You are on page 1of 17

TUGAS TEKNIK EKSPLORASI

“LOGGING”

DISUSUN OLEH:
RIRIN TRI MURNIATI

D1101131020

DOSEN MATA KULIAH :
BUDI PURWOKO, ST, MT

UNIVERSITAS TANJUNGPURA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK SIPIL
PRODI TEKNIK PERTAMBANGAN
2015
KATA PENGANTAR

Saya menyadari akan kemampuan intelektual saya yang sangat terbatas.ST.MT selaku dosen mata kuliah Teknik Eksplorasi. Pontianak.Dengan menghaturkan rasa syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan nikmat-Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Saya berharap makalah ini dapat memberikan manfaat kepada semua pihak. untuk itu saya mengharapkan saran dan kritik yang bersifat konstruktif. Terutama bagi yang ingin lebih memahami tentang ilmu Teknik Eksplorasi khususnya mengenai tentang Logging. Tentunya dalam penyusunan dan penulisan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan kekeliruan. demi perbaikan makalah ini. Oleh karena itu dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Bapak Budi Purwoko. sehingga dalam penyusunan laporan ini membutuhkan bantuan dari berbagai pihak. 10 Mei 2015 Penulis DAFTAR ISI .

........ Konsep Dasar Logging......................................3.......... Saran .4 1..................................1....1..1 LATAR BELAKANG ..........................1................. 7 2............................ 16 BAB 1 PENDAHULUAN 1.......................................................................................... 15 3. Pengertian Logging ..... 12 2............. 5 2......................................................... 15 Daftar Pustaka ...2..... 9 2......................................... 13 2..........................................3.............................................................................. Tujuan masalah .....1 Log Sinar Gamma ..................2.....3...........3........4 Operasional Logging ......................................2 Mud logging ............................................................................................................ Well logging ................................. 13 Bab 3 Penutup 3........................2 Log Densitas ....................... Rumusan Masalah .......................... 6 2.............................................................Kata Pengantar .......................2 Bab 1 Pendahuluan 1..............2......... Kesimpulan .............................1 Logging-While-Drilling (LWD) ...................4 Bab 2 Pembahasan 2...............3 1.................... Latar Belakang......2...............................................................1 Daftar isi ............... 11 2............2..............................

atau dalam pengukuran fisika yang dieroleh dari respon piranti instrumen yang di pasang didalam sumur (geohysical log). Apa yang dimaksud dengan konsep dasar logging? . air bawah tanah dan geoteknik.2 RUMUSAN MASALAH 1. batubara. Subset kecil dari data pengukuran dapat ditransmisikan ke permukaan real time menggunakan pressure pulses dalamwells mud fluid colomn. Logging sumur adalah pengukuran dalam lubang sumur menggunakan instrumen yang ditempatkan pada ujung kabel wireline dalam lubang bor. Log dapat berupa pengamatan visual sampel yang diambil dari lubang bor (geological log).Logging merupakan metode pengukuran besaran-besaran fisik batuan reservoir terhadap kedalaman lubang bor. Terdapat dua kabel yang terkoneksi dengan permukaan. Loging sumur dilakukan setelah drill string dikeluarkan dari sumur. Data telemetri dari dalam tanah mempunyai bandwidth yang kecil kurang dari 100bit per detik. Sensor yang terletak diujung kabel wireline akan mendeteksi keadaan dalm sumur. Well loging dapat digunakan dalam bidang eksplorasi minyak dan gas. Apa yang dimaksud dengan Logging? 2. Loging sumur (well logging) juga dikenal dengan borehole logging adalah cara untuk mendapatkan rekaman log yang detail mengenai formasi geologi yang terpenetrasi dalam lubang bor. sehingga informasi dapat didapat real time dengan bandwidth yang kecil. kedalaman sumur direkam ketika sensor turun dan diangkat kembali untuk memulai pendeteksian. 1.

BAB 2 PEMBAHASAN .3 TUJUAN MASALAH Agar dapat mempelajari. Apa yang dimaksud dengan operasional logging? 1. memahami dan mendalami materi tentang Logging lebih dalam lagi.3. Apa yang dimaksud dengan well logging? 4. sehingga dapat diterapkan atau diaplikasikan dalam dunia tambang dengan tepat.

