You are on page 1of 8

LAPORAN TUGAS AKHIR

TINJAUAN TATA CARA PERUBAHAN DATA WAJIB PAJAK DAN / ATAU PENGUSAHA KENA
PAJAK DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA JEPARA

IFAN HARRY KURNIAWAN
810203041

PROGRAM ON THE JOB TRAINING PEGAWAI BARU/CPNS
KPP PRATAMA JEPARA
KANTOR WILAYAH DJP JAWA TENGAH I
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
2016

LEMBAR PENGESAHAN DAN PENILAIAN LAPORAN OJT

. Mengesahkan. Kepala Seksi Pelayanan Tri Agung Hidayat Putro NIP : 196911091995031002 Menilai. tahun……. Nilai (1-100) Laporan Tugas Akhir Presentasi Workshop 2 .Pada hari ini tanggal ………… bulan …….

.. Kondisi Ideal.... LEMBAR PENGESAHAN DAN PENILAIAN ........... BAB II .................................................... A............ PENDAHULUAN ................................................................................................... Sasaran............. Saran...................................................................................................................... 1............................................. Kesimpulan.................................................................................................................................................................................................................................... 2.......................................................... BAB III........................ 4 4 5 5 5 5 3 ...................................................................................... A.......... Kondisi saat ini........................................ Analisis Penyebab Timbulnya Permasalahan Utama........................................................................... Permasalahan............................................................................................ i ii iii 1 1 1 1 3 3 4 4 A...................................... B.................................................................................... DAFTAR ISI................................................................................................................ Latar Belakang........................................................................................................ B....................................................................................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................................................................................................................................................................................................................ B.......................... PEMBAHASAN............ BAB I........................................................ PENUTUP................................................

Kondisi Ideal Menurut Pasal 28 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-20/PJ/2013 tentang Tata Cara Pendaftaran Dan Pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak. perubahan kategori Wajib Pajak orang pribadi. Perubahan data Wajib Pajak dan/atau Pengusaha Kena Pajak dapat dilakukan dalam hal data yang terdapat dalam administrasi perpajakan berbeda dengan data Wajib Pajak dan/atau Pengusaha Kena Pajak menurut keadaan yang sebenarnya yang tidak memerlukan pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak baru dan/atau pengukuhan Pengusaha Kena Pajak baru. menyetor. Namun mereka yang datang ke KPP tidak hanya mereka yang ingin mendaftar NPWP baru. B. dan melaporkan sendiri pajak terutangnya. perubahan alamat tempat tinggal Wajib Pajak orang pribadi atau tempat kedudukan Wajib Pajak badan masih dalam wilayah kerja KPP yang sama. dimana ditandai dengan semakin banyaknya orang yang datang ke Kantor Pelayanan Pajak ( KPP ) untuk membuat Nomor Pokok Wajib Pajak ( NPWP ) baru. Dengan self assessment ini. dan juga melakukan perbaikan atas kesalahan data mereka. dijelaskan jika : a. b. 4 . mereka dapat mengajukan perubahan data Wajib Pajak dan / atau pengusaha kena pajak.BAB I PENDAHULUAN A. Wajib Pajak diberi kepercayaan penuh untuk menghitung. Latar Belakang Dalam susunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). C. Dalam perkembangannya. Reformasi perpajakan dimulai pada tahun 1983 dengan mengubah sistem official assessment menjadi self assessment. D. Pelaporan Usaha Dan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak. pajak masih menjadi ujung tombak dalam hal sumber pendapatan Negara dengan persentase sekitar 80 persen. 1. berkonsultasi seputar masalah perpajakan yang belum mereka mengerti. tapi ada juga yang melapor pajak. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah sangat mengandalkan pajak dalam membiayai Negara. Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak Dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak. perubahan identitas Wajib Pajak orang pribadi. Serta Perubahan Data Dan Pemindahan Wajib Pajak . semakin banyak muncul Wajib Pajak baru. Termasuk dalam perubahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa: A. perubahan sumber penghasilan utama Wajib Pajak orang pribadi. Untuk mencapai target penerimaan pajak yang terus meningkat di setiap tahun. pemerintah terus melakukan pembenahan di bidang perpajakan. Bagi mereka yang datanya terdapat kesalahan atau ada data yang ingin dirubah dan / atau ditambahkan.

