You are on page 1of 40

Mekanika Fluida

MCS22017

Aplikasi Mekanika Fluida

MEE2
2013

MEE2
2013

MEE2
2013

Energi alam

Dengan media
fluida

Pemahaman
sifat fluida

Energi out-put
(mek,elek. dll.) yg dpt
dimanfaatkan untuk
kehidupan manusia

Sebagai dasar untuk


pembuatan alat yg dpt
dipakai dan efisien

MEE2
2013

PENDAHULUAN

MEE2
2013

Mekanika Fluida :
Ilmu mekanika terapan yang digunakan
untuk menyelidiki dan mempelajari sifat
serta kelakuan fluida baik dalam keadaan
diam maupun bergerak
Fluida :
Suatu zat yang tidak tahan terhadap
gaya geser. Seberapun kecilnya gaya geser
akan menyebabkan perubahan bentuknya.
7

Mek. Flu. dibagi dlm 3 kategori :

MEE2
2013

1. Statika Fluida :
Sifat fluida pada saat elemen2 fluida dlm
keadaan relatif diam satu dengan yang lain
atau dengan batasnya.
2. Kinematika Fluida :
Mempelajari tentang geometri gerakan fluida
3. Dinamika Fluida :
Pengetahuan yang berhubungan dengan gaya
yang bekerja baik dari atau pada fluida yang
bergerak
8

Aliran fluida diklasifikasikan :


Inviscid
=0
(ideal)
Aliran Fluida
(tunak = steady/
tak tunak =
Unsteady)

MEE2
2013

Incompressible
( = constant)
Compressible
( constant)
Non - Newtonian
( d /dy)

Viscous
0
(real)

= constant
Laminar
(Low Re)

Newtonian
= ( d /dy)

constant
= constant

Turbulent
(High Re)

constant

Re = Reynolds Number
9

MEE2
2013

MASALAH
MEKANIKA FLUIDA

FORMULASI
MATEMATIK

EKSPERIMENTAL

ANALITIKAL
(TEORI)

KOMPUTASI
(CFD)

10

MEE2
2013

FLUIDA
Gas
kompresibel (mampu mampat)
Liquid/zat cair
in-kompresibel (tak mampu mampat)
Cairan dianggap tidak dapat di mampatkan.
Untuk gas, kerapatannya sangat tergantung pd
perubahan tekanan ~ hkm. Termodinamika
11

MEE2
2013

Untuk menganalisis sifat fluida


diperlukan hkm.2 dasar :

1. Hukum kekekalan massa


2. Hukum Newton II
3. Hukum Termodinamika I
4. Hukum Termodinamika II

12

Tegangan Geser pada fluida yang


bergerak

MEE2
2013

partikel
fluida

Terjadi pergerakan relatif antar partikel


akibat adanya gaya geser Kecepatan akan
menjadi berbeda2 antar partikelberubah
bentuknya (bedanya dgn zat padat)
y

jarak

u
distribusi
kecepatan

kecepatan u

13

Gaya geser

MEE2
2013

perlawanan terhadap gaya geser dalam fluida


disebut kekentalan/viskositas
atau

kekentalan suatu fluida adalah sifat yang menen


tukan besar daya tahannya terhadap gaya geser.
Kekentalan terutama diakibatkan oleh pengaruh
antara molekul fluida

Fluida Diam
Resultan gaya yang bekerja pada tersebut adalah
nol tidak ada gaya geser
Yang ada adalah gaya normal tegak lurus ()
pada bidang fluida
14

Kekentalan (viskositas)

MEE2
2013

Kekentalan/Viskositas
Ukuran ketahanan sebuah fluida terhadap
deformasi atau perubahan bentuk
Bila suatu fluida mengalami geseran, ia mulai
bergerak dengan laju regangan yang
berbanding terbalik dengan suatu besaran
yang disebut dengan koefisien kekentalan
15

A
F

b1

MEE2
2013

c1

u
y
h

y
a

AU
h

F
A

U
h

A : luas pelat
y : jarak sembarang
U : kecepatan pelat
u : kecepatan sembarang fluida
: konstanta ( viskositas
dinamik)
h : jarak pelat - dinding

U
= kecepatan sudut dari garis ab atau
h
kecepatan regangan geser fluida
(perubahan sudut deformasi)
16

U
b1

b
u

limit
y 0

u
du
=
y
dy

bb1 U
tg =
~
ab h

MEE2
2013

kecil, maka
tg = u/y
untuk y 0

du
=
dy

(Hukum Newton untuk viskositas)


17

MEE2
2013

Zat padat dianggap sebagai bahan yang


menunjukkan reaksi deformasi yang terbatas
ketika menerima atau mengalami suatu gaya
geser (shear) makin besar laju deformasi
makin besar pula tegangan geser untuk fluida
tesebut.
Pada fluida, tegangan geser hanya ada bila
sebuah fluida sedang menjalani deformasi
Fluida ideal : sebagai fluida yang tidak
viscous, sehingga tegangan geser tidak ada
bahkan meskipun fluida itu mengalami
deformasi.
18

