You are on page 1of 18

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kanker payudara merupakan salah satu penyakit kanker
paling tua pada manusia. Penyakit kanker payudara telah
dikenali sejak zaman Mesir Kuno ±1600 SM. Para ahli
menemukan beberapa kasus yang berhubungan dengan kanker
payudara dan cara penanganannya (Anonim, 2011).
Menurut WHO, sekitar 8-9% wanita akan mengalami kanker
payudara. Ini menjadikan kanker payudara sebagai jenis kanker
yang paling banyak ditemui pada wanita. Setiap tahun lebih dari
250.000 kasus baru kanker payudara terdiagnosis di Eropa dan
kurang dari 175.000 di Amerika Serikat (Anonim, 2011).
Menurut WHO, tahun 2000 diperkirakan 1,2 juta wanita
terdiagnosis kanker payudara dan lebih dari 700000 meninggal
karenanya. Belum ada data statistik yang akurat di Indonesia,
namun data yang terkumpul dari rumah sakit menunjukkan
bahwa kanker payudara menduduki peringkat pertama diantara
kanker lainnya yang biasa dialami oleh wanita (Anonim, 2011).
Kanker payudara merupakan kanker nomor dua terbanyak
yang dialami wanita Indonesia setelah kanker mulut rahim
(kanker serviks). Oleh karena itu, memeriksa payudara
merupakan hal yang sangat penting (Manuaba, 2009).
Kanker payudara menduduki tempat kedua dari insidens
semua tipe kanker di Indonesia, baik menurut penyelidikan
Bagian Patologi Universitas Indonesia maupun registrasi yang
terbaru dari proyek penelitian registrasi kanker di RS Cipto
Mangunkusumo pada tahun 1975-1978. Penelitian tersebut
menemukan 2606 kasus kanker. Kanker serviks (633 kasus) yang
terbanyak, kanker payudara (385 kasus) yang nomor 2
terbanyak, dan kanker nasofarinks nomor 3 yaitu 282 kasus
(Prawirohardjo, 2008).
Umur penderita kanker payudara yang termuda adalah 2029 tahun, yang tertua 80-89 tahun, dan terbanyak berumur 4049 tahun, yaitu 130 kasus (Prawirohardjo, 2008).
Secara epidemiologi, orang melihat tendensi penyakit ini
familial, artinya seorang wanita dengan ibu penderita kanker
payudara mempunyai kemungkinan lebih banyak mendapat

1

adapun tujuan yang hendak dicapai. Wanita yang infertil juga lebih tinggi kemungkinan mendapat kanker payudara daripada wanita yang fertil (Prawirohardjo. 8. Apa saja faktor-faktor penyebab kanker payudara? 6. Bagaimana klasifikasi kanker payudara? 8. 5. maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1.kanker payudara daripada wanita-wanita dari ibu yang tidak menderita penyakit tersebut. Diperolehnya klasifikasi kanker payudara. 3. Tujuan Berdasarkan rumusan masalah di atas. Bagaimana etiologi dan patofisiologi kanker payudara? 3. B.Manfaat Sebagai bahan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan menambah wawasan mengenai kanker payudara. Diperolehnya tanda dan gejala kanker payudara. Diperolehnya penentuan stadium kanker payudara. 2008). 2 . 2. Apa saja kelainan yang terjadi pada payudara yang menjadi resiko kanker pada payudara? 7. Bagaimana tanda dan gejala kanker payudara? 5. Diperolehnya pencegahan dan penanganan kanker payudara? D. Bagaimana penetuan stadium kanker payudara ? 4. 7. Diperolehnya kelainan yang terjadi pada payudara yang menjadi resiko kanker pada payudara. Bagaimana pencegahan dan penanganan kanker payudara? C. 6. Apa definisi kanker payudara ? 2. 4. Diperolehnya definisi kanker payudara. Diperolehnya faktor-faktor penyebab kanker payudara. yaitu sebagai berikut : 1. Diperolehnya etiologi dan patofisiologi kanker payudara. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang.

