You are on page 1of 8

SERITASIOLOG1 VOL 4, NO 4, JULIIOO8

MORFOLOGI SEMAIBEBERAPA JENIS PALEM HIAS
Seedling morphology of some ornamental palms

Ning Wikan Utami dan Hartutiningsih M-Siregar
Balitbang Botani, Puslitbang Biologi - LIPI

ABSTRACT
The results of 18 palms species studied showed that there were three species (Livistona chinensis (Jack)
R.Br. ex Mart, Thrinax sp. and Sabal meeacarpg Small) which their cotyledone growth under ground level (group I),
their first leaf did not cleave, these had two types of germination i.e. remote tubular (L. chinensis and Thrinax sp.) and
remote ligular (S. meeacarpa). Thirthteen species (Heterosphate elata Scheff, Archonthophoenic alexandrae Wendl.
& Drude, Areca triandra Roxb., Bentinckia nicobarica (Kurz.) Becc, Chrvsalidocarpus sp., C. lutescens H. Wendl.,
Cvrtostachvs eleeans Burret, C. renda Blume, Drvmoploeus pachvcladus H.E.Moore, Neodypsis decarvi Jumelle,
Oenocarpus panamanus L.H.Bailey, Pthvchosperma eleeans (R.Br.) Blume and Pritchardia pacifica Seem. & H.
Wendl.) produce their cotyledone near ground level (group H), their first leaf cleft into two parts except on the species
O. panamanus cleft into four parts, all of these species had adjacent ligular type of germination. There was large
variability on the germination. The range of first germination was 12105 days after sowing, last germination was in
the range of 78-212 days and the germinationpersentage was 1.3-94.0%.
Katakunci: semai, morfology, palem hias, perkecambahan.

dikenal jenisnya. Oleh

PENDAHULUAN
Jenis-jenis palem merupakan kelompok
tumbuhan yang serba guna antara lain sebagai
tanaman hias, sumber karbohidrat, sumber minyak,
bahan bangunan, bahan anyaman dan bahan
penyegar (Sastrapradja et al. 1978).
Potensi

yang

paling

menonjol

dari

kelompok palem adalah sebagai tanaman hias. Di
Indonesia nama palem sudah sangat populer bagi
masyarakat umum khususnya bagi para penggemar
tanaman hias. Indonesia memiliki banyak jenis palem
yang berpotensi sebagai tanaman hias, tetapi hanya

pengenalan

pelajari dan mengetahui morfologi semai akan
mempermudah

pangenalan

terhadap

jenis-jenis

palem. Pengetahuan tersebut penting terutama pada
saat melakukan eksplorasi dan koservasi tumbuhan
sehingga dapat diperoleh semai/bibit secara cabutan
untuk jenis-jenis yang berpotensi. Hal ini mengingat
bahwa untuk mendapatkan biji palem tidaklah
mudah. Dalam upaya pembudidayaan palem perlu
diketahui sistem perakarannya sehingga dapat dikembangkan jenis-jenis palem yang sesuai dengan
tekstur tanahnya,

beberapa jenis saja yang dikenal misalnya pinang
merah (Cyrtostachys renda Blume), palem kuning

karena itu

tumbuhan secara dini diperlukan. Dengan mem-

Pada kelompok palem beberapa masalah
dalam perkecambahan perlu dipelajari, karena masa

(Chrysalidocarpus lutescens H. Wendl.). Jenis-jenis

berkecambahnya sangat beragam, banyak jenis yang

palem lain yang indah tetapi belum dimanfaatkan

sukar berkecambah dan ada pula yang angka

sebagai tanaman hias antara lain Licuala grandis

kematiannyatinggi. Pengembangan dan pemanfaat-

H.A. Wendl., L. spinosa Thunb., L. valida Becc,

an palem untuk berbagai tujuan dalam rangka

Areca vestiaria Giseke, Areca triandra Roxb. dan

menambah devisa negara diperlukan jenis-jenis yang

masih banyak lagi (Irawati, 1982).

cepat

Hampir semua tumbuhan

mempunyai

berkecambah

sehingga

akan

diperoleh

individu baru yang dapat ditanam dalam waktu relatif

bentuk semai yang berlainan dengan tumbuhan

cepat.

