You are on page 1of 2

Abstrak

:
Gunung Slamet,di jawa tengah,Indonesia adalah stratovolcano calc – alkaline aktif
yang tersusun sebagian besar oleh basalt dan andesit basaltic. Mineralogi Fenokris
dari sebagian basalt magnesian telah dipelajari secara detail untuk mengetahui asal
dari proses magmatic awal pada busur gunung api yang besar. Berdasarkan
stratigrafi,mineralogy,petrografi, dan geokimia, basalt yang telah dipelajari dibagi
menjadi dua grup : Slamet Tua (Old Slamet (OS)) dan Slamet Baru (New Slamet (NS)
). Olivine pada Basalt OS berada pada jarak Fo92-65 dan menunjukan penyebaran
komposisi yang homogen. Olivine pada basalt NS berada pada jarak F090-61dan
menunjukan penyebaran komposisi yang diskontinyu . Mineralogi dari kedua basalt
ini mengindikasi bahwa Basalt OS merupakan hasil dari percampuran dua magma
induk dihasilkan dari sumber yang berbeda . Basalt NS dihasilkan dari sumber yang
berkurang lebih sedikit,namun magma berinteraksi secara ekstensif dengan sisa
sisa Kristal yang terbentuk di awal . Proses sistem terbuka terjadi pada awal
pembentukan magma ini dan mempengaruhi kandungan geokimia nya.
Pendahuluan :
Volkanisme zona subduksi adalah bentuk volkanisme yang dominant yang ada di
bumi ini dan diyakini merupakan penghasil sebagian besar kerak benua. Oleh
karena itu,memahami busur volkanisme sangat penting terhadap pemahaman kita
atas beberapa permasalahan geologi mendasar seperti pembentukan dan
pertumbuhan benua dan memprediksi bahaya dari aktivitas vulkanik. Busur magma
mencakup spectrum komposisi yang luas,yang menggambarkan kerumitan dari
sumber mereka serta keanekaragaman yang terbentuk saat magma bergerak naik
ke litosfer. Namun,mengidentifikasi asal magma tersebut secara tepat dan
menentukan derajat interaksi antara kedua komponen tersebut dan imbas yang
dihasilkan terhadap evolusi magmatic suatu gunungapi masih menjadi masalah.
Oleh karena itu mengenali proses yang merubah komposisi magma primer
seringkali dibutuhkan untuk memahami pembentukan dan evolusi dari magma yang
berhubungan dengan subduksi
Gunung Slamet, di Jawa Tengah, Indonesia, merupakan gunung api calc-alkaline
yang tidak biasa karena mengandung basalt yang tinggi,yang biasa nya
mengandung olivine sebagai magnesian Fo92 .Meskipun terdapat pada tatanan
seting tektonik yang tidak rumit, basalt gunung slamet memiliki komposisi fenokris
yang luas yang menunjukan bahwa basalt tersebut merupakan hasil dari proses
magmatic yang bervariasi.
2. Seting geologi dan Geokimia Gunung api Slamet
Gunung api Slamet berada pada Jawa tengah,Indonesia , memiliki ketinggian 3428
mdpl dan merupakan gunung api kuarter,termasuk kedalam sistem busur sunda
yang terbentuk sebagai hasil dari penunjaman yang berarah utara lempeng IndoAustralia kebawah lempeng Eurasia. Terbentuk pada kerak benua dengan tebal 20-

memiliki Zr/Nb lebih tinggi.25 km dengan struktur velocity intermediate.menunjukan bahwa lava yang dihasilkan merupakan hasil dari subduksi.7 %. kandungan REE yang lebih rendah.Old Slamet (OS) dan New Slamet (NS). Kompleks gunung api Slamet mencakup produk dari dua kubah strato yang overlap .1 – 7. Lava gunung Slamet menunjukan jarak kontinyu dari komposisi penyusunnya dari basalt hingga dasit. Sampel ini memiliki elemen jejak yang khas.dengan kandungan SiO2 antara 50. Dua sampel dari anggota NS. Berkomposisi seluruhnya oleh basaltdan andesit basaltic. .1 dan 50. Merupakan calc – alkaline sampai High K calc – alkaline. NS menunjukan topografi yang lebih halus. puncak.batuan dari Old Slamet lebih asam.7 % dan kandungan MgO dari 7. Empat Sampel yang diambil memiliki komposisi basalt.sedangkan 2 lainnya merupakan anggota OS. OS memiliki karakteristik berupa topografi yang tinggi. dan komposisi dominannya oleh andesit basaltic – andesit.hanya terdapat kerucut scoria pada sayapnya.dengan lembah yang dalam.