1 Pengertian Logging Logging adalah teknik untuk mengambil data-data dari formasi dan lubang sumur dengan menggunakan instrumen khusus. partikel nuklir. medan magnet. pengambilan material formasi (coring) dari dinding sumur. pengukuran tekanan formasi. Kemudian log tersebut akan diintepretasikan dan dievaluasi oleh geologis dan ahli geofisika. dsb. Biasanya pengukuran dilakukan pada saat logging tool ini ditarik ke atas. Hasilnya sangat penting untuk pengambilan keputusan baik pada saat pemboran ataupun untuk tahap produksi nanti. Sinyal tersebut akan dipantulkan oleh berbagai macam material di dalam formasi dan juga material dinding sumur. Setelah diolah lewat serangkaian komputer. dsb. tegangan listrik.) ke dalam formasi lewat dinding sumur. Pekerjaan yang dapat dilakukan meliputi pengukuran data-data properti elektrikal (resistivitas dan konduktivitas pada berbagai frekuensi). Data dikirimkan melalui pulsa tekanan lewat lumpur pemboran ke sensor di permukaan. arus listrik. Sinyal digital tersebut lalu diolah oleh seperangkat komputer menjadi berbagai macam grafik dan tabulasi data yang diprint pada continuos paper yang dinamakan log. Alatnya dipasang di dekat mata bor. Logging tool (peralatan utama logging. hasilnya juga berupa grafik log di atas kertas.2. berbentuk pipa pejal berisi alat pengirim dan sensor penerima sinyal) diturunkan ke dalam sumur melalui tali baja berisi kabel listrik ke kedalaman yang diinginkan. pengambilan sampel fluida formasi. Logging tool akan mengirim sesuatu “sinyal” (gelombang suara. Logging-While-Drilling (LWD) adalah pengerjaan logging yang dilakukan bersamaan pada saat membor. data nuklir secara aktif dan pasif. LWD . Pantulan sinyal kemudian ditangkap oleh sensor penerima di dalam logging tool lalu dikonversi menjadi data digital dan ditransmisikan lewat kabel logging ke unit di permukaan. ukuran lubang sumur.

Mud logging adalah pekerjaan mengumpulkan. seperti kedalaman. porositas. dengan menggunakan survey ini maka dapat memudahkan para geologist dalam melakukan interpretasi keberadaan cebakan-cebakan batubara dengan biaya eksplorasi yang relatif murah. Dan juga mengkompensasi berbagai masalah yang tidak terhindar apabila hanya dilakukan . dari injeksi tersebut maka akan mengakibatkan medan potensial sehingga yang terukur adalah besarnya kuat arus (I) dan potensial (ΔV). Metode ini memberikan injeksi listrik ke dalam bumi. menganalisis dan merekam semua informasi dari partikel solid. dan sifat geomekanik batuan yang menyertai penambahan batubara. ketebalan dan kualitas lapisn batubara. sonic dan gamma-ray) sedini mungkin pada saat pemboran.2 Konsep Dasar Logging Seiring dengan meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka hadirlah survey geofisika tahanan jenis yang merupakan suatu metode yang dapat memberikan gambaran susunan dan kedalaman lapisan batuan dengan mengukur sifat kelistrikan batuan. cairan dan gas yang terbawa ke permukaan oleh lumpur pada saat pemboran. Logging geofisik untuk eksplorasi batubara dirancang tidak hanya untuk mendapatkan informasi geologi.berguna untuk memberi informasi formasi (resistivitas. tetapi untuk memperoleh berbagai data lain. Loke (1999) mengungkapkan bahwa survey geofisika tahanan jenis dapat menghasilkan informasi perubahan variasi harga resistivitas baik arah lateral maupun arah vertical. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui berbagai parameter pemboran dan formasi sumur yang sedang dibor 2.

