You are on page 1of 22

Jenis type drainase

1. Saluran terbuka (open ditcheas)
- Kemiringan lereng ( slide slope )
- Penampang melintang (cross section)
- Lokasi (location)
- Jarak atau interval (spacing)
2. Drainase Permukaan (surface field drainds)
- Land grading dan smooting
- Drainase acak ( random field drains)
- Drainase parallel (parallel field drains)
3. Drainase Bawah Permukaan (Subsurface Drains)
- Sistim darainase pipa (tube drainase system)
- random system
- Herringbone system
- gridiron system
- interception system
- Sistim random dan pararel (Random and parallel system)
Arahan dalam pelaksanaan penyediaan sistem drainase adalah :
a.

Harus dapat diatasi dengan biaya ekonomis.

b.

Pelaksanaannya tidak menimbulkan dampak sosial yang berat.

c.

Dapat dilaksanakan dengan teknologi sederhana.

d.

Memanfaatkan semaksimal mungkin saluran yang ada.

e.

Jaringan drainase harus mudah pengoperasian dan pemeliharannya

f.

Mengalirkan air hujan ke badan sungai yang terdekat.

Macam saluran untuk pembuangan air dapat dibedakan menjadi :
1. Saluran Air Tertutup

Gambar. Saluran Air Tertutup
a.
Drainase Bawah Tanah Tertutup, yaitu saluran yang menerima air
limpasan dari daerah yang diperkeras maupun yang tidak diperkeras dan
membawanya ke sebuah pipa keluar di sisi tapak (saluran permukaan atau
sungai), ke sistem drainase kota.

Gambar. Drainase Bawah Tanah Tertutup
b.

Drainase Bawah Tanah Tertutup dengan tempat penampungan pada tapak,

dimana drainase ini mampu menampung air limpasan dengan volume dan
kecepatan yang meningkat tanpa menyebabkan erosi dan kerusakan pada tapak.
2. Saluran Air Terbuka

Gambar. Saluran Terbuka
Merupakan saluran yang mengalirkan air dengan suatu permukaan bebas. Pada
saluran air terbuka ini jika ada sampah yang menyumbat dapat dengan mudah
untuk dibersihkan, namun bau yang ditimbulkan dapat mengurangi kenyamanan.
Menurut asalnya, saluran dibedakan menjadi :
a.

Saluran Alam ,meliputi selokan kecil, kali, sungai kecil dan sungai besar

sampai saluran terbuka alamiah.

SISTEM DRAINASE Jenis Drainase a. dapat dilapisi pasangan batu/tidak atau beton. · Terowongan Air Terbuka (open-flow tunnel) : selokan tertutup yang cukup panjang. semen. dan lain-lain. · Talang (flume) : merupakan selokan dari kayu. gorong-gorong dan lain-lain. Saluran terbuka buatan mempunyai istilah yang berbeda-beda antara lain : · Saluran (canal) : biasanya panjang dan merupakan selokan landai yang dibuat di tanah. Drainase Alamiah ( Natural Drainase ) Drainase yang terbentuk secara alami dan tidak terdapat bangunan-bangunan penunjang seperti bangunan pelimpah.seperti saluran pelayaran. Drainase Buatan ( Arficial Drainage ) Drainase yang dibuat dengan maksud dan tujuan tertentu sehingga memerlukan bangunan – bangunan khusus seperti selokan pasangan batu/beton. irigasi. kayu maupu aspal. jalan kereta api. · Terjunan (drop) : seperti got miring dimana perubahan tinggi air terjadi dalam jangka pendek. parit pembuangan. Menurut Sejarah Terbentuknya 1). untuk mengalirkan air berdasarkan perbedaan tinggi tekan. pipa-pipa dan sebagainya. Saluran Buatan .b. · Gorong-gorong (culvert) : saluran tertutup (pendek) yang mengalirkan air melewati jalan raya. beton/pasangan batu. pasangan batu/beton. · Got miring (chute) : selokan yang curam. Saluran ini terbentuk oleh gerusan air yang bergerak karena grafitasi yang lambat laun membentuk jalan air yang permanen seperti sungai. atau timbunan lainnya. dipakai untuk mengalirkan air menembus bukit/gundukan tanah. 2). biasanya disangga/terletak di atas permukaan tanah. gorong-gorong. logam. b. Menurut Letak Bangunan .

