You are on page 1of 4

DYSPEPSIA

SOP

No. Dokumen

:

SPO/PKF/PB/

No. Revisi
Tanggal Terbit
Halaman

:
:
:

0
02 Januari 2016
1/3
Drs. Haeria, SKM., M.KM.
Pembina
NIP. 19641213 198803 1 006

PUSKESMAS
BEBER

Merupakan kumpulan keluhan yang berdiri dari rasa tidak enak/ sakit perut
bagian atas yang hilang timbul/ menetap yang dapat disertai mual/ muntah.

1.

Pengertian

2.

Tujuan

3.

Kebijakan

a. Keputusan Kepala Puskesmas Beber No. 125/SK/K- PKM.BBR/I/2015tgl.

4.

Referensi

a.
b.

Sebagai acuan untuk penatalaksanaan dyspepesia
02-01-2015 tentang Dyspepsia
b. Undang-undang No 32 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.

c.
5.

Prosedur

Undang Undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
Panduan Praktik Klinik Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Primer edisi II tahun 2014.
Pemenkes No. 75 tahun 2004 tentang pemerintahan di daerah

a. Persiapan Bahan dan Alat:
1.
2.
3.
4.

Tensimeter
Stetoskop
Termometer
RM
5. Buku Register BP
6. Blangko Resep
7. Blangko Rujukan
b. Langkah – Langkah Prosedur :
1. Pasien dipersilakan masuk ruangan pemeriksaan
2. Petugas melakukan anamnesis, yang tersusun :
a. Menanyakan identitas pasien
b. Menanyakan keluhan dyspepsia dapat berupa :
- Rasa nyeri dan terbakar pada perut bagian atas
- Keluhan mereda/ memburuk bila di ikuti dengan makan
- Mual
- Muntah
- Muntah tanpa/ disertai darah
- Kembung
- BAB (mencret)
c. Menggali riwayat penyakit dahulu
d. Menggali riwayat keluarga
e. Menggali riwaya alergi obat
f. Menggali riwayat faktor resiko dyspepsia misal pola makan setiap
hari (tidak teratur, makan pedas, asam)
3. Pemeriksaan Fisik
a. Petugas melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital (tekanan darah,
frekuensi denyut nadi, frekuensi pernafasan, suhu)
b. Petugas melakukan pemeriksaan fisik seperti keadaan umum,
anemis pada konjungtiva pasien, ada tidaknya tekan daerah

.

the. makanan pedas dll 7. Bila terjadi proses implamasi dapat ditemukan pendarahan saluran guna berupahetamatesisi.Puskesmas Beber DYSPEPSIA No. Merapikan kembali peralatan. Penegakan Diagnosis Petugas menegakan diagnosis dyspepsia 6. Mempersilakan pasien untuk mengambil obat 8. Unit Terkait BP Umum UGD 8.Metoclorpurpamid dewasa 3x5-10g . 6. Dokumen : SOP/BP/PB/ No. dan nebula 4.Omeprazole 20g 1x1 . seperti : makan tepat waktu. Farmakologi : . Memberikan edukasi kepada pasien menghindari pemicu terjadinya keluhan. Pemeriksaan penunjang bila di perlukan 5. Bagan Alir Pasien Masuk : Melakukan Anamnesa Melakukan Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Penunjang bila perlu Menegakkan diagnosa klinis Rujukan bila perlu UGD Selesai 7. Revisi : 0 Halaman :2/3 c. Penatalaksanaan a.Domferidon 1g dewasa 3x1 Melakukan rujukan bila memenuhi kriteria rujukan b.Ranitidin 50g 2x1 . makan sering dengan porsi yang kecil. hindari makana yang da[pat meningkatkan asama lambung seperti : kopi. Dokumen Terkait Rekam Medis BP Umum Melakukan Terapy Memberikan Edukasi . abdomen +/u daerah epigastrium.Antasida 3x 500-1000g/hri .

Puskesmas Beber 9. Revisi : 0 ISI PERUBAHAN Halaman :3/3 TANGGAL MULAI DIBERLAKUKAN . Dokumen : SOP/BP/PB/ No. Rekaman Histori Perubahan DYSPEPSIA NO YANG DI UBAH No.