You are on page 1of 23

MAKALAH ELEKTROKIMIA

SUPER-KAPASITOR”

Oleh :
Kelompok 4
-

Yunantara I Kadek
Dede Zulyansyah
Girsang Garsiman
Mudzakkir Dioktyanto

(2714100051)
(2714100054)
(2714100060)
(2714100068)

DAFTAR ISI

Daftar Isi…………………………………………………………….......1
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang………………………………………………2
B. Tujuan……………………………………………………….2
Bab II Landasan Teori
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.
I.

Teori Dasar………………………………………………….3
Kapasitansi………………………………………………….3
Wujud dan macam kapasitor………………………………..4
Tipe Kapasitor………………………………………………4
Fungsi Kapasitor……………………………………………6
Super Kapasitor……………………………………………..6
Kontruksi Super Kapasitor………………………………….7
Prinsip Kerja Super Kapasitor……………………………...10
Reaksi Pada Super Kapasitor…………………………….....11

Bab III Metode Penelitian
3.1 Landasan Teori……………………………………………..13
3.2 Pembuatan Pelat Karbon Aktif……………………………..13
3.3 Penumbuhan Nanopartikel Platinum……………………….14
3.4 Karakterisasi FESEM dan XRD……………………………14
3.5 Pengukuran Elektrokimia…………………………………..14
Bab IV Hasil dan Pembahasan
4.1 Tinjauan FESEM dan EDX ……………………………...……..15
4.2 Tinjauan XRD……………………………...……………………16
4.3 Tinjauan Impedan Spektroskopi Elektrokimia………………….19
Bab V Kesimpulan

BAB I
PENDAHULUAN
A . Latar Belakang

1

Keunggulan tersebut menyebabkan superkapasitor telah digunakan secara luas dalam berbagai bidang seperti bidang teknologi digital. Salah satu penyimpan energi yang telah banyak digunakan yaitu superkapasitor. sifat kimiawi stabil.Kebutuhan energi yang semakin banyak mendorong hadirnya penyimpan energi berkapasitas besar. kapasitas penyimpanan muatan yang sangat besar. Tujuan Makalah ini di buat bertujuan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah elektrokimia tentang kapasitor yang bertujuan agar kita bisa lebih memahami dan mengetahui lebih spesifik tentang kapasitor. ketersediaannya melimpah. Superkapasitor merupakan terobosan baru di dunia piranti penyimpan energi yang memiliki rapat daya yang besar. mesin listrik. proses pengisian-pengosongan muatan yang cepat dan tahan lama jika dibandingkan dengan kapasitor biasa. seperti luas permukaan yang tinggi. peralatan militer dan luar angkasa. Superkapasitor umumnya menggunakan bahan karbon sebagai elektroda. Karbon aktif dalam satu dekade ini telah banyak digunakan sebagai elektroda superkapasitor karena beberapa sifat keunggulannya. dan relatif murah B. Penyimpan energi dalam superkapasitor terjadi karena terbentuknya pasangan ion dalam elektrolit dan elektron dalam bahan karbon pada permukaan antara elektrolit dan elektroda karbon. Teori Dasar 2 . BAB II LANDASAN TEORI A.

Kapasitansi nilai mencapai hingga 400 farads dalam single standard case size yang tersedia. dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik.25 x 1018 elektron.melalui baterai membuat pilihan yang lebih baik dalam aplikasi yang memerlukan sejumlah besar penyimpanan energi untuk disimpan dan disampaikan dalam semburan berulang kali. Kapasitansi Kapasitansi didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. Satu Farad = 9 x 1011 cm2 yang artinya luas permukaan kepingan tersebut. Keuntungan Super Capacitor yang paling signifikan memiliki kelebihan dari baterai adalah kemampuan mereka untuk diisi dan dipakai terus menerus tanpa "degrading" seperti baterai. Kapasitor menyimpan muatan listrik. biasanya digunakan/disediakan untuk baterai. Super Capacitor akan memasok listrik ke sistem ketika ada lonjakan atau semburan energi karena kapasitor super dapat diisi dan dikosongkan dengan cepat sedangkan baterai dapat memasok energi massal karena mereka dapat menyimpan dan memberikan energi jumlah yang lebih besar selama jangka waktu yang lebih lambat dari waktu. Karena charge(muatan) itu disimpan secara fisik. Electrochemical capacitors (ECs) dalam berbagai hal jika mengacu pada manufacturers in promotional literature disebut sebagai Super Capasitor juga disebut sebagai ultra capacitor dan Electric double layer capacitors (EDLC) adalah kapasitor dengan nilai kapasitansi yang lebih besar daripada jenis lain yang tersedia saat ini kapasitor. Dengan rumus dapat ditulis : Q=CV 3 . Satuan kapasitor disebut Farad (F). Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6. hampir tanpa batas. tanpa perubahan kimia atau fase yang terjadi. Super Capacitor memiliki kerapatan tertinggi yang tersedia saat ini kapasitif dengan kerapatan tinggi sehingga kapasitor ini dapat digunakan untuk aplikasi. B. proses ini sangat reversibel dan siklus discharge-charge dapat diulang lagi dan lagi. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuatmuatan elektron sebanyak 1 coulombs. Inilah sebabnya mengapa baterai dan kapasitor super yang digunakan dalam hubungannya dengan satu sama lain. Kapasitor ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867). Super Capacitor yang tidak volumetrically eficient dan lebih mahal daripada baterai tetapi memiliki keuntungan lain . Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik.Kapasitor (Kondensator) adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi/muatan listrik di dalam medan listrik.