lapangan terbang. air limbah industri dan lain – lain. Single Purpose. 2). c. misalnya air hujan saja atau jenis air buangan yang lainnya seperti limbah domestik. tuntutan fungsi permukaan tanah yang tidak membolehkan adanya saluran di permukaan tanah seperti lapangan sepak bola. ataupun untuk drainase air non-hujan yang tidak membahayakan kesehatan/ mengganggu lingkungan.1). yaitu saluran yang berfungsi mengalirkan satu jenis air buangan. Menurut Fungsi 1). Multi Purpose. Drainase Permukaan Tanah (Surface Drainage) Saluran drainase yang berada di atas permukaan tanah yang berfungsi mengalirkan air limpasan permukaan. 2). 2). . yaitu saluran yang berfungsi mengalirkan beberapa jenis air buangan baik secara bercampur maupun bergantian. dikarenakan alasan-alasan tertentu. Drainase Bawah Permukaan Tanah ( Subsurface Drainage ) Saluran drainase yang bertujuan mengalirkan air limpasan permukaan melalui media dibawah permukaan tanah (pipa-pipa). Menurut Konstruksi 1). Yaitu saluran yang lebih cocok untuk drainase air hujan yang terletak di daerah yang mempunyai luasan yang cukup. Analisa alirannya merupakan analisa open chanel flow. d. yaitu saluran yang pada umumnya sering dipakai untuk aliran kotor (air yang mengganggu kesehatan/lingkungan) atau untuk saluran yang terletak di kota/permukiman. Saluran Tertutup. Alasan itu antara lain Tuntutan artistik. taman dan lain-lain. Saluran Terbuka.

Pola Jaringan Drainase Siku b. Pararel Saluran utama terletak sejajar dengan saluran cabang. Dengan saluran cabang (sekunder) yang cukup banyak dan pendek-pendek. apabila terjadi perkembangan kota.Gambar 1. Siku Dibuat pada daerah yang mempunyai topografi sedikit lebih tinggi dari pada sungai. Dranaise Buatan 2. . Pola Jaringan Drainase a. Gambar 2. saluran-saluran akan dapat menyesuaikan diri. Sungai sebagai saluran pembuang akhir berada akhir berada di tengah kota.

Radial Pada daerah berbukit. Alamiah Sama seperti pola siku. Grid Iron Untuk daerah dimana sungainya terletak di pinggir kota.Gambar 3 Pola Jaringan Drainase Pararel c. . Pola Jaringan Drainase Alamiah e. sehingga pola saluran memencar ke segala arah. Gambar 4. Pola Jaringan Drainase Grid Iron d. sehingga saluran-saluran cabang dikumpulkan dulu pada saluran pengumpulan. hanya beban sungai pada pola alamiah lebih besar Gambar 5.

M. drainase bisa merujuk pada parit di permukaan tanah atau goronggorong di bawah tanah. drainase didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan/atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan. ^ Dr. Drainase juga diartikan sebagai usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dalam kaitannya dengan salinitas.  drainase utama  drainase sekuder  drainase tersier  drainase laut 1. Suripin. sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal.Eng. Andi Yogyakarta.. "jenis Drainase dan permasalahanya". 2.Gambar 6. Dalam bahasa Indonesia. drainase adalah mengalirkan. Ir. membuang. Drainase berperan penting untuk mengatur suplai air demi pencegahan banjir. Menurut Dr. Diakses pada 7 Mei 2010.  Sistem Drainase Sumur Resapan  Drainase Perkotaan . atau mengalihkan air.Analisis Genangan Air pada Saluran Drainase di Jalan Balap Sepeda . Drainase terbagi menjadi. baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia. Ir. Suripin. menguras. M. Secara umum. Eng (2004). Radial Drainase adalah lengkungan atau saluran air di permukaan atau di bawah tanah. Sistem Drainase Perkotaan Yang Berkelanjutan.

