You are on page 1of 540

KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI

ANCANGAN
KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR KEP. 402/MEN-SJ/X/2011
TENTANG
TUGAS, FUNGSI, DAN URAIAN TUGAS UNIT KERJA ESELON I
DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang

: a. bahwa dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Tenaga
Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor
PER.12/MEN/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, maka perlu
disusun tugas, fungsi, dan uraian tugas unit kerja Eselon I di
Lingkungan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi;
b. bahwa untuk itu perlu ditetapkan dengan Keputusan Menteri;

Mengingat

: 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4916);
2. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang
Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara;
3. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang
Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta
Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi
Eselon I
Kementerian Negara;
4. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009;
5. Keputusan Presiden Nomor 118/M Tahun 2011;
6. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor
PER.12/MEN/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
MEMUTUSKAN:

Menetapkan
KESATU

:
: Menetapkan Tugas, Fungsi, dan Uraian Tugas Unit Kerja
Eselon I di Lingkungan Kementerian Tenaga Kerja dan
Transmigrasi, sebagaimana tercantum dalam Lampiran I – XI
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri
ini.

KEDUA

: Tugas, Fungsi, dan Uraian Tugas Unit Kerja Eselon I merupakan
pedoman pelaksanaan pekerjaan bagi pejabat di Lingkungan
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

KETIGA

: Pada saat Keputusan Menteri ini mulai berlaku, maka:
- Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER. 03/MENSJ/XI/2007 tentang Tugas Pokok, Fungsi, dan Uraian Tugas
Unit Kerja Sekretariat Jenderal;
- Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER. 04/MENSJ/XI/2007 tentang Tugas Pokok, Fungsi, dan Uraian Tugas
Unit Kerja Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan
Produktivitas;
- Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER. 05/MENSJ/XI/2007 tentang Tugas Pokok, Fungsi, dan Uraian Tugas
Unit Kerja Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan
Tenaga Kerja;
- Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER. 06/MENSJ/XI/2007 tentang Tugas Pokok, Fungsi, dan Uraian Tugas
Unit Kerja Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan
Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja;
- Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER. 07/MENSJ/XI/2007 tentang Tugas Pokok, Fungsi, dan Uraian Tugas
Unit Kerja Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan
Ketenagakerjaan;
- Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER. 08/MENSJ/XI/2007 tentang Tugas Pokok, Fungsi, dan Uraian Tugas
Unit Kerja Direktorat Jenderal Pembinaan Penyiapan
Permukiman dan Penempatan Transmigrasi;
- Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER. 09/MENSJ/XI/2007 tentang Tugas Pokok, Fungsi, dan Uraian Tugas
Unit Kerja Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan
Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi;
- Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER. 10/MENSJ/XI/2007 tentang Tugas Pokok, Fungsi, dan Uraian Tugas
Unit Kerja Inspektorat Jenderal;
- Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER. 11/MENSJ/XI/2007 tentang Tugas Pokok, Fungsi, dan Uraian Tugas
Unit Kerja Badan Penelitian, Pengembangan dan Informasi;
- Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER. 12/MENSJ/XI/2007 tentang Tugas Pokok, Fungsi, dan Uraian Tugas
Unit Pusat-Pusat di Bawah Sekretariat Jenderal;
- Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER. 13/MENSJ/XI/2007 tentang Tugas Pokok, Fungsi, dan Uraian Tugas
Unit Staf Ahli Menteri;
dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

KEEMPAT

: Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 10 Oktober 2011
a.n. MENTERI
TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
SEKRETARIS JENDERAL,

DR. IR. MUCHTAR LUTHFIE, MMA.
NIP 19541204 198212 1 001

2

LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.
NOMOR
: KEP. 402/MEN-SJ/X/2011
TANGGAL : 10 Oktober 2011

TUGAS, FUNGSI, DAN URAIAN TUGAS UNIT KERJA
SEKRETARIAT JENDERAL

BAB I
TUGAS, FUNGSI, DAN URAIAN TUGAS
Pasal 1
Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas,
pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di
lingkungan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Pasal 2
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, Sekretariat
Jenderal menyelenggarakan fungsi:
a. koordinasi kegiatan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi;
b. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Tenaga Kerja
dan Transmigrasi;
c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan,
kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip dan dokumentasi Kementerian
Tenaga Kerja dan Transmigrasi;
d. pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerja sama, dan
hubungan masyarakat;
e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum;
f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara; dan
g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi.
Pasal 3
Uraian tugas Sekretariat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal
2, antara lain sebagai berikut:
a. mengkoordinasikan penyusunan rencana pembangunan jangka panjang (RPJP)
dan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Kementerian;
b. menyusun rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) dan rencana
pembangunan jangka menengah (RPJM) Sekretariat Jenderal;
c. mengkoordinasikan penyusunan rencana kerja pemerintah (RKP) Kementerian;
d. menyusun Renstra Setjen dan mengkoordinasikan penyusunan Renstra
Kementerian;
e. menyusun Renja K/L Setjen dan mengkoordinasikan penyusunan Renja
Kementerian;
f. menyusun RKA-KL Setjen dan mengkoordinasikan penyusunan RKA-KL
Kementerian;
g. menyusun RKT Setjen dan menyiapkan RKT Kementerian;
h. menyusun Penetapan Kinerja Setjen;
i. menyusun Program Kerja dan Renlakgiat Setjen dan menyiapkan Program Kerja
dan Renlakgiat Kementerian;
j. mengkoordinasikan kegiatan yang sudah terprogram maupun kegiatan yang
bersifat ad hoc di Lingkungan Kementerian;

3

k.

l.
m.
n.

o.

p.
q.

melaksanakan pembinaan dan memberikan dukungan administrasi yang meliputi
ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip dan
dokumentasi di Lingkungan Kementerian;
melaksanakan pembinaan dan menyelenggarakan organisasi dan tata laksana,
kerjasama, dan hubungan masyarakat di Lingkungan Kementerian;
mengkoordinasikan dan menyusun peraturan perundang-undangan dan
memberikan bantuan hukum;
menyelenggarakan pembinaan dan pengelolaan barang milik/kekayaan negara di
Lingkungan Kementerian serta mengelola barang milik/kekayaan negara di
Lingkungan Setjen;
menyusun Laporan Bulanan, Triwulan, Semester, dan Tahunan Setjen dan
menyiapkan penyusunan Laporan Bulanan, Triwulan, Semester, dan Tahunan
Kementerian;
menyusun LAKIP Setjen dan menyiapkan penyusunan LAKIP Kementerian; dan
melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Menteri.

BAB II
SUSUNAN ORGANISASI
Pasal 4
Sekretariat Jenderal terdiri atas:
a.
b.
c.
d.
e.

Biro Perencanaan;
Biro Keuangan;
Biro Organisasi dan Kepegawaian;
Biro Hukum; dan
Biro Umum.

Bagian Kesatu
Biro Perencanaan
Pasal 5
Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan
rencana umum, program dan anggaran ketenagakerjaan dan ketransmigrasian,
bahan nota keuangan dan RAPBN Kementerian, serta evaluasi dan laporan.
Pasal 6
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana
Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi:
a.
b.
c.
d.

dimaksud

dalam

Pasal

5,

koordinasi dan penyusunan rencana umum;
koordinasi dan penyusunan program dan anggaran;
pelaksanaan penyusunan bahan nota keuangan dan RAPBN Kementerian;
pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program dan
anggaran; dan
e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

4

Pasal 7
Uraian tugas Biro Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan Pasal 6,
antara lain sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.

n.

o.
p.
q.

menyusun Renstra Biro dan mengkoordinasikan penyusunan Renstra Setjen;
menyusun Renja K/L Biro dan mengkoordinasikan penyusunan Renja Setjen;
menyusun RKA-KL Biro dan mengkoordinasikan penyusunan RKA-KL Setjen;
menyusun RKT Biro dan mengkoordinasikan penyusunan RKT Setjen;
menyusun Penetapan Kinerja Biro dan mengkoordinasikan penyusunan
Penetapan Kinerja Setjen;
menyusun Program Kerja dan Renlakgiat Biro dan mengkoordinasikan
penyusunan Program Kerja dan Renlakgiat Setjen;
mengkoordinasikan dan menyusun rencana umum Kementerian;
mengkoordinasikan dan menyusun program dan anggaran Kementerian;
menyiapkan bahan rapat pimpinan;
melaksanakan penyusunan bahan nota keuangan dan RAPBN Kementerian;
menyusun laporan pelaksanaan tugas dan pelaksanaan program di lingkungan
Kementerian;
melaksanakan pemantauan, evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan
program dan anggaran Kementerian;
merumuskan konsep kebijakan dan menyusun norma, standar, prosedur, dan
kriteria perencanaan program ketenagakerjaan dan ketransmigrasian serta
pemantauan dan evaluasi perencanaan;
menyusun Laporan Bulanan, Triwulan, Semester dan Tahunan Biro dan
mengkoordinasikan penyusunan Laporan Bulanan, Triwulan, Semester dan
Tahunan Setjen;
menyusun LAKIP Biro;
melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro; dan
melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 8

Biro Perencanaan terdiri atas:
a.
b.
c.
d.

Bagian Perencanaan Umum;
Bagian Penyusunan Program dan Anggaran I;
Bagian Penyusunan Program dan Anggaran II; dan
Bagian Evaluasi dan Pelaporan.
Pasal 9

Bagian Perencanaan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi
dan penyusunan rencana jangka menengah, rencana jangka panjang, dan rencana
strategis bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian, serta pelaksanaan tugas
ketatausahaan Biro.
Pasal 10
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Bagian
Perencanaan Umum menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perencanaan jangka menengah dan perencanaan jangka panjang
bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian;
b. penyiapan perencanaan strategis bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian;
dan
c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

5

Pasal 11
Uraian tugas Bagian Perencanaan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9
dan Pasal 10, antara lain sebagai berikut:
a. menyusun konsep RPJM dan RPJP bidang ketenagakerjaan dan
ketransmigrasian;
b. menyusun konsep Renstra bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian;
c. menyusun konsep norma, standar, prosedur, dan kriteria perencanaan umum
bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian serta pemantauan dan evaluasi
perencanaan;
d. menyusun program dan anggaran Bagian;
e. melaksanakan program dan kegiatan Bagian;
f. menyusun Laporan Bulanan, Triwulan, Semester dan Tahunan Bagian;
g. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Bagian;
h. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro; dan
i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 12
Bagian Perencanaan Umum terdiri atas:
a.
b.
c.

Subbagian Perencanaan Umum I;
Subbagian Perencanaan Umum II; dan
Subbagian Tata Usaha Biro.
Pasal 13

Subbagian Perencanaan Umum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
koordinasi, penyusunan, pemantauan, dan evaluasi bahan rencana jangka
menengah, rencana jangka panjang, dan rencana strategis unit Direktorat Jenderal
Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan
Tenaga Kerja, Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan
Sosial Tenaga Kerja serta Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan
Ketenagakerjaan.
Pasal 14
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13, Subbagian
Perencanaan Umum I menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan koordinasi rencana jangka menengah, rencana jangka panjang
dan rencana strategis unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan
Produktivitas, Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja ,
Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga
Kerja serta Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan;
b. penyiapan bahan penyusunan rencana jangka menengah, rencana jangka
panjang dan rencana strategis bidang ketenagakerjaan unit Direktorat Jenderal
Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Direktorat Jenderal Pembinaan
Penempatan Tenaga Kerja, Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial
dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja serta Direktorat Jenderal Pembinaan
Pengawasan Ketenagakerjaan; dan
c. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi rencana jangka menengah, rencana
jangka panjang dan rencana strategis bidang ketenagakerjaan unit Direktorat
Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Direktorat Jenderal Pembinaan
Penempatan Tenaga Kerja, Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial
dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja serta Direktorat Jenderal Pembinaan
Pengawasan Ketenagakerjaan.

6

Pasal 15
Uraian tugas Subbagian Perencanaan Umum I sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 13 dan Pasal 14, antara lain sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan koordinasi penyusunan RPJM dan RPJP unit Direktorat
Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Direktorat Jenderal Pembinaan
Penempatan Tenaga Kerja, Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial
dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja serta Direktorat Jenderal Pembinaan
Pengawasan Ketenagakerjaan;
b. menyiapkan bahan perumusan Renstra unit Direktorat Jenderal Pembinaan
Pelatihan dan Produktivitas, Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga
Kerja, Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial
Tenaga
Kerja
serta
Direktorat
Jenderal
Pembinaan
Pengawasan
Ketenagakerjaan;
c. menyiapkan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria RPJM,
RPJP dan Renstra unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan
Produktivitas, Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja,
Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga
Kerja serta Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan;
d. menyiapkan bahan koordinasi pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rencana
strategis unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas,
Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja, Direktorat Jenderal
Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja serta
Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan; dan
e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 16
Subbagian Perencanaan Umum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
koordinasi, penyusunan, pemantauan, dan evaluasi bahan rencana jangka
menengah, rencana jangka panjang, dan rencana strategis unit Sekretariat Jenderal,
Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi, Direktorat
Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi,
Inspektorat Jenderal serta Badan Penelitian, Pengembangan, dan Informasi.
Pasal 17
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, Subbagian
Perencanaan Umum II menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan koordinasi rencana jangka menengah, rencana jangka panjang
dan rencana strategis unit Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pembinaan
Pembangunan Kawasan Transmigrasi, Direktorat Jenderal Pembinaan
Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi, Inspektorat Jenderal
serta Badan Penelitian, Pengembangan, dan Informasi;
b. penyiapan bahan penyusunan rencana jangka menengah, rencana jangka
panjang dan rencana strategis bidang ketenagakerjaan unit Sekretariat Jenderal,
Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi, Direktorat
Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi,
Inspektorat Jenderal serta Badan Penelitian, Pengembangan, dan Informasi; dan
c. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi rencana jangka menengah, rencana
jangka panjang dan rencana strategis bidang ketenagakerjaan unit Sekretariat
Jenderal, Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi,
Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan
Transmigrasi, Inspektorat Jenderal serta Badan Penelitian, Pengembangan, dan
Informasi.

7

Pasal 18
Uraian tugas Subbagian Perencanaan Umum II sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 16 dan Pasal 17, antara lain sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan koordinasi penyusunan RPJM dan RPJP unit Sekretariat
Jenderal, Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi,
Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan
Transmigrasi, Inspektorat Jenderal serta Badan Penelitian, Pengembangan, dan
Informasi;
b. menyiapkan bahan perumusan Renstra unit Sekretariat Jenderal, Direktorat
Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi, Direktorat Jenderal
Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi, Inspektorat
Jenderal serta Badan Penelitian, Pengembangan, dan Informasi;
c. menyiapkan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria RPJM,
RPJP dan Renstra unit Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pembinaan
Pembangunan Kawasan Transmigrasi, Direktorat Jenderal Pembinaan
Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi, Inspektorat Jenderal
serta Badan Penelitian, Pengembangan, dan Informasi;
d. menyiapkan bahan koordinasi pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rencana
strategis unit Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan
Kawasan Transmigrasi, Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan
Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi, Inspektorat Jenderal serta Badan
Penelitian, Pengembangan, dan Informasi; dan
e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 19
Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
penyusunan rencana program dan anggaran, kepegawaian, keuangan,
ketatausahaan, dan rumah tangga Biro.
Pasal 20
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19, Subbagian
Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:
a.
b.
c.
d.

penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran Biro;
pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian Biro;
pengelolaan urusan keuangan Biro; dan
pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Biro.
Pasal 21

Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 dan
Pasal 20, antara lain sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Biro;
mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja Biro;
mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL) Biro;
mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Biro;
mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Biro;
mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Biro;
melaksanakan urusan administrasi kepegawaian Biro;
melaksanakan pengelolaan urusan keuangan Biro;
melaksanakan pengelolaan perpustakaan Biro;
melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Biro;
melaksanakan penatausahaan barang milik negara (BMN);

8

l.
m.
n.
o.
p.

melaksanakan pengelolaan perpustakaan Biro;
melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Biro;
menyusun Laporan Bulanan, Triwulan, Semester dan Tahunan Biro;
mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Biro; dan
melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 22

Bagian Penyusunan Program dan Anggaran I mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan penyusunan program dan anggaran, bahan nota keuangan dan RAPBN,
serta pengendalian dan pembinaan pelaksanaan program dan anggaran bidang
pelatihan dan produktivitas, penempatan tenaga kerja, hubungan industrial dan
jaminan sosial tenaga kerja serta pengawasan ketenagakerjaan.
Pasal 23
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22, Bagian
Penyusunan Program dan Anggaran I menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran bidang
pelatihan dan produktivitas, penempatan tenaga kerja, hubungan industrial dan
jaminan sosial tenaga kerja serta pengawasan ketenagakerjaan;
b. pengumpulan, pengolahan dan analisis data, program dan anggaran bidang
pelatihan dan produktivitas, penempatan tenaga kerja, hubungan industrial dan
jaminan sosial tenaga kerja serta pengawasan ketenagakerjaan;
c. pengendalian pelaksanaan program dan anggaran bidang pelatihan dan
produktivitas, penempatan tenaga kerja, hubungan industrial dan jaminan sosial
tenaga kerja serta pengawasan ketenagakerjaan;
d. pembinaan penyusunan program dan anggaran bidang pelatihan dan
produktivitas, penempatan tenaga kerja, hubungan industrial dan jaminan sosial
tenaga kerja serta pengawasan ketenagakerjaan;
e. penyusunan instrumen kebijakan penyusunan rencana kerja dan anggaran
bidang pelatihan dan produktivitas, penempatan tenaga kerja, hubungan
industrial dan jaminan sosial tenaga kerja serta pengawasan ketenagakerjaan;
dan
f. penyiapan penyusunan bahan nota keuangan dan RAPBN bidang pelatihan dan
produktivitas, penempatan tenaga kerja, hubungan Industrial dan jaminan sosial
tenaga kerja serta pengawasan ketenagakerjaan.
Pasal 24
Uraian tugas Bagian Penyusunan Program dan Anggaran I sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 22 dan Pasal 23, antara lain sebagai berikut:
a.

b.

c.

menyiapkan dan mengkoordinasikan penyusunan program dan anggaran dalam
RKAKL bidang pelatihan dan produktivitas, penempatan tenaga kerja, hubungan
industrial dan jaminan sosial tenaga kerja serta pengawasan ketenagakerjaan;
menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan penyusunan program dan
anggaran bidang pelatihan dan produktivitas, penempatan tenaga kerja,
hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja serta pengawasan
ketenagakerjaan;
penyusunan instrumen kebijakan penyusunan rencana kerja dan anggaran
bidang pelatihan dan produktivitas, penempatan tenaga kerja, hubungan
industrial dan jaminan sosial tenaga kerja serta pengawasan ketenagakerjaan;

9

d.

e.
f.
g.

penyiapan penyusunan bahan nota keuangan dan RAPBN bidang pelatihan dan
produktivitas, penempatan tenaga kerja, hubungan Industrial dan jaminan sosial
tenaga kerja serta pengawasan ketenagakerjaan;
melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Bagian;
menyusun Laporan Bulanan, Triwulan, Semester dan Tahunan Bagian; dan
melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 25

Bagian Penyusunan Program dan Anggaran I terdiri atas:
a. Subbagian Pelatihan dan Produktivitas;
b. Subbagian Penempatan Tenaga Kerja; dan
c. Subbagian Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, dan
Pengawasan Ketenagakerjaan.
Pasal 26
Subbagian Pelatihan dan Produktivitas mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan pengumpulan, pengolahan, analisis data, perumusan dan penyusunan
program dan anggaran serta nota keuangan dan RAPBN di bidang pelatihan dan
produktivitas tenaga kerja.
Pasal 27
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26, Subbagian
Pelatihan dan Produktivitas menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan pengumpulan, pengolahan, analisis data program dan
anggaran di bidang pelatihan dan produktivitas tenaga kerja;
b. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan program dan anggaran di bidang
pelatihan dan produktivitas tenaga kerja; dan
c. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan nota keuangan dan RAPBN di
bidang pelatihan dan produktivitas tenaga kerja.
Pasal 28
Uraian tugas Subbagian Pelatihan dan Produktivitas sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 26 dan Pasal 27, antara lain sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan pengumpulan, pengolahan dan analisis data program dan
anggaran di bidang pelatihan dan produktivitas tenaga kerja;
b. menyiapkan dan mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja dan Nota
Keuangan bidang pelatihan dan produktivitas tenaga kerja;
c. menyiapkan bahan koordinasi penyusunan RKA-KL bidang pelatihan dan
produktivitas tenaga kerja;
d. menyiapkan bahan perumusan dan penyusunan program dan anggaran di
bidang pelatihan dan produktivitas tenaga kerja;
e. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan nota keuangan dan RAPBN di
bidang pelatihan dan produktivitas tenaga kerja; dan
f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 29
Subbagian Penempatan Tenaga Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan
bahan pengumpulan, pengolahan, analisis data, perumusan dan penyusunan
program dan anggaran serta nota keuangan dan RAPBN di bidang penempatan
tenaga kerja.

10

pengolahan dan analisis data program dan anggaran di bidang penempatan tenaga kerja. dan Pengawasan Ketenagakerjaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. e. menyiapkan dan mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja dan Nota Keuangan bidang penempatan tenaga kerja. menyiapkan bahan koordinasi penyusunan RKA-KL bidang penempatan tenaga kerja. menyiapkan bahan perumusan dan penyusunan program dan anggaran di bidang penempatan tenaga kerja. Pasal 31 Uraian tugas Subbagian Penempatan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dan Pasal 30 antara lain sebagai berikut: a. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Subbagian Penempatan Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan nota keuangan dan RAPBN di bidang penempatan tenaga kerja. dan f. b. pengolahan. menyiapkan dan mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja dan Nota Keuangan bidang hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan program dan anggaran di bidang hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan nota keuangan dan RAPBN di bidang hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. analisis data program dan anggaran di bidang hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan nota keuangan dan RAPBN di bidang penempatan tenaga kerja. pengolahan. analisis data program dan anggaran di bidang penempatan tenaga kerja. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 dan Pasal 33. antara lain sebagai berikut: a. b. analisis data. 11 . menyiapkan bahan pengumpulan. perumusan dan penyusunan program dan anggaran serta nota keuangan dan RAPBN di bidang hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja serta pengawasan ketenagakerjaan. penyiapan bahan pengumpulan. pengolahan dan analisis data program dan anggaran di bidang hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. c. Pasal 33 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 Subbagian Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Pengawasan Ketenagakerjaan menyelenggarakan fungsi: a. dan c. menyiapkan bahan pengumpulan. b. dan c. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan program dan anggaran di bidang penempatan tenaga kerja. d. Pasal 34 Uraian tugas Subbagian Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. penyiapan bahan pengumpulan. Pasal 32 Subbagian Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja.Pasal 30 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29. b.

pengembangan. Pasal 37 Uraian tugas Bagian Penyusunan Program dan Anggaran II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dan Pasal 36. dan f. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran bidang ketransmigrasian. penyusunan instrumen kebijakan penyusunan rencana kerja dan anggaran bidang ketransmigrasian. c. dan informasi serta pengawasan intern. program dan anggaran bidang ketransmigrasian. kesekretariatan. d. penyiapan penyusunan bahan nota keuangan dan RAPBN bidang ketransmigrasian. pengembangan. kesekretariatan. kesekretariatan. kesekretariatan. pengembangan. dan informasi serta pengawasan intern. kesekretariatan. menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan penyusunan program dan anggaran bidang ketransmigrasian. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan informasi serta pengawasan intern. Bagian Penyusunan Program dan Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. e. penelitian. penelitian. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan nota keuangan dan RAPBN di bidang hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan dan mengkoordinasikan penyusunan program dan anggaran dalam RKA-KL bidang ketransmigrasian. pengembangan. dan informasi serta pengawasan intern. serta pengendalian dan pembinaan pelaksanaan program dan anggaran bidang pembangunan kawasan transmigrasi. dan informasi serta pengawasan intern. penelitian. kesekretariatan. dan informasi serta pengawasan intern. pengembangan. kesekretariatan. b. penelitian. penelitian. dan informasi serta pengawasan intern. bahan nota keuangan dan RAPBN. dan informasi serta pengawasan intern. penelitian. e. 12 . pembinaan penyusunan program dan anggaran bidang ketransmigrasian. dan f. menyiapkan bahan perumusan dan penyusunan program dan anggaran di bidang hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. Pasal 35 Bagian Penyusunan Program dan Anggaran II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan program dan anggaran. penelitian. pengembangan. pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. c. b. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. pengolahan dan analisis data. penyusunan instrumen kebijakan penyusunan rencana kerja dan anggaran bidang ketransmigrasian. d. kesekretariatan. pengumpulan. pengembangan. penelitian. penelitian. dan informasi serta pengawasan intern. pengembangan. menyiapkan bahan koordinasi penyusunan RKA-KL bidang hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja.c. pengendalian pelaksanaan program dan anggaran bidang ketransmigrasian. pengembangan. kesekretariatan. pengembangan. kesekretariatan. dan informasi serta pengawasan intern. penelitian.

e. pengolahan dan analisis data program dan anggaran di bidang pembangunan kawasan transmigrasi. dan informasi serta pengawasan intern. Subbagian Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. Pasal 42 Subbagian Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Subbagian Pembangunan Kawasan Transmigrasi menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan program dan anggaran di bidang pembangunan kawasan transmigrasi. b. pengolahan. antara lain sebagai berikut: a. Triwulan. dan f. kesekretariatan. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan nota keuangan dan RAPBN di bidang pembangunan kawasan transmigrasi. analisis data program dan anggaran di bidang pembangunan kawasan transmigrasi. dan c. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan Informasi. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan nota keuangan dan RAPBN di bidang pembangunan kawasan transmigrasi. analisis data. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Bagian. dan Pengawasan Intern. e. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. menyiapkan dan mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja dan Nota Keuangan bidang pembangunan kawasan transmigrasi. menyiapkan bahan pengumpulan. dan g. Pengembangan. penyiapan penyusunan bahan nota keuangan dan RAPBN bidang ketransmigrasian. pengolahan. Pasal 41 Uraian tugas Subbagian Pembangunan Kawasan Transmigrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 dan Pasal 40. b. pengembangan. menyusun Laporan Bulanan. menyiapkan bahan koordinasi penyusunan RKA-KL bidang pembangunan kawasan transmigrasi.d. Subbagian Kesekretariatan. 13 . Penelitian. Pasal 38 Bagian Penyusunan Program dan Anggaran II terdiri atas: a. Pasal 39 Subbagian Pembangunan Kawasan Transmigrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. menyiapkan bahan perumusan dan penyusunan program dan anggaran di bidang pembangunan kawasan transmigrasi. Subbagian Pembangunan Kawasan Transmigrasi. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. perumusan dan penyusunan program dan anggaran serta nota keuangan dan RAPBN bidang pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. perumusan dan penyusunan program dan anggaran serta nota keuangan dan RAPBN bidang pembangunan kawasan transmigrasi. pengolahan. b. penyiapan bahan pengumpulan. Semester dan Tahunan Bagian. f. dan c. analisis data. penelitian. c.

pengolahan dan analisis data program dan anggaran di bidang pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. Subbagian Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi menyelenggarakan fungsi: a. penelitian. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan nota keuangan dan RAPBN di bidang pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan program dan anggaran di bidang kesekretariatan. b. Pasal 44 Uraian tugas Subbagian Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 dan Pasal 43. antara lain sebagai berikut: a. dan c. Penelitian. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pengawasan Intern menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan perumusan dan penyusunan program dan anggaran di bidang pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan program dan anggaran di bidang pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. dan c. b. dan informasi serta pengawasan intern.Pasal 43 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42. penelitian. Subbagian Kesekretariatan. menyiapkan dan mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja dan Nota Keuangan bidang pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. analisis data program dan anggaran di bidang kesekretariatan. pengembangan. menyiapkan bahan pengumpulan. penyiapan bahan pengumpulan. Pasal 45 Subbagian Kesekretariatan. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan nota keuangan dan RAPBN di bidang pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. dan Informasi. Penelitian. e. b. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan nota keuangan dan RAPBN di bidang kesekretariatan. perumusan dan penyusunan program dan anggaran serta nota keuangan dan RAPBN bidang kesekretariatan. analisis data. pengolahan. dan informasi serta pengawasan intern. dan informasi serta pengawasan intern. penelitian. 14 . dan Pengawasan Intern mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. penyiapan bahan pengumpulan. penelitian. pengembangan. Pasal 46 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45. pengembangan. pengolahan. analisis data program dan anggaran di bidang pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. Pengembangan. menyiapkan bahan koordinasi penyusunan RKA-KL bidang pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. Pengembangan dan Informasi. d. pengolahan. dan informasi serta pengawasan intern. c. pengembangan. dan f.

sidang kabinet. menyiapkan bahan pimpinan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk rapat kerja dan rapat dengar pendapat dengan DPR-RI. antara lain sebagai berikut: a. mengkoordinasikan penyusunan laporan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. b. pengolahan dan analisis data program dan anggaran di bidang kesekretariatan. dan informasi serta pengawasan intern. dan informasi serta pengawasan intern. d. dan informasi serta pengawasan intern. penelitian. penelitian. pengembangan. penelitian. penelitian. sidang dengan para Menteri Koordinator. Pasal 48 Bagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rencana. Bagian Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan pengumpulan data dan informasi serta pengolahan bahan penyusunan laporan bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. menyiapkan dan mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja dan Nota Keuangan bidang kesekretariatan. e. pengembangan. penyusunan laporan pelaksanaan program dan anggaran. DPD-RI. menyiapkan bahan koordinasi penyusunan RKAKL bidang kesekretariatan. pengembangan.Pasal 47 Uraian tugas Subbagian Kesekretariatan. e. mengkoordinasikan penyusunan Laporan Pengendalian Khusus dari Presiden. Pasal 50 Uraian tugas Bagian Evaluasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48 dan Pasal 49. Penelitian. menyiapkan bahan perumusan dan penyusunan program dan anggaran di bidang kesekretariatan. f. penyiapan bahan perumusan dan penyusunan nota keuangan dan RAPBN di bidang kesekretariatan. dan informasi serta pengawasan intern. antara lain sebagai berikut: a. g. program dan anggaran serta penyusunan laporan. 15 . program dan anggaran. c. Pasal 49 Dalam melaksakanan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48. menyiapkan dan mengkoordinasikan penyusunan bahan laporan pelaksanaan program dan anggaran. pengembangan. c. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. mengkoordinasikan penyusunan bahan pidato Kenegaraan Presiden RI di DPR RI dan DPD RI tanggal 16 Agustus pada bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. menyiapkan dan mengkoordinasikan bahan pemantauan dan evaluasi rencana program dan anggaran kementerian. b. dan f. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rencana. menyiapkan bahan pengumpulan. dan informasi serta pengawasan intern. Pengembangan dan Informasi. pengembangan. Pengawasan Intern sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 dan Pasal 46. penelitian. dan b. d.

b. pengolahan data dan informasi laporan pelaksanaan tugas ketenagakerjaan dan ketransmigrasian provinsi. program dan anggaran dari Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. melakukan pembinaan penyusunan laporan bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. menyiapkan bahan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana. b. c. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Inspektorat Jenderal. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Bagian. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Inspektorat Jenderal. dan c. k. dan l. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Inspektorat Jenderal. dan d.h. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan II. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Inspektorat Jenderal. program dan anggaran unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan I menyelenggarakan fungsi: a. c. pengolahan. program dan anggaran dari Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. Pasal 51 Bagian Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas: a. 16 . Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Inspektorat Jenderal. penyajian data dan informasi pelaksanaan rencana. program dan anggaran Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. pengolahan. menyiapkan bahan pengumpulan. program dan anggaran Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. i. menyusun Laporan Bulanan. Pasal 52 Subbagian Evaluasi dan Pelaporan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi laporan hasil pelaksanaan rencana. Pasal 54 Uraian tugas Subbagian Evaluasi dan Pelaporan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 dan Pasal 53. kabupaten dan kota wilayah Sumatera. Triwulan. j. evaluasi dan penyusunan laporan. penyajian data dan informasi pelaksanaan rencana. mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan monitoring. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Inspektorat Jenderal. dan Inspektorat Jenderal. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan dan menyajikan data statistik Kementerian dari Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. penyiapan bahan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana. Bali dan NTB. penyiapan bahan dan penyajian data statistik Kementerian dari Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan I. Pasal 53 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan III. penyiapan bahan pengumpulan. Semester dan Tahunan Bagian. b.

menyiapkan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi laporan hasil pelaksanaan rencana. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan II menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. penyajian data dan informasi pelaksanaan rencana. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. 17 . program dan anggaran dari Sekretariat Jenderal. pengolahan. Bali dan NTB. program dan anggaran Sekretariat Jenderal. e. program dan anggaran dari Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. b. b. penyajian data dan informasi pelaksanaan rencana. program dan anggaran Sekretariat Jenderal. program dan anggaran unit Sekretariat Jenderal. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. penyiapan bahan pengumpulan. Pasal 57 Uraian tugas Subbagian Evaluasi dan Pelaporan II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 dan Pasal 56. antara lain sebagai berikut: a. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Inspektorat Jenderal. dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. program dan anggaran dari Sekretariat Jenderal. menyiapkan bahan dan menyajikan data statistik Kementerian dari Sekretariat Jenderal. dan d. pengolahan. pengolahan data dan informasi laporan pelaksanaan tugas ketenagakerjaan dan ketransmigrasian provinsi. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. kabupaten dan kota wilayah Jawa dan Papua. penyiapan bahan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana. Pasal 56 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55. kabupaten dan kota wilayah Sumatera. Pasal 55 Subbagian Evaluasi dan Pelaporan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi laporan hasil pelaksanaan rencana. mengolah data dan informasi laporan pelaksanaan tugas ketenagakerjaan dan ketransmigrasian provinsi. menyiapkan bahan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana. c. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. dan f. c. menyiapkan bahan pengumpulan. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan.d. penyiapan bahan dan penyajian data statistik Kementerian dari Sekretariat Jenderal.

menyiapkan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi laporan hasil pelaksanaan rencana. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi serta Badan Penelitian. Pasal 58 Subbagian Evaluasi dan Pelaporan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi laporan hasil pelaksanaan rencana. pengolahan. Pengembangan dan Informasi. dan Badan Penelitian. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. penyiapan bahan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan III menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan pengumpulan. program dan anggaran Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. program dan anggaran Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. program dan anggaran dari Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. Pengembangan dan Informasi. penyajian data dan informasi pelaksanaan rencana. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58.d. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi serta Badan Penelitian. Pengembangan dan Informasi. program dan anggaran unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. b. antara lain sebagai berikut: a. pengolahan. menyiapkan bahan penyusunan laporan hasil pelaksanaan rencana. Pasal 60 Uraian tugas Subbagian Evaluasi dan Pelaporan III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 dan Pasal 59. 18 . pengolahan data dan informasi laporan pelaksanaan tugas ketenagakerjaan dan ketransmigrasian provinsi. c. menyiapkan bahan dan menyajikan data statistik Kementerian dari Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi serta Badan Penelitian. kabupaten dan kota wilayah Jawa dan Papua. dan Informasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. penyiapan bahan dan penyajian data statistik Kementerian dari Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. penyajian data dan informasi pelaksanaan rencana. program dan anggaran dari Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. mengolah data dan informasi laporan pelaksanaan tugas ketenagakerjaan dan ketransmigrasian provinsi. dan d. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi serta Badan Penelitian. Sulawesi. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi serta Badan Penelitian. Maluku. penyiapan bahan pengumpulan. kabupaten dan kota wilayah Kalimantan. Pengembangan. program dan anggaran dari Sekretariat Jenderal. Pengembangan dan Informasi. b. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi serta Badan Penelitian. e. dan f. Pengembangan dan Informasi. Pengembangan dan Informasi.

penatausahaan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). c. menyusun Penetapan Kinerja Biro. g. 19 . Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. f. laporan keuangan di lingkungan Kementerian berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. menyusun RKT Biro. Maluku. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. mengkoordinasikan penerbitan SP2D unit Sekretariat Jenderal. menyusun Program Kerja dan Renlakgiat Biro. Pengembangan dan Informasi. Pasal 63 Uraian tugas Biro Keuangan sebagaimana dimaksud Pasal 61 dan Pasal 62. menyusun Renja K/L Biro. menyiapkan bahan perumusan kebijakan pemantauan dan evaluasi laporan hasil pelaksanaan rencana. koordinasi dan pelaksanaan urusan perbendaharaan dan ketatausahaan keuangan. dan f. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi serta Badan Penelitian. Pasal 62 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61.d. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran Kementerian. koordinasi dan pengelolaan pelaksanaan anggaran. melaksanakan penyusunan dan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Rincian Anggaran (DRA) Kementerian. pelaksanaan pembinaan pengujian SPP dan penerbitan SPM. menyusun RKA-KL Biro. b. j. h. mengkoordinasikan Penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Nominatif Anggaran (DNA) Kementerian. d. d. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Biro. i. melaksanakan penyusunan dan revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) Sekretariat Jenderal dan Kementerian. dan f. Sulawesi. menyusun Renstra Biro. penerbitan surat perintah membayar (SPM). mengolah data dan informasi laporan pelaksanaan tugas ketenagakerjaan dan ketransmigrasian provinsi. pelaksanaan anggaran. c. kabupaten dan kota wilayah Kalimantan. melaksanakan pengujian SPP dan penerbitan SPM unit Sekretariat Jenderal. koordinasi dan pelaksanaan Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan penyusunan laporan keuangan Sekretariat Jenderal dan Kementerian. program dan anggaran dari Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. koordinasi dan penatausahaan PNBP. pengujian surat permintaan pembayaran (SPP). k. b. e. l. Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur. antara lain sebagai berikut: a. Bagian Kedua Biro Keuangan Pasal 61 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pembinaan administrasi keuangan. sistem akuntansi keuangan (SAK). e. e.

pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Biro serta urusan penggajian Sekretariat Jenderal. Pasal 65 Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan keuangan. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. d. tata usaha keuangan. penyiapan penyusunan bahan pembinaan pengelolaan perbendaharaan. Pasal 67 Uraian tugas Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 dan Pasal 66. menyusun Program Kerja Bagian dan menyiapkan penyusunan Program Kerja Biro. melaksanakan pembinaan pengujian SPP dan penerbitan SPM di lingkungan Kementerian. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 66 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65. d. melaksanakan bimbingan teknis perbendaharaan dan tata usaha keuangan. dan Bagian Akuntansi dan Pelaporan. melaksanakan pembinaan perbendaharaan. g. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro serta urusan gaji Sekretariat Jenderal.m. s. r. menyiapkan dan menyusun laporan penyelesaian kerugian negara. q. melaksanakan sosialisasi peraturan pengelolaan keuangan. menyusun laporan keuangan Sekretariat Jenderal dan Kementerian. u. dan v. 20 . dan e. t. a. penetapan pejabat pengelola keuangan. c. c. p. Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan. melaksanakan peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan. f. b. n. c. Pasal 64 Biro Keuangan terdiri atas: a. d. menyiapkan pedoman pengelolaan keuangan. Bagian Pembinaan Pengujian SPP dan Penerbitan SPM. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Bagian Pelaksanaan Anggaran. menyiapkan penetapan dan menetapkan pengelola keuangan. penyelesaian kerugian negara. b. pelaksanaan sosialisasi pedoman/peraturan keuangan negara di lingkungan Kementerian. melaksanakan urusan perbendaharaan dan tata usaha keuangan di lingkungan Kementerian. pembinaan perbendaharaan. Triwulan. penyiapan penyusunan pedoman dan petunjuk pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. e. Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyelesaian kerugian negara. o. melaksanakan administrasi pengelolaan keuangan kegiatan Sekjen dan Menteri. menyusun Laporan Bulanan. mengkoordinasikan pelaksanaan Sistem Akuntansi Keuangan (SAK). b. menyusun LAKIP Biro. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan keuangan. Semester dan Tahunan Biro. penyusunan dan sosialisasi peraturan/pedoman pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian.

penyelesaian kerugian negara. Subbagian Tata Usaha Biro. l. dan d. b. dan c. 21 . pembinaan perbendaharaan serta pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan keuangan negara. penyiapan bahan pembinaan perbendaharaan. serta penyusunan dan sosialisasi pedoman/peraturan pengelolaan keuangan negara. dan c. Pasal 71 Uraian tugas Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69 dan Pasal 70. menyiapkan bahan penetapan pengelola keuangan. Subbagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan pembinaan perbendaharaan. penyiapan bahan penetapan pengelola keuangan. Triwulan. j. b. b. Pasal 69 Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan pengelola keuangan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan keuangan. dan c. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Bagian. Subbagian Tata Usaha Keuangan dan Ganti Rugi. c. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Subbagian Perbendaharaan. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 68 Bagian Perbendaharaan dan Tata Usaha Keuangan terdiri atas: a. melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Biro serta urusan gaji Sekretariat Jenderal. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan penyelesaian kerugian negara. menyiapkan bahan pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan keuangan negara. Pasal 72 Subbagian Tata Usaha Keuangan dan Ganti Rugi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penatausahaan. b. Pasal 73 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72. i. melaksanakan urusan administrasi keuangan kegiatan Sekjen dan Menteri. menyusun Laporan Bulanan.h. penyiapan bahan pembinaan penatausahan keuangan. penyusunan dan sosialisasi pedoman/peraturan pengelolaan keuangan negara. Subbagian Tata Usaha Keuangan dan Ganti Rugi menyelenggarakan fungsi: a. k. Semester dan Tahunan Bagian.

Semester dan Tahunan Biro. j. i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan pertimbangan penyelesaian ganti rugi dan tata usaha keuangan. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Biro. Pasal 75 Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Biro. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Biro. o. menyusun Laporan Bulanan. f. menyiapkan bahan penyusunan pedoman pengelolaan keuangan. pembinaan teknis penyusunan dan revisi DIPA. penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). e. l. b. b. g. d. melaksanakan penatausahaan barang milik negara (BMN). e. n. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Biro. b. pelaksanaan administrasi keuangan kegiatan Sekjen dan Menteri. Pasal 76 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian Biro. c. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Biro. melaksanakan pengelolaan perpustakaan Biro. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. kepegawaian. pengelolaan urusan keuangan Biro. revisi DIPA dan SRAA. dan f. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL) Biro. d. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja Biro. melaksanakan urusan administrasi kepegawaian Biro. e. ketatausahaan dan rumah tangga Biro. antara lain sebagai berikut: a. melaksanakan pengelolaan urusan keuangan Biro. Pasal 77 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 dan Pasal 76. dan pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Biro. p. melaksanakan administrasi keuangan kegiatan Sekjen dan Menteri. c. h. mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Biro. d. pengelolaan PNBP dan Badan Layanan Umum (BLU). Subbagian Tata Usaha Biro menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan pembinaan penatausahaan keuangan. keuangan. mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Biro.Pasal 74 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha Keuangan dan Ganti Rugi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72 dan Pasal 73. 22 . menyiapkan bahan sosialisasi pedoman/peraturan pengelolaan keuangan negara. Pasal 78 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan penelaahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Surat Rincian Alokasi Anggaran (SRAA). Triwulan. penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran Biro. c. k. m. antara lain sebagai berikut : a. menyiapkan bahan koordinasi penyelesaian kerugian negara.

b. 23 . melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. aplikasi penyusunan dan revisi DIPA. Subbagian Pelaksanaan Anggaran II. pengelolaan PNBP. menyusun Laporan Bulanan. penyiapan penyusunan dan penelaahan DIPA dan SRAA. dan f. Semester dan Tahunan Bagian. e. penyusunan dan revisi petunjuk pelaksanaan operasional kegiatan DIPA Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Bagian. Pasal 82 Subbagian Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan penelaahan DIPA dan SRAA. b. Pasal 80 Uraian tugas Bagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 78 dan Pasal 79. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. i. revisi DIPA dan SRAA. h. d. dan c. Triwulan. c. dan j. g. bimbingan teknis penyusunan DIPA. mengkoordinasikan penyusunan dan penelaahan revisi DIPA dan Daftar Revisi Anggaran (DRA). menyusun POK dan revisi POK Sekretariat Jenderal. melaksanakan monitoring pelaksanaan PNBP dan BLU. antara lain sebagai berikut: a. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Subbagian Pelaksanaan Anggaran I menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 81 Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. c. d. penyusunan dan pelaksanaan Revisi DIPA dan DRA unit Sekretariat Jenderal. penyiapan penelaahan revisi DIPA dan SRAA. f. Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan pembinaan teknis pengelolaan PNBP dan BLU. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan serta penyusunan dan revisi petunjuk operasional kegiatan DIPA unit Sekretariat Jenderal. mengkoordinasikan penyusunan dan penelaahan DIPA dan Daftar Nominatif Anggaran (DNA). b. Pasal 83 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. Subbagian Pelaksanaan Anggaran III. b. aplikasi penyusunan dan revisi DIPA unit Sekretariat Jenderal. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran Kementerian. pembinaan teknis pengelolaan PNBP dan BLU. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. e. Subbagian Pelaksanaan Anggaran I. melaksanakan pembinaan teknis penyusunan DIPA/POK dan revisi DIPA/POK. pembinaan teknis penyusunan DIPA.Pasal 79 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 78. penyiapan bahan penyusunan dan penelaahan DIPA dan DNA unit Sekretariat Jenderal.

melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.c. penyusunan dan revisi Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) Sekretariat Jenderal. antara lain sebagai berikut: a. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Subbagian Pelaksanaan Anggaran II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan teknis penyusunan DIPA/POK dan revisi DIPA/POK unit Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. c. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. penyiapan bahan penyusunan dan penelaahan DIPA dan DNA unit Inspektorat Jenderal. dan d. dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. b. dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. menyiapkan bahan pelaksanaan pembinaan teknis penyusunan DIPA/POK dan revisi DIPA/POK unit Sekretariat Jenderal. Pasal 85 Subbagian Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan penelaahan DIPA dan SRAA. dan e. menyiapkan bahan penyusunan dan penelaahan DIPA dan DNA unit Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. dan c. d. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan teknis penyusunan DIPA/POK dan revisi DIPA/POK unit Inspektorat Jenderal. b. menyiapkan bahan penyusunan revisi DIPA dan DRA unit Sekretariat Jenderal. revisi DIPA dan SRAA. penyusunan dan pelaksanaan Revisi DIPA dan DRA unit Inspektorat Jenderal. Pasal 84 Uraian tugas Subbagian Pelaksanaan Anggaran I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 dan Pasal 83. aplikasi penyusunan dan revisi DIPA unit Inspektorat Jenderal. menyusun Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) Sekretariat Jenderal. bimbingan teknis penyusunan DIPA. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. 24 .

Pengembangan dan Informasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. c. Badan Penelitian. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan teknis penyusunan DIPA/POK dan revisi DIPA/POK unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. Pengembangan dan Informasi serta pembinaan teknis pengelolaan PNBP dan BLU. Pengembangan. Badan Penelitian. dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. menyiapkan bahan penyusunan dan penelaahan DIPA dan DNA unit Inspektorat Jenderal. dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi.Pasal 87 Uraian tugas Subbagian Pelaksanaan Anggaran II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85 dan Pasal 86. bimbingan teknis penyusunan DIPA. Subbagian Pelaksanaan Anggaran III menyelenggarakan fungsi: a. Badan Penelitian. menyiapkan bahan penyusunan revisi DIPA dan DRA unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. b. 25 . Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. b. antara lain sebagai berikut: a. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. b. revisi DIPA dan SRAA. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. pembinaan teknis dan monitoring PNBP dan BLU. menyiapkan bahan penyusunan dan penelaahan DIPA dan DNA unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. Pasal 88 Subbagian Pelaksanaan Anggaran III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan penelaahan DIPA dan SRAA. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. dan Informasi. Pasal 90 Uraian tugas Subbagian Pelaksanaan Anggaran III sebagaimana dimaksud Pasal 88 dan Pasal 89. Badan Penelitian. penyusunan dan pelaksanaan Revisi DIPA dan DRA unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. Pengembangan. aplikasi penyusunan dan revisi DIPA unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan Informasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. Pengembangan dan Informasi. antara lain sebagai berikut: a. aplikasi DIPA dan revisi DIPA unit Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. menyiapkan bahan dan pelaksanaan pembinaan teknis penyusunan DIPA. dan d. penyiapan bahan penyusunan dan penelaahan DIPA dan DNA unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. penyusunan dan revisi DIPA dan DRA unit Inspektorat Jenderal. dan d. Pengembangan dan Informasi. Badan Penelitian. Badan Penelitian. c.

melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. melakukan pengujian kebenaran atas hak tagih pihak ke III (kontraktual). Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. c. bimbingan teknis pengujian SPP. c. penerbitan SPM unit Sekretariat Jenderal serta pembinaan teknis pengujian SPP dan penerbitan SPM dan monitoring untuk Pusat. menyampaikan SPM UP/TUP/GU/GU-NIHIL/LS unit Sekretariat Jenderal kepada KPPN. pelaksanaan pengajuan SPM unit Sekretariat Jenderal. e. Pasal 92 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 91. memeriksa dan melegalisir pembebanan pajak SPM. b. melaksanakan pembinaan teknis penyusunan DIPA/POK dan revisi DIPA/POK unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. BLU. UPTP. melaksanakan pengujian ketersediaan pagu anggaran dalam DIPA. Badan Penelitian. d. serta daerah yang memperoleh dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. BLU. melakukan pengujian kesesuaian rencana kerja dan/atau kelayakan hasil kerja yang dicapai dengan indikator keluaran. melaksanakan pembinaan teknis dan monitoring PNBP dan BLU. Pasal 91 Bagian Pembinaan Pengujian Surat Permintaan Pembayaran dan Penerbitan Surat Perintah Membayar mempunyai tugas melaksanakan pengujian SPP. antara lain sebagai berikut: a. melaksanakan pembinaan pengujian SPP dan penerbitan SPM di lingkungan Kementerian. j. memeriksa pencapaian tujuan dan/atau sasaran kegiatan sesuai dengan indikator keluaran yang tercantum dalam DIPA berkenaan dan/atau spesifikasi teknis yang sudah di tetapkan dalam kontrak. serta daerah yang memperoleh dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. b. dan penerbitan SPM untuk Pusat. melaksanakan pengujian SPP UP/TUP/GU/GU-NIHIL/LS dan dokumen pendukung yang disampaikan unit Sekretariat Jenderal. dan/atau dana tugas pembantuan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. melaksanakan rekonsiliasi data SPM Satuan Kerja Sekretariat Jenderal dengan KPPN setiap akhir bulan. dan d. menyampaikan SPM yang telah diterbitkan SP2D kepada UAKPA/B dan bendahara pengeluaran unit terkait. menandatangani dan menerbitkan SPM-UP/TUP/GU/GU-NIHIL/LS Satuan Kerja unit Sekretariat Jenderal. d. Pengembangan. Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) termasuk Badan Layanan Umum (BLU) serta daerah yang memperoleh dana dekonsentrasi.c. h. g. dan Informasi. Pasal 93 Uraian tugas Bagian Pembinaan Pengujian Surat Permintaan Pembayaran dan Penerbitan Surat Perintah Membayar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 91 dan Pasal 92. dan e. f. 26 . k. monitoring pengujian SPP dan penerbitan SPM untuk Pusat. i. Bagian Pembinaan Pengujian Surat Permintaan Pembayaran dan Penerbitan Surat Perintah Membayar menyelenggarakan fungsi: a. UPTP. pelaksanaan pengujian SPP dan penerbitan SPM unit Sekretariat Jenderal.

Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. pengajuan SPM unit Biro Perencanaan. pengujian SPP UP/TUP/GU/GU-NIHIL/LS unit Biro Perencanaan.l. dan c. Biro Organisasi dan Kepegawaian. n. Pusat AKLN dan Pusdiklat. Pasal 96 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95. termasuk Badan Layanan Umum (BLU) serta daerah yang memperoleh dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I dimaksud. Pusat Administrasi Kerjasama Luar Negeri (PAKLN). Pusat AKLN dan Pusdiklat. Biro Organisasi dan Kepegawaian. Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP). penyiapan bahan penerbitan dan pengajuan SPM UP/TUP/GU/GU-NIHIL/LS Unit Biro Perencanaan. Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP). Subbagian Pengujian SPP dan Penerbitan SPM III. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. m. Biro Organisasi dan Kepegawaian. termasuk Badan Layanan Umum (BLU) serta daerah yang memperoleh dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I dimaksud. dan p. Biro Organisasi dan Kepegawaian. termasuk Badan Layanan Umum (BLU) serta daerah yang memperoleh dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I dimaksud. menyusun Laporan Bulanan. Subbagian Pengujian SPP dan Penerbitan SPM I. penerbitan SPM. Subbagian Pengujian SPP dan Penerbitan SPM I menyelenggarakan fungsi: a. e. Semester dan Tahunan Bagian. Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP). dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai (Pusdiklat Pegawai). melaksanakan monitoring dan evaluasi pengujian SPP dan penerbitan SPM di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan bimbingan teknis pengujian SPP. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Bagian. melaksanakan bimbingan teknis pengujian SPP dan penerbitan SPM di lingkungan Kementerian. Subbagian Pengujian SPP dan Penerbitan SPM II. pelaksanaan rekonsiliasi data penerbitan SPM dengan KPPN untuk unit Biro Perencanaan. Triwulan. penyiapan bahan bimbingan teknis pengujian SPP dan penerbitan SPM unit Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Pusat AKLN dan Pusdiklat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan penyiapan bahan monitoring pengujian SPP dan penerbitan SPM unit Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Pasal 94 Bagian Pembinaan Pengujian Surat Permintaan Pembayaran dan Penerbitan Surat Perintah Membayar terdiri atas: a. b. b. d. c. dan penerbitan SPM serta monitoring unit Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. o. Pasal 95 Subbagian Pengujian SPP dan Penerbitan SPM I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian SPP. 27 .

termasuk Badan Layanan Umum (BLU) serta daerah yang memperoleh dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I dimaksud. pengujian SPP UP/TUP/GU/GU-NIHIL/LS unit Biro Umum. Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. menyiapkan bahan pelaksanaan rekonsiliasi data penerbitan SPM dengan KPPN unit Biro Perencanaan. Biro Organisasi dan Kepegawaian. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi pengujian SPP dan penerbitan SPM unit Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. pelaksanaan rekonsiliasi data penerbitan SPM dengan KPPN untuk unit Biro Umum. Pusat AKLN dan Pusdiklat. melaksanakan pengujian kebenaran material surat-surat bukti mengenai hak pihak penagih dan dokumen yang menjadi persyaratan/kelengkapan sehubungan dengan ikatan/perjanjian pengadaan barang/jasa unit Biro Perencanaan. 28 . menyiapkan bahan pengujian kebenaran SPP unit Biro Perencanaan. b. Pusat AKLN dan Pusdiklat. Biro Hukum. b. Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP). Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. penyiapan bahan bimbingan teknis pengujian SPP dan penerbitan SPM serta monitoring unit Inspektorat Jenderal. termasuk Badan Layanan Umum (BLU) serta daerah yang memperoleh dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I dimaksud. c. Pusat AKLN dan Pusdiklat. Pasal 98 Subbagian Pengujian SPP dan Penerbitan SPM II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian SPP. Biro Organisasi dan Kepegawaian. Biro Kepegawaian. menyiapkan bahan bimbingan teknis pengujian SPP dan penerbitan SPM unit Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Biro Hukum. dan Pusat Perencanaan Tenaga Kerja. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. g. menyampaikan SPM yang telah diterbitkan SP2D kepada UAKPA/B dan bendahara pengeluaran unit Biro Perencanaan. menyiapkan bahan penerbitan dan pengajuan SPM unit Biro Perencanaan. penyiapan bahan penerbitan dan pengajuan SPM UP/TUP/GU/GU-NIHIL/LS unit Biro Umum. Pasal 99 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. Biro Organisasi dan Kepegawaian. Subbagian Pengujian SPP dan Penerbitan SPM II menyelenggarakan fungsi: a. Biro Hukum. Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP). dan i. dan Pusat Perencanaan Tenaga Kerja. dan Pusat Perencanaan Tenaga Kerja. dan Pusat Perencanaan Tenaga Kerja. penerbitan SPM. Pusat AKLN dan Pusdiklat. Biro Hukum. f. Pusat AKLN dan Pusdiklat.Pasal 97 Uraian tugas Subbagian Pengujian SPP dan Penerbitan SPM I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95 dan Pasal 96. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. Biro Organisasi dan Kepegawaian. d. h. c. Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP). pengajuan SPM unit Biro Umum. Pusat AKLN dan Pusdiklat. e. termasuk Badan Layanan Umum (BLU) serta daerah yang memperoleh dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I dimaksud. menyusun laporan penyerapan realisasi anggaran pada unit Biro Perencanaan. antara lain sebagai berikut : a. Biro Organisasi dan Kepegawaian.

menyusun laporan penyerapan realisasi anggaran pada unit Biro Umum. Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP). h. d. Badan Penelitian. menyiapkan bahan pelaksanaan rekonsiliasi data penerbitan SPM dengan KPPN unit Biro Umum. b. Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP). f. pengajuan SPM unit Biro Keuangan. termasuk Badan Layanan Umum (BLU) serta daerah yang memperoleh dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I dimaksud. termasuk Badan Layanan Umum (BLU) serta daerah yang memperoleh dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I dimaksud. antara lain sebagai berikut: a. Biro Hukum. penerbitan SPM. termasuk Badan Layanan Umum (BLU) serta daerah yang memperoleh dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I dimaksud. penyiapan bahan monitoring pengujian SPP dan penerbitan SPM unit Inspektorat Jenderal. menyampaikan SPM yang telah diterbitkan SP2D kepada UAKPA/B dan bendahara pengeluaran unit Biro Umum. dan Informasi. Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP). melaksanakan pengujian kebenaran material surat-surat bukti mengenai hak pihak penagih dan dokumen yang menjadi persyaratan/kelengkapan sehubungan dengan ikatan/perjanjian pengadaan barang/jasa unit Biro Umum. dan Pusat Perencanaan Tenaga Kerja. dan Pusat Perencanaan Tenaga Kerja. Pusat Hubungan Masyarakat dan Pusat Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Pengembangan. Biro Hukum. menyiapkan bahan bimbingan teknis pengujian SPP dan penerbitan SPM unit Inspektorat Jenderal. Pasal 101 Subbagian Pengujian SPP dan Penerbitan SPM III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengujian SPP. Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. menyiapkan bahan pengujian kebenaran SPP unit Biro Umum. e. Biro Hukum. Pasal 100 Uraian tugas Subbagian Pengujian SPP dan Penerbitan SPM II sebagaimana dimaksud Pasal 98 dan Pasal 99. Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP). g. penyiapan bahan bimbingan teknis pengujian SPP dan penerbitan SPM unit Inspektorat Jenderal. 29 . penyiapan bahan pembinaan teknis pengujian SPP dan penerbitan SPM serta monitoring unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. Biro Hukum. Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP).d. Biro Hukum. Biro Hukum. dan Pusat Perencanaan Tenaga Kerja. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. dan e. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. c. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi pengujian SPP dan penerbitan SPM unit Inspektorat Jenderal. dan Pusat Perencanaan Tenaga Kerja. menyiapkan bahan penerbitan dan pengajuan SPM unit Biro Umum. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. dan i. dan Pusat Perencanaan Tenaga Kerja. termasuk Badan Layanan Umum (BLU) serta daerah yang memperoleh dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I dimaksud. dan Pusat Perencanaan Tenaga Kerja. termasuk Badan Layanan Umum (BLU) serta daerah yang memperoleh dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I dimaksud.

c. Subbagian Pengujian SPP dan Penerbitan SPM III menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan pelaksanaan rekonsiliasi data penerbitan SPM dengan KPPN unit Biro Keuangan. Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP). e. menyiapkan bahan pengujian kebenaran SPP unit Biro Keuangan. menyusun laporan penyerapan realisasi anggaran pada unit Biro Keuangan.Pasal 102 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101. Pusat Hubungan Masyarakat dan Pusat Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Pusat Hubungan Masyarakat dan Pusat Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP). c. d. penyiapan bahan penerbitan dan pengajuan SPM UP/TUP/GU/GU-NIHIL/LS unit Biro Keuangan. penyiapan bahan bimbingan teknis pengujian SPP dan penerbitan SPM unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. Badan Penelitian. Pasal 103 Uraian tugas Subbagian Pengujian SPP dan Penerbitan SPM III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 dan Pasal 102. d. termasuk Badan Layanan Umum (BLU) serta daerah yang memperoleh dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I dimaksud. dan Informasi. dan Informasi. b. Pusat Hubungan Masyarakat dan Pusat Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. termasuk Badan Layanan Umum (BLU) serta daerah yang memperoleh dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I dimaksud. dan Informasi. Pusat Hubungan Masyarakat dan Pusat Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. Pusat Hubungan Masyarakat dan Pusat Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Pusat Hubungan Masyarakat dan Pusat Keselamatan dan Kesehatan Kerja. menyampaikan SPM yang telah diterbitkan SP2D kepada UAKPA/B dan bendahara pengeluaran unit Biro Keuangan. 30 . menyiapkan bahan penerbitan dan pengajuan SPM unit Biro Keuangan. g. Pusat Hubungan Masyarakat dan Pusat Keselamatan dan Kesehatan Kerja. penyiapan bahan monitoring pengujian SPP dan penerbitan SPM unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. pengujian SPP UP/TUP/GU/GU-NIHIL/LS unit Biro Keuangan. Pengembangan. Badan Penelitian. Pusat Hubungan Masyarakat dan Pusat Keselamatan dan Kesehatan Kerja. melaksanakan pengujian kebenaran material surat-surat bukti mengenai hak pihak penagih dan dokumen yang menjadi persyaratan/kelengkapan sehubungan dengan ikatan/perjanjian pengadaan barang/jasa unit Biro Keuangan. Badan Penelitian. dan e. termasuk Badan Layanan Umum (BLU) serta daerah yang memperoleh dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I dimaksud. Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP). b. antara lain sebagai berikut: a. Pengembangan. f. pelaksanaan rekonsiliasi data penerbitan SPM dengan KPPN untuk unit Biro Keuangan. Pusat Hubungan Masyarakat dan Pusat Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Pengembangan. menyiapkan bahan bimbingan teknis pengujian SPP dan penerbitan SPM unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas.

melaksanakan pengumpulan data dalam rangka penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran Kementerian. melaksanakan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian. b. dan i. g. k. melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait dalam rangka penyusunan laporan bulanan pelaksanaan anggaran Kementerian. Pasal 106 Uraian tugas Bagian Akuntansi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104 dan Pasal 105. Semester dan Tahunan Bagian. d. menyusun Laporan Bulanan. dan p. l. penyiapan rekonsiliasi data laporan keuangan. j. h. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Bagian. menyiapkan rekonsiliasi data laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran Kementerian dengan Kementerian Keuangan. melaksanakan penyusunan dan penyajian laporan bulanan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian. Triwulan. menyusun laporan keuangan Sekretariat Jenderal dan Kementerian. n. dan Informasi. menyiapkan bahan monitoring dan evaluasi pengujian SPP dan penerbitan SPM unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas.h. i. melaksanakan koordinasi dengan unit/instansi terkait dalam rangka penyusunan laporan pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran Kementerian. Pasal 105 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104. o. monitoring dan evaluasi penyusunan laporan keuangan. penyusunan laporan keuangan Sekretariat Jenderal dan Kementerian. melaksanakan SAK serta penyusunan dan penyajian laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran Kementerian. antara lain sebagai berikut: a. c. Badan Penelitian. melaksanakan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. penyusunan laporan realisasi anggaran. f. pelaksanaan Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan penyusunan laporan keuangan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. m. Bagian Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 104 Bagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan akuntansi penyusunan laporan keuangan Sekretariat Jenderal dan Kementerian serta pembinaan teknis Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan pelaporan keuangan. melaksanakan pengumpulan data penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian. e. termasuk Badan Layanan Umum (BLU) serta daerah yang memperoleh dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I dimaksud. melaksanakan pengolahan data pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Pengembangan. b. 31 . melaksanakan koordinasi pemeriksaan dan tindak lanjut atas laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran Kementerian. d. melaksanakan verifikasi atas laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran satuan kerja bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. dan e. Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP). pengumpulan.

dan c. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. penyiapan bahan akuntansi dan rekonsiliasi data laporan keuangan unit Sekretariat Jenderal. antara lain sebagai berikut: a. Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. Pasal 110 Uraian tugas Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108 dan Pasal 109. rekonsiliasi dan bimbingan teknis Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) serta pelaporan keuangan Kementerian yang meliputi unit Sekretariat Jenderal. monitoring. menyiapkan bahan penyusunan dan penyajian laporan bulanan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian wilayah I. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran unit Sekretariat Jenderal. menyiapkan bahan koordinasi dengan unit kerja terkait dalam rangka penyusunan laporan bulanan pelaksanaan anggaran Kementerian wilayah I. b. UPTP di daerah dan termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memperoleh anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. UPTP di daerah dan termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memperoleh anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan. c. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. penyiapan bahan pengumpulan. d. menyiapkan bahan pengumpulan data dalam rangka penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian wilayah I. menyiapkan bahan pengolahan data pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian wilayah I. Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. dan d. 32 . UPTP di daerah dan termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memperoleh anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan. penyiapan bahan laporan pelaksanaan anggaran unit Sekretariat Jenderal. akuntansi. b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I menyelenggarakan fungsi: a. UPTP di daerah dan termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memperoleh anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan. UPTP di daerah dan termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memperoleh anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III. Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II. Pasal 108 Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. penyiapan bahan bimbingan teknis SAK unit Sekretariat Jenderal.Pasal 107 Bagian Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas: a. b. c. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan.

termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memperoleh anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memperoleh anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. i. Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. penyiapan bahan laporan pelaksanaan anggaran unit Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. menyiapkan bahan verifikasi atas laporan pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran Kementerian wilayah I. menyiapkan bahan evaluasi atas pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian wilayah I. 33 . menyiapkan bahan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan wilayah I. menyiapkan bahan rekonsiliasi data laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran Kementerian wilayah I dengan Kementerian keuangan. f. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. menyiapkan bahan penyusunan dan penyajian laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran Kementerian wilayah I. Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. penyiapan bahan pengumpulan. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran unit Inspektorat Jenderal. dan l. menyiapkan bahan koordinasi pemeriksaan dan tindak lanjut atas laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran Kementerian wilayah I. menyiapkan bahan koordinasi dengan unit/instansi terkait dalam rangka penyusunan laporan pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran Kementerian wilayah I. penyiapan bahan akuntansi dan rekonsiliasi data laporan keuangan unit Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memperoleh anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II menyelenggarakan fungsi: a. g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 111 Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. k. termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memperoleh anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan. monitoring. b. h. akuntansi. penyiapan bahan bimbingan teknis SAK unit Inspektorat Jenderal. dan d. c. termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memperoleh anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan. j.e. rekonsiliasi dan bimbingan teknis Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) serta pelaporan keuangan Kementerian yang meliputi unit Inspektorat Jenderal.

j. h. menyiapkan bahan verifikasi atas laporan pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran Kementerian wilayah II. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Badan Penelitian. UPTP di daerah. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. c. menyiapkan bahan pengumpulan data dalam rangka penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian wilayah II. menyiapkan bahan penyusunan dan penyajian laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran Kementerian wilayah II. menyiapkan bahan rekonsiliasi data laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran Kementerian wilayah II dengan Kementerian keuangan. Pengembangan dan Informasi. menyiapkan bahan pengolahan data pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian wilayah II. dan termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memperoleh anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan. UPTP di daerah. menyiapkan bahan evaluasi atas pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian wilayah II. d. menyiapkan bahan koordinasi dengan unit kerja terkait dalam rangka penyusunan laporan bulanan pelaksanaan anggaran Kementerian wilayah II. Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114. Pengembangan dan Informasi. g. 34 . e. f. Badan Penelitian. menyiapkan bahan penyusunan dan penyajian laporan bulanan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian wilayah II. rekonsiliasi dan bimbingan teknis Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) serta pelaporan keuangan Kementerian yang meliputi unit Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. antara lain sebagai berikut: a.Pasal 113 Uraian tugas Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111 dan Pasal 112. dan termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memperoleh anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan. i. akuntansi. Pengembangan dan Informasi. penyiapan bahan pengumpulan. dan l. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III menyelenggarakan fungsi: a. monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran unit Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Badan Penelitian. menyiapkan bahan koordinasi pemeriksaan dan tindak lanjut atas laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran Kementerian wilayah II. monitoring. dan termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memperoleh anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Pasal 114 Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. b. penyiapan bahan laporan pelaksanaan anggaran unit Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. menyiapkan bahan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan wilayah II. UPTP di daerah. menyiapkan bahan koordinasi dengan unit/instansi terkait dalam rangka penyusunan laporan pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran Kementerian wilayah II. b. k.

dan d. d. j. menyiapkan bahan koordinasi dengan unit kerja terkait dalam rangka penyusunan laporan bulanan pelaksanaan anggaran Kementerian wilayah III. b. Pengembangan dan Informasi. menyiapkan bahan verifikasi atas laporan pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran Kementerian wilayah III. atase teknis bidang ketenagakerjaan. menyiapkan bahan pengumpulan data dalam rangka penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian wilayah III. penyiapan bahan bimbingan teknis SAK unit Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. pelayanan administrasi kepegawaian. dan l. perencanaan dan pengembangan pegawai. Pasal 116 Uraian tugas Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 dan Pasal 115. Pengembangan dan Informasi. antara lain sebagai berikut: a. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. h. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. pembinaan tata naskah. Badan Penelitian. menyiapkan bahan koordinasi dengan unit/instansi terkait dalam rangka penyusunan laporan pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran Kementerian wilayah III.c. menyiapkan bahan pengolahan data pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian wilayah III. menyiapkan bahan koordinasi pemeriksaan dan tindak lanjut atas laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran Kementerian wilayah III. UPTP di daerah. UPTP di daerah. menyiapkan bahan penyusunan dan penyajian laporan bulanan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian wilayah III. f. menyiapkan bahan evaluasi atas pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Kementerian wilayah III. informasi kepegawaian serta pembinaan disiplin dan kesejahteraan pegawai. menyiapkan bahan rekonsiliasi data laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran Kementerian wilayah III dengan Kementerian keuangan. i. k. c. dan termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memperoleh anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan. e. penyiapan bahan akuntansi dan rekonsiliasi data laporan keuangan unit Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Badan Penelitian. Bagian Ketiga Biro Organisasi dan Kepegawaian Pasal 117 Biro Organisasi dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pembinaan kelembagaan dan ketatalaksanaan serta pendayagunaan. menyiapkan bahan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan wilayah III. 35 . menyiapkan bahan penyusunan dan penyajian laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran Kementerian wilayah III. dan termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memperoleh anggaran dekonsentrasi dan tugas pembantuan.

l. 36 . q. evaluasi kelembagaan. f. d. menyusun Renstra Biro. Semester dan Tahunan Setjen. penyiapan pelaksanaan mutasi kepegawaian. s. menyusun Program Kerja dan Renlakgiat Biro. dan Bagian Mutasi Kepegawaian. Triwulan. menyusun Laporan Bulanan. c. d. melaksanakan penyusunan organisasi dan tatalaksana. Semester dan Tahunan Biro dan menyiapkan bahan Laporan Bulanan. j. menyusun RKT Biro. norma. melaksanakan dan menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kementerian. h. g. i. fungsi. antara lain sebagai berikut: a. melaksanakan pembinaan informasi kepegawaian serta pembinaan disiplin dan kesejahteraan pegawai. m. penyiapan perencanaan dan pengembangan pegawai. melaksanakan pembinaan kelembagaan dan ketatalaksanaan. perencanaan dan pengembangan pegawai serta atase teknis bidang ketenagakerjaan. standar. prosedur dan kriteria pembinaan organisasi dan tatalaksana. Pasal 121 Bagian Kelembagaan mempunyai tugas melaksanakan analisis kelembagaan di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. r. n. Biro Organisasi dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. struktur organisasi. fasilitasi. menyusun Renja K/L Biro. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. e. c. Bagian Kelembagaan. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 120 Biro Organisasi dan Kepegawaian terdiri atas: a. penyiapan konsep. perencanaan dan pengembangan pegawai serta administrasi mutasi kepegawaian. dan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. p. penyusunan tugas. menyusun LAKIP Biro dan menyiapkan bahan LAKIP Setjen. d. penelaahan. menyusun RKA-KL Biro. Pasal 119 Uraian tugas Biro Organisasi dan Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 dan Pasal 118. b. dan tata kerja di lingkungan Kementerian serta atase teknis bidang ketenagakerjaan. k. e. penyiapan pelaksanaan penyusunan dan penelaahan ketatalaksanaan. melaksanakan pendayagunaan aparatur dan administrasi kepegawaian. menyusun bahan pedoman. melaksanakan pembinaan administrasi mutasi kepegawaian. b. c. Triwulan. melaksanakan pembinaan tata naskah dinas. menyusun Penetapan Kinerja Biro. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. melaksanakan pendayagunaan. o. Bagian Ketatalaksanaan. penyiapan pelaksanaan penyusunan dan penelaahan kelembagaan.Pasal 118 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117.

fungsi. standar. menyusun analisis kelembagaan di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. pembinaan kelembagaan bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian serta atase teknis bidang ketenagakerjaan. fungsi. Pasal 123 Uraian tugas Bagian Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 dan Pasal 122. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. pelatihan transmigrasi. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Subbagian Kelembagaan III. penyiapan penelaahan dan analisis. penyusunan rumusan tugas dan fungsi serta evaluasi dan pemantauan organisasi unit Sekretariat Jenderal. menyiapkan penyusunan norma. menyiapkan penyusunan tugas. struktur organisasi dan tata kerja bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian serta atase teknis bidang ketenagakerjaan. g. fungsi. Subbagian Kelembagaan I. dan c. menyiapkan penelaahan dan analisis. menyusun konsep. h. b. struktur organisasi dan tata kerja bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian serta atase teknis bidang ketenagakerjaan. menyiapkan pelaksanaan evaluasi dan pemantauan kelembagaan bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian serta atase teknis bidang ketenagakerjaan.Pasal 122 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121. Bagian Kelembagaan menyelenggarakan fungsi: a. fungsi struktur organisasi dan tata kerja atase teknis bidang ketenagakerjaan. fasilitasi. Triwulan. f. fasilitasi dan evaluasi kelembagaan di Lingkungan Kementerian. penyusunan rumusan tugas. dan c. b. dan kriteria pembinaan kelembagaan di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. dan perluasan kerja. dan i. pelaksanaan evaluasi dan pemantauan kelembagaan bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian serta atase teknis bidang ketenagakerjaan. Semester dan Tahunan Bagian. Subbagian Kelembagaan II. Pasal 124 Bagian Kelembagaan terdiri atas: a. penyusunan rumusan tugas. b. penelaahan. penelaahan. penyiapan analisis kelembagaan. e. c. 37 . prosedur. Atase Teknis Bidang Ketenagakerjaan serta Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang pelatihan tenaga kerja. Pasal 125 Subbagian Kelembagaan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan analisis kelembagaan. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan penyusunan tugas. Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. struktur organisasi dan tata kerja di lingkungan Kementerian. d. menyusun Laporan Bulanan.

Atase Teknis Bidang Ketenagakerjaan serta Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang pelatihan tenaga kerja. dan perluasan kerja. pelatihan transmigrasi. pengumpulan dan pengolahan data penelaahan dan analisis kelembagaan. Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. menyiapkan bahan pembinaan. dan perluasan kerja. b. Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. penyusunan rumusan tugas dan fungsi serta evaluasi dan pemantauan organisasi unit Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. penilaian. c. Atase Teknis Bidang Ketenagakerjaan serta Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang pelatihan tenaga kerja. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. menyiapkan bahan penelaahan dan analisis kelembagaan. penyiapan bahan penelaahan dan analisis kelembagaan. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. b. penyusunan rumusan tugas dan fungsi organisasi unit Sekretariat Jenderal. penyusunan rumusan tugas dan fungsi serta evaluasi dan pemantauan organisasi unit Sekretariat Jenderal. analisis. Atase Teknis Bidang Ketenagakerjaan serta Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang pelatihan tenaga kerja. dan perluasan kerja. pelatihan transmigrasi. dan d. penyusunan rumusan tugas dan fungsi serta evaluasi dan pemantauan organisasi unit Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. mengumpulkan dan mengolah data penelaahan dan analisis kelembagaan. pelatihan transmigrasi. Atase Teknis Bidang Ketenagakerjaan serta Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang pelatihan tenaga kerja. dan perluasan kerja. Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. pelatihan transmigrasi. Atase Teknis Bidang Ketenagakerjaan serta Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang pelatihan tenaga kerja. pelatihan transmigrasi. Atase Teknis Bidang Ketenagakerjaan serta Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang pelatihan tenaga kerja. penyiapan bahan evaluasi dan pemantauan organisasi unit Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. pelatihan transmigrasi. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. pelatihan transmigrasi. dan perluasan kerja. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. dan perluasan kerja. Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. antara lain sebagai berikut: a. c. Pasal 127 Uraian tugas Subbagian Kelembagaan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 dan Pasal 126. penyusunan rumusan tugas dan fungsi serta evaluasi dan pemantauan organisasi unit Sekretariat Jenderal. penyusunan bahan penelaahan dan analisis kelembagaan. penyusunan rumusan tugas dan fungsi organisasi unit Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. 38 . Atase Teknis Bidang Ketenagakerjaan serta Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang pelatihan tenaga kerja. Subbagian Kelembagaan I menyelenggarakan fungsi: a. dan perluasan kerja. dan d.Pasal 126 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125.

penilaian. menyiapkan bahan pembinaan. Staf Ahli Menteri dan Staf Khusus Menteri dan Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang pengkajian dan penerapan teknik produksi ketransmigrasian. Pasal 130 Uraian tugas Subbagian Kelembagaan II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128 dan Pasal 129. Pengembangan. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. pengumpulan dan pengolahan data penelaahan dan analisis kelembagaan. c. penyiapan bahan evaluasi dan pemantauan organisasi unit Badan Penelitian. Atase Teknis Bidang Ketenagakerjaan serta Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang pelatihan tenaga kerja. Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. penyusunan bahan penelaahan dan analisis kelembagaan. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. Pengembangan. dan Staf Khusus Menteri serta Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang pengkajian dan penerapan teknik produksi ketransmigrasian. dan Informasi. b. pelatihan transmigrasi. penyusunan rumusan tugas dan fungsi serta evaluasi dan pemantauan organisasi unit Badan Penelitian. Direktorat Jenderal Pembinaan Penyiapan Permukiman dan Penempatan Transmigrasi. penyiapan bahan penelaahan dan analisis kelembagaan. Staf Ahli Menteri dan Staf Khusus Menteri dan Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang pengkajian dan penerapan teknik produksi ketransmigrasian. antara lain sebagai berikut: a. penyusunan rumusan tugas dan fungsi serta evaluasi dan pemantauan organisasi unit Badan Penelitian.Pasal 128 Subbagian Kelembagaan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan analisis kelembagaan. Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. Staf Ahli Menteri. 39 . Direktorat Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. Staf Ahli Menteri. penyusunan rumusan tugas dan fungsi serta evaluasi dan pemantauan organisasi unit Badan Penelitian. Staf Ahli Menteri. penyusunan rumusan tugas dan fungsi organisasi unit Badan Penelitian. dan Staf Khusus Menteri serta Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang pengkajian dan penerapan teknik produksi ketransmigrasian. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. dan perluasan kerja. Direktorat Jenderal Pembinaan Penyiapan Permukiman dan Penempatan Transmigrasi. Pasal 129 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128. penyusunan rumusan tugas dan fungsi organisasi unit Sekretariat Jenderal. Pengembangan dan Informasi. dan d. dan Informasi. dan Staf Khusus Menteri serta Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang pengkajian dan penerapan teknik produksi ketransmigrasian. Pengembangan dan Informasi. analisis. Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. Subbagian Kelembagaan II menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. dan Informasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. Pengembangan.

penyusunan rumusan tugas dan fungsi organisasi unit Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Direktorat Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang keselamatan dan kesehatan kerja serta Inspektorat Jenderal. c. penyiapan bahan evaluasi dan pemantauan organisasi unit Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Pasal 132 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 131.b. Pengembangan dan Informasi. penyusunan rumusan tugas dan fungsi serta evaluasi dan pemantauan organisasi unit Badan Penelitian. penyusunan rumusan tugas dan fungsi serta evaluasi dan pemantauan organisasi unit Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. dan Pusat-Pusat di lingkungan Sekretariat Jenderal. penyusunan rumusan tugas dan fungsi serta evaluasi dan pemantauan organisasi unit Badan Penelitian. dan d. dan Pusat-Pusat di lingkungan Sekretariat Jenderal. mengumpulkan dan mengolah data penelaahan dan analisis kelembagaan. Direktorat Jenderal Pembinaan Penyiapan Permukiman dan Penempatan Transmigrasi. dan Pusat-Pusat di lingkungan Sekretariat Jenderal. menyiapkan bahan penelaahan dan analisis kelembagaan. penyusunan rumusan tugas dan fungsi serta evaluasi dan pemantauan organisasi unit Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. b. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang keselamatan dan kesehatan kerja serta Inspektorat Jenderal. Pasal 131 Subbagian Kelembagaan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan dan analisis kelembagaan. Staf Ahli Menteri dan Staf Khusus Menteri dan Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang pengkajian dan penerapan teknik produksi ketransmigrasian. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang keselamatan dan kesehatan kerja serta Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan penelaahan dan analisis kelembagaan. Pengembangan dan Informasi. penyusunan rumusan tugas dan fungsi serta evaluasi dan pemantauan organisasi unit Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. c. pengumpulan dan pengolahan data penelaahan dan analisis kelembagaan. penyusunan bahan penelaahan dan analisis kelembagaan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang keselamatan dan kesehatan kerja serta Inspektorat Jenderal. dan Pusat-Pusat di lingkungan Sekretariat Jenderal. Staf Ahli Menteri dan Staf Khusus Menteri dan Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang pengkajian dan penerapan teknik produksi ketransmigrasian. Direktorat Jenderal Pembinaan Penyiapan Permukiman dan Penempatan Transmigrasi. 40 . dan Pusat-Pusat di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan d. Subbagian Kelembagaan III menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang keselamatan dan kesehatan kerja serta Inspektorat Jenderal.

