You are on page 1of 45

BAB I

PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
1.

Profil Organisasi
Puskesmas Bareng berdiri pada tahun 1982, berdasarkan Inpres tahun 1975
yang terletak di Jl.Bareng Tenes gang IV A nonor 639 Malang, dengan wilayah kerja
Puskesmas Bareng meliputi : Kelurahan Bareng, Gadingkasri, Kasin, Sukoharjo,
Pisang candi, dan Kelurahan Karang Besuki.
Pada Tahun 1988 wilayah tersebut mengalami perubahan karena adanya
pemekaran wilayah Kota Malang sehingga hanya meliputi : Kelurahan Bareng,
Kelurahan Gadingkasri, Kelurahan Kasin, dan Kelurahan Sukoharjo.
Pada tahun 1997 Puskesmas Bareng mempunyai atau membuka Puskesmas
Pembantu Galunggung di Kelurahan Gadingkasri.
Akreditasi Puskesmas adalah proses penilaian eksternal oleh Komisi
Akreditasi dan / atau Perwakilan di Provinsi terhadap puskesmas untuk menilai
apakah sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggara pelayanan dan upaya
pokok sesuai dengan standar yang ditetapkan. Tujuan umum dari akreditasi
Puskesmas adalah untuk meningkatkan mutu layanan puskesmas, sedangkan tujuan
khusus dari akreditasi Puskesmas adalah :
a.

Memacu puskesmas untuk memenuhi standar yang ditetapkan

b.

Menetapkan strata akreditasi puskesmas yang telah memenuhi standar yang
ditentukan

c.

Memberikan jaminan kepada petugas puskesmas bahwa pelayanan yang
diberikan telah memenuhi standar yang ditetapkan

d.

Memberikan jaminan kepada pelanggan / masyarakat bahwa pelayanan yang
diberikan oleh puskesmas telah sesuai standar

e.

Terbinanya puskesmas dalam rangka memperbaiki sistem pelayanan, mutu dan
kinerja
Dengan adanya akreditasi Puskesmas ini, maka diharapkan akan tercipta

peningkatan mutu layanan Puskesmas dan juga diharapkan semua pegawai selalu
berusaha meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan secara terus-menerus dan
berkelanjutan, sehingga pelanggan yang berkunjung ke Puskesmas merasa aman dan
terlindungi. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan animo masyarakat dan
semua kalangan untuk berkunjung dan menjadikan puskesmas sebagai pilihan utama
masyarakat.

1

2.

Kebijakan Mutu, Visi, Misi
a. Visi Puskesmas Bareng
Masyarakat sehat mandiri
b. Misi Puskesmas Bareng
Mewujudkan masyarakat yang sehat mandiri di wilayah kerja Puskesmas
Bareng
c. Motto
Sehat milik kita bersama
d. Janji Layanan
Kami akan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
e. Budaya Mutu
R

:

Ramah

E

:

Efisien

S

:

Semangat

I

:

Inovatif

K

:

Konsisten

f. Tata Nilai Budaya Puskesmas Bareng
1) Profesional : melaksanakan pekerjaan sesuai standart kompetensi dan
kewenangannya dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan secara
dinamis.
2) Tanggung Jawab : menjalankan pekerjaan secara konsekuen
sepenuh hati.
3) Sadar Mutu

:

dengan

melaksanakan setiap tindakan sesuai prosedur yang

ditetapkan.
4) Inisiatif : senantiasa melaksanakan tindakan pencegahan, pengendalian dan
perbaikan secara terus menerus tanpa menunggu perintah.
5) Bersih : memperhatikan dan memelihara kebersihan dan kerapian ba ik
terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan kerja.
6) Empati : memberi layanan dengan tulus, ramah dan sepenuh hati.

2

B.

Ruang Lingkup
Manual Mutu ini disusun berdasarkan standar akreditasi Puskesmas yang
meliputi : persyaratan umum, sistem manajemen mutu, tanggung jawab manajemen,
manajemen sumber daya, proses pelayanan yang terdiri dari penyelenggaraan Upaya
Puskesmas yang meliputi : Upaya Kesehatan Masyarakat

dan

Perorangan. Dalam penyelenggaraan upaya

dan pelayanan klinis

puskesmas

Upaya Kesehatan

memperhatikan keselamatan pasien / pelanggan.
Keterlibatan segenap unsur terkait merupakan hal yang mutlak. Alasan tersebut
mengharuskan seluruh pegawai di Puskesmas Bareng untuk berkewajiban melaksanakan
seluruh proses-proses yang diterapkan di unit/fungsi sesuai dengan ketentuan dalam
Manual Mutu ini maupun dokumentasi sistem manajemen mutu lainnya yang ditetapkan.
Adapun ruang lingkup Sistem Manajemen Mutu

di Puskesmas Bareng

mencakup :
1.

2.

C.

Jenis Layanan di dalam gedung Puskesmas meliputi :
a.
Pendaftaran (loket)
b.
Pelayanan Umum
c.
Pelayanan KIA
d.
Pelayanan KB
e.
Pelayanan Gigi
f.
Pelayanan Obat/Kefarmasian
g.
Laboraturium
h.
Konseling Gizi
i.
Klinik Sanitasi
j.
UGD
k.
Pelayanan IMS & HIV
l.
Puskesmas Pembantu
Jenis layanan diluar gedung Puskesmas meliputi :
a.

Posyandu Balita

b.

Posyandu Lansia

c.

UKS / UKGS

d.

Kesehatan Olah Raga

e

Kegiatan Penyuluhan

f.

Upaya Kesehatan Kerja

g.

Puskesmas Keliling

Tujuan
Tujuan ditetapkannya Manual Mutu ini adalah:
1. Memberikan arahan bagi seluruh pegawai Puskesmas Bareng dalam penerapan
sistem yang efektif dan memenuhi peraturan yang berlaku untuk melakukan

3

perbaikan secara berkelanjutan terhadap kinerja Puskesmas Bareng, menjamin
kepuasan masyarakat, pasien, dan pihak-pihak yang berkepentingan.
2.

Memelihara kesesuaian penerapan sistem manajemen mutu yang

memenuhi

persyaratan akreditasi Puskesmas
Puskesmas Bareng selalu melakukan perbaikan secara berkelanjutan terhadap
sistem yang telah dikembangkan, dengan tetap memperhatikan efektifitas
penerapannya, tanpa mengabaikan pemenuhan terhadap persyaratan akreditasi
Puskesmas dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
D.

Landasan Hukum dan Acuan
Landasan hukum yang digunakan dalam menyusun Manual Mutu ini adalah :
1.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik
Kedokteran, Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 116;

2.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan,
Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2009 Nomor 144;

3.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan
Publik, Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2009 Nomor 112;

4.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Tenaga
Kesehatan;

5.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah;

6.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 tahun 2012 tentang Sistem
Kesehatan Nasional;

7.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan
pada Jaminan Kesehatan Nasional;

8.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 tahun 2014 tentang Pelayanan;

9.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75/Menkes/SK/X/2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat tentang Puskesmas;

10.

Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 828/MENKES/SK/IX/2008 tentang
Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten /
Kota;

11.

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 59/2015 tentang Komisi Akreditasi FKTP;

12.

Keputusan

Kepala

Dinas

Kesehatan

Kota

Malang

Nomor

188.451/65/35.73.306/2016 tentang Akreditasi Puskesmas di Kota Malang;
13.

Keputusan

Kepala

Dinas

Kesehatan

Kota

Malang

Nomor

188.451/66/35.73.306/2016 tentang Penggunaan Pedoman Penyusunan Dokumen
Akreditasi FKTP dari Kementerian Kesehatan sebagai acuan dalam penyusunan
Dokumen Akreditasi di Kota Malang;

4

73. Istilah dan Definisi 1. Pelayanan : sub unit Pelayanan perorangan dalam rangka pemulihan kesehatan. petugas pelaksana. 4. 5. 2. bisa berbentuk buku.14. 10. 6. Rencana Lima Tahunan : rencana yang disusun oleh Kepala Puskesmas bersama seluruh jajaran pegawai didasarkan pada analisis kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal. 7. tindakan atau pengobatan yang diberikan pada pasien. Lokakarya Mini : pertemuan rutin untuk melakukan evaluasi terhadap upaya kesehatan dan menentukan tindak lanjut dari masalah yang ditemukan dan dilakukan setiap kurun waktu tertentu. Kebijakan : Peraturan / Surat Keputusan yang ditetapkan oleh Kepala puskesmas yang merupakan garis besar yang bersifat mengikat dan wajib dilaksanakan oleh penanggung jawab maupun pelaksana. Kerangka Acuan : dokumen yang dibuat sebagai acuan pelaksanaan kegiatan yang menjelaskan cara melaksanakan kegiatan agar tujuan tercapai dengan penjadwalan yang jelas dan evaluasi serta pelaporan.451/68/35. Merupakan dasar untuk menentukan dan melaksanakan kegiatan. 8. Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Nomor 188. sasaran. 5 . waktu pelaksanaan. lokasi pelaksanaan. Manual Mutu : dokumen yang memberi informasi yang konsisten kedalam maupun keluar tentang sistem manajemen mutu. 3. pananggung jawab 9. 11. diagnose. Rekam Medis : dokumen yang berisi tenteng identitas. proses perjalanan penyakit. anamnesa. sumber dana. Pedoman : kumpulan ketentuan dasar yang memberi arah langkah-langkah yang harus dilakukan. Perencanaan Tingkat Puskesmas : suatu proses kegiatan secara urut yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara berhasil guna dan berdaya guna. peraturan perundang-undangan ataupun bentuk lain sebagai bahan pustaka. hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium serta pemeriksaan penunjang lainnya.306/2016 tentang Organisasi Puskesmas Kota Malang E. Plan of Action : adalah dokumentasi rencana kerja Puskesmas yang dibuat setiap awal tahun yang berisi rencana kegiatan. Referensi : berisi dokumen eksternal sebagai acuan penyusunan dokumen akreditasi.

dimana dan oleh siapa dilakukan. BAB II SISTEM MANAJEMEN MUTU DAN SISTEM PENYELENGGARAAN PELAYANAN A. 13. Standar Operasional Prosedur : serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan aktivitas organisasi bagaimana dan kapan harus dilakukan.12. Persyaratan Umum 6 . Rujukan : bentuk komunikasi pelayanan kesehatan dari satu tingkat ke tingkat yang lebih tinggi atau sebaliknya.

e. Dokumentasi sistem mutu yang ditetapkan. c. a. Secara garis besar dokumentasi Manual Mutu membahas berbagai hal sebagai berikut: 3. Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu yang ditetapkan di Puskesmas Bareng adalah: a.Puskesmas Bareng menetapkan. mendokumentasikan dan memelihara sistem manajemen mutu sesuai dengan standar Akreditasi Puskesmas. Manajemen memantau / mengukur / menganalisa setiap proses / kegiatan dan melakukan tindakan perbaikan. Pernyataan terdokumentasi untuk Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu b. Untuk proses yang tidak dapat diselenggarakan oleh Puskesmas seperti pembakaran sampah medis dikendalikan dengan MoU atau Perjanjian Kerja Sama dengan pihak ketiga melalui Dinas Kesehatan. B. Sistem ini disusun untuk memastikan telah diterapkannya persyaratan pengendalian terhadap proses-proses penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat baik penyelenggaraan upaya puskesmas maupun pelayanan klinis. Dokumen dan arsip yang dibutuhkan oleh Puskesmas Bareng dalam memastikan perencanaan. Puskesmas Bareng menetapkan mekanisme pengendalian dokumen dalam SOP Pengendalian Dokumen yang mengatur tentang: 7 . operasional. Kegiatan sistem manajemen mutu menerapkan prinsip manajemen PDCA : Plan – Do – Check – Action. Manual Mutu Puskesmas Bareng menetapkan dan memelihara Manual Mutu. Prosedur dan arsip yang dipersyaratkan oleh Akreditasi Puskesmas. Gambaran dan interaksi berbagai proses yang diterapkan. dan pengendalian proses internalnya dapat berjalan efektif 2. Lingkup penerapan Sistem Manajemen Mutu Puskesmas Bareng b. Rencana Mutu d. Manual Mutu c. Pengendalian Tujuan dari aktivitas pengendalian dokumen adalah untuk memastikan dokumen sistem di Puskesmas Bareng senantiasa sesuai dengan implementasinya. Pengendalian Dokumen 1.