Kapasitas sungai dan saluran drainase menjadi berkurang. 2. Banyak faktor yang mempengaruhi dan pertimbangan yang matang dalam perencanaan. reklamasi 6. limbah sampah dan pasang surut Penanganan drainase perkotaan : 1. baik limbah cair maupun pada sampah.KBBI Online Permasalahan drainase: Permasalah drainase perkotaan bukanlah hal yang sederhana. air meluap dan terjadilah genangan. antara lain : 1. 4. sehingga tidak mampu menampung debit yang terjadi. disamping itu peningkatn penduduk juga selalu diikuti oleh peningkatan limbah. Peningkatan daya guna air. pemberian sanksi kepada siapapun yang melanggar aturan terutama pembuangan sampah sembarangan agar masyarakat mengetahui pentingnya melanggar drainase. meminimalkan kerugian serta memperbaiki konservasi lingkungan. Diadakan penyuluhan akan pentingnya kesadaran membuang sampah 2. . Amblesan tanah disebabkan oleh pengambilan air tanah yang berlebihan. Penyempitan dan pendangkalan saluran 5. Mengelola limpasan dengan cara mengembangkan fasilitas untuk menahan air hujan. Peningkatan jumlah penduduk meningkatnya jumlah penduduk perkotaan yang sangat cepat. mengakibatkan beberapa bagian kota berada dibawah muka air laut pasang. akibat dari pertumbuhan maupun urbanisasi. 4. 3. Peningkatan debit manajemen sampah yang kurang baik memberi kontribusi percepatan pendangkalan /penyempitan saluran dan sungai. 5. Peningkayan jumlah penduduk selalu diikuti oleh penambahn infrastruktur perkotaan. Dibuat bak pengontrol serta saringan agar sampah yang masuk ke drainase dapat dibuang dengan cepat agar tidak mengendap 3. menyimpan air hujan maupun pembuatan fasilitas resapan. Kamus Besar Bahasa Indonesia .

com/node/6063) Azwaruddin (2008) mengutarakan bahwa drainase berasal dari bahasa Inggris “drainage” yang mempunyai arti mengalirkan. Bangunan sistem drainase terdiri dari saluran penerima (interceptor drain). siphon. Gambar. sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal. bangunan terjun. nyaman. kolam tando. membuang. saluran pengumpul (collector drain). Bahwa dari sudut pandang yang lain. saluran pembawa (conveyor drain). saluran induk (main drain). Prasarana drainase disini berfungsi untuk mengalirkan .Drainase permukaan tanah (surface drainage) adalah suatu system pembuangan air untuk menyalurkan air dipermukaan tanah. bersih. dan sehat. dan badan air penerima (receiving waters). Secara umum. atau mengalihkan air. Hal ini berguna untuk mencegah adanya genangan. dan stasiun pompa. pintu-pintu air.” (http://one. pelimpah.indoskripsi. sistem drainase dapat didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan.com/node/6063). Di sepanjang sistem sering dijumpai bangunan lainnya seperti goronggorong. Drainase Atas Permukaan Pengertian Drainase “Drainase merupakan salah satu fasilitas dasar yang dirancang sebagai sistem guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan komponen penting dalam perencanaan kota (perencanaan infrastruktur khususnya). jembatan air (aquaduct). Dikutip dari (http://one. drainase adalah salah satu unsur dari prasarana umum yang dibutuhkan masyarakat kota dalam rangka menuju kehidupan kota yang aman. menguras.indoskripsi.

Drainase yang meliputi jenis. 4. a. Selain itu juga berfungsi sebagai pengendali kebutuhan air permukaan dengan tindakan untuk memperbaiki daerah becek. Hal ini berguna untuk mencegah adanya genangan. 2) a) Menurut letak bangunan: Drainase permukaan tanah (surface drainage) Suatu sistem pembuangan air untuk menyalurkan air di permukaan tanah. 3. Mengendalikan erosi tanah. 2. b) Drainase buatan (artificial drainage) Dibuat dengan tujuan tertentu.air permukaan ke badan air (sumber air permukaan dan bawah permkaan tanah) dan atau bangunan resapan. memerlukan bangunan khusus. Menurunkan permukaan air tanah pada tingkat yang ideal.2 Jenis Drainase dan Permasalahannya Menurut Rato jenis drainase dan permasalahannya dapat diuraikan sebagai berikut. kerusakan jalan dan bangunan yang ada. Mengeringkan daerah becek dan genangan air sehingga tidak ada akumulasi air tanah. sistem. c) Pada jenis tanaman tertentu drainase juga bermanfaat untuk mengurangi ketinggian muka air tanah sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. 2. . Mengendalikan air hujan yang berlebihan sehingga tidak terjadi bencana banjir. genangan air dan banjir. Kegunaan dengan adanya saluran drainase ini antara lain: 1. 1. Drainase dapat juga diartikan sebagai usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dalam kaitannya dengan salinitas. Jenis – jenis drainase 1) Menurut sejarah terbentuknya: a) Drainase alamiah (natural drainage) Terbentuk secara alamiah. dan permasalahannya Drainase merupakan salah satu faktor pengembangan irigasi yang berkaitan dalam pengolahan banjir (float protection). sedangkan irigasi bertujuan untuk memberikan suplai air pada tanaman . b) Drainase bawah permukaan tanah (subsurface drainage) Suatu sistem pembuangan untuk mengalirkan kelebihan air dibawah tanah. tidak terdapat bangunan penunjang.

Banyak faktor yang mempengaruhi dan pertimbangan yang matang dalam perencanaan. air meluap dan terjadilah genangan. b.3) Menurut fungsi : a) Single purpose Suatu jenis air buangan: air hujan. limbah industri. limbah domestik. Sistem dan permasalahan drainase 1) Sistem drainase dibagi menjadi: a) tersier drainage b) secondary drainage c) main drainage d) sea drainage 2) Permasalahan drainase: Permasalahan drainase perkotaan bukanlah hal yang sederhana. disamping itu peningkatan penduduk . Kapasitas sungai dan saluran drainase menjadi berkurang. Peningkayan jumlah penduduk selalu diikuti oleh penambahn infrastruktur perkotaan. 4) Menurut konstruksi : a) Saluran terbuka b) Saluran tertutup Untuk air kotor di saluran yang terbentuk di tengah kota. sehingga tidak mampu menampung debit yang terjadi. dan sebagainya. antara lain : a) Peningkatan debit manajemen sampah yang kurang baik memberi kontribusi percepatan pendangkalan /penyempitan saluran dan sungai. b) Peningkatan jumlah penduduk meningkatnya jumlah penduduk perkotaan yang sangat cepat. akibat dari pertumbuhan maupun urbanisasi. b) Multi purpose Beberapa jenis air buangan tercampur.

Drainase jalan raya pi perkotaan elevasi sisi atas selalu lebih tinggi dari sisi atas muka jalan . Umumnya di perkotaan dan luar perkotaan. 5) Mengelola limpasan dengan cara mengembangkan fasilitas untuk menahan air hujan. kemungkinan letak . Drainase lainnya a. d) Penyempitan dan pendangkalan saluran e) Reklamasi f) c. Di perkotaan saluran muka tanah selalu ditutup sebagai bahu jalan atau trotoar.juga selalu diikuti oleh peningkatan limbah. dengan sisi atas saluran rata dengan muka jalan sehingga air dapat masuk dengan bebas. Drainase Jalan Raya Drainase jalan raya dibedakan untuk perkotaan dan luar kota.Air masuk ke saluran melalui inflet. baik limbah cair maupun pada sampah. ada juga saluran drainase muka tanah tidak tertutup (terbuka lebar). menyimpan air hujan maupun pembuatan fasilitas resapan. c) Amblesan tanah disebabkan oleh pengambilan air tanah yang berlebihan. mengakibatkan beberapa bagian kota berada dibawah muka air laut pasang. drainase jalan raya selalu mempergunakan drainase muka tanah (Surface drainage). 2. meminimalkan kerugian serta memperbaiki konservasi lingkungn. Inflet yang ada dapat berupa inflet tegak ataupun inflet horizontal. 4) Peningkatan daya guna air. Walaupun juga sebagaiman diluar perkotaan. limbah sampah dan pasang surut Penanganan drainase perkotaan: 1) Diadakan penyuluhan akan pentingnya kesadaran membuang sampah 2) Dibuat bak pengontrol serta saringan agar sampah yang masuk ke drainase dapat dibuang dengan cepat agar tidak mengendap 3) pemberian sanksi kepada siapapun yang melanggar aturan terutama pembuangan sampah sembarangan agar masyarakat mengetahui pentingnya melanggar drainase. Untuk jalan raya yang lurus.