Skala log gamma ray dari kiri ke kanan biasanya 0 – 100 atau 0 – 150 API. Untuk memisahkan jenis-jenis bahan radioaktif yang berpengaruh pada bacaan gamma ray dilakukan gamma ray .pengeboran. yaitu pengecekan kedalaman sesungguhnya dari lapisan penting. Pengukuran dilakukan dengan jalan memasukkan alat detektor ke dalam lubang bor. seperti log densitas. sedangkan radiasi dari lapisan sandstone lebih tinggi disbanding batubara. netron dan gelombang bunyi. dengan dasar bahwa elemen radioaktif banyak terkonsentrasi pada shale yang impermeable. Kalium pada batuan. Thorium. Log sinar gamma dikombinasikan dengan log utama.1 Log Sinar Gamma Log Sinar Gamma adalah log yang digunakan untuk mengukur tingkat radioaktivitas suatu batuan. Walaupun terjadi atenuasi sinar gamma karena casing dan semen. dan hanya sedikit pada batuan yang permeable. seperti antara lapisan batubara dengan langit-langit atau lantai. terutama lapisan batubara atau sequence rinci dari lapisan batubara termasuk parting dan lain-lain. bersama – sama dengan kurva SP dan Kaliper. Terutama yang dari mudstone laut menunjukan nilai yang ekstra tinggi. Pada formasi yang impermeable kurva gamma ray akan menyimpang ke kanan. Skala log gamma ray dalam satuan API unit (APIU). Log gamma ray memiliki jangkauan pengukuran 6 – 12 in. Radioaktivitas tersebut disebabkan karena adanya unsur Uraniun. Formasi yang mengandung unsur-unsur radioaktif akan memancarkan radiasi radioaktif dimana intensitasnya akan di terima oleh detektor dan di catat di permukaan. Ketiga elemen ini secara terus menerus memancarkan gamma ray yang memiliki energi radiasi yang tinggi. Oleh karena sinar gamma dapat menembus logam dan semen. Kekuatan radiasi sinar gamma yang paling kuat dipancarkan oleh mudstone dan yang paling lemah dipancarkan batubara. digunakan untuk memastikan batas antara lapisan penting.2. maka logging gamma ray dapat dilakukan pada lubang bor yang telah dipasang casing ataupun telah dilakukan cementing. Dengan ketebalan pengukuran sekitar 3 ft. Log gamma ray sangat efektif dalam menentukan zona permeable. 2. Walaupun terdapat juga suatu kasus dengan nilai gamma ray sampai 200 API untuk jenis organic rich shale. dan pada formasi yang permeable kurva gamma ray akan menyimpang ke kiri. akan tetapi energinya masih cukup kuat untuk mengukur sifat radiasi gamma pada formasi batuan disampingnya. Log gamma ray biasanya ditampilkan pada kolom pertama.

Batu gamping dan dolomite yang berwarna gelap lebih tinggi radioaktifnya daripada yang berwarna terang. Silica yang berlapis mengandung radioaktif lebih tinggi dari berbentuk nodule.spectroscopy. Batu yang berwarna gelap lebih tinggi radioaktifnya daripada yang berwarna terang.1. pelapukan granit. Karena pada hakikatnya besarnya energy dan intensitas setiap material radioaktif tersebut berbeda-beda. batu gamping lempunagn dan napal.5 API) AnhidritSalt Batubara Radioaktif rendah (32. batu lanau cukup banyak mengandung mineral lempung dan sebagainya. Spectroscopy ini penting dilakukan ketika kita berhadapan dengan batuan non-shale yang memungkinkan untuk memiliki unsur radioaktif. potassium feldsfar atau uranium yang mungkin terdapat pada coal dan dolomite. batu pasir kwarsa sangat sedikit mengandung mineral lempung. batu lanau. Beberapa contoh batuan sesuai sifat radioaktifnya adalah sebagai berikut:  Radioaktifnya sangat rendah Anhidrid. Cara ini merupakan aturan yang ditara-ratakan untuk mendapat ketelitian batas . garam. misalnya batu lempung hamper seluruh terdiri dari mineral lempung. Karakteristik Respon Sinar Gamma Radioaktif sangat rendah (0 – 32. Tabel 3.  Radioaktif sangat tinggi Serpih.5 – 60 API) Radioaktif menengah (60 – 100 API) Radioaktif sangat tinggi (>100 API) BatupasirBatug amping Dolomit ArkoseBatuan granit Lempungan Pasiran gamping Batuan serpihAbu vulkanik bentonit Cara membaca repon gamma untuk mendapatkan batas litologi adalah dengan cara mengambil sepertiga antara respon maksimal dan respon minimal. seperti mineralisasi uranium pada sandstone. Oleh karena itu respo gamma dapat digunakan untuk menafsirkan jenis litologinya.   Radioaktif rendah Batu gamping murni. batu lempung dan abu gunung api. dolomite dan batu pasir. Radioaktif menengah Arkosa. Beberapa jenis batuan dapat dikenal dari variasi kandungan fraksi lempungnya. batubara dan nodule silica.

