You are on page 1of 15

Selasa, 26 Maret 2013

GANGGUAN ORIENTASI REALITA
MAKALAH
GANGGUAN ORIENTASI REALITA
(WAHAM)

DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK VI, IKP REG. IV A
1. AKILA KAMLASI
2.

FREDERIKUS BAU

3.

MARIA E. TUAMES
4.

MARIA F. SOI

5.

REMIGIUS R. SIKI

6.

ROMY B.C. WILLA

7. VALERIA SERAN

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih memiliki banyak kekurangan. 14 Maret 2013 Penyusun Kelompok VI . Kediri. Oleh karena itu. kritik serta saran yang membangun selalu kami tunggu guna kesempurnaan makalah selanjutnya. Penyusun mendapat beberapa literatur yang berhubungan dengan pokok pemasalahan dalam model konsep keperawatan komunitas ini. Makalah ini disusun sebagai tugas untuk memenuhi mata kuliah Sistem Neurobehaviour.SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SURYA MITRA HUSADA KEDIRI 2013 i KATA PENGANTAR Puji syukur ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesehatan serta kelancaran dalam terselesaikannya tugas ini dengan tepat waktu dan sesuai dengan judul “GANGGUAN ORIENTASI REALITA (WAHAM).

..................................................................... Pengkajian .................. 11 DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................................................................................................................................................................................................................................4 Karakteristik ............................. Kesimpulan ...... 2 2..........................................................6 Akibat dari WAHAM .................................................................8 Mekanisme Koping ........................................................................................ 4 2................................................. 6 2............................................................................................................................... 1 BAB II PEMBAHASAN 2............... 9 B.......................................................... Latar Belakang ........................................... Masalah Keperawatan ....................... 10 BAB III PENUTUP A......... Tujuan Penulisan ............................ iii BAB I A......................................................................................................................................... 12 ......................................5 Manifestasi Klinis ......................................................................................................................... 2 2............................ Saran .................. ii DAFTAR ISI ..................................................... 11 B........... 1 B......................................................... 6 2.2 Tinjauan Teori .................................................................................................................................. i KATA PENGANTAR............................................. 8 2..................... 8 2.................................................................................... 8 PROSES KEPERAWATAN A......................................................................ii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .....................3 Etiologi .........................................................................................................7 Gangguan Komunikasi Verbal ...............................1 Masalah Utama ..

dan ditandal oleh delusi yang cukup rinci dan logis. B. keadaan atau hal yang diyakini itu bukan merupakan bagian sosiokultural setempat . Mengetahui factor penyebab gangguan orientasi realita 3. Mengetahui akibat dari gangguan orientasi realita 5. diyakini kebenarannya oleh penderita. kompleks. Latar Belakang Dalam ilmu kedokteran jiwa. 2. Waham atau delusi merupakan keyakinan palsu yang timbul tanpa stimulus luar yang cukup dan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : tidak realistik. Mengetahui rentang respon dari klien dengan gangguan orientasi realita 6. Mengetahui macam-macam gangguan orientasi realita 4. Terjadi perlahan-lahan. tidak dapat dikoreksi. Mengetahui pengertian gangguan orientasi realita.iii BAB I PENDAHULUAN A. dikatakan bahwa waham sering dijumpai pada penderita gangguan mental yang merupakan salah satu dari gejala gangguan isi pikir. Tujuan Penulisan 1. berlangsung lebih singkat dari pada paranoia. dihayati oleh penderita sebagai hal yang nyata. alkoholisme. Tidak terdapat halusinasi status paranoid : delusi bersifat kurang logis dan kurang sistematik (seperti pada paranoia) tetapi masih tidak aneh (bizarre) atau terputus-putus (seperti pada skizofrenia paranoid). penderita hidup dalam wahamnya itu. Mengetahui epidemiologi dari pasien gangguan orientasi realita . egosentris. pengasingan diri. Biasanya terlihat pada penderita yang memiliki kemampuan superior atau unik. menetap. kepribadian dasar utuh dan dipertahankan walau keadaan tersebut berkepanjangan. disertai dengan ketidakmampuan seperti tuli. Penderita menggunakan penyangkalan dan proyeksi sebagai mekanisme mental yang penting dalam pembentukan keadaan. penyalah gunaan amphetamine. tidak logis.

