You are on page 1of 11

BAB I

PENDAHULUAN
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat diera globalisasi
sekarang ini, secara langsung atau tidak mempengaruhi perkembangan manajemen. Selain itu
juga manajemen pendidikan merupakan alternatif strategis untuk meningkatkan kualitas
pendidikan.
Peningkatan kualitas pendidikan bukanlah tugas yang ringan, karena tidak hanya
berkaitan dengan permasalahan teknis, tetapi mencakup berbagai persoalan yang r umit dan
kompleks, sehingga menuntut manajemen pendidikan yang lebih baik. Sayangnya, selama ini
aspek manajemen pendidikan pada berbagai tingkat dan satuan pendidikan belum mendapat
perhatian yang serius, sehingga seluruh komponen sistem pendidikan kurang berfungsi
dengan baik. Lemahnya manajemen pendidikan juga memberikan dampak terhadap efisiensi
internal pendidikan yang terlihat dari jumlah peserta didik yang mengulang dan putus
sekolah. Dari permasalahan-permasalahan tersebut dapat dilihat bahwa belum mengenanya
fungsi- fungsi dari manajemen karena kurangnya pemahaman tentang pentingnya fungsifungsi manajemen. 1
Para tokoh manajemen berbeda pendapat dalam menentukan fungsi- fungsi
manajemen, selain itu istilah yang digunakan juga berbeda-beda. Perbedaan tersebut kiranya
disebabkan oleh latar belakang kehidupan, kondisi lembaga atau organisasi dimana para
tokoh bekerja, filsafat hidup dan pesatnya dinamika kehidupan yang mengiringnya, seperti
cepatnya kemajuan informasi, teknologi, dan media. 2

1
2

http://alfinfanani.b logspot.com/2012/11/ makalah-fungsi-manajemen-pendidikan.html


http://dahlansyuhada25.b logspot.com/2013/11/fungsi-fungsi-manajemen-pendidikan.html

BAB II
PEMBAHASAN
A. Fungsi Administrasi/Manajemen Pendidikan
Fungsi administrasi/manajemen pendidikan pada prinsipnya sama dengan fungsi
manajemen secara umum. Dari sudut pandang lingkup, fungsi- fungsi manajemen pendidikan
sama halnya dengan sudut pandang proses. O leh karena itu, fungsi manajemen pendidikan
adalah sama dengan fungsi manajemen secara umum.
Belakangan ini, dalam konteks peningkatan mutu pendidikan, fungsi- fungsi
manajemen pendidikan sering menerapkan model siklus dari Deming (Deming Cycle) yang
terdiri dari :

Plan (merencanakan/perencanaan)

Do (melaksanakan/pelaksanaan)

Check (pengecekan/perbaikan)

Act (penindak lanjutan)


Fungsi- fungsi tersebut merupakan suatu siklus yang berkesinambungan, yang bila

digambarkan tampak sebagai berikut :

Plan

Action

Do

Check
Gambar Siklus PDCA
Implikasinya adalah bahwa dalam manajemen pendidikan diperlukan upaya untuk
melakukan perbaikan teru-menerus, dan upaya ini pada dasarnya merupakan prinsip dasar
dari manajemen/administrasi mutu termasuk manajemen mutu pendidikan yang telah menjadi
paradigma penting dalam membangun pendidikan belakangan ini. Meskipun demikian
fungsi- fungsi manajemen/administrasi yang disampaikan oleh para pakar tetap dapat
bermanfaat dalam upaya mengelola pendidikan, sesuai dengan konteks organisasi serta kultur
2

