gaharu. YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENANAM POHON GAHARU:  TANAH . Seufi adalah minyak gaharu Berbau Tajam 10. berikut adalah beberapa Istilah untuk produk gaharu yang di Gunakan di timur tengah. dan cendana. cendana dan lainnya 8. Bakhoor adalah produk gaharu berbentuk Bubuk Gaharu atau serutan dicampur dengan aroma lain dan kayu aromatik untuk dibakar 3. Hal ini digunakan sebagai parfum aromatik dan tradisional dalam berbagai bentuk: dari Gubal gaharu kelas tinggi dibakar oleh Syaikh untuk menghormati tamu mereka. yang diterapkan pada gaharu berbentuk chip dan minyak gaharu. musk. Gaharu merupakan bagian penting dari kehidupan di UAE serta budaya Arab budaya umum.62 gram. sebagai produk parfum. sebagai pewangi rumah dan lain sebagainya. Gaharu dijual dalam bentuk Gubal (baik bentuk gubal berbentuk besar maupun gubal tipis atau lebih dikenal dengan istilah chips). BAGAIMANA CARA MENANAM POHON GAHARU ? A. 2. Oudh ialah Gubal Gaharu dalam bentuk chip 9. kunyit.

Buat lubang untuk menanam bibit gaharu dengan ukuran 40cm x 40cm x 40cm . POLA TANAM TUMPANG SARI  Menanam pohon gaharu di sela-sela tanaman lainnya  Penanaman Tumpang Sari bersama dengan pohon sawit. karet. Sekolahan. 2m x 2m. sengon.Petani tidak perlu bingung mengenai struktur tanah untuk menanam Pohon Gaharu karena pohon ini bersifat tidak memilih tanah (0 . dapat juga ditanam bersama tanaman pertanian lainnya seperti cabai. yang terpenting tanah tidak terendam air seperti sawah atau rawa. tomat.00 s. Perkantoran atau disekeliling kolam ikan dan peternakan  Dengan cara ini disela-sela lahan yang kosong dapat kita manfaatkan semaksimal mungkin sambil menunggu 5-6 tahun untuk panen Gaharu B. Masjid.  POLA TANAM POHON GAHARU 1. 3m x 3m (menyesuaikan lahan yang ada)  Setelah bibit ditanam perlu perawatan ekstra selama 6 . jagung. mahoni. dll  Pohon Gaharu dapat pula ditanam disekeliling pekarangan rumah. buahbuahan. Hindari cahaya matahari langsung mulai pukul 10.1200 M dpl). POLA TANAM MONOKULTUR  Satu areal lahan perkebunan khusus ditanami Pohon Gaharu  Jarak tanam yang dapat digunakan antar pohon boleh 1m x 1m. singkong. CARA MENANAM POHON GAHARU : 1. jabon.12 bulan karena pohon ini adalah jenis yang perlu naungan/teduhan (40%-60% cahaya).d 15.00 2.

300juta/liter . Diamkan selama 2 sampai 4 minggu baru kemudian bibit siap untuk ditanam KENAPA MENANAM POHON GAHARU ? GAHARU ADALAH SALAH SATU POHON TERMAHAL DI DUNIA (2010) Minyak/Ekstrak kisaran harga Rp.2. Isi lubang dengan pupuk kandang atau kompos sebanyak 2 sampai 5 kg dicampur dengan tanah 3.

Karas/Galih kisaran harga Rp. dan Eropa. Cina.Rp.) adalah pohon termahal didunia (2010). India. 30juta/kg Kemedangan/Kayu kisaran harga Rp. Jepang. 300ribu/kg HARGA PASARAN GAHARU (MINIMAL) Pohon gaharu (Aquilaria spp. Amerika. . 100ribu/kg . Thailand. selain dipasarkan didalam negeri juga banyak permintaan dari Timur tengah.

PENDAHULUAN Produksi gabah padi di Indonesia rata-rata 4 – 5 ton/ha. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu tercapainya ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi padi berdasarkan asas kuantitas. PT. kualitas dan kelestarian ( K-3 ).Budidaya Padi A. .