Kemudian dalam explorasi batubara malah dikembangkan menjadi unsur utama dalam identifikasi ketebalan bahkan qualitas seam batubara.2. .litologi.2 Log Densitas Awalnya penggunaan log ini dipakai dalam industri explorasi minyak sebagai alat bantu interpretasi porositas. Kedua detector ’short’ dan ‘long space’ diamankan dari pengaruh sinar g yang datang langsung dari sumber radiasi. Apabila selang waktu tersebut terlalu cepat respon cenderung menjadi rata dan kurang peka terhadap perubahan litologi yang kecil. Suatu hal yang perlu diperhatikan untuk dapat mengkorelasi respon gamma dari beberapa lubang bor adalah panjang probe selama pengukuran harus tetap dan kecepatan penaikan probe ari dalam lubang harus tetap. Dimana rapat masa batubara sangat khas yang hampir hanya setengah kali rapat masa batuan lain pada umumnya. Sebelum bekerja dengan alat pngukur radiasi gamma harus diadakan kalibrasi alat tersebut terhadap sumber radiasi sinar gamma yang telah diketahui dan pembacaannya disesuaikan dengan selang waktu ynag sesuai. Lebih extrem lagi dalam aplikasinya pada idustri batubara karena sifat fisik ini (rapat masa) hampir linier dengan kandungan abu sehingga pemakaian log ini akan memberikan gambaran khas bagi tiap daerah dengan karakteristik lingkungan pengendapannya. Sinar gamma dari sumber radioaktif dipancar oleh tumbukan dengan elektron di dalam lapisan tanah dan energi sinar gamma akan hilang kepada elektron untuk setiap tumbukan (efek compton). Dalam operasinya logging rapat masa dilakukan dengan mengukur sinar g yang ditembakan dari sumber melewati dan dipantulkan formasi batuan kemudian direkam kembali oleh dua detector yang ditempatkan dalam satu ‘probe’ dengan jarak satu sama lain diatur sedemikan rupa. Dalam hal ini efek pemendaran sinar radiasi seperti ditentukan dalam efek pemendaran Compton. Sehingga yang terekam oleh kedua detector hanya sinar yang telah melewati formasi saja. 2. Densitas elektron di dalam material sebanding dengan densitas curahan atau massa (bulk or mass density) material. Biasanya aturan demikian cukup teliti untuk lapisan batubara yang tidak banyak mengandung lapisan pemisah (parting) di dalamnya. Sebaliknya apabila selang waktu tersebut terlalu lambat perbedaan yang kecil terekam pada respon sehingga perbedaan besar sukar terlihat. Selain itu perlu pula ditinjau pengarh chasing walaupun kecil akan tetap ada.

355-1.65 – 2.876 Anhidrid 2. Nilai Rapat Massa Batuan Jenis batuan Rapat massa sebenarnya (gr/cc) Rapat massa saat logging (gr/cc) Sandstone 2.960 2.71 gr/cc)  Batuan vulkanik basa dan batuan vulkanik non basa mempunyai densitas tinggi (2. Besar kecilnya density juga dipengaruhi oleh kekompakan batuan dengan derajat kekompakan yang variatif. Densitas yang diukur adalah densitas keseluruhan dari matriks batuan dan fluida yang terdapat pada pori. Density Log menunjukkan besarnya densitas lapisan yang ditembus oleh lubang bor sehingga berhubungan dengan porositas batuan. harga porositasnya mendekati harga nol sehingga densitasnya mendekati densitas matrik.400-1. Karakteristik masing-masing batuan pada log densitas adalah sebagai berikut:  Batubara mempunyai densitas yang rendah (1. batupasir. dimana semakin kompak batuan maka porositas batuan tersebut akan semakin kecil. Semakin padat batuan semakin sulit sinar radioaktif tersebut ter-emisi dan semakin sedikit emisi radioaktif yang terhitung oleh penerima (counter). Log density adalah kurva yang menunjukkan besarnya densitas “bulk density (rb)” dari batuan yang ditembus oleh lubang bor.684 Limestone 2.870 2. Pada batuan yang sangat kompak. Prinsip kerja alatnya adalah dengan emisi sumber radioaktif.796 Bituminous coal 1.20 – 1.710 Dolomites 2.85 gr/cc)  Tabel 3.2.500 1.Logging densitas dilakukan untuk mengukur densitas batuan disepanjang lubang bor.800 1. batugamping mempunyai densitas menengah sampai tinggi (2.977 Antrasite coal 1.7 – 2.710 2. Log densitas digunakan untuk mengukur densitas semu formasi menggunakan sumber radioaktif yang ditembakkan ke formasi dengan sinar gammayang tinggi dan mengukur jumlah sinar gamma rendah yang kembali ke detektor.650 2.25 gr/cc)  Mudstone.80 gr/cc)  Konglomerat mempunyai densitas menegah (2.514 .173-1.200-1.

