You are on page 1of 3

Mbak Santri Dan Kang Santri

Oleh Firda Riviyanti


Lantunan adzan terdengar nyaring melewati celah-celah di bilik
asrama unggulan bahasa Pondok Pesantren Darussalam Blokagung. Suara
indah yang membuat santriwan dan santriwati memiliki banyak konsepsi
tersendiri akan suara lantang tersebut. Terdengar suara gamblang dari
seseorang yang membuat para santriwati menghentikan mimpi indahnya
untuk menuju ke hadapan ilahi dalam menyambut pagi butanya. sholat...
sholat....sholat suara pengurus pondok mulai terdengar meneriaki satu
demi satu asrama pondok yang menjadi tempat istirahat para santriwati
setiap harinya. Rianti yang baru saja terlelap karena mengerjakan tugas
yang bertumpuk tumpuk membuat dia sulit untuk membuka mata. Para
santriwati yang sudah bangun dari tidurnya langsung bergegas untuk
menuju ke musholla pondok,untuk sholat subuh berjama.ah. bersama umi
nafisah.
Waktu sudah menunjukkan pukul 06.35 rianti dan santriwati yang
beda asrama berjalan menuju sekolah yang tidak jauh dari pesantrennya,
dengan wajah yang senang, hari ini rianti tidak terlambat lagi,karena dia
ijin ke pengurus lebih awal untuk berangkat ke sekolah untuk
mengerjakan tugasnya yang belum dia selesaikan. Setiba dikelasnya
Rianti langsung membuka tasnya untuk menggambil buku dan akan
menggerjakan bersama temannya, Wafi anak kampung atau yang biasa
disebut non mukim . jarum jam mulai berputar dan menunjukkan pukul
06.45 waktunya masuk ke kelas intuk mengikuti pelajaran Bahasa Arab
dengan Pak Ulil sebagai guru mata pelajarannya. Tak lama kemudian Pak
Ulil masuk ke kelas XII Ipa assalamualaikum anak-anak. Murid murid
pun dengan serempak mengucapkan salam juga kepada pak Ulil
waalaikum salam pak Guru . Tanpa berpikir panjang pun pak ulil
langsung menjelaskan materi Naat dan Manut . Rianti dengan fokusnya
menyimak penjelasan pak ulil dengan seksama, tiba tiba terdengar suara
yang mulai mengajaknya berbicara. Tapi Rianti tidak mengubris omongan

teman sebangkunya itu. Dia menganggap kalau itu hanya sebuah gurauan
dari teman temannya tapi tidak lama kemudian suara itu muncul kembali
dan Rianti pun mulai menelisik asal suara tersebut dan ternyata suara
tersebut berasal dari teman sebangkunya, Luluk. Ri, kamu udah
mengerjakan tugas tarekh buat Diniyah nanti mendengar pernyataan
tersebut rianti hanya diam dan langsung menatap pak Ulil kembali. ri
kamu dengar aku pa gak sih? . Rianti pun mulai risih dengan ocehan dari
teman sebangkunya dan akhirnya memilih untuk menganggukan kepala
sebagai tanda iya sudah mengerjakan tugas tersebut. jadi, Maut adalah
suatu isim yang disifati sedangkan Naat sendiri merupakan sifat yang
menyifati Manut. Begitulah penjelasan Pak Ulil yang sangat menarik
menurut Rianti mengingat pelajaran Bahasa Arab merupakan salah satu
diantara mata pelajaran yang disukai oleh Rianti. Di tengah tengah
keseriusan Rianti dalam memahami penjelasan Pak Ulil Luluk pun mulai
melakukan aksinya yang hampir setiap hari dilakukannya di sekolah yang
membuatnya sering di cemooh sebagi putri tidur karena kuantitas
tidurnya yang membuat orang orang menganga melihatnya, padahal
dilihat dari kebiasaan dan kegiatan di pondok dan sekolah tidak ada
bedanya dengan siswa lainnya tetapi itulah Luluk sang putri tidur.
luk..luk.. luluk......! terdengarlah suara Rianti yang membangunkan
teman sebangkunya itu sampai ke Pak Ulil sehingga membuat Pak Ulil
mengernyitkan dahinya karena kaget dengan teriakan Rianti. ada apa
Rianti? tanya Pak Ulil. oh... mmmm.. tidak apa apa pak Cuma saya kaget
saja, maaf ya pak. Jawab Rianti yang kebingungan untuk menjawab
pertanyaan dari Pak Ulil. oke anak anak, mungkin hanya sampai sini
pertemuan kita pada hari ini, cukup sekian Wassalamualaikum
warahmatullah wabarakatuh
Tiba tiba terdengar pengumuman dari spiker di setiap ruang kelas
di mohon untuk dewan guru Madrasah Aliyah Al-Amiriyah harap
meniggalkan tugas kepada siswa, karena akan di adakan rapat untuk
persiapan Ujian Nasional. Berkumpul di Aula lantai atas mendengar
pemberitahuan tersebut santriwan santriwati bersorak gembira tandanya
sekarang tidak ada pelajaran. wah berarti pulang pagi nih gumam

Nderin dengan nada gembira, wah kamu ini rin, mengkhayal saja kalau
MA pulang pagi, kamu kira ini SMA atau SMK yang ada rapat pulang pagi
dengan nada watados Sofa membalas jawaban Nderin. iya juga ya fa,
Yayasan emang sama, pondok juga sama, yang bedain dari kepala
sekolahnya ya, ucap Nderin. Disisi lain Rianti dan Luluk sedang
berbincang bincang dibalkom lantai atas di depan kelas XII Agama 1 putri,
dan melihat ada seseorang anak smp yang memanggilnya Mb Rianti?
ternyata itu suara Ulfa, iya, ada apa? jawab Rianti, mb di panggil Pak
Hanafy di kantor sekarang juga, dan Rianti pun menjawab dan
menghampiri Ulfa oh iya maksih, kalau boleh tau ndok siapa ? kok tau
nama saya? Dan saya juga tidak pernah melihat ndok sebelumya disini
ulfa juga menjawab pertanyaan Rianti dan menyusuri sepanjang tangga
yang ada di sekolah tersebut untuk menuju ke Ruang Guru saya Ulfa mb,
iya saya santri baru disini. Saya di asrama unggulan smp dengan wajah
masih penasaran Rianti masih bertanya tanya kepada Ulfa oh saya kira
ndok ada di asrama ponsel, kalau nggak di asrama poncil, ndok asli orang
mana ? biasanya santri yang mondok di sini kebanyakan orang laur jawa.
maaf ya kalau saya kepoin ndok dengan wajah bingung Ulfa tidak tau
apa itu Ponsel atau Poncil karena dia masih santri baru dan masih asing
dengan kata kata itu saya asli Bondowoso mb, kalau boleh tau Ponsel
atau Poncil itu apa mb? mendengar ucapan Ulfa yang bertanya tanya
dengan kata yang menurutnya asing itu, Rianti Tertawa kecil dengan
menjawabnya Posel itu arinya pondok selatan ndok sedangkan Poncil itu
Pondok kecil, yang hanya di huni oleh anak anak kecil ya sekitar usia 7
tahun sampai 12 tahun mendengar jawaban yang di lontar kan Rianti,
Ulfa hanya mengangukkan kepalanya yang artinya dia sudanh mengerti.
Tidak terasa Rianti dan Ulfa sudah sampai di Ruang guru