5 1. 2. Perendaman Benih Benih direndam POC NASA dan air. Selanjutnya diperam menggunakan daun pisang atau dipendam di dalam tanah selama 1 – 2 malam hingga benih berkecambah serentak. 4.5 m2 pembibitan.5-3 kg.Khusus penggunaan Hormonik bisa dicampurkan dengan POC NASA kemudian disemprotkan (3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK /tangki ). C. atau 1000 m2 sawah : 3. 3.5 1. Angin berpengaruh pada penyerbukan dan pembuahan. Padi menghendaki tanah lumpur yang subur dengan ketebalan 18-22 cm dan pH tanah 4 – 7. berdaun 5-7 helai.7 ton/ 1000 M2 Gabah Kering Panen Waktu Aplikasi Jenis Pupuk Olah Tanah (kg) 10–14 hari ( kg ) 25–28 hari ( kg ) Urea 12 6 6 42–45 hari ( kg ) 6 . serangan hama dan penyakit serta kondisi cuaca. Pemindahan benih Bibit yang siap dipindahtanamkan ke sawah berumur 21-40 hari. batang bawah besar dan kuat. kondisi dan jenis tanah. 5. memerlukan penyinaran matahari penuh tanpa naungan. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Persemaian diairi dengan berangsur sampai setinggi 3 – 5 cm. Semua pupuk makro dicampur dan disebarkan merata ke lahan sesuai dosis.2 – 1.5 1.5 1 1 1 1 SP-36 6. benih padi yang mengambang dibuang. dosis 2 cc/lt air selama 6-12 jam. dosis pupuk sesuai dengan hasil panen yang diinginkan. Hasil akan bervariasi tergantung jenis varietas. Benih Dengan jarak tanam 25 x 25 cm per 1000 m2 sawah membutuhkan 1.B. SYARAT TUMBUH Padi dapat tumbuh pada ketinggian 0-1500 mdpl dengan temperatur 19 – 270 C. tiriskan dan masukkan karung goni.5 1. Pemupukan Pemupukan seperti pada tabel berikut. tidak terserang hama dan penyakit. Perbandingan luas tanah untuk pembenihan dengan lahan tanam adalah 3 : 100. TABEL PENGGUNAAN POC NASA DAN SUPERNASA Waktu Aplikasi Jenis Pupuk Olah Tanah (kg) 14 hari ( kg ) 30 hari ( kg ) 45 hari ( kg ) 60 hari ( kg ) Urea 36. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA 1. Jumlah ideal benih yang disebarkan sekitar 50-60 gr/m2.5 9 9 9 9 ZA 3. Setelah bibit berumur 7-10 hari dan 14-18 hari. pertumbuhan seragam.5 KCl 20 5 5 5 5 Dolomit 13 3 3 3 3 SPR NASA 2 botol ( siram) 2 botol ( siram) – – – Catatan : Dosis produksi padi 1. dilakukan penyemprotan POC NASA dengan dosis 2 tutup/tangki.

teki dan eceng gondok dilakukan 3 kali umur 4 minggu.5 – – 4-8 ttp/tgk (semprot) 4 – 5 4-8 ttp/tgk (semprot) 1 ttp/tgk campur NASA 4 – 6. sedang pupuk makro lainnya disebar secara merata. 7. bertujuan untuk sirkulasi udara dalam tanah.8 – 1.1 ton/ 1000 M2 Gabah Kering Panen Waktu Aplikasi Jenis Pupuk Urea SP-36 KCL POC NASA HORMONIK Olah Tanah (kg) 10 11. 8. .5 – 20-40 ttp (siram) – 10–14 hari ( kg ) 25–28 hari ( kg ) 42–45 hari ( kg ) 4. pembungaan dan masa bunting. sunduk gangsir. Pengelolaan Lahan Ringan Dilakukan pada umur 20 HST. Pengairan Penggenangan air dilakukan pada fase awal pertumbuhan. 6. Khusus SP-36 bisa dilarutkan SUPERNASA atau POC NASA. Penyiangan Penyiangan rumput-rumput liar seperti jajagoan. 35 dan 55. yaitu membuang gas beracun dan menyerap oksigen. pembentukan anakan. 3. Pemberian SUPERNASA dengan cara dilarutkan dalam air secukupnya kemudian disiramkan ( hanya disiramkan) 2. Jika dengan POC NASA dicampur air secukupnya bisa disiramkan atau disemprotkan. Sedangkan pengeringan hanya dilakukan pada fase sebelum bunting bertujuan menghentikan pembentukan anakan dan fase pemasakan biji untuk menyeragamkan dan mempercepat pemasakan biji.8 – 1.5 – 4-8 ttp/tgk (semprot) 1 ttp/tgk campur NASA Catatan : Dosis produksi padi 0.SP-36 10 50 – – KCl – – 7 8 SPR NASA 1 botol (siram) 5 5 5 POC NASA – 4-5 ttp/tgk (semprot) 4-5 ttp/tgk (semprot) 4-5 ttp/tgk (semprot) Catatan : Dosis produksi padi 0.1 ton/ 1000 M2 Gabah Kering Panen Cara Penggunaan SUPERNASA & POC NASA 1.

IR 48. o Padi Thrips (Thrips oryzae). o Walang sangit (Leptocoriza acuta). Gejala buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut. sekelompok tanaman seperti terbakar. Progo dsb. (2) menggunakan BVR atau Pestona. Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi dan dapat menularkan virus. o Wereng penyerang batang padi: wereng padi coklat (Nilaparvata lugens). Gejala: daun menggulung dan berwarna kuning sampai kemerahan. peningkatankebersihan. Menyerang buah padi yang masak susu. (2) penyemprotan BVR. pertumbuhan bibit terhambat. Gejala : menyerang daun bibit. melepas musuh alami seperti jangkrik. kepinding dan kumbang lebah. berwarna coklat dan tidak enak. tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil. mengumpulkan dan memusnahkan telur. melepas musuh alami seperti laba-laba. pada daun terdapat bercak bekas isapan dan bulir padi berbintik-bintik hitam. membersihkan lingkungan. Pengendalian: (1) bertanam padi serempak. . penggunaan bibit sehat. Pengendalian: BVR atau Pestona.64. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT o Hama putih (Nymphula depunctalis). menggunakan varitas tahan wereng seperti IR 36. kerusakan berupa titik-titik yang memanjang sejajar tulang daun. (2) penyemprotan BVR atau PESTONA. laba-laba. Pengendalian: (1) pengaturan air yang baik.D. ulat menggulung daun padi. Pengendalian: (1) bertanam serempak. Cimanuk. impicticep). menggugurkan tabung daun. IR. pada tanaman dewasa gabah tidak berisi. wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera) dan Wereng penyerang daun padi: wereng padi hijau (Nephotettix apicalis dan N. Gejala: tanaman padi menjadi kuning dan mengering. melepaskan musuh alami.