4 = 10. kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A). 5 = 100. Misalnya pada kapasitor elco dengan jelas tertulis kapasitansinya sebesar 100µF25v yang artinya kapasitor/ kondensatortersebut memiliki nilai kapasitansi 100 µF dengan tegangan kerja maksimal yang diperbolehkan sebesar 25 volt. satuannya adalah pF (pico farads).000. angka pertama dan kedua menunjukkan nilai nominal. Dengan rumus dapatdi tulis sebagai berikut : C = (8. Kapasitor variabel (nilai kapasitasnya dapat diubah-ubah) Pada kapasitor yang berukuran besar.000 = 1.000 pF = 1. Kapasitor tetap (nilai kapasitasnya tetap tidak dapat diubah) 2. Jika hanya ada dua angka. Sebagai contoh. Contoh : 104 104 = 10 x 10.200 pF = 2. 2 = 100.Q = muatan elektron dalam C (coulombs) C = nilai kapasitansi dalam F (farad) V = besar tegangan dalam V (volt) Dalam praktek pembuatan kapasitor. Jika ada 3 digit. maka kapasitansi kapasitor tersebut adalah 47 pF.2 nF atau = 2n2 4 .000 pF = 100 nF 105 105 = 10 x 100. kapasitor yang bertuliskan dua angka 47.000 dan seterusnya. Faktor pengali sesuai dengan angka nominalnya.85 x 10 ) (k A/t) C. jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. sedangkan angka ke-3 adalah faktor pengali. Kapasitor elektrolit (Electrolit Condenser = Elco) 3. 3 = 1.000. Kapasitor yang ukuran fisiknya kecil biasanya hanya bertuliskan 2 (dua) atau 3 (tiga) angka saja.000. berturut-turut 1 = 10.000 nF = 1 µF 222 222 = 22 x 100 = 2. nilai kapasitansi umumnya ditulis dengan angka yang jelas.000 = 100. Wujud dan Macam Kapasitor Berdasarkan kegunaannya kondensator di bagi menjadi : 1. Lengkap dengan nilai tegangan maksimum dan polaritasnya.

3. Kapasitor Electrolytic Kelompok kapasitor electrolytic terdiri dari kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya adalah lapisan metal-oksida. 2. magnesium. Mengapa kapasitor ini dapat memilikipolaritas. Kapasitor Electrostatic Kapasitor electrostatic adalah kelompok kapasitor yang dibuat dengan bahan dielektrik dari keramik. Kapasitor Electrochemical Satu jenis kapasitor lain adalah kapasitor electrochemical. titanium.di badannya. film dan mika. Termasuk kapasitor jenis ini adalah battery dan accu. Telah lama diketahui beberapa metal seperti tantalum. yang biasanya untuk aplikasi rangkaian yang berkenaan dengan frekuensi tinggi. adalah karena proses pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutub positif anoda dan kutub negatif katoda. Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah kapasitor polar dengan tanda + dan . Oksigen pada larutan electrolyte terlepas dan mengoksidasi permukaan plat metal.D. Keramik dan mika adalah bahan yang popular serta murah untuk membuat kapasitor yang kapasitansinya kecil. Lapisan oksidasi ini terbentuk melalui proses elektrolisa. Pada kenyataannya battery dan accu adalah 5 . Tersedia dari besaran pFsampai beberapa µF. Elektroda metal yang dicelup ke dalam larutan elektrolit (sodium borate) lalu diberi tegangan positif (anoda) dan larutan electrolit diberi tegangan negatif (katoda). zirconium dan seng (zinc) permukaannya dapat dioksidasi sehingga membentuk lapisan metaloksida (oxide film). niobium. aluminium. Tipe Kapasitor 1.

