You are on page 1of 17

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmatNya makalah mata kuliah virologi ini dapat kami selesaikan sesuai dengan waktu yang telah
ditetapkan.dalam makalah ini, kami membahas tentang “Sifat Umum Virus, Klasifikasi dan
Penamaan Virus”.
Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman mahasiswa tentang virus.
Kami berharap bahwa setelah membaca makalah ini, mahasiswa dapat memahami dan lebih
mengerti mengenai virus terutama tentang struktur umum virus, klasifikasi dan penamaan
virus. Makalah ini juga dibuat untuk memenuhi tugas kami dalam Mata KuliahVirologi.
Menyadari makalah kami masih jauh dari sempurna, maka dari itu kami
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk menyempurnakan makalah
kami. Demikian, kami mengucapkan terima kasih dan semoga makalah ini bermanfaat bagi
kita semua.

Bekasi, 20 September 2016

1

1 Sifat Umum Virus 5 2.4 Manfaat Penulisan 4 BAB II PEMBAHASAN 2.2. Klasifikasi Virus Berdasarkan Tempat Hidupnya 2.2 Sistem Klasifikasi Baltimore 13 BAB III PENUTUP 3.1 Latar Belakang 3 1.2 Klasifikasi dan Penamaan Virus 2.3 Rumusan Masalah 4 1. Klasifikasi Virus Berdasarkan Sel Inangnya F.2 Tujuan 4 1.1 Sistem Klasifikasi ICTV 7 10 A. Klasifikasi Virus Berdasarkan Bentuk Dasarnya 12 C. Klasifikasi Virus Berdasarkan Asam Nukleatnya 10 B. Klasifikasi Virus Berdasarkan Jumlah Kapsomernya E.2 Saran 15 16 DAFTAR PUSTAKA 17 2 12 13 13 . Klasifikasi Virus Berdasarkan Ada atau Tidaknya Selubung yang Melapisi Nukleokapsid 12 D.KATA PENGANTAR 1 DAFTAR ISI 2 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Kesimpulan 3.2.

Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal). Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA. Kemungkinan kedua ini dibuang pada tahun 1897 setelah 3 . Pada tahun 1892. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu. virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV). Mayer menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang lebih kecil dari biasanya dan tidak dapat dilihat dengan mikroskop. Adolf Mayer.BAB I PENDAHULUAN 1. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein. seorang ilmuwan Jerman. Karena tidak berhasil menemukan mikroba di getah tanaman tersebut. Penelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.1 Latar Belakang Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Dimitri Ivanowsky dari Rusia menemukan bahwa getah daun tembakau yang sudah disaring dengan penyaring bakteri masih dapat menimbulkan penyakit mosaik. atau bakteri tersebut mengeluarkan toksin yang dapat menembus saringan. sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel). glikoprotein. Dalam sel inang. menemukan bahwa penyakit tersebut dapat menular ketika tanaman yang ia teliti menjadi sakit setelah disemprot dengan getah tanaman yang sakit. atau kombinasi ketiganya. yaitu bahwa bakteri penyebab penyakit tersebut berbentuk sangat kecil sehingga masih dapat melewati saringan. hewan (misalnya virus flu burung). lipid. Pada tahun 1883. Ivanowsky lalu menyimpulkan dua kemungkinan. Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas yakni untuk tumbuh ia harus menempel pada sel hidup. baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV).