Puskesmas Bareng senantiasa memastikan arsip/catatan dapat dibaca. meninjau. pengelolaan surat masuk. tindakan medis. mengidentifikasi. pengambilan. disimpan dan dipelihara secara sistematis sehingga merupakan sumber informasi yang efektif bagi pelayanan kesehatan di Puskesmas Bareng. Rekam Medis sebagai bukti kegiatan baik tertulis atau terekam tentang identitas. 2. siap ditunjukkan. perlindungan. Tata cara pengelolaan dan pengendalian rekam medis lebih lanjut dijelaskan dalam SOP Pengelolaan Arsip Medis. sesuai wewenang dan tanggung jawabnya. penyimpanan. memberi status revisi dokumen internal serta mencegah pemakaian dari dokumen internal yang tidak berlaku / kadaluarsa. penyusutan arsip non medis. yaitu pemastian penggunaan peraturan serta perundangan-undangan bidang kesehatan yang sesuai dan berlaku. dan pembuangan arsip dalam SOP Penyimpanan arsip non medis. Management Representative (Wakil Manajemen) beserta Sekretaris bertanggung jawab melaksanakan aktivitas pengendalian dokumen. dan disimpan dengan baik. dan pengeluaran Rekam Medis Puskesmas Bareng. merubah. Rekam medis yang disimpan ditentukan pemeliharaannya untuk mencegah kehilangan dan penurunan mutu dengan mempertimbangkan lingkungan penyimpanan. Mekanisme pengendalian arisp telah ditetapkan untuk mengatur identifikasi. Setiap petugas Puskesmas yang melayani pasien atau melakukan tindakan terhadap pasien harus mencatat semua tindakan yang diberikan kepada pasien tersebut dalam lembaran-lembaran rekam medis. masa simpan. Manajemen Puskesmas Bareng menetapkan Kepala Unit Penunjang sebagai penanggung jawab terhadap pencatatan. Mekanisme untuk mengesahkan. diagnosa. C. arsip/catatan harus disimpan dan dipelihara untuk memberikan bukti kesesuaian dengan persyaratan dan beroperasinya secara efektif sistem manajemen mutu. Masa penyimpanan rekam medis ditentukan sesuai ketetapan yang berlaku. anamnesa. pengelolaan surat keluar. pengobatan dan penentuan fisik laboratorium serta pemeriksaan penunjang lainnya yang diberikan kepada pasien harus dikumpulkan. penyimpanan. Pengendalian Rekaman Dalam Sistem Manajemen Mutu. BAB III TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 8 . Pengendalian dokumen eksternal.1.

Pelanggan dilibatkan mulai dari identifikasi kebutuhan dan harapan pelanggan. serta seluruh pegawai Puskesmas Bareng Produk Puskesmas Bareng yang diberikan kepada pelanggan adalah pelayanan kesehatan baik kesehatan perorangan (UKP) maupun kesehatan masyarakat (UKM). Komitmen Manajemen Pimpinan puncak Puskesmas Bareng adalah Kepala Puskesmas. dilakukan survey untuk mengetahui persepsi dan harapan pelanggan eksternal. C. 5. B. 3. perencanaan penyelenggaraan upaya puskesmas dan pelayanan klinis. Kebijakan Mutu 9 . Pelanggan Puskesmas Bareng ditetapkan menjadi:  Pelanggan Eksternal : pasien dan keluarga pasien. Untuk mengetahui/mengukur kinerja sistem manajemen mutu Puskesmas Bareng dari sisi pelanggan.A. Dinas Kesehatan Kota Malang  Pelanggan Internal : tenaga medis. pelaksanaan pelayanan. paramedis. Mengkomunikasikan Kebijakan Mutu serta rencana strategis dalam forum komunikasi internal Puskesmas. 2. 4. Melakukan tinjauan manajemen atas seluruh aspek manajemen dan operasional Puskesmas Bareng. Kepala Puskesmas Bareng membuktikan komitmennya untuk pengembangan dan penerapan Sistem Manajemen Mutu serta perbaikan berkelanjutan dengan cara: 1. Diharapkan seluruh tenaga kesehatan dan pegawai Puskesmas Bareng dapat menyadari harapan pelanggan serta selalu melakukan upaya untuk mencapai kepuasan pelanggan. masyarakat di wilayah kerja Puskesams Bareng. monitoring dan evaluasi serta tindak lanjut pelayanan. Menetapkan Kebijakan Mutu dan rencana strategis yang relevan dengan harapan pelanggan serta peraturan perundangan-undangan yang berlaku. Kepala Puskesmas Bareng mengidentifikasi bentuk pelayanan kesehatan yang mampu memenuhi harapan dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Menetapkan Sasaran Mutu sebagai instrumen untuk memastikan realisasi/ implementasi Kebijakan Mutu dalam proses internal. Fokus pada sasaran / pelanggan Pelayanan yang disediakan oleh Puskesmas dilakukan dengan berfokus pada pelanggan. Menyediakan sumber daya yang diperlukan agar seluruh proses dapat terlaksana dengan efektif.

Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Ditinjau secara periodik agar senantiasa sesuai. Perencanaan Sistem Manajemen Mutu dan Pencapaian Sasaran Kinerja / Mutu Kepala Puskesmas Bareng memastikan penetapan Sasaran Mutu Puskesmas yang terukur dan konsisten dengan Kebijakan Mutu. Sasaran Mutu ditetapkan di tingkat Unit/Sub Bagian untuk periode waktu tertentu (1 tahun) sebagai tolok ukur kinerja Puskesmas dalam bentuk dokumen Sasaran Mutu. Menjadi kerangka kerja untuk menetapkan dan meninjau sasaran mutu. dan profesionalisme sumber daya manusia 2. melalui standard mutu layanan. 5. kelengkapan sarana. Adapun kebijakan mutu Puskesmas Bareng Adalah sebagai Berikut : Puskesmas Bareng bertekad memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna dengan mengutamakan kepuasan dan keselamatan pengguna layanan sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku. Koordinator unit/penanggung jawab program menetapkan sasaran mutu unit. Meningkatkan pencapaian target seluruh program kesehatan yang ada di Puskesmas 3. Telah sesuai/sejalan dengan tujuan organisasi Puskesmas Bareng (visi dan misi) 2. hak dan kewajiban pelanggan. 3. Pemahaman dan komunikasi Kebijakan Mutu Puskesmas Bareng dilakukan melalui penempatan dokumen Kebijakan Mutu di lokasi-lokasi strategis di area Puskesmas sehingga diketahui dan dipahami oleh seluruh personil Puskesmas Bareng.Kepala Puskesmas menetapkan dan mengesahkan Kebijakan Mutu dan memastikan Kebijakan Mutu Puskesmas Bareng: 1. Membina kemandirian masyarakat untuk hidup sehat dan berwawasan sehat secara merata D. serta upaya untuk mencapai sasaran kinerja yang ditetapkan 1. 4. 10 . Mencakup komitmen untuk senantiasa memenuhi persyaratan (persyaratan pelanggan serta persyaratan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku) dan terus menerus memperbaiki keefektifan sistem manajemen mutu. Penetapan sasaran mutu disusun dengan memperhatikan kebutuhan dan harapan pelanggan. serta senantiasa melakukan perbaikan berkesinambungan dengan: 1. Sasaran mutu tersebut harus bersifat Spesific (Spesifik). Dipahami dan dikomunikasikan.

2. Koordinator unit bertanggung jawab untuk memastikan unit yang dipimpinnya membuat perencanaan pencapaian sasaran mutu. 4.masing unit. 3. Reliable (realistis / wajar) dan Time Frame (berjangka waktu). Achievable (dapat tercapai). Apabila dijumpai ada parameter Sasaran Mutu yang tidak tercapai/berpotensi tidak tercapai. Sasaran Mutu UKM NO INDIKATOR MUTU / PROGRAM SATUAN TARGET MONITORING UPAYA KESEHATAN WAJIB 1 PROMOSI KESEHATAN a Desa/Kelurahan Siaga Aktif b Rumah Tangga dikaji PHBS c Rumah Tangga Sehat (10 Indikator) Intervensi dan Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada d Desa / Kel 80% KK 20% Triwulan Triwulan Triwulan KK 58% Triwulan Kelompok Rumah Tangga Kelompok 39% Institusi Pendidikan (Sekolah) Sekolah 2% Institusi TTU Lokasi 100% 11 . 6. Evaluasi terhadap pencapaian Sasaran Mutu dilakukan secara periodik dengan disertai analisa masing-masing Sasaran Mutu untuk memastikan apakah Sasaran Mutu dapat dicapai.Measurable (terukur). Adapun sasaran mutu ditetapkan sebagai berikut ini: 1. INDIKATOR MUTU TARGET Mengirimkan Laporan tepat waktu ≤ tanggal 5 bln berikutnya Jumlah alat yang dipelihara 100 % Jumlah alat yang dikalibrasi ≥ 80 % Ketepatan waktu penyelesaian SPJ 80% sesuai dengan RUP Pencatatan register surat masuk dan 100 % keluar Peningkatan kompetensi pegawai 75% telah terpenuhi MONITORING bulanan triwulan tahunan bulanan bulanan Tahunan 2. 3. untuk memastikan tercapainya target sasaran mutu masing . 5. 2. maka akan dapat ditentukan tindakan koreksi/pencegahannya. Sasaran Mutu Administrasi dan Manajemen N O 1. Sasaran mutu setiap unit dipastikan terdokumentasi 4.