aman dan memiliki rapat daya yang tinggi yaitu 10-100 kali lipat lebih besar. komputer dan pulse laser system. memiliki lifetime yang lama. dingin. dan sebagainya. Hal ini disebabkan karena baterai harus mengubah energi listrik menjadi bentuk kimia agar energi ini dapat tersimpan. Selain itu. Superkapasitor memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan baterai dan kapasitor konvensional. karena memiliki kapasitansi yang besar dan arus bocor (leakage current) yang sangat kecil. misalnya untuk aplikasi mobil elektrik dan telepon selular. Sebagai filter yang di pakai pada rangkaian satu daya 3. Menghilangkan bouncing (loncatan api) bila dipasang pada saklar 6.kapasitor yang sangat baik. diantaranya adalah waktu hidup yang lebih lama. E. Untuk menghemat daya listrik pada lampu neon 5. Fungsi Kapasitor Fungsi penggunaan kapasitor dalam suatu rangkaian : 1. waktu pengisian yang pendek. Superkapasitor dapat menyimpan energi dengan berbagai keunggulan misalnya tidak memerlukan adanya proses maintenance. telah digunakan secara luas pada bidang elektronik dan transportasi. Tipe kapasitor jenis ini juga masih dalam pengembangan untuk mendapatkan kapasitansi yang besar namun kecil dan ringan. dan lembab) lingkungan. Memisahkan arus bolak balik dari arus searah F. prinsip dan modelnya yang sederhana. sebagai penghubung (coupling) yang menghubungkan masing-masing bagian dalam suatu rangkaian 2. Super Kapasitor Superkapasitor sebagai alat penyimpan energi. kebutuhan waktu yang singkat dalam pengisian ulang ini menyebabkan superkapasitor mempunyai potensi yang besar dibandingkan baterai. 6 . memilki karakterisitik cepat dalam proses charge maupun discharge dan 2 dapat beroperasi secara efektif dalam beragam kondisi (panas. Sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian pemancar 4. seperti sistem telekomunikasi digital. hybrid electrical vehicles.

kerapatan energi yang tinggi. Dielektrik tidak hanya memisahkan elektroda. Dari sisi teknis. The charging/discharging terjadi pada lapisan penyerapan ion terbentuk pada elektroda karbon aktif. film polimer atau aluminium oksida untuk memisahkan elektroda. tetapi juga memiliki sifat listrik yang mempengaruhi kinerja kapasitor. nanofoam. Ini area permukaan besar memungkinkan untuk penyerapan sejumlah besar ion. dan polimer konduktif. Ketebalan the electric double layer setipis molekul Luas permukaan dari lapisan karbon aktif sangat besar menghasilkan beberapa ribu meter persegi per gram. karbon aktif. Bahan elektroda dasar yang digunakan untuk kapasitor adalah karbon aerogel. Super Capacitor tidak memiliki bahan dielektrik tradisional seperti keramik.Superkapasitor memiliki banyak kelebihan dibanding dengan alat penyimpan energi yang lain seperti baterai. Kapasitor terdiri dari dua elektroda logam yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. superkapasitor memiliki jumlah siklus yang relatif banyak (>100000 siklus). G. Konstruksi Super Capacitors Apa yang membuat Super Capacitor yang berbeda dari jenis kapasitor lainnya adalah elektroda yang digunakan dalam kapasitor. melainkan memiliki physical barrier yang terbuat dari karbon aktif bahwa ketika muatan listrik diterapkan pada materi medan listrik yang dihasilkan ganda yang bertindak seperti dielektrik. Teknologi karbon yang digunakan dalam kapasitor menciptakan luas permukaan yang sangat besar dengan jarak pemisahan sangat kecil. prinsip yang sederhana dan konstruksi yang mudah. 7 . Kapasitor super didasarkan pada karbon (nano tube) teknologi. superkapasitor meningkatkan keamanan karena tidak ada bahan korosif dan lebih sedikit bahan yang beracun. nanotube. Sedangkan dari sisi keramahan terhadap pengguna. logam oksida. kemampuan menyimpan energi yang besar.

Elektroda serat karbon aktif diresapi dengan elektrolit di mana muatan positif dan negatif yang terbentuk antara elektroda dan impregnant tersebut. The electric double layer (lapisan ganda listrik) terbentuk menjadi isolator sampai tegangan cukup besar diterapkan dan saat ini mulai mengalir. Ini disebut decomposition voltage (tegangan dekomposisi).. 8 .. Lapisan ganda terbentuk pada permukaan karbon aktif dapat digambarkan sebagai serangkaian sirkuit RC paralel. Besarnya tegangan di mana muatan mulai mengalir adalah di mana elektrolit mulai rusak. Cn adalah kapasitansi elektrostatik dari karbon aktif.. R2 . C2 . Seperti ditunjukkan di bawah kapasitor terdiri dari serangkaian sirkuit RC di mana R1.. Rn adalah resistensi internal dan C1..

