You are on page 1of 21

LAPORAN ASISTENSI

MANAJEMEN PERSEDIAAN DAN PENGADAAN
MODUL 1
PEMILIHAN KEPUTUSAN SUPPLIER DAN KLASIFIKASI
INVENTORI
Nama Instruktur

: Fauzi

Nama Asisten

: Dewi

Disusun oleh:
Bias Malta Lungidta Putri

(0516124001)

Tenny Tia Puspita

(0516124003)

Dewi Kustati

(0516124013)

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS WIDYATAMA
BANDUNG 2016

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI...............................................................................................................................i
BAB I..........................................................................................................................................1
PENDAHULUAN.....................................................................................................................1
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH......................................................................................1
1.1.1 Pengambilan Keputusan Supplier dan Klasifikasi Inventori.......................................1
1.2 TUJUAN PRAKTIKUM......................................................................................................2
1.2.1 Pengambilan Keputusan Supplier dan Klasifikasi Inventori.......................................2
BAB II........................................................................................................................................3
LANDASAN TEORI................................................................................................................3
2.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN SUPPLIER DAN KLASIFIKASI INVENTORI...........3
2.1.1 Definisi Supplier..........................................................................................................3
2.1.2 Pemilihan Supplier Dengan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Metode
Point rating........................................................................................................................3
2.1.3 Analisis ABC................................................................................................................4
2.1.4 Diagram Pareto............................................................................................................4
BAB IV.......................................................................................................................................5
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA..................................................................5
4.1 PENGUMPULAN DATA.....................................................................................................5
4.1.1 Pengambilan Keputusan Supplier dan Klasifikasi Inventori.......................................5
4.2 PENGOLAHAN DATA........................................................................................................6
4.2.1 Pengambilan Keputusan Supplier dan Klasifikasi Inventori.......................................6
BAB V......................................................................................................................................13
ANALISIS DATA....................................................................................................................13
5.1 Pengambilan Keputusan Supplier dan Klasifikasi Inventori..............................................13
5.2 Pengklasifikasian Produk menggunakan Metode ABC dan Diagram Pareto.....................14
BAB VI.....................................................................................................................................16
SIMPULAN.............................................................................................................................16

1

Tingginya tingkat persaingan bisnis perusahaan saat ini mendorong perusahaan untuk dapat meningkatkan kinerja dan produktivitasnya. Apabila inventori terlalu besar maka beban keuangan perusahaan akan berat sedangkan apabila inventori terlalu kecil maka dapat mengganggu proses produksi dan tingkat layanan perusahaan. Pengambilan keputusan supplier Supplier adalah penyedia produk untuk kebutuhan yang relatif banyak untuk dijual kembali kepada perusahaan. Supplier dapat memberikan efisiensi terbaik dengan kriteria yang diminta oleh perusahaan yang akan menjadi alernatif. antara lain bahan baku. pengusaha kecil. Salah satu faktor yang menentukan kualitas dan kuantitas produktivitas perusahaan adalah pemilihan supplier. barang jadi dan barang penunjang perawatan.1 LATAR BELAKANG MASALAH 1. Kesalahan dalam pemilihan supplier dapat memberikan dampak pada buruknya produktivitas perusahaan. 1 . Inventori dihitung sebagai kekayaan perusahaan sehingga membutuhkan modal yang besar untuk pengadaan/pembeliannya. Inventori dapat dibedakan menjadi beberapa tipe. ataupun pedagang.BAB I PENDAHULUAN 1. distributor. Perusahaan dituntut untuk dapat memilih supplier yang handal untuk memenuhi kebutuhan pengadaan perusahaan.. B. Oleh sebab itu pada praktikum ini akan disimulasikan metode yang dapat digunakan perusahaan untuk menilai dan memilih supplier.1. Metode yang digunakan adalah Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Point rating.1 Pengambilan Keputusan Supplier dan Klasifikasi Inventori A. Klasifikasi Inventori Inventori (persediaan) dalam sebuah peusahaan adalah stok barang yang digunakan untuk memenuhi permintaan pelanggan dan untuk memfasilitasi proses produksi. Modal besar yang dibutuhkan sebuah perusahaan untuk melakukan pengadaan dianggap sebagai beban bagi keuangan perusahaan sehingga perusahaan harus dapat menjaga keseimbangan inventorinya. Dalam proses pemilihan supplier tersebut terdapat banyak kriteria dan alternatif supplier sehingga diperlukan metode yang memudahkan penilaian dengan pengambilan keputusannya. barang dalam proses.