sehingga tampak perilaku yang sukar dimengerti dan mungkin menakutkan.  Waham adalah keyakinan seseorang yang berdasarkan penilaian realitas yang salah. fungsi emosi. fungsi motorik dan fungsi sosial. selalu dikemukakan berulang-ulang dan berlebihan biarpun telah dibuktikan kemustahilannya atau kesalahannya atau tidak benar secara umum. tidak cocok dengan intelegensia dan latar belakang budaya. 2005). pertengkaran orang tua dan aniaya. motorik dan sosial mengakibatkan kemampuan berespons terganggu yang tampak dari perilaku non verbal (ekspresi muka.1999). .  Waham adalah keyakinan tentang suatu pikiran yang kokoh. Gangguan pada fungsi kognitif dan persepsi mengakibatkan kemampuan menilai dan menilik terganggu. tidak sesuai dengan kenyataan.BAB II PEMBAHASAN 2. gerakan tubuh) dan perilaku verbal (penampilan hubungan sosial). (Budi Anna Keliat. Klien tidak dapat membedakan rangsangan internal dan eksternal. tidak ada kasih sayang.1 Masalah Utama Gangguan orientasi realita : Waham 2. Gangguan orientasi realitas adalah ketidakmampuan klien menilai dan berespons pada realitas. Oleh karena gangguan orientasi realitas terkait dengan fungsi otak maka gangguan atau respons yang timbul disebut pula respons neurobiologik.2 Tinjauan Teori a) Definisi Waham merupakan salah satu gangguan orientasi realitas. kekerasan. tidak dapat membedakan lamunan dan kenyataan. (Tim Keperawatan PSIK FK UNSRI. fungsi persepsi. Gangguan orientasi realitas disebabkan oleh fungsi otak yang terganggu yaitu fungsi kognitif dan isi fikir. Gangguan fungsi emosi. Keyakinan klien tidak konsisten dengan tingkat intelektual dan latar belakang budaya klien. Klien tidak mampu memberi respons secara akurat. kuat. Waham dipengaruhi oleh faktor pertumbuhan dan perkembangan seperti adanya penolakan.

W. (Menurut Gail W.  Waham Agama Keyakinan klien terhadap suatu agama secara berlebihan dan diucapkan secara berulangulang tetapi tidak sesuai dengan kenyataan. misalnya kecelakaan keluarga. umpamanya bahwa ususnya sudah busuk. dapat membaca pikiran orang lain. karena pikirannya yang tidak baik. (Maramis. biarpun dibuktikan kemustahilannya.  Waham Somatik Keyakinan tentang (sebagian) tubuhnya yang tidak mungkin benar. yang tidak dapat diampuni atau bahwa ia bertanggung jawab atas suatu kejadian yang tidak baik. Waham adalah keyakinan keliru yang sangat kuat yang tidak dapat dikurangi dengan menggunakan logika. 1998). otaknya sudah cair.Waham adalah Keyakinan tentang suatu isi pikiran yang tidak sesuai dengan kenyataan atau tidak sesuai dengan intelegensi dan latar belakang kebudayaan. kepandaian atau kekayaan yang luar biasa. umpamanya ia adalah Ratu Kecantikan.1995)  Waham adalah keyakinan yang salah dan menetap dan tidak dapat dibuktikan dalam kenyataan. b) Klasifikasi  Waham Kejar Klien mempunyai keyakinan ada orang atau komplotan yang sedang mengganggunya atau mengatakan bahwa ia sedang ditipu.  Waham Kebesaran Klien meyakini bahwa ia mempunyai kekuatan. . (Ann Isaac.F. pendidikan. mempunyai puluhan rumah atau mobil. dimata-matai atau kejelekannya sedang dibicarakan.  Waham adalah keyakinan yang salah dan kuat dipertahankan walaupun tidak diyakini oleh orang lain dan bertentangan dengan realitas sosial.  Waham Dosa Keyakinan bahwa ia telah berbuat dosa atau kesalahan yang besar. 2004  Waham adalah keyakinan tentang suatu isi pikiran yang tidak sesuai dengan kenyataannya atau tidak cocok dengan intelegensia dan latar belakang kebudayaannya. Stuart)  Jadi . ada seekor kuda didalam perutnya. (Harold I.