ukuran ion. kolektor arus dengan a high conducting part antarmuka antara elektroda dan koneksi dari Super Capacitor. yang memungkinkan mobilitas ion bermuatan dan tanpa ada kontak elektronik. terbuat dari karbon aktif menyediakan area bagian permukaan yang tinggi. tengah: elektrolitik.Jumlah arus yang dibutuhkan untuk mengisi kapasitor ditentukan oleh persamaan berikut: In= (V/Rn) exp (-t/ (Cn*Rn)) Super Capacitor adalah double layer capacitor (kapasitor lapisan ganda). sehingga dapat mengetahui kerapatan energi dari komponen. Super capacitor tersusun dari dua elektroda. dan tingkat the electrolyte decomposition voltage (tegangan dekomposisi elektrolit). energi disimpan oleh transfer muatan pada perbatasan antara elektroda dan elektrolit. Pada elektroda. kanan: listrik double-layer kapasitor 9 . separator dan elektrolit Dua elektroda. Kiri: "normal" kapasitor. Suplai elektrolit dan konduksi ion dari satu elektroda ke yang lain Perbandingan diagram pembangunan tiga kapasitor. Kedua elektroda dipisahkan oleh sebuah membran. Jumlah energi yang tersimpan adalah fungsi dari elektroda yang tersedia dan permukaan elektrolit.

Mereka semua memanfaatkan reaksi the high reversible redox yang terjadi pada permukaan elektroda atau di dalamnya untuk menghasilkan kapasitansi terkait dengan potensi elektroda. Yang terakhir ini tergantung pada reaksi fast faraday redox. Double-layer kapasitor dan 2. Kapasitor dapat bekerja pada tegangan tinggi tanpa menghubungkan banyak sel dalam seri. Elektrolit sebagai katoda mungkin sedikit resistif sedikit sehingga untuk " basah " kapasitor elektrolit 10 . ESR dan EPR (yang juga disebut resistensi kebocoran). H. Tegangan kerja electrochemical capacitors biasanya lebih rendah dari 3 V. Kapasitansi dari mereka terutama tergantung pada pemanfaatan bahan aktif elektroda. hibrida super-capacitors menggabungkan anoda kapasitor elektrolitik dengan katoda dari electrochemical capacitors. sehingga memiliki fitur terbaik dengan spesifik yang tinggi kapasitansi dan kepadatan energi yang tinggi dari electrochemical capacitors. Berdasarkan tegangan kerja yang tinggi dari kapasitor elektrolit. Prinsip Kerja Super Kapasitor Kapasitor elektrokimia adalah kapasitor jenis khusus yang bekerja berdasarkan charging (pemasukan muatan) dan discharging (pelepasan muatan) pada interface elektroda-elektrolit dari material-material yang mempunyai luas spesifik yang tinggi seperti material karbon yang berpori atau beberapa oksida logam yang berpori. The electrochemical capacitors termasuk kapasitor oksida logam super dan polimer konduktif super capacitors .. Penyimpanan statis ini juga berlaku untuk kapasitor elektrolit di mana sebagian besar potensi menurun atas lapisan oksida tipis anoda. Electrochemical capacitors Yang pertama tergantung pada mekanisme lapisan ganda. yang merupakan hasil pemisahan biaya pada antarmuka antara permukaan elektroda karbon aktif atau serat karbon dan larutan elektrolit.Biasanya kapasitor super dibagi menjadi dua jenis: 1. Kapasitansi adalah sebanding dengan luas permukaan spesifik dari bahan elektroda. Parameter yang paling penting dari sebuah super capacitors termasuk kapasitansi (C).

sejumlah kecil potensi menurun lebih dari elektrolit. Untuk kapasitor elektrolit dengan tinggi konduktif elektrolit polimer padat drop tegangan ini diabaikan. Kedua penyimpanan elektrostatik energi di Helmholtz lapisan ganda dan penyimpanan energi elektrokimia dengan transfer biaya Faradaic adalah linear sehubungan dengan muatan yang tersimpan dalam kapasitor seperti konvensional. Kapasitansi ini disebut double-layer kapasitansi . dimana penurunan tegangan kecil di seberang ESR elektrolit dicapai.Kapasitor konvensional juga disebut kapasitor elektrostatik. Kapasitansi Faradaic ini disebut pseudocapacitance. Karena setiap super memiliki dua elektroda. potensi kapasitor menurun secara simetris pada kedua lapisan Helmholtz. Potensi ( tegangan ) dari kapasitor dibebankan berkorelasi linier dengan muatan yang tersimpan. Double-layer kapasitansi dan pseudocapacitance keduanya memberikan kontribusi terhadap total kapasitansi kapasitansi super itu. Penyimpanan elektrokimia dari energi listrik yang menghasilkan elektron Faradaic biaya transfer reversibel pada elektroda dicapai dengan reaksi redoks dengan khusus teradsorpsi ion dari elektrolit. interkalasi atom di lapisan kisi. atau deposisi underpotential hidrogen atau logam adatoms di permukaan situs kisi. Perilaku linear Ini berarti bahwa tegangan kapasitor adalah linear terhadap jumlah 11 . Nilai kapasitansi super ditentukan oleh prinsip-prinsip penyimpanan muatan elektrostatik dan elektrokimia : Penyimpanan elektrostatik energi listrik dicapai dengan pemisahan muatan dalam lapisan ganda Helmholtz pada antarmuka antara permukaan elektroda konduktor dan larutan elektrolit elektrolit .

