You are on page 1of 10

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN

COOPERATIVE TIPE CONCEPT SENTENCE
TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA
Alan Mutahir, Asep Darodjat1
1)

Program Studi Pend. Matematika, FKIP, Universitas Islam Nusantara, Bandung,
Indonesia
e-mail: darodjatasep@yahoo.com
ABSTRACT

The problem in this research is the low of students' mathematics learning
outcomes. One alternative learning that can be applied to improve students'
mathematics learning outcomes is Sentence Concept type of Cooperative
Learning model. The aims of this research were to determine the effect of
Sentence Concept type of Cooperative Learning model to the students'
mathematics learning outcomes and want to know the response of students for
Sentence Concept type of Cooperative Learning model. The experiment was
conducted in SMP 2 Cileles Lebak regency. The population in this study were all
students of class VII SMP 2 Cileles Lebak regency. The sample in this study were
students of class VII - A as an experimental class and class VII - B as a class
controls that were randomly selected. The instruments that used are achievement
test and questionnaire. In this study the data obtained are qualitative and
quantitative data. Based on the analysis of learning outcomes, research concluded
that Sentence Concept type of Cooperative Learning model gave positive effect to
the students' learning outcomes. While based on the analysis of the questionnaire
obtained a conclusion that students respon positively to the learning of
mathematics by using Sentence Concept type of Cooperative Learning model.
Keywords: Sentence Concept type of Cooperative Learning model, Students'
Learning Outcomes, Students' respon.
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan, hal ini
sesuai dengan “UU No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS bahwa pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara” (Lidya, 2010). Pendidikan pertama didapat di
lingkungan keluarga, kedua di lingkungan sekolah dan ketiga di lingkungan
masyarakat. Di sekolah seseorang akan sepenuhnya mendapatkan pendidikan
karena sekolah merupakan tempat belajar.
Pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru dan sekolah, tetapi
pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Karena dalam pendidikan Ada

1

penilaian. Berdasarkan observasi di SMPN 2 Cileles Kab. peneliti menyimpulkan bahwa hal tersebut terjadi karena siswa kurang aktif dalam pembelajaran. dan bekal hidup lainnya di dunia kini dan di akhirat nanti. sintesis. Ada enam aspek ranah psikomotorik yakni gerakan refleks. organisasi. gerakan keterampilan kompleks. 2010:22). keterampilan gerakan dasar. Adanya hambatan dalam tercapainya keberhasilan hasil belajar matematika seperti masih kurangnya minat siswa terhadap pelajaran matematika yang mengakibatkan siswa tidak berperan aktif dalam pembelajaran. nilai-nilai. Sekolah dan Keluarga. Menurut Suprijono (2009: 2) “hasil belajar adalah pola-pola perbuatan. (c) Ranah psikomotorik. ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh guru di sekolah karena berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran (Sudjana. Keberhasilan hasil belajar matematika dapat tercapai jika dilakukan dengan sungguh-sungguh mengatasi hambatannya. sebagai sarana pengembangan karier. yaitu pengetahuan atau ingatan. tujuan pembelajaran dikatakan berhasil jika perubahan yang terjadi pada siswa akibat dari belajar. berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek. sikap dan sifat-sifat kepribadian utama. Di antara ketiga ranah itu. yaitu: Pemerintah. keterampilan. khususnya pada kelas VII ditemukan beberapa kelemahan diantaranya adalah hasil belajar matematika yang dicapai siswa masih rendah. Belajar menurut Gagne (Suprijono. jawaban atau reaksi. 2009: 2) adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang dicapai seseorang melalui aktivitas.tiga pilar yang merupakan fondasi utama dari pendidikan. berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek. yakni penerimaan. keharmonisan atau ketepatan. sikap-sikap. Perubahan disposisi tersebut bukan diperoleh langsung dari proses pertumbuhan seseorang secara alamiah. Hal tersebut ditunjukkan oleh nilai rata-rata hasil belajar matematika kelas VII semester satu tahun pelajaran 20132014 adalah 61 dan hal ini berarti masih di bawah kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh sekolah adalah 66. dan gerakan ekspresif dan interpretatif. siswa. Secara garis besar klasifikasi hasil belajar terbagi menjadi tiga ranah menurut Benyamin Bloom (Sudjana. Belajar dikatakan berhasil jika ada perubahan tingkah laku yang mencakup aspek kognitif. (b) Ranah Afektif. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran matematika di SMPN 2 Cileles Kab. aspek afektif. Mengingat begitu pentingnya pendidikan maka hendaklah seorang guru memperhatikan keberhasilan pembelajaran. Lebak. serta peran seorang guru bukan sebagai fasilitator melaikan 2 . Keberhasilan pembelajaran ditunjukkan melalui penguasaan tujuan pembelajaran oleh siswa. aplikasi. berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. analisis. dan warga masyarakat guna memperoleh pengetahuan. pemahaman. dan evaluasi. 2010:23). dan internalisasi. pengertian-pengertian. Guru dan sekolah merupakan tumpuan harapan para orang tua. apresiasi dan keterampilan”. yaitu: (a) Ranah kognitif. dan aspek psikomotorik. kemampuan perseptual. peningkatan status sosial. Lebak.

