You are on page 1of 12

Bidang Studi

: Pendidikan Kesehatan Gigi

Pokok Bahasan

: Halitosis

Sasaran

: Pasien Klinik (Anak-anak sampai dengan usia lanjut)

Tempat
Waktu

: Klinik JKG Poltekkes Bandung Kemenkes RI
: 20 menit

A. Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Setelah diberikan penyuluhan selama 20 menit diharapkan sasaran dapat memahami tentang
halitosis
B. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan selama 20 menit diharapkan sasaran akan dapat:
1. Menjelaskan pengertian halitosis
2. Menyebutkan penyebab halitosis
3. Menyebutkan cara mengatasi halitosis
C. Materi
Selama penyuluhan, materi yang disampaikan adalah:
1. Pengertian Halitosis
Halitosis adalah bau tidak sedap yang tercium ketika penderita menghembuskan
nafasnya. (Mumpuni,Yekti dan Erlita Pratiwi, 2013:37)
2. Penyebab Halitosis
Bau mulut dapat disebabkan oleh beberapa hal baik dari dalam tubuh maupun luar tubuh,
yaitu:
a. Dari dalam tubuh
- Karang gigi.
- Gigi berlubang
- Radang gusi
- Sisa akar gigi

.Rajin periksa ke klinik gigi minimal 6 bulan sekali Metode 1.Asupan makanan 1) Petai 2) Bawang merah. 3. Dari luar tubuh .Gunakan penyegar mulut atau mouth wash . Ceramah 2.Hindari makanan yang lengket di gigi . Konten / Isi 15 ‘  Melakukan pre-  Menyimak test sebelum materi penyuluhan diberikan “ Ibu tahu tidak halitosis itu apa?”  Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan  Mendengarkan.Infeksi tenggorokan dan paru paru.b.Merokok Cara mengatasi halitosis .Hindari makanan yang beraroma tajam .Pelihara kebersihan mulut dengan cara menggosok gigi dan lidah secara teratur.Meminum minuman beralkohol .Minum air 8-10 gelas setiap hari .Mengunyah permen karet . bawang putih 3) Durian . memperhatikan Ceramah Diskusi ABP . D. . E. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) No 1 Tahap Waktu Pembukaan 2‘  Kegiatan Penyuluh Peserta Mengucapkan  Menjawab  salam Menjelaskan  salam Menyimak Metode Ceramah diskusi tujuan penyuluhan 2. Diskusi ABP Model rahang F.

T.dan teratur : 1. Yogyakarta : Buku Biru Susanto. Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Profesi. Endah. Rudi.J Leinster.Yogjakarta : Sulkus Sediaoetama. Pengertian halitosis 2. 1987. Achmad Djaeni. Sumber Kusumawardani. Penutup 3’  saya sampaikan” Menyimpulkan  materi Mengakhiri Ceramah diskusi penyuluhan  Mengucapkan terimakasih dan salam G. 2013. 2010. Penyebab halitosis 3. Yeti dan Erlita Pratiwi. Cara mengatasi halitosis  Memberikan waktu kepada sasaran untuk   Bertanya bertanya Melakukan Postest “Coba sedikit ibu uraikan kembali  Menjawab materi yang telah 3. 2011.J dan S. Jakarta Timur : Dian Karya Mumpuni. Buruknya Kesehatan Gigi dan Mulut. Jakarta : EGC Hermawan. Yogyakarta : Rapha Publishing Bayley. Jakarta: Esensi Erlangga Group . Ilmu Penyakit Dalam untuk Profesi Kedokteran Gigi. Menyehatkan Daerah Mulut. 2000. 2011. 45 Masalah dan Solusi Penyakit Gigi dan Mulut. Grace W. Terapi Untuk Kesehatan Gigi dan Kecantika Gusi.