voltmeter. memberikan tegangan relatif konstan Penyimpanan elektrokimia dari energi listrik yang menghasilkan elektron Faradaic biaya transfer reversibel pada elektroda dicapai dengan reaksi redoks dengan khusus teradsorpsi ion dari elektrolit. katoda. Gradien tegangan linier ini berbeda dengan baterai isi ulang elektrokimia . untuk menjaga kenetralan muatan listrik pada larutan. 12 . tempat terjadinya reaksi oksidasi. elektroda positif. pada gambar.energi yang tersimpan. potensi kapasitor menurun secara simetris pada kedua lapisan Helmholtz. interkalasi atom di lapisan kisi. SEL VOLTA Contoh rangkaian sel galvani. Kapasitansi Faradaic ini disebut pseudocapacitance. atau deposisi underpotential hidrogen atau logam adatoms di permukaan situs kisi. elektroda negatif. di mana tegangan terminal tetap independen dari bermuatan energi. sel galvani terdiri dari beberapa bagian. J. Karena setiap super memiliki dua elektroda. 2. jembatan garam (salt bridge). pada gambar. tempat terjadinya reaksi reduksi. anoda. 3. yaitu: 1. yang bertindak sebagai anoda adalah elektroda Zn/seng (zink electrode). REAKSI KIMIA PADA SUPER KAPASITOR 1. untuk menentukan besarnya potensial sel. dimana penurunan tegangan kecil di seberang ESR elektrolit dicapai. Double-layer kapasitansi dan pseudocapacitance keduanya memberikan kontribusi terhadap total kapasitansi kapasitansi super itu. 4. yang bertindak sebagai katoda adalah elektroda Cu/tembaga (copper electrode).

SEL ELEKTOLISIS Sel Elektrolisis adalah sel yang menggunakan arus listrik untuk menghasilkan reaksi redoks yang diinginkan dan digunakan secara luas di dalam masyarakat kita. komponen voltmeter diganti dengan sumber arus (umumnya baterai). Yang membedakan sel elektrolisis dari sel volta adalah. Reaksi total yang terjadi pada sel galvani adalah: Zn(s) + Cu2+(aq) → Zn2+(aq) + Cu(s) 2. Baterai aki yang sedang diisi kembali (recharge) mengubah energi listrik yang diberikan menjadi produk berupa bahan kimia yang diinginkan. Elektroda yang digunakan umumnya merupakan elektroda inert. Akibatnya. Proses ini akan mengurai air menjadi unsur-unsur pembentuknya. Terlihat jelas bahwa tujuan elektrolisis adalah untuk mendapatkan endapan logam di katoda dan gas di anoda. Katoda (-) Anoda (+) Reaksi sel : 2 Na+(l) + 2 e– ——> 2 Na(s) : 2 Cl–(l) Cl2(g) + 2 e– : 2 Na+(l) + 2 Cl–(l) ——> 2 Na(s) + Cl2(g) 13 . Reaksi reduksi berlangsung di katoda. Larutan atau lelehan yang ingin dielektrolisis. katoda bermuatan negatif dan menarik kation-kation yang akan tereduksi menjadi endapan logam. elektroda dicelupkan ke dalam larutan maupun lelehan elektrolit yang ingin dielektrolisis. logam Zn melepaskan elektron dan menjadi Zn2+ yang larut. Rangkaian sel elektrolisis hampir menyerupai sel volta. Air. pada sel elektrolisis. dan Emas (Au). Kutub negatif sumber arus mengarah pada katoda (sebab memerlukan elektron) dan kutub positif sumber arus tentunya mengarah pada anoda. Zn(s) → Zn2+(aq) + 2e– Pada katoda. ditempatkan dalam suatu wadah. Elektroda berperan sebagai tempat berlangsungnya reaksi. sedangkan reaksi oksidasi berlangsung di anoda. Baterai aki yang dapat diisi ulang merupakan salah satu contoh aplikasi sel elektrolisis. ion Cu2+ menangkap elektron dan mengendap menjadi logam Cu.Proses dalam Sel Galvani Pada anoda. Sebaliknya. Cu2+(aq) + 2e– → Cu(s) hal ini dapat diketahui dari berkurangnya massa logam Zn setelah reksi. Selanjutnya. H 2O. seperti Grafit (C). sedangkan massa logam Cu bertambah. anoda bermuatan positif dan menarik anion-anion yang akan teroksidasi menjadi gas. Platina (Pt). dapat diuraikan dengan menggunakan listrik dalam sel elektrolisis.