organisasi yang ada, karena secara esensial fungsi- fungsi yang dikemukaan para pakar lebih
bersifat saling melengkapi. 3
Kegiatan Administrasi dalam mencapai tujuan melalui penerapan fungsi- fungsi :
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pelaporan, pengkoordinasian, pembiayaan, dan
pengawasan dengan menggunakan dan memanfaatan fasilitas yang tersedia adalah penting
dalam penyelengaraan pendidikan.
Fungsi administrasi dilihat dari konsep dan teori administrasi, maka dapat ditegaskan
bahwa proses pengelolahan itu pada perinsipnya dimulai dari peroses perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, pemantauan, dan penilaian atau evaluasi terhadap semua
program kerja yang memerlukan pengaturan yang baik oleh para profesional untuk
mengeliminasi pemborosan (efesiensi) dan memaksimalkan tingkat pencapaian (keefektifan)
potensi sumber daya yang tersedia. Fungsi- fungsi administrasi yang juga dapat
diimplementasikan dalam kegiatan pendidikan yaitu perencanaan, pengorganisasian,
penggerakan, pengkoordinasian, pengarahan, dan pengawasan dalam konteks kegiatan
lembaga pendidikan. 4
1. Fungsi Perencanaan
Perencanaan meliputi kegiatan menetapkan apa yang ingin dicapai, bagaimana
mencapai, berapa lama, berapa orang yang diperlikan, dan berapa banyak biayanya.
Perencanaan ini dibuat sebalum suatu tindakan dilaksanakan. Menurut jangkauan waktunya
perencanaan dapat dibagi menjadi perencanaan jangka pendek (satu minggu, satu bulan, dan
satu tahun), perencanaan jangka menengah yaitu perencanaan yang dibuat untuk jangka
waktu tiga sampai tujuh tahun, dan perencanaan waktu jangka panjang dibuat untuk jangka
waktu delapan sampai dua puluh lima tahun.
Oleh karena itu perencanaan harus melibatkan banyak orang, yang harus
menghasilkan program-program yang berpusat pada murid, menjadi jalan istimewa yang terus
berkembang, luwes dan mampu menyesuaikan diri terhadap kebutuhan, dapat dipertanggung
jawabkan dan menjadi penjelas dari tahap-tahap yang dikehendaki dengan melibatkan sumber
daya sekolah dalam pembuatan keputusan untuk mencapai tujuan. Bentuk kerja sama dalam
perencanaan pendidikan adalah dengan melibatkan personel institusi seperti Dinas Pendidikan
pada pemerintahan dan para guru disekolah.

Dr. Unhar Suharsaputra, M.Pd., Administrasi Pendidikan edisi Revisi, (Kalapagunung : PT Refika
Aditama, 2013), h lm.16
4
Dr. H. Syaifu l Sagala, M.Pd., Administrasi Pendidikan Kontemporer, (Bandung : Alfabeta, 2008),
hlm. 46

Untuk membangun kerjasama yang baik dan membuat perencanaan pendidikan yang
tepat sesuai kebutuhan masyarakat,

maka diperlukan personel perencanaan yang

berpengalaman dan berpengetahuan dalam bidang perencanaan pendidikan agar dapat


menentukan dengan tepat apa yang harus dikerjakan. Perencanaan efektif adalah kepala
sekolah melibatkan guru untuk bekerjasama dalam upaya mengefektifkan program sekolah,
dan memprakasai program perubahan melalui usaha kolektif bersama guru dengan garis besar
tujuan yang telah ditentukan.
Uraian diatas menggambarkan bahwa perencanaan adalah proses menentukan sasara,
alat, tuntutan-tuntutan, taksiran, pos-pos tujuan, pedoman dan kesepakatan (commitment)
yang menghasikan program-program sekolah yang terus berkembang.
2. Fungsi Pengorganisasian
Pengorganisasian diartikan sebagai kegiatan membagi tugas-tugas pada orang yang
terlibat daam kerja sama pendidik. Karena tuga-tugas ini demikian banyak dan tidak dapat
diselesaikan oleh satu orang saja, maka tugas-tugas ini dibagi untuk dikerjakan oleh masingmasing organisasi. Kegiatan pengorganisasian adalah untuk menentukan siapa yang akan
melaksanakan tugas sesuai perinsip pengorganisasian.
Pengorganisasian yang efektif adalah membagi habis dan menstrukturkan tugas-tugas
kedalam sub-sub atau kompenen-komponen organisasi. Pengorganisasian diartikan sebagai
keseluruhan proses untuk memilih orang-orang serta mengalokasikan sarana dan prasarana
untuk

menunjang

tugas

orang-orang

itu

dalam

organisasi.

Keefektifan

dalam

pengorganisasian sekolah menggambarkan ketepatan pembagian tugas, hak, tanggung jawab,


hubungan kerja bagian-bagian organisasi, dan menentukan personel (guru, dan non guru)
melaksanakan tugasnya.
Pengorganisasian terdiri atas komponen penentuan sasaran, pembagian pekerjaan
(tugas) penentuan orang yang dilaksanakan, dan kaitan antara oang (unit) dan kelompok
dalam pekerjaan. Pengorganisasian secara umum melibatkan pihak-pihak internal organisasi
maupun eksternal. Jadi, pengorganisasian adalah tingkat kemampuan pimpinan sebagai
pengambil kebijakan pada birokrasi pemerintah dan kepala sekolah sebagai pimpinan kegitan
pembelajaran. 5
Pengorganisasaian adalah tingkat kemampuan pimpinan dan juga kepala sekolah
menentukan sasaran, pembagian pelaksanaan tugas dan tanggung jawab, menentukan