Bagian Ketatalaksanaan menyelenggarakan fungsi: a. Pengembangan dan Informasi. analisis. penyusunan rumusan tugas dan fungsi organisasi unit Badan Penelitian. menyiapkan bahan penelaahan dan analisis kelembagaan. penyusunan rumusan tugas dan fungsi serta evaluasi dan pemantauan organisasi unit Badan Penelitian. analisis. e. mengumpulkan dan mengolah data penelaahan dan analisis kelembagaan. Pasal 135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan pembinaan. Direktorat Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Penyiapan Permukiman dan Penempatan Transmigrasi. penyusunan sistem dan prosedur. b. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan penelaahan. analisis. prosedur. akuntabilitas kinerja. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 136 Uraian tugas Bagian Ketatalaksanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 dan Pasal 135. Direktorat Jenderal Pembinaan Penyiapan Permukiman dan Penempatan Transmigrasi. c. c. penilaian. g.Pasal 133 Uraian tugas Subbagian Kelembagaan III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 131 dan Pasal 132. dan h. Pengembangan dan Informasi. penilaian. analisis dan penyusunan sistem dan prosedur di lingkungan Kementerian. f. 41 . dan d. Triwulan. b. dan analisis jabatan di lingkungan Kementerian. Staf Ahli Menteri dan Staf Khusus Menteri dan Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang pengkajian dan penerapan teknik produksi ketransmigrasian. Direktorat Jenderal Pembinaan Penyiapan Permukiman dan Penempatan Transmigrasi. pelayanan publik dan analisis jabatan. pelayanan publik dan analisis jabatan. menyiapkan pembinaan. Direktorat Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. menyiapkan penelaahan. menyiapkan penelaahan. akuntabilitas kinerja. standar. d. menyiapkan penelaahan. Pasal 134 Bagian Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penelaahan. analisis dan penyusunan akuntabilitas kinerja. Semester dan Tahunan Bagian. menyiapkan penyusunan norma. penyiapan penelaahan. Staf Ahli Menteri dan Staf Khusus Menteri dan Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang pengkajian dan penerapan teknik produksi ketransmigrasian. dan kriteria pembinaan. dan c. analisis dan penyusunan analisis jabatan. b. menyusun Laporan Bulanan. analisis dan penyusunan analisis jabatan di lingkungan Kementerian. menyusun konsep LAKIP di lingkungan Kementerian. analisis. penilaian penyusunan sistem dan prosedur. menyusun sistem dan prosedur. analisis dan penyusunan sistem dan prosedur. Pengembangan dan Informasi. akuntabilitas kinerja. penyiapan penelaahan. Staf Ahli Menteri dan Staf Khusus Menteri dan Unit Pelaksana Teknis Pusat bidang pengkajian dan penerapan teknik produksi ketransmigrasian. pelayanan publik. Direktorat Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. analisis dan penyusunan akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan tugas dan fungsi serta evaluasi dan pemantauan organisasi unit Badan Penelitian. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

b. dan c. penyusunan bahan pelaksanaan sistem dan prosedur kerja serta tata hubungan kerja dan pelaksanaan pelayanan publik di lingkungan Kementerian. telaahan sistem dan prosedur kerja. Subbagian Sistem dan Prosedur. juklak dan juknis di Lingkungan Kementerian. telaahan sistem dan prosedur kerja. Pasal 140 Uraian tugas Subbagian Sistem dan Prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138 dan Pasal 139. penyiapan bahan penyusunan dan penyempurnaan sistem dan prosedur kerja. penyiapan bahan bimbingan pelaksanaan sistem dan prosedur kerja. menyiapkan bahan bimbingan pelaksanaan sistem dan prosedur kerja.Pasal 137 Bagian Ketatalaksanaan terdiri atas: a. juklak dan juknis di Lingkungan Kementerian. d. mengumpulkan dan mengolah data penyusunan dan pelaksanaan sistem dan prosedur kerja serta tata hubungan kerja dan pelaksanaan pelayanan publik di lingkungan Kementerian. c. Pasal 141 Subbagian Akuntabilitas Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan pelaksanaan akuntabilitas kinerja serta budaya kerja di lingkungan Kementerian. menyiapkan bahan penyusunan dan penyempurnaan sistem dan prosedur kerja. juklak dan juknis di Lingkungan Kementerian. Pasal 138 Subbagian Sistem dan Prosedur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan sistem dan prosedur kerja serta tata hubungan kerja dan pelaksanaan pelayanan publik di lingkungan Kementerian. dan e. juklak dan juknis di Lingkungan Kementerian. menyusun bahan pelaksanaan sistem dan prosedur kerja serta tata hubungan kerja dan pelaksanaan pelayanan publik di lingkungan Kementerian. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Subbagian Akuntabilitas Kinerja. antara lain sebagai berikut: a. b. Subbagian Analisis Jabatan. 42 . juklak dan juknis di Lingkungan Kementerian. pengumpulan dan pengolahan data penyusunan dan pelaksanaan sistem dan prosedur kerja serta tata hubungan kerja dan pelaksanaan pelayanan publik di lingkungan Kementerian. d. b. c. dan f. Subbagian Sistem dan Prosedur menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan analisis. menyiapkan bahan analisis. e. juklak dan juknis di Lingkungan Kementerian.

dan f. dan f. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan informasi jabatan di Lingkungan Kementerian. mengumpulkan dan mengolah data evaluasi dan pelaksanaan akuntabilitas kinerja serta budaya kerja di lingkungan Kementerian. menyiapkan bahan SAKIP/LAKIP di Lingkungan Kementerian. menyiapkan bahan analisis jabatan dan pemanfaatan analisis jabatan di lingkungan Kementerian. Subbagian Akuntabilitas Kinerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan dan pengkoordinasian penetapan kinerja Setjen. Subbagian Analisis Jabatan menyelenggarakan fungsi: a. c. menyiapkan bahan koordinasi untuk penyiapan bahan LAKIP Kementerian. e. menyiapkan bahan koordinasi penetapan kinerja Setjen. e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Pasal 146 Uraian tugas Subbagian Analisis Jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144 dan Pasal 145. c. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. penyusunan bahan analisis jabatan dan pemanfaatan analisis jabatan di lingkungan Kementerian. b. b. penyiapan bahan dan menyusun SAKIP/LAKIP di Lingkungan Kementerian. pengumpulan dan pengolahan data analisis jabatan dan pemanfaatan analisis jabatan di lingkungan Kementerian. antara lain sebagai berikut: a. penyusunan bahan evaluasi dan pelaksanaan akuntabilitas kinerja serta budaya kerja di lingkungan Kementerian. menyiapkan bahan analisis jabatan di Lingkungan Kementerian. d. Pasal 145 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144. 43 . dan d. Pasal 144 Subbagian Analisis Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan dan pemanfaatan analisis jabatan di lingkungan Kementerian. Pasal 143 Uraian tugas Subbagian Akuntabilitas Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141 dan Pasal 142. menyiapkan bahan evaluasi penilaian jabatan di Lingkungan Kementerian. d. penyiapan bahan evaluasi penilaian jabatan di Lingkungan Kementerian. dan e. pengumpulan dan pengolahan data evaluasi dan pelaksanaan akuntabilitas kinerja serta budaya kerja di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan informasi jabatan di Lingkungan Kementerian. d. menyusun bahan evaluasi dan pelaksanaan akuntabilitas kinerja serta budaya kerja di lingkungan Kementerian. b. c. mengumpulkan dan mengolah data analisis jabatan dan pemanfaatan analisis jabatan di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan analisis jabatan di Lingkungan Kementerian. c.

Informasi kepegawaian. calon atase teknis bidang ketenagakerjaan. dan kriteria perencanaan dan pengembangan karir. rekrutmen pegawai. penyiapan analisis kebutuhan peserta pendidikan dan pelatihan pegawai. calon atase teknis bidang ketenagakerjaan. ujian dinas dan ujian penyesuaian kenaikan pangkat serta pembinaan jabatan fungsional. Pasal 150 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai terdiri atas: a. dan h. administrasi jabatan fungsional.Pasal 147 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perencanaan dan pengembangan karir. pendidikan dan pelatihan pegawai. rekrutmen pegawai. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Bagian. dan c. standar. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. g. pembinaan jabatan fungsional serta disiplin pegawai. b. f. penyiapan pegawai. pendidikan dan pelatihan pegawai. dan e. Subbagian Perencanaan dan Informasi Kepegawaian. pendidikan dan pelatihan pegawai. dan informasi kepegawaian di Lingkungan Kementerian. 44 . Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pegawai. antara lain sebagai berikut: a. Triwulan. dan c. serta disiplin dan kesejahteraan pegawai dan peraturan kepegawaian. kesejahteraan dan peraturan kepegawaian. menyiapkan pelaksanaan disiplin dan kesejahteraan pegawai serta peraturan kepegawaian di Lingkungan Kementerian. menyusun Laporan Bulanan. Pasal 149 Uraian tugas Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147 dan Pasal 148. pendidikan dan pelatihan pegawai. kesejahteraan dan peraturan kepegawaian. b. menyiapkan perencanaan kepegawaian. menyiapkan penyusunan norma. pembinaan jabatan fungsional serta disiplin pegawai. prosedur. penyiapan pelaksanaan disiplin dan kesejahteraan pegawai serta peraturan kepegawaian. d. c. Semester dan Tahunan Bagian. Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai. menyiapkan kebijakan perencanaan dan pengembangan karir. atase ketenagakerjaan. Subbagian Pengembangan Karir Pegawai. ujian dinas dan ujian penyesuaian kenaikan pangkat serta pembinaan jabatan fungsional di Lingkungan Kementerian. rekrutmen pegawai. Pasal 148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147. dan informasi kepegawaian. menyiapkan analisis kebutuhan peserta pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan calon atase teknis bidang ketenagakerjaan. rekrutmen pegawai. rekrutmen pegawai. b. atase ketenagakerjaan. informasi kepegawaian. penyiapan perencanaan kepegawaian. pendidikan dan pelatihan pegawai. informasi kepegawaian.

seleksi untuk pengadaan pegawai. penyiapan bahan pengadministrasian pegawai. calon atase teknis bidang ketenagakerjaan dan informasi kepegawaian. dan penyiapan bahan penyusunan informasi pegawai. Subbagian Perencanaan dan Informasi Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. d. f. 45 . e. g. Pasal 152 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151. antara lain sebagai berikut: a. d. seleksi dan pengadaan pegawai.Pasal 151 Subbagian Perencanaan dan Informasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan pegawai. c. penyiapan bahan seleksi pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan bahan perencanaan pengembangan karier pegawai. pendidikan dan pelatihan pegawai serta informasi pegawai. penyiapan bahan perencanaan pegawai. seleksi dan pengadaan pegawai di Lingkungan Kementerian. e. melaksanakan kegiatan Subbagian Perencanaan dan Informasi Kepegawaian. menyiapkan bahan perencanaan pegawai. seleksi pegawai untuk pendidikan dan pelatihan. penyiapan bahan seleksi pegawai untuk pendidikan dan pelatihan. seleksi untuk pengadaan pegawai dan informasi pegawai di Lingkungan Kementerian. d. b. seleksi dan pengadaan pegawai. ujian dinas dan ujian penyesuaian kenaikan pangkat. menyiapkan bahan kegiatan dan anggaran Subbagian Perencanaan dan Informasi Kepegawaian. seleksi untuk pengadaan pegawai. penyiapan bahan analisis kebutuhan pengembangan karir pegawai. b. c. penyiapan bahan perencanan pedidikan pelatihan pegawai. f. penyiapan bahan perencanaan pegawai. Pasal 155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154. h. pengumpulan dan pengolahan data calon atase teknis bidang ketenagakerjaan. dan e. b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 153 Uraian tugas Subbagian Perencanaan dan Informasi Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151 dan Pasal 152. penyiapan bahan penyusunan informasi pegawai. penyiapan bahan perencanaan pendidikan dan pelatihan pegawai. dan penyiapan bahan ujian dinas dan ujian penyesuaian kenaikan pangkat. Subbagian Pengembangan Karir Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan dan pengolahan data perencanaan pegawai. menyiapkan bahan perencanaan pegawai. Pasal 154 Subbagian Pengembangan Karir Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan pengembangan karir pegawai. c.

46 . menyiapkan bahan rancangan Permenakertrans/Surat Edaran di bidang Kepegawaian. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan bimbingan mental dan disiplin pegawai. penyiapan bahan bimbingan mental dan disiplin pegawai. penyiapan bahan kesejahteraan pegawai. mental dan kesejahteraan pegawai. menyiapkan bahan pembinaan mental dan disiplin pegawai serta sosialisasi peraturan perundang-undangan kepegawaian. d. Triwulan. Karpeg. Bagian Mutasi Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 156 Uraian tugas Subbagian Pengembangan Karir Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154 dan Pasal 155. c. e. dan penyiapan bahan peraturan kepegawaian. f. menyiapkan bahan pengurusan Taperum. Pasal 160 Bagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi mutasi kepegawaian dan rumah tangga Biro. Pasal 157 Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan bimbingan mental dan disiplin pegawai. kepangkatan serta pemindahan pegawai. Pasal 159 Uraian tugas Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157 dan Pasal 158. e. b. menyiapkan bahan perencanaan pengembangan karier pegawai. pemeriksaan kesehatan pegawai. f. penyiapan bahan sosialisasi peraturan perundang-undangan kepegawaian. menyiapkan bahan pengurusan penghargaan. Pasal 158 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. c. menyiapkan bahan pembekalan. penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan kepegawaian. Taspen. serta seleksi pendidikan dan pelatihan pegawai. menyiapkan bahan penyusunan Laporan Bulanan. d. kesejahteraan pegawai dan peraturan kepegawaian. menyiapkan bahan pengembangan karier pegawai dan jabatan fungsional. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Askes. cuti. penyiapan pelaksanaan pengangkatan. antara lain sebagai berikut: a. antara lain sebagai berikut: a. b. kesejahteraan pegawai serta peraturan kepegawaian. Karis dan Karsu pegawai. dan persiapan pensiun pegawai. penyiapan bahan pembinaan disiplin. c. pengadministrasian pegawai. d. dan g. b. Semester dan Tahunan Bagian.

pemindahan. Pasal 164 Subbagian Mutasi Pegawai I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengangkatan calon pegawai negeri sipil dan pegawai negeri sipil. penyiapan pelaksanaan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. standar. e. Subbagian Mutasi Pegawai I menyelengarakan fungsi: a. menyiapkan penyusunan norma. d. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. non struktural kepangkatan. pemberhentian dan pemensiunan serta penggajian di lingkungan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. pemindahan. dan Badan Penelitian. pemberhentian. dan f. fungsional. Pengembangan dan Informasi. pengangkatan. kepangkatan serta pemindahan pegawai. pemberhentian dalam dan dari jabatan. antara lain sebagai berikut: a. urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Subbagian Mutasi Pegawai I. menyusun Laporan Bulanan. Triwulan. kepangkatan serta pemindahan pegawai. pemberhentian dan pemensiunan pegawai. Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. Subbagian Mutasi Pegawai II. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Bagian. b. penyiapan pelaksanaan pelantikan pejabat struktural dan fungsional. pemberhentian dalam dan dari jabatan. Semester dan Tahunan Bagian. dan c. dan c. penyiapan bahan pengangkatan calon pegawai negeri sipil dan pegawai negeri sipil. Pasal 162 Uraian tugas Bagian Mutasi Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160 dan Pasal 161. dan Informasi. penggaijian. pemberhentian dan pemensiunan pegawai. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. pembebasan. penyiapan bahan pengangkatan dalam jabatan struktural. kepangkatan. Subbagian Tata Usaha Biro.b. Pengembangan. dan Informasi. Inspektorat Jenderal. c. pemensiunan pada Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. 47 . b. menyiapkan kebijakan pelaksanaan pengangkatan. kepangkatan. Inspektorat Jenderal dan Badan Penelitian. Pasal 165 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 164. prosedur dan kriteria pelaksanaan pengangkatan. Pengembangan. pemberhentian dan pemensiunan serta penggajian di lingkungan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. penyiapan pelaksanaan pembebasan jabatan. pengangkatan. Pasal 163 Bagian Mutasi Kepegawaian terdiri atas: a. dan d. c. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan Badan Penelitian. b. pembebasan.

Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. non struktural kepangkatan. pemindahan. penyiapan bahan pengangkatan calon pegawai negeri sipil dan pegawai negeri sipil. penyiapan pelaksanaan pelantikan pejabat struktural dan fungsional. pemberhentian dalam dan dari jabatan. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. 48 . antara lain sebagai berikut: a. dan c. dan Badan Penelitian. fungsional. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. pengangkatan. pemindahan. pembebasan. pengangkatan. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. penggaijian. Pengembangan dan Informasi. dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. Subbagian Mutasi Pegawai II menyelengarakan fungsi: a. kepangkatan. Inspektorat Jenderal dan Badan Penelitian. pemberhentian dalam dan dari jabatan. dan Informasi. penyiapan bahan pengangkatan dalam jabatan struktural. kepangkatan. Direktorat Jenderal Pembinaan Penyiapan Permukiman dan Penempatan Transmigrasi serta Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. b. pemberhentian dan pemensiunan serta penggajian di lingkungan Sekretariat Jenderal. pengangkatan. kepangkatan. pemberhentian. menyiapkan pelaksanaan pelantikan pejabat struktural dan fungsional. pemensiunan pada Sekretariat Jenderal. dan e. pembebasan. Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. pemberhentian dan pemensiunan serta penggajian di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 167 Subbagian Mutasi Pegawai II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengangkatan calon pegawai negeri sipil dan pegawai negeri sipil. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. menyiapkan pelaksanaan pelantikan dan sumpah PNS. d. pemberhentian dalam dan dari jabatan. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. penganggkatan. Pengembangan. pembebasan. pemensiunan di lingkungan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. non struktural. fungsional. pemberhentian. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja.Pasal 166 Uraian tugas Subbagian Mutasi Pegawai I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 dan Pasal 165. menyiapkan bahan pengangkatan calon pegawai negeri sipil dan pegawai negeri sipil. b. menyiapkan bahan pengangkatan dalam jabatan struktural. pemberhentian dan pemensiunan serta penggajian di lingkungan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. pemindahan. Pasal 168 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167. kepangkatan.

d. m. Subbagian Tata Usaha Biro menyelengarakan fungsi: a. f. e. 49 . penyiapan bahan pengangkatan calon pegawai negeri sipil dan pegawai negeri sipil. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja Biro. melaksanakan pengelolaan perpustakaan Biro. l. k. menyiapkan pelaksanaan pelantikan dan sumpah PNS. pengurusan administrasi kepegawaian Biro. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Biro. pemberhentian dan pemensiunan serta penggajian di lingkungan Sekretariat Jenderal. d. penyiapan administrasi keuangan Biro. kepegawaian. mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Biro. ketatausahaan. b. pemberhentian. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. triwulan. pemberhentian dalam dan dari jabatan. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Biro. kepangkatan. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. pengangkatan. pembebasan. menyiapkan bahan pengangkatan dalam jabatan struktural. keuangan. kepangkatan. melaksanakan penatausahaan barang milik negara (BMN). pemensiunan di Sekretariat Jenderal. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Biro. melaksanakan urusan administrasi kepegawaian Biro. e. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Biro. Direktorat Jenderal Pembinaan Penyiapan Permukiman dan Penempatan Transmigrasi serta Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. d. melaksanakan pengelolaan urusan keuangan Biro. h. b. dan rumah tangga Biro. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 170 Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. fungsional. g. j. i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. pengangkatan. pemindahan. antara lain sebagai berikut: a. dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 172 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 163 dan Pasal 164. semester dan tahunan Biro. c. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL) Biro. c.Pasal 169 Uraian tugas Subbagian Mutasi Pegawai II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167 dan Pasal 168. Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. menyusun laporan bulanan. menyiapkan pelaksanaan pelantikan pejabat struktural dan fungsional. dan pelaksanaan urusan rumah tangga Biro. non struktural. b. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Biro. Pasal 171 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Biro. dan e.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. norma. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyiapan penyuluhan. menyusun RKA-KL Biro. Biro Hukum menyelenggarakan fungsi: a. o. h. g. menyusun Laporan Bulanan. bantuan. bantuan. konvensi internasional serta evaluasi pelaksanaan konvensi yang telah diratifikasi. c. b. b. pembelaan. 50 . pemberian pertimbangan. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Biro. pedoman. penelaahan dan evaluasi konvensi internasional. pertimbangan dan bantuan hukum. d. i. Semester dan Tahunan Biro. menyusun Renstra Biro. menyusun Penetapan Kinerja Biro. dokumentasi dan informasi hukum. Bagian Keempat Biro Hukum Pasal 173 Biro Hukum mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. f.n. menyusun LAKIP Biro. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. mengkoordinasikan penelaahan. d. menyusun Renja K/L Biro. e. kriteria dan prosedur penelaahan. j. perancangan peraturan perundangundangan. n. dokumentasi dan informasi hukum. k. koordinasi dan analisis perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. pemberian penyuluhan. dokumentasi dan informasi hukum serta penelaahan evaluasi konvensi internasional. merumuskan konsep kebijakan dan menyusun standar. penelaahan peraturan perundang-undangan. l. penelaahan dan evaluasi konvensi internasional. antara lain sebagai berikut: a. perancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan dan perancangan peraturan perundang-undangan. bantuan. c. menyusun Program Kerja dan Renlakgiat Biro. bantuan. p. konsultasi. Triwulan. bantuan dan konsultasi hukum serta penyelenggaraan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. Pasal 175 Uraian tugas Biro Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173 dan Pasal 174. Pasal 174 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyiapan analisis dan penyusunan perancangan peraturan perundang-undangan bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. m. dan e. dan o. perancangan peraturan perundang-undangan. menyusun RKT Biro. mengkoordinasikan dan melaksanakan penelaahan dan analisis peraturan perundang-undangan. dokumentasi dan informasi hukum serta penelaahan evaluasi konvensi internasional. melaksanakan kegiatan penelaahan. dokumentasi dan informasi hukum. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

c. d. konvensi Pasal 179 Uraian tugas Bagian Penelaahan Hukum dan Konvensi Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 dan Pasal 178. Bagian Penelaahan Hukum dan Konvensi Internasional menyelenggarakan fungsi: a. dan Subbagian Tata Usaha Biro. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. mengkoordinasikan dan melaksanakan kegiatan penelaahan konvensi internasional dan konvensi PBB. melaksanakan kegiatan penelaahan. Pasal 180 Bagian Penelaahan Hukum dan Konvensi Internasional terdiri atas: a. dan Bagian Penyuluhan dan Bantuan Hukum. dokumentasi dan informasi hukum serta penelaahan evaluasi konvensi internasional. antara lain sebagai berikut: a. c. c. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Bagian. g. Pasal 178 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177. dan c. Triwulan. menyiapkan perumusan kebijakan di bidang penelaahan hukum dan konvensi internasional. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. menyiapkan perumusan kebijakan di bidang penelaahan hukum dan konvensi internasional. dokumentasi dan informasi hukum. Subbagian Penelaahan Hukum. konvensi internasional serta evaluasi pelaksanaan konvensi yang telah diratifikasi. b. perancangan peraturan perundangundangan. b. dan k. menyiapkan bahan laporan konvensi internasional dan konvensi PBB h. mengkoordinasikan penelaahan.Pasal 176 Biro Hukum terdiri atas: a. menyusun Laporan Bulanan. bantuan. bantuan. d. Bagian Penelaahan Hukum dan Konvensi Internasional. perancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Evaluasi Konvensi Internasional. f. Bagian Perancangan Peraturan Perundang-Undangan II. b. Bagian Perancangan Peraturan Perundang-Undangan I. i. j. 51 . b. penyiapan penelaahan peraturan perundangan-undangan dan internasional. e. Pasal 177 Bagian Penelaahan Hukum dan Konvensi Internasional mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan analisis peraturan perundangan-undangan. mengkoordinasikan dan melaksanakan penelaahan peraturan perundangundangan bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Semester dan Tahunan Bagian. penyiapan evaluasi pelaksanaan konvensi yang telah diratifikasi.

dan rumah tangga Biro. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan koordinasi dan penyusunan bahan hukum dan konvensi internasional. koordinasi dan penyiapan penyusunan bahan hukum dan konvensi internasional. Pasal 187 Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. penyiapan koordinasi evaluasi konvensi internasional Pasal 186 Uraian tugas Subbagian Evaluasi Konvensi Internasional sebagaimana dimakasud dalam Pasal 184 dan Pasal 185. ketatausahaan. pengkoordinasian dan penyiapan penyusunan bahan rancangan peraturan perundang-undangan ratifikasi konvensi internasional. c.Pasal 181 Subbagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan bahan penelaahan hukum. kepegawaian. b. antara lain sebagai berikut: a. Subbagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan bahan penelaahan hukum. b. keuangan. Pasal 184 Subbagian Evaluasi Konvensi Internasional mempunyai tugas melakukan koordinasi dan penyiapan penyusunan bahan peraturan perundang-undangan dan evaluasi konvensi internasional. dan c. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan evaluasi konvensi internasional. dan d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. menyiapkan bahan penelaahan hukum dan peraturan perundang-undangan. Pasal 183 Uraian tugas Subbagian Penelaahan Hukum sebagaimana dimaasud dalam Pasal 181 dan Pasal 182. menyiapkan bahan koordinasi dan penyusunan bahan hukum dan konvensi internasional. menyiapkan bahan koordinasi penyusunan bahan evaluasi konvensi internasional. Pasal 182 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 181. Subbagian Evaluasi Konvensi Internasional menyelenggarakan fungsi: a. dan b. penyiapan evaluasi konvensi internasional. 52 . menyiapkan bahan koordinasi dengan instansi terkait terhadap penelaahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan Peraturan Daerah (Perda) c. dan d. menyiapkan bahan koordinasi penyusunan bahan peraturan perundangundangan dan konvensi internasional. Pasal 185 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184.

penyiapan administrasi keuangan Biro. melaksanakan pengelolaan perpustakaan Biro. i. dan c. mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Biro. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Biro. Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. o. semester dan tahunan Biro. e. triwulan. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Biro. 53 . b. f. k. Pasal 191 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190. h. b. c. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Biro. c. melaksanakan pengelolaan urusan keuangan Biro. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Biro. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan ketenagakerjaan. m. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Biro. g. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL) Biro. melaksanakan urusan administrasi kepegawaian Biro.Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. d. j. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja Biro. melaksanakan penatausahaan barang milik negara (BMN). pengurusan administrasi kepegawaian Biro. Pasal 189 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187 dan Pasal 188. pengawasan ketenagakerjaan serta ketransmigrasian. menyiapkan perancangan peraturan perundang-undangan bidang hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja dan pengawasan ketenagakerjaan. n. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Biro. menyusun laporan bulanan. Bagian Perancangan Peraturan Perundang-undangan I menyelenggarakan fungsi: a. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Biro. b. l. Pasal 192 Uraian tugas Bagian Perancangan Peraturan Perundang-Undangan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190 dan Pasal 191. Pasal 190 Bagian Perancangan Peraturan Perundang-undangan I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan analisa dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan bidang pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. d. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang ketransmigrasian. e. dan pelaksanaan urusan rumah tangga Biro.

b. menyusun Laporan Bulanan. 54 . melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Bagian. menyiapkan bahan perancangan peraturan perundang-undangan bidang hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja dan pengawasan ketenagakerjaan serta ketransmigrasian. Pasal 196 Uraian tugas Subbagian Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja sebagaimana dimakasud dalam Pasal 194 dan Pasal 195. Subbagian Ketransmigrasian. Semester dan Tahunan Bagian.b. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 193 Bagian Perancangan Peraturan Perundang-undangan I terdiri atas: a. menyiapkan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan bidang hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. dan c. Triwulan. Subbagian Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. dan c. Subbagian Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria perancangan peraturan perundang-undangan bidang hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja dan pengawasan ketenagakerjaan serta ketransmigrasian. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. mengkoordinasikan penyiapan perumusan kebijakan dan penyusunan norma. e. Pasal 194 Subbagian Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. c. f. dan g. penyiapan bahan koordinasi bidang hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. Subbagian Pengawasan Ketenagakerjaan. dan b. menyiapkan bahan koordinasi dengan unit teknis dan instansi terkait dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan bidang hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. Pasal 195 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194. standar. b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. penyiapan bahan rancangan peraturan perundang-undangan bidang hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. Pasal 197 Subbagian Pengawasan Ketenagakerjaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan ketenagakerjaan. d. melakukan koordinasi dengan unit teknis dan instansi terkait dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan bidang hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja dan pengawasan ketenagakerjaan serta ketransmigrasian. prosedur.

melakukan koordinasi dengan unit teknis dan instansi terkait dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan bidang ketransmigrasian. Pasal 203 Bagian Perancangan Peraturan Perundang-undangan II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan analisa dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan bidang pelatihan dan produktivitas. menyiapkan bahan koordinasi dengan unit teknis dan instansi terkait dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan bidang pengawasan ketenagakerjaan. kesekretariatan. Pasal 199 Uraian tugas Subbagian Pengawasan Ketenagakerjaan sebagaimana dimakasud dalam Pasal 197 dan Pasal 198. menyiapkan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan ketenagakerjaan. 55 . penyiapan bahan koordinasi bidang pengawasan ketenagakerjaan. penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan bidang pengawasan ketenagakerjaan. dan c. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. antara lain sebagai berikut: a. pengembangan. menyiapkan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang ketransmigrasian. penelitian. dan informasi serta pengawasan intern. Subbagian Ketransmigrasian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 204 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 203. penempatan tenaga kerja. dan c. Pasal 200 Subbagian Ketransmigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang ketransmigrasian.Pasal 198 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 197. dan b. antara lain sebagai berikut: a. b. penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan bidang Ketransmigrasian. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang pelatihan dan produktivitas. penyiapan bahan koordinasi bidang Ketransmigrasian. Pasal 201 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200. Subbagian Pengawasan Ketenagakerjaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 202 Uraian tugas Subbagian Ketransmigrasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200 dan Pasal 201. Bagian Perancangan Peraturan Perundang-undangan II menyelenggarakan fungsi: a. dan b.

b. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang kesekretariatan. dan b. dan informasi serta pengawasan intern. antara lain sebagai berikut: a. penelitian. Pengembangan. penelitian. dan g. dan kriteria perancangan peraturan perundang-undangan bidang pelatihan dan produktivitas. kesekretariatan. menyusun Laporan Bulanan. Pasal 209 Uraian tugas Subbagian Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja sebagaimana dimakasud dalam Pasal 207 dan Pasal 208. b. dan informasi serta pengawasan intern. Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207. mengkoordinasikan penyiapan perumusan kebijakan dan penyusunan norma. kesekretariatan. pengembangan. kesekretariatan. pengembangan. pengembangan. dan informasi serta pengawasan intern. d. penempatan tenaga kerja. standar. kesekretariatan. e. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Bagian. Triwulan. dan informasi serta pengawasan intern. menyiapkan bahan perancangan peraturan perundang-undangan bidang pelatihan dan produktivitas. dan c. penelitian. penelitian. Pasal 206 Bagian Perancangan Peraturan Perundang-undangan II terdiri atas: a. antara lain sebagai berikut: a. melakukan koordinasi dengan unit teknis dan instansi terkait dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan bidang pelatihan dan produktivitas. pengembangan. pengembangan. penyiapan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang penempatan tenaga kerja. menyiapkan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan bidang pelatihan dan produktivitas tenaga kerja. Semester dan Tahunan Bagian. dan informasi serta pengawasan intern. c. 56 . Pasal 207 Subbagian Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang pelatihan dan produktivitas tenaga kerja. penyiapan bahan koordinasi bidang pelatihan dan produktivitas tenaga kerja. penempatan tenaga kerja. Subbagian Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja. f. penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan bidang pelatihan dan produktivitas tenaga kerja. Subbagian Kesekretariatan.b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Subbagian Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Subbagian Penempatan Tenaga Kerja. dan Informasi serta Pengawasan Intern. menyiapkan perancangan peraturan perundang-undangan bidang pelatihan dan produktivitas. dan c. Pasal 205 Uraian tugas Bagian Perancangan Peraturan Perundang-Undangan II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 203 dan Pasal 204. penempatan tenaga kerja. penempatan tenaga kerja. Penelitian. penelitian.

Pasal 210 Subbagian Penempatan Tenaga Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang penempatan tenaga kerja. Subbagian Kesekretariatan. dan b. Pengembangan. pengembangan dan informasi dan pengawasan intern. Pasal 215 Uraian tugas Subbagian Kesekretariatan. antara lain sebagai berikut: a. penelitian. pengembangan dan informasi dan pengawasan intern. Pasal 212 Uraian tugas Subbagian Penempatan Tenaga Kerja sebagaimana dimakasud dalam Pasal 210 dan Pasal 211. Penelitian. dan pengawasan intern. antara lain sebagai berikut: a. pengembangan dan informasi serta pengawasan intern. menyiapkan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan bidang kesekretariatan. dan Informasi serta Pengawasan Intern mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang kesekretariatan. Pengembangan dan Informasi serta Pengawasan Intern sebagaimana dimaksud dalam Pasal 213 dan Pasal 214. dan c. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.b. Subbagian Penempatan Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penelitian. dan b. penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan bidang kesekretariatan. Penelitian. Penelitian. Pasal 213 Subbagian Kesekretariatan. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Pengembangan dan Informasi serta Pengawasan Intern menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan koordinasi dengan unit teknis dan instansi terkait dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan bidang pelatihan dan produktivitas tenaga kerja. menyiapkan bahan koordinasi dengan unit teknis dan instansi terkait dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan bidang penempatan tenaga kerja. penyiapan bahan koordinasi di bidang penempatan tenaga kerja. menyiapkan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan bidang penempatan tenaga kerja. penyiapan bahan koordinasi bidang kesekretariatan. 57 . penelitian. penyiapan bahan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan bidang penempatan tenaga kerja. pengembangan. dan informasi. penelitian. dan c. Pasal 214 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 213.

dan c. dan b. pertimbangan dan konsultasi hukum. bantuan dan konsultasi hukum. menyiapkan penyelenggaraan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. dan c. Subbagian Dokumentasi dan Informasi Hukum. pembelaan. Bagian Penyuluhan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Bagian. b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan g. penelitian. pelaksanaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. menyiapkan pemberian penyuluhan. pertimbangan. Pasal 218 Uraian tugas Bagian Penyuluhan dan Bantuan Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216 dan Pasal 217. Pasal 219 Bagian Penyuluhan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. Pasal 221 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220. Subbagian Pembelaan. pembelaan. menyiapkan bahan koordinasi dengan bagian teknis Sekretariat Jenderal dan instansi terkait dalam penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan bidang kesekretariatan. 58 . f. Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi. menyusun Laporan Bulanan. mewakili Kementerian dalam penyelesaian kasus hukum di Pengadilan Tata Usaha. Triwulan dan Tahunan Bagian. bantuan dan konsultasi hukum serta penyelenggaraan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. dan konsultasi hukum. Pasal 217 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216. dan c. konsultasi dan pertimbangan hukum. e. Subbagian Penyuluhan dan Konsultasi Hukum. melakukan koordinasi dengan bagian hukum unit teknis. b. penyiapan bahan pemberian pertimbangan hukum. antara lain sebagai berikut: a. b. pengembangan dan informasi serta pengawasan intern. d. pemberian penyuluhan. Pasal 220 Subbagian Penyuluhan dan Konsultasi Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyuluhan.b. Subbagian Penyuluhan dan Konsultasi Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Pengadilan Negeri. pemberian bantuan dan pembelaan hukum. c. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan instansi terkait dalam rangka pemberian penyuluhan. penyiapan bahan pemberian penyuluhan. pertimbangan.

pekerja/buruh. c. Pasal 225 Uraian tugas Subbagian Pembelaan sebagaimana dimakasud dalam Pasal 223 dan Pasal 224. b. menyiapkan bahan pemberian pembelaan terhadap semua unsur Kementerian. penyiapan bahan pemberian bantuan hukum terhadap semua unsur Kementerian. dan c. menyiapkan bahan pemberian bantuan hukum terhadap semua unsur Kementerian. pelaku usaha. pengelolaan bahan dokumentasi dan informasi hukum. mewakili Kementerian dalam rangka beracara di Pengadilan. dan para pemangku kepentingan/stakeholders. Pasal 227 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 226. b. pelayanan informasi hukum. d. 59 . dan c. dan b. Pasal 224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223. penyiapan bahan pemberian pembelaan terhadap semua unsur Kementerian. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Subbagian Dokumentasi dan Informasi Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sistem jaringan informasi hukum.Pasal 222 Uraian tugas Subbagian Penyuluhan dan Konsultasi Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220 dan Pasal 221. menyiapkan bahan koordinasi dengan unit teknis dan instansi terkait dalam rangka penyusunan pemberian bantuan hukum dan pembelaan. menyiapkan bahan pemberian penyuluhan. b. dan e. antara lain sebagai berikut: a. Subbagian Pembelaan menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan pemberian pertimbangan hukum. Pasal 226 Subbagian Dokumentasi dan Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. Pasal 223 Subbagian Pembelaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemberian bantuan dan pembelaan hukum terhadap semua unsur Kementerian. dan konsultansi hukum terhadap semua unsur Kementerian. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. LSM. antara lain sebagai berikut: a.

pengurusan keamanan dan ketertiban Kementerian. melaksanakan pembinaan Sistem Informasi Manajemen dan Akutansi Barang Milik/ Kekayaan Negara (SIMAK-BMN) di lingkungan Kementerian dan UPTP bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. menyusun RKA-KL Biro. pengurusan persuratan.Pasal 228 Uraian tugas Subbagian Dokumentasi dan Informasi Hukum sebagaimana dimakasud dalam Pasal 226 dan Pasal 227. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. i. d. menyusun Program Kerja dan Renlakgiat Biro. b. menyusun Penetapan Kinerja Biro. e. c. menyiapkan bahan pelayana informasi hukum. menyiapkan bahan pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum.BMN) di lingkungan Kementerian. koordinasi dan pembinaan sistem informasi manajemen dan akuntansi barang milik/ kekayaan negara (SIMAK. ketatausahaan pimpinan dan Kementerian. menyusun RKT Biro. melaksanakan pembinaan dan pengelolaan urusan kerumahtanggaan Kementerian. koordinasi pelaksanaan keprotokolan Kementerian. b. menyiapkan bahan koordinasi dengan unit teknis terkait dan instansi terkait dalam rangka jaringan dokumentasi hukum. h. kerumahtanggaan. e. d. f. koordinasi dan pengelolaan perlengkapan dan inventarisasi barang milik/ kekayaan negara di tingkat Kementerian serta unit pelaksana teknis pusat (UPTP). c. g. c. antara lain sebagai berikut: a. pengelolaan kerumahtanggaan Kementerian. melaksanakan sistem jaringan informasi hukum. 60 . pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan dan rumah tangga Biro. menyusun Renja K/L Biro. dan e. melaksanakan pengelolaan dan penatausahaan barang milik/ kekayaan negara (BMN) di lingkungan Kementerian dan UPTP serta BMN yang bersumber dari dana dekonsentrasi/ tugas perbantuan bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Bagian Kelima Biro Umum Pasal 229 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi. f. dan g. arsip dan dokumentasi Kementerian serta UPTP. b. antara lain sebagai berikut : a. perlengkapan dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. menyusun Renstra Biro. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. d. yang berasal dari dana dekonsentrasi dan dana tugas pembantuan bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Pasal 231 Uraian tugas Biro Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 dan Pasal 230. Pasal 230 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229.

melaksanakan pembinaan dan pengelolaan urusan kepegawaian Biro. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Bagian. c. Pasal 233 Bagian Rumah Tangga dan Keamanan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga. Bagian Perlengkapan. Pasal 234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 233.j. p. melaksanakan kegiatan telekomunikasi di lingkungan kantor Kementerian di Jl. 51 Jakarta Selatan dan Jl. menyusun Laporan Bulanan. menyiapkan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan kerumahtanggaan. n. Triwulan. keamanan. dan r. 17 Jakarta Selatan. e. g. Jenderal Gatot Subroto Kav. keamanan. menyusun LAKIP Biro. TMP. Bagian Rumah Tangga dan Keamanan menyelenggarakan fungsi: a. d. b. Kalibata No. TMP. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. 51 Jakarta Selatan. m. menyusun Laporan Bulanan. Bagian Rumah Tangga dan Keamanan. pelaksanaan urusan rumah tangga Kementerian. f. 51 Jakarta Selatan. Kalibata No. pelaksanaan urusan telekomunikasi Kementerian. ketertiban. Jenderal Gatot Subroto Kav. o. q. dan c. 51 Jakarta Selatan. Jenderal Gatot Subroto Kav. antara lain sebagai berikut: a. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 235 Uraian tugas Bagian Rumah Tangga dan Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232 dan Pasal 234. l. dan telekomunikasi Kementerian. Pasal 232 Biro Umum terdiri atas: a. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Kearsipan Kementerian. dan c. melaksanakan pembinaan dan pengelolaan urusan keamanan dan ketertiban di lingkungan Kementerian. melaksanakan kegiatan keamanan dan ketertiban di lingkungan kantor Kementerian di Jl. Triwulan. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. 17 Jakarta Selatan. melaksanakan kegiatan pengelolaan urusan kerumahtanggaan dan sarana transportasi antar jemput pegawai di lingkungan kantor Kementerian di Jl. melaksanakan pembinaan dan pengelolaan tata naskah dinas dan kearsipan Kementerian. Semester dan Tahunan Bagian. 61 . menyusun dan melaksanakan kegiatan keprotokolan Kementerian k. b. b. melaksanakan kegiatan pengelolaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana gedung kantor dan Telekomunikasi Kementerian di Jl. pelaksanaan urusan keamanan dan ketertiban Kementerian. Jenderal Gatot Subroto Kav. Semester dan Tahunan Biro. dan h. 51 Jakarta Selatan dan Jl. ketertiban dan telekomunikasi di lingkungan kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. melaksanakan urusan ketatausahaan pimpinan.

penyiapan pemeliharaan sarana dan prasarana gedung kantor dan telekomunikasi Kementerian di Jl. d. 51 Jakarta Selatan. fasilitas kesehatan pegawai Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Jalan TMP. Jenderal Gatot Subroto Kav. penyiapan dan pemeliharaan sarana transportasi pegawai di lingkungan kantor Kementerian di Jl. penyiapan pemeliharaan kesehatan pegawai di lingkungan kantor Kementerian di Jl. 51 Jakarta Selatan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan c. Jenderal Gatot Subroto Kav. Pasal 237 Subbagian Rumah Tangga dan Telekomunikasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan pengelolaan. Kalibata Nomor 17 Jakarta Selatan. penyiapan pengelolaan urusan kerumahtanggaan dan telekomuniksasi di lingkungan kantor Kementerian di Jl. Subbagian Rumah Tangga dan Telekomunikasi II. 51 Jakarta Selatan. melaksanakan urusan pengelolaan kegiatan poliklinik umum dan poliklinik gigi di lingkungan kantor Kementerian di Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. dan e. pemeliharaan sarana dan prasarana kantor. melalui kegiatan poliklinik umum dan poliklinik gigi. Pasal 239 Uraian tugas Subbagian Rumah Tangga dan Telekomunikasi I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 237 dan Pasal 238. telekomunikasi. 51 Jakarta Selatan. 51 Jakarta Selatan. b. pemeliharaan sarana dan prasarana kantor. fasilitas kesehatan pegawai Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Jalan Jenderal Gatot Subroto Kaveling 51 Jakarta Selatan. Jenderal Gatot Subroto Kav. b. Jenderal Gatot Subroto Kav. 51 Jakarta Selatan. Subbagian Rumah Tangga dan Telekomunikasi I menyelenggarakan fungsi: a. antara lain sebagai berikut: a. Jenderal Gatot Subroto Kav. 51 Jakarta Selatan. Jenderal Gatot Subroto Kav. 51 Jakarta Selatan. menyiapkan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan kerumahtanggaan di lingkungan kantor Kementerian di Jl. Subbagian Rumah Tangga dan Telekomunikasi I. telekomunikasi. Pasal 240 Subbagian Rumah Tangga dan Telekomunikasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan pengelolaan. melaksanakan urusan pengelolaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana gedung kantor dan Telekomunikasi di lingkungan kantor Kementerian di Jl.Pasal 236 Bagian Rumah Tangga dan Keamanan terdiri atas: a. c. Jenderal Gatot Subroto Kav. b. Subbagian Keamanan dan Ketertiban. 62 . c. Pasal 238 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 237. melaksanakan urusan pengelolaan serta pemeliharaan sarana transportasi antar jemput pegawai di lingkungan kantor Kementerian di Jl. dan d.

TMP. TMP. penyiapan pemeliharaan sarana dan prasarana gedung kantor dan Telekomunikasi Kementerian di Jl. penyiapan pengelolaan urusan kerumahtanggaan dan telekomunikasi di lingkungan kantor Kementerian di Jl. 17 Jakarta Selatan. 17 Jakarta Selatan. penyiapan bahan pemeliharaan kesehatan pegawai di lingkungan kantor Kementerian di Jl. melaksanakan urusan pengelolaan kegiatan poliklinik umum dan poliklinik gigi di lingkungan kantor Kementerian di Jl. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan keamanan dan ketertiban di lingkungan kantor Pusat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Jl. melalui kegiatan poliklinik umum dan poliklinik gigi. c. TMP. Gatot Subroto Kav 51 dan Jl. Pasal 243 Subbagian Keamanan dan Ketertiban mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan keamanan dan ketertiban Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Jalan Jenderal Gatot Subroto Kaveling 51. b. dan d. c. Kalibata nomor 17. antara lain sebagai berikut: a. Kalibata nomor 17. Kalibata nomor 17. 63 . Kalibata no. menyusun dan menyiapkan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan kerumahtanggaan di lingkungan kantor Kementerian di Jl. Kalibata Nomor 17 Jakarta Selatan. Subbagian Keamanan dan Ketertiban menyelenggarakan fungsi: a. Gatot Subroto Kav 51 dan Jl. antara lain sebagai berikut: a. Gatot Subroto Kav 51 dan Jalan TMP. Kalibata nomor 17. penyiapan urusan pengelolaan keamanan dan ketertiban di lingkungan kantor Pusat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Jl. d. Kalibata nomor 17. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. penyiapan dan pemeliharaan sarana transportasi pegawai di lingkungan kantor Kementerian di Jl. Pasal 242 Uraian tugas Subbagian Rumah Tangga dan Teekomunikasi II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240 dan Pasal 241. TMP. dan b. Kalibata nomor 17. TMP. TMP. Taman Makam Pahlawan No. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Kalibata nomor 17. dan e. melaksanakan urusan pengelolaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana gedung kantor dan Telekomunikasi di lingkungan kantor Kementerian di Jl. TMP. Subbagian Rumah Tangga dan Telekomunikasi II menyelenggarakan fungsi: a. b. keamanan dan ketertiban di lingkungan kantor Kementerian di Jl. Kalibata nomor 17. dan Jalan TMP. 17 Jakarta Selatan. menyusun bahan pengaturan dalam pengelolaan.Pasal 241 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240. melaksanakan urusan pengelolaan serta pemeliharaan sarana transportasi antar jemput pegawai di lingkungan kantor Kementerian di Jl. Taman Makam Pahlawan No. Pasal 245 Uraian tugas Subbagian Keamanan dan Ketertiban dimaksud dalam Pasal 243 dan Pasal 244. TMP.

Subbagian Perlengkapan III. Pasal 248 Uraian tugas Bagian Perlengkapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246 dan Pasal 247. menyusun Laporan Bulanan. melaksanakan evaluasi pelaksanaan kegiatan. dan c. d. Subbagian Perlengkapan I. Pasal 246 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan dan penatausahaan barang milik/kekayaan negara. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. dan pembinaan sistem informasi manajemen dan akuntansi barang milik/ kekayaan negara (SIMAK-BMN) Kementerian. menyusun konsep evaluasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan dan penatausahaan barang milik/kekayaan negara Kementerian. Pasal 247 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 246. c. 17 Jakarta Selatan. melaksanakan urusan keamanan dan ketertiban di lingkungan kantor Kementerian di Jl. 64 . menyiapkan pembinaan sistem informasi manajemen dan akuntansi barang milik/kekayaan negara (SIMAK-BMN) Kementerian. Kalibata no. menyusun laporan berkala hasil pelaksanaan kegiatan pengelolaan dan penatausahaan barang milik/kekayaan negara Kementerian. Kalibata no. Gatot Subroto Kav 51 dan Jalan TMP. keamanan dan ketertiban di lingkungan kantor Kementerian di Jl. menyiapkan pembinaan pengelolaan dan penatausahaan barang milik/ kekayaan negara di lingkungan Kementerian dan UPTP serta pengelolaan IKN yang bersumber dari dana dekonsentrasi/tugas perbantuan bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Gatot Subroto Kav 51 dan Jalan TMP. c. b. b. Subbagian Perlengkapan II. dan d. f. pembinaan sistem informasi manajemen dan akuntansi barang milik/ kekayaan negara (SIMAK-BMN) Kementerian. Triwulan. dan g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. e. 17 Jakarta Selatan. Pasal 249 Bagian Perlengkapan terdiri atas : a. c. pelaksanaan penatausahaan BMN Kementerian. antara lain sebagai berikut: a. pelaksanaan pengelolaan BMN Kementerian.b. Semester dan Tahunan Bagian. b. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Bagian. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Pasal 252 Uraian tugas Subbagian Perlengkapan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250 dan Pasal 251. inventarisasi. dan Inspektorat Jenderal serta daerah yang memperoleh alokasi dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I. hibah barang milik/kekayaan negara. 65 . Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. c. Smester maupun tahunan unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. dan Inspektorat Jenderal serta daerah yang memperoleh alokasi dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I. dan Inspektorat Jenderal serta daerah yang memperoleh alokasi dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I. b.Pasal 250 Subbagian Perlengkapan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan. dan Inspektorat Jenderal serta daerah yang memperoleh alokasi dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I dimaksud. penyiapan bahan pembinaan SIMAK BMN di lingkungan unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. d. menyiapkan bahan inventarisasi barang milik/kekayaan negara serta perlengkapan unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. penyiapan bahan inventarisasi dan penghapusan. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. dan Inspektorat Jenderal serta daerah yang memperoleh alokasi dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I. b. menyiapkan bahan pelaksanaan SIMAK-BMN unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. dan Inspektorat Jenderal serta daerah yang memperoleh alokasi dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I. menyiapkan bahan pelaksanaan kegiatan monitoring pengelolaan BMN dalam rangka penyusunan Laporan Bulanan. antara lain sebagai berikut: a. dan Inspektorat Jenderal serta daerah yang memperoleh alokasi dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I. hibah. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. pengaturan. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. penyiapan bahan laporan tertib administrasi pengelolaan barang inventaris milik/ kekayaan negara di lingkungan unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. dan c. menyiapkan bahan pengelolaan tertib administrasi BMN unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas.BMN) unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. Subbagian Perlengkapan I menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. serta pelaksanaan sistem informasi manajemen dan akuntansi barang milik/kekayaan negara (SIMAK. pengelolaan BMN melalui SIMAK BMN yang bersumber dari dana dekonsentrasi/ tugas perbantuan di lingkungan unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. dan Inspektorat Jenderal serta daerah yang memperoleh alokasi dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I.

pengelolaan BMN yang bersumber dari dana dekonsentrasi/ tugas perbantuan unit Sekretariat Jenderal. menyiapkan bahan inventarisasi barang milik/kekayaan negara serta perlengkapan unit Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. b. dan penyiapan bahan laporan tertib administrasi pengelolaan barang inventaris milik/ kekayaan negara unit Sekretariat Jenderal. serta pelaksanaan sistem informasi manajemen dan akuntansi barang milik/kekayaan negara (SIMAK-BMN) unit Sekretariat Jenderal. Pusat-Pusat di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. c. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. pengadaan. Pasal 253 Subbagian Perlengkapan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan. menyiapkan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan perlengkapan di lingkungan unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Pusat-Pusat unit Sekretariat Jenderal. PusatPusat unit Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan.e. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. Pusat-Pusat unit Sekretariat Jenderal. dan f. hibah. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Pasal 255 Uraian tugas Subbagian Perlengkapan II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 253 dan Pasal 254. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan serta daerah yang memperoleh alokasi dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I dimaksud. menyiapkan bahan pelaksanaan SIMAK-BMN unit Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan inventarisasi dan penghapusan barang milik/ kekayaan negara. c. dan Inspektorat Jenderal serta daerah yang memperoleh alokasi dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. Semester maupun tahunan Sekretariat Jenderal. Pusat-Pusat di lingkungan Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan pembinaan SIMAK-BMN di lingkungan Sekretariat Jenderal. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. menyiapkan bahan pelaksanaan kegiatan monitoring pengelolaan BMN dalam rangka penyusunan Laporan Bulanan. Pusat-Pusat di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Perlengkapan II menyelenggarakan fungsi: a. inventarisasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. pengaturan. b. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Pusat-Pusat unit Sekretariat Jenderal. Pasal 254 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 253. 66 . Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. antara lain sebagai berikut: a.

penyiapan bahan inventarisasi dan penghapusan barang milik/ kekayaan negara. 67 . Subbagian Perlengkapan III menyelenggarakan fungsi: a. Pusat-Pusat unit Sekretariat Jenderal. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 256 Subbagian Perlengkapan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan. menyiapkan bahan inventarisasi barang milik/kekayaan negara serta perlengkapan unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. Badan Penelitian. Badan Penelitian. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. e. menyiapkan bahan pengelolaan tertib administrasi BMN Sekretariat Jenderal. Pengembangan. serta pelaksanaan sistem informasi manajemen dan akuntansi barang milik/kekayaan negara (SIMAK-BMN) unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. Pusat-Pusat unit Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Pasal 257 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256. dan Informasi serta daerah yang memperoleh alokasi dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I. pengelolaan BMN yang bersumber dari dana dekonsentrasi/ tugas perbantuan unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. Pasal 258 Uraian tugas Subbagian Perlengkapan III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 dan 257. Badan Penelitian. Pengembangan. dan Informasi serta daerah yang memperoleh alokasi dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I. dan penyiapan bahan laporan tertib administrasi pengelolaan barang inventaris milik/ kekayaan negara unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. dan Informasi serta daerah yang memperoleh alokasi dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I dimaksud. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. dan Informasi serta daerah yang memperoleh alokasi dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. b. Pengembangan. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. hibah. dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. Pengembangan. dan Informasi serta daerah yang memperoleh alokasi dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I.d. pengaturan. c. penyiapan bahan pembinaan SIMAK-BMN unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. Badan Penelitian. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. inventarisasi. dan f. Badan Penelitian. Pengembangan. menyiapkan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan perlengkapan di lingkungan Sekretariat Jenderal. pengadaan.

Pengembangan. Sekretaris Jenderal. pelaksanaan urusan keprotokolan. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan d. melaksanakan urusan persuratan dan kearsipan Kementerian. Badan Penelitian. menyiapkan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan perlengkapan unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. Staf Ahli Menteri. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. f. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Bagian. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. Staf Ahli Menteri dan Staf Khusus Menteri dan keprotokolan pimpinan. menyusun Laporan Bulanan. serta ketatausahaan dan kerumahtanggaan Biro. melaksanakan urusan ketatausahaan Menteri. Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Kearsipan Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. e. Pengembangan. Smester maupun tahunan unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. Sekretaris Jenderal. Semester dan Tahunan Bagian. b. Badan Penelitian. Triwulan. Pengembangan. pelaksanaan urusan persuratan dan kearsipan pada tingkat Kementerian dan UPTP. Badan Penelitian. kearsipan serta ketatausahaan Menteri. d. melaksanakan keprotokolan pimpinan Kementerian. dan f. dan Staf Khusus Menteri. Staf Ahli Menteri. antara lain sebagai berikut: a. keprotokolan. Pasal 261 Uraian tugas Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Kearsipan Kementerian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 259 dan Pasal 260. Sekretaris Jenderal.b. menyiapkan bahan pelaksanaan SIMAK-BMN unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. c. dan Informasi serta daerah yang memperoleh alokasi dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I. dan Informasi serta daerah yang memperoleh alokasi dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I. Badan Penelitian. Pasal 259 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Kearsipan Kementerian mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. c. dan Informasi serta daerah yang memperoleh alokasi dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I. menyiapkan bahan pelaksanaan kegiatan monitoring pengelolaan BMN dalam rangka penyusunan Laporan Bulanan. Pasal 260 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 259. b. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. d. pelaksanaan urusan ketatausahaan Menteri. Pengembangan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan pengelolaan tertib administrasi BMN unit Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. c. dan Informasi serta daerah yang memperoleh alokasi dana dekonsentrasi dan/atau dana tugas pembantuan dari unit eselon I. dan Staf Khusus Menteri. 68 . persuratan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. e.

Pasal 263 Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Menteri. antara lain sebagai berikut: a. Staf Ahli Menteri. melaksanakan urusan ketatausahaan Menteri. penyiapan urusan kerumahtanggaan Menteri. Pasal 264 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263. penyiapan urusan ketatausahaan Sekretaris Jenderal.sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266 dan Pasal 267. Pasal 266 Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. Staf Ahli Menteri. dan Staf Khusus Menteri. dan Staf Khusus Menteri mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Sekretaris Jenderal.Pasal 262 Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Kearsipan Kementerian terdiri atas: a. dan Staf Khusus Menteri. Staf Ahli Menteri. dan c. Subbagian Tata Usaha Menteri. b. arsip dan dokumentasi Sekretaris Jenderal. melaksanakan urusan ketatausahaan Sekretaris Jenderal. Pasal 265 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 dan Pasal 264. Subbagian Protokol. dan Staf Khusus Menteri. c. b. dan Staf Khusus Menteri. dan d. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan Staf Khusus Menteri. Pasal 268 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. 69 . penyiapan urusan persuratan. penyiapan urusan persuratan. d. antara lain sebagai berikut: a. b. Subbagian Tata Usaha Sekretaris jenderal menyelenggarakan fungsi: a. arsip dan dokumentasi Menteri. Subbagian Persuratan. Staf Ahli Menteri. penyiapan urusan ketatausahaan Menteri. b. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. dan Staf Khusus Menteri. penyiapan urusan kerumahtanggaan Sekretaris Jenderal. Staf Ahli Menteri. Staf Ahli Menteri. melaksanakan urusan persuratan. dan Staf Khusus Menteri. dan c. Staf Ahli Menteri. Kearsipan Kementerian dan Tata Usaha Biro. Subbagian Tata Usaha Menteri menyelenggarakan fungsi : a. Staf Ahli Menteri. melaksanakan urusan kerumahtanggaan Menteri. arsip dan dokumentasi Menteri. Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. c.

melaksanakan urusan persuratan. ketatausahaan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri. 70 . kepegawaian. dan Staf Khusus Menteri. pembinaan arsip dan dokumentasi Kementerian serta penyusunan rencana program dan anggaran. f. melaksanakan dan mengkoordinasikan urusan keprotokolan dengan Pebajabat Eselon I Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri di Lingkungan Kementerian dan Instansi terkait. Pasal 273 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 272 Subbagian Persuratan. para Pejabat Eselon I. dan rumah tangga Biro. Pasal 270 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 269. d. Subbagian Protokol menyelenggarakan fungsi: a. e. dan pelaksanaan urusan rumah tangga Biro. dan Staf Khusus Menteri. b. arsip dan dokumentasi Sekretaris Jenderal. b. para Pejabat Eselon I. penyiapan urusan Keprotokolan untuk Menteri. menyiapkan bahan pembinaan Keprotokolan di Lingkungan Kemenakertrans. dan e. Staf Ahli Menteri. penyiapan urusan pembinaan tata naskah dinas dan kearsipan Kementerian. dan penyiapan urusan pembinaan Keprotokolan untuk Menteri. c. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Biro. Pasal 272 Subbagian Persuratan. antara lain sebagai berikut: a. d. melaksanakan urusan kerumahtanggaan Sekretaris Jenderal. arsip dan dokumentasi Kementerian.b. Pasal 271 Uraian tugas Subbagian Protokol sebagaimana dimaksud dalam Pasal 269 dan Pasal 270. Kearsipan Kementerian dan Tata Usaha Biro. penyiapan urusan persuratan. h. keuangan. para Pejabat Eselon I. g. dan Staf Khusus Menteri. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. melaksanakan urusan keprotokolan untuk Menteri. menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan administrasi keuangan Biro. pengurusan administrasi kepegawaian Biro. dan Staf Khusus Menteri. dan Staf Khusus Menteri. Pasal 269 Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi pelaksanaan keprotokolan untuk Menteri. c. dan d. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Biro. Staf Ahli Menteri. mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan persuratan. c. menyiapkan Jadwal Acara Menteri dan Pejabat Eselon I. dan Staf Khusus Menteri. Kearsipan Kementerian dan Tata Usaha Biro. para Pejabat Eselon I. penyiapan urusan pegelolaan tata naskah dinas dan kearsipan Kementerian.

triwulan. NIP 19541204 198212 1 001 71 . d. MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI SEKRETARIS JENDERAL. antara lain sebagai berikut: a. melaksanakan penatausahaan barang milik negara (BMN). mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Biro. o. i. melaksanakan urusan tata naskah dinas dan kearsipan Kementerian. f. BAB III KETENTUAN PENUTUP Pasal 275 Lampiran Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Biro. c. b. e. melaksanakan pengelolaan perpustakaan Biro. j. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Biro.n. l. MMA. k. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja Biro.Pasal 274 Urusan tugas Subbagian Persuratan. arsip dan dokumentasi Kementerian. g. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Biro. mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Biro. melaksanakan urusan persuratan. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Biro. menyiapkan bahan pembinaan tata naskah dinas dan kearsipan Kementerian. n. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 10 Oktober 2011 a. DR. IR. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. melaksanakan pengelolaan urusan keuangan Biro. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL) Biro. p. melaksanakan urusan administrasi kepegawaian Biro. MUCHTAR LUTHFIE. c. m. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Biro. menyusun laporan bulanan. Kearsipan Kementerian dan Tata Usaha Biro sebagaimana dimaksud dalam Pasal 272 dan Pasal 273. b. semester dan tahunan Biro. h.

c. lembaga dan sarana pelatihan kerja. dan produktivitas dan kewirausahaan. lembaga dan sarana pelatihan kerja. Pasal 3 Uraian tugas Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 2. FUNGSI. pemagangan. c. menyusun Renstra Ditjen dan menyiapkan penyusunan Renstra Kementerian bidang pembinaan pelatihan dan produktivitas. pemagangan. e. instruktur dan tenaga pelatihan. antara lain sebagai berikut: a. dan produktivitas dan kewirausahaan. d.I. perumusan kebijakan di bidang standardisasi kompetensi dan program pelatihan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi kompetensi dan program pelatihan. NOMOR : KEP. lembaga dan sarana pelatihan kerja. FUNGSI. DAN URAIAN TUGAS Pasal 1 Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan pelatihan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian dan produktivitas. menyiapkan bahan rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) dan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas.LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R. 402/MEN-SJ/X/2011 TANGGAL : 10 Oktober 2011 TUGAS. menyusun Renja K/L Ditjen dan menyiapkan penyusunan Renja K/L Kementerian bidang pembinaan pelatihan dan produktivitas. Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang standardisasi kompetensi dan program pelatihan. instruktur dan tenaga pelatihan. instruktur dan tenaga pelatihan. menyiapkan bahan rencana kerja pemerintah (RKP) di bidang pembinaan pelatihan dan produktivitas. standar. 72 . Pasal 2 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1. dan e. prosedur dan kriteria di bidang standardisasi kompetensi dan program pelatihan. dan produktivitas dan kewirausahaan. pemagangan. instruktur dan tenaga pelatihan. d. DAN URAIAN TUGAS UNIT KERJA DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS BAB I TUGAS. lembaga dan sarana pelatihan kerja. b. menyusun RKA-KL Ditjen dan menyiapkan penyusunan RKA-KL Kementerian bidang pembinaan pelatihan dan produktivitas. dan produktivitas dan kewirausahaan. pemagangan. b. penyusunan norma.

h. melaksanakan pembinaan pelatihan dan produktivitas. n. b. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Menteri. Sekretariat Direktorat Jenderal. o. c. Triwulan. Direktorat Bina Lembaga dan Sarana Pelatihan Kerja. Direktorat Bina Pemagangan. Direktorat Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan. Triwulan. Direktorat Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas terdiri atas: a. e. mengevaluasi pelaksanaan kebijakan di lingkungan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. menyusun Penetapan Kinerja Ditjen. r. g.f. j. q. membina pelaksanaan kegiatan di lingkungan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. i. m. norma. d. p. standar. membina kerjasama dengan instansi terkait dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal. menyusun LAKIP Ditjen dan menyiapkan bahan LAKIP Kementerian di bidang pembinaan pelatihan dan produktivitas. dan Direktorat Produktivitas dan Kewirausahaan. menyusun Laporan Bulanan. 73 . l. dan kriteria di lingkungan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. Bagian Kesatu Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 5 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. menyusun Program Kerja dan Renlakgiat Ditjen dan menyiapkan penyusunan Program Kerja dan Renlakgiat Kementerian bidang pembinaan pelatihan dan produktivitas. menyusun RKT Ditjen dan menyiapkan RKT Kementerian bidang pembinaan pelatihan dan produktivitas. mengkoordinasikan kegiatan di lingkungan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. prosedur. merumuskan konsep kerjasama di bidang pembinaan pelatihan dan produktivitas. Semester dan Tahunan Kementerian di bidang pembinaan pelatihan dan produktivitas. k. Semester dan Tahunan Ditjen dan menyiapkan bahan Laporan Bulanan. merumuskan kebijakan. f.

e. program dan anggaran serta evaluasi dan pelaporan. menyusun Penetapan Kinerja Setditjen. penyusunan peraturan perundang-undangan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. mengkoordinasikan pelaksanaan urusan keuangan Ditjen. menyusun konsep pembinaan jabatan fungsional. l. o. pelaksanaan urusan keuangan. menyusun LAKIP Setditjen dan menyiapkan bahan LAKIP Ditjen. mengkoordinasikan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Ditjen. i. Triwulan. menyusun RKA-KL Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan RKA-KL Ditjen. dan r. dan e. menyiapkan penyusunan konsep rencana kerja pemerintah (RKP) di bidang pembinaan pelatihan dan produktivitas. menyusun Program Kerja dan Renlakgiat Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan Program Kerja dan Renlakgiat Ditjen. menyusun Renja K/L Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan Renja K/L Ditjen. c. Pasal 7 Uraian tugas Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan Pasal 6. Semester dan Tahunan Ditjen. arsip dan dokumentasi Direktorat Jenderal. m. Triwulan. menyusun Renstra Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan Renstra Ditjen. 74 . dan Bagian Kepegawaian dan Umum. g. Pasal 8 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. mengkoordinasikan pengelolaan dan penyajian data dan informasi Ditjen. koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Keuangan. dan pelaksanaan teknis kerja sama luar negeri. Bagian Program. organisasi dan tata laksana. pelaksanaan urusan kepegawaian. prosedur dan kriteria bidang pembinaan pelatihan dan produktivitas. Evaluasi dan Pelaporan. Bagian Hukum dan Kerjasama Luar Negeri. rumah tangga. d. c. c. mengkoordinasikan penyusunan norma. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. d. mengkoordinasikan penyiapan penyusunan peraturan perundang-undangan serta kerjasama luar negeri Ditjen. n. menyusun Laporan Bulanan. d. q. standar. menyusun RKT Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan RKT Ditjen. j. f.Pasal 6 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. Semester dan Tahunan Setditjen dan menyiapkan bahan Laporan Bulanan. menyiapkan bahan penyusunan konsep rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. h. perlengkapan. mengkoordinasikan pelaksanaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan tata laksana Ditjen. pelaksanaan urusan tata usaha. antara lain sebagai berikut: a. b. b. p. k.

Pasal 9 Bagian Program. evaluasi program dan anggaran serta penyusunan laporan. Subbagian Penyusunan Program menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Program. g. menyiapkan penyusunan RKT Setditjen dan Ditjen. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. Pasal 11 Uraian tugas Bagian Program. Evaluasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dan Pasal 10. i. menyiapkan penyusunan LAKIP Setditjen dan mengkoordinir penyusunan LAKIP Ditjen. penyiapan bahan penyusunan program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. program dan anggaran. pemantauan. Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 12 Bagian Program. menyiapkan penyusunan pengelolaan data dan informasi Setditjen dan Ditjen. j. menyiapkan penyusunan Program Kerja dan Renlakgiat Setditjen dan Ditjen. dan c. dan Tahunan Bagian dan menyiapkan bahan Laporan Bulanan. Subbagian Data dan Informasi. pengelolaan. menyusun Laporan Bulanan. menyiapkan penyusunan Penetapan Kinerja Setditjen dan Ditjen. Pasal 13 Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. h. Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. k. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Bagian. penyajian data dan informasi. b. menyiapkan pengendalian pelaksanaan program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. menyiapkan penyusunan RKA-KL Setditjen dan Ditjen. dan c. c. program dan anggaran. menyiapkan penyusunan Renja K/L Setditjen dan Ditjen. m. pengelolaan. program dan anggaran. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13. e. dan b. Triwulan. penyiapan bahan penyusunan rencana Setditjen dan Ditjen. penyajian data dan informasi serta evaluasi dan penyusunan laporan. dan n. antara lain sebagai berikut: a. Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas: a. Pasal 14. b. menyiapkan penyusunan rencana program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. menyiapkan penyusunan Renstra Setditjen dan Ditjen. f. menyiapkan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. 75 . d. l. Triwulan dan Tahunan Setditjen dan Ditjen. penyiapan penyusunan rencana.

penyajian data dan informasi. b. penyiapan bahan penyajian data dan informasi Setditjen dan Ditjen. Pasal 19 Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. e. evaluasi dan penyusunan laporan. menyiapkan bahan RKA-KL Setditjen yang berhubungan dengan tugas dan fungsi Subbagian. i. h.Pasal 15 Uraian tugas Subbagian Penyusunan Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 dan Pasal 14. 76 . b. g. Pasal 18 Uraian tugas Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan Pasal 17. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. f. Subbagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. c. menyiapkan bahan pengelolaan data dan informasi Setditjen dan Ditjen. c. menyiapkan bahan penyusunan rencana. d. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan RKT Setditjen yang berhubungan dengan tugas dan fungsi Subbagian. menyiapkan bahan Renja K/L Setditjen yang berhubungan dengan tugas dan fungsi Subbagian. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan pemutakhiran data dan informasi Setditjen dan Ditjen. menyiapkan bahan kebijakan pimpinan (DPR dan Rapim). e. menyiapkan bahan revisi program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. dan j. Pasal 16 Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Subbagian. dan b. menyiapkan bahan Renstra Setditjen yang berhubungan dengan tugas dan fungsi Subbagian. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Subbagian. menyiapkan bahan penyajian data dan informasi Setditjen dan Ditjen. d. penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi Setditjen dan Ditjen. program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. menyiapkan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Setditjen yang berhubungan dengan tugas dan fungsi Subbagian. f. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan Penetapan Kinerja Setditjen yang berhubungan dengan tugas dan fungsi Subbagian. Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16.

menyusun pedoman pengelolaan keuangan. j. i. pelaksanaan urusan anggaran. menyiapkan bahan pengukuran pencapaian sasaran program Setditjen dan Ditjen. menyiapkan penyusunan rencana pengelolaan keuangan. menyusun dan mengolah LK menjadi PO. menyusun pengujian SPP dan penerbitan SPM di lingkungan Direktorat Jenderal menginventarisasi data penyusunan anggaran kegiatan. menyusun bahan konsep untuk revisi. pengujian SPP. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan b. melaksanakan penyusunan rencana anggaran Direktorat Jenderal. k. b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan penyusunan LAKIP Setditjen. pengujian SPP. 77 . penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program/kegiatan Setditjen dan Ditjen. g.Pasal 20 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. Pasal 23 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22. menyiapkan bahan konsep pembahasan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal dengan unit instansi terkait. e. antara lain sebagai berikut: a. c. menyusun laporan pertanggungjawaban perbendaharaan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. menyiapkan bahan penyusunan laporan bulanan dan tahunan Setditjen dan Ditjen. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program/kegiatan Setditjen dan Ditjen. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan program/kegiatan Setditjen dan Ditjen. menyusun rencana program dan anggaran Direktorat Jenderal. dan c. h. f. dan e. b. serta tata usaha keuangan. Pasal 24 Uraian tugas Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 dan Pasal 23. dan penerbitan SPM Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan perbendaharaan. Pasal 22 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan keuangan. d. b. d. dan penerbitan SPM. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 21 Uraian tugas Subbagian Evaluasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 dan Pasal 20. c. pelaksanaan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan. memeriksa hasil verifikasi pelaksanaan anggaran Ditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas.

Pasal 28 Uraian tugas Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 dan Pasal 27. menyiapkan bahan penyusunan pedoman pelaksanaan anggaran Ditjen. g. Semester dan Tahunan Ditjen. Triwulan. antara lain sebagai berikut: a. b. penyiapan bahan penelaahan revisi POK-DIPA Ditjen. penyusunan rekapitulasi Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. menyiapkan bahan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. q. f. i. m. o. menyusun laporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Ditjen. Pasal 25 Bagian Keuangan terdiri atas: a. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan konsep usulan pengelolaan POK-DIPA Ditjen. menyiapkan bahan telaah dan usulan revisi POK-DIPA Ditjen. menyiapkan konsep rekonsiliasi dan laporan realisasi anggaran Setditjen dan Ditjen. Triwulan. dan j. menyiapkan bahan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis POKDIPA Ditjen. 78 . h.l. b. dan penyusunan dan revisi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis POK-DIPA. dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan Ditjen. melakukan bimbingan teknis pengelolaan keuangan dan SAPP. b. c. n. Subbagian Akuntansi dan Laporan Keuangan. dan s. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran Ditjen. d. p. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. menyusun laporan kegiatan Bulanan dan Tahunan Bagian. Semester dan Tahunan Setditjen dan menyiapkan bahan laporan keuangan Bulanan. menyiapkan bahan evaluasi POK-DIPA. c. Pasal 26 Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan anggaran. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan c. menyiapkan bahan penyerapan hasil pelaksanaan POK-DIPA Ditjen. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Bagian. r. penyiapan bahan pelaksanaan anggaran Ditjen. d. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan penyusunan laporan kegiatan bulanan dan tahunan Subbagian. Pasal 27 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26. e. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subbagian. menyusun Laporan keuangan Bulanan. dan SRAA serta dana Dekonsentrasi dan tugas pembantuan.

antara lain sebagai berikut: a. b. dan penyiapan bahan penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran. penyiapan bahan perbendaharaan. pengujian SPP. e. d. menyiapkan bahan pedoman verifikasi pelaksanaan anggaran. menyusun rencana Kegiatan dan anggaran Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan pengujian SPP. menyiapkan bahan laporan akuntabilitas kinerja instansi Pemerintah Subbagian. Pasal 30 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29. c. penyiapan bahan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. penyiapan bahan pengujian SPP dan penerbitan SPP. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 31 Uraian tugas Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dan Pasal 30. menyusun laporan kegiatan perbendaharaan. j. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan laporan realisasi anggaran dan keuangan Ditjen. h. dan penerbitan SPM serta tata usaha keuangan. menyusun dan mengolah LK menjadi PO. c.Pasal 29 Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. d. dan penerbitan SPM. menyiapkan bahan bimbingan teknis SAI Ditjen. pelaksanaan tata usaha keuangan. penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan Ditjen. d. f. Pasal 34 Uraian tugas Subbagian Akuntansi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 dan Pasal 33. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. dan pembukuan realisasi penerimaan dan pengeluaran anggaran rutin dan dana dekon Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. b. menyiapkan bahan pembinaan akuntansi keuangan Ditjen. menyiapkan bahan penyusunan laporan kegiatan bulanan. menginventarisasi data pelaksanaan anggaran kegiatan. Pasal 32 Subbagian Akuntansi dan Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan. menyusun bahan konsep untuk revisi. b. c. b. g. i. 79 . menyiapkan bahan laporan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) Ditjen. menyajikan data keuangan pengeluaran dan pemasukan di lingkungan Direktorat Jenderal dengan unit dan instansi terkait. dan tahunan Subbagian. dan k. penyiapan bahan akuntansi Ditjen. Pasal 33 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32. c. d.

penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Subbagian Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 37 Uraian tugas Bagian Hukum dan Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dan Pasal 36. (Juknis) di lingkungan Ditjen. dan petunjuk teknis di lingkungan Direktorat Jenderal. menyusun laporan kegiatan Bulanan dan Tahunan Bagian. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. e. dan h. dan b. Subbagian Kerjasama Luar Negeri. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subbagian. menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan di lingkungan Ditjen. Pasal 39 Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi teknis penyusunan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. g. d. menyiapkan rancangan petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis c. f. petunjuk pelaksanaan. Pasal 38 Bagian Hukum dan Kerjasama Luar Negeri terdiri atas: a. menyiapkan bahan rekonsiliasi laporan realisasi anggaran Ditjen. Subbagian Hukum. menyusun konsep pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan b. serta pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. menyiapkan bahan koordinasi penyusunan laporan keuangan Ditjen. 80 . dan petunjuk teknis di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Kerjasama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Bagian. f. antara lain sebagai berikut: a. menyusun laporan pelaksanaan kegiatan Bagian. dan b. b. dan petunjuk teknis.e. penyiapan koordinasi teknis penyusunan peraturan perundang-undangan. Pasal 35 Bagian Hukum dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi teknis penyusunan peraturan perundang-undangan. petunjuk pelaksanaan. g. petunjuk pelaksanaan. penyiapan bahan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis di Lingkungan Ditjen.

menyiapkan bahan pengendalian pelaksanaan kerjasama luar negeri di lingkungan Ditjen. menyiapkan bahan rancangan peraturan perundang-undangan. menyiapkan bahan ratifikasi konvensi ILO dan internasional di bidang pembinaan penempatan tenaga kerja dalam negeri dan luar negeri. penyiapan bahan pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri. menyiapkan bahan sosialisasi peraturan perundang-undangan di lingkungan Ditjen. menyiapkan bahan pengkajian dan penelaahan konvensi ILO dan internasional di bidang pembinaan penempatan tenaga kerja dalam negeri dan luar negeri. penyiapan bahan penyusunan pedoman kerjasama luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. Pasal 44 Uraian tugas Subbagian Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 dan Pasal 43. dan f. dan c. serta perlengkapan Direktorat Jenderal. 81 . f. menyiapkan bahan rancangan petunjuk pelaksanaan sebagai pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pelatihan dan pertemuanpertemuan internasional di bidang penempatan tenaga kerja luar negeri kepada unit terkait. c. Pasal 43 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi kerjasama luar negeri. d. Pasal 42 Subbagian Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleha atasan. menginventarisasi dan menyiapkan penjajakan kerjasama teknis dan ekonomi bilateral dan multilateral di bidang pembinaan penempatan tenaga kerja dalam negeri dan luar negeri. e. Pasal 45 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. melaksanakan pelayanan informasi hukum dan pengelolaan kepustakaan di bidang pembinaan penempatan tenaga kerja dalam negeri dan luar negeri. menyiapkan bahan penelaahan dan evaluasi peraturan perundang-undangan. menyiapkan bahan pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri. c. menginformasikan adanya tawaran pendidikan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Subbagian Kerjasama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. antara lain sebagai berikut: a. arsip dan dokumentasi. antara lain sebagai berikut: a. tata usaha. e. menyiapkan bahan penyusunan pedoman kerjasama luar negeri di lingkungan Ditjen. dan i. h. rumah tangga. b. penyiapan bahan pengendalian pelaksanaan kerjasama luar negeri di lingkungan Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. g. b. penyusunan organisasi dan tata laksana.Pasal 41 Uraian tugas Subbagian Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 dan Pasal 40. b. d.

dan b. d. b. Subbagian penyiapan bahan kelembagaan. menyusun perencanaan penghapusan barang milik/kekayaan negara. menyusun perencanaan kebutuhan kerumahtanggaan dan perlengkapan Ditjen. penyiapan bahan pengembangan pegawai. f. h. b. j. menyusun perencanaan pengembangan pegawai Ditjen. antara lain sebagai berikut: a. pelaksanaan urusan kepegawaian. menyiapkan bahan penyusunan organisasi di lingkungan Ditjen. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. antara lain sebagai berikut: a.Pasal 46 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45. pelaksanaan urusan tata usaha. menyiapkan bahan penyusunan ketatalaksanaan di lingkungan Ditjen. Subbagian Umum. g. Pasal 51 Uraian tugas Subbagian Kepegawaian dan Organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 dan Pasal 50. b. 82 . e. menyusun perencanaan mutasi pegawai. Pasal 49 Subbagian Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan tata laksana. c. dan penyiapan bahan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 48 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. k. c. menyusun perencanaan organisasi dan tata laksana. Subbagian Kepegawaian dan Organisasi. Pasal 49. penyiapan bahan ketatalaksanaan. d. d. c. e. menyiapkan rancangan administrasi persuratan dan pelaksanaan kearsipan. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 50 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. i. Pasal 47 Uraian tugas Bagian Kepegawaian dan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 dan Pasal 46. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Bagian. menyusun laporan kegiatan Bulanan dan Tahunan Bagian. menyiapkan rancangan pembinaan jabatan fungsional Ditjen. menyusun perencanaan kebutuhan pegawai Ditjen. penyiapan penyusunan organisasi dan tata laksana. b. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan pelaksanaan urusan arsip dan dokumentasi.

menghimpun daftar usulan kebutuhan perlengkapan di Lingkungan Ditjen. h. kenaikan pangkat serta kenaikan gaji berkala pegawai di Lingkungan Ditjen. f. menyiapkan bahan koordinasi pelaksanaan pengadaan perlengkapan di Lingkungan Ditjen. menyiapkan bahan pengurusan keamanan dan ketertiban kantor di lingkungan Ditjen. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan pengelolaan urusan tata usaha Ditjen. pengaturan dan penataan ruang kantor di lingkungan Ditjen. Pasal 53 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 52. rumah tangga. menyiapkan bahan usulan perencanaan diklat pegawai. d. i. menyiapkan bahan administrasi jabatan fungsional di Lingkungan Ditjen. menyiapkan bahan pengurusan naskah dinas masuk dan keluar di lingkungan Ditjen. j.c. menyiapkan bahan usulan seleksi calon peserta diklat. b. 83 . i. c. k. b. menyiapkan bahan izin belajar bagi pegawai di lingkungan Ditjen. dan m. antara lain sebagai berikut: a. ujian dinas dan Baperjakat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. f. menginventarisasi barang milik/kekayaan negara. penghargaan pegawai. g. penyiapan pengelolaan rumah tangga Ditjen. dan j. d. menyiapkan bahan usulan pemberhentian dan pemensiunan pegawai di Lingkungan Ditjen. menyiapkan bahan pelaksanaan pengarsipan surat dan pendokumentasian. penyiapan bahan persuratan dan kearsipan. menyusun laporan kegiatan Subbagian. e. Subbagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan pengurusan penghibahan barang milik/kekayaan negara. Pasal 54 Uraian tugas Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 dan Pasal 53. menyiapkan bahan pemeliharaan dan perbaikan sarana dan prasarana kantor. dan c. arsip dan dokumentasi di lingkungan Direktorat Jenderal. h. menyiapkan bahan pengurusan penghapusan barang milik/kekayaan negara. e. menyiapkan bahan pemeliharaan. Pasal 52 Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. g. menyiapkan bahan usulan pengangkatan dan mutasi pegawai di Lingkungan Ditjen. l. menyiapkan bahan pembinaan disiplin dan mental pegawai di Lingkungan Ditjen. penyiapan pengelolaan perlengkapan inventarisasi barang milik Negara.

program pelatihan ketenagakerjaan. program pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. program pelatihan ketenagakerjaan. program pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. program pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. dan kriteria di bidang pengembangan standardisasi kompetensi. program pelatihan ketenagakerjaan. Direktorat Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. program pelatihan ketenagakerjaan. 84 . menyiapkan perumusan kebijakan di bidang pengembangan standardisasi kompetensi. program pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. penyiapan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. b. standar. program pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. c.Bagian Kedua Direktorat Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan Pasal 55 Direktorat Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. program pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. program pelatihan ketenagakerjaan. Pasal 56 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55. f. program pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. menyiapkan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan standardisasi kompetensi. Pasal 57 Uraian Tugas Direktorat Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan sebagai dimaksud dalam Pasal 55 dan Pasal 56. program pelatihan ketenagakerjaan. dan program pelatihan ketransmigrasian. dan program pelatihan ketransmigrasian. mengarahkan penyusunan norma. d. dan program pelatihan ketransmigrasian. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengembangan standardisasi kompetensi. menyusun Rencana Strategis Direktorat. prosedur. program pelatihan ketenagakerjaan. mengkoordinasikan pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengembangan standardisasi kompetensi. mengkoordinasikan penyusunan program dan anggaran Direktorat. dan kriteria di bidang pengembangan standardisasi kompetensi. e. standar. antara lain sebagai berikut: a. dan program pelatihan ketransmigrasian. dan program pelatihan ketransmigrasian. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Direktorat. menyusun Penetapan Kinerja Direktorat. g. b. program pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan standardisasi kompetensi. dan program pelatihan ketransmigrasian. prosedur. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan standardisasi kompetensi. program pelatihan ketenagakerjaan. d. dan e. h. c. program pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standardisasi serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan standardisasi kompetensi. dan program pelatihan ketransmigrasian. program pelatihan ketenagakerjaan. dan program pelatihan ketransmigrasian. dan program pelatihan ketransmigrasian.

penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penerapan standar kompetensi. dan bimbingan penerapan standar kompetensi. l. standar.i. dan kriteria di bidang penerapan standar kompetensi dan bimbingan penerapan standar kompetensi. 85 . dan program pelatihan ketransmigrasian. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Program Pelatihan Produktivitas Kewirausahaan. dan Pasal 59 Subdirektorat Pengembangan Standardisasi Kompetensi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyusun Laporan Bulanan. dan e. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. menyusun konsep norma. Subdirektorat Pengembangan Program Pelatihan Ketransmigrasian. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang penerapan standar kompetensi dan bimbingan penerapan standar kompetensi e. program pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. dan m. b. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang penerapan standar kompetensi dan bimbingan penerapan standar kompetensi. j. Subdirektorat Pengembangan Program Pelatihan Ketenagakerjaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penerapan standar kompetensi dan bimbingan penerapan standar kompetensi. k. prosedur. d. c. c. Triwulan dan Tahunan Direktorat. dan d. Subdirektorat Pengembangan Standardisasi Kompetensi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. program pelatihan ketenagakerjaan. c. standar. menyusun rencana program dan anggaran Subdirektorat b. prosedur. dan kriteria di bidang penerapan standar kompetensi dan bimbingan penerapan standar kompetensi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penerapan standar kompetensi dan bimbingan penerapan standar kompetensi. b. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. d. Subdirektorat Pengembangan Standardisasi Kompetensi. menyusun LAKIP Direktorat. Subbagian Tata Usaha. Pasal 61 Uraian tugas Subdirektorat Pengembangan Standardisasi Kompetensi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 dan Pasal 60. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 58 Direktorat Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan terdiri atas: a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penerapan standar kompetensi dan bimbingan penerapan standar kompetensi. standar. Pasal 60 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59. mengkoordinasikan kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan standardisasi kompetensi. prosedur. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

penyusunan norma. Pasal 65 Uraian tugas Seksi Penerapan Standar Kompetensi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 dan Pasal 64. c. Seksi Bimbingan Penerapan Standar Kompetensi. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang penerapan standar kompetensi kerja. dan kriteria di bidang penerapan standar kompetensi. dan d. Pasal 62 Subdirektorat Pengembangan Standardisasi Kompetensi terdiri atas: a. Seksi Penerapan Standar Kompetensi. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penerapan standar kompetensi dan bimbingan penerapan standar kompetensi. standar. e.f. d. dan i. dan g. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang penerapan standar kompetensi kerja. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bimbingan penerapan standar kompetensi. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. penyusunan norma. standar. menyusun Laporan Bulanan. prosedur. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penerapan standar kompetensi. c. Triwulanan dan Tahunan Subdirektorat. pelaksanaan kebijakan. 86 . standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penerapan standar kompetensi. standar. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. b. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penerapan standar kompetensi kerja. prosedur. g. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penerapan standar kompetensi. Pasal 63 Seksi Penerapan Standar Kompetensi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 64 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63. prosedur. antara lain sebagai berikut: a. Seksi Penerapan Standar Kompetensi menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang penerapan standar kompetensi kerja. h. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang pengembangan standar kompetensi kerja. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penerapan standar kompetensi. dan b. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penerapan standar kompetensi kerja. f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. prosedur. Pasal 66 Seksi Bimbingan Penerapan Standar Kompetensi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

dan kriteria di bidang bimbingan penerapan standar kompetensi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program pelatihan ketenagakerjaan dan penyusunan materi pelatihan ketenagakerjaan. d. penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan penerapan standar kompetensi. f. prosedur. standar. b. menyiapkan bahan penyusunan norma. prosedur. dan kriteria di bidang program dan penyusunan materi pelatihan ketenagakerjaan. antara lain sebagai berikut: a. prosedur. standar. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang bimbingan penerapan standar kompetensi. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang bimbingan penerapan standar kompetensi. b. dan d. e.Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang program. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang program dan penyusunan materi pelatihan ketenagakerjaan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bimbingan penerapan standar kompetensi. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. Pasal 68 Uraian tugas Seksi Bimbingan Penerapan Standar Kompetensi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 dan Pasal 67. dan d. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan penerapan standar kompetensi. c. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. Pasal 71 Uraian tugas Subdirektorat Pengembangan Program Pelatihan Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69 dan Pasal 70. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang bimbingan penerapan standar kompetensi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bimbingan penerapan standar kompetensi. dan kriteria di bidang bimbingan penerapan standar kompetensi. dan g. menyusun rencana program dan anggaran Subdirektorat. Subdirektorat Pengembangan Program Pelatihan Ketenagakerjaan menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Seksi Bimbingan Penerapan Standar Kompetensi menyelenggarakan fungsi: a. c. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang bimbingan penerapan standar kompetensi. c. Pasal 69 Subdirektorat Pengembangan Program Pelatihan Ketenagakerjaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program dan penyusunan materi pelatihan ketenagakerjaan. standar. antara lain sebagai berikut: a. dan penyusunan materi pelatihan ketenagakerjaan. standar. 87 .

d.b. pelaksanaan kebijakan. f. 88 . penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program ketenagakerjaan. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. b. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan penyusunan norma. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan d. standar. dan kriteria di bidang program dan penyusunan materi pelatihan ketenagakerjaan. prosedur. c. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang program pelatihan ketenagakerjaan. c. prosedur. Pasal 73 Seksi Program Pelatihan Ketenagakerjaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang program ketenagakerjaan. pelatihan pelatihan di bidang pelatihan Pasal 75 Uraian tugas Seksi Program Pelatihan Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 dan Pasal 74. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang program dan penyusunan materi pelatihan ketenagakerjaan. dan b. menyusun konsep norma. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. prosedur. dan kriteria program pelatihan ketenagakerjaan. Seksi Penyusunan Materi Pelatihan Ketenagakerjaan. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program pelatihan ketenagakerjaan. dan g. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang program pelatihan ketenagakerjaan. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang program dan penyusunan materi pelatihan ketenagakerjaan. e. prosedur. Seksi Program Pelatihan Ketenagakerjaan. e. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. f. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang program pelatihan ketenagakerjaan. menyusun Laporan Bulanan. dan kriteria di bidang program pelatihan ketenagakerjaan. g. antara lain sebagai berikut: a. c. h. dan Tahunan Subdirektorat. b. penyusunan norma. dan i. Triwulan. standar. Seksi Program Pelatihan Ketenagakerjaan menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang program pelatihan ketenagakerjaan. standar. Pasal 72 Subdirektorat Pengembangan Program Pelatihan Ketenagakerjaan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program ketenagakerjaan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang program pelatihan ketenagakerjaan. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang program dan penyusunan materi pelatihan ketenagakerjaan. d. standar.

penyusunan norma. 89 . standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program dan penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. b. prosedur. pelaksanaan kebijakan. c. f. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyusunan materi pelatihan ketenagakerjaan. dan penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. b. prosedur. Pasal 77 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76. dan g. pelaksanaan kebijakan. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang penyusunan materi pelatihan ketenagakerjaan. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penyusunan materi pelatihan ketenagakerjaan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyusunan materi pelatihan ketenagakerjaan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyusunan materi pelatihan ketenagakerjaan. d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan Pasal 79 Subdirektorat Pengembangan Program Pelatihan Produktivitas dan Kewirausahaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. dan kriteria di bidang penyusunan materi pelatihan ketenagakerjaan. standar. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan materi pelatihan ketenagakerjaan. dan kriteria di bidang penyusunan materi pelatihan ketenagakerjaan. penyusunan norma. Pasal 78 Uraian tugas Seksi Penyusunan Materi Pelatihan Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 dan Pasal 77. c. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang penyusunan materi pelatihan ketenagakerjaan. prosedur. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan materi pelatihan ketenagakerjaan. Pasal 80 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang penyusunan materi pelatihan ketenagakerjaan. Seksi Penyusunan Materi Pelatihan Ketenagakerjaan menyelenggarakan fungsi: a. standar. standar. Subdirektorat Pengembangan Program Pelatihan Produktivitas dan Kewirausahaan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. dan d. antara lain sebagai berikut: a.Pasal 76 Seksi Penyusunan Materi Pelatihan Ketenagakerjaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan penyusunan norma. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang program.

d. c. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang program dan penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. dan i. Triwulan. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang program pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. antara lain sebagai berikut: a. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang program dan penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. standar. menyusun rencana. dan Tahunan Subdirektorat. antara lain sebagai berikut: a. prosedur. dan kriteria di bidang program dan penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. Seksi Program Pelatihan Produktivitas dan Kewirausahaan. g. f. standar. Pasal 83 Seksi Program Pelatihan Produktivitas dan Kewirausahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.c. kebijakan 90 di bidang program pelatihan . mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. b. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. prosedur. Pasal 84 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83. e. c. Pasal 85 Uraian tugas Seksi Program Pelatihan Produktivitas dan Kewirausahaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 dan Pasal 84. pelaksanaan kebijakan. Seksi Program Pelatihan Produktivitas dan Kewirausahaan menyelenggarakan fungsi: a. dan d. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Subdirektorat. menyusun konsep norma. standar. Seksi Penyusunan Materi Pelatihan Produktivitas dan Kewirausahaan. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang program dan penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang program dan penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. menyusun Laporan Bulanan. dan kriteria di bidang program dan penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan Pasal 82 Subdirektorat Pengembangan Program Pelatihan Produktivitas dan Kewirausahaan terdiri atas: a. penyusunan norma. dan kriteria di bidang program pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. h. b. prosedur. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang program pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. menyiapkan bahan perumusan produktivitas dan kewirausahaan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 81 Uraian tugas Subdirektorat Pengembangan Program Pelatihan Produktivitas dan Kewirausahaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 dan Pasal 60. dan b. program dan anggaran Subdirektorat. dan d.

penyusunan norma. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. menyiapkan bahan penyusunan norma. prosedur. Pasal 88 Uraian tugas Seksi Penyusunan Materi Pelatihan Produktivitas dan Kewirausahaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 86 dan Pasal 87. prosedur. Pasal 87 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 86. f. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. c. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. d. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang program pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. dan g. b.b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. antara lain sebagai berikut: a. prosedur. prosedur. c. dan g. pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. dan d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan Pasal 86 Seksi Penyusunan Materi Pelatihan Produktivitas dan Kewirausahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. f. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kriteria di bidang penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. Seksi Penyusunan Materi Pelatihan Produktivitas dan Kewirausahaan menyelenggarakan fungsi: a. e. d. 91 . standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. c. dan kriteria di bidang program pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang program pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. dan kriteria di bidang penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. standar. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang program pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. b. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan.

antara lain sebagai berikut: a. Subdirektorat Pengembangan Program Pelatihan Ketransmigrasian menyelenggarakan fungsi: a. 92 . pelaksanaan kebijakan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang program pelatihan ketransmigrasian. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. e. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang program dan penyusunan materi pelatihan ketransmigrasian. prosedur. standar. c. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang program dan penyusunan materi pelatihan ketransmigrasian. menyusun konsep norma. melaksanakan pemantauan dan evaluasi di bidang program dan penyusunan materi pelatihan ketransmigrasian. f. g. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Program Pelatihan Ketransmigrasian. c. prosedur. prosedur. dan j. dan Tahunan Subdirektorat. Pasal 92 Subdirektorat Pengembangan Program Pelatihan Ketransmigrasian terdiri atas: a. penyusunan norma. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang program dan penyusunan materi pelatihan ketransmigrasian. d. standar. i. prosedur. dan b. Triwulan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Seksi Penyusunan Materi Pelatihan Ketransmigrasian.Pasal 89 Subdirektorat Pengembangan Program Pelatihan Ketransmigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyusun rencana program dan anggaran Subdirektorat. dan kriteria di bidang program dan penyusunan materi pelatihan ketransmigrasian. b. dan penyusunan materi pelatihan ketransmigrasian. Pasal 93 Seksi Program Pelatihan Ketransmigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan d. dan kriteria di bidang program dan penyusunan materi pelatihan ketransmigrasian. menyusun Laporan Bulanan. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang program dan penyusunan materi pelatihan ketransmigrasian. b. standar. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Subdirektorat. penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan penyusunan materi pelatihan ketransmigrasian. Pasal 90 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89. h. Pasal 91 Uraian tugas Subdirektorat Pengembangan Program Pelatihan Ketransmigrasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 dan Pasal 90. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang program. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program dan penyusunan materi pelatihan ketransmigrasian. pelaksanaan kebijakan. standar.

e. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program pelatihan ketransmigrasian.Pasal 94 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 93. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang program pelatihan ketransmigrasian. penyiapan bahan penyusunan norma. c. prosedur. standar. dan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyusunan materi pelatihan ketransmigrasian. f. antara lain sebagai berikut: a. dan kriteria di bidang penyusunan materi pelatihan ketransmigrasian. d. g. dan penyiapan bahan bimbingan teknis da evaluasi di bidang program ketransmigrasian. b. dan kriteria di bidang program pelatihan ketransmigrasian. pelatihan pelatihan di bidang pelatihan Pasal 95 Uraian tugas Seksi Program Pelatihan Ketransmigrasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 93 dan Pasal 94. dan kriteria program pelatihan ketransmigrasian. prosedur. Pasal 96 Seksi Penyusunan Materi Pelatihan Ketransmigrasian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program ketransmigrasian. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang program pelatihan ketransmigrasian. prosedur. pelaksanaan kebijakan. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program ketransmigrasian. 93 . penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan materi pelatihan ketransmigrasian. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyusunan materi pelatihan ketransmigrasian. Seksi Program Pelatihan Ketransmigrasian menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang program pelatihan ketransmigrasian. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan penyusunan norma. standar. d. b. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang program pelatihan ketransmigrasian. Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. c. prosedur. b. Seksi Penyusunan Materi Pelatihan Ketransmigrasian menyelenggarakan fungsi: a. d. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyusunan materi pelatihan ketransmigrasian. penyusunan norma.

dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan administrasi keuangan Direktorat. triwulan. f. melaksanakan penatausahaan barang milik/kekayaan negara (BMN) Direktorat. Pasal 100 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99. c. pengurusan administrasi kepegawaian Direktorat. prosedur. dan n. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Direktorat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. e. dan g. f. dan rumah tangga Direktorat. h. mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Direktorat. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. c. c. Pasal 99 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. g. b. d. keuangan. m. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL) Direktorat. antara lain sebagai berikut: a. d. melaksanakan administrasi kepegawaian Direktorat. j. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. Pasal 101 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 dan Pasal 100. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja K/L Direktorat. standar. urusan kepegawaian. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. dan kriteria di bidang penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. e. l. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Direktorat. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Direktorat. semester dan tahunan Direktorat. ketatausahaan. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. e. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penyusunan materi pelatihan produktivitas dan kewirausahaan. i. b. Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. menyusun laporan bulanan. d. 94 . melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan penyusunan norma. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Direktorat. melaksanakan administrasi keuangan Direktorat. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Direktorat. b. k.Pasal 98 Uraian tugas Seksi Penyusunan Materi Pelatihan Ketransmigrasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96 dan Pasal 97. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Direktorat.

Direktorat Bina Lembaga dan Sarana Pelatihan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan sarana dan fasilitas pelatihan. pengembangan sarana dan fasilitas pelatihan. pengembangan sarana dan fasilitas pelatihan. e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang akreditasi dan sistem informasi kelembagaan.Bagian Ketiga Direktorat Bina Lembaga dan Sarana Pelatihan Kerja Pasal 102 Direktorat Bina Lembaga dan Sarana Pelatihan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang akreditasi dan sistem informasi kelembagaan. menyusun Rencana Strategis Direktorat. standardisasi serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang akreditasi dan sistem informasi kelembagaan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang akreditasi dan sistem informasi kelembagaan. f. d. dan kerjasama antar lembaga. dan kerjasama antar lembaga. prosedur. pengembangan sarana dan fasilitas pelatihan. dan kriteria di bidang akreditasi dan sistem informasi kelembagaan. menyusun Penetapan Kinerja Direktorat. pengembangan standar mutu lembaga pelatihan. dan kerjasama antar lembaga. mengkoordinasikan pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang akreditasi dan sistem informasi kelembagaan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang akreditasi dan sistem informasi kelembagaan. pengembangan standar mutu lembaga pelatihan. d. pengembangan standar mutu lembaga pelatihan. pengembangan standar mutu lembaga pelatihan. dan kerjasama antar lembaga. dan kerjasama antar lembaga. dan kerjasama antar lembaga. Pasal 103 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102. b. pengembangan standar mutu lembaga pelatihan. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang akreditasi dan sistem informasi kelembagaan. dan kerjasama antar lembaga. h. pengembangan sarana dan fasilitas pelatihan. dan e. mengkoordinasikan penyusunan program dan anggaran Direktorat. pelaksanaan kebijakan. c. dan kriteria di bidang akreditasi dan sistem informasi kelembagaan. pengembangan sarana dan fasilitas pelatihan. prosedur. 95 . g. dan kerjasama antar lembaga. pengembangan standar mutu lembaga pelatihan. c. pengembangan standar mutu lembaga pelatihan. pengembangan standar mutu lembaga pelatihan. dan kerjasama antar lembaga. pengembangan standar mutu lembaga pelatihan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. mengarahkan penyusunan norma. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Direktorat. pengembangan sarana dan fasilitas pelatihan. b. standar. standar. pengembangan sarana dan fasilitas pelatihan. penyiapan penyusunan norma. pengembangan sarana dan fasilitas pelatihan. Pasal 104 Uraian tugas Direktorat Bina Lembaga dan Sarana Pelatihan Kerja sebagaimana dalam Pasal 102 dan Pasal 103.

b. k. Pasal 107 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106. menyusun konsep norma. standar. 96 . dan m. c. penyusunan norma. dan kriteria di bidang akreditasi lembaga pelatihan kerja. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang akreditasi lembaga pelatihan kerja. prosedur. c. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang akreditasi lembaga pelatihan kerja. dan pengembangan sistem informasi kelembagaan. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Akreditasi dan Sistem Informasi Kelembagaan. Subdirektorat Pengembangan Standar Mutu Lembaga Pelatihan. Pasal 106 Subdirektorat Akreditasi dan Sistem Informasi Kelembagaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pengembangan sistem informasi kelembagaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang akreditasi lembaga pelatihan kerja. dan pengembangan sistem informasi kelembagaan. prosedur. j. pengembangan standar mutu lembaga pelatihan. standar. Subdirektorat Sistem Pendanaan dan Kerjasama Antar Lembaga.i. Subdirektorat Pengembangan Sarana dan Fasilitas Pelatihan. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 108 Uraian tugas Subdirektorat Akreditasi dan Sistem Informasi Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 dan Pasal 107. b. prosedur. dan pengembangan sistem informasi kelembagaan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang akreditasi lembaga pelatihan kerja. menyusun LAKIP Direktorat. e. pengembangan sarana dan fasilitas pelatihan. menyusun rencana program dan anggaran Subdirektorat. dan pengembangan sistem informasi kelembagaan. standar. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. d. d. menyusun Laporan Bulanan. dan Subbagian Tata Usaha. dan pengembangan sistem informasi kelembagaan. c. Subdirektorat Akreditasi dan Sistem Informasi Kelembagaan menyelenggarakan fungsi: a. dan pengembangan sistem informasi kelembagaan. Pasal 105 Direktorat Bina Lembaga dan Sarana Pelatihan Kerja terdiri atas: a. antara lain sebagai berikut: a. e. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. dan kerjasama antar lembaga. b. Triwulan dan Tahunan Direktorat. dan pengembangan sistem informasi kelembagaan. dan d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang akreditasi lembaga pelatihan kerja. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang akreditasi lembaga pelatihan kerja. dan kriteria di bidang akreditasi lembaga pelatihan kerja. l. mengkoordinasikan kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang akreditasi dan sistem informasi kelembagaan.

Pasal 112 Uraian tugas Seksi Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 dan Pasal 111. h. standar. dan pengembangan sistem informasi kelembagaan. e. Seksi Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja. pelaksanaan kebijakan. standar. dan i. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan 97 . f. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 110 Seksi Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang akreditasi lembaga pelatihan kerja. dan b. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang akreditasi lembaga pelatihan kerja. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang akreditasi lembaga pelatihan kerja. c. dan kriteria di bidang akreditasi lembaga pelatihan kerja. d. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang akreditasi lembaga pelatihan kerja. c. Pasal 109 Subdirektorat Akreditasi dan Sistem Informasi Kelembagaan terdiri atas: a. Seksi Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang akreditasi lembaga pelatihan kerja. b. penyusunan norma. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang akreditasi lembaga pelatihan kerja. dan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang akreditasi lembaga pelatihan kerja. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang akreditasi lembaga pelatihan kerja. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. menyiapkan bahan penyusunan norma. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang akreditasi lembaga pelatihan kerja. prosedur. prosedur. Triwulan dan Tahunan Subdirektorat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. g.f. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang akreditasi lembaga pelatihan kerja. d. Pasal 111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110. Seksi Pengembangan Sistem Informasi Kelembagaan. menyusun Laporan Bulanan. dan kriteria di bidang akreditasi lembaga pelatihan kerja. g. prosedur.

Pasal 116 Subdirektorat Pengembangan Sarana dan Fasilitas Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Sarana dan Fasilitas Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. prosedur. dan h. pelaksanaan kebijakan. serta bimbingan pengelolaan sarana dan fasilitas. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan sistem informasi kelembagaan. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengembangan sistem informasi kelembagaan. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang sarana dan fasilitas lembaga pelatihan. d. 98 . standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan sistem informasi kelembagaan. standar. b. standar. Seksi Pengembangan Sistem Informasi Kelembagaan menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengembangan sistem informasi kelembagaan. g. menyiapkan bahan penyusunan norma. antara lain sebagai berikut: a. standar.Pasal 113 Seksi Pengembangan Sistem Informasi Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sistem informasi kelembagaan. berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pasal 114 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113. pelaksanaan kebijakan. dan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sistem informasi kelembagaan. penyusunan norma. e. b. Pasal 115 Uraian tugas Seksi Pengembangan Sistem Informasi Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 dan Pasal 114. Pasal 117 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan sistem informasi kelembagaan penyiapan bahan penyusunan norma. c. penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengembangan sistem informasi kelembagaan. f. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan sistem informasi kelembagaan. menyiapkan bahan mekanisme kegiatan pengembangan sistem informasi kelembagaan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan fasilitas lembaga pelatihan. serta bimbingan pengelolaan sarana dan fasilitas. prosedur. prosedur. dan kriteria di bidang pengembangan sistem informasi kelembagaan. c. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang pengembangan sistem informasi kelembagaan.

g. h. dan kriteria di bidang sarana dan fasilitas lembaga pelatihan. antara lain sebagai berikut: a. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang sarana dan fasilitas lembaga pelatihan penyiapan bahan penyusunan norma. menyusun Laporan Bulanan. e. b. serta bimbingan pengelolaan sarana dan fasilitas. menyusun rencana program dan anggaran Subdirektorat. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat.b. Pasal 120 Seksi Sarana dan Fasilitas Lembaga Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang sarana dan fasilitas lembaga pelatihan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan fasilitas lembaga pelatihan. 99 . Pasal 121 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120. dan d. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang sarana dan fasilitas lembaga pelatihan. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang sarana dan fasilitas lembaga pelatihan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. serta bimbingan pengelolaan sarana dan fasilitas. prosedur. Pasal 118 Uraian tugas Subdirektorat Pengembangan Sarana dan Fasilitas Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116 dan Pasal 117. pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan fasilitas lembaga pelatihan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang sarana dan fasilitas lembaga pelatihan. Pasal 119 Subdirektorat Pengembangan Sarana dan Fasilitas Pelatihan terdiri atas: a. dan kriteria di bidang sarana dan fasilitas lembaga pelatihan. dan b. Seksi Bimbingan Pegelolaan Sarana dan Fasilitas. serta bimbingan pengelolaan sarana dan fasilitas. c. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. d. standar. standar. Triwulan dan Tahunan Subdirektorat. menyusun konsep norma. serta bimbingan pengelolaan sarana dan fasilitas. serta bimbingan pengelolaan sarana dan fasilitas. b. serta bimbingan pengelolaan sarana dan fasilitas. dan kriteria di bidang sarana dan fasilitas lembaga pelatihan. f. dan penyiapan bahan pelaksanaan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan fasilitas lembaga pelatihan. prosedur. d. Seksi Sarana dan Fasilitas Lembaga Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. serta bimbingan pengelolaan sarana dan fasilitas. Seksi Sarana dan Fasilitas Lembaga Pelatihan. penyiapan bahan penyusunan norma. c. standar. dan i. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang sarana dan fasilitas lembaga pelatihan. penyusunan norma. c.

standar. g. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bimbingan pengelolaan sarana dan fasilitas. c. e. Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123. d. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang sarana dan fasilitas lembaga pelatihan. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang bimbingan pengelolaan sarana dan fasilitas. standar. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang bimbingan pengelolaan sarana dan fasilitas. antara lain sebagai berikut: a. pelaksanaan kebijakan. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang bimbingan pengelolaan sarana dan fasilitas. b. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan pengelolaan sarana dan fasilitasi menyiapkan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bimbingan pengelolaan sarana dan fasilitas. g. antara lain sebagai berikut: a. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bimbingan pengelolaan sarana dan fasilitas. menyiapkan bahan mekanisme kegiatan sarana dan fasilitas lembaga pelatihan. h. penyusunan norma. b. berdasarkan ketentuan yang berlaku. d. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang sarana dan fasilitas lembaga pelatihan. b. prosedur. f. dan kriteria di bidang sarana dan fasilitas lembaga pelatihan. dan kriteria di bidang bimbingan pengelolaan sarana dan fasilitas. f.Pasal 122 Uraian tugas Seksi Sarana dan Fasilitas Lembaga Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120 dan Pasal 121. standar. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan 100 . dan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bimbingan pengelolaan sarana dan fasilitasi. c. prosedur.dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan Pasal 123 Seksi Bimbingan Pengelolaan Sarana dan Fasilitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan pengelolaan sarana dan fasilitas. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang sarana dan fasilitas lembaga pelatihan. d. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang sarana dan fasilitas lembaga pelatihan. prosedur. Seksi Bimbingan Pengelolaan Sarana dan Fasilitas menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang bimbingan pengelolaan sarana dan fasilitas. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. Pasal 125 Uraian tugas Seksi Bimbingan Pengelolaan Sarana dan Fasilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123 dan Pasal 124. e. c. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang sarana dan fasilitas lembaga pelatihan. berdasarkan ketentuan yang berlaku.

dan bimbingan penerapan standar mutu. prosedur. b. g. e. standar. menyusun rencana program kegiatan dan anggaran Subdirektorat. standar. dan bimbingan penerapan standar mutu lembaga pelatihan. Pasal 128 Uraian tugas Subdirektorat Pengembangan Standar Mutu Lembaga Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 dan Pasal 127. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang standar mutu lembaga pelatihan. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126. dan bimbingan penerapan standar mutu. standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang standar mutu lembaga pelatihan. standar. f. penyusunan norma. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang standar mutu lembaga pelatihan. dan j. c. d. antara lain sebagai berikut: a. menyusun konsep koordinasi dengan instansi pemerintah/swasta dan unit terkait lainnya. dan bimbingan penerapan standar mutu. menyusun konsep norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang standar mutu lembaga pelatihan. berdasarkan data dan ketentuan yang berlaku. dan kriteria di bidang standar mutu lembaga pelatihan. kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang standar mutu lembaga pelatihan. Seksi Standar Mutu Lembaga Pelatihan. dan kriteria di bidang standar mutu lembaga pelatihan. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. prosedur. dan bimbingan penerapan standar mutu lembaga pelatihan. Subdirektorat Pengembangan Standar Mutu Lembaga Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan.Pasal 126 Subdirektorat Pengembangan Standar Mutu Lembaga Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan bimbingan penerapan standar mutu lembaga pelatihan. menyusun Laporan Bulanan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan Pasal 129 Subdirektorat Pengembangan Standar Mutu Lembaga Pelatihan terdiri atas: a. dan bimbingan penerapan standar mutu. dan bimbingan penerapan standar mutu. 101 . menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang standar mutu lembaga pelatihan. pelaksanaan kebijakan. b. c. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang standar mutu lembaga pelatihan. i. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang standar mutu lembaga pelatihan. prosedur dan. Pasal 130 Seksi Standar Mutu Lembaga Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan d. dan bimbingan penerapan standar mutu. penyusunan norma. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. Seksi Bimbingan Penerapan Standar Mutu. dan b. h. Triwulan dan Tahunan Subdirektorat.

g. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bimbingan penerapan standar mutu. standar. Pasal 133 Seksi Bimbingan Penerapan Standar Mutu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. antara lain sebagai berikut: a. d. d. Seksi Standar Mutu Lembaga Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. b. menyiapkan bahan penyusunan norma. e. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bimbingan penerapan standar mutu. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang standar mutu lembaga pelatihan. penyusunan norma. c. d. f. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang standar mutu lembaga pelatihan. c. Seksi Bimbingan Penerapan Standar Mutu menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang standar mutu lembaga pelatihan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang standar mutu lembaga pelatihan. dan kriteria di bidang bimbingan penerapan standar mutu. dan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang standar mutu lembaga pelatihan. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang standar mutu lembaga pelatihan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penerapan standar mutu. b. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang standar mutu lembaga pelatihan. pelaksanaan kebijakan. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang standar mutu lembaga pelatihan. Pasal 132 Uraian tugas Seksi Standar Mutu Lembaga Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130 dan Pasal 131. standar. 102 . berdasarkan ketentuan yang berlaku. b. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. dan kriteria di bidang standar mutu lembaga pelatihan. dan kriteria di bidang standar mutu lembaga pelatihan. dan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bimbingan penerapan standar mutu. c.Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. standar.

melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. dan kerjasama antar lembaga. dan kerjasama antar lembaga. dan kriteria di bidang bimbingan penerapan standar mutu. standar. d. h. standar. d. dan kriteria di bidang sistem pendanaan pelatihan dan kerjasama antar lembaga. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem pendanaan pelatihan. dan d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan 103 . standar. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang sistem pendanaan pelatihan. penyiapan bahan penyusunan norma. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang sistem pendanaan pelatihan. f. menyusun Laporan Bulanan. c. dan i. f. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang bimbingan penerapan standar mutu. dan kerjasama antar lembaga. menyusun rencana program dan anggaran Subdirektorat. Pasal 138 Uraian tugas Subdirektorat Sistem Pendanaan dan Kerjasama Antar Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 dan Pasal 137. dan kerjasama antar lembaga. dan kerjasama antar lembaga. prosedur. dan kerjasama antar lembaga. pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. e. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem pendanaan pelatihan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem pendanaan pelatihan. g. prosedur. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang sistem pendanaan pelatihan. Triwulan. berdasarkan ketentuan yang berlaku. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang bimbingan penerapan standar mutu. standar. prosedur. c. Pasal 136 Subdirektorat Sistem Pendanaan dan Kerjasama Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang bimbingan penerapan standar mutu. menyusun konsep norma. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang sistem pendanaan pelatihan. dan kerjasama antar lembaga. b.Pasal 135 Uraian tugas Seksi Bimbingan Penerapan Standar Mutu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133 dan Pasal 134. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan penerapan standar mutu. b. Subdirektorat Sistem Pendanaan dan Kerjasama Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang penerapan standar mutu. c. dan Tahunan Subdirektorat. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 137 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. e. menyiapkan bahan penyusunan norma. antara lain sebagai berikut: a. dan kerjasama antar lembaga. dan kriteria di bidang sistem pendanaan pelatihan. g. prosedur.

menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang sistem pendanaan pelatihan. 104 . f. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang sistem pendanaan pelatihan. prosedur. penyusunan norma. Pasal 141 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140. dan b. e. penyiapan bahan penyusunan norma. b. standar. Seksi Sistem Pendanaan Pelatihan. prosedur. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. antara lain sebagai berikut: a. g. standar. pelaksanaan kebijakan. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem pendanaan pelatihan. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang sistem pendanaan pelatihan. menyiapkan bahan penyusunan norma. Pasal 142 Uraian tugas Seksi Sistem Pendanaan Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 dan Pasal 141. standar.Pasal 139 Subdirektorat Sistem Pendanaan dan Kerjasama Antar Lembaga terdiri atas: a. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama antar lembaga. standar. Pasal 144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143. dan kriteria di bidang sistem pendanaan pelatihan. Seksi Sistem Pendanaan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem pendanaan pelatihan. Pasal 143 Seksi Kerjasama Antar Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Kerjasama Antar Lembaga. Pasal 140 Seksi Sistem Pendanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. c. dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang sistem pendanaan pelatihan. pelaksanaan kebijakan. prosedur. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang sistem pendanaan pelatihan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem pendanaan pelatihan. d. dan kriteria di bidang sistem pendanaan pelatihan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem pendanaan pelatihan. penyusunan norma. Seksi Kerjasama Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama antar lembaga. prosedur. c.

g. f. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. e. b. prosedur. Pasal 146 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. b. melaksanakan administrasi kepegawaian Direktorat. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Direktorat. c. c. i. b. mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Direktorat. dan rumah tangga Direktorat. d. berdasarkan ketentuan yang berlaku. d. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. ketatausahaan. m. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama antar lembaga. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Direktorat.b. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Direktorat. triwulan. g. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja K/L Direktorat. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang kerjasama antar lembaga. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang kerjasama antar lembaga. e. c. dan n. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Direktorat. melaksanakan administrasi keuangan Direktorat. k. dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat. antara lain sebagai berikut : a. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Direktorat. keuangan. semester dan tahunan Direktorat. penyiapan administrasi keuangan Direktorat. f. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang kerjasama antar lembaga. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. melaksanakan penatausahaan barang milik/kekayaan negara (BMN) Direktorat. Pasal 147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146. dan kriteria di bidang kerjasama antar lembaga. d. d. Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama antar lembaga. urusan kepegawaian. h. standar. j. l. prosedur. pengurusan administrasi kepegawaian Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL) Direktorat. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama antar lembaga. c. 105 . e. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Direktorat. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama antar lembaga. dan kriteria di bidang kerjasama antar lembaga. Pasal 148 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146 dan Pasal 147. menyusun laporan bulanan. antara lain sebagai berikut: a. mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Direktorat. Pasal 145 Uraian tugas Seksi Kerjasama Antar Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143 dan Pasal 144.

dan e. PSM. dan tenaga pelatihan. dan tenaga pelatihan. serta sistem informasi instruktur. dan tenaga pelatihan. dan tenaga pelatihan. serta sistem informasi instruktur. serta sistem informasi instruktur. penyiapan perumusan kebijakan di bidang instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. b. h. menyusun Penetapan Kinerja Direktorat. PSM. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. prosedur. dan tenaga pelatihan. dan tenaga pelatihan. serta sistem informasi instruktur. instruktur lembaga pelatihan swasta. e. d. mengkoordinasikan pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. dan tenaga pelatihan. mengkoordinasikan penyusunan program dan anggaran Direktorat. dan tenaga pelatihan. dan tenaga pelatihan. instruktur lembaga pelatihan swasta. dan tenaga pelatihan. antara lain sebagai berikut: a. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Direktorat. instruktur lembaga pelatihan swasta. instruktur lembaga pelatihan swasta. instruktur lembaga pelatihan swasta. PSM. f. serta sistem informasi instruktur. dan tenaga pelatihan. serta sistem informasi instruktur. dan tenaga pelatihan. standar. standardisasi serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang instruktur dan penggerak swadaya masyarakat (PSM) lembaga pelatihan pemerintah. instruktur lembaga pelatihan swasta. PSM. dan tenaga pelatihan. dan tenaga pelatihan. Pasal 151 Uraian tugas Direktorat Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149 dan Pasal 150. PSM. menyusun Rencana Strategis Direktorat. PSM. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria di bidang instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. PSM. 106 . mengarahkan penyusunan norma. d. pelaksanaan kebijakan. serta sistem informasi instruktur. instruktur lembaga pelatihan swasta. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah.Bagian Keempat Direktorat Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan Pasal 149 Direktorat Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. PSM. instruktur lembaga pelatihan swasta. instruktur lembaga pelatihan swasta. dan kriteria di bidang instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. standar. serta sistem informasi instruktur. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. dan tenaga pelatihan. Direktorat Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. g. prosedur. b. serta sistem informasi instruktur. PSM. penyiapan penyusunan norma. dan tenaga pelatihan. dan tenaga pelatihan. dan tenaga pelatihan. c.

j. e. menyusun rencana program dan anggaran Subdirektorat. PSM. b. d. c. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. standar. d. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. prosedur. dan Subbagian Tata Usaha. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. Subdirektorat Tenaga Pelatihan. prosedur. dan tenaga pelatihan. dan d. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kompetensi. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. menyusun LAKIP Direktorat. dan kriteria. Pasal 152 Direktorat Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan terdiri atas: a. di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 153 Subdirektorat Instruktur dan PSM Lembaga Pelatihan Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pengembangan karir instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. Triwulan dan Tahunan Direktorat. instruktur lembaga pelatihan swasta. b. Subdirektorat Instruktur Lembaga Pelatihan Swasta. Subdirektorat Instruktur dan PSM Lembaga Pelatihan Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. danTenaga Pelatihan. Subdirektorat Instruktur dan PSM Lembaga Pelatihan Pemerintah. l. b. c. k. c. mengkoordinasikan kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. dan m. dan kriteria di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. dan tenaga pelatihan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Subdirektorat Sistem Informasi Instruktur. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah.i. standar. 107 . e. prosedur. PSM. Pasal 155 Uraian tugas Subdirektorat Instruktur dan PSM Lembaga Pelatihan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 dan Pasal 154. menyusun Laporan Bulanan. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. serta sistem informasi instruktur. penyiapan bahan penyusunan norma. menyusun konsep norma. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153.

dan kriteria di bidang peningkatan kompetensi instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. menyiapkan bahan penyusunan norma. dan g. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. d. b. penyiapan bahan penyusunan norma. 108 . Seksi Pengembangan Karir Instruktur dan PSM Lembaga Pelatihan Pemerintah. c. Seksi Peningkatan Kompetensi Instruktur dan PSM Lembaga Pelatihan Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. dan kriteria di bidang peningkatan kompetensi instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang peningkatan kompetensi instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. e. Triwulan dan Tahunan Subdirektorat. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kompetensi instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang peningkatan kompetensi instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. berdasarkan ketentuan yang berlaku. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah.f. b. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang peningkatan kompetensi instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. standar. standar. dan i. prosedur. c. pelaksanaan kebijakan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kompetensi instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. penyusunan norma. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. h. menyusun Laporan Bulanan. Pasal 159 Uraian tugas Seksi Peningkatan Kompetensi Instruktur dan PSM Lembaga Pelatihan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157 dan Pasal 158. Pasal 157 Seksi Peningkatan Kompetensi Instruktur dan PSM Lembaga Pelatihan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. dan d. f. prosedur. g. Seksi Peningkatan Kompetensi Instruktur dan PSM Lembaga Pelatihan Pemerintah. Pasal 156 Subdirektorat Instruktur dan PSM Lembaga Pelatihan Pemerintah terdiri atas: a. Pasal 158 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157. dan b.

prosedur. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pengembangan karir instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. standar. prosedur. dan pengembangan karir instruktur lembaga pelatihan swasta. e. Pasal 163 Subdirektorat Instruktur Lembaga Pelatihan Swasta mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan karir instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang pengembangan karir instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. c. b. c. Pasal 164 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 163. antara lain sebagai berikut: a. Subdirektorat Instruktur Lembaga Pelatihan Swasta menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang pengembangan karir instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan karir instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. pelaksanaan kebijakan. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. prosedur. dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan karir instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah.Pasal 160 Seksi Pengembangan Karir Instruktur dan PSM Lembaga Pelatihan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kompetensi. b. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengembangan karir instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. g. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan penyusunan norma. d. standar. prosedur. Seksi Bimbingan Karir dan Sertifikasi Instruktur Lembaga Pelatihan Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. f. standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karir instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. penyiapan bahan bimbingan teknis da evaluasi di bidang pengembangan karir instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. Pasal 162 Uraian tugas Seksi Bimbingan Karir dan Sertifikasi Instruktur Lembaga Pelatihan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160 dan Pasal 161. penyusunan norma. 109 . berdasarkan ketentuan yang berlaku. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan karir instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. standar. berdasarkan ketentuan yang berlaku. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengembangan karir instruktur dan PSM lembaga pelatihan pemerintah. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir instruktur lembaga pelatihan swasta.

Pasal 166 Subdirektorat Instruktur Lembaga Pelatihan Swasta terdiri atas: a. antara lain sebagai berikut: a. e. Seksi Peningkatan Kompetensi Instruktur Lembaga Pelatihan Swasta. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir instruktur lembaga pelatihan swasta. 110 . g. Triwulan dan Tahunan Subdirektorat. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir instruktur lembaga pelatihan swasta. h. dan kriteria di bidang peningkatan kompetensi instruktur lembaga pelatihan swasta. f.b. dan i. Seksi Pengembangan Karir Instruktur Lembaga Pelatihan Swasta. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kompetensi instruktur lembaga pelatihan swasta. Pasal 165 Uraian tugas Subdirektorat Instruktur Lembaga Pelatihan Swasta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 163 dan Pasal 164. penyiapan bahan penyusunan norma. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir instruktur lembaga pelatihan swasta. dan b. dan d. penyusunan norma. dan d. kriteria di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir instruktur lembaga pelatihan swasta. Seksi Peningkatan Kompetensi Instruktur Lembaga Pelatihan Swasta menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi instruktur lembaga pelatihan swasta. prosedur. dan kriteria di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir instruktur lembaga pelatihan swasta. b. Pasal 168 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167. c. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. prosedur. standar. standar. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir instruktur lembaga pelatihan swasta. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi instruktur lembaga pelatihan swasta. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. menyusun Laporan Bulanan. c. Pasal 167 Seksi Peningkatan Kompetensi Instruktur Lembaga Pelatihan Swasta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. standar. d. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir instruktur lembaga pelatihan swasta. prosedur. menyusun rencana program dan anggaran Subdirektorat. c. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kompetensi instruktur lembaga pelatihan swasta. menyusun konsep norma.

berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pasal 172 Uraian tugas Seksi Bimbingan Karir dan Sertifikasi Instruktur Lembaga Pelatihan Swasta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 dan Pasal 171. b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karir instruktur lembaga pelatihan swasta. b. penyusunan norma. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan karir instruktur lembaga pelatihan swasta. prosedur. f. standar. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan karir instruktur lembaga pelatihan swasta. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengembangan karir instruktur lembaga pelatihan swasta. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karir instruktur lembaga pelatihan swasta. dan d. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang peningkatan kompetensi instruktur lembaga pelatihan swasta. Seksi Bimbingan Karir dan Sertifikasi Instruktur Lembaga Pelatihan Swasta menyelenggarakan fungsi: a. standar. antara lain sebagai berikut: a. e. prosedur. dan g. d. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengembangan peningkatan kompetensi instruktur lembaga pelatihan swasta. antara lain sebagai berikut: a. c. c. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi instruktur lembaga pelatihan swasta. d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. prosedur. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. c. standar. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi instruktur lembaga pelatihan swasta. standar. dan kriteria di bidang pengembangan karir instruktur lembaga pelatihan swasta. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengembangan peningkatan kompetensi instruktur lembaga pelatihan swasta. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan karir instruktur lembaga pelatihan swasta. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan karir instruktur lembaga pelatihan swasta. dan kriteria di bidang pengembangan karir instruktur lembaga pelatihan swasta. Pasal 171 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170.Pasal 169 Uraian tugas Seksi Peningkatan Kompetensi Instruktur Lembaga Pelatihan Swasta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167 dan Pasal 168. 111 . Pasal 170 Seksi Pengembangan Karir Instruktur Lembaga Pelatihan Swasta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang peningkatan kompetensi instruktur lembaga pelatihan swasta. b.

menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir tenaga pelatihan. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir tenaga pelatihan. penyusunan norma. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. f. menyusun konsep norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir tenaga pelatihan. c. g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. standar. dan. di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir tenaga pelatihan.e. kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kompetensi. Seksi Pengembangan Karir Tenaga Pelatihan. kriteria. dan pengembangan karir tenaga pelatihan. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. Pasal 174 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173. prosedur. prosedur dan. 112 . menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang pengembangan karir instruktur lembaga pelatihan swasta. Seksi Peningkatan Kompetensi Tenaga Pelatihan. h. dan b. b. Pasal 175 Uraian tugas Subdirektorat Pembinaan Tenaga Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173 dan Pasal 174. menyusun rencana program dan anggaran Subdirektorat. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir tenaga pelatihan. dan g. standar. Subdirektorat Tenaga Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir tenaga pelatihan. e. Pasal 176 Subdirektorat Tenaga Pelatihan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir tenaga pelatihan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi dan pengembangan karir tenaga pelatihan. Pasal 173 Subdirektorat Tenaga Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. menyusun Laporan Bulanan. dan i. prosedur. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. f. b. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengembangan karir instruktur lembaga pelatihan swasta. dan d. antara lain sebagai berikut: a. Triwulan dan Tahunan Subdirektorat. d.

standar. dan kriteria di bidang pengembangan karir tenaga pelatihan. prosedur. standar. d. penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. prosedur. Seksi Pengembangan Karir Tenaga Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. c. standar. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang peningkatan kompetensi tenaga pelatihan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang peningkatan kompetensi tenaga pelatihan. b. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 178 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177. Seksi Peningkatan Kompetensi Tenaga Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. berdasarkan ketentuan yang berlaku. prosedur. dan kriteria di bidang peningkatan kompetensi tenaga pelatihan. c. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang peningkatan kompetensi tenaga pelatihan. f. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi tenaga pelatihan. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang peningkatan kompetensi tenaga pelatihan. Pasal 179 Uraian tugas Seksi Peningkatan Kompetensi Tenaga Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 dan Pasal 178. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kompetensi tenaga pelatihan. prosedur.Pasal 177 Seksi Peningkatan Kompetensi Tenaga Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi tenaga pelatihan. standar. penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan karir tenaga pelatihan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan karir tenaga pelatihan. b. b. standar. dan g. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karir tenaga pelatihan. Pasal 181 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. menyiapkan bahan penyusunan norma. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kompetensi tenaga pelatihan. dan d. prosedur. 113 . c. e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan Pasal 180 Seksi Pengembangan Karir Tenaga Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karir tenaga pelatihan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi tenaga pelatihan. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan kompetensi tenaga pelatihan. pelaksanaan kebijakan.

PSM. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan karir tenaga pelatihan. dan penyebaran informasi instruktur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang registrasi. dan tenaga pelatihan. PSM. dan tenaga pelatihan. dan kriteria di bidang registrasi. b. menyiapkan bahan penyusunan norma. f. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang registrasi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang registrasi. PSM. e. Subdirektorat Sistem Informasi Instruktur. dan Tenaga Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. PSM. c. dan penyebaran informasi instruktur. dan penyebaran informasi instruktur. c. prosedur. dan penyebaran informasi instruktur. Pasal 183 Subdirektorat Sistem Informasi Instruktur. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang registrasi. penyiapan bahan penyusunan norma. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang registrasi. dan tenaga pelatihan. dan tenaga pelatihan. dan tenaga pelatihan. standar. dan penyebaran informasi instruktur. PSM. standar. PSM. c. dan penyebaran informasi instruktur. dan kriteria di bidang registrasi. prosedur. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan karir tenaga pelatihan. menyusun konsep norma. PSM. kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang registrasi. PSM. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang pengembangan karir tenaga pelatihan. dan penyebaran informasi instruktur. dan tenaga pelatihan. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. PSM. dan tenaga pelatihan. dan Tenaga Pelatihan. menyusun rencana program dan anggaran Subdirektorat. b. b. Pasal 185 Uraian tugas Subdirektorat Sistem Informasi Instruktur. 114 . antara lain sebagai berikut: a. d. prosedur dan. PSM. pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. standar. dan tenaga pelatihan. g. dan penyebaran informasi instruktur. PSM. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengembangan karir tenaga pelatihan. dan Tenaga Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang pengembangan karir tenaga pelatihan. e. dan d. standar.Pasal 182 Uraian tugas Seksi Pengembangan Karir Tenaga Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180 dan Pasal 181. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. d. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183 dan Pasal 184. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengembangan karir tenaga pelatihan.

dan Tenaga Pelatihan terdiri atas: a. PSM. PSM. dan tenaga pelatihan. standar. Pasal 187 Seksi Registrasi Instruktur. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan Tenaga Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187 dan Pasal 188. dan g. penyiapan bahan penyusunan norma.f. PSM. dan tenaga pelatihan. dan kriteria di bidang registrasi instruktur. PSM. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang registrasi instruktur. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang registrasi instruktur. PSM. prosedur. prosedur. dan Tenaga Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan tenaga pelatihan. PSM. dan kriteria di bidang registrasi instruktur. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. b. Seksi Registrasi Instruktur. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang registrasi instruktur. f. antara lain sebagai berikut: a. dan tenaga pelatihan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang registrasi instruktur. dan b. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang registrasi instruktur. berdasarkan ketentuan yang berlaku. PSM. dan penyebaran informasi instruktur. dan tenaga pelatihan. PSM. dan tenaga pelatihan. dan i. dan tenaga pelatihan. PSM. Pasal 189 Uraian tugas Seksi Registrasi Instruktur. Seksi Penyebaran Informasi Instruktur. penyusunan norma. c. Triwulan dan Tahunan Subdirektorat. 115 . dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang registrasi instruktur. PSM. PSM. dan tenaga pelatihan. c. PSM. prosedur. dan tenaga pelatihan. dan d. dan tenaga pelatihan. h. dan Tenaga Pelatihan. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang registrasi. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang registrasi instruktur. e. dan tenaga pelatihan. standar. PSM. dan tenaga pelatihan. menyusun Laporan Bulanan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. Pasal 186 Subdirektorat Sistem Informasi Instruktur. dan Tenaga Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. b. standar. PSM. PSM. menyiapkan bahan penyusunan norma. PSM. Seksi Registrasi Instruktur. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang registrasi instruktur. dan Tenaga Pelatihan. PSM. g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. d. PSM. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang registrasi instruktur.

PSM. PSM. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang penyebaran informasi instruktur. d. dan kriteria di bidang penyebaran informasi instruktur. PSM. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang penyebaran informasi instruktur. prosedur. PSM. b. standar. d. dan tenaga pelatihan. 116 . keuangan. dan kriteria di bidang penyebaran informasi instruktur. dan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyebaran informasi instruktur. Pasal 193 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyebaran informasi instruktur. dan tenaga pelatihan. dan Tenaga Pelatihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190 dan Pasal 191. dan tenaga pelatihan. Pasal 191 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190. e. c. penyiapan bahan penyusunan norma. PSM. dan tenaga pelatihan. PSM. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyebaran informasi instruktur. dan tenaga pelatihan. PSM. pengurusan administrasi kepegawaian Direktorat. c. urusan kepegawaian. f. dan tenaga pelatihan. Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. PSM. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Direktorat.Pasal 190 Seksi Penyebaran Informasi Instruktur. Pasal 194 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 193. penyiapan penyusunan rencana. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang penyebaran informasi instruktur. PSM. pelaksanaan kebijakan. PSM. dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat. b. Pasal 192 Uraian tugas Seksi Penyebaran Informasi Instruktur. penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyebaran informasi instruktur. standar. c. dan rumah tangga Direktorat. dan Tenaga Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. PSM. dan tenaga pelatihan. b. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penyebaran informasi instruktur. dan Tenaga Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyebaran informasi instruktur. prosedur. Seksi Penyebaran Informasi Instruktur. prosedur. penyiapan administrasi keuangan Direktorat. ketatausahaan. e. menyiapkan bahan penyusunan norma. standar. dan tenaga pelatihan. g. antara lain sebagai berikut: a. PSM. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan tenaga pelatihan. PSM. dan tenaga pelatihan. d. PSM. dan tenaga pelatihan. program dan anggaran Direktorat.

mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL) Direktorat. f. menyusun Penetapan Kinerja Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan program dan anggaran Direktorat. b. triwulan. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Direktorat. dan e.Pasal 195 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 193 dan Pasal 194. c. l. semester dan tahunan Direktorat. e. Pasal 198 Uraian Tugas Direktorat Bina Pemagangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 dan Pasal 197. i. pelaksanaan kebijakan. j. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemagangan di dalam dan luar negeri. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemagangan di dalam dan luar negeri. perizinan dan advokasi serta promosi dan jejaring pemagangan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemagangan di dalam dan luar negeri. melaksanakan administrasi kepegawaian Direktorat. standardisasi serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemagangan di dalam. prosedur. menyusun Rencana Strategis Direktorat. standar. k. perizinan dan advokasi serta promosi dan jejaring pemagangan. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Direktorat. perizinan dan advokasi. b. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Direktorat. Pasal 197 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196. serta promosi dan jejaring pemagangan. d. dan kriteria di bidang pemagangan di dalam dan luar negeri. h. c. antara lain sebagai berikut: a. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan n. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja K/L Direktorat. Bagian Kelima Direktorat Bina Pemagangan Pasal 196 Direktorat Bina Pemagangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. antara lain sebagai berikut: a. melaksanakan penatausahaan barang milik/kekayaan negara (BMN) Direktorat. Direktorat Bina Pemagangan menyelenggarakan fungsi: a. 117 . perizinan dan advokasi serta promosi dan jejaring pemagangan. melaksanakan administrasi keuangan Direktorat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyusun laporan bulanan. g. perizinan dan advokasi serta promosi dan jejaring pemagangan. dan luar negeri. mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Direktorat. penyiapan penyusunan norma. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Direktorat. m. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Direktorat.

penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program. j. Pasal 199 Direktorat Bina Pemagangan terdiri atas: a. standar. antara lain sebagai berikut: a. Subdirektorat Perizinan dan Advokasi Pemagangan. e. perizinan dan advokasi serta promosi dan jejaring pemagangan. f. perizinan dan advokasi serta promosi dan jejaring pemagangan. standar. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Pemagangan Dalam Negeri. perizinan dan advokasi serta promosi dan jejaring pemagangan. c. b. prosedur. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemagangan di dalam dan luar negeri. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pemagangan di dalam dan luar negeri. i. e. perizinan dan advokasi serta promosi dan jejaring pemagangan. serta bimbingan dan penyuluhan pemagangan dalam negeri. Triwulan dan Tahunan Direktorat. Pasal 202 Uraian tugas Subdirektorat Pemagangan Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200 dan Pasal 201. mengarahkan penyusunan norma. menyusun LAKIP Direktorat. g. perizinan dan advokasi serta promosi dan jejaring pemagangan. Subdirektorat Pemagangan Luar Negeri. menyusun Laporan Bulanan. standar. c. Subdirektorat Promosi dan Jejaring Pemagangan. Pasal 201 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pemagangan di dalam dan luar negeri. prosedur. serta bimbingan dan penyuluhan pemagangan dalam negeri. penyiapan bahan penyusunan norma. c. dan d. serta bimbingan dan penyuluhan pemagangan dalam negeri. b. dan m. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. Subdirektorat Pemagangan Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. menyusun rencana program dan anggaran Subdirektorat. b. d. mengkoordinasikan pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pemagangan di dalam dan luar negeri. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang program. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program. mengkoordinasikan kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pemagangan di dalam dan luar negeri. l. serta bimbingan dan penyuluhan pemagangan dalam negeri. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang program. 118 . dan Subbagian Tata Usaha. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang program. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Direktorat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kriteria di bidang program. k.d. prosedur. Pasal 200 Subdirektorat Pemagangan Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta bimbingan dan penyuluhan pemagangan dalam negeri. h. serta bimbingan dan penyuluhan pemagangan dalam negeri.

dan b. kriteria. prosedur. Pasal 203 Subdirektorat Pemagangan Dalam Negeri terdiri atas: a. g. dan d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program pemagangan dalam negeri. Pasal 205 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204. h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Seksi Program Pemagangan Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. menyusun konsep norma. antara lain sebagai berikut: a. 119 . b. Seksi Bimbingan dan Penyuluhan Pemagangan Dalam Negeri. menyiapkan bahan penyusunan norma. Triwulan dan Tahunan Subdirektorat. b. dan. dan kriteria di bidang program pemagangan dalam negeri. f. menyusun Laporan Bulanan. c. dan g. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang program pemagangan dalam negeri. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang program pemagangan dalam negeri. e. prosedur. standar. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang program. di bidang program. standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang program pemagangan dalam negeri. penyusunan norma. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang program. prosedur. serta bimbingan dan penyuluhan pemagangan dalam negeri. Pasal 206 Uraian tugas Seksi Program Pemagangan Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204 dan Pasal 205. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program pemagangan dalam negeri. standar. d. serta bimbingan dan penyuluhan pemagangan dalam negeri. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program pemagangan dalam negeri. c. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan i. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang program pemagangan dalam negeri. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang program pemagangan dalam negeri. serta bimbingan dan penyuluhan pemagangan dalam negeri.d. prosedur. f. Pasal 204 Seksi Program Pemagangan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang program pemagangan dalam negeri. Seksi Program Pemagangan Dalam Negeri. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kriteria di bidang program pemagangan dalam negeri.

d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bimbingan dan penyuluhan pemagangan dalam negeri. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. standar. serta bimbingan dan penyuluhan pemagangan luar negeri. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang bimbingan dan penyuluhan pemagangan dalam negeri. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan dan penyuluhan pemagangan dalam negeri. prosedur. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bimbingan dan penyuluhan pemagangan dalam negeri. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. prosedur. Pasal 210 Subdirektorat Pemagangan Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207. d. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang bimbingan dan penyuluhan pemagangan dalam negeri. antara lain sebagai berikut: a. e. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang bimbingan dan penyuluhan pemagangan dalam negeri. pelaksanaan kebijakan. prosedur. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang bimbingan dan penyuluhan pemagangan dalam negeri. dan kriteria di bidang bimbingan dan penyuluhan pemagangan dalam negeri. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang program. penyusunan norma. b. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. dan g. b. Subdirektorat Pemagangan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. c. serta bimbingan dan penyuluhan pemagangan luar negeri. f. 120 . standar. Pasal 209 Uraian tugas Seksi Bimbingan dan Penyuluhan Pemagangan Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207 dan Pasal 208. standar.Pasal 207 Seksi Bimbingan dan Penyuluhan Pemagangan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. berdasarkan ketentuan yang berlaku. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program. b. dan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bimbingan dan penyuluhan pemagangan dalam negeri. Seksi Bimbingan dan Penyuluhan Pemagangan Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. standar. serta bimbingan dan penyuluhan pemagangan luar negeri. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan dan penyuluhan pemagangan dalam negeri. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang bimbingan dan penyuluhan pemagangan dalam negeri.

penyiapan bahan penyusunan norma.c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program pemagangan luar negeri. Pasal 214 Seksi Program Pemagangan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. 121 . standar. serta bimbingan dan penyuluhan pemagangan luar negeri. prosedur. dan kriteria di bidang program pemagangan luar negeri. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang program. standar. d. prosedur. c. b. di bidang program. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program pemagangan luar negeri. e. standar. prosedur. Seksi Bimbingan dan Penyuluhan Pemagangan Luar Negeri. menyusun rencana program dan anggaran Subdirektorat. b. kriteria. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. h. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang program. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang program. c. serta bimbingan dan penyuluhan pemagangan luar negeri. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang program. Pasal 212 Uraian tugas Subdirektorat Pemagangan Luar Negeri sebagaimana dimaksud Pasal 210 dan Pasal 211. standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang program pemagangan luar negeri. dan d. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. serta bimbingan dan penyuluhan pemagangan luar negeri. dan b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang program pemagangan luar negeri. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan norma. menyusun konsep norma. dan. f. dan i. antara lain sebagai berikut: a. serta bimbingan dan penyuluhan pemagangan luar negeri. serta bimbingan dan penyuluhan pemagangan luar negeri. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. Seksi Program Pemagangan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. g. pelaksanaan kebijakan. Pasal 213 Subdirektorat Pemagangan Luar Negeri terdiri atas: a. Seksi Program Pemagangan Luar Negeri. dan kriteria di bidang program. dan d. serta bimbingan dan penyuluhan pemagangan luar negeri. Triwulan dan Tahunan Subdirektorat. menyusun Laporan Bulanan.

prosedur. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bimbingan dan penyuluhan pemagangan luar negeri. Pasal 219 Uraian tugas Seksi Bimbingan dan Penyuluhan Pemagangan Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 217 dan Pasal 218. Pasal 217 Seksi Bimbingan dan Penyuluhan Pemagangan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bimbingan dan penyuluhan pemagangan luar negeri. e. f. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang program pemagangan luar negeri. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program pemagangan luar negeri. prosedur. prosedur. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang bimbingan dan penyuluhan pemagangan luar negeri. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang bimbingan dan penyuluhan pemagangan luar negeri. standar. dan kriteria di bidang program pemagangan luar negeri. berdasarkan ketentuan yang berlaku. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang bimbingan dan penyuluhan pemagangan luar negeri. penyusunan norma. 122 . d. dan g. antara lain sebagai berikut: a. berdasarkan ketentuan yang berlaku.Pasal 216 Uraian tugas Seksi Program Pemagangan Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214 dan Pasal 215. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kriteria di bidang bimbingan dan penyuluhan pemagangan luar negeri. menyiapkan bahan penyusunan norma. d. Seksi Bimbingan dan Penyuluhan Pemagangan Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bimbingan dan penyuluhan pemagangan luar negeri. c. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang program pemagangan luar negeri. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan dan penyuluhan pemagangan luar negeri. f. c. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang program pemagangan luar negeri. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang bimbingan dan penyuluhan pemagangan luar negeri. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan dan penyuluhan pemagangan luar negeri. standar. b. standar. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang program pemagangan luar negeri. dan g. e. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang bimbingan dan penyuluhan pemagangan luar negeri. penyiapan bahan penyusunan norma. antara lain sebagai berikut: a. prosedur. b. Pasal 218 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 217. dan d. menyiapkan bahan penyusunan norma. b.

b. dan d. g. standar. menyusun rencana program dan anggaran Subdirektorat. Triwulan dan Tahunan Subdirektorat. standar. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyusun Laporan Bulanan. d. 123 . Seksi Perizinan dan Rekomendasi. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang perizinan dan rekomendasi serta advokasi dan perlindungan pemagangan. serta advokasi dan perlindungan pemagangan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perizinan dan rekomendasi. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang perizinan dan rekomendasi serta advokasi dan perlindungan pemagangan. pelaksanaan kebijakan. menyusun konsep norma. prosedur. prosedur. c. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. c. standar. dan i. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perizinan dan rekomendasi serta advokasi dan perlindungan pemagangan. f. Subdirektorat Perizinan dan Advokasi Pemagangan menyelenggarakan fungsi: a. e. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perizinan dan rekomendasi pemagangan. penyusunan norma. Pasal 221 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220. pelaksanaan kebijakan. kriteria di bidang perizinan dan rekomendasi serta advokasi dan perlindungan pemagangan. Pasal 223 Subdirektorat Perizinan dan Advokasi Pemagangan terdiri atas: a. Seksi Advokasi dan Perlindungan. antara lain sebagai berikut: a. h. b. Pasal 224 Seksi Perizinan dan Rekomendasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perizinan dan rekomendasi serta advokasi dan perlindungan pemagangan. standar. dan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perizinan dan rekomendasi serta advokasi dan perlindungan pemagangan.Pasal 220 Subdirektorat Perizinan dan Advokasi Pemagangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. Pasal 222 Uraian tugas Subdirektorat Perizinan dan Advokasi Pemagangan sebagaimana dimaksud Pasal 220 dan Pasal 221. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang perizinan dan rekomendasi serta advokasi dan perlindungan pemagangan. dan kriteria di bidang perizinan dan rekomendasi serta advokasi dan perlindungan pemagangan. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat.

dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang advokasi dan perlindungan pemagangan. standar. dan d. pelaksanaan kebijakan. berdasarkan ketentuan yang berlaku. dan kriteria di bidang perizinan dan rekomendasi pemagangan. dan kriteria di bidang perizinan dan rekomendasi pemagangan. b. a. standar. c. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang perizinan dan rekomendasi pemagangan. prosedur. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. d. Pasal 228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Seksi Advokasi dan Perlindungan menyelenggarakan fungsi: dalam Pasal 227. standar. dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang advokasi dan perlindungan pemaganga. c. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perizinan dan rekomendasi pemagangan. dan g. e. Seksi Perizinan dan Rekomendasi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 225 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang advokasi dan perlindungan pemagangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang advokasi dan perlindungan pemagangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perizinan dan rekomendasi pemagangan. prosedur. prosedur. Pasal 227 Seksi Advokasi dan Perlindungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 226 Uraian tugas Seksi Perizinan dan Rekomendasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224 dan Pasal 225. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perizinan dan rekomendasi pemagangan. b. menyiapkan bahan penyusunan norma. prosedur. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang perizinan dan rekomendasi pemagangan. 124 . dan kriteria di bidang advokasi dan perlindungan pemagangan. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang perizinan dan rekomendasi pemagangan. c. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perizinan dan rekomendasi pemagangan. f. b. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang perizinan dan rekomendasi pemagangan.

125 . penyiapan bahan penyusunan norma. dan i. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi dan sistem informasi. serta pengembangan jejaring pemagangan. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang promosi dan sistem informasi. serta pengembangan jejaring pemagangan. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. dan kriteria di bidang advokasi dan perlindungan pemagangan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang promosi dan sistem informasi. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang promosi dan sistem informasi. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang advokasi dan perlindungan pemagangan. b. c. c. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang advokasi dan perlindungan pemagangan. pelaksanaan kebijakan. serta pengembangan jejaring pemagangan. prosedur. dan. penyusunan norma. antara lain sebagai berikut: a. serta pengembangan jejaring pemagangan. h. serta pengembangan jejaring pemagangan. dan d.Pasal 229 Uraian tugas Seksi Advokasi dan Perlindungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227 dan Pasal 228. menyusun konsep norma. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang promosi dan sistem informasi. e. menyusun Laporan Bulanan. standar. antara lain sebagai berikut: a. dan kriteria di bidang promosi dan sistem informasi. menyusun rencana program dan anggaran Subdirektorat. f. standar. serta pengembangan jejaring pemagangan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi dan sistem informasi. prosedur. f. serta pengembangan jejaring pemagangan. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang advokasi dan perlindungan pemagangan. Pasal 231 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230. prosedur. Pasal 232 Uraian tugas Subdirektorat Promosi dan Jejaring Pemagangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230 dan Pasal 231. berdasarkan ketentuan yang berlaku. c. menyiapkan bahan penyusunan norma. serta pengembangan jejaring pemagangan. serta pengembangan jejaring pemagangan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. dan g. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang advokasi dan perlindungan pemagangan. b. prosedur. Triwulan dan Tahunan Subdirektorat. b. d. Pasal 230 Subdirektorat Promosi dan Jejaring Pemagangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi dan sistem informasi. d. g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Subdirektorat Promosi dan Jejaring Pemagangan menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang advokasi dan perlindungan pemagangan. kriteria di bidang promosi dan sistem informasi. standar.

prosedur. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi dan sistem informasi pemagangan. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang promosi dan sistem informasi pemagangan. c. dan kriteria di bidang promosi dan sistem informasi pemagangan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang promosi dan sistem informasi pemagangan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi dan sistem informasi pemagangan. standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan jejaring pemagangan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi dan sistem informasi pemagangan. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang promosi dan sistem informasi pemagangan. Pasal 236 Uraian tugas Seksi Promosi dan Sistem Informasi Pemagangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 234 dan Pasal 235. Seksi Promosi dan Sistem Informasi Pemagangan. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang promosi dan sistem informasi pemagangan. menyiapkan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang promosi dan sistem informasi pemagangan. antara lain sebagai berikut: a. f.Pasal 233 Subdirektorat Promosi dan Jejaring Pemagangan terdiri atas: a. penyusunan norma. dan d. dan kriteria di bidang promosi dan sistem informasi pemagangan. Seksi Pengembangan Jejaring Pemagangan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 234 Seksi Promosi dan Sistem Informasi Pemagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. b. dan b. 126 . prosedur. b. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan norma. Seksi Promosi dan Sistem Informasi Pemagangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 235 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 234. prosedur. standar. standar. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. d. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi dan sistem informasi pemagangan. e. Pasal 237 Seksi Pengembangan Jejaring Pemagangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. dan g. c.

penyiapan administrasi keuangan Direktorat. dan kriteria di bidang pengembangan jejaring pemagangan. dan d. c. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL) Direktorat. b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan penyusunan norma. d. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan jejaring pemagangan. prosedur. standar. pengurusan administrasi kepegawaian Direktorat. standar.Pasal 238 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 239 Uraian tugas Seksi Pengembangan Jejaring Pemagangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 237 dan Pasal 238. b. c. dan kriteria di bidang pengembangan jejaring pemagangan. ketatausahaan. mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Direktorat. dan g. 127 . Seksi Pengembangan Jejaring Pemagangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Direktorat. b. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Direktorat. f. d. e. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan jejaring pemagangan. dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan jejaring pemagangan. prosedur. dan rumah tangga Direktorat. Pasal 242 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240 dan Pasal 241. d. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengembangan jejaring pemagangan. Pasal 240 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. c. e. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan jejaring pemagangan. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan jejaring pemagangan. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengembangan jejaring pemagangan. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang pengembangan jejaring pemagangan. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Direktorat. b. keuangan. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja K/L Direktorat. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 241 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240. urusan kepegawaian.

c. c. j. penyiapan penyusunan norma. mengendalikan pelaksananan program dan anggaran Direktorat. g. Direktorat Produktivitas dan Kewirausahaan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. 128 . pengembangan pengukuran dan kajian produktivitas. Pasal 245 Uraian Tugas Direktorat Produktivitas dan Kewirausahaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243 dan Pasal 244. pengembangan sistem dan peningkatan produktivitas. pengembangan pengukuran dan kajian produktivitas. h. melaksanakan administrasi kepegawaian Direktorat.e. serta pengembangan kewirausahaan. antara lain sebagai berikut: a. prosedur. standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengembangan promosi dan kerjasama produktivitas dan kewirausahaan. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan promosi dan kerjasama produktivitas dan kewirausahaan. pengembangan sistem dan peningkatan produktivitas. mengkoordinasikan penyusunan program dan anggaran Direktorat. pengembangan sistem dan peningkatan produktivitas. pengembangan pengukuran dan kajian produktivitas. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. i. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan promosi dan kerjasama produktivitas dan kewirausahaan. menyusun laporan bulanan. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. b. k. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. standardisasi serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan promosi dan kerjasama produktivitas dan kewirausahaan. pengembangan sistem dan peningkatan produktivitas. semester dan tahunan Direktorat. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Direktorat. menyusun Penetapan Kinerja Direktorat. d. Bagian Keenam Direktorat Produktivitas dan Kewirausahaan Pasal 243 Direktorat Produktivitas dan Kewirausahaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. serta pengembangan kewirausahaan. dan kriteria di bidang pengembangan promosi dan kerjasama produktivitas dan kewirausahaan. pengembangan pengukuran dan kajian produktivitas. menyusun Rencana Strategis Direktorat. melaksanakan administrasi keuangan Direktorat. m. pelaksanaan kebijakan. b. pengembangan pengukuran dan kajian produktivitas. triwulan. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Direktorat. dan e. serta pengembangan kewirausahaan. n. pengembangan sistem dan peningkatan produktivitas. mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Direktorat. melaksanakan penatausahaan barang milik/kekayaan negara (BMN) Direktorat. l. serta pengembangan kewirausahaan. f. serta pengembangan kewirausahaan.

h. penyusunan norma. Subdirektorat Pengembangan Pengukuran dan Kajian Produktivitas. Subbagian Tata Usaha. c. menyusun LAKIP Direktorat. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi dan kerjasama peningkatan produktivitas dan kewirausahaan. pelaksanaan kebijakan. j. standar. Triwulanan dan Tahunan Direktorat. pengembangan sistem dan peningkatan produktivitas. dan m. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan promosi dan kerjasama produktivitas dan kewirausahaan. mengarahkan penyusunan norma. pengembangan pengukuran dan kajian produktivitas. b. Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. i. serta pengembangan kewirausahaan. pengembangan pengukuran dan kajian produktivitas. Pasal 246 Direktorat Produktivitas dan Kewirausahaan terdiri atas: a. standar. standar. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. dan kriteria di bidang promosi dan kerjasama peningkatan produktivitas dan kewirausahaan. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. prosedur. menyusun Laporan Bulanan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Peningkatan Produktivitas. f. c. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi dan kerjasama peningkatan produktivitas dan kewirausahaan. mengkoordinasikan pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengembangan promosi dan kerjasama produktivitas dan kewirausahaan. serta pengembangan kewirausahaan. Subdirektorat Pengembangan Promosi dan Kerjasama Produktivitas dan Kewirausahaan. d. pengembangan sistem dan peningkatan produktivitas. k. dan d. Pasal 247 Subdirektorat Pengembangan Promosi dan Kerjasama Produktivitas dan Kewirausahaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan e. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi dan kerjasama peningkatan produktivitas dan kewirausahaan. Subdirektorat Pengembangan Promosi dan Kerjasama Produktivitas dan Kewirausahaan menyelenggarakan fungsi: a. l. Subdirektorat Pengembangan Kewirausahaan. b. serta pengembangan kewirausahaan. mengkoordinasikan kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan promosi dan kerjasama produktivitas dan kewirausahaan. pengembangan pengukuran dan kajian produktivitas. 129 . menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan promosi dan kerjasama produktivitas dan kewirausahaan. pengembangan pengukuran dan kajian produktivitas. dan kriteria di bidang pengembangan promosi dan kerjasama produktivitas dan kewirausahaan.e. serta pengembangan kewirausahaan. g. pengembangan sistem dan peningkatan produktivitas. pengembangan sistem dan peningkatan produktivitas. prosedur. serta pengembangan kewirausahaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang promosi dan kerjasama peningkatan produktivitas dan kewirausahaan. pengembangan pengukuran dan kajian produktivitas. pengembangan sistem dan peningkatan produktivitas.

menyusun rencana program dan anggaran Subdirektorat. antara lain sebagai berikut: a. kriteria. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. g. b. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi produktivitas dan kewirausahaan. b. Pasal 253 Uraian tugas Seksi Promosi Produktivitas dan Kewirausahaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 251 dan Pasal 252. di bidang promosi dan kerjasama peningkatan produktivitas dan kewirausahaan.Pasal 249 Uraian tugas Subdirektorat Pengembangan Promosi dan Kerjasama Produktivitas dan Kewirausahaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247 dan Pasal 248. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. menyusun Laporan Bulanan. Seksi Promosi Produktivitas dan Kewirausahaan. Pasal 252 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 251. d. dan i. standar. menyusun konsep norma. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi produktivitas dan kewirausahaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang promosi produktivitas dan kewirausahaan. c. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. dan b. Pasal 250 Subdirektorat Pengembangan Kewirausahaan terdiri atas: Promosi dan Kerjasama Produktivitas dan a. standar. prosedur. dan d. dan. Triwulan dan Tahunan Subdirektorat. h. b. c. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang promosi dan kerjasama peningkatan produktivitas dan kewirausahaan. dan kriteria di bidang promosi produktivitas dan kewirausahaan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang promosi produktivitas dan kewirausahaan. prosedur. 130 . standar. penyusunan norma. e. Seksi Promosi Produktivitas dan Kewirausahaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi produktivitas dan kewirausahaan. antara lain sebagai berikut: a. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang promosi dan kerjasama peningkatan produktivitas dan kewirausahaan. penyiapan bahan penyusunan norma. f. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang promosi dan kerjasama peningkatan produktivitas dan kewirausahaan. Seksi Kerjasama Peningkatan Produktivitas dan Kewirausahaan. prosedur. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi produktivitas dan kewirausahaan. Pasal 251 Seksi Promosi Produktivitas dan Kewirausahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

prosedur. standar. Pasal 257 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Peningkatan Produktivitas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. f. d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan penyusunan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang promosi produktivitas dan kewirausahaan. dan g.c. Pasal 254 Seksi Kerjasama Peningkatan Produktivitas dan Kewirausahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang promosi produktivitas dan kewirausahaan. 131 . berdasarkan ketentuan yang berlaku. dan kriteria di bidang kerjasama peningkatan produktivitas dan kewirausahaan. penyusunan norma. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang promosi produktivitas dan kewirausahaan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama peningkatan produktivitas dan kewirausahaan. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang kerjasama peningkatan produktivitas dan kewirausahaan. menyiapkan bahan penyusunan norma. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem dan metode produktivitas. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama peningkatan produktivitas dan kewirausahaan. standar. serta alat dan teknik peningkatan produktivitas. standar. pelaksanaan kebijakan. Pasal 256 Uraian tugas Seksi Kerjasama Peningkatan Produktivitas dan Kewirausahaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254 dan Pasal 255. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama peningkatan produktivitas dan kewirausahaan. prosedur. f. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang kerjasama peningkatan produktivitas dan kewirausahaan. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang kerjasama peningkatan produktivitas dan kewirausahaan. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan produktivitas dan kewirausahaan. prosedur. dan d. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama peningkatan produktivitas dan kewirausahaan. b. d. pelaksanaan kebijakan. prosedur. e. dan kriteria di bidang kerjasama peningkatan produktivitas dan kewirausahaan. standar. antara lain sebagai berikut: a. penyusunan norma. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama peningkatan produktivitas dan kewirausahaan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. prosedur. dan g. c. c. e. standar. b. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang promosi produktivitas dan kewirausahaan. Seksi Kerjasama Peningkatan Produktivitas dan Kewirausahaan menyelenggarakan fungsi: a. berdasarkan ketentuan yang berlaku.

b. h. g. dan b. Pasal 261 Seksi Sistem dan Metode Produktivitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Peningkatan Produktivitas menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. c. dan j. menyusun konsep norma. i. f. penyiapan bahan penyusunan norma. c. kriteria. antara lain sebagai berikut: a. e. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang sistem dan metode produktivitas serta alat dan teknik peningkatan produktivitas. b.Pasal 258 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 257. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang sistem dan metode produktivitas serta alat dan teknik peningkatan produktivitas. penyusunan norma. dan kriteria di bidang sistem dan metode produktivitas serta alat dan teknik peningkatan produktivitas. Pasal 259 Uraian tugas Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Peningkatan Produktivitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 257 dan Pasal 258. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang sistem dan metode produktivitas serta alat dan teknik peningkatan produktivitas. Seksi Alat dan Teknik Peningkatan Produktivitas. Triwulan dan Tahunan Subdirektorat. menyusun Laporan Bulanan. Seksi Sistem dan Metode Produktivitas. standar. Pasal 260 Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Peningkatan Produktivitas terdiri atas: a. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang sistem dan metode produktivitas serta alat dan teknik peningkatan produktivitas. dan. standar. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. prosedur. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem dan metode produktivitas. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem dan metode produktivitas serta alat dan teknik peningkatan produktivitas. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang sistem dan metode produktivitas serta alat dan teknik peningkatan produktivitas. di bidang sistem dan metode produktivitas serta alat dan teknik peningkatan produktivitas. d. Pasal 262 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 261. perumusan kebijakan 132 di bidang sistem dan metode . Seksi Sistem dan Metode Produktivitas menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang sistem dan metode produktivitas serta alat dan teknik peningkatan produktivitas. prosedur. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. menyusun rencana program dan anggaran Subdirektorat. pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem dan metode produktivitas serta alat dan teknik peningkatan produktivitas. penyiapan bahan produktivitas.

penyiapan bahan penyusunan norma. dan g. c. penyiapan bahan penyusunan norma. b. Pasal 265 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang alat dan teknik peningkatan produktivitas. standar. dan d. menyiapkan bahan penyusunan norma. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang alat dan teknik peningkatan produktivitas. pelaksanaan kebijakan. antara lain sebagai berikut: a. dan kriteria di bidang alat dan teknik peningkatan produktivitas. c. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang sistem dan metode produktivitas. 133 . penyusunan norma. d. Pasal 263 Uraian tugas Seksi Sistem dan Metode Produktivitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 261 dan Pasal 262. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem dan metode produktivitas. prosedur. d. e. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sistem dan metode produktivitas. antara lain sebagai berikut: a. dan kriteria di bidang sistem dan metode produktivitas.b. menyiapkan bahan penyusunan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang sistem dan metode produktivitas. standar. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang sistem dan metode produktivitas. c. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang alat dan teknik peningkatan produktivitas. dan kriteria di bidang alat dan teknik peningkatan produktivitas. b. prosedur. Pasal 266 Uraian tugas Seksi Alat dan Teknik Peningkatan Produktivitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 dan Pasal 265. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang alat dan teknik peningkatan produktivitas. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang sistem dan metode produktivitas. menyiapkan bahan penyusunan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang alat dan teknik peningkatan produktivitas. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. standar. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang alat dan teknik peningkatan produktivitas. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang sistem dan metode produktivitas. berdasarkan ketentuan yang berlaku. b. prosedur. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang alat dan teknik peningkatan produktivitas. f. prosedur. dan d. Seksi Alat dan Teknik Peningkatan Produktivitas menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang sistem dan metode produktivitas. standar. Pasal 264 Seksi Alat dan Teknik Peningkatan Produktivitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. standar.

standar. standar. dan kajian produktivitas. Subdirektorat Pengembangan Pengukuran dan Kajian Produktivitas menyelenggarakan fungsi: a. dan g. prosedur. dan l. Pasal 270 Subdirektorat Pengembangan Pengukuran dan Kajian Produktivitas terdiri atas: a. menyusun konsep norma. dan b. e. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang alat dan teknik peningkatan produktivitas. prosedur. Pasal 268 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 267. dan kajian produktivitas. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengukuran. c.e. dan kajian produktivitas. b. kriteria. dan kajian produktivitas. j. c. menyusun rencana program dan anggaran Subdirektorat. prosedur. di bidang pengukuran. b. Triwulan dan Tahunan Subdirektorat. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang pengukuran. standar. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. f. d. dan kajian produktivitas. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang pengukuran. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengukuran. dan kajian produktivitas. Pasal 267 Subdirektorat Pengembangan Pengukuran dan Kajian Produktivitas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan. menyusun Laporan Bulanan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. Pasal 269 Uraian tugas Subdirektorat Pengembangan Pengukuran dan Kajian Produktivitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 267 dan Pasal 268. dan kajian produktivitas. f. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengukuran. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengukuran. dan kajian produktivitas. Seksi Kajian Produktivitas. dan kajian produktivitas. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang alat dan teknik peningkatan produktivitas. k. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengukuran. dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. 134 . pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengukuran Produktivitas. dan kriteria di bidang pengukuran.

Pasal 271 Seksi Pengukuran Produktivitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang pengukuran produktivitas. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang pengukuran produktivitas. Pasal 273 Uraian tugas Seksi Pengukuran Produktivitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 271 dan Pasal 272. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kajian produktivitas. b. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengukuran produktivitas. dan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kajian produktivitas. prosedur. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengukuran produktivitas. standar. standar. Pasal 276 Uraian tugas Seksi Kajian Produktivitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 274 dan Pasal 275. penyusunan norma. standar. menyiapkan bahan penyusunan norma. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kajian produktivitas. penyiapan bahan penyusunan norma. antara lain sebagai berikut: a. c. Seksi Pengukuran Produktivitas menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 272 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 271. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengkuran produktivitas. f. d. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Seksi Kajian Produktivitas menyelenggarakan fungsi: a. standar. prosedur. pelaksanaan kebijakan. b. b. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengukuran produktivitas. c. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengukuran produktivitas. 135 . penyusunan norma. prosedur. Pasal 275 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 274. d. Pasal 274 Seksi Kajian Produktivitas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang kajian produktivitas. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kajian produktivitas. dan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengukuran produktivitas. dan kriteria di bidang kajian produktivitas. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengukuran produktivitas. b. e. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kajian produktivitas. g. dan kriteria di bidang pengukuran produktivitas. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengukuran produktivitas. d. c.