Garis lurus dengan kemiringan 45o berkaitan dengan impedan Warburg yang dihasilkan oleh diffusi ion elektrolit pada poros elektroda. Diameter dari setengah lingkaran adalah menunjukkan polarisasi tahanan. 4) teknologi produksi sudah berkembang.1 Landasan Teori Superkapasitor yang menggunakan bahan karbon sebagai elektrodanya memiliki banyak keuntungan. Garis vertikal pada sumbu real disebabkan oleh sifat kapasitif murni. 2) luas permukaan yang besar.BAB III METODOLOGI PENILITIAN 3. 3) mudah diperoleh. Rp. diantaranya: 1) harga yang relatif murah. Rp. Perpotongan setengah lingkaran pada bagian kiri dari sumbu real adalah tahanan larutan. Kurva Nyquist yang dihasilkan dari data EIS merepresentasikan 3 bagian frekuensi: bagian setengah lingkaran berhubungan dengan tahanan pemindahan muatan atau tahanan polarisasi. Pengukuran nilai kapasitansi spesifik superkapasitor dapat dilakukan dengan menggunakan metode EIS. Kapasitan spesifik dapat dihitung dengan menggunakan impedan plot berdasarkan rumus : C = -2/(2 πf x Z” x m) 14 . Rs.

3. Luas permukaan BET pelet karbon ditetukan dengan menggunakan metode serapan gas N2 pada suhu -196 oC dengan alat ASAP 2010 [16]. Uji ini dilakukan untuk meninjau morfologi permukaan pelet karbon meliputi penyebaran penumbuhan nanopartikel platinum yang dihasilkan. 3. sedangkan pengujian XRD dilakukan menggunakan alat Bruker Advanced X-Ray Solution (AXS) model D8.dimana f dan Z” adalah frekuensi dan impedan imajiner.3 Penumbuhan Nanopartikel Platinum Penumbuhan nanopartikel platinum dilakukan dengan merendam elektroda karbon dalam larutan penumbuhan dengan konsentrasi larutan asam askorbid 0. Pelet hijau dibuat menggunakan cetakan dengan diameter 20 mm pada tekanan 8 metrik ton. Pelet karbon dihasilkan melalui karbonisasi pada suhu 600 OC dalam lingkungan gas N2 menggunakan profil pemanasan bertingkat. digiling selama 36 jam dan diayak dengan ukuran partikel kurang dari 53 mikron.4 Karakterisasi FESEM dan XRD Untuk menentukan struktur elektroda karbon yang terbentuk setelah ditumbuhi nanopartikel platinum.2 M dan konsentrasi larutan penumbuh platinum (K2PtCl4) 1M. Pelet karbon kemudian diaktivasi meng-gunakan gas CO2 pada suhu 800 oC dan ditahan selama satu jam. perlu dilakukan uji XRD (X-ray diffraction) dan uji FESEM (field emission scanning electron microscopy). 15 . Penumbuhan nanopartikel dilakukan dalam dua kali penumbuhan dengan waktu penumbuhan 4 jam + 4 jam. m adalah berat material aktif. 3. Pengujian FESEM dilakukan dengan alat model supra 55 pv. Uji EDX (Electron diffraction X-ray) juga dilakukan untuk mengetahui prosentase platinum yang tumbuh.2 Pembuatan Pelat Karbon Aktif Serbuk gergaji kayu karet pertama-tama diprakarbo-nisasi pada temperatur rendah. kemudian dicuci dengan air destilasi hingga pH nya netral.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Data-data dasar elektroda karbon yang dihasilkan ditunjukkan pada Tabel 4. 16 . pemisah berbentuk cincin yang dibuat dari teflon dan larutan H2SO4 1M. 0.2 M dan konsentrasi K2PtCl4 1 M dengan waktu penumbuhan 4 jam + 4 jam ditampilkan pada Gambar 1 di bawah ini.1.5 mm. TABEL 1 Nilai Porositas Sampel SBET m2/g 733. 1.5 M dan 0. Tinjauan FESEM dan EDX Hasil penumbuhan nanopartikel platinum pada permukaan elektroda karbon yang disiapkan dengan kondisi konsentrasi asam askorbid 0.224 σ S/cm 0. Elektroda kerja dibuat dengan ukuran.4-0. massa dan tebal masingmasing 80 – 90 mg dan 0.5 Pengukuran Elektrokimia Prestasi kapasitif seluruh sampel karbon diuji dengan metode pengukuran impedan spektroskopi elektrokimia dalam sebuah sel superkapasitor yang dibuat sendiri menggunakan pengumpul arus stainless steel 316L foil.101 D nm 2. sehingga elektroda ini layak digunakan sebagai elektroda untuk aplikasi pada superkapasitor. Setelah ditunggu selama 30 menit.307 Vmeso cm3/g 0.3. Elektrolit disalurkan ke dalam sel superkapasitor dengan cara injeksi. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa elektroda karbon ini mempunyai luas permukaan BET dan konduktivitas listrik yang cukup tinggi. kemudian pengukuran dilakukan.54 Vmikro cm3/g 0.748 4.99 Smeso m2/g 57.25 M digunakan sebagai elektrolit.0068 ρ g/cm3 0.

