You are on page 1of 29

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1

Karakteristik Kapal Tunda
Kapal tunda merupakan jenis kapal khusus yang digunakan untuk menarik

atau mendorong kapal di pelabuhan, laut lepas atau melalui sungai. Kapal ini
digunakan pula untuk menarik tongkang, kapal rusak dan peralatan lainnya dan
memiliki tenaga yang besar bila dibandingkan dengan ukurannya.
Sesuai dengan daerah pelayarannya (menurut Tasrun Sjahrun) kapal tunda
dapat digolongkan menjadi :
a) Kapal tunda pelayaran besar (Ocean Going Tug), merupakan salah satu
jenis kapal tunda yang daerah pelayarannya di laut luar dan kapal ini
biasanya digunakan sebagai penyuplai bahan bakar dari hasil kilang
minyak (Anchor Handling Suplay Vessel).
b) Kapal tunda pelayaran pantai (Coastwise and Estuary Tug) merupakan
jenis kapal tunda yang daerah pelayarannya hanya disekitar perairan
pantai.
c) Kapal tunda pelabuhan dan pengerukan (Estuary and Harbour) merupakan
salah satu jenis kapal tunda yang digunakan untuk menarik atau
mendorong kapal yang ada di pelabuhan dan juga berfungsi sebagai
penarik kapal keruk.
d) Kapal tunda perairan dangkal (Shallow Draught Pusher Tug) merupakan
jenis kapal tunda yang memiliki sarat rendah.

6

e) Kapal tunda sungai dan dok (River and Dock Tug) merupakan jenis kapal
tunda yang memiliki kemampuan tarik kurang dari 3 knot dan hanya
menunda kapal disekitar area sungai.

Bangunan kapal tunda hampir sama dengan bangunan kapal barang.
Hanya saja tidak dilengkapi dengan palka barang besar, sehingga ukurannya lebih
kecil untuk tenaga penggerak yang sama. Karena kapal tunda dirancang untuk
dapat melakukan bermacam pekerjaan seperti menarik, menunda, menggandeng
dan menambatkan kapal – kapal dan alat apung lainnya yang mempunyai bobot
yang jauh lebih besar. Begitupula dengan konstruksinya dirancang lebih kuat
untuk menahan getaran, pada kapal tunda dilengkapi dengan peralatan tarik
seperti towing hook, stabilizher guilding ring, towing beam, dan juga derek
tambang tarik pada geladak tengah kapal.
Jenis kapal tunda yang dibahas pada karya tulis ini adalah kapal tunda
pelayaran pantai (coastwise and estuary tug), jenis kapal ini hampir sama dengan
kapal tunda pelayaran besar, hanya lokasi penggunaannya terbatas. Karena itu
persyaratan pembangunan kapal tunda ini sama dengan kapal tunda untuk
pelayaran besar.
Tenaga penggerak kapal tunda ini biasanya didasarkan pada permintaan
pemilik yang umumnya bervariasi antara 300 – 1500 HP dengan kecepatan kurang
dari 14 knot. Hampir semua sistem propulsinya memakai satu atau dua baling –
baling dengan tenaga penggerak berupa motor diesel yang dapat dikendalikan
langsung, baik untuk tenaga kecil maupun tenaga besar.

7

gelombang inilah yang kemudian bergesekan dengan lambung kapal dan arahnya melawan arah kapal sehingga menimbulkan gaya berlawanan. 2. Tahanan tersebut akan sama dengan komponen gaya fluida yang bekerja sejajar dengan sumbu gerakan kapal.2. 8 . Secara umum kecepatan kapal ditentukan oleh besar daya mesin dan tipe propeller. Putaran propeller pada kapal tugboat tidak sama dengan jenis kapal yang lain karena memiliki diameter yang besar dengan putaran relatif lebih rendah. VB. kecepatan kapal sudah ditentukan untuk memprediksikan sistem propulsi yang dipergunakan. Tahanan Kapal Tahanan kapal pada suatu kecepatan adalah gaya fluida yang bekerja berlawanan dengan gerakan kapal tersebut. Perubahan kecepatan akan berdampak pada perbedaan daya mesin dalam hal ini yaitu nilai Brake Horse Power (BHP) kapal tersebut. AO (Luas discus propeller). Untuk mengetahui daya mesin sebuah kapal terlebih dahulu harus diketahui tahanan total kapal dan mengacu pada dimensi kapal atau bentuk badan kapal.Daya dorong propeller ditentukan oleh VA. ini menunjukkan bahwa efisiensi propeller bergantung pada putaran dan diameter. oleh karena itu pada saat perencanaan kapal baru. Melihat bahwa kapal bergerak di bidang fluida cair yang nilai kerapatan massanya lebih besar dari udara sehingga semakin besar kecepatan dan dimensi suatu kapal maka semakin besar pula energi yang dibuang untuk menghasilkan energi berupa gelombang (wave).