3 .

walaupun laki-laki juga punya potensi terkena akan tetapi kemungkinan sangat kecil dengan perbandingan 1 diantara 1000. 3. cepat dan tidak terkendali. B. atau kanker payudara sering didefinisikan sebagai suatu penyakit neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchyma. 2. pada saat hamil. yang meliputi: 1. 2010). Meskipun penyebab kanker payudara tidak diketahui. Kehamilan pertama pada usia di atas 30 tahun. semua benjolan disebut tumor. 4 . Penyakit ini diklasifikasikan Health Organization (WHO) dimasukkan ke dalam urutan 17. tetapi payudara merupakan alat seks sekunder yang selalu menerima rangsangan hormonal setiap siklus menstruasi. Termasuk saluran kelenjar air susu dan jaringan penunjangnya (Anonim. Usia yang makin bertambah. 4. Kanker payudara (Carcinoma mammae) dalam bahasa inggrisnya disebut breast cancer merupakan kanker pada jaringan payudara. Kanker payudara adalah tumor ganas yang berasal dari kelenjar payudara. Benjolan tersebut ada yang jinak dan ada yang ganas. Keluarga yang memiliki riwayat penyakit serupa. dan laktasi (menyusui). Definisi Dalam istilah kedokteran. 2009). riset mengidentifikasi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko pada individu tertentu. Sel-sel yang sensitif terhadap rangsangan hormonal mungkin mengalami perubahan degenerasi jinak atau menjadi ganas (Manuaba.BAB II PEMBAHASAN A. Etiologi dan Patofisiologi Etiologi : Penyebab kanker payudara tidak diketahui. Tidak memiliki anak. sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal. Kanker ini terjadi karena pada kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya. tumor yang ganas itulah yang disebut kanker. Kanker ini paling umum menyerang wanita.

Kelainan genetik dalam sel atau bahan lainnya yang disebut promotor. progesteron juga menginduksi sekresi kalsitonin sel luminal dan morfogenesis kelenjar 3. Sel-sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit yang disebut transformasi. Pada tahap inisiasi suatu perubahan dalam bahan genetik sel yang memancing sel menjadi ganas. radiasi (penyinaran) atau sinar matahari. 1. Patofisiologi : Beberapa jenis kanker payudara sering menunjukkan disregulasi hormon HGF dan onkogen Met. yang bisa berupa bahan kimia. 2. Progestin akan menginduksi transkripsi regulator siklus sel berupa siklin D1 untuk disekresi sel epitelial. suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berubah menjadi ganas. 6. Faktor hormonal baik estrogen maupun androgen (Anonim. Fase Inisiasi. Bahkan gangguan fisik menahunpun bisa membuat sel menjadi lebih peka untuk mengalami suatu keganasan. menyebabkan sel lebih rentan terhadap suatu karsinogen. sebuah hormon yang menginduksi ductal sidebranching pada kelenjar payudara dan lobualveologenesis pada sel epitelial payudara. Perubahan dalam bahan genetik sel ini disebabkan oleh suatu agen yang disebut karsinogen. 5 .5. 2011). Selain itu. Fase promosi. Pada tahap promosi. yang terdiri dari tahap inisiasi dan promosi. diperkirakan berperan sebagai aktivator lintasan tumorigenesis pada sel payudara yang diinduksi oleh karsinogen. (gabungan dari sel yang peka dan suatu karsinogen). Tetapi tidak semua sel memiliki kepekaan yang sama terhadap suatu karsinogen. virus. Karena itu diperlukan beberapa faktor untuk terjadinya keganasan. oleh karena estrogen merupakan hormon yang mengaktivasi ekspresi pencerap progesteron pada sel epithelial. Progesteron. Periode menstruasi yang lebih lama (menstruasi pertama lebih awal atau menopause lebih lambat). Sekresi dapat ditingkatkan sekitar 5 hingga 7 kali lipat dengan stimulasi hormon estrogen. Sel yang belum melewati tahap inisiasi tidak akan terpengaruh oleh promosi. serta ekspresi berlebihan enzim PTK-6. Transformasi.