Mampu memahami cara mengklasifikasi pengelolaan inventori 2. Dapat menggali informasi awal atau memanfaatkan informasi yang ada disekitar kita untuk menentukan calon supplier 2. Mampu mengetahui urutan prioritas faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan supplier 4. 1. Pemilihan supplier dengan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) 1. Mampu memilah jenis barang berdasarkan tingkat kepentingannya 2 .2. Dapat menentukan rating faktor untuk setiap supplier 3. Sebagai langkah untuk pengambilan keputusan dalam pemilihan supplier B. Memahami manajemen pengadaan sebagai bagian dari organisasi terpadu 2. Sebagai langkah pengambilan keputusan dalam pemilihan calon supplier C.Untuk menghindari masalah tersebut maka dapat dilakukan pengendalian persediaan menggunakan salah satu metode yang paling umum adalah klasifikasi ABC. Pemilihan supplier dengan Metode Point rating 1. Mampu mengetahui karakteristik jenis-jenis barang yang dikelola 3. Pada praktikum ini akan disimulasikan pengendalian inventori menggunakan metode klasifikasi ABC.1 Pengambilan Keputusan Supplier dan Klasifikasi Inventori A. Klasifikasi inventori dengan Metode ABC 1. Memahami teknik untuk menentukan dan mengevaluasi supplier 3.2 TUJUAN PRAKTIKUM 1. Mampu mengetahui urutan prioritas faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan supplier 5. Klasifikasi ABC merupakan aplikasi persediaan yang menggunakan prinsip Pareto dan membagi persediaan menjadi tiga kelas berdasarkan atas nilai persediaan sehingga dapat diketahui mana yang harus mendapat perhatian lebih dibandingkan dengan item lainnya. Dapat mengevaluasi masing-masing alternatif dalam pemilihan supplier 4.

1. Pemilihan Supplier Dengan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) Metode yang dikembangkan oleh Thomas L.BAB II LANDASAN TEORI 2. pengusaha kecil.1 Definisi Supplier Supplier adalah penyedia produk untuk kebutuhan yang relatif banyak untuk dijual kembali kepada perusahaan.1. Kesalahan dalam pemilihan supplier dapat memberikan dampak pada buruknya produktivitas perusahaan. distributor.2 Pemilihan Supplier Dengan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Metode Point rating A. ataupun pedagang. Untuk dapat memilih supplier terbaik maka perusahaan dapat mencari informasi awal calon supplier dan melakukan pemilihan dengan menggunakan analisis dari beberapa metode yang ada. Menentukan bobot masing-masing kriteria 3. Menentukan kriteria-kriteria pemilihan 2. Identifikasi alternatif supplier yang akan dievaluasi 3 . 2.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN SUPPLIER DAN KLASIFIKASI INVENTORI 2. Supplier dapat memberikan efisiensi terbaik dengan kriteria yang diminta oleh perusahaan yang akan menjadi alernatif. Langkah proses pemilihan dalam metode ini adalah sebagai berikut 1. Saaty ini digunakan dalam meranking alternatif berdasarkan beberapa kriteria yang ada.

Pemilihan Supplier Dengan Metode Point rating Metode poin rating menggabungkan faktor tangible dan intangible serta pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan memberikan bobot berdasarkan kepentingan kriteria bagi orang yang mengambil keputusan. Identifikasi faktor yang relevan 2. Menurutkan supplier berdasarkan nilai bobot tertinggi B. Menjumlahkan bobot skor untuk setiap supplier 6. Menghitung nilai berbobot masing-masing supplier 6.1.1. Mengevaluasi masing-masing alternatif dengan kriteria yang sudah ditetapkan 5. Jenis barang yang dikelola 2. 2.3 Analisis ABC Analisis ABC adalah suatu cara untuk mengklasifikasikan jenis-jenis barang dengan cara dipilah berdasarkan tingkat kepentingannya. Menentukan bobot setiap faktor 3. Menentukan rating faktor untuk setiap supplier 4. Jumlah pemakaian tiap jenis barang (biasanya selama setahun) 3. Data yang diperlukan untuk menyusun diagram pareto antara lain: 1. Sehingga metode ini mencoba untuk menguantifikasikan kriteria yang bersifat kualitatif ke dalam ukuran yang lebih dapat diukur.4 Diagram Pareto Digram Pareto disusun berdasarkan persentasi akumulatif penyerapan dana dan persentase jenis item dari barang yang dikelola.4. Harga satuan barang Selanjutnya langkah untuk menyusun diagram pareto adalah sebgai berikut: 4 . Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam metode ini adalah sebagai berikut: 1. Menghitung bobot skor untuk setiap supplier pada setiap faktor 5. Pilih supplier yang memiliki skor tertinggi 2.