Triwulan dan Tahunan Subdirektorat. c. standar. Pasal 280 Subdirektorat Pengembangan Kewirausahaan terdiri atas: a. prosedur. prosedur. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang kajian produktivitas. standar. h.c. antara lain sebagai berikut: a. g. 136 . dan d. b. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pelatihan manajemen kewirausahaan dan bimbingan konsultasi. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. c. Seksi Pelatihan Manajemen Kewirausahaan. standar. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang pelatihan manajemen kewirausahaan dan bimbingan konsultasi. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang kajian produktivitas. penyusunan norma. dan b. Seksi Bimbingan Konsultasi. penyiapan bahan penyusunan norma. g. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. prosedur. dan i. standar. e. di bidang pelatihan manajemen kewirausahaan dan bimbingan konsultasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pelatihan manajemen kewirausahaan dan bimbingan konsultasi. dan kriteria di bidang kajian produktivitas. d. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang kajian produktivitas. Pasal 277 Subdirektorat Pengembangan Kewirausahaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelatihan manajemen kewirausahaan dan bimbingan konsultasi. menyiapkan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelatihan manajemen kewirausahaan dan bimbingan konsultasi. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 279 Uraian tugas Subdirektorat Pengembangan Kewirausahaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277 dan Pasal 278. dan kriteria di bidang pelatihan manajemen kewirausahaan dan bimbingan konsultasi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pelatihan manajemen kewirausahaan dan bimbingan konsultasi. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang pelatihan manajemen kewirausahaan dan bimbingan konsultasi. b. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. menyusun konsep norma. menyusun Laporan Bulanan. Subdirektorat Pengembangan Kewirausahaan menyelenggarakan fungsi: a. menyusun rencana program dan anggaran Subdirektorat. e. f. d. f.

menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pelatihan manajemen kewirausahaan. dan kriteria di bidang pelatihan manajemen kewirausahaan. prosedur. pelaksanaan kebijakan. standar. b. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang pelatihan manajemen kewirausahaan. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pelatihan manajemen kewirausahaan. Pasal 285 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 284. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. prosedur. c. b. prosedur. berdasarkan ketentuan yang berlaku. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pelatihan manajemen kewirausahaan. penyusunan norma. antara lain sebagai berikut: a. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bimbingan konsultasi. standar. g. b. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pelatihan manajemen kewirausahaan.Pasal 281 Seksi Pelatihan Manajemen Kewirausahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelatihan manajemen kewirausahaan. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pelatihan manajemen kewirausahaan. dan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bimbingan konsultasi. dan penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelatihan manajemen kewirausahaan. Pasal 284 Seksi Bimbingan Konsultasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan konsultasi. f. Pasal 283 Uraian tugas Seksi Pelatihan Manajemen Kewirausahaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281 dan Pasal 282. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Seksi Pelatihan Manajemen Kewirausahaan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. menyiapkan bahan penyusunan norma. d. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pelatihan manajemen kewirausahaan. d. dan kriteria di bidang pelatihan manajemen kewirausahaan. standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bimbingan konsultasi. 137 . standar. dan kriteria di bidang bimbingan konsultasi. c. penyusunan norma. d. Seksi Bimbingan Konsultasi menyelenggarakan fungsi: a.

c. d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. f. h. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Direktorat. b. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang bimbingan konsultasi. mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Direktorat. melaksanakan penatausahaan barang milik/kekayaan negara (BMN) Direktorat. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL) Direktorat. d. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Direktorat. antara lain sebagai berikut: a. j. pengurusan administrasi kepegawaian Direktorat. m. c. melaksanakan administrasi kepegawaian Direktorat. triwulan. dan kriteria di bidang bimbingan konsultasi. urusan kepegawaian. semester dan tahunan Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja K/L Direktorat. 138 . mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Direktorat. i. e. dan rumah tangga Direktorat. Pasal 288 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 287. Pasal 287 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. f. dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat. penyiapan administrasi keuangan Direktorat. Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. standar. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang bimbingan konsultasi. e. b. Pasal 289 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 287 dan Pasal 288. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Direktorat. e. c. prosedur. l. antara lain sebagai berikut: a. g. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan konsultasi. keuangan. dan n. ketatausahaan. g. b. melaksanakan administrasi keuangan Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Direktorat. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang bimbingan konsultasi. penyiapan penyusunan rencana. menyusun laporan bulanan. k. d. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang bimbingan konsultasi. menyiapkan bahan penyusunan norma. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. program dan anggaran Direktorat.Pasal 286 Uraian tugas Seksi Bimbingan Konsultasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 284 dan Pasal 285.

MUCHTAR LUTHFIE. MMA.BAB III KETENTUAN PENUTUP Pasal 290 Lampiran Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI SEKRETARIS JENDERAL.n. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 10 Oktober 2011 a. IR. NIP 19541204 198212 1 001 139 . DR.

140 . penempatan tenaga kerja luar negeri. menyusun Renstra Ditjen dan menyiapkan penyusunan Renstra Kementerian bidang pembinaan penempatan tenaga kerja. antara lain sebagai berikut: a. dan kriteria di bidang pembinaan penempatan tenaga kerja dalam negeri. dan pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. menyiapkan bahan rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) dan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan penempatan tenaga kerja dalam negeri. b. g. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. b. penempatan tenaga kerja luar negeri. pengembangan kesempatan kerja.I. NOMOR : KEP. dan e. pengembangan kesempatan kerja. prosedur. pengembangan kesempatan kerja. e. Pasal 3 Uraian tugas Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 2. standar. d. dan pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. FUNGSI. dan pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. penempatan tenaga kerja luar negeri. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan penempatan tenaga kerja dalam negeri. f. DAN URAIAN TUGAS Pasal 1 Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan penempatan tenaga kerja. c. penyusunan norma. d. FUNGSI. dan pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. penempatan tenaga kerja luar negeri. menyusun Penetapan Kinerja Ditjen. pengembangan kesempatan kerja. perumusan kebijakan di bidang pembinaan penempatan tenaga kerja dalam negeri. menyiapkan bahan rencana kerja pemerintah (RKP) di bidang pembinaan penempatan tenaga kerja. menyusun Renja K/L Ditjen dan menyiapkan penyusunan Renja K/L Kementerian bidang pembinaan penempatan tenaga kerja.LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R. 402/MEN-SJ/X/2011 TANGGAL : 10 Oktober 2011 TUGAS. menyusun RKT Ditjen dan menyiapkan RKT Kementerian bidang pembinaan penempatan tenaga kerja. Pasal 2 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1. menyusun RKA-KL Ditjen dan menyiapkan penyusunan RKA-KL Kementerian bidang pembinaan penempatan tenaga kerja. c. DAN URAIAN TUGAS UNIT KERJA DIREKTORAT PEMBINAAN PENEMPATAN TENAGA KERJA BAB I TUGAS.

Triwulan. dan pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. menyusun Program Kerja dan Renlakgiat Ditjen dan menyiapkan penyusunan Program Kerja dan Renlakgiat Kementerian bidang pembinaan penempatan tenaga kerja. Sekretariat Direktorat Jenderal. Triwulan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Menteri. dan pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. menyusun Laporan Bulanan. penempatan tenaga kerja luar negeri. penempatan tenaga kerja luar negeri. melaksanakan evaluasi kebijakan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan pasar kerja. penempatan tenaga kerja luar negeri. Semester dan Tahunan Kementerian di bidang pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. melaksanakan pembinaan di bidang pengembangan pasar kerja. dan kriteria di bidang pengembangan pasar kerja. dan pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. perluasan kesempatan kerja dan pengembangan tenaga kerja sektor informal. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja terdiri atas: a. n. penempatan tenaga kerja dalam negeri. perluasan kesempatan kerja dan pengembangan tenaga kerja sektor informal. dan q. standar. Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing. dan pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. i. m. p. perluasan kesempatan kerja dan pengembangan tenaga kerja sektor informal. c. j. Direktorat Perluasan Kesempatan Kerja dan Pengembangan Tenaga Kerja Sektor Informal. o. 141 . d. dan pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan pasar kerja. penempatan tenaga kerja luar negeri. b. perluasan kesempatan kerja dan pengembangan tenaga kerja sektor informal. melaksanakan bimbingan teknis di bidang pengembangan pasar kerja. Direktorat Pengembangan Pasar Kerja. dan pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. l. perluasan kesempatan kerja dan pengembangan tenaga kerja sektor informal. e. Direktorat Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri. Direktorat Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri. penempatan tenaga kerja dalam negeri. k. prosedur. penempatan tenaga kerja dalam negeri. perluasan kesempatan kerja dan pengembangan tenaga kerja sektor informal.h. penempatan tenaga kerja dalam negeri. penempatan tenaga kerja dalam negeri. mengkoordinasikan penyusunan norma. Semester dan Tahunan Ditjen dan menyiapkan bahan Laporan Bulanan. dan f. merumuskan kebijakan di bidang pengembangan pasar kerja. penempatan tenaga kerja luar negeri. penempatan tenaga kerja dalam negeri. penempatan tenaga kerja luar negeri. menyusun LAKIP Ditjen dan menyiapkan bahan LAKIP Kementerian di bidang pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja.

pelaksanaan urusan keuangan. koordinasi dan penyusunan rencana. pelaksanaan urusan tata usaha. perlengkapan. n. antara lain sebagai berikut: a. mengkoordinasikan penyusunan norma. f. dan e. d. b. k. menyusun RKA-KL Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan RKA-KL Ditjen. m. menyusun Renstra Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan Renstra Ditjen. l. mengkoordinasikan pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Direktorat Jenderal. o. b. menyusun Penetapan Kinerja Setditjen.Bagian Kesatu Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 5 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. standar. rumah tangga. menyusun RKT Set. 142 . Pasal 6 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. menyusun Program Kerja dan Renlakgiat Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan Program Kerja dan Renlakgiat Ditjen. pelaksanaan urusan kepegawaian. menyusun Renja K/L Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan Renja K/L Ditjen. mengkoordinasikan penyusunan peraturan perundang-undangan Direktorat Jenderal. mengkoordinasikan penyajian data dan informasi serta evaluasi dan pelaporan Direktorat Jenderal. mengkoordinasikan urusan organisasi dan tata laksana Ditjen. menyiapkan penyusunan konsep rencana kerja pemerintah (RKP) di bidang pembinaan pembangunan kawasan transmigrasi. i. mengkoordinasikan pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian Ditjen. dan pelaksanaan teknis kerja sama luar negeri. prosedur dan kriteria bidang pembinaan penempatan tenaga kerja. mengkoordinasikan pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Ditjen dan mengkoordinasikan penyusunan RKT Ditjen. menyiapkan bahan penyusunan konsep rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. program dan anggaran. penyajian data dan informasi serta evaluasi dan pelaporan. mengkoordinasikan pelaksanaan urusan keuangan Ditjen. j. h. Pasal 7 Uraian tugas Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan Pasal 6. e. g. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan peraturan perundang-undangan. d. c. c. arsip dan dokumentasi Direktorat Jenderal. p. organisasi dan tata laksana.

b. dan c. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan Sekretariat Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. Triwulan. Semester dan Tahunan Setditjen dan Ditjen. Evaluasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dan Pasal 10. Triwulan. menyiapkan penyusunan Penetapan Kinerja Setditjen dan Ditjen. m. Semester. menyiapkan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. pengelolaan. h. f. antara lain sebagai berikut: a. Bagian Program. Bagian Keuangan. menyiapkan koordinasi usulan rencana. menyiapkan penyusunan Renstra Setditjen dan Ditjen. evaluasi dan penyusunan laporan. menyusun Laporan Bulanan. Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. j. d. menyiapkan pengendalian pelaksanaan program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. menyiapkan penyusunan Renja K/L Setditjen dan Ditjen. memantau pelaksanaan program rutin dan dana dekon di lingkungan Direktorat Jenderal. program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. t. 143 . s. r. l. e. Pasal 11 Uraian tugas Bagian Program. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. pengelolaan. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. dan Tahunan Ditjen. program dan anggaran. menyiapkan penyusunan RKA-KL Setditjen dan Ditjen. d. menyiapkan penyusunan Program Kerja dan Renlakgiat Setditjen dan Ditjen. dan u. Semester. menyiapkan penyusunan pengelolaan dan penyajian data dan informasi Ditjen. i. c. penyajian data dan informasi. penyiapan penyusunan rencana. g. Semester. Triwulan. k. b. Pasal 8 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. b. Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. penyajian data dan informasi. dan Bagian Kepegawaian dan Umum. Evaluasi dan Pelaporan. menyusun rencana. program rutin dan dana dekon. menyiapkan penyusunan RKT Setditjen dan Ditjen. menyusun konsep pembinaan jabatan fungsional. penyiapan pemantauan. dan Tahunan Bagian dan menyiapkan bahan Laporan Bulanan. c. Pasal 9 Bagian Program. evaluasi program dan anggaran serta penyusunan laporan. Triwulan. menyusun Laporan Bulanan. Bagian Program. menyusun LAKIP Setditjen dan menyiapkan bahan LAKIP Ditjen. program dan anggaran. dan Tahunan Setditjen dan menyiapkan bahan Laporan Bulanan.q. Bagian Hukum dan Kerjasama Luar Negeri.

n. Pasal 14 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13. o. dan c. menyiapkan penyusunan LAKIP Setditjen dan mengkoordinir penyusunan LAKIP Ditjen. menyiapkan bahan Renstra Setditjen. b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. menyiapkan bahan RKA-KL Setditjen. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Subbagian. menyiapkan bahan penyusunan program dan anggaran pusat dan daerah. penyiapan bahan penyusunan konsep rencana. Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas: a. Subbagian Data dan Informasi. menyiapkan bahan penyusunan rencana. d. penyajian data dan informasi. f. dan c. program dan anggaran. Pasal 15 Uraian tugas Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 dan Pasal 14. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan revisi program dan anggaran Steditjen dan Ditjen. c. Pasal 16 Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. menyiapkan bahan Penetapan Kinerja Setditjen. menyiapkan bahan Renja K/L Setditjen. 144 . antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan penyusunan program dan anggaran pusat dan daerah. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Bagian. b. dan p. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 13 Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. i. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. e. b. j. k. g. program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. menyiapkan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Setditjen. menyiapkan bahan RKT Setditjen. menyusun bahan laporan kegiatan Subbagian. h. dan l. Pasal 12 Bagian Program. penyiapan bahan penyajian rencana program dan anggaran.

penyiapan bahan penyajian data dan informasi Setditjen dan Ditjen. menyiapkan bahan kebijakan pimpinan (DPR dan Rapim). antara lain sebagai berikut: a. d. e. menyiapkan bahan penyusunan laporan bulanan dan tahunan Setditjen dan Ditjen. menyiapkan bahan penyajian data dan informasi Setditjen dan Ditjen. Pasal 19 Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. antara lain sebagai berikut: a. c. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program/kegiatan Setditjen dan Ditjen. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Subbagian. 145 . Pasal 22 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan keuangan. penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan program/kegiatan Setditjen dan Ditjen. b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. dan b. f. e. penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi Setditjen dan Ditjen. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan pemutakhiran data dan informasi Setditjen dan Ditjen. evaluasi dan penyusunan laporan. memantau pelaksanaan program dan dana dekon. pengujian SPP. Pasal 21 Uraian tugas Subbagian Evaluasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 dan Pasal 20. dan f. menyiapkan bahan penyusunan pelaporan pelaksanaan program dan dana dekon.Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. dan b. Pasal 18 Uraian tugas Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan Pasal 17. menyiapkan bahan pengelolaan data dan informasi Setditjen dan Ditjen. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program/kegiatan Setditjen dan Ditjen. Pasal 20 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. d. dan penerbitan SPM Direktorat Jenderal. b. c. Subbagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan pengukuran pencapaian sasaran program Setditjen dan Ditjen.

s. melakukan bimbingan teknis pengelolaan keuangan dan SAPP. k. menyusun pedoman pelaksanaan anggaran Ditjen. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 25 Bagian Keuangan terdiri atas: a. menghimpun peraturan-peraturan keuangan. i. o. menyusun hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran Ditjen. Semester dan Tahunan Ditjen. e. t. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Bagian. pelaksanaan urusan anggaran. f. p. melakukan tindak lanjut dan menyusun laporan Tuntutan Perbendaharaan/Ganti Rugi (TP/GR). m. menyusun Laporan keuangan Bulanan. Pasal 24 Uraian tugas Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 dan Pasal 23. menyusun laporan pelaksanaan POK-DIPA Ditjen. dan c. dan c.Pasal 23 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22. b. pengujian SPP. j. melaksanakan pengujian SPP dan penerbitan SPM Ditjen. n. l. pelaksanaan urusan perbendaharaan. h. melaksanakan urusan perbendaharaan dan penatausahaan administrasi keuangan. menyusun laporan kegiatan Bulanan dan Tahunan Bagian. 146 . g. b. Triwulan. d. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. mengkoordinir penyusunan tanggapan atas konsep Nota Hasil Pemeriksaan (NHP) Ditjen. Subbagian Perbendaharaan. menyiapkan konsep rekonsiliasi dan laporan realisasi anggaran Setditjen dan Ditjen. menghimpun dan memonitor tindak lanjut NHP di tingkat daerah. melakukan penelaahan dan penyusunan konsep usulan revisi POK-DIPA Ditjen. Semester dan Tahunan Setditjen dan menyiapkan bahan laporan keuangan Bulanan. menyiapkan konsep usulan pengelolaan POK-DIPA Ditjen. c. Subbagian Akuntansi dan Laporan Keuangan. q. r. dan penerbitan SPM serta tata usaha keuangan. menyusun laporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Ditjen. pelaksanaan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan. menyiapkan konsep usulan pengelolaan POK-DIPA Ditjen. menghimpun dan menyusun laporan Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAPP). Triwulan. b.

b. e. b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. f. h.Pasal 26 Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan anggaran. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subbagian. Subbagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan tata usaha keuangan. dan j. menyiapkan bahan telaah dan usulan revisi POK-DIPA Ditjen. Pasal 27 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26. menyiapkan bahan evaluasi POK-DIPA. Pasal 28 Uraian tugas Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 dan Pasal 27. Pasal 30 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29. Pasal 31 Uraian tugas Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dan Pasal 30. antara lain sebagai berikut: a. dan c. penyiapan bahan perbendaharaan. penyiapan bahan pengujian SPP dan penerbitan SPP. penyiapan bahan pelaksanaan anggaran Ditjen. dan c. menyiapkan bahan kompilasi dan pemantauan tindak lanjut NHP di tingkat daerah. c. menyiapkan bahan penyusunan tanggapan atas konsep NHP di tingkat pusat. menyiapkan bahan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. 147 . penyiapan bahan penelaahan revisi POK-DIPA Ditjen. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran Ditjen. menyiapkan bahan pembinaan pengelolaan perbendaharaan. penyusunan dan revisi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis POK-IPA Ditjen. i. pengujian SPP. menyiapkan bahan penyusunan pedoman pelaksanaan anggaran Ditjen. menyiapkan bahan penyerapan hasil pelaksanaan POK-DIPA Ditjen. menyiapkan bahan pengujian SPP dan penerbitan SPM keuangan. b. Pasal 29 Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. menyiapkan bahan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis POKDIPA Ditjen. menyiapkan bahan penyelesaian Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksanaan (TLLHP). b. f. d. dan SRAA serta dana Dekonsentrasi dan tugas pembantuan. g. menyiapkan bahan penyusunan laporan kegiatan bulanan dan tahunan Subbagian. c. Subbagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan perbendaharaan keuangan di lingkungan Ditjen. menyiapkan bahan pedoman dan petunjuk serta pengelolaan keuangan. dan penerbitan SPM serta tata usaha keuangan. e. g. d.

f. penyiapan bahan akuntansi Ditjen. Pasal 32 Subbagian Akuntansi dan Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akuntansi.h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. petunjuk pelaksanaan. Pasal 33 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32. dan petunjuk teknis di lingkungan Direktorat Jenderal. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subbagian. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subbagian. penyiapan koordinasi teknis penyusunan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan Ditjen. i. menyiapkan bahan pembinaan akuntansi keuangan Ditjen. menyiapkan bahan laporan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) Ditjen. menyiapkan bahan laporan TP/GR. dan penyiapan bahan penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. c. melakukan penghimpunan peraturan-peraturan keuangan. d. menyiapkan bahan bimbingan teknis SAI Ditjen. Pasal 34 Uraian tugas Subbagian Akuntansi dan Laporan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 dan Pasal 33. menyiapkan bahan laporan realisasi anggaran dan keuangan Ditjen. b. 148 . penyiapan bahan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. melakukan pemantauan tindak lanjut TP/GR. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan petunjuk teknis. dan h. antara lain sebagai berikut: a. d. Subbagian Akuntansi dan Laporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan koordinasi penyusunan laporan keuangan Ditjen. Bagian Hukum dan Kerjasama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. dan n. b. k. menyiapkan bahan usulan pengelola DIPA. menyiapkan bahan laporan PNBP. menyiapkan bahan rekonsiliasi laporan realisasi anggaran Ditjen. petunjuk pelaksanaan. e. dan b. c. penyiapan bahan pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 35 Bagian Hukum dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi teknis penyusunan peraturan perundang-undangan. l. j. serta pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. m. g. dan penyusunan laporan keuangan.

antara lain sebagai berikut: a. Pasal 38 Bagian Hukum dan Kerjasama Luar Negeri terdiri atas: a. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. antara lain sebagai berikut : a. penyiapan bahan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis di Lingkungan Ditjen. menyiapkan rancangan petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis c. 149 . melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Bagian. b. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan petunjuk teknis di lingkungan Direktorat Jenderal. dan f. (Juknis) di lingkungan Ditjen. d. d. Subbagian Hukum. menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan di lingkungan Ditjen. petunjuk pelaksanaan. Pasal 41 Uraian tugas Subbagian Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 dan Pasal 40. menyiapkan bahan penelaahan dan evaluasi peraturan perundang-undangan. melaksanakan pelayanan informasi hukum dan pengelolaan kepustakaan di bidang pembinaan penempatan tenaga kerja dalam negeri dan luar negeri. Pasal 39 Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi teknis penyusunan peraturan perundang-undangan. menyiapkan bahan rancangan petunjuk pelaksanaan sebagai pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Subbagian Kerjasama Luar Negeri. menyiapkan bahan rancangan peraturan perundang-undangan. g. menyiapkan bahan sosialisasi peraturan perundang-undangan di lingkungan Ditjen. c. Pasal 42 Subbagian Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. b. Subbagian Hukum menyelenggarakan fungsi: a. menyusun konsep pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri. menyusun laporan kegiatan Bulanan dan Tahunan Bagian.Pasal 37 Uraian tugas Bagian Hukum dan Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dan Pasal 36. menyusun laporan pelaksanaan kegiatan Bagian. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. e. dan b. e. f. dan b.

c. menginformasikan adanya tawaran pendidikan. dan perlengkapan serta arsip dan dokumentasi Direktorat Jenderal. penyiapan bahan pengendalian pelaksanaan kerjasama luar negeri di lingkungan Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. f. menyiapkan rancangan pembinaan jabatan fungsional Ditjen. Pasal 47 Uraian tugas Bagian Kepegawaian dan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 dan Pasal 46. menyiapkan bahan ratifikasi konvensi ILO dan internasional di bidang pembinaan penempatan tenaga kerja dalam negeri dan luar negeri. e. b. e. dan pelaksanaan urusan arsip dan dokumentasi. c. b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. 150 . b. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi kerjasama luar negeri. menyiapkan bahan pengendalian pelaksanaan kerjasama luar negeri di lingkungan Ditjen.Pasal 43 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42. d. penyiapan bahan penyusunan pedoman kerjasama luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja. antara lain sebagai berikut : a. menyusun perencanaan pengembangan pegawai Ditjen. pelaksanaan urusan tata usaha. rumah tangga. penyiapan penyusunan organisasi dan tata laksana. menyiapkan bahan pengkajian dan penelaahan konvensi ILO dan internasional di bidang pembinaan penempatan tenaga kerja dalam negeri dan luar negeri. dan i. Pasal 45 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. penyusunan organisasi dan tata laksana. d. pelaksanaan urusan kepegawaian. menginventarisasi dan menyiapkan penjajakan kerjasama teknis dan ekonomi bilateral dan multilateral di bidang pembinaan penempatan tenaga kerja dalam negeri dan luar negeri. menyusun perencanaan mutasi pegawai. b. tata usaha. antara lain sebagai berikut: a. g. Pasal 44 Uraian tugas Subbagian Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 dan Pasal 43. dan c. h. Subbagian Kerjasama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. c. pelatihan dan pertemuanpertemuan internasional di bidang penempatan tenaga kerja luar negeri kepada unit terkait. menyiapkan bahan penyusunan pedoman kerjasama luar negeri di lingkungan Ditjen. penyiapan bahan pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri. menyiapkan bahan pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri. d. Pasal 46 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45. menyusun perencanaan kebutuhan pegawai Ditjen.

Subbagian Kepegawaian dan organisasi menyelenggarakan fungsi: a. g. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.e. antara lain sebagai berikut: a. i. penyiapan bahan pengembangan pegawai. menyusun laporan kegiatan Bulanan dan Tahunan Bagian. ujian dinas dan Baperjakat. f. i. penghargaan pegawai. menyiapkan bahan usulan pemberhentian dan pemensiunan pegawai di Lingkungan Ditjen. dan b. Pasal 52 Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. menyiapkan bahan usulan perencanaan diklat pegawai. menyusun perencanaan kebutuhan kerumahtanggaan dan perlengkapan Ditjen. e. menyiapkan rancangan administrasi persuratan dan pelaksanaan kearsipan. menyusun perencanaan penghapusan barang milik/kekayaan negara. penyiapan bahan kelembagaan. menyiapkan bahan penyusunan ketatalaksanaan di lingkungan Ditjen. kenaikan pangkat serta kenaikan gaji berkala pegawai di Lingkungan Ditjen. j. dan j. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan penyiapan bahan urusan administrasi kepegawaian. b. Pasal 49 Subbagian Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan tata laksana. perlengkapan dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara serta arsip dan dokumentasi di lingkungan Direktorat Jenderal. menyiapkan bahan administrasi jabatan fungsional di Lingkungan Ditjen. c. k. Pasal 50 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49. menyiapkan bahan penyusunan organisasi di lingkungan Ditjen. Subbagian Umum. 151 . rumah tangga. d. Pasal 48 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. menyusun perencanaan organisasi dan tata laksana. menyiapkan bahan izin belajar bagi pegawai di lingkungan Ditjen. b. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Bagian. g. d. f. h. menyiapkan bahan pembinaan disiplin dan mental pegawai di Lingkungan Ditjen. c. Subbagian Kepegawaian dan Organisasi. h. Pasal 51 Uraian tugas Subbagian Kepegawaian dan Organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 dan Pasal 50. penyiapan bahan ketatalaksanaan. menyiapkan bahan usulan seleksi calon peserta diklat. menyiapkan bahan usulan pengangkatan dan mutasi pegawai di Lingkungan Ditjen.

penyiapan penyusunan norma. Bagian Kedua Direktorat Pengembangan Pasar Kerja Pasal 55 Direktorat Pengembangan Pasar Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 54 Uraian tugas Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 dan Pasal 53. penyiapan perumusan kebijakan di bidang informasi pasar kerja. menyiapkan bahan pemeliharaan dan perbaikan sarana dan prasarana kantor. b. dan analisis jabatan. l. dan c. b. dan m. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. g. penyiapan pengelolaan perlengkapan inventarisasi barang milik Negara. pelaksanaan kebijakan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. standardisasi serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar kerja. b. bursa kerja. Subbagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan pelaksanaan pengarsipan surat dan pendokumentasian. menyiapkan bahan pengelolaan urusan tata usaha Ditjen. analisis pasar kerja. bursa kerja. menyiapkan bahan pengurusan keamanan dan ketertiban kantor di lingkungan Ditjen. menyiapkan bahan pengurusan penghibahan barang milik/kekayaan negara. penyiapan bahan persuratan dan kearsipan. bursa kerja. 152 . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar kerja. menyusun laporan kegiatan Subbagian. pengaturan dan penataan ruang kantor di lingkungan Ditjen. menyiapkan bahan pemeliharaan. j. menyiapkan bahan pengurusan penghapusan barang milik/kekayaan negara. d. Pasal 56 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55. d. dan e. menginventarisasi barang milik/kekayaan negara. analisis pasar kerja. bursa kerja. k. penyiapan pengelolaan rumah tangga Ditjen. dan analisis jabatan.Pasal 53 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52. c. Direktorat Pengembangan Pasar Kerja menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi pasar kerja. h. dan analisis jabatan. menyiapkan bahan koordinasi pelaksanaan pengadaan perlengkapan di Lingkungan Ditjen. f. i. menyiapkan bahan pengurusan naskah dinas masuk dan keluar di lingkungan Ditjen. dan kriteria di bidang informasi pasar kerja. antara lain sebagai berikut: a. dan analisis jabatan. prosedur. c. analisis pasar kerja. bursa kerja. menghimpun daftar usulan kebutuhan perlengkapan di Lingkungan Ditjen. analisis pasar kerja. analisis pasar kerja. dan analisis jabatan. standar.

standar. menyusun Rencana Strategis Direktorat. b. menyiapkan perumusan kebijakan di bidang informasi pasar kerja. h. Subdirektorat Informasi Pasar Kerja. mengkoordinasikan penyusunan program dan anggaran Direktorat. antara lain sebagai berikut : a. dan m. Pasal 59 Subdirektorat Informasi Pasar Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan.Pasal 57 Uraian tugas Direktorat Pengembangan Pasar Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 dan Pasal 56. prosedur. menyusun LAKIP Direktorat. analisa pasar kerja bursa kerja dan analisis jabatan. c. Triwulan dan Tahunan Direktorat. bursa kerja. b. dan luar negeri. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. analisis pasar kerja. e. dan analisis jabatan. f. analisa pasar kerja bursa kerja dan analisis jabatan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar kerja dalam dan luar negeri. i. dan analisis jabatan. analisa pasar kerja bursa kerja dan analisis jabatan. mengarahkan penyusunan norma. dan d. mengkoordinasikan kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang informasi pasar kerja. mengkoordinasikan pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang informasi pasar kerja. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi pasar kerja dalam dan luar negeri. j. d. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Direktorat. d. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. c. k. c. g. penyusunan norma. Pasal 58 Direktorat Pengembangan Pasar Kerja terdiri atas: a. dan kriteria di bidang informasi pasar kerja dalam dan luar negeri. l. Subdirektorat Analisis Jabatan. Subdirektorat Bursa Kerja. prosedur. menyusun Penetapan Kinerja Direktorat. prosedur dan kriteria di bidang informasi pasar kerja. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 60 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi pasar kerja dalam dan luar negeri. standar. bursa kerja. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar kerja dalam. Subdirektorat Analisis Pasar Kerja. dan Subbagian Tata Usaha. standar. menyiapkan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi pasar kerja. 153 . e. menyusun Laporan Bulanan. Subdirektorat Informasi Pasar Kerja menyelenggarakan fungsi: a. analisis pasar kerja.

Pasal 63 Seksi Informasi Pasar Kerja Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. 154 .Pasal 61 Uraian tugas Subdirektorat Informasi Pasar Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 dan Pasal 60. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar kerja dalam negeri. Pasal 64 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyediaan informasi pasar kerja dalam negeri. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang penyediaan informasi pasar kerja dalam negeri. antara lain sebagai berikut: a. b. Seksi Informasi Pasar Kerja Dalam Negeri. dan i. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi pasar kerja dalam negeri. prosedur. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. penyiapan bahan penyusunan norma. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. standar. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang informasi pasar kerja dalam dan luar negeri. Pasal 62 Subdirektorat Informasi Pasar Kerja terdiri atas: a. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang informasi pasar kerja dalam dan luar negeri. h. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar kerja dalam negeri. menyusun konsep norma. dan Tahunan Subdirektorat. dan b. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang informasi pasar kerja dalam dan luar negeri. Triwulan. penyusunan norma. prosedur. antara lain sebagai berikut: a. standar. pelaksanaan kebijakan. e. menyusun Laporan Bulanan. c. f. prosedur. b. g. Seksi Informasi Pasar Kerja Luar Negeri. dan kriteria di bidang informasi pasar kerja dalam negeri. dan d. dan kriteria informasi pasar kerja dalam dan luar negeri. b. d. Pasal 65 Uraian tugas Seksi Informasi Pasar Kerja Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 dan Pasal 64. Seksi Informasi Pasar Kerja Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi pasar kerja dalam negeri. menyusun rencana. program dan anggaran Subdirektorat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

prosedur dan kriteria di bidang informasi pasar kerja luar negeri. d. prosedur. standar. f. h. menyiapkan bahan penyusunan konsep kerjasama di bidang penyediaan informasi pasar kerja luar negeri. penyusunan norma. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penyediaan informasi pasar kerja luar negeri.c. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penyediaan informasi pasar kerja dalam negeri. Pasal 66 Seksi Informasi Pasar Kerja Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang informasi pasar kerja luar negeri. prosedur. e. b. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang informasi pasar kerja dalam negeri. dan h. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi pasar kerja luar negeri. menyiapkan bahan penyusunan norma. standar. d. c. g. e. Seksi Informasi Pasar Kerja Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar kerja luar negeri. menyiapkan bahan penyusunan bimbingan teknis sistem dan metode di bidang penyediaan informasi pasar kerja luar negeri. standar. g. menyiapkan bahan penyusunan konsep kerjasama di bidang penyediaan informasi pasar kerja dalam negeri. dan kriteria di bidang penyediaan informasi pasar kerja dalam negeri. menyiapkan bahan penyusunan norma. prosedur. menyiapkan bahan penyusunan bimbingan teknis sistem dan metode di bidang penyediaan informasi pasar kerja dalam negeri. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar kerja luar negeri. dan d. Pasal 68 Uraian tugas Seksi Informasi Pasar Kerja Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 dan Pasal 67. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang penyediaan informasi pasar kerja luar negeri. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan 155 . standar. dan kriteria di bidang penyediaan informasi pasar kerja luar negeri. pelaksanaan kebijakan. f. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyediaan informasi pasar kerja luar negeri. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi pasar kerja luar negeri. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. penyusunan norma. dan i. Seksi Analisis Pasar Kerja Luar Negeri. b. dan d. penyusunan norma. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. standar. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang analisis pasar kerja dalam dan luar negeri. pelaksanaan kebijakan. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis pasar kerja dalam dan luar negeri. dan luar negeri. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang analisis pasar kerja dalam dan luar negeri. Subdirektorat Analisis Pasar Kerja menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Pasal 71 Uraian tugas Subdirektorat Analisis Pasar Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69 dan Pasal 70. 156 . standar. antara lain sebagai berikut: a. d. b. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 73 Seksi Analisis Pasar Kerja Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. program dan anggaran Subdirektorat. g. menyusun konsep norma. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang analisis pasar kerja dalam dan luar negeri. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis pasar kerja dalam negeri. prosedur. prosedur. h. Pasal 72 Subdirektorat Analisis Pasar Kerja terdiri atas: a. standar.Pasal 69 Subdirektorat Analisis Pasar Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Triwulan. standar. pelaksanaan kebijakan. c. prosedur. dan kriteria di bidang analisis pasar kerja dalam dan luar negeri. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. menyusun Laporan Bulanan. menyusun rencana. dan kriteria di bidang analisis pasar kerja dalam dan luar negeri. Seksi Analisis Pasar Kerja Dalam Negeri. f. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis pasar kerja dalam. dan b. dan Tahunan Subdirektorat. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang analisis pasar kerja dalam dan luar negeri. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis pasar kerja dalam dan luar negeri.

penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis pasar kerja luar negeri. penyiapan bahan penyusunan norma. 157 . penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis pasar kerja dalam negeri.Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. Seksi Analisis Pasar Kerja Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. standar. prosedur. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis pasar kerja luar negeri. standar. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis pasar kerja luar negeri. Seksi Analisis Pasar Kerja Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang analisis pasar kerja dalam negeri. b. prosedur. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang analisis pasar kerja dalam negeri. dan kriteria di bidang analisis pasar kerja dalam negeri. standar. f. dan g. b. standar. Pasal 76 Seksi Analisis Pasar Kerja Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang analisis pasar kerja dalam negeri. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang analisis pasar kerja dalam negeri. prosedur. c. menyiapkan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis pasar kerja dalam negeri. Pasal 75 Uraian tugas Seksi Analisis Pasar Kerja Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 dan Pasal 74. c. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis pasar kerja dalam negeri. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang analisis pasar kerja luar negeri. antara lain sebagai berikut : a. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 77 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76. b. d. e. penyusunan norma. c. dan d. dan kriteria di bidang analisis pasar kerja luar negeri. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang analisis pasar kerja dalam negeri. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosoalisasi di bidang analisis pasar kerja dalam negeri. dan d.

Pasal 81 Uraian tugas Subdirektorat Bursa Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 dan Pasal 80. penyusunan norma.Pasal 78 Uraian tugas Seksi Analisis Pasar Kerja Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 dan Pasal 77. prosedur. dan Tahunan Subdirektorat. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. d. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bursa kerja dalam dan luar negeri. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bursa kerja dalam dan luar negeri. standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bursa kerja dalam. i. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang bursa kerja dalam dan luar negeri. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis pasar kerja luar negeri. menyusun konsep penyusunan norma. standar. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang analisis pasar kerja luar negeri. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. program dan anggaran Subdirektorat. standar. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang analisis pasar kerja luar negeri. dan kriteria di bidang bursa kerja dalam dan luar negeri. c. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. dan g. Pasal 79 Subdirektorat Bursa Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Bursa Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Triwulan. dan d. menyiapkan bahan penyajian informasi di bidang analisis pasar kerja luar negeri. e. pelaksanaan kebijakan. dan luar negeri. c. 158 . dan kriteria di bidang analisis pasar kerja luar negeri. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang analisis pasar kerja luar negeri. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bursa kerja dalam dan luar negeri. b. prosedur. Pasal 80 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79. e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. f. f. b. dan kriteria di bidang bursa kerja dalam dan luar negeri. d. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang bursa kerja dalam dan luar negeri. menyiapkan bahan penyusunan norma. b. menyusun rencana. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang bursa kerja dalam dan luar negeri. standar. g. menyusun Laporan Bulanan. h. c.

c. Pasal 85 Uraian tugas Seksi Bursa Kerja Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 dan Pasal 84. menyiapkan bahan perumusan kebijakan pelaksanaan bursa kerja dalam negeri. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bursa kerja dalam negeri. Seksi Bursa Kerja Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. dan b. e. d. dan d. pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria di bidang bursa kerja dalam negeri. Pasal 84 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83. antara lain sebagai berikut: a. Seksi Bursa Kerja Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 83 Seksi Bursa Kerja Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. Seksi Bursa Kerja Luar Negeri. penyiapan bahan bahan penyusunan norma. c. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bursa kerja dalam negeri. penyusunan norma. prosedur. standar. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi pelaksanaan bursa kerja dalam negeri. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria pelaksanaan bursa kerja luar negeri. Pasal 86 Seksi Bursa Kerja Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. dan g. standar. f. dan kriteria pelaksanaan bursa kerja dalam negeri. Seksi Bursa Kerja Dalam Negeri. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan bursa kerja luar negeri. penyiapan bahan perumusan kebijakan pelaksanaan bursa kerja luar negeri. prosedur. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bursa kerja luar negeri. menyiapkan bahan penyajian informasi bursa kerja dalam negeri. prosedur. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.Pasal 82 Subdirektorat Bursa Kerja terdiri atas: a. Pasal 87 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 86. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bursa kerja luar negeri. 159 . dan d. penyusunan norma. standar. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang bursa kerja luar negeri. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelaksanaan bursa kerja dalam negeri. standar. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bursa kerja dalam negeri. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan bursa kerja dalam negeri.

i. standar. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. Triwulan. standar. c. prosedur. dan kriteria pelaksanaan bursa kerja luar negeri. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan informasi jabatan serta pengembangan sistem analisis jabatan. b. d. c. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi pelaksanaan bursa kerja luar negeri. e. g. f. b. h. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis dan informasi jabatan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. memantau pelaksanaan kegiatan analisis dan informasi jabatan serta pengembangan sistem analisis jabatan.Pasal 88 Uraian tugas Seksi Bursa Kerja Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 86 dan Pasal 87. prosedur. serta pengembangan sistem analisis jabatan. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang analisis dan informasi jabatan serta pengembangan sistem analisis jabatan. e. menyiapkan bahan perumusan kebijakan pelaksanaan bursa kerja luar negeri. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang analisis dan informasi jabatan serta pengembangan sistem analisis jabatan. Pasal 91 Uraian tugas Subdirektorat Analisis Jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 dan Pasal 90. standar. 160 . mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang analisis dan informasi jabatan serta pengembangan sistem analisis jabatan. prosedur. penyusunan norma. d. prosedur. dan d. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan penyajian informasi bursa kerja luar negeri. dan Tahunan Subdirektorat. dan g. menyiapkan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Analisis Jabatan menyelenggarakan fungsi: a. j. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis dan informasi jabatan serta pengembangan sistem analisis jabatan. menyusun Laporan Bulanan. Pasal 90 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89. dan kriteria di bidang analisis dan informasi jabatan serta pengembangan sistem analisis jabatan. menyusun rencana. menyiapkan bajan pelaksanaan kebijakan bursa kerja luar negeri. f. antara lain sebagai berikut: a. menyusun konsep norma. program dan anggaran Subdirektorat. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan informasi jabatan serta pengembangan sistem analisis jabatan. b. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang bursa kerja luar negeri. c. dan kriteria di bidang analisis dan informasi jabatan serta pengembangan sistem analisis jabatan. Pasal 89 Subdirektorat Analisis Jabatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

e. f. standar. standar. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan analisis dan informasi jabatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang analisis dan informasi jabatan. penyusunan norma. prosedur. Seksi Analisis dan Informasi Jabatan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sistem analisis jabatan. Pasal 93 Seksi Analisis dan Informasi Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 94 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 93. Seksi Pengembangan Sistem Analisis Jabatan. prosedur. standar. standar. menyiapkan bahan perumusan kebijakan pelaksanaan analisis dan informasi jabatan. 161 . prosedur.Pasal 92 Subdirektorat Analisis Jabatan terdiri atas: a. dan g. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis dan informasi jabatan. Pasal 96 Seksi Pengembangan Sistem Analisis Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang analisis dan informasi jabatan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. pelaksanaan kebijakan. prosedur. d. c. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis dan informasi jabatan. c. menyiapkan bahan penyusunan norma. b. Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan sistem analisis jabatan. Seksi Analisis dan Informasi Jabatan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 95 Uraian tugas Seksi Analisis dan Informasi Jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 93 dan Pasal 94. b. dan b. menyiapkan bahan penyajian analisis dan informasi jabatan. dan d. dan kriteria pelaksanaan analisis dan informasi jabatan. Seksi Pengembangan Sistem Analisis Jabatan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang analisis dan informasi jabatan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi pelaksanaan analisis dan informasi jabatan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan informasi jabatan.

standar. dan kriteria di bidang pengembangan sistem analisis jabatan. i. Pasal 99 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. c. b. c. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja K/L Direktorat. Pasal 98 Uraian tugas Seksi Pengembangan Sistem Analisis Jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96 dan Pasal 97. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Direktorat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. keuangan. dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat. d. Pasal 100 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99. c. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Direktorat. b. dan kriteria pelaksanaan pengembangan sistem analisis jabatan. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan sistem analisis jabatan. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi pelaksanaan pengembangan sistem analisis jabatan. antara lain sebagai berikut: a. urusan kepegawaian. 162 . e. standar. mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Direktorat. dan rumah tangga Direktorat. Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan penatausahaan barang milik/kekayaan negara (BMN) Direktorat. melaksanakan administrasi kepegawaian Direktorat. prosedur. menyiapkan bahan perumusan kebijakan pelaksanaan pengembangan sistem analisis jabatan. e. penyiapan administrasi keuangan Direktorat. melaksanakan administrasi keuangan Direktorat. g. j. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL) Direktorat. e. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengembangan sistem analisis jabatan. Pasal 101 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 dan Pasal 100. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan pengembangan sistem analisis jabatan. mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Direktorat. h. pengurusan administrasi kepegawaian Direktorat. menyiapkan bahan penyajian pengembangan sistem analisis jabatan. menyiapkan bahan penyusunan norma. f. d.b. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Direktorat. d. dan g. f. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Direktorat. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sistem analisis jabatan. ketatausahaan. c. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Direktorat. b.

prosedur. semester dan tahunan Direktorat. Direktorat Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang antar kerja. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Direktorat. menyiapkan pelaksanaan kebijakan di bidang antar kerja. penyiapan penyusunan norma. standardisasi serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang antar kerja. penempatan tenaga kerja khusus. penempatan tenaga kerja khusus. penyuluhan dan bimbingan jabatan serta pemberdayaan pengantar kerja. penempatan tenaga kerja kelompok rentan. penyuluhan dan bimbingan jabatan serta pemberdayaan pengantar kerja. Pasal 103 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Direktorat. e. standar. m. serta pemberdayaan pengantar kerja. penyuluhan dan bimbingan jabatan serta pemberdayaan pengantar kerja. mengkoordinasikan pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang antar kerja. penempatan tenaga kerja kelompok rentan. penempatan tenaga kerja kelompok rentan. f. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang antar kerja. prosedur. antara lain sebagai berikut: a. penyuluhan dan bimbingan jabatan serta pemberdayaan pengantar kerja. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyusun Rencana Strategis Direktorat. n. penempatan tenaga kerja khusus. triwulan. pelaksanaan kebijakan. menyiapkan perumusan kebijakan di bidang antar kerja. 163 . standar. penempatan tenaga kerja khusus. b. penyuluhan dan bimbingan jabatan serta pemberdayaan pengantar kerja. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 104 Uraian tugas Direktorat Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102 dan Pasal 103. menyusun Penetapan Kinerja Direktorat. penempatan tenaga kerja khusus. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyuluhan dan bimbingan jabatan serta pemberdayaan pengantar kerja. dan kriteria di bidang antar kerja. mengarahkan penyusunan norma. d. dan e. menyusun laporan bulanan. c. d. h. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang antar kerja. g. penyuluhan dan bimbingan jabatan serta pemberdayaan pengantar kerja. penyuluhan dan bimbingan jabatan. penempatan tenaga kerja khusus. penyiapan perumusan kebijakan di bidang antar kerja. mengkoordinasikan penyusunan program dan anggaran Direktorat. l. penyuluhan dan bimbingan jabatan serta pemberdayaan pengantar kerja. Bagian Ketiga Direktorat Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Pasal 102 Direktorat Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.k. b.

dan n. l. e. Pasal 106 Subdirektorat Antar Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyuluhan dan bimbingan jabatan serta pemberdayaan pengantar kerja. d. menyusun rencana. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. menyusun konsep norma. dan Subbagian Tata Usaha. c. m. Subdirektorat Penempatan Tenaga Kerja Khusus. dan d. Subdirektorat Pemberdayaan Pengantar Kerja. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penempatan tenaga kerja AKAD/AKL dan kelembagaan penempatan tenaga kerja. menyusun LAKIP Direktorat. b. standar. k. dan kelembagaan penempatan tenaga kerja. pelaksanaan kebijakan. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penempatan tenaga kerja AKAD/AKL dan kelembagaan penempatan tenaga kerja. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penempatan tenaga kerja antar kerja antar daerah (AKAD)/antar kerja lokal (AKL). Subdirektorat Antar Kerja. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. mengkoordinasikan kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang antar kerja. Pasal 105 Direktorat Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri terdiri atas: a. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penempatan tenaga kerja AKAD/AKL dan kelembagaan penempatan tenaga kerja. j. e. Triwulan dan Tahunan Direktorat. d. menyusun Laporan Bulanan. Pasal 108 Uraian tugas Subdirektorat Antar Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 dan Pasal 107. melakukan koordinasi dengan instansi pemerintah/swasta dan unit terkait lainnya dalam rangka perumusan Standarisasi Kompetensi dan Sertifikasi Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri. 164 . antara lain sebagai berikut: a. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang penempatan tenaga kerja AKAD/AKL dan kelembagaan penempatan tenaga kerja. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang penempatan tenaga kerja AKAD/AKL dan kelembagaan penempatan tenaga kerja. standar. prosedur. Subdirektorat Antar Kerja menyelenggarakan fungsi: a. b. program dan anggaran Subdirektorat. b. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.i. prosedur. c. Pasal 107 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106. penempatan tenaga kerja kelompok rentan. penyusunan norma. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. dan kriteria di bidang penempatan tenaga kerja AKAD/AKL dan kelembagaan penempatan tenaga kerja. Subdirektorat Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan. dan kriteria di bidang penempatan tenaga kerja AKAD/AKL dan kelembagaan penempatan tenaga kerja.

b. Pasal 110 Seksi Penempatan Tenaga Kerja AKAD/AKL mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 109 Subdirektorat Antar Kerja terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. 165 . prosedur. c. dan b. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang penempatan tenaga kerja antar kerja antar daerah/antar kerja lokal. Pasal 111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110. dan Tahunan Subdirektorat. dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penempatan tenaga kerja antar kerja antar daerah/antar kerja lokal. Triwulan. c. dan kriteria di bidang penempatan tenaga kerja antar kerja antar daerah/antar kerja lokal. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. prosedur. e. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penempatan tenaga kerja AKAD/AKL dan kelembagaan penempatan tenaga kerja. Pasal 112 Uraian tugas Seksi Penempatan Tenaga Kerja AKAD/AKL sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 dan Pasal 111. b. d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penempatan tenaga kerja antar kerja antar daerah/antar kerja lokal. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kelembagaan penempatan tenaga kerja. prosedur. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penempatan tenaga kerja antar kerja antar daerah/antar kerja lokal. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. antara lain sebagai berikut: a. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penempatan tenaga kerja antar kerja antar daerah/antar kerja lokal. dan kriteria di bidang penempatan tenaga kerja antar kerja antar daerah/antar kerja lokal. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penempatan tenaga kerja antar kerja antar daerah/antar kerja lokal. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang penempatan tenaga kerja antar kerja antar daerah/antar kerja lokal. standar. prosedur. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penempatan tenaga kerja antar kerja antar daerah/antar kerja lokal. h.f. penyusunan norma. Seksi Penempatan Tenaga Kerja AKAD/AKL. penyusunan norma. menyusun Laporan Bulanan. i. Seksi Penempatan Tenaga Kerja AKAD/AKL menyelenggarakan fungsi: a. standar. g. dan f. Seksi Kelembagaan Penempatan Tenaga Kerja. Pasal 113 Seksi Kelembagaan Penempatan Tenaga Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. menyiapkan bahan penyusunan norma. standar.

Pasal 114 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113. standar. dan d. prosedur. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang kelembagaan penempatan tenaga kerja. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penempatan tenaga kerja khusus muda dan wanita serta penyandang cacat dan lanjut usia. c. c. standar. pelaksanaan kebijakan. 166 . f. menyiapkan bahan penyusunan konsep kerjasama di bidang kelembagaan penempatan tenaga kerja. dan d. standar. dan kriteria di bidang kelembagaan penempatan tenaga kerja. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kelembagaan penempatan tenaga kerja. Pasal 116 Subdirektorat Penempatan Tenaga Kerja Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. antara lain sebagai berikut: a. Seksi Kelembagaan Penempatan Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kelembagaan penempatan tenaga kerja. b. penyiapan bahan penyusunan norma. c. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. dan kriteria di bidang penempatan tenaga kerja khusus muda dan wanita serta penyandang cacat dan lanjut usia. Pasal 117 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116. e. menyiapkan bahan penyusunan norma. penyusunan norma. serta penyandang cacat dan lanjut usia. Subdirektorat Penempatan Tenaga Kerja Khusus menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang kelembagaan penempatan tenaga kerja. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kelembagaan penempatan tenaga kerja. dan g. prosedur. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang kelembagaan penempatan tenaga kerja. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang kelembagaan penempatan tenaga kerja. d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penempatan tenaga kerja khusus muda dan wanita serta penyandang cacat dan lanjut usia. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kelembagaan penempatan tenaga kerja. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penempatan tenaga kerja khusus muda dan wanita. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penempatan tenaga kerja khusus muda dan wanita serta penyandang cacat dan lanjut usia. Pasal 115 Uraian tugas Seksi Kelembagaan Penempatan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 dan Pasal 114.

menyusun Laporan Bulanan. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penempatan tenaga kerja khusus muda dan wanita. Seksi Penempatan Tenaga Kerja Khusus Muda dan Wanita. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. h. Pasal 120 Seksi Penempatan Tenaga Kerja Khusus Muda dan Wanita mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. g. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Seksi Penempatan Tenaga Kerja Khusus Penyandang Cacat dan Lanjut Usia. menyiapkan bahan perumusan sistem dan metode di bidang penempatan tenaga kerja khusus muda dan wanita. dan b. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penempatan tenaga kerja khusus muda dan wanita. c. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penempatan tenaga kerja khusus muda dan wanita. dan d. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang penempatan tenaga kerja khusus muda dan wanita. menyusun rencana. b. penyusunan norma. b. standar. prosedur. Seksi Penempatan Tenaga Kerja Khusus Muda dan Wanita menyelenggarakan fungsi: a. antara lain sebagai berikut: a. prosedur. 167 . d. penyiapan bahan penyusunan norma. c. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. Pasal 119 Subdirektorat Penempatan Tenaga Kerja Khusus terdiri atas: a. Pasal 121 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120. Triwulan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang penempatan tenaga kerja khusus muda dan wanita. f.Pasal 118 Uraian tugas Subdirektorat Penempatan Tenaga Kerja Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116 dan Pasal 117. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang penempatan tenaga kerja khusus muda dan wanita. dan Tahunan Subdirektorat. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penempatan tenaga kerja khusus muda dan wanita. dan kriteria di bidang penempatan tenaga kerja khusus muda dan wanita serta penyandang cacat dan lanjut usia. c. standar. standar. serta penyandang cacat dan lanjut usia. i. e. menyusun konsep norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penempatan tenaga kerja khusus muda dan wanita. Pasal 122 Uraian tugas Seksi Penempatan Tenaga Kerja Khusus Muda dan Wanita sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120 dan Pasal 121. dan kriteria di bidang penempatan tenaga kerja khusus muda dan wanita. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penempatan tenaga kerja khusus muda dan wanita serta penyandang cacat dan lanjut usia. serta penyandang cacat dan lanjut usia. b. program dan anggaran Subdirektorat.

menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penempatan tenaga kerja khusus penyandang cacat dan lanjut usia. menyiapkan bahan penyusunan norma. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penempatan tenaga kerja khusus penyandang cacat dan lanjut usia. e. Seksi Penempatan Tenaga Kerja Khusus Penyandang Cacat dan Lanjut Usia menyelenggarakan fungsi: a. c. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang penempatan tenaga kerja khusus penyandang cacat dan lanjut usia. menyiapkan bahan perumusan sistem dan metode di bidang penempatan tenaga kerja khusus penyandang cacat dan lanjut usia. prosedur. standar. f. standar. prosedur. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 125 Uraian tugas Seksi Penempatan Tenaga Kerja Khusus Penyandang Cacat dan Lanjut Usia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123 dan Pasal 124. 168 . prosedur. d. dan g. prosedur. e.d. b. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang penempatan tenaga kerja khusus muda dan wanita. standar. c. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penempatan tenaga kerja khusus penyandang cacat dan lanjut usia. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penempatan tenaga kerja khusus muda dan wanita. b. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang penempatan tenaga kerja khusus penyandang cacat dan lanjut usia. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang penempatan tenaga kerja khusus penyandang cacat dan lanjut usia. Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kriteria di bidang penempatan tenaga kerja khusus penyandang cacat dan lanjut usia. standar. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang penempatan tenaga kerja muda dan wanita. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penempatan tenaga kerja khusus penyandang cacat dan lanjut usia. penyusunan norma. dan d. antara lain sebagai berikut: a. dan g. f. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penempatan tenaga kerja khusus penyandang cacat dan lanjut usia. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penempatan tenaga kerja khusus penyandang cacat dan lanjut usia. Pasal 123 Seksi Penempatan Tenaga Kerja Khusus Penyandang Cacat dan Lanjut Usia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang penyuluhan dan bimbingan jabatan. prosedur. 169 . penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyuluhan dan bimbingan jabatan.Pasal 126 Subdirektorat Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126. Seksi Bimbingan Jabatan. g. antara lain sebagai berikut: a. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria di bidang penyuluhan dan bimbingan jabatan. c. standar. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang penyuluhan dan bimbingan jabatan. standar. dan kriteria di bidang penyuluhan dan bimbingan jabatan. Subdirektorat Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan menyelenggarakan fungsi: a. d. f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. prosedur. dan d. c. Seksi Penyuluhan Jabatan. e. dan b. dan i. dan bimbingan jabatan. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. menyusun rencana. b. program dan anggaran Subdirektorat. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyuluhan. b. Pasal 130 Seksi Penyuluhan Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 128 Uraian tugas Subdirektorat Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 dan Pasal 127. standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyuluhan jabatan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penyuluhan dan bimbingan jabatan. h. menyusun Laporan Bulanan. pelaksanaan kebijakan. Triwulan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyuluhan dan bimbingan jabatan. penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. standar. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. menyusun konsep norma. Pasal 129 Subdirektorat Penyuluhan dan Bimbingan Jabatan terdiri atas: a. dan Tahunan Subdirektorat. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyuluhan dan bimbingan jabatan.

menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang bimbingan jabatan. dan g. dan kriteria di bidang penyuluhan jabatan. c. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bimbingan jabatan. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyuluhan jabatan. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bimbingan jabatan. c. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang bimbingan jabatan. d. menyiapkan bahan perumusan sistem dan metode di bidang di bidang penyuluhan jabatan. Pasal 133 Seksi Bimbingan Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. prosedur. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyuluhan jabatan. Seksi Penyuluhan Jabatan menyelenggarakan fungsi: a. f. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang bimbingan jabatan. b. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang penyuluhan jabatan. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan jabatan. antara lain sebagai berikut: a. prosedur. antara lain sebagai berikut: a. dan d. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penyuluhan jabatan. dan kriteria di bidang bimbingan jabatan.Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. 170 . dan g. d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. e. standar. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyuluhan jabatan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bimbingan jabatan. prosedur. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyuluhan jabatan. standar. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan penyusunan norma. b. Seksi Bimbingan Jabatan menyelenggarakan fungsi: a. dan d. c. b. dan kriteria di bidang penyuluhan jabatan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang penyuluhan jabatan. menyiapkan bahan perumusan sistem dan metode di bidang bimbingan jabatan. standar. Pasal 135 Uraian tugas Seksi Bimbingan Jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133 dan Pasal 134. penyusunan norma. f. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bimbingan jabatan. c. Pasal 132 Uraian tugas Seksi Penyuluhan Jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130 dan Pasal 131. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. prosedur. prosedur. dan kriteria di bidang bimbingan jabatan.

b. Pasal 140 Seksi Pengembangan Kompetensi Pengantar Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. h. menyusun konsep norma. dan kriteria di bidang pengembangan kompetensi pengantar kerja dan kerjasama antar lembaga. program dan anggaran Subdirektorat. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengembangan kompetensi pengantar kerja dan kerjasama antar lembaga. dan d.Pasal 136 Subdirektorat Pemberdayaan Pengantar Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 137 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136. dan b. Pasal 138 Uraian tugas Subdirektorat Pemberdayaan Pengantar Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 dan Pasal 137. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan kompetensi pengantar kerja. menyusun rencana. g. dan kriteria di bidang pengembangan kompetensi pengantar kerja dan kerjasama antar lembaga. d. prosedur. b. Seksi Kerjasama Antar Lembaga. pelaksanaan kebijakan. prosedur. 171 . penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan kompetensi pengantar kerja dan kerjasama antar lembaga. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. standar. standar. menyusun Laporan Bulanan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan kompetensi pengantar kerja dan kerjasama antar lembaga. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 139 Subdirektorat Pemberdayaan Pengantar Kerja terdiri atas: a. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan kompetensi pengantar kerja. standar. Subdirektorat Pemberdayaan Pengantar Kerja menyelenggarakan fungsi: a. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang pengembangan kompetensi pengantar kerja dan kerjasama antar lembaga. prosedur. dan Tahunan Subdirektorat. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan kompetensi pengantar kerja dan kerjasama antar lembaga. Seksi Pengembangan Kompetensi Pengantar Kerja. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan norma. c. standar. dan i. pelaksanaan kebijakan. e. Triwulan. penyusunan norma. dan kerjasama antar lembaga. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. prosedur. c. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan kompetensi pengantar kerja dan kerjasama antar lembaga. f.

b. b. dan d. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan kompetensi pengantar kerja. Pasal 144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143. Pasal 143 Seksi Kerjasama Antar Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama antar lembaga. Pasal 142 Uraian tugas Seksi Pengembangan Kompetensi Pengantar Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 dan Pasal 141. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan kompetensi pengantar kerja. c. dan kriteria di bidang pengembangan kompetensi pengantar kerja. b. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama antar lembaga. pelaksanaan kebijakan. Pasal 145 Uraian tugas Seksi Kerjasama Antar Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143 dan Pasal 144. penyusunan norma. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengembangan kompetensi pengantar kerja. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama antar lembaga. dan g. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan kompetensi pengantar kerja. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama antar lembaga. standar. d. prosedur. c. dan kriteria di bidang kerjasama antar lembaga. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan kompetensi pengantar kerja. standar. prosedur. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan kompetensi pengantar kerja. standar. 172 . menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengembangan kompetensi pengantar kerja. c. prosedur. Seksi Pengembangan Kompetensi Pengantar Kerja menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan bimbingan teknis perumusan sistem dan metode pengembangan kompetensi pengantar kerja. antara lain sebagai berikut: a. dan kriteria di bidang pengembangan kompetensi pengantar kerja. e. f. prosedur. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama antar lembaga. penyiapan bahan penyusunan norma. b. menyiapkan bahan penyusunan norma.Pasal 141 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama antar lembaga. Seksi Kerjasama Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: a.

mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Direktorat. m. dan kriteria di bidang kerjasama antar lembaga.c. d. melaksanakan penatausahaan barang milik/kekayaan negara (BMN) Direktorat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. f. prosedur. Pasal 148 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146 dan Pasal 147. 173 . g. ketatausahaan. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. menyusun Laporan Bulanan. dan rumah tangga Direktorat. dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat. Semester dan Tahunan Direktorat. Triwulan. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL) Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Direktorat. e. penyiapan administrasi keuangan Direktorat. j. b. d. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja K/L Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Direktorat. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Direktorat. pengurusan administrasi kepegawaian Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Direktorat. antara lain sebagai berikut: a. d. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang kerjasama antar lembaga. k. dan n. melaksanakan administrasi keuangan Direktorat. standar. urusan kepegawaian. e. Pasal 147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146. melaksanakan administrasi kepegawaian Direktorat. menyiapkan bahan penyusunan norma. Pasal 146 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. h. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Direktorat. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Direktorat. i. c. c. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan f. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Direktorat. keuangan. Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. b. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang kerjasama antar lembaga. l.

dan kriteria di bidang kelembagaan penempatan. Pasal 151 Uraian tugas Direktorat Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149 dan Pasal 150. serta kerjasama internasional. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang kelembagaan penempatan. mengkoordinasikan pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang kelembagaan penempatan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan penyusunan norma. prosedur. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kelembagaan penempatan. penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia serta kerjasama internasional. b. menyiapkan perumusan kebijakan di bidang kelembagaan penempatan. penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia serta kerjasama internasional. g. penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia serta kerjasama internasional. d. penyiapan perumusan kebijakan di bidang kelembagaan penempatan. menyusun Rencana Strategis Direktorat. c. penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia serta kerjasama internasional. penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia serta kerjasama internasional. 174 . antara lain sebagai berikut: a. f. standardisasi serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kelembagaan penempatan. Direktorat Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. dan e. dan perlindungan tenaga kerja Indonesia. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang kelembagaan penempatan. d. mengarahkan penyusunan norma. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Direktorat. standar. penempatan. standar. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. b. c. mengkoordinasikan penyusunan program dan anggaran Direktorat. penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia serta kerjasama internasional. penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia serta kerjasama internasional. penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia serta kerjasama internasional. h. prosedur.Bagian Keempat Direktorat Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Pasal 149 Direktorat Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. menyusun Penetapan Kinerja Direktorat. e. menyiapkan pelaksanaan kebijakan di bidang kelembagaan penempatan.

penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia serta kerjasama internasional. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Kerjasama Internasional. j. Subdirektorat Kelembagaan Penempatan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. dan Subbagian Tata Usaha. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. dan n. prosedur. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kriteria di bidang perizinan dan evaluasi kinerja kelembagaan. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang perizinan dan evaluasi kinerja kelembagaan. m. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perizinan dan evaluasi kinerja kelembagaan. b. melakukan koordinasi dengan instansi pemerintah/swasta dan unit terkait lainnya dalam rangka perumusan kelembagaan penempatan. c. menyusun LAKIP Direktorat. e. 175 . standar. l. Subdirektorat Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia. k. menyusun Laporan Bulanan. b. c. Triwulan dan Tahunan Direktorat. d. Pasal 155 Uraian tugas Subdirektorat Kelembagaan Penempatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 dan Pasal 154. antara lain sebagai berikut : a. Pasal 152 Direktorat Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri terdiri atas: a. dan d. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perizinan. mengkoordinasikan kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang kelembagaan penempatan. e. dan kriteria di bidang perizinan dan evaluasi kinerja kelembagaan. prosedur. Pasal 153 Subdirektorat Kelembagaan Penempatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Kelembagaan Penempatan. standar. program dan anggaran Subdirektorat. b. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang perizinan dan evaluasi kinerja kelembagaan. standar. peyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perizinan dan evaluasi kinerja kelembagaan. menyusun konsep norma. penyusunan norma. menyusun rencana. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Penempatan Tenaga Kerja Indonesia. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perizinan dan evaluasi kinerja kelembagaan. c. dan evaluasi kinerja kelembagaan.i. d. penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia serta kerjasama internasional.

menyiapkan bahan penyusunan norma. prosedur. prosedur. Seksi Perizinan Kelembagaan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perizinan kelembagaan. Pasal 160 Seksi Evaluasi Kinerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan i. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perizinan kelembagaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perizinan kelembagaan. Pasal 158 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157. Pasal 159 Uraian tugas Seksi Perijinan Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157 dan Pasal 158. Seksi Perijinan Kelembagaan menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perizinan kelembagaan. pelaksanaan kebijakan. g. c. dan Tahunan Subdirektorat. standar. menyusun Laporan Bulanan. dan kriteria di bidang perizinan kelembagaan. 176 . penyusunan norma. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kriteria di bidang perizinan kelembagaan. dan b. standar. h. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. antara lain sebagai berikut: a. dan d. prosedur.f. prosedur. d. pelaksanaan kebijakan. e. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perizinan kelembagaan. penyusunan norma. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang perijinan kelembagaan. Seksi Evaluasi Kinerja. Pasal 157 Seksi Perizinan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang perijinan kelembagaan. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang perizinan dan evaluasi kinerja kelembagaan. Triwulan. dan f. c. standar. standar. b. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 156 Subdirektorat Kelembagaan Penempatan terdiri atas: a. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang perizinan kelembagaan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi kinerja kelembagaan. b.

penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan dan dokumen penempatan dan fasilitasi penyediaan tenaga kerja Indonesia. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang evaluasi kinerja kelembagaan. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang evaluasi kinerja kelembagaan. antara lain sebagai berikut: a. antara lain sebagai berikut: a. standar. c. Pasal 164 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 163. 177 . menyusun rencana. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang evaluasi kinerja kelembagaan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyiapan dan dokumen penempatan dan fasilitasi penyediaan tenaga kerja Indonesia. standar. dan d. prosedur. c. c. Subdirektorat Penempatan Tenaga Kerja Indonesia menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Pasal 163 Subdirektorat Penempatan Tenaga Kerja Indonesia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang evaluasi kinerja kelembagaan. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang penyiapan dan dokumen penempatan dan fasilitasi penyediaan tenaga kerja Indonesia. Seksi Evaluasi Kinerja menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang evaluasi kinerja kelembagaan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyiapan dan dokumen penempatan. standar. b. menyiapkan bahan penyusunan norma. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang evaluasi kinerja kelembagaan. prosedur.Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. Pasal 162 Uraian tugas Seksi Evaluasi Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160 dan Pasal 161. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan fasilitasi penyediaan tenaga kerja Indonesia (TKI). dan f. d. c. penyiapan bahan penyusunan norma. dan d. Pasal 165 Uraian tugas Subdirektorat Penempatan Tenaga Kerja Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 163 dan Pasal 164. dan kriteria di bidang penyiapan dan dokumen penempatan dan fasilitasi penyediaan tenaga kerja Indonesia. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang evaluasi kinerja kelembagaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan dan dokumen penempatan dan fasilitasi penyediaan tenaga kerja Indonesia. program dan anggaran Subdirektorat. e. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi kinerja kelembagaan. prosedur. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang evaluasi kinerja kelembagaan. b.

menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan dan dokumen penempatan TKI. c. standar. menyusun konsep pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang penyiapan penempatan dan dokumen penempatan tenaga kerja Indonesia. dan kriteria di bidang penyiapan dan dokumen penempatan. Seksi Fasilitasi Penyediaan TKI. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan dan dokumen penempatan TKI. dan Tahunan Subdirektorat. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyiapan dan dokumen penempatan tenaga kerja Indonesia. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penyiapan dan dokumen penempatan TKI. dan kriteria di bidang penyiapan dan dokumen penempatan TKI. d. Triwulan. dan fasilitasi penyediaan tenaga kerja Indonesia (TKI). Pasal 167 Seksi Penyiapan dan Dokumen Penempatan TKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 166 Subdirektorat Penempatan Tenaga Kerja Indonesia terdiri atas: a. dan f. standar. standar. menyiapkan bahan penyusunan norma. 178 . Pasal 169 Uraian tugas Seksi Penyiapan dan Dokumen Penempatan TKI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167 dan Pasal 168. standar. penyusunan norma. c. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyiapan dan dokumen penempatan TKI. dan kriteria di bidang penyiapan dan dokumen penempatan TKI. prosedur. antara lain sebagai beirkut: a. menyusun konsep norma. e. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan dan dokumen penempatan TKI. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Seksi Penyiapan dan Dokumen Penempatan TKI menyelenggarakan fungsi: a. dan b. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang penyiapan dan dokumen penempatan TKI. k. pelaksanaan kebijakan. g. e. prosedur. Seksi Penyiapan dan Dokumen Penempatan TKI. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penyiapan penempatan dan dokumen penempatan tenaga kerja Indonesia. j.d. penyiapan bahan penyusunan norma. dan h. dan d. f. Pasal 168 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167. prosedur. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan dan dokumen penempatan TKI. b. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan dan dokumen penempatan dan fasilitasi penyediaan tenaga kerja Indonesia. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. prosedur. menyusun Laporan Bulanan.

dan kriteria di bidang fasilitasi penyediaan TKI. standar. Pasal 173 Subdirektorat Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta sarana dan perlindungan tenaga kerja Indonesia. prosedur. Pasal 171 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170. b. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan penyusunan norma. dan d. standar. prosedur. prosedur. Pasal 174 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173. standar. c. 179 . dan kriteria di bidang advokasi dan kepulangan serta sarana dan perlindungan tenaga kerja Indonesia. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang advokasi dan kepulangan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang fasilitasi penyediaan TKI.Pasal 170 Seksi Fasilitasi Penyediaan TKI mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang fasilitasi penyediaan TKI. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi penyediaan TKI. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang advokasi dan kepulangan serta sarana dan perlindungan tenaga kerja Indonesia. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi penyediaan TKI. standar. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitasi penyediaan TKI. c. e. dan kriteria di bidang fasilitasi penyediaan TKI. Subdirektorat Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 172 Uraian tugas Seksi Fasilitasi Penyediaan TKI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 dan Pasal 171. b. pelaksanaan kebijakan. prosedur. Seksi Fasilitasi Penyediaan TKI menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang advokasi dan kepulangan serta sarana dan perlindungan tenaga kerja Indonesia. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang fasilitasi penyediaan TKI. prosedur. penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang advokasi dan kepulangan serta sarana dan perlindungan tenaga kerja Indonesia. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitasi penyediaan TKI c. dan f. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang fasilitasi penyediaan TKI.

melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. Pasal 177 Seksi Advokasi dan Kepulangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang advokasi dan kepulangan TKI. prosedur. h. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang advokasi dan kepulangan serta sarana dan perlindungan tenaga kerja Indonesia. g. f. menyusun rencana. Triwulan. b. c. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang advokasi dan kepulangan TKI. dan kriteria di bidang advokasi dan kepulangan TKI. i. prosedur. Seksi Advokasi dan Kepulangan menyelenggarakan fungsi: a. menyusun Laporan Bulanan.Pasal 175 Uraian tugas Subdirektorat Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173 dan Pasal 174. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang Advokasi dan kepulangan TKI. program dan anggaran Subdirektorat. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 176 Subdirektorat Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia terdiri atas: a. penyusunan norma. standar. standar. pelaksanaan kebijakan. standar. menyusun konsep norma. dan Tahunan Subdirektorat. b. d. standar. Seksi Sarana dan Perlindungan. penyiapan bahan penyusunan norma. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 179 Uraian tugas Seksi Advokasi dan Kepulangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 dan Pasal 178. prosedur. dan d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang advokasi dan kepulangan TKI. menyiapkan bahan penyusunan norma. 180 . c. prosedur. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. Pasal 178 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177. menyusun konsep perumusan kebijakan advokasi dan kepulangan serta sarana dan perlindungan tenaga kerja Indonesia. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang advokasi dan kepulangan serta sarana dan perlindungan tenaga kerja Indonesia. dan b. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang advokasi dan kepulangan tenaga kerja Indonesia. b. dan kriteria di bidang advokasi dan kepulangan serta sarana dan perlindungan tenaga kerja Indonesia. Seksi Advokasi dan Kepulangan. dan kriteria di bidang advokasi dan kepulangan TKI. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang advokasi dan kepulangan TKI. antara lain sebagai berikut: a.

Pasal 183 Subdirektorat Kerjasama Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 180 Seksi Sarana dan Perlindungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. standar. Pasal 181 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. dan d. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan perlindungan TKI. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang sarana dan perlindungan TKI. f. c. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan perlindungan tenaga kerja Indonesia. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. b. e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. 181 . dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama bilateral. prosedur. serta regional dan multilateral meliputi inisiasi. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang sarana dan perlindungan TKI. c. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang sarana dan perlindungan TKI. d. Pasal 182 Uraian tugas Seksi Sarana dan Perlindungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180 dan Pasal 181. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang advokasi dan kepulangan TKI. standar. menyiapkan bahan penyusunan norma. e. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang sarana dan perlindungan TKI. antara lain sebagai berikut: a. standar. b. f. dan kriteria di bidang sarana dan perlindungan TKI.d. Seksi Sarana dan Perlindungan menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang sarana dan perlindungan TKI. menyiapkan bahan penyusunan konsep kerjasama di bidang sarana dan perlindungan tenaga kerja Indonesia. standar. dan g. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang advokasi dan kepulangan TKI. prosedur. negosiasi dan perjanjian kerjasama. dan kriteria di bidang sarana dan perlindungan TKI. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang sarana dan perlindungan TKI. menyiapkan bahan penyusunan konsep kerjasama di bidang advokasi dan kepulangan TKI. dan g.

dan kriteria di bidang kerjasama bilateral serta regional dan multilateral meliputi inisiasi. f. h. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang kerjasama bilateral serta regional dan multilateral meliputi inisiasi. menyusun konsep norma. Seksi Kerjasama Regional dan Multilateral. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama bilateral serta regional dan multilateral meliputi inisiasi. dan Tahunan Subdirektorat. g. standar. negosiasi dan perjanjian kerjasama. penyiapan bahan penyusunan norma. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. dan i. b. negosiasi dan perjanjian kerjasama. prosedur. negosiasi dan perjanjian kerjasama. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama bilateral meliputi inisiasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama bilateral serta regional dan multilateral meliputi inisiasi. program dan anggaran Subdirektorat. dan kriteria di bidang kerjasama bilateral serta regional dan multilateral meliputi inisiasi. prosedur. Seksi Kerjasama Bilateral. standar. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang kerjasama bilateral serta regional dan multilateral meliputi inisiasi. penyusunan norma. dan b. standar. Pasal 186 Subdirektorat Kerjasama Internasional terdiri atas: a. negosiasi dan perjanjian kerjasama. 182 . Pasal 185 Uraian tugas Subdirektorat Kerjasama Internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183 dan Pasal 184.Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. antara lain sebagai berikut: a. dan d. d. pelaksanaan kebijakan. Triwulan. menyusun Laporan Bulanan. negosiasi dan perjanjian kerjasama. prosedur. negosiasi dan perjanjian kerjasama. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. Seksi Kerjasama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. negosiasi dan perjanjian kerjasama. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. negosiasi dan perjanjian kerjasama. negosiasi dan perjanjian kerjasama. Pasal 187 Seksi Kerjasama Bilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama bilateral meliputi inisiasi. e. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama bilateral serta regional dan multilateral meliputi inisiasi. c. negosiasi dan perjanjian kerjasama. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama bilateral serta regional dan multilateral meliputi inisiasi. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Subdirektorat Kerjasama Internasional menyelenggarakan fungsi: a. menyusun rencana.

melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. antara lain sebagai berikut: a. b. dan d. dan kriteria di bidang kerjasama bilateral meliputi inisiasi. Seksi Kerjasama Regional dan Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. e. Pasal 192 Uraian tugas Seksi Kerjasama Regional dan Multilateral sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190 dan Pasal 191. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama regional dan multilateral meliputi inisiasi. standar. Pasal 190 Seksi Kerjasama Regional dan Multilateral mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. negosiasi dan perjanjian kerjasama. negosiasi dan perjanjian kerjasama. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama bilateral meliputi inisiasi. negosiasi dan perjanjian kerjasama. 183 . penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama regional dan multilateral meliputi inisiasi. Pasal 191 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190. dan kriteria di bidang kerjasama bilateral meliputi inisiasi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama regional dan multilateral meliputi inisiasi. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang kerjasama bilateral meliputi inisiasi. dan f. b. negosiasi dan perjanjian kerjasama. prosedur. c. antara lain sebagai berikut: a. negosiasi dan perjanjian kerjasama. dan d. negosiasi dan perjanjian kerjasama. prosedur. negosiasi dan perjanjian kerjasama. negosiasi dan perjanjian kerjasama. negosiasi dan perjanjian kerjasama. negosiasi dan perjanjian kerjasama. c.b. penyusunan norma. standar. standar. Pasal 189 Uraian tugas Seksi Kerjasama Bilateral sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187 dan Pasal 188. d. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama bilateral meliputi inisiasi. negosiasi dan perjanjian kerjasama. standar. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama regional dan multilateral meliputi inisiasi. negosiasi dan perjanjian kerjasama. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama bilateral meliputi inisiasi. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama regional dan multilateral meliputi inisiasi. b. negosiasi dan perjanjian kerjasama. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama regional dan multilateral meliputi inisiasi. negosiasi dan perjanjian kerjasama. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama bilateral meliputi inisiasi. negosiasi dan perjanjian kerjasama. menyiapkan bahan penyusunan norma. c. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang kerjasama bilateral meliputi inisiasi. dan kriteria di bidang kerjasama regional dan multilateral meliputi inisiasi.

g. j. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang kerjasama regional dan multilateral meliputi inisiasi. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Direktorat. melaksanakan penatausahaan barang milik/kekayaan negara (BMN) Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL) Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Direktorat. pengurusan administrasi kepegawaian Direktorat. dan kriteria di bidang kerjasama regional dan multilateral meliputi inisiasi. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Direktorat. dan rumah tangga Direktorat. standar. negosiasi dan perjanjian kerjasama. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Direktorat. e. penyiapan administrasi keuangan Direktorat. c. d. dan n. i.c. m. ketatausahaan. h. b. melaksanakan administrasi keuangan Direktorat. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Direktorat. b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. urusan kepegawaian. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Direktorat. dan f. k. dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat. Pasal 194 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 193. e. l. negosiasi dan perjanjian kerjasama. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja K/L Direktorat. 184 . Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Triwulan. melaksanakan administrasi kepegawaian Direktorat. f. c. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 195 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 193 dan Pasal 194. keuangan. menyiapkan bahan penyusunan norma. Semester dan Tahunan Direktorat. Pasal 193 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. d. mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Direktorat. menyusun laporan Bulanan. negosiasi dan perjanjian kerjasama. d. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang kerjasama regional dan multilateral meliputi inisiasi. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. prosedur. antara lain sebagai berikut: a. e.

serta pemberdayaan pendampingan dan kerjasama antar lembaga. c. terapan teknologi tepat guna. terapan teknologi tepat guna. prosedur. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang tenaga kerja mandiri dan sektor informal. h. dan kriteria di bidang tenaga kerja mandiri dan sektor informal. prosedur. g. serta pemberdayaan pendampingan dan kerjasama antar lembaga. pengembangan padat karya. serta pemberdayaan pendampingan dan kerjasama antar lembaga. serta pemberdayaan pendampingan dan kerjasama antar lembaga. pelaksanaan kebijakan. terapan teknologi tepat guna. terapan teknologi tepat guna. terapan teknologi tepat guna. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Direktorat. pengembangan padat karya. antara lain sebagai berikut: a. serta pemberdayaan pendampingan dan kerjasama antar lembaga. f. menyiapkan perumusan kebijakan di bidang tenaga kerja mandiri dan sektor informal. pengembangan padat karya. serta pemberdayaan pendampingan dan kerjasama antar lembaga. terapan teknologi tepat guna. pengembangan padat karya. serta pemberdayaan pendampingan dan kerjasama antar lembaga. mengarahkan penyusunan norma. dan kriteria di bidang tenaga kerja mandiri dan sektor informal. e. c. menyusun Penetapan Kinerja Direktorat. 185 .Bagian Kelima Direktorat Perluasan Kesempatan Kerja dan Pengembangan Tenaga Kerja Sektor Informal Pasal 196 Direktorat Perluasan Kesempatan Kerja dan Pengembangan Tenaga Kerja Sektor Informal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. b. pengembangan padat karya. pengembangan padat karya. d. standar. Pasal 197 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196. b. standardisasi serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tenaga kerja mandiri dan sektor informal. mengkoordinasikan pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang tenaga kerja mandiri dan sektor informal. Direktorat Perluasan Kesempatan Kerja dan Pengembangan Tenaga Kerja Sektor Informal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. terapan teknologi tepat guna. pengembangan padat karya. mengkoordinasikan penyusunan program dan anggaran Direktorat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang tenaga kerja mandiri dan sektor informal. menyiapkan pelaksanaan kebijakan di bidang tenaga kerja mandiri dan sektor informal. serta pemberdayaan pendampingan dan kerjasama antar lembaga. pengembangan padat karya. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tenaga kerja mandiri dan sektor informal. serta pemberdayaan pendampingan dan kerjasama antar lembaga. Pasal 198 Uraian tugas Direktorat Pengembangan Kesempatan Kerja dan Pengembangan Tenaga Kerja Sektor Informal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 dan Pasal 197. terapan teknologi tepat guna. penyiapan penyusunan norma. terapan teknologi tepat guna. dan e. pengembangan padat karya. menyusun Rencana Strategis Direktorat. d.