Hj. ... berkumur atau menyikat gigi. Reysita Alfiantri F drg....... Contoh dari halitosis fisiologis adalah morning breath. Pengertian Halitosis Halitosis adalah bau tidak sedap yang tercium ketika penderita menghembuskan nafasnya.. Bandung. Dalam dunia medis. Halitosis sendiri ada yang bersifat fisiologis (wajar) dan patologis (tidak wajar). Bau nafas pada kondisi ini disebabkan tidak aktifnya otot-otot di rongga mulut dan berkurangnya aliran saliva (air ludah) ketika tidur.. Tati Svasti (P17325115027) ..Dosen Pembimbing. Lampiran Pengembangan Materi A. keluhan bau mulut dikenal dengan istilah halitosis.. Hal ini dapat diatasi dengan hanya mengunyah. yaitu bau nafas pada saat bangun pagi...... Halitosis yang bersifat fisiologis tidak membutuhkan perawatan khusus... 16 September 2016 Tim Penyusun Rai Alfiah (P17325115026) ..

khususnya dari gigi dan jaringan sekitarnya dapat menimbulkan bau.Sedangkan pada halitosis bersifat patologis. gusi bengkak dan muncul bau tidak sedap. Sisa makanan tersebut akan busuk oleh bakteri sehingga menyebabkan halitosis. sehingga memudahkan makanan menempel pada gigi dan sulit dibersihkan. Dari dalam tubuh a. Bau tidak sedap yang berasal dari karang gigi adalah gas hidrogen sulfida Karang gigi adalah lapisan keras yang melekat erat pada permukaan gigi. Ini bisa pula merupakan efek samping dari suatu tindakan medis atau sekedar disebabkan oleh makanan. Permukaann karang gigi kasar. b. Gangguan atau penyakit yang ada di dalam mulut. ada faktor penyebab timbulnya bau mulut yang harus diatasi secara khusus agar keluhan ini hilang. Bau tidak sedap yang dikeluarkan oleh mulut seseorang bermacam-macam sesuai penyebabnya. sedangkan 10% sisanya bersumber dari faktor lain. dimana plak mudah tertimbun sehingga menyebabkan bau mulut. 90% halitosis bersumber dari rongga mulut. gangguan lambung. penyebab timbulnya halitosis dibedakan 2 yaitu dari dalam tubuh maupun luar tubuh. . tetapi perlu diketahui bahwa halitosis bukanlah penyakit. Penumpukan karang gigi juga akan menginfeksi gusi dan menyebabkan gusi berdarah. penyebab timbulnya halitosis dibedakan menjadi intraoral (faktor penyebabnya bersumber dari dalam rongga mulut) dan ekstraoral (penyebab bukan berasal dari rongga mulut). Secara umum. Lama kelamaan. Gigi berlubang Lubang pada gigi akan meningkatkan resiko masuknya sisa makanan karena sisa makanan yang tertinggal akan sulit dibersihkan dengan hanya menyikat gigi. seperti infeksi di hidung dan rongga sinus. Karang gigi Karang gigi menyebabkan permukaan gigi menjadi kasar. Secara umum. atau pada individu dengan diabetes melitus. B. Penyebab Halitosis Banyak faktor yang menyebabkan halitosis. gagal ginjal dan gangguan hati. yaitu: 1. akan terjadi penebalan lapisan karang gigi dan menimbulkan bau tidak sedap. melainkan tanda adanya suatu penyakit.

dan terkadang mengakibatkan perdarahan terutama saat menyikat gigi. Sisa akar gigi Sisa makanan dapat tertinggal pada akar gigi akibat adanya permukaan akar gigi yang kasar. Sisa makanan tersebut mengandung sulfur atau amonia yang merupakan hasil pemecahan sisa makanan oleh bakteri maupun sisa sel yang mati. Oleh karena itu.jamur parasit atau virus. petai. . sehingga penyebabkan peradangan. Proses kerusakan gigi diawali dengan adanya lubang gigi pada lapisan email hingga menjalar ke bagian dentin dan pulpa. Halitosis yang disebabkan oleh asupan makanan bertahan selama kurang lebih 72 jam jika tidak memakan makanan penyebab halitosis lainnya. mudah digerakkan. Infeksi paru-paru dan tenggorokan adalah penyakit peradangan pada paru-paru dan tenggorokan yang disebabkan oleh mikroorganisme bakteri. umumnya sisa makanan ini sulit dibersihkan dengan hanya menyikat gigi. Dari luar tubuh a. membengkak. Infeksi tersebut menyebabkan gas berbau busuk 2. e. Ini akan menimbulkan bau yang tidak sedap. Adapun tanda-tanda terjadinya radang gusi adalah gusi tampak kemerahan. secara otomatis seluruh kondisi yang memudahkan terjadinya pemecahan sisa makanan oleh bakteri akan memicu timbulnya bau mulut.Gigi merupakan jaringan tubuh yang mudah sekali mengalami kerusakan jika tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut.hal ini terjadi karena kandungan makanan diserap oleh darah. d. b. c. bawang putih. saat melewati paru paru udara dihembuskan. Asupan makanan Asupan makanan seperti bawang merah. Meminum minuman beralkohol Hal tersebut karena alkohol bisa mengurangi produksi air liur di dalam mulut. Lubang gigi adalah kerusakan yang terbatas pada jaringan gigi hingga menjalar ke bagian gigi lainnya. Infeksi tenggorokan dan paru paru. Radang gusi terjadi akibat adanya karang gigi yang menempel pada gigi dan gusi. Radang gusi Radang gusi atau bahasa medisnya gingivitis adalah peradangan yang terjadi pada gusi. dan durian. Tentu saja bakteri sangat menyukai lingkungan yang kering sehingga menyebabkan halitosis.