1. 8. dimulai dari persentase penyerapan ana terbesar sampai yang terkecil 6. Hitung jumlah total penyerapan dana untuk semua jenis barang (M) M= ∑ Mi 3. Urutkan persentase penyerapan dana sesuai dengan besarnya persentase penyerapan dana. Telah dipilih beberapa supplier untuk menyediakan bahan kain tersebut.1 PENGUMPULAN DATA 4.1 Pengambilan Keputusan Supplier dan Klasifikasi Inventori A. Pengambilan keputusan supplier PT. Menggambar diagram pareto menggunakan data niali persentase jenis item barang sebagai sumbu ordinat dan persentase penyerapan dana sebagai sumbu absis. Hitung persentase setiap jenis item (Ii) Ii = 1 x 100 N N adalah jumlah jenis item barang 5.ROEMAH SUTRA merupakan sebuah industri yang ada di kota bandung dan pada tahun ini akan memilih suplier baru untuk memasok bahan kain yang untuk produksi garmentnya. ada 3 perusahaan yang masuk kriteria supplier kain yang sesuai dengan kualifikasi 5 . dengan harga barang (pi). Setelah dilakukan survei. Mi=Di x Pi 2. Menentukan kategorisasi barang berdasarkan prinsip Pareto BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4. Hitung jumlah penyerapan untuk setiap jenis barang per tahun (Mi). yaitu dengan mengalikan jumlah pemakaian tiap jenis barang per tahun (Di). Hitung persentase penyerapan dana untuk setiap jenis barang (Pi) Pi = Mi x 100 M 4.1. Hitung nilai kumulatif persentase penyerapan dana dan nilai kumulatif persentase jenis barang berdasarkan urutan yang diperoleh pada langkah 5 7.

1 yang memuat data awal inventory perusahaan kain yang akan dikelola untuk mengatasi masalah penyerapan dana inventory yang sangat tinggi. Pada contoh kasus ini dibuat pohon hirarki dengan menyusun hirarki yang diawali dengan tujuan umum yang akan dipilih kemudian dengan subtujuan yang berisikan kriteria-kriteria untuk pemilihan dan yang terakhir pada hirarki paling bawah berisi alternatif pilihan.yang distandarkan oleh PT.ROEMAH KAIN. B. ISAAC dan PT. Gambar diatas menunjukkan bahwa tujuan dari permasalahan adalah memilih alternatif supplier kain dengan pertimbangan beberapa kriteria yaitu. SIR. Supplier yang ada antara lain PT. Klasifikasi Inventori Berikut ini merupakan tabel 4. PT. kualitas. harga. Pengendalian inventory menggunakan klasifikasi ABC. pengiriman dan pilihan supplier. NEWTON. 6 .

Tabel 4. Jumlah dari nilai bobot rata-rata pada kolom bobot rata-rata harus sama dengan 1. Caranya yaitu dengan membagi setiap nilai dari kolom dengan total kolom yang bersangkutan dan menjumlahkan nilai-nilai dari setiap baris dan membaginya dengan jumlah elemen untuk mendapatkan nilai bobot rata-rata. Selanjutnya.3 menunjukkan hasil perhitungan nilai bobot untuk setiap kriteria.2 menunjukkan perbandingan berpasangan antar kriteria. Pengambilan keputusan supplier dengan Metode AHP Setelah menyusun hirarki permasalahan pada pengumpulan data maka langkah selanjutnya yaitu membuat perbandingan berpasangan sesuai kriteria yang diberikan.2 PENGOLAHAN DATA 4. dari hasil perbandingan kriteria tersebut dilakukan perhitungan untuk menormalkan nilai di setiap kolom dan menghitung nilai bobot. Sebagai contoh.1 Pengambilan Keputusan Supplier dan Klasifikasi Inventori A. Berdasarkan tabel 4. 7 .2 dapat diketahui perbandingan prioritas dari kriteria-kriteria pemilihan supplier.2. Tabel 4. perbandingan antara pengiriman dengan kualitas yaitu 1/3 artinya kriteria pengiriman tidak lebih penting dari kriteria pengiriman. Perbandingan dibuat dalam bentuk matriks yang diisi menggunakan bilangan bulat untuk merepresentasikan kepentingan relatif dari suatu elemen terhadap elemen lainnya.4.