diancam. perasaan atau tingkah lakunya dikendalikan oleh kekuatan dari luar.  Waham Cemburu. Penderita percaya bahwa pikirannya.  Waham Nihilistik Klien yakin bahwa dirinya sudah tidak ada di dunia atau meninggal yang dinyatakan secara berulang-ulang dan tidak sesuai dengan kenyataan.  Delusion of reference Pikiran yang salah bahwa tingkah laku seseorang ada hubunganya dengan dirinya. . Cemburu disini adalah cemburu yang bersifat patologis (berlebih)  Waham Diancam. Penderita percaya bahwa di dalam dirinya ada benda yang harus dikeluarkan sebab dapat membahayakan dirinya.  Waham Curiga Klien mempunyai keyakinan bahwa ada seseorang atau kelompok yang berusaha merugikan atau mencederai dirinya yang disampaikan secara berulang-ulang dan tidak sesuai dengan kenyataan. emosi atau perbuatannya diawasi atau dipengaruhi oleh orang lain atau suatu kekuatan yang aneh.  Waham Bersalah. Percaya bahwa dirinya adalah orang yang bersalah  Waham Tak Berguna. diganggu atau ada sekelompok orang yang memenuhinya. Kepercayaan atau keyakinan bahwa dirinya selalu diikuti.  Waham kendali pikir (thought of being controlled). Waham Pengaruh Yakin bahwa pikirannya.  Waham Hipokondri. Percaya bahwa dirinya tak berguna lagi sehingga sering berpikir lebih baik mati (bunuh diri)  Waham Miskin.

 Individu memberikan pembenarn atau interpretasi personal tentang realita pada diri sendiri atau orang lain.  Individu memproyeksikan pikiran. cemas dan merasa sesuatu yang tidak menyenangkan. perasaan dan keinginan negative atau tidak dapat diterima menjadi bagian eksternal. 2. temporal dan limbik  Gangguan tumbuh kembang  Kembar monozigot. frontal dan temporal  Lesi pada korteks frontal.  Individu mengingkari ancaman dari persepsi diri atau objek realitas yang menyalahartikan kesan terhadap kejadian.Percaya bahwa dirinya adalah orang yang miskin.3 Etiologi Proses terjadinya Waham:  Individu diancam oleh lingkungan. dingin. tidak sensitif  Hubungan dengan ayah tidak dekat/perhatian yang berlebihan  Konflik perkawinan  Komunikasi “double bind”  Sosial budaya  Kemiskinan  Ketidakharmonisan sosial  Stress yang menumpuk . lebih beresiko dari kembar dua telur  Faktor Genetik  Gangguan orientasi realita yang ditemukan pada klien dengan skizoprenia  Faktor Psikologis  Ibu pengasuh yang cemas/over protektif. a) Faktor Predisposisi  Faktor Biologis  Gangguan perkembangan otak.

ayah tidak peduli. inorefinefrin. serotonin dan glutamat. kecurigaan. Neurobiologis  Adanya gangguan pada korteks pre frontal dan korteks limbic  Neurotransmitter  Abnormalitas pada dopamine. 2003  Klien mengungkapkan sesuatu yang diyakininya (tentang agama.5 Manifestasi Klinis a) Azis R dkk. .  Virus paparan virus influensa pada trimester III  Psikologis  Ibu pencemas. 2. keadaan dirinya berulang kali secara berlebihan tetapi tidak sesuai kenyataan. terlalu melindungi. zat halusinogen diduga berkaitan dengan orientasi realita  Faktor psikologis  Intensitas kecemasan yang ekstrim dan menunjang disertai terbatasnya kemampuan mengatasi masalah memungkinkan berkurangnya orientasi realiata. b) Faktor Presipitasi  Stressor sosial budaya  Stres dan kecemasan akan meningkat bila terjadi penurunan stabilitas keluarga. perpisahan dengan orang yang paling penting.4 Karakteristik  Klien percaya bahwa keyakinannya benar  Bersifat egosentris  Tidak sesuai dengan rasio atau logika  Klien hidup menurut wahamnya 2.  Faktor biokimia  Penelitian tentang pengaruh dopamine. lindolomin. kebesaran. atau diasingkan dari kelompok.