tanam serempak. Menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun. akar membusuk. biji berserakan. meningkatkan kebersihan lingkungan. melepas musuh alami seperti ular dan burung hantu.  Burung. biji kecambah busuk dan kecambah mati. Pengendalian: mengusir dengan bunyi-bunyian atau orang-orangan. IR-36. Pengendalian: (1) merendam benih di air hangat + POC NASA. buah yang baru tumbuh dan bibit yang baru berkecambah. pemupukan berimbang. menanam varitas unggul Sentani. Gejala: menyerang daun. kuning (T. Menyerang batang muda (1-2 bulan) dan buah. Daun. Gejala: pada batang tanaman terdapat bekas tusukan. tanam padi tahan penyakit ini. Pengendalian: (1) membakar sisa jerami. Menyerang batang dan pelepah daun. menggenangi sawah selama 15 hari setelah panen agar kepompong mati. Pengendalian: merenggangkan jarak tanam.  Hama tikus (Rattus argentiventer). Gejala: pucuk tanaman layu.  Penyakit Blast. tangkai buah patah. Kepik hijau (Nezara viridula). sanitasi. Gejala: menyerang daun dan pelepah daun pada tanaman yang telah membentuk anakan. kering berwarna kemerahan dan mudah dicabut. Pengendalian: (1) menanam padi tahan penyakit (2) pemberian GLIO pada saat pembentukan anakan. Penyebab: jamur Pyricularia oryzae. Kerusakan pada tanaman muda disebut hama “sundep” dan pada tanaman bunting (pengisian biji) disebut “beluk”. Menyerang menjelang panen. gelang buku. Gejala: menyerang malai dan biji muda menjadi kecoklatan. pemberian pupuk N di saat pertengahan fase vegetatif dan fase pembentukan bulir. penyemprotan BVR atau PESTONA. mencelupkan benih + POC NASA dan disebari GLIO di lahan . Pengendalian: mengumpulkan dan memusnahkan telur-telurnya. gropyokan. menggenangi sawah. Menyerang batang dan buah padi. (2) pemberian GLIO di awal tanam. (2) menggunakan BVR atau PESTONA. Penyebab: jamur Fusarium moniliforme. malai. padi dewasa busuk kering. incertulas). Penyebab: jamur Helmintosporium oryzae.  Busuk pelepah daun. Gejala: adanya tanaman padi yang roboh pada petak sawah dan pada serangan hebat ditengah petak tidak ada tanaman. Penyebab: jamur Rhizoctonia sp. tangkai malai dan cabang di dekat pangkal malai membusuk. Gejala: menyerang pelepah.  Penyakit Bercak daun coklat. membakar jerami.  Penggerek batang padi terdiri atas: penggerek batang padi putih (Tryporhyza innotata). Cimandiri IR-48. daun terkulai. Biji berbercak-bercak coklat tetapi tetap berisi. bergaris (Chilo supressalis) dan merah jambu (Sesamia inferens). penggunaan NAT (Natural Aromatic).  Penyakit Fusarium. buah padi yang diserang memiliki noda bekas isapan dan pertumbuhan tanaman terganggu. buku pada malai dan ujung tangkai malai. Pengendalian: (1) menggunakan varitas tahan. Pemasakan makanan terhambat dan butiran padi menjadi hampa. daun mengering dan seluruh batang kering. Pengendalian: pergiliran tanaman.

PANEN DAN PASCA PANEN  Panen dilakukan jika butir gabah 80 % menguning dan tangkainya menunduk  Alat yang digunakan ketam atau sabit  Setelah panen segera dirontokkan malainya dengan perontok mesin atau tenaga manusia  Usahakan kehilangan hasil panen seminimal mungkin. Penyakit kresek/hawar daun. Terdapat garis-garis di antara tulang daun. buku-buku pendek. IR 42 dan mengendalikan vektor virus dengan BVR.  Penyakit tungro. IR 48. batang pendek. Gejala: menyerang semua bagian tanaman. sanitasi lingkungan. garis melepuh dan berisi cairan kehitam-hitaman. daun menjadi pendek. E. usaha pencegahan dengan memusnahkan tanaman yang terserang ada mengendalikan vector dengan BVR atau PESTONA. malai kecil dan tidak berisi.  Setelah kering lalu digiling yaitu pemisahan gabah dari kulit bijinya. anakan banyak tetapi kecil. daun kuning hingga kecoklatan. jumlah tunas berkurang. IR 54. IR 46. (2) pengendalian diawal dengan GLIO. Pengendalian: (1) menanam varitas tahan penyakit seperti IR 36.  Penyakit kerdil. Pengendalian: menanam padi tahan wereng seperti Kelara. Gejala: menyerang semua bagian tanaman. IR 46. berwarna hijau kekuning-kuningan. Penyebab: virus yang ditularkan oleh wereng hijau Nephotettix impicticeps. IR 36. menghindari luka mekanis. pembungaan tertunda. Cisadane.  Beras siap dikonsumsi. IR 52. Penyebab: virus ditularkan oleh wereng coklat Nilaparvata lugens. Cipunegara. daun mengering dan mati. sempit. Analisa Bisnis .  Setelah dirontokkan diayaki (Jawa : ditapeni) dilakukan pengeringan dengan sinar matahari 2-3 hari. Pengendalian: sulit dilakukan. Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae) Gejala: menyerang daun dan titik tumbuh. pertumbuhan tanaman kurang sempurna.