Ibid. , h lm. 52

personel pelaksanaan tugas, menentukan alat-alat yang diperlukan, pengalokasian waktu,


mengalokasikan dan menggunakan dana, dan pemanfaatan sumber daya sekolah.
3. Fungsi Penggerakan (Actuating)
Mengerakkan (Actuating) menurut Terry (1977) berarti merangsang anggota-anggota
kelompok melaksanakan tugas-tugas dengan atusiasi dan kemauan yang baik. Tugas
menggerakkan dilakukan oleh pemimpin, oleh karena itu kepemimpinan kepala daerah dan
kepemimpinan kepala sekolah mempunyai peran yang sangat penting menggerakkan personel
melaksanakan program kerja sekolah. Menggerakkan adalah tugas pemimpin, dan
kepemimpinan.
Para personel tidak akan bekerja secara maksimal jika arahan dari kepemimpinannya
tidak jelas mau kemana organisasi ini dibawa. Jadi, penggerakan yang dilakukan oleh
pemimpin adalah sebagai pemicu bagi anggota organisasi untuk bekerja dengan baik dan
benar.
4. Fungsi Pengkoordinasian
Koordinasi (Coordination) penerapan sistem formal untuk mencapai koordinasi lebih
besar dari pimpinan teras sebagai pengaman.
Pengkoordinasian mengandung makna menjaga agar tugas-tugas yang telah dibagi itu
tidak dikerjakan menurut kehendak yang mengerjakan saja, tetapi menurut aturan sehingga
menyumbang terhadap pencapaian tujuan.
Koordinasi harus menghasilkan penyatuan dari tiap-tiap bagian maupun personel
dalam keseluruhan agar ada sinkronisasi yang baik,segala sesuat berjalan menurut rencana
pada waktu yang tepat.
5. Fungsi Pengarahan
Pengarahan (directing) dilakukan agar kegiatan yang dilakukan bersama tetap melalui
jalur yang telah ditetapkan, tidak terjadi penyimpangan yang dapat menimbulkan terjadinya
pemborosan.
Secara oprasional pengarahan dapat dipahami sebagai pemberian petunjuk bagaimana
tugas-tugas harus dilaksanakan, memberikan bimbingan selanjutnya dalam rangka perbaikan
cara-cara bekerja, mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan instruksi- instruksi yang
diberikan agar tidak menyimpang dari arah yang ditetapkan, menghindarkan kesalahankesalahan yang diperkirakan dapat timbul dalam pekerjaan, dan sebagainya (Rifai, 1972:60). 6

Ibid. , hlm. 58

Kegiatan directing antara lain adalah : (1) memberikan dan menjelskan perintah. (2)
memberikan petunjuk

melaksanakan suatu kegiatan.

(3)

memberikan kesempatan

meningkatkan pengetahuan, keterampilan/kecakapan dan keahlian agar lebih efektif dalam


melaksanakan berbagai kegiatan organisasi. (4) memberikan kesempatan ikut serta
menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk memejukan oganisasi berdasarkan insiatif dan
kreativitas masing- masing. Dan, (5) memberikan koreksi agar setiap personal melakukan
tugas-tugasnya secara efesien, sebagai pengarah para pemimpin tersebut ber ada pada tingkat
pimpinan eksekutif tertinggi pada institusi tersebut.
6. Fungsi pengawasan
Secara umum pengawasan dikaitkan dengan upaya untuk mengendalikan, membina
dan pelurusan sebagai upaya pengendalian mutu dalam arti luas. Melalui pengawasan yang
efektif, roda organisasi, implementasi rencana, kebijakan, dan upaya pengendalian mutu
dapat dilaksanakan dengan lebih baik. Pengawasan ialah fungsi administrasi yang mana
setiap administrator memastikan bahwa apa yang dikerjakan sesuai dengan yang dikehendaki.
Pengawasan dapat diartikan sebagai salah satu kegiatan untuk mengetahui realisasi
prilaku personel dalam organisasian pendidikan dan apakah tingkat pencapaian tujuan
pendidikan sesuai dengan yang dikehendaki, kemudian dari hasil pengawasan tersebut apaka h
dilakukan perbaikan. Pengawasan meliputi pemeriksaan apakah semua berjalan sesuai
rencana yang dibuat, instruksi- instruksi yang dikeluarkan, dan prinsip-prinsip yang
ditetapkan.
Dengan kata lain, pengawasan adalah kegiatan untuk mengumpulkan data tentang
penyelenggaraan suatu kerja sama antara guru, kepala sekolah, konselor, supervisor, dan
petugas sekolah lainnya dalam institusi satuan pendidikan. Data dari informasi itu dipakai
untuk mengidentifikasikan apakah peroses pencapaian tujuan melalui proses me nejemen
satuan pendidikan dan peroses pembelajaran berjalan dengan baik, apakah ada penyimpangan
pada kegiatan itu serta kelemahan apa yang didapatkan dalam penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran dan sekolah tersebut.
Proses kerja sama pendidikan tersebut harus dinilai untuk melihat apakah tujuan yang
sudah ditetapkan dapat tercapai, dan kalau tidak apakah hambatan-hambatannya penilaian ini
dapat berupa proses kegiatan atau hasil kegiatan. 7