Subdirektorat Tenaga Kerja Mandiri dan Sektor Informal. d. l. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kriteria di bidang tenaga kerja mandiri dan tenaga kerja sektor Informal. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tenaga kerja mandiri. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang tenaga kerja mandiri dan tenaga kerja sektor Informal. antara lain sebagai berikut: a. program dan anggaran Subdirektorat. menyusun LAKIP Direktorat. Subdirektorat Terapan Teknologi Tepat Guna. prosedur. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. terapan teknologi tepat guna. standar. m. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang tenaga kerja mandiri dan tenaga kerja sektor informal. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tenaga kerja mandiri dan tenaga kerja sektor Informal. standar. penyusunan norma. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. Subdirektorat Tenaga Kerja Mandiri dan Sektor Informal menyelenggarakan fungsi: a. dan d. pelaksanaan kebijakan. b. mengkoordinasikan kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang tenaga kerja mandiri dan sektor informal. dan tenaga kerja sektor informal. e. dan Subbagian Tata Usaha. dan n. b. j. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tenaga kerja mandiri dan tenaga kerja sektor Informal. c. serta pemberdayaan pendampingan dan kerjasama antar lembaga. pengembangan padat karya. c. Triwulan dan Tahunan Direktorat. menyusun Laporan Bulanan. menyusun rencana.i. terapan teknologi tepat guna. Pasal 199 Direktorat Perluasan Kesempatan Kerja dan Pengembangan Tenaga Kerja Sektor Informal terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Padat Karya. pengembangan padat karya. serta pemberdayaan pendampingan dan kerjasama antar lembaga. 186 . Pasal 202 Uraian tugas Subdirektorat Tenaga Kerja Mandiri dan Sektor Informal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200 dan Pasal 201. Subdirektorat Pemberdayaan Pendampingan dan Kerjasama Antar Lembaga. b. k. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. d. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang tenaga kerja mandiri dan tenaga kerja sektor informal. Pasal 201 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200. melakukan koordinasi dengan instansi pemerintah/swasta dan unit terkait lainnya dalam rangka perumusan tenaga kerja mandiri dan sektor informal. Pasal 200 Subdirektorat Tenaga Kerja Mandiri dan Sektor Informal mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

pelaksanaan kebijakan. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang tenaga kerja mandiri. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tenaga kerja sektor informal. menyusun konsep norma. prosedur. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang tenaga kerja mandiri dan tenaga kerja sektor informal. d. Pasal 203 Subdirektorat Tenaga Kerja Mandiri dan Sektor Informal terdiri atas: a. 187 . Pasal 207 Seksi Tenaga Kerja Sektor Informal mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang tenaga kerja mandiri. dan b. standar. h. penyusunan norma. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Seksi Tenaga Kerja Mandiri. g. dan d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.e. b. f. menyiapkan bahan penyusunan norma. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang tenaga kerja mandiri. standar. dan g. standar. prosedur. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang tenaga kerja mandiri. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tenaga kerja mandiri. antara lain sebagai berikut: a. dan i. Seksi Tenaga Kerja Mandiri menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang tenaga kerja mandiri dan tenaga kerja sektor informal. pelaksanaan kebijakan. f. menyusun Laporan Bulanan. menyiapkan bahan penyusunan konsep kerjasama di bidang tenaga kerja mandiri. c. prosedur. standar. penyusunan norma. Pasal 206 Uraian tugas Seksi Tenaga Kerja Mandiri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204 dan Pasal 205. Pasal 205 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204. Triwulan. standar. penyiapan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tenaga kerja mandiri. b. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang tenaga kerja mandiri. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 204 Seksi Tenaga Kerja Mandiri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tenaga kerja mandiri. prosedur. Seksi Tenaga Kerja Sektor Informal. dan Tahunan Subdirektorat. dan kriteria di bidang tenaga kerja mandiri. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang tenaga kerja mandiri.

penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang padat karya perdesaan dan perkotaan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang tenaga kerja sektor informal. b. menyiapkan bahan pelaksanaan di bidang tenaga kerja sektor informal. Seksi Tenaga Kerja Sektor Informal menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. standar. dan d. e. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang padat karya perdesaan. standar. b. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang tenaga kerja sektor informal. c. penyiapan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tenaga kerja sektor informal. d. f. penyiapan bahan penyusunan norma. c. prosedur. dan g. antara lain sebagai berikut: a.Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207. Pasal 212 Uraian tugas Subdirektorat Pengembangan Padat Karya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210 dan Pasal 211. Subdirektorat Pengembangan Padat Karya menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang tenaga kerja sektor informal. dan kriteria di bidang tenaga kerja sektor informal. b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyusun rencana. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang padat karya perdesaan dan perkotaan. standar. dan d. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang padat karya perdesaan dan perkotaan. pelaksanaan kebijakan. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan penyusunan konsep kerjasama di bidang tenaga kerja sektor informal. standar. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang tenaga kerja sektor informal. Pasal 209 Uraian tugas Seksi Tenaga Kerja Sektor Informal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207 dan Pasal 208. prosedur. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. Pasal 210 Subdirektorat Pengembangan Padat Karya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang padat karya perdesaan dan perkotaan. program dan anggaran Subdirektorat. dan perkotaan. c. c. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang padat karya perdesaan dan perkotaan. 188 . penyusunan norma. prosedur. dan kriteria di bidang tenaga kerja sektor informal. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tenaga kerja sektor informal.

d. Pasal 214 Seksi Padat Karya Perdesaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. menyusun konsep norma. Pasal 213 Subdirektorat Pengembangan Padat Karya terdiri atas: a. c. g. e. b. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang padat karya pedesaan. dan i. prosedur. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Seksi Padat Karya Perdesaan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. dan kriteria di bidang padat karya perdesaan dan padat karya perkotaan. dan b. c penyiapan bahan penyusunan norma. h. e. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang padat karya perdesaan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Padat Karya Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang padat karya pedesaan. prosedur. b penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang padat karya pedesaan. Triwulan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. 189 . prosedur. menyusun Laporan Bulanan. menyiapkan bahan penyusunan norma. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang padat karya perdesaan. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang padat karya perdesaan dan perkotaan. standar. f. dan Tahunan Subdirektorat. dan kriteria di bidang padat karya perdesaan. prosedur. f.d. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang padat karya perdesaan. standar. Pasal 216 Uraian tugas Seksi Padat Karya Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214 dan Pasal 215. dan g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Seksi Padat Karya Perkotaan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang padat karya perdesaan. penyusunan norma. dan kriteria di bidang padat karya perdesaan. menyiapkan bahan penyusunan konsep kerjasama di bidang padat karya perdesaan. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang padat karya perdesaan dan padat karya perkotaan. standar. dan d penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang padat karya perdesaan.

menyiapkan bahan penyusunan norma. dan d. prosedur. dan g. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan dan penyebarluasan terapan teknologi tepat guna. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan dan penyebarluasan terapan teknologi tepat guna. prosedur. dan penyebarluasan terapan teknologi tepat guna. Seksi Padat Karya Perkotaan menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang padat karya perkotaan. standar. b. 190 . penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang padat karya perkotaan. prosedur. dan kriteria di bidang padat karya perkotaan. Pasal 220 Subdirektorat Terapan Teknologi Tepat Guna mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang padat karya perkotaan. b. antara lain sebagai berikut: a. dan d. c. d. c. penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. Pasal 219 Uraian tugas Seksi Padat Karya Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 217 dan Pasal 218. standar. Subdirektorat Terapan Teknologi Tepat Guna menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan kebijakan. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang padat karya perkotaan. e.Pasal 217 Seksi Padat Karya Perkotaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. f. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 218 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 217. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang padat karya perkotaan. dan kriteria di bidang pengembangan dan penyebarluasan terapan teknologi tepat guna. menyiapkan bahan penyusunan konsep kerjasama di bidang padat karya perkotaan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan dan penyebarluasan terapan teknologi tepat guna. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang padat karya perkotaan. standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang padat karya perkotaan. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang padat karya perkotaan. Pasal 221 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan. dan kriteria di bidang padat karya perkotaan. prosedur. b. standar. prosedur.

Pasal 224 Seksi Pengembangan Teknologi Tepat Guna mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. dan kriteria di bidang pengembangan dan penyebarluasan terapan teknologi tepat guna. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan teknologi tepat guna. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. dan i. menyusun Laporan Bulanan. Seksi Pengembangan Teknologi Tepat Guna menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. menyusun rencana. b. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan dan penyebarluasan terapan teknologi tepat guna. prosedur. b. c. h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan Tahunan Subdirektorat. prosedur. c. Pasal 225 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan teknologi tepat guna. d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan teknologi tepat guna. antara lain sebagai berikut: a. g. standar. antara lain sebagai berikut: a. pelaksanaan kebijakan. Triwulan. dan kriteria di bidang pengembangan teknologi tepat guna. Seksi Penyebarluasan Teknologi Tepat Guna. standar. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. program dan anggaran Subdirektorat. f. Pasal 223 Subdirektorat Terapan Teknologi Tepat Guna terdiri atas: a. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan teknologi tepat guna. 191 . menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang pengembangan dan penyebarluasan terapan teknologi tepat guna. penyiapan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan teknologi tepat guna. dan b. dan d. menyusun konsep norma. Seksi Pengembangan Teknologi Tepat Guna.Pasal 222 Uraian tugas Subdirektorat Terapan Teknologi Tepat Guna sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220 dan Pasal 221. penyusunan norma. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengembangan dan penyebarluasan terapan teknologi tepat guna. Pasal 226 Uraian tugas Seksi Pengembangan Teknologi Tepat Guna sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224 dan Pasal 225.

standar. menyiapkan bahan penyusunan norma. b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang penyebarluasan teknologi tepat guna. dan kerjasama antar lembaga. prosedur. f. dan kriteria di bidang penyebarluasan teknologi tepat guna. Pasal 228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengembangan teknologi tepat guna. Pasal 229 Uraian tugas Seksi Penyebarluasan Teknologi Tepat Guna sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227 dan Pasal 228. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyebarluasan teknologi tepat guna. standar. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang penyebarluasan teknologi tepat guna. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyebarluasan teknologi tepat guna. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyebarluasan teknologi tepat guna. prosedur. penyusunan norma. f. Seksi Penyebarluasan Teknologi Tepat Guna menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. c. menyiapkan bahan penyusunan konsep kerjasama di bidang pengembangan teknologi tepat guna. prosedur. antara lain sebagai berikut: a. prosedur. d. dan g. standar. 192 . menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penyebarluasan teknologi tepat guna. e. d. dan kriteria di bidang penyebarluasan teknologi tepat guna. c. standar. standar. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyebarluasan teknologi tepat guna. e. menyiapkan bahan penyusunan konsep kerjasama di bidang penyebarluasan teknologi tepat guna. Pasal 227 Seksi Penyebarluasan Teknologi Tepat Guna mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan penyusunan norma. Pasal 230 Subdirektorat Pemberdayaan Pendampingan dan Kerjasama Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria pengembangan teknologi tepat guna. c. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan pendampingan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyebarluasan teknologi tepat guna. pelaksanaan kebijakan.b. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengembangan teknologi tepat guna. dan g. pelaksanaan kebijakan. b. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan tekologi tepat guna.

c. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan pendampingan. f. Seksi Pemberdayaan Pendampingan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kerjasama Antar Lembaga. menyusun Laporan Bulanan. menyusun konsep bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan pendampingan dan kerjasama antar lembaga. e. dan kriteria di bidang pemberdayaan pendampingan dan kerjasama antar lembaga. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemberdayaan pendampingan dan kerjasama antar lembaga. Subdirektorat Pemberdayaan Pendampingan dan Kerjasama Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. penyusunan norma. b. Seksi Pemberdayaan Pendampingan. dan i. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan pendampingan dan kerjasama antar lembaga. Triwulan. Pasal 232 Uraian tugas Subdirektorat Pemberdayaan Pendampingan dan Kerjasama Antar Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230 dan Pasal 231. g. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang pemberdayaan pendampingan dan kerjasama antar lembaga. standar. dan kriteria di bidang pemberdayaan pendampingan dan kerjasama antar lembaga. prosedur.Pasal 231 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemberdayaan pendampingan dan kerjasama antar lembaga. dan Tahunan Subdirektorat. dan b. dan d. prosedur. antara lain sebagai berikut: a. d. standar. b. Pasal 235 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 234. h. penyiapan bahan penyusunan norma. menyusun konsep norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemberdayaan pendampingan. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang pemberdayaan pendampingan dan kerjasama antar lembaga. standar. c. pelaksanaan kebijakan. program dan anggaran Subdirektorat. 193 . mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. Pasal 233 Subdirektorat Pemberdayaan Pendampingan dan Kerjasama Antar Lembaga terdiri atas: a. menyusun rencana. Pasal 234 Seksi Pemberdayaan Pendampingan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

c. d. penyiapan bahan penyusunan norma. e. dan kriteria di bidang pemberdayaan pendampingan. standar. Pasal 236 Uraian tugas Seksi Pemberdayaan Pendampingan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 234 dan Pasal 235. Seksi Kerjasama Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang kerjasama antar lembaga. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang kerjasama antar lembaga. dan d. f. dan d. Pasal 239 Uraian tugas Seksi Kerjasama Antar Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 237 dan Pasal 238. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemberdayaan pendampingan. standar. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama antar lembaga. pelaksanaan kebijakan. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang kerjasama antar lembaga. Pasal 238 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 237. b.b. c. dan g. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pemberdayaan pendampingan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. antara lain sebagai berikut: a. standar. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemberdayaan pendampingan. dan kriteria di bidang pemberdayaan pendampingan. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama antar lembaga. prosedur. b. penyusunan norma. 194 . dan kriteria di bidang kerjasama antar lembaga. menyiapkan bahan penyusunan norma. b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan f. Pasal 237 Seksi Kerjasama Antar Lembaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pemberdayaan pendampingan. c. c. menyiapkan bahan penyusunan konsep kerjasama di bidang pemberdayaan pendampingan. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama antar lembaga. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama antar lembaga. prosedur. d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama antar lembaga. standar. prosedur. standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama antar lembaga. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pemberdayaan pendampingan. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan pendampingan.

melaksanakan administrasi kepegawaian Direktorat. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Direktorat. melaksanakan penatausahaan barang milik/kekayaan negara (BMN) Direktorat. antara lain sebagai berikut: a. b. analisis dan perizinan sektor jasa. pengurusan administrasi kepegawaian Direktorat. pelaksanaan kebijakan. e. penyiapan administrasi keuangan Direktorat. k. g. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Direktorat. f. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Direktorat. Bagian Keenam Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing Pasal 243 Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. c. mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Direktorat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat. dan rumah tangga Direktorat. b. i. Pasal 242 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240 dan Pasal 241. mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Direktorat. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Direktorat. melaksanakan administrasi keuangan Direktorat. keuangan. Pasal 241 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240. ketatausahaan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang analisis dan perizinan sektor industri. analisis dan perizinan sektor jasa serta pengendalian dan kerjasama kelembagaan. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL) Direktorat. l. standardisasi serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis dan perizinan sektor industri. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Direktorat.Pasal 240 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. 195 . e. m. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Direktorat. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. j. d. h. Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Triwulan. dan n. urusan kepegawaian. c. Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja K/L Direktorat. d. serta pengendalian dan kerjasama kelembagaan. Semester dan Tahunan Direktorat. menyusun laporan Bulanan.

melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pengendalian penggunaan tenaga kerja asing dan kerjasama kelembagaan. b. menyiapkan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan perijinan tenaga kerja asing sektor industri dan jasa. 196 . mengkoordinasikan penyusunan program dan anggaran Direktorat. standar. prosedur. Subdirektorat Analisis dan Perizinan Sektor Jasa. l. menyiapkan perumusan kebijakan di bidang analisis dan perijinan tenaga kerja asing sektor industri dan jasa. penyusunan norma. c. g. m. Subdirektorat Analisis dan Perizinan Sektor Industri. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. antara lain sebagai berikut : a. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. menyusun Rencana Strategis Direktorat. penyiapan penyusunan norma. d. k. dan Subagian Tata Usaha. Pasal 247 Subdirektorat Analisis dan Perizinan Sektor Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang rencana penggunaan. prosedur. i. h. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Direktorat. Triwulan dan Tahunan Direktorat. mengkoordinasikan kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan perijinan tenaga kerja asing sektor industri dan jasa. j. prosedur. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis dan perizinan sektor industri. standar. f. b.b. pengendalian penggunaan tenaga kerja asing dan kerjasama kelembagaan. analisis dan perizinan sektor jasa serta pengendalian dan kerjasama kelembagaan. pelaksanaan kebijakan. dan e. Pasal 245 Uraian tugas Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243 dan Pasal 244. d. Subdirektorat Pengendalian dan Kerjasama Kelembagaan. Pasal 246 Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing terdiri atas: a. menyusun Penetapan Kinerja Direktorat. dan kriteria di bidang analisis dan perijinan tenaga kerja asing sektor industri dan jasa. mengkoordinasikan pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang analisis dan perijinan tenaga kerja asing sektor industri dan jasa. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan perizinan sektor industri. analisis dan perizinan sektor jasa serta pengendalian dan kerjasama kelembagaan. dan izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor industri. pengendalian penggunaan tenaga kerja asing dan kerjasama kelembagaan. menyusun LAKIP Direktorat. pengendalian penggunaan tenaga kerja asing dan kerjasama kelembagaan. c. menyusun Laporan Bulanan. pengendalian penggunaan tenaga kerja asing dan kerjasama kelembagaan. analisis dan perizinan sektor jasa serta pengendalian dan kerjasama kelembagaan. mengarahkan penyusunan norma. d. standar. dan kriteria di bidang analisis dan perizinan sektor industri.

prosedur. penyusunan norma. b. Seksi Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing Sektor Industri menyelenggarakan fungsi: a. b. b. d. 197 . g. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana penggunaan dan izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor industri. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rencana penggunaan tenaga kerja asing sektor industri. dan kriteria di bidang rencana penggunaan dan izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor industri. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Analisis dan Perizinan Sektor Industri menyelengarakan fungsi: a. program dan anggaran Subdirektorat. di bidang rencana penggunaan dan izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor industri. prosedur. Pasal 251 Seksi Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang rencana penggunaan dan izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor industri.dan kriteria. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang rencana penggunaan tenaga kerja asing sektor industri. Pasal 252 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 251. h. standar. pelaksanaan kebijakan. e. Seksi Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing Sektor Industri. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang rencana penggunaan dan izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor industri. menyusun Laporan Bulanan. antara lain sebagai berikut: a. c. Seksi Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing Sektor Industri.Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. dan b. menyusun rencana. dan Tahunan Subdirektorat. Pasal 250 Subdirektorat Analisis dan Perizinan Sektor Industri terdiri atas: a. Pasal 249 Uraian tugas Subdirektorat Analisis dan Perijinan sektor Industri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247 dan Pasal 248. standar. dan d. f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Triwulan. dan i. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana penggunaan tenaga kerja asing sektor industri. menyusun konsep norma. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang rencana penggunaan dan izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor industri. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang rencana penggunaan dan izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor industri. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rencana penggunaan dan izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor industri. c.

dan kriteria di bidang izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor Industri. d. 198 . antara lain sebagai berikut: a. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor industri. dan d. Seksi Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing Sektor Industri menyelenggarakan fungsi: a. standar. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor Industri. Pasal 253 Uraian tugas Seksi Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing Sektor Industri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 251 dan Pasal 252. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor Industri. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor Industri. prosedur. standar. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor Industri. prosedur. Pasal 256 Uraian tugas Seksi Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254 dan Pasal 255.c. d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. standar. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor Industri. dan f. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang rencana penggunaan tenaga kerja asing sektor Industri. menyiapkan bahan penyusunan norma. di bidang rencana penggunaan tenaga kerja asing sektor Industri. b. e. c. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana penggunaan tenaga kerja asing sektor Industri. prosedur. dan kriteria di bidang rencana penggunaan tenaga kerja asing sektor Industri. pelaksanaan kebijakan. c. menyiapkan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang rencana penggunaan tenaga kerja asing sektor Industri. standar. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang rencana penggunaan tenaga kerja asing sektor Industri. b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor Industri. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor Industri. dan kriteria di bidang izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor Industri. standar. dan f. dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang rencana penggunaan tenaga kerja asing sektor Industri. penyusunan norma. b. prosedur. dan kriteria. e. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 254 Seksi Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing Sektor Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma.

dan Tahunan Subdirektorat. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rencana penggunaan dan izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor jasa. b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang rencana penggunaan dan izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor jasa. h. pelaksanaan kebijakan. e. 199 . standar. prosedur. Pasal 259 Uraian tugas Subdirektorat Analisis dan Perijinan Sektor Jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 257dan Pasal 258 antara lain sebagai berikut : a. i. program dan anggaran Subdirektorat. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang rencana penggunaan. Subdirektorat Analisis dan Perizinan Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. standar. Pasal 261 Seksi Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. c. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang rencana penggunaan dan izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor jasa. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang rencana penggunaan tenaga kerja asing sektor jasa. menyusun Laporan Bulanan. Pasal 258 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 257. f. pelaksanaan kebijakan. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. dan kriteria di bidang rencana penggunaan dan izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor jasa. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. b. penyusunan norma. menyusun rencana. penyusunan norma. menyusun konsep penyusunan norma. dan izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor jasa. standar. prosedur. Seksi Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing Sektor Jasa.Pasal 257 Subdirektorat Analisis dan Perizinan Sektor Jasa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. dan b. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana penggunaan dan izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor jasa. c. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang rencana penggunaan dan izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor jasa. g. dan kriteria di bidang rencana penggunaan dan izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor jasa. Seksi Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing Sektor Jasa. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang rencana penggunaan dan izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor jasa. Pasal 260 Subdirektorat Analisis dan Perizinan Sektor Jasa terdiri atas: a. dan d. Triwulan.

penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor jasa. standar. b. antara lain sebagai berikut: a. c. Pasal 264 Seksi Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing Sektor Jasa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. d. penyiapan bahan penyusunan standar. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang rencana penggunaan tenaga kerja asing sektor jasa. prosedur. dan kriteria di bidang rencana penggunaan tenaga kerja asing sektor jasa. c. antara lain sebagai berikut: a. e. Seksi Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor jasa. Pasal 263 Uraian tugas Seksi Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing Sektor Jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 261dan Pasal 262. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rencana penggunaan tenaga kerja asing sektor jasa. dan prosedur di bidang rencana penggunaan tenaga kerja asing sektor jasa. dan f. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana penggunaan tenaga kerja asing sektor jasa. menyiapkan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor jasa. Pasal 266 Uraian tugas Seksi Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing Sektor Jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 dan Pasal 265. standar. kriteria. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang rencana penggunaan tenaga kerja asing sektor jasa. b. Pasal 265 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264. dan d. norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor jasa. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang rencana penggunaan tenaga kerja asing sektor jasa. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Seksi Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing Sektor Jasa menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang rencana penggunaan tenaga kerja asing sektor jasa. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana penggunaan tenaga kerja asing sektor jasa. penyusunan norma. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor jasa. pelaksanaan kebijakan. dan d. standar. dan kriteria di bidang izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor jasa. c. b. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. 200 .Pasal 262 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 261. pedoman.

prosedur. c. dan kerjasama kelembagaan. e. standar. program dan anggaran Subdirektorat. dan kerjasama kelembagaan. dan kerjasama kelembagaan. f. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. standar. prosedur. antara lain sebagai berikut: a. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 269 Uraian tugas Subdirektorat Pengendalian dan Kerjasama Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 267 dan Pasal 268. b. d. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor jasa. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. dan d. dan Tahunan Subdirektorat. 201 . c. menyusun Laporan Bulanan. dan kerjasama kelembagaan. dan kerjasama kelembagaan. i. dan kriteria di bidang pengendalian penggunaan tenaga kerja asing.b. dan kriteria pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. menyusun konsep penyusunan norma. b. Subdirektorat Pengendalian dan Kerjasama Kelembagaan menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor jasa. Seksi Pengendalian. d. dan kerjasama kelembagaan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. standar. dan f. h. dan b. menyusun rencana. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. prosedur. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. Seksi Kerjasama Kelembagaan. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor jasa. e. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. dan kerjasama kelembagaan. Pasal 268 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 267. prosedur. penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. Pasal 270 Subdirektorat Pengendalian dan Kerjasama Kelembagaan terdiri atas: a. dan kerjasama kelembagaan. dan kerjasama kelembagaan. menyiapkan bahann pemantauan dan evaluasi di bidang izin mempekerjakan tenaga kerja asing sektor jasa. Pasal 267 Subdirektorat Pengendalian dan Kerjasama Kelembagaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. g. menyiapkan bahan penyusunan norma. standar. c. Triwulan.

b. penyusunan norma. dan d. b. dan f. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. Pasal 274 Seksi Kerjasama Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. pelaksanaan kebijakan. c. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. c. b. menyiapkan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 272 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 271. dan kriteria di bidang kerjasama kelembagaan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama kelembagaan.Pasal 271 Seksi Pengendalian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. antara lain sebagai berikut: a. penyusunan norma. prosedur. prosedur. prosedur. c. dan kriteria di bidang pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. prosedur. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. standar. 202 . standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama kelembagaan. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama kelembagaan. Seksi Kerjasama Kelembagaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 273 Uraian tugas Seksi Pengendalian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 271 dan Pasal 272. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. prosedur. dan d. Seksi Pengendalian menyelenggarakan fungsi: a. e. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama kelembagaan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 275 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 274. standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengendalian penggunaan tenaga kerja asing. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengendalian penggunaan tenaga kerja asing.

b.Pasal 276 Uraian tugas Seksi Kerjasama Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 274 dan Pasal 275. e. c. f. b. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Direktorat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat. d. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama kelembagaan. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL) Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja K/L Direktorat. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Direktorat. standar. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Direktorat. dan n. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Direktorat. c. k. menyiapkan bahan penyusunan norma. Pasal 279 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277 dan Pasal 278. e. m. penyiapan administrasi keuangan Direktorat. dan f. antara lain sebagai berikut: a. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria di bidang kerjasama kelembagaan. dan rumah tangga Direktorat. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Direktorat. j. e. ketatausahaan. 203 . urusan kepegawaian. melaksanakan penatausahaan barang milik/kekayaan negara (BMN) Direktorat. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. antara lain sebagai berikut: a. d. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Direktorat. b. menyusun laporan bulanan. h. semester dan tahunan Direktorat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. i. prosedur. keuangan. melaksanakan administrasi kepegawaian Direktorat. Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. g. l. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang kerjasama kelembagaan. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang kerjasama kelembagaan. melaksanakan administrasi keuangan Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Direktorat. c. triwulan. pengurusan administrasi kepegawaian Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Direktorat. Pasal 277 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama kelembagaan.

MMA. NIP 19541204 198212 1 001 204 . IR. MUCHTAR LUTHFIE. MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI SEKRETARIS JENDERAL. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 10 Oktober 2011 a.BAB III KETENTUAN PENUTUP Pasal 280 Lampiran Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. DR.n.

serta pencegahan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial. kelembagaan dan pemasyarakatan hubungan industrial. pengupahan dan jaminan sosial tenaga kerja. standar. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja meliputi persyaratan kerja. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. dan e. Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. serta pencegahan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial. DAN URAIAN TUGAS Pasal 1 Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja meliputi persyaratan kerja. antara lain sebagai berikut: a. pengupahan dan jaminan sosial tenaga kerja. kelembagaan dan pemasyarakatan hubungan industrial. FUNGSI. menyiapkan bahan rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) dan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. kelembagaan dan pemasyarakatan hubungan industrial. DAN URAIAN TUGAS UNIT KERJA DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DAN JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA BAB I TUGAS. pengupahan dan jaminan sosial tenaga kerja. pengupahan dan jaminan sosial tenaga kerja. 205 . c.LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R. 402/MEN-SJ/X/2011 TANGGAL : 10 Oktober 2011 TUGAS. NOMOR : KEP.I. dan kriteria di bidang pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja meliputi persyaratan kerja. penyusunan norma. serta pencegahan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial. kelembagaan dan pemasyarakatan hubungan industrial. FUNGSI. prosedur. serta pencegahan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Pasal 2 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1. d. Pasal 3 Uraian tugas Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 2. perumusan kebijakan di bidang pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja meliputi persyaratan kerja.

memantau pelaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. menyusun Renja K/L Ditjen dan menyiapkan penyusunan Renja Kementerian. membina pelaksanaan pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. membina pelaksanaan kegiatan jabatan fungsional. d. prosedur dan kriteria pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. merumuskan perumusan norma. menyusun RKT Ditjen dan menyiapkan RKT Kementerian. Triwulan. Sekretariat Direktorat Jenderal. l. mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan bidang pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial ketenagakerjaan dengan instansi terkait. menyusun Laporan Bulanan. 206 . Direktorat Persyaratan Kerja. Bagian Kesatu Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 5 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal.b. h. s. Kesejahteraan dan Analisis Diskriminasi. r. o. Semester dan Tahunan Ditjen dan menyiapkan bahan Laporan Bulanan. g. Triwulan. melaksanakan evaluasi kebijakan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. f. menyiapkan bahan rencana kerja pemerintah (RKP) di bidang pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. m. menyusun Renstra Ditjen dan menyiapkan penyusunan Renstra Kementerian. menyusun Program Kerja dan Renlakgiat Ditjen dan menyiapkan penyusunan Program Kerja dan Renlakgiat Kementerian. q. d. k. p. c. dan Direktorat Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. c. j. menyusun RKA-KL Ditjen dan menyiapkan penyusunan RKA-KL Kementerian. b. n. membina pelaksanaan kegiatan administrasi Ditjen. e. membina kerjasama dengan instansi terkait dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal. Direktorat Pengupahan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja terdiri atas: a. Semester dan Tahunan Kementerian di bidang pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. e. i. menyusun Penetapan Kinerja Ditjen. standar. Direktorat Kelembagaan dan Pemasyarakatan Hubungan Industrial. melaksanakan bimbingan teknis bidang pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. dan t. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Menteri. menyusun LAKIP Ditjen dan menyiapkan bahan LAKIP Kementerian di bidang pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja.

n. Triwulan. menyiapkan bahan penyusunan konsep rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. mengkoordinasikan pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Direktorat Jenderal. i. organisasi dan tata laksana. program dan anggaran. koordinasi dan penyusunan rencana. l. m. p. menyusun Renja K/L Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan Renja Ditjen. 207 . pelaksanaan urusan kepegawaian. b. Triwulan. t. dan u. penyajian data dan informasi serta evaluasi dan pelaporan. menyiapkan penyusunan konsep rencana kerja pemerintah (RKP) di bidang pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. Pasal 7 Uraian tugas Sekretaris Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan Pasal 6. c. o. h. Semester. mengkoordinasikan pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian Ditjen. pelaksanaan urusan keuangan.Pasal 6 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. s. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan Sekretariat Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. dan Tahunan Setditjen dan menyiapkan bahan Laporan Bulanan. menyusun Penetapan Kinerja Setditjen. mengkoordinasikan urusan organisasi dan tata laksana Ditjen. mengkoordinasikan penyajian data dan informasi serta evaluasi dan pelaporan Direktorat Jenderal. b. dan Tahunan Ditjen. menyusun LAKIP Setditjen dan menyiapkan bahan LAKIP Ditjen. g. menyusun RKT Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan RKT Ditjen. c. dan e. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan penyusunan peraturan perundang-undangan. mengkoordinasikan penyusunan peraturan perundang-undangan Direktorat Jenderal. perlengkapan. q. rumah tangga. prosedur dan kriteria bidang pembinaan hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja. pelaksanaan urusan tata usaha. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. d. standar. menyusun RKA-KL Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan RKA-KL Ditjen. mengkoordinasikan pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. menyusun Program Kerja dan Renlakgiat Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan Program Kerja dan Renlakgiat Ditjen. k. mengkoordinasikan penyusunan norma. menyusun Laporan Bulanan. j. menyusun Renstra Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan Renstra Ditjen. f. e. arsip dan dokumentasi Direktorat Jenderal. dan pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri. mengkoordinasikan pelaksanaan urusan keuangan Ditjen. r. Semester. menyusun konsep pembinaan jabatan fungsional. d.

melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan penyusunan RKA-KL Setditjen dan Ditjen. menyiapkan penyusunan Penetapan Kinerja Setditjen dan Ditjen. Triwulan. pengelolaan. penyajian data dan informasi serta evaluasi dan penyusunan laporan. Subbagian Data dan Informasi. menyiapkan penyusunan Program Kerja dan Renlakgiat Setditjen dan Ditjen. c. dan c. d. k. menyiapkan penyusunan Renja K/L Setditjen dan Ditjen. l. Evaluasi dan Pelaporan. h. b. program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. Pasal 9 Bagian Program. dan n. menyiapkan penyusunan LAKIP Setditjen dan mengkoordinir penyusunan LAKIP Ditjen. f. i. Triwulan. dan Tahunan Bagian dan menyiapkan bahan Laporan Bulanan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Evaluasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dan Pasal 10. menyusun Laporan Bulanan. Semester. 208 . b. antara lain sebagai berikut: a. d. Bagian Program. Bagian Hukum dan Kerjasama Luar Negeri. j. pengelolaan. Pasal 11 Uraian tugas Bagian Program.Pasal 8 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. menyiapkan pengendalian pelaksanaan program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. Semester dan Tahunan Setditjen dan Ditjen. g. dan Bagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. penyiapan pemantauan. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. menyiapkan penyusunan rencana. c. menyiapkan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. b. Bagian Keuangan. menyiapkan penyusunan RKT Setditjen dan Ditjen. Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 12 Bagian Program. Bagian Program. menyiapkan penyusunan Renstra Setditjen dan Ditjen. menyiapkan penyusunan pengelolaan dan penyajian data dan informasi Direktorat Jenderal. program dan anggaran. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Bagian. penyajian data dan informasi. penyiapan penyusunan rencana. b. dan c. evaluasi program dan anggaran serta penyusunan laporan. e. Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas: a. m. program dan anggaran.

antara lain sebagai berikut: a. program dan anggaran. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Subbagian. menyusun bahan laporan kegiatan Subbagian. Pasal 18 Uraian tugas Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan Pasal 17. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan penyusunan konsep rencana. menyiapkan bahan RKA-KL Setditjen. menyiapkan bahan kebijakan pimpinan (DPR dan Rapim). menyiapkan bahan penyajian data dan informasi Setditjen dan Ditjen. g. menyiapkan bahan pemutakhiran data dan informasi Setditjen dan Ditjen.Pasal 13 Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. b. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Subbagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan l. penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi Setditjen dan Ditjen. menyiapkan bahan Renja K/L Setditjen. menyiapkan bahan penyusunan program dan anggaran pusat dan daerah. i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan Pasal 16 Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. menyiapkan bahan Renstra Setditjen. program dan anggaran Setditjen dan Ditjen h. Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. penyiapan bahan penyusunan program dan anggaran pusat dan daerah. j. menyiapkan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Setditjen. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Subbagian. Pasal 15 Uraian tugas Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 dan Pasal 14. menyiapkan bahan RKT Setditjen. e. Pasal 14 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13. 209 . program dan anggaran Setditjen dan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan penyajian data dan informasi Setditjen dan Ditjen. menyiapkan bahan penyusunan rencana. dan b. f. b. menyiapkan bahan Penetapan Kinerja Setditjen. k. d. b. menyiapkan bahan pengelolaan data dan informasi Setditjen dan Ditjen. menyiapkan bahan revisi program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. dan c. d. f. program dan anggaran. c. penyajian data dan informasi. penyiapan bahan penyajian rencana. c. e.

menyusun hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran Ditjen. Pasal 20 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. evaluasi dan penyusunan laporan. g. penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan program/kegiatan Setditjen dan Ditjen. pelaksanaan urusan anggaran.Pasal 19 Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. b. d. d. melakukan penelaahan dan penyusunan konsep usulan revisi POK-DIPA Ditjen. c. menyusun pedoman pelaksanaan anggaran Ditjen. pengujian SPP. menyiapkan bahan penyusunan laporan bulanan dan tahunan Setditjen dan Ditjen. Pasal 24 Uraian tugas Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 dan Pasal 23. e. Pasal 23 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22. melakukan bimbingan teknis pengelolaan keuangan dan SAPP. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program/kegiatan Setditjen dan Ditjen. f. b. menyiapkan konsep usulan pengelolaan POK-DIPA Ditjen. pelaksanaan urusan perbendaharaan. 210 . menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program/kegiatan Setditjen dan Ditjen. menyusun laporan pelaksanaan POK-DIPA Ditjen. pelaksanaan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan. h. menyiapkan bahan pengukuran pencapaian sasaran program Setditjen dan Ditjen. antara lain sebagai berikut: a. dan e. melaksanakan pengujian SPP dan penerbitan SPM Ditjen. pengujian SPP. menyiapkan bahan penyusunan LAKIP Setditjen. dan c. b. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 21 Uraian Tugas Subbagian Evaluasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 dan Pasal 20. dan b. c. dan penerbitan SPM Direktorat Jenderal. dan penerbitan SPM serta tata usaha keuangan. melaksanakan urusan perbendaharaan dan penatausahaan administrasi keuangan. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 22 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan keuangan.

penyiapan bahan pengujian SPP dan penerbitan SPP. Subbagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. menyusun laporan kegiatan Bulanan dan Tahunan Bagian. pelaksanaan tata usaha keuangan. Pasal 28 Uraian tugas Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 dan Pasal 27. dan SRAA serta Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. c. h. Subbagian Perbendaharaan. penyiapan bahan perbendaharaan. menyiapkan bahan penyerapan hasil pelaksanaan POK-DIPA Ditjen. menyiapkan bahan evaluasi POK DIPA. penyiapan bahan pelaksanaan anggaran Ditjen. dan i. Pasal 30 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29. Pasal 29 Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. dan c. Semester dan Tahunan Ditjen. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Bagian. dan c. j. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran Ditjen. serta tata usaha keuangan. Semester dan Tahunan Setditjen dan menyiapkan bahan laporan keuangan Bulanan. Triwulan. k. dan penerbitan SPM. Pasal 26 Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan anggaran. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. d. antara lain sebagai berikut: a. 211 . b. e. pengujian SPP. b. Subbagian Akuntansi dan Laporan Keuangan. Subbagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 27 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26. menyiapkan bahan penyusunan laporan kegiatan bulanan dan tahunan Subbagian. f.i. penyusunan dan revisi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis POK-DIPA Ditjen. l. menyiapkan bahan penyusunan pedoman pelaksanaan anggaran Ditjen. dan c. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Triwulan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. menyusun Laporan keuangan Bulanan. b. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subbagian. g. Pasal 25 Bagian Keuangan terdiri atas: a. menyiapkan bahan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis POKDIPA Ditjen. penyiapan bahan penelaahan revisi POK-DIPA Ditjen. b. menyiapkan bahan telaah dan usulan revisi POK-DIPA Ditjen.

antara lain sebagai berikut: a. d. serta pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subbagian. d. b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan pengujian SPP dan penerbitan SPM keuangan. c. e. penyiapan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. dan penyusunan laporan keuangan. petunjuk pelaksanaan. penyiapan bahan akuntansi Ditjen. menyiapkan bahan pembinaan akuntansi keuangan Ditjen. menyiapkan bahan pembinaan pengelolaan perbendaharaan. Subbagian Akuntansi dan Laporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan bimbingan teknis SAI Ditjen. b.Pasal 31 Uraian tugas Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dan Pasal 30. Pasal 35 Bagian Hukum dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi teknis penyusunan peraturan perundang-undangan. menyiapkan bahan pedoman dan petunjuk serta pengelolaan keuangan. c. b. c. dan g. Pasal 34 Uraian tugas Subbagian Akuntansi dan Laporan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 dan Pasal 33. f. menyiapkan bahan laporan realisasi anggaran dan keuangan Ditjen. menyiapkan bahan rekonsiliasi laporan realisasi anggaran Ditjen. dan h. menyiapkan bahan laporan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) Ditjen. penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan Ditjen. Pasal 32 Subbagian Akuntansi dan Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akuntansi. menyiapkan bahan penyelesaian Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (TLLHP). menyiapkan bahan koordinasi penyusunan laporan keuangan Ditjen. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subbagian. Pasal 33 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32. dan penyiapan bahan penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran. d. dan petunjuk teknis. menyiapkan bahan perbendaharaan keuangan di lingkungan Ditjen. f. 212 . g. e.

Pasal 36
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35, Bagian Hukum
dan Kerjasama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan koordinasi teknis penyusunan peraturan perundang-undangan,
petunjuk pelaksanaan, dan petunjuk teknis di lingkungan Direktorat Jenderal; dan
b. penyiapan bahan pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri di lingkungan
Direktorat Jenderal.
Pasal 37
Uraian tugas Bagian Hukum dan Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 35 dan Pasal 36, antara lain sebagai berikut:
a. menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan di lingkungan Ditjen;
b. menyiapkan rancangan petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis
(Juknis) di lingkungan Ditjen;
c. menyusun konsep pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri;
d. menyusun laporan pelaksanaan kegiatan Bagian;
e. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Bagian;
f. menyusun laporan kegiatan Bulanan dan Tahunan Bagian; dan
g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 38
Bagian Hukum dan Kerjasama Luar Negeri terdiri atas:
a. Subbagian Hukum; dan
b. Subbagian Kerjasama Luar Negeri.
Pasal 39
Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi teknis
penyusunan peraturan perundang-undangan, petunjuk pelaksanaan, dan petunjuk
teknis di lingkungan Direktorat Jenderal.
Pasal 40
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39, Subbagian
Hukum menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan; dan
b. penyiapan bahan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis di
lingkungan Ditjen.
Pasal 41
Uraian tugas Subbagian Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 dan Pasal
40, antara lain sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan rancangan peraturan perundang-undangan;
b. menyiapkan bahan rancangan petunjuk pelaksanaan sebagai pelaksanaan
peraturan perundang-undangan;
c. menyiapkan bahan sosialisasi peraturan perundang-undangan di lingkungan
Ditjen;
d. menyiapkan bahan penelaahan dan evaluasi peraturan perundang-undangan;
dan
e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

213

Pasal 42
Subbagian Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal.
Pasal 43
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42, Subbagian
Kerjasama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri;
b. penyiapan bahan penyusunan pedoman kerjasama luar negeri di lingkungan
Ditjen PHI dan Jamsos; dan
c. penyiapan bahan pengendalian pelaksanaan kerjasama luar negeri di lingkungan
Ditjen PHI dan Jamsos.
Pasal 44
Uraian tugas Subbagian Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 42 dan Pasal 43, antara lain sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri;
b. menyiapkan bahan penyusunan pedoman kerjasama luar negeri di lingkungan
Ditjen;
c. menyiapkan bahan pengendalian pelaksanaan kerjasama luar negeri di
lingkungan Ditjen;
d. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi kerjasama luar negeri; dan
e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 45
Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan
administrasi kepegawaian, penyusunan organisasi dan tata laksana, tata usaha,
rumah tangga, dan perlengkapan serta arsip dan dokumentasi Direktorat Jenderal.
Pasal 46
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45, Bagian
Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi:
a.
b.
c.
d.
e.

pelaksanaan urusan kepegawaian;
penyiapan penyusunan organisasi dan tata laksana;
pelaksanaan urusan tata usaha;
pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan; dan
pelaksanaan urusan arsip dan dokumentasi.
Pasal 47

Uraian tugas Bagian Kepegawaian dan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal
45 dan Pasal 46, antara lain sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

menyusun perencanaan kebutuhan pegawai di lingkungan Ditjen;
menyusun perencanaan pengembangan pegawai di lingkungan Ditjen;
menyusun perencanaan mutasi pegawai di lingkungan Ditjen;
menyiapkan rancangan pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Ditjen;
menyiapkan bahan penyusunan organisasi dan tatalaksana Ditjen;
menyusun perencanaan kebutuhan kerumahtanggaan dan perlengkapan Ditjen;
menyusun perencanaan penghapusan barang milik/kekayaan negara;
menyiapkan rancangan administrasi persuratan dan pelaksanaan kearsipan;
melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Bagian;
menyusun laporan kegiatan Bulanan dan Tahunan Bagian; dan
melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

214

Pasal 48
Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas:
a. Subbagian Kepegawaian dan Organisasi; dan
b. Subbagian Umum.
Pasal 49
Subbagian Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melakukan urusan
administrasi kepegawaian serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan tata
laksana.
Pasal 50
Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 49, Subbagian
Kepegawaian dan Organisasi mempunyai fungsi:
a.
b.
c.
d.

penyiapan bahan kelembagaan;
penyiapan bahan ketatalaksanaan;
penyiapan bahan pengembangan pegawai; dan
penyiapan bahan urusan administrasi kepegawaian.
Pasal 51

Uraian tugas Subbagian Kepegawaian dan Organisasi sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 49 dan Pasal 50, antara lain sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan penyusunan organisasi di lingkungan Ditjen;
b. menyiapkan bahan penyusunan ketatalaksanaan di lingkungan Ditjen;
c. menyiapkan bahan usulan perencananaan diklat pegawai, penghargaan pegawai,
KP serta KGB pegawai di lingkungan Ditjen;
d. menyiapkan bahan usulan seleksi calon peserta diklat, ujian dinas dan
Baperjakat;
e. menyiapkan bahan izin belajar bagi pegawai di lingkungan Ditjen;
f. menyiapkan bahan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Ditjen;
g. menyiapkan bahan pembinaan disipilin dan mental pegawai di lingkungan Ditjen;
h. menyiapkan bahan usulan pengangkatan dan mutasi pegawai di lingkungan
Ditjen;
i. menyiapkan bahan usulan pemberhentian dan pemensiunan pegawai di
lingkungan Ditjen; dan
j. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 52
Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha, rumah tangga,
perlengkapan dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara serta arsip dan
dokumentasi di lingkungan Direktorat Jenderal.
Pasal 53
Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 52, Subbagian
Umum menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan pengelolaan rumah tangga Ditjen;
b. penyiapan pengelolaan perlengkapan inventarisasi barang milik Negara; dan
c. penyiapan bahan persuratan kearsipan.

215

Pasal 54
Uraian tugas Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 dan Pasal
53, antara lain sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan pengelolaan urusan tata usaha Ditjen;
b. menyiapkan bahan pengurusan naskah dinas masuk dan keluar di lingkungan
Ditjen;
c. menyiapkan bahan pengurusan keamanan dan ketertiban kantor di lingkungan
Ditjen;
d. menyiapkan bahan pemeliharaan dan perbaikan sarana dan prasarana kantor;
e. menyiapkan bahan pemeliharaan, pengaturan dan penataan ruang kantor di
lingkungan Ditjen;
f. menghimpun daftar usulan kebutuhan perlengkapan Ditjen;
g. menyiapkan bahan koordinasi pelaksanaan pengadaan perlengkapan di
lingkungan Ditjen;
h. menginventarisasi barang milik/kekayaan negara di lingkungan Ditjen;
i. menyiapkan bahan pengurusan penghapusan barang milik/kekayaan negara;
j. menyiapkan bahan pengurusan penghibahan barang milik/kekayaan negara;
k. menyiapkan bahan pelaksanaan pengarsipan surat dan pendokumentasian;
l. menyusun laporan kegiatan Subbagian; dan
m. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Bagian Kedua
Direktorat Persyaratan Kerja, Kesejahteraan, dan Analisis Diskriminasi
Pasal 55
Direktorat Persyaratan Kerja, Kesejahteraan, dan Analisis Diskriminasi mempunyai
tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
standardisasi serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peraturan
perusahaan dan perjanjian kerja bersama, perjanjian kerja, kesejahteraan pekerja,
dan analisis diskriminasi syarat kerja.
Pasal 56
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55, Direktorat
Persyaratan Kerja, Kesejahteraan, dan Analisis Diskriminasi menyelenggarakan
fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang peraturan perusahaan dan perjanjian
kerja bersama, perjanjian kerja, kesejahteraan pekerja, dan analisis diskriminasi
syarat kerja;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang peraturan perusahaan dan perjanjian
kerja bersama, perjanjian kerja, kesejahteraan pekerja, dan analisis diskriminasi
syarat kerja;
c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang
peraturan perusahaan dan perjanjian kerja bersama, perjanjian kerja,
kesejahteraan pekerja, dan analisis diskriminasi syarat kerja;
d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peraturan
perusahaan dan perjanjian kerja bersama, perjanjian kerja, kesejahteraan
pekerja, dan analisis diskriminasi syarat kerja; dan
e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

216

Pasal 57
Uraian tugas Direktorat Persyaratan Kerja, Kesejahteraan dan Analisis Diskriminasi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 dan Pasal 56, antara lain sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.

menyusun Rencana Strategis Direktorat;
menyusun Penetapan Kinerja Direktorat;
mengkoordinasikan penyusunan program dan anggaran Direktorat;
mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Direktorat;
menyiapkan perumusan kebijakan di bidang peraturan perusahaan dan
perjanjian kerja bersama, perjanjian kerja, kesejahteraan pekerja, dan analisis
diskriminasi syarat kerja;
f. menyiapkan pelaksanaan kebijakan di bidang peraturan perusahaan dan
perjanjian kerja bersama, perjanjian kerja, kesejahteraan pekerja, dan analisis
diskriminasi syarat kerja;
g. mengarahkan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang
peraturan perusahaan dan perjanjian kerja bersama, perjanjian kerja,
kesejahteraan pekerja, dan analisis diskriminasi syarat kerja;
h. mengkoordinasikan pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang
peraturan perusahaan dan perjanjian kerja bersama, perjanjian kerja,
kesejahteraan pekerja, dan analisis diskriminasi syarat kerja;
i. mengkoordinasikan kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di
bidang peraturan perusahaan dan perjanjian kerja bersama, perjanjian kerja,
kesejahteraan pekerja, dan analisis diskriminasi syarat kerja;
j. menyusun Laporan Bulanan, Triwulan dan Tahunan Direktorat;
k. menyusun LAKIP Direktorat;
l. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat; dan
m. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 58
Direktorat Persyaratan Kerja, Kesejahteraan, dan Analisis Diskriminasi terdiri atas:
a.
b.
c.
d.
e.

Subdirektorat Peraturan Perusahaan dan Perjanjian Kerja Bersama;
Subdirektorat Perjanjian Kerja;
Subdirektorat Kesejahteraan Pekerja;
Subdirektorat Analisis Diskriminasi Syarat Kerja; dan
Subbagian Tata Usaha.
Pasal 59

Subdirektorat Peraturan Perusahaan dan Perjanjian Kerja Bersama mempunyai
tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan
kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian
bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peraturan perusahaan, dan perjanjian kerja
bersama.
Pasal 60
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, Subdirektorat
Peraturan Perusahaan dan Perjanjian Kerja Bersama menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang peraturan perusahaan dan
perjanjian kerja bersama;
b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang peraturan perusahaan dan
perjanjian kerja bersama;
c. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang
peraturan perusahaan dan perjanjian kerja bersama; dan
d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peraturan perusahaan,
dan perjanjian kerja bersama.
217

Pasal 61
Uraian tugas Subdirektorat Peraturan Perusahaan dan Perjanjian Kerja Bersama
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 dan Pasal 60, antara lain sebagai berikut:
a. menyusun rencana, program dan anggaran Subdirektorat;
b. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat;
c. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang peraturan perusahaan dan
perjanjian kerja bersama;
d. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang peraturan perusahaan dan
perjanjian kerja bersama;
e. menyusun konsep norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang peraturan
perusahaan dan perjanjian kerja bersama;
f. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang peraturan
perusahaan dan perjanjian kerja bersama;
g. melaksanakan fasilitasi pembuatan dan pengesahan peraturan perusahaan serta
perundingan pembuatan dan pendaftaran perjanjian kerja bersama;
h. menyusun Laporan Bulanan, Triwulan, dan Tahunan Subdirektorat;
i. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat;
dan
j. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 62
Subdirektorat Peraturan Perusahaan dan Perjanjian Kerja Bersama, terdiri atas:
a. Seksi Peraturan Perusahaan; dan
b. Seksi Perjanjian Kerja Bersama.
Pasal 63
Seksi Peraturan Perusahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar,
prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang
peraturan perusahaan.
Pasal 64
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63, Seksi
Peraturan Perusahaan menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang peraturan perusahaan;
b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang peraturan perusahaan;
c. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang
peraturan perusahaan;
d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi pengesahan dan pemberdayaan
peraturan perusahaan; dan
e. penyiapan bahan fasilitasi pengesahan dan pemberdayaan peraturan
perusahaan.
Pasal 65
Uraian tugas Seksi Peraturan Perusahaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63
dan Pasal 64, antara lain sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang peraturan perusahaan;
b. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang peraturan perusahaan;
c. menyiapkan bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang
peraturan perusahaan;

218

d. menyiapkan bahan mekanisme fasilitasi pengesahan dan pemberdayaan
peraturan perusahaan;
e. menyiapkan bahan fasilitasi pengesahan dan pemberdayaan peraturan
perusahaan;
f. menyiapkan bahan penyajian informasi fasilitasi pengesahan dan pemberdayaan
peraturan perusahaan;
g. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi pengesahan dan
pemberdayaan peraturan perusahaan;
h. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pelaksanaan fasilitasi
pengesahan dan pemberdayaan peraturan perusahaan; dan
i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 66
Seksi Perjanjian Kerja Bersama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar,
prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang
perjanjian kerja bersama.
Pasal 67
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66, Seksi
Perjanjian Kerja Bersama menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perjanjian kerja bersama;
b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perjanjian kerja bersama;
c. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang
perjanjian kerja bersama;
d. penyiapan bahan bimbingan teknis fasilitasi pendaftaran dan pemberdayaan
perjanjian kerja bersama; dan
e. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan fasilitasi pendaftaran
dan pemberdayaan perjanjian kerja bersama.
Pasal 68
Uraian tugas Seksi Perjanjian Kerja Bersama sebagaimana dimaksud dalam Pasal
66 dan Pasal 67, antara lain sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang perjanjian kerja bersama;
b. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perjanjian kerja bersama;
c. menyiapkan bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang
perjanjian kerja bersama;
d. menyiapkan bahan fasilitasi pendaftaran dan pemberdayaan perjanjian kerja
bersama;
e. menyiapkan bahan mekanisme fasilitasi pendaftaran dan pemberdayaan
perjanjian kerja bersama;
f. menyiapkan bahan penyajian informasi fasilitasi pendaftaran dan pemberdayaan
perjanjian kerja bersama;
g. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi pendaftaran dan
pemberdayaan perjanjian kerja bersama;
h. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pelaksanaan fasilitasi
pendaftaran dan pemberdayaan perjanjian kerja bersama; dan
i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

219

Pasal 69
Subdirektorat Perjanjian Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar,
prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang
perjanjian kerja kemaritiman, antar kerja antar daerah (AKAD) dan antar kerja antar
negara (AKAN), serta perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), perjanjian kerja waktu
tidak tertentu (PKWTT) dan perjanjian kerja perusahaan penunjang.
Pasal 70
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69, Subdirektorat
Perjanjian Kerja menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perjanjian kerja kemaritiman,
antar kerja antar daerah dan antar kerja antar negara, serta perjanjian kerja waktu
tertentu, perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan perjanjian kerja perusahaan
penunjang;
b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perjanjian kerja kemaritiman,
antar kerja antar daerah dan antar kerja antar negara, serta perjanjian kerja waktu
tertentu, perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan perjanjian kerja perusahaan
penunjang;
c. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang
perjanjian kerja kemaritiman, antar kerja antar daerah dan antar kerja antar
negara, serta perjanjian kerja waktu tertentu, perjanjian kerja waktu tidak tertentu
dan perjanjian kerja perusahaan penunjang; dan
d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perjanjian kerja
kemaritiman, antar kerja antar daerah dan antar kerja antar negara, serta
perjanjian kerja waktu tertentu, perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan perjanjian
kerja perusahaan penunjang.
Pasal 71
Uraian tugas Subdirektorat Perjanjian Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69
dan Pasal 70, antara lain sebagai berikut:
a. menyusun rencana, program dan anggaran Subdirektorat;
b. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat;
c. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang perjanjian kerja kemaritiman,
antar kerja antar daerah dan antar kerja antar negara, serta perjanjian kerja
waktu tertentu, perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan perjanjian kerja
perusahaan penunjang;
d. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang perjanjian kerja kemaritiman,
antar kerja antar daerah dan antar kerja antar negara, serta perjanjian kerja
waktu tertentu, perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan perjanjian kerja
perusahaan penunjang;
e. menyusun konsep norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang perjanjian
kerja kemaritiman, antar kerja antar daerah dan antar kerja antar negara, serta
perjanjian kerja waktu tertentu, perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan
perjanjian kerja perusahaan penunjang;
f. menyusun konsep bimbingan teknis di bidang perjanjian kerja kemaritiman, antar
kerja antar daerah dan antar kerja antar negara, serta perjanjian kerja waktu
tertentu, perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan perjanjian kerja perusahaan
penunjang;
g. melaksanakan fasilitasi pendaftaran perjanjian penyerahan sebagian
pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain;
h. menyusun Laporan Bulanan, Triwulan, dan Tahunan Subdirektorat;
i. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat;
dan
j. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
220

Pasal 72
Subdirektorat Perjanjian Kerja terdiri atas:
a. Seksi Perjanjian Kerja I; dan
b. Seksi Perjanjian Kerja II.
Pasal 73
Seksi Perjanjian Kerja I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan
kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perjanjian kerja
kemaritiman, antar kerja antar daerah dan antar kerja antar negara.
Pasal 74
Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73, Seksi
Perjanjian Kerja I menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perjanjian kerja kemaritiman,
antar kerja antar daerah dan antar kerja antar negara;
b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perjanjian kerja kemaritiman,
antar kerja antar daerah dan antar kerja antar negara;
c. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang
perjanjian kerja kemaritiman, antar kerja antar daerah dan antar kerja antar
negara; dan
d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perjanjian kerja
kemaritiman, antar kerja antar daerah dan antar kerja antar negara.
Pasal 75
Uraian tugas Seksi Perjanjian Kerja I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 dan
Pasal 74, antara lain sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang perjanjian kerja kemaritiman,
antar kerja antar daerah dan antar kerja antar negara;
b. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perjanjian kerja kemaritiman,
antar kerja antar daerah dan antar kerja antar negara;
c. menyiapkan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang
perjanjian kerja kemaritiman, antar kerja antar daerah dan antar kerja antar
negara;
d. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang perjanjian kerja
kemaritiman, antar kerja antar daerah dan antar kerja antar negara;
e. menyiapkan bahan analisis pengaturan syarat kerja perjanjian kerja kemaritiman,
antar kerja antar daerah dan antar kerja antar negara;
f. menyiapkan bahan fasilitasi pembuatan dan pendaftaran perjanjian kerja
kemaritiman, antar kerja antar daerah dan antar Negara;
g. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang perjanjian kerja
kemaritiman, antar kerja antar daerah dan antar kerja antar negara; dan
h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 76
Seksi Perjanjian Kerja II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan
kebijakan, pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan
kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perjanjian kerja
waktu tertentu, perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan perjanjian kerja perusahaan
penunjang.

221

Pasal 77
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76, Seksi
Perjanjian Kerja II menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perjanjian kerja waktu tertentu,
perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan perjanjian kerja perusahaan penunjang;
b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perjanjian kerja waktu tertentu,
perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan perjanjian kerja perusahaan penunjang;
c. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang
perjanjian kerja waktu tertentu, perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan perjanjian
kerja perusahaan penunjang; dan
d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perjanjian kerja waktu
tertentu, perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan perjanjian kerja perusahaan
penunjang.
Pasal 78
Uraian tugas Seksi Perjanjian Kerja II sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 dan
Pasal 77, antara lain sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang perjanjian kerja waktu
tertentu, perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan perjanjian kerja perusahaan
penunjang;
b. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perjanjian kerja waktu
tertentu, perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan perjanjian kerja perusahaan
penunjang;
c. menyiapkan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang
perjanjian kerja waktu tertentu, perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan
perjanjian kerja perusahaan penunjang;
d. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang perjanjian kerja
waktu tertentu, perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan perjanjian kerja
perusahaan penunjang;
e. menyiapkan bahan analisis pengaturan syarat kerja perjanjian kerja waktu
tertentu, perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan perjanjian kerja perusahaan
penunjang;
f. menyiapkan bahan fasilitasi pembuatan dan pendaftaran perjanjian kerja waktu
tertentu, perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan perjanjian kerja perusahaan
penunjang;
g. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang perjanjian kerja waktu
tertentu, perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan perjanjian kerja perusahaan
penunjang; dan
h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 79
Subdirektorat Kesejahteraan Pekerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan
bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar,
prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang
program kesejahteraan, dan fasilitas kesejahteraan.
Pasal 80
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79, Subdirektorat
Kesejahteraan Pekerja menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program kesejahteraan dan
fasilitas kesejahteraan;

222

program dan anggaran Subdirektorat. dan Tahunan Subdirektorat. Pasal 84 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83. dan b. dan d. g. Triwulan. prosedur. c. Seksi Fasilitas Kesejahteraan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program kesejahteraan dan fasilitas kesejahteraan. menyusun konsep norma. menyusun Laporan Bulanan. prosedur.b. dan kriteria di bidang program kesejahteraan dan fasilitas kesejahteraan. menyusun konsep program dan fasilitasi kesejahteraan pekerja serta pengembangan koperasi pekerja dan dan usaha-usaha produktif di perusahaan. Pasal 82 Subdirektorat Kesejahteraan Pekerja terdiri atas: a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang program kesejahteraan dan fasilitas kesejahteraan. h. 223 . Pasal 81 Uraian tugas Subdirektorat Kesejahteraan Pekerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 dan Pasal 80. i. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program kesejahteraan. dan kriteria di bidang program kesejahteraan dan fasilitas kesejahteraan. dan j. b. c. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang program kesejahteraan. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program kesejahteraan. penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang program kesejahteraan. Seksi Program Kesejahteraan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Seksi Program Kesejahteraan. dan kriteria di bidang program kesejahteraan. dan d. standar. standar. c. f. antara lain sebagai berikut: a. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi program di bidang program kesejahteraan dan fasilitas kesejahteraan. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. Pasal 83 Seksi Program Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang program kesejahteraan dan fasilitas kesejahteraan. e. prosedur. menyusun rencana. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang program kesejahteraan dan fasilitas kesejahteraan.

penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas kesejahteraan. menyiapkan bahan pelaksanaan program kesejahteraan pekerja serta pengembangan koperasi pekerja dan dan usaha-usaha produktif di perusahaan. penyiapan bahan penyusunan norma. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang fasilitas kesejahteraan. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang fasilitasi kesejahteraan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitas kesejahteraan. e. dan f. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria di bidang fasilitas kesejahteraan. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitas kesejahteraan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang fasilitas kesejahteraan. Pasal 88 Uraian tugas Seksi Fasilitasi Kesejahteraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 86 dan Pasal 87. Pasal 89 Subdirektorat Analisis Diskriminasi Syarat Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. prosedur dan kriteria di bidang program kesejahteraan. c. prosedur. pelaksanaan kebijakan. menyiapkan bahan pelaksanaan fasilitasi kesejahteraan pekerja serta pengembangan koperasi pekerja dan dan usaha-usaha produktif di perusahaan. antara lain sebagai berikut: a. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. penyusunan norma. f. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang program kesejahteraan. Seksi Fasilitas Kesejahteraan menyelenggarakan fungsi: a. standar. 224 .Pasal 85 Uraian tugas Seksi Program Kesejahteraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 dan Pasal 84. pelaksanaan kebijakan. c. c. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penanggulangan diskriminasi syarat kerja. d. menyiapkan bahan penyusunan norma. prosedur dan kriteria di bidang fasilitas kesejahteraan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitas kesejahteraan. dan g. standar. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang program kesejahteraan serta pengembangan koperasi pekerja dan usaha-usaha produktif di perusahaan. Pasal 86 Seksi Fasilitas Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. Pasal 87 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 86. b. dan d. dan evaluasi diskriminasi syarat kerja. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. standar. b. standar. antara lain sebagai berikut: a. prosedur. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang program kesejahteraan. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang fasilitas kesejahteraan.

c. menyusun Laporan Bulanan. dan kriteria di bidang penanggulangan diskriminasi syarat kerja dan evaluasi diskriminasi syarat kerja. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang penanggulangan diskriminasi syarat kerja dan evaluasi diskriminasi syarat kerja. program dan anggaran Subdirektorat. dan kriteria di bidang penanggulangan diskriminasi syarat kerja dan evaluasi diskriminasi syarat kerja. Triwulan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penanggulangan diskriminasi. Pasal 91 Uraian tugas Subdirektorat Analisa Diskriminasi Syarat Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 dan Pasal 90. dan b. menyusun konsep rumusan kebijakan di bidang penanggulangan diskriminasi syarat kerja dan evaluasi diskriminasi syarat kerja. dan kriteria di bidang penanggulangan diskriminasi syarat kerja. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penanggulangan diskriminasi syarat kerja dan evaluasi diskriminasi syarat kerja. b. b. standar. dan i. dan d. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. standar. standar. c. prosedur. dan d. Subdirektorat Analisis Diskriminasi Syarat Kerja menyelenggarakan fungsi: a. antara lain sebagai berikut: a. pelaksanaan kebijakan. Pasal 93 Seksi Penanggulangan Diskriminasi Syarat Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan norma. f. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penanggulangan diskriminasi syarat kerja. penyiapan bahan bimbingan teknis dan dan evaluasi di bidang penanggulangan diskriminasi syarat kerja. Pasal 92 Subdirektorat Analisis Diskriminasi Syarat Kerja terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. d. 225 . Seksi Evaluasi Diskriminasi Syarat Kerja. Pasal 94 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 93. penyiapan bahan penyusunan norma. g. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penanggulangan diskriminasi syarat kerja dan evaluasi diskriminasi syarat kerja. dan Tahunan Subdirektorat. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penanggulangan diskriminasi syarat kerja dan evaluasi diskriminasi syarat kerja. prosedur.Pasal 90 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penanggulangan diskriminasi syarat kerja dan evaluasi diskriminasi syarat kerja. standar. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penanggulangan diskriminasi syarat kerja. menyusun rencana. c. Seksi Penanggulangan Diskriminasi Syarat Kerja menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. h. menyusun konsep norma. e. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. Seksi Penanggulangan Diskriminasi Syarat Kerja.

menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penanggulangan diskriminasi syarat kerja. dan kriteria di bidang evaluasi diskriminasi syarat kerja. standar. prosedur. b. c. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang evaluasi diskriminasi syarat kerja. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang evaluasi diskriminasi syarat kerja. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Seksi Evaluasi Diskriminasi Syarat Kerja menyelenggarakan fungsi: a. d. e. Pasal 96 Seksi Evaluasi Diskriminasi Syarat Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. dan f. dan f. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang evaluasi diskriminasi syarat kerja. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang evaluasi diskriminasi syarat kerja. c. b. prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi diskriminasi syarat kerja. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang evaluasi diskriminasi syarat kerja. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 98 Uraian tugas Seksi Evaluasi Diskriminasi Syarat Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96 dan Pasal 97. dan kriteria di bidang penanggulangan diskriminasi syarat kerja. prosedur. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang penanggulangan diskriminasi syarat kerja. Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang evaluasi diskriminasi syarat kerja. standar. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang penanggulangan diskriminasi syarat kerja. penyusunan norma. dan d. pelaksanaan kebijakan. prosedur. d. c. standar. b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan penyusunan norma. 226 . antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penanggulangan diskriminasi syarat kerja. menyiapkan bahan penyusunan norma. standar. dan kriteria di bidang evaluasi diskriminasi syarat kerja.Pasal 95 Uraian tugas Seksi Penanggulangan Diskriminasi Syarat Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 93 dan Pasal 94. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi diskriminasi syarat kerja.

b. h. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 103 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102.Pasal 99 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. menyusun laporan bulanan. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Direktorat. menyiapkan bahan penyusunan Program Kerja atau Renlakgiat Direktorat. m. keuangan. menyiapkan bahan penyusunan RKT Direktorat. semester dan tahunan Direktorat. Direktorat Kelembagaan dan Pemasyarakatan Hubungan Industrial menyelenggarakan fungsi: a. kelembagaan hubungan industrial dan pemasyarakatan hubungan industrial. melaksanakan administrasi keuangan Direktorat. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Direktorat. i. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Direktorat. menyiapkan bahan penyusunan Renstra Direktorat. Pasal 100 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99. f. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. melaksanakan administrasi kepegawaian Direktorat. melaksanakan penatausahaan barang milik/kekayaan negara (BMN) Direktorat. Bagian Ketiga Direktorat Kelembagaan dan Pemasyarakatan Hubungan Industrial Pasal 102 Direktorat Kelembagaan dan Pemasyarakatan Hubungan Industrial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan penyusunan Penetapan Kinerja Direktorat. ketatausahaan. triwulan. urusan kepegawaian. Pasal 101 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 dan Pasal 100. dan pemasyarakatan hubungan industrial. j. c. e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang organisasi pekerja dan pengusaha. menyiapkan bahan penyusunan Renja K/L Direktorat. e. b. c. penyiapan administrasi keuangan Direktorat. d. standardisasi serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang organisasi pekerja dan pengusaha. g. pengurusan administrasi kepegawaian Direktorat. d. pelaksanaan kebijakan. n. 227 . melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Direktorat. o. dan rumah tangga Direktorat. Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. l. kelembagaan hubungan industrial. k. menyiapkan bahan penyusunan Program dan Anggaran (RKA-KL) Direktorat. menyelenggarakan perpustakaan Direktorat.

kelembagaan hubungan industrial dan pemasyarakatan hubungan industrial. 228 . mengkoordinasikan pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang organisasi pekerja dan pengusaha. standar. dan m. d. menyiapkan pelaksanaan kebijakan di bidang organisasi pekerja dan pengusaha. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang organisasi pekerja dan pengusaha. h. c. g. kelembagaan hubungan industrial dan pemasyarakatan hubungan industrial. mengarahkan penyusunan norma. Pasal 104 Uraian tugas Direktorat Kelembagaan dan Pemasyarakatan Hubungan Industrial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102 dan Pasal 103. Subdirektorat Organisasi Pekerja dan Pengusaha. kelembagaan hubungan industrial dan pemasyarakatan hubungan industrial. menyusun Rencana Strategis Direktorat. prosedur. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang organisasi pekerja. antara lain sebagai berikut: a. e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang organisasi pekerja dan pengusaha. b. Pasal 106 Subdirektorat Organisasi Pekerja dan Pengusaha mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan norma. kelembagaan hubungan industrial dan pemasyarakatan hubungan industrial. d. Pasal 107 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106. Triwulan dan Tahunan Direktorat. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. kelembagaan hubungan industrial dan pemasyarakatan hubungan industrial. dan organisasi pengusaha. menyusun Laporan Bulanan. prosedur.b. penyiapan penyusunan norma. standar. kelembagaan hubungan industrial dan pemasyarakatan hubungan industrial. menyiapkan perumusan kebijakan di bidang organisasi pekerja dan pengusaha. d. menyusun Penetapan Kinerja Direktorat. prosedur. k. dan Subbagian Tata Usaha. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan program dan anggaran Direktorat. dan kriteria di bidang organisasi pekerja dan pengusaha. Pasal 105 Direktorat Kelembagaan dan Pemasyarakatan Hubungan Industrial terdiri atas: a. Subdirektorat Kelembagaan Hubungan Industrial. l. i. kelembagaan hubungan industrial dan pemasyarakatan hubungan industrial. j. dan kriteria di bidang organisasi pekerja dan pengusaha. f. b. c. Subdirektorat Pemasyarakatan Hubungan Industrial. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Organisasi Pekerja dan Pengusaha menyelenggarakan fungsi: a. standar. mengkoordinasikan kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang organisasi pekerja dan pengusaha. kelembagaan hubungan industrial dan pemasyarakatan hubungan industrial. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang organisasi pekerja dan organisasi pengusaha. c. dan e. menyusun LAKIP Direktorat. pelaksanaan kebijakan.

Seksi Organisasi Pekerja menyelenggarakan fungsi: a. dan b. menyusun Laporan Bulanan. Pasal 108 Uraian tugas Subdirektorat Organisasi Pekerja dan Pengusaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 dan Pasal 107. menyiapkan bahan rumusan kebijakan di bidang organisasi pekerja. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang organisasi pekerja dan organisasi pengusaha. b. b. Pasal 109 Subdirektorat Organisasi Pekerja dan Pengusaha terdiri atas: a. d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang organisasi pekerja dan organisasi pengusaha. standar. dan d. dan d.b. prosedur. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang organisasi pekerja. menyusun rencana. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang organisasi pekerja. Pasal 110 Seksi Organisasi Pekerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. Triwulan. f. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang organisasi pekerja dan organisasi pengusaha. Seksi Organisasi Pengusaha. dan kriteria di bidang organisasi pekerja dan organisasi pengusaha. c. prosedur. Seksi Organisasi Pekerja. e. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang organisasi pekerja. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang organisasi pekerja dan organisasi pengusaha. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kriteria di bidang organisasi pekerja dan organisasi pengusaha. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang organisasi pekerja. program dan anggaran Subdirektorat. g. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang organisasi pekerja dan organisasi pengusaha. i. penyusunan norma. c. antara lain sebagai berikut: a. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. dan Tahunan Subdirektorat. prosedur. Pasal 111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110. 229 . dan j. pelaksanaan kebijakan. c. standar. prosedur. menyusun konsep koordinasi dan kerjasama pelaksanaan kegiatan bidang organisasi pekerja dan pengusaha dengan unit terkait nasional dan internasional. Pasal 112 Uraian tugas Seksi Organisasi Pekerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 dan Pasal 111. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang organisasi pekerja. antara lain sebagai berikut: a. standar. dan kriteria di bidang organisasi pekerja. menyusun konsep norma. h.

penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang lembaga kerjasama bipartit dan tripartit. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga kerjasama bipartit dan tripartit. Pasal 114 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113. prosedur. dan kriteria di bidang organisasi pengusaha. prosedur. Pasal 113 Seksi Organisasi Pengusaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan norma. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga kerjasama bipartit. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang organisasi pengusaha. Seksi Organisasi Pengusaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. d. penyusunan norma. dan kriteria di bidang lembaga kerjasama bipartit dan tripartit. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang organisasi pengusaha. standar. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang organisasi pengusaha. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. penyusunan norma. d. pelaksanaan kebijakan. 230 . standar. e. b. Pasal 116 Subdirektorat Kelembagaan Hubungan Industrial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. c. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang organisasi pekerja. e. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang organisasi pengusaha. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang organisasi pengusaha. pelaksanaan kebijakan.c. dan tripartit. Subdirektorat Kelembagaan Hubungan Industrial menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang organisasi pengusaha. dan kriteria di bidang organisasi pengusaha. dan d. dan f. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang organisasi pengusaha. Pasal 115 Uraian tugas Seksi Organisasi Pengusaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 dan Pasal 114. b. menyiapkan bahan norma. dan d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. standar. antara lain sebagai berikut: a. prosedur. Pasal 117 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116. dan f. standar. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang organisasi pekerja. c. menyiapkan bahan rumusan kebijakan di bidang organisasi pengusaha. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga kerjasama bipartit dan tripartit. dan kriteria di bidang organisasi pekerja. standar. prosedur. c. prosedur.

h. b. f. g. d. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang lembaga kerjasama bipartit. dan i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. standar. prosedur. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang lembaga kerjasama bipartit. dan kriteria di bidang lembaga kerjasama bipartit. c. dan kriteria di bidang lembaga kerjasama bipartit dan tripartit. standar. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Seksi Lembaga Kerjasama Tripartit. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang lembaga kerjasama bipartit dan tripartit. menyusun konsep norma. Triwulan. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang lembaga kerjasama bipartit dan tripartit. menyusun Laporan Bulanan. dan kriteria di bidang lembaga kerjasama bipartit. standar. prosedur. Seksi Lembaga Kerjasama Bipartit menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. dan b. dan d. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga kerjasama bipartit dan tripartit. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga kerjasama bipartit. Pasal 121 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120. c. Pasal 122 Uraian tugas Seksi Lembaga Kerjasama Bipartit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120 dan Pasal 121. dan Tahunan Subdirektorat. Pasal 120 Seksi Lembaga Kerjasama Bipartit mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga kerjasama bipartit. b. dan f. penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga kerjasama bipartit. e. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga kerjasama bipartit. program dan anggaran Subdirektorat. penyiapan bahan penyusunan norma. c. standar. menyiapkan bahan penyusunan norma. prosedur. antara lain sebagai berikut: a. Seksi Lembaga Kerjasama Bipartit. b. e. Pasal 119 Subdirektorat Kelembagaan Hubungan Industrial terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang lembaga kerjasama bipartit. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang lembaga kerjasama bipartit. 231 . pelaksanaan kebijakan. d.Pasal 118 Uraian tugas Subdirektorat Kelembagaan Hubungan Industrial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116 dan Pasal 117. menyusun rencana.

standar. dan kriteria di bidang lembaga kerjasama tripartit. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang lembaga kerjasama tripartit. dan d. standar. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126. pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan penyelenggaraan penyuluhan masyarakat hubungan industrial. Pasal 125 Uraian tugas Seksi Lembaga Kerjasama Tripartit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123 dan Pasal Pasal 124. penyiapan bahan penyusunan norma. b. Subdirektorat Pemasyarakatan Hubungan Industrial menyelenggarakan fungsi: a. c. b. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang lembaga kerjasama tripartit. standar. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang lembaga kerjasama tripartit. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan materi dan penyelenggaraan penyuluhan masyarakat hubungan industrial. prosedur. prosedur. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga kerjasama tripartit. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang lembaga kerjasama tripartit. penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan materi dan penyelenggaraan penyuluhan masyarakat hubungan industrial. standar. e. standar. Pasal 126 Subdirektorat Pemasyarakatan Hubungan Industrial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga kerjasama tripartit. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kriteria di bidang penyiapan materi dan penyelenggaraan penyuluhan masyarakat hubungan industrial. d. prosedur. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyiapan materi. dan d. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyiapan materi dan penyelenggaraan penyuluhan masyarakat hubungan industrial. c. Seksi Lembaga Kerjasama Tripartit menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga kerjasama tripartit. 232 . Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123. pelaksanaan kebijakan penyusunan norma.Pasal 123 Seksi Lembaga Kerjasama Tripartit mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan f. dan kriteria di bidang lembaga kerjasama tripartit. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga kerjasama tripartit. prosedur. b.

b. penyiapan bahan penyusunan norma. 233 . dan kriteria di bidang penyiapan materi. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyiapan materi penyuluhan masyarakat hubungan industrial. prosedur. standar. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. g. Seksi Penyelenggaraan Penyuluhan Masyarakat Hubungan Industrial. dan penyelenggaraan penyuluhan masyarakat hubungan industrial. e. penyusunan norma. dan b. Pasal 132 Uraian tugas Seksi Penyiapan Materi Penyuluhan Masyarakat Hubungan Industrial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130 dan Pasal 131. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penyiapan materi. standar. Seksi Penyiapan Materi Penyuluhan Masyarakat Hubungan Industrial menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. antara lain sebagai berikut: a. f. dan i. dan d. dan penyelenggaraan penyuluhan masyarakat hubungan industrial. dan Tahunan Subdirektorat. h. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang penyiapan materi dan penyelenggaraan penyuluhan masyarakat hubungan industrial. Pasal 129 Subdirektorat Pemasyarakatan Hubungan Industrial terdiri atas: a. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. Pasal 130 Seksi Penyiapan Materi Penyuluhan Masyarakat Hubungan Industrial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan materi penyuluhan masyarakat hubungan industrial. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyiapan materi penyuluhan masyarakat hubungan industrial. dan penyelenggaraan penyuluhan masyarakat hubungan industrial. c. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan materi penyuluhan masyarakat hubungan industrial. antara lain sebagai berikut: a. menyusun Laporan Bulanan. program dan anggaran Subdirektorat. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan materi. standar. c. menyusun rencana. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan materi penyuluhan masyarakat hubungan industrial. b. menyusun konsep penyusunan norma. dan kriteria di bidang penyiapan materi penyuluhan masyarakat hubungan industrial. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. Triwulan. b. Seksi Penyiapan Materi Penyuluhan Masyarakat Hubungan Industrial. d.Pasal 128 Uraian tugas Subdirektorat Pemasyarakatan Hubungan Industrial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 dan Pasal 127. prosedur. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan materi penyuluhan masyarakat hubungan industrial.

dan f. ketatausahaan. dan kriteria di bidang penyelenggaraan penyuluhan masyarakat hubungan industrial. d. dan kriteria di bidang penyelenggaraan penyuluhan masyarakat hubungan industrial. dan f. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyelenggaraan penyuluhan masyarakat hubungan industrial. dan kriteria di bidang penyiapan materi penyuluhan masyarakat hubungan industrial. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang penyelenggaraan penyuluhan masyarakat hubungan industrial. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyelenggaraan penyuluhan masyarakat hubungan industrial.c. urusan kepegawaian. prosedur. dan d. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan penyusunan norma. dan rumah tangga Direktorat. standar. pelaksanaan kebijakan. c. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. Seksi Penyelenggaraan Penyuluhan Masyarakat Hubungan Industrial menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyelenggaraan penyuluhan masyarakat hubungan industrial. prosedur. keuangan. menyiapkan bahan penyusunan norma. 234 . Pasal 135 Uraian tugas Seksi Penyelenggaraan Penyuluhan Masyarakat Hubungan Industrial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133 dan Pasal 134. d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyelenggaraan penyuluhan masyarakat hubungan industrial. e. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penyiapan materi penyuluhan masyarakat hubungan industrial. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang penyiapan materi penyuluhan masyarakat hubungan industrial. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. e. standar. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penyelenggaraan penyuluhan masyarakat hubungan industrial. Pasal 133 Seksi Penyelenggaraan Penyuluhan Masyarakat Hubungan Industrial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Pasal 136 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyelenggaraan penyuluhan masyarakat hubungan industrial. prosedur. b. b. prosedur. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang penyelenggaraan penyuluhan masyarakat hubungan industrial. c. penyusunan norma.

penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Direktorat. b. menyusun Laporan Bulanan. Bagian Keempat Direktorat Pengupahan Dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Pasal 139 Direktorat Pengupahan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan penyusunan RKT Direktorat. Direktorat Pengupahan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengupahan. Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. n. jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. c. m. f. menyiapkan bahan penyusunan Penetapan Kinerja Direktorat. Pasal 138 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 dan Pasal 137. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. serta analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja dan pengupahan. dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat.Pasal 137 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136. antara lain sebagai berikut: a. 235 . pelaksanaan kebijakan. b. Semester dan Tahunan Direktorat. melaksanakan administrasi keuangan Direktorat. k. menyiapkan bahan penyusunan Program Kerja atau Renlakgiat Direktorat. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Direktorat. jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. menyiapkan bahan penyusunan Renja K/L Direktorat. penyiapan administrasi keuangan Direktorat. e. serta analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja dan pengupahan. jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. Pasal 140 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139. jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. pengurusan administrasi kepegawaian Direktorat. standardisasi serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengupahan. b. melaksanakan penatausahaan barang milik/kekayaan negara (BMN) Direktorat. d. g. Triwulan. i. l. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengupahan. menyiapkan bahan penyusunan Program dan Anggaran (RKA-KL) Direktorat. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Direktorat. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Direktorat. e. melaksanakan administrasi kepegawaian Direktorat. menyiapkan bahan penyusunan Renstra Direktorat. c. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja dan pengupahan. j. d. h. jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja.

jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. dan kriteria di bidang pengupahan. serta analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja dan pengupahan. e. menyusun Penetapan Kinerja Direktorat. d. serta analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja dan pengupahan. h. serta analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja dan pengupahan. jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. j. Pasal 142 Direktorat Pengupahan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja terdiri atas: a. f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. prosedur. Pasal 141 Uraian tugas Direktorat Pengupahan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139 dan Pasal 140. dan kriteria di bidang pengupahan. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. mengkoordinasikan kegiatan pemantauan dan evaluasi di bidang pengupahan. jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. i. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengupahan. dan e.c. jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. d. menyusun Rencana Strategis Direktorat. serta analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja dan pengupahan. b. serta analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja dan pengupahan. k. b. Subdirektorat Jaminan Sosial Tenaga Kerja Luar Hubungan Kerja. menyiapkan pelaksanaan kebijakan di bidang pengupahan. jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. serta analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja dan pengupahan. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Direktorat. jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. d. menyusun LAKIP Direktorat. jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. Subdirektorat Pengupahan. standar. jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. l. jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. Triwulan dan Tahunan Direktorat. prosedur. mengkoordinasikan pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengupahan. Subbagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan norma. standar. serta analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja dan pengupahan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. mengarahkan penyusunan norma. c. jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. g. menyiapkan rumusan kebijakan di bidang pengupahan. mengkoordinasikan penyusunan program dan anggaran Direktorat. jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. dan m. Subdirektorat Analisis dan Informasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Pengupahan. 236 . Subdirektorat Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dalam Hubungan Kerja. c. dan e. menyusun Laporan Bulanan. antara lain sebagai berikut: a.

mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. Pasal 144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143. dan Tahunan Subdirektorat. Seksi Standardisasi Pengupahan. dan kriteria di bidang standardisasi dan pengurusan pengupahan. antara lain sebagai berikut: a. c. standar. dan pengurusan pengupahan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang standardisasi dan pengurusan pengupahan. pelaksanaan kebijakan. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang standardisasi dan pengurusan pengupahan. dan d. Pasal 146 Subdirektorat Pengupahan terdiri atas: a. b. 237 . Pasal 145 Uraian tugas Subdirektorat Pengupahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143 dan Pasal 144. menyusun konsep norma. e. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. standar. prosedur. dan i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. d. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi dan pengurusan pengupahan. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi dan pengurusan pengupahan. Seksi Pengurusan Pengupahan. menyusun Laporan Bulanan. prosedur. pelaksanaan kebijakan. c. standar. dan kriteria di bidang standardisasi dan pengurusan pengupahan. b.Pasal 143 Subdirektorat Pengupahan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. h. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang standardisasi pengupahan. Triwulan. menyusun rencana. Subdirektorat Pengupahan menyelenggarakan fungsi: a. f. penyusunan norma. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang standardisasi dan pengurusan pengupahan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang standardisasi. program dan anggaran Subdirektorat. standar. Pasal 147 Seksi Standardisasi Pengupahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. g. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang standardisasi dan pengurusan pengupahan. penyusunan norma.

standar. prosedur. dan d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang standardisasi pengupahan. penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengurusan pengupahan. standar. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengurusan pengupahan. Pasal 150 Seksi Pengurusan Pengupahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan e. Seksi Pengurusan Pengupahan menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 149 Uraian tugas Seksi Standarisasi Pengupahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147 dan Pasal 148. d. dan kriteria di bidang standardisasi pengupahan. standar. standar. prosedur. b. dan kriteria di bidang pengurusan pengupahan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengurusan pengupahan. prosedur. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengurusan pengupahan. dan e. dan d. c. Pasal 152 Uraian tugas Seksi Pengurusan Pengupahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 150 dan Pasal 151. menyiapkan bahan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengurusan pengupahan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengurusan pengupahan. c. prosedur. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang standardisasi pengupahan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang standardisasi pengupahan. menyiapkan bahan norma. dan kriteria di bidang standardisasi pengupahan. c. 238 . prosedur. standar. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang standardisasi pengupahan. c. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang standardisasi pengupahan. b. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengurusan pengupahan. Pasal 151 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 150. pelaksanaan kebijakan.Pasal 148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang standardisasi pengupahan. b. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengurusan pengupahan. antara lain sebagai berikut: a. Seksi Standarisasi Pengupahan menyelenggarakan fungsi: a.