(h) mendorong siswa untuk memandang susuatu dalam pandangan yang berbeda. (e) lebih memahami kata kunci dari materi pokok pelajaran. Dari permasalahan rendahnya hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence terhadap hasil belajar siswa. Tindaon (2012) mengungkapkan bahwa “Pembelajaran Concept Sentence merupakan pembelajaran yang lebih mengarah pada interaksi antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. (2) mengetahui respon siswa terhadap model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence. mendorong dan mengembangkan proses berpikir kreatif. sehingga siswa pun akan lebih memaknai pembelajaran dan hasil belajar bisa meningkat. maka perlu upaya untuk menjadikan siswa aktif dalam pembelajaran serta menumbuhkan interaksi antara siswa dan guru. bagaimana setiap individu mempelajari tingkah laku sosial. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktifitas siswa dalam pembelajaran adalah model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence. dan bagaimana interaksi sosial tersebut dapat mempertinggi hasil pencapaian pembelajaran akademik. (a) guru dan siswa lebih memahami kata kunci dari materi pokok pelajaran. Model ini merupakan bagian dari kelompok model pengajaran sosial. 3 . Kelompok model pembelajaran sosial. (b) interaksi proses belajar mengajar berlangsung hidup dan menciptakan karakter sosial di antara individu yang terlibat di dalamnya. Dari permasalahan rendahnya hasil belajar siswa. menitikberatkan pada karakter sosial. Dengan demikian penggunaan model pembelajaran yang tepat merupakan jawaban untuk menyelesaikan permasalahan rendahnya hasil belajar. Salah satu pemecahan masalahnya dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence. (d) mental dan kecakapan siswa terbangun dalam segala aspek keterampilan berbahasa. sebagaimana dengan namanya. membantu terciptanya suasana belajar yang kondusif. (f) meningkatkan semangat belajar siswa. Hampir semua penggegas teori percaya bahwa peran utama pendidikan adalah untuk mempersiapkan warga negara yang akan mengembangkan tingkah laku demokratis yang terpadu. baik dalam tataran pribadi maupun sosial serta meningkatkan taraf kehidupan yang berbasis demokrasi sosial proaktif”. maka guru perlu menciptakan pembelajaran yang melibatkan siswa dalam proses belajar. (c) siswa yang lebih pandai mengajari siswa yang kurang pandai. Keunggulan dari model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence menurut Tindaon (2012) bahwa antara. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan hubungan interaksi antar guru dengan siswa dan siswa dengan siswa lainnya.menjadi seorang penceramah sehingga berakibat dalam suasana belajar tidak ada interaksi antara guru dan siswa. memunculkan kesadaran untuk berubah menjadi lebih baik. Hal ini akan menciptakan suasana kerjasama yang baik serta menumbuhkan motivasi belajar dalam diri siswa yang kurang pandai untuk lebih serius dan berusaha. Sehingga diteliti pengaruh model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence terhadap hasil belajar matematika siswa. (g) memunculkan kegembiraan dalam belajar.