Martinus Beijerinck dari Belanda menemukan bahwa agen infeksi di dalam getah yang sudah disaring tersebut dapat bereproduksi karena kemampuannya menimbulkan penyakit tidak berkurang setelah beberapa kali ditransfer antar tanaman. dan H. Apa saja klasifikasi virus berdasarkan sistem ICTV (International Comitee on Taxonomy of Viruses)? 5. Mengetahui tentang klasifikasi dan penamaan virus 3. Bagaimana sifat umum dari virus? 2. Apa saja klasifikasi virus berdasarkan sistem Baltimore? 1. Mengetahui sistem klasifikasi virus berdasarkan sistem Baltimore Rumusan Masalah 1. Loeffler dan Frosch melaporkan bahwa penyebab penyakit mulut dan kaki sapi dapat melewati filter yang tidak dapat dilewati bakteri. Setelah itu. pada tahun 1898. Mengetahui sistem klasifikasi virus berdasarkan sistem ICTV (International Comitee on Taxonomy of Viruses) 4. Ruska. Bagaimana cara perkembangbiakan virus? 3.3 Tujuan 1.Patogen mosaik tembakau disimpulkan sebagai bukan bakteri.4 Manfaat Penulisan Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak yang membaca dan khususnya kepada mahasiswa untuk menambah wawasan dan pemahaman tentang struktur umum. setelah Wendell Meredith Stanley dari Amerika Serikat berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik yang kini dikenal sebagai virus mosaik tembakau. 1. E.2 1. Pfankuch. Kausche. Virus ini juga merupakan virus yang pertama kali divisualisasikan dengan mikroskop elektron pada tahun 1939 oleh ilmuwan Jerman G. Mengetahui tentang sifat umum virus 2. 4 . melainkan merupakan contagium vivum fluidum. klasifikasi dan tata acara penamaan virus. yaitu sejenis cairan hidup pembawa penyakit. Namun demikian. mereka menyimpulkan bahwa patogennya adalah bakteri yang sangat kecil. Bagaimana sistem klasifikasi dan tata cara penamaan virus? 4.A. Pendapat Beijerinck baru terbukti pada tahun 1935.

Seperti hal nya riketsia dan klamidia. Adapun ciri-ciri umum virus yang dapat dibedakan dengan mikroorganisme lain dapat diuraikan sebagai berikut:  Virus tidak mempunyai protoplasma. yangpada umumnya berukuran kurang dari 300 nm (nanometer). Bakteria berkembang biak dengan cara membelah diri dari satu sel menjadi dua sel (binary fission). virus harus selalu berada di dalam sel organisme hidup lainnya (obligatory intracellulair) . Virus tidak mempunyai ribosom. Setiap satu sel virus hanya mempunyai satu jenis asam nukleat (nucleid acid). sitoplasma dan nukleus 5 . tanaman dan bakteria. partikel ribonukleoprotein yang mempunyai peran dalam proses sintesis protein. akan tetapi peka atau sensitif terhadap interferon. Berbagai jenis virus dapat menyebabkan penyakit infeksi yang penting pada manusia dan hewan vertebrata. Sebagian besar virus adalah mikroorganisme yang paling kecil ukurannya. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. mikoplasma (mycoplasma). sedangkan pada virus perkembang biakan virus terjadi dengan cara perbanyakan diri dari artikel asam nukleat virus sesudah virus menginfeksi suatu sel. sehingga virus tidak dapat dibiakan di dalam medium buatan. yaitu RNA (ribonucleid acid) saja atau DNA (deoxyribonucleic acid) saja. yaitu RNA dan DNA Cara berkembang biak virus berbeda dengan cara berkembang biak bakteria.Hal ini membedakannya dari susunan sel bakteria (bacteria). Sifat Umum Virus Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. virus hanya dapat dibiakan pada kultur jaringan atau kultur sel (tissue culture atau cellular culture). Agar dapat hidup. Satu nanometer = satu milimikron = satu per seribu mikron = satu per satu juta milimeter. dinding sel.1. Selain itu virus juga dapat menyebabkan infeksi pada serangga (arthropoda). riketsia (rickettsia) atau klamidia (chlamydia) yang setiap satu sel dari masing-masing organisme tersebut di atas memiliki dua jenis asam nukleat. Selain itu virus pada umumnya kebal atau resisten terhadap antibiotika. Meskipun demikian.BAB II PEMBAHASAN 2. virus yang berukuran paling besar hampir sama ukurannya dengan mikoplasma yang paling kecil.