MEE2
2013

Fluida ideal/fluida tidak viscous tidak pernah ada


Tekanan fluida pada suatu permukaan zat padat :
adalah jumlah semua gaya normal persatuan luas
akibat benturan molekul-molekul fluida dengan
permukaan itu.
Mungkin tegangan tangensial juga ada akibat
kombinasi tumbukan-tumbukan molekul yang
sudutnya tertentu
Fluida diam : gaya tangensial = 0 , gaya normal 0
sehingga tekanan atau tegangan normal tetap ada
19

MEE2
2013

Fluida Translasi : Kumpulan molekul memilih gerak


tertentu sehingga total tumbukan menghasilkan suatu
momentum tangensial netto terhadap permukaan.
Viskositas suatu gas bertambah dengan naiknya
temperatur karena makin besarnya aktivitas mol. ketika
temperatur meningkat.
Didalam gas saling tukar antara momentum molekuler
ini diwujudkan sebagai viskositas fluida dan dapat
dibuktikan bahwa viskositas suatu gas ideal
behubungan secara linear dengan lintasan bebas purata
(mean free path) molekul-molekul gas
20

MEE2
2013

Dengan demikian pengukuran viskositas gas boleh


digunakan untuk menduga lintasan bebas purata
molekuler.
Pada zat cair, jarak antar molekul jauh lebih kecil
dibanding gas, sehingga kohesi molekuler
ditempat tersebut kuat sekali. Peningkatan
temperatur mengurangi kohesi molekuler, dan ini
diwujudkan berupa berkurangnya viskositas fluida

21

MEE2
2013

Newton mendalilkan: bahwa tegangan


geser () dalam sebuah fluida sebanding
dengan laju perubahan kecepatan ruang
(spatial rate of change of velocity) yang
normal terhadap aliran.
Laju perubahan kecepatan ruang disebut
gradien kecepatan (velocity gradient)
yang juga merupakan laju deformasi sudut
(rate of angular deformation)laju geseran
22

Newtonian dan Non Newtonian


Fluids

MEE2
2013

1. Fluida Newton (Newtonian Fluid):


Fluida yang koefisien viscositas dinamiknya
(Pa.S) bergantung pada temperatur dan
tekanan, namun tidak tergantung pada besar
gradien kecepatan (linear).Grafiknya merupakan
garis lurus.
Kecondongan menyatakan

viscositas dinamik

Tegangan geser

Fluida Newton

=
Laju regangan geseran
(rate of deformation)

du/dy

du
dy
23

MEE2
2013

2. Fluida Bukan Newton (Non Newtonian Fluids)


Fluida yang tidak memenuhi hukum-Newton
untuk kekentalan disebut fluida bukan Newton

Tegangan
serah
(Bingham)

Plastik ideal
Bingham
Dilatan
Plastik

Newton
Plastik semu
Ideal fluid

Laju regangan
geser

d
dt

du
dy
24

Empat fluida bukan Newtonian

MEE2
2013

Bingham Plastik, Plastik, Dilatan


dan Plastik Semu
Dilatan : Hambatan akan bertambah
besar bila tegangan yang
bekerja makin besar
Plastik Semu: Hambatan akan
berkurang jika tegangan
yang bekerja makin besar

25

MEE2
2013

Plastik

: Hambatannya akan sangat kuat


walaupun tegangan yang diberikan
besar
Bingham : diberi tegangan sampai
nilai tertentu, baru terjadi regangan

Fluida non Newton


1. Persamaan Hukum pangkat
du
=k
dy

k = Indeks konsistensi
n = Indeks perilaku aliran
(untuk fluida Newton
k = , n = 1 )
26

MEE2
2013

2. Persamaan Ellis

du

= 1 +
o
dy
k

1/n

Koreksi dari hukum pangkat


untuk laju geseran yang rendah

3. Persamaan Bingham
= 1 + B

du

dy

<1 zat padat


>1 fluida Newton

4. Persamaan Eyring-Powell
=

du
+ c1 sin h -1
dy

1 du

c dy

lebih teliti untuk rentang laju geseran yang


lebih dibanding persamaan-persamaan terdahulu
27

MEE2
2013

Fluida-fluida hukum pangkat =


lumpur, larutan polimer pseudoplastik
non Newtonian fluid, mempunyai indeks
perilaku n lebih kecil dari satu, viskositasnya
se-olah2 berkurang dengan meningkatnya laju
geseran.
Fluida Bingham : Lumpur sungai,lumpur
pengeboran, cat minyak,
pasta gigi

Fluida thiksotropik:Fluida yang viskositasnya


seolah makin lama makin
berkurang meskipun laju
geserannya tetap.
28

Fluida rheopektik:
viskositasnya semakin besar meskipun laju geserannya tetap
MEE2
2013

