You are on page 1of 21

REFERAT

KATARAK
Oleh:
Harmas Novryan Fareza
201610401011069
Pembimbing:
dr. Minggaringrum, Sp.M

SMF ILMU KESEHATAN MATA
RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KEDIRI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2016
REFERAT
LEMBAR PENGESAHAN
KATARAK
Disusun Oleh :
Harmas Novryan Fareza
201610401011069
Hari, Tanggal : Oktober 2016

1

Mengetahui dan menyetujui untuk dilakukan presentasi

Pembimbing

dr. Minggaringrum, Sp.M
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya,
penulisan referat stase Mata ini dapat diselesaikan dengan baik. Sholawat serta salam semoga
selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW, keluarga, para sahabat dan pengikut beliau hingga
akhir zaman.
Referat yang akan disampaikan dalam penulisan ini mengenai “Katarak”. Penulisan
referat ini diajukan untuk memenuhi tugas individu stase Mata.
Dengan terselesaikannya referat ini kami ucapkan terima kasih yang sebesar
besarnyakepada dr. Minggaringrum, Sp.M selaku pembimbing kami, yang telah membimbing
dan menuntun kami dalam pembuatan referat ini.
Kami menyadari bahwa penulisan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami
tetap membuka diri untuk kritik dan saran yang membangun. Akhirnya, semoga referat ini dapat
bermanfaat.

2

.................................................................... 11 2............ 4 BAB 1 PENDAHULUAN.....................................................11 Penatalaksanaan............................................1 Anatomi dan Fisiologi Lensa ........................................................5 Etiologi...... 6 2.. Oktober 2016 Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL......................... 9 2............... 2 KATA PENGANTAR...................................................................................................................................... 16 2......................................................10 Diagnosis Banding Katarak Senilis...8 Gejala Klinis Katarak Senilis....................................................... 8 2...............6 Patofisiologi.............................. 10 2....... 12 2................................................................. 3 DAFTAR ISI......................................................................................................... 1 PENGESAHAN LEMBAR .................... TINJAUAN PUSTAKA.................................................7 Klasifikasi Katarak Senilis........Kediri.............................................................. 17 3 .......................................................................................................... 5 BAB 2..........................3 Epidemiologi.................................9 Diagnosis Katarak Senilis.. 6 2.........2 Definisi ............................................................................................................................................................................ 17 2.. 15 2................................4 Klasifikasi Katarak................................ 9 2..................................

........ Katarak mempengaruhi satu atau kedua mata.. Prevalensi katarak di dunia mencapai 33% dan merupakan penyebab setengah dari kebutaan yang ada di dunia. silau ketika melihat cahaya terang dan sulit untuk melihat pada malam hari.... Faktor risiko lain dari katarak adalah diabetes mellitus...... Kebutaan yang disebebkan katarak terjadi sekitar 10 sampai 40 per 100.................. 21 DAFTAR PUSTAKA......... KESIMPULAN......... tetapi bisa terjadi karena proses trauma................................. 19 2................. Gumpalan protein atau pigmen kuning kecoklatan pada lensa yang menyebabkan berkurangnya transmisi cahaya ke retina............. pandangan kabur......... Keadaan yang terjadi perlahan lahan dan ditandai dengan warna pudar....... dan operasi mata sebelumnya. 4 .................. merokok.................................... 2011) Sekitar 20 juta orang di dunia kehilangan penglihatannya akibat katarak......................... paparan radiasi..000 anak di negara berkembang dan 1-4 per 100.. Di Amerika serikat sekitar 5% penyebab kebutaan disebabkan oleh katarak dan 60% di bagian Afrika dan Amerika Selatan.............................. 22 BAB 1 PENDAHULUAN Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang mengarah ke penurunan fungsi penglihatan dari seseorang..13 Pencegahan. sinar ultraviolet dan alkohol...... 20 BAB 3............... 2005) Penyebab paling sering dari katarak adalah penuaan...........000 anak di negara maju............................................2............ (Gimbel............. (Pandey...12 Komplikasi.......... kongenital....