000.000. volume ekspor menurun menjadi sekitar 30 ton dengan nilai US $ 600.000. Sulawesi. Demikian juga secara internasional terdapat kesepakatan untuk memasukkan beberapa spesies tanaman penghasil gaharu menjadi tanaman yang dilindungi. Kalimantan. tercatat volume eksspor gaharu mencapai 165 ton dengan nilai US $ 2. pohon yang bisa didapatkan di hutan alam pun semakin sedikit yang diakibatkan penebangan hutan secara liar dan tidak terkendali serta tidak adanya upaya pelestarian setelah pohon tersebut ditebang. Pada periode 1999 – 2000 volume ekspor meningkat menjadi 456 ton dengan nilai US $ 2.000. Maluku dan Papua. Sebelumnya.Gaharu sebagai komoditas hasil hutan bukan kayu (HHBK) pada saat ini keberadaannya semakin langka dan sangat dicari. Sehingga pemerintah menurunkan kuota perdagangan gaharu alam untuk mengerem laju kepunahannya. Penurunan tersebut disebabkan semakin sulitnya gaharu didapatkan. Sejak akhir tahun 2000 sampai akhir tahun 2002. Pada periode 1990 – 1998. Perburuan gaharu yang intensif karena permintaan pasar yang sangat besar menyebabkan gaharu alam dari hutan belantara Indonesia tidak mudah ditemukan. Para pemburu gaharu pada dasarnya mengetahui karakteristik tegakan gaharu yang menghasilkan gubal gaharu.200. Selain itu. Akan tetapi masa kajayaan gaharu banyak telah menyebabkan orang yang tidak berkompeten juga memburu gaharu sehingga banyak pohon . ekspor gaharu Indonesia tercatat lebih dari 100 ton pada tahun 1985. Tegakan gaharu alam ditemukan di hutan seperti di Sumatra.

A. A. A. beccariana. Jenis-jenis tanaman yang dapat dikembangkan adalah jenis tanaman yang selama ini dikenal sebagai penghasil gaharu seperti Aquilaria. grandiflora. Namun dengan gencarnya penelitian oleh berbagai pihak sehingga ditemukan metoda atau teknologi yang cukup menjanjikan dapat membantu tanaman memproduksi gubal gaharu. Pedagang Gaharu Dunia . A.yang tidak menghasilkan gaharu juga ditebang sehingga keberadaannya semakin berkurang secara drastis. A. A. hirta. malaccensis. A. Pengembangan tanaman gaharu di Indonesia belumlah populer karena belum diketahui secara pasti nilai ekonomisnya. microcarpa. Seperti halnya yang telah dikembangkan secara besarbesaran di Vietnam demikian pula di Malaysia. baillonii. Salah satu alternatif yang kemudian dikembangkan oleh banyak pihak adalah dengan membudidayakan tanaman gaharu. A. filaria. A. A. agallocha. Gyrinops verstegi. borneensis. sinensis. crassna. Gonystylus bancanus. khasiana. A.

biaya tahap 2 (perawatan tanaman pada tahun ke-2 sampai tahun ke-7). Berikut ini adalah perincian biaya dan keuntungan dari budidaya pohon penghasil gaharu: 1.penanaman dan perawatan di tahun pertama). pada luasan tanah 2.000 m2 (asumsi 50 m X 40m) cukup ideal ditanami gaharu sebanyak 180 batang.000 m2 (140 ubin). Denagn jarak tanam 3 X 3 luas tanah 2.ANALISA BISNIS BUDIDAYA GAHARU Analisa biaya dan keuntungan dari budidaya pohon penghasil gaharu. jangka waktu 7 – 10 tahun. BIAYA TAHAP 1: dan . BIAYA Biaya sendiri kita bedakan menjadi 3 yaitu: biaya tahap 1 (pengadaan bibit. dan biaya tahap 3 (inokulasi perawatan pasca inokulasi tahun ke-3 sampai tahun ke-5). A.