Tempat Pengelolaan Makanan ( TPM ) yang memenuhi syarat kesehatan f. Jumlah klien yang sudah mendapat intervensi/tindak lanjut yang diperlukan j.ASI Pada Anak usia 6 . Sarana Air Bersih yang memenuhi syarat kesehatan c. Balita Gizi Buruk Mendapatkan Perawatan f. BUMIL KEK e. Jumlah Desa/Kelurahan yang sudah ODF (Open Defecation Free) l. Jumlah rumah yang memenuhi syarat kesehatan h. Pengawasan Sarana Air Bersih ( SAB ) b. Klinik sanitasi Tahunan i. Jumlah Kepala Keluarga (KK) yang memiliki Akses terhadap jamban k. Jumlah jamban sehat m. Jumlah Kepala Keluarga (KK) yang memiliki akses terhadap SAB d.59 bulan) c. MP. Pemberian Tablet Besi (90 tablet) pada bumil d.e f 2 Institusi tempat kerja Institusi 2% Pondok Pesantren Jumlah Posyandu Purnama Mandiri ( PURI ) Penyuluhan NAPZA Ponpes 1% Posyandu kali 80% 6 Sarana 78% kali 68% KK 68% Sarana 90% % 75% Sarana 86% Sarana jumlah pengunjung 82% KESEHATAN LINGKUNGAN a. Pemberian kapsul Vitamin A dosis tinggi pada Bayi per tahun (6-11 bulan) b. Pembinaan Tempat Pengelolaan Makanan ( TPM ) e.24 bulan Semester Anak 97% Semester Anak 97% Ibu Hamil 84% Ibu Hamil 10% Anak 100% Anak 100% Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan 12 .Pelaksanaan Kegiatan STBM di Puskesmas 3 Triwulan 2% kasus 100% % 69% % 17% % 76% % 42% UPAYA PERBAIKAN GIZI a. Pembinaan sanitasi perumahan dan sanitasi dasar g. Pemberian kapsul Vitamin A dosis tinggi pada Balita (12 .

Pelayanan Neotanatal sesuai standart (KN Lengkap) Bayi h.kali c Jumlah kader yang dilatih tentang kesehatan kali 10 kali Tahunan 13 . BALITA BGM i. Pelayanan Neonatal risti/Komplikasi yang ditangani Bayi g. Persentase balita yang ditimbang berat badannya 4 Bulanan Anak 100% Anak 0.kali kali 15 kali SMP/MTs………………. Pelayanan Nifas lengkap sesuai standart Ibu Nifas e. Pelayanan persalinan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten Ibu Bersalin d. Pelayanan Bayi Paripurna Bayi i. Cakupan Rumah Tangga yang mengkonsumsi garam beryodium j. Drop out K1-K4 Ibu Hamil c. Balita naik berat badannya (N/D) l.kali kali 10 kali SMA/MA……………….49% Bulanan Bulanan Rumah Tangga 94% Bulanan Desa 100% Bulanan Anak 70% Bulanan Anak KIA dan KB a. Pelayanan kesehatan Bumil sesuai standart. Penanganan komplikasi kebidanan Ibu Hamil f. Pemberian PMT pemulihan balita Gizi buruk h. Pelayanan kesehatan anak Balita Anak balita j. untuk kunjungan lengkap (K4) Ibu Hamil b. Pelayanan kesehatan Anak Pra Anak Pra Sekolah sekolah 5 Upaya Kesehatan Anak Usia sekolah dan Remaja a Jumlah Murid yang dilakukan penjaringan kesehatannya 70% Bulanan 87% Bulanan <5% Bulanan 94% Bulanan 94% Bulanan 80% Bulanan 80% Bulanan 95% Bulanan 95% Bulanan 82% 78% Tahunan Murid kelas I SD/MI Murid 100% Murid kelas VII SMP/MTs Murid 70% Murid 70% Murid kelas X SMA/MA b Frekuensi pembinaan kesehatan disekolah Bulanan Tahunan SD/MI………………. Desa bebas rawan Gizi k.g.

000 RFT Rate penderita PB % 95% RFT Rate penderita MB % 90% KUSTA Penemuan Penderita Kusta Baru (Case Detection Rate) TB PARU 14 .5% Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan peserta <0.Murid SD/MI murid 10% Murid SMP/MTs murid 10% murid 10% Remaja 84% Murid SMS/MA d Cakupan pelayanan kesehatan remaja 6 Pelayanan Keluarga Berencana Cakupan KB aktif (contraceptive prevalence rate/CPR) 7 a b c d Tahunan Bulanan PUS 70% Cakupan peserta KB baru Orang 70% Cakupan KB Drop Out Cakupan peserta KB mengalami komplikasi Cakupan peserta KB yang mengalami kegagalan kontrasepsi Cakupan peserta KB mengalami efek samping UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR peserta Toleransi peserta 3.19% Bulanan peserta <12.5% kasus 10% x target Cakupan pelayanan Diare % 100% Angka penggunaan oralit % 100% Angka penggunaan RL Proporsi penderita diare balita yang diberi tablet Zinc % 1% kasus 100% Case Fatality Rate KLB Diare % <1% Diare Penemuan penderita Diare yang diobati di Puskesmas dan Kader Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan ISPA Cakupan penemuan penderita Pnemonia balita yang ditangani Bulanan Bulanan kasus 100% orang >10% dari Tahun 2014 Proporsi kasus kusta anak % <5% Proporsi kasus kusta Tk II % <5% Prevalensi Kusta (PR) % <1/10.

7 hari pada bayi x bayi ≥ 95% Imunisasi BCG pada bayi bayi ≥ 95% Imunisasi DPT/HB 1 pada bayi bayi ≥ 95% Imunisasi DPT/HB 3 pada bayi bayi ≥ 90% Imunisasi Campak pada bayi bayi ≥ 90% Drop Out DPT /HB 1 .Campak Drop Out DPT /HB 1 .DPT/HB 3 bayi min 5 s/d 5% Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan bayi 15 min 5 s/d 5% .e f Penemuan suspect penderita TB Proporsi Pasien TB Paru BTA Positif diantara suspek TB Angka keberhasilan pengobatan pasien baru BTA positif Pencegahan dan penaggulangan PMS dan HIV / AIDS Jumlah anak sekolah (SMA sederajat) yang sudah dijangkau penyuluhan HIV/AIDS Kelompok sasaran yang dijangkau h i 70% % 10% % 90% Bulanan Bulanan Bulanan 1x/tahun atau Kali/sekolah 100% kelompok 12 kelompok/tahun atau 100% Demam Berdarah Dengue (DBD) Jumlah rumah yang dilakukan pemeriksaan jentik berkala (PJB) kasus Angka Bebas Jentik ( ABJ ) orang >95% % 100% % 100% desa 100% Penderita DBD yang ditangani Cakupan Penyelidikan Epidemiologi (PF) kasus DBD Pelaksanaan Penanggulangan Focus (FC) kasus DBD g Orang MALARIA Penderita klinis malaria yang dilakukan pemeriksaan Sediaan Darah (SD) Penderita positif malaria yang diobati sesuai standar (ACT) Penderita positif malaria yang di Follow up Pencegahan dan Penangulangan Rabies*) Cuci luka terhadap kasus gigitan Hewan Perantara Rabies Vaksinasi terhadap kasus gigitan HPR yang berindikasi 100 rumah/kel oleh nakes x orang 100% orang 100% % 100% x orang 100% orang 100% Pelayanan Imunisasi*) Imunisasi HB 0 .

4 kali Bulanan Spesimen 100% Bulanan Spesimen 100% Bulanan Spesimen 90% Bulanan Spesimen 75% Bulanan Spesimen 75% Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan Kontak Rate Pemeriksaan test kehamilan Pemeriksaan sputum penderita tersangka TB Pemeriksaan Protein Urine pada ibu hamil UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN Bulanan Bulanan Visite Rate Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan Hemoglobin pada ibu hamil Pemeriksaan darah trombosit tersangka DBD Bulanan 16 .UCI Desa Imunisasi DT pada anak kelas 1 SD Imunisasi campak pada anak kelas 1 SD Imunisasi TT pada anak SD kelas 2 dan 3 Imunisasi TT 5 pada WUS (15 45 tahun) j 8 a b c Imunisasi TT2 plus Bumil Grafik Pemantauan suhu lemari es (pagi dan sore) Ketersediaan stok vaksin per bulan Pemantauan KIPI (Kejadian ikutan pasca imunisasi) per bulan Pengamatan Penyakit (surveilance Epidemiologi) Laporan STP (surveilan Terpadu Penyakit) yang tepat waktu Kelengkapan Laporan STP (surveilan Terpadu Penyakit) Laporan C1 (campak) yang tepat waktu Kelengkapan Laporan C1 (campak) Laporan W2 (mingguan)yang tepat waktu Kelengkapan Laporan W2 (mingguan) desa ≥ 91.5% anak ≥95% anak ≥95% anak ≥95% WUS ≥ 85% Bulanan ≥ 85% Bulanan Bulanan hari 100% buku 100% Bulanan Bulanan buku Tiap bulan Bulan ≥ 80% Bulan ≥ 90% Bulan ≥ 80% Bulan ≥ 90% Minggu ≥ 80% Minggu ≥ 90% Grafik Penyakit Potensial wabah Minggu 100% Laporan KIPI Zero reporting Desa/kelurahan yang mengalami KLB ditanggulangi < 24 jam UPAYA PENGOBATAN Bulan ≥ 90% desa 100% % 25% Bulanan kali < 1.

gangguan perilaku.1 a b 2 a b c d e 3 a b c 4 a b c d 5 a b c Upaya Kesehatan Usia Lanjut Jumlah Posyandu lansia yang dibina Jumlah Pralansia dan lansia baru yang dilayani kesehatannya standar Upaya Kesehatan Mata/pencegahan kebutaan Penemuan kasus di masyarakat dan Puskesmas. dll. melalui pemeriksaan visus/refraksi Penemuan kasus penyakit mata di Puskesmas Penemuan kasus buta katarak pada usia > 45 tahun Pelayanan operasi katarak di Puskesmas kelompok 100% Bulanan orang 75% Bulanan % 80% Bulanan % 80% Bulanan % 30% Bulanan kali 3 kali/th Bulanan orang 10% Bulanan % 10% Bulanan % 40% Bulanan Orang 10% Bulanan Pelayanan rujukan mata Upaya Kesehatan Telinga/Pencegahan Gangguan Pendengaran Penemuan kasus sulit dan rujukan spesialis di PKM melalui pemeriksaan fungsi pendengaran Penemuan Kasus penyakit telinga di Puskesmas Kejadian Komplikasi operasi Kesehatan Jiwa Pemberdayaan kelompok masyarakat khusus dalam upaya penemuan dini dan rujukan kasus gangguan jiwa Penemuan dan penanganan kasus gangguan perilaku. gangguan jiwa. dari rujukan Kader dan masyarakat Penanganan kasus kesehatan jiwa. masalah NAPZA dll) yang datang berobat di Puskesmas Kelompok 20% Kasus 25% Kasus 30% Kasus 30% Kesehatan Olah Raga Kelompok/klub olahraga yang dibina Pelayanan kesehatan olahraga Pemeriksaan kesegaran jasmani % 8% Kelompok 8% % 80% 17 . gangguan jiwa. melalui rujukan rumah sakit atau spesialis Deteksi dini dan penanganan kasus jiwa. masalah NAPZA. gangguan psikosomatik.

