You are on page 1of 21

BAB II

TINJAUAN UMUM PT INDONESIA POWER
2.1 Sejarah Perusahaan
Sejarah PT Indonesia Power berawal pada akhir abad ke 19, sebagai bagian yang tak
terpisahkan dari riwayat perkembangan kelistrikan di Indonesia.Saat itu sejumlah perusahaan
Belanda yang bergerak di bidang perkebunan, pabrik gula dan pabrik teh membangun
pembangkit listrik untuk kepentingan sendiri. Selanjutnya, sebuah perusahaan gas swasta
Belanda, bernama NV NIGM (Naamloze Vennootschap Nederlandsche Indische Gas
Maatschappij) memperluas usahanya di bidang kelistrikan untuk kepentingan umum dan
memperoleh ijin konsesi berdasarkan Ordonansi 1890 No. 190, tanggal 18 September 1890.
Seiring dengan peningkatan manfaat listrik bagi masyarakat, Pemerintah pada tahun 1927
membentuk Lands Waterkracht Bedrijven atau perusahaan listrik Negara yang mengelola Pusat
Listrik Tenaga Air (PLTA) Plengan, Lamajan, Bengkok Dago, Ubruk dan Kracak di Jawa Barat.
Pembangkit- pembangkit inilah yang di kemudian hari diserahkan dan dikelola oleh PLN PJB I,
di tahun 1995, disamping beberapa pembangkit lain yang berkapasitas lebih besar. PLN pun
terus berupaya membangun bidang ketenagalistrikan, sedangkan tugas pembangkitan dan
penyaluran tenaga listrik di Jawa dan Bali pada waktu itu ditangani oleh PLN Pembangkitan dan
Penyaluran Jawa Bagian Barat (KJB) dan PLN Pembangkitan dan Penyaluran Jawa Bagian
Timur (KJT).
Pada tahun 1994, status PLN yang semula berbentuk Perusahaan Umum beralih menjadi
Persero. Pada tahun 1995 status baru tersebut diikuti dengan perubahan struktur PT PLN
(Persero), yang kemudian ditindaklanjuti dengan peningkatan fungsi PLN P2B dengan tambahan

tugas Penyaluran, menjadi PLN P3B. Dengan perubahan fungsi ini maka KJB dan KJT hanya
berfokus pada fungsi Pembangkitan.Dua organisasi inilah yang menjadi cikal bakal anak
Perusahaan PLN, yakni Pembangkit Tenaga Listrik Jawa Bali I (PJB I) dan Pembangkit Listrik
Jawa Bali II (PJB II). PLN PJB I mempunyai organisasi sendiri dengan tugas mengelola delapan
Unit Pembangkit, masing-masing Suralaya, Saguling, Mrica, Priok, Perak dan Grati, Bali,
Semarang, Kamojang dan satu Unit Bisnis Jasa Pemeliharaan.
Didirikan pada 3 Oktober 1995 sebagai anak perusahaan berdasarkan Surat Keputusan
Mentri Kehakiman Republik Indonesia Nomor C212396 HT.01.01.TH.1995, PT Pembangkitan
Jawa Bali I (PT PJB I) merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero) yang bergerak dalam
usaha pembangkitan tenaga listrik didirikan pada 3 oktober 1995. Nama itu kemudian berubah
menjadi PT Indonesia Power pada tangaal 3 Oktober 2000. Perubahan nama tersebut
mengukuhkan penetapan tujuan Perusahaan untuk sepenuhnya berorientasi pada bisnis dan
mengantisipasi kecenderungan pasar yang senantiasa berkembang. Dalam kurun waktu belasan
tahun, Indonesai Power telah berkembang dengan cepat melalui kinerja usaha yang meyakinkan.
Indonesia Power mengoperasikan delapan Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) yang tersebar di
UBH lokasi-lokasi strategis Jawa-Bali, dan Unit Bisnis Jasa Pemeliharaan, dengan total kapasitas
terpasang sebesar 8.996 MW dari 133 unit pembangkit listriknya. Selanjutnya Perseroan
mengembangkan sayap dengan pendirian empat anak perusahaan, yaitu PT Cogindo Daya
Bersama (CDB) pada tahun 1997 untuk mendukung usaha pembangkitan, outsourcing dan kajian
energi, serta PT Artha Daya Coalindo (ADC) pada 1998 yang bergerak di bidang manajemen dan
perdagangan batubara serta bahan bakar lainnya. Sebagai perusahaan terbesar di bidang
pembangkitan tenaga listrik di Indonesia, PT Indonesia Power siap memasuki era pertumbuhan
baru seiring prospek bisnis yang menjanjikan dan penuh tantangan di masa depan.