 Klien tampak tidak mempunyai orang lain. 1999  Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan tindakan terhadap penyakit (rambut botak karena terapi)  Rasa bersalah terhadap diri sendiri (mengkritik/menyalahkan diri sendiri)  Gangguan hubungan sosial (menarik diri)  Percaya diri kurang (sukar mengambil keputusan)  Mencederai diri (akibat dari harga diri yang rendah disertai harapan yang suram. mungkin klien akan mengakiri kehidupannya. lingkungan)  Takut. sangat waspada  Tidak tepat menilai lingkungan/ realitas  Ekspresi wajah tegang  Mudah tersinggung b) Budi Anna Keliat. orang lain. Tanda dan gejala secara umum :  Kognitif :  Tidak mampu membedakan nyata dengan tidak nyata  Individu sangat percaya pada keyakinannya  Sulit berfikir realita  Tidak mampu mengambil keputusan  Afektif  Situasi tidak sesuai dengan kenyataan  Afek tumpul  Perilaku dan Hubungan Sosial  Hipersensitif .  Curiga  Bermusuhan  Merusak (diri.

Tanda dan Gejala :  Memperlihatkan permusuhan  Mendekati orang lain dengan ancaman  Memberikan kata-kata ancaman dengan rencana melukai  Menyentuh orang lain dengan cara yang menakutkan  Mempunyai rencana untuk melukai 2. Hubungan interpersonal dengan orang lain dangkal  Depresif  Ragu-ragu  Mengancam secara verbal  Aktifitas tidak tepat  Streotif  Impulsive  Curiga  Fisik  Higiene kurang  Muka pucat  Sering menguap  BB menurun  Nafsu makan berkurang dan sulit tidur 2. Resiko mencederai merupakan suatu tindakan yang kemungkinan dapat melukai/ membahayakan diri. orang lain dan lingkungan. orang lain dan lingkungan.6 Akibat dari WAHAM Klien dengan waham dapat berakibat terjadinya resiko mencederai diri.7 Gangguan Komunikasi Verbal .

waham tentang pikiran yang disiarkan ke dunia luar. Hal ini dilihat dari kemampuan mengucapkan kata yang tidak tepat dan benar. PENGKAJIAN  Aktivitas dan istirahat Gangguan tidur.  Siar pikir .  Sisip pikir . ditandai dengan waham yang sistematis bahwa orang lain “ingin menangkap “ atau memata-matainya.Mempunyai masalah dalam berbicara secara tidak jelas. waham tentang pikiran yang ditempatkan ke dalam benak orang lain atau pengaruh luar. 2.8 Mekanisme Koping Perilaku yang mewakili upaya untuk melindungi klien dari pengalaman yang menakutkan berhubungan dengan respon neurobiologis yang maladaptif meliputi :  Regresi : berhubungan dengan masalah proses informasi dan upaya untuk mengatasi ansietas  Proyeksi : sebagai upaya untuk menjelaskan kerancuan persepsi  Menarik diri  Pada keluarga .  Waham somatik : keyakinan seseorang bahwa tubuh atau bagian tubuhnya sakit atau terganggu.  Waham paranoid : kecurigaan seseorang yang berlebihan atau tidak rasional dan tidak mempercayai orang lain. insomnia. mengingkari a) Perilaku  Waham agama : keyakinan seseorang bahwa ia dipilih oleh Yang Maha Kuasa atau menjadi utusan Yang Maha Kuasa. . b) Rentang respon perilaku adaptif-maladaptif PROSES KEPERAWATAN ( NURSING PROCCESS ) A. bangun lebih awal.  Waham kebesaran : keyakinan seseorang bahwa ia memiliki kekuatan yang istimewa. dan hiperaktivitas.