dewasanya. Semai yang dijumpal seringkali sukar

pengenalan jenis-jenis palem secara dini, tumbuh

Guna

memperoleh

informasi

tentang

207

50% dari total biji yang berkecambah dan persentase perkecambahan. Data yang diperoleh diharapkan dapat menunjang dalam upaya pengembangan dan pelestarian jenis-jenis palem di masa mendatang. Bogor (Tabel 1). Morfologi semai Pada biji yang berkecambah. akhir berkecambah. masingmasing jenis diamati tahapan pola perkecambahannya dimulai sejak munculnya tonjolan dari mikrofil biji sampai mekarnya eofil (daun pertama). Nama dan sumber biji dari delapan belas jenis palem yang diamati. Puslitbang Biologi . Bahan penelitian yang digunakan adalah biji dari 18 jenis palem yang diperoleh dari Kebun Raya Bogor dan kawasan Cipayung. Bogor pada bulan Mei 1996 s/d Maret 1997. Perkecambahan Biji palem dicuci bersih kemudian dari setiap jenis diambil 150 biji. biji dicuci dengan larutan dithane M 45% untuk mencegah serangan jamur. Pengamatan perkecambahan meliputi saat awal biji berkecambah.BERITABIOLOGI VOL 4. Sebelum dikecambahkan. Tabel 1. Untuk menjaga kelembaban dilakukan penyiraman pada bak persemaian setiap hari. BAHAN DAN CARA KERJA Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Treub. Nama jenis Sumber biji Kawasan Cipayung Kebun Raya Bogor Kebun Raya Bogor Kawasan Cipayung Kawasan Cipayung Kebun Raya Bogor Kebun Raya Bogor Kebun Raya Bogor Kebun Raya Bogor Kebun Raya Bogor Kebun Raya Bogor Kebun Raya Bogor Kawasan Cipayung Kebun Raya Bogor Kebun Raya Bogor Kebun Raya Bogor Kebun Raya Bogor Kebun Raya Bogor 208 . pertumbuhan dan perkembangan organorgan semai pada setiap tahap dicatat dan digambar. NO 4. dikecambahkan pada bak perkecambahan dengan media pasir bersih masing-masing sebanyak 50 biji dengan 3 ulangan.LIPI. J U L I 9 9 8 cepat dan dapat dikembangkan sesuai agronominya telah dilakukan penelitian morfologi semai dan perkecambahan dari 18 jenis palem hias. Setiap terjadi perubahan.

elata hanya memiliki akar primer yang ditumbuhi bulu-bulu akarsampai membukanya eofil. Pola perkecambahan terdiri dari 5 tahap. NO 4. alexandrae menumbuhkan akar relatif serentak sehingga antara akar primer dan akar samping sukar dibedakan. tumbuh ke arah bumi menjadi tangkai kotil Muncul tonjolan berwarna putih dan mikrofil biji. Hasil pengamatan perkecambahan secara lengkap disajikan pada Tabel 3. panamanus). terbelah dua. tangkai daun belum tampak jelas 209 . elata hanya akar primer saja Dari seludang daun pertama muncul kuncup dan berkembang menjadi seludang daun ke dua. chinensis (Gambar 1a) dan C. JULI1998 HASIL Morfologi semai Tiga jenis palem (Livistona chinensis. Thrinax sp. Drymoploeus pachycladus. Tabel 2. sistem perakaran bervariasi. berkisar antara 56-215 hari setelah tanam (hst). A. C. Perkecambahan Awal berkecambah: 12 . Oenocarpus panamanus. akar primer dan akar samping pada L. Bentinckia nieobarica. Chrysalidocarpus sp. tangkai daun tampak jelas Eofil mekar. Dua jenis (Heterospathe braziliensis dan Licuala spinosa) belum/tidak berkecambah. Sistem perakaran dari kedua kelompok tidak menunjukkan adanya spesifikasi. L. Pthychosperma elegans dan Pritcardiapacifica).chinensis.eeRITAfilOLOGI VOL 4. kecuali 0. dan Sabal megacarpa) menumbuhkan lembaganya di bawah permukaan tanah (hipogeal). pachycladus. renda. 50% (1/2 total) berkecambah : 37 -172 hst. Sedangkan Thrinax sp (Gambar 1 b). lutescens. akar primer saja pada Thrinax sp.394%.105 hst. Tahap Kelompok hipogeal Kelompok epigeal I Muncul tonjolan berwarna putih dari mikrofil biji. Tiga belas jenis palem (Archontophoenix alexandrae. daya berkecambah: 1. tumbuh ke atas memmbentuk lidah daun Dari lidah daun muncul seludang daun Tumbuh akar primer dan akar samping kecuali pada H. Neodypsis decaryi. mekar/membukanya eofil: tidak terbelah. Pada jenis lain umumnya akar primer lebih dominan dari pada akar samping (C. terbelah dua dan terbelah empat. elegans dan O. menumbuhkan lembaganya di atas atau lebih dekat dengan permukaan tanah (epigeal). D. lutescens (Gambar 2b) memiliki akar primer dan akar samping. Chrysalidocarpus lutescens.megacarpa (tumbuh lidah daun) Dari seludang daun muncul kuncup dan berkembang menjadi eofil Dari seludang daun muncul kuncup dan berkembang menjadi eofil Eofil mekar. dan S. Tahapan pola perkecambahan 18 jenis palem hias. P. megacarpa (Gambar 1 c) dan H. S. Hasil pengamatan tahapan pola perkecambahan secara rinci disajikan pada Tabel 2 dan perkembangan morfologi semai jenis-jenisyang mewakili kedua kelompok (hipogeal dan epigeal) dapat dilihat pada Gambar 1 dan Gambar 2. Cyrtostachys elegans. chinensis dan Thrinax sp) Tumbuh calon akar Dari seludang kotil muncul seludang daun. panamanus terbelah empat.212 hst. Areca triandra. terdapat tangkai kotil dan seludang kotil. tetapi terdapat variasi pertumbuhan akar di antara jenis. Tumbuh bulu-bulu akar yang halus II III IV V Tangkai kotil membengkak dan akan berkembang menjadi seludang kotil (pada L.. akhir berkecambah: 78 . Heterospathe elata. tidak terbelah.