Mengunyah permen karet Saliva atau air liur adalah senjata paling ampuh untuk membasmi napas tak sedap.c. tetapi bekerja mencegah pertumbuhan bakteri pada mulut 3. C. Merokok akan membuat mulut kering dan menjadi sarang yang nyaman bagi bakteri. Karena pemanis ini tidak hanya dapat meningkatkan produksi air liur. Halitosis seringkali menyerang ketika orang tidak menjaga kebersihan dan kesehatan mulut. Aroma tidak sedap pada mulut biasanya timbul akibat pembusukan sisa makanan yang tersisa pada gigi. Pelihara kebersihan mulut dengan cara menggosok gigi. karies dan radang gusi. Tapi ingat. sudah pasti akan menciptakan aroma kurang sedap. flossing dan membersihkan lidah secara teratur. sendok atau pembersih khusus lidah. Disinilah pentingnya permen karet tanpa gula. Minum air 8-10 gelas setiap hari . Dengan membersihkan lidah secara teratur menggunakan sikat. Rokok mengandung komponen-komponen dan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. bakteri penyebab napas busuk dalam mulut akan berkurang. Tentunya dengan menggunakan cara yang cermat dan teliti. akan mengurangi resiko terjadinya kelainan kelainan pada rongga mulut seperti karang gigi. Karena itu. biasanya disebabkan konsumsi obat atau penyakit. pilihlah permen karet dengan pemanis xylitol. menyikat gigi dan flossing secara teratur sangat penting bagi kesehatan gigi dan mulut. akan menyebabkan masalah bau mulut. Merokok. Dengan menggosok gigi dua kali sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Flossing merupakan salah satu cara untuk membersihkan gigi dengan memasukan benang flossing ke sela sela gigi agar sisa sisa makanan tidak tertinggal di sela sela gigi. kita harus membersihkan lidah untuk membersihkan bakteri. Selain itu kombinasi dari 4000 zat kimia dalam rokok yang berkumpul di dalam mulut. Selain selain menggosok gosok gigi dan flossing. Dengan mengunyah permen karet maka mulut akan memproduksi air liur lebih banyak. Itulah sebabnya ketika mulut kering. Cara Mengatasi Halitosis 1. 2.

Selain itu. 4. karena meminum air akan menekan pertumbuhan bakteri dalam mulut. jengkol dan durian. tujuannya untuk menjaga gusi selalu basah dan metabolisme tubuh tetap stabil. . semakin tua usia seseorang akan semakin rentan mengalami dehidrasi karena adanya perubahan hormon yang telah lanjut usia. adakalanya halitosis juga disebabkan oleh masalah gigi atau penyakit lain yang sangat jarang. Jika kita kekurangan saliva. tanpa mengatasi masalah yang sebenarnya. Minumlah air dalam jumlah cukup. minum air secara teratur juga membuat tubuh lebih segar dan sehat. jangan lupa gosok gigi. Terkadang kita tidak menyadari jika kita kehausan berarti tubuh memerlukan lebih banyak cairan. Padahal salah satu fungsi saliva adalah untuk membersihkan bakteri-bakteri di dalam mulut. Hindari makanan yang beraroma tajam Hindari makanan yang beraroma tajam seperti bawang. Saliva saliva juga menjaga sel-sel di dalam mulut tetap hidup. Sel-sel ini juga bisa menjadi sumber bau busuk. sekurang-kurangnya 8 ons (takran gelas sejenis) atau 1. scalling atau pembersihan karang gigi serta pemeriksaan jaringan gigi dan mulut lainnya agar penyebab halitosis dapat dicegah. biasakan minum secara teratur. 6. Akan tetapi upaya ini hanyalah untuk menyamarkan aroma halitosis saja. 5. Gunakan penyegar mulut atau mouth wash Menggunakan penyegar mulut juga bukan ide yang buruk. Kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi menyebabkan prosuksi saliva (air liur) menurun. Maka dari itu.8 liter air perhari. Jika sudah terlanjur makan. Oleh karena itu.Meminum air putih sebanyak 8-10 gelas sehari. maka sel-sel di dalam mulut banyak yang mati. kita harus memeriksakan ke klinik gigi minimal 6 bulan sekali agar kebersihan gigi dan mulut terjaga serta kelainan kelainan dalam rongga mulut dapat teratasi sedini mungkin seperti penambalan pada lubang gigi yang masih kecil. Rajin periksa ke klinik gigi Meski kebanyakan halitosis dapat diatasi dengan langkah mudah dan pola hidup yang sehat. Menurut para ahli. petai. meski langkah ini hanya bersifat sementara.