.Pupuk Oganik (LB10) @Rp10.000 .000. 2. BIAYA TAHAP 2: .- JUMLAH = Rp.Tenaga Perawatan tahun pertama = Rp.- = Rp.525. 3. 1.000. 100.000.Tenaga Perawatan = Rp.700.550.(jika diperlukan) .000 JUMLAH = Rp.Pestisida 750..Tenaga Panen 5.250 = Rp.000. 125.000.000..Pupuk Kandang 500kg @ Rp.000.- B.000.Pembelian Bibit 180btng @ Rp. 2.000.- . 900. 300.- = Rp. 600.Tenaga Penanaman 2 orang = Rp. BIAYA TAHAP 3: ..000 C.000 .Tenaga Perawatan = Rp.- = Rp.Pupuk Kandang = Rp . 600.15.000 .000.000 = Rp.

dari 180 batang tanaman cuma menghasilkan 135 batang pohon saja yang bisa dipanen.000 = RP.000. A.- = RP.1..000.1.s/d Rp 2.350 KG @ RP. 6.000 D.200.970. KEMEDANGAN 1.B.350 kg kemedangan. ABU 2.2.700 kg abu.000.000.350.500.000. biaya tersebut diatas masih bisa kita tekan apabila penanaman dan perawatan kita lakukan sendiri 2.000.C.000.700 KG @ RP.000.1.- = RP.4.000.080. dan 20 kg abu. Sehingga total yang dihasilkan dari 135 batang adalah 270 kg gubal.000.000. dan 2.000. PENERIMAAN Dengan asumsi bahwa tingkat keberhasilan inokulasi adalah 75% saja. 10 kg kemedangan.JUMLAH = Rp.000.000.Asumsi biaya tersebut adalah biaya maksimal. INOKULASI -Fusarium untuk inokulasi Rp 1.075. GUBAL 270 KG @ RP. Satu batang pohon gaharu dengan masa inokulasi 3 tahun menghasilkan rata-rata 2 kg gubal.000. 1.000 540.JUMLAH A+B+C = RP.JUMLAH = RP. 12.000. .

Rata-rata perpohon gaharu umur 6 tahun dengn masa inokulasi 3 tahun (tahun ke-9 sampai tahun ke-10).925. 12.000. dari investasi sebanyak 21 jutaan.2. Hasil panen kayu Gaharu Jika kita tau caranya maka tidak ada ruginya berinvestasi Inokulasi ..970.000.957.075. KEUNTUNGAN PENERIMAAN – BIAYA = RP. Jadi.000. Seiring waktu.2. harga jual tanah juga meningkat..– RP.Jumlah penerimaan diatas kami ambil dari data harga jual gaharu yang paling rendah 3.000.= RP. berpotensi menghasilkan 3 milyar rupiah dalam kurun waktu 7 – 10 tahun. menghasilkan 25 juta rupiah lebih.

Untuk tujuan tersebut. perlu diawali dengan pengamatan lapangan untuk mempelajari aspek gaharu yang tumbuh alami serta mengisolasi dan mengidentifikasi jenis penyakit dari pohon yang terserang. resin itu mengeras di sudut sudut pembuluh xylem dan floem – organ pohon yang mendistribusikan makanan berwarna kecokelatan. maka penyedia inokulan perlu melakukan isolasi jenis penyakit yang berprospek memproduksi gaharu. serta harum bila dibakar. Seiring waktu. Isolasi ini dilakukan terhadap tanaman gaharu alam yang berada di dalam kawasan hutan sekitar daerah pengembangan. Oleh karena itu pohon gaharu itu melawan dengan memproduksi resin bernama fitoaleksin supaya kuman tak menyebar ke jaringan pohon lain. .Fusarium yang di inokulasi ke jaringan pohon itu sebenarnya kuman penyebab penyakit. Mengingat jenis isolate penyakit pembentuk gaharu berbeda beda sesuai kondisi iklim dan lingkungan.

Potongan cabang atau kupasan batang ini disebut “ Preparat ”. sangat diperlukan peran dari pemerintah daerah instansi atau lembaga terkait.Bahan Inokulan Gaharu (Fusarium sp) Agar berhasil mengembangkan inokulan pembentuk gaharu. Untuk hal ini. diperlukan teknik tertentu. perguruan tinggi. dan investor atau pengusaha swasta didaerah setempat sebagai pelaku produksi inokulan. • Ambil potongan cabang atau kupasan batang pohon gaharu terpilih. . Adapun tahapan teknik pengembangan inokulan sebagai berikut: • Pilih pohon gaharu alami yang sudah terinfeksi mikroba penyakit pembentuk gaharu.

• Kembangkan spora dari preparat cabang dan atau batang tersebut di dalam media agar untuk diidentifikasi jenis mikrobanya sebagai biakan murni. • Tempatkan spora yang sdah dibiakkan tersebut kedalam wadah berupa botol kaca. atau botol infuse bekas. Teknik inokulasi dengan inokulan terhadap pohon gaharu berbeda beda sesuai dengan bentuk inokulannya. harus diperhatikan umur dan diameter batangnya. Batas minimal suatu pohon dapat di inokulasi ditandai dengan pohon yang mulai berbunga. • Kembangkan spora dan miselium biakan murni tersebut kedalam media padat seperti serbuk gergaji pohon gaharu atau dalam media cair ang telah berisi unsur makro dan mikro sebagai energi hidup. botol plastic.• Bawa preparat tersebut ke Laboratorium dan upayakan agar suhu dan kelembapan nya tetap terjaga dengan cara dimasukkan dalam kotak es. Biasanya umur tanaman tersebut sekitar 4 – 5 tahun atau diameter batang sudah mencapai 8 – 10 cm. Berikut diulas teknik inokulasi menggunakan inokulan padat dan cair. yaitu suhu 24 – 32C dan kelembapan 80%. . • Masukkan media spora kedalam incubator pembiakan dan kondisikan suhu dan kelembapan incubator pembiakan tersebut pada keadaan optimal. • Simpan botol dalam freezer incubator. Inokulan ini sudah siap diinokulasikan ke tanaman gaharu. Pada pelaksanaan penginokulasian terhadap pohon gaharu ini. Biarkan sekitar 1 – 2 bulan.