Disisi lain kita juga harus memperhatikan satuan tahanan kapal yaitu sama dengan satuan gaya. biaya operasional. Gaya hidrodinamika ini semata-mata disebabkan oleh gerakan relative kapal terhadap cairan: 9 . biaya perawatan. karena dihasilkan oleh air maka disebut gaya hidrodinamika. RT digunakan untuk menentukan besar Efective Horse Power (EHP) yang didefinisikan sebagai daya yang diperlukan suatu kapal untuk bergerak dengan kecepatan sebesar VS dan mampu mengatasi gaya hambat atau tahanan sebesar R T dan yang lebih penting untuk mengetahui seberapa besar daya dari mesin utama agar kapal yang akan dibuat tidak mengalami kelebihan daya yang besar atau justru tidak bisa memenuhi kecepatan karena daya yang diprediksikan tidak bisa mengatasi besar tahanan kapal. Perhitungan tahanan kapal ini sangatlah penting sekali dan diharapkan seakurat mungkin dalam arti tidak kurang dan tidak lebih karena mempengaruhi aspek – aspek dari segi biaya investasi. Pada prinsipnya ada dua bagian kapal yang mengalami gaya hambat. Oleh karena itu berbagai macam cara digunakan oleh para arsitek kapal untuk memprediksi besar daya dari suatu kapal dengan hasil seakurat mungkin dengan menentukan besar tahanan total yang bekerja pada suatu kapal. persaingan ekonomis dan lain – lain.Tahanan total (RT) pada kapal terdiri dari komponen – komponen bagian kapal yang mempunyai kemungkinan menimbulkan gaya hambat atau resistance. yaitu bagian kapal yang terbenam dan area bagian kapal diatas permukaan air karena udara juga mempunyai faktor hambat pada kondisi tertentu. efisiensi.

Harvald. Gaya-gaya yang bekerja menyinggung badan kapal (gaya geser). maka tahanan total harus ditinjau secara praktis pula sehingga dapat diuraikan menjadi beberapa komponen utama sebagai berikut : 10 . 1982 Tahanan total (RT) yang dialami kapal terdiri dari sejumlah komponen tahanan yang berbeda yang diakibatkan oleh berbagai macam penyebab dan saling berinteraksi. (gaya tekanan). Tahanan total (RT) yang dialami kapal terdiri dari sejumlah komponen tahanan yang berbeda yang diakibatkan oleh berbagai macam penyebab dan saling berinteraksi untuk menangani masalah tahanan secara praktis.1 Komponen Tahanan Spesifik Sumber : Tahanan dan Propulsi Kapal. komponen tahanan ini dapat dilihat dari gambar berikut: Gambar 2. Aa. Sv.1. Untuk menangani masalah tahanan secara praktis. 2. Gaya-gaya yang bekerja tegak lurus terhadap permukaan badan kapal.

.V2. (2. bagian terbesar dari tahanan sisa pada kapal niaga adalah tahanan gelombang (Wavemaking resistance).…… (2.1) :  = Massa jenis air laut V = Kecepatan kapal (m/sec) S = Luas bidang basah (m2) Angka reynold (Rn) Rn = Vs.S (kN) …………………. RF (Resistantion Friction) terjadi akibat gesekan permukaan basah kapal dengan media yang dilaluinya. Aa......075 / (Log10Rn-2)2 . suatu tahanan gesek yang merupakan hasil perhitungan yang diperoleh dengan memakai rumus khusus. 5. Adapun formula yang diberikan adalah sebagai berikut: 11 . oleh karena semua fluida mempunyai nilai viskositas inilah menimbulkan gesekan tersebut...Cf. Tahanan Gesek. RR (Residual Resistance) adalah kuantitas yang merupakan hasil pengurangan dari tahanan total badan kapal.Lwl/ υ …………. Secara umum.. Atau komponen tahanan yang diperoleh dengan jalan mengintegralkan tegangan tangensial keseluruh permukaan basah kapal menurut arah gerakan kapal.1.………..……………………..3) Tahanan Sisa. (2. = 0. Adapun komponen tahanan tersebut sebagai berikut (Sv.2) Coefisien tahanan gesek (Cf) Cf 2.Harvald:1964): Rf Dimana = 0.