KecamatanBulelengKabupatenBuleleng kira-kira4km dari kota Singaraja menuju Gilimanuk.00 WESTINGHOUSE 1994 42.UnitPLTG lokasi Gilimanuk.35MW.535PesanggaranDenpasar.PLTGunit2GeneralEle ctricdengandayaterpasang 20. Unit PLTD/G Pesanggaranterdiridari12unitPLTDG (PembangkitListrikTenaga DieselGas).6 MW.denganjumlahdayaterpasang205.danPLTGunit3 sertaPLTGunit4 memilikimesinyang samayaituWesting Housedengan dayaterpasang Gilimanukdengan1unitmemilikidayaterpasang133.8MW.danUnitPLTGU Pemaron.2.2MWyangdisalurkanlangsung tegangan150KV.35 ALSTOM ALTANTIQUE 1993 21. PLTGPemarondengan2unit memilikijumlah dayaterpasang97.1 MW.2 Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan Bali Unit PT.PTIndonesia PTGD/G Power UPJPBalimemilikitiga Pesanggaran. No SENTRAL PEMBANGKIT 1 PLTGPESANGGAR AN01 2 3 4 PLTGPESANGGAR AN02 PLTGPESANGGAR AN03 PLTG PESANGGARAN04 TAHUN DAYA OPERASI (MW) 42MW.Indonesia Power UPJPBaliadalah unitbisnispembangkitanyang menyediakan tenaga listrikkhususnyadipulau pembangkitanyaituUnit Bali.PLTG MERKMESIN 1985 21.00 GENERALELECTRIC 1994 42.Selaindari12unit PLTDGjugaterdapat4unit PLTGyang kejaringan masing-masing diberinamayaituunit1AlsthomAtlantiquedengandayaterpasang21.DesaPemaron.UnitPLTGGilimanukdiJalan Putih1kmbanjar Jalak ArumKecamatanMelayaKabupatenJembranadanUnitPLTGU Pemaron diJalanPemaron.00 WESTINGHOUSE .PTIndonesiaPowerUPJPBalidanUnitPLTD/GPensanggaranberkantordiJalan IGustiNgurahRaiNo.

1 WARTSILA 17.1 WARTSILA 17.1 WARTSILA 17.80 GENERALELECTRIC TOTALPLTG-M PEMARON 1 PLTDGPESANGGA 2015 RAN01 2 PLTDGPESANGGA 2015 RAN02 3 PLTDGPESANGGA 2015 RAN03 4 PLTDGPESANGGA 2015 RAN04 5 PLTDGPESANGGA 2015 RAN05 6 PLTDGPESANGGA 2015 RAN06 7 PLTDGPESANGGA 2015 RAN07 8 PLTDGPESANGGA 2015 RAN08 9 PLTDGPESANGGA 2015 RAN09 10 PLTDGPESANGGA 2015 RAN10 11 PLTDGPESANGGA 2015 RAN11 12 PLTDGPESANGGA 2015 RAN12 TOTAL PLTDG PESANGGARAN 97.3 Struktur Organisasi Perusahaan PTIndonesia Power memiliki struktur organisasi yang menjelaskan alur tugas kerja dan wewenang kepemimpinan dan bawahan. wewenang dan tanggung jawab yang .45 TOTALPLTG GILIMANUK 133.2 Table 2.1 Data PLTDG Pesanggaran 2.60 17.1 WARTSILA 17.80 GENERALELECTRIC 2005 48.1 WARTSILA 17.80 1 2 PLTG PEMARON 01 PLTG PEMARON 02 2004 48.1 WARTSILA 17.TOTALPLTGPESANGGARAN 125.1 WARTSILA 17. bagian-bagian. dan posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan tugas.1 WARTSILA 17.Struktur organisasi perusahaan menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tahap hubungan diantara fungsi-fungsi.1 WARTSILA 17.1 WARTSILA 17.1 WARTSILA 205.1 WARTSILA 17.