54 nm.GAMBAR 1. Selanjutnya untuk melihat apakah benar nanopartikel tumbuh di atas permukaan elektroda karbon. maka dilakukan uji EDX.21 nm dan terkecil 25. Pengukuran dilakukan dengan program image j. Prosentase elemen pada sampel Elemen Berat% Atom% 17 . GAMBAR 2. Pada Gambar 1 ditunjukkan bahwa nanopartikel platinum yang tumbuh berbentuk bulat dan bergumpal-gumpal. Nanopartikel platinum pada elektroda karbon (A) perbesaran 10.29 nm dengan partikel terbesar 68. dari 50 partikel yang diukur diketahui ukuran rata-rata partikel platinum yang tumbuh di atas permukaan elektroda karbon adalah sekitar 47. sedangkan prosentase setiap elemen yang terdapat pada sampel dari hasil uji EDX diperlihatkan pada Tabel 2. Hasil uji EDX untuk nanopartikel platinum diperlihatkan pada Gambar 2. TABEL 2. EDX nanopartikel platinum pada karbon.000X dan (B) 100. Nanopartikel tersebut tumbuh merata ke seluruh bagian permukaan dengan ukuran partikel yang hampir sama dan merata.000X.

18 .07 80. GAMBAR 3.72 yang berkaitan dengan bidang (111) menunjukkan kehadiran platinum nanopartikel dalam bentuk setengah kristal.39 12.C O Pt Total 15.85 20.76 100 Dari Gambar 2 dan Tabel 2 terlihat bahwa berdasarkan spektrum EDX diketahui bahwa nanopartikel platinum memang tumbuh di permukaan karbon.2.32 dan 2θ = 45. Prosentase berat nanopartikel platinum yang tumbuh begitu dominan yaitu 80.28 yang berkaitan dengan bidang (002) dan (100) yang menunjukkan struktur karbon yang amorf.76%. Puncak pada sudut 2θ = 22. Tinjauan XRD Hasil uji difraksi sinar-X diperlihatkan pada Gambar 3. yang memperlihatkan dengan jelas terdapatnya tiga puncak.78 4. sedangkan puncak yang terdapat pada 2θ = 39. Difraktogram XRD dari sampel yang telah ditumbuhkan nanopartikel platinum di atasnya.15% sedangkan prosentase berat atomnya 20. 4.15 100 66.

GAMBAR 4.000 Hz hingga 0.000 Hz. Kurva Nyquist dari sel superkapasitor elektroda karbon dengan nanopartikel platinum pada daerah frekuensi (A) 10.1Hz (B) perbesaran dari (a) pada frekuensi 10. 19 .000 Hz hingga 3.

03 27.20 F/g naik sekitar 230%.82 F/g. Pengujian yang dilakukan pada sel superkapasitor adalah pengujian EIS dengan menggunakan peralatan Electrochemical Interface Solatron 1280. Bagian mendatar yang membentuk sudut 45º menunjukkan terjadinya diffusi di dalam karbon pelet.27 50.15 Z” (Ohm) 62. Z’:Impedan imajiner. Csp: Kapasitansi spesifik 4. m: Massa satu elektroda. Tinjauan Impedan Spektroskopi Elektrokimia Sel superkapasitor dibangun dengan bentuk struktur koin sel. Nilai Csp ini naik secara signifikan menjadi 20.5M ) C+Pt (H2SO4 0. Pada Gambar 4 ditunjukkan kurva Nyquist sel superkapasitor yang terdiri dari tiga bahagian utama.99 m (g) 0.22 0. Bagian ketiga yaitu garis tegak lurus yang terjadi pada frekuensi rendah menunjukan sifat kapasitif dari elektroda.4 R (Ohm) 0.3.56 0.66 0.82 20.0564 Csp (F/g) 8. Pt: Nanopartikel Platinum.25M) Rs (Ohm) 0. M:Molaritas. Kapasitansi spesifik sel superkapasitor dengan menggunakan elektrolit H2SO4 1M sebelum ditumbuhkan nanopartikel platinum adalah sebesar 8. Parameter sel superkapasitor elektroda karbon dengan dan tanpa nanopartikel platinum Sel C (H2SO41M) C+Pt (H2SO41M) C+Pt (H2SO4 0. 20 .69 0.2 0.5M.0582 0.0659 9.22 23. R: Tahanan sel superkapasitor.5M. setelah nanopartikel tumbuh di atas elektroda pelet karbon. keadaan optimum terjadi pada nilai molaritas 0. Berdasarkan hasil perhitungan nilai kapasitansi spesifik yang ditunjukkan pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan nilai kapasitansi spesifik setelah dilakukan penumbuhan nanopartikel platinum. Nilai Csp tertinggi sebesar 21. Pengumpul arus yang digunakan adalah stainless steel 316 L foil.68 0.0613 21.58 0. Rs: Tahanan elektrolit.66 F/g dicapai ketika menggunakan konsentrasi elektrolit 0. Keadaan ini disebabkan pada nilai molaritas asam sulfat 1 M tingkat keasaman elektrolit cukup kuat sehingga menyebabkan kerusakan pada PtNs sedangkan pada nilai molaritas asam sulfat 0.TABEL 3. yaitu pada frekuensi tinggi terlihat bahagian setengah lingkaran yang menunjukkan bahwa elektroda pelet karbon yang dihasilkan menpunyai struktur yang berpori.99 0.25 M jumlah ion tidak cukup banyak untuk menghasilkan lapisan muatan ganda pada permukaan elektrolit dan elektroda karbon.54 Keterangan: C:Karbon.