6 a b c d e f g 7 8 a b c d 9 a b 10 a b c d e anak sekolah Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Gigi Pembinaan kesehatan gigi di Posyandu Pembinaan kesehatan gigi pada TK Pembinaan dan bimbingan sikat gigi massal pada SD/MI Perawatan kesehatan gigi pada SD/MI Murid SD/MI mendapat perawatan kesehatan gigi paripurna Rasio gigi tetap yang ditambal terhadap gigi yang dicabut Bumil yang mendapat perawatan kesehatan gigi Perawatan Kesehatan masyarakat Keluarga asuhan keperawatan pada keluarga rawan Posyandu 35% TK 100% SD/MI 100% SD/MI 100% orang 60% gigi 35% bumil 40% keluarga rawan 50% Bina Kesehatan Tradisional Pembinaan pengobatan tradisional ramuan Jumlah pengobat Tradisional ketrampilan Pembinaan fasilitas pelayanan kesehatan tradisional Frekuansi pembinaan pengobat tradisional Bina Kesehatan Kerja Jumlah pekerja formal yang mendapat pelayanan kesehatan Jumlah Pelayanan perusahaan yang dibina Pemberdayaan Masyarakat dalam PHBS Institusi pendidikan yang dikaji (Institusi Pendidikan Klasifikasi IV) Institusi sarana kesehatan yang dikali (Institusi kesehatan klasifikasi IV) Tatanan tempat-tempat umum/TTU yang dikaji (TTU klasifikasi IV) Tatanan tempat kerja yang dikaji (tempay kerja klasifikasi IV) Tatanan pondok pesantren yang dikaji (pondok pesantren klasifikasi IV) x orang 50% % 50% % 40% kali 3 kali/th % 80% % 80% Sekolah 100% Institusi 100% TTU 100% Tempat Kerja 100% Ponpes 100% 18 Bulanan .

5 jam/pasien Waktu Analisa 100 % Rata-rata respons time pasien emergency Max 2 menit 19 Bulanan Bulanan Bulanan Triwulan Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan Bulanan Kelengkapan pengisian form permintaan pemeriksaan laboratorium Kelengkapan Rekam Medis MONITO RING Bulanan 100% Bulanan Bulanan . Sasaran Mutu UKP N O 1. Purnama. UNIT INDIKATOR MUTU LAYANAN Pendaftaran Waktu pelayanan pemanggilan dan rekam pasien di loket sampai penyerahan Medis Kartu berobat ke pasien baru TARGET 5 menit Bulanan Waktu pelayanan pemanggilan pasien di loket sampai penyerahan Kartu berobat ke pasien lama 10 menit Pengembalian rekam medis pasien Map rekam medis pasien kembali 100% 2 Pelayanan Umum Kelengkapan pengisian Rekam Medis 100% 3 Pelayanan KIA & KB Kelengkapan pengisian Kartu Ibu 100% Infeksi Pasca tindakan/ pemasangan alat kontrasepsi Kelengkapan pengisian Rekam Medis 0% 4 Pelayanan Gigi Kejadian infeksi setelah penambalan tetap pada gigi post perawatan mumifikasi. 5 Pelayanan Farmasi Waktu pelayanan obat non racikan termasuk KIE Penulisan resep sesuai Pemberian Obat Secara Rasional (POSR) 6 7 Pelayanan Laboratorium Pelayanan Kegawatdaru ratan 100% Maksimal 10% pasien Maksimal 10 menit/resep 100% Maksimal kurang dari 1.11 a b c 12 Pengembangan UKBM Poskeskel Madya. Mandiri Pos UKK Madya Purnama Mandiri Poskestren Madya Purnama Mandiri Poskeskel 80% Pos UKK 100% Poskestren 60% % 10% Program Gizi Kunjungan pojok gizi Bulanan 3.

ketrampilan. Memastikan proses-proses yang dibutuhkan dalam Sistem Manajemen Mutu ditetapkan. pelatihan. Rumusan umum tugas dan fungsi b. Mengidentifikasikan dan mengelola program-pogram untuk perbaikan Sistem Manajemen Mutu. 20 . Melaporkan kinerja Sistem Manajemen Mutu dan peluang untuk melakukan perbaikan kepada Kepala Puskesmas. Uraian tugas c. dalam dokumen Job Description and Specification (JDS-TM) yang mencakup: a. Tanggung Jawab dan Wewenang Pegawai di Puskesmas Bareng terdiri dari Tenaga Medis (dokter) dan Tenaga Paramedis (perawat dan bidan). 2. Wakil Manajemen Mutu / Penanggung Jawab Manajemen Mutu Dalam mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu Kepala Puskesmas Bareng menunjuk seorang Wakil Manajemen (MR/Management Representative) yang merupakan pegawai internal Puskesmas Bareng. F. pengalaman) Struktur Organisasi Puskesmas Bareng terlampir pada bagian akhir Manual Mutu ini. Klinik Sanitasi 9 Klinik Gizi 10 Penanganan Limbah Medis Minimal 2 % dari kunjungan pasien baru Bulanan Intervensi pasca konseling 100% Bulanan Kunjungan konsultasi gizi 10 % dr kunjungan baru puskesmas Bulanan Penyakit berbasis lingkungan yang di konseling Ketepatan pemilahan / penanganan sampah medis Tribulanan 100% Tanggung Jawab. diimplementasikan dan dipelihara. Wewenang d. Kepala Puskesmas Bareng menetapkan tanggung jawab dan wewenang seluruh tenaga medis dan non medis sesuai Tugas Pokok dan Fungsi yang ada pada struktur organisasi. Persyaratan Jabatan (pendidikan. Adapun tugas dan tanggung jawab Wakil Manajemen adalah: 1.8 E. Tanggung jawab e. 3. dan tenaga paramedis non keperawatan. Wewenang 1.

dll. Surat Perintah. Surat Keputusan. Lokakarya mini Puskesmas 3. Rapat Tinjauan Manajemen 2. 5. Membantu MR dan Kepala Auditor Internal dalam persiapan. pelaksanaan dan tindak lanjut pelaksanaan audit internal 3. Apel Pagi Penjelasan mengenai komunikasi internal lebih rinci diatur dalam SOP masingmasing kegiatan. 6. Komunikasi Internal Untuk menjamin proses komunikasi berjalan secara efektif di lingkungan Puskesmas Bareng. G. Melaksanakan pengendalian dokumen sistem manajemen mutu di Puskesmas Bareng 2. Informasi melalui Interkom dan Whatsapp group Puskesmas 7. Dalam hal ini sekretaris mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: 1. BAB IV TINJAUAN MANAJEMEN 21 . 5. Membantu tugas-tugas MR lainnya. Mempromosikan kesadaran akan pentingnya memenuhi persyaratan pelanggan pada seluruh pegawai Puskesmas Bareng. Surat Tugas. MR dibantu oleh Sekretaris. 5. Melakukan pengumpulan bahan untuk Tinjauan Manajemen 4. Melakukan pengumpulan laporan Sasaran Mutu di setiap fungsi.4. Sosialisasi dan informasi melalui papan pengumuman. bentuk-bentuk komunikasi internal ditetapkan antara lain: 1. Mewakili Kepala Puskesmas dalam berhubungan dengan pihak luar yang berkaitan dengan Sistem Manajemen Mutu. Rapat Unit 4.

22 . b. B. Dalam Rapat Tinjauan Manajemen dibahas mengenai: C. c. Umum Tinjauan manajemen adalah rapat untuk membahas hasil analisis kebutuhan. Keluaran Tinjauan Manajemen Keluaran atau hasil dari Tinjauan Manajemen adalah rencana tindak lanjut yang berkaitan dengan : 1. g. Perbaikan pada keefektifan sistem manajemen mutu dan proses-prosesnya. Rapat Tinjauan Manajemen dilaksanakan minimal setiap 6 bulan sekali dengan agenda kegiatan sebagai berikut : a. Pembukaan Sambutan Kapus Pemaparan Hasil Audit Internal Umpan balik / Survei Kepuasan Pelanggan Capaian Kinerja Proses / hasil layanan Evaluasi kegiatan manajemen resiko Tindakan koreksi Rencana Tindak Lanjut Rencana Perbaikan Sistem Manajemen Mutu Penutup Masukan Tinjauan Manajemen Kepala Puskesmas Bareng memimpin Tinjauan Manajemen dalam bentuk rapat yang dihadiri oleh MR. Hasil audit internal 2. e. Saran-saran untuk perbaikan (improvement). Perbaikan pada kegiatan pelayanan UKM maupun UKP. Tujuan diadakannya Rapat Tinjauan manajemen adalah untuk pengendalian proses dan perbaikan dalam upaya menjamin pencapaian sasaran persyaratanpersyaratan mutu yang direncanakan dengan cara mengolah data hasil pemantauan dan pengukuran. Perubahan yang berdampak pada sistem manajemen mutu. d. Kinerja proses dan kesesuaian produk 4. hasil audit kinerja. harapan dan kepuasan. 1. 2. 6. i.A. f. Tindak lanjut dari Tinjauan Manajemen sebelumnya. serta tindak lanjut pertemuan. 7. Kepala Unit dan Sub Unit. hasil pertemuan tinjauan yang lalu dan rekomendasi. h. Hasil Tindakan Koreksi dan Tindakan Pencegahan 5. Umpan balik pelanggan (pengukuran kepuasan pelanggan dan keluhan pelanggan) 3. Kepala Sub Bagian TU dan beberapa fungsi yang mewakili proses internal di Puskesmas. j.

Hasil tinjauan manajemen dibagikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam peningkatan mutu dan kinerja di Puskesmas Bareng. 4. 23 . Pelaksanaan Rapat Tinjauan Manajemen diatur dalam SOP Rapat Tinjauan Manajemen. Peningkatan mutu layanan Penyediaan sumber daya yang diperlukan Hal tersebut untuk perbaikan mutu dan tindakan preventif untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian terhadap sasaran mutu yang sudah disepakati bersama.3.

Program pengembangan kompetensi sesuai kompetensi yang dibutuhkan Berdasarkan hasil analisa gap kompetensi. Sistem manajemen mutu dapat terpelihara dan terus-menerus diperbaiki keefektifannya 2. setiap tahun mengidentifikasi dan mengusulkan kebutuhan tenaga. Meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dengan memenuhi persyaratannya Puskesmas Bareng memiliki batasan wewenang dalam merealisasikan penyediaan kebutuhan sumber daya. Realisasi atas ajuan tersebut sepenuhnya bergantung kepada keputusan Dinas Kesehatan Kota Malang. Pada waktu yang tidak dapat ditentukan. serta obat. sesuai rasio yang telah ditetapkan dalam peraturan/regulasi yang berlaku.BAB V MANAJEMEN SUMBER DAYA A. 24 . B. Memiliki kompetensi yang relevan Puskesmas Bareng menetapkan Standar Kompetensi. Jumlahnya sesuai dengan standar kebutuhan Puskesmas Bareng melalui Sub Bagian Tata Usaha. Penyediaan sumber daya hampir seluruhnya berasal dari Dinas Kesehatan Kota Malang. dilakukan tinjauan terhadap kompetensi pegawai untuk melihat gap (kesenjangan) antara standar dengan peta kompetensi yang ada saat ini. Puskesmas Bareng menjamin/mengupayakan pegawai: a. sarana dan alat kesehatan. c. Setiap tahun. Puskesmas Bareng bisa mendapat tenaga dari Dinas Kesehatan Kota Malang sehingga manajemen perlu menetapkan mekanisme untuk mengoptimalkan sumber daya manusia yang dimiliki. Manajemen Sumber Daya Manusia 1. manajemen Puskesmas Bareng menilai efektivitas pengembangan kompetensi pegawai yang telah dilaksanakan. seperti pemenuhan SDM. Manajemen Puskesmas Bareng mengajukan usulan kepada Dinas Kesehatan Kota untuk pemenuhan kompetensi bagi pegawai yang memerlukan peningkatan kompetensi. Puskesmas Bareng hanya merencanakan kebutuhan dan melaksanakan verifikasi atas barang yang diserahkan dari Dinas Kesehatan Kota Malang. b. untuk memastikan bahwa seluruh pegawai yang melaksanakan pekerjaan telah memiliki kompetensi yang sesuai. Secara periodik. Penyediaan Sumber Daya Kepala Puskesmas Bareng menetapkan kebutuhan sumber daya yang diperlukan agar: 1.

