POSISI IMAM DAN MAKMUM

DALAM SHALAT BERJAMAAH
Satu Laki-Laki
Dan Satu Wanita
Tiga Orang Laki-Laki
Atau Lebih
Tiga Orang Wanita
Atau Lebih
Beberapa Laki-Laki
Dan Wanita
Bila Ada Anak-Anak
Nabi berdiri shalat maghrib, lalu aku
datang dan berdiri di samping kirinya. Maka
beliau menarik diriku dan dijadikan di
samping kanannya. Tiba-tiba sahabatku
datang (untuk shalat), lalu kami berbaris
di belakang beliau, dan shalat bersama
Rasulullah .” (HR Ahmad)
j
j
j
“Bahwa bel i au shal at di bel akang
Rasulullah bersama seorang yatim se-
dangkan Ummu Sulaim berada di bela-
kang mereka.” (HR Bukhari dan Muslim)
j
“Bahwa Aisyah shalat menjadi imam
bagi kaum wanita dan beliau berdiri di
tengah shaff.” (HR Baihaqi, Hakim,
Daruquthni dan Ibnu abi Syaibah)
Hadits Abu Hurairah 
“Sebaik-baik shaf laki-laki adalah yang
paling pertama, dan seburuk-buruknya
adalah yang terakhir. Dan sebaik-baik
wanita adalah yang paling terakhir, dan
seburuk-buruknya adalah yang paling
pertama.” (HR Muslim)
Hadits Abu Malik Al-Asy’ari 
“Bahwa Nabi menjadikan (shaf) laki-
laki di depan anak-anak, anak-anak di
belakang mereka sedangkan kaum wanita
di belakang anak-anak.” (HR Ahmad)
j
“... dan menempatkan aku di sebelah
kanannya.” (HR Bukhari)
Dua Orang Wanita
Sumber: Majalah Ar-Risalah
“Sedangkan Ummu Sulaim berada di
belakang mereka.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dua Laki-Laki Dan
Satu Wanita Atau Lebih
*
**
2
3 4
5
6
7
8
Dua Orang Laki-Laki
“Aku shalat bersama Nabi di suatu
malam, aku berdiri di samping kirinya,
lalu Nabi memegang bagian belakang
kepalaku dan menempatkan aku di
sebelah kanannya.” (HR Bukhari)
j
1
Hadits Ibnu Abbas 
Hadits Anas 
Hadits Aisyah RA
Keumuman Hadits Ibnu Abbas 
Perpaduan antara hadits Ibnu Abbas 
Dan hadits Anas bin Malik 
“... dan menempatkan aku di sebelah
kanannya.”
Ket: Imam Makmum








Hadits Jabir 





Ket: *
**
Pengisian shaf dari depan
Pengisian shaf dari belakang







MERAPATKAN BARISAN
Hadits Nu’man bin Basyir 
“... Dan Aku melihat semua laki-laki yang shalat saling mendekatkan
antara pundak dengan pundak lainnya dan mata kaki dengan mata
kaki lainnya.” (HR Bukhari)