ketelitian. dan sistematika pola jawaban melalui langkahlangkah penyelesaian soal serta dapat mengetahui kesulitan yang dialami siswa. Sedangkan posttest diberikan untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol yang telah mendapatkan pembelajaran. desain Non-equivalent Control Grup Design sebagai berikut: O1 O3 X O2 O4 Keterangan: O : Pretest/ posttest hasil belajar X : Perlakuan.METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen pada dua kelas dengan perlakuan yang berbeda. Sugiyono (2012: 135) menyatakan bahwa “untuk keperluan analisis kuantitatif. yaitu: (1) untuk pernyataan positif. Instrumen non tes digunakan untuk mengevaluasi bidang afektif atau psikomotorik. Setuju (S). kelompok atas sebagai kelas eksperimen diberi perlakuan yaitu model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi instrumen tes dan instrumen non tes. Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). pretest diberikan untuk mengukur kemampuan awal siswa sebelum pembelajaran diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Bentuk instrumen non tes yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket. Adapun skor analisis kuantitatif. Sugiyono (2012: 134) menyatakan “Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap. Dalam penelitian ini tes yang digunakan adalah tes tertulis yakni pretest dan posttest. Pada kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence sedangkan pada kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional sebagai perlakuan. sehingga memungkinkan dilakukannya perbaikan. jawaban: Sangat Setuju 4 . Tes yang digunakan berbentuk uraian atau essay. Uji-t dimaksudkan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence terjadap hasil belajar matematika siswa. maka jawaban pernyataan angket dapat diberi skor”. dengan empat pilihan jawaban yang sudah tersedia yaitu Sangat Setuju (SS). Adapun desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonequivalent Control Group Design. cara ini dianggap lebih mudah karena hanya memberikan tanda cheklist (√) pada jawaban yang dianggap paling tepat. Skala yang digunakan yaitu skala Likert. dengan menggunakan tes uraian. dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial”. pendapat. Angket respon siswa digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap hasil belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence. Menurut Sugiyono (2012: 116). Analisis data kuantitatif dari pretest dan posttest hasil belajar matematika pada kelas eksperimen dan kontrol di analisis dengan uji statistik yang digunakan adalah uji-t. Skala Likert yang digunakan yaitu skala Likert bentuk checklist. dapat dilihat proses berpikir.

Setelah dianalisis.69. berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai signifikansi 0.21 dan nilai rata-rata 38.068 yang berarti data pretest kelas kontrol berdistribusi normal. Berdasarkan uji normalitas Shapiro-Wilk.78 untuk kelas eksperimen dengan deviasi standar 7. Setuju (S) diberi skor (2). Sama halnya dengan kelas kontrol. Tidak Setuju (TS) diberi skor (3).69 Berdasarkan Tabel 1 diperoleh nilai rata-rata 38. Hasil uji normalitas kedua kelas disajikan pada Tabel 2.119 Normal Kontrol 41 0.92 untuk kelas kontrol dengan deviasi standar 8. Tabel 1: Nilai Rata-rata dan Deviasi Standar Pretest Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Eksperimen Kontrol Rata-Rata 38. Tabel 2: Hasil Uji Normalitas Pretest Shapiro-Wilk Kelas Keterangan df Sig. Sangat Tidak Setuju (STS) diberi skor 4. Hal ini berarti data pretest kelas eksperimen berdistribusi normal.92 Deviasi Standar 7. Untuk melihat keberartian perbedaan rata-rata nilai hasil pretest dilakukan uji perbedaan rata-rata yaitu uji-t. (2) untuk pernyataan negatif. yaitu populasinya berdistribusi normal dan homogen. kemudian dilakukan interpretasi kriteria respon siswa menurut Suherman dan Sukjaya (1990: 235) adalah: (1) rerata skor ≥ 3 = respon positif. dapat disimpulkan bahwa kedua sampel berdistribusi normal.(SS) diberi skor 4.78 38. Tabel 3: Hasil Uji Homogenitas Pretest Kelas N Based on Mean Keterangan 5 .119. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari analisis data hasil belajar awal kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata dan deviasi standar yang dapat dilihat pada Tabel 1. jawaban: Sangat Setuju (ST) diberi skor 1.068 Normal Berdasarkan Tabel 2 untuk kelas eksperimen diperoleh nilai signifikansi 0. (2) rerata skor < 3 = respon negatif”. maka selanjutnya dilakukan uji homogenitas. Dari hasil uji normalitas data pretest diketahui kedua sampel berdistribusi normal. Setuju (S) diberi skor 3. Hasil uji homogenitas kedua kelas disajikan pada Tabel 3.21 8. Eksperimen 41 0. Tidak Setuju (TS) diberi skor 1. Syarat-syarat untuk uji-t.