2. 07. sedangkan tenaga kontrak dan tenaga bantu dinilai dengan Form Penilaian Kinerja. ternyata PNS. dilakukan penilaian kinerja pegawai. meninggalkan tugas pada jam kerja tanpa alas an yang jelas. tanpa alasan yang jelas. 07. Jam pelayanan Pelayanan Senin – Kamis : Pkl.00 WIB Jum’at : Pkl. Apabila berdasarkan rekapan hadir dalam satu bulan. izin. Setiap pegawai wajib mematuhi jam kerja sebagaimana tersebut diatas dengan melakukan Finger Print pada saat masuk dan pulang.00 WIB d. selambat-lambatnya tanggal 5 pada setiap awal bulan dilampiri dengan data dukung bagi yang sakit. Meningkatkan kesadaran pegawai mengenai pentingnya peranan setiap pegawai dalam pekerjaan mereka untuk mencapai sasaran demi kepuasan pelanggan f. Pegawai yang akan meninggalkan kantor pada jam kerja wajib memberi tahu dan mendapatkan izin dari atasan langsung.00 WIB Jum’at : Pkl. f. meninggalkan tugas pada jam kerja tanpa izin atasan. h. Daftar hadir adalah daftar absensi pegawai UPT Puskesmas Bareng.30 WIB – 11.00 WIB – 14. maka ia akan 25 . Jam kerja Senin – Kamis : Pkl.00 WIB Sabtu : Pkl. Pada setiap akhir bulan daftar hadir yang direkap untuk kemudian disampaikan ke Dinas Kesehatan Kota Malang. 07.00 WIB – 14.00 WIB – 11. Memastikan pelatihan dilaksanakan.00 WIB – 13. Menentukan pelatihan yang diperlukan oleh setiap bawahannya b.00 WIB Sabtu : Pkl. 07. 07. Jam kerja Pegawai Negeri Sipil dan Tenaga Bantu pada UPT Puskesmas Bareng di atur sebagai berikut : a. Mengelola arsip pegawai yang memuat informasi mengenai pelatihan. Pelatihan dapat dilakukan dalam bentuk atau kegiatan apapun yang bertujuan memberikan kompetensi kepada pegawai c.30 WIB – 10.00 WIB b. Mengevaluasi efektif / tidaknya tindakan yang telah diambil e. g.00 WIB Sabtu : Pkl. dan absen manual (menulis dibuku absen) pada saat masuk. Pelayan Kegawatdaruratan Senin – Kamis : Pkl. cuti dan Dinas Luar .00 WIB c. Mengambil tindakan lainnya selain pelatihan yang sesuai dengan permasalahan d.00 WIB – 11. dan tenaga bantu non PNS terlambat masuk kerja dengan komulatif sebanyak lebih dari 3 kali.30 WIB – 12.00 WIB – 13. 07. e. 07. ketrampilan dan pengalaman kerja pegawai 3. 4.00 WIB Jum’at : Pkl. 07. PTT. Setiap tahun. Kepala Sub Bagian Tata Usaha bertanggung jawab untuk : a. 07. dimana pegawai PNS dinilai menggunakan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil.

Korpri dan Keplek) 3) Hari Kamis dan Sabtu a) Pakaian batik adalah berupa kemeja lengan panjang / pendek sesiku bermotif batik dengan bawahan celana panjang bagi pria dan rok paling sedikit 10 cm dibawah lutut bagi wanita yang tidak berjilbab dengan warna yang disesuaikan dan tidak berbentuk jeans. Korpri dan Keplek) c) PDH Wanita (berjilbab) :  Baju lengan panjang dan warna khaki  Rok panjang warna khaki  Jilbab warna khaki polos  Sepatu warna hitam  Atribut lengkap (Papan Nama. II dan III i. b. Korpri dan Keplek) 2) Hari Rabu a) Baju Atasan Putih bawahan celana panjang bagi pria dan rok paling sedikit 10 cm dibawah lutut bagi wanita yang tidak berjilbab . Semua berkas daftar hadir dan teguran diarsipkan 5. kemudian berganti pakaian batik sesuai dengan ketentuan hari kamis dan sabtu 5) Untuk dokter dan dokter gigi saat pelayanan memakai jas warna putih. kaos kaki dan sepatu warna hitam  Atribut lengkap (Papan Nama. Korpri dan Keplek) 4) Hari Jum’at Pakaian Olah Raga pada pagi hari . Korpri dan Keplek) b) PDH Wanita (tanpa jilbab) :  Baju lengan pendek (sebatas siku) dan warna khaki  Rok paling sedikit 10 cm dibawah lutut warna khaki  Sepatu warna hitam  Atribut lengkap (Papan Nama.diberi tindakan atau di jalani hukuman disiplin sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 sebagai berikut : a) Teguran Lisan I. Tenaga Bantu : 1) Hari Senin – Rabu 26 . II dan III b) Teguran tertulis I. warna khaki  Celana panjang warna khaki  Ikat pinggang nilon / kulit. Aturan Pakaian Dinas a.berwarna hitam /gelap b) Bagi yang berjilbab warna hitam polos c) Sepatu hitam d) Atribut lengkap (Papan Nama. Bukti teguran diserahkan ke Dinas Kesehatan sebagai Upaya Tindak Lanjut. PNS 1) Hari Senin dan Selasa a) PDH Pria :  Kemeja lengan pendek. b) Atribut lengkap (Papan Nama.

untuk persalinan anaknya yang ke empat dan 27 . kemudian berganti pakaian batik sesuai dengan ketentuan hari kamis dan sabtu 6. PNS 1) Cuti Tahunan : Pegawai Negeri Sipil yang telah bekerja sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun secara terus menerus berhak atas cuti. Pegawai Negeri Sipil yang sakit lebih dari 2 (dua) hari sampai dengan 14 (empat belas) hari berhak atas cuti sakit. b) Bagi yang berjilbab warna hitam polos c) Sepatu hitam d) Atribut Papan Nama 2) Hari Kamis dan Sabtu a) Pakaian batik adalah berupa kemeja lengan panjang / pendek sesiku bermotif batik dengan bawahan celana panjang bagi pria dan rok paling sedikit 10 cm dibawah lutut bagi wanita yang tidak berjilbab dengan warna yang disesuaikan dan tidak berbentuk jeans. 2) Cuti Besar : Pegawai Negeri Sipil yang bekerja sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun secara terus menerus berhak atas cuti besar. lamanya cuti tahunan 12 hari kerja dan tidak dapat dipecah-pecah hingga jangka waktu yang kurang dari 3 (tiga) hari dan apabila cuti tahunan dalam tahun yang bersangkutan. dengan ketentuan bahwa ia harus memberitahukan kepada atasannya. PNS wanita berhak atas cuti bersalin. Pegawai Negeri Sipil yang cuti besar tidak berhak lagi atas cuti tahunannya dalam tahun yang bersangkutan. 3) Cuti Sakit : Pegawai Negeri Sipil yang sakit selama 1 (satu) atau 2 (dua) hari berhak atas ijin sakit. dapat diambil dalam tahun berikutnya untuk paling lama 18 (delapan belas) hari kerja termasuk cuti tahunan dalam tahun yang sedang berjalan. b) Atribut Papan Nama 3) Hari Jum’at Pakaian Olah Raga pada pagi hari . lamanya 1 ½ (satu setengah) bulan. Pegawai UPT Puskesmas Bareng mempunyai hak untuk cuti sebagai berikut : a.a) Baju Atasan Putih bawahan celana panjang bagi pria dan rok paling sedikit 10 cm dibawah lutut bagi wanita yang tidak berjilbab berwarna hitam /gelap. lamanya 3 (tiga) bulan. 4) Cuti Bersalin : Untuk persalinan anaknya yang pertama. dengan ketentuan bahwa PNS yang bersangkutan harus mengajukan permintaan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti dengan melampirkan surat keterangan dokter. ketiga. kedua.

Penanggung jawab unit / upaya bertanggung jawab untuk memastikan kecukupan dan kelengkapan sarana kerja dan kelayakan kondisi sarana kerja pada bagian yang dipimpinnya 28 . b. C. lamanya cuti bersalin adalah 3 (tiga) bulan. Istri/Suami. Melakukan pemeliharaan secara teratur terhadap alat-alat medis maupun fasilitas pendukungnya agar senantiasa dalam kondisi baik dan siap dioperasionalkan c. selama menjalankan cuti diluar tanggungan negara. cuti diluar tanggungan negara dapat diberikan untuk paling lama 3 (tiga) tahun. selama menjalankan cuti diluar tanggungan negara tidak diperhitungkan sebagai masa kerja PNS. Kakak. dikurangi cuti bersama c) Menikah : 3 hari d) Istri melahirkan/mengalami keguguran : 2 hari e) Kerabat Meninggal : 2 hari 7. dengan ketentuan satu berkas untuk arsip di TU. bersangkutan dan satu berkas untuk dikirim ke Dinas Kesehatan. 5) Cuti karena Alasan penting : Yang dimaksud dengan cuti karena alasan penting adalah karena Ibu. Berkas masuk ke TU Puskesmas Bareng paling lambat 2 minggu sebelum tanggal cuti. kepada PNS wanita diberi cuti diluar tanggungan Negara. satu berkas untuk pegawai yang c. PNS yang bersangkutan tidak berhak menerima penghasilan dari negara. Tenaga Kontrak a) Cuti Melahirkan : 2 bulan b) Dispensasi : 12 hari. Mertua/Menantu sakit atau meninggal dunia. b. Sarana prasarana baru yang diperlukan secepatnya diidentifikasi dan ditindak lanjuti sesuai prosedur yang berlaku d. melangsungkan perkawinan yang pertama . Setiap petugas yang mengajukan cuti membuat surat permohonan cuti beserta alasan cuti dan pelimpahan kepada petugas lain yang telah ditanda tangani kedua belah pihak.Lamanya cuti karena alasan penting ditentukan oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti untuk paling lama 2 (dua) bulan 6) Cuti diluar Tanggungan Negara Kepada PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun secara terus menerus karena alasan-alasan penting dan mendesak dapat diberikan cuti diluar tanggungan negara. Bapak. Berkas tersebut rangkap 3 dan ditanda tangani oleh Kepala Puskesmas. Infrastruktur a. Anak. Infrastruktur / sarana prasarana untuk meningkatkan mutu dan kinerja dipastikan terpenuhi b.seterusnya. Mekanisme pengajuan cuti adalah sebagai berikut : a.