Kemiringan keadan melintang untuk runway umumnya lebih kecil atau samadengan 1. Drainase Lapangan Terbang Drainase lapangan terbang pembahasannya difokuskan pada draibase area run way dan shoulder karena runway dan shoulder merupakan area yang sulit diresapi. ketentuan dari FAA. dan harus segera dialirkan. Di sekeliling pelabuhan udara terutama di sekeliling runway dan shoulder. maka saluran akan terdapat pada sisi tepi jalan atau pada bahu jalan. harus ada saluran terbuka untuk drainase mengalirkan air (Interception ditch) dari sisi luar lapangan terbang.saluran pada sisi kiri dan sisi kanan jalan. b.10%. maka kemiringan jalan satu arah. tidak run of pada muka tanah (sub surface drainage) tidak boleh terjadi genangan dan tidak boleh tererosi. Batas antara keliling lapangan sepakbola dengan lapangan jalur atletik harus ada collector drain. 2.3 Sistem Drainase Perkotaan . Rumput di lapangan sepakbola harus tumbuh dan terpelihara dengan baik.007. genangan air di permukaan runway maksimum 14 cm. Jika jalan tidak lurus.50% sampai 5%.50% . menikung. Untuk menyalurkan air pada saluran ini pada jarak tertentu. tidak dua arah seperti jalan yang lurus. c. Drainase Lapangan Olahraga Drainase lapangan olahraga direncanakan berdasarkan infiltrasi atau resapan air hujan pada lapisan tanah. maka analisis kapasitas/debit hujan memepergunakan formola drainase muka tanah atau surface drainage. Jika jalan ke arah lebar miring ke arah tepi. kemiringan shoulder ditentukan antara 2. Amerika Serikat. direncanakan adanya pipa nol yang diposisikan dibawah badan jalan untuk mengalirkan air dari saluran. Kemiringan kearah memanjang ditentukan sebesar lebih kecil atau sama dengan 0. sedangkan jika kemiringan arah lebar jalan kearah median jalan maka saluran akan terdapat pada median jalan tersebut. Kemiringan satu arah pada jalan menikung ini menyebabkan saluran hanya pada satu sisi jalan yaitu sisi yang rendah.Kemiringan lapangan harus lebih kecil atau sama dengan 0.

Drainase perkotaan bertujuan untuk mengalirkan air lebih dari suatu kawasan yang berasal dari air hujan maupun air buangan. lapangan olahraga. Oleh karena itu setiap perkembangan kota harus diikuti dengan perbaikan sistem drainase. 2008). Dengan adanya suatu sistem drainase di perkotaan maka akan diperoleh banyak manfaat pada kawasan perkotaan yang bersangkutan. instalasi militer. 2008). rumah sakit. dan dengan adanya keinginan untuk meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan hidup maka manusia mulai berusaha untuk mengatur lingkungannya dengan cara melindungi daerah pemukimannya dari air berlebih dan air buangan. Hal ini disebabkan karena perkembangan urbanisasi. Karena suatu kota terbagibagi menjadi beberapa kawasan.Pertumbuhan kota dan perkembangan industri menimbulkan dampak yang cukup besar pada siklus hidrologi sehingga berpengaruh besar terhadap sistem drainase perkotaan. pada masa tertentu akan mengalami keadaan berlebih. maka drainase di masing-masing kawasan merupakan komponen yang saling terkait dalam suatu jaringan drainase perkotaan dan membentuk satu sistem drainase perkotaan. (Azwaruddin. instalasi listrik dan telekomunikasi. agar tidak terjadi genangan yang berlebihan pada suatu kawasan tertentu. sekolah. yaitu akan semakin . Selain itu semakin kompleksnya kegiatan manusia dapat menghasilkan limbah berupa air buangan yang dapat mengganggu kelangsungan hidupnya. menyebabkan perubahan tata guna lahan. yaitu merupakan suatu sistem pengeringan dan pengaliran air dari wilayah perkotaan yang meliputi pemukiman. (Azwaruddin. pelabuhan laut. (Azwaruddin. sehingga dapat mengganggu kehidupan manusia. Siklus keberadaan air di suatu lokasi dimana manusia bermukim. sehingga menimbulkan dampak negatif dan dapat memberikan manfaat bagi kegiatan kehidupan manusia. Pemahaman secara umum mengenai drainase perkotaan adalah suatu ilmu dari drainase yang mengkhususkan pengkajian pada kawasan perkotaan. 2008). kawasan industri dan perdagangan. lapangan parkir. Sebagai contoh ada perkembangan beberapa kawasan hunian yang diperkirakan sebagai penyebab banjir dan dan genangan di lingkungan sekitarnya. pelabuhan udara. serta tempat-tempat lainnya yang merupakan bagian dari sarana kota yang berfungsi mengendalikan kelebihan air permukaan.