Kuantitas ini tidak dapat diukur langsung. Tahanan Tekanan. 5. 12 .5) Tahanan Viskos. Fn= V / 3.4) Dimana: ∆ = Displacement kapal (m2) V = Kecepatan kapal (m/s) Tahanan sisa memiliki nilai coefisien (Fn) yang diperoleh dari gambar gambar ratio panjang dan volume yang merupakan hubungan antara angka Froude dan koefisien prismatik memanjang.. kecuali untuk benda yang terbenam seluruhnya. 5 x ρ x ∆2/3 x V2) .……………………… (2. RV (Viskos Resistance) adalah komponen tahanan yang terkait dengan energi yang dikeluarkan akibat pengaruh viskos/kekentalan. 4.RR = (0. Tahanan Tekanan Viskos. (2. ?. dalam hal ini sama dengan tahanan tekanan. RP (Pressure Resistance) adalah komponen tahanan yang diperoleh dengan jalan mengintegralkan tegangan normal keseluruh permukaan kapal menurut arah gerakan kapal. ? ……………………….. RPV (Viskos Pressure Resistance) adalah komponen tahanan yang diperoleh dengan jalan mengintegralkan komponen tegangan normal akibat viskositas dan turbulensi.

1982 6. Tahanan yang disimpulkan demikian itu tidak termasuk tahanan pemecahan gelombang (wave breaking resistance). yang berarti momentum fluida. Sv.2 Tahanan tekanan dan viskos Sumber : Tahanan dan Propulsi. 8. Tahanan Pemecahan Gelombang. Harvald. RW (Wavemaking Resistance) adalah komponen tahanan yang terkait dengan energi yang dikeluarkan untuk menimbulkan gelombang gravitasi. Aa. 7. Tahanan Gelombang. Tahanan Pola Gelombang. dianggap dapat dikaitkan dengan pola gelombang dengan memakai teori linier. dalam hal ini medan kecepatan bawah permukaan (subsurface velocity field).Gambar 2. 13 . RWB (Wave Breaking Resistance) adalah komponen tahanan yang terkait dengan pemecahan gelombang yang berada di buritan kapal. RWP (Wave Pattern Resistance) adalah komponen tahanan yang disimpulkan dari hasil pengukuran elevasi gelombang yang jauh dari model kapal.

Dalam memakai model fisik. Gerakan daun kemudi ditujukan untuk kelurusan lintasan maupun manuver kapal. model tersebut umumnya dilengkapi dengan anggota badan seperti itu disertakan dalam pengukuran tahanan. Lingkungan juga berpengaruh pada tahanan. Tahanan Daun Kemudi (Steering Resistance) adalah tahanan akibat gerakan daun kemudi. Tahanan Anggota Badan (Appendage Resistance) adalah tahanan dari boss poros. Tahanan Semprotan. 12. Umumnya lunas bilga tidak dipasang. 11. RS (Spray Resistance) adalah komponen tahanan yang terkait dengan energi yang dikeluarkan untuk menimbulkan semprotan. Terbatas disini diartikan sebagai dekatnya jarak antara dinding pembatas air itu sendiri dalam arah horizontal. dinding pembatas air tersebut akan cukup dekat untuk mempengaruhi tahanan kapal. Jika tanpa anggota badan maka tahanannya disebut tahanan polos (bare resistance). Tahanan Udara (Air Resistance) adalah tahanan yang dialami bagian atas permukaan air serta bangunan atas (superstructure) karena gerakan kapal yang menyusuri udara.9. Tahanan Kekasaran (Roughness Resistance) adalah tahanan akibat kekasaran permukaan badan kapal misalnya akibat korosi dan fouling (pengotoran) pada badan kapal. 10. penyangga poros (shaft bracket) dan poros. 13. Bila kapal bergerak diair yang terbatas. Kedangkalan air 14 . lunas bilga dan sebagainya.