Sehingga memenuhi syarat untuk melakukan uji perbedaan dua rata-rata.07 untuk kelas kontrol dengan deviasi standar 4.05.29 4. Diperoleh nilai rata-rata dan deviasi standar yang terlihat pada tabel 5. Syarat-syarat untuk uji-t.172 > 0. Dapat disimpulkan bahwa siswa kelompok eksperimen dan siswa kelompok kontrol mempunyai kemampuan awal yang sama.07 4.24 Berdasarkan Tabel 5 diperoleh nilai rata-rata 86.05. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata kemampuan awal secara signifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. yaitu siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence pada kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol. Hasil uji normalitas kedua kelas disajikan pada Tabel 6. Hasil posttest dilakukan untuk mengukur hasil belajar matematika setelah diberikan perlakuan (treatment).05 maka Ho diterima.24. Berdasarkan kriteria pengujian jika nilai signifikansi lebih besar dari 0.Kontrol 41 0. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan varians secara signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. (2-tailed) Kontrol 41 Eksperimen 41 0.172 H0 diterima Eksperime 41 n Berdasarkan Tabel 3 di atas terlihat bahwa nilai signifikansinya adalah 0. Hasil uji perbedaan dua rata-rata pretest disajikan pada Tabel 4.41 dan nilai rata-rata 81. Tabel 6: Hasil Uji Normalitas Posttest Kelas Shapiro-Wilk Keterangan 6 .05 maka H o diterima.20 untuk kelas eksperimen dengan deviasi standar 4.934 Kelas Keteranga n H0 diterima Berdasarkan Tabel 4 diperoleh nilai signifikansi 0.934 > 0. Berdasarkan kriteria pengujiannya bahwa jika nilai signifikansi lebih besar dari 0.08 3 80 0. Tabel 4: Hasil Uji Perbedaan Dua Rata-rata Pretest N t df Sig. Untuk melihat keberartian perbedaan rata-rata nilai hasil Posttest dilakukan uji perbedaan rata-rata yaitu uji-t. yaitu populasinya berdistribusi normal dan homogen.41 Kontrol 81. Tabel 5: Nilai Rata-Rata dan Deviasi Standar Posttest Hasil Belajar Matematika Kelas Rata-Rata Deviasi Standar Eksperimen 86.