Kegiatan diawali dengan pembuatan POA (Plan Of Action) masing masing penanggung jawab program UKM. POA disusun sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat serta sesuai dengan target kegiatan puskesmas yang belum tercapai c. Perencanaan Upaya Kesehatan Masyarakat. Lingkungan Kerja a. Proses yang berhubungan dengan sasaran : a. b. Harapan dan kebutuhan masyarakat diperoleh melalui Survey Masyarakat maupun pertemuan lintas sektor. aman dan nyaman c.D. Penetapan persyaratan sasaran 29 . akses dan pengukuran kinerja a. Penanggung jawab program UKM juga membuat Rencana Usulan Kegiatan (RUK) pada bulan Agustus untuk tahun berikutnya. d. Pengendalian lingkungan kerja dimaksudkan untuk mendukung komitmen mutu dan kepuasan pelanggan dan untuk mencapai kesesuaian terhadap persyaratan proses pelayanan yang telah ditetapkan BAB VI PENYELENGGARAAN PELAYANAN A. Pengendalian lingkungan kerja dimaksudkan agar lingkungan kerja senantiasa dalam keadaan rapi. 2. berdasarkan capaian kegiatan program pada tahun sebelumnya dan capaian program 6 bulan pada tahun berjalan. Akses pelayanan langsung berhubungan dengan masyarakat f. yang dilakukan di awal tahun berjalan. Lingkungan tempat kerja dikendalikan b. Hasil kegiatan dianalisa secara berkala untuk ditentukan rencana tindak lanjut yang akan dilakukan. Upaya Kesehatan Masyarakat Puskesmas 1. e. bersih. Pimpinan dan seluruh pegawai bertanggung jawab dan berkewajiban mengupayakan dan menjamin agar lingkungan kerjanya terkendali d.

tata cara dan peraturan yang berlaku tentang kegiatan atau program. pertemuan lintas sektor dan penyuluhan masyarakat 3. 4. Penyelenggaraan UKM : a. Validasi dilakukan oleh masing-masing pemegang program c. Identifikasi dan mampu telusur Identifikasi penyelenggaraan upaya dilakukan melalui survey kebutuhan. Komunikasi dengan sasaran Komunikasi dengan sasaran dilakukan melalui Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK). pertemuan kader. Pengendalian proses penyelenggaraan upaya 1) Pengendalian penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat dilaksanakan sesuai perencanaan (POA) masing-masing program 2) SOP dibuat untuk membimbing petugas pelaksana agar dapat melaksanakan kegiatan sesuai yang direncanakan 3) Peralatan yang diperlukan untuk proses penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat dipastikan tersedia dan memenuhi persyaratan b. b) Memperoleh informasi mengenai aturan.1) Penanggung jawab program memahami secara jelas semua persyaratan yang diminta oleh sasaran 2) Penanggung jawab program melakukan koordinasi dengan lintas program dan lintas sector terkait untuk pembahasan semua persyaratan saran b. Pembelian Pembelian yang dilaksanakan dalam kegiatan program-program Upaya Kesehatan Masyarakat didanai dari kegiatan APBN ( BOK). 30 . musyawarah masyarakat dan asupan dari masyarakat melalui rapat lintas sektor d. Validasi proses penyelenggaraan upaya Validasi diarahkan untuk mengkonfirmasi dan membuktikan bahwa proses yang akan dijankan memiliki kemampuan untuk mencapai hasil yang disyaratkan. dan JKN. Tinjauan terhadap persyaratan sasaran Puskesmas melakukan peninjauan terlebih dahulu untuk memastikan kemampuannya dalam memenuhi persyaratan pelanggan c. Hak dan kewajiban sasaran 1) Hak Sasaran : a) Memperoleh kejelasan informasi tentang kegiatan atau program yang akan dilaksanakan UPT Puskesmas Bareng di wilayah kerjanya. survey mawas diri. APBD II.

3) Yang termasuk barang milik pelanggan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat adalah KMS. keterbukaan. 2) Semua fungsi/ pihak yang secara langsung atau tidak langsung terlibat dengan penggunaan. Manajemen risiko dan keselamatan 1) Identifikasi Resiko a) Identifikasi Resiko dilakukan untuk melihat kejadian yang mungkin terjadi dan dapat menimbulkan kerugian dimasa yang akan dating b) Hal yang perlu diperhatikan untuk melakukan identifikasi resiko adalah ketersediaan data yang akurat. Mematuhi segala aturan dan kesepakatan yang telah disepakati bersama e. Pemeliharaan Barang Milik Pelanggan 1) Barang milik pelanggan harus ditangani dengan hati. penyimpanan. b) Memberikan atau membantu menyampaikan informasi terkait dengan masyarakat sekitar. saran.pemeriksaan barang milik pelanggan harus melakukan identifikasi. survey. informasi historis ataupun kelompok kerja 2) Risk Asses atau Analisa a) Risk Asses atau analisa dilakukan berdasarkan hasil identifikasi risiko b) Menggunakan Matriks Grading Risiko :  Menyusun kriteria frekuensi. c) Mendukung program kegiatan UKM di wilayah UPT Puskesmas Bareng. kejujuran dan proporsional c) Tehnik yang dapat dilakukan dalam melakukan identifikasi resiko antara lain melalui brainstorming. melindungi dan mengamankan barang-barang milik pelanggan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. pembinaan dan sosialisasi terkait dengan kegiatan atau program UKM.hati untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. pembukuan kader. severity dan dampak  Menganalisis frekuensi dan severity terhadap dampak risiko dalam sebuah matrik 31 . verifikasi. wawancara. f. perbaikan atas kegiatan program UKM 2) Kewajiban Sasaran : a) Berkontribusi dalam menyelesaikan masalah kesehatan di wilayah kerja UPT PuskesmasBareng.c) Memperoleh penyuluhan. d) Mengajukan usul.

Program P2 13. Program gizi 12. 1. Pemantuan dan Pengukuran 1) Kepuasan pelanggan Pemantuan dan pengukuran kepuasan pelanggan diukur melalui survey kepuasan pelanggan dan kotak saran . Program kes. analisis dan penyempurnaan sasaran kinerja UKM a. masyarakat dan lingkungan 4) Implementasi Implementasi dilakukan sesuai dengan rencana tindak lanjut dan dilaksanakan oleh seluruh pegawai yang dikoordinasi oleh tim manajemen resiko Puskesmas Bareng. Umum Semua upaya/program melakukan pengukuran dan pemantuan terhadap kegiatannya yang dilakukan secara terencana. Program UKGM/UKGS 16. Program kesehatan olahraga 5. Program pojok gizi 8. Waktu pelaksanaan survey kepuasan pelanggan UKM dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat. Program kesehatan usila 4.Survey kepuasan pelanggan program UKM dilakukan oleh masing-masing program yang ada di Puskesmas Bareng dengan cara membagikan kuesioner kepada pengguna layanan program yang ada di wilayah Puskemas Bareng. Program Perkesmas 14. Program kesehatan jiwa Audit Internal 32 . Program promkes 9. Program UKS 15. Program Batra 2. Pengukuran. Program UKK 7. Menyusun matriks grading risiko berdasarkan analisis frekuensi dan severity 3) Rencana Pelaksanaan (Plan of Action) Rencana tindak lanjut bertujuan untuk meminimalisirkan resiko dan keselamatan bagi petugas. Hasil pengukuran dianalisis untuk dilakukan perbaikan dalam rangka peningkatan mutu dan kinerja b. Program KIA 11. Sasaran survey kepuasan pelanggan UKM Puskesmas Bareng adalah pengguna layanan upaya kesehatan masyarakat puskesmas meliputi 2. Program Indra 6. 5) Monitoring dan Evaluasi Monitoring dan evaluasi dilakukan secara rutin sebagai tolak ukur keberhasilan kegiatan manajemen resiko 5. Program kesling 10.reproduksi 3.

d. Pengendalian jika ada hasil yang tidak sesuai Jika didapat hasil yang tidak sesuai dengan target indikator yang telah ditetapkan akan dilakukan tindakan perbaikan yang cukup. c. Pemantauan dan pengukuran hasil layanan Pemantauan dan pengukuran hasil layanan program UKM dilakukan dengan membandingkan hasil layanan dengan target indikator yang telah ditetapkan. Pemantauan dan pengukuran proses Pemantauan dan pengukuran proses layanan program UKM diketahui melalui umpan balik sasaran / survei kepuasan pelanggan. setelah ditemukan permasalahan / kendala / hambatan yang ada di program UKM kemudian didiskusikan secara berkala bagaimana 33 . terencana dan terdokumentasi f) Dalam setiap pelaksanaan audit. tindakan perbaikan serta tanggung jawab pengendalaian pelayanan tidak sesuai diatur dalam SOP Penanganan Pealayanan Tidak Sesuai.a) Tujuan audit adalah untuk memastikan sistem mutu dalam pelaksanaan program di implementasikan secara efektif dan hasilnya sesuai dengan yang telah direncanakan b) Tim audit dibentuk oleh kepala puskesmas dan dibekali pemahanan yang cukup sebelum melaksanakan audit c) Rencana audit direncanakan oleh tim audit dengan mempertimbangkan tingkat kepentingan dan kekritisan bagian yang akan diaudit d) Pemantauan dan pengukuran audit internal dilakukan dengan menggunakan instrument audit internal setiap 6 bulan sekali e) Audit harus dilakukan secara sistematis. Identifikasi . Analisis Data Penanggung jawab UKM dan penanggung jawab program melakukan analisis data. 4. objektif. analisa penyebab. auditor harus memperhatikan hasil audit yang terdahulu untuk mengevaluasi efektifitasnya g) Penanggung jawab program yang diperiksa bertanggung jawab untuk menundak lanjuti temuan audit pada bagiannya h) Tindak lanjut audit harus mencakup verifikasi terhadap tindakantindakan yang telah diambil i) Tim audit bertanggung jawab terhadap hasil audit dan melapor kepada Wakil Manajemen dengan tembusan kepada Kepala Puskesmas 3.

f. Pelayanan Klinis (Upaya Kesehatan Perorangan) 1. g. Tujuan tindakan preventif untuk mengantisipasi terhadap hasil kegiatan yang tidak sesuai dengan indikator perbaikan mutu dan kinerja yang telah ditetapkan. setiap tiga bulan melalui Lokakarya mini lintas sektor dan setiap akhir tahun melalui Lokakarya mini tahunan. 34 . Peningkatan Berkelanjutan Penanggung jawab UKM dan penanggung jawab program akan melakukan peningkatan secara berkala setelah diperoleh bagaimana cara pemecahan masalah sesuai dengan matrik rencana tindak lanjut. B. e.  Pemantauan proses. mencapai melaksanakan dan tujuan dan sasaran memelihara sesuai dengan Rencana kebijakan Puskesmas. Perencanaan pelayanan klinis Puskesmas Bareng mengacu pada standar pelayanan publik. metode penghitungan dan frekuensi analisa dari sasaran mutu. Tindakan Korektif Tindakan korektif adalah rangkaian kegiatan untuk menindak lanjuti hasil pelayanan mutu dan kinerja yang tidak sesuai dengan standar / indikator yang telah ditetapkan. Perencanaan Pelayanan Klinis a. Kepala Puskesmas Mutu untuk menetapkan.pemecahannya. Penanggung jawab UKM akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan mengenai perkembangan dari pelaksanaan rencana tindak lanjut tersebut. Tujuan dari tindakan korektif adalah memperbaiki hasil pelayanan mutu dan kinerja yang tidak sesuai dengan standar / indikator yang telah ditetapkan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap bulan melalui Lokakarya mini bulanan. Tindakan Preventif Tindakan preventif adalah suatu cara untuk mencegah hasil yang tidak sesuai dengan target sasaran dan indikator. apabila dalam pelaksanaannya tidak dapat ditangani oleh puskesmas akan dilakukan proses rujukan. b. Rencana Mutu yang ada di setiap unit kerja meliputi :  Perencanaan dan strategi untuk mencapai sasaran mutu pada setiap unit kerja.