dicintai atau mencintai dari jarak jauh. terlihat kusut/ tidak terpelihara. mudah agitasi. dicurangi oleh orang lain. ketidakmampuan untuk rileks. Menunjukkan kesulitan koping terhadap stres. menggunakan mekanisme koping yang tidak sesuai. kesulitan yang dibesarbesarkan. kurang diterima. Mengekspresikan persaaan tidak adekuat.  Keamanan Dapat menimbulkan prilaku berbahaya/menyerang  Interaksi sosial Kerusakan bermakna dalam fungsi sosial/perkawinan  Umumnya bermasalah dengan hukum. B. mempunyai penyakit. MASALAH KEPERAWATAN No Data Data Objektif:  Klien bicara kacau  Binggung  Pembicaraan berbelit-belit Masalah Kerusakan komunikasi verbal . merasa tertipu oleh pasangan individu.  Integritas ego Dapat timbul dengan ansietas berat. dan kurang percaya pada orang lain.  Neurosensori Mengalami emosi dan prilaku kongruen dengan sistem keyakinan/ketakutan bahwa diri ataupun orang terdekat berada dalam bahaya karena diracuni atau diinfeksi. Higiene Kebersihan personal kurang. perasaan tidak berharga.

Waham adalah keyakinan palsu yang didasarkan pada kesimpulan yang salah tentang kenyataan eksternal yang tidak sejalan denganintelegensia pasien dan latar belakang kultural yang tidak dapat dikoreksi dengan suatu alasan.dan kebingungan. Kesimpulan Gangguan orientasi realita (waham) merupakan salah satu gangguan spesifik pada isi pikiran.penurunan harga diri.tetap dan kronis atau mungkin merupakan subjek pertanyaan dan keraguan dari .Data Subjektif :  Perubahan proses pikir : Klien mengatakan hal-hal yang tidak waham sesuai kenyataan  Klien mengatakan berulang kali Data Objektif :   Klien tampak binggung Data Subjektif : Gangguan konsep diri Klien merasa malu berinteraksi dengan berhubungan dengan harga diri rendah orang lain Data Objektif :  Ekspresi muka sedih dan murung BAB III PENUTUP A. Waham mungkin sangat terfiksasi. Waham mungkin merupakan pikiran sebagai suatu pertahanan dan perlindungan diri pasien untukmelawan kecemasan. Waham dari seorang pasien tidak boleh ditentang secara langsung.

DAFTAR PUSTAKA Stuart GW. kekuatan untuk mempengaruhi tindakan pasien dan penyimpangannya dari perilaku normal. kita diharapkan mampu membantu klien mengatasi halusinasi yang sering dialaminya. Buku Saku Keperawatan Jiwa. suatu saat nanti mungkin kita akan dihadapkan pada pasien jiwa dengan gangguan orientasi realita. Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III. dan ada beberapa metode pengobatan yang dapat dipraktekan seperti yang sudah dibahas di atas. 1995 Yosep. Pasien mungkin dipengaruhi atau tidak dipengaruhi oleh keyakinan waham dan mungkin mampu mengenali efeknya. Sedangkan untuk klien dengan gangguan orientasi realita berupa halusinasi.Jakarta. salah satu kunci agar kita bisa sukses dalam membantu klien dengan masalah kejiwaan adalah adanya rasa percaya yang harus ada antara pasien dengan perawat. Jakarta : EGC.1995. Gangguan waham ditandai keyakinan yang salah dan menetap dan tidak dapat dibuktikan dalam kenyataan B. entah itu waham ataupun halusinasi. dan rasa percaya tersebut timbul melalui komunikasi terapeutik yang dilakukan perawat.kerumitannya.indonesiannurse. Pada pasien waham kita diharapkan untuk bisa menyadarkan dan membawa keyakinan klien kita ke realita tanpa membuat klien tersebut merasa digurui. Bandung: PT Refika Aditama. depkes http://www. Saran Sebagai mahasiswa keperawatan. Akan tetapi. Kita dianjurkan untuk tidak membenarkan waham klien tapi kita mengajak klien untuk berfikir sesuai dengan logika. Sundeen. Keperawatan Jiwa. Waham serta sebagian besar gejala psikiatri ini terjadi dalam spektrum dari berat sampai ringan dan harus diperiksa tentang derajat beratnya terfiksasinya. 2009. Iyus.pasien dan dapat berlangsung hanya dalam waktu relatif singkat.com . maka rencana keperawatan akan dapat dilakukan secara lebih optimal lagi. Depkes. Jika rasa percaya sudah timbul antara pasien dan perawar.