576 H0 diterima Eksperime 41 n Berdasarkan Tabel 7 terlihat bahwa nilai signifikansinya adalah 0. Dari hasil uji normalitas data posttest diketahui bahawa kedua sampel berdistribusi normal.05 maka Ho diterima. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan varians secara signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. maka selanjutnya dilakukan uji homogenitas.073 yang berarti data posttest kelas kontrol berdistribusi normal.576 > 0. Hal ini menunjukkan bahwa secara signifikan hasil belajar matematika siswa kelompok eksperimen yaitu kelompok yang mendapatkan model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence lebih baik dari pada hasil belajar matematika siswa kelompok kontrol yaitu kelompok yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Tabel 8: Hasil Uji Perbedaan Dua Rata-rata Posttest Kelas N Kontrol 41 Eksperimen 41 t df Sig. maka H1 digunakan.07. Berdasarkan hasil pengolahan analisis data tes hasil belajar matematika siswa.Eksperimen Kontrol df 41 41 Sig. Karena H0 ditolak. 0. Hasil uji perbedaan dua rata-rata posttest disajikan pada Tabel 8.05. Berdasarkan kriteria pengujiannya bahwa jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0. Berdasarkan uji normalitas Shapiro-Wilk. dapat disimpulkan bahwa kedua sampel berdistribusi normal. Maka dapat disimpulkan bahwa model 7 . Tabel 7: Hasil Uji Homogenitas Posttest Kelas N Based on Mean Keterangan Kontrol 41 0.073 Normal Normal Berdasarkan Tabel 6 untuk kelas eksperimen diperoleh nilai signifikansi 0.000 < 0.082. rata-rata skor posttest kelompok eksperimen 86.000 Keteranga n H0 ditolak Berdasarkan Tabel 8 diperoleh nilai signifikansi = 0.05. berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai signifikansi 0. Sama halnya dengan kelas kontrol. Sehingga memenuhi syarat untuk melakukan uji perbedaan dua rata-rata. Hal ini berarti data posttest kelas eksperimen berdistribusi normal.05 maka Ho ditolak. (2-tailed) 5.082 0.455 80 0. Hasil uji homogenitas kedua kelas disajikan pada Tabel 7 . Berdasarkan kriteria pengujian jika nilai signifikansi lebih besar dari 0.29 dan rata-rata skor posttest kelas kontrol 81.

Berdasarkan hasil analisis data penelitian. Hal ini membuktikan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence terhadap hasil belajar matematika siswa. Hasil tes awal siswa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol menunjukkan bahwa rerata kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol.04.78 untuk kelas eksperimen dan 38.04 Positif 3. setelah dilakukan pengujian didapat hasil uji Cohen’s d yaitu 0. Setelah dilakukan analisis angket. sedangkan kelas kontrol mendapatkan perlakuan berupa pembelajaran konvensional. Kelas eksperimen mendapatkan perlakuan berupa pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence. Penggunaan angket pada penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi respon siswa tentang model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence. Angket ini hanya diberikan kepada kelas yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence. dan respon siswa terhadap soal hasil belajar matematika adalah positif dengan rerata 3. yaitu 38.92 dari skor maksimum 100.02.02 Positif 3. Dengan demikian. berikut hasil analisisnya disajikan dalam Tabel 9 sebagai berikut: Tabel 9: Hasil Analisis Angket Respon Siswa NO 1 2 3 INDIKATOR Respon siswa terhadap Pembelajaran Matematika Respon siswa terhadap Model Pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence Respon siswa terhadap soal hasil belajar matematika RATA-RATA RATA-RATA SKOR SIKAP SISWA 3. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dikatakan sangat rendah.04.76 sesuai dengan interpretasi tinggi. maka dilakukan uji Cohen’s d. Kedua kelompok diberikan perlakuan yang berbeda. Respon siswa terhadap model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence adalah positif dengan rerata skor 3. Untuk mengetahui besar pengaruh model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence terhadap hasil belajar siswa. Pengujian dilakukan dengan bantuan Microsoft Excel 2010.06 Positif 3. Kemudian setelah 8 .04 Positif Berdasarkan Tabel 9 aspek yang menunjukkan respon siswa terhadap pembelajaran matematika adalah positif dengan rerata skor 3.pembeajaran Cooperative tipe Concept Sentence berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.06. secara keseluruhan respon siswa terhadap angket yang telah diberikan adalah positif dengan rerata 3. diketahui bahwa hasil belajar matematika pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah berbeda.