sel endotelial yang berinteraksi dengan VEGF sel kanker melalui pencerap VEGFR-1 dan VEGFR-2. VEGF merupakan mitogen angiogenik positif yang bereaksi dengan sel endotelial. peningkatan grade kanker terdiri dari grade 13. seperti simtoma hiperkalsemia. biasanya dokter akan mempertimbangkan berbagai faktor antara lain grade kanker. status HER2 dan kondisi spesifik pasien seperti usia dan faktor menopause. Beberapa sel kanker payudara sebagai bahan bakar pertumbuhan sel tersebut. pathological fractures atau spinal cord compression. Jika tidak ada sering disebut sebagai ER positif. Status hormon reseptor. grade yang lebih rendah berarti pertumbuhan kankernya lambat. a. Oleh sebab itu. akan meluruhkan matriks ekstraselular. Fase metastasis. grade yang lebih tinggi berarti sel kanker lebih cepat berkembang. Metastasis demikian bersifat osteolitik. Metastasis menuju ke tulang merupakan hal yang kerap terjadi pada kanker payudara. estrogen dan progesteron merupakan hormon yang sering melekat pada reseptor. Beberapa diantaranya disertai dengan komplikasi lain. Grade kanker.4. Tanpa faktor angiogenik negatif seperti angiostatin. Penentuan Stadium Kanker Payudara. Sampel biopso dapat diuji untuk melihat apakah sel-sel kanker memiliki reseptor estrogen dan progesteron. status hormon reseptor. b. Tulang merupakan jaringan unik yang terbuat dari matriks protein yang mengandung kalsium dengan kristal hydroxyappatite sehingga mekanisme yang biasa digunakan oleh sel kanker untuk membuat ruang pada matriks ekstraselular dengan penggunaan enzim metaloproteinase matriks tidaklah efektif. bermigrasi dan membentuk tubulus. yang berarti bahwa osteoklas hasil induksi sel kanker merupakan mediator osteolisis dan mempengaruhi diferensiasi dan aktivitas osteoblas serta osteoklas lain hingga meningkatkan resorpsi tulang. resorpsi tulang yang memungkinkan invasi neoplastik terjadi akibat interaksi antara sel kanker payudara dengan sel endotelial yang dimediasi oleh ekspresi VEGF. Hal ini berarti sel kanker lebih cenderung memiliki prognosisi atau hasil yang lebih baik dan mungkin merespon 6 . C. Dalam melakukan pengobatan kanker payudara. Sebaliknya.

stadiu m 0 Keterangan Stadium ini disebut kanker payudara non-invasif. atau otak. Wanita yang sudah menggunakan tamoxifen selama 2-3 tahun dapat mempertimbangkan untuk beralih menggunakan aromaterase inhibitor seperti femara 2. Pengujian HER2 harus dilakukan pada semua wanita yang baru terdiagnosis kanker payudara. berdarah atau bernanah IV Sel kanker sudah bermetastesis atau menyebar ke organ lain. seperti paru-paru hati.saat dilakukan terrapi hormon. Stadium kanker merupakan faktor terpenting dalam menentukan pilihan pengobatan kanker payudara. Kanker payudara stadium lanjut Pasien kanker pada kondisi ini direkomendasikan untuk menerima tamoxifen 7 . c. sekitar satu dari lima kasus kanker payudara terlalau banyak memiliki protein yang disebut HER2. Kanker payudara stadium awal dan pasca menopause Terapi hormon yang direkomendasikan pertama kali adalah diberikan aromatse inhibitor (arimidex). Sel-sel kanker disertai peningkatan HER2 disebut HER2-positif serta cenderung tumbuh dan menyebar lebih cepat dari pada jenis kanker payudara lainnya. Status HRE2. pecah. Stadium adalah proses mencari tahu seberapa luasnya kanker tersebut pada saat ditemukan. Dua dari tiga kasusu payudara setidaknya memiliki salah satu jenis reseptor tersebut. tulang. ukuran tumor 2-5 cm dan sudah menyerang kelenjar getah bening III Kanker invasif besar. ukuran tumor lebih dari 5 cm dan benjolan sudah menonjol ke permukaan kulit. Ada 2 tipe yaitu : DCIS ( Ductal Carcinoma In Situ ) dan LCIS ( Lobular Carcinoma In Situ ) I Kanker invasif kecil. Rekomendasi The American Society Of Clinical Oncologists (ASCO ) mengenai penggunaan terapi hormon bagi pasien kanker payudara yang memiliki reseptor hormon positif serta berdasar stadium kanker dan status menopause sebagai berikut : 1. ukuran tumor kurang dari 2 cm dan tidak menyerang kelenjar getah bening II Kanker invasif.

7. tetapi terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara diantaranya: 8 . E. 4. Puting susu masuk ke dalam (retraksi). 3. muncul rasa sakit yang hilang timbul.Tanda Gejala Kanker Payudara Tanda awal dari kanker payudara adalah ditemukannya benjolan yang terasa berbeda pada payudara. Benjolan pada payudara yang berubah bentuk atau ukuran. yaitu: 1. salah satu puting susu tiba-tiba lepas atau hilang. 8. Payudara sering berbau dan mudah berdarah (Anonim. D. Payudara mengeluarkan darah atau cairan yang lain. Jika ditekan. penyebab spesifik kanker payudara masih belum diketahui. Apabila sel-sel kanker juga sudah tidak respon terhadap aromatase inhibitor maupun tamoxifen. Kulit payudara terasa seperti terbakar. maka dipertimbangkan penggunaan faslodex. Ulkus akan semakin membesar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara. tanpa menyusui. Bila tumor sudah besar. Kulit payudara berubah warna (dari merah muda menjadi coklat hingga seperti kulit jeruk). Kanker payudara stadium lanjut Pengobatan menggunakan aromatase inhibitor seperti femara dapat digunakan setelah 2-5 tahun penggunaan tamoxifen atau ketika sel-sel kanker sudah tidak merespon pengbatan menggunakan tamoxifen. Adanya borok (ulkus). Awalnya benjolan ini berukuran kecil.3. Bila tumor sudah besar. benjolan ini tidak terasa nyeri. Berikut merupakan gejala kanker payudara. 2. 6. 5. 2009). Faktor Penyebab Kanker Payudara Faktor risiko Menurut Moningkey dan Kodim. tapi lama kelamaan membesar dan akhirnya melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau puting susu.

Sedangkan pada hiperplasia atipik. fibroadenoma. risiko sedikit meningkat 1. payudara akan mengalami atrofi dengan bertambahnya umur. 3. Sel-sel yang sensitive terhadap rangsangan hormonal mungkin mengalami perubahan degenerasi jinak atau menjadi ganas.1. Penggunaan hormon: Hormon estrogen berhubungan dengan terjadinya kanker payudara. Obesitas: Terdapat hubungan yang positif antara berat badan dan bentuk tubuh dengan kanker payudara pada wanita pasca menopause. risiko meningkat hingga 5 kali. Pada hiperplasis dan papiloma. Risiko utama kanker payudara adalah bertambahnya umur. Konsumsi lemak: Konsumsi lemak diperkirakan sebagai suatu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Diperkirakan. Laporan dari Harvard School of Public Health menyatakan bahwa terdapat peningkatan kanker payudara yang signifikan pada para pengguna terapi estrogen replacement. wanita yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mempunyai risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause. Secara anatomi dan fungsional. 2. Penyakit fibrokistik: Pada wanita dengan adenosis.5 sampai 2 kali. tidak ada peningkatan risiko terjadinya kanker payudara. Variasi terhadap kekerapan kanker ini di negaranegara Barat dan bukan Barat serta perubahan kekerapan sesudah migrasi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh diet terhadap terjadinya keganasan ini. melakukan studi prospektif selama 8 tahun tentang konsumsi lemak dan serat 9 . dan kehamilan pertama pada umur tua. dan fibrosis. Suatu metaanalisis menyatakan bahwa walaupun tidak terdapat risiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi oral. periode antara terjadinya haid pertama dengan umur saat kehamilan pertama merupakan window of initiation perkembangan kanker payudara. menarche pada umur muda. Kurang dari 25% kanker payudara terjadi pada masa sebelum menopause sehingga diperkirakan awal terjadinya tumor terjadi jauh sebelum terjadinya perubahan klinis. 4. 5. menopause pada umur lebih tua. Faktor reproduksi: Karakteristik reproduktif yang berhubungan dengan risiko terjadinya kanker payudara adalah nuliparitas. Willet dkk.

radang pada payudara (mastitis) . Radiasi: Eksposur dengan radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas meningkatkan terjadinya risiko kanker payudara. Faktor Genetik Kanker payudara dapat terjadi karena adanya beberapa faktor genetik yang diturunkan dari orangtua kepada anaknya. Dari beberapa penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa risiko kanker radiasi berhubungan secara linier dengan dosis dan umur saat terjadinya eksposur. yaitu suatu gen kerentanan terhadap kanker payudara.dalam hubungannya dengan risiko kanker payudara pada wanita umur 34 sampai 59 tahun 6. antara lain penyakit fibrokistik. probabilitas untuk terjadi kanker payudara sebesar 60% pada umur 50 tahun dan sebesar 85% pada umur 70 tahun. Kelainan Yang Terjadi Pada Payudara Menjadi Resiko Kanker Pada Payudara. adenosis. 7. Yang Dibawah ini beberapa kelainan yang mempunyai resiko kanker payudara yang akan berkembang adalah : 1. papilloma. tumor jinak 10 . Riwayat keluarga dan faktor genetik: Riwayat keluarga merupakan komponen yang penting dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrining untuk kanker payudara. Gen pensupresi tumor yang berperan penting dalam pembentukan kanker payudara diantaranya adalah gen BRCA1 dan gen BRCA2. kelainan ini mempunyai peluang kecil untuk berkembang menjadi kanker payudara. Terdapat peningkatan risiko keganasan pada wanita yang keluarganya menderita kanker payudara. Faktor genetik yang dimaksud adalah adanya mutasi pada beberapa gen yang berperan penting dalam pembentukan kanker payudara gen yang dimaksud adalah beberapa gen yang bersifat onkogen dan gen yang bersifat mensupresi tumor. Faktor Usia sangat berpengaruh -> sekitar 60% kanker payudara terjadi di usia 60 tahun. Lesi non-poliferatif . Pada studi genetik ditemukan bahwa kanker payudara berhubungan dengan gen tertentu. Apabila terdapat BRCA 1. fibroadenoma simpleks. F. Resiko terbesar usia 75 tahun.

antara lain yaitu hyperplasia duktus. Kelainan ini terdiri atas hyperplasia duktus atipik dan hyperplasia lobules atipik. Paget’s disease adalah bentuk kanker yang dalam taraf permulaan manifestasinya sebagai eksema menahun puting susu. Sebelum 1968. Klasifikasi Patologik a. Steinthal I : 11 . Kanker duktus laktiferus Kanker duktus laktiferus: papillary. yakni klasifikasi patologik dan klasifikasi klinik. kelainan ini menunjukan pertumbuhan yang cepat dari saluran kelenjar jaringan payudara. hibroadenoma kompleks. yang biasanya merah dan menebal. a. medullary carcinoma dengan infiltrasi kelenjar. dan neurofibroma (tumor jinak pada jaringan ikat dan saraf payudara ) 2. Kanker puting payudara (Paget’s disease). di samping klasifikasi patologik. 1.seperti lipoma (tumor jinak pada jaringan lemak) . adeno carcinoma dengan banyak fibrosis (scirrhus). Klasifikasi Klinik Kanker payudara.Klasifikasi Kanker Payudara. kelainana ini mempunyai efek yang lebih kuat dalam meningkatkan resiko kanker payudara. Lesi proliferative tanpa kelainan atipik. hemangima (tumor jinak pada bagian pembuluh darah). adenosis sklerosing dan papillomatosis 3. Kanker dari lobulus. Ini yang timbul sering sebagai carcinoma in situ denga lobulus yang membesar. b. di klinik bedah sering dipakai klasifikasi Steinthal. G. juga mempunyai klasifikasi klinik. Ada 2 macam klasifikasi kanker payudara. comedo. c. yaitu sebesar 4-5 kali lipat berbeda dengan hasil proliferative tanpa kelainan atipik yang hanya meningkatkan resiko kanker payudara 2 kali lipat. 2. Lesi proliferative dengan kelainan atipik.

Pencegahan sekunder dilakukan dengan melakukan deteksi dini. 2008). infra dan supraklavikular. Steinthal II : Kanker payudara 2 cm atau lebih denganmempunyai anak sebar di kelenjar ketiak. 3. Pencegahan Tersier Pencegahan tersier biasanya diarahkan pada individu yang telah positif menderita kanker payudara. atau hati dan panggul (Prawirohardjo. atau infiltrasi ke fasia pektolaris atau ke kulit. salah satunya dengan menggunakan mammografi. Penanganan 12 . begitu pula pada kanker payudara. atau tulang punggung. pencegahan yang dilakukan antara lain berupa: 1. Pencegahan Primer Pencegahan primer pada kanker payudara merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan agar orang hidup sehay melalui upaya menghindarkan diri dari keterpaparan pada berbagai faktor risiko. Pencegahan primer ini juga bisa berupa pemeriksaan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) yang dilakukan secara rutin sehingga memperkecil faktor risiko terkena kanker payudara.Kanker payudara sampai 2 cm besarnya dan tidak mempunyai anak sebar. atau paruparu. Steinthal IV : Kanker payudara dengan metastasis jauh.misalnya ke tengkorak. 2. Steinthal III: Kanker payudara 2 cm atau lebih dengan anak sebar di kelenjar ketiak. Pencegahan Sekunder Pencegahan sekunder dilakukan terhadap individu.Pencegahan dan Penanganan Kanker Payudara Pencegahan: Pada prinsipnya strategi pencegahan dikelompokkan dalam 3 kelompok besar. d. b. c. H. atau kanker payudara yang apert (memecah ke kulit).

yaitu pengangkatan hanya pada bagian yang mengandung sel kanker. yaitu pengangkatan di seluruh payudara saja. Lintasan Metabolisme Asam bifosfonat merupakan senyawa penghambat aktivitas osteoklas dan resorpsi tulang yang sering digunakan untuk melawan osteoporosis yang diinduksi oleh overian suppression. tapi juga seluruh tubuh. Modified Radical Mastectomy. 2012). 3. Total (Simple) Mastectomy. Radiasi Radiasi adalah proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi. Tidak hanya sel kanker di payudara. yaitu operasi pengangkatan sebagian dari payudara. tulang selangka dan tulang iga. serta benjolan di sekitar ketiak. 2. Walaupun pada umumnya asupan asam bifosfonat dapat ditoleransi 13 . yaitu: 1. Biasanya disebut lumpectomy. 4. bukan seluruh payudara. menunjukkan efektivitas untuk menurunkan metastasis sel kanker payudara menuju tulang. yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara. jaringan payudara di tulang dada. Radical Mastectomy. Penanganan Ada beberapa penanganan kanker payudara yang tergantung pada stadium klinik penyakitnya. yaitu: a. Ada 3 jenis mastektomi. b.yang tepat penderita kanker payudara sesuai dengan stadiumnya akan dapat mengurangi kecacatan dan memperpanjang harapan hidup penderita (Anonim. Mastektomi Mastektomi adalah operasi pangengkatan payudara. hiperkalsemia dan kelainan metabolisme tulang. tetapi bukan kelenjar ketiak. c. Kemoterapi Kemoterapi adalah proses pemberian obat-obatan anti kanker atau sitokina dalam bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan membunuh sel kanker melalui mekanisme kemotaksis.

daging tanpa lemak. antioksidan. kacang brasil. Beberapa jenis makanan dan kandungan dalam makanan yang baik untuk menekan angka pertumbuhan dari kanker payudara : 1. makanan laut. telur dan buah serta sayuran yang tumbuh ditanah yang kaya akan selenium 2. Polifenol teh dan kanker Polifenol teh adalah salah satu dari sedikit agen tampaknya mempengaruhi karsinogen (zat penyebab kanker) pada tahap inisiasi.697 wanita yang menderita kanker payudara invasif (784 wanita 14 . kacang-kacangan. karotenoid dan kanker payudara. dibandingkan senyawa-senyawa yang lain yang diteliti. Buah-sayur dan kanker payudara Kita semua tahu bahwa buah dan sayur (kaya akan vitamin. Meatbolit selenium. mineral dan fitokimia pada buah dan sayur bertindak sebagai antioksidan yang menghambat sedikitnya satu langkah dalam proses perkembangan kanker yaitu kerusakan DNA 4. promosi dan progresi. Selenium dapat ditemukan dalam serelia utuh. Vitamin. serat dan fitokimia penting) menyehatkan. karotenoid dan kanker payudara Banyak peneliti mencurigai adanya hubungan antara antioksidan. 2012). metiselenol. Para peneliti di harvard mempelajari data dari 2. tetapi penelitian yang telah dilakukan sejauh ini belum dapat memastikannya. Mungkin kita perlu melihat efek antioksidan dan karotenoid (dalam makanan) pada kanker payudara terhadap wanita pramenopause saja. Kekuatan penghambat kanker ini telah cukup terbukti lewat penelitian cell line hewan dan manusia. penggunaan dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping seperti osteonekrosis dan turunnya fungsi ginjal (Anonim. mineral. Sebagian vitamin . Selenium dan kanker Berbagai bentuk selenium diketahui mampu membunuh sel-sel kanker dan membatasi kemampuan sel-sel itu untuk memperbanyak diri. memiliki efektifitas 3-4 kali lebih besar dalam membunuh sel-sel kanker tertentu dan menghindari pecahnya DNA yang berbahaya.tubuh. 3.