KPP menerbitkan Bukti Penerimaan Surat secara elektronik. b. c. atau B. (2) Permohonan secara tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan 5 . permohonan perubahan data dapat dilakukan dengan menyampaikan permohonan secara tertulis.id. perubahan permodalan atau kepemilikan Wajib Pajak badan tanpa perubahan bentuk badan seperti PT ALAM JAYA semula status permodalannya sebagai Penanaman Modal Dalam Negeri berubah menjadi PT ALAM JAYA dengan permodalan sebagai Penanaman Modal Asing. permohonan tersebut dianggap tidak diajukan.go. Wajib Pajak yang telah menyampaikan Formulir Perubahan Data Wajib Pajak dengan lengkap pada Aplikasi e-Registration sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus mengirimkan dokumen yang disyaratkan ke KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha Wajib Pajak. perubahan identitas Wajib Pajak badan tanpa perubahan bentuk badan seperti CV MAKMUR TANJUNG berubah namanya menjadi CV TANJUNG MULIA atau PT ABADI JAYA berubah nama menjadi PT ABADI JAYA MAKMUR. Permohonan perubahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang telah disampaikan oleh Wajib Pajak melalui Aplikasi e-Registration dianggap telah ditandatangani secara elektronik atau digital dan mempunyai kekuatan hukum. Perubahan data Wajib Pajak dan/atau Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan: A. Permohonan perubahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara elektronik dengan mengisi Formulir Perubahan Data Wajib Pajak pada Aplikasi eRegistration yang tersedia pada laman Direktorat Jenderal Pajak di www. Standard Operating Procedure (SOP) Tata Cara perubahan data Wajib Pajak dan / atau pengusaha kena pajak adalah : (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) a. Secara Manual / tertulis ( Pasal 30 ): (1) Dalam hal Wajib Pajak tidak dapat menyampaikan permohonan perubahan data secara elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (2). atas permohonan Wajib Pajak.E. Apabila dokumen yang disyaratkan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) belum diterima KPP dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kerja setelah permohonan perubahan data secara elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Pengiriman dokumen yang disyaratkan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat dilakukan dengan cara mengunggah (upload) salinan digital (softcopy) dokumen melalui Aplikasi e-Registration atau mengirimkannya dengan menggunakan Surat Pengiriman Dokumen yang telah ditandatangani.pajak. secara jabatan. dan/atau F. Apabila dokumen yang disyaratkan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) telah diterima secara lengkap. Secara Elektronik ( Pasal 29 ) : Permohonan perubahan data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (3) huruf a diajukan melalui permohonan dengan menggunakan Formulir Perubahan Data Wajib Pajak.