Adanya Tahanan Tambahan (Added Resistance) akibat angin yang bertiup pada bagian superstructure. Dalam perhitungan tahanan kapal tunda digunakan Metode Yamagata. RAA. 3. yang disebut pengaruh air dangkal (Shallow Water Effect). RAW. Kenaikan tahanan rata-rata digelombang. tahanan kapal akan mengalami perubahan yang berupa : 1. lebar dan kedalaman yang terbatas. diartikan sebagai kenaikan tahanan rata-rata diangin dan gelombang dibandingkan terhadap tahanan diair tenang pada kecepatan rata-rata yang sama. Yamagata. Adanya tahanan tambahan akibat refleksi gelombang pada badan kapal. jika berada dijalur perairan samudera bebas (sea way). Metode Yamagata diperkenalkan oleh seorang ilmuan Jepang bernama Dr. 2. Metode tahanan Yamagata banyak digunakan pada kapal – kapal yang berukuran kecil serta komponen-komponen tahanan yang diperhitungkan juga terbatas. 4. Tahanan menjadi lebih besar akibat gerakan kapal. Selain itu. Tahanan menjadi lebih besar karena sudut hanyut ( drift angle ) yang ditimbulkan oleh baik angin dan gelombang maupun gerakan daun kemudi. Bila membandingkan karakterisrtik untuk kerja kapal umumnya karakteristik di daerah perairan yang mempunyai panjang.juga mempunyai pengaruh pada tahanan. Beliau adalah salah satu staf ahli biro keselamatan dan teknologi maritim kekaisaran Jepang. 15 .

3.3. S 6. Cf = 0.B/L) (∆Rr``. dengan persamaan 2.B/T) (∆Rr``. Menentukan harga dari (∆rR`. Menentukan nilai tahanan gesek (Rf).5.135 9. Menentukan koefisien hambatan gesek (Cf). 11.5.B/L) / (B/L – 0. 16 . Menentukan harga dari (∆Rr``. Fn = V / ?. 3.2. 7.25) 14. V2 .3.5.1.  . dengan persamaan 2.Lwl / v Dimana v = 0. Menentukan nilai tahanan gesek (Rf) dalam satuan kg. Estimasi kecepatan dalam satuan knot.B/T) / (B/T – 2.B/L) 13. 12.1.5.B/L) = (∆rR`.3.135) fig.25 10. Pada suhu 28% 4.B/L) / (B/L-0.884 x 10-6 m2/s.Adapun metode perhitungan tahanan Metode Yamagata adalah sebagai berikut : 1. Menentukan harga dari (∆Rr``. ? 8.25) fig.B/T) = B/T – 2. Cf . Rn = Vs. Menentukan harga dari (∆rR`.2.5. Menentukan nilai harga B/L -0.B/T) / (B/T-2.0075 / (log 10 (Rn – 2)2 5.135) fig. dengan persamaan 2. Menentukan nilai harga B/T -2. Menentukan kecepatan kapal dalam satuan m/s.25 x (∆rR`.2 x (∆Rr``. Rf = 0. Menentukan koefisien tahanan sisa (rRo) fig.5 . 2.3. Menentukan nilai Froude (Fn). Menentukan angka Reynold (Rn).

dipaparkan sebagai berikut (Mansyur Hasbullah: 2003): a. Tenaga menghasilkan yang dihasilkan daya dorong oleh pada mesin induk baling-baling ditransmisi mengalami sampai beberapa proses. RT = Rx + 20% . Menentukan koefisien tahanan sisa (rR`) rR` = (∆Rr``. dengan persamaan 2. Rx 20. dalam satuan KN 18.4.5 x  x ∆2/3 x V2) 17. Menentukan hambatan total (Rx) Rx = RR + Rf 19.3.15.B/T) + (∆Rr``. Menentukan hambatan sisa (RR).B/L) + (rRo) 16. 17 . RR = (0. BHP (Brake Horse Power) adalah tenaga yang digunakan pada saat pengereman mesin. EHP (Effective Horse Power) EHP = RT x Vs / 75 2.Sehubungan dengan hal tersebut beberapa defenisi yang erat kaitannya dengan efisiensi propulsi. Menentukan hambatan sisa (RR). Hambatan total kapal. Sistem Propulsi Kapal Alat propulsi kapal yang paling sering digunakan adalah propeller / baling – baling yang menghasilkan daya dorong akibat adanya gaya angkat yang bekerja pada daun propeller pada saat berputar.