Untuk jarak SSD yang hanya sekitar 15 cm. Faktor ketergantungan yang utama antara lain pada jarak antara sumber radiasi dengan detector. dll)  distribusi lateral dan vertikal dari reservoir  jenis fluida yang ada di dalam reservoir  saturasi fluida dan sifat-sifat fisisnya (salinitas.3 Well logging Well logging adalah alat yang digunakan untuk mengetahui apakah suatu sumur layak atau tidak untuk dieksploitasi atau tidak. hanya dapat menembus tidak lebih dalam dari 4 cm dari kulit ‘probe’ sedangkan untuk LSD dapat menembus sedalam sekitar 8 cm. Hal lain yang mempengaruhi adalah efek dari kolimasi sumber radiasi. Faktor koreksi yang patut disimak dengan teliti adalah masalah hubungan antara kecepatan jumlah pendaran g dengan rapat masa yang lebih ruwet dan banyak ketergantungan pada hal lain : a. tekanan. suhu. Untuk SSD penembusan dari sekitar 60% radiasi. Dimana dengan merapatkan sumber radiasi (yang dipasang pada ujung bawah probe) pada dinding sumur akan dapat mengeliminir degradasi oleh jega udara/air antara sumber dengan formasi. hubungan kecepatan jumlah (tembakan g perdetik) terhadap rapat masa menjadi linier bagi medium yang punya rapat masa berkisar antara 1 sampai 3 gram per cc. tetapi dapat menambah degradasi terhadap resolusi vertical akibat posisi probe yang menjadi tidak betul-betul pertikal dan akan mengakibatkan penurunan daya tembus radiasi g dalam formasi. Ini berarti bahwa untuk SSD akan sangat terpengaruh oleh keadaan dinding lobang sumur dibanding LSD. sehingga harus mempunyai kualitas yang tinggi. b. Sementara LSD yang jarak antara sumber radiasi dengan detector adalah sekitar 48 cm. dll). hubungan kecepatan jumlah terhadap rapat masa menjadi logaritmik. well logging harus mampu menjawab pertanyaanpertanyaan berikut:  keberadaaan reservoir  lokasi (kedalaman) reservoir  ketebalan reservoir  litologi reservoir  sifat-sifat fisik reservoir (porositas. karena merupakan salah satu metoda yang paling tepat dalam evaluasi formasi. c. Karenanya. .  Data logging yang didapatkan tidak selalu dapat diulang kembali.2. Kedalaman (daya tembus) radiasi dalam formasi juga dikendalikan oleh jarak antara sumber radiasi dengan detector. homogenitas.

Data dikirimkan melalui pulsa tekanan lewat lumpur pemboran ke sensor di permukaan. hasilnya juga berupa grafik log di atas kertas.2 Mud logging Mud logging adalah pekerjaan mengumpulkan. Setelah diolah lewat serangkaian komputer.Dalam pemakaian radiasi g untuk pengukuran rapat masa ini dipakai radiasi yang memendar ke depan.1 Logging-While-Drilling (LWD) Logging-While-Drilling (LWD) adalah pengerjaan logging yang dilakukan bersamaan pada saat membor. LWD berguna untuk memberi informasi formasi (resistivitas.3. cairan dan gas yang terbawa ke permukaan oleh lumpur pada saat . Untuk memfokuskannya radiasi yang dimanfaatkan adalah yang keluar dari sumber melalui jendela yang disediakan dengan ukuran yang juga telah ditentukan.3. sonic dan gamma-ray) sedini mungkin pada saat pemboran. porositas. Hal ini dimaksudkan agar log hanya mengukur rapat masa medium (formasi batuan) antara sumber radiasi dengan detector 2. menganalisis dan merekam semua informasi dari partikel solid. Alatnya dipasang di dekat mata bor. 2.