15 .  Pengobatan: Minum kapsul daun sirsak 3 butir sekali minum pada pagi. sore (3kali) selama 3 minggu.913 pascamenopause) . juga dilakukan dengan alternatif dengan menggunakan herbal kapsul daun sirsak. vitamin C dan vitamin A dalam kadar yang lebih tinggi dengan resiko kanker payudara yang lebih rendahkhususnya antara wanita pramenopause dengan riwayat kanker payudara didalam keluarga. Sebaiknya diminum sore hari atau menjelang tidur. sehari cukup sekali saja.menopause dan 1. siang. Pengobatan dan Pencegahan dengan Herbal Pengobatan maupun pencegahan selain secara medis klinis. mereka menemukan hubungan antara asupan makanan yang mengandung karoten alfa dan beta lutein / zeaksanitin.  Pencegahan Minum kapsul daun sirsak 3 butir pil sekali minum.

Saran Berdasarkan pembahasan dalam makalah ini. Penanganan kanker payudara diantaranya adalah mastektomi. usia yang makin bertambah. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan mengenai kanker payudara. kehamilan pertama pada usia di atas 30 tahun. Klasifikasi kanker payudara terdiri dari klasifikasi patologik dan klasifikasi klinik.BAB III PENUTUP A. Pencegahan kanker payudara terdiri dari pencegahan primer. Kanker payudara adalah tumor ganas yang berasal dari kelenjar payudara. dan lintasan metabolisme. sekunder. 7. Etiologi kanker payudara tidak diketahui tetapi ada faktor predisposisi yang menyertainya yaitu keturunan. maka kami sarankan bahwa sebaiknya para wanita Indonesia melakukan pencegahan dengan cara pendeteksian dini agar mengurangi risiko terkena kanker payudara. 16 . dan fase metastasis. Tanda dan gejala kanker payudara adalah terdapatnya benjolan dan kulit berubah warna. 3. B. dan tersier. radiasi. 4. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Termasuk saluran kelenjar air susu dan jaringan penunjangnya 2. nyeri hilang timbul. kemoterapi. 5. fase promosi. periode menstruasi yang lebih lama dan faktor hormonal. tidak memiliki anak. 6. fase inisiasi. Tahapan patofisiologi kanker payudara yaitu transformasi.

Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Ilmu Kebidanan.google.m.org/wiki/Kanker_payudara http://riafinit. Penyakit Kandungan. Edisi 2. PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta. Jakarta.wordpress.kankerpayudara(http://www. Edisi 2.blogspot. Makassar. Prawirohardjo Sarwono. Edisi 2.Kanker Payudara.DAFTAR PUSTAKA Anonim. (http://id.com/2014/01/makalah-patologi-danpatofiologi-kanker. Kanker Payudara.google. 2010. (http://www. http://penyakitkankerpayudara. Kanker Payudara. Makassar. Jakarta.com/pharmaceutica ls) diakses tanggal 17 Oktober 2012.com/ 17 . Manuaba Ida Ayu Chandranita.com/seputar-penyakitwanita/kanker-payudara-pengertian-gejala-dan-pencegahan/ http://id. 2011. Makassar. dkk. 2011.com/bab_2. 2009.pdf) diakses tanggal 17Oktober 2012. (http://www.google.blogspot.com/ http://kapsulsirsak.com/kankerpay udara.wikipedia.pdf) diakses tanggal 16 Oktober 2012. Manuaba Ida Ayu Chandranita. dkk.2009. Anonim. Anonim. 2012.org/wiki/Kanker_payudara) diakses 18 Oktober 2012. 2008.html http://mindadacosta. Ilmu Kandungan. Anonim.wikipedia. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Makassar. dan KB untuk Pendidikan Bidan. Penerbit Buku Kedokteran EGC.

18 .