Dari struktur organisasi tersebutakan membentuk suatu kerja sama yang baik antara pemimpin yang satu dengan yang lainnya.berbeda-beda dalam suatu struktur organisasi. PT Indonesia Power UPJP Bali menggunakan struktur organisasi yang bersifat struktural.4 Job Description Masing-masing bagian mempunyai tugas dan tanggung jawab menurut apayang mereka pegang pada struktur organisasi perusahaan. Gambar 2. Berdasarkan keputusan Direksi PTIndonesia Power Nomor 31. Untuk .2 Struktur Organisasi PT Indonesia Power UPJP Bali 2. serta bawahan yang satu dengan yang lainnya.K/010/IP/2013 mengenai struktur organisasi PTIndonesia Power.

Bagian yang dipimpin oleh Manajer. Menyusun rencana kegiatan dan anggaran pemeliharaan khusus dan investasi. susunan organisasi Unit Bisnis Pembangkit Bali Terdiri atas: 1. terdiri atas: a. e. Merencanakan.1 Tugas Pokok Organisasi 1. c. Unit Bisnis Pembangkitan dipimpin oleh General Manager 2.4. Mengelola kegiatan penyusunan rencana Jangka Panjang Unit Bisnis. Mendesain. d. b. Menyusun dan mengembangkan sistem dan prosedur pengoperasian dan rekayasa enjiniring pembangkit. memonitor dan mengendalikan Rencana Kerja dan Anggaran tahunan. Enjiniring b. Menjaga dan meningkatkan keandalan dan efisiensi pengoperasian pembangkit. Unit PLTG Pemaron dan Unit PLTG Gilimanuk dipimpin oleh manajer 2. g. Bidang Enjiniring a. Keuangan dan Administasi 3. jangka menengah dan jangka panjang. Prokurmen c. menurunkan Key Performance Indicator ke dalam Performance Indicator dan mengevaluasi kinerja Unit Bisnis. . Memonitor penyusunan dan penurunan Key Performance Indicator pegawai dan menselaraskan dengan Key Performance Indicator unit bisnis dan unit kerja. f.melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud keputusan direksi diatas. Operasi dan Pemeliharaan d.

FDT dan strategi pemeliharaan mesin pembangkit. n. 2. k. Mengelola kegiatan pengadaan barang dan jasa unit bisnis dan menyusun database harga. d. Merencanakan. Bidang Prokurmen a. Mengkan kegiatan manajemen risiko Unit Bisnis dan mengelola risiko kegiatan bagian enjiniring. . o. Mengelola kegiatan reliability meliputi penyusunan SERP. Mengevaluasi kinerja pemasok. menyusun jadwal pemeliharaan pembangkit dengan menerapkan sistem outage management secara optimal.memonitor. asset wellness. p. dan mengendalikan Rencana Kerja dan Anggaran bagian Prokurmen. j. b. modifikasi dan rehabilitasi peralatan pembangkit. c. Merencanakan dan menganalisa penyiapan kebutuhan. l. Membina kompetensi enjiniring di Unit Bisnis Pembangkitan Bali. RLA. LCM standard job. i. Mengelola knowledge management dan inovasi unit bisnis. Mengelola kegiatan outage management. Mengelola kegiatan kajian permasalahan berulang (cronic problem) bagian enjiniring. m. Melaksanakan kajian dan menyusun rencana kegiatan evaluasi dan pengembangan investasi. FMEA. Mengelola kontrak bisnis pengadaan barang dan jasa. Mengelola sistem informasi Unit Bisnis. EDP. MPI.h.

3. g. Membina kompetensi pengadaan. b. memonitor dan mengendalikan Rencana Kerja dan Anggaran bagian Keuangan dan Administrasi. Membina kompetensi enjiniring dan manajemen aset. RLA. Mengkoordinir penyusunan. f. c. Mengkoordinir dan menyusun Rencana Jangka Panjang Unit Bisnis. Merencanakan. dan modifikasi/rehabilitasi unit pembangkit. Bidang Keuangan dan Administrasi a. Mengelola pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Keja di area kerjanya. f. 4. Mengelola knowledge management dan inovasi di Unit Bisnis. Mengelola resiko kegiatan kajian dan pengelolaan resiko di Unit Bisnis. Bidang Operasi dan Pemeliharaan a. Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran bagian enjiniring dan Manajemen Aset. g. Mengelola kegiatan monitoring. k. Mengkoordinir dan menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Unit Bisnis. e. d. EDP. Menyusun rencana kegiatan dan anggaran pemeliharaan khusus dan investasi. h. . Melaksanakan kajian dan pelayanan teknis penyelesaian masalah pembangkit. Melaksanakan kajian dan menyusun rencana kegiatan evaluasi dan pengembangan investasi. melakukan monitoring dan evaluasi pencapaian target kinerja (Key Performance Indicators) Unit Bisnis dan pegawai. i. j. Mengelola risiko kegiatan Bagian Pengadaan. e. evaluasi dan pelaporan kinerja serta kondisi pembangkit. m. l. Mengelola Sistem Manajemen Terpadu. Mengelola warehouse unit bisnis pembangkit.