1973.0 Coryphoidae dari kelompok Palmae.3 18.0 12. Heterospathe brasiliensis 10. 24 minggu) dan D. chinensis.0 5. 1990) menunjukkan hasil yang sama yaitu termasuk dalam kelompok hipogeal. Hasil pengamatan tersebut didukung oleh Mogea (1979) bahwa kelompok Palmae dari anak suku Borassoidae. pasifica (79. triandra (94%. H. NO A.3 1.elata 11. Sedangkan 13 jenis seperti yang telah disebutkan pada hasil menunjukkan kelompok epigeal yang menumbuhkan lembaganya di atas/lebih dekat permukaan tanah. remote tubular dan adjacent ligular" (Tomlinson.0 51. renda (54%.6 Awal <tist) 29 Akhir 2. Oenocarpus panamanus 37 90 37 15.0 48. JULI1998 Tabel 3. Neodypsis decaryi 22 78 14. Coryphoidae dan Phoenicoidae termasuk dalam kelompok yang menumbuhkan lembaganya di bawah permukaan tanah (hipogeal). Uhl dan Dransfield (1987) menyatakan bahwa ketiga jenis palem tersebut termasuk dalam anak suku 210 46.0 16.0 54. S. Trinax sp. Nama jenis Perkecambahan 1/2 total (1st) (hat) 37 97 Daya kecambah % 82.0 36. 9 minggu). Moore dan Uhl. Areca triandra 3. hasil pengamatan pada tiga jenis palem (L. megacarpa dan Thrinax sp. Dari 16 jenis palem yang berkecambah nampak bahwa 13 jenis yang termasuk dalam kelompok epigeal menunjukkan tipe perkecambahan "adjacent ligular" yaitu tipe .8%.6 70. Livistona chinensis 13. Chrysalidocarpus sp 37 97 69 28. C.1992). (Wawo. lutescens 6.SERITAfilOLOGI VOL 4. alexandrae merupakan jenis yang paling cepat berkecambah (50 % berkecambah dalam waktu 5 minggu) dan daya kecambahnya tinggi (82. Jenis-jenis yang mempunyai persentase perkecambahan cukup tinggi (>50%) tetapi memerlukan waktu berkecambah yang relatif lama antara lain A. renda 8. Perkecambahan 18 jenis palem hias. 16 minggu). Terdapat 2 jenis yang belum/tidak tumbuh sampai akhir pengamatan (10 bulan) yaitu Heterospathe braziliensis dan Licuala spinosa. Drymophloeus pachiclades 9. 1961. Sabal megacarpa 37 169 37 79. Pritchardia pacifica 37 90 150 64 17. 1987). Dari beberapa penelitian terdahulu pada perkecambahan Caryota no (Utami dan Rachman. Cyrtostachys elegans 51 120 90 51.0 73. juga Corypha umbraculifera L. 10 minggu). Ptychosperma elegans 58 150 16.3 60. Uhl dan Dransfield. Pada dasarnya terdapat tiga variasi dalam perkecambahan kelompok palem yaitu "remote ligular. Licuala spinosa 97 205 151 105 212 171 37 97 74 74 - - 200 98 12 90 48 43 94. Archontophoenix alexandrae 7. C. rendapaciclades (60%.0 Dari Tabel 3 dapat dilihat bahwa A. P. 58 180 67 22. Caryotoidae.6%). C. decaryi (6 minggu. daya kecambah 70%).) termasuk dalam kelompok hipogeal yang menumbuhkan lembaganya di bawah permukaan tanah. PEMBAHASAN Berdasarkan atas cara pertumbuhan lembaganya. diikuti dengan N.8 1. Bentinckia nicobarica 89 205 116 58 200 172 4.