. losser power adalah 5% dan pada bagian belakang menjadi 3% saja.6) Dimana : n = Jumlah putaran poros propeller Daya SHP yang diterima adalah lebih kecil daripada BHP........ (2.. friction losser... PS Gambar 2. Sebagai perhitungan teoritis dapat diestimasi persentase kebocoran daya pada mesin utama..3 Fungsi SHP Sumber : Efisiensi Propulsi. Adji Gambar diatas merupakan fungsi dari SHP dapat dirumuskan sebagai berikut : SHP = 2.Q.. yaitu untuk kapal dengan ruang mesin utama di bagian tengah.n/75 ..π.... dan transmission gear. stuffing box. bearing. 18 ....... Surjo W... tergantung pada kondisi sistem poros (bearing rush) dan letak main engine ke propeller kapal.... thrust block.. karena adanya kebocoran-kebocoran (daya yg terbuang) daya yang terjadi pada sistem poros.. Kecendrungan meningkatnya kebocoran (losser Power).b... SHP (Shaft Horse Power) adalah tenaga dari poros (shaft) propeller yang diterima dari BHP.......

.....4 Fungsi DHP/PD Sumber : Efisiensi Propulsi......... Adji Dengan demikian DHP dapat dirumuskan sebagai berikut : DHP = 2π. DHP (Delivery Horse Power) adalah tenaga yang ditransfer ke propeller........5 Fungsi THP/PT Sumber : Efisiensi Propulsi.... PD Gambar 2..QD.8) Dimana : T = Thrust Va = Kecepatan aliran masuk 19 . Surjo W..... maka nilai THP dapat dirumuskan sebagai berikut : THP = T.Va .... (2... Adji Dari gambar diatas... VA Gambar 2........ (2.............. Surjo W....c......... PT = T...7) d..n .... THP (Thrust Horse Power) adalah gaya dorong yang digunakan oleh propeller untuk menggerakkan kapal.....

.. Adji Dari gambar diatas. Surjo W.........9) e..t) .. EHP (Effective Horse Power) adalah besarnya tenaga yang digunakan untuk menggerakkan kapal...10) .. maka nilai EHP dapat dirumuskan sebagai berikut : EHP = RT .... Thrust dapat diperoleh dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Caldwells: 1988) : T = RT / (1 .....6 Fungsi EHP/PE Sumber : Efisiensi Propulsi....... Thrust akan semakin kecil akibat bertambahnya beban tarik (Tahanan kapal) tetapi putaran propeller memperbesar pada momen torsi konstan...... (2....Thrust adalah gaya dorong yang ditimbulkan dari gaya angkat / lift pada bagian belakang propeller yang bergerak serta searah dengan gerakan kapal......... (2... Dimana thrust maksimum terjadi pada bollard pull.... V Gambar 2.... PE = RT...................... V / 75 (HP) Dimana : V = Kecepatan kapal RT = Tahanan total kapal 20 ..

.Hubungan antara daya – daya tersebut diatas adalah : EHP EHP THP DHP BHP  X X X IHP THP DHP BHP IHP THP = EHP x (1-t) / (1-w) = ηh Dimana : ηh . Arus Ikut (Wake) Arus ikut adalah perbedaan antara kecepatan kapal dengan kecepatan aliran air menuju propeller. Cb) – 0....3...........20 untuk Twin Screw ... (2.05 untuk Single Screw w = (0... Pada saat kapal bergerak. (Mansyur Hasbullah: 2003): w = (0..12) Harga koefisien arus ikut kapal berbaling – baling ganda dapat dilihat dari kurva sebagai berikut : 21 .5 . Pendapat ini dikemukakan oleh Taylor (Taylor wake fraction) dan oleh Froude (Froude wake fraction)...1..5 ... (2......... Cb) – 0....... Membagi perbedaan ini dengan kecepatan kapal atau dengan kecepatan aliran air menghasilkan dua harga koefisien arus ikut (wake fraction)..........11) = Effisiensi hull (1-t) = Thrust deduction factor (1-w) = Wake fraction 2.. gesekan air pada permukaan lambung menimbulkan lapisan air yang mengikuti arah gerakan kapal.