dapat dikatakan virus bukanlah makhluk hidup yang mandiri. dan ribosom. Untuk alas an ini. sitoplasma. Namun demikian. hanya diperlukan asam nukleat  Virus tidak memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri di luar sel-sel hidup (intraseluler obligat). virus mempunyai informasi genetik bagi replikasinya dan memiliki informasi cara penggunan sistem  Asam nukleat virus diliputi oleh selubung (coat) dengan berbagai pola. Selubung ini melindungi virus ketika berada di luar sel inang dan juga berfungsi sebagai alat untuk masuk ke dalam sel inang  Struktur yang lengkap dan bersifat infeksius pada virus disebut virion. kebanyakan ilmuwan tidak menganggap virus sebagai makhluk hidup. 6 . mereka juga mampu melakukan reproduksi. dan menggunakan sel inang untuk membuat salinan DNA mereka sendiri. termasuk membran plasma. virus bukan sel. Virus juga tidak memiliki metabolism mereka sendiri atau mempertahankan homeostasis. Virus tidak dapat mereproduksi secara sendiri. Oleh karena itu. melainkan makhluk hidup yang memanfaatkan sel-sel hidup untuk memperbanyak diri  Virus dapat dikristalkan (sebagai benda tak hidup) dan dapat dicairkan kembali  Virus tidak memiliki perlengkapan metabolisme untuk menghasilkan energi atau mensintesis protein. mereka menginfeksi inang yang hidup. Mereka tidak memiliki bagian-bagian lain yang dimiliki oleh semua sel. tetapi apakah mereka hidup? Semua makhluk hidup tidak hanya memiliki sel. Sebaliknya. Virus berukuran lebih kecil dibandingkan bakteri yaitu 20-300 nm  Dalam tubuh virus terkandung salah satu asam nukleat DNA atau RNA saja  Pada proses reproduksinya. Ketika bereproduksi virus dapat menyebabkan penyakit Dilihat dari ciri-ciri umum virus mereka mengandung DNA tapi tidak banyak.

premis dasar ini adalah dasar dari sistem klasifikasi modern. Hal ini terutama karena sifat hidup virus yang semu.600 spesies. subfamili. virus menjadi pembajak. Sementara sistem klasifikasi mereka tidak lagi digunakan. Serupa dengan sistem klasifikasi yang digunakan untuk organisme seluler. Lebih dari 30. Sebuah famili virus dapat terdiri dari anggota yang meniru hanya pada vertebrata. jenis asam nukleat. Apakah virus merupakan organisme hidup atau hanya konglomerasi molekul yang telah menjadi sumber perdebatan selama bertahun-tahun. Atas dasar sifat bersama virus dikelompokkan pada tingkat hirarki yang berbeda ordo.2. hanya pada tanaman. Virus terutama diklasifikasikan oleh karakteristik fenotipik. Saat ini ada dua skema utama yang digunakan untuk klasifikasi virus 7 . Dengan demikian. dalam 164 genus dan 71 Famili. dan jenis penyakit mereka menyebabkan. modus replikasi. Pada tahun 1962. hanya dalam invertebrata. Klasifikasi virus adalah proses penamaan virus dan menempatkan mereka ke dalam sistem taksonomi.000 isolat virus yang berbeda yang dikenal hari ini dan dikelompokkan dalam lebih dari 3. Lwoff. Beberapa fitur utama dari virus yang digunakan dalam klasifikasi jenis bahan genetik mereka dan bentuk kapsid. Setelah masuk sel lain. famili. Horne dan Tournier mengusulkan sistem klasifikasi di mana virus tersebut dikelompokkan berdasarkan karakteristik bersama antara partikel sendiri daripada sel inang. Famili tertentu mengandung virus yang bereplikasi dalam lebih dari satu host ini. Klasifikasi dan Penamaan Virus Virus adalah agen infeksius yang sangat kecil yang menyerang sel-sel dari semua jenis. organisme inang. menggunakan mesin sel untuk menghasilkan lebih banyak virus. mereka tidak cocok dengan sistem klasifikasi biologi yang ditetapkan di tempat bagi organisme seluler. seperti morfologi. klasifikasi virus adalah subyek perdebatan dan usulan.2. atau hanya pada bakteri. yang belum definitif diklasifikasikan sebagai hidup atau non-hidup. Morfologi Viral memberikan dasar untuk pengelompokan virus ke dalam famili. genus dan spesies.