Lampiran II Narasi Seorang pasien datang ke klinik gigi dengan keluhan bau mulut selama 6 bulan terakhir ini sehingga pasien ingin dilakukan pemeriksaaan kesehatan gigi dan mulutnya kemudian operator melakukan pemeriksaan sampai dengan perawatan selesai pasien diberikan penyuluhan untuk memberikan informasi mengenai kesehatan gigi dan mulut pasien berdasarkan keluhan yang telah teteh sampaikan. Secara lengkapnya halitosis adalah bau tidak sedap yang tercium ketika seseorang berbicara dan menghembuskan napas. teteh merasa kurang nyaman saat berbicara dengan orang lain karena napas yang dihembuskan kurang enak. radang gusi. gigi berlubang. penyebab halitosis itu bisa dikelompokkan menjadi 2 yaitu dari dalam tubuh dan luar tubuh. . Itu adalah bau mulut yang dalam bahasa medis disebut dengan halitosis. sisa akar gigi dan infeksi tenggorokan atau paru paru. Adapun penyebab yang berasal dari dalam tubuh yaitu karang gigi. Sebenaranya.

Penumpukan karang gigi juga akan menginfeksi gusi dan menyebabkan gusi berdarah. saat melewati paru paru udara dihembuskan. Lalu alkohol. gusi bengkak dan muncul bau tidak sedap. petai. Tentu saja bakteri sangat menyukai lingkungan yang kering sehingga menyebabkan halitosis. Sisa makanan tersebut mengandung sulfur dan amonia yang merupakan hasil pemecahan sisa makanan oleh bakteri maupun sel sel yang mati. dan merokok. Flossing merupakan salah satu cara untuk membersihkan gigi dengan memasukan benang flossing ke sela sela gigi agar sisa sisa makanan tidak tertinggal di sela sela gigi. Penyebab selanjutnya yaitu rokok. yang pertama pelihara kebersihan mulut dengan cara menggosok gigi. sudah pasti akan menciptakan aroma kurang sedap. Tentunya dengan menggunakan cara yang cermat dan teliti. karies dan radang gusi. dan radang gusi. Selain itu kombinasi dari 4000 zat kimia dalam rokok yang berkumpul di dalam mulut.Hal ini terjadi karena kandungan makanan diserap oleh darah.Karang gigi menyebabkan permukaan gigi menjadi kasar sehingga memudahkan makanan menempel pada gigi dan sulit dibersihkan. secara otomatis seluruh kondisi yang memudahkan terjadinya pemecahan sisa makanan oleh bakteri akan memicu timbulnya bau mulut. akan mengurangi resiko terjadinya kelainan kelainan pada rongga mulut seperti karang gigi. Rokok mengandung komponen-komponen dan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh.jamur parasit atau virus. Oleh karena itu. Asupan makanan seperti bawang merah. flossing dan membersihkan lidah secara teratur. Selain karang gigi. sisa akar gigi juga menjadi penyebab terjadinya halitosis karena sisa makanan dapat tertinggal pada akar gigi akibat adanya permukaan akar gigi yang kasar. Selain selain menggosok gosok gigi dan . dan durian. Selanjutnya. infeksi paru-paru dan tenggorokan adalah penyakit peradangan pada paruparu dan tenggorokan yang disebabkan oleh mikroorganisme bakteri. Halitosis yang disebabkan oleh asupan makanan bertahan selama kurang lebih 72 jam jika tidak memakan makanan penyebab halitosis lainnya. Merokok akan membuat mulut kering dan menjadi sarang yang nyaman bagi bakteri. bawang putih. Infeksi tersebut menyebabkan gas berbau busuk Penyebab selanjutnya berasal dari luar tubuh. umumnya sisa makanan ini sulit dibersihkan dengan hanya menyikat gigi. meminum minuman beralkohol. Diantaranya asupan makanan. Dengan menggosok gigi dua kali sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Alkohol bisa mengurangi produksi air liur di dalam mulut. Adapun cara mengatasinya. Lama kelamaan akan terjadi penebalan lapisan karang gigi hingga timbul halitosis.