banjir dan pembuangan limbah yang tidak teratur. tempat peribadatan. kenyamanan dan keasrian daerah pemukiman khususnya dan daerah perkotaan pada umumnya. maka kualitas hidup penduduk di wilayah bersangkutan akan menjadi lebih baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan ketentraman seluruh masyarakat. baik alur alam maupun alur buatan yang hulunya terletak di kota dan bermuara di sungai yang melewati kota tersebut atau bermuara ke laut di tepi kota tersebut.4 Sumber Air Buangan Secara umum sumber-sumber air buangan kota dibagi dalam kelompok-kelompok yang disesuaikan dengan perencanaan air minum yang ada diantaranya dari rumah tangga. air limbah domestik ataupun air limbah industri. yaitu akan semakin meningkatnya kesehatan. (Azwaruddin. kesehatan. agar tidak terjadi genangan yang berlebihan pada suatu kawasan tertentu. maka drainase di masing-masing kawasan merupakan komponen yang saling terkait dalam suatu jaringan drainase perkotaan dan membentuk satu sistem drainase perkotaan. dan dengan tidak adanya genangan air. banjir dan pembuangan limbah yang tidak teratur. pendidikan. Untuk .meningkatnya kesehatan. laut atau danau. untuk sibuang ke sungai. Karena suatu kota terbagibagi menjadi beberapa kawasan. Jaringan perkotaan meliputi seluruh alur air. Kelebihan air tersebut dapat berupa air hujan. Drainase perkotaan bertujuan untuk mengalirkan air lebih dari suatu kawasan yang berasal dari air hujan maupun air buangan. dan sarana rekreasi. kenyamanan dan keasrian daerah pemukiman khususnya dan daerah perkotaan pada umumnya. dan dengan tidak adanya genangan air. maka kualitas hidup penduduk di wilayah bersangkutan akan menjadi lebih baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan ketentraman seluruh masyarakat. perdagangan. 2008). Dengan adanya suatu sistem drainase di perkotaan maka akan diperoleh banyak manfaat pada kawasan perkotaan yang bersangkutan. 2. Drainase perkotaan melayani pembuangan kelebihan air pada suatu kota dengan cara mengalirkannya melalui peermukaan tanah (surface drainage) atau lewat di bawah permukaan tanah (sub surface drainage). industry sedang dan ringan.

2. 2.6 Sistem Pengumpulan Air Buangan Pada sistem pengumpulan air buangan yang diperhatikan ada dua macam air buangan. 3. yaitu : 1. Air buangan domestik. yaitu: 1. Sistem Drainase Terpisah. Sistem Drainase Utama. Cara atau sistem buangan ada tiga. b. Pemeliharaan sistem ini atas beberapa pertimbangan antara lain: a. 2. sistem drainase perkotaan yang melayani kepentingan sebagian kecil warga masyarakat kota. yaitu: 1. Kuantitas yang jauh berbeda antara air buangan dan air hujan. 4. sistem drainase yang mempunyai jaringan saluran pembuangan yang sama. Sistem terpisah (separate system) Air kotor dan air hujan dilayani oleh sistem saluran masing-masing secara terpisah. estimasi mengenai total air buangan dibagi dalam tiga hal. yaitu air hujan dan air kotor (bekas). sistem drainase perkotaan yang melayani kepentingan sebagian besar warga masyarakat kota. Sistem Drainase Lokal.menghindari terjadinya pembusukan dalam pengaliran air buangan harus sudah tiba di bangun pengolahan tidak lebih dari 18 jam untuk daerah tropis. .5 Sistem Jaringan Drainase Sistem penyediaan jaringan drainase terdiri dari empat macam. baik untuk air genangan atau air limpasan yang telah diolah. 3. tambahan aliran maksimum dari daerahdaerah industri dan komersial. Periode musim hujan dan kemarau yang terlalu lama. Dalam perencanaan. Infiltrasi air permukaan (hujan) dan air tanah (pada daerah pelayanan dan sepanjang pipa). Sistem Gabungan. sistem drainase yang mempunyai jaringan saluran pembuangan terpisah untuk air permukaan atau air limpasan. Air buangan industri dan komersial. maksimum aliran air buangan domestik untuk daerah yang dilayani pada periode waktu tertentu. 2.