Fluida viskoelastik :
ter, tepung, donat, polimer pd. atau cair menunjukkan karak
teristik baik pada zat padat elastik maupun fluida viskous
Efek gesekan pd.beberapa fluida Non Newtonian lebih
kecil dibanding pada fluida Newton dalam kondisi aliran
turbulen yang sama

Rheopektik
Fluida Biasa
Laju regangan tetap
0

Thiksotropik
Waktu
29

SIFAT - SIFAT FLUIDA

MEE2
2013

1. Density (kerapatan)
Jumlah /kwantitas fluida / zat pada suatu unit
volume (SI unit)
Ada 3 bentuk kerapatan
a. Mass density
Udara = 1,23 kg /m3

kg
=
m3

1 N/m2 = 1 Pascal ( Pa)

air
= 1000 kg/m3
pada p = 1 atm
= 1.013 x105 N/m2
T = 288.15 K
30

b. Specific weight
= g

N
m3

udara = 12,07 N/m3


air = 9.81 x 103 N/m3

MEE2
2013

c. Relative density (specific gravity)


zat
zat
s.g =
=
( B. D )
air
air
(tanpa satuan)
2. Viscositas
terbagi dalam 2 jenis
a. Dynamic Viscosity
(viskositas dinamik)

10 poise = 1 kg/m.s
standard viskositas dinamik
air = 1,14 x 10-3 Ns/m2
udara = 1,78 x 10-5 Ns/m2

oC
pada
temperatur
20
N.s

= 2 = (Pa.s ) = kg /m.s
m
31

b. Kinematic Viscosity
(viskositas kinematik)

MEE2
2013

S
2

104 stokes = 1 m2/s


standard viskositas kinematik
air = 1,14 x 10-6 m2/s = 1.14 x10-1,5 (stokes)
udara = 1,46 x 10-5 m2/s (stokes)

32

Tegangan Permukaan ()

MEE2
2013

Tegangan permukaan terjadi akibat adanya gaya tarik


antar molekul-molekul yang sama (cohesion) dan gaya
tarik antar molekul-molekul yang berbeda (adhesion)
adhesiwe

cohesive

Gaya cohesive dan gaya


adhesive menyebabkan
adanya tegangan permukaan

Cohesive
saling menghilangkan

Tegangan permukaan () dihitung per panjang (unit


panjang) dari garis yang mengelilingi permukaan
bebasnya, arahnya tangensial terhadap permukaan.
33

Air raksa dan


gelas

MEE2
2013

Air & gelas

air - udara = 0,073 N/m


air raksa - udara = 0,514 N/m

34

Tegangan Permukaan ()

MEE2
2013

Molekul zat cairgerakannya konstan saling


tarik menarik, gaya sama ke semua arah.
2 zat contoh udara air
molekul air akan lebih kuat tarikannya
dibandingkan udara, akibatnya permukaannya
bersifat membran.
= gaya per unit panjang ( N/m )
tegangan permukaan bekerja pada bidang
permukaan, normal () pada setiap garis yang
berkerja pada permukaan & sama besarnya pada
setiap titik.
35

Temperatur > <


Efek memperkecil permukaannya minimum

MEE2
2013

Sudut kontak ()
Zat
cair

gas

gas

Zat padat (lilin)

Zat
cair

Zat padat (sabun)

> 900 zat cair tak


membasahi

< 900 zat cair


membasahi

air tak membasahi lilin

air membasahi sabun

air kaca 00
air raksa kaca - udara 1300

36

TEGANGAN PERMUKAAN

MEE2
2013

Gaya
F = tekanan dalam (internal
pressure)
= p. r2

gaya tegangan permukaan =


F = 2r
keseimbangan p r 2 = 2 r

p =

2
r
37

MEE2
2013

2 T sin

jarum

maka T = . L

Keseimbangan
2 T sin = w
= tegangan
L = panjang jarum
W = berat jarum

W
=
2 L sin

2 L sin = w

38

Contoh : fluida dalam pipa gelas kapiler

MEE2
2013

Pipa gelas
h

D cos W = 0
D cos
=W

W
W

DD

fluida

D
=
xhx
4

4 D cos
h=
2
D

4 cos
h=
D
39

Kompresibilitas atau Elastisitas

MEE2
2013

Fluida dapat berdeformasi atau berubah bentuk


akibat geseran viskous atau kompresi
(pemampatan) oleh suatu tekanan dari luar yang
bekerja terhadap volume fluida.
Kompresibilitas (kemampatan) di-definisikan
menurut bulk modulus elastisitas rata2 :

p
p2 p1
=
K =
(V2 V1 ) / V1 V / V
V1,2 = Volume zat pada tek. p1& p2
Untuk gas bulk modulus bervariasi thd. tekanan
40