Saliva saliva juga menjaga sel-sel di dalam mulut tetap hidup. maka sel-sel di dalam mulut banyak yang mati. Padahal salah satu fungsi saliva adalah untuk membersihkan bakteri-bakteri di dalam mulut. Karena pemanis ini tidak hanya dapat meningkatkan produksi air liur. Maka dari itu. Dengan membersihkan lidah secara teratur menggunakan sikat. Disinilah pentingnya permen karet tanpa gula. jangan lupa gosok gigi. bakteri penyebab napas busuk dalam mulut akan berkurang. Lalu. akan menyebabkan masalah bau mulut. karena meminum air akan menekan pertumbuhan bakteri dalam mulut. Itulah sebabnya ketika mulut kering. Menurut para ahli. kita harus membersihkan lidah untuk membersihkan bakteri. Halitosis seringkali menyerang ketika orang tidak menjaga kebersihan dan kesehatan mulut. biasakan minum secara teratur. jengkol dan durian. Meminum air putih sebanyak 8-10 gelas sehari. Aroma tidak sedap pada mulut biasanya timbul akibat pembusukan sisa makanan yang tersisa pada gigi. biasanya disebabkan konsumsi obat atau penyakit. Karena itu. sekurang-kurangnya 8 ons (takran gelas sejenis) atau 1. semakin tua usia seseorang akan semakin rentan mengalami dehidrasi karena adanya perubahan hormon yang telah lanjut usia.flossing. Selanjutnya dengan mengunyah permen karet tanpa gula. menyikat gigi dan flossing secara teratur sangat penting bagi kesehatan gigi dan mulut. tujuannya untuk menjaga gusi selalu basah dan metabolisme tubuh tetap stabil. Tapi ingat. Dengan mengunyah permen karet maka mulut akan memproduksi air liur lebih banyak. petai. Jika sudah terlanjur makan. sendok atau pembersih khusus lidah. Setelah itu hindari makanan yang beraroma tajam seperti bawang. Minumlah air dalam jumlah cukup. Minum air 8-10 gelas setiap hari. minum air secara teratur juga membuat tubuh lebih segar dan sehat. pilihlah permen karet dengan pemanis xylitol.8 liter air perhari. tetapi bekerja mencegah pertumbuhan bakteri pada mulut. . Sel-sel ini juga bisa menjadi sumber bau busuk. Saliva atau air liur adalah senjata paling ampuh untuk membasmi napas tak sedap. Kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi menyebabkan prosuksi saliva (air liur) menurun. Jika kita kekurangan saliva. Selain itu. Terkadang kita tidak menyadari jika kita kehausan berarti tubuh memerlukan lebih banyak cairan.

gunakan penyegar mulut atau mouth wash. scalling atau pembersihan karang gigi serta pemeriksaan jaringan gigi dan mulut lainnya agar penyebab halitosis dapat dicegah. akan tetapi upaya ini hanyalah untuk menyamarkan aroma halitosis saja. kita harus memeriksakan ke klinik gigi minimal 6 bulan sekali agar kebersihan gigi dan mulut terjaga serta kelainan kelainan dalam rongga mulut dapat teratasi sedini mungkin seperti penambalan pada lubang gigi yang masih kecil. Oleh karena itu. tanpa mengatasi masalah yang sebenarnya.Sebagai tambahan. Meski kebanyakan halitosis dapat diatasi dengan langkah mudah dan pola hidup yang sehat. Meski langkah ini hanya bersifat sementara. Yang terakhir adalah rutin periksa ke klinik gigi. adakalanya halitosis juga disebabkan oleh masalah gigi atau penyakit lain yang sangat jarang. .