epitel lensa. 2006) 5 . dan membatasi konsumsi glukosa untuk penderita diabetes mellitus. dan nukleus.Lensa sendiri tersusun atas kapsul.Pencegahan dari katarak adalah menggunakan alat pelindung diri berupa kacamata . Operasi pengangkatan lensa yang keruh dan mengganti dengan lensa buatan adalah satu-satunya pengobatan yang efektif untuk katarak. (Rosenfeld.Lensa tergantung di posisinya oleh zonula zinii yang terdiri dari jaringan lembut namun kuat yang melekat pada badan silier. Lensa berada di belakang iris dan didepan vitreous body. menghentikan kebiasaan merokok. (Rao. korteks. 2011) BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Anatomi dan Fisiologi Lensa Lensa adalah struktur transparan dan bikonveks yang memiliki fungsi sebagai berikut: - Untuk menjaga kejernihannya sendiri Untuk membiaskan cahaya Untuk berakomodasi Lensa tidak memiliki suplai darah ataupun inervasi dan bergantung sepenuhnya pada akuos humor untuk memenuhi kebutuhan metabolismenya dan untuk membuang kotoran pada lensa.

2013) Gambar Anatomi Lensa Mata Lensa memiliki mekanisme yang mengontrol keseimbangan air dan elektrolit. sehingga lensa pada orang tua memiliki daya bias yang lebih tinggi. yang berperan penting untuk menjaga transparansi lensa. Pada saat yang sama.Lensa terus tumbuh seumur hidup. mata tua dapat menjadi semakin miopia atau semakin hipermetropia. kelengkungan dari lensa bertambah. Maka. hal ini dapat diakibatkan oleh adanya peningkatan partikel protein yang tidak dapat dilarutkan. Kemampuan akomodasi atau berubah bentuk dikarenakan adanya otot siliaris. kemampuan akomodasi akan menurun menjadi 8D pada usia 40 tahun dan 1-2D pada usia 60 tahun. Karena transparansi sangat tergantung dengan komponen structural dan makromolekul lensa. Ketebalan rata-rata korteks lensa bertambah seiring dengan bertambahnya usia. Mata memiliki kekuatan refraksi keseluruhan sebesar 60D. 2006) Lensa mata mampu membiaskan cahaya karena memiliki indeks bias sekitar 1. gangguan dari hidrasi seluler dapat 6 . berbeda dengan indeks bias aqueous humour dan vitreous humour yang mengelilinginya. (Budiono. Namun seiring dengan bertambahnya usia. dalam kondisi tanpa akomodasi lensa memiliki kontribusi sekitar 15-20D.4 di tengah dan 1.36 di bagian tepinya. Namun. indeks refraksi semakin menurun. (Rosenfeld. seiring dengan bertambahnya usia.

2013) Fungsi utama lensa adalah memfokuskan berkas cahaya ke retina. (Nurwasis. Pemeriksaan yang dapat dilakukan pada penyakit lensa adalah pemeriksaan ketajaman penglihatan dan dengan melihat lensa melalui slitlamp. menegangkan serat zonula dan memperkecil diameter anteroposterior lensa sampai ukuran terkecil. (Riordan. Beberapa penelitian menduga bahwa gangguan keseimbangan elektrolit dan air tidak menimbulkan katarak nuclear akan tetapi katarak kortikal. zonula dan lensa untuk memfokuskan benda jatuh pada retina dikenal dengan akomodasi. Sementara untuk cahaya yang berjarak dekat m. (Suhardjo. artinya lensa yang elastis menjadi lebih sferis diiringi oleh peningkatan daya biasnya. distorsi. dislokasi dan anomali geometri. Untuk memfokuskan cahaya yang datang dari jauh m. dimana kandungan air meningkat secara signifikan. Kerja sama fisiologis antara korpus siliaris. Keluhan yang di alami penderita berupa pandangan kabur tanpa disertai nyeri. 2006) Definisi lain menyebutkan bahwa katarak merupakan keadaan dimana terjadi kekeruhan pada serabut atau bahan lensa di dalam kapsul lensa.siliaris berelaksasi. senter tangan. oftalmoskop.siliaris berkontrasi sehingga tegangan zonula berkurang.dengan mudah menyebabkan kekeruhan. Hal ini berkurang seiring dengan bertambahnya usia. 2012) Gangguan pada lensa dapat berupa kekeruhan. atau kaca pembesar. (Budiono.2 Definisi Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan gangguan penglihatan. dalam posisi ini daya refraksi lensa diperkecil sehingga berkas cahaya akan terfokus pada retina. 2012) 2. 2014) 7 . sebaiknya dengan pupil dilatasi. (Suhardjo.