dan perpustakaan. termasuk di dalamnya pengelolaan fasilitas kerja dan fasilitas umum. Mengelola dan menjaga pengamanan Unit Bisnis. f. Unit PLTG Pemaron. i. Mengelola kegiatan pelayanan umum. 5. Melakukan pencatatan transaksi dan menyusun laporan keuangan Unit Bisnis. Merencanakan. . m. pembayaran dan penagihan Unit Bisnis. Mengelola kegiatan kesekretariatan. Mengelola kegiatan pengadaan pegawai. h. b.petensi keuangan dan administrasi di Unit Bisnis Pembangkitan Bali. Mengkan kegiatan penyusunan anggaran Unit Bisnis dan pengendaliannya. Mengelola kas. dan mengendalikan Rencana Kerja dan Anggaran Unit PLTG. Mengelola kegiatan pengembangan organisasi dan implementasi budaya perusahaan. korektif dan emergency pembangkit. hubungan. Mengelola kegiatan pengoperasian pembangkit.b. Mengeola kegiatan pelayanan kegiatan hukum. Mengelola kegiatan kehumasan. Mengelola kegiatan aneka usaha Unit Bisnis. c. n. protokoler. community development. memonitor. Mengelola risiko kegiatan bagian Keuangan dan Administrasi. e. g. dan perijinan Unit Bisnis. c. Mengkoordinir pelaksanaan pemeliharaan rutin. d. menghitung dan melakukan pembauaran terkait pajak perseorangan maupun badan di lingkup Unit Bisnis Bali. Membina ko. Merencanakan. l. o. j. k. adinsitrasi kepegawaian. dan PLTG Gilimanuk a. arsip.

serta Kimia dan Bahan Bakar Unit PLTG. Mengelola risiko Kegiatan Unit PLTG.6 Visi . 25 Nopember 2004 : IGN. Mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. k.d. . j. Menjadi Perusahaan Publik dengan Kinerja kelas Dunia dan bersahabat dengan Lingkungan. Mengelola kegiatan general affair Unit PLTF. 720-422 : (62-361) 720-519 : BUMN : Pembangkit Tenaga Listrik : 371 tahun 2004. Ngurah Rai. i.5 Profil Perusahaan Nama Perusahaan Jenis Badan Hukum Alamat Perusahaan Nomor Telepon Nomor Fax Status Permodalan Bidang Usaha SK AMDAL disetujui Penanggung Jawab Jabatan : PT. serta mengembangkan usaha-usaha lainnya yang berkaitan. Mengelola kegiatan pergudangan Unit PLTG.  Misi : a. Mengembangkan dan melakukan update daftar riwayat dan realisasi pemeliharaan unit pembangkit. g.G. Melakukan usaha dalam bidang pembangkitan tenaga listrik. h. Mengelola kegiatan pengamanan Unit PLTG. f. Mengelola kegiatan analisis kimia. guna menjamin keberadaan dan pengembangan perusahaan dalam jangka panjang. Agung Subawa Putra : General Manager 2. e. Misi dan Tujuan Perusahaan  Visi : a. Brigjen I. 2. INDONESIA POWER UBP BALI : PT ( Perseroan Terbatas) : JI. berdasarkan kaidah industri dan niaga yang sehat. Mengelola kegiatan K3 dan Lingkungan. pemantauan dan pengelolaan kualitas lingkungan dan laboraturium Unit PLTG. Pasanggaran : (62-361) 720-421.