Subdirektorat Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dalam Hubungan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. dan Tahunan Subdirektorat. Pasal 156 Subdirektorat Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dalam Hubungan Kerja terdiri atas: a. d. Pasal 157 Seksi Pengurusan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dalam Hubungan Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. standar.Pasal 153 Subdirektorat Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dalam Hubungan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. b. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. standar. penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengurusan dan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. dan b. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. h. f. dan kriteria di bidang pengurusan dan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. Triwulan. Pasal 155 Uraian tugas Subdirektorat Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dalam Hubungan Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 dan Pasal 154. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengurusan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengurusan dan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. dan kriteria di bidang pengurusan dan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. dan d. Seksi Kepesertaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dalam Hubungan Kerja. b. penyiapan bahan penyusunan norma. menyusun Laporan Bulanan. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. prosedur. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang pengurusan dan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. 239 . g. c. penyusunan norma. menyusun konsep norma. program dan anggaran Subdirektorat. Seksi Pengurusan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dalam Hubungan Kerja. prosedur. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengurusan dan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. antara lain sebagai berikut: a. dan i. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. pelaksanaan kebijakan. e. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang pengurusan dan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. standar. c. prosedur. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengurusan dan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. menyusun rencana.

dan kriteria di bidang kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. 240 . c. standar. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. b. standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. standar. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. dan kriteria di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 160 Seksi Kepesertaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dalam Hubungan Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Kepesertaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dalam Hubungan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. dan f. dan d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan penyusunan norma. e. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 159 Uraian tugas Seksi Pengurusan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dalam Hubungan Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157 dan Pasal 158. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. d. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. dan d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. prosedur. c. Seksi Pengurusan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dalam Hubungan Kerja mempunyai fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. pelaksanaan kebijakan penyusunan norma. standar.Pasal 158 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157. prosedur. b. prosedur. b.

menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengurusan dan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja.Pasal 162 Uraian tugas Seksi Kepesertaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Dalam Hubungan Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160 dan Pasal 161. menyusun rencana. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. menyusun Laporan Bulanan. prosedur. antara lain sebagai berkut: a. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. antara lain sebagai berikut: a. dan kriteria di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. dan kriteria di bidang pengurusan dan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. c. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. d. menyusun konsep rumusan kebijakan di bidang pengurusan dan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengurusan dan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. c. standar. c. Pasal 164 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 163. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengurusan dan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. Pasal 163 Subdirektorat Jaminan Sosial Tenaga Kerja Luar Hubungan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. b. g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. dan d. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. penyusunan norma. d. Triwulan. menyusun konsep penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 165 Uraian tugas Subdirektorat Jaminan Sosial Tenaga Kerja Luar Hubungan Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 163 dan Pasal 164. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang pengurusan dan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengurusan. h. dan f. e. prosedur. menyiapkan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. standar. 241 . b. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. e. prosedur. Subdirektorat Jaminan Sosial Tenaga Kerja Luar Hubungan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. f. dan i. dan kriteria di bidang pengurusan dan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. prosedur. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengurusan dan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja dalam hubungan kerja. program dan anggaran Subdirektorat. standar. dan Tahunan Subdirektorat.

prosedur. menyiapkan bahan rumusan kebijakan di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. penyusunan norma. Seksi Kepesertaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Luar Hubungan Kerja. menyiapkan bahan norma. dan d. Pasal 170 Seksi Kepesertaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Luar Hubungan Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. d. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. b. Pasal 169 Uraian tugas Seksi Pengurusan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Luar Hubungan Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167 dan Pasal 168. 242 . c. standar. dan f. prosedur. antara lain sebagai berkut: a. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. prosedur. Seksi Pengurusan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Luar Hubungan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengurusan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Luar Hubungan Kerja. Pasal 167 Seksi Pengurusan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Luar Hubungan Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan norma.Pasal 166 Subdirektorat Jaminan Sosial Tenaga Kerja Luar Hubungan Kerja terdiri atas: a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 168 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167. standar. c. dan b. prosedur. b. menyusun bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. e. standar. dan kriteria di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kriteria di bidang pengurusan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. standar.

penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja dan pengupahan. penyiapan bahan penyusunan norma. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. menyiapkan bahan norma. dan kriteria di bidang analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja dan pengupahan. 243 . standar. c. e. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. b. dan d.Pasal 171 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170. d. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja dan pengupahan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja. prosedur. prosedur. Pasal 172 Uraian tugas Seksi Kepesertaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Luar Hubungan Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 dan Pasal 171. penyusunan norma. b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja dan pengupahan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. Subdirektorat Analisis dan Informasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Pengupahan menyelenggarakan fungsi: a. c. dan d. dan pengupahan. standar. standar. Pasal 174 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. menyiapkan bahan rumusan kebijakan di bidang kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. Pasal 173 Subdirektorat Analisis dan Informasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Pengupahan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kriteria di bidang kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. dan kriteria di bidang kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja. b. Seksi Kepesertaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Luar Hubungan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. c. standar. pelaksanaan kebijakan. dan f. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja luar hubungan kerja.

d. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja. b. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja. c. standar. h. e. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja. c. standar.Pasal 175 Uraian tugas Subdirektorat Analisis dan Informasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Pengupahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173 dan Pasal 174. dan d. penyusunan norma. menyusun rencana. prosedur. menyusun konsep penyusunan norma. b. Seksi Analisis dan Informasi Pengupahan. prosedur. Triwulan. dan kriteria di bidang analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja. Pasal 179 Uraian tugas Seksi Analisis dan Informasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 dan Pasal 178. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja dan pengupahan. menyusun konsep rumusan kebijakan di bidang analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja dan pengupahan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja. g. 244 . Seksi Analisis dan Informasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. menyusun Laporan Bulanan. menyusun konsep pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja dan pengupahan. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. prosedur. antara lain sebagai berikut: a. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. f. dan Tahunan Subdirektorat. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan rumusan kebijakan di bidang analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. standar. dan b. Pasal 176 Subdirektorat Subdirektorat Analisis dan Informasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Pengupahan terdiri atas: a. standar. Pasal 178 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177. dan i. c. b. Pasal 177 Seksi Analisis dan Informasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan norma. program dan anggaran Subdirektorat. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja. dan kriteria di bidang analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja dan pengupahan. Seksi Analisis dan Informasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja.

penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan informasi pengupahan. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja. menyiapkan bahan rumusan kebijakan di bidang analisis dan informasi pengupahan.d. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis dan informasi pengupahan. prosedur. ketatausahaan. Pasal 182 Uraian Tugas Seksi Analisis dan Informasi Pengupahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180 dan Pasal 181. penyusunan norma. c. e. dan rumah tangga Direktorat. c. standar. dan f. dan d. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis dan informasi pengupahan. Pasal 180 Seksi Analisis dan Informasi Pengupahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis dan informasi pengupahan. b. Pasal 181 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. antara lain sebagai berikut: a. prosedur. c. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Direktorat. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang analisis dan informasi pengupahan. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang analisis dan informasi pengupahan. prosedur. b. menyiapkan bahan norma. Pasal 183 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. Seksi Analisis dan Informasi Pengupahan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. dan f. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat. urusan kepegawaian. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. e. standar. e. penyiapan administrasi keuangan Direktorat. dan kriteria di bidang analisis dan informasi pengupahan. keuangan. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Direktorat. 245 . menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang analisis dan informasi jaminan sosial tenaga kerja. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang analisis dan informasi pengupahan. dan kriteria di bidang analisis dan informasi pengupahan. d. Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan administrasi kepegawaian Direktorat. b.

penyelenggara penyelesaian perselisihan. pelaksanaan kebijakan. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. d. menyiapkan bahan penyusunan Renja K/L Direktorat. melaksanakan penatausahaan barang milik/kekayaan negara (BMN) Direktorat. i. serta pemberdayaan kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial. 246 . d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pencegahan perselisihan.Pasal 185 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183 dan Pasal 184. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pencegahan perselisihan. serta pemberdayaan kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial. c. melaksanakan administrasi kepegawaian Direktorat. penyelenggara penyelesaian perselisihan. Triwulan. k. penyelenggara penyelesaian perselisihan. serta pemberdayaan kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial. menyiapkan bahan penyusunan Program Kerja atau Renlakgiat Direktorat. Semester dan Tahunan Direktorat. melaksanakan administrasi keuangan Direktorat. h. menyelenggarakan perpustakaan Direktorat. l. penyelenggara penyelesaian perselisihan. dan e. menyusun Laporan Bulanan. o. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pencegahan perselisihan. m. Direktorat Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial menyelenggarakan fungsi: a. standardisasi serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pencegahan perselisihan. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. f. j. dan kriteria di bidang pencegahan perselisihan. penyelenggara penyelesaian perselisihan. b. standar. antara lain sebagai berikut: a. serta pemberdayaan kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial. penyiapan penyusunan norma. n. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Direktorat. menyiapkan bahan penyusunan Program dan Anggaran (RKA-KL) Direktorat. Bagian Kelima Direktorat Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Pasal 186 Direktorat Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. prosedur. serta pemberdayaan kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Pasal 187 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186. g. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. menyiapkan bahan penyusunan RKT Direktorat. menyiapkan bahan penyusunan Penetapan Kinerja Direktorat. e. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Direktorat. menyiapkan bahan penyusunan Renstra Direktorat.

p. Triwulan dan Tahunan Direktorat. Subbagian Tata Usaha. r. e. serta pemberdayaan kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial. o. serta pemberdayaan kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial. antara lain sebagai berikut: a. Subdirektorat Pemberdayaan Kelembagaan dan Tenaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. b. prosedur. serta pemberdayaan kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial. menyusun LAKIP Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan program dan anggaran Direktorat. Subdirektorat Pencegahan Perselisihan Hubungan Industrial. menyusun Laporan Bulanan. penyelenggara penyelesaian perselisihan. mengarahkan penyusunan norma.Pasal 188 Uraian tugas Direktorat Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186 dan Pasal 187. dan kriteria di bidang pencegahan perselisihan. menyusun Penetapan Kinerja Direktorat. n. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Direktorat. d. pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyelenggara penyelesaian perselisihan. mengkoordinasikan pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pencegahan perselisihan. c. menyusun Rencana Strategis Direktorat. Subdirektorat Penyelenggara Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. standar. g. f. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pencegahan dini. penyelenggara penyelesaian perselisihan. penyelenggara penyelesaian perselisihan. serta penanganan mogok dan penutupan perusahaan. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. q. 247 . prosedur. penyelenggara penyelesaian perselisihan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pencegahan dini serta penanganan mogok dan penutupan perusahaan. b. dan d. mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan di bidang pencegahan perselisihan. Subdirektorat Pencegahan Perselisihan Hubungan Industrial menyelenggarakan fungsi: a. mengkoordinasikan kegiatan pemantauan dan evaluasi di bidang pencegahan perselisihan. s. menyiapkan rumusan kebijakan di bidang pencegahan perselisihan. Pasal 190 Subdirektorat Pencegahan Perselisihan Hubungan Industrial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta pemberdayaan kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Pasal 189 Direktorat Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial terdiri atas: a. standar. c. Pasal 191 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190. serta pemberdayaan kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.

Pasal 194 Seksi Pencegahan Dini mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pencegahan dini. dan b. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pencegahan dini serta penanganan mogok dan penutupan perusahaan. 248 . b. dan d. Pasal 193 Subdirektorat Pencegahan Perselisihan Hubungan Industrial terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. standar. menyusun konsep pemberian bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pencegahan dini serta penanganan mogok dan penutupan perusahaan. e. menyusun rencana. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pencegahan dini. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 192 Uraian tugas Subdirektorat Pencegahan Perselisihan Hubungan Industrial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190 dan Pasal 191. prosedur. antara lain sebagai berikut: a. c. Pasal 195 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pencegahan dini. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang pencegahan dini serta penanganan mogok dan penutupan perusahaan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pencegahan dini serta penanganan mogok dan penutupan perusahaan. b. penyiapan bahan penyusunan norma. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. standar. Seksi Pencegahan Dini. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pencegahan dini. prosedur. b. g. penyusunan norma. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pencegahan dini. dan Tahunan Subdirektorat. dan kriteria di bidang pencegahan dini serta penanganan mogok dan penutupan perusahaan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pencegahan dini serta penanganan mogok dan penutupan perusahaan. standar. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. f. Seksi Penanganan Mogok dan Penutupan Perusahaan. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pencegahan dini. menyusun konsep penyusunan norma. prosedur. Seksi Pencegahan Dini menyelenggarakan fungsi: a. menyusun Laporan Bulanan. Triwulan. standar. d.b. dan kriteria di bidang pencegahan dini. Pasal 196 Uraian tugas Seksi Pencegahan Dini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194 dan Pasal 195. h. menyusun konsep rumusan kebijakan di bidang pencegahan dini serta penanganan mogok dan penutupan perusahaan. c. program dan anggaran Subdirektorat. dan i.

prosedur. standar. b. serta evaluasi dan pelaporan. Pasal 198 Dalam menjalankan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 197. c. prosedur. prosedur. b. d. dan d. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pencegahan dini. dan f. 249 . penyusunan norma. e. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengurusan perselisihan hubungan industrial.c. prosedur. standar. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang penanganan mogok dan penutupan perusahaan. Pasal 197 Seksi Penanganan Mogok dan Penutupan Perusahaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. dan kriteria di bidang penanganan mogok dan penutupan perusahaan. standar. dan kriteria di bidang penanganan mogok dan penutupan perusahaan. pelaksanaan kebijakan. menyiapkan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. Pasal 199 Uraian tugas Seksi Penanganan Mogok dan Penutupan Perusahaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 197 dan Pasal 198. dan f. dan kriteria di bidang pencegahan dini. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penanganan mogok dan penutupan perusahaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penanganan mogok dan penutupan perusahaan. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penanganan mogok dan penutupan perusahaan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penanganan mogok dan penutupan perusahaan. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pencegahan dini. Pasal 200 Subdirektorat Penyelenggara Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. standar. Seksi Penanganan Mogok dan Penutupan Perusahaan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penanganan mogok dan penutupan perusahaan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. menyiapkan bahan penyusunan norma. e. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang penanganan mogok dan penutupan perusahaan. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penanganan mogok dan penutupan perusahaan.

program dan anggaran Subdirektorat. prosedur. standar. c. dan kriteria di bidang pengurusan perselisihan hubungan industrial serta evaluasi dan pelaporan. Subdirektorat Penyelenggara Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial menyelenggarakan fungsi: a. dan d. c. Pasal 202 Uraian tugas Subdirektorat Penyelenggara Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial sebagaimana dimaksud Pasal 200 dan Pasal 201. antara lain sebagai berikut: a. dan kriteria di bidang pengurusan perselisihan hubungan industrial serta evaluasi dan pelaporan. dan b. dan Tahunan Subdirektorat. menyusun Laporan Bulanan. Seksi Pengurusan Perselisihan Hubungan Industrial menyelenggarakan fungsi: a. g. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengurusan perselisihan hubungan industrial. standar. prosedur. Pasal 203 Subdirektorat Penyelenggara Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial terdiri atas: a. b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengurusan perselisihan hubungan industrial serta evaluasi dan pelaporan. dan i. f. h. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. Seksi Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 204 Seksi Pengurusan Perselisihan Hubungan Industrial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyusun konsep rumusan kebijakan di bidang pengurusan perselisihan hubungan industrial serta evaluasi dan pelaporan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengurusan perselisihan hubungan industrial.Pasal 201 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengurusan perselisihan hubungan industrial serta evaluasi dan pelaporan. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengurusan perselisihan hubungan industrial serta evaluasi dan pelaporan. d. menyusun rencana. e. Seksi Pengurusan Perselisihan Hubungan Industrial. menyusun konsep norma. Triwulan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang pengurusan perselisihan hubungan industrial serta evaluasi dan pelaporan. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. Pasal 205 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204. 250 . penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengurusan perselisihan hubungan industrial serta evaluasi dan pelaporan. b. standar.

prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang evaluasi dan pelaporan. dan kriteria di bidang evaluasi dan pelaporan. c. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengurusan perselisihan hubungan industrial. Pasal 207 Seksi Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang pengurusan perselisihan hubungan industrial. e. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengurusan perselisihan hubungan industrial. standar. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi dan pelaporan. standar. dan kriteria di bidang evaluasi dan pelaporan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengurusan perselisihan hubungan industrial. dan kriteria di bidang pengurusan perselisihan hubungan industrial. dan d. b. b. standar. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengurusan perselisihan hubungan industrial. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang evaluasi dan pelaporan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang evaluasi dan pelaporan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang evaluasi dan pelaporan. b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. prosedur. c. Pasal 209 Uraian tugas Seksi Evaluasi dan Laporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207 dan Pasal 208. prosedur. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengurusan perselisihan hubungan industrial. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Pasal 206 Uraian tugas Seksi Pengurusan Perselisihan Hubungan Industrial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204 dan Pasal 205. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan penyusunan norma. 251 . e. antara lain sebagai berikut: a. Seksi Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. standar. prosedur.b. dan f. prosedur. Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang evaluasi dan pelaporan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan d. dan f. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi dan pelaporan. d. pelaksanaan kebijakan penyusunan norma. c. standar. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengurusan perselisihan hubungan industrial. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang evaluasi dan pelaporan. d.

dan arbiter hubungan industrial serta kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan di luar peradilan. konsiliator. h. standar. dan i. konsiliator. c. g. 252 . konsiliator. penyiapan bahan penyusunan norma. dan arbiter hubungan industrial serta kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan di luar peradilan. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang fungsionalisasi perantara dan legitimasi mediator. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fungsionalisasi perantara dan legitimasi mediator. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang fungsionalisasi perantara dan legitimasi mediator. penyusunan norma. dan arbiter hubungan industrial serta kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan di luar peradilan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. konsiliator. dan arbiter hubungan industrial serta kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan di luar peradilan. menyusun Laporan Bulanan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 212 Uraian tugas Subdirektorat Pemberdayaan Kelembagaan dan Tenaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210 dan Pasal 211. konsiliator. serta kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan di luar peradilan. konsiliator. menyusun konsep norma. e. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fungsionalisasi perantara dan legitimasi mediator. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang fungsionalisasi perantara dan legitimasi mediator. prosedur. dan Tahunan Subdirektorat. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang fungsionalisasi perantara dan legitimasi mediator. dan kriteria di bidang fungsionalisasi perantara dan legitimasi mediator. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. dan arbiter hubungan industrial serta kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan di luar peradilan. dan arbiter hubungan industrial serta kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan di luar peradilan. antara lain sebagai berikut: a. Subdirektorat Pemberdayaan Kelembagaan dan Tenaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial menyelenggarakan fungsi: a. dan d. f. menyusun rencana. c. konsiliator. konsiliator. Triwulan. d. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang fungsionalisasi perantara dan legitimasi mediator. prosedur. program dan anggaran Subdirektorat. dan arbiter hubungan industrial serta kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan di luar peradilan. standar. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210.Pasal 210 Subdirektorat Pemberdayaan Kelembagaan dan Tenaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang fungsionalisasi perantara dan legitimasi mediator. dan arbiter hubungan industrial. b. standar. dan arbiter hubungan industrial serta kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan di luar peradilan. konsiliator.

penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fungsionalisasi perantara dan legitimasi mediator. dan arbiter hubungan industrial. 253 . standar. Seksi Fungsionalisasi Perantara dan Legitimasi Mediator. dan kriteria di bidang fungsionalisasi perantara dan legitimasi mediator. konsiliator. penyusunan norma. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. dan arbiter hubungan industrial. dan arbiter hubungan industrial. prosedur. prosedur. prosedur. dan Arbiter Hubungan Industrial. dan arbiter hubungan industrial. Seksi Fungsionalisasi Perantara dan Legitimasi Mediator. dan arbiter hubungan industrial. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan di luar peradilan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan arbiter hubungan industrial. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. b. Pasal 216 Uraian tugas Seksi Fungsionalisasi Perantara dan Legitimasi Mediator. Konsiliator. penyusunan norma. konsiliator. standar. Arbiter Hubungan Industrial menyelenggarakan fungsi: a. dan arbiter hubungan industrial. konsiliator. dan arbiter hubungan industrial. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang fungsionalisasi perantara dan legitimasi mediator. konsiliator. b. dan f. Arbiter Hubungan Industrial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214 dan Pasal 215. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fungsionalisasi perantara dan legitimasi mediator. konsiliator. dan b. Konsiliator. konsiliator. konsiliator. Pasal 214 Seksi Fungsionalisasi Perantara dan Legitimasi Mediator. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang fungsionalisasi perantara dan legitimasi mediator. dan kriteria di bidang fungsionalisasi perantara dan legitimasi mediator. dan arbiter hubungan industrial.Pasal 213 Subdirektorat Pemberdayaan Kelembagaan dan Tenaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial terdiri atas: a. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang fungsionalisasi perantara dan legitimasi mediator. Konsiliator. e. pelaksanaan kebijakan. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang fungsionalisasi perantara dan legitimasi mediator. prosedur. Konsiliator. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang fungsionalisasi perantara dan legitimasi mediator. konsiliator. dan d. d. dan Arbiter Hubungan Industrial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. konsiliator. Seksi Kelembagaan dan Tenaga Penyelesaian Perselisihan di Luar Peradilan. standar. antara lain sebagai berikut: a. standar. konsiliator. dan arbiter hubungan industrial. pelaksanaan kebijakan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang fungsionalisasi perantara dan legitimasi mediator. c. menyiapkan bahan penyusunan norma. Pasal 217 Seksi Kelembagaan dan Tenaga Penyelesaian Perselisihan di Luar Peradilan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

b. Pasal 221 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220. antara lain sebagai berikut: a. Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat. penyiapan administrasi keuangan Direktorat. f. c. b. keuangan. e. Konsiliator. Seksi Fungsionalisasi Perantara dan Legitimasi Mediator. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan di luar peradilan. standar. menyiapkan bahan penyusunan RKT Direktorat. prosedur. menyiapkan bahan penyusunan Program Kerja atau Renlakgiat Direktorat. Pasal 219 Uraian tugas Seksi Fungsionalisasi Perantara dan Legitimasi Mediator. dan d. Pasal 222 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220 dan Pasal 221. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan di luar peradilan. dan kriteria di bidang kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan di luar peradilan. menyiapkan bahan penyusunan Renja K/L Direktorat. d. penyiapan bahan penyusunan norma. dan f. dan kriteria di bidang kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan di luar peradilan. 254 . menyiapkan bahan penyusunan Renstra Direktorat. menyiapkan bahan penyusunan Program dan Anggaran (RKA-KL) Direktorat. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Direktorat. d. Konsiliator. Arbiter Hubungan Industrial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 217 dan Pasal 218. c. dan rumah tangga Direktorat. standar. pengurusan administrasi kepegawaian Direktorat. d. ketatausahaan. prosedur. e. b. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan di luar peradilan. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Direktorat. c. menyiapkan bahan penyusunan Penetapan Kinerja Direktorat. b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan di luar peradilan. urusan kepegawaian. c. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan di luar peradilan. antara lain sebagai berikut: a. e.Pasal 218 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 217. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan di luar peradilan. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kelembagaan dan tenaga penyelesaian perselisihan di luar peradilan. Arbiter Hubungan Industrial menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 220 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran.

n. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. BAB III KETENTUAN PENUTUP Pasal 223 Lampiran Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. h. MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI SEKRETARIS JENDERAL.g.n. DR. Semester dan Tahunan Direktorat. m. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. NIP 19541204 198212 1 001 255 . mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Direktorat. l. menyelenggarakan perpustakaan Direktorat. j. i. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Direktorat. melaksanakan administrasi kepegawaian Direktorat. melaksanakan administrasi keuangan Direktorat. k. menyusun Laporan Bulanan. MMA. IR. Triwulan. MUCHTAR LUTHFIE. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 10 Oktober 2011 a. melaksanakan penatausahaan barang milik/kekayaan negara (BMN) Direktorat. o.

Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pengawasan ketenagakerjaan meliputi norma kerja dan jaminan sosial tenaga kerja. dan bina penegakan hukum. norma keselamatan dan kesehatan kerja. menyiapkan bahan rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) dan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. FUNGSI. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan pengawasan ketenagakerjaan meliputi norma kerja dan jaminan sosial tenaga kerja. DAN URAIAN TUGAS Pasal 1 Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan pengawasan ketenagakerjaan.I. meliputi norma kerja dan jaminan sosial tenaga kerja. dan bina penegakan hukum. menyusun Renja K/L Ditjen dan menyiapkan penyusunan Renja K/L Kementerian bidang pembinaan pengawasan ketenagakerjaan. e. norma kerja perempuan dan anak. menyusun Renstra Ditjen dan menyiapkan penyusunan Renstra Kementerian bidang pembinaan pengawasan ketenagakerjaan. norma kerja perempuan dan anak. Pasal 3 Uraian tugas Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 2. NOMOR : KEP. norma kerja perempuan dan anak. menyiapkan bahan rencana kerja pemerintah (RKP) di bidang pembinaan pengawasan ketenagakerjaan. dan kriteria di bidang pembinaan pengawasan ketenagakerjaan meliputi norma kerja dan jaminan sosial tenaga kerja. norma kerja perempuan dan anak. FUNGSI. d. 256 . dan pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. c.LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R. antara lain sebagai berikut: a. norma keselamatan dan kesehatan kerja. perumusan kebijakan di bidang pembinaan pengawasan ketenagakerjaan b. penyusunan norma. c. 402/MEN-SJ/X/2011 TANGGAL : 10 Oktober 2011 TUGAS. norma keselamatan dan kesehatan kerja. norma keselamatan dan kesehatan kerja. DAN URAIAN TUGAS UNIT KERJA DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN BAB I TUGAS. standar. Pasal 2 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1. prosedur. dan bina penegakan hukum. b. dan bina penegakan hukum.

f. menyusun Program Kerja dan Renlakgiat Ditjen dan menyiapkan penyusunan Program Kerja dan Renlakgiat Kementerian bidang pembinaan pengawasan ketenagakerjaan. d. standar. prosedur. m. menyusun LAKIP Ditjen dan menyiapkan bahan LAKIP Kementerian di bidang pembinaan pengawasan ketenagakerjaan. mengkoordinasikan kegiatan di lingkungan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. norma. Direktorat Pengawasan Norma Kerja dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. n. p. Direktorat Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak. c. dan kriteria di lingkungan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. l. membina pelaksanaan kegiatan di lingkungan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. melaksanakan evaluasi pelaksanaan kebijakan di lingkungan Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. g. merumuskan kebijakan. menyusun RKA-KL Ditjen dan menyiapkan penyusunan RKA-KL Kementerian bidang pembinaan pengawasan ketenagakerjaan.e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Menteri. e. 257 . merumuskan konsep kerjasama di bidang pembinaan pengawasan ketenagakerjaan. Sekretariat Direktorat Jenderal. dan Direktorat Bina Penegakan Hukum. i. q. j. Triwulan. membina kerjasama dengan instansi terkait dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal. menyusun Penetapan Kinerja Ditjen. Direktorat Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja. melaksanakan pembinaan pengawasan ketenagakerjaan. b. dan r. Triwulan. menyusun RKT Ditjen dan menyiapkan RKT Kementerian bidang pembinaan pengawasan ketenagakerjaan. Bagian Kesatu Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 5 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. menyusun Laporan Bulanan. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan terdiri atas: a. Semester dan Tahunan Ditjen dan menyiapkan bahan Laporan Bulanan. Semester dan Tahunan Kementerian di bidang pembinaan pengawasan ketenagakerjaan. h. o. k.

menyusun Renstra Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan Renstra Ditjen. 258 . menyusun RKT Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan RKT Ditjen. standar. arsip dan dokumentasi Direktorat Jenderal. prosedur dan kriteria bidang pembinaan pengawasan ketenagakerjaan. dan e. Semester. dan Tahunan Setditjen dan menyiapkan bahan Laporan Bulanan. menyusun Renja K/L Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan Renja K/L Ditjen. mengkoordinasikan pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian Ditjen. d. mengkoordinasikan pelaksanaan urusan keuangan Ditjen. c. penyajian data dan informasi serta evaluasi dan pelaporan. menyiapkan bahan penyusunan konsep rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas. mengevaluasi pelaksanaan kegiatan Sekretariat Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan. n. r. mengkoordinasikan pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Direktorat Jenderal. c. rumah tangga. Semester. Triwulan. menyusun Program Kerja dan Renlakgiat Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan Program Kerja dan Renlakgiat Ditjen. e. menyusun LAKIP Setditjen dan menyiapkan bahan LAKIP Ditjen. menyusun Penetapan Kinerja Setditjen. k. mengkoordinasikan penyusunan peraturan perundang-undangan Direktorat Jenderal. Triwulan. h. s. menyiapkan penyusunan konsep rencana kerja pemerintah (RKP) di bidang pembinaan pelatihan dan produktivitas. dan pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri. menyusun konsep pembinaan jabatan fungsional. t. mengkoordinasikan urusan organisasi dan tata laksana Ditjen. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. program dan anggaran. i. penyiapan penyusunan peraturan perundang-undangan. Pasal 7 Uraian tugas Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan Pasal 6. m. l. b. pelaksanaan urusan tata usaha. pelaksanaan urusan keuangan. o. mengkoordinasikan penyajian data dan informasi serta evaluasi dan pelaporan Direktorat Jenderal. dan u. pelaksanaan urusan kepegawaian. melaksanakan pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. q. j. menyusun Laporan Bulanan. b. menyusun RKA-KL Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan RKA-KL Ditjen. organisasi dan tata laksana. g. f. p. dan Tahunan Ditjen. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan. antara lain sebagai berikut: a.Pasal 6 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. mengkoordinasikan penyusunan norma. d.

Bagian Hukum dan Kerjasama Luar Negeri. Bagian Program. Evaluasi dan Pelaporan. d. e. Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas: a. menyiapkan penyusunan pengelolaan dan penyajian data dan informasi Direktorat Jenderal. Semester. program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. i. dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan penyusunan LAKIP Setditjen dan mengkoordinir penyusunan LAKIP Ditjen. menyiapkan penyusunan Penetapan Kinerja Setditjen dan Ditjen. m. program dan anggaran. menyiapkan penyusunan RKA-KL Setditjen dan Ditjen. dan c. 259 . b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 11 Uraian Tugas Bagian Program. Bagian Program. penyiapan penyusunan rencana. penyajian data dan informasi. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Bagian. Triwulan. menyiapkan penyusunan Renstra Setditjen dan Ditjen. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. menyiapkan pengendalian pelaksanaan program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. Evaluasi. dan n. d. b. menyiapkan penyusunan Program Kerja dan Renlakgiat Setditjen dan Ditjen. program dan anggaran.Pasal 8 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. menyiapkan penyusunan rencana. pengelolaan. pengelolaan. dan Bagian Kepegawaian dan Umum. menyiapkan penyusunan RKT Setditjen dan Ditjen. penyiapan pemantauan. dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. Evaluasi. menyiapkan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. c. dan c. g. b. Evaluasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dan Pasal 10. f. Bagian Keuangan. j. Triwulan. dan Tahunan Bagian dan menyiapkan bahan Laporan Bulanan. Pasal 12 Bagian Program. k. c. Subbagian Data dan Informasi. Semester dan Tahunan Setditjen dan Ditjen. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. evaluasi program dan anggaran serta penyusunan laporan. l. antara lain sebagai berikut: a. menyusun Laporan Bulanan. penyajian data dan informasi serta evaluasi dan penyusunan laporan. Pasal 9 Bagian Program. menyiapkan penyusunan Renja K/L Setditjen dan Ditjen. b. h. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.

h. penyiapan bahan penyusunan rencana Setditjen dan Ditjen. dan b. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Subbagian. dan j. menyiapkan bahan revisi program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Subbagian. c. penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi Setditjen dan Ditjen. Pasal 15 Uraian tugas Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 dan Pasal 14. Subbagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. g. i. b. menyiapkan bahan Penetapan Kinerja Setditjen. menyiapkan bahan RKA-KL Setditjen. menyiapkan bahan Renstra Setditjen. program dan anggaran. menyiapkan bahan RKT Setditjen. Pasal 14 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13. d. Pasal 18 Uraian tugas Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan Pasal 17. Pasal 19 Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. d. evaluasi dan penyusunan laporan. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan pemutakhiran data dan informasi Setditjen dan Ditjen. c. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Setditjen. f. e. b. menyiapkan bahan pengelolaan data dan informasi Setditjen dan Ditjen. dan b. f. Pasal 16 Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. e. penyiapan bahan penyusunan program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. penyiapan bahan penyajian data dan informasi Setditjen dan Ditjen. menyiapkan bahan kebijakan pimpinan (DPR dan Rapim). program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. antara lain sebagai berikut: a. 260 . menyiapkan bahan Renja K/L Setditjen. Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. menyiapkan bahan penyusunan rencana. menyiapkan bahan penyajian data dan informasi Setditjen dan Ditjen. penyajian data dan informasi.Pasal 13 Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.

menghimpun dan memonitor tindak lanjut NHP di tingkat daerah. d. dan e. melakukan tindak lanjut dan menyusun laporan Tuntutan Perbendaharaan/Ganti Rugi (TP/GR). 261 . antara lain sebagai berikut: a. dan b. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program/kegiatan Setditjen dan Ditjen. menghimpun dan menyusun laporan Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAPP). c. e. pengujian SPP. menyiapkan bahan penyusunan LAKIP Setditjen. b. antara lain sebagai berikut: a. i. melaksanakan urusan perbendaharaan dan penatausahaan administrasi keuangan. f. Pasal 22 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan keuangan. Pasal 21 Uraian tugas Subbagian Evaluasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 dan Pasal 20. penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan program/kegiatan Setditjen dan Ditjen. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. pengujian SPP. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Pasal 23 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22. h. menyiapkan bahan penyusunan laporan bulanan dan tahunan Setditjen dan Ditjen. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. mengkoordinir penyusunan tanggapan atas konsep Nota Hasil Pemeriksaan (NHP) Ditjen. pelaksanaan urusan perbendaharaan. melaksanakan pengujian SPP dan penerbitan SPM Ditjen. pelaksanaan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan. dan c. pelaksanaan urusan anggaran. dan penerbitan SPM serta tata usaha keuangan. menyiapkan konsep usulan pengelolaan POK-DIPA Ditjen. g. Pasal 24 Uraian tugas Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 dan Pasal 23. menyiapkan bahan pengukuran pencapaian sasaran program Setditjen dan Ditjen. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program/kegiatan Setditjen dan Ditjen. menyiapkan konsep rekonsiliasi dan laporan realisasi anggaran Setditjen dan Ditjen.Pasal 20 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. d. c. menyusun laporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Ditjen. dan penerbitan SPM Direktorat Jenderal. b.

j. penyiapan bahan pelaksanaan anggaran Ditjen. n. f. Triwulan. menyusun Laporan keuangan Bulanan. dan c. dan i. menyiapkan bahan penyusunan pedoman pelaksanaan anggaran Ditjen. h. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. k. e. dan penerbitan SPM serta tata usaha keuangan. menyiapkan bahan penyerapan hasil pelaksanaan POK-DIPA Ditjen. menyiapkan bahan telaah dan usulan revisi POK-DIPA Ditjen. penyiapan bahan penelaahan revisi POK-DIPA Ditjen. melakukan bimbingan teknis pengelolaan keuangan dan SAPP. dan SRAA serta Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran Ditjen. b. menyiapkan bahan penyusunan laporan kegiatan bulanan dan tahunan Subbagian. menghimpun peraturan-peraturan keuangan. antara lain sebagai berikut: a. penyusunan dan revisi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis POK-DIPA Ditjen Pasal 28 Uraian tugas Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 dan Pasal 27. b. menyiapkan bahan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis POKDIPA Ditjen. Semester dan Tahunan Ditjen. Pasal 29 Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. menyiapkan bahan evaluasi POK DIPA. l. pengujian SPP. Subbagian Akuntansi dan Laporan Keuangan. g. 262 . Pasal 25 Bagian Keuangan terdiri atas: a. c. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subbagian. Triwulan. menyusun laporan kegiatan Bulanan dan Tahunan Bagian. d. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Bagian. m. dan c. Semester dan Tahunan Setditjen dan menyiapkan bahan laporan keuangan Bulanan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. dan o. Pasal 26 Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan anggaran Pasal 27 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26. Subbagian Perbendaharaan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

c. menyiapkan bahan laporan TP/GR. menyiapkan bahan perbendaharaan keuangan di lingkungan Ditjen. melakukan penghimpunan peraturan-peraturan keuangan. i. melakukan pemantauan tindak lanjut TP/GR. b. penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan Ditjen. b. d. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 32 Subbagian Akuntansi dan Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akuntansi. menyiapkan bahan penyelesaian Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksanaan (TLLHP). penyiapan bahan pengujian SPP dan penerbitan SPP. k. Pasal 34 Uraian tugas Subbagian Akuntansi dan Laporan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 dan Pasal 33. dan penyusunan laporan keuangan. d. penyiapan bahan perbendaharaan. penyiapan bahan akuntansi Ditjen. c. dan c. Subbagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subbagian. menyiapkan bahan pedoman dan petunjuk serta pengelolaan keuangan. menyiapkan bahan pengujian SPP dan penerbitan SPM keuangan. Pasal 31 Uraian tugas Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dan Pasal 30. l. menyiapkan bahan pembinaan akuntansi keuangan Ditjen. antara lain sebagai berikut: a. b. Pasal 33 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32. n. menyiapkan bahan laporan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) Ditjen. Subbagian Akuntansi dan Laporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan. menyiapkan bahan bimbingan teknis SAI Ditjen. h. e. menyiapkan bahan pembinaan pengelolaan perbendaharaan. menyiapkan bahan usulan pengelola DIPA. antara lain sebagai berikut: a. f. pelaksanaan tata usaha keuangan. j. c. 263 . menyiapkan bahan laporan realisasi anggaran dan keuangan Ditjen.Pasal 30 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29. menyiapkan bahan kompilasi dan pemantauan tindak lanjut NHP di tingkat daerah. g. menyiapkan bahan penyusunan tanggapan atas konsep NHP di tingkat pusat. b. m. dan penyiapan bahan penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran. menyiapkan bahan laporan PNBP.

antara lain sebagai berikut: a. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. d. Subbagian Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 37 Uraian tugas Bagian Hukum dan Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dan Pasal 36. penyiapan bahan pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. dan petunjuk teknis di lingkungan Direktorat Jenderal. petunjuk pelaksanaan. 264 . g. menyiapkan bahan koordinasi penyusunan laporan keuangan Ditjen. dan b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Bagian. f. b. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. Pasal 38 Bagian Hukum dan Kerjasama Luar Negeri terdiri atas: a. e. petunjuk pelaksanaan. menyusun konsep pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri. c. serta pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan di lingkungan Ditjen. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. menyiapkan bahan rekonsiliasi laporan realisasi anggaran Ditjen. dan h. dan petunjuk teknis. Bagian Hukum dan Kerjasama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. f. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang- undangan.e. dan b. petunjuk pelaksanaan. menyusun laporan pelaksanaan kegiatan Bagian. penyiapan bahan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis di lingkungan Ditjen. dan b. Pasal 35 Bagian Hukum dan Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi teknis penyusunan peraturan perundang-undangan. dan petunjuk teknis di lingkungan Direktorat Jenderal. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subbagian. dan g. Pasal 39 Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi teknis penyusunan peraturan perundang-undangan. menyiapkan rancangan petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) di lingkungan Ditjen. Subbagian Hukum. menyusun laporan kegiatan Bulanan dan Tahunan Bagian. penyiapan koordinasi teknis penyusunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Kerjasama Luar Negeri.

melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. penyiapan bahan pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri. Pasal 46 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. d. rumah tangga. tata usaha. pelaksanaan urusan tata usaha. b. menyiapkan bahan penelaahan dan evaluasi peraturan perundang-undangan. menyiapkan bahan pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri. menyiapkan bahan rancangan peraturan perundang-undangan. c. dan pelaksanaan urusan arsip dan dokumentasi.Pasal 41 Uraian tugas Subbagian Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 dan Pasal 40. dan c. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 42 Subbagian Kerjasama Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan teknis kerjasama luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan organisasi dan tata laksana. Pasal 45 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. penyiapan bahan pengendalian pelaksanaan kerjasama luar negeri di lingkungan Ditjen. d. menyiapkan bahan pengendalian pelaksanaan kerjasama luar negeri di lingkungan Ditjen. menyiapkan bahan sosialisasi peraturan perundang-undangan di lingkungan Ditjen. pelaksanaan urusan kepegawaian. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi kerjasama luar negeri. menyiapkan bahan penyusunan pedoman kerjasama luar negeri di lingkungan Ditjen. dan perlengkapan serta arsip dan dokumentasi Direktorat Jenderal. b. antara lain sebagai berikut: a. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 44 Uraian tugas Subbagian Kerjasama Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 dan Pasal 43. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. dan e. c. Subbagian Kerjasama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. d. e. penyiapan penyusunan organisasi dan tata laksana. b. 265 . menyiapkan bahan rancangan petunjuk pelaksanaan sebagai pelaksanaan peraturan perundang-undangan. b. dan e. penyiapan bahan penyusunan pedoman kerjasama luar negeri di lingkungan Ditjen. Pasal 43 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42.

k. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan kelembagaan. menyiapkan rancangan administrasi persuratan dan pelaksanaan kearsipan. j. dan penyiapan bahan urusan administrasi kepegawaian. b. i. Pasal 49 Subbagian Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian serta penyiapan penyusunan organisasi dan tata laksana. menyusun perencanaan pengembangan pegawai di lingkungan Ditjen. menyiapkan bahan usulan pemberhentian dan pemensiunan pegawai di lingkungan Ditjen. c. menyiapkan bahan pembinaan disipilin dan mental pegawai di lingkungan Ditjen. menyusun perencanaan penghapusan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Umum. h. f. penyiapan bahan pengembangan pegawai. d. menyiapkan bahan usulan pengangkatan dan mutasi pegawai di lingkungan Ditjen. c. 266 . g. menyiapkan bahan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Ditjen. Pasal 50 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Bagian. e. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan rancangan pembinaan jabatan fungsional di lingkungan Ditjen. h. e. d. menyusun perencanaan kebutuhan kerumahtanggaan dan perlengkapan Ditjen. menyiapkan bahan penyusunan organisasi di lingkungan Ditjen. dan b. Pasal 51 Uraian tugas Subbagian Kepegawaian dan Organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 dan Pasal 50. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Subbagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan usulan perencananaan diklat pegawai. b. menyusun perencanaan kebutuhan pegawai di lingkungan Ditjen. KP serta KGB pegawai di lingkungan Ditjen. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan usulan seleksi calon peserta diklat. g.Pasal 47 Uraian tugas Bagian Kepegawaian dan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 dan Pasal 46. penyiapan bahan ketatalaksanaan. Subbagian Kepegawaian dan Organisasi. c. menyiapkan bahan izin belajar bagi pegawai di lingkungan Ditjen. d. menyiapkan bahan penyusunan ketatalaksanaan di lingkungan Ditjen. b. menyusun perencanaan mutasi pegawai di lingkungan Ditjen. Pasal 48 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri atas: a. ujian dinas dan Baperjakat. menyusun laporan kegiatan Bulanan dan Tahunan Bagian. menyiapkan bahan penyusunan organisasi dan tatalaksana Ditjen. f. i. penghargaan pegawai. dan j.

267 . Subbagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. antara lain sebagai berikut: a. rumah tangga. b. pelaksanaan kebijakan. b. k. menginventarisasi barang milik/kekayaan negara di lingkungan Ditjen. Pasal 53 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52. d. perlengkapan dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara serta arsip dan dokumentasi di lingkungan Direktorat Jenderal. e. f. g. c. Bagian Kedua Direktorat Pengawasan Norma Kerja dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Pasal 55 Direktorat Pengawasan Norma Kerja dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standardisasi serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma kerja. menyiapkan bahan pengurusan naskah dinas masuk dan keluar di lingkungan Ditjen. menyiapkan bahan pemeliharaan dan perbaikan sarana dan prasarana kantor. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. penyiapan pengelolaan rumah tangga Ditjen. menyiapkan bahan pemeliharaan. dan c. penyiapan pengelolaan perlengkapan inventarisasi barang milik Negara. Pasal 54 Uraian tugas Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 dan Pasal 53. pengawasan norma hubungan kerja dan perlindungan berserikat. menyiapkan bahan pengelolaan urusan tata usaha Ditjen. i. menyiapkan bahan pengurusan penghapusan barang milik/kekayaan negara. pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja serta pengawasan norma jaminan sosial tenaga kerja. menyiapkan bahan pengurusan penghibahan barang milik/kekayaan negara.Pasal 52 Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. dan m. menyiapkan bahan pengurusan keamanan dan ketertiban kantor di lingkungan Ditjen. h. menyiapkan bahan pelaksanaan pengarsipan surat dan pendokumentasian. menyiapkan bahan koordinasi pelaksanaan pengadaan perlengkapan di lingkungan Ditjen. pengaturan dan penataan ruang kantor di lingkungan Ditjen. l. menghimpun daftar usulan kebutuhan perlengkapan Ditjen. penyiapan bahan persuratan kearsipan. j. menyusun laporan kegiatan Subbagian.

mengkoordinasikan kegiatan pemantauan dan evaluasi di bidang pengawasan norma kerja. pengawasan norma hubungan kerja dan perlindungan berserikat. pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja serta pengawasan norma jaminan sosial tenaga kerja. menyusun Laporan Bulanan. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan e. pengawasan norma hubungan kerja dan perlindungan berserikat. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Direktorat. pengawasan norma hubungan kerja dan perlindungan berserikat. pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja serta pengawasan norma jaminan sosial tenaga kerja. pengawasan norma hubungan kerja dan perlindungan berserikat. menyiapkan rumusan kebijakan di bidang pengawasan norma kerja. pengawasan norma hubungan kerja dan perlindungan berserikat. pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja serta pengawasan norma jaminan sosial tenaga kerja.Pasal 56 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55. b. f. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma kerja. menyusun LAKIP Direktorat. pengawasan norma hubungan kerja dan perlindungan berserikat. menyiapkan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma kerja. pengawasan norma hubungan kerja dan perlindungan berserikat. pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja serta pengawasan norma jaminan sosial tenaga kerja. e. pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja serta pengawasan norma jaminan sosial tenaga kerja. k. d. m. d. Triwulan dan Tahunan Direktorat. dan kriteria di bidang pengawasan norma kerja. g. i. mengarahkan penyusunan norma. c. c. Direktorat Pengawasan Norma Kerja dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. l. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan penyusunan norma. prosedur. pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja serta pengawasan norma jaminan sosial tenaga kerja. pengawasan norma hubungan kerja dan perlindungan berserikat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma kerja. pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja serta pengawasan norma jaminan sosial tenaga kerja. Pasal 57 Uraian tugas Direktorat Pengawasan Norma Kerja dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 dan Pasal 56. prosedur. pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja serta pengawasan norma jaminan sosial tenaga kerja. standar. mengkoordinasikan pemberian bimbingan teknis di bidang pengawasan norma kerja. menyusun Penetapan Kinerja Direktorat. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja serta pengawasan norma jaminan sosial tenaga kerja. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma kerja. antara lain sebagai berikut: a. 268 . h. mengkoordinasikan penyusunan program dan anggaran Direktorat. standar. b. menyusun Rencana Strategis Direktorat. j. dan kriteria di bidang pengawasan norma kerja. pengawasan norma hubungan kerja dan perlindungan berserikat.

penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Pengawasan Norma Kerja menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma waktu kerja waktu istirahat dan pengawasan norma pengupahan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan koordinasi di bidang pengawasan norma waktu kerja waktu istirahat dan pengawasan norma pengupahan. prosedur. pelaksanaan kebijakan. Pasal 60 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59. menyusun konsep norma. Pasal 61 Uraian tugas Subdirektorat Pengawasan Norma Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 dan 61. menyusun konsep pelaksanaan pembinaan. dan Subbagian Tata Usaha. e. Subdirektorat Pengawasan Norma Kerja. Pasal 59 Subdirektorat Pengawasan Norma Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyusun rencana. e. dan kriteria di bidang pengawasan norma waktu kerja waktu istirahat dan pengawasan norma pengupahan. Subdirektorat Pengawasan Norma Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma waktu kerja waktu istirahat dan pengawasan norma pengupahan. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma waktu kerja waktu istirahat dan pengawasan norma pengupahan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma waktu kerja waktu istirahat dan pengawasan norma pengupahan. antara lain sebagai berikut: a. g. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma waktu kerja waktu istirahat. h. program dan anggaran Subdirektorat. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. Subdirektorat Pengawasan Norma Hubungan Kerja dan Perlindungan Berserikat. d. c. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengawasan norma waktu kerja waktu istirahat dan pengawasan norma pengupahan. Triwulan. dan pengawasan norma pengupahan.Pasal 58 Direktorat Pengawasan Norma Kerja dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja terdiri atas: a. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma waktu kerja waktu istirahat dan pengawasan norma pengupahan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. b. i. menyusun Laporan Bulanan. c. standar. evaluasi. dan Tahunan Subdirektorat. b. 269 . b. c. f. Subdirektorat Pengawasan Norma Jaminan Sosial Tenaga Kerja. d. dan d. standar. dan j. standar. prosedur dan kriteria di bidang pengawasan norma waktu kerja waktu istirahat dan pengawasan norma pengupahan. penyusunan norma.

dan f. dan b. standar. Seksi Pengawasan Norma Waktu Kerja Waktu Istirahat. dan d. e. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengawasan norma waktu kerja waktu istirahat. Seksi Pengawasan Norma Waktu Kerja Waktu Istirahat menyelenggarakan fungsi: a. b. menyiapkan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma waktu kerja waktu istirahat. prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma waktu kerja waktu istirahat. Pasal 63 Seksi Pengawasan Norma Waktu Kerja Waktu Istirahat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma waktu kerja waktu istirahat. Seksi Pengawasan Norma Pengupahan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pengupahan. prosedur. c. b. penyusunan norma. standar. dan kriteria di bidang pengawasan norma waktu kerja waktu istirahat. Pasal 65 Uraian tugas Seksi Pengawasan Norma Waktu Kerja Waktu Istirahat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 dan Pasal 64. penyusunan norma. standar. d. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma pengupahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma waktu kerja waktu istirahat. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma waktu kerja waktu istirahat. dan kriteria di bidang pengawasan norma waktu kerja waktu istirahat. standar. pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengawasan Norma Pengupahan. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. prosedur. Pasal 64 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63. antara lain sebagai berikut: a. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. perumusan kebijakan 270 di bidang pengawasan norma .Pasal 62 Subdirektorat Pengawasan Norma Kerja terdiri atas: a. menyiapkan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 66 Seksi Pengawasan Norma Pengupahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma waktu kerja waktu istirahat. prosedur. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma waktu kerja waktu istirahat.

dan d. standar. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengupahan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma hubungan kerja dan perlindungan berserikat. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengawasan norma pengupahan. c. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma hubungan kerja dan perlindungan berserikat. Pasal 68 Uraian tugas Seksi Pengawasan Norma Pengupahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 dan Pasal 67. prosedur. antara lain sebagai berikut: a. pengawasan norma pengupahan. dan kriteria di bidang pengawasan norma pengupahan. d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma pengupahan. pelaksanaan kebijakan. 271 . dan perlindungan berserikat. antara lain sebagai berikut: a.b. menyusun rencana. standar. pengawasan norma pengawasan norma dan kriteria di bidang bidang pengawasan e. c. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 71 Uraian tugas Subdirektorat Pengawasan Norma Hubungan Kerja dan Perlindungan Berserikat sebagaimana dimaksud dalam 69 dan Pasal 70. b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma pengupahan. c. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengupahan. dan d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma hubungan kerja. Sudirektorat Pengawasan Norma Hubungan Kerja dan Perlindungan Berserikat menyelenggarakan fungsi: a. c. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. Pasal 69 Subdirektorat Pengawasan Norma Hubungan Kerja dan Perlindungan Berserikat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan norma. b. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma hubungan kerja dan perlindungan berserikat. dan kriteria di bidang pengawasan norma hubungan kerja dan perlindungan berserikat. prosedur. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma hubungan kerja dan perlindungan berserikat. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di norma pengupahan. standar. dan f. b. program dan anggaran Subdirektorat.

penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma hubungan kerja. penyusunan norma. g. dan kriteria di bidang pengawasan norma hubungan kerja dan perlindungan berserikat. standar. Pasal 72 Subdirektorat Pengawasan Norma Hubungan Kerja dan Perlindungan Berserikat terdiri atas: a. dan kriteria di bidang pengawasan norma hubungan kerja. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma hubungan kerja. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. standar. Seksi Pengawasan Norma Perlindungan Berserikat. antara lain sebagai berikut: a. dan kriteria di bidang pengawasan norma hubungan kerja. c. prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma hubungan kerja. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma hubungan b. c. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. e. h. Pasal 75 Uraian tugas Seksi Pengawasan Norma Hubungan Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 dan Pasal 74. prosedur. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma hubungan kerja. Pasal 73 Seksi Pengawasan Norma Hubungan Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma hubungan kerja dan perlindungan berserikat. f. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. dan d. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi kegiatan di bidang pengawasan norma hubungan kerja. kerja. prosedur. d. menyiapkan bahan penyusunan norma. b. standar. dan b.d. 272 . penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma hubungan kerja. prosedur. Seksi Pengawasan Norma Hubungan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. dan i. menyusun konsep pemberian bimbingan teknis di bidang pengawasan norma hubungan kerja dan perlindungan berserikat. f. menyiapkan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengawasan norma hubungan kerja. menyusun konsep norma. Seksi Pengawasan Norma Hubungan Kerja. standar. e. menyusun laporan bulanan dan tahunan kegiatan Subdirektorat. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

dan kriteria serta bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma perlindungan berserikat. norma norma bidang norma Pasal 78 Uraian tugas Seksi Pengawasan Norma Perlindungan Berserikat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 dan Pasal 77. dan f. antara lain sebagai berikut: a. e. prosedur dan kriteria di pengawasan norma perlindungan berserikat. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan perlindungan berserikat. pelaksanaan kebijakan. standar.Pasal 76 Seksi Pengawasan Norma Perlindungan Berserikat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengawasan perlindungan berserikat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. penyusunan norma. c. 273 . menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan perlindungan berserikat. dan kriteria di pengawasan norma perlindungan berserikat. penyusunan norma. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan perlindungan berserikat. menyiapkan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja dalam negeri dan luar negeri. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan perlindungan berserikat. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja dalam negeri. prosedur. c. Seksi Pengawasan Norma Perlindungan Berserikat menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja dalam negeri dan luar negeri. prosedur. norma norma bidang bidang norma Pasal 79 Subdirektorat Pengawasan Norma Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. dan luar negeri. b. pelaksanaan kebijakan. Pasal 80 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79. Subdirektorat Pengawasan Norma Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. dan d. standar. prosedur. b. menyiapkan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis di pengawasan norma perlindungan berserikat. d. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan perlindungan berserikat. b. Pasal 77 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76.

Pasal 82 Subdirektorat Pengawasan Norma Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja terdiri atas: a. 274 . antara lain sebagai berikut: a. prosedur. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja dalam negeri dan luar negeri. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja dalam negeri. standar. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. dan d. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja dalam negeri. penyiapan bahan penyusunan norma. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja dalam negeri dan luar negeri. menyusun Laporan Bulanan. g. dan kriteria di bidang pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja dalam negeri. menyusun konsep pemberian bimbingan teknis di bidang pengawasan norma penempatan tenaga kerja dalam dan luar negeri. menyusun rencana. standar. program dan anggaran Subdirektorat. pelaksanaan kebijakan. Triwulan. f. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. e. dan kriteria di bidang pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja dalam negeri dan luar negeri. Pasal 84 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83. b. menyusun konsep norma. prosedur. h. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja dalam negeri. Pasal 83 Seksi Pengawasan Norma Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kriteria di bidang pengawasan norma penempatan tenaga kerja dalam negeri dan luar negeri. dan i. standar. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja dalam negeri. Pasal 81 Uraian tugas Subdirektorat Pengawasan Norma Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 dan Pasal 80. Seksi Pengawasan Norma Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Dalam Negeri. dan Tahunan Subdirektorat. c. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja dalam negeri dan luar negeri. dan b. d. standar. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat.c. penyusunan norma. dan kriteria. c. dan d. Seksi Pengawasan Norma Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Luar Negeri. Seksi Pengawasan Norma Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. prosedur.

b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja luar negeri. b. dan kriteria di bidang pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja dalam negeri. prosedur. standar. dan kriteria di bidang pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja luar negeri. 275 . pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja luar negeri. Seksi Pengawasan Norma Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. antara lain sebagai berikut: a. d. c. c. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengawasan norma penempatan tenaga kerja dalam negeri. dan kriteria. menyiapkan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja luar negeri. menyiapkan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pengawasan norma penempatan tenaga kerja luar negeri. d. antara lain sebagai berikut: a.Pasal 85 Uraian tugas Seksi Pengawasan Norma Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 dan Pasal 84. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja luar negeri. b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengawasan norma penempatan tenaga kerja luar negeri. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja dalam negeri. dan d. prosedur. Pasal 86 Seksi Pengawasan Norma Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. dan f. e. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja dalam negeri. standar. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja luar negeri. Pasal 88 Uraian tugas Seksi Pengawasan Norma Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 86 dan Pasal 87. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja luar negeri. penyusunan norma. e. dan f. dan kriteria di bidang pengawasan norma penempatan dan pelatihan tenaga kerja luar negeri. standar. Pasal 87 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 86. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengawasan norma penempatan tenaga kerja dalam negeri.

dan kriteria di bidang pengawasan kompensasi dan pengawasan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Subdirektorat. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan kompensasi jaminan sosial tenaga kerja. pelaksanaan kebijakan. menyusun rencana.Pasal 89 Subdirektorat Pengawasan Norma Jaminan Sosial Tenaga Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan norma. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan kompensasi dan pengawasan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja. b. Triwulan. d. dan Tahunan Subdirektorat. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang pengawasan kompensasi dan pengawasan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja. Subdirektorat Pengawasan Norma Jaminan Sosial Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. dan pengawasan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan kompensasi dan pengawasan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan kompensasi dan pengawasan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja. antara lain sebagai berikut: a. f. standar. prosedur. e. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan kompensasi dan pengawasan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja. c. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. standar. Pasal 93 Seksi Pengawasan Kompensasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pengawasan Kompensasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja. prosedur. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyusun konsep pemberian bimbingan teknis di bidang pengawasan kompensasi dan pengawasan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan kompensasi. standar. b. h. dan d. dan b. Pasal 91 Uraian tugas Subdirektorat Pengawasan Norma Jaminan Sosial Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 dan Pasal 90. dan kriteria di bidang pengawasan kompensasi dan pengawasan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja. penyusunan norma. g. Seksi Pengawasan Kepesertaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Pasal 90 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89. 276 . standar. menyusun konsep norma. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. Pasal 92 Subdirektorat Pengawasan Norma Jaminan Sosial Tenaga Kerja terdiri atas: a. menyusun Laporan Bulanan. dan i. program dan anggaran Subdirektorat. prosedur.

menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan kompensasi jaminan sosial tenaga kerja. standar. prosedur. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan kompensasi jaminan sosial tenaga kerja. standar. b. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pengawasan kompensasi jaminan sosial tenaga kerja. Seksi Pengawasan Kompensasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengawasan kompensasi jaminan sosial tenaga kerja. Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Pasal 98 Uraian tugas Seksi Pengawasan Kepesertaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96 dan Pasal 97. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. pelaksanaan kebijakan. b. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan kompensasi jaminan sosial tenaga kerja. standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja. 277 . dan d. e.Pasal 94 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 93. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan kompensasi jaminan sosial tenaga kerja. d. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja. c. c. penyiapan bahan penyusunan norma. dan d. c. Pasal 96 Seksi Pengawasan Kepesertaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan f. dan kriteria di bidang pengawasan kompensasi jaminan sosial tenaga kerja. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengawasan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja. menyiapkan bahan penyusunan norma. Pasal 95 Uraian tugas Seksi Pengawasan Kompensasi Jaminan Sosial Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 93 dan Pasal 94. dan kriteria di bidang pengawasan kompensasi jaminan sosial tenaga kerja. Seksi Pengawasan Kepesertaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan kompensasi jaminan sosial tenaga kerja. prosedur. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja. penyusunan norma. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja.

d. d. melaksanakan penatausahaan barang milik/kekayaan negara (BMN) Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Direktorat. pelaksanaan kebijakan. pengawasan norma kerja anak. standardisasi serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma kerja perempuan. dan f. prosedur. e. melaksanakan administrasi keuangan Direktorat. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja. l. standar. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan n. k. d. dan rumah tangga Direktorat. Triwulan. e. pengurusan administrasi kepegawaian Direktorat. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Direktorat. antara lain sebagai berikut: a. mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Direktorat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. e. c. dan kriteria di bidang pengawasan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja. menyiapkan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pengawasan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja. b. mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Direktorat. m. Bagian Ketiga Direktorat Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak Pasal 102 Direktorat Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 101 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 dan Pasal 100. ketatausahaan. melaksanakan administrasi kepegawaian Direktorat. Semester dan Tahunan Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL) Direktorat. i. h. Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Direktorat. penyiapan administrasi keuangan Direktorat. keuangan. j. b. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Direktorat. kerjasama lintas sektoral. g. f. dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat. c. Pasal 100 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99. menyiapkan bahan penyusunan norma. Pasal 99 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. menyiapkan bahan pemberian bimbingan teknis di bidang pengawasan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja. c. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Direktorat. serta advokasi tenaga kerja perempuan dan anak. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja K/L Direktorat. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Direktorat. urusan kepegawaian.b. menyusun Laporan Bulanan. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. 278 .

standar. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma kerja perempuan. penyiapan penyusunan norma. d. pengawasan norma kerja anak. dan kriteria di bidang pengawasan norma kerja perempuan. Pasal 104 Uraian tugas Direktorat Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102 dan Pasal 103. menyusun LAKIP Direktorat. pengawasan norma kerja anak. c. mengkoordinasikan kegiatan pemantauan dan evaluasi di bidang pengawasan norma kerja perempuan. kerjasama lintas sektoral serta advokasi tenaga kerja perempuan dan anak. b. antara lain sebagai berikut: a. j. pelaksanaan tata usaha rumah tangga Direktorat. d. menyusun Penetapan Kinerja Direktorat. menyusun Laporan Bulanan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma kerja perempuan. Triwulan dan Tahunan Direktorat. kerjasama lintas sektoral serta advokasi tenaga kerja perempuan dan anak. kerjasama lintas sektoral serta advokasi tenaga kerja perempuan dan anak. prosedur. c. f.Pasal 103 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102. i. Subdirektorat Kerjasama Lintas Sektoral. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Subdirektorat Pengawasan Norma Kerja Perempuan. h. dan e. Subdirektorat Advokasi Tenaga Kerja Perempuan dan Anak. Direktorat Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak menyelenggarakan fungsi: a. l. k. kerjasama lintas sektoral serta advokasi tenaga kerja perempuan dan anak. e. b. standar. kerjasama lintas sektoral serta advokasi tenaga kerja perempuan dan anak. menyiapkan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma kerja perempuan. pengawasan norma kerja anak. dan m. prosedur. g. mengkoordinasikan penyusunan program dan anggaran Direktorat. dan Subbagian Tata Usaha. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. mengkoordinasikan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma kerja perempuan. dan kriteria di bidang pengawasan norma kerja perempuan. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma kerja perempuan. kerjasama lintas sektoral serta advokasi tenaga kerja perempuan dan anak. pengawasan norma kerja anak. kerjasama lintas sektoral serta advokasi tenaga kerja perempuan dan anak. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Direktorat. kerjasama lintas sektoral serta advokasi tenaga kerja perempuan dan anak. c. 279 . pengawasan norma kerja anak. mengarahkan penyusunan norma. Subdirektorat Pengawasan Norma Kerja Anak. kerjasama lintas sektoral serta advokasi tenaga kerja perempuan dan anak. pengawasan norma kerja anak. pengawasan norma kerja anak. pengawasan norma kerja anak. b. menyusun Rencana Strategis Direktorat. menyiapkan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma kerja perempuan. pengawasan norma kerja anak. e. Pasal 105 Direktorat Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak terdiri atas: a.

dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma penghapusan diskriminasi. menyusun Laporan Bulanan. dan d. g. 280 . standar. Seksi Pengawasan Norma Penghapusan Diskriminasi. dan kriteria di bidang pengawasan norma penghapusan diskriminasi dan perlindungan tenaga kerja perempuan. d. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. standar. menyusun konsep norma. dan i. Subdirektorat Pengawasan Norma Kerja Perempuan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 106 Subdirektorat Pengawasan Norma Kerja Perempuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. Pasal 110 Seksi Pengawasan Norma Penghapusan Diskriminasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma penghapusan diskriminasi dan perlindungan tenaga kerja perempuan. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma penghapusan diskriminasi dan perlindungan tenaga kerja perempuan. dan perlindungan tenaga kerja perempuan. menyusun rencana. prosedur. Pasal 109 Subdirektorat Pengawasan Norma Kerja Perempuan terdiri atas: a. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma penghapusan diskriminasi dan perlindungan tenaga kerja perempuan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. prosedur. f. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma penghapusan diskriminasi dan perlindungan tenaga kerja perempuan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma penghapusan diskriminasi dan perlindungan tenaga kerja perempuan. pelaksanaan kebijakan. standar. Seksi Pengawasan Norma Perlindungan Tenaga Kerja Perempuan. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengawasan norma penghapusan diskriminasi dan perlindungan tenaga kerja perempuan. h. Triwulan. prosedur. dan Tahunan Subdirektorat. standar. antara lain sebagai berikut: a. e. c. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. b. dan b. program dan anggaran Subdirektorat. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 107 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106. Pasal 108 Uraian tugas Subdirektorat Pengawasan Norma Kerja Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 dan Pasal 107. dan kriteria di bidang pengawasan norma penghapusan diskriminasi dan perlindungan tenaga kerja perempuan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma penghapusan diskriminasi. b.

penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan perlindungan tenaga kerja perempuan. 281 . menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma penghapusan diskriminasi. dan d. antara lain sebagai berikut: a. e. prosedur. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan penyusunan norma. d. dan d. c. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengawasan norma penghapusan diskriminasi. b. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma perlindungan tenaga kerja perempuan. c. Pasal 114 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113.Pasal 111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110. dan kriteria di bidang pengawasan norma penghapusan diskriminasi. Seksi Pengawasan Norma Penghapusan Diskriminasi menyelenggarakan fungsi: a. standar. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma penghapusan diskriminasi. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan penghapusan diskriminasi. norma norma bidang norma Pasal 115 Uraian tugas Seksi Pengawasan Norma Perlindungan Tenaga Kerja Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 dan Pasal 114. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan penghapusan diskriminasi. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengawasan norma penghapusan diskriminasi. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma perlindungan tenaga kerja perempuan. prosedur. dan kriteria di pengawasan norma penghapusan diskriminasi. Pasal 113 Seksi Pengawasan Norma Perlindungan Tenaga Kerja Perempuan melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan perlindungan tenaga kerja perempuan. b. prosedur. pelaksanaan kebijakan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. standar. dan f. standar. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan perlindungan tenaga kerja perempuan. prosedur. norma norma bidang norma Pasal 112 Uraian tugas Seksi Pengawasan Norma Penghapusan Diskriminasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 dan Pasal 111. standar. Seksi Pengawasan Norma Perlindungan Tenaga Kerja Perempuan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di pengawasan norma perlindungan tenaga kerja perempuan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan penghapusan diskriminasi.

dan d. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengawasan norma penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak dan perlindungan tenaga kerja anak. Subdirektorat Pengawasan Norma Kerja Anak menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 117 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengawasan norma perlindungan tenaga kerja perempuan. standar. program dan anggaran Subdirektorat. standar. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. penyusunan norma. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. h. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak dan perlindungan tenaga kerja anak. Pasal 118 Uraian tugas Subdirektorat Pengawasan Norma Kerja Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116 dan Pasal 117. b. antara lain sebagai berikut: a. dan f. dan i. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak dan perlindungan tenaga kerja anak. menyusun konsep norma. b. prosedur. Triwulan. penyiapan bahan penyusunan norma. f. e. 282 . melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. dan Tahunan Subdirektorat. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak dan perlindungan tenaga kerja anak. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak dan perlindungan tenaga kerja anak. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. prosedur. d. d. prosedur. e. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengawasan norma perlindungan tenaga kerja perempuan. dan kriteria di bidang pengawasan norma penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak dan perlindungan tenaga kerja anak. c. Pasal 116 Subdirektorat Pengawasan Norma Kerja Anak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak dan perlindungan tenaga kerja anak. prosedur. g. dan perlindungan tenaga kerja anak. dan kriteria di bidang pengawasan norma penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak dan perlindungan tenaga kerja anak. c. menyusun rencana. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma perlindungan tenaga kerja perempuan. menyusun Laporan Bulanan. pelaksanaan kebijakan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.b. dan kriteria di bidang pengawasan norma perlindungan tenaga kerja perempuan. standar. menyiapkan bahan penyusunan norma.