Selain keuntungan sistem ini juga memiliki kerugian. d. Fluktuasi curah hujan dari tahun ke tahun relatif kecil. Pada instalasi pengolahan air buangan tidak ada tambahan beban kapasitas. antara lain: a. Saluran ini harus tertutup. karena penambahan air hujan. Keuntungan pada sistem terpisah antara lain: a. Sisitem saluran mempunyai dimensi yang kecil sehingga memudahkan pembuatannya dan operasinya. Debit masing-masing buangan relatif kecil sehingga dapat disalurkan. yaitu harus membuat dua sistem saluran sehingga memerlukan tempat yang luas dan biaya yang cukup besar.c. Pemilihan sistem ini didasarkan atas beberapa pertimbangan. baik pada musim kemarau maupun pada musim hujan. Pada sistem ini untuk saluran air buangan bisa direncaakan pembilasan sendiri. 3. c. Kuantitas air buangan dan air hujan tidak jauh berbeda. Hanya diperlukan satu sistem penyaluran air sehingga dalam pemilihannya lebih ekonomis. Terjadi pengeceran air buangan oleh air hujan sehingga konsentrasi air buangan menurun. c. b. Keuntungan pada sistem tercampur antara lain: a. Penggunaan sistem terpisah mengurangi bahaya bagi kesehatan masyarakat. Sistem Kombinasi (pscudo separate system) Sistem kombinasi merupakan perpaduan antara saluran air buangan dan saluran air hujan dimana pada waktu musim hujan air buangan dan air hujan . Sistem tercampur (combined system) Air kotor dan air hujan disalurkan melalui satu saluran yang sama. yaitu diperlukan area yang luas untuk menempatkan instalasi tambahan untuk penanggulangan di saat-saat tertentu. 2. b. Selain keuntungan sistem ini juga memiliki kerugian. b. Air bangunan memerlukan pengolahan terlebih dahulu sedangkan air hujan tidak peril dan harus secepatnya dibuang ke sungai yang terdapat pada daerah yang ditinjau.

maka secara teknis dan ekonomis sistem yang memungkinkan untuk diterapkan adalah sistem terpisah antara air buangan rumah tangga degan air buangan yang berasal dari air hujan. Sedang air hujan berfungsi sebagai pengecer dan penggelontor. Pola penggunaan lahan yang dimaksud harus mencakup tentang kondisi eksisting maupun rencana pengembangan di masa mendatang. Kedua saluran ini tidak bersat tetapi dihubungkan dengan sistem perpipaan interseptor. Ini dimaksudkan sebagai pertimbangan dalam menentukan trase saluran dan untuk mengidentifikasi jenis bangunan penunjang yang diperlukan. listrik. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas. c. 2.tercampur dalam saluran air buangan. jaringan telepon dan jaringan lain yang diperkirakan dapat menyebabkan bottle leck. Umumnya di dalam kota dilalui sungai-sungai dimana air hujan secepatnya diuang ke dalam sungai-sungai tersebut. merupakan peta yang dapat menggambarkan tentang pola penggunaan lahan didaerah rencana. b. . Jadi air buangan yanga akan diolah dalam bangunan pengolahan air buangan hanya berasal dari aktivitas penduduk dan industri. Periode musim kemarau dan musim hujan yang lama dan fluktuasi air hujan yang tidak tetap. Perbedaan yang besar antara kuantitas air buangan yang akan disaluran melalui jaringan penyalur air buangan dan kuantitas curah hujan pada daerah pelayanan. Prasarana lain. 2.7 Diskripsi Lingkungan Fisik dalam Sistem Drainase Diskripsi lingkungan fisik yang dianggap penting diketahui sesuai jenisnya dapat diuraikan sebagai berikut: 1. informasi tentang prasarana lain yang dimaksud meliputi jaringan jalan. air minum. Beberapa faktor yang dapat digunakan dalam menentukan pemilihan sistem adalah: a. Informasi tersebut diperlukan untuk enentukan lingkup sistem drainase yang diperlukan dan untuk merencanakan drainase yang tingkatnya sesuai dengan kategori tata guna tanah dari daerah yang bersangkutan. Tata guna lahan.