melalui pos. Sasaran Sasaran penulis laporan ini adalah untuk meninjau apakah proses perubahan data Wajib Pajak dan / atau Pengusaha Kena Pajak yang dilakukan di KPP Pratama Jepara sesuai dengan SOP tata cara perubahan data Wajib Pajak dan / atau Pengusaha Kena Pajak. KP2KP meneruskan permohonan perubahan data Wajib Pajak ke KPP. melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa. Permasalahan 6 . BAB II PEMBAHASAN A. Permohonan secara tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan ke KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha Wajib Pajak dengan cara: a. dalam hal permohonan disampaikan secara langsung. Dalam hal permohonan secara tertulis disampaikan melalui KP2KP sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf a. Kondisi Saat Ini Secara umum. b. Terhadap penyampaian permohonan secara tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (5) yang diterima secara tidak lengkap.(3) (4) (5) (6) (7) (8) mengisi dan menandatangani Formulir Perubahan Data Wajib Pajak. dalam hal permohonan disampaikan melalui pos atau melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir. B. Dokumen yang disyaratkan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) atau dalam Pasal 29 ayat (4) adalah dokumen yang menunjukkan bahwa data Wajib Pajak dan/atau Pengusaha Kena Pajak mengalami perubahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2). KPP menyampaikan pemberitahuan secara tertulis mengenai ketidaklengkapan tersebut. Terhadap penyampaian permohonan secara tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (5). atau c. KPP memberikan Bukti Penerimaan Surat apabila permohonan dinyatakan telah diterima secara lengkap. 2. permohonan dikembalikan kepada Wajib Pajak. Wajib Pajak yang telah mengisi dan menandatangani Formulir Pendaftaran Wajib Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus melengkapi formulir perubahan data tersebut dengan dokumen yang disyaratkan. berlaku ketentuan: a. penulis juga mengidentifikasi jika terjadi masalah dalam pelaksaan tata cara perubahan data Wajib Pajak dan / atau Pengusaha Kena Pajak beserta saran atas masalah tersebut. pelaksanaan perubahan data Wajib Pajak dan / atau Pengusaha Kena Pajak di KPP Pratama Jepara sudah sesuai dengan SOP Tata Cara Perubahan data Wajib Pajak dan / atau Pengusaha Kena Pajak. Selain itu. atau b. langsung ke KPP atau melalui KP2KP.

Untuk itu harus ada perbaikan dari sistem pusat agar error sistem bisa diminimalisasi. sehingga data tidak ditemukan dan harus dikembalikan ke WP lagi agar diperbaiki. Dikarenakan dulu masih menggunakan Sistem Informasi Perpajakan. Dalam kasus di KPP Pratama Jepara. Data Wajib Pajak tidak Valid. Terkadang WP kurang benar dalam melakukan pengisian perubahan data. Wajib Pajak terdaftar di KPP lain.Berdasarkan pengamatan dan wawancara penulis dengan salah satu seorang pelaksana di KPP Pratama Jepara. 2. Sebelum merubah data badan usahanya. lalu migrasi data ke SIDJP. terdapat permasalahan dalam proses perubahan data Wajib Pajak dan / atau Pengusaha Kena Pajak. Data Wajib Pajak tidak valid. Analisis Penyebab Timbulnya Permasalahan Utama Dari permasalahan yang telah disebutkan dalam perubahan data WP dan / atau PKP. ada WP yang terdaftar di KPP Pratama Kudus yang ingin melakukan perubahan data dirinya dan badan usaha miliknya yang terdaftar di KPP Pratama Jepara . Kesimpulan 7 . BAB III PENUTUP A. maka ada beberapa data WP yang hilang diakrenakan adanya error. lalu ke e-reg. sehingga harus merubah dulu ke KPP Pratama Kudus. dapat dilakukan analisis sebagai berikut : 1. baru bisa merubah data badan usahanya. 2. ia harus terlebih dahulu elakukan perubahan data pada NPWP nya. antar lain: 1. Sistem yang digunakan masih terjadi kesalahan / error B. Wajib Pajak terdaftar di KPP lain. 3. 3.

menjelaskan kepada WP mengenai kesalahan yang mengakibatkan terganggunya proses perubahan data. Memastikan kebenaran informasi tentang data baru yang akan diinput. B. Memberikan informasi selengkap lengkapnya terkait perubahan data WP dan / atau PKP. dan / atau sudah berubah. kurang lengkap.Berdasarkan hasil pembahasan masalah tersebut. Hal ini dilakukan agar informasi yang dimilikinya dan informasi yang ada di sistem DJP sesuai. Saran Saran yang dapat penulis berikan terkait proses penyelesaian perubahan data WP dan / atau PKP antara lain : 1. Jika memang terjadi kesalahan sistem. penulis dapat menarik kesimpulan bahwa Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan perubahan data Wajib Pajak dan / atau Pengusaha Kena Pajak apabila data yang dimilikinya tidak benar. 2. 3. 8 . dan benar saat dilakukan pengecekan.