Pasal 120 Seksi Pengawasan Norma Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk Untuk Anak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. dan d. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. standar. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. Pasal 122 Uraian tugas Seksi Pengawasan Norma Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk Untuk Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120 dan Pasal 121. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma perlindungan tenaga kerja anak. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengawasan norma penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengawasan norma penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. dan f. pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Seksi Pengawasan Norma Perlindungan Tenaga Kerja Anak. Seksi Pengawasan Norma Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk Untuk Anak menyelenggarakan fungsi: a. 283 . standar. dan b. prosedur. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pengawasan norma penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. penyusunan norma. Pasal 123 Seksi Pengawasan Norma Perlindungan Tenaga Kerja Anak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pengawasan Norma Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak. d. standar. e. prosedur. dan kriteria di bidang pengawasan norma penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. Pasal 121 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120. c. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. antara lain sebagai berikut: a. c.Pasal 119 Subdirektorat Pengawasan Norma Kerja Anak terdiri atas: a. menyiapkan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak. b. prosedur.

c. penyusunan norma. dan kriteria di bidang kerjasama lintas sektoral tenaga kerja perempuan dan tenaga kerja anak. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengawasan norma perlindungan tenaga kerja anak. d. standar. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. f. perlindungan tenaga kerja anak. Seksi Pengawasan Norma Perlindungan Tenaga Kerja Anak menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama lintas sektoral tenaga kerja perempuan dan tenaga kerja anak. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama lintas sektoral tenaga kerja perempuan dan tenaga kerja anak. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengawasan norma perlindungan tenaga kerja anak. c. standar. Subdirektorat Kerjasama Lintas Sektoral menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 128 Uraian tugas Subdirektorat Kerjasama Lintas Sektoral sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 dan Pasal 127. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan perlindungan tenaga kerja anak. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan perlindungan tenaga kerja anak. prosedur. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama lintas sektoral tenaga kerja perempuan. Pasal 126 Subdirektorat Kerjasama Lintas Sektoral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. program dan anggaran Subdirektorat. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama lintas sektoral tenaga kerja perempuan dan tenaga kerja anak. 284 . norma norma bidang norma Pasal 125 Uraian tugas Seksi Pengawasan Norma Perlindungan Tenaga Kerja Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123 dan Pasal 124. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma perlindungan tenaga kerja anak. menyusun rencana. antara lain sebagai berikut: a. dan kriteria di pengawasan norma perlindungan tenaga kerja anak. e.Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123. c. standar. dan d. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan perlindungan tenaga kerja anak. dan kriteria di bidang pengawasan norma perlindungan tenaga kerja anak. b. menyiapkan bahan penyusunan norma. dan d. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma b. prosedur. dan tenaga kerja anak. pelaksanaan kebijakan. standar. b.

c. standar. pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. d. standar. g. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang kerjasama lintas sektoral tenaga kerja perempuan dan tenaga kerja anak. Seksi Kerjasama Lintas Sektoral Tenaga Kerja Perempuan menyelenggarakan fungsi: a. dan i. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang kerjasama lintas sektoral tenaga kerja perempuan dan tenaga kerja anak.b. d. f. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama lintas sektoral tenaga kerja perempuan dan tenaga kerja anak. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama lintas sektor tenaga kerja perempuan. e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kriteria di bidang kerjasama lintas sektor tenaga kerja perempuan. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang kerjasama lintas sektor tenaga kerja perempuan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama lintas sektor tenaga kerja perempuan. prosedur. dan kriteria di bidang kerjasama lintas sektor tenaga kerja perempuan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 130 Seksi Kerjasama Lintas Sektoral Tenaga Kerja Perempuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang kerjasama lintas sektor tenaga kerja perempuan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama lintas sektor tenaga kerja perempuan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. dan Tahunan Subdirektorat. standar. Pasal 129 Subdirektorat Kerjasama Lintas Sektoral terdiri atas: a. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama lintas sektor tenaga kerja perempuan. b. menyusun Laporan Bulanan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. antara lain sebagai berikut: a. prosedur. Pasal 132 Uraian tugas Seksi Kerjasama Lintas Sektoral Tenaga Kerja Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130 dan Pasal 131. prosedur. dan kriteria di bidang kerjasama lintas sektoral tenaga kerja perempuan dan tenaga kerja anak. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. prosedur. standar. dan b. Seksi Kerjasama Lintas Sektoral Tenaga Kerja Perempuan. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama lintas sektor tenaga kerja perempuan. 285 . menyiapkan bahan penyusunan norma. c. Seksi Kerjasama Lintas Sektoral Tenaga Kerja Anak. b. h. Triwulan. menyusun konsep norma. dan f. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. dan d. e. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama lintas sektor tenaga kerja perempuan.

prosedur. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang advokasi tenaga kerja perempuan. dan f. penyiapan bahan penyusunan norma. c. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama lintas sektor tenaga kerja anak. e. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama lintas sektor tenaga kerja anak. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang advokasi tenaga kerja perempuan dan tenaga kerja anak. menyiapkan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang kerjasama lintas sektor tenaga kerja anak. prosedur. prosedur. b. c. Pasal 137 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136. penyusunan norma. penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang advokasi tenaga kerja perempuan dan tenaga kerja anak. standar. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama lintas sektor tenaga kerja anak. b. dan d. standar. standar. d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama lintas sektor tenaga kerja anak. dan kriteria di bidang advokasi tenaga kerja perempuan dan tenaga kerja anak. prosedur. Seksi Kerjasama Lintas Sektoral Tenaga Kerja Anak menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 135 Uraian tugas Seksi Kerjasama Lintas Sektoral Tenaga Kerja Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133 dan Pasal 134. antara lain sebagai berikut: a. dan d. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang kerjasama lintas sektor tenaga kerja anak. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. dan kriteria di bidang kerjasama lintas sektor tenaga kerja anak. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama lintas sektor tenaga kerja anak. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang advokasi tenaga kerja perempuan dan tenaga kerja anak. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama lintas sektor tenaga kerja anak. c. Subdirektorat Advokasi Tenaga Kerja Perempuan dan Anak menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang kerjasama lintas sektor tenaga kerja anak. 286 . dan tenaga kerja anak.Pasal 133 Seksi Kerjasama Lintas Sektoral Tenaga Kerja Anak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 136 Subdirektorat Advokasi Tenaga Kerja Perempuan dan Anak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. dan kriteria di bidang advokasi tenaga kerja perempuan. 287 . dan d. pelaksanaan kebijakan. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang advokasi tenaga kerja perempuan. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang advokasi tenaga kerja perempuan dan tenaga kerja anak.Pasal 138 Uraian tugas Subdirektorat Advokasi Tenaga Kerja Perempuan dan Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 dan Pasal 137. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang advokasi tenaga kerja perempuan. Seksi Advokasi Tenaga Kerja Anak. Pasal 141 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140. Seksi Advokasi Tenaga Kerja Perempuan menyelenggarakan fungsi: a. g. antara lain sebagai berikut: a. f. Pasal 139 Subdirektorat Advokasi Tenaga Kerja Perempuan dan Anak terdiri atas: a. menyusun konsep norma. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang advokasi tenaga kerja perempuan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang advokasi tenaga kerja perempuan dan tenaga kerja anak. standar. Pasal 140 Seksi Advokasi Tenaga Kerja Perempuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. standar. program dan anggaran Subdirektorat. c. c. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang advokasi tenaga kerja perempuan. prosedur. menyusun konsep rumusan kebijakan di bidang advokasi tenaga kerja perempuan dan tenaga kerja anak. Pasal 142 Uraian tugas Seksi Advokasi Tenaga Kerja Perempuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 dan Pasal 141. standar. e. d. dan Tahunan Subdirektorat. h. Seksi Advokasi Tenaga Kerja Perempuan. prosedur. prosedur. b. penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang advokasi tenaga kerja perempuan. dan i. menyusun Laporan Bulanan. dan b. b. penyiapan bahan penyusunan norma. menyusun rencana. dan kriteria di bidang advokasi tenaga kerja perempuan dan tenaga kerja anak. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang advokasi tenaga kerja perempuan. Triwulan.

urusan kepegawaian. prosedur. prosedur. d. pelaksanaan kebijakan. 288 .c. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Direktorat. prosedur. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang advokasi tenaga kerja anak. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang advokasi tenaga kerja anak. Pasal 146 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang advokasi tenaga kerja anak. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang advokasi tenaga kerja anak. b. penyiapan administrasi keuangan Direktorat. dan f. pengurusan administrasi kepegawaian Direktorat. dan rumah tangga Direktorat. b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 145 Uraian tugas Seksi Advokasi Tenaga Kerja Anak adalah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143 dan Pasal 144. c. b. standar. d. standar. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang advokasi tenaga kerja anak. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang advokasi tenaga kerja perempuan. keuangan. antara lain sebagai berikut: a. dan d. dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat. Pasal 143 Seksi Advokasi Tenaga Kerja Anak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. standar. dan f. dan kriteria di bidang advokasi tenaga kerja anak. penyusunan norma. e. standar. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang advokasi tenaga kerja perempuan. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Direktorat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. ketatausahaan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang advokasi tenaga kerja anak. c. dan kriteria di bidang advokasi tenaga kerja perempuan. Seksi Advokasi Tenaga Kerja Anak menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146. menyiapkan bahan penyusunan norma. Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. e. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang advokasi tenaga kerja anak. menyiapkan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang advokasi tenaga kerja anak. dan kriteria di bidang advokasi tenaga kerja anak. d.

melaksanakan administrasi keuangan Direktorat. b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma mekanik. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. melaksanakan administrasi kepegawaian Direktorat. pengawasan norma lingkungan kerja dan bahan berbahaya. pengawasan norma konstruksi bangunan. dan n. pengawasan norma lingkungan kerja dan bahan berbahaya. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma mekanik. j. pesawat uap dan bejana tekan. e. menyusun Laporan Bulanan. pengawasan norma lingkungan kerja dan bahan berbahaya. i. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Semester dan Tahunan Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Direktorat. pesawat uap dan bejana tekan. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Direktorat. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Direktorat.Pasal 148 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146 dan Pasal 147. standardisasi serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma mekanik. Triwulan. c. l. serta pengawasan norma kelembagaan. 289 . keahlian dan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). pengawasan norma konstruksi bangunan. listrik dan penanggulangan kebakaran. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. m. listrik dan penanggulangan kebakaran. melaksanakan penatausahaan barang milik/kekayaan negara (BMN) Direktorat. b. Bagian Keempat Direktorat Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pasal 149 Direktorat Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Direktorat. pesawat uap dan bejana tekan. g. pelaksanaan kebijakan. f. pengawasan norma konstruksi bangunan. keahlian dan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). antara lain sebagai berikut: a. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL) Direktorat. pengawasan norma kesehatan kerja. Direktorat Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. d. k. serta pengawasan norma kelembagaan. keahlian dan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). pengawasan norma kesehatan kerja. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja K/L Direktorat. pengawasan norma kesehatan kerja. h. mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Direktorat. listrik dan penanggulangan kebakaran. serta pengawasan norma kelembagaan. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Direktorat.

pesawat uap dan bejana tekan. d. pengawasan norma kesehatan kerja. listrik dan penanggulangan kebakaran. pengawasan norma konstruksi bangunan. pesawat uap dan bejana tekan. pengawasan norma konstruksi bangunan. prosedur. keahlian dan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). pesawat uap dan bejana tekan. pengawasan norma kesehatan kerja. listrik dan penanggulangan kebakaran. keahlian dan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). serta pengawasan norma kelembagaan. listrik dan penanggulangan kebakaran. menyiapkan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma mekanik. k. menyiapkan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma mekanik. dan e. pengawasan norma lingkungan kerja dan bahan berbahaya. mengarahkan penyusunan norma. pengawasan norma kesehatan kerja. serta pengawasan norma kelembagaan. serta pengawasan norma kelembagaan. menyusun Laporan Bulanan. pengawasan norma lingkungan kerja dan bahan berbahaya. keahlian dan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). serta pengawasan norma kelembagaan. menyusun Rencana Strategis Direktorat. g. pengawasan norma konstruksi bangunan. standar. pesawat uap dan bejana tekan. pengawasan norma konstruksi bangunan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma mekanik. penyiapan penyusunan norma. pengawasan norma lingkungan kerja dan bahan berbahaya. pesawat uap dan bejana tekan. menyusun LAKIP Direktorat. pengawasan norma kesehatan kerja. j. Triwulan dan Tahunan Direktorat. e. dan m. pengawasan norma kesehatan kerja. menyusun Penetapan Kinerja Direktorat. Pasal 151 Uraian tugas Direktorat Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149 dan Pasal 150. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. f. pesawat uap dan bejana tekan. pengawasan norma lingkungan kerja dan bahan berbahaya. pengawasan norma konstruksi bangunan. keahlian dan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). serta pengawasan norma kelembagaan. pengawasan norma konstruksi bangunan. pengawasan norma lingkungan kerja dan bahan berbahaya.c. serta pengawasan norma kelembagaan. pengawasan norma kesehatan kerja. pengawasan norma lingkungan kerja dan bahan berbahaya. b. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Direktorat. mengkoordinasikan pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengawasan norma mekanik. pesawat uap dan bejana tekan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. d. listrik dan penanggulangan kebakaran. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. keahlian dan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). keahlian dan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). mengkoordinasikan kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma mekanik. listrik dan penanggulangan kebakaran. listrik dan penanggulangan kebakaran. keahlian dan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). prosedur dan kritreria di bidang pengawasan norma mekanik. antara lain sebagai berikut: a. standar. i. l. serta pengawasan norma kelembagaan. listrik dan penanggulangan kebakaran. 290 . h. c. dan kriteria di bidang pengawasan norma mekanik. pengawasan norma konstruksi bangunan. pengawasan norma lingkungan kerja dan bahan berbahaya. pengawasan norma kesehatan kerja. mengkoordinasikan penyusunan program dan anggaran Direktorat.

menyusun Laporan Bulanan. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma mekanik serta pesawat uap dan bejana tekan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma mekanik. prosedur dan kriteria di bidang pengawasan norma mekanik serta pesawat uap dan bejana tekan. c. b. h. program dan anggaran Subdirektorat. g. standar. standar. Listrik dan Penanggulangan Kebakaran. d. Pasal 155 Uraian tugas Subdirektorat Pengawasan Norma Mekanik. prosedur. Subdirektorat Pengawasan Norma Kelembagaan. Subdirektorat Pengawasan Norma Konstruksi Bangunan. dan i. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Subdirektorat. Pesawat Uap dan Bejana Tekan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 dan Pasal 154. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. menyusun konsep norma. standar.Pasal 152 Direktorat Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja terdiri atas: a. c. Subdirektorat Pengawasan Norma Mekanik. Triwulan. b. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. dan kriteria di bidang pengawasan norma mekanik serta pesawat uap dan bejana tekan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma mekanik serta pesawat uap dan bejana tekan. b. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengawasan Norma Mekanik. Pesawat Uap dan Bejana Tekan. penyusunan norma. d. e. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma mekanik serta pesawat uap dan bejana tekan. Subdirektorat Pengawasan Norma Lingkungan Kerja dan Bahan Berbahaya. dan f. dan d. f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. antara lain sebagai berikut: a. serta pesawat uap dan bejana tekan. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengawasan norma mekanik serta pesawat uap dan bejana tekan. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma mekanik serta pesawat uap dan bejana tekan. menyusun rencana. c. Keahlian dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Subdirektorat Pengawasan Norma Kesehatan Kerja. Pasal 153 Subdirektorat Pengawasan Norma Mekanik. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma mekanik serta pesawat uap dan bejana tekan. Pesawat Uap dan Bejana Tekan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. dan Tahunan Subdirektorat. Subbagian Tata Usaha. prosedur. e. Pesawat Uap dan Bejana Tekan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. 291 .

pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan pelaksanaan kegiatan di bidang pengawasan norma mekanik. penyusunan norma. menyiapkan bahan penunjukkan jasa teknik fabrikasi di bidang pengawasan norma mekanik. d. standar. menyiapkan bahan penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pengawasan norma mekanik. dan kriteria di bidang pengawasan norma mekanik. Seksi Pengawasan Norma Pesawat Uap dan Bejana Tekan. pelaksanaan penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang pengawasan norma mekanik. c. Seksi Pengawasan Norma Mekanik. dan d. menyiapkan bahan penyelesaian permasalahan pengawasan norma mekanik. pelaksanaan kebijakan. f. penyusunan norma. menyiapkan bahan rumusan kebijakan di bidang pengawasan norma mekanik. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma mekanik. standar. dan i. c. menyiapkan bahan pemberian pengesahan peralatan di bidang pengawasan norma mekanik. pengendalian. prosedur dan kriteria di bidang pengawasan norma mekanik. b. b. menyiapkan bahan penyusunan pembinaan. evaluasi dan koordinasi fungsional di bidang pengawasan norma mekanik. prosedur. Pesawat Uap dan Bejana Tekan terdiri atas: a. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 159 Uraian tugas Seksi Pengawasan Norma Mekanik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157 dan Pasal 158. dan b. standar. h.Pasal 156 Subdirektorat Pengawasan Norma Mekanik. 292 . e. Pasal 160 Seksi Pengawasan Norma Pesawat Uap dan Bejana Tekan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 158 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157. standar. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma mekanik. Pasal 157 Seksi Pengawasan Norma Mekanik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. Seksi Pengawasan Norma Mekanik menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan penunjukan atau lisensi kompetensi bagi ahli. teknisi atau petugas atau operator di bidang pengawasan norma mekanik. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma pesawat uap dan bejana tekan. g.

evaluasi dan koordinasi fungsional di bidang pengawasan norma pesawat uap dan bejana tekan. antara lain sebagai berikut: a. dan j. Pasal 163 Subdirektorat Pengawasan Norma Konstruksi Bangunan. d. menyiapkan bahan penyusunan norma. standar. menyiapkan bahan rumusan kebijakan di bidang pengawasan norma pesawat uap dan bejana tekan. Pasal 162 Uraian tugas Seksi Pengawasan Norma Pesawat Uap dan Bejana Tekan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160 dan Pasal 161. g. menyiapkan bahan penunjukkan jasa teknik fabrikasi di bidang pengawasan norma pesawat uap dan bejana tekan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan serta norma listrik dan penanggulangan kebakaran. b. prosedur dan kriteria di bidang pengawasan norma pesawat uap dan bejana tekan. menyiapkan bahan pelaksanaan kegiatan di bidang pengawasan norma pesawat uap dan bejana tekan. prosedur. d. b. i. standar. menyiapkan bahan penyelesaian permasalahan pengawasan norma pesawat uap dan bejana tekan. menyiapkan bahan penyusunan pembinaan. norma. dan kriteria di bidang pengawasan norma pesawat uap dan bejana tekan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma pesawat uap dan bejana tekan. menyiapkan bahan penunjukan atau lisensi kompetensi bagi ahli. menyiapkan bahan pemberian pengesahan peralatan di bidang pengawasan norma pesawat uap dan bejana tekan.Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. Seksi Pengawasan Norma Pesawat Uap dan Bejana Tekan menyelenggarakan fungsi: a. 293 . penyiapan bahan penyusunan standar. penyusunan norma. h. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma pesawat uap dan bejana tekan. dan e. e. c. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengawasan norma pesawat uap dan bejana tekan. c. pelaksanaan penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang pengawasan norma pesawat uap dan bejana tekan. pengendalian. Listrik dan Penanggulangan Kebakaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. teknisi atau petugas atau operator di bidang pengawasan norma pesawat uap dan bejana tekan. f. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pengawasan norma pesawat uap dan bejana tekan. pelaksanaan kebijakan. prosedur.

menyusun konsep pengesahan obyek pengawasan dan penunjukan perusahaan jasa teknik pabrikasi di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan serta norma listrik dan penanggulangan kebakaran. Pasal 166 Subdirektorat Pengawasan Norma Konstruksi Penanggulangan Kebakaran terdiri atas: Bangunan. evaluasi. dan b. Listrik dan Penanggulangan Kebakaran menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 164 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 163. menyusun Laporan Bulanan. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan serta norma listrik dan penanggulangan kebakaran. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan serta norma listrik dan penanggulangan kebakaran. Seksi Pengawasan Norma Listrik dan Penanggulangan Kebakaran. menyusun rencana. Pasal 165 Uraian tugas Subdirektorat Pengawasan Norma Konstruksi Bangunan. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. g. teknisi atau petugas atau operator di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan serta norma listrik dan penanggulangan kebakaran. prosedur. f. 294 Listrik dan . dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan serta norma listrik dan penanggulangan kebakaran. d. i. menyiapkan penunjukan atau lisensi kompetensi teknik bagi ahli. pengendalian. c. dan koordinasi di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan serta norma listrik dan penanggulangan kebakaran. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan serta norma listrik dan penanggulangan kebakaran. prosedur dan kriteria di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan serta norma listrik dan penanggulangan kebakaran. Triwulan. standar. dan m. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan serta norma listrik dan penanggulangan kebakaran. e. j. Subdirektorat Pengawasan Norma Konstruksi Bangunan. k. c. standar. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. h. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. menyusun konsep penyelesaian permasalahan di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan serta norma listrik dan penanggulangan kebakaran. menyusun konsep pelaksanaan pembinaan. menyusun konsep norma. Seksi Pengawasan Norma Konstruksi Bangunan. a. b. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan serta norma listrik dan penanggulangan kebakaran. l. dan Tahunan Subdirektorat. dan kriteria di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan serta norma listrik dan penanggulangan kebakaran. program dan anggaran Subdirektorat. Listrik dan Penanggulangan Kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 163 dan Pasal 164. antara lain sebagai berikut: a.

melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. d. menyiapkan bahan penyelesaian permasalahan di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan. menyiapkan bahan pengesahan obyek pengawasan dan penunjukan perusahaan jasa teknik di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma norma listrik dan penanggulangan kebakaran. antara lain sebagai berikut: a. standar. penyusunan norma.Pasal 167 Seksi Pengawasan Norma Konstruksi Bangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. g. Seksi Pengawasan Norma Listrik dan Penanggulangan Kebakaran menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma listrik dan penanggulangan kebakaran. prosedur. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma listrik dan penanggulangan kebakaran. 295 . c. menyiapkan bahan penyusunan norma. Seksi Pengawasan Norma Konstruksi Bangunan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 171 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan. program dan strategi di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan. pelaksanaan kebijakan. prosedur dan kriteria di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan. prosedur dan kriteria di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan. b. penyiapan bahan penyusunan norma. dan koordinasi di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan. standar. b. f. dan h. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 169 Uraian tugas Seksi Pengawasan Norma Konstruksi Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167 dan Pasal 168. dan d. menyiapkan bahan pelaksanaan pembinaan. e. menyiapkan bahan penunjukan atau lisensi kompetensi teknik bagi ahli. b. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan. Pasal 170 Seksi Pengawasan Norma Listrik dan Penanggulangan Kebakaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan norma. pengendalian. evaluasi. Pasal 168 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan. teknisi atau petugas atau operator di bidang pengawasan norma konstruksi bangunan. prosedur.

prosedur. dan koordinasi di bidang pengawasan norma listrik dan penanggulangan kebakaran. Subdirektorat Pengawasan Norma Kesehatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. standar. standar. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengawasan norma listrik dan penanggulangan kebakaran. menyiapkan bahan penyelesaian permasalahan di bidang pengawasan norma listrik dan penanggulangan kebakaran. d. Pasal 173 Subdirektorat Pengawasan Norma Kesehatan Kerja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. f. Pasal 172 Uraian tugas Seksi Pengawasan Norma Listrik dan Penanggulangan Kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 dan Pasal 171. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma listrik dan penanggulangan kebakaran. standar. h. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan penunjukan atau lisensi kompetensi teknik bagi ahli. i. prosedur dan kriteria di bidang pengawasan norma listrik dan penanggulangan kebakaran. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan penunjukan atau lisensi kompetensi teknis bagi ahli. dan e. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja dan pemeliharaan kesehatan tenaga kerja. teknisi atau petugas di bidang pengawasan norma listrik dan penanggulangan kebakaran.c. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penunjukan atau lisensi kompetensi teknis bagi ahli. g. dan pemeliharaan kesehatan tenaga kerja. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma listrik dan penanggulangan kebakaran. Pasal 174 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 173. c. menyiapkan bahan pelaksanaan pembinaan. d. penyiapan bahan penyelesaian pemasalahan pengawasan norma keselamatan dan kesehatan kerja di bidang pengawasan norma listrik dan penanggulangan kebakaran. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja. e. dan j. pengendalian. teknisi atau petugas atau operator di bidang pengawasan norma listrik dan penanggulangan kebakaran. menyiapkan bahan pengesahan obyek pengawasan dan penunjukan perusahaan jasa teknik di bidang pengawasan norma listrik dan penanggulangan kebakaran. menyiapkan bahan penyusunan norma. evaluasi. 296 . teknisi atau petugas di bidang pengawasan norma listrik dan penanggulangan kebakaran. prosedur dan kriteria di bidang pengawasan norma listrik dan penanggulangan kebakaran. b.

e. menyusun konsep pengesahan. d. h. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja dan pemeliharaan kesehatan tenaga kerja. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. Seksi Pengawasan Norma Pelayanan Kesehatan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. PJK3 bidang kesehatan kerja. c. i. k. Triwulan. melaporkan dan mengevaluasi data pemeriksaan kesehatan tenaga kerja. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja dan pemeliharaan kesehatan tenaga kerja. menyusun Laporan Bulanan. f. mendata. penyiapan bahan penyusunan norma. 297 .b. l. evaluasi. menyusun konsep pelaksanaan pembinaan. standar. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. prosedur. g. program dan anggaran Subdirektorat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. penyusunan norma. b. pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja dan pemeliharaan kesehatan tenaga kerja. Seksi Pengawasan Norma Pemeliharaan Kesehatan Tenaga Kerja. koordinasi di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja dan pemeliharaan kesehatan tenaga kerja. prosedur dan kriteria di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja dan pemeliharaan kesehatan tenaga kerja. pengendalian. Pasal 176 Subdirektorat Pengawasan Norma Kesehatan Kerja terdiri atas: a. dan kriteria di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja dan pemeliharaan kesehatan tenaga kerja. antara lain sebagai berikut: a. menyusun konsep norma. Pasal 178 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja. j. Pasal 175 Uraian tugas Subdirektorat Pengawasan Norma Kesehatan Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173 dan Pasal 174. penunjukan dan lisensi di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja dan pemeliharaan kesehatan tenaga kerja. standar. dan m. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja dan pemeliharaan kesehatan tenaga kerja. dan b. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja. P3K di tempat kerja. Pasal 177 Seksi Pengawasan Norma Pelayanan Kesehatan Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja dan pemeliharaan kesehatan tenaga kerja. standar. dan Tahunan Subdirektorat. menyusun rencana. c. menyusun konsep penyelesaian masalah pengawasan norma pemeliharaan kesehatan tenaga kerja. Seksi Pengawasan Norma Pelayanan Kesehatan Kerja. dan d.

menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja. c. Pasal 179 Uraian tugas Seksi Pengawasan Norma Pelayanan Kesehatan Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 dan Pasal 178. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma pemeliharaan kesehatan tenaga kerja. evaluasi. b. mendata. c. dan koordinasi di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja. menyiapkan bahan penyelesaian masalah di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja. pelaksanaan penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja. paramedis perusahaan dan penyakit akibat kerja. penyiapan bahan penyusunan norma. d. Seksi Pengawasan Norma Pemeliharaan Kesehatan Tenaga Kerja menyelenggarakan fungsi: a. prosedur dan kriteria di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja. standar. e. h. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja. pelaksanaan kebijakan. c. standar. g. dan e. prosedur. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma pemeliharaan kesehatan tenaga kerja. melaporkan dan mengevaluasi data pelayanan kesehatan kerja. Pasal 180 Seksi Pengawasan Norma Pemeliharaan Kesehatan Tenaga Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja. f. menyiapkan bahan pengesahan. 298 . penyusunan norma.dan e. prosedur dan kriteria di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja. standar. prosedur dan kriteria di bidang pengawasan norma pemeliharaan kesehatan tenaga kerja. dokter perusahaan. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang pengawasan norma pemeliharaan kesehatan tenaga kerja. pengendalian. menyiapkan bahan pelaksanaan pembinaan. menyiapkan bahan penyusunan norma. i. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma pemeliharaan kesehatan tenaga kerja. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang pengawasan norma pemeliharaan kesehatan tenaga kerja. dokter pemeriksa kesehatan tenaga kerja. d. penunjukan dan lisensi di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja. dan j. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 181 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja.b. standar. d.

pengendalian. paramedis perusahaan dan penyakit akibat kerja. dokter perusahaan. f. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norm a lingkungan kerja dan norma bahan berbahaya. melaporkan dan mengevaluasi data pelayanan kesehatan kerja. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja. dan koordinasi di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. g. prosedur. c. menyiapkan bahan pengesahan. menyiapkan bahan pelaksanaan pembinaan.Pasal 182 Uraian tugas Seksi Pengawasan Norma Pemeliharaan Kesehatan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180 dan Pasal 181. dan norma bahan berbahaya. penyusunan norma. evaluasi. dokter pemeriksa kesehatan tenaga kerja. Pasal 185 Uraian tugas Subdirektorat Pengawasan Norma Lingkungan Kerja dan Bahan Berbahaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183 dan Pasal 184. e. b. penunjukan dan lisensi di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja. Subdirektorat Pengawasan Norma Lingkungan Kerja dan Bahan Berbahaya menyelenggarakan fungsi: a. standar. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. pelaksanaan kebijakan. menyusun rencana. i. mendata. h. standar. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan penyelesaian masalah di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma lingkungan kerja dan norma bahan berbahaya. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja. dan j. d. Pasal 183 Subdirektorat Pengawasan Norma Lingkungan Kerja dan Bahan Berbahaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria serta bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma lingkungan kerja. dan d. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. antara lain sebagai berikut: a. 299 . prosedur dan kriteria di bidang pengawasan norma pelayanan kesehatan kerja. dan kriteria di bidang pengawasan norma lingkungan kerja dan norma bahan berbahaya. c. program dan anggaran Subdirektorat. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma lingkungan kerja dan norma bahan berbahaya.

k. menyusun konsep norma. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma lingkungan kerja dan norma bahan berbahaya. c. 300 norma norma bidang norma . penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan lingkungan kerja. l. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. dan koordinasi di bidang pengawasan norma lingkungan kerja dan norma bahan berbahaya. i. standar. teknisi atau petugas atau operator di bidang pengawasan norma lingkungan kerja dan norma bahan berbahaya. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. Seksi Pengawasan Norma Lingkungan Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 186 Subdirektorat Pengawasan Norma Lingkungan Kerja dan Bahan Berbahaya terdiri atas: a. Pasal 187 Seksi Pengawasan Norma Lingkungan Kerja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur dan kriteria di bidang pengawasan norma lingkungan kerja dan norma bahan berbahaya. d. g. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma lingkungan kerja. menyusun konsep penyelesaian permasalahan di bidang pengawasan norma lingkungan kerja dan norma bahan berbahaya. prosedur dan kriteria di pengawasan norma lingkungan kerja. prosedur. e. standar. evaluasi. Seksi Pengawasan Norma Bahan Berbahaya. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma lingkungan kerja dan norma bahan berbahaya. b. dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengawasan norma lingkungan kerja dan norma bahan berbahaya. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan lingkungan kerja. menyusun Laporan Bulanan. menyiapkan penunjukan atau lisensi kompetensi teknik bagi ahli. Seksi Pengawasan Norma Lingkungan Kerja. j. penyusunan norma. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. h. menyusun konsep pengesahan obyek pengawasan dan penunjukan perusahaan jasa teknik pabrikasi di bidang pengawasan norma lingkungan kerja dan norma bahan berbahaya. pelaksanaan kebijakan.b. menyusun konsep pelaksanaan pembinaan. c. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan lingkungan kerja. dan m. Triwulan. f. dan Tahunan Subdirektorat. pengendalian. standar. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan d.

h. standar. Pasal 190 Seksi Pengawasan Norma Bahan Berbahaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma lingkungan kerja. prosedur. menyiapkan bahan pengesahan obyek pengawasan dan penunjukan perusahaan jasa teknik di bidang pengawasan norma lingkungan kerja. 301 . pelaksanaan kebijakan. dan j. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma bahan berbaya. Pasal 192 Uraian tugas Seksi Pengawasan Norma Bahan Berbahaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190 dan Pasal 191. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma bahan berbahaya. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengawasan norma lingkungan kerja. g. b. i. b. menyiapkan bahan penunjukan atau lisensi kompetensi teknis bagi ahli. standar. c. menyiapkan bahan penyusunan norma. c. menyiapkan bahan pelaksanaan pembinaan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma bahan berbahaya. prosedur dan kriteria di bidang pengawasan norma lingkungan kerja. dan d. Seksi Pengawasan Norma Bahan Berbahaya menyelenggarakan fungsi: a. dan koordinasi di bidang pengawasan norma lingkungan kerja. pengendalian. menyiapkan bahan penyelesaian permasalahan di bidang pengawasan norma lingkungan kerja. prosedur. teknisi atau petugas di bidang pengawasan norma lingkungan kerja. antara lain sebagai berikut: a. e. d. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma lingkungan kerja. menyiapkan bahan penunjukan atau lisensi kompetensi teknik bagi ahli.Pasal 189 Uraian tugas Seksi Pengawasan Norma Lingkungan Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187 dan Pasal 188. standar. teknisi atau petugas atau operator di bidang pengawasan norma lingkungan kerja. penyusunan norma. Pasal 191 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190. dan kriteria di bidang pengawasan norma bahan berbahaya. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma bahan berbaya. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. evaluasi. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma bahan berbahaya. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma bahan berbahaya. f.

menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma kelembagaan dan keahlian K3 serta norma SMK3. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma kelembagaan dan keahlian K3 serta norma SMK3. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma kelembagaan dan keahlian K3 serta norma SMK3. Keahlian dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) menyelenggarakan fungsi: a. Keahlian dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 194 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 193. Pasal 195 Uraian tugas Subdirektorat Pengawasan Norma Lingkungan Kerja dan Bahan Berbahaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 193 dan Pasal 194. standar. program dan anggaran Subdirektorat. h. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma kelembagaan dan keahlian K3 serta norma SMK3. dan kriteria di bidang pengawasan norma kelembagaan dan keahlian K3 serta norma SMK3. g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengawasan norma kelembagaan dan keahlian K3 serta norma SMK3. menyusun Laporan Bulanan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengawasan norma kelembagaan dan keahlian K3 serta norma SMK3. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma kelembagaan dan keahlian K3 serta norma SMK3. prosedur. e. b. f. d. standar. Triwulan. dan d. standar. antara lain sebagai berikut: a. dan j. d.c. dan Tahunan Subdirektorat. dan kriteria di bidang pengawasan norma bahan berbaya. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengawasan norma bahan berbaya. Subdirektorat Pengawasan Norma Kelembagaan. penyiapan bahan penyusunan norma. i. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. 302 . menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengawasan norma bahan berbahaya. dan kriteria di bidang pengawasan norma kelembagaan dan keahlian K3 serta norma SMK3. standar. Pasal 193 Subdirektorat Pengawasan Norma Kelembagaan. c. b. penyusunan norma. prosedur. prosedur. dan f. pelaksanaan kebijakan. prosedur. menyusun rencana. menyiapkan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma kelembagaan dan keahlian K3 serta norma SMK3. e.

Pasal 197 Seksi Pengawasan Norma Kelembagaan dan Keahlian K3 mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan kelembagaan dan keahlian K3. penyusunan norma. standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma kelembagaan dan keahlian K3. pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan kelembagaan dan keahlian K3. norma norma bidang norma Pasal 199 Uraian tugas Seksi Pengawasan Norma Kelembagaan Dan Keahlian K3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 197 dan Pasal 198. b. menyiapkan bahan penyusunan norma. 303 . dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. prosedur. dan kriteria di bidang pengawasan norma kelembagaan dan keahlian K3. Pasal 200 Seksi Pengawasan Norma Sistem Manajemen K3 mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan norma sistem manajemen K3. Seksi Pengawasan Norma Sistem Manajemen K3. standar. e. Seksi Pengawasan Norma Kelembagaan dan Keahlian K3. dan b. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengawasan norma kelembagaan dan keahlian K3. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. kelembagaan dan keahlian K3. dan kriteria di pengawasan norma kelembagaan dan keahlian K3. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengawasan norma kelembagaan dan keahlian K3. f. Pasal 198 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 197. dan d. prosedur. d. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan kelembagaan dan keahlian K3. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma b.Pasal 196 Subdirektorat Pengawasan Norma Kelembagaan. standar. Seksi Pengawasan Norma Kelembagaan dan Keahlian K3 menyelenggarakan fungsi: a. c. c. prosedur. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma kelembagaan dan keahlian K3. antara lain sebagai berikut: a. Keahlian dan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) terdiri atas: Sistem a. penyusunan norma.

dan d. b. d. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Direktorat. d. sistem sistem bidang norma Pasal 202 Uraian tugas Seksi Pengawasan Norma Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200 dan Pasal 201. dan f. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. Pasal 204 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 203. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Direktorat. b. ketatausahaan. prosedur. dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pengawasan norma sistem manajemen K3. urusan kepegawaian. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma sistem manajemen K3. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengawasan sistem manajemen K3. b. antara lain sebagai berikut: a. e. pengurusan administrasi kepegawaian Direktorat. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma manajemen K3. e. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 203 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan norma manajemen K3. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawasan norma sistem manajemen K3. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja K/L Direktorat. dan kriteria di pengawasan norma sistem manajemen K3. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengawasan norma sistem manajemen K3. keuangan. penyiapan administrasi keuangan Direktorat. c. mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Direktorat. d.Pasal 201 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200. c. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL) Direktorat. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Direktorat. 304 . standar. prosedur. menyiapkan bahan penyusunan norma. Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. b. Seksi Pengawasan Norma Sistem Manajemen K3 menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 205 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 203 dan Pasal 204. dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria di bidang pengawasan norma sistem manajemen K3. c.

dan e. Direktorat Bina Penegakan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. e. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemeriksaan norma ketenagakerjaan. menyusun Laporan Bulanan. dan kerjasama penegakan hukum. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemeriksaan norma ketenagakerjaan. dan kerjasama penegakan hukum. pengembangan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). 305 . c. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Direktorat. menyusun Rencana Strategis Direktorat. menyiapkan perumusan kebijakan di bidang pemeriksaan norma ketenagakerjaan. d. Triwulan. Pasal 208 Uraian tugas Direktorat Bina Penegakan Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206 dan Pasal 207. d. b. f. Bagian Kelima Direktorat Bina Penegakan Hukum Pasal 206 Direktorat Bina Penegakan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Direktorat.e. penyidikan norma ketenagakerjaan. melaksanakan penatausahaan barang milik/kekayaan negara (BMN) Direktorat. pengembangan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). penyidikan norma ketenagakerjaan. m. b. n. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Direktorat. standar. penyiapan penyusunan norma. Semester dan Tahunan Direktorat. pengembangan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). l. standardisasi serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemeriksaan norma ketenagakerjaan. mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Direktorat. dan kerjasama penegakan hukum. penyidikan norma ketenagakerjaan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemeriksaan norma ketenagakerjaan. i. dan kerjasama penegakan hukum. mengkoordinasikan penyusunan program dan anggaran Direktorat. antara lain sebagai berikut: a. h. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Direktorat. penyidikan norma ketenagakerjaan. menyusun Penetapan Kinerja Direktorat. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. penyidikan norma ketenagakerjaan. melaksanakan administrasi kepegawaian Direktorat. k. g. melaksanakan administrasi keuangan Direktorat. pengembangan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). dan kriteria di bidang pemeriksaan norma ketenagakerjaan. dan kerjasama penegakan hukum. pengembangan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). pengembangan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kerjasama penegakan hukum. j. penyidikan norma ketenagakerjaan. prosedur.

dan penindakan norma ketenagakerjaan. Subbagian Tata Usaha. mengkoordinasikan pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pemeriksaan norma ketenagakerjaan. mengkoordinasikan kegiatan pemantauan dan evaluasi di bidang pemeriksaan norma ketenagakerjaan. b. dan kerjasama penegakan hukum. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. program dan anggaran Subdirektorat. penyidikan norma ketenagakerjaan. dan e. Pasal 209 Direktorat Bina Penegakan Hukum terdiri atas: a. pengembangan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang teknis pemeriksaan ketenagakerjaan dan penindakan norma ketenagakerjaan. h. dan kerjasama penegakan hukum. Subdirektorat Kerjasama Penegakan Hukum. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. j. 306 . k. pengembangan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). i. Subdirektorat Penyidikan Norma Ketenagakerjaan. prosedur. prosedur. menyusun rencana. penyidikan norma ketenagakerjaan.f. d. Subdirektorat Pengembangan Pengawas Ketenagakerjaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. dan kriteria di bidang teknis pemeriksaan ketenagakerjaan dan penindakan norma ketenagakerjaan. standar. menyiapkan pelaksanaan kebijakan di bidang pemeriksaan norma ketenagakerjaan. b. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pemeriksaan norma ketenagakerjaan. dan kerjasama penegakan hukum. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 210 Subdirektorat Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyusun Laporan Bulanan. penyidikan norma ketenagakerjaan. c. pengembangan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). standar. c. penyusunan norma. antara lain sebagai berikut: a. Triwulan dan Tahunan Direktorat. l. mengarahkan penyusunan norma. dan kerjasama penegakan hukum. penyidikan norma ketenagakerjaan. dan m. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang teknis pemeriksaan ketenagakerjaan dan penindakan norma ketenagakerjaan. pengembangan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang teknis pemeriksaan ketenagakerjaan dan penindakan norma ketenagakerjaan. b. menyusun LAKIP Direktorat. Subdirektorat Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang teknis pemeriksaan ketenagakerjaan. Pasal 212 Uraian tugas Subdirektorat Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210 dan Pasal 211. g. dan d. Subdirektorat Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

prosedur. e. e. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang teknis pemeriksaan norma ketenagakerjaan dan penindakan norma ketenagakerjaan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 213 Subdirektorat Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan terdiri atas: a. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang teknis pemeriksaan ketenagakerjaan. standar. antara lain sebagai berikut: a. dan f. d. prosedur. dan i. dan Tahunan Subdirektorat. b. menyiapkan bahan penyusunan norma. dan d. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang teknis pemeriksaan norma ketenagakerjaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang teknis pemeriksaan norma ketenagakerjaan. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang teknis pemeriksaan norma ketenagakerjaan dan penindakan norma ketenagakerjaan. h. prosedur. Pasal 216 Uraian tugas Seksi Teknis Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214 dan Pasal 215. d. f. c. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. dan kriteria di bidang teknis pemeriksaan norma ketenagakerjaan. Seksi Teknis Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan. menyusun konsep norma. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang teknis pemeriksaan ketenagakerjaan. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang teknis pemeriksaan norma ketenagakerjaan dan penindakan norma ketenagakerjaan. dan kriteria di bidang teknis pemeriksaan ketenagakerjaan. Triwulan. dan kriteria di bidang teknis pemeriksaan norma ketenagakerjaan dan penindakan norma ketenagakerjaan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. standar. g. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang teknis pemeriksaan ketenagakerjaan. b. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. dan Seksi Penindakan Norma Ketenagakerjaan. b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang teknis pemeriksaan norma ketenagakerjaan. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang teknis pemeriksaan ketenagakerjaan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. pelaksanaan kebijakan. prosedur. 307 .c. penyusunan norma. Seksi Teknis Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan menyelenggarakan fungsi: a. menyusun Laporan Bulanan. Pasal 214 Seksi Teknis Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang teknis pemeriksaan norma ketenagakerjaan.

dan kriteria di bidang penindakan norma ketenagakerjaan. b. prosedur. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang teknis penyidikan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penindakan norma ketenagakerjaan. prosedur. pelaksanaan kebijakan. Seksi Penindakan Norma Ketenagakerjaan menyelenggarakan fungsi: a. 308 . Subdirektorat Penyidikan Norma Ketenagakerjaan menyelenggarakan fungsi: a. dan administrasi penyidikan norma ketenagakerjaan. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di penindakan norma ketenagakerjaan. c. standar. c. c. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penindakan ketenagakerjaan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang penindakan norma ketenagakerjaan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penindakan ketenagakerjaan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. prosedur. Pasal 218 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 217. e. dan kriteria di bidang teknis penyidikan dan administrasi penyidikan norma ketenagakerjaan. d. b. standar. penyusunan norma. norma norma bidang norma Pasal 219 Uraian tugas Seksi Penindakan Norma Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 217 dan Pasal 218. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang teknis penyidikan dan administrasi penyidikan norma ketenagakerjaan. dan f. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penindakan norma ketenagakerjaan. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang penindakan norma ketenagakerjaan. dan d. standar. prosedur. standar. Pasal 221 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220. menyiapkan bahan penyusunan norma. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang teknis penyidikan dan administrasi penyidikan norma ketenagakerjaan. b. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 220 Subdirektorat Penyidikan Norma Ketenagakerjaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang teknis penyidikan dan administrasi penyidikan norma ketenagakerjaan. dan d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penindakan ketenagakerjaan. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang penindakan norma ketenagakerjaan.Pasal 217 Seksi Penindakan Norma Ketenagakerjaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

dan kriteria di bidang teknis penyidikan norma ketenagakerjaan. standar. pelaksanaan kebijakan. Seksi Teknis Penyidikan Norma Ketenagakerjaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang teknis penyidikan norma ketenagakerjaan. standar. e. Seksi Administrasi Penyidikan Norma Ketenagakerjaan. prosedur. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. menyusun konsep norma. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang teknis penyidikan norma ketenagakerjaan. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang teknis penyidikan norma ketenagakerjaan. Seksi Teknis Penyidikan Norma Ketenagakerjaan menyelenggarakan fungsi: a. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang teknis penyidikan dan administrasi penyidikan norma ketenagakerjaan. dan kriteria di bidang teknis penyidikan dan administrasi penyidikan norma ketenagakerjaan. Triwulan. b. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang teknis penyidikan norma ketenagakerjaan. f. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang teknis penyidikan norma ketenagakerjaan. dan d. Pasal 225 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang teknis penyidikan norma ketenagakerjaan. b. g.Pasal 222 Uraian tugas Subdirektorat Penyidikan Norma Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220 dan Pasal 221. menyusun Laporan Bulanan. antara lain sebagai berikut : a. b. 309 . dan Tahunan Subdirektorat. Pasal 226 Uraian tugas Seksi Teknis Penyidikan Norma Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224 dan Pasal 225. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang teknis penyidikan dan administrasi penyidikan norma ketenagakerjaan. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang teknis penyidikan dan administrasi penyidikan norma ketenagakerjaan. dan b. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang teknis penyidikan norma ketenagakerjaan. dan i. standar. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. prosedur. penyusunan norma. menyiapkan bahan penyusunan norma. c. Pasal 223 Subdirektorat Penyidikan Norma Ketenagakerjaan terdiri atas: a. d. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. h. standar. menyusun rencana. prosedur. prosedur. c. program dan anggaran Subdirektorat. Pasal 224 Seksi Teknis Penyidikan Norma Ketenagakerjaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

menyiapkan bahan penyusunan norma. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 230 Subdirektorat Pengembangan Pengawas Ketenagakerjaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang administrasi penyidikan norma ketenagakerjaan. e. standar. d. standar. c. dan f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 231 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230. dan kriteria di bidang administrasi penyidikan norma ketenagakerjaan. Pasal 229 Uraian tugas Seksi Administrasi Penyidikan Norma Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227 dan Pasal 228. b. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang administrasi penyidikan norma ketenagakerjaan. dan kriteria di bidang administrasi penyidikan norma ketenagakerjaan. Pasal 228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang administrasi penyidikan norma ketenagakerjaan. standar. 310 . melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang administrasi penyidikan norma ketenagakerjaan. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang administrasi penyidikan norma ketenagakerjaan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang administrasi penyidikan norma ketenagakerjaan. c. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan serta sarana dan prasarana pengawas dan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). prosedur. penyusunan norma. antara lain sebagai berikut : a. Pasal 227 Seksi Administrasi Penyidikan Norma Ketenagakerjaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang teknis penyidikan norma ketenagakerjaan.d. Seksi Administrasi Penyidikan Norma Ketenagakerjaan menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang administrasi penyidikan norma ketenagakerjaan. pelaksanaan kebijakan. dan d. penyusunan norma. b. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang administrasi penyidikan norma ketenagakerjaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemberdayaan serta sarana dan prasarana PPNS. pelaksanaan kebijakan. e. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang teknis penyidikan norma ketenagakerjaan. dan f. prosedur.

dan b. prosedur. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemberdayaan PPNS. b. Pasal 236 Uraian tugas Seksi Pemberdayaan PPNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 234 dan Pasal 235. c. Pasal 235 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 234. standar. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang pemberdayaan serta sarana dan prasarana PPNS.b. prosedur. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang pemberdayaan serta sarana dan prasarana PPNS. d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan PPNS. g. menyusun Laporan Bulanan. b. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan PPNS. antara lain sebagai berikut : a. Pasal 234 Seksi Pemberdayaan PPNS mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. menyusun rencana. 311 . penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 232 Uraian tugas Subdirektorat Pengembangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230 dan Pasal 231. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemberdayaan serta sarana dan prasarana PPNS. Pasal 233 Subdirektorat Pengembangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil terdiri atas: a. dan kriteria di bidang pemberdayaan serta sarana dan prasarana PPNS. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemberdayaan PPNS. dan kriteria di bidang pemberdayaan serta sarana dan prasarana PPNS. prosedur. menyusun konsep norma. dan d. program dan anggaran Subdirektorat. c. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang pemberdayaan serta sarana dan prasarana PPNS. pelaksanaan kebijakan. standar. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pemberdayaan PPNS. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemberdayaan PPNS. f. dan Tahunan Subdirektorat. penyusunan norma. Seksi Pemberdayaan PPNS menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Sarana dan Prasarana PPNS. dan kriteria di bidang pemberdayaan PPNS. prosedur. standar. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. Triwulan. b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan serta sarana dan prasarana PPNS. h. dan i. standar. e. Seksi Pemberdayaan PPNS. antara lain sebagai berikut: a. dan d.

menyiapkan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang sarana dan prasarana PPNS. dan d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan prasarana PPNS. Pasal 241 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240. penyusunan norma. dan f. Pasal 240 Subdirektorat Kerjasama Penegakan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. standar. Pasal 239 Uraian tugas Seksi Sarana dan Prasarana PPNS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 237 dan Pasal 238.c. dan kriteria di bidang sarana dan prasarana PPNS. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang sarana dan prasarana PPNS. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang sarana dan prasarana PPNS. menyiapkan bahan penyusunan norma. prosedur. standar. dan f. standar. dan kriteria di bidang pemberdayaan PPNS. d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang sarana dan prasarana PPNS. antara lain sebagai berikut: a. prosedur. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pemberdayaan PPNS. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama lembaga penegakan hukum serta kerjasama pemeriksaan dan penyidikan. standar. prosedur. standar. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan PPNS. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan prasarana PPNS. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. penyusunan norma. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang sarana dan prasarana PPNS. d. e. prosedur. Pasal 238 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 237. pelaksanaan kebijakan. c. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan prasarana PPNS. Pasal 237 Seksi Sarana dan Prasarana PPNS mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama lembaga penegakan hukum serta kerjasama pemeriksaan dan penyidikan. 312 . menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang sarana dan prasarana PPNS. Seksi Sarana dan Prasarana PPNS menyelenggarakan fungsi: a. c. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama lembaga penegakan hukum serta kerjasama pemeriksaan dan penyidikan. Subdirektorat Kerjasama Penegakan Hukum menyelenggarakan fungsi: a.

dan d. e. b. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama lembaga penegakan hukum. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang kerjasama lembaga penegakan hukum. antara lain sebagai berikut: a. Seksi Kerjasama Lembaga Penegakan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kerjasama Pemeriksaan dan Penyidikan. menyusun rencana. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama lembaga penegakan hukum serta kerjasama pemeriksaan dan penyidikan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi di bidang kerjasama lembaga penegakan hukum serta kerjasama pemeriksaan dan penyidikan. standar. pelaksanaan kebijakan. c. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. dan b. h. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang kerjasama lembaga penegakan hukum serta kerjasama pemeriksaan dan penyidikan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama lembaga penegakan hukum serta kerjasama pemeriksaan dan penyidikan. f. menyusun Laporan Bulanan. penyusunan norma. i. Triwulan. prosedur. Seksi Kerjasama Lembaga Penegakan Hukum. b. standar. g. Pasal 242 Uraian tugas Subdirektorat Kerjasama Penegakan Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240 dan Pasal 241. 313 . dan j. c. program dan anggaran Subdirektorat. menyusun konsep norma. prosedur. Pasal 244 Seksi Kerjasama Lembaga Penegakan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. prosedur. dan d. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. dan kriteria di bidang kerjasama lembaga penegakan hukum serta kerjasama pemeriksaan dan penyidikan. dan kriteria di bidang kerjasama lembaga penegakan hukum serta kerjasama pemeriksaan dan penyidikan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 243 Subdirektorat Kerjasama Penegakan Hukum terdiri atas: a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama lembaga penegakan hukum. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang kerjasama lembaga penegakan hukum serta kerjasama pemeriksaan dan penyidikan. d.c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama lembaga penegakan hukum. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama lembaga penegakan hukum. standar. dan Tahunan Subdirektorat. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. Pasal 245 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 244.

prosedur. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama lembaga penegakan hukum. dan rumah tangga Direktorat. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang kerjasama lembaga penegakan hukum. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang kerjasama pemeriksaan dan penyidikan. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Kerjasama Pemeriksaan dan Penyidikan menyelenggarakan fungsi: a. c. prosedur. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. penyusunan norma. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama pemeriksaan dan penyidikan. dan kriteria di bidang kerjasama pemeriksaan dan penyidikan. Pasal 247 Seksi Kerjasama Pemeriksaan dan Penyidikan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. standar. prosedur. antara lain sebagai berikut: a. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi di bidang kerjasama lembaga penegakan hukum. antara lain sebagai berikut: a. dan kriteria di bidang kerjasama lembaga penegakan hukum. 314 . penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama pemeriksaan dan penyidikan. pelaksanaan kebijakan. d. standar. c. c. prosedur. keuangan. Pasal 249 Uraian tugas Seksi Kerjasama Pemeriksaan Dan Penyidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247 dan Pasal 248. e. ketatausahaan.Pasal 246 Uraian tugas Seksi Kerjasama Lembaga Penegakan Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 244 dan Pasal 245. e. dan kriteria di bidang kerjasama pemeriksaan dan penyidikan. standar. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama lembaga penegakan hukum. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama pemeriksaan dan penyidikan. menyiapkan bahan penyusunan norma. d. b. dan f. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama pemeriksaan dan penyidikan. urusan kepegawaian. b. dan f. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang kerjasama pemeriksaan dan penyidikan. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama pemeriksaan dan penyidikan. b. dan d. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama pemeriksaan dan penyidikan. Pasal 250 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. standar.

dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Direktorat. k. IR. c. b. MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI SEKRETARIS JENDERAL. b. g. e.n. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. d. d. m. c. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Direktorat. pengurusan administrasi kepegawaian Direktorat. f. l. melaksanakan administrasi kepegawaian Direktorat. e. melaksanakan penatausahaan barang milik/kekayaan negara (BMN) Direktorat. melaksanakan administrasi keuangan Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL) Direktorat. MMA NIP 19541204 198212 1 001 315 . dan n. Triwulan. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Direktorat. Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. i. menyusun Laporan Bulanan. BAB III KETENTUAN PENUTUP Pasal 253 Lampiran Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja K/L Direktorat.Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Direktorat. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 252 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250 dan Pasal 251. Semester dan Tahunan Direktorat. MUCHTAR LUTHFIE. penyiapan administrasi keuangan Direktorat. DR. mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Direktorat. j. h. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Direktorat. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Direktorat. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 10 Oktober 2011 a.

menyusun RKA-KL Ditjen dan menyiapkan penyusunan RKA-KL Kementerian bidang pembinaan pembangunan kawasan transmigrasi. dan partisipasi masyarakat. pembangunan permukiman dan infrastruktur kawasan. antara lain sebagai berikut: a. standar. Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi menyelenggarakan fungsi: a. FUNGSI. c. Pasal 2 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 1. prosedur dan kriteria di bidang pembinaan pembangunan kawasan transmigrasi meliputi perencanaan teknis. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. pembangunan permukiman dan infrastruktur kawasan. penyusunan norma. FUNGSI. menyiapkan bahan rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) dan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. penyediaan tanah transmigrasi. DAN URAIAN TUGAS Pasal 1 Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan standardisasi teknis di bidang pembinaan pembangunan kawasan transmigrasi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan pembangunan kawasan transmigrasi meliputi perencanaan teknis. dan partisipasi masyarakat. b. penempatan. perumusan kebijakan di bidang pembinaan pembangunan kawasan transmigrasi meliputi perencanaan teknis. b. pembangunan permukiman dan infrastruktur kawasan. penempatan. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pembangunan kawasan transmigrasi meliputi perencanaan teknis. penyediaan tanah transmigrasi. penyediaan tanah transmigrasi. penempatan. dan partisipasi masyarakat. c. dan e. Pasal 3 Uraian tugas Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dan 2. pembangunan permukiman dan infrastruktur kawasan. d. menyiapkan bahan rencana kerja pemerintah (RKP) di bidang pembinaan pembangunan kawasan transmigrasi. menyusun Renja K/L Ditjen dan menyiapkan penyusunan Renja K/L Kementerian bidang pembinaan pembangunan kawasan transmigrasi.I. penyediaan tanah transmigrasi. 316 . e. menyusun Renstra Ditjen dan menyiapkan penyusunan Renstra Kementerian bidang pembinaan pembangunan kawasan transmigrasi. dan partisipasi masyarakat. 402/MEN-SJ/X/2011 TANGGAL : 10 Oktober 2011 TUGAS. DAN URAIAN TUGAS UNIT KERJA DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PEMBANGUNAN KAWASAN TRANSMIGRASI BAB I TUGAS. d. NOMOR : KEP.LAMPIRAN VI KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R. penempatan.

k. n. menyusun Program Kerja dan Renlakgiat Ditjen dan menyiapkan penyusunan Program Kerja dan Renlakgiat Kementerian bidang pembinaan pembangunan kawasan transmigrasi. Triwulan. Semester dan Tahunan Kementerian di bidang pembinaan pembangunan kawasan transmigrasi. standar. l. u. d. i.f. membina pelaksanaan pembangunan kawasan transmigrasi. g. r. p. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi terdiri dari: a. menyusun RKT Ditjen dan menyiapkan RKT Kementerian bidang pembinaan pembangunan kawasan transmigrasi. m. dan Direktorat Partisipasi Masyarakat. Direktorat Fasilitasi Penempatan Transmigrasi. t. h. membina pelaksanaan kegiatan jabatan fungsional. s. Direktorat Perencanaan Teknis Pembangunan Kawasan Transmigrasi. Direktorat Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Kawasan Transmigrasi. merumuskan penyusunan norma. j. b. menyusun Penetapan Kinerja Ditjen. membina pelaksanaan kegiatan fasilitasi penempatan transmigrasi. Sekretariat Direktorat Jenderal. Semester dan Tahunan Ditjen dan menyiapkan bahan Laporan Bulanan. o. e. Bagian Kesatu Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 5 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur satuan organisasi di lingkungan Sekretariat Direktorat Jenderal. menyusun LAKIP Ditjen dan menyiapkan bahan LAKIP Kementerian di bidang pembinaan pembangunan kawasan transmigrasi. membina pelaksanaan kegiatan penyediaan tanah transmigrasi. Triwulan. prosedur dan kriteria pembangunan kawasan transmigrasi. membina kerjasama dengan instansi terkait dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal. Direktorat Penyediaan Tanah Transmigrasi. 317 . menyusun Laporan Bulanan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Menteri. v. dan w. melaksanakan evaluasi di bidang pembinaan pembangunan kawasan transmigrasi. membina pelaksanaan kegiatan administrasi Ditjen. merumuskan konsep kerjasama di bidang pembinaan pembangunan kawasan transmigrasi. membina pelaksanaan kegiatan perencanaan teknis pembangunan kawasan transmigrasi. q. c. membina kegiatan pembangunan permukiman dan infrastruktur kawasan transmigrasi. membina pelaksanaan kegiatan partisipasi masyarakat. f.

e. Semester dan Tahunan Ditjen. 318 . menyusun RKA-KL Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan RKA-KL Ditjen. norma. m. p. Pasal 8 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. pelaksanaan urusan keuangan. c. menyusun Renja K/L Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan Renja K/L Ditjen. dan e. d. dan Bagian Kepegawaian dan Umum. dan r. b. Bagian Hukum dan Organisasi. menyusun RKT Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan RKT Ditjen. menyusun Program Kerja dan Renlakgiat Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan Program Kerja dan Renlakgiat Ditjen. c. q. h. antara lain sebagai berikut: a.Pasal 6 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. Triwulan. koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. standar. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. l. menyusun Penetapan Kinerja Setditjen. f. mengkoordinasikan pengelolaan dan penyajian data dan informasi Ditjen. i. menyusun Renstra Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan Renstra Ditjen. perlengkapan. mengkoordinasikan pelaksanaan urusan keuangan Ditjen. mengkoordinasikan penyiapan penyusunan peraturan perundang-undangan serta organisasi dan tatalaksana Ditjen. Bagian Program. arsip dan dokumentasi Direktorat Jenderal. menyusun LAKIP Setditjen dan menyiapkan bahan LAKIP Ditjen. Triwulan. pelaksanaan urusan kepegawaian. mengkoordinasikan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Ditjen. j. rumah tangga. penyiapan penyusunan peraturan perundang-undangan serta organisasi dan tatalaksana. Pasal 7 Uraian tugas Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud Pasal 5 dan Pasal 6. g. penyajian data dan informasi serta evaluasi dan penyusunan laporan. mengkoordinasikan pelaksanaan administrasi kepegawaian Ditjen. menyusun konsep pembinaan jabatan fungsional. c. menyiapkan bahan penyusunan konsep rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi. d. Evaluasi dan Pelaporan. Bagian Keuangan. menyiapkan penyusunan konsep rencana kerja pemerintah (RKP) di bidang pembinaan pembangunan kawasan transmigrasi. b. Semester dan Tahunan Setditjen dan menyiapkan bahan Laporan Bulanan. menyusun Laporan Bulanan. d. program dan anggaran. prosedur dan kriteria bidang pembinaan pembangunan kawasan transmigrasi. n. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. mengkoordinasikan penyusunan pedoman. o. pelaksanaan urusan tata usaha. k.

pengelolaan. menyiapkan penyusunan pengelolaan data dan informasi Setditjen dan Ditjen. pengelolaan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Bagian. Evaluasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud pasal 9 dan pasal 10.Pasal 9 Bagian Program. penyajian data dan informasi serta evaluasi dan penyusunan laporan. b. evaluasi program dan anggaran serta penyusunan laporan. Evaluasi dan Pelaporan terdiri dari: a. menyiapkan penyusunan RKT Setditjen dan Ditjen. menyiapkan penyusunan Renja K/L Setditjen dan Ditjen. Bagian Program. d. program dan anggaran. dan c. Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. Pasal 14 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13. b. penyiapan bahan penyusunan program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. penyiapan pemantauan. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran. e. Subbagian Penyusunan Program menyelenggarakan fungsi: a. dan b. menyiapkan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. m. menyiapkan penyusunan rencana program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. program dan anggaran. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 13 Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 12 Bagian Program. k. dan n. menyusun Laporan Bulanan. penyiapan bahan penyusunan rencana Setditjen dan Ditjen. Triwulan dan Tahunan Setditjen dan Ditjen. h. Pasal 11 Uraian tugas Bagian Program. penyiapan penyusunan rencana. c. menyiapkan penyusunan Penetapan Kinerja Setditjen dan Ditjen. menyiapkan pengendalian pelaksanaan program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. penyajian data dan informasi. f. Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan penyusunan Renstra Setditjen dan Ditjen. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. l. g. dan Tahunan Bagian dan menyiapkan bahan Laporan Bulanan. menyiapkan penyusunan Program Kerja dan Renlakgiat Setditjen dan Ditjen. dan anggaran. menyiapkan penyusunan RKA-KL Setditjen dan Ditjen. j. i. dan c. Triwulan. program. b. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan penyusunan LAKIP Setditjen dan mengkoordinir penyusunan LAKIP Ditjen. 319 .

i. c. menyiapkan bahan RKT Setditjen. 320 . menyiapkan bahan Penetapan Kinerja Setditjen. menyiapkan bahan pengelolaan data dan informasi Setditjen dan Ditjen. dan b. f. h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. e. menyiapkan bahan pemutakhiran data dan informasi Setditjen dan Ditjen. Pasal 20 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. penyiapan bahan penyusunan laporan pelaksanaan program/kegiatan Setditjen dan Ditjen. Subbagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Subbagian. f. menyiapkan bahan Renstra Setditjen. e. b. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan j. program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi Setditjen dan Ditjen. d. menyiapkan bahan kebijakan pimpinan (DPR dan Rapim). menyiapkan bahan RKA-KL Setditjen. dan b. antara lain sebagai berikut: a. g. c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan Renja K/L Setditjen. penyiapan bahan penyajian data dan informasi Setditjen dan Ditjen. menyiapkan bahan penyusunan rencana. b. Pasal 18 Uraian tugas Subbagian Data dan Informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan Pasal 17. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Subbagian. menyiapkan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Setditjen. penyajian data dan informasi. menyiapkan bahan revisi program dan anggaran Setditjen dan Ditjen. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 19 Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. evaluasi dan penyusunan pelaporan. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program/kegiatan Setditjen dan Ditjen.Pasal 15 Uraian tugas Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 dan Pasal 14. Pasal 16 Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan. d. menyiapkan bahan penyajian data dan informasi Setditjen dan Ditjen. Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16.

menyiapkan konsep rekonsiliasi dan laporan realisasi anggaran Setditjen dan Ditjen. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Triwulan. menyiapkan konsep usulan pengelolaan POK-DIPA Ditjen. j. menyusun Laporan keuangan Bulanan. Semester dan Tahunan Setditjen dan menyiapkan bahan laporan keuangan Bulanan. d. d. g. antara lain sebagai berikut: a. menyusun pedoman pelaksanaan anggaran Ditjen. melakukan tindak lanjut dan menyusun laporan Tuntutan Perbendaharaan/Ganti Rugi (TP/GR). antara lain sebagai berikut: a. menyusun laporan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Ditjen. menyusun hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran Ditjen. k. 321 . l. c. dan e. melakukan bimbingan teknis pengelolaan keuangan dan SAPP. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. pengujian SPP. menyiapkan bahan penyusunan laporan bulanan dan tahunan Setditjen dan Ditjen. menghimpun peraturan-peraturan keuangan. e. pelaksanaan urusan anggaran. pengujian SPP. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Bagian. b. b. i. o. f. Pasal 22 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan keuangan. menyusun laporan kegiatan Bulanan dan Tahunan Bagian. melakukan penelaahan dan penyusunan konsep usulan revisi POK-DIPA Ditjen. menyusun laporan pelaksanaan POK-DIPA Ditjen. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program/kegiatan Setditjen dan Ditjen. dan c. Semester dan Tahunan Ditjen. q. menyiapkan bahan pengukuran pencapaian sasaran program Setditjen dan Ditjen. p. menyiapkan bahan penyusunan LAKIP Setditjen. c. Pasal 24 Uraian tugas Bagian Keuangan sebagaimana dimaksud Pasal 22 dan Pasal 23. Triwulan. pelaksanaan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan. h. menghimpun dan memonitor tindak lanjut NHP di tingkat daerah. n. menghimpun dan menyusun laporan Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAPP). Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. m. dan penerbitan SPM serta tata usaha keuangan. b. Pasal 23 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22.Pasal 21 Uraian tugas Subbagian Evaluasi dan Pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 dan Pasal 20. dan penerbitan SPM Direktorat Jenderal. mengkoordinir penyusunan tanggapan atas konsep Nota Hasil Pemeriksaan (NHP) Ditjen. pelaksanaan urusan perbendaharaan.

Pasal 27 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 26. Subbagian Perbendaharaan. antara lain sebagai berikut: a. dan c. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran Ditjen. menyiapkan bahan kompilasi dan pemantauan tindak lanjut NHP di tingkat daerah. e. Subbagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. f. menyiapkan bahan penyusunan laporan kegiatan bulanan dan tahunan Subbagian. h. penyiapan bahan pengujian SPP dan penerbitan SPP. penyiapan bahan pelaksanaan anggaran Ditjen. c. menyiapkan bahan penyusunan tanggapan atas konsep NHP di tingkat pusat. d. menyiapkan bahan penyusunan pedoman pelaksanaan anggaran Ditjen.Pasal 25 Bagian Keuangan terdiri atas: a. dan c. b. Subbagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 30 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29. penyiapan bahan perbendaharaan. pelaksanaan tata usaha keuangan. dan c. Pasal 29 Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perbendaharaan. Pasal 26 Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan anggaran. Pasal 31 Uraian tugas Subbagian Perbendaharaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dan Pasal 30. menyiapkan bahan penyusunan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis POKDIPA Ditjen. menyiapkan bahan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran. b. penyusunan dan revisi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis POK-DIPA Ditjen. Subbagian Akuntansi dan Laporan Keuangan. b. b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan penyerapan hasil pelaksanaan POK-DIPA Ditjen. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 28 Uraian tugas Subbagian Pelaksanaan Anggaran sebagaimana dimaksud Pasal 26 dan Pasal 27. 322 . g. menyiapkan bahan telaah dan usulan revisi POK-DIPA Ditjen. pengujian SPP. penyiapan bahan penelaahan revisi POK-DIPA Ditjen. dan i. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subbagian. dan penerbitan SPM serta tata usaha keuangan.

c. dan tahunan Subbagian. penyiapan bahan penyusunan laporan keuangan Ditjen. penyiapan koordinasi teknis penyusunan peraturan perundang-undangan. e. b. penyiapan penyusunan organisasi dan tatalaksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 33 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. i. penyiapan bahan akuntansi Ditjen. antara lain sebagai berikut: a. melakukan pemantauan tindak lanjut TP/GR. menyiapkan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subbagian. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. melakukan penghimpunan peraturan-peraturan keuangan. Pasal 32 Subbagian Akuntansi dan Laporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan. dan b. menyiapkan bahan laporan realisasi anggaran. menyiapkan bahan penyusunan laporan kegiatan bulanan dan tahunan Subbagian. d. dan petunjuk teknis serta organisasi dan tatalaksana di lingkungan Direktorat Jenderal. f. menyiapkan bahan bimbingan teknis SAI Ditjen. petunjuk pelaksanaan. dan c. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. menyiapkan bahan usulan pengelola DIPA. h. menyiapkan bahan laporan TP/GR. g. Subbagian Akuntansi dan Laporan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. petunjuk pelaksanaan. g. menyiapkan bahan rekonsiliasi laporan realisasi anggaran. 323 . j. c. Pasal 34 Uraian tugas Subbagian Akuntansi dan Laporan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 dan Pasal 33. menyiapkan bahan laporan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) Ditjen. menyiapkan bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subbagian. d. f. menyiapkan bahan penyusunan laporan kegiatan bulanan. menyiapkan bahan koordinasi penyusunan laporan keuangan Ditjen.dan h. e. Bagian Hukum dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 35 Bagian Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi teknis penyusunan peraturan perungang-undangan. menyiapkan bahan laporan PNBP. b. dan petunjuk teknis di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan bimbingan teknis akuntansi dan pelaporan keuangan.

dan e. dan b. 324 . Subbagian Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 38 Bagian Hukum dan Organisasi. dan b. e.Pasal 37 Uraian tugas Bagian Hukum dan Organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dan Pasal 36. perumusan dan evaluasi tugas. menyiapkan bahan sosialisasi peraturan perundang-undangan di lingkungan Ditjen. menyusun laporan pelaksanaan kegiatan Bagian. menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) di lingkungan Ditjen. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 42 Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. menyusun laporan kegiatan Bulanan dan Tahunan Bagian. c. menyiapkan bahan rancangan petunjuk pelaksanaan sebagai pelaksanaan peraturan perundang-undangan. b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. d. penyiapan bahan rancangan petunjuk pelaksanaan sebagai pelaksanaan peraturan perundang-undangan. menyiapkan penilaian. menyiapkan bahan rancangan peraturan perundang-undangan. dan f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. antara lain sebagai berikut: a. petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis di lingkungan Direktorat Jenderal. d. menyiapkan bahan penelaahan dan evaluasi peraturan perundang-undangan. Subbagian Hukum. c. terdiri atas: a. Pasal 41 Uraian tugas Subbagian Hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 dan Pasal 40. dan susunan organisasi Ditjen. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Bagian. b. Pasal 39 Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi teknis penyusunan peraturan perundang-undangan. fungsi. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Subbagian Organisasi.

dan c. pelaksanaan urusan kepegawaian. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan Bagian. f. d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan perumusan ketatalaksanaan di lingkungan Ditjen. pelaksanaan urusan tata usaha. dan pelaksanaan urusan arsip dan dokumentasi. b. Pasal 47 Uraian tugas Bagian Kepegawaian dan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 dan Pasal 46. Subbagian Umum. Subbagian Kepegawaian. Bagian Kepegawaian dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. fungsi dan susunan organisasi di lingkungan Ditjen. g. dan j. penyiapan bahan perumusan serta evaluasi tugas. dan b. 325 . menyusun perencanaan kebutuhan pegawai Ditjen. b. menyiapkan bahan perumusan dan evaluasi tugas. Pasal 44 Uraian tugas Subbagian Organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 dan Pasal 43.Pasal 43 Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42. menyiapkan rancangan pembinaan jabatan fungsional Ditjen. dan b. menyusun perencanaan penghapusan barang milik/kekayaan negara. d. antara lain sebagai berikut: a. Subbagian Organisasi mempunyai fungsi: a. Pasal 48 Bagian Kepegawaian dan Umum terdiri dari: a. Pasal 45 Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. menyiapkan rancangan administrasi persuratan dan pelaksanaan kearsipan. menyusun perencanaan mutasi pegawai. antara lain sebagai berikut: a. c. fungsi dan susunan organisasi di lingkungan Ditjen. menyusun laporan kegiatan Bulanan dan Tahunan Bagian. Pasal 46 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45. penyiapan bahan perumusan ketatalaksanaan di lingkungan Ditjen. menyusun perencanaan kebutuhan kerumahtanggaan dan perlengkapan Ditjen sesuai standar SAAT. tata usaha. e. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. rumah tangga. menyusun perencanaan pengembangan pegawai Ditjen. dan perlengkapan serta arsip dan dokumentasi Direktorat Jenderal. h. b. i. c.

Pasal 51 Uraian tugas Subbagian Kepegawaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 dan Pasal 50. Pasal 52 Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha. menyiapkan bahan usulan pengangkatan dan mutasi Ditjen. pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. mempunyai tugas melakukan urusan administrasi Pasal 50 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49. d. menyiapkan bahan pengurusan keamanan dan ketertiban kantor di lingkungan Ditjen. Pasal 53 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52. dan c. dan k. e. c. b. menyiapkan bahan pengurusan naskah dinas masuk dan keluar di lingkungan Ditjen. menyiapkan bahan pemeliharaan. menyiapkan bahan pembinaan disipilin dan mental pegawai Ditjen. menyiapkan bahan usulan pemberhentian dan pemensiunan pegawai Ditjen. dan b. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 54 Uraian tugas Subbagian Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 dan Pasal 53. g. ujian dinas dan Baperjakat. mendokumentasikan hasil kegiatan urusan kepegawaian di lingkungan Ditjen. menghimpun daftar usulan kebutuhan perlengkapan Ditjen. antara lain sebagai berikut: a. b. S2 dan S3) Ditjen. pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai. j. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. menyiapkan bahan usulan perencanaan diklat pegawai. 326 . pelaksanaan urusan arsip dan dokumentasi. c. perlengkapan dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara serta arsip dan dokumentasi di lingkungan Direktorat Jenderal. d. h. rumah tangga. menyiapkan bahan pemeliharaan dan perbaikan sarana dan prasarana kantor. b. i. penghargaan pegawai. pelaksanaan urusan tata usaha. menyiapkan bahan pedoman kepegawaian. menyusun laporan kegiatan kepegawaian. menyiapkan bahan usulan seleksi calon peserta diklat. menyiapkan bahan administrasi jabatan fungsional Ditjen. e. menyiapkan bahan izin belajar bagi pegawai untuk SLTA sampai dengan pendidikan tinggi (S1. KP serta KGB pegawai Ditjen. f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Subbagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi sebagai berikut: a. pengaturan dan penataan ruang kantor di lingkungan Ditjen. Subbagian Umum menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 49 Subbagian Kepegawaian kepegawaian.

menyusun Penetapan Kinerja Direktorat. perencanaan sumber daya manusia. menyiapkan bahan pelaksanaan pengarsipan surat dan pendokumentasian. perencanaan teknis sarana dan prasarana. standar. menyiapkan bahan pengurusan penghapusan barang milik/kekayaan negara. f. perencanaan teknis permukiman. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Direktorat. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan kawasan. j. c. standar. dan perencanaan sumber daya manusia. c. Bagian Kedua Direktorat Perencanaan Teknis Pembangunan Kawasan Transmigrasi Pasal 55 Direktorat Perencanaan Teknis Pembangunan Kawasan Transmigrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.f. perencanaan teknis sarana dan prasarana. Pasal 56 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55. antara lain sebagai berikut: a. menginventarisasi barang milik/kekayaan negara. 327 . h. dan perencanaan sumber daya manusia. perencanaan teknis permukiman. menyiapkan bahan koordinasi pelaksanaan pengadaan perlengkapan. perencanaan sumber daya manusia. dan perencanaan sumber daya manusia. mengkoordinasikan pelaksanaan bimbingan teknis bidang perencanaan kawasan. e. d. Direktorat Perencanaan Teknis Pembangunan Kawasan Transmigrasi menyenggarakan fungsi: a. perencanaan teknis sarana dan prasarana. pelaksanaan kebijakan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan pelaksanaan perencanaan kawasan. standardisasi serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan kawasan. perencanaan teknis permukiman. dan perencanaan sumber daya manusia. perencanaan teknis permukiman. perencanaan teknis sarana dan prasarana. prosedur dan kriteria perencanaan kawasan. menyusun laporan kegiatan Subbagian. perencanaan teknis sarana dan prasarana. perencanaan teknis sarana dan prasarana. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. perencanaan teknis permukiman. menyiapkan bahan pengurusan penghibahan barang milik/kekayaan negara. perencanaan sumber daya manusia. d. k. perencanaan teknis permukiman. Pasal 57 Uraian tugas Direktorat Perencanaan Teknis Pembangunan Kawasan Transmigrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 dan Pasal 56. b. perencanaan teknis permukiman. g. b. l. prosedur dan kriteria di bidang perencanaan kawasan. g. dan e. mengarahkan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan kawasan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan kawasan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. perencanaan teknis sarana dan prasarana. mengkoordinasikan penyusunan program dan anggaran Direktorat. dan perencanaan sumber daya manusia. menyusun Rencana Strategis Direktorat. penyiapan penyusunan norma. perencanaan teknis sarana dan prasarana. i. perencanaan teknis permukiman.

menyusun Laporan Bulanan. perencanaan sumber daya manusia. menyajikan informasi potensi kawasan transmigrasi. penyiapan bahan penyusunan norma. d. k. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. perencanaan teknis sarana dan prasarana. i. c. perencanaan teknis permukiman. g. e. 328 . standar. perencanaan teknis sarana dan prasarana. e. Subdirektorat Perencanaan Kawasan. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan bidang identifikasi potensi kawasan transmigrasi dan perencanaan WPT/LPT. Pasal 59 Subdirektorat Perencanaan Kawasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang identifikasi potensi kawasan transmigrasi dan perencanaan WPT / LPT. Subdirektorat Perencanaan Teknis Permukiman. program dan anggaran Subdirektorat. Subdirektorat Perencanaan Teknis Sarana dan Prasarana. l. f. c. pelaksanaan kebijakan. menyusun konsep bimbingan teknis bidang identifikasi potensi kawasan transmigrasi dan perencanaan WPT/LPT. Triwulan dan Tahunan Direktorat. dan kriteria di bidang identifikasi potensi kawasan transmigrasi serta perencanaan WPT / LPT. Subdirektorat Perencanaan Sumber Daya Manusia. prosedur. prosedur dan kriteria identifikasi potensi kawasan transmigrasi dan perencanaan WPT/LPT. Pasal 61 Uraian tugas Subdirektorat Perencanaan Kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 dan Pasal 60. Subdirektorat Perencanaan Kawasan menyelenggarakan fungsi: a. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang identifikasi potensi kawasan transmigrasi dan perencanaan WPT/LPT. menyusun LAKIP Direktorat. dan perencanaan Wilayah Pengembangan Transmigrasi (WPT) / Lokasi Permukiman Transmigrasi (LPT). perencanaan teknis permukiman. prosedur. Pasal 60 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59. d. menyiapkan perumusan pedoman sosialisasi program bidang perencanaan kawasan. standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang identifikasi potensi kawasan transmigrasi. standar. mengkoordinasikan kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan bidang perencanaan kawasan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang identifikasi potensi kawasan transmigrasi dan perencanaan WPT / LPT. dan d. dan Subbagian Tata Usaha.h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 58 Direktorat Perencanaan Teknis Pembangunan Kawasan Transmigrasi terdiri atas: a. dan m. b. perencanaan sumber daya manusia. menyusun rencana. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. menyusun konsep norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang identifikasi potensi kawasan transmigrasi dan perencanaan WPT / LPT. penyusunan norma. j.

d. penyajian bahan informasi potensi kawasan transmigrasi. prosedur. menyiapkan bahan sosialisasi bidang identifikasi potensi kawasan transmigrasi. dan d. Pasal 65 Uraian tugas Seksi Identifikasi Potensi Kawasan Transmigrasi sebagaimana dimaksud Pasal 63 dan Pasal 64. b. menyusun bahan sosialisasi bidang identifikasi potensi kawasan transmigrasi dan perencanaan WPT/LPT. Seksi Identifikasi Potensi Kawasan Transmigrasi. menyiapkan bahan bimbingan teknis bidang identifikasi potensi kawasan transmigrasi. Pasal 66 Seksi Perencanaan WPT/LPT mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. c. pelaksanaan kebijakan. standar. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. standar. i.h. dan Tahunan Subdirektorat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Seksi Identifikasi Potensi kawasan Transmigrasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan bantuan teknis bidang identifikasi potensi kawasan transmigrasi. antara lain sebagai berikut: a. penyusunan norma. Seksi Perencanaan WPT / LPT. dan k. c. j. Pasal 62 Subdirektorat Perencanaan Kawasan terdiri atas: a. standar. dan b. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. ekonomi dan sosial budaya. b. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program bidang identifikasi potensi kawasan transmigrasi. pelaksanaan kebijakan. Triwulan. penyusunan norma. penyiapan bahan identifikasi potensi kawasan transmigrasi meliputi aspek fisik dan lingkungan. Pasal 63 Seksi Identifikasi Potensi Kawasan Transmigrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyajikan bahan informasi potensi kawasan transmigrasi. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program. menyiapkan bahan penyusunan norma. f. 329 . prosedur dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang identifikasi potensi kawasan transmigrasi. menyusun Laporan Bulanan. dan g. menyiapkan bahan identifikasi potensi kawasan transmigrasi. prosedur dan kriteria identifikasi potensi kawasan transmigrasi. Pasal 64 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan wilayah pengembangan transmigrasi/lokasi permukiman transmigrasi.

330 . b. Seksi Perencanaan WPT/LPT menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 71 Uraian tugas Subdirektorat Perencanaan Teknis Permukiman dimaksud dalam Pasal 69 dan Pasal 70. b. standar. menyiapkan bahan perencanaan WPT/LPT. antara lain sebagai berikut: sebagaimana a. dan kriteria di bidang perencanaan teknis satuan kawasan pengembangan dan perencanaan teknis satuan permukiman. penyiapan bahan penyusunan norma. c. pelaksanaan kebijakan. Pasal 68 Uraian tugas Seksi Perencanaan WPT/LPT sebagaimana dimaksud Pasal 66 dan Pasal 67. d. standar. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. penyiapan bahan bimbingan teknis dan bantuan teknis bidang perencanaan WPT/LPT. penyiapan bahan skala prioritas perencanaan WPT/LPT. menyiapkan bahan perumusan kebijakan perencanaan WPT/LPT. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan teknis satuan kawasan pengembangan dan perencanaan teknis satuan permukiman. program dan anggaran Subdirektorat. penyusunan norma. dan g. penyajian bahan model perencanaan WPT/LPT. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan teknis satuan kawasan pengembangan dan perencanaan teknis satuan permukiman. c. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan perencanaan WPT/LPT. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 69 Subdirektorat Perencanaan Teknis Permukiman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. dan e. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan teknis satuan kawasan pengembangan. Subdirektorat Perencanaan Teknis Permukiman menyelenggarakan fungsi: a. standar. c. dan perencanaan teknis satuan permukiman. menyiapkan bahan penyusunan norma. dan kriteria perencanaan WPT/LPT. penyiapan bahan perencanaan WPT/LPT.Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. prosedur. dan d. menyiapkan bahan sosialisasi bidang perencanaan WPT/LPT. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program bidang perencanaan WPT/LPT. e. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan teknis satuan kawasan pengembangan dan perencanaan teknis satuan permukiman. menyiapkan bahan bimbingan teknis bidang perencanaan WPT/LPT. menyusun rencana. c. d. prosedur. f. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang perencanaan teknis satuan kawasan pengembangan dan perencanaan teknis satuan permukiman. prosedur. b. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69.

d. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan teknis satuan
kawasan pengembangan dan perencanaan teknis satuan permukiman;
e. menyusun konsep norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang perencanaan
teknis satuan kawasan pengembangan dan perencanaan teknis satuan
permukiman;
f. menyusun konsep bimbingan teknis bidang perencanaan teknis satuan kawasan
pengembangan dan perencanaan teknis satuan permukiman;
g. menyusun Laporan Bulanan, Triwulan, dan Tahunan Subdirektorat;
h. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat;
dan
i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 72
Subdirektorat Perencanaan Teknis Permukiman terdiri atas:
a. Seksi Perencanaan Teknis Satuan Kawasan Pengembangan; dan
b. Seksi Perencanaan Teknis Satuan Permukiman.
Pasal 73
Seksi Perencanaan Teknis Satuan Kawasan Pengembangan mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis
dan evaluasi di bidang perencanaan teknis satuan kawasan pengembangan.
Pasal 74
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 73, Seksi Perencanaan
Teknis Satuan Kawasan Pengembangan menyelenggarakan fungsi:
a.
b.
c.
d.

penyiapan bahan rencana teknis satuan kawasan pengembangan;
penyiapan bahan model satuan kawasan pengembangan;
penyiapan bahan bimbingan teknis satuan kawasan pengembangan; dan
penyiapan bahan evaluasi satuan kawasan pengembangan.
Pasal 75

Uraian tugas Seksi Perencanaan Teknis Satuan Kawasan Pengembangan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 dan Pasal 74, antara lain sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan perencanaan teknis satuan kawasan pengembangan;
b. menyiapkan bahan model satuan kawasan pengembangan;
c. menyiapkan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang
perencanaan teknis satuan kawasan pengembangan;
d. menyiapkan bahan bimbingan teknis bidang perencanaan teknis satuan kawasan
pengembangan;
e. menyiapkan bahan sosialisasi program perencanaan teknis satuan kawasan
pengembangan;
f. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang perencanaan teknis
satuan kawasan pengembangan; dan
g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 76
Seksi Perencanaan Teknis Satuan Permukiman mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,
standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di
bidang perencanaan teknis Satuan Permukiman.

331

Pasal 77
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 76, Seksi Perencanaan
Teknis Satuan Permukiman menyelenggarakan fungsi:
a.
b.
c.
d.

penyiapan bahan rencana teknis satuan permukiman;
penyiapan bahan model satuan permukiman;
penyiapan bahan bimbingan teknis satuan permukiman; dan
penyiapan bahan evaluasi satuan permukiman.
Pasal 78

Uraian tugas Seksi Perencanaan Teknis Satuan Permukiman sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 76 dan Pasal 77, antara lain sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan perencanaan teknis satuan permukiman;
b. menyiapkan bahan model satuan permukiman;
c. menyiapkan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria satuan
permukiman;
d. menyiapkan bahan bimbingan teknis bidang perencanaan teknis satuan
permukiman;
e. menyiapkan bahan sosialisasi program perencanaan teknis satuan permukiman;
f. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang perencanaan teknis
satuan permukiman; dan
g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 79
Subdirektorat Perencanaan Teknis Sarana dan Prasarana mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis
dan evaluasi di bidang perencanaan teknis sarana dan prasarana permukiman, dan
perencanaan teknis infrastruktur kawasan.
Pasal 80
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 79, Subdirektorat
Perencanaan Teknis Sarana dan Prasarana menyenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan teknis sarana dan
prasarana permukiman serta perencanaan teknis infrastruktur kawasan;
b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan teknis sarana
dan prasarana permukiman serta perencanaan teknis infrastruktur kawasan;
c. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang
perencanaan teknis sarana dan prasarana permukiman, dan perencanaan teknis
infrastruktur kawasan; dan
d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan teknis
sarana dan prasarana permukiman, dan perencanaan teknis infrastruktur
kawasan.
Pasal 81
Uraian tugas Subdirektorat Perencanaan Teknis Sarana dan Prasarana
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 dan Pasal 80, antara lain sebagai berikut:
a. menyusun rencana, program dan anggaran Subdirektorat;
b. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat;
c. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang perencanaan teknis sarana
dan prasarana serta perencanaan teknis infrastruktur kawasan;

332

d. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan bidang perencanaan teknis sarana dan
prasarana serta perencanaan teknis infrastruktur kawasan;
e. menyusun konsep norma, standar, prosedur, dan kriteria perencanaan teknis
sarana dan prasarana permukiman serta perencanaan teknis infrastruktur
kawasan;
f. menyusun konsep bimbingan teknis perencanaan teknis sarana dan prasarana
permukiman serta perencanaan teknis infrastruktur kawasan;
g. menyusun Laporan Bulanan, Triwulan, Semester dan Tahunan Subdirektorat;
h. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat;
dan
i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 82
Subdirektorat Perencanaan Teknis Sarana dan Prasana terdiri atas:
a. Seksi Perencanaan Teknis Sarana dan Prasarana Permukiman; dan
b. Seksi Perencanaan Teknis Infrastruktur Kawasan.
Pasal 83
Seksi Perencanaan Teknis Sarana dan Prasarana Permukiman mempunyai tugas
melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,
penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis
dan evaluasi di bidang perencanaan teknis sarana dan prasarana permukiman.
Pasal 84
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 83, Seksi Perencanaan
Teknis Sarana dan Prasarana Permukiman menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan rencana teknis sarana dan prasarana permukiman;
b. penyiapan bahan model perencanaan teknis sarana dan prasarana permukiman;
c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang perencanaan teknis sarana dan
prasarana permukiman; dan
d. penyiapan bahan evaluasi perencanaan teknis sarana dan prasarana
permukiman.
Pasal 85
Uraian tugas Seksi Perencanaan Teknis Sarana dan Prasarana Permukiman
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 dan Pasal 84, antara lain sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan perencanaan teknis pengembangan sarana dan prasarana
permukiman;
b. menyiapkan bahan rancangan pembangunan sarana dan prasarana permukiman;
c. menyiapkan bahan skala prioritas sarana dan prasarana permukiman;
d. menyiapkan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang
perencanaan teknis sarana dan prasarana permukiman;
e. menyiapkan bahan bimbingan teknis di bidang perencanaan teknis sarana dan
prasarana permukiman;
f. menyiapkan bahan sosialisasi program perencanaan teknis sarana dan prasarana
permukiman;
g. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program di bidang
perencanaan teknis sarana prasarana permukiman; dan
h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

333

Pasal 86
Seksi Perencanaan Teknis Infrastruktur Kawasan mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,
standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di
bidang perencanaan teknis infrastruktur kawasan.
Pasal 87
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 86, Seksi Perencanaan
Teknis Infrastruktur Kawasan menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan rencana teknis sarana dan prasarana infrastruktur kawasan;
b. penyiapan bahan model perencanaan teknis sarana dan prasarana infrastruktur
kawasan;
c. penyiapan bahan bimbingan teknis perencanaan teknis sarana dan prasarana
infrastruktur kawasan; dan
d. penyiapan bahan evaluasi perencenaan teknis sarana dan prasarana infrastruktur
kawasan.
Pasal 88
Uraian tugas, Seksi Perencanaan Teknis Infrastruktur Kawasan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 86 dan Pasal 87, antara lain sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.

menyusun bahan perencanaan sistem jaringan infrastruktur kawasan;
menyusun bahan perencanaan teknis pengembangan infrastruktur kawasan;
menyiapkan bahan rancangan pembangunan infrastruktur kawasan;
menyiapkan bahan skala prioritas infrastruktur kawasan;
menyiapkan bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria
perencanaan teknis infrastruktur kawasan;
f. menyiapkan bahan penyusunan bimbingan teknis bidang perencanaan teknis
infrastruktur kawasan;
g. menyiapkan bahan sosialisasi program perencanaan teknis infrastruktur kawasan;
h. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang perencanaan teknis
infrastruktur kawasan; dan
i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 89
Subdirektorat Perencanaan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,
standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di
bidang analisis kebutuhan sumber daya manusia, dan penataan persebaran.
Pasal 90
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89, Subdirektorat
Perencanaan Sumber Daya Manusia menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang analisis kebutuhan sumber
daya manusia dan penataan persebaran;
b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang analisis kebutuhan sumber
daya manusia dan penataan persebaran;
c. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang
analisis kebutuhan sumber daya manusia dan penataan persebaran; dan
d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis kebutuhan
sumber daya manusia dan penataan persebaran.