Detektor senantiasa dikalibrasi bila geologist memandang perlu kalibrasi. Setelah juru bor menyatakan proses pemboran selesai sesuai permintaan geologist. c.pemboran. Sumber radiasi selalu jauh dari kerumunan manusia. d. atau ada dosimeter yang selalu dibawa dalam kegiatan logging (bisa cukup dosimeter saku). Logging unit dan personil harus siap di sekitar lobang bor setidaknya setengah jam menjelang pemboran selesai. Hal yang harus diingat bahwa bagi manusia ambang maksimal yang dibolehkan terkena radiasi hanya 5. tetapi tidak dibenarkan meremehkan efek dari radiasi. Petugas logging harus dilengkapi/memakai film badge yang sudah dikalibrasi di instansi yang terkait. Peralatan bor baru boleh pindah ke lokasi berikutnya setelah probe berhasil mencapai dasar sumur atau sudah mencapai kedalaman yang diinginkan oleh geologist. Walaupun pendaran radiasi sangat kecil. . h. Sehingga meminimalkan terkena radiasi harus diusahakan sebisa mungkin.4 adalah untuk pemboran dan Operasional Logging a. maka segera probe masuk ke lobang bor. g. b. jendela sumber radiasi senantiasa menghadap ke tempat yang tidak ada manusia f. 2. Tujuan utamanya mengetahui berbagai parameter formasi sumur yang sedang dibor. e. Saat probe menjelang dimasukan ke lobang sumur.000 miliram pertahun.

Sebaiknya disimpan dalam lobang tanah yang digali husus sehingga mudah mengeluarkan dan menyimpan. j. natural gamma dan kaliper. Log yang diperlukan adalah double gamma density. Sumber radiasi disimpan di camp jauh dari tempat manusia berada. Untuk LSD (quality log) dibuat scala 1 : 100 sementara untuk SSD (thickness log) dibuat scale 1 : 20 atau 1 : 25. k. . l. Pembedaan scala harus didasarkan pada perbedaan kecepatan perekaman. Setelah perekaman selesai dan ujung probe sudah sampai ke permukaan.1 KESIMPULAN  Logging adalah teknik untuk mengambil data-data dari formasi dan lubang sumur dengan menggunakan instrumen khusus.i. segera sumber radiasi dimasukkan kembali ke container dan diamankan dengan jarak aman. Atau hal ini bisa dibicarakan dengan logging engineer. Dimana untuk LSD sekitar 6 meter permenit sementara untuk detail scale sekitar 2 meter permenit. Posisi lobang ini tetap harus jauh dari tempat orang-orang berada. BAB 3 PENUTUP 3.

       3. Log Sinar Gamma b.2 Konsep dasar logging ada 2. Kalium pada batuan. Radioaktivitas tersebut disebabkan karena adanya unsur Uraniun.com/2012/05/instrumentasi-perekaman-lubangbor. Well logging terdiri dari: a. Mud logging Logging-While-Drilling (LWD) adalah pengerjaan logging yang dilakukan bersamaan pada saat membor. Logging-While-Drilling (LWD) b. Thorium. Log Densitas dipakai dalam industri explorasi minyak sebagai alat bantu interpretasi porositas. DAFTAR PUSTAKA http://adungrahma. menganalisis dan merekam semua informasi dari partikel solid. Log Densitas Log Sinar Gamma adalah log yang digunakan untuk mengukur tingkat radioaktivitas suatu batuan. cairan dan gas yang terbawa ke permukaan oleh lumpur pada saat pemboran. Mud logging adalah pekerjaan mengumpulkan.html . SARAN Saran untuk para pembaca agar dapat mempelajari dan memahami materi Teknik Eksplorasi ini khususnya pada bab pembahasan yaitu tentang Logging lebih dalam lagi dikarenakan ilmu ini sangatlah penting didalam dunia kerja khususnya dibidang pertambangan.blogspot. Well logging adalah alat yang digunakan untuk mengetahui apakah suatu sumur layak atau tidak untuk dieksploitasi atau tidak. yaitu: a.

com/2013/04/metode-logging-geofisika.blogspot.html http://alfhadlyblog.https://shantamaria.com/2013/05/29/interpretasi-data-logginggeofisika-di-daerah-tambang-batubara/ http://halimtramun.com/2012/09/logging-mengapa-pengerjaanlogging.wordpress.blogspot.html .