yang menempatkan virus ke dalam salah satu dari tujuh kelompok. yang terdiri dari para ahli dalam Families. Mendampingi metode yang luas klasifikasi adalah konvensi penamaan khusus dan pedoman klasifikasi lebih lanjut ditetapkan oleh Komite Internasional Taksonomi Virus. Tujuan resmi ICTV adalah:  Untuk mengembangkan disetujui secara internasional taksonomi virus. Hal ini terbuka untuk umum dan dicari oleh beberapa cara yang berbeda. Kerja secara terperinci seperti delimitasi batas-batas spesies dalam keluarga biasanya dilakukan oleh kelompokkelompok studi.950 spesies virus. Komite dibentuk dari dan diatur oleh Divisi Virologi dari International Union of Societies Microbiological. pada 2005.  Untuk mengembangkan disetujui secara internasional nama untuk virus taksa.yaitu sistem ICTV dan sistem klasifikasi Baltimore. 8 . termasuk spesies dan agen subviral. Komite Internasional Taksonomi Virus (ICTV) merupakan komite yang memberikan kewenangan dan mengatur klasifikasi taksonomi virus. Anggota komite dianggap ahli dunia pada virus. Mereka telah mengembangkan skema taksonomi universal untuk virus dan bertujuan untuk menggambarkan semua virus dari organisme hidup. Panitia juga mengoperasikan database otoritatif (ICTVdB) berisi informasi taksonomi untuk 1.

jenis simetri.  Untuk menjaga indeks nama virus. dan nama hanya akan diterima jika mereka terkait dengan disetujui taksa hirarkis. khususnya masyarakat internasional virologists. 4. bersama dengan nama umum setiap takson dalam semua bahasa utama.  Untuk memelihara database ICTV di Internet. 9 . Usulan untuk nama baru. Kerentanan terhadap pengaruh kimia dan fisika. atau termasuk virus yang menjadi anggota taksa yang berbeda. dan pembentukan dan taksonomi penempatan taksa ditangani oleh Komite Eksekutif ICTV dalam bentuk proposal. berdasarkan publikasi dan melalui Internet. Ukuran. yang mencatat data yang menjadi ciri setiap takson virus bernama. Jenis asam nukleat. 5. Sejumlah informasi mengenai sifat-sifat virus dapat digunakan sebagi dasar klasifikasi. Jika tidak ada nama yang cocok diusulkan untuk takson. Semua subkomite ICTV yang terkait dan kelompok penelitian yang berkonsultasi sebelum keputusan dibuat. Nama takson tidak memiliki status sampai telah disetujui oleh ICTV. Untuk mengkomunikasikan keputusan taksonomi untuk semua pengguna nama virus. Dasar yang digunakan untuk klasifikasi virus. antara lain sebagai berikut. Sifat imunologiks. morfologi. namun tidak semua virus memiliki informasi yang cukup untuk setiap kategori. 2. 1. dan ada atau tidaknya membran. jumlah kapsomer. Kandungan enzim tertentu yang dimiliki. termasuk anggota yang mungkin satu hari milik taksa itu. Nama tidak harus menyampaikan makna untuk takson yang sepertinya baik mengecualikan virus yang berhak anggota taksa itu. Pengelompokan virus biasanya dilakukan untuk suatu kepentingan tertentu. 3. takson tersebut dapat disetujui dan nama dibiarkan belum memutuskan sampai adopsi nama internasional yang dapat diterima. ketika salah satu diusulkan dan diterima oleh ICTV. perubahan nama.