• Masukkan inokulasi padat ke setiap lubang. Agar pemasukan menjadi mudah. Penutupan lubang ini dilakukan dengan pasak kayu gaharu. gunakan potongan kayu atau bamboo yang ukurannya sesuai dengan ukuran diameter lubang. biasanya sekitar 5 cm.8 – 10 mm. Penutupan pun dapat dilakukan dengan “lili malam” . Setiap batang dibuatkan banyak lubang dengan jarak antar lubang bor sekitar 20 cm. Jumlah inokulan disesuaikan dengan kedalaman lubang. Diameter lubang bor sekitar 0.Inokulasi dengan inokulan padat. Sebagai patokan. Kedalaman optimal pemboran ini perlu disesuaikan dengan ukuran diameter batang. • Bersihkan tangan pelaku inokulasi dengan air hingga bersih dan dibilas dengan alcohol sebelum pelaksanaan inokulasi. • Tutup setiap lubang yang sudah diberi inokulan untuk mnghindari masuknya air ke dalam lubang. pemasukan ini dilakukan hingga lubang terisi penuh dengan inokulan. Teknik inokulasi pohon gaharu menggunakan inokulan padat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut: • Buat lubang pada batang kayu gaharu dengan menggunakan bor.

Namun. Teknik inokulasi menggunakan inokulan cair dilaksanakan dengan cara sebagai berikut: • Lakukan pengeboran pada pangkal batang pohon dengan posisi miring kebawah. • Atur besarnya aliran inokulan cair tersebut. Hentikan aliran infuse bila cairan inokulan sudah keluar dari lubang. bila belum tersedia. . Sementara mata bor yang digunakan berukuran sama dengan selang infus sekitar 0.5 cm. Kedalaman pemboran disesuaikan dengan diameter batang pohon. Selang infuse tersebut biasanya sudah disediakan produsen inokulan pada saat pembelian inokulan. biasanya 1/3 diameter batang. selang infuse dapat disediakan sendiri oleh petani. • Masukkan selang infus yang ada pada botol inokulan cair kedalam lubang.Membuat lubang untuk memmasukkan inokulan Inokulasi dengan inokulan cair.

.• Tutup bagian tepi disekitar selang infuse dengan menggunakan “lilin malam”. Penginokulasian diulang kembali dengan botol inokulasi baru. Pengaturan aliran dilakukan bila lubang sudah tidak terdapat lagi cairan inokulasi. Di sadur dari buku: Budidaya Gaharu karya Yana Sumarna 2002. • Laksanakan penginokulasian ini hingga inokulan cair didalam botol infuse tersebut habis. bila belum ada tanda tanda kematian fisik dan fisiologis. tergantung keadaan cairan dalam lubang. Potensi dan peluang bisnis tanaman Gaharu di Asahan Karya Mujiono 2008. • Ulangi pengaturan aliran masuknya cairan infuse kedalam lubang setiap 1 – 2 hari.

atau kulit terkelupas. bahan cabang patah. 1 di Indonesia mengenai teori terbentuknya Gubal Gaharu : Gubal terbentuk karena rangsangan dari mikroba yang masuk ke jaringan tanaman. Bengkulu. Tri Mulyaningsih. Resin melokalisir kerusakan akibat serangan mikroba supaya luka tidak meluas ke jaringan . Dalam posisi telanjang seperti itu diduga fusarium datang menyerang. ia dianggap sebagai benda asing. ‘Ia membentengi sel dari serangan mikroba. Jasmi Syafaruddin punya 5 pohon. kulit 2 tanaman terkelupas. Gara-gara Jasmi membakar sampah di dekat situ. Abdulqodir Hadi Mustofa Habibullah di Jambi mencoba mengebor secara vertikal. Lalu minimal 10 botol inokulan fusarium bervolume 600 cc dikucurkan. Mikroba-berupa cendawan atau bakteri-masuk melalui luka. penggergajian.’ kata Mucharromah. Mata bor ¾ inci dibenamkan sedalam 1-3 m. peneliti gaharu dari Universitas Bengkulu. Resin berwarna cokelat itu melindungi sel-sel tanaman dari serangan mikroba. MSi. ahli gaharu dari Universitas Mataram menyebut zat imun itu fitoalexin.’ kata Dr Ir Mucharromah. Makanya tanaman merespon dengan mengeluarkan penangkal. Di Kelurahan Sidomulyo. MSc. Dari proses itu Habib mulai menuai gaharu. Luka bisa disebabkan karena pengeboran.Berikut Artikel Majalah TRUBUS . Ketika mikroba masuk jaringan tanaman. Bentuknya berupa resin beraroma yang diproduksi oleh alkaloid sel. majalah Agrobisnis no. Dua pohon berumur 5 tahun itu sekarang sudah bergubal.