megacarpa menunjukkan bahwa dari dasar an) dan faktor dari biji sendiri yang meliputi tingkat pembengkakan tangkai kotil muncul lidah daun. Selain faktor-faktortersebut ada kemungkinan lain yaitu biji yang digunakan Berdasarkan pengamatan letak eofil pada merupakan hibrid dan bukan biji asli yang dimaksud. antara 238-321 hst (hari setelah tanam) dengan daya bedanya pada kelompok epigeal tidak dijumpai berkecambah relatif rendah (9. Hasil pengamatan padaL. Thomlinson (1960) menyatakan bahwa beberapa Perkecambahan pada 18 jenis palem marga (Washingtonia. JULI I Q O 8 perkecambahan di mana tunas yang baru tumbuh hipogeal eofil mekar tidak terbelah (utuh).suhu dan kelembaban. Gambar 2a.dan S.1-40%). Wagner (1982) melaporkan pada bahwa awal berkecambah pada L. termasuk kelompok yang mempunyai tangkai kotil baik pada waktu/lamanya berkecambah maupun memanjang ke arah bawah dan seludang kotilnya persentase perkecambahan. tumbuh/ditanam tanpa pengawasan penyerbukan- ini bisa terjadi karena tanaman yang Namun demikian ditinjau dari pertumbuhan akarnya nya lebih-lebih dari jenis liar. renda membuka paling lama dan 1b). Sedangkan 3 jenis dalam Ea) kecuali 1 jenis terbelah empat yaitu Oenocarpus kelompok per- panamanus (Gambar 2b.dan S. baik dalam satu marga bahkan dalam upihnya terlihat jelas dan ada yang sukar dibedakan jenis yang samapun nampak perbedaan yang dengan seludang kotilnya. Saat membukanya kecambahan yaitu 2 jenis (L. alexandrae. Hal ini tangkai seludang kotil. E). menyolok (Wagner. primer dan akar samping yang mulai tumbuh pada 1982). megacarpa ketiga- Hal nya menumbuhkan eofil pada seludang daun ke 2. Thrinax sp. kemasakan biji. pencahaya- pada S. diwakili oleh C. Terdapat 3 jenis hipogeal menunjukkan 2 tipe perkecambahan di manatanaman muda berhubung- yang membukanya daun pertama pada 56 hst yaitu an dengan biji melalui tangkai kotil berbentuktabung A. sedangkan C. L. 1976). Dan satu jenis lainnya (S. Eb). spinosa berkisar dasarnya hampir sama dengan kelompok hipogeal. Sedangkan hasil pengamatan yang digunakan. bedanya pada tipe ini dijumpai menunjukkan adanya variasi diantara jenis. NO 4. megacarpa hanya tumbuh satu spinosa yang belum/tidak berkecambah sampai akar dan bekembang menjadi akar tunggal sampai akhir pengamatan (10 bulan) kemungkinan disebab- tahap membukanya eofil (Gambar 1b dan 1c. Livistona. Dua tipe perkecambahan agronomi sistem percabangan akar ini perlu di- yang disebut terakhir yaitu 'remote tubular' dan ketahui guna pengembangan jenis-jenis palem pada 'remote ligular1 dicirikan adanya tangkai kotil. Neodypsis decaryi dan Pritcardia yang panjang. sumber/asal biji dan sifat dormansi tidak terdapat seludang kotil. megacarpa) (yaitu 215 hst) memiliki tipe "remote ligular" hampir sama dengan Pengamatan terhadap sistem perakaran tipe remote tubular. elata dan L. Sabal dan Jubea) memperlihatkan adanya variasi yang cukup tinggi. lahan yang sesuai.BCRITASIGLOGI V O L 4. C). Keragaman perkecambah- chinensis memperlihatkan bahwa jenis ini termasuk an palem yang tinggi ini disebabkan oleh banyak yang upih daunnya tidak jelas dan sukar dibedakan faktor antara lain kondisi perkecambahan (media dengan seludang kotil. kemungkinan untuk terdapat perbedaan. lutescens (Gambar 2 a) terbelah dua (diwakili oleh C. tahap ke tiga (Gambar 1a. semua berdekatan dengan biji dan dikurung oleh satu lidah jenis yang termasuk kelompok epigeal eofil mekar daun (ligula).) mencerminkan tipe 'remote tubular1 yaitu tipe 56-215 hari setelah tanam (hst). 1982). Dari Tabel 2 nampak bahwa tahapan pola perkecambahan pada kelompok epigeal kan ke 2 jenis palem tersebut mempunyai masa dormansi yang lama. bijinya (Copeland. lutescens. termasuk sukar berkecambah yang disebabkan Ditinjau dari morfologi eofil setelah mekar banyak faktor antara lain kekerasan dan impermea- nampak bahwa 3 jenis yang termasuk kelompok 211 . chinensis. Secara lidah daun (Gambar 1c). elata (Gambar 2b). tidak terdapat lidah daun (Gambar 1a pacifica. Thrinax sp. chinensis memiliki akar mendapatkan biji hibrid sangat tinggi (Wagner. Seludang kotil letaknya rapat menunjukkan bahwa pada dasarnya jenis tersebut dengan akar dan langsung membentuk lidah daun. Juga dikatakan bahwa pada penelitian perkecambahan beberapa jenis palem dari jenis-jenis Livistona dijumpai adanya upih daun peneliti terdahulu juga menunjukkan keragaman dengan ukuran yang bervariasi sehingga ada yang yang tinggi. pada I. dan H. Seperti halnya pada tumbuh ke atas. chinensis dan Thrinax daun pertama cukup bervariasi yaitu berkisar antara sp. Sedangkan pada Dua jenis palem yaitu H.