Selain itu masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan menderita katarak 15 tahun lebih cepat dibandingkan penderita di daerah subtropis. WHO memperkirakan katarak adalah penyebab kebutaan yang dapat dipulihkan (reversible blindness) pada lebih dari 17 juta penduduk dunia (47.1% (210 ribu orang) per tahun. menunjukkan angka kebutaan 1. dan diperkirakan akan mencapai 40 juta penderita pada tahun 2020.5%. walaupun kecepatan perkembangannya masing-masing mata jarang sama. (Budiono.7%.000 per tahun. 2013) Katarak senilis biasanya terjadi pada usia diatas 50 tahun. India 0. Insiden katarak 0. sedangkan yang dioperasi baru lebih kurang 80. angka kebutaan di Indonesia adalah yang tertinggi (Bangladesh 1%. Pada tahun 2002. (Riordan. survey kesehatan indra penglihatan dan pendengaran tahun 1993-1996.3%). Sebagian besar kasus bersifat bilateral. Dibandingkan dengan angka kebutaan negara-negara di Regional Asia Tenggara.3 Epidemologi Menurut WHO katarak adalah penyebab utama kebutaan dan gangguan penglihatan di seluruh dunia. Thailand 0.8%) dari 37 juta penderita kebutaan di seluruh dunia. 2013) Di Indonesia. tetapi kadang dijumpai mulai umur 40 tahun. (Budiono.Gambar Katarak 2. 2014) 8 .

2014) Etiologi Penyebab katarak senilis belum diketahui secara pasti. -Pengaruh genetik.4 Klasifikasi Katarak Secara umum. maka lensa pun mengalami proses tua dimana dalam keadaan ini ia menjadi katarak. (Riordan. umumnya disebabkan karena adanya infeksi dan kelainan metabolisme pada saat pembentukan janin. Katarak komplikata. biasanya karena pasca 4. 2. Menurut Duke Elder penyebab- penyebab yang dapat menimbulkan katarak sebagai berikut : 1. 2.5 seperti uveitis dan glaukoma. Katarak kongenital yang sering timbul karena infeksi saat ibu mengandung. Katarak traumatika. terutama pada kehamilan 3 bulan pertama. yaitu katarak yang timbul setelah umur 40 tahun. katarak dapat diklasifikasikan dalam golongan berikut : 1. yaitu katarak yang dapat menyerang semua umur. Pengaruh genetik dikatakan berhubungan dengan proses degenerasi yang timbul pada lensa. trauma baik tajam maupun tumpul pada mata terutama mengenai lensa. Seperti juga pada seluruh makhluk hidup. 3. Katarak kongenital. yaitu katarak yang timbul sejak dalam kandungan atau timbul setelah dilahirkan. yaitu katarak yang terjadi akibat kelainan sistemik yang akan mengenai kedua mata seperti diabetes melitus atau kelainan lokal yang akan mengenai satu mata 2. proses pasti belum diketahui. Oleh sebab-sebab tertentu dapat terjadi sensitisasi secara tidak 9 . Sebab-sebab biologik : -Karena usia tua. Katarak senilis (ketuaan). Sebab-sebab imunologik : Badan manusia mempunyai kemampuan membentuk antibodi spesifik terhadap salah satu dari protein-protein lensa.2. diduga karena ketuaan.

