You are on page 1of 20

BAB II

PEMBAHASAN
2.1.

Pengertian Komunikasi Efektif
Menurut

James

A.F.Stoner

“Komunikasi

adalah

memberikan

pengertian

Komunikasi

secara

proses

dimana

dengan

umum

mengatakan

cara

adalah

bahwa

seseorang

berusaha

pemindahan

proses

:

pesan”.

pengiriman

dan

penerimaan pesan atau informasi antara dua individu atau lebih
dengan efektif sehingga dapat dipahami dengan mudah.
Secara etimologis kata efektif sering diartikan sebagai mencapai sasaran
yang diinginkan (producing desired result), berdampak menyenangkan (having a
pleasing effect), bersifat aktual, dan nyata (actual and real).
Menurut Hidayat (1986) : “Efektivitas adalah suatu ukuran yang
menyatakan seberapa jauh target (kuantitas,kualitas dan waktu) telah tercapai.
Dimana makin besar persentase target yang dicapai, makin tinggi efektivitasnya”.
Dengan demikian, komunikasi yang efektif dapat diartikan sebagai
penerimaan pesan oleh komunikan atau receiver sesuai dengan pesan yang dikirim
oleh sender atau komunikator, kemudian receiver atau komunikan memberikan
respon yang positif sesuai dengan yang diharapkan. Jadi, komunikasi efektif itu
terjadi apabila terdapat aliran informasi dua arah antara komunikator dan
komunikan dan informasi tersebut sama-sama direspon sesuai dengan harapan
kedua pelaku komunikasi tersebut (komunikator dan komunikan).
2.2.

Proses Dan Unsur Komunikasi
Komunikator, sebelum mengirimkan pesannya, akan terlebih dahulu

mengemasnya dalam bentuk yang dianggap sesuai dan dapat diterima serta
dimengerti oleh komunikan. Pengemasan pesan ini disebut sebagai encoding.

Encoding secara harfiah berarti memasukkan dalam kode. Dengan encoding itu
komunikator memasukkan atau mengungkapkan perasaannya ke dalam kode atau
lambang dalam bentuk kata-kata atau non kata, misalnya raut wajah, atau gerak
gerik tubuh.
Setelah pesan sampai pada komunikan, bila ada feedback, maka komunikan
akan bertindak sebagai komunikator, yaitu memasukkan code yang disebut
sebagai decoding untuk disampaikan kembali kepada komunikator.
Proses komunikasi mempunyai dua model yaitu model Linier dan model
Sirkuler.
1) Model Linier
Model ini mempunyai ciri sebuah proses yang hanya terdiri dari dua
garis lurus, di mana proses komunikasi berawal dari komunikator dan
berakhir pada komunikan.
Contoh : Formula Laswell. Formula ini dikenal dengan rumusan cara
untuk menggambarkan dengan tepat sebuah tindak komunikasi, yaitu
dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut :
a)
b)
c)
d)
e)

Who (siapa);
Says what (mengatakan apa);
In which channel (dengan saluran yang mana);
To whom (kepada siapa);
With what effect (dengan efek seperti apa).
Proses ini dapat digambarkan dengan formula lasswell sebagai berikut :

2) Model Sirkuler
Pada Model Sirkuler ditandai dengan adanya unsur feedback. Dengan
demikian, proses komunikasi tidak berawal dari satu titik dan berakhir pada
titik yang lain. Jadi, proses komunikasi sirkuler itu berbalik satu lingkaran
penuh.

Pertamatama. Dengan kata lain. Komunikator Komunikator adalah pihak yang bertindak sebagai pengirim pesan dalam proses komunikasi. Untuk itu ia perlu mendengarkan dengan baik apabila pesan disampaikan secara oral. misalnya face to face/berbicara tatap muka. pengirim/sender menulis pesan. kemudian menerima pesan itu dan mencoba memahaminya. telepon. kembali keorang semula. membuat loop/balikan atau putaran penutup. Balikan bermula pada saat seseorang atau pengirim (sender) mempunyai pesan yang akan dikomunikasikan. melalui umpan balik/feedback. Model seperti ini menunjukkan adanya arus dari satu orang atau kelompok kepada orang atau kelompok lainnya. komunikator merupakan seseorang atau sekelompok orang yang berinisiatif untuk menjadi sumber . Penerima. fax. dan memberi arti dengan harapan pesannya dapat dimengerti. Pengirim selanjutnya mengirim pesan atau menyampaikannya melalui saluran/channel. dengan menggunakan yang namanya media atau perantara. dengan cara menguraikan isi pesan yang telah diterima.Komunikasi yang efektif mempunyai ciri-ciri yaitu dua arah (two ways). baik melalui saluran formal atau informal diantara dua pihak. Proses komunikasi dapat digambarkan sebagai berikut: Ada 7 unsur penting dalam proses komunikasi yang harus dipenuhi. yaitu : 1. internet. menulis memo. Penerima memberi tahu kepada pengirim pesan dengan memberikan umpan balik bahwa pesan telah diterima. dan membacanya dengan benar apabila pesan disampaikan secara tertulis.

Komunikan bisa terdiri satu orang atau lebih. Dalam proses komunikasi. Komunikan/penerima/receiver Komunikan merupakan penerima pesan atau berita yang disampaikan oleh komunikator. Pesan/informasi Pesan merupakan keseluruhan apa yang disampaikan oleh komunikator. Pesan dapat berupa kata-kata. Pesan ini memiliki inti. Jenis-jenis tanggapan. Sarana komunikasi/channel Sarana komunikasi/channel biasa disebut dengan media yang digunakan sebagai penyalur pesan dalam proses komunikasi. yakni mengarah pada usaha untuk mengubah sikap dan tingkah laku komunikan. gambaran atau perantara lain. Inti pesan akan selalu mengarah pada tujuan akhir komunikasi itu. Pada komunikasi yang dinamis.dalam sebuah hubungan. baik secara langsung maupun tidak langsung. bisa dalam bentuk kelompok. 3. Komunikator tidak hanya berperan sebagai pengirim pesan saja. 2. respon atau feedback menurut Halph Ween terdiri dari 4 jenis sebagai berikut : a. komunikator dan komunikan terus menerus bertukar peran. Umpan balik dapat dimaknai sebagai jawaban komunikan atas pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadanya. 5. Zero Feedback Feedback yang diterima oleh komunikator dari komunikan. 4. oleh komunikator tidak dapat dimengerti tentang apa yang dimaksud oleh komunikan . namun juga memberikan respons dan menjawab pertanyaan yang disampaikan sebagai dampak dari proses komunikasi yang berlangsung. komