You are on page 1of 20

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berbagai cara dilakukan orangtua untuk memaksimalkan tumbuh kembang buah hatinya.
Bahkan mulai sejak dini, mereka berusaha mencari cara mendeteksi kelainan tumbuh
kembang. Mulai dari pijat bayi dan senam bayi digemari untuk menstimulasi perkembangan
si kecil.
Tidak hanya pada masa bayi, menginjak masa balita stimulasi juga penting untuk
diberikan agar tumbuh kembang anak optimal.Kita mengenal masa vital yaitu masa antara
ketika anak berumur 0-2 tahun dan masa golden age yaitu masa antara anak berumur 1-6
tahun.Peran orang tua penting dalam memaksimalkan kecerdasan anak.Karena anak ibarat
kertas putih yang kosong yang di isi tinta, dimana disini orang tualah yang menjadi tinta
tersebut. Pola asuh orangtua secara otomatis akan menggambarkan perilaku dan kepribadian
sang anak.
Oleh karena itu orangtua perlu memberikan berbagai stimulasi untuk tumbuh kembang
anak.Ada pun berbagai jenis stimulasi yang harus di berikan sejak dini antara lain stimulasi
fisik, emosi, spiritual, intelektual, dan social.
1.2 Tujuan
1. Mahasiswa mampu mengetahui pengertian balita
2. Mahasiswa mampu mengetahui pengertian pertumbuhan dan perkembangan
3. Mahasiswa mampu memahami pengertian stimulasi
4. Mahasiswa mampu menyebutkan jenis-jenis stimulasi pada balita
5. Mahasiswa mampu memberikan contoh stimulasi yang bias diberikan pada balita
6. Mahasiswa mampu mengetahui kemampuan apa saja yang bisa dilakukan pada usia balita
7. Mahasiswa mampu mengetahui pengertian kecerdasan jamak beserta penggolongannya.

1.3 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan balita?
2. Apa yang dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan?
3. Apa pengertian stimulasi?
4. Apa saja jenis-jenis stimulasi?
5. Apa saja contoh-contoh stimulasi yang bias diberikan pada balita?
6. Bagaimanakah kemampuan di usia balita?

7. Apa yang dimaksud dengan keceradasan jamak dan penggolongannya?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Balita

kecerdasan spiritual).com/2009/11/tumbuh-kembanganak-balita. masa bayi dan masa awal kanak-kanak. daya cipta. 20 Tahun 2003).( http://askep-askeb. rentang usia tersebut dibagi dalam 3 tahapan yaitu masa sebelum lahir. Perkembangan pada setiap aspek memiliki tingkat dan kecepatan yang berbeda-beda baik. tergantung dari faktor individu maupun lingkungan yang menstimulirnya. yang akan berakhir saat anak mulai masuk sekolah dasar. terdapat beberapa aspek fisik dan psikologis yang terjadi. sosio-emosional (sikap dan perilaku serta agama). sedangkan saat anak memasuki awal masa kanak-kanak. ketergantungan mulai berkurang dan ada harapan serta perlakuan tertentu dari kelompok sosial serta mulai tumbuh kemandirian. maka tumbuh kembang anak serta kemampuan mereka dapat diidentifikasi lebih awal. kecerdasan emosi.Dengan demikian pertumbuhan dan perkembangan anak balita tersebut perlu . Pada ketiga tahapan tersebut banyak terjadi perubahan yang mencolok. artinya memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan motorik kasar). misalnya pada masa bayi secara umum menunjukkan bahwa anak sangat tergantung pada orang dewasa.blogspot. kecerdasan (daya pikir. Pembagian menurut tahapan tersebut sangat tergantung pada faktor sosial.html) Kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik. yaitu tuntutan dan harapan untuk menguasai proses perkembangan yang harus dilampaui anak dari lingkungannya.Berbekal pemahaman tentang perkembangan anak balita maka orang tua atau orang dewasa lainnya dapat mengetahui titik terpenting untuk pengembangannya. Pada setiap tahap perkembangan. baik fisik maupun psikologis. meskipun sebagian pakar menyebut anak balita adalah anak dalam rentang usia 0-8 tahun.Anak Balita sebagai masa emas atau "golden age" yaitu insan manusia yang berusia 0-6 tahun (UU No. yang selanjutnya dapat dikembangkan. yang akan mempengaruhi tumbuh kembang anak. Secara psikologis. Berdasarkan hal tersebut. dengan menitik beratkan pada masa belajar anak. bahasa dan komunikasi yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang sedang dilalui oleh anak tersebut. karena tekanan budaya dan harapan untuk menguasai tugas-tugas perkembangan tertentu. Seluruh perkembangan ini akan dilampaui anak dan setiap aspek perkembangannya tidak berdiri sendiri melainkan saling terkait satu sama lain.

Berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagain atau keseluruhan.1 Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan Perkembangan kemampuan dasar anak-anak berkolerasi dengan pertumbuhan dan mempunyai pola yang tetap dan berlangsung secara berurutan. sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat.2 Ciri Perkembangan Anak Proses tumbuh kembang anak mempunyai beberapa ciri yang saling berkaitan. daya cipta. Pertumbuhan terjadi secara simultan dengan perkembangan. sosio-emosional. 2. Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar.Setiap pertumbuhan disertai dengan perubahan fungsi. gerak halus. komunikasi yang seimbang sebagai dasar pembentukan pribadi. Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut. serta sosialisai dan kemandirian. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular.2 Pertumbuhan dan perkembangan Balita 2.2. daya pikir.2. perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya. 2. bahasa.  Perkembangkan menimbulkan perubahan Perkembangan terjadi bersamaan dengan pertumbuhan.diarahkan pada peletakan dasar-dasar yang tepat bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik. bicara dan bahasa. .Dalam rangka merangsang tumbuh kembang anak secara optimal maka pengembangannya harus dilakukan secara menyeluruh terhadap semua aspek kemampuan yang sesuai dengan pembagian kelompok umur.Berbeda dengan pertumbuhan.

Setiap anak perlu mendapat stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan. dan tidak akan bisa berdiri jika pertumbuhan kai dan bagian tubuh lain yang terkait dengan fungsi berdiri anak terlambat. dan sebagainya. Perkembangan mempunyai pola yang tetap Perkembangan fungsi organ tubuh terjadi menurut dua hukum yang tetap. memori. 2. Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan Pada saat pertumbuhan berlangsung cepat. . baik dalam pertumbuhan fisik maupun perkembangan fungsi organ dan perkembangan pada masing-  masing anak. Karena itu perkembangan awal ini  merupakan masa kritis karena akan menentukan perkembangan selanjutnya. Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal menentukan perkembangan selanjutnya Setiap anak tidak akan bisa melewati satu tahap perkembangan sebelum ia mengalami tahapan sebelumnya. dan tahapan tersebut tidak bisa terjadi terbalik. misalnya anak terlebih dahulu mampu membuat lingkaran sebelum mampu gambar kotak. anak mampu berdiri sebelum berjalan. Perkembangan memiliki tahap yang berurutan Tahap perkembangan seorang anak memiliki pola yang teraturndan berurutan. yaitu: Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah kepala. asosiasi dan lain-lain. daya nalar. Stimulasi tumbuh kembang anak dilakukan oleh orang tua. pengganti ibu atau pengasuh anak.3 Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Sebelum mamahami tentang periode dan aspek perkembangan yang berlangsung pada anak balita.Stimulasi tumbuh kembang pada anak balita merupakan kegiatan merangsang kemampuan dasar anak agar anak tumbuh kembang secara optimal. kemudian menuju ke arah anggota  tubuh Perkembangan terjadi lebih dahulu pada kemampuan gerak kasar diikuti kemampuan   gerak halus. perkembangan pun demikian. Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda-beda. terjadi  peningkatan mental. Contoh: seorang anak tidak akan bisa berjalan sebelum ia bisa berdiri. anggota keluarga lain dan orang dewasa lainnya. yang merupakan orang terdekat dengan anak. maka penting dipahami beberapa prinsip tentang stimulai tumbuh kembang.

Kemampuan dasar anak yang dirangsang dengan stimulasi terarah adalah kemampuan gerak kasar. karena pada usia mereka perkembangan syaraf-syaraf motorik sangat pesat. misalnya dengan bernagi mainan. karena anak akan meniru tingkah laku   orang-orang yang terdekat dengan anak. Melakukan gerakangerakan sederhana seperti berlari. Ajari pula mereka untuk berbagi dengan teman sebayanya. bervariasi  menyenangkan.Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang menetap. hari yang indah. 2. . menari akan sangat membantu perkembangan mereka. ada beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan yakni   Stimulasi dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan kasih sayang. mengucapkan terimakasih kepada tuhan atas makanan. Rangsangan untuk fisik bayi dan balita amat diperlukan. dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan hari itu. terhadap 4    (empat) aspek kemampuan dasar anak. Lakukan stimulasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai umur anak.Kenalkan mereka dengan bentuk emosi dasar. tanpa paksaan dan tidak ada hukuman.4 Jenis-jenis stimulasi pada balita Stimulasi aspek fisik. Berikan selalu pujian bila perlu hadiah atas keberhasilannya. Lakukan stimulasi dengan cara mengajak anak bermain. Berikan stimulasi sesuai dengan kelompok umur anak. Dengan menghiburnya pada saat menangis karena mainannya rusak akan membantu. bahagia dan sedih. kemampuan gerak motorik halus. Berikan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan perempuan. Stimulasi aspek spiritual. Stimulasi aspek emosi.Akan membuat anak semakin peka. aman dan ada disekitar anak. berjalan. Gunakan alat bantu atau permainan yang sederhana. Dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang anak. Selalu tujukkan sikap dan perilaku yang baik.Ajarilah anak untuk berdoa dengan menggunakan kata-kata yang sederhana. bernyanyi. kemampuan bicara dan bahasa serta kemampuan sosialisasi dan kemandirian. sehingga dapat menimbulkan kepekaan untuk bertoleransi dan berperilaku menyenangkan.

potongan gambar sederhana (puzzle) memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil dari wadahnya. akan merangsang kepekaan alaminya. Membantu menjaga adik.Jadi sebagai orangtua juga harus rajin belajar agar sanggup memenuhi dan menjawab keingintahuan anak dengan baik dan benar. sendok. kita tidak boleh melupakan istirahat yang cukup dan asupan nutrisinya.  Umur 18 – 24 bulan ditambah dengan menanyakan. dan juga tentunya untuk perkembangan otak mereka 2. masukan itu. telinga?. daya tahan tubuh. dan rekreasi bersama. mengerti dan melakukan perintah-perintah sederhana (mana bola. menendang bola. teko. Stimulasi aspek sosial.Gizi yang baik amat sangat dibutuhkan oleh anak.Ajak juga mereka ke tempat ibadah. lap. mengajak anak melakukan permainan. Stimulasi aspek intelektual. ambil itu). menyebutkan dan menunjukkan bagian-bagian tubuh (mana mata ? hidung?. Agar stimulasi ini dapat menunjukkan hasil yang baik. menyebutkan nama atau menunjukkan benda-benda.5 Contoh Stimulasi pada balita  Umur 12 – 18 bulan latihan mencoret-coret menggunakan pensil warna. dan membacakan dongeng dan kisah-kisah para nabi juga akan membantu meningkatkan moral. sapu.Anak pun harus diajari untuk peka terhadap lingkungan sekitarnya. dan juga dengan rajin menjawab keingintahuan anak. menanyakan gambar atau menyebutkan . memanjat tangga. membantu orangtua yang sedang sibuk. mulut ? dll). Latihlah berjalan tanpa berpegangan.Rangsangan intelektual dapat dilakukan dengan sering memberikan buku bacaan. piring. pegang ini. melepas celana. balok-balok. gelas. pencernaan. bermain dengan boneka. Jadi asupan nutrisi tentunya amat dibutuhkan untuk perkembangan fisik. karena mereka sedang berada dalam masa pertumbuhan. berjalan mundur. menyusun kubus.

pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak masih berlangsung. bermain melempar bola. menggunakan kata sifat (besarkecil. .6 Kemampuan Anak di Bawah Usia Lima Tahun (12 – 59 bulan) Pada masa ini kecepatan pertumbuhan mulai menurun dan terdapat kemajuan dalam perkembangan motorik (gerak kasar dan gerak halus) serta fungsi eksresi/pembuangan. lingkaran. mengenal huruf hingga bersosialisasi. dan tejadi pertumbuhan serabut-serabut syaraf dan cabang-cabangnya. berhitung sederhana. bermain kartu. mengenal huruf dan angka. melompat. Taman Kanak-Kanak atau sejenisnya. memakai baju. stimulasi juga di arahkan untuk kesiapan bersekolah antara lain : memegang pensil dengan baik. panas-dingin. latihan menggambar garis-garis. mencuci tangan. mulai dari kemampuan belajar berjalan. Perangsangan dapat dilakukan di rumah (oleh pengasuh dan keluarga) namun dapat pula di Kelompok Bermain. berbagi dengan teman dll. sehingga terbentuk jaringan syaraf dan otak yang kompleks. menggambar garis. 2. dan kemandirian (ditinggalkan di sekolah). mengajak bicara tentang kegiatan seharihari (makan.  Setelah umur 3 tahun selain mengembangkan kemampuan-kemampuan umur sebelumnya. Jumlah dan pengaturan hubungan-hubungan antar sel syaraf ini akan sangat mempengaruhi segala kinerja otak. boneka. menghitung benda-benda. menyebutkan nama-nama teman. minta dll). latihan berdiri di satu kaki. masakmasakan. tinggi-rendah. Periode penting dalam tumbuh kembang masa usia ini akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya.  Umur 2 – 3 tahun ditambah dengan mengenal dan menyebutkan warna. Pada usia 3 tahun pertama kehidupan. buang air kecil / besar di toilet. minum mandi. mengerti perintah sederhana (buang air kecil / besar di toilet).nama binatang & benda-benda di sekitar rumah. manusia. banyak-sedikit dll). menyikat gigi. memakai celana – baju. menulis. main.

1. dengan berbekal rasa ingin tahu yang cukup kuat dengan seringnya anak mencoba hal-hal baru dan seringnya pengulangan menyebabkan masa ini menjadi masa yang tepat untuk mempelajari keterampilan baru. Dengan demikian masa ini disebut juga sebagai masa belajar berbagai kemampuan dan keterampilan. karena tingkat aktivitasnya dan perkembangan otot besar mereka sedang tumbuh. Kemampuan motorik yang dimiliki anak sbb.Koordinasi tangan. . lengan dan tubuh dapat bergerak bersama dibawah koordinasi yang lebih baik daripada mata. Kemampuan Motorik Masa ini disebut sebagai masa sangat aktif dari seluruh masa kehidupannya. sudah mulai meningkat dan menjadi lebih tepat pada saat berusia 5 tahun.Demikian halnya dengan kemampuan motorik halus anak.

 Konsep jumlah.  Mengenal Bermain air Menendang bola. 12-15 bulan   Berjalan mundur. 24-36 bulan  Melompat jauh.Usia Gerak Kasar  Berjalan Gerak Halus tanpa pegangan sambil menarik mainan yang bersuara. berbagai bentuk dari adonan kue/lilin mainan.  Membuat gambar tempelan.  Meniup .  Membuat tubuh.  Mencocokan gambar dan benda. dan turun  Berjalan sambil berjinjit  Menangkap dan melempar dan mengeluarkan benda kedalam wadah. bola  15-18 bulan   18-24 Bermain di luar rumah.  Menggambar wajah atau bentuk.  Melatih berbagai ukuran dan bentuk. keseimbangan  Bermain puzzle.  Latihan menghadapi rintangan. tangga. bulan  Mendorong mainan dengan kaki.  Melompat.  Berjalan naik Bermainan balok dan menyusun balok.  Memilih dan mengelompokkan benda-benda menurut jenisnya. .  Melempar dan menangkap bola besar.  Membuat untaian.  Memasukkan  Memasukkan benda yang satu ke benda lainnya.