‘Respon setiap jenis tanaman terhadap infeksi mikroba berbeda-beda. Namun. Proses memasukkan cendawan fusarium sp kedalam pohon gaharu yang telah di bor Salah satu ciri yang dapat dijadikan indikator tajuk tanaman menguning dan rontok. Jika respon tanaman terlalu kuat. pelekukan. gubal yang sempat terbentuk akan menghilang. pada batang atau cabang terjadi pembengkakan. gubal urung terbentuk. ketika mikroba terlalu perkasa. Tanaman bisa mati-minimal batang busuk-karena kalah kuat melawan keganasan si penyusup. Oleh karena itu mesti ada ‘kecocokan’ antara jenis tanaman .lain.’ lanjut Mucharromah. atau penebalan. Penyebab harum Kejadian itu lantaran. Deposit resin-pada jaringan hidup-yang terus menumpuk berujung pada terbentuknya gaharu.

Penelitian doktor patologi tanaman dari Universitas Kentucky. Malaysia. itu karena resin yang dihasilkan oleh alkaloid sel berupa oleoresin dengan kandungan fitokimia sesquiterpene. itu menunjukkan di Bengkulu F. ‘Sukses-tidaknya pembentukan gaharu bisa diketahui sejak hari ke-5 pascainokulasi. Jenis Gaharu Gaharu merupakan substansi aromatic berupa gumpalan berwarna coklat muda sampai hitam yang terdapat diantara sel-sel kayu. Sedangkan di Indonesia sendiri Pohon Gaharu tersebar di Pulau Irian. Tanaman yang bisa menghasilkan gaharu biasa disebut Pohon Gaharu. cylindriscorpum dan F. Amerika Serikat. Vietnam. Nusa Tenggara. juga peneliti gaharu dari Universitas Bengkulu. Pada bagian yang terbentuk gaharu terlihat kayu berubah warna menjadi kecokelatan.penghasil gaharu dengan mikroba inokulannya. Daun pohon Gaharu . Perkara terbentuknya aroma harum gaharu. Sumarta. dan Indonesia. Laos. oxysporum paling top ‘mengundang’ gubal pada A. malaccensis. Sebaran Pohon Gaharu di Asia diantaranya adalah di India. maluku dan sedikit di Jawa bagian Barat. Burma.’ kata Ir Hartal MP. Pada proses inokulasi buatan. Sulawesi. Kalimantan. Yang dipercaya sebagai inokulan utama di alam adalah Fusarium sp.

Aquilaria filaria (Irian dan Maluku) 5. Aquilaria microcarpa (Sumatra dan Kalimantan) 4. Aquilaria malaccensis (Sumatra dan Kalimantan) 2. Kalimantan. Aquilaria cumingiana (Sulawesi) 6. Maluku. (Jawa. Aquilaria beccariana (Sumatra dan Kalimantan) 3. Grynops audate dan Grynops podocarpus (Irian) 8. Wikstoemia androsaemifolia Tenggara. Sulawesi. Nusa . dan Sulawesi). Aquilaria tomntosa (Irian) 7. Grynops versteegii (Nusa Tenggara. dan Irian) 9.Adapun jenis Pohon Gaharu dan penyebarannya di Indonesia adalah: 1.

Dari beberapa spesies pohon penghasil gaharu diatas. kalau tidak mau putus berarti adalah pohon Gaharu Manfaat Gaharu Gaharu mengandung essens yang disebut sebagai minyak essens (essential oil) yang dapat dibuat dengan eksraksi atau . ciri-ciri batang pohon Gaharu adalah dengan cara menyayat kulitnya. pohon dari marga Aquilaria memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan yang paling banyak diburu adalah Aquilaria malaccensis karena gaharu yang dihasilkan memiliki mutu yang sangat baik.Dan masih banyak lagi beberapa spesies pohon penghasil Gaharu yang tersebar di kedalaman hutan di Indonesia. Selain dari melihat daunnya.

teh gaharu juga ampuh sebagai obat anti mabuk. kelembapan 60 – 80 % dengan curah hujan 1. pohon dapat tumbuh dengan baik pada struktur tanah yang ringan sampai berat dengan terkstur lempung ataupun pasir. serbuk atau abu dari gaharu digunakan sebagai bahan pembuatan dupa/hio dan bubuk aroma therapy. Oleh masyarakat tradisional Indonesia. kulit atau kayu gaharu dibakar sampai berasap.400 meter dpl. . Senyawa aktif agarospirol yang terkandung dalam daun pohon gaharu dapat menekan sistem syaraf pusat sehingga menimbulkan efek menenangkan.500 mm/th. Secara ekologi dapat tumbuh pada daerah dengan ketinggian 0 – 2. Selain itu. Aroma harum tersebutlah yang tidak disukai nyamuk (sumber: majalah Trubus). Cara Menanam dan Pemeliharaan Pohon penghasil gaharu secara umum tidak memerlukan syarat tumbuh yang khusus. Essens gaharu ini digunakan sebagai bahan pengikat (fixative) dari berbagai jenis parfum. kosmetika dan obat-obatan herbal. Ampas dari sulingan minyak dari marga Aquilaria di Jepang dimanfaatkan sebagai kamfer anti ngengat dan juga mengharumkan seluruh isi lemari. Daun pohon gaharu bisa dibuat menjadi teh daun pohon gaharu yang membantu kebugaran tubuh.000 – 3. gaharu digunakan sebagai obat nyamuk.penyulingan dari gubal gaharu.