b. teori mutasi spontan. Gangguan nutrisi pada lensa. 10 . konsep dimana jaringan embrio manusia yang dapat membelah diri 50 kali dan kemudian mati. 2016) 2. 2016) Katarak senilis terjadi akibat perubahan pada protein lensa dan agregasi menjadi protein dengan berat molekul tinggi sehingga mengakibatkan terjadinya fluktuasi indeks refraksi lensa. pemendaran cahaya dan mengurangi kejernihan lensa. berupa : i. Ini dapat terlihat pada keadaankeadaan seperti intoksikasi ergot. ii. Efek radiasi dari cahaya matahari. 3. teori a-free radical. a. Bila hal ini terjadi maka dapat menimbulkan katarak. Sebab-sebab fungsional : Akomodasi yang sangat kuat mempunyai efek yang buruk terhadap serabut-serabut lensa dan cenderung memudahkan terjadinya kekeruhan pada lensa. Gangguan permeabilitas kapsul lensa. (Akmam. teori across-link dan teori imunologis (dengan bertambah usia akan bertambah cacat imunologik yang mengakibatkan kerusakan sel). Gangguan metabolisme umum : Defisiensi vitamin dan gangguan endokrin dapat menyebabkan katarak misalnya seperti pada penyakit diabetes melitus atau hyperparathyroid. keadaan tetani dan aparathyroidisme. Perubahan kimia pada protein inti lensa ini mengakibatkan pigmentasi progresif menjadi kuning atau kecoklatan.disengaja oleh protein lensa yang menyebabkan terbentuknya antibodi tersebut. iii. Gangguan yang bersifat lokal terhadap lensa.6 Patofisiologi Pada katarak senilis terdapat beberapa konsep penuaan sehubungan dengan penyebab dari katarak senilis yaitu teori putaran biologik. (Akmam.

Stadium Insipien Kekeruhan lensa tampak terutama dibagian perifer korteks berupa garis-garis yang melebar dan makin ke sentral menyerupai jeruji sebuah roda. peningkatan konsentrasi natrium dan kalsium serta peningkatan hidrasi lensa sehingga lensa menjadi cembung dan bengkak. paparan sinar ultraviolet dan malnutrisi. 2016) 2. Faktor-faktor lain yang dapat berperan untuk menimbulkan katarak senilis ini adalah proses oksidasi dari radikal bebas.7 Klasifikasi Katarak Senilis Berdasarkan tebal dan tipisnya kekeruhan lensa. (Ocampo. serat lensa lebih ireguler dan korteks tidak berwarna. Dengan adanya penumpukan kalsium maka menyebabkan terjadinya sklerosis pada lensa dimana kapsul menebal dan kurang elastis. katarak senilis dibagi menjadi 4 stadium : 1. (Akmam. Pada stadium ini bisa stasioner. Biasanya pada stadium ini tidak menimbulkan gangguan tajam pengelihatan dan masih bisa dikoreksi mencapai 6/6.Dengan bertambahnya usia ini terjadi juga penurunan konsentrasi glutation dan kalium. 2016) 11 .

2014) Gambar Katarak imatur 3. akan mendorong iris ke depan yang menyebabkan bilik mata depan menjadi dangkal dan bisa menimbulkan glaukoma sekunder. Lensa menjadi cembung akan meningkatkan daya bias. Pada pemeriksaan uji bayangan iris atau iris shadow test akan terlihat bayangan iris pada lensa disebut iris shadow test positif.Gambar Katarak insipien 2. warna menjadi putih keabu-abuan sehingga iris shadow menjadi negatif dan fundus refleks menjadi negatif. Bila katarak imatur tidak dikeluarkan maka lensa menjadi kehilangan cairan sehingga lensa mengkerut sehingga kamera okuli anterior kembali normal 12 . (Riordan. Terjadi pencembungan lensa karena lensa menyerap cairan. Tajam penglihatan penderita akan sangat menurun tinggal melihat gerakan tangan atau persepsi cahaya. Stadium Matur Kekeruhan sudah mengenai seluruh lensa akibat deposisi kalsium yang menyeluruh. sehingga kelainan refraksi menjadi lebih miopi. Stadium Imatur atau Intumesen Kekeruhan terutama di bagian posterior nukleus dan belum mengenai seluruh lapisan lensa.

Pada stadium ini adalah sangat baik untuk melakukan operasi karena lensa dengan mudah dapat dilepas. 2016) Gambar Katarak hipermatur Berdasarkan lokasi. katarak senilis dapat dibagi menjadi : 1.kembali. 13 . (Ocampo. 2014) Gambar Katarak matur 4. Pandangan jauh lebih dipengaruhi daripada pandangan dekat (pandangan baca). Stadium Hipermatur Apabila stadium matur dibiarkan akan terjadi 2 kemungkinan yaitu korteks lensa mencair dan melunak sehingga nukleus lensa tenggelam di dalam korteks lensa Katarak Morgagni atau lensa akan terus kehilangan cairan sehingga mengkerut dan menipis Shrunken Cataract. (Riordan. Sklerosis nuklear Merupakan perubahan lensa secara perlahan sehingga menjadi keras dan berwarna kekuningan.

