You are on page 1of 5

1.

Proses Pengolahan Limbah Cair
Tujuan utama pengolahan limbah cair adalah mengurangi kandungan BOD, partikel
padatan terlarut, dan membunuh mikroorganisme patogen. Selain itu diperlukan juga
tambahan pengolahan untuk menghilangkan bahan nutrisi, komponen beracun, serta
bahan yang tidak dapat didegradasi sehingga konsentrasi yang ada menjadi rendah.
Untuk itu diperlukan pengolahan secara bertahap agar bahan tersebut di atas dapat
diminimalisir.
a. Pengolahan Air Limbah
Secara garis besar kegiatan pengolahan air limbah dapat dikelompokkan menjadi
enam bagian:
1) Pengolahan Pendahuluan (Pre-treatment)
Sebelum mengalami proses ppengolahan perlu dilakukan pembersihan
agar mempercepat dan memperlancar proses pengolahan selanjutnya.
2) Pengolahan Pertama (Primary Treatment)
Bertujuan untuk menghilangkan zat padat tercampur melalui pengendapan
dan penguapan.
3) Pengolahan Kedua (Secondary treatment)
Pengolahan kedua mencakup proses biologis yaitu untuk mengurangi
bahan-bahan organik melalui likroorganisme yang ada di dalamnya.
4) Pengolahan Ketiga (Tertiaty treatmment)
Pengolahan jenis yang ketiga dipergunakan apabila pada pengolahan
pertama dan kedua masih banyak terdapat zat tertentu yang berbahaya bagi
lingkungan. Pengolahan ini merupakan pengolahan secara khusus sesuai
dengan kandungan zat yang paling banyak terdapat dalam limbah dan
biasanya pengolahan ini dilakukan dalam pabrik yang menghasilkan air
limbah.
5) Pembunuhan Kuman (Desinfectant)
Hal ini bertujuan untuk mengurangi atau membunuh mikroorganisme
patogen yang terdapat dalam air limbah.
6) Pembuangan Air Limbah (Ultimate disposal)
Dari tahap-tahap pengolahan air limbah pasti akan dihasilkan produk
berupa lumpur yang perlu dilakukan pengolahan secara khusus agar
lumpur tersebut dapat dimanfaatkan kembali, sedangkan air bersih yang
dihasilkan dapat dibuang ke sungai.
Dari setiap fase tersebut dapat dipilih salah satu atau beberapa jenis pengolahan yang
diterapkan dan dapat memberikan manfaat terbaik. Pengolahan air limbah di setiap unit
bangunan menggunakan cara dan teknik yang berbeda, di mana tidak semua tahapan tersebut
digunakan, hal ini disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Pengolahan air limbah cair dilihat

Yang termasuk pengolahan secara kimia : i. Perlakuan mikroorganisme terhadap limbah cair tersebut sebenarnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Perbedaan dasar dari proses kimia dibanding dengan proses fisika adalah adanya penambahan bahan-bahan kimia. protozoa. Penyaringan ii. Communition iii. Pengapungan vii. Pengolahan limbah cair secara aerob. Deklorinasi 3) Pengolahaan limbah cair secara biologis Proses pengolahan limbah cair secara biologis dilakukan dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme (bakteri. peruraian atau pemisahan bahan yang tidak diinginkan berlangsung melalui mekanisme kimia. Pengolahan limbah cair secara aerob terdiri dari : a) Irigasi tanah (land irrigation) b) Kolam oksidasi (oxidation pond) c) Saringan cucuran (trickling filter) . Pengolahan limbah cair secara biologis umumnya merupakan kelanjutan dari proses pengolahan secara fisika dan kimia. Flow equalization iv. Adsorpsi iii. adalah pengolahan limbah cair yang menggunakan oksigen untuk penguraian zat-zat organik. bahan terapung dan menghilangkan zat-zat yang beracun.dari sifat-sifat jenis komponen pencemar yang terdapat dalam air limbah dapat dibedakan menjadi: 1) Pengolahan limbah cair secara fisika Pengolahan limbah cair secara fisika ini digunakan pada air limbah yang dapat dipisahkan langsung secara mekanik tanpa adanya penambahan bahan-bahan kimia. ganggang. Pengendapan secara kimia dengan penambahan koagulan ii. Filtrasi (penyaringan) 2) Pengolahan limbah cair secara kimia Pengolahan limbah cair secara kimia adalah pengolahan limbah dimana perubahan. atau melalui penghancuran biologis. Yang termasuk pengolahan secara fisika : i. Pengendapan vi. Desinfeksi iv. agar limbah cair tersebut menjadi bersih dari kotoran kasar. yaitu sebagai sumber nutrisi yang selanjutnya diperlukan untuk energi dan bahan pembangun sel. Untuk menguraikan atau merombak senyawa-senyawa dalam limbah menjadi zat yang lebih sederhana dan stabil. dll). Yang termasuk pengolahan secara biologis : 1. Mixing v.

Perubahan warna air susu disebabkan oleh kotoran dan kontaminasi bakteri. air limbah yang baru berwarna abu-abu sedangkan ar limbah yang telah busuk berwarna lebih gelap dan dalam ii. Pengolahan limbah cair secara anaerob. Bau Bau air limbah menunjukkan mengenai keadaan air limbah tersebut masih baru atau tidak. b. Warna Warna air susu yang normal adalah antara putih susu (albuish white) sampai kuning keemasan (golden yellow).d) Rotaring biological contractor e) Lumpur aktif (activated sludge) f) Aerasi kontak (contact aeration) g) Danau aerasi (aeration lagoon) 2. merupakan petunjuk kepekatan air limbah. yaitu zat yang terapung serta terurai secara halus sekali. Kandungan padatan tersuspensi Zat padat tersuspensi terdiri dari molekul dan ion dari zat organik maupun zat anorganik. Air limbah buangan pabrik yang masih segar . buangan harus dijaga agar tidak jauh berbeda dengan suhu lingkungan. suhu tinggi menyebabkan kelarutan oksigen dalam air berkurang. suhu air v. Suhu mempengaruhi kelarutan oksigen dalam air. Karakteristik Limbah Cair 1) Karakteristik fisik limbah cair Dapat ditentukan dengan parameter sebagai berikut : i. kalsium kaseinat dan koloidal phosphate. Nilai dari besarnya zat organik tersuspensi iv. Semakin besar jumlah zat koloid dan zat organik yang terkandung berarti semakin iii. besar pula tingkat kekeruhan air limbah tersebut. sedangkan warna kuning berasal dari pigmen karotin dan xanthofil dari tumbuhan hijau. kondisi septik berwarna hitam. hal ini disebabkan oleh aktivitas industri yang melibatkan proses pada suhu tinggi. Oleh karena itu. Pada pengolahan ini akan ditandai dengan dihasilkannya gas metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2). Kekeruhan Kekeruhan air limbah tergantung dari kandungan zat-zat koloid. hal ini dapat mengganggu ekosistem air. Suhu Suhu air buangan umumnya lebih tinggi dibandingkan suhu lingkungan. Warna tersebut terbentuk dari pantulan cahaya yang disebabkan oleh gumpalan lemak susu. adalah pengolahan limbah cair yang tidak memerlukan oksigen.

Batas baku mutu air limbah adalah dengan kandungan COD 75ppm. dan fosfor yang berasal dari pembusukan protein dan bahan organik lainnya yang terkandunga dalam air limbah. Pada pH rendah bakteri tidak bisa hidup dan berkembang biak. (Sugiharto. dibedakan menjadi dua yaitu bakteri yang memerlukan oksigen (aerob) dan bakteri yang tidak memerlukan oksigern (anaerob) b. Bakteri Keberadaan bakteri dipengaruhi oleh suhu. tanaman dan protista yang terkandung dalam air limbah adalah : a. Beberapa tipe protozoa penting dalam identifikasi kejernihan air. oksigen. di mana pH harus dibust 7 atau mendekati netral. Ion hidrogen merupakan faktor utama untuk mengetahui angka pH. dan keasaman. Chemical Oxygen Demand (COD) COD adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi secara kimia bahan terlarut (dinyatakan dalam mg/Liter atau ppm). sulfur. Tingkat kecepatan bakteri dalam berkembang biak diengaruhi oleh jumlah nutrisi yang tersedia dalam media hidupnya. b. konsentrasi.hampir tidak berbau atau cenderung berbau seperti bau sabun atau lemak. d. 1987). sedangkan dalam kondisi septik akan berbau sulfur atau kurang sedap yang disebabkan karena adanya campuran dari nitrogen. Jamur tidak dapat melakukan fotosintesis dan dapat tumbuh pada kondisi lembab dan pH sangat rendah. Jamur Jamur sangat penting dalam penjernihan air. Protozoa Protozoa dapat dijumpai pada permukaan air. adapun jenis binatang. kelembaban. Jenis bakteri ditinjau dari proses oksidasi yang berlangsung. Besarnya nilai pH dapat mempengaruhi biota air untuk proses secara biologis. 2) Karakteristik biologi Pemeriksaan secara biologi dalam air limbah dimasukkan untuk mengetahui apakah ada bakteri patogen yang terkandung di dalam air limbah tersebut. Syarat baku mutu air limbah adalah 6-7. . c. pH pH menunjukkan keasaman atau kebasaan dari suatu larutan. Ganggang Ganggang mampu mengadakan fotosintesis dan mampu menimbulkan bau yang tidak enak. 3) Karakteristik Kimia Karakteristik kimia limbah cair meliputi : a.

Total Suspended Solid (TSS) Yaitu total zat padat yang meliputi zat padat terlarut ddan tidak terlarut dalam air.c. Penentuan asam lemak menguap pada limbah susu dapat dilakukan dengan titrasi menggunakan larutan asam-basa sebagai larutan pentiter. Penguraian bakteri ini sekaligus akan menurunkan pH yang kemudian mengakibatkan perkoagulasi. f. (Anonim. 2009) . e. d. Batas syarat baku mutu air limbah adalah 30 ppm untuk sungai golongan II (dapat digunakan sebagai air untuk keperluan rumah tangga dan air minum dengan dimasak terlebih dahuu). Biological Oxygen Demand (BOD) BOD adalah jumlah oksign yang dibutuhkan mikroorganisme untuk menguraikan hampir semua zat organk dan sebagian zat organik tersuspensi. Volatile Fatty Acid (VFA) Volatile Fatty Acid dihasilkan dari penguraian bakteri terhadap lipida dan karbohidrat. Dissolved Oxygen (DO) Merupakan jumlah oksigen yang terlarut di dalam air limbah yang dinyatakan dalam ppm. Batas syarat baku mutu air limbah yaitu 4-6 ppm.