Setelah lubang terbuat. taburkan lagi akarisida di sekeliling tanaman sebanyak 1 sdm kemudian siram dengan air. Setelah lubang tertutup oleh tanah. . bibit tanaman dikeluarkan dari polybag dan usahakan tanah dalam polybag jangan sampai pecah. Masukan bibit dengan tinggi minimal 30 cm ke lubang dan lubang diurug dengan tanah yang dicampur dengan pupuk organik dengan perbandingan 1:1. isi lubang dengan pupuk organik matang sampai kedalaman lubang menyisakan 15 cm. gasir. Setelah penaburan akarisida. marshal.Penanaman dimulai dengan membuat lubang tanam dengan kedalaman 30 cm. Pemberian akarisida akan melindungi tananam pada masa kritis yaitu sebelum tanaman berumur lebih dari 3 bulan. dan hama lainnya yang hidupnya di tanah. atau rugby) untuk melindungi tanaman dari serangan anjing tanah (orong-orong). Kemudian taburkan 1 sdm akarisida (furadan. panjang dan lebar lubang 30 cm.

Pembentukan Gubal Gubal gaharu akan dihasilkan oleh pohon penghasil gaharu yang terinfeksi mikroba fusarium sp. Usahakan tanaman mendapatkan air yang cukup dan jangan sampai terendam air pada saat musim hujan. .Pemeliharaan dilakukan dengan penyiangan dan pemberian pupuk organik setiap 2 bulan dan pemberian pupuk NPK pabrik setiap 4 bulan sampai tanaman berumur 3 tahun dengan dosis disesuaikan. Setelah tanaman berumur lebih dari 3 tahun pemberian pupuk dilakukan setiap 6 bulan dengan dosis 250 gram/pohon ditabur disekitar pangkal pohon kemudian ditutup dengan tanah. Selang waktu 1-3 tahun setelah disuntik gubal gaharu baru terbentuk. datangnya mikroba fosarium sp ini bisa secara alami dan dengan menyuntikan mikroba ke pohon yang tentunya bertujuan agar pohon terinfeksi fusarium sp.

aroma agak kuat d. harga dan pemasaran gaharu Permintaan pasar terhadap gaharu terus meningkat. aroma kuat b. rapuh 2. Selain kebutuhan peribadatan berberapa agama. adapun kelas-kelas dalam gaharu secara garis besar adalah: 1. Kondisi iklim yang panas dan kegemaran mengkonsumsi daging membuat tubuh mereka bau menyengat sehingga wangi gaharu digunakan sebagai pangharum.sabah super: hitam kecoklatan. aroma kuat c. gaharu juga digunakan oleh masyarakat Arab untuk sebagai siwak. Harga gaharu sendiri ditentukan berdasarkan kelas.super: hitam merata.Gubal a. kepingan kayu tipis. kandungan damar wangi tinggi. kandungan damar wangi sedang.super AB: hitam kecoklatan. Kemedangan . kandungan damar wangi cukup.Gambar penampang pohon Gaharu yang terdapat Gubal di tengahnya Kelas.kelas C: hitam banyak garis putih.

tanggung A: coklat kehitaman. aroma agak kuat b.Abu/cincangan yang merupakan potongan kayu kecil hasil pengerokan atau sisa penghancuran kayu gaharu (sumber: majalah Trubus) Harga gaharu terus meningkat seiring dengan permintaan pasar. kandungan damar wangi sedang.kemedangan II: putih keabu-abuan bergaris hitam tipis.tanggung C: kecoklatan bergaris putih tipis. hal inilah yang mendasari budidaya gaharu. aroma agak kuat d. aroma agak kuat e.kemedangan I: kecoklatan bergaris putih lebar. aroma kurang kuat g. kandungan damar wangi kurang.sabah I: coklat bergaris putih tipis. kandungan damar wangi sedang.aroma kurang kuat 3. kandungan damar wangi sedang. kandungan damar wangi tinggi.tanggung AB: coklat bergaris putih tipis.kemedangan III: putih keabu-abuan. namun ketersediaan gaharu dari alam terus menurun.a. kandungan damar wangi sedang. saat ini melambung menjadi . Harga gaharu super pada tahun 2001 4-5jt/kg. aroma agak kuat c. kandungan damar wangi kurang. aroma agak kuat f.

Adapun negara tujuan eksport gaharu diantaranya adalah Singapura. Korea dan Malaysia. peluang seperti ini Cuma diketahui oleh beberapa gelintir orang saja. Hongkong. Timur Tengah. Taiwan. Adapun eksport terbanyak ke negara Singapura baru Timur Tengah di urutan ke-2. Jepang. Tapi sayang.10-15jt/kg. .