334

Pasal 91
Uraian tugas Subdirektorat Perencanaan Sumber Daya Manusia sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 89 dan Pasal 90, antara lain sebagai berikut:
a. menyusun rencana, program dan anggaran Subdirektorat;
b. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat;
c. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan kebutuhan
sumber daya manusia dan penataan persebaran;
d. menyusun konsep norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang perencanaan
kebutuhan sumber daya manusia dan penataan persebaran;
e. menyusun konsep bimbingan teknis di bidang perencanaan kebutuhan sumber
daya manusia dan penataan persebaran;
f. menyusun Laporan Bulanan, Triwulan, dan Tahunan Subdirektorat;
g. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat;
dan
h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 92
Subdirektorat Perencanaan Sumber Daya Manusia terdiri atas:
a. Seksi Analisis Kebutuhan Sumber Daya Manusia; dan
b. Seksi Penataan Persebaran.
Pasal 93
Seksi Analisis Kebutuhan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,
standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di
bidang analisis kebutuhan sumber daya manusia.
Pasal 94
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 93, Seksi Analisis Kebutuhan
Sumber Daya manusia menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan analisis kebutuhan sumber daya manusia;
b. penyiapan bahan model analisis kebutuhan sumber daya manusia;
c. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang analisis kebutuhan sumber daya
manusia; dan
d. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan analisis kebutuhan
sumber daya manusia.
Pasal 95
Uraian tugas Seksi Analisis Kebutuhan Sumber Daya Manusia sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 93 dan Pasal 94, antara lain sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

menyiapkan bahan analisis kebutuhan sumber daya manusia calon transmigran;
menyiapkan bahan rancangan rencana sumber daya manusia calon transmigran;
menyiapkan bahan skala prioritas kebutuhan SDM;
menyiapkan bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang
analisis kebutuhan sumber daya manusia;
menyiapkan bahan bimbingan teknis di bidang analisis kebutuhan sumber daya
manusia;
menyiapkan bahan pemantauan dan identifikasi pelaksanaan program di bidang
analisis kebutuhan sumber daya manusia;
menyiapkan bahan sosialisasi di bidang analisis kebutuhan sumber daya
manusia; dan
melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

335

Pasal 96
Seksi Penataan Persebaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar,
prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang
penataan persebaran.
Pasal 97
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96, Seksi
Penataan Persebaran menyelenggarakan fungsi:
a.
b.
c.
d.

penyiapan perencanaan penataan persebaran;
penyiapan bahan penataan persebaran;
penyiapan bahan perencanaan program model penataan persebaran;
penyiapan bahan bimbingan teknis dan bantuan teknis di bidang penataan
persebaran; dan
e. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penyusunan rencana
penataan persebaran.
Pasal 98
Uraian tugas Seksi Penataan Persebaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96
dan Pasal 97, antara lain sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

menyiapkan bahan perencanaan penataan persebaran;
menyiapkan bahan rancangan penataan persebaran;
menyiapkan bahan skala prioritas perencanaan penataan persebaran;
menyiapkan bahan kajian perumusan kebijakan perencanaan penataan
persebaran;
menyiapkan bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria
perencanaan penataan persebaran;
menyiapkan bahan bimbingan teknis dan bantuan teknis perencanaan penataan
persebaran;
menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang perencanaan penataan
persebaran; dan
melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 99

Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan
rencana program dan anggaran, urusan kepegawaian, keuangan, ketatausahaan,
dan rumah tangga Direktorat.
Pasal 100
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 99, Subbagian Tata
Usaha menyelenggarakan fungsi:
a.
b.
c.
d.
e.

penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Direktorat;
pengurusan administrasi kepegawaian Direktorat;
penyiapan administrasi keuangan Direktorat;
penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Direktorat; dan
pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat.

336

Pasal 101
Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud Pasal 99 dan Pasal
100, antara lain sebagai berikut:
a. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Direktorat;
b. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja K/L Direktorat;
c. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL)
Direktorat;
d. mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Direktorat;
e. mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Direktorat;
f. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Direktorat;
g. melaksanakan administrasi kepegawaian Direktorat;
h. melaksanakan administrasi keuangan Direktorat;
i. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Direktorat;
j. melaksanakan penatausahaan barang milik/kekayaan negara (BMN) Direktorat;
k. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Direktorat;
l. menyusun Laporan Bulanan, Triwulan, Semester dan Tahunan Direktorat;
m. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Direktorat; dan
n. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Bagian Ketiga
Direktorat Penyediaan Tanah Transmigrasi
Pasal 102
Direktorat Penyediaan Tanah Transmigrasi mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, standardisasi serta
pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengadaan tanah,
pengurusan legalitas tanah, dokumentasi pertanahan, dan advokasi pertanahan.
Pasal 103
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102, Direktorat
Penyediaan Tanah Transmigrasi menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang fasilitasi pengadaan tanah,
pengurusan legalitas tanah, dokumentasi pertanahan, dan advokasi pertanahan;
b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitasi pengadaan tanah,
pengurusan legalitas tanah, dokumentasi pertanahan, dan advokasi pertanahan;
c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang fasilitasi
pengadaan tanah, pengurusan legalitas tanah, dokumentasi pertanahan, dan
advokasi pertanahan;
d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi
pengadaan tanah, pengurusan legalitas tanah, dokumentasi pertanahan, dan
advokasi pertanahan; dan
e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.
Pasal 104
Uraian tugas Direktorat Penyediaan Tanah Transmigrasi sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 102 dan Pasal 103, antara lain sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.

menyusun Rencana Strategis Direktorat;
menyusun Penetapan Kinerja Direktorat;
mengkoordinasikan penyusunan rencana program Direktorat;
mengendalikan pelaksanaan program Direktorat;
337

e. mengkoordinasikan penyusunan anggaran Direktorat;
f. mengendalikan pelaksanaan anggaran Direktorat;
g. menyiapkan bahan perumusan kebijakan pelaksanaan fasilitasi pengadaan tanah,
pengurusan legalitas tanah, dokumentasi pertanahan, dan advokasi pertanahan;
h. mengarahkan penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur
fasilitasi pengadaan tanah, pengurusan legalitas tanah, dokumentasi pertanahan,
dan advokasi pertanahan;
i. mengkoordinasikan bimbingan teknis bidang fasilitasi pengadaan tanah,
pengurusan legalitas tanah, dokumentasi pertanahan, dan advokasi pertanahan;
j. menyiapkan perumusan pedoman sosialisasi program bidang fasilitasi pengadaan
tanah, pengurusan legalitas tanah, dokumentasi pertanahan, dan advokasi
pertanahan;
k. mengkoordinasikan kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan
bidang fasilitasi pengadaan tanah, pengurusan legalitas tanah, dokumentasi
pertanahan, dan advokasi pertanahan;
l. menyusun Laporan Bulanan, Triwulan dan Tahunan Direktorat;
m. menyusun LAKIP Direktorat;
n. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat; dan
o. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 105
Direktorat Penyediaan Tanah Transmigrasi terdiri atas:
a.
b.
c.
d.
e.

Subdirektorat Fasilitasi Pengadaan Tanah;
Subdirektorat Pengurusan Legalitas Tanah;
Subdirektorat Dokumentasi Pertanahan;
Subdirektorat Advokasi Pertanahan; dan
Subbagian Tata Usaha.
Pasal 106

Subdirektorat Fasilitasi Pengadaan Tanah mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,
standar, prosedur dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di
bidang identifikasi status dan penggunaan tanah serta pengurusan status tanah.
Pasal 107
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106, Subdirektorat
Fasilitasi Pengadaan Tanah menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang identifikasi status dan
penggunaan tanah serta pengurusan status tanah;
b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang identifikasi status dan
pengunaan tanah serta pengurusan status tanah;
c. penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang
identifikasi status dan penggunaan tanah serta pengurusan status tanah; dan
d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi dan evaluasi di bidang
identifikasi status dan penggunaan tanah serta pengurusan status tanah.
Pasal 108
Uraian tugas Subdirektorat Fasilitasi Pengadaan Tanah sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 106 dan Pasal 107, antara lain sebagai berikut:
a. menyusun rencana, program dan anggaran Subdirektorat;
b. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat;
c. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang identifikasi status dan
penggunaan tanah serta pengurusan status tanah;

338

d. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang identifikasi status dan
penggunaan tanah serta pengurusan status tanah;
e. menyusun konsep norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang identifikasi
status dan penggunaan tanah serta pengurusan status tanah;
f. menyusun konsep memberikan bimbingan teknis di bidang identifikasi status dan
penggunaan tanah serta pengurusan status tanah;
g. menyusun Laporan Bulanan, Triwulan dan Tahunan Subdirektorat;
h. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat;
dan
i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 109
Subdirektorat Fasilitasi Pengadaan Tanah terdiri atas:
a. Seksi Identifikasi Status dan Penggunaan Tanah; dan
b. Seksi Pengurusan Status Tanah.
Pasal 110
Seksi Identifikasi Status dan Penggunaan Tanah mempunyai tugas melakukan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,
standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di
bidang identifikasi status dan penggunaan tanah.
Pasal 111
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110, Seksi
Identifikasi Status dan Penggunaan Tanah menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan bidang identifikasi status dan penggunaan tanah;
b. penyiapan bahan penelaahan dan rancangan penetapan status dan penggunaan
tanah;
c. penyiapan bahan bimbingan teknis dan bantuan teknis bidang identifikasi status
dan penggunaan tanah; dan
d. penyiapan bahan evaluasi bidang identifikasi status dan penggunaan tanah.
Pasal 112
Uraian tugas Seksi Identifikasi Status dan Penggunaan Tanah sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 110 dan Pasal 111, antara lain sebagai berikut:
a. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang identifikasi status dan
penggunaan tanah;
b. menyiapkan dan mengolah bahan identifikasi status dan penggunaan tanah;
c. menyiapkan dan mengolah bahan penyelesaian status dan penggunaan tanah;
d. menyiapkan bahan penyelesaian rancangan penetapan status dan penggunaan
tanah;
e. menyiapkan bahan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang
identifikasi status dan penggunaan tanah;
f. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan bantuan teknis bidang identifikasi status
dan penggunaan tanah;
g. menyiapkan bahan koordinasi dengan instansi terkait pusat dan daerah;
h. menyiapkan dan mengolah bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan
program di bidang identifikasi status dan penggunaan tanah; dan
i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

339

Pasal 113
Seksi Pengurusan Status Tanah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan
perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, penyusunan
norma, standar,
prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang
pengurusan status tanah.
Pasal 114
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 113, Seksi Pengurusan
Status Tanah menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan dan pengolahan bahan pengurusan status tanah;
b. penyiapan dan pengolahan bahan koordinasi pengurusan status tanah;
c. penyiapan dan pengolahan bahan pengurusan status tanah untuk WPT/LPT; dan
d. penyiapan dan pengolahan bahan evaluasi pengurusan status tanah.
Pasal 115
Uraian tugas, Seksi Pengurusan Status Tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal
113 dan Pasal 114, antara lain sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

menyiapkan bahan pengurusan status tanah;
menyiapkan data pengurusan status tanah untuk WPT/LPT;
menyiapkan bahan evaluasi pengurusan tanah dan penyelesaian status tanah;
menyiapkan bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang
pengurusan status tanah;
menyiapkan bahan penyusunan konsep bimbingan teknis dan bantuan teknis di
bidang pengurusan status tanah;
menyiapkan bahan legal aspek calon lokasi permukiman transmigrasi;
menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program di bidang
pengurusan status tanah; dan
melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
Pasal 116

Subdirektorat Pengurusan Legalitas Tanah mempunyai tugas melaksanakan
penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,
standar, prosedur dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di
bidang pengurusan hak pengelolaan tanah, dan pengurusan hak milik atas tanah.
Pasal 117
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116, Subdirektorat
Pengurusan Legalitas Tanah menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengurusan hak pengelolaan
tanah dan pengurusan hak milik atas tanah;
b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengurusan hak pengelolaan
tanah dan pengurusan hak milik atas tanah;
c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang
pengurusan hak pengelolaan tanah dan pengurusan hak milik atas tanah; dan
d. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengurusan hak
pengelolaan tanah dan pengurusan hak milik atas tanah.
Pasal 118
Uraian tugas Subdirektorat Pengurusan Legalitas Tanah sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 116 dan Pasal 117, antara lain sebagai berikut:
a. menyusun rencana, program dan anggaran Subdirektorat;

340

menyusun konsep norma. Seksi Pengurusan Hak Pengelolaan Tanah. menyiapkan bahan penyusunan norma. antara lain sebagai berikut: a. prosedur. dan b. e. menyusun Laporan Bulanan. dan Tahunan Subdirektorat. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang pengurusan hak pengelolaan tanah dan pengurusan hak milik atas tanah. Seksi Pengurusan Hak Milik Atas Tanah. d. g. standar. penyiapan bahan teknis di bidang pengurusan hak pengelolaan tanah. penyusunan norma. Pasal 120 Seksi Pengurusan Hak Pengelolaan Tanah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. 341 . penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan di bidang pengurusan pengelolaan tanah untuk WPT dan LPT. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. d. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. penyiapan bahan di bidang pengurusan hak pengelolaan tanah. menyiapkan bahan teknis di bidang pengurusan hak pengelolaan tanah. menyusun konsep bimbingan teknis di bidang pengurusan hak pengelolaan tanah dan pengurusan hak milik atas tanah. Pasal 119 Subdirektorat Pengurusan Legalitas Tanah terdiri atas: a. h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Triwulan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 121 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120. f. c.b. dan kriteria di bidang pengurusan hak pengelolaan tanah. hak Pasal 122 Uraian tugas Seksi Pengurusan Hak Pengelolaan Tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120 dan Pasal 121. prosedur dan kriteria di bidang pengurusan hak pengelolaan tanah dan pengurusan hak milik atas tanah. standar. dan c. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. e. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang pengurusan hak pengelolaan tanah dan pengurusan hak milik atas tanah. f. Seksi Pengurusan Hak Pengelolaan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. standar. b. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program di bidang pengurusan hak pengelolaan tanah. b. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengurusan hak pengelolaan tanah. prosedur. dan g. c. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengurusan hak pengelolaan tanah. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengurusan hak pengelolaan tanah. dan i. menyiapkan bahan bimbingan teknis di bidang pengurusan hak pengelolaan tanah.

standar. penyusunan norma. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengumpulan dan pengolahan data pertanahan serta penyajian informasi pertanahan. dan g. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program di bidang pengurusan hak milik atas tanah. standar. f. menyiapkan bahan bimbingan teknis di bidang pengurusan hak milik atas tanah. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Dokumentasi Pertanahan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pengurusan status hak milik atas tanah dalam WPT/ LPT. prosedur dan kriteria di bidang pengurusan hak milik atas tanah. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengurusan hak milik atas tanah. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengumpulan dan pengolahan data pertanahan serta penyajian informasi pertanahan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan penyusunan norma. Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 123. dan kriteria serta bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengurusan hak milik atas tanah. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pengurusan hak milik atas tanah. c. b. penyiapan penyusunan norma. standar. b. 342 . c. prosedur dan kriteria di bidang pengumpulan dan pengolahan data pertanahan serta penyajian informasi pertanahan. penyusunan norma. penyiapan bahan kerjasama dengan daerah dalam pengurusan status hak milik atas tanah. menyusun rencana. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 126 Subdirektorat Dokumentasi Pertanahan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengumpulan dan pengolahan data pertanahan serta penyajian informasi pertanahan. dan d. prosedur dan kriteria serta bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengumpulan dan pengolahan data pertanahan serta penyajian informasi pertanahan. menyiapkan bahan pelaksanaan pengurusan status hak milik atas tanah. pelaksanaan kebijakan. e. dan b.Pasal 123 Seksi Pengurusan Hak Milik Atas Tanah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 128 Uraian tugas Subdirektorat Dokumentasi Pertanahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 dan Pasal 127. antara lain sebagai berikut: a. d. Pasal 125 Uraian tugas Seksi Pengurusan Hak Milik Atas Tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 123 dan Pasal 124. prosedur. standar. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126. Seksi Pengurusan Hak Milik Atas Tanah menyelenggarakan fungsi: a. program dan anggaran Subdirektorat.

melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. pengolahan data dan penyajian informasi di bidang pengumpulan dan pengolahan data pertanahan serta penyajian informasi pertanahan. standar. prosedur dan kriteria di bidang pengumpulan dan pengolahan data pertanahan. c. penyiapan pengolahan data pertanahan. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang pengumpulan dan pengolahan data pertanahan serta penyajian informasi pertanahan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. menyusun konsep pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi program di bidang pengumpulan dan pengolahan data pertanahan serta penyajian informasi pertanahan. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 130. e. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pengumpulan dan pengolahan data pertanahan. f. Triwulan. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengumpulan dan pengolahan data pertanahan. dan g. pelaksanaan kebijakan. menyusun Laporan Bulanan. e. h. d. penyiapan pengumpulan data pertanahan. c. menyiapkan bahan analisis potensi pertanahan. menyiapkan bahan pengumpulan dan pengolahan data pertanahan. Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data Pertanahan menyelenggarakan fungsi: a. standar. f. Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data Pertanahan. menyiapkan bahan bimbingan teknis di bidang pengumpulan dan pengolahan data pertanahan. prosedur. penyusunan norma. d.b. menyiapkan bahan pelaksanaan sosialisasi program di bidang pengumpulan dan pengolahan data pertanahan. menyiapkan bahan penyusunan norma. antara lain sebagai berikut: a. Seksi Penyajian Informasi Pertanahan. standar. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan pengumpulan. menyusun konsep norma. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. prosedur. dan b. Pasal 130 Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data Pertanahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 132 Uraian tugas Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data Pertanahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130 dan Pasal 131. dan b. dan Tahunan Subdirektorat. b. 343 . dan i. dan kriteria di bidang pengumpulan dan pengolahan data pertanahan serta penyajian informasi pertanahan. g. Pasal 129 Subdirektorat Dokumentasi Pertanahan terdiri atas: a.

standar. prosedur dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang identifikasi kasus pertanahan serta recognisi dan kompensasi. menyiapkan bahan bimbingan teknis di bidang penyajian informasi pertanahan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan penyajian dan penyebaran informasi pertanahan transmigrasi. pelaksanaan kebijakan. b. dan i. standar. penyiapan perangkat keras penyajian informasi status dan hak atas tanah. penyiapan perangkat lunak penyajian informasi status dan hak atas tanah. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang penyajian informasi pertanahan. antara lain sebagai berikut: a. g. Pasal 135 Uraian tugas Seksi Penyajian Informasi Pertanahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133 dan Pasal 134. menyiapkan bahan perangkat lunak penyajian informasi status dan hak atas tanah. menyiapkan bahan sosialisasi program di bidang penyajian informasi pertanahan. penyusunan norma. c. e. Pasal 136 Subdirektorat Advokasi Pertanahan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. penyiapan bahan pelaksanaan penyajian dan penyebaran informasi status dan hak atas tanah. menyiapkan bahan pelaksanaan penyajian dan penyebaran informasi status dan hak atas tanah. dan d. f. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang identifikasi kasus pertanahan serta recognisi dan kompensasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang identifikasi kasus pertanahan serta recognisi dan kompensasi.Pasal 133 Seksi Penyajian Informasi Pertanahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang identifikasi kasus pertanahan serta recognisi dan kompensasi. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyajian informasi pertanahan. standar. menyiapkan bahan penyusunan norma. b. dan kriteria di bidang penyajian informasi pertanahan. c. prosedur. h. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 133. Seksi Penyajian Informasi Pertanahan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Advokasi Pertanahan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur dan kriteria di bidang identifikasi kasus pertanahan serta recognisi dan kompensasi. 344 . dan c. penyiapan bahan penyusunan norma. d. b. prosedur. penyusunan norma. Pasal 137 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136. menyiapkan bahan perangkat keras penyajian informasi status dan hak atas tanah. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. penyiapan bahan penelitian dan penelaahan Kasus pertanahan. standar.Pasal 138 Uraian tugas Subdirektorat Advokasi Pertanahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 dan Pasal 137. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan penetapan identifikasi kasus pertanahan. penyiapan bahan penetapan identifikasi kasus pertanahan. Pasal 139 Subdirektorat Advokasi Pertanahan terdiri atas: a. Seksi Recognisi dan Kompensasi. Triwulan. menyusun konsep norma. standar. h. menyiapkan bahan bimbingan teknis di bidang identifikasi kasus pertanahan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang identifikasi kasus pertanahan. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan di bidang identifikasi kasus pertanahan. dan b. menyiapkan bahan penyusunan norma. dan c. pelaksanaan kebijakan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan Tahunan Subdirektorat. d. Pasal 140 Seksi Identifikasi Kasus Pertanahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. g. Seksi Identifikasi Kasus Pertanahan menyelenggarakan fungsi: a. menyusun rencana. Pasal 142 Uraian tugas Seksi Identifikasi Kasus Pertanahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 dan Pasal 141. e. prosedur. b. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. dan kriteria di bidang identifikasi kasus pertanahan. dan h. c. menyiapkan bahan penelitian dan penelaahan kasus pertanahan. standar. menyusun Laporan Bulanan. f. antara lain sebagai berikut: a. prosedur. 345 . g. dan i. penyusunan norma. e. menyiapkan bahan sosialisasi program di bidang identifikasi kasus pertanahan. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang identifikasi kasus pertanahan serta recognisi dan kompensasi. c. penyiapan bahan inventarisasi kasus pertanahan. f. Pasal 141 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 140. menyiapkan bahan inventarisasi kasus pertanahan. b. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang identifikasi kasus pertanahan. d. Seksi Identifikasi Kasus Pertanahan. program dan anggaran Subdirektorat. prosedur dan kriteria di bidang identifikasi kasus pertanahan serta recognisi dan kompensasi. b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi program di bidang identifikasi kasus pertanahan serta recognisi dan kompensasi.

mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja K/L Direktorat.Pasal 143 Seksi Recognisi dan Kompensasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan pelaksanaan sosialisasi program recognisi dan kompensasi. Pasal 147 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 146. d. penyiapan bahan pelaksanaan teknis recognisi dan kompensasi. Pasal 148 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud Pasal 146 dan Pasal 147. 346 . mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Direktorat. f. prosedur dan kriteria di bidang recognisi dan kompensasi. pengurusan administrasi kepegawaian Direktorat. Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang recognisi dan kompensasi. e. dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat. standar. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Direktorat. menyiapkan bahan pelaksanaan teknis recognisi dan kompensasi. mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Direktorat. pelaksanaan kebijakan. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL) Direktorat. c. b. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan di bidang recognisi dan kompensasi. d. menyiapkan bahan data penyelesaian tanah dengan recognisi dan kompensasi. antara lain sebagai berikut: a. b. Seksi Recognisi dan Kompensasi menyelenggarakan fungsi: a. b. b. antara lain sebagai berikut: a. c. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Direktorat. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan di bidang recognisi dan kompensasi. dan c. penyusunan norma. e. urusan kepegawaian. keuangan. e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan penyusunan norma. standar. ketatausahaan. dan rumah tangga Direktorat. penyiapan data penyelesaian tanah dengan recognisi dan kompensasi. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Direktorat. dan g. Pasal 145 Uraian tugas Seksi Recognisi dan Kompensasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143 dan Pasal 144. c. menyiapkan bahan bimbingan teknis di bidang recognisi dan kompensasi. Pasal 146 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. penyiapan administrasi keuangan Direktorat. prosedur. Pasal 144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 143.

Triwulan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan lahan. f. g. d. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan lahan. l. b. sarana. 347 . n. penyiapan sarana. d. Pasal 151 Uraian tugas Direktorat Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Kawasan Transmigrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149 dan Pasal 150. menyusun Laporan Bulanan. mengkoordinasikan penyusunan rencana program Direktorat. h. penyiapan penyusunan norma. prasarana dan evaluasi kelayakan permukiman. prasarana dan evaluasi kelayakan permukiman. melaksanakan penatausahaan barang milik/kekayaan negara (BMN) Direktorat. i. j. mengkoordinasikan bimbingan teknis di bidang penyiapan lahan. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Direktorat. e. i. prasarana dan evaluasi kelayakan permukiman. mengendalikan pelaksanaan program Direktorat. penyiapan sarana. sarana. penyiapan prasarana dan evaluasi kelayakan permukiman. sarana. sarana. Semester dan Tahunan Direktorat. pelaksanaan kebijakan. k. dan kriteria di bidang penyiapan lahan. prasarana dan evaluasi kelayakan permukiman. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyiapan lahan. mengendalikan pelaksanaan anggaran Direktorat. standardisasi serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyiapan lahan. mengarahkan penyusunan norma. penyiapan prasarana dan evaluasi kelayakan permukiman. b. m. g. mengkoordinasikan penyusunan anggaran Direktorat. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. prasarana dan evaluasi kelayakan permukiman. dan e. prosedur. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyiapan lahan. standar. standar. sarana. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.f. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Direktorat. melaksanakan administrasi kepegawaian Direktorat. penyiapan sarana. menyusun Penetapan Kinerja Direktorat. c. c. penyiapan prasarana dan evaluasi kelayakan permukiman. Direktorat Pembangunan Permukiman dan Infrastuktur Kawasan Transmigrasi menyelenggarakan fungsi: a. antara lain sebagai berikut: a. melaksanakan administrasi keuangan Direktorat. h. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyusun Rencana Strategis Direktorat. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Direktorat. prosedur dan kriteria di bidang penyiapan lahan. Bagian Keempat Direktorat Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Kawasan Transmigrasi Pasal 149 Direktorat Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Kawasan Transmigrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.

menyusun LAKIP Direktorat. menyusun konsep norma.j. menyusun rencana. dan Sub Bagian Tata Usaha. b. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan lahan. prosedur. Pasal 152 Direktorat Pembangunan Permukiman dan Insfrastruktur Kawasan Transmigrasi terdiri atas: a. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan lahan. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. mengkoordinasikan kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan lahan. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan lahan. b. o. Triwulan dan Tahunan Direktorat. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan prasarana dan evaluasi kelayakan permukiman. Pasal 153 Subdirektorat Penyiapan Lahan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan lahan. standar. menyiapkan perumusan pedoman sosialisasi program di bidang penyiapan lahan. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. menyusun konsep bimbingan teknis dan bantuan teknis di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan lahan. penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan lahan. Subdirektorat Penyiapan Lahan menyelenggarakan fungsi: a. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. standar. e. m. prosedur. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan sarana. e. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan lahan. menyusun Laporan Bulanan. d. n. penyiapan sarana. dan d. k. f. c. Pasal 155 Uraian tugas Subdirektorat Penyiapan Lahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 dan Pasal 154. 348 . Subdirektorat Penyiapan Lahan. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan prasarana dan evaluasi kelayakan permukiman. Subdirektorat Penyiapan Sarana. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan lahan. d. Subdirektorat Evaluasi Kelayakan Permukiman. program dan anggaran Subdirektorat. prosedur dan kriteria di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan lahan. Subdirektorat Penyiapan Prasarana. l. c. b.

prosedur. Pasal 156 Subdirektorat Penyiapan Lahan terdiri atas: a. Pasal 157 Seksi Bina Teknis Penyiapan Lahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan supervisi di bidang bina teknis penyiapan lahan. d. pemantauan dan evaluasi kegiatan bina teknis penyiapan lahan. Pasal 160 Seksi Evaluasi Penyiapan Lahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. menyiapkan bahan rencana pembukaan lahan pemukiman transmigrasi. penyiapan bahan pemantauan dan pelaksanaan program. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan bantuan teknis di bidang bina teknis penyiapan lahan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi penyiapan lahan. e. g. 349 . menyusun konsep pelaksanaan sosialisasi di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan lahan. h. penyusunan norma. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang bina teknis penyiapan lahan. menyiapkan bahan sosialisasi di bidang bina teknis penyiapan lahan. b. prosedur. menyusun Laporan Bulanan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. penyiapan bahan kebijakan evaluasi penyiapan lahan. menyiapkan bahan penyusunan norma. Triwulan dan Tahunan Subdirektorat. Pasal 159 Uraian tugas Seksi Bina Teknis Penyiapan Lahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 157 dan Pasal 158. prosedur dan kriteria di bidang bina teknis penyiapan lahan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina teknis penyiapan lahan. b. penyiapan bahan kebijakan bina teknis penyiapan lahan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. standar. Seksi Evaluasi Penyiapan Lahan. antara lain sebagai berikut: a. Seksi Bina Teknis Penyiapan Lahan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Evaluasi Penyiapan Lahan menyelenggarakan fungsi: a. i. f. penyusunan norma. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan h. Pasal 158 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 157.g. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 160. menyiapkan bahan inventarisasi data pembukaan lahan pemukiman transmigrasi. b. dan c. pelaksanaan kebijakan. dan b. c. standar. standar. Seksi Bina Teknis Penyiapan Lahan. dan j. penyiapan bahan bimbingan teknis penyiapan lahan.

antara lain sebagai berikut : a. Pasal 162 Uraian tugas Seksi Evaluasi Penyiapan Lahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160 dan Pasal 161. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan sarana. c. pelaksanaan kebijakan. b. program dan anggaran Subdirektorat. Subdirektorat Penyiapan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. dan i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. e. dan d. d. b. pelaksanaan supervisi dan pengendalian program penyiapan lahan serta rekomendasi program penyiapan lahan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. penyiapan bahan penyusunan norma. c. menyiapkan bahan supervisi dan pengendalian di bidang evaluasi penyiapan lahan transmigrasi. standar. e. b. dan kriteria di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan sarana. dan Tahunan Subdirektorat. standar. d. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan sarana. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang evaluasi penyiapan lahan transmigrasi. prosedur. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. prosedur.c. 350 . standar. prosedur. menyusun rencana. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan sarana. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan sarana. Pasal 164 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 163. menyusun konsep norma. h. g. penyiapan bahan norma. penyusunan norma. standar. menyusun Laporan Bulanan. standar. menyiapkan bahan analisis evaluasi penyiapan lahan transmigrasi. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan sarana. prosedur dan kriteria di bidang evaluasi penyiapan lahan transmigrasi. f. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi program di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan sarana. dan f. antara lain sebagai berikut: a. c. prosedur dan kriteria di bidang evaluasi penyiapan lahan. menyiapkan bahan rekomendasi di bidang evaluasi penyiapan lahan transmigrasi. Triwulan. Pasal 163 Subdirektorat Penyiapan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan sarana. dan kriteria di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan sarana. dan d. Pasal 165 Uraian tugas Subdirektorat Penyiapan Sarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 163 dan Pasal 164.

d. Seksi Bina Teknis Penyiapan Sarana. menyiapkan bahan bimbingan teknis di bidang bina teknis penyiapan sarana permukiman transmigrasi. penyusunan norma. g. b. penyiapan bahan rekomendasi program peningkatan sarana permukiman transmigrasi. prosedur. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan bahan pengembangan data sarana pemukiman transmigrasi. 351 . menyiapkan bahan inventarisasi data penyiapan sarana permukiman transmigrasi. standar. Pasal 168 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 167. Pasal 167 Seksi Bina Teknis Penyiapan Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. b. menyiapkan bahan sosialisasi program di bidang bina teknis penyiapan sarana permukiman transmigrasi. dan c. prosedur dan kriteria di bidang bina teknis penyiapan sarana permukiman transmigrasi. penyiapan bahan analisis data sarana permukiman transmigrasi perencanaan teknis sarana. dan c. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Seksi Evaluasi Penyiapan Sarana.Pasal 166 Subdirektorat Penyiapan Sarana terdiri atas: a. Seksi Evaluasi Penyiapan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan integrasi dan sinkronisasi data sarana transmigrasi. Pasal 170 Seksi Evaluasi Penyiapan Sarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. b. Pasal 171 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 170. c. standar. dan b. penyiapan bahan inventarisasi data sarana permukiman berdasarkan perencanaan teknis sarana. menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis penyiapan sarana permukiman transmigrasi. prosedur. penyusunan norma. Seksi Penyiapan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. f. penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan penyiapan sarana transmigrasi. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyiapan sarana. dan h. Bina Teknis transmigrasi berdasarkan permukiman Pasal 169 Uraian tugas Seksi Bina Teknis Penyiapan Sarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167 dan Pasal 168. standar. e. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program di bidang bina teknis penyiapan sarana permukiman transmigrasi. menyiapkan bahan penyusunan norma. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan teknis penyiapan sarana. menyiapkan bahan pelaksanaan teknis penyiapan sarana permukiman transmigrasi.

b. Pasal 173 Subdirektorat Penyiapan Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan prasarana. menyusun konsep bimbingan teknis dan sosialisasi program di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan prasarana. Pasal 175 Uraian tugas Subdirektorat Penyiapan Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173 dan Pasal 174. menyusun Laporan Bulanan. c. Triwulan. penyiapan bahan pelaksanan kebijakan di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan prasarana. Pasal 174 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173. standar. menyusun rencana. program dan anggaran Subdirektorat. prosedur dan kriteria di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan prasarana. 352 . h. menyiapkan bahan penyusunan norma. dan f. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan prasarana. dan d. menyiapkan bahan pengembangan data sarana permukiman transmigrasi. g. menyusun konsep norma. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. prosedur. standar. Subdirektorat Penyiapan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. b. prosedur.Pasal 172 Uraian tugas Seksi Evaluasi Penyiapan Sarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 dan Pasal 171. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan evaluasi pengkajian dan standardisasi penyiapan sarana. e. penyusunan norma. antara lain sebagai berikut: a. dan i. menyiapkan bahan rekomendasi program penyiapan sarana permukiman transmigrasi. prosedur dan kriteria bidang evaluasi penyiapan sarana permukiman transmigrasi. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan prasarana. b. dan Tahunan Subdirektorat. menyiapkan bahan pelaksanaan evaluasi penyiapan sarana permukiman transmigrasi. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan prasarana. antara lain sebagai berikut: a. standar. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan prasarana. f. pelaksanaan kebijakan. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. c. standar. d. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang bina teknis dan evaluasi penyiapan prasarana. d. e.

penyiapan bahan pengembangan data prasarana pemukiman transmigrasi. penyusunan norma. dan c. penyiapan bahan rekomendasi program peningkatan prasarana permukiman transmigrasi. b.Pasal 176 Subdirektorat Penyiapan Prasarana terdiri atas: a. dan h. Seksi Evaluasi Penyiapan Prasarana. standar. prosedur dan kriteria di bidang bina teknis penyiapan prasarana permukiman. pelaksanaan kebijakan. d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. penyusunan norma. f. Pasal 180 Seksi Evaluasi Penyiapan Prasarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan c. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi penyiapan prasarana. b. e. penyiapan bahan integrasi dan sinkronisasi data prasarana permukiman transmigrasi. penyiapan bahan inventarisasi data prasarana permukiman transmigrasi berdasarkan perencanaan teknis pembangunan prasarana permukiman. standar. menyiapkan bahan pelaksanaan teknis penyiapan prasarana permukiman. Pasal 181 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. menyiapkan bahan sosialisasi program di bidang bina teknis penyiapan prasarana permukiman. b. dan b. Seksi Evaluasi Penyiapan Pasarana menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan inventarisasi data penyiapan prasarana permukiman. penyiapan bahan analisis data prasarana permukiman transmigrasi berdasarkan perencanaan teknis pembangunan prasarana permukiman. menyiapkan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pemantauan pelaksanaan penyiapan prasarana transmigrasi. menyiapkan bahan perumusan kebijakan penyiapan prasarana permukiman. pelaksanaan kebijakan. prosedur. 353 . c. standar. Pasal 178 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 177. Pasal 177 Seksi Bina Teknis Penyiapan Prasarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan teknis penyiapan prasarana. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang bina teknis penyiapan prasarana permukiman. Seksi Bina Teknis Penyiapan Prasarana. Pasal 179 Uraian tugas Seksi Bina Teknis Penyiapan Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 177 dan Pasal 178. prosedur. Seksi Bina Teknis Penyiapan Prasarana menyelenggarakan fungsi: a. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan bimbingan teknis di bidang bina teknis penyiapan prasarana permukiman. g.

meyiapkan bahan pelaksanaan evaluasi penyiapan prasarana permukiman transmigrasi. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. program dan anggaran Subdirektorat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. d. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang bina teknis dan penilaian kelayakan permukiman. 354 . antara lain sebagai berikut: a. c. Triwulan dan Tahunan Subdirektorat. menyusun Laporan Bulanan. dan d. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang bina teknis dan penilaian kelayakan permukiman. dan j. dan penilaian kelayakan permukiman. menyusun rencana. b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina teknis dan penilaian kelayakan permukiman. pelaksanaan kebijakan. d. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bina teknis dan penilaian kelayakan permukiman. Pasal 183 Subdirektorat Evaluasi Kelayakan Permukiman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. e. b. menyusun konsep sosialisasi program di bidang bina teknis dan penilaian kelayakan permukiman. standar. menyusun konsep norma. menyiapkan bahan evaluasi pengkajian dan standardisasi penyiapan prasarana. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bina teknis dan penilaian kelayakan permukiman.Pasal 182 Uraian tugas Seksi Evaluasi Penyiapan Prasarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180 dan Pasal 181. b. prosedur dan kriteria di bidang evaluasi penyiapan prasarana permukiman transmigrasi. menyiapkan bahan pengembangan data prasarana permukiman transmigrasi. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. h. menyiapkan bahan penyusunan norma. c. dan f. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. prosedur dan kriteria di bidang bina teknis dan penilaian kelayakan permukiman. i. e. c. antara lain sebagai berikut: a. menyusun konsep bimbingan teknis program di bidang bina teknis dan penilaian kelayakan permukiman. prosedur. standar. penyusunan norma. Pasal 185 Uraian tugas Subdirektorat Evaluasi Kelayakan Permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183 dan Pasal 184. prosedur dan kriteria di bidang bina teknis dan penilaian kelayakan permukiman. g. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bina teknis. Subdirektorat Evaluasi Kelayakan Permukiman menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan rekomendasi program penyiapan prasarana permukiman transmigrasi.

menyiapkan bahan analisis data keserasian lingkungan fisik. b. penyusunan norma. standar. prosedur. standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penilaian kelayakan permukiman. status tanah serta pengembangan di bidang bina teknis kelayakan permukiman. d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. sosial. menyiapkan bahan analisis penggunaan ruang. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 187. penyiapan bahan rekomendasi program penilaian kelayakan permukiman. Pasal 191 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190. menyiapkan bahan sosialisasi program di bidang pembinaan teknis kelayakan permukiman. status tanah serta pengembangan bina teknis kelayakan permukiman. meyiapkan bahan pelaksanaan evaluasi di bidang pembinaan teknis kelayakan permukiman. Seksi Bina Teknis Kelayakan Permukiman menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. dan b. Pasal 190 Seksi Penilaian Kelayakan Permukiman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. f. standar. c. Seksi Bina Teknis Kelayakan Permukiman. ekonomi dan budaya. prosedur. dan b.Pasal 186 Subdirektorat Evaluasi Kelayakan Permukiman terdiri atas: a. Pasal 187 Seksi Bina Teknis Kelayakan Permukiman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. ekonomi dan budaya. antara lain sebagai berikut: a. 355 . dan kriteria di bidang pembinaan teknis kelayakan permukiman. dan c. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan bantuan teknis di bidang pembinaan teknis kelayakan permukiman. menyiapkan bahan penyusunan norma. g. e. prosedur. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan analisis penggunaan ruang. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pembinaan teknis kelayakan permukiman. Seksi Penilaian Kelayakan Permukiman menyelenggarakan fungsi: a. dan h. sosial. penyiapan bahan evaluasi bina teknis kelayakan permukiman. Seksi Penilaian Kelayakan Permukiman. penyiapan bahan penilaian kelayakan permukiman. pelaksanaan kebijakan. Pasal 189 Uraian tugas Seksi Bina Teknis Kelayakan Permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187 dan Pasal 188. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan teknis kelayakan permukiman. penyiapan bahan analisis keserasian lingkungan fisik.

g. menyusun Laporan Bulanan. prosedur dan kriteria di bidang penilaian kelayakan permukiman. 356 . Semester dan Tahunan Direktorat. meyiapkan bahan pelaksanaan evaluasi penilaian kelayakan permukiman. i. penyiapan administrasi keuangan Direktorat. c. antara lain sebagai berikut: a. b. mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Direktorat.Pasal 192 Uraian tugas Seksi Penilaian Kelayakan Permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190 dan Pasal 191. Pasal 195 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud Pasal 193 dan Pasal 194. melaksanakan administrasi kepegawaian Direktorat. antara lain sebagai berikut: a. urusan kepegawaian. e. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan bantuan teknis di bidang penilaian kelayakan permukiman. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan rumah tangga Direktorat. ketatausahaan. dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat. b. d. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Direktorat. l. menyiapkan bahan penilaian kelayakan permukiman. j. standar. f. Pasal 193 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. Pasal 194 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 193. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL) Direktorat. dan n. m. g. k. dan i. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Direktorat. f. e. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian kelayakan permukiman. h. menyiapkan bahan pelaksanaan sosialisasi program di bidang penilaian kelayakan permukiman. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Direktorat. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian kelayakan permukiman. keuangan. d. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja K/L Direktorat. h. c. Triwulan. menyiapkan bahan penyusunan norma. mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Direktorat. melaksanakan administrasi keuangan Direktorat. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Direktorat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. e. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Direktorat. melaksanakan penatausahaan barang milik/kekayaan negara (BMN) Direktorat. pengurusan administrasi kepegawaian Direktorat. d. menyiapkan bahan rekomendasi program penilaian kelayakan permukiman. Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. b. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

357 . f. h. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyiapan calon transmigran. menyiapkan perumusan pedoman sosialisasi program di bidang penyiapan calon transmigran. e. serta penataan dan adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. prosedur dan kriteria di bidang penyiapan calon transmigran. standar. penyiapan perpindahan. pelaksanaan perpindahan. mengarahkan penyusunan norma. c. serta penataan dan adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. serta penataan dan adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pelaksanaan perpindahan. b. penyiapan perpindahan. c. pelaksanaan perpindahan. mengkoordinasikan bimbingan teknis di bidang penyiapan calon transmigran. serta penataan dan adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. pelaksanaan perpindahan. pelaksanaan perpindahan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan pelaksanaan di bidang penyiapan calon transmigran. pelaksanaan perpindahan. penyiapan perpindahan. pelaksanaan perpindahan. penyiapan penyusunan norma. b. menyusun Rencana Strategis Direktorat. program dan anggaran Direktorat. penyiapan perpindahan. pelaksanaan perpindahan. pelaksanaan perpindahan. penyiapan pemberian bimbingan teknis di bidang penyiapan calon transmigran. standardisasi serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyiapan calon transmigran. Pasal 198 Uraian tugas Direktorat Fasilitasi Penempatan Transmigrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 dan Pasal 197. d. mengkoordinasikan penyusunan rencana. Direktorat Fasilitasi Penempatan Transmigrasi menyelenggarakan fungsi: a. menyusun Penetapan Kinerja Direktorat. penyiapan perpindahan. dan e. penyiapan perpindahan.Bagian Kelima Direktorat Fasilitasi Penempatan Transmigrasi Pasal 196 Direktorat Fasilitasi Penempatan Transmigrasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. g. penyiapan perpindahan. pelaksanaan kebijakan. serta penataan dan adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. antara lain sebagai berikut: a. serta penataan dan adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. prosedur dan kriteria di bidang penyiapan calon transmigran. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Direktorat. Pasal 197 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196. standar. d. serta penataan dan adaptasi. serta penataan dan adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. penyiapan perpindahan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan calon transmigran. penyiapan perpindahan. serta penataan dan adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi.

menyusun konsep sosialisasi dan bimbingan teknis di bidang pendaftaran dan seleksi serta keterampilan calon transmigran. penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Penyiapan Calon Transmigran menyelenggarakan fungsi: a. serta penataan dan adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. d. dan Tahunan Subdirektorat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 202 Uraian tugas Subdirektorat Penyiapan Calon Transmigran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200 dan Pasal 201. prosedur. Triwulan dan Tahunan Direktorat. h. Pasal 201 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 200. program dan anggaran Subdirektorat. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pendaftaran dan seleksi serta keterampilan calon transmigran. l. dan d. standar. standar. e. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pendaftaran dan seleksi serta keterampilan calon transmigran. menyelenggarakan manajemen pelaksanaan pendaftaran dan seleksi serta keterampilan calon transmigran. dan m. d. c. Pasal 200 Subdirektorat Penyiapan Calon Transmigran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pelaksanaan Perpindahan. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. c. b. b. mengkoordinasikan kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan calon transmigran. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 199 Direktorat Fasilitasi Penempatan Transmigrasi terdiri atas: a. g. k. j. menyusun LAKIP Direktorat. Subdirektorat Penyiapan Calon Transmigran. Subdirektorat Penyiapan Perpindahan. antara lain sebagai berikut: a. f. menyusun perumusan kebijakan di bidang pendaftaran dan seleksi serta keterampilan calon transmigran. menyusun konsep norma. penyiapan perpindahan. dan i. b. prosedur dan kriteria di bidang pendaftaran dan seleksi serta keterampilan calon transmigran. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan perpindahan. 358 . melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat.i. Triwulan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pendaftaran dan seleksi serta keterampilan calon transmigran. e. dan Subbagian Tata Usaha. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pendaftaran dan seleksi serta keterampilan calon transmigran. c. menyusun rencana. menyusun Laporan Bulanan. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur dan kriteria di bidang pendaftaran dan seleksi serta keterampilan calon transmigran. standar. Subdirektorat Penataan dan Adaptasi. menyusun Laporan Bulanan.

penyiapan bahan kelengkapan administrasi perpindahan. antara lain sebagai berikut: a. Seksi Keterampilan Calon Transmigran menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan data dan informasi potensi dan aspirasi masyarakat yang mendukung pendaftaran dan seleksi. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 205 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang bina teknis penyiapan lahan. dan c. penyusunan norma. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang keterampilan calon transmigran. standar. 359 . menyiapkan bahan penyelenggaraan manajemen pelaksanaan pendaftaran dan seleksi. standar.Pasal 203 Subdirektorat Penyiapan Calon Transmigran terdiri atas: a. dan d. dan b. prosedur. penyiapan data keterampilan calon transmigran b. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pendaftaran dan seleksi. prosedur. menyiapkan bahan perumusan kebijakan pelaksanaan pendaftaran dan seleksi. b. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan analisis kebutuhan keterampilan calon transmigran. Pasal 204 Seksi Pendaftaran dan Seleksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan penyusunan norma. d. penyusunan norma. c. pelaksanaan kebijakan. prosedur dan kriteria pelaksanaan pendaftaran dan seleksi. Seksi Pendaftaran dan Seleksi. Seksi Keterampilan Calon Transmigran. penyiapan bahan informasi sebagai bahan pengambilan keputusan dalam perpindahan transmigrasi. standar. dan f. e. Seksi Pendaftaran dan Seleksi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 206 Uraian tugas Seksi Pendaftaran dan Seleksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204 dan Pasal 205. Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 207. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pelatihan keterampilan calon transmigran. Pasal 207 Seksi Keterampilan Calon Transmigran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. menyiapkan bahan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan pendaftaran dan seleksi. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan perangkat regulasi pendaftaran dan seleksi calon transmigran.

menyiapkan bahan perumusan kebijakan pelatihan keterampilan calon transmigran. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyerasian dan administrasi perpindahan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyerasian. f. menyusun rencana. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelatihan keterampilan calon transmigran. menyiapkan bahan sosialisasi dan bimbingan teknis pelatihan keterampilan calon transmigran. antara lain sebagai berikut: a. antara lain sebagai berikut: a. program dan anggaran Subdirektorat. menyiapkan bahan penyelenggaraan manajemen pelatihan keterampilan calon transmigran. 360 . penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. menyiapkan bahan penyusunan norma. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang penyerasian dan administrasi perpindahan. dan Tahunan Subdirektorat. dan kriteria di bidang penyerasian dan administrasi perpindahan. prosedur. c. standar. standar. Subdirektorat Penyiapan Perpindahan menyelenggarakan fungsi: a. menyusun Laporan Bulanan. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyerasian dan administrasi perpindahan. e. menyusun konsep perumusan kebijakan penyerasian dan administrasi perpindahan. b. standar. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. g. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyerasian dan administrasi perpindahan. dan d. menyusun konsep sosialisasi. i. d. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. dan f. b. c. dan administrasi perpindahan. menyusun konsep norma. h. penyusunan norma. prosedur dan kriteria pelatihan keterampilan calon transmigran. pelaksanaan kebijakan. e. standar. bimbingan teknis dan bantuan teknis pelaksanaan penyerasian dan administrasi perpindahan. Pasal 210 Subdirektorat Penyiapan Perpindahan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 212 Uraian tugas Subdirektorat Penyiapan Perpindahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210 dan Pasal 211.Pasal 209 Uraian tugas Seksi Keterampilan Calon Transmigran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207 dan Pasal 208. menyelenggarakan manajemen pelaksanaan penyerasian dan administrasi perpindahan. d. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. prosedur dan kriteria di bidang penyerasian dan administrasi perpindahan. b. Triwulan. c. dan j.

penyiapan bahan mediasi dan penyerasian kelengkapan administrasi perpindahan. prosedur. 361 . dan b. penyiapan bahan penetapan kesepakatan jadwal waktu pelaksanaan perpindahan dan penempatan. e. standar. menyiapkan bahan penyelenggaraan manajemen pelaksanaan penyerasian perpindahan. Seksi Penyerasian Perpindahan. Pasal 217 Seksi Administrasi Perpindahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. antara lain sebagai berikut: a. f. Pasal 214 Seksi Penyerasian Perpindahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. d.Pasal 213 Subdirektorat Penyiapan Perpindahan terdiri atas: a. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang penyerasian perpindahan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. menyiapkan bahan penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penyerasian perpindahan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang administrasi perpindahan. standar. dan g. b. c. b. pelaksanaan kebijakan. prosedur dan kriteria pelaksanaan penyerasian perpindahan. penyiapan bahan penyerasian perpindahan. Seksi Administrasi Perpindahan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. menyiapkan bahan perumusan kebijakan pelaksanaan penyerasian perpindahan. penyiapan bahan penyerasian kegiatan perpindahan antara daerah asal dan daerah tujuan. Seksi Administrasi Perpindahan. Seksi Penyerasian Perpindahan menyelenggarakan fungsi: a. standar. menyiapkan bahan sosialisasi. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan perpindahan dan penempatan. dan c. bimbingan teknis dan bantuan teknis penyerasian perpindahan. dan b. Pasal 218 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 217. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyerasian perpindahan. Pasal 216 Uraian tugas Seksi Penyerasian Perpindahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214 dan Pasal 215.

menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang administrasi perpindahan. i.Pasal 219 Uraian tugas Seksi Administrasi Perpindahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 217 dan Pasal 218. menyusun rencana. menyusun konsep norma. dan g. c. standar. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. e. 362 . d. dan j. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penampungan dan pengangkutan transmigran. c. menyiapkan bahan penyusunan norma. prosedur dan kriteria di bidang penampungan dan pengangkutan transmigran. f. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penampungan dan pengangkutan transmigran. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. program dan anggaran Subdirektorat. penyusunan norma. g. Pasal 221 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220. menyusun konsep sosialisasi. Pasal 220 Subdirektorat Pelaksanaan Perpindahan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang administrasi perpindahan. dan Tahunan Subdirektorat. b. c. h. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan administrasi perpindahan. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang penampungan dan pengangkutan transmigran. standar. b. menyiapkan bahan sosialisasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penampungan dan pengangkutan transmigran. f. antara lain sebagai berikut: a. e. Pasal 222 Uraian tugas Subdirektorat Pelaksanaan Perpindahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 220 dan Pasal 221. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. prosedur dan kriteria di bidang administrasi perpindahan. menyusun Laporan Bulanan. menyiapkan bahan penyelenggaraan manajemen di bidang administrasi perpindahan. b. bimbingan teknis dan bantuan teknis pelaksanaan bidang penampungan dan pengangkutan transmigran. prosedur dan kriteria di bidang penampungan dan pengangkutan transmigran. Subdirektorat Pelaksanaan Perpindahan menyelenggarakan fungsi: a. standar. antara lain sebagai berikut: a. bimbingan teknis dan bantuan teknis di bidang administrasi perpindahan. dan d. Triwulan. menyelenggarakan manajemen pelaksanaan bidang penampungan dan pengangkutan transmigran. menyusun konsep perumusan kebijakan bidang penampungan dan pengangkutan transmigran. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penampungan dan pengangkutan transmigran. prosedur.

menyiapkan bahan sosialisasi. penyiapan bahan transmigran. c. penyusunan norma. antara lain sebagai berikut: a. bimbingan teknis dan bantuan teknis di bidang pelayanan penampungan. penyusunan norma. Pasal 227 Seksi Pengangkutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. dan c. Seksi Penampungan menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pelayanan penampungan. b. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang fasilitasi pelayanan penampungan. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengangkutan transmigran. menyiapkan bahan fasilitasi pelayanan penampungan. standar. Seksi Pengangkutan. e. g. menyiapkan bahan penyusunan norma.Pasal 223 Subdirektorat Pelaksanaan Perpindahan terdiri atas: a. penyiapan bahan fasilitasi pelayanan penampungan transmigran. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penampungan transmigran. pelaksanaan kebijakan. b. dan h. standar. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 225 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224. prosedur dan kriteria di bidang fasilitasi pelayanan penampungan. Seksi Penampungan. f. Pasal 224 Seksi Penampungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan perangkat regulasi bidang penampungan. dan b. penyiapan bahan kelengkapan fasilitasi pelayanan penampungan. teknis pelaksanaan 363 pengangkutan dan pengawalan . prosedur. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang fasilitasi pelayanan penampungan. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang pelayanan penampungan. Pasal 226 Uraian tugas Seksi Penampungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 224 dan Pasal 225. standar. Pasal 228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 227. Seksi Pengangkutan menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan kelengkapan fasilitasi pelayanan penampungan.

mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. c. penyusunan norma. program dan anggaran Subdirektorat. menyiapkan bahan penyusunan norma. dan f. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang fasilitasi pelayanan angkutan dan pengawalan transmigran. b. antara lain sebagai berikut: a. prosedur dan kriteria di bidang fasilitasi pelayanan angkutan dan pengawalan transmigran. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penataan dan adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. b. standar. standar. prosedur dan kriteria di bidang penataan dan adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. e. pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengangkutan dan pengawalan transmigran.b. b. standar. menyiapkan bahan pelaksanaan kebijakan pengangkutan dan pengawalan transmigran. c. menyiapkan bahan sosialisasi. Pasal 229 Uraian tugas Seksi Pengangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227 dan Pasal 228. Subdirektorat Penataan dan Adaptasi menyelenggarakan fungsi: a. prosedur dan kriteria di bidang penataan dan adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. dan c. menyusun rencana. menyusun konsep pelaksanaan kebijakan di bidang penataan dan adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang fasilitasi pelayanan pengangkutan dan pengawalan transmigran. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penataan dan adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. penyiapan fasilitasi pelayanan pelaksanaan pengangkutan dan pengawalan transmigran. c. penyiapan bahan penyusunan norma. 364 . penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penataan dan adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. Pasal 231 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230. d. antara lain sebagai berikut: a. prosedur. Pasal 232 Uraian tugas Subdirektorat Penataan dan Adaptasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 230 dan Pasal 231. dan d. e. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penataan dan adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. d. bimbingan teknis dan bantuan teknis di bidang fasilitasi pelayanan angkutan dan pengawalan transmigran. Pasal 230 Subdirektorat Penataan dan Adaptasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyusun konsep norma. menyusun konsep perumusan kebijakan di bidang penataan dan adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi.

pelaksanaan kebijakan. standar. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. standar. Pasal 236 Uraian tugas Seksi Penataan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 234 dan Pasal 235. g. penyusunan norma. prosedur. dan e. Seksi Adaptasi. bimbingan teknis dan bantuan teknis di bidang penataan dan adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. b. Pasal 233 Subdirektorat Penataan dan Adaptasi terdiri atas: a. h. menyusun Laporan Bulanan. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelayanan penataan transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. Seksi Penataan menyelenggarakan fungsi: a. c. menyelenggarakan manajemen pelaksanaan di bidang penataan dan adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. Triwulan. penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. dan b. dan Tahunan Subdirektorat. menyiapkan bahan sosialisasi. penyiapan bahan fasilitasi pelayanan pengaturan komposisi penataan transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. Pasal 235 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 234. 365 . dan d. Pasal 237 Seksi Adaptasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan j. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penataan transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. standar. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan perangkat regulasi bidang penataan transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang penataan transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. i. c. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. bimbingan teknis dan bantuan teknis di bidang penataan transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang penataan transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. penyiapan bahan kelengkapan fasilitasi pelayanan penataan transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan penyusunan norma. prosedur dan kriteria di bidang penataan transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. menyusun konsep sosialisasi. b. Seksi Penataan.f. d. prosedur. Pasal 234 Seksi Penataan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

Pasal 239 Uraian tugas Seksi Adaptasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 237 dan Pasal 238. i.Pasal 238 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 237. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Direktorat. Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. h. b. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan dan perangkat regulasi pelayanan konsolidasi dan adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. antara lain sebagai berikut: a. dan d. d. g. prosedur dan kriteria di bidang adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. Pasal 242 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240 dan Pasal 241. melaksanakan administrasi keuangan Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL) Direktorat. pengurusan administrasi kepegawaian Direktorat. c. c. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Direktorat. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. penyiapan administrasi keuangan Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Direktorat. Pasal 241 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240. dan e. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. menyiapkan bahan penyusunan norma. 366 . c. antara lain sebagai berikut: a. ketatausahaan dan rumah tangga Direktorat. melaksanakan administrasi kepegawaian Direktorat. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Direktorat. c. penyiapan fasilitasi pelayanan pelaksanaan adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. b. Pasal 240 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Direktorat. dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat. Seksi Adaptasi menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan sosialisasi. d. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja K/L Direktorat. b. e. mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Direktorat. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Direktorat. keuangan. bimbingan teknis di bidang adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. e. standar. urusan kepegawaian. penyiapan bahan bimbingan teknis di bidang adaptasi transmigran dan penduduk di kawasan transmigrasi. f. d.

kerjasama antar daerah. h. kerjasama antar daerah. Triwulan. f. kerjasama antar daerah. Pasal 245 Uraian tugas Direktorat Partisipasi masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243 dan Pasal 244. penyiapan penyusunan norma. kerjasama kelembagaan. dan pelayanan investasi. standardisasi serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi dan motivasi. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Direktorat. kerjasama kelembagaan. kerjasama kelembagaan. menyusun Laporan Bulanan. Direktorat Partisipasi Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. dan pelayanan investasi. e. kerjasama antar daerah. kerjasama antar daerah. b. menyiapkan perumusan pedoman sosialisasi program di bidang promosi dan motivasi. mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Direktorat. d. melaksanakan penatausahaan barang milik/kekayaan negara (BMN) Direktorat. kerjasama kelembagaan. dan pelayanan investasi. m. penyiapan perumusan kebijakan di bidang promosi dan motivasi. dan pelayanan investasi. c. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. menyusun Penetapan Kinerja Direktorat. Semester dan Tahunan Direktorat. c. mengkoordinasikan bimbingan teknis di bidang promosi dan motivasi. mengkoordinasikan penyusunan rencana. standar. d. kerjasama kelembagaan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi dan motivasi. prosedur dan kriteria di bidang promosi dan motivasi. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. kerjasama antar daerah.j. kerjasama antar daerah. kerjasama kelembagaan. kerjasama kelembagaan. n. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan pelayanan investasi. mengarahkan penyusunan norma. standar. dan pelayanan investasi. antara lain sebagai berikut: a. kerjasama antar daerah. b. Bagian Keenam Direktorat Partisipasi Masyarakat Pasal 243 Direktorat Partisipasi Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi dan motivasi. l. menyiapkan bahan perumusan kebijakan pelaksanaan di bidang promosi dan motivasi. kerjasama kelembagaan. dan pelayanan investasi. dan pelayanan investasi. k. program dan anggaran Direktorat. g. menyusun Rencana Strategis Direktorat. dan pelayanan investasi. prosedur dan kriteria di bidang promosi dan motivasi. dan e. kerjasama antar daerah. kerjasama kelembagaan. 367 .

standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi dan motivasi. dan kriteria promosi dan motivasi. Triwulan. dan h. program dan anggaran Subdirektorat. menyusun Laporan Bulanan. f. d. menyusun konsep sosialisasi dan bimbingan teknis program bidang promosi dan motivasi. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. c. Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. standar. dan d. menyusun perumusan kebijakan di bidang promosi dan motivasi. Seksi Promosi. prosedur. e. prosedur dan kriteria di bidang promosi dan motivasi. standar. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. penyusunan norma. c. mengkoordinasikan kegiatan evaluasi dan pemantauan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi dan motivasi. melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pelaksanaan kebijakan. Pasal 249 Uraian tugas Subdirektorat Promosi dan Motivasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247 dan Pasal 248. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. 368 . j. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi dan motivasi. Pasal 250 Subdirektorat Promosi dan Motivasi terdiri atas: a. Subdirektorat Kerjasama Antar Daerah. e. Triwulan dan Tahunan Direktorat. dan Sub Bagian Tata Usaha. dan pelayanan investasi. antara lain sebagai berikut: a. b. kerjasama antar daerah.i. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang promosi dan motivasi. Pasal 246 Direktorat Partisipasi Masyarakat terdiri atas: a. l. prosedur. menyusun rencana. menyusun Laporan Bulanan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan b. b. Seksi Motivasi. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Subdirektorat Promosi dan Motivasi menyelenggarakan fungsi: a. dan m. b. dan Tahunan Subdirektorat. Subdirektorat Pelayanan Investasi. Pasal 247 Subdirektorat Promosi dan Motivasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyusun LAKIP Direktorat. kerjasama kelembagaan. Subdirektorat Kerjasama Kelembagaani. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi dan motivasi. menyusun konsep norma. g. k. d. Subdirektorat Promosi dan Motivasi.

penyusunan norma. Seksi Promosi menyelenggarakan fungsi: a. d. standar. penyiapan bahan perencanaan pengembangan promosi ketransmigrasian. dan j. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi ketransmigrasian.Pasal 251 Seksi Promosi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. h. Pasal 253 Uraian tugas Seksi Promosi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 251 dan Pasal 252. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 254. standar. dan c. b. prosedur dan kriteria promosi ketransmigrasian. standar. menyiapkan bahan perumusan kebijakan bidang promosi ketransmigrasian. penyiapan bahan skala prioritas sasaran pengembangan promosi ketransmigrasian. menyiapkan bahan sistem informasi potensi ketransmigrasian. dan c. 369 . b. pelaksanaan kebijakan. prosedur. g. Pasal 256 Uraian tugas Seksi Motivasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254 dan Pasal 255. menyiapkan bahan rancangan model pengembangan promosi ketransmigrasian. pelaksanaan kebijakan. penyiapan skala prioritas pengembangan motivasi ketransmigrasian. menyiapkan bahan skala prioritas sasaran pengembangan promosi ketransmigrasian. b. menyiapkan bahan perencanaan teknis pengembangan promosi ketransmigrasian. menyiapkan bahan rancangan model pengembangan motivasi ketransmigrasian. menyiapkan bahan perencanaan teknis pengembangan motivasi ketransmigrasian. e. c. menyiapkan bahan informasi potensi lokasi di kawasan transmigrasi baik PTA dan PTB untuk promosi ketransmigrasian. menyiapkan bahan penyusunan norma. antara lain sebagai berikut: a. prosedur. f. antara lain sebagai berikut: a. penyiapan model pengembangan promosi ketransmigrasian. penyiapan bahan perencanaan pengembangan motivasi ketransmigrasian. menyiapkan bahan sosialisasi dan bimbingan teknis program promosi ketransmigrasian. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang program promosi ketransmigrasian. b. penyiapan bahan model pengembangan motivasi ketransmigrasian. Seksi Motivasi menyelenggarakan fungsi: a. i. Pasal 254 Seksi Motivasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan norma. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang motivasi ketransmigrasian. Pasal 252 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 251.

dan j. h. menyusun rencana. menyusun konsep bimbingan teknis bidang kerjasama lembaga pemerintah dan kerjasama lembaga non pemerintah. b. Pasal 259 Uraian tugas Subdirektorat Kerjasama Kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 257 dan Pasal 258. g. c. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program di bidang kerjasama lembaga pemerintah dan kerjasama lembaga non pemerintah. i. f. dan kerjasama lembaga non pemerintah. menyiapkan bahan sosialisasi dan bimbingan teknis program motivasi ketransmigrasian. menyiapkan bahan inventarisasi potensi lokasi di kawasan transmigrasi. standar. Pasal 258 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 257. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kerjasama lembaga pemerintah dan kerjasama lembaga non pemerintah. prosedur dan kriteria motivasi ketransmigrasian. h. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang motivasi ketransmigrasian. d. menyiapkan bahan skala prioritas sasaran pengembangan motivasi ketransmigrasian. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama lembaga pemerintah dan kerjasama lembaga non pemerintah. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. antara lain sebagai berikut: a. d. Subdirektorat Kerjasama Kelembagaan menyelenggarakan fungsi: a. e. prosedur dan kriteria kerjasama lembaga pemerintah dan kerjasama lembaga non pemerintah. i. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. b. menyiapkan bahan perumusan kebijakan bidang motivasi ketransmigrasian. dan d. menyusun konsep norma. standar. standar. pelaksanaan kebijakan.c. menyusun perumusan kebijakan di bidang kerjasama lembaga pemerintah dan kerjasama lembaga non pemerintah. standar. menyusun konsep sosialisasi program di bidang kerjasama lembaga pemerintah dan kerjasama lembaga non pemerintah. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama lembaga pemerintah. dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. 370 . e. f. penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kerjasama lembaga pemerintah dan kerjasama lembaga non pemerintah. menyusun Laporan Bulanan. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 257 Subdirektorat Kerjasama Kelembagaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan penyusunan norma. Triwulan dan Tahunan Subdirektorat. prosedur dan kriteria di bidang kerjasama lembaga pemerintah dan kerjasama lembaga non pemerintah. c. g. program dan anggaran Subdirektorat.

Pasal 261 Seksi Kerjasama Lembaga Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. f. menyiapkan data kerjasama lembaga pemerintah. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. standar. g. Seksi Kerjasama Lembaga Non Pemerintah. dan c. menyiapkan bahan kerjasama lembaga pemerintah . Seksi Kerjasama Lembaga Pemerintah. menyiapkan bahan bimbingan teknis dan sosialisasi bidang kerjasama lembaga pemerintah. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama lembaga non pemerintah. penyiapan bahan rekomendasi hasil penilaian kerjasama lembaga pemerintah. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerjasama lembaga pemerintah. 371 . penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi di bidang kerjasama lembaga pemerintah. penyiapan data kerjasama lembaga non pemerintah. e. dan h. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan rekomendasi hasil kerjasama lembaga pemerintah. pelaksanaan kebijakan. Pasal 264 Seksi Kerjasama Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan b. dan c.Pasal 260 Subdirektorat Kerjasama Kelembagaan terdiri atas: a. standar. Pasal 262 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dalam Pasal 261. Pasal 266 Uraian tugas Seksi Kerjasama Lembaga Non Pemerintah dimaksud dalam Pasal 264 dan Pasal 265. Seksi Kerjasama Lembaga Non Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. penyiapan bahan kerjasama lembaga pemerintah. c. standar. penyusunan norma. penyiapan data kerjasama lembaga pemerintah. penyiapan bahan pengembangan kerjasama lembaga non pemerintah. Pasal 263 Uraian tugas Seksi Kerjasama Lembaga Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 261 dan Pasal 262. b. Seksi Kerjasama Lembaga Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. d. b. penyiapan bahan kerjasama lembaga non pemerintah. menyiapkan bahan perumusan kebijakan kerjasama lembaga pemerintah. prosedur. Pasal 265 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264. prosedur dan kriteria kerjasama lembaga pemerintah. b. menyiapkan bahan model kerjasama lembaga non pemerintah.

penyusunan norma. b. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan analisis kerjasama lembaga non pemerintah. menyusun konsep norma. dan d. Seksi Pelayanan Kerjasama Antar Daerah. g. Subdirektorat Kerjasama Antar Daerah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 268 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 267. i. menyusun Laporan Bulanan. h. prosedur. standar. antara lain sebagai berikut: a. standar. standar. menyiapkan bahan perumusan kebijakan kerjasama lembaga non pemerintah. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Pasal 270 Subdirektorat Kerjasama Antar Daerah terdiri atas: a. dan pelayanan kerjasama antar daerah. menyiapkan bahan bimbingan teknis bidang kerjasama lembaga non pemerintah. prosedur dan kriteria kerjasama lembaga non pemerintah. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program kerjasama lembaga non pemerintah. c. prosedur dan kriteria di bidang mediasi kerjasama antar daerah dan pelayanan kerjasama antar daerah. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang mediasi kerjasama antar daerah dan pelayanan kerjasama antar daerah. pelaksanaan kebijakan. Triwulan dan Tahunan Subdirektorat. e. menyusun konsep sosialisasi program di bidang mediasi kerjasama antar daerah dan pelayanan kerjasama antar daerah. dan b. program dan anggaran Subdirektorat. h. 372 . c.b. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program di bidang mediasi kerjasama antar daerah dan pelayanan kerjasama antar daerah. f. dan i. dan j. f. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. menyusun perumusan kebijakan di bidang mediasi kerjasama antar daerah dan pelayanan kerjasama antar daerah. Pasal 269 Uraian tugas Subdirektorat Kerjasama Antar Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 267 dan Pasal 268. g. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang mediasi kerjasama antar daerah dan pelayanan kerjasama antar daerah. menyiapkan bahan pengembangan kerjasama lembaga non pemerintah. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang mediasi kerjasama antar daerah dan pelayanan kerjasama antar daerah. menyusun konsep bimbingan teknis di bidang mediasi kerjasama antar daerah dan pelayanan kerjasama antar daerah. d. Pasal 267 Subdirektorat Kerjasama Antar Daerah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur dan kriteria di bidang mediasi kerjasama antar daerah dan pelayanan kerjasama antar daerah. menyusun rencana. e. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang mediasi kerjasama antar daerah. b. Seksi Mediasi Kerjasama Antar Daerah. c. menyiapkan bahan sosialisasi program kerjasama lembaga non pemerintah.

standar. c. g. penyusunan norma. g. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang mediasi kerjasama antar daerah. penyiapan bahan pengembangan mediasi kerjasama antar daerah. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program di bidang mediasi kerjasama antar daerah. c. menyiapkan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. menyiapkan bahan perumusan kebijakan mediasi kerjasama antar daerah. Pasal 273 Uraian tugas Seksi Mediasi Kerjasama Antar Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 271 dan Pasal 272. Pasal 272 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 271. menyiapkan bahan bimbingan teknis bidang pelayanan kerjasama antar daerah. dan h. d. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan kerjasama antar daerah. standar. Pasal 275 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 274. standar. Pasal 276 Uraian tugas Seksi Pelayanan Kerjasama Antar Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 274 dan Pasal 275. b. standar. penyiapan bahan peningkatan pelayanan kerjasama antar daerah. Seksi Pelayanan Kerjasama Antar Daerah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan rencana koordinasi pengelolaan kerjasama antar daerah. prosedur. penyiapan bahan pelayanan kerjasama antar daerah. menyiapkan bahan sosialisasi program di bidang mediasi kerjasama antar daerah. e. menyiapkan bahan dan pengembangan jejaring pelayanan dan mediasi kerjasama antar daerah. prosedur. penyusunan norma. dan b. menyiapkan bahan potensi mediasi kerjasama antar daerah. menyiapkan bahan peningkatan pelayanan kerjasama antar daerah.Pasal 271 Seksi Mediasi Kerjasama Antar Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. antara lain sebagai berikut: a. prosedur dan kriteria pelayanan kerjasama antar daerah. e. f. menyiapkan bahan bimbingan teknis di bidang mediasi kerjasama antar daerah. penyiapan bahan rencana program mediasi kerjasama antar daerah. menyiapkan bahan rencana koordinasi pelayanan kerjasama antar daerah. menyiapkan bahan sosialisasi program pelayanan kerjasama antar daerah. b. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan perumusan kebijakan pelayanan kerjasama antar daerah. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. dan kriteria di bidang mediasi kerjasama antar daerah. f. Seksi Mediasi Kerjasama Antar Daerah menyelenggarakan fungsi: a. 373 . dan c. menyiapkan bahan penyusunan norma. d. menyiapkan bahan pelayanan kerjasama antar daerah. b. Pasal 274 Seksi Pelayananan Kerjasama Antar Daerah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

f.h. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan aplikasi investasi. d. Seksi Evaluasi Pelaksanaan Investasi. dan d. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pelayanan aplikasi investasi dan evaluasi pelaksanaan investasi. Triwulan dan Tahunan Subdirektorat. Seksi Pelayanan Aplikasi Investasi. 374 . penyiapan bahan penyusunan norma. menyusun konsep norma. standar. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. penyiapan bahan bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan aplikasi investasi dan evaluasi pelaksanaan investasi. e. menyusun Laporan Bulanan. antara lain sebagai berikut: a. prosedur. dan i. menyusun perumusan kebijakan di bidang pelayanan aplikasi investasi dan evaluasi pelaksanaan investasi. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. mengendalikan pelaksanaan program dan anggaran Subdirektorat. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pelayanan aplikasi investasi dan evaluasi pelaksanaan investasi. h. g. Subdirektorat Pelayanan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program pelayanan kerjasama antar daerah. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan aplikasi investasi dan evaluasi pelaksanaan investasi. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Investasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyusun konsep sosialisasi program di bidang pelayanan aplikasi investasi dan evaluasi pelaksanaan investasi. c. menyusun konsep bimbingan teknis di bidang pelayanan aplikasi investasi dan evaluasi pelaksanaan investasi. melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Subdirektorat. penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. Pasal 280 Subdirektorat Pelayanan Investasi terdiri atas: a. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan aplikasi investasi dan evaluasi pelaksanaan investasi. Pasal 279 Uraian tugas Subdirektorat Pelayanan Investasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277 dan Pasal 278. dan i. dan evaluasi pelaksanaan investasi. dan b. b. standar. program dan anggaran Subdirektorat. menyusun rencana.

d. g. dan c. penyiapan bahan rencana koordinasi pelayanan aplikasi investasi. pelaksanaan kebijakan. menyiapkan bahan sosialisasi program di bidang pelayanan aplikasi investasi. penyiapan bahan peningkatan evaluasi pelaksanaan investasi. Seksi Pelayanan Aplikasi Investasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan evaluasi pelaksanaan investasi. b. standar. penyiapan bahan peningkatan pelayanan aplikasi investasi. dan c. e. pelaksanaan kebijakan. menyiapkan bahan sosialisasi program di bidang evaluasi pelaksanaan investasi. standar. penyusunan norma. standar. menyiapkan bahan bimbingan teknis di bidang evaluasi pelaksanaan investasi. penyusunan norma. Seksi Evaluasi Pelaksanaan Investasi menyelenggarakan fungsi: a. prosedur dan kriteria di bidang evaluasi pelaksanaan investasi. menyiapkan bahan penyusunan norma. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang evaluasi pelaksanaan investasi. menyiapkan bahan potensi evaluasi pelaksanaan investasi. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi pelaksanaan investasi. Pasal 285 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 284. penyiapan bahan pelayanan aplikasi investasi. antara lain sebagai berikut: a. menyiapkan bahan bimbingan teknis di bidang pelayanan aplikasi investasi. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 284 Seksi Evaluasi Pelaksanaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. b. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pelayanan aplikasi investasi. Pasal 283 Uraian tugas Seksi Pelayanan Aplikasi Investasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281 dan Pasal 282. 375 . e. menyiapkan bahan penyusunan norma. f. prosedur dan kriteria di bidang pelayanan aplikasi investasi. d. b. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan aplikasi investasi. prosedur. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. menyiapkan bahan potensi identifikasi pertumbuhan investasi.Pasal 281 Seksi Pelayanan Aplikasi Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. menyiapkan bahan fasilitasi pelayanan aplikasi investasi. c. prosedur. dan h. Pasal 286 Uraian tugas Seksi Evaluasi Pelaksanaan Investasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 284 dan Pasal 285. standar. penyiapan bahan rencana koordinasi evaluasi pelaksanaan investasi. b. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program di bidang pelayanan aplikasi investasi. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

mengkoordinasikan dan melaksanakan penyusunan LAKIP Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program Kerja dan Renlakgiat Direktorat. melaksanakan administrasi kepegawaian Direktorat. Pasal 288 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 287. mengkoordinasikan penyusunan bahan Program dan Anggaran (RKA-KL) Direktorat. m. menyusun Laporan Bulanan. penyiapan dan pelaksanaan ketatausahaan Direktorat. j. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renja K/L Direktorat. b. penyiapan administrasi keuangan Direktorat. f. k. g. Semester dan Tahunan Direktorat. Pasal 289 Uraian tugas Subbagian Tata Usaha sebagaimana dimaksud Pasal 287 dan 288. h. Pasal 287 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan anggaran. melaksanakan administrasi persuratan dan kearsipan Direktorat. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. Triwulan. pengurusan administrasi kepegawaian Direktorat. c. dan g. i.f. melaksanakan penatausahaan barang milik/kekayaan negara (BMN) Direktorat. c. 376 . melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. kepegawaian. menyiapkan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program di bidang evaluasi pelaksanaan investasi. penyiapan penyusunan rencana program dan anggaran Direktorat. Subbagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. mengkoordinasikan penyusunan bahan RKT Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan Penetapan Kinerja Direktorat. d. melaksanakan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. e. keuangan. dan pelaksanaan urusan rumah tangga Direktorat. d. b. melaksanakan administrasi keuangan Direktorat. mengkoordinasikan penyusunan bahan Renstra Direktorat. l. antara lain sebagai berikut: a. ketatausahaan dan rumah tangga Direktorat. e. dan n.

NIP 19541204 198212 1 001 377 . MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI SEKRETARIS JENDERAL.BAB III KETENTUAN PENUTUP Pasal 290 Lampiran Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 10 Oktober 2011 a.n. DR. IR. MUCHTAR LUTHFIE. MMA.

penyusunan norma. Pasal 2 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1. peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan masyarakat. pengembangan sarana dan prasarana kawasan. FUNGSI.I. 402/MEN-SJ/X/2011 TANGGAL : 10 Oktober 2011 TUGAS. peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan masyarakat. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang pembinaan pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi meliputi perencanaan teknis. peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan masyarakat. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi meliputi perencanaan teknis. dan penyerasian lingkungan. prosedur. pengembangan usaha. dan e. b. pengembangan sarana dan prasarana kawasan.LAMPIRAN VII KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R. DAN URAIAN TUGAS Pasal 1 Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. pengembangan usaha. d. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. c. pengembangan usaha. dan penyerasian lingkungan. perumusan kebijakan di bidang pembinaan pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi meliputi perencanaan teknis. pengembangan usaha. NOMOR : KEP. peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan masyarakat. dan penyerasian lingkungan. dan penyerasian lingkungan. standar. 378 . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi meliputi perencanaan teknis. FUNGSI DAN URAIAN TUGAS UNIT KERJA DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT DAN KAWASAN TRANSMIGRASI BAB I TUGAS. pengembangan sarana dan prasarana kawasan. pengembangan sarana dan prasarana kawasan.

membina kerjasama dengan instansi terkait dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal. standar. h. Semester dan Tahunan Ditjen dan menyiapkan bahan Laporan Bulanan. f. merumuskan konsep kerjasama di bidang pembinaan pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. Triwulan. menyusun Renja K/L Ditjen dan menyiapkan penyusunan Renja K/L Kementerian bidang pembinaan pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. Semester dan Tahunan Kementerian di bidang pembinaan pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. dan z. menyiapkan bahan rencana kerja pemerintah (RKP) di bidang pembinaan pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. b. menyusun Renstra Ditjen dan menyiapkan penyusunan Renstra Kementerian bidang pembinaan pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. q. g. w.Pasal 3 Uraian tugas Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 2. t. membina pelaksanaan kegiatan perencanaan pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. melaksanakan pembinaan dan bimbingan teknis pelaksanaan kebijakan. merumuskan penyusunan norma. x. membina pelaksanaan kegiatan administrasi Direktorat Jenderal. melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis pembinaan pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. menyusun RKT Ditjen dan menyiapkan RKT Kementerian bidang pembinaan pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. membina pelaksanaan kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan masyarakat transmigrasi. prosedur dan kriteria di bidang pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. menyusun Program Kerja dan Renlakgiat Ditjen dan menyiapkan penyusunan Program Kerja dan Renlakgiat Kementerian bidang pembinaan pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. n. v. menyusun Laporan Bulanan. k. p. membina pelaksanaan kegiatan penyerasian lingkungan. membina pelaksanaan pengembangan sarana dan prasarana kawasan. membina pelaksanaan pengembangan usaha. e. c. i. d. menyusun RKA-KL Ditjen dan menyiapkan penyusunan RKA-KL Kementerian bidang pembinaan pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. y. menyusun Penetapan Kinerja Ditjen. s. j. m. membina pelaksanaan kegiatan jabatan fungsional. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Menteri. Triwulan. l. 379 . menyiapkan bahan rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) dan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. mengevaluasi kebijakan dan pelaksanaan kebijakan. mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan. o. u. antara lain sebagai berikut: a. membina pelaksanaan sosialisasi dan penyuluhan bidang pembinaan pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. r. menyusun LAKIP Ditjen dan menyiapkan bahan LAKIP Kementerian di bidang pembinaan pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi.

d. b. antara lain sebagai berikut: a. Pasal 7 Uraian tugas Sekretariat Direktorat Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan Pasal 6. dan Direktorat Penyerasian Lingkungan. d. penyajian data dan informasi serta evaluasi dan penyusunan laporan. menyusun RKT Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan RKT Ditjen. pelaksanaan urusan tata usaha. pelaksanaan urusan kepegawaian. menyusun RKA-KL Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan RKA-KL Ditjen. program dan anggaran. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan. koordinasi dan pelaksanaan penyusunan rencana. e. arsip dan dokumentasi Direktorat Jenderal. Bagian Kesatu Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 5 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Masyarakat. penyiapan penyusunan peraturan perundang-undangan serta organisasi dan tata laksana. dan e. rumah tangga. 380 . Pasal 6 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5. c. menyusun Renstra Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan Renstra Ditjen. b. c. menyiapkan penyusunan konsep rencana kerja pemerintah (RKP) di bidang pembinaan pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi. Direktorat Pengembangan Usaha. e. pelaksanaan urusan keuangan. d. Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Sekretariat Direktorat Jenderal. f. b. menyiapkan bahan penyusunan konsep rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi. menyusun Renja K/L Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan Renja K/L Ditjen.BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Direktorat Jenderal Pembinaan Transmigrasi terdiri atas: a. c. f. perlengkapan. Direktorat Perencanaan Teknis Pengembangan Masyarakat dan Kawasan.

penyiapan penyusunan rencana. menyiapkan penyusunan RKT Setditjen dan Ditjen. penyajian data dan informasi. menyusun Program Kerja dan Renlakgiat Setditjen dan mengkoordinasikan penyusunan Program Kerja dan Renlakgiat Ditjen. i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan. n. p. q. penyiapan pemantauan. b. b. Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. standar. antara lain sebagai berikut: a. mengkoordi