Nilai bobot diperoleh dari jumlah nilai normalisasi setiap kriteria dibagi dengan banyaknya kriteria.586975743 Langkah yang sama dilakukan untuk perbandingan subkriteria dan perbandingan alternatif supplier untuk masing-masing subkriteria.652173913 + 0. 1 Nilai normalisasi kualitas = 1.2 dibagi dengan jumlah nilai perbandingan pada kolom tersebut.652173913 . Perbandingan subkriteria Perbandingan subkriteria Kualitas 8 .724137931 Bobot kualitas = 3 = 0.533333333 = 0.Contoh perhitungan bobot untuk kriteria kualitas: . 0.384615385 + 0.Nilai normalisasi dari perbandingan kriteria diperoleh dari nilai perbandingan pada kolom tabel 4.

Perbandingan subkriteria Harga Perbandingan subkriteria Pengiriman    Perbandingan Alternatif Perbandingan alternatif untuk subkriteria bahan benang lebih bagus Perbandingan alternatif untuk subkriteria kualitas warna lebih akurat 9 .

Perbandingan alternatif untuk subkriteria harga lebih murah Perbandingan alternatif untuk subkriteria harga DP < 50% Perbandingan alternatif untuk subkriteria pengiriman ontime 10 .

Supplier terpilih dengan penjumlahan score point yang terbesar harus sama dengan supplier terpilih 11 . Pengambilan keputusan supplier dengan Metode Point rating Selain menggunakan metode AHP. pengambilan keputusan supplier juga dapat menggunakan Metode Point rating. serta score point yang merupakan hasil perkalian dari bobot umum dan rating point. B. Jika dibandingkan dengan metode AHP. rating point untuk masing-masing supplier. Metode ini hanya memuat satu matriks yang berisi bobot umum untuk masing-masing kriteria. Tabel 4.Perbandingan alternatif untuk subkriteria asuransi pengiriman Langkah terakhir untuk dapat menentukan alternatif supplier yang terpilih dari 3 perusahaan calon supplier maka dibuat tabel kesimpulan. Merupakan tabel kesimpulan yang berisi nilai bobot yang telah dihitung pada masing-masing tabel matriks diatas. metode Point rating ini cukup simple yaitu hanya menggunakan variasi kriteria untuk menilai dan memilih supplier mana yang paling masuk ke kriteria yang diinginkan.

000 12 .200.000 = Rp 607. Berikut ini tabel hasil perhitungan persentase penyerapan dana dan persentase kuantitas barang.200. C. Contoh perhitungan persentase penyerapan dana dan persentase kuantitas barang untuk item Katun : Harga total = Kuantitas x Harga Satuan = 506 x Rp 1. Langkah pertama adalah menghitung harga total dari masing-masing produk yang selanjutnya akan digunakan untuk menghitung persentase dana.pada metode AHP sebelumnya. Klasifikasi Inventori Data awal yang telah dikumpulkan akan diolah untuk mengetahui nilai persentase akumulatif penyerapan dana dan nilai persentase akumulatif kuantitas jenis barang. Adapun pemetaan matriks untuk metode point rating dapat dilihat pada table berikut. Langkah kedua adalah menghitung persentase kuantitas barang dengan membagi kuantitas barang dengan total kuantitas barang.

000 = 9. 13 .200.Harga Total Kuantitas Persentase Penyerapan Dana = ∑ Harga Total Kuantitas 607.908. Setelah diakumulasikan.000 x 100% x 100% = 6. Kategori B dilihat dari akumulasi penyerapan dana dengan batas dari 80% < x < 95%. persentase penyerapan dana diurutkan mulai dari persentase terkecil ke persentase terbesar.390.13% Persentase Kuantitas Barang = = Kuantitas ∑ Kuantitas Item 506 7115 x 100% x 100% = 7. menghitung akumulasi persentase penyerapan dana dan akumulasi persentase kuantitas barang. Sedangkan sisa item yang akumulasi persentase penyerapan dana lebih dari 95% masuk kategori C.11% Langkah ketiga. Langkah terakhir yaitu mengklasifikasikan produk-produk tersebut berdasarkan klasifikasi ABC. Kategori A dilihat dari akumulasi penyerapan dana dengan batas 80%.

14 .1 Pengambilan Keputusan Supplier dan Klasifikasi Inventori Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya dapat diperoleh hasil keputusan untuk pemilihan supplier pada masing-masing metode.BAB V ANALISIS DATA 5.