W.. Adji.. Harvald. Sv...7 Fraksi Arus Ikut Kapal Berbaling-Baling Ganda Sumber : Tahanan dan Propulsi Kapal.. Adapun gaya dorong ini dapat kita hitung dengan formula sebagai berikut: (Engine Propeller Matching.RT) dinyatakan dalam fraksi gaya dorong T dan di sebut Fraksi deduksi gaya dorong (Harvald... hal.19 (kapal dengan twin screw) . S.2.5 x Cp) – 0. 1992)... 1982 2.. Aa. kehilangan gaya dorong (T. Fraksi Deduksi Gaya Dorong (Thrust Deduction Fraction) Gaya dorong (T) yang diperlukan untuk mendorong kapal pada kecepatan v akan lebih besar dari pada tahanan RT yang akan dialami kapal bila di tarik pada kecepatan yang sama . 3) t = (0.Gambar 2.3. (2.13) Adapun komponen dari fraksi deduksi gaya dorong dapat dilihat dari gambar berikut ini: 22 ...

......Gambar 2...5 .......... Kecepatan Air Masuk Ke Propeller (Va) Kecepatan air masuk ke propeller dapat dihitung dengan formula sebagai berikut : Va = Vs (1-w). ??〗^1.....8 Komponen Fraksi Deduksi Gaya Dorong Sumber : Tahanan dan Propulsi Kapal..... Aa.14) Dimana : Vs = Kecepatan kapal (Knot) 2. Sv. (2...3.....5/〖??..3.............4...3..... Harvald..15) Dimana : Dp = Diameter propeller (feet) Va = Kecepatan air masuk (Knot) 23 ..... Taylor Coeficient (Bp-δ) Angka Taylor Coeficient dapat dihitung dengan formula sebagai berikut : Bp = 〖??〗^0... (2.... 1982 2... Knot ...

Efisiensi Propeller Efisiensi propeller adalah merupakan ukuran performance propeller terhadap produktivitasnya dalam menghasilkan daya dorong.. Energi dihabiskan akibat gesekan-gesekan dari partikel air itu sendiri.. ?)/((?? − ??).III:1988)  Kerugian akibat sejumlah massa yang bergerak berputar ke belakang.3. secara umum dibedakan atas (Baker E..16) Dimana : Z = Jumlah daun propeller T = Thrust (gaya dorong) k = Konstanta dari 0 ~ 0. ?^2 ) + k .3.2.5.3. Jadi dipergunakan baling-baling dengan diameter besar dengan jumlah putaran yang lambat. Kerugian ini dapat dikurangi dengan mempergunakan sistem putaran lambat pada massa air yang banyak..3 + 0.2 Po-Pv = Tekanan pada pusat propeller (N/m2) D = Diameter propeller (m) 2. Meskipun demikian baling-baling dengan diameter sebesar bagaimanapun tidak akan mempunyai effisiensi lebih dari 70 %. Ukuran baik baik buruknya baling-baling dalam menghasikan gaya dorong dinyatakan dengan efisiensi baling-baling. Explanded Blade Area Ratio (Ae / Ao) Ae / Ao dapat dihitung dengan formula sebagai berikut : Ae / Ao = ((1. (2. 24 .6. Kerugian energi baling-baling pada waktu bekerja di belakang kapal. ?).

Efisiensi akan berkurang dengan bertambahnya jumlah daun propeller (Z). Hal ini disebabkan oleh viskositas air dan gesekan air pada daun tersebut. Kerugian ini dikurangi dengan mempergunakan daun propeller yang kecil. Surjo W. Adji 25 . Keuntungan daun propeller berdaun banyak untuk mengurangi getaran kapal yang ditimbulkan oleh propeller terutama pada besar dengan propeller tunggal. PT = T. Dengan memperkecil luas tiap daun maka luas permukaan daun berkurang. Untuk mendapat luasan permukaan daun total yang sama seperti sebelum daun diperkecil maka jumlah daun ditambah tetapi effisiensi daun berkurang. VA PD Gambar 2.9 Fungsi ηp pada sistem propulsi Sumber : Efisiensi Propulsi. Hanya sedikit perbedaan effisiensi pada propeller berdaun tiga dengan empat dan antara empat dengan lima. Menurut hasil percobaan ditangki percobaan. Kerugian karena adanya daya tahan pada daun propeller sewaktu bergerak didalam air.