Herpetoviridae.6. 7. Sistem Klasifikasi ICTV A. Spesifikasi Virus DNA : 10 . Famili-famili yang termasuk dalam golongan virus DNA adalah Parvoviridae.1. Virus mozaik (penyebab bercak-bercak pada daun tembakau). yaitu virus yang asamnukleatnyaberupa DNA. Papovaviridae. Adenoviridae. Klasifikasi Virus Berdasarkan Asam Nukleatnya a. Contoh virus jenis deoksiribovirus :  Virus herpes (penyebab herpes). Contoh klasifikasi virus  Famili : Poxviridae  Genus : Orthopoxvirus  Spesies : Variola virus (penyebab cacar)  Famili : Picornaviridae  Genus : Enterovirus  Spesies : Poliovirus (penyebab polio) 2. Cara penularan secara alamiah. terdapat tiga tingkatan takson dalam klasifikasi virus. dan species. Virus papova (penyebab kutil pada manusia/papiloma). yaitu famili. nama genus dengan akhiran –virus.  Virus pox (penyebab kanker seperti leukemia dan limfoma. ada pula yang   menyebabkan AIDS). Simtomatologi (penyakit yang ditimbulkan) Menurut sistem ICTV (International Committee on Taxonomy of Viruses). 8. genus. Nama genus dan spesies dicetak miring. Virus DNA Deoksiribovirus.2. Poxviridae. Papovaridae dan famili Hepadnaviridae. Iridoviridae. Pemberian nama pada famili menggunakan akhiran –viridae.Sesuai dengan namanya virus DNA hanya memiliki asam deoksiribonucleat (deoxyribonucleic acid). dan nama spesies menggunakan bahasa inggris dan diakhiri dengan –virus. Jenis sel inang (kesesuaian reseptor).

Virus RNA Ribovirus. Rhinovirus dan Calcivirus ) 2. Dalam kelompok virus RNA banyak dijumpai virus-virus yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia maupun hewan. Retroviridae 7. Famili-famili yang penting yang termasuk virus-virus RNA adalah 1. Piconaviridae ( Enterovirus. Golongan virus RNA hanya memiliki asam ribonukleat (Ribonucleic acid). Togaviridae (Alphavirus.Spesifikasi berbagai famili virus DNA berdasarkan bentuk kapsid. Reovirus dan Rotavirus ) 3. Rubivirus. reaksi dan kepekaan terhadap eter dan ukuran garis tengah viriondapat dilihat pada tabel dibawah ini : Selubung Reaksi Tempat Diameter virion eter replikasi virion Kubikal Tidak ada Tahan Inti 18-24 Papovaviridae Kubikal Tidak ada Tahan Inti 40-55 Adenoviridae Kubikal Tidak ada Tahan Inti 70-80 Herpetoviridae Kubikal Ada Peka Inti 110 Iridoviridae Kompleks Tidak ada Peka Sitoplasma 130 Poxviridae Kompleks Tidak ada Tahan Sitoplasma 230-300 Hepadnavirida Tidak e Jelas Ada Peka Tidak Jelas 42 Famili Kapsid Parvoviridae b. Pestivirus dan Flavivirus ) 4. Arenaviridae 5. Coronaviridae 6. yaitu virus yang asamnukleatnyaberupa RNA. Bunyaviridae 11 . Reoviridae ( Orbivirus. ada tidaknya selubung virion.