kelas eksperimen mendapatkan selisih yang besar dibandingkan kelas kontrol. kreatif dalam mengeluarkan ide dan pendapat. Dari hasil posttest. Akan tetapi belum dapat dipastikan bahwa dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence berpengaruh untuk memperbaiki hasil belajar matematika siswa.51. Dilihat dari selisih antara posttest dan pretest dari kedua kelas. Rerata posttest kelas eksperimen adalah 86. yakni melihat pengaruhnya bisa dilihat dari selisih rerata posttest dengan rerata pretest.89.beberapa kali pertemuan. siswa yang lebih pandai mengajari siswa yang kurang pandai. Hal ini terlihat dari hasil analisis angket siswa yang memperlihatkan bahwa pada umumnya siswa memiih respon positif terhadap pernyataan yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan serta manfaatnya.76 artinya bahwa pengaruh model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence terhadap hasil belajar matematika siswa dikategorikan tinggi. yaitu didapatkan nilai sebesar 0. Berdasarkan pengolahan hasil angket siswa di kelas eksperimen. secara umum dapat disimpulkan bahwa siswa di kelas eksperimen memberikan respon positif terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence. Dilihat dari tes awal ha sil belajar matematika siswa kelas ekperimen dan kelas kontrol berbeda. Maka untuk melihat besarnya pengaruh dalam pembelajaran tersebut dapat dilihat dari hasil uji cohens’d. Dari analisis hasil posttest didapat bahwa hasil belajar matematika siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah berbeda. Pengaruh model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence terhadap hasil belajar siswa dapat dilihat dari hasil pretest dan posttest. dan saling menghargai pendapat satu sama lain”. maka dilakukan posttest untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa. hal ini dimungkinkan terjadi karena: (a) Pada umumnya siswa senang belajar kelompok dan seluruh siswa 9 . siswa lebih terampil berdiskusi. aktif bertanya. Ternyata rerata kelas eksperimen lebih besar dibandingkan dengan rerata kelas kontrol. Sesuai dengan pendapat Tindaon (2012) bahwa Siswa di kelas eksperimen memberikan respon positif terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan serta manfaat pembelajaran. sedangkan rerata tes akhir posttest kelas kontrol adalah 81. untuk kelas eksperimen yaitu 47. hasil belajar matematika kelas eksperimen lebih besar dibandingkan dengan hasil belajar matematika kelas kontrol. Sedangkan untuk kelas kontrol selisihnya adalah 44.07. “model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence membantu siswa lebih memahami kata kunci dari materi pokok. artinya ada pengaruh dari perlakuan yang diberikan kepada kelas eksperimen yang menggunakan pembelajaran dengan model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence.29.

A. Suherman. dan R&D).com/2010/05/resume-uu-sisdiknaspendidikan. Sudjana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan mengenai pengaruh model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence terhadap hasil belajar matematika siswa. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif. Bandung: PT. (2010. Y.html. Sugiyono. Mei).blogspot. diperoleh simpulan sebagai berikut: (1) Model Cooperative tipe Concept Sentence pada pembelajaran matematika berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa. 2014. (2012. November). 10 . http://yosiabdiantindaon. Tindaon.com/2012/11/hakikatmodel-pembelajaran-concept. Juni 18. 2014. Kualitatif. Petunjuk Praktis untuk Melaksanakan Evaluasi Pendidikan Matematika. Bandung: Alfabeta. (2009). Cooperative Learning Teori & Aplikasi Paikem. N. Bandung : Wijayakusumah. http://lidyapuspasaripknr08.menyatakan pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence tidak membuat siswa jenuh atau bosan. (c) Siswa merasa nyaman untuk berdiskusi dengan teman sekelompoknya.html. sehingga siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran dan lebih bebas mengeluarkan pendapat. (1990). Resume UU SISDIKNAS Pendidikan. Hakikat Model Pembelajaran Concept Sentence. (2010). Suprijono. E dan Sukjaya. tidak ragu untuk mengungkapkkan pendapatnya dan tidak merasa malu untuk bertanya kepada teman sekelompoknya ketika mereka merasa kesulitan. DAFTAR PUSTAKA Lidya. P. (2012). (2) Sebagian besar siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative tipe Concept Sentence.blogspot. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Remaja Rosdakarya. (b) Dengan belajar kelompok siswa lebih terpacu untuk berinteraksi dengan temannya.S. Juni 17.