6) . ISAAC (57. Dari total nilai bobot tersebut diketahui bahwa total nilai bobot tertinggi diperoleh PT. chiffon. Pada tabel 5.3085) . PT. flanel. NEWTON.3906). NEWTON. PT. woll. PT.1 dapat diketahui hasil total skor untuk masing-masing alternatif supplier adalah PT.3008) . 15 .2 dapat diketahui hasil total nilai bobot untuk masing-masing alternatif supplier adalah PT. NEWTON . brukat. diamond dan satin. NEWTON (79. Pada tabel 5.4). Dari pengolahan data yang telah dilakukan dapat diketahui klasifikasi jenis barang berdasarkan prioritasnya. NEWTON sehingga berdasarkan metode AHP alternatif supplier yang terpilih adalah PT. PT ISAAC (0.2) . Pada kasus ini kedua metode menunjukkan hasil yang sama yaitu alternatif supplier yang dapat dipilih adalah PT. alternatif supplier yang terpilih adalah alternatif yang memiliki total skor tertinggi dibanding alternatif lainnya. subkriteria dan alternatif. SIR (59. Item produk yang masuk kategori B antara lain. Sedangkan pada metode AHP. katun dan spandek sedangkan item produk jersey masuk kategori C.2 Pengklasifikasian Produk Menggunakan Metode ABC dan Diagram Pareto Analisis ABC merupakan suatu cara untuk mengklasifikasikan jenis-jenis barang dengan cara dipilah berdasarkan tingkat kepentingannya.Pada metode point rating. SIR (0. Berdasarkan hasil pengolahan data pada bab sebelumnya diketahui bahwa item produk yang masuk kategori A antara lain sutra.NEWTON (0. Pada kasus klasifikasi inventory PT. alternatif supplier yang terpilih adalah alternati yang memiliki total nilai bobot tertinggi dari hasil perbandingan berpasangan setiap kriteria. ROEMAH KAIN diketahui bahwa masalah penyerapan dana inventory perusahaan tersebut sangat tinggi sehingga perlu dilakukan pengendalian dengan melakukan analisis ABC. NEWTON sehingga berdasarkan metode point rating alternatif supplier yang terpilih adalah PT. Dari nilai skor tersebut diketahui bahwa skor tertinggi diperoleh PT. 5.

Prioritas ketiga atau kategori C terdiri dari satu jenis barang yaitu jersey. Dengan demikian keenam barang tersebut menempati prioritas utama dalam penyimpanan barang di gudang. Sedangkan barang-barang yang termasuk ke dalam kategori B berdasarkan Tabel 5. flannel. 16 . katun. katun. Dengan demikian jersey menempati prioritas ke tiga dalam penyimpanan barang di gudang. woll. dan satin. dan spandeks.Berdasarkan Tabel 5. Dari Tabel 5. dan spandeks menempati prioritas ke dua dalam penyimpanan barang di gudang.? dapat dilihat bahwa barang-barang yang termasuk ke dalam klasifikasi A adalah: sutra. Ketiga barang tersebut merupakan barang yang akumulasi penyerapan dananya berada pada nilai 95%. brukat. Hal ini karena barang-barang tersebut termasuk ke dalam akumulasi penyerapan dana sebesar 85%.? Diketahui bahwa jersey menempati akumulasi penyerapan dana sebesar 100% atau 5% terakhir penyerapan dana. Hal tersebut menunjukkan bahwa chiffon.? adalah: chiffon. diamond.

?. Dari gambar grafik tersebut 17 .Dari pengolahan data dengan metode ABC kemudian dibuat diagram pareto seperti Gambar 5.

18 .

BAB VI SIMPULAN Simpulan yang diperoleh dari praktikum modul ini adalah sebagai berikut : 1. Dari hasil praktikum dapat dilihat bahwa PT NEWTON menjadi supplier terpilih berdasarkan perhitungan dari kedua metode. 19 . Terdapat dua jenis metode yang dapat digunakan untuk melakukan pengambilan keputusan pemilihan supplier. Selain kedua metode tersebut. dimana diperoleh bobot sebesar 0. 3. Metode point rating merupakan sebuah metode yang digunakan dalam meranking alternatif supplier berdasarkan beberapa kriteria yang diinginkan. dan diperoleh total point sebesar 79. hasil perhitungan data yang diperoleh harus ada di satu supplier terpilih yang sama. digunakan pula metode ABC dan diagram pareto untuk mengklasifikasian produk berdasarkan tingkat kepentingannya. Dalam proses penentuan supplier menggunakan kedua metode ini.3936 untuk metode AHP.4 untuk metode Point Rating. 2. yaitu metode analytic hierarchy process (AHP) dan metode point rating. 4. Metode analytic hierarchy process (AHP) merupakan sebuah metode yang digunakan dalam meranking alternatif supplier berdasarkan beberapa kriteria dan sub kriteria yang diinginkan.