Pelayanan gigi. Kepala Puskesmas mengadakan tinjauan ditetapkan jika ada ketidaksesuaian. Komunikasi dengan pelanggan diarahkan untuk memahami kebutuhan pelanggan antara lain : 1) Mendapatkan konfirmasi / persyaratan pelayanan rawat jalan dan rawat inap yang diinginkan pelanggan 2) Menjawab pertanyaan-pertanyaan pelanggan 3) Mengklarifikasi ketidak jelasan mengenai persyaratan pelanggan 4) Membahas masukan / usul / saran / keluhan pelanggan 3. obat. Kamar Obat. barang cetakan serta bahan habis pakai untuk kebutuhan Laboratorium. Setiap koordinator unit berkewajiban membuat perencanaan kerja untuk unitnya masing. 35 . Puskesmas melakukan komunikasi dengan pelanggan dalam bentuk pemberian informasi dan umpan balik dari keluhan b. Untuk proses pengadaan alat tulis kantor.c. 3) Memastikan semua sasaran dan persyaratan yang telah ditetapkan dicapai 4) Memelihara / mempertahankan sistem manajemen mutu pada unitnya 5) Melakukan perbaikan / penyempurnaan sistem manajemen mutu 2. b. maupun penyediaan tenaga kesehatan. Proses yang berhubungan dengan pelanggan a. terjadi aktivitas Pengembangan Pelayanan Puskesmas. Sebagian besar wewenang pengadaan barang dan jasa ada pada Dinas Kesehatan Kota. terutama untuk pengadaan alat kesehatan. terhadap rencana mutu yang telah pada atau aktivitas adanya pelayanan. pelayanan perubahan baru. 2) Memastikan sistem manajemen mutu yang telah dibuat dijalankan secara efektif . Pembelian / pengadaan barang terkait dengan pelayanan klinis : a.yang bertugas dan bertanggung jawab memverifikasi semua barang yang dibeli puskesmas. Proses pembelian Puskesmas Bareng memiliki batasan wewenang dalam merealisasikan proses pengadaan barang/jasa. dan semua Pelayanan dapat dilakukan oleh Puskesmas. dan pemeliharaan/perbaikan alat kesehatan. d.masing meliputi : 1) Merencanakan sistem manajemen mutu untuk unit kerjanya. melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan pengadaan barang / jasa sesuai dengan surat perintah kerja / surat pesanan. Verifikasi barang yang dibeli Verifikasi barang yang dibeli dilakukan oleh PPHP (Pejabat Pemeriksa Hasil Pekerjaan) .

Validasi proses pelayanan Di setiap unit dalam pelayanan klinis terdapat daftar tilik untuk mengevaluasi kesesuaian layanan klinis dengan standar yang telah ditetapkan (SOP). Penyelenggaraan Pelayanan Klinis a. Untuk melakukan proses validasi dilakukan dengan proses audit internal dengan menggunakan daftar tilik kepatuhan terhadap SOP. 4. Identifikasi dan ketelusuran Puskesmas Bareng mengidentifikasi dan mengendalikan kegiatan pelayanan yang diberikan. b. Pengendalian Proses Pelayanan Klinis Pengendalian proses pelayanan klinis dilakukan dengan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) dari tiap tindakan. SOP dapat ditinjau ulang bila ada hal-hal yang tidak sesuai atau adanya peraturan yang baru baik dari pemerintah maupun organisasi profesi kesehatan.menerima hasil pengadaan barang / jasa setelah melalui pemeriksaan. Rujukan dll) yang dipakai dalam pelayanan di Puskesmas Bareng harus mencantumkan nomer rekam medis pasien untuk memastikan identifikasi dan ketelusuran . Form Laboratorium. Evaluasi terhadap pelaksanaan SOP dilakukan oleh Tim Mutu Klinis Puskesmas. c) Meminta konsultasi medis 36 . Untuk mempermudah penelusuran. membuat dan menandatangani berita acara serah terima hasil pekerjaan. digunakan Buku Register. cara mengatasinya dan alternative lainnya. dimana tidak ada kesamaan nomor setiap pasien dan digunakan mulai dari pasien terdaftar di Puskesmas. Identifikasi yang terkait dengan pasien dilakukan dengan menggunakan Nomor Rekam Medis. Semua Formulir (Resep. c. Identifikasi status kesehatan dan/atau pengobatan pasien tercantum dalam dokumen rekam medis secara lengkap. termasuk diagnosa dan terapi yang diberikan oleh dokter/tenaga medis yang merawat. d. Hak dan kewajiban pasien 1) Hak Pasien Setiap pasien Puskesmas mempunyai hak sebagai berikut : a) Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan pelayanan yang berlaku di Puskesmas b) Mendapatkan informasi atas penyakit yang diderita dan tindakan medis yang akan dilakukan dan kemungkinan penyulit sebagai akibat tindakan tersebut.

biaya dan komplikasi yang mungkin terjadi dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan g) Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya kecuali untuk kasus-kasus KLB (Kejadian Luar Biasa) dan kasus yang dapat membahayakan masyarakat h) Keluarga dapat mendampingi saat menerima pelayanan kesehatan 2) Kewajiban Pasien a) Membawa kartu identitas (KTP/SIM) atau mengetahui alamat dengan jelas untuk kunjungan pertama kali b) Membawa persyaratan jaminan kepesertaan 1) Pasien Baru  Foto copy KTP atau KK  Foto copy kartu BPJS / KIS / Jamkesda / SKM  Membawa buku UKS dan memakai baju seragam bagi siswa 2) Pasien Lama  Kartu berobat Puskesmas Bareng  Menunjukkan kartu BPJS / KIS / Jamkesda / SPM  Membawa buku UKS dan memakai baju seragam bagi siswa c) Mengikuti alur pelayanan Puskesmas d) Mentaati aturan pelayanan dan mematuhi nasehat serta petunjuk pengobatan 3) Hak penyedia layanan / Petugas a) Memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai standar profesinya b) Menolak permintaan pasien dan atau keluarganya untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan standar profesi maupun hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku 4) Kewajiban penyedia layanan / Petugas a) Melakukan pelayanan sesuai dengan standart profesi dan prosedur tetap / SOP pelayanan b) Memberikan informasi pelayanan kepada pengguna layanan. saran. hasil dan biaya serta kompensasi pelayanan c) Memberikan teguran bagi pengunjung yang tidak mentaati ketentuan pelayanan dan memberikan saran agar tidak terulang lagi 37 . alternatif tindakan. kritik dan keluhan berkaitan dengan pelayanan e) Memperoleh layanan yang bermutu. resiko. aman. adil. baik itu waktu. tujuan. tindakan.d) Menyampaikan pengaduan. persyaratan. jujur dan manusiawi f) Memperoleh informasi hasil pemeriksaan yang meliputi diagnose dan tata cara tindakan.

monitoring dan evaluasi implementasi program keselamatan pasien 5) Melakukan pencatatan.d) Berusaha untuk memenuhi kebutuhan pengguna layanan semaksimal mungkin. educator. konsultasi. Manajemen risiko dan keselamatan pasien Adalah suatu sistem yang menjamin bahwa asuhan pasien lebih aman. dan dahak pasien 3) Hasil pengujian Laboratorium 4) Alat kontrasepsi yang digunakan pasien Bila milik pasien hilang. yang terdiri dari : a) Membangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien. pelaporan dan analisa masalah terkait Kejadian Tidak Diharapkan (KTD). Kejadian Nyaris Cedera (KNC) dan Kejadian Potensial Cedera (KPC) 38 . f) Belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan pasien dan g) Mencegah cedera melalui implementasi sistem keselamatan pasien 2) Mengembangkan program keselamatan pasien di puskesmas 3) Menyusun kebijakan dan prosedur terkait dengan program keselamatan pasien 4) Menjalankan peran sebagai motivator. d) Mengembangkan sistem pelaporan e) Melibatkan dan berkomunikasi dengan pasien. sehingga tercapai kepuasan pengguna layanan e) Melakukan pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan e. Milik pasien meliputi: 1) Data pada dokumen Rekam Medis 2) Spesimen urine. b) Memimpin dan mendukung staf. sistem tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan dalam melakukan atau tidak melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan. darah. sistem tersebut meliputi : 1) 2) 3) 4) Kajian / assesmen resiko Identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan resiko pasien Pelaporan dan analisis insiden Solusi untuk meminimalkan timbulnya resiko Manajemen resiko dan keselamatan pasien diselenggarakan dengan tujuan untuk : 1) Memberikan pengarahan dan pelaksanaan tentang 7 langkah keselamatan pasien. dsb) Puskesmas Bareng mengidentifikasi. Pemeliharaan barang milik pelanggan (specimen. c) Mengintegrasikan aktifitas pengelolaan risiko. maka harus dilaporkan kepada pasien dan/atau keluarga pasien dan catatannya dipelihara. memelihara dan melindungi dengan baik milik pasien. rekam medis. rusak atau ditemukan tak layak. f.

2. Peningkatan Mutu Pelayanan Klinis dan Kesehatan Pasien : a. Pemberian obat kadaluarsa kepada pasien dengan target 0% Imunisasi Diukur dengan melihat tingkat kepahaman petugas terhadap VVM yang tertera di vial vaksin dengan target 100%. Compliance Rate (CR) = x 100% Compliance rate digunakan untuk mengecek kepatuhan terhadap langkahlangkah kegiatan dalam rangka penilaian indikator kinerja klinis. Pelayanan Umum a. KIA Diukur dengan setiap petugas memberikan inform concent tiap ada tindakan medis dengan target 100%. Pengukuran pencapaian sasaran keselamatan pasien Pencapaian sasaran keselamatan pasien diukur dengan indikator setiap Pelayanan /unit layanan sebagai berikut : 1.6) Secara berkala membuat laporan kegiatan kepada kepala puskesmas Kegiatan manajemen resiko dan keseluruhan pasien di UPT Puskesmas Bareng antara lain sebagai berikut : 1) Manajemen pengelolaan limbah medis dan non medis 2) Menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul 3) Penggunaan APAR 4) Ketepatan identifikasi pasien 5) Peningkatan komunikasi yang efektif 6) Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai 7) Kepastian tepat-lokasi. 4. Kesalahan pemberian resep dengan target 0% b. Pemberian informed concent dalam setiap tindakan medis dengan target 100% Pelayanan Gigi a. Pelayanan Obat a. Kesalahan pemberian resep dengan target 0% 39 . b. tepat-prosedur. 3. dimana jumlah tindakan kepatuhan dibandingkan dengan jumlah seluruh tindakan. 5. Penilaian indikator kinerja klinis Penilaian indikator kinerja klinis dilakukan dengan menggunakan instrument / checklist daftar tilik dihitung menggunakan rumus compliance rate. Kesalahan pemberian obat dengan target 0% b. tepat-pasien operasi 8) Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan dan 9) Pengurangan risiko pasien jatuh 5.