e. c. Menciptakan organisasi pembelajar. 5 filosofi tersebut antara lain: 1. keandalan. Tujuan: a. d. 2. Mengoperasikan pembangkit tenaga listrik secara kompetitif serta mencapai standar kelas dunia dalam hal keamanan. Menciptakan mekanisme peningkatan efisiensi yang terus-menerus dalam penggunaan sumber daya perusahaan. 2. Mengembangkan budaya perusahaan yang sehat diatas saling menghargai antar karyawan dan mitra kerja. Menciptakan kemampuan dan peluang untuk memperoleh pendanaan dari berbagai sumber yang saling menguntungkan. karyawan dan pemegang saham. Memberikan penghargaan atas prestasi.7 Budaya Perusahaan Salah satu aspek dari pengembangan sumber daya manusia perusahaan adalah pembentukan budaya perusahaan di PTIndonesia Power. 3. . Menjunjung tinggi etika profesi dan etika bisnis. efisiensi maupun kelestarian lingkungan. 4. sertamendorong terus kekokohan integritas pribadi dan profesionalisme. b. Meningkatkan pertumbuhan perusahaan secara berkesinambungan dengan bertumpu pada usaha penyediaan tenaga listrik dan sarana penunjang yang berorientasi pada permintaan pasar yang berwawasan lingkungan. 5.Budaya perusahaan diarahkan untuk membentuk sikap dan perilaku yang didasarkan pada 5 filosofi. Menciptakan keunggulan untuk menjadi pelopor di bidang Pembangkitan Tenaga Listrik. Mengutamakan pelanggan.

Harmoni Serasi.sosial. 2. Integritas Sikap moral yang mewujudkan tekad untuk memberikan yang lebih baik bagi perusahaan. Inovatif Terus-menerus berkesinambungan menghasilkan gagasan baru dalam usaha melakukan pembaharuan untuk menyempurnakan baik proses maupun produk dengan tujuan meningkatkan kinerja. Hubungan dengan stakeholder (pihak terkait) c. PT Indonesia Power juga mengemban 7 nilai perusahaan yang sering disebut dengan IP – HaPPPI. agama dan kemudian berbagi dengan orang lain. 2. 3.Selain itu. Profesional Menguasai pengetahuan.8 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK 3) . diantaranya: 1. Pembelajaran Terus-menerus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta kualitas diri yang mencakup fisik. Pelayanan Prima Memberikan pelayanan yang memenuhi kepuasan melebihi harapan stakeholder. Hubungan dengan lingkungan hidup 4. Peduli Peka . seimbang dalam: a.tanggap dan bertindak untuk melayani stakeholder 6.mental. selaras. keterampilan dan ode etik sesuai bidang pekerjaan. 5. Pengembangan kualitas pribadi b. 7.

1970.3/Thn.2/ Thn.2/Thn. prosedur-prosedur dan praktek-praktek kerja yang terfokus pada pencegahan kecelakaan yang dapat mengakibatkan kecelakaan personil dan cedera. UU No. Program ini juga dapat diarahkan untuk memastikan kapabilitas seluruh personil dalam menangani tanggap darurat. UU No. tentang kewajiban melaporkan penyakit akibat kerja. perlu proaktif membudayakan K3 dan menerapkan sistem manajemen K3 sesuai standar serta meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam bidang K3. 4. 1987. 6. 1981. UU No1/Thn. 5. dimana mereka berpendapat bahwa masalah lingkungan kerja adalah tanggung jawab pemerintah dan perusahaan saja. 2. .Ketiga adalah faktor fasilitas. 3. Faktor-faktor penyebab kecelakaan adalah pertama faktor manusia. kebakaran dan kerusakan peralatan jika terdapat resiko yang intern untuk situasi darurat pada seluruh operasi.Perusahaan akan mengembangkan program-program K3 dalam menetapkan dan menerapkan kebijakan-kebijakan K3. Untuk menindaklanjuti penyebab kecelakaan dalam K3 adalah sebagai berikut: 1. UU No. tentang tatacara pembentukan P2K3 dan AK3 (Ahli K3) 7. UU No. tentang pemeriksaan kesehatan kerja. tentang pembentukan K2K3 (Panitia Pembina). 1980.4/ Thn. UU No. 1970. tentang keselamatan kerja. tentang pelayanan kesehatan tenaga kerja. dimana mereka berpandangan bahwa fasilitas yang dipakai telah kadaluarsa atau kurang terpelihara sehingga memperbesar resiko kecelakaan. tentang SMK3 (Sistem Manajemen K3). Beberapa peraturan yang berkaitan dengan K3 antara lain: 1.1/Thn. 1982. UU No. 1970.Kedua adalah faktor lingkungan.1/ Thn. Faktor manusia meliputi mahasiswa.Dimana mereka mempunyai pandangan yang keliru tentang K3 yang dipandang sebagai penghambat atau beban selama melaksanakan tugas/kerja.

