You are on page 1of 2

NAMA

: BUDIONO

NIM

: 022530824

UPBJJ

: JEMBER
DISKUSI 5

1. Jelaskan pengertian modal statutair, modal ditempatkan, dan modal disetor.
Jawaban:
Modal perseroan, disebut juga modal saham atau modal sero adalah jumlah modal yang
disebut dalam akta pendirian dan merupakan suatu jumlah maksimum, sejauh perseroan dapat
mengeluarkan sertifikat saham. Dalam neraca, modal perseroan ini disebut juga modal statutair,
mempunyai jumlah tetap, dan jumlahnya terbagi-bagi atas saham-saham. Masyarakat yang ingin
memiliki perseroan ini dapat melakukannya dengan cara membeli saham-saham (sertifikat
saham) ini.
Modal perseroan menurut kebiasaan tidak ditempatkan seluruhnya sekaligus, tetapi ada
sebagian yang ditempatkan dan ada sebagian yang masih disimpan dalam portepel (portofolio).
Saham portofolio ini baru akan dikeluarkan lagi bila perseroan membutuhkan tambahan modal.
Menurut undang-undang Perseroan paling sedikit seperlima dari modal perseroan harus
ditempatkan. Selanjutnya harus ditentukan kapan modal saham yang ada dalam portofolio harus
ditempatkan.
Modal yang ditempatkan terdiri atas modal yang telah disetor (dibayar oleh pemegam
saham) dan modal yang belum disetor. Modal setoran (modal yang telah disetor) adalah modal
perseroan yang telah diwujudkan dalam bentuk aktiva. Menurut undang-undang dinyatakan
bahwa agar perseroan mendapatkan pengesahan dari pihak yang berwenang, maka paling sedikit
sepersepuluh dari modal yang ditempatkan harus sudah disetorkan. Modal bayar inilah yang
mempunyai hak dalam pembagian keuntungan.

2. Pada 1 April 2011 PT. Going On (emiten) menerima pesanan 2.000 lembar saham biasa
nominal Rp10.000, dengan kurs 105. Pada 1 Mei 2011 diterima 75% dari keseluruhan
pembayaran, dan akhirnya pada 12 Juni 2011 diterima seluruh pelunasan piutang
pesanan saham. Silakan membuat jurnal PT Going On atas tiga transaksi tersebut.
Jawaban:
2011
April 1

Perhitungan:

Mei 1
Perhitungan:
Juni 12

Perhitungan:

Kas
Modal Saham Biasa
Agrio Saham Biasa

Rp21.000.000,00
Rp20.000.000,00
Rp1.000.000,00

2.000 lembarx Rp10.000 x 113% =
Nominal: 20.000 x Rp10.000
=
Agio Saham Biasa

Rp21.000.000,00
Rp20.000.000,00
Rp1.000.000,00

Kas
Piutang Pesanan Saham

Rp15.750.000,00
Rp15.750.000,00

75% dari Rp21.000.000,00

=

Rp15.750.000,00

Kas
Modal Saham Biasa Didepan
Modal Saham Biasa
Piutang Pesanan Saham

Rp5.250.000,00
Rp20.000.000,00
Rp20.000.000,00
Rp5.250.000,00

Kas Awal – Piutang Pesanan Saham

Rp21.000.000,00 - Rp15.750.000,00 =
Rp5.250.000,00