Insiden keselamatan pasien dicatat dalam buku bantu pelaporan. Umum Semua Pelayanan / Unit pelayanan melakukan pengukuran dan pemantauan terhadap kegiatannya yang dilakukan secara terencana. 6. Hasil pengukuran dianalisis untuk dilakukan perbaikan dalam rangka peningkatan mutu dan kinerja. Hasil analisa disampaikan kepada tim keselamatan pasien untuk dilaporkan kepada Kepala Puskesmas. b. Kejadian Nyaris Cedera (KNC) dan Kejadian Potensial Cedera (KPC) dilaporkan oleh masing-masing unit pelayanan klinis kepada tim keselamatan pasien. Analisis dan tindak lanjut Setiap terjadi insiden keselamatan pasien (KNC. Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Kejadian Tidak Diharapkan (KTD). identifikasi tersebut diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari. Pemantauan dan pengukuran : 1) Kepuasan pelanggan Kepuasan pelanggan diukur dengan menggunakan 2 metode survey.b Pemberian informed concent dalam setiap tindakan medis dengan target 100% Laboraturium 6. iv. d. Kesalahan pemberian hasil laboraturium c. Membentuk tim penyusun survey kepuasan pelanggan ii. ditingkat Puskesmas Tim survey menyusun kuesioner Tim survey mengidentifikasi sasaran dan jumlah responden Tim survey membuat jadwal pelaksanaan 40 . iii. Kejadian hematoma saat pengambilan sampel darah pasien dengan target 0% b. Penerapan manajemen risiko Setiap unit membuat identifikasi resiko untuk mencegah terjadinya KNC (Kejadian Nyaris Cedera). KTD (Kejadian Tidak Diinginkan). yaitu : a) Metode dengan menggunakan kuesioner i. KPC dan KTD) maka penanggung jawab Pelayanan wajib menganalisa dan membuat rencana tindak lanjut. e. analisis dan penyempurnaan : a. Pencatatan dan Pelaporan c. a. Pengukuran. KPC (Kejadian Potensial Cedera).

layanan.v. kepada kepala puskesmas Hasil survey disosialisasikan kepada seluruh staf puskesmas xi. ix. terencana dan terdokumentasi e) Dalam setiap pelaksanaan audit.Juni dan Juli –Desember).. objektif. xii. dalam rapat tinjauan manajemen Tim survey membuat dokumentasi pelaporan hasil survey Tim survey membuat RTL untuk kegiatan survey selanjutnya Penilaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Penilaian IKM menggunakan kuesioner dari permenpan untuk pelayanan publik. Data survey direkap dan dibuat grafik/diagram oleh tim vii. yang dilaksanakan dua kali dalam satu tahun (periode Januari. Hasil IKM kemudian dianalisa oleh tim survey untuk kemudian diserahkan ke Kepala Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Malang. Tim survey membagikan kuesioner kepada pengguna vi. auditor harus memperhatikan hasil audit yang terdahulu untuk mengevaluasi efektifitasnya f) Penanggung jawab Pelayanan / unit yang diperiksa bertanggung jawab untuk menindak lanjuti temuan audit pada bagiannya g) Tindak lanjut audit harus mencakup verifikasi terhadap tindakantindakan yang telah diambil h) Tim audit bertanggung jawab terhadap hasil audit dan melapor kepada Wakil Manajemen dengan tembusan kepada kepala puskesmas 41 . survey Tim survey membuat analisa data hasil survey Tim survey membahas hasil survey kepuasan pelanggan Tim survey melaporkan hasil temuan survey kepuasan pelanggan dan analisa data hasil survey kepuasan pelanggan b) x. viii. 2) Audit Internal a) Tujuan audit adalah untuk memastikan sistem mutu di implementasikan secara efektif dan hasilnya sesuai dengan yang telah direncanakan b) Rencana audit direncanakan oleh tim audit dengan mempertimbangkan tingkat kepentingan dan kekritisan bagian yang akan diaudit c) Pemantauan dan pengukuran audit internal dilakukan dengan menggunakan instrument audit internal setiap 6 bulan sekali d) Audit harus dilakukan secara sistematis.

tindakan perbaikan serta tanggung jawab pengendalian pelayanan tidak sesuai ditetapkan dalam SOP Pengendalian Pelayanan Tidak Sesuai. maka Puskesmas Bareng melakukan tindakan perbaikan yang cukup. Ketua tim mutu memonitoring dan mengevaluasi tindakan perbaikan dan pencegahan yang dilakukan. setelah ditemukan permasalahan / kendala / hambatan yang ditemukan dari hasil audit internal dan umpan balik pelanggan kemudian didiskusikan secara berkala bagaimana pemecahannya.3) Pemantauan dan pengukuran proses. Pelaksanaan Pelayanan / unit menindaklanjuti dengan merumuskan tindakan perbaikan dan pencegahan sesuai dengan rekomendasi perbaikan. kotak saran dan keluhan pelanggan. 4) Pemantauan dan pengukuran hasil layanan Pemantauan dan pengukuran hasil layanan klinis dilakukan dengan membandingkan kinerja di layanan dengan sasaran mutu yang ditetapkan oleh masing-masing unit. 8) Tindakan Korektif / Perbaikan 42 . kinerja Pemantauan dan pengukuran proses dan kinerja pelayanan klinis dilakukan melalui audit internal dan umpan balik seperti survey kepuasan pelanggan. tindakan perbaikan dan pencegahan serta Rapat Tinjauan Manajemen. 5) Pengendalian Jika ada hasil yang tidak sesuai Puskesmas Bareng berupaya untuk memastikan bahwa pelayanan yang tidak sesuai persyaratan diidentifikasi dan dikendalikan untuk mencegah penggunaan oleh pelanggan. 7) Peningkatan Berkelanjutan a) Seluruh pegawai dan pimpinan Puskesmas wajib melakukan perbaikan secara terus menerus terhadap efektifitas sistem mutu sesuai dengan tugas. tanggung jawab dan wewenangnya. b) Semua perbaikan mengacu pada komitmen yang tertuang dalam kebijakan mutu. Bila hasil pelayanan tidak sesuai ditemukan setelah diserahkan/digunakan oleh pelanggan. 6) Analisis Data Penanggung jawab UKP dan penanggung jawab Pelayanan melakukan analisis data. analisa penyebab. Kegiatan ini dilaksanakan setiap bulan melalui Lokakarya Mini bulanan. Identifikasi. analisa data survey kepuasan pelanggan. sasaran mutu. setiap tiga bulanan melalui Lokakarya Mini lintas sektor dan setiap akhir tahun melalui Lokakarya Mini tahunan. hasil audit.

9) Tindakan Preventif /Pencegahan Tindakan pencegahan didasarkan pada potensi/kecenderungan akan adanya ketidaksesuaian dalam implementasi sistem manajemen mutu. b. Hasil tindakan pencegahan Penetapan tindakan pencegahan dijelaskan dalam SOP Tindakan Perbaikan dan Pencegahan. Hasil pengukuran kepuasan pelanggan. Identifikasi ketidaksesuaian di semua aktifitas proses di Puskesmas Bareng. dan penetapan tindakan perbaikan untuk mencegah ketidaksesuaian terulang kembali. b. termasuk keluhan pelanggan d. Identifikasi adanya potensi ketidaksesuaian di semua aktifitas di Puskesmas Bareng.Hasil evaluasi dan pengendalian mutu pelayanan Pelaksanaan tindakan perbaikan meliputi: a. analisa penyebab dan penetapan tindakan pencegahan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian.Tindakan perbaikan didasarkan pada adanya: a. Hasil dari pelaksanaan tindakan perbaikan berupa: a.Laporan Pencapaian Sasaran Mutu c. Hasil dari pelaksanaan tindakan pencegahan berupa: a. 43 . Pelaksanaan tindakan pencegahan meliputi: a. Hasil tindakan perbaikan Penetapan tindakan perbaikan dijelaskan dalam SOP Tindakan Perbaikan dan Pencegahan. analisa penyebab. Tindakan perbaikan harus ditetapkan dan dilaksanakan untuk mengeliminasi/menghilangkan penyebab ketidaksesuaian. Tindakan pencegahan harus ditetapkan dan dilaksanakan untuk mengeliminasi penyebab ketidaksesuaian potensial. Tindak lanjut (action) sebagai kelanjutan pengecekan (check) dalam upaya pencapaian sasaran b. Hasil pelayanan yang tidak sesuai b. Tindak lanjut (action) sebagai kelanjutan pengecekan (check) dalam upaya pencapaian sasaran b.

Rina Istarowati NIP. 19751025 200312 2 005 44 . semangat. Malang. Keberhasilan penerapan Sistem Manajemen Mutu melalui Manual Mutu ini sangat tergantung pada kesadaran.BAB VII PENUTUP Demikian Manual Mutu Puskesmas Bareng dibuat dan telah disahkan oleh Kepala Puskesmas untuk dijadikan acuan dalam bertindak dan mengambil keputusan dalam rangka menjalankan Sistem Manajemen Mutu. ikhlas. kebersamaan dan kesungguh – sungguhan karyawan dalam penerapan pedoman ini. terorganisir serta peningkatan kualitas secara terus menerus. Bagi pegawai Puskesmas Bareng. dedikasi. tetapi merupakan awal dari penerapan manajemen mutu untuk memberikan pelayanan yang berkualitas secara sistematis. manual mutu merupakan dasar untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan kapasitas dan wewenang yang telah diberikan. Mendapat Sertifikasi Akreditasi bukan merupakan hasil akhir dari proses implementasi manajemen mutu. sabar. Harapan kami komitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik secara profesional. jujur dan adil selalu konsisten sehingga perbaikan – perbaikan ke arah lebih baik tetap berjalan sesuai tuntutan global. Mei 2016 Kepala UPT Puskesmas Bareng Dr. ramah.

Jejaring fasilitas pelayanan Kesehatan (RS.Pengobatan Tradisional 8.Pelayanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat 7.Pelayanan Kefarmasian 1.BPM) . Kepegawaia n 3. Kesehatan Haji Pembantu 2. 8.Pelayanan Persalinan 6. Pelayanan promosi kesehatan termasuk UKS Keuangan dan Jejaring Fasilitas 1.Pelayanan KIA-KB yang bersifat UKM (UKP) 4.Kesehatan Indera 1. Rumah Tangga 4. Pelayanan Gizi yang 5.Kesehatan Jiwa Pelayanan Kesehatan: Pemeriksaan Umum 2.Kes. Penanggung jawab UKM dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat : Penanggung Jawab Penanggung Jawab Penanggung jawab UKP. Sistem Informasi Puskesmas 2.Pelayanan KIA-KB 4. Gigi Masy.LAMPIRAN 1 : STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS BARENG Kepala Puskesmas Kasubag Tata Usaha 1.DPM.Pelayanan Laboratorium 45 7.Pelayanan 2.Puskesmas 2.Pelayanan Kesehatan 3.Pelayanan Gizi (UKP) Penyakit 6.Pelayanan Pencegahan 6. Kefarmasian. 1.Kesehatan Kerja Darurat dan Pengendalian 5.Pelayanan Gawat 5. dan UKM Pengembangan: jaringan puskesmas Laboratorium : 1.Kesehatan Lansia bersifat UKM 4.Kesehatan Olah Gilut Raga 3.Pelayanan kesehatan lingkungan 3.