.  Bercerita tentang gambar di buku/majalah. Usia 12-15 bulan 15-18 bulan Kemampuan Bicara dan Bahasa  Membuat suara dari dari barang2 yang dipilihnya.1.  Menyebut berbagai nama barang. seperti belajar membaca adalah berkaitan dengan masukan dari mata anak yang ditransmisikan ke otak anak. Akhirnya akan dikeluarkan dalam bentuk bicara. sejalan dengan perkembangannya memahami sesuatu. menterjemahkannya kedalam kode huruf-huruf.Dalam hal ini anak telah menginternalisasikan pembicaraan yang egocentris dalam bentuk berbicara sendiri menjadi pemikiran anak. kemudian berkembang menjadi kemampuan untuk bertindak tanpa harus mengucapkannya.  Melakukan pembicaraan. Kemampuan Bicara dan Bahasa Bertambahnya kematangan otak dikombinasikan dengan peluang-peluang untuk menjelajahi dunia sekelilingnya dan sebagai penyumbang terbesar untuk lahirnya kemampuan kognitif anak. .  Permainan telepon-teleponan. kemudian melalui sistem yang ada di otak. Anak mulai pandai berbicara. Bakat bicara anak karena sistem otak diorganisasikan sedemikian rupa sehingga memungkinkan anak memproses sebagai bahasa.Hal ini merupakan suatu transisi awal untuk dapat lebih berkomunikasi secara sosial. kata-kata dan asosiasinya.Sejumlah kemampuan anak.Biasanya anak mulai berbicara sendiri.  Menyebut nama bagian tubuh.

18-24 bulan  Melihat acara televisi.  Mengenal musim.  Bercerita melalui album foto.  Membaca majalah.  Bercerita tentang diri anak.  Mengenal huruf besar menurut alfabet di koran/majalah.  Berbicara dengan anak. 24-36 bulan 36-48 bulan 48-60 bulan .  Mengenal angka.  Belajar mengingat-ingat.  Mengenal huruf dan simbol.  Mengerjakan perintah sederhana.  Menyatakan keadaan suatu benda.  Menyebut nama lengkap anak.  Bercerita tentang apa yang dilihatnya.  Bercerita mengenai dirinya.  Menyebut berbagi jenis pakaian.

akhirnya mengajak anak untuk menalar terhadap sesuatu. antar saudara dan hubungan dengan sanak keluarga cukup berperan. permainan sensori motorik.  Mengenal dan mencintai buku. .Pengasuhan pada tahun pertama berpusat pada perawatan.Pada masa ini sebagai masa bermain. meski interaksi yang dibangun dalam permainan bukan bersifat sosial. maka pada masa ini mulai berkembang.Dalam hal ini hubungan keluarga. melalui bermain. permainan sosial atau melibatkan orang lain. 2. Usia 12-15 bulan Kemampuan Bersosialisasi dan Kemandirian  Menirukan pekerjaan rumah tangga.  Membantu pekerjaan di dapur. pembicaraan dan pemberian disiplin. games atau berkompetisi. orangtua-anak. berubah ke arah kegiatan-kegiatan seperti permainan. anak mulai melibatkan teman sebayanya.  Melengkapi dan menyelesaikan kalimat.Jenis permainan yang dilakukan bisa berbentuk konstruktif. permainan pura-pura. Kemampuan Bersosialisasi dan Kemandirian Dasar-dasar sosialisasi yang sudah diletakkan pada masa bayi.  Menceritakan masa kecil anak. namun sebagai kegiatan untuk menyenangkan dan dilaksanakan untuk kegiatan itu sendiri. Mengumpulkan foto kegiatan keluarga.

 Pergi ke tempat-tempat umum.  Belajar memeluk dan mencium.  Membuat rumah-rumahan.  Permainan baru.  Merawat mainan.15-18 bulan 18-24 bulan 24-36  Melepas pakaian.  Mengancingkan kancing baju.  Bermain petak umpet.  Permainan yang memerlukan interkasi dengan teman bermain.  Bermain dengan teman sebaya.  Membereskan mainan/membantu kegiatan di rumah.  Melatih buang air kecil dan buang air besar di WC/kamar mandi.  Memisahkan diri dengan anak.  Berpakaian. bulan .  Berdandan/memilih pakaian sendiri.  Makan sendiri.