. ηs..... (2...........20) ... W...... 2009:6): Koefisien angka maju. n = 1/J x Va/ D x 60 26 ... . Model persamaan untuk karakteristik kinerja baling-baling kapal adalah sebagi berikut (Surjo..4.... (2.. ηh.….19) Putaran propeller (Rpm).. ηh... (2..... ηs...17) Koefisien Propulsi Koefisien Propulsi adalah harga perbandingan antara EHP (dari bahan kapal tanpa adanya tonjolan – tonjolan dan kelonggaran – kelonggaran lain) dengan BHP untuk motor diesel dan SHP (Shaft Horse Power) atau daya yang disalurkan mesin ke poros untuk kapal – kapal turbin.. (2......….Efisiensi propeller didefinisikan sebagai berikut : η = ??? ??? = ηo.. ηrr .......5. . PC = EHP / SHP = QPC = ηo... ηrr ... 2.....18) Dimana : ηo = Efisiensi propulsi ηh = Efisiensi lambung ηrr = Efisiensi relative rotative 2.. Karakteristik Baling – baling Kapal Setiap tipe dari masing-masing baling kapal memiliki karakteristik kurva kinerja yang berbeda-beda..? …... Sehingga kajian terhadap karakteristik baling-baling kapal tidak di-generalized untuk keseluruhan bentuk dari baling-baling.... Adji.….... (J) = ?? ? .......

Harvald hal...…...143.025 ton m) n = Putaran propeller (rpm) Va = Kecepatan air masuk ke propleller (m/s) D = Diameter propeller (m) Berdasarkan buku “Tahanan dan Propulsi Kapal” Sv.. (2.. (2..Aa.21) …………. (KT) = ? ?.Koefisien daya dorong... Besar kerugian tersebut adalah 5% untuk mesin ditengah kapal dan 8% untuk mesin dibelakang kapal.. angka KT dan KQ sangat ditentukan oleh diameter propeller dan tenaga kuda penggerak kapal dikurangi kerugian – kerugian akibat bantalan poros dan sebagainya.22) Dimana: T = Gaya dorong (N) Q = Torsi propeller (Nm) ρ = Massa jenis air laut (1.. 27 . (KQ) = ? .? 2 ? 4 ? Koefisien Torsi.? 2 ? 5 ………….

...23) Dimana : Ve = Kecepatan air masuk propeller (m/s) n = Putaran propeller (rpm) D = Diameter propeller (m) Rasio KT/KQ dapat pula digambarkan seperti pada gambar berikut ini : 28 ........ KT dapat dilihat dari diagram berikut ini : Gambar 2..... Sv..Nilai KQ....... D ...10 Diagram KQ... KT Sumber : Tahanan dan Propulsi Kapal. 1982 Nilai KT dapat di peroleh dari grafik KT – KQ – J adalah koefisien kecepatan maju yang besarnya adalah : J = Ve / n ........ Aa. Harvald... (2...

Karakteristik Pembebanan Propeller Pemilihan propeller yang akan digunakan dalam perancangan sistem propulsi diorientasikan pada tipe Waganigen B – series dengan diameter dan jumlah daun propeller berdasarkan perhitungan.Gambar 2. Sv.6. Korelasi tahanan dan 29 . tahanan per displacement merupakan fungsi dari kecepatan sehingga : RT/∆ ≈ f {α . data tahanan kapal dibentuk kedalam persamaan matematis. 1982 2. Untuk mendapatkan korelasi pembebanan. sedangkan Vs adalah kecepatan dinas yang direncanakan. Vsn} Persamaan karakteristik tahanan adalah persamaan polynominal ordo 2.11 Rasio KT/ KQ Sumber : Tahanan dan Propulsi Kapal. bentuk persamaan karakteristik tahanan sebagai berikut : y = α1x2 + α2x + c dimana RT / ∆ adalah besarnya tahanan total kapal per ton displacement. Aa. Harvald.

. Vs2 + α2 . x . dan RT / ∆ = f {α .. (2. (1 – t) bila RT = α1 . Vs + c dan jika diketahui bahwa.propeller dapat diperoleh dengan mengubah persamaan diatas dalam thrust coeffisient berdasarkan persamaan berikut : RT / ∆ = T / ∆ x (1 – t). thrust propeller dapat diformulasikan sebagai berikut : T = KTρn2D2 Dengan mengkombinasikan kedua persamaan thrust propeller diperoleh : KT = KT = ∝ 1−? ∝1 + ?? 2 + 2 +? 1−? 2 ?? 1−? 2 1−? ?? 2 ∝ 1−? ? 1−? 2 ∝1 + 2 + 2 ?? ?? 1−? 2 1−? ?? 2 J2 dan lebih sederhana apabila * K = ∝ 1−? ? 1−? 2 {∝1 + 2 + 2 } ?? ?? 1−? 2 1−? ?? 2 KT = K*J2 (A.D. Vsn} = T / ∆ . J2 = ?? ? 2 ?2 .24) 30 . Vsn} Sehingga dapat dinyatakan menjadi : F {α . Haris Muhammad. maka model persamaan dituliskan : ?? T x (1 – t) = α1 2 + α2 1−? ?? 1−? +c Selanjutnya dengan thrust propeller adalah : T = ∝1 ?? 2 1−? + ∝2 ?? 1−? 1−? +c dilain pihak. MT. Ph. ST..2001) .