memproduksi tenaga listrik menggunakan PLTD & PLTG. Mematuhi semua peraturan dan perundang-undangan tentang K3. Menetapkan dan melaksanakan secara konsisten sistem manajemen MLK3 . lingkungan dan yang berkaitan dengan mutu. mutu dan lingkungan dalam menjalankan proses bisnis. selamat & sehat. PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Bali. Serta Kegiatan. Utnuk mencapai tujuan tersebut manajemen menetapkan sasaran. 3. persyaratan pelanggan serta standar nasional dan internasional yang berlaku dan berkaitan dengan proses bisnis perusahaan 2. bertekad memperhatikan secara utuh. Data/Informasi. sebagai berikut: 1.2. Faktor lingkungan meliputi peningkatan kebersihan dan kesehatan serta keamanan lingkungan kerja. 4. Mencapai Zero Accident. sebagai berikut: 1. Menciptakan Sistem Keamanan Terpadu Terhadap Aset. seefisien dan produktif. Faktor fasilitas meliputi kebihakan manajemen untuk melengkapi fasilitas K3 tetap andal. Memenuhi syarat mutu lingkungan. 2. Untuk mencapai 4 (empat) sasaran organisasi tersebut maka pihak manajemen dan segenap karyawan bertekad untuk melakukan kerangka kerja. Berdasarkan hal tersebut pimpinan manajemen menetapkan kebijakan sebagai bukti komitmen untuk diimplementasikan secara menyeluruh untuk menciptakan dan memelihara tempat kerja yang aman. aman dan siap pakai setiap saat sesuai dengan fungsinya.konsisten dan kontinyu terhadap semua persyaratan stakeholder yang berkaitan dengan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Meningkatkan indeks kepuasan pelanggan. 3.

Mengurangi pemakaian Freon untuk mencegah pencemaran udara serta mengelola pemakaian SDA 7. Memberikan pembinaan/pendidikan dan pelatihan K3. Melaksanakan Program Coorporate Social Responsibility sehingga masyarakat sekitar ikut membantu dan mengamankan perusahaan. 9.3. 5. tanah dan udara serta perbaikan secara berkelanjutan dalam kinerja lingkungan. Melakukan penyempurnaan dan peningkatan secara terus menerus terhadap susunan organisasi pada setiap proses bisnis masing-masing bidang. Mencegah pencemaran terhadap air. Mengkomunikasikan kebijakan ini kepada seluruh kontraktor/supplier atau mitra kerja untuk mengikuti kebijakan ini. . Memenuhi kepuasan pelanggan dengan mempertahankan serta meningkatkan faktor kesiapan keandalan unit pembangkit 4. mutu dan lingkungan secara terus menerus kepada semua karyawan baik yang organik maupun mitra kerja. 8. 10. serta mengkomunikasikan kebijakan ini kepada masarakat setempat. Manajemen dan seluruh karyawan serta mitra kerja bertanggung jawab atas pelaksanaan K3 guna terciptanya rasa aman untuk meningkatkan gairah kerja 12. 6. 11. Mengelola limbah padat dan cair baik bahan beracun dan berbahaya (B3) terutama buangan pelumas/minyak bekas dan limbah domestik serta material B3. Melakukan prinsip-prinsip manajemen resiko untuk mengurangi resiko bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan dan peyakit akibat kerja serta hal-hal lain yang mengganggu proses produksi.

Helm Pengaman Merupakan alat pelindung kepala yang wajib digunakan di area pembangkit PTIndonesia Power UBP Bali. 2. Sepatu Kerja Sepatu kerja yang digunakan telah dirancang khusus untuk keperluan kerja sehingga dapat melindungi kaki dari bahaya kerja. Penutup Hidung/Masker . 6.Kebijakan ini dapat ditinjau secara berkala. menggerida dan lain-lain. Pakaian Kerja (Wearpack) Merupakan identitas para pekerja. Adapun alat-alat pelindung diri (APD) yang terdapat di PT Indonesia Power UBP Bali: 1. teknologi. 5. proses. Sabuk Pengaman Berfungsi untuk melindungi pekerja saat bekerja pada ketinggian sehingga pekerja merasa leluasa dan aman untuk bergerak. Sumbat Telinga (Earplug) Berfungsi sebagai pelindung telinga terhadap suara kebisingan dari mesin yang berpengaruh buruk terhadap pendengaran. sesuai dengan perubahan yang terjadi dalam peraturan perundangan. 4. dimana pakaian kerja tersebut dibedakan menurut bidang dan keahliannya masing-masing. atau lainnya untuk disempurnakan. Kacamata Pelindung Berfungsi untuk melindungi mata pada saat melakukan pekerjaan seperti mengelas.Biru dongker untuk bidang pemeliharaan sedangkan jingga untuk bidang operasi. 3. 7.