 Membuat mainan/boneka dari kertas.  Mengikuti aturan permainan/petunjuk.  Mengancingkan kancing tarik.  Membantu memasak.36-48 bulan  Berpakaian sendiri.  Mengenal aturan/batasan. Maksud kecerdasan disini tidak terbatas pada kemampuan anak yang terkait dengan kepandaian dengan prestasi akademik namun mencakup kemampuan lain .  Membuat atau menempel foto keluarga.  Bermain kreatif dengan teman-temannya.  Membentuk kemandirian dengan memberi kesempatan mengunjungi temannya tanpa ditemani.7 KECERDASAN JAMAK Kemampuan anak balita dapat bekembang optimal apabila anak mampu mengembangkan kecerdasan jamak .  Bermain 'berjualan dan berbelanja di toko" 48-60 bulan 2.  Makan pakai sendok garpu.  Menggambar orang.  Mencuci tangan dan kaki.

Anak-anak yang memiliki kelebihan dalam kecerdasan ini tertarik memanipulasi lingkungan serta cenderung suka menerapkan strategi coba-ralat. berimajinasi dengan warna dan bentuk. Anak yang cerdas dalam bahasa juga memiliki ketrampilan menyimak yang baik. kemampuan mengolah perasaan atau bnerkesenian. menghitung benda-benda. Kecerdasan Logiko-Matematik 1. Hal ini dapat diwujudkan melalui kemampuan anak dalam berbicara. mengekspresikan diri melalui gerakan. Kecerdasan bahasa atau verbal-linguistik berkaitan erat dengan kata-kata. serta member peluang untuk menulis. kemampuan mencintai alam dan lingkungan lebih luas lagi. Kecerdasan Bahasa (verbal-linguistik) 1. yaitu: 1. kecerdasan jamak dapat diuraikan menjadi 9 kecerdasan. mendengarkan. baik lisan maupun tertulis beserta dengan aturan-aturannya. Menurut Howard Gardner (2002). . Kecerdasan Logiko-Matematik berkaitan dengan kemampuan mengolah angka dan atau kemahiran menggunakan logika. Cara belajar terbaik bagi mereka yang memiliki kecerdasan verbalinguistik adalah dengan mengucapkan.yang terkait dengan semua bagian otak manusia. dan memiliki minat terhadap buku. kemampuan untuk bergaul dengan orang lain. Anak-anak yang memiliki kecerdasan bahasa menyukai kegiatan bermain yang memfasilitasi kebutuhan mereka untuk berbicara. bermain dengan hitung-hitungan. menyediakan banyak waktu. bernegosiasi dan mengekspresikan perasaan. menangkap bunyi dan mengekspresikannya. rekaman. dan melihat tulisan. 2. timbang-menimbang dan permainan strategi. Mereka suka bermain yang berkaitan dengan berpikir logis seperti mencari jejak (maze). seperti pada pemahaman alam semesta. Cara terbaik memotivasi mereka adalah dengan mengajak berbicara. 2.

4. Kecerdasan gerak-kinestetik berkaitan dengan kemampuan menggunakan gerak seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaannya serta keterampilan mempergunakan tangan untuk mencipta atau mengubah sesuatu. garis-garis. kelenturan. 2. . Kecerdasan ini dilambangkan dengan terutama dengan angka-angka dan lambang matematika lain. sentuhan dan tekstur. melompat dan berguling. ruang. Kemampuan ini meliputi kemampuan fisik yang spesifik. Kecerdasan Visual-Spasial 1. Kecerdasan Kinestetik 1. dan ruang secara akurat serta mengubah penangkapannya tersebut ke dalam bentuk lain seperti dekorasi. keterampilan. keseimbangan. kecepatan dan keakuratan menerima rangsang. berlari. lukisan.2. Kecerdasan visual-spasial berkaitan dengan kemampuan menangkap warna. Kecerdasan logiko-matematika terletak di otak depan sebelah kiri danparietal kanan. membentuk gambar. Anak yang cerdas dalam gerak-kinestetik terlihat menonjol dalam kemampuan fisik (terlihat lebih kuat. seperti koordinasi. lebih lincah). dan patung. 3. mengetuk-ngetuk sesuatu. kekuatan. 2. bentuk-bentuk. Anak yang memiliki kecerdasan visual-spasial memiliki kepekaan terhadap warna. suka mencoret-coret. mewarnai dan menyusun unsur-unsur bangunan seperti puzzle dan balok-balok. arsitektur. suka meniru gerak atau tingkah laku orang lain yang menarik perhatiannya dan senang beraktivitas yang mengandalkan kekuatan gerak seperti memanjat. dan bangunan. Anak yang cerdas dalam visualspasial dapat mempergunakan apapun untuk membentuk sesuatu yang bermakna baginya. tidak bisa duduk diam berlama-lama. cenderung suka bergerak.