2. dapat menyebabkan silau terutama bila menyetir pada malam hari. 2014) 2. 3. Penderita juga mengalami kesulitan membedakan warna. pasca radiasi dan trauma. Kekeruhan mulai dari tepi ekuator berbentuk jeruji menuju korteks anterior dan posterior. yang mana harus dibedakan dengan kekeruhan di korpus vitreus (bercak bergerak-gerak). 3. Subkapsular posterior Merupakan terjadinya kekeruhan di sisi belakang lensa. (Riordan. akibatnya bayangan jatuh di depan retina. Tajam penglihatan akan menurun. 2. Kortikal Terjadi bila serat-serat lensa menjadi keruh. Hal ini terjadi karena proses pembentukan katarak sehingga lensa menjadi cembung dan kekuatan refraksi mata meningkat. Banyak ditemukan pada pasien diabetes.bahkan pandangan baca dapat menjadi lebih baik. tajam penglihatan makin mundur. pandangan kabur pada kondisi cahaya terang.8 Gejala Klinis Katarak Senilis  Subyektif 1. Pada stadium permulaan terjadi ”artificial myope” sehingga penderita melihat jauh kabur dan akan merasa lebih enak membaca dekat tanpa kacamata. Tampak adanya bercak putih pada lapang pandang yang tidak ikut bergerak dengan pergerakan mata (stasioner). serta pandangan baca menurun. Tergantung tebal tipisnya kekeruhan serta lokalisasi kekeruhan. Katarak ini menyebabkan silau. terutama warna biru. 14 . penglihatan buram atau berkabut. makin tebal kekeruhan lensa. Kemunduran visus. jika kekeruhan terletak di sentral maka penderita akan merasa kabur dibandingkan dengan kekeruhan di perifer.

Keluhan ini disebabkan adanya refraksi ireguler dari lensa. 3. berwarna keabu-abuan yang harus dibedakan dengan refleks senil. Penderita akan mengeluh melihat dua bayangan atau lebih. Tampak kekeruhan lensa terutama jika pupil dilebarkan. Optotip snellen Untuk mengetahui tajam penglihatan. Test iris shadow : positif pada katarak imatur dan negatif pada katarak matur. 2016)  Obyektif 1. Refleks fundus warna jingga akan menjadi gelap (refleks fundus negatif) pada katarak matur. 5. Akibat kelainan ini penderita mengeluh silau dan pusing.4. 2016) 2. c. (Ocampo.9 Diagnosis Katarak Senilis a. Lampu senter Reflek pupil terhadap cahaya pada katarak masih normal. Pada lensa tidak ada tanda-tanda inflamasi. (Ocampo. 4. Diperiksa proyeksi iluminasi dari segala arah pada katarak matur untuk mengetahui fungsi retina secara garis besar. b. Leukokoria : pupil berwarna putih pada katarak matur. Kekeruhan di subkapsular posterior menyebabkan penderita mengeluh silau dan penurunan penglihatan pada keadaan terang. 2. Pada stadium insipien dan imatur bisa dicoba dikoreksi dengan lensa kacamata terbaik. Oftalmoskopi 15 .