Contoh : virus polio dan adenovirus. Virus bentuk Kompleks. Rhabdoviruses. Togaviruses. c. Herpesviruses. Picornaviruses. b. C. Virus berselubung. Retroviruses. nukleokapsid merupakan suatu struktur yang tidak kaku dalam selaput pembungkus lipoprotein yang berumbai dan berbentuk heliks. Reoviruses. Papovaviruses. Rhabdoviridae B. Contohnya papovavirus 12 . dengan sumbu rotasi ganda. mempunyai selubung yang tersusun atas lipoprotein atau glikoprotein. menyerupai batang panjang. Klasifikasi Virus Berdasarkan Jumlah Kapsomernya  Virus dengan 252 kapsomer. Virus bentuk Ikosahedral. Contohnya adenovirus  Virus dengan 162 kapsomer. Paramyxoviridae ( Pneumovirus. Contoh : Adenoviruses. Contohnya herpesvirus  Virus dengan 72 kapsomer. struktur yang amat kompleks dan pada umumnya lebih lengkap dibanding dengan virus lainnya. Orthomyxoviridae 9. Klasifikasi Virus Berdasarkan Ada atau Tidaknya Selubung yang Melapisi Nukleokapsid a. bentuk tata ruang yang dibatasi oleh 20 segitiga sama sisi. Contoh : virus pox (virus cacar) yang mempunyai selubung yang menyelubungi asam nukelat. Nukleokapsid tidak diselubungi oleh lapisan yang lain hanya memiliki kapsid (protein) dan asam nukleat (naked virus). Orthomyxoviruses. b. D. Pada bagian atas terlihat RNA virus dengan kapsomer. memiliki satu sumbu rotasi. Virus telanjang. Contoh : virus influenza dan TMV. Virus bentuk Heliks. Parvoviruses. Paramyxoviruses. Paramyxovirus dan morbilivirus ) 10. Klasifikasi Virus Berdasarkan Bentuk Dasarnya a. Contoh : Poxvirus.8.

Bagian leher berfungsi menghubungkan bagian kepala dan ekor. Klasifikasi Virus Berdasarkan Sel Inangnya  Virus yang menyerang manusia. Klasifikasi Virus Berdasarkan Tempat Hidupnya  Virus bakteri (bakteriofage). dan ekor. Nama Baltimore berasal dari nama seorang ahli biologi peraih penghargaan nobel. Sistem klasifikasi Baltimore Norman Numerals pada tahun 1971 mendeskripsikan klasifikasi virus berdasarkan kombinasi materi genetik (DNA atau RNA). Bentuk luar terdiri atas kepala yang berbentuk heksagonal. Contohnya Bakteriofag T2 F. Contohnya HIV  Virus yang menyerang hewan. Contohnya parvovirus E. virus Vaccina.  Virus hewan. Virus yang parasit pada sel tumbuhan. Berdasarkan sistem ini virus dibagi menjadi 7 kelompok sebagai berikut : 13 . Contoh : Tobacco Mozaic Virus (TMV) dan Beet Yellow Virus (BYV).Virus bakteriofage mula-mula ditemukan oleh ilmuwan Prancis. dan virus Influenza. Contoh : virus Poliomylitis. Contohnya rabies  Virus yang menyerang tumbuhan. dan cara replikasi. sense. D’Herelle. Bagian dalam kepala mengandung dua pilinan DNA. rantai tunggal atau ganda. Virus dengan 60 kapsomer. Virus yang parasit pada sel hewan. leher. Contohnya picornavirus  Virus dengan 32 kapsomer.2.  Virus tumbuhan. Contohnya TMV (Tobacco mosaic virus)  Virus yang menyerang bakteri. David Baltimore.1. Bagian ekor berfungsi untuk memasukkan DNA virus ke dalam sel inangnya. 2.

Kelompok II: ssDNA virus. Kelompok VI: ssRNA-RT virus. Contohnya adalah Rubella virus. adalah virus yang memiliki materi genetik berupa  RNA rantai ganda. Contohnya adalah Reovirus dan Rotavirus. adalah virus yang memiliki materi genetik berupa RNA rantai ganda yang bereplikasi menggunakan enzim reverse transcriptase. 14 . adalah virus yang memiliki materi genetik berupa RNA rantai tunggal dan berupa pita sense. Contohnya adalah Ebola virus. adalah virus yang memiliki materi genetik berupa  DNA rantai tunggal. Hepatitis C virus. Papillomavirus. adalah virus yang memiliki materi genetik berupa DNA rantai ganda.  Rabies virus. Contohnya adalah Adenoirus. Contohnya  adalah HIV virus. Contohnya adalah Canine parvovirus dan Torque teno virus. adalah virus yang memiliki materi genetik berupa RNA rantai tunggal dan berupa pita antisense. adalah virus yang memiliki materi genetik berupa RNA rantai tunggal yang bereplikasi dengan DNA intermediet. Kelompok IV: (+)ssRNA virus. dan Marburg virus. Influenza virus. Contohnya adalah Hepatitis B virus.  Dengue virus. Herpes simplex  virus. Kelompok V: (-)ssRNA virus. dan Smallpox virus. dan Hepatitis E virus. Kelompok III: dsRNA virus. Kelompok VII: dsRNA-RT virus. Kelompok I: dsDNA virus.