.. (2..2.... Baling – baling Di Dalam Tabung (Kort Nozzle) Beban gaya dorong dapat diubah dengan jalan memasang foil udara mengelilingi baling – baling yang diselubungi atau unit baling – baling di dalam tabung (nozzle). Thrust dapat diperoleh dengan rumus sebagai berikut : T = KT ...t) 2.... m) n = Putaran propeller (Rps) D = Diameter propeller (m) Sedangkan besarnya gaya dorong yang menggerakkan kapal dapat di ketahui dengan mereduksi dengan faktor reduksi thrust (Thrust Deduction Factor) yang besarnya merupakan fungsi linear dari kecepatan. Unit ini juga disebut sebagai tabung Kort.. sehingga diperoleh : Ttb = T (1 . D4 . tetapi putaran propeller memperbesar pada momen torsi konstan. 31 .... Gaya Dorong (Thrust) Thrust adalah gaya dorong yang ditimbulkan dari gaya angkat / lift pada bagian belakang propeller yang bergerak serta searah dengan gerakan kapal. ρ ..7..... Thrust akan semakin kecil akibat bertambahnya tahanan kapal.......25) Dimana : KT = Koefisien gaya dorong ρ = Density air laut (1.... n2 ...025 ton .... Dimana thrust maksimum terjadi pada kondisi bollard pull.8...

Untuk mendapatkan gaya dorong yang lebih. Percepatan aliran akan menyebabkan turunnya beban gaya 32 . (Tahanan dan Propulsi K:apal. 1982). Gambar 2. Sv. Harvald. Sv. Aa. Kort nozzle akan membantu baling – baling untuk melakukan hal ini. Daun propeller yang memutar di air menghasilkan tekanan daerah tinggi di belakang setiap daun dan daerah tekanan rendah di depan dan perbedaan tekanan inilah yang memberikan kekuatan menggerakkan kapal. Harvald. 1982 Dengan adanya tabung – tabung tersebut dan tergantung pada bentuk tabung itu sendiri. baling – baling harus memindahkan air sebanyak mungkin dalam waktu yang ditentukan.12 Skema Baling – baling Dalam Tabung Sumber : Tahanan dan Propulsi Kapal. Aa. sebaliknya beban gaya dorong yang rendah memberikan efisiensi yang tinggi. aliran yang melalui tabung tersebut akan mengalami percepatan atau perlambatan.Peningkatan kualitas propulsi dapat dilakukan dengan jalan menurunkan beban gaya dorong karena secara teori mengatakan beban gaya dorong yang tinggi memberikan efisiensi yang rendah.

Gambar 2. Perlambatan aliran pada umumnya akan mengakibatkan karakteristik kavitasi yang baik. Harvald.001 diameter propeller.13 Skema Asaz Kerja Baling – baling Dalam Tabung Sumber : Tahanan dan Propulsi Kapal. sekitar 0. dan bahkan akan dapat menghilangkan pusaran tersebut jika sela antara ujung daun dengan dinding tabung cukup kecil.dorong dan naiknya efisiensi baling – baling. Dinding tersebut akan menurunkan kekuatan pusaran ikut pada ujung daun. Aa. 1982 Asaz kerja baling – baling yang diselubungi mirip dengan asaz kerja pompa aksial. Karena itu untuk mendapatkan efisiensi setinggi mungkin maka sela antara ujung daun dengan dinding tabung harus dibuat sekecil mungkin. 33 . Sv.

45. 1982 Dari grafik diatas menunjukkan bahwa nilai optimal efisiensi baling – baling dalam kort nozzle untuk kapal tunda adalah 0. 34 . Sv.14 Harga η maks untuk berbagai jenis alat penggerak Sumber : Tahanan dan Propulsi Kapal. Harvald.Gambar 2. Aa.