Ablasio retina. tetapi pemeriksaan reflek fundus positif.10 Diagnosis Banding Katarak Senilis 1. Slit lamp biomikroskopi Dengan alat ini dapat dievaluasi luas. Ekstraksi katarak intrakapsuler (EKIK) atau ICCE (Intra capsular cataract extraction). mata sebaiknya diperiksa secara baik dan bila ada kelainan refraksi yang masih dapat dikoreksi maka diberikan kacamata terbaik.11 Penatalaksanaan Pengobatan yang paling baik dan tepat saat ini adalah katarak ekstraksi dengan operasi. d. 2006)  Macam operasi : 1. Pada stadium insipien dan imatur tampak kekeruhan kehitam-hitaman dengan latar belakang jingga. Pada umumnya visus 1/300 hingga 1/~. 16 . Kekeruhan badan kaca. sedangkan pada stadium matur didapatkan reflek fundus negatif.Untuk pemeriksaan ini sebaiknya pupil dilebarkan. 3. Katarak karena sebab lain : pemakaian obat-obatan (kortikosteroid). 4. 2. 2. tebal dan lokasi kekeruhan lensa. (Nurwasis. 2013) 2. Reflek senil : pada orang tua dengan lampu senter tampak pupil warna keabu-abuan mirip katarak. Katarak komplikata : katarak terjadi sebagai penyulit dari penyakit mata (misal : uveitis anterior) atau penyakit sistemik (misal : Diabetes melitus). (Budiono. Pembedahan/ operasi dilakukan bila kemunduran tajam penglihatan penderita telah mengganggu pekerjaan sehari-hari dan tidak dapat dikoreksi dengan kacamata. Bila katarak masih dalam stadium intumesen/ insipien. 5. radiasi dan trauma mata.

(Budiono. masa penyembuhan lebih singkat dan biaya lebih murah. Small Incisi Small incisi disini dengan cara fakoemulsifikasi. (Riordan. 2014) 2. adalah mengangkat lensa dan kapsul secara intoto. Massa lensa dikeluarkan dengan merobek bagian anterior kapsul dan meninggalkan kapsul bagian posterior. 2014) 3. Keunggulan teknik ini adalah : luka operasi sangat pendek. Dilakukan insisi limbus superior. Ekstraksi katarak ekstrakapsuler (EKEK) atau ECCE (Extra capsular cataract extraction). atau pada kondisi tertentu tidak memerlukan jahitan sama sekali. nukleus diekstraksi dan korteks lensa dibuang dari mata dengan irigasi dengan atau tanpa aspirasi menyisakan kapsul posterior. Ekstraksi katarak ini tidak boleh dilakukan atau kontraindikasi pada pasien usia kurang dari 40 tahun yang masih mempunyai ligamen hialoidea kapsuler. yakni dalam kapsulnya melalui insisi limbus superior 140 sampai 160 derajat. Dapat dilakukan pada zonula zinii yang telah rapuh atau berdegenerasi dan mudah putus. bagian anterior kapsul dipotong dan diangkat. 2013) 17 . Fakoemulsifikasi yaitu tehnik operasi dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk memperlunak lensa sehingga memudahkan pengambilan lensa melalui sayatan kecil yaitu melalui insisi limbus yang kecil (25mm). (Riordan.Teknik operasi ini sekarang jarang dilakukan lagi. dengan alat yang disebut fako seluruh lensa dapat dihancurkan dan kemudian disedot/ dihisap keluar. penggunaan lensa tanam hanya cukup ditutup dengan 1 atau 2 jahitan.

Astigmatisme paska operasi. (Ocampo.Gambar Teknik operasi  Persiapan pre operasi : 1. 4. 3. blefaritis. maka gel vitreous masuk kedalam bilik anterior yang merupakan resiko terjadinya glaukoma atau traksi pada retina.  1. 2016) Komplikasi pasca operasi : Prolaps vitreous. 5. Endoftalmitis. konjungtivitis. jika kapsul posterior mengalami kerusakan selama operasi. Gula darah telah terkontrol. hordeolum dan kalazion. 18 . Tekanan darah tidak boleh tinggi. Prolaps iris. 2. 3. 2. Uji anel positif. Tidak batuk terutama pada saat pembedahan. 4. Tidak ada infeksi disekitar mata seperti keratitis. dimana tidak terjadi obstruksi fungsi ekskresi saluran lakrimal sehingga tidak ada dakriosistitis.