Ibid. , hlm. 61

B. Fungsi-Fungsi Pokok Administrasi Pendiddikan


1. Perencanaan (planning)
Perencanaan merupakan salah satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan administrasi.
Tanpa perencanaan, pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan
kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Perencanaan merupakan kegiatan yang
harus dilakukan pada permulaan dan selama kegiatan administrasi itu berlangsung. Di dalam
setiap perencanaan ada dua faktor yang harus diperhatikan, yaitu faktor tujuan dan faktor
sarana, baik sarana personel maupun material. Langkah-langkah dalam perencanaan meliputi
hal- hal sebagai berikut :
a. Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai.
b. Meneliti masalah-masalah atau pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan.
c. Mengumpulkan data dan informasi- informasi yang diperlukan.
d. Menentukan tahap-tahap atau rangkaian tindakan.
e. Merumuskan bagaimana masalah- masalah itu akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan
itu akan diselesaikan.
2. Pengorganisasian (organization)
Pengorganisasian sebagai fungsi administrasi pendidikan menjadi tugas utama bagi
para pemimpin pendidikan termasuk kepala sekolah. Yang perlu diperhatikan dalam
pengorganisasian antara lain ialah bahwa pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab,
hendaknya disesuaikan dengan pengalaman, bakat, minat, pengetahuan, dan kepribadian
masing- masing orang yang diperlukan dalam menjalankan tugas-tugas tersebut. 8
Fungsi organisasi dapat diartikan bermacam- macam :
a. Organisasi dapat diartikan sebagai memberi struktur, terutama dalam penyusunan/
penempatan personel, pekerjaan-pekerjaan, material, dan pikiran-pikiran dalam struktur
itu.
b. Organisasi dapat pula ditafsirkan sebagai menetapkan hubungan antara orang-orang.
Kewajiban, hak, dan tanggung jawab masing- masing anggota disusun menjadi pola-pola
kegiatan yang tertuju pada pencapaian tujuan atau maksud kegiatan pend idikan dan
pengajaran.
c. Organisasi dapat pula diartikan semata-mata mengingat maksudnya, yakni sebagai alat
untuk mempersatukan usaha- usaha untuk menyelesaikan pekerjaan.

Dr. Eka Prihatin, M.Pd, Teori Ad ministrasi Pendidikan, (Bandung : Alfabeta, 2011), hlm.13

3. Pengkoordinasian
Adanya bermacam- macam tugas/ pekerjaan yang dilakukan oleh orang banyak,
memerlukan adanya koordinasi dari seorang pemimpin, adanya koordinasi yang baik dapat
menghindarkan