Kecerdasan Intrapersonal 1. Kecerdasan Musikal 1. rentang emosi. Anak-anak yang memiliki kecerdasan musical suka menyanyi. 2. mudah bersosialisasi serta senang terlibat dalam kegiatan kelompok. Mereka mempunyai banyak teman. 2. bersenandung atau bersiul. kemampuan mengenali dan membaca pikiran orang lain. Kecerdasan Intrapersonal berkaitan dengan aspek internal dalam diri seseorang. yakni kemampuan berempati pada orang lain. 7. 6. kemampuan untuk . kemampuan berteman atau menjalin kontak. Kecerdasan ini melibatkan banyak kecakapan. dan mengekspresikan diri melalui bunyi-bunyi atau suara-suara yang bernada dan berirama. seperti: perasaan hidup. Anak yang memiliki kecerdasan interpersonal cenderung mudah memahami perasaan orang lain. dan warna suara. melodi. Mereka pandai mengorganisasi teman-teman dan pandai mengkomunikasikan keinginannya pada orang lain. Kecerdasan musikal berkaitan dengan kemampuan menangkap bunyibunyi. kemampuan mengorganisasi sekelompok orang menuju ke tujuan suatu tujuan bersama. mereka sering menjadi pemimpin di antara teman-temannya. Kecerdasan ini meliputi kepekaan pada irama. Kecerdasan interpersonal melibatkan kemampuan untuk memahami dan bekerja sama dengan orang lain. membedakan. Kecerdasan Interpersonal 1. menggubah. Hampir semua anak memiliki kecerdasan ini.5. Anak yang cerdas dalam musikal cenderung cepat menghafal lagu-lagu dan bersemangat ketika kepadanya diperkenalkan lagu.

. Kecerdasan Eksistensial 1. Awal masa anak-anak merupakan saat yang menentukan bagi perkembangan intrapersonal. Mereka memiliki keingintahuan yang besar tentang seluk-beluk hewan dan tumbuhan (Armstrong.membedakan ragam emosi. berkaitan pula dengan kecintaan seseorang pada benda-benda alam. 8. pengakuan. menandainya. memiliki tujuan-tujuan tertentu. dorongan. 2. nasib dunia jasmani maupun rohani dan dengan makna pengalaman mendalam seperti cinta atau kesenian. Anak yang memiliki kecerdasan naturalis cenderung menyukai alam terbuka. Kecerdasan eksistensial berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menempatkan diri dalam lingkup kosmos yang terjauh. seperti daun-daunan. Anak dengan kecerdasan intrapersonal yang baik terlihat lebih mandiri. menggunakannya untuk memahami dan membimbing tingkah laku sendiri. penuh percaya diri. dengan makna hidup. Juga berkaitan dengan kemampuan merasakan. dan tokoh panutan cenderung mampu mengembangkan konsep diri yang positif dan mampu membentuk citra diri sejati. Mereka yang memperoleh kasih sayang. memiliki kemauan keras. batu-batuan. Kecerdasan naturalis berkaitan dengan kemahiran dalam mengenali dan mengklasifikasikan flora dan fauna dalam lingkungannya. akrab dengan hewan peliharaan. Kecerdasan Naturalis 1. binatang dan tumbuhan. dan menjadi pemikir yang menyangkut hal-hal yang besar. memimpikan. 2. 9. 2002). Kecerdasan ini ditandai dengan kepekaan terhadap bentukbentuk alam. awan. makna kematian.

2. . Banyak pertanyaan muncul dari mereka mengenai berbagai hal yang mungkin tidak terpikirkan oleh anak lain sebayanya. Anak yang memiliki kelebihan kecerdasan eksistensial cenderung memiliki kesadaran akan hakikat sesuatu.