atau naik sebesar 230%. diketahui ukuran rata-rata partikel platinum yang tumbuh adalah sekitar 47. Bentuk nanopartikel platinum yang dihasilkan dengan metoda kimia basah adalah bulat dan tumbuh merata pada permukaan elektroda karbon.5 M. Sedangkan nilai kapasitansi maksimum tertingi sebesar 21.20 F/g (pada nilai konsentrasi asam sulfat 1 M) dengan penambahan nanopartikel platinum.82 F/g menjadi 20.29 nm dengan partikel terbesar 68. Pengukuran ukuran nanopartikel platinum dilakukan terhadap 50 partikel. 21 . Nilai kapasitansi spesifik telah meningkat yaitu dari 8.66 F/g dicapai ketika menggunkan elektrolit asam sulfat dengan konsentrasi 0.54 nm.21 nm dan terkecil 25.BAB V KESIMPULAN Penumbuhan nanopartikel platinum di atas elektroda karbon poros telah berhasil dilakukan dan mempunyai pengaruh yang signifikan dalam peningkatan nilai kapasitan spesifik elektroda karbon.

D. A. E. Peningkatan Sifat Listrik dan Elektrokimia Pelet Karbon Superkapasitor Menggunakan Nanopartikel Platinum dan Palladium. November. Lemlit Universitas Riau. R. Simon. Appl. Oyama. how. Phys A. Kog. 2483 (2000). Wariishi. M. Omar dan S. T. M. L. Polarography. C. M. Carlen. Appl. Talib. Wet Chemical Preparation and Electrochemical Application of Metal Nanoparticle-Attached Indium Tin Oxide Electrodes. Hashmi. Nurdiansyah. R. Umar. Laporan Penelitian Fundamental 2009. 2009. Taer.DAFTAR PUSTAKA Andre Burke. 90. R. 53(1). 91. 2000. 45. Acta.. Taer. dan A. Umemura. Taberna. I. Electrochim. Growth of Platinum Nanoparticles on Stainless Steel 316L Current Collectors to Improve Carbon-Based Supercapacitor Performance. Y. dan A. A. Susanti. 639 (2006). A. 22 . Catal B: Environmental. Pekanbaru. S. Electrochimica Acta. Ultracapacitor: why. “Pengaruh Temperatur Hidrotermal dan Waktu Ultrasonikasi Terhadap Nilai Kapasitansi Elektroda Electric Double Layer Capasitor (EDLC) dari Material Grafena”. Deraman. A. H. Suzuki dan H. Journal of power sources. 56. 10217 (2011). Sci. Kotz dan M. Rev. A. Surabaya: Tesis (2014) ITS H. Portet. Ishihara. 82. and where is technology. E. H. Paper-structured Fiber Composites Impregnated with Platinum Nanoparticles Synthesized on a Carbon Fiber matrix for Catalytic Reduction of Nitrogen Oxides. Electrical and Mechanic Properties of Carbon Pellets from Acid (HNO3) Treated Self-adhesive Carbon Grain from Oil Palm Empty Fruit Bunch. Iwantono. Kitaoka. Zakaria. J. Electrode Surface Treatment and Electrochemical Impedance Spectroscopy Study on Carbon/Carbon Supercapacitors”. dan P. 3329 (2002). Tomoda. 699 (2009). Umar. P. 3 (2007). Deraman. Mater. Principles and Applications of Electrochemical Capacitors. 37.