(Budiono. Uveitis patotoksik atau glaukoma fakolitik Terjadi pada stadium hipermatur akibat massa lensa yang keluar dan masuk ke bilik mata depan. karena merokok mengakibatkan peningkatan radikal bebas dalam tubuh. karena sinar UV mengakibatkan katarak pada mata.13 Pencegahan Umumnya katarak terjadi bersamaan dengan bertambahnya umur sehingga tidak dapat dicegah. 2016) 19 . -Lindungi mata dari sinar matahari. memperbanyak konsumsi buah dan sayur.2. sehingga resiko katarak akan bertambah. Pemeriksaan mata secara teratur sangat perlu untuk mengetahui adanya katarak. Glaukoma sekunder (Glaukoma fakomorfik) Terjadi pada katarak intumesen/ imatur. -Menjaga kesehatan tubuh seperti kencing manis dan penyakit lainnya. (Ocampo.12 Komplikasi 1. karena pencembungan lensa. 2013) 2. 2. -Pola makan yang sehat. Pada saat ini kecepatan berkembangnya katarak masih dapat dijaga dengan : -Tidak merokok.

radiasi dari sinar ultraviolet. congenital. kadang kala hanya dengan 20 .BAB 3 KESIMPULAN Katarak adalah abnormalitas pada lensa mata berupa kekeruhan lensa yang menyebabkan tajam penglihatan penderita berkurang. kurang peka dalam menangkap cahaya (fotofobia) sehingga cahaya yang dilihat hanya berbentuk lingkaran semu. ECCE. Ada beberapa jenis teknik operasi katarak yaitu ICCE. toksis. Penderita katarak akan mengalami gejala-gejala umum seperti penglihatan mulai kabur. asosiasi. dan komplikata. Hal ini didukung oleh factor usia. Katarak ada beberapa jenis menurut etiologinya yautu katarak senile. Akan tetapi jika gejala tidak mengganggu tindakan operasi tidak diperlukan. Small Insisi. Katarak hanya dapat diatasi melalui prosedur operasi. kurangnya gizi dan vitamin serta factor tingkat kesehatan dan penyakit yang diderita. traumatic. lambut laun akan terlihat seperti noda keruh berwarna putih di bagian tengah lensa kemudian penderita katarak akan sulit menerima cahaya untuk mencapai retina dan akan menghasilkan bayangan yang kabur pada retina. Katarak merupakan penyebab kebutaan nomor 1 di seluruh dunia.

Blecher.portalkalbe/files/ckd/06.1097/icu. (http://emedicine. 2005-2006. Katarak dan Perkembangan Operasinya.0b013e3283414fc8. S. P. S.M. AA (January 2011). Whitcher. p. Surabaya. ISBN 9780781743075 Rao. Suresh K. Ocampo. Diakses tanggal 29 September 2016. Budiono. Jakarta. "Consequences of waiting for cataract surgery. Anugrahsari. Dardzhikova. Rosenfeld. 1-22. Zainal. and management. Vicente Victor D. 22 (1): 28– 30. Hal. 2014. 2012.doi:10.1971).". EGC. pp 5-9 Suhardjo.medscape. Medscape. Pedoman Diagnosis Dan Terapi Bagian/Smf Ilmu Penyakit Mata Edisi III.0b013e328341425d.Pediatric cataract surgery techniques. R.doi:10. 22 (1): 4–9. Lensa Mata dan Katarak dalam Ilmu Kesehatan Mata FK UGM edisi kedua.mengganti/menggunakan kacamata. DAFTAR PUSTAKA Akmam. J. Balai Penerbit FKUNAIR: Surabaya. Karena kekeruhan (opasitas) sering terjadi akibat bertambahnya usia sehingga tidak diketahui pencegahan yang efektif untuk katarak yang paling sering terjadi. Azhar. 2016. Section 11. Anatomy of the Lens in American Academy of Ophthalmology. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. Current Opinion in Ophthalmology. Yogyakarta. PMID 21076306 Nurwasis. (www. complications. Bayu. GN. 2006.1097/icu. M. Senile Cataract. Diakses tanggal 29 September 2016.Current Opinion in Ophthalmology. 2013.com/article/1210914) Pandey.".. P. PMID 21107260 Riordan. HV. S. 212-229. Hal :65-79 21 . Hal 79-103 Gimbel. 20. Payal. SI. A (January 2011). (2005). "The global burden of cataract. Khanna. Lensa dan Katarak dalam Buku Ajar Ilmu Kesehatan Mata FK Unair. Hal. Glaukoma dalam Vaughan & Asbury Oftalmologi Umum Edisi 17. San Francisco. MH.