kemungkinan

terjadinya

persaingan

yang

tidak

sehat

dan

atau

kesimpangsiuran dalam tindakan. Dengan adanya koordinasi yang baik, semua bagian dan
personel dapat bekerja sama menuju kesatu arah tujuan yang telah ditetapkan. Koordinasi ini
perlu untuk mengatasi batas-batas perencanaan maupun batas-batas personel seperti untuk
mengatasi kemungkinan adanya duplikasi dalam tugas, perebutan hak dan tanggung jaw ab,
ketidak seimbangan dalam berat ringannya pekerjaan, kesimpangsiuran dalam menjalankan
tugas dan kewajiban.
4. Pengkomunikasian
Komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi
sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi. Di dalam kegiatan komunikasi
diperlukan adanya motivasi, terutama motivasi instrinsik.
Oleh karena itu, pemberian motivasi dalam rangka komunikasi hendaknya
memperhatikan beberapa unsur seperti berikut :
a. Adanya keinginn untuk berhasil.
b. Kejelasan tentang tindakan yang harus diambil/ dianjurakan.
c. Keyakinan bahwa perubahan yang dianjurkan akan membawa hasil positif.
d. Keyakinan akan adanya kesempatan yang sama bagi semua anggota.
e. Keyakinan akan adanya kebebasan untuk menentukan, menolak, ataupun menerima apa
yang dianjurkan.
f. Adanya pendensi untuk menilai.
5. Supervisi
Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau
supervisi. Pengawasan bertanggung jawab tentang keefektifan program itu. Oleh karena itu,
supervisi haruslah meneliti ada atau tidaknya kondisi-kondisi yang akan memungkinkan
tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Supervisi sebagai fungsi administrasi pendidikan
berarti aktifitas-aktifitas untuk menentukan kondisi-kondisi yang esensial yang akan
menjamin tercapainya tujuan pendidikan. 9

Ibid. , hlm. 15

6. Kepegawaian
Sama halnya dengan funsi administrasi pendidikan yang telah diuraikan terdahulu
kepegawaian merupakan fungsi yang tidak kalah pentingnya. Fungsi kepegawaian ini sudah
dijalankan sejak penyusunan, perencanaan, dan pengorganisasian. Dalam pengorganisasian
telah dipikirkan dan diusahakan agar personel yang menduduki jabatan tertentu di dalam
struktur organisasi itu dipilih dan diangkat orang-orang yang memiliki kecakapan dan
kesanggupan yang sesuai dengan jabatan yang dipegangnya. Dalam hal ini prinsip the right
man in the right place selalu diperhatikan.
7. Pembiayaan
Setiap kebutuhan organisasi, baik personel maupun material, semua memerlukan
adanya biaya itulah sebabnya maka masalah pembiayaan ini harus sudah mulai dipikirkan
sejak pembuatan planning sampai dengan pelaksanaan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan
dalam fungsi pembiayaan itu ialah :
a. Perencanaan tentang berapa biaya yang diperlukan.
b. Darimana dan bagaimana biaya itu dapat diperoleh/ diusahakan.
c. Bagaimana penggunaannya.
d. Siapa yang akan melaksanakan.
e. Bagaimana pembukuan dan pertanggungjawabannya.
f. Bagaimana pengawasan.
8. Penilaian
Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktifitas untuk meneliti dan
mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan dalam proses keseluruhan organisasi
mencapai hasil sesuai dengan rencana atau program yang telah ditetapkan dalam rangka
pencapaian tujuan pendidikan. Setiap kegiatan, baik yang dilakukan oleh unsur pimpinan
maupun oleh bawahan, memerlukan adanya evaluasi. Denga n pengetahuan kesalahan atau
kekurangan serta kemacetan yang diperoleh dari tindakan evaluasi itu selanjutnya dapat
diusahakan bagaimana cara-cara memperbaikinya. 10

10

Ibid. , hlm. 16

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Fungsi administrasi dilihat dari konsep dan teori administrasi, maka dapat ditegaskan
bahwa proses pengelolahan itu pada perinsipnya dimulai dari peroses perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, pemantauan, dan penilaian atau evaluasi terhadap semua
program kerja yang memerlukan pengaturan yang baik oleh para profesional untuk
mengeliminasi pemborosan (efesiensi) dan memaksimalkan tingkat pencapaian (keefektifan)
potensi sumber daya yang tersedia.
Fungsi- fungsi administrasi yang juga dapat diimplementasikan dalam kegiatan
pendidikan

yaitu

perencanaan,

pengorganisasian,

penggerakan,

pengkoordinasian,

pengarahan, dan pengawasan dalam konteks kegiatan lembaga pendidikan.

B. Saran
Penulisan makalah ini masih jauh dari penyempurnaan, oleh karena itu penulis
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk penyempurnaan makalah ini.

10

DAFTAR PUSTAKA
Prihatin Eka, Dr. M.Pd.. 2011. Teori Administrasi Pendidikan. Bandung : Alfabeta
Sagala Syaiful Dr. H. M.Pd.. 2008. Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung :
Alfabeta
Suharsaputra Unhar Dr. M.Pd.. 2013. Administrasi Pendidikan edisi Revisi. Kalapagunung :
PT Refika Aditama
http://alfinfanani.blogspot.com/2012/11/makalah- fungsi- manajemen-pendidikan.html
http://dahlansyuhada25.blogspot.com/2013/11/fungsi- fungsi- manajemen-pendidikan.html

11