Suatu beda kontur 25 meter biasanya cukup bagi keperluan agar efek dari jalan. saluran dan penghalang aliran banjir lainnya dapat diperkirakan. daerah pembuangan yang dimaksud adalah tempat pembuangan kelebihan air dari lahan yang direncanakan (missal: sungai.000 atau 100. danau. 4. Outlet dari saluran ini biasanya terdapat di saluran collector atau conveyor. Informasi ini sangat penting terutama berkaitan dengan penempatan fasilitas outletnya.000 atau 1 : 10. Pola aliran pada daerah pembuangan. Pemetaan kontur di suatu daerah urban perlu dilakukan pada skala 1 : 5. jenis saluran dapat dibedakan menjadi: 1. atau langsung di natural drainage (drainase alam). Pola Aliran Alam. Pemetaan tersebut perlu mengacu pada suatu datum survai yang dikenal. 2. informasi yang diperlukan untuk menentukan arah penyaluran dan batas wilayah tadahnya. Interceptor drain Saluran interceptor adalah saluran yang berfungsi sebagai pencegah terjadinya pembebanan aliran dari suatu daerah terhadap daerah lain dibawahnya.8 Susunan dan Fungsi Saluran dalam Jaringan Drainase Sesuai dengan fungsi dan sistem kerjanya.000 juga munkin diperukan untuk menentukan DAS (Daerah Aliran Sungai) di hulu kota. dan beda kontur 1 meter pada daerah curam. Elevasi fasilitas outlet harus dtetapkan di atas maka maksimum daerah pembuangan. Pemetaan kontur dengan skala 1 : 50. Di mana pola aliran buangan alam cenderung mengarah pada bagian lembah. informasi tentang pola aliran alam diperluan untuk mendapatkan gambaran tentang kecenderungan pola letak dan arah aliran alah yang terjadi sesuai kondisi lahan daerah rencana. 2. Saluran ini biasa dibangun dan diletakkan pada bagian yang relative sejajar dengan garis kontur. dan lain-lain). 5.5 meter di daerah datar.3.000 dengan beda kontur 0. laut. sehingga gejala terjadinya muka air balik pada rencana saluran drainase dapat dihindari. Secara tidak langsung sebenarnya informasi ini dapat diinterprestasikan dari peta topografi dengan cara mengidentifikasi bagian lembah dan punggung. Collector drain . Topografi.

Gambaran prioritas daerah secara garis besar Semua hal tersebut dimaksudkan agar dalam penyusunan tata letak sistem jaringan drainase tidak terjadi pertentangan kepentingan. Pola arah aliran Dengan melihat peta topografi kita dapat menentukan arah aliran yang merupakan natura drainage system yang terbentuk secara alamiah. Sistem jaringan drainase dapat berfungsi sesuai tujuan (sasaran) b. dll. antara lain: a. dan dapat mengetahui toleransi lamanya genangan dari daerah tertentu. Dan pada akhirnya dalam menentukan tata letak dar jaringan drainase bertujuan untuk mencapai sasaran sebagai berikut: a. Menekan dampak lingkungan (negatif) sekecil mungkin . irigasi. Conveyor drain Saluran conveyor adalah saluran yang berfungsi sebagai pembawa air buangan dari suatu daerah ke lokasi pembuangan tanpa harus membahayakan daerah yang dilalui. air minum. Situasi dan kondisi fisik kota Informasi situasi dan kondisi fisik kota baik yang ada maupun yang sedang direncanakan perlu diketahui. 2. Letak dan jumlah prasarana yang ada e. Letak saluran ini di bagian terendah lembah dari suatu daerah sehingga secara efektif dapat berfungsi sebagai pengumpul dari anak cabang saluran yang ada. Sistem jaringan yang ada (drainase. Bottle neck yang mungkin ada c.) b.9 Prosedur Perancangan Tata Letak Sistem Jaringan Dranise Untuk menjamin berfungsinya suatu sistem jaringan drainase perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. 2. Tingkat kebutuhan drainase yang diperlukan f. Batas-batas daerah pemilikan d.Saluran collector adalah saluran yang berfungsi sebagai pengumpul debit yang diperoleh dari saluran drainase yang lebih kecil dan akhirnya akan dibuang ke saluran conveyor (pembawa). 3.

Bangunan pengaman erosi. ORR. berupa AWLR.9 Bangunan Penunjang Untuk menjamin berfunsinya saluran drainase secara baik maka diperlukan bangunan-bangunan pelengkap ditempat-tempat tertentu. pinta atomatis 7. seperti pintu geser. Bangunan rumah pompa 8. Bangunan silang. Bangunan lobang control 10. Bangunan pemecah energi. Stasiun meteorologi. Bangunan pintu air. Semua bangunan tersebut tidak harus ada pada setiap jaringan drainase. Keberadaannya tergantung pada kebutuha setempat yang biasanya dipengaruhi oleh fungsi saluran. kondisi lingkungan dan tuntutan akan kesempurnaan jaringannya. detektor kualitas air 12. Bangunan inlet. Bangunan kolam tandum/pengumpul 9. Bangunan outlet. seperti gorong-gorong 2. seperti bangunan terjun dan saluran curam 3. Biaya pembangunan serendah mungkin 2. Dapat bertahan lama (awet) ditinjau dari segi konstruksi dan fungsinya d.c. Bangunan instalasi pengolahan limbah 11. seperi kolam loncat air 6. seperti grill samping/datar 5. Peralatan penunjang. Dan lain sebagainya. Jenis bangunan pelengkap yang dimaksud meliputi: 1. seperti ground sill/leveling structure 4. .