Selubung ini melindungi virus ketika berada di luar sel inang dan juga berfungsi sebagai alat untuk masuk ke dalam sel inang. berdasarkan jumlah kapsomernya. Klasifikasi virus menurut sistem ICTV dibagi berdasarkan asam nukleatnya. dan species. berdasarkan ada atau tidaknya selubung yang melapisi nukleokapsid. Virus memiliki selubung (coat) yang menyelimuti asam nukleatnya dengan berbagai pola. Saat ini ada dua skema utama yang digunakan untuk klasifikasi virus yaitu sistem ICTV (International Comitee on Taxonomy of Viruses) dan sistem klasifikasi Baltimore. nama genus dengan akhiran –virus. Jika struktur yang dibutuhkan virus untuk bereproduksi lengkap dan bersifat infeksius pada virus disebut virion. berdasarkan sel inangnya. berdasarkan tempat hidupnya. Klasifikasi virus menurut sistem Baltimore virus dibagi menjadi 7 kelompok. berdasarkan bentuk dasarnya. Ukurannya lebih kecil dibandingkan bakteri yaitu 20-300 nm. terdapat tiga tingkatan takson dalam klasifikasi virus. Ketika bereproduksi virus dapat menyebabkan penyakit. Menurut sistem ICTV (International Committee on Taxonomy of Viruses). genus. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Nama genus dan spesies dicetak miring. Virus tidak memiliki perlengkapan metabolisme untuk menghasilkan energi atau mensintesis protein. Pada proses reproduksinya. Struktur umum virus yaitu tidak mempunyai protoplasma. Contoh klasifikasi virus seperti berikut 15 . Virus hanya mengandung salah satu asam nukleat DNA atau RNA saja dalam tubuhnya.1 Kesimpulan Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. yaitu famili. Virus dapat dikristalkan (sebagai benda tak hidup) dan dapat dicairkan kembali.BAB III PENUTUPAN 3. Pemberian nama pada famili menggunakan akhiran –viridae. dinding sel. sitoplasma dan nukleus.1. dan nama spesies menggunakan bahasa inggris dan diakhiri dengan – virus. hanya diperlukan asam nukleat dan virus tidak memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri di luar sel-sel hidup (intraseluler obligat.

kami himbau agar masyarakat menerapkan dan menjaga pola hidup sehat seperti memakai masker. dan lain lain serta menghindari infeksi yakni tidak melakukak kontak langsung dengan penderita virus. 16 . cuci tangan yang bersih di air mengalir pakai sabun dan sanitasi lainnya.Famili : Poxviridae Genus : Orthopoxvirus Spesies : Variola virus (penyebab cacar) 3. hepatitis.2 Saran Untuk mencegah/mengurangi resiko penularan virus. melakukan vaksinasi seperti polio. rabies.

html Sifat2 Umum Virus & Penghitungan Virus (b.html 17 . Sagung Seto.DAFTAR PUSTAKA Soedarto.blogspot.nanik). 2010. Virologi Klinik.com/2015/11/klasifikasi-dan-penamaan-virus-menuruttaksonomi-ictv. Klasifikasi Virus | Bio-Green Klasifikasi Virus Menurut taksonomi ICTV – Sridianti.co.docx http://fandy-irfan99. Surabaya..com http://www.id/2012/04/ciri-dan-sifat-virus.gudangbiologi.