Berfungsi untuk melindungi pernapasan dan wajib digunakan di kawasan bahan berbahaya dan beracun. 2. Sarung Tangan Berfungsi untuk melindungi tangan saat melakukan pekerjaan yang dapat membahayakan tangan. 8.9 Gedung dan Fasilitas PT Indonesia Power UBP Bali Unit Pesanggaran .

tangki penampungan dan pengolahanlimbah. 3. Gedung PLTD stationA dan PLTD station B. 8. 7. Tempat Ibadah.000 m 2 . Gedung dan fasilitas yang terdapat di PT Indonesia Power UBP Bali antara lain: 1. Gedung kantor baru dan gedung kantor lama. Lokasi Tangki bahan bakar. 5. Mess.3 Plant Side PT Indonesia Power UPJP Bali Luas area yang ditempati PT Indonesia Power UBP Bali adalah 53. 6. . Ruang pompa PMK diesel bahan baka dan container. Perpustakaan dan Laboratorium Kimia. 2.Gambar 2. Lapangan olah raga yaitu lapangan tenis dan voli. 4.

Company Woring in Management the Environmental. 6. Gedung Pertemuan. Certificate TUV CERT 2009-2012. 4. Sertifikat audit SMK3 dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi 2008-2011. 3. The Best PLTG Award from PLN in 2004 and 2005.10 Data Prestasi Unit Bisnis Pembangkitan Bali 1. Lokasi evakuasi. 3. Lokasi Getaran dan Kebisingan. 7. Securing and Best SecuritiesTrainingfrom POLDA Bali. Community Development Award from Jembrana Goverment. in 2005. Gardu Induk Pesanggaran. Quality Management System ISO 9001 in 2002-now. Tempat parkir. 9. 11. 4.KSN Award 09 GOLD dari Menteri Sosial RI kepada Koperasi Susila Karma binaan PT Indonesia Power. 5. koperasi. 10. Serifikat dari Badan Sertifikat TUV CERT 2006-2009. 2. in 2004/2005 12. Lokasi mudah terbakar. 8. Lokasi tegangan tinggi.9. 11. The Best Cleaning System of Environmental.  Lokasi PT Indonesia Power UBP Bali terbagi atas beberapa bagian yaitu: 1. Environmental Management ISO 14001 in 2002-now. 2. Zero Accident Award 2002-now. dan kantin. 10. 5. . Lokasi Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). 2.

Menggunakan Teknologi yang dapat meminimalisi tingkat kebisingan yang disebabkan oleh pengoperasian sistem pembangkit. Membuat Green Belt dari tanaman yang mampu meredam kebisingan yang dikeluarkan mesin pembangkit.11 Pengelolaan Lingkungan Berdasarkan hasil evaluasi dampak penting dalam andil dari operasional PLTD. Menurunnya kualitas udara 2. Terjadinya kebakaran 7. Meningkatnya Tingkat Kebisingan dan Getaran a. Terganggunya kesehatan masyarakat Oleh sebab itu perlunya dilakukan pengelolaan lingkungan di sekitar pembangkit. Menurunya kualitas atau potensi air bawah tanah 4. Menurunnya kualitas air permukaan 5. diperkirakan beberapa jenis dampak besar dan penting yang perlu dikelola sebagai berikut: 1. Hal-hal yang telah dilakukan oleh PT Indonesia Power UBP Bali yaitu: 1. 2. b. Terhadap Kualitas Udara a.2. PLTG dan rencana pengembangan PLTGU. Menyediakan filter pada masing-masing cerobong untuk menyaring gas buang yang dikeluarkan dari proses pembakaran. . Dengan menggunakan Glasswool sebagai media/bahan peredam bunyi atau menempatkan mesin-mesin yang mengeluarkan bunyi bising pada ruang kedap udara. Meningkatnya kebisingan dan getaran 3. Timbulnya keresahan masyarakat 6.