1979. C. Moore HE & Uhl NW. Essay on the morphology of palms. daun pertamanya mekar tidak terbelah (utuh). pasifica (79.24 minggu). Palem Indonesia.10 minggu) dan C.11: Palmae. dan H. 1990. Drymoploeus pachycladus. Proyek Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Hayati Puslitbang Biologi. Usaha meningkatkan pendayagunaan plasma nutfah tanaman hias. Minneapolis. Morfologi Perbandingan Perkecambahan Jenis-jenis Palmae. Rev. Erlin Rachman atas segalasaran dan bimbingannya dalam penulisan makalah ini. NO 4. 1988. KESIMPULAN Berdasarkan cara pertumbuhan lembaganya. Kelompok kedua adalah epigeal terdiri dari 13 jenis (Heterosphate elata. Jenis-jenis tersebut perkecambahannya harus dirangsang dengan memberi perlakuan pada biji (Copeland. 32. rendra (54%. Bogor. 115-119 Mogea JP. Uhl NW and Dransfield J. Some observation on Seed Germination. decaryi (6 minggu. 70%). Pada penelitian ini H. 120 him. JULI1OO8 bilitas kulit bijinya. DAFTAR PUSTAKA Clancy KE and Sullivan MJ. braziliensis diduga karena kulit bijinya yang tebal dan sangat keras sehinggasukar untuk menyerap air yang diperlukan dalam proses perkecambahan. P. Mogea . 86-101 Wawo AH. 16 minggu). Germination and the seedling. 1982. Genera Palmarum. 1988). Dr. sibuyansis. paciclades ( 60%. Anatomy of the Monocotyledones. Vol. 1961. Pthychosperma elegans dan Pritcardia pacifica) daun pertamanya mekar terbelah dua kecuali Oenocarpus panamanus terbelah empat. Principes 4. Oenocarpus panamanus. Oxford 453 p. 56-61 Tomlinson PB. Hadi Sutarno dan Drs.VOL 4. Neodypsis decaryi. dicirikan adanya tangkai kotil. triandra (94%. Bandung.48. Principes. chinensis dan Thrinax sp. Namun demikian terdapat variasi pertumbuhan akar di antara jenis. Terdapat variasi yang cukup tinggi pada perkecambahan. Clarendron Press. Mogea JP. alexandrae (5 minggu. D.8%. Lawrence. Minnesota. elata juga memiliki daya berkecambah rendah yaitu 48%.Quart. renda. and Polyembriony in the Needle Palm Rhapidophyllum hystrik. Pada biji palem Rapidophyllum hystrix perkecambahannya dapat dipercepat 10 kali lebih dengan perlakuan skarifikasi dan mulai berkecambah pada 42 hst sedangkan biji yang tidak diperlakukan baru berkecambah 435 hst (Clancy and Sullivan. 1982. 610 p.6%) dan N. 9 minggu). Jenis-jenis lain yang 212 mempunyai daya kecambah cukup tinggi (>50%) tetapi waktu berkecambahnya relatif lamaantara lain A. megacarpa). 369 p. 1978. 18-25. The monocotyledons: their evolutions and comparative biology.P. Allen Prerss. Archontophoenic alexandrae. 10-12 Juli 1979. memiliki dua tipe perkecambahan yaitu 'remote tubular1 (L. Pola Perkecambahan Dan Daya Hidup Biji Corypha umbraculifera L Buletin Kebun Raya Indonesia 7(1): 8-12 . Makalah disampaikan dalam Kongres Biologi TV. Perkecambahan Palem Caryota no Prosiding Seminar Hasil Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Hayati 1991/ 1992.) dan tipe 'remote ligular' (S. 1960. 414-436 Sastrapradja S. the Seedling. LBN-LIPI. 3 jenis memiliki daya berkecambah yang relatif rendah (3. Areca triandra. Cyrtostachys elegans. Principles of Seed Science nd Technology. h:36-42 Wagner RI. Jenis yang cepat berkecambah dengan persentase perkecambahan cukup tinggi yaitu A. woodfordiana. Raising Ornamental Plants. J. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan banyakterima kasih kepada Dr. 1976. 1973. Juga pada//. Irawati. Principes 26. Utami NW dan Rachman E. Tomlinson PB. Burgress Publishing Company. Kansas. 1982). dari 18 jenis palem yang dikecambahkan menunjukkan 2 kelompok yaitu kelompok hipogeal terdiri dari 3 jenis (Thrinax sp Sabal megacarpa dan Livistona chinensis).. Palms and the origin and evolution of monocotyledons.8-30.8%) hanya 1 jenis yang perkecambahannya > 50% (Wagner. Chrysalidocarpus lutescens. Sistem perakaran dapat sebagai pertimbangan guna pengembangan jenis-jenis palem pada lahan yang sesuai dengan teksturtanahnya. Copeland LO. 1976). memiliki tipe perkecambahan "adjacent ligular". 82. Biol. Sangat HM dan Afriastini JJ. 1987. Bentinckia nicobarica. LIPI. Hasil penelitian terdahulu pada 6 jenis marga Heterospathe terdapat 2 jenis yang tidak berkecambah (H. 1992. Tidak ada spesifikasi perakaran di antara kedua kelompok. Buletin Kebun Raya Indonesia5. Chrysalidocarpus sp.

6. JULI IOO8 Keterangan Gambar 1a. Tangki kotil Pembengkaan tangakai kotil Seludang kotil Lidah daun Akar primer Gambar 1 a Gambar 1 c 5. 7. 2. 3b. 8. Akar samping Seludang daun Eofil Eofil terbuka Tangkai daun . 3a. NO 4. Pola perkecambahan Sabal megacarpa 1. 9. Pola perkecambahan Livistona chinensis Gambar 1b. Gambar 1c. Pola perkecambahan TTirinax sp. 4.fi£RITASIOLOGI VOL 4.

Seludang daun kedua 6. Eofil terbelah empat (pada O. Gambar 2 b 214 .SERITAeiOLOGI VOL 4. JULIIOO8 Keterangan Gambar 2a. Akar primer 4. Seludang daun pertama 3. panamanus) rr. Eofil terbelah dua Eb. Akarsamping 5. NO 4. Pola perkecambahan Chrysalidocarpus lutescens Gambar 2b. Eofil terbuka Ea. Lidah daun 2. Pola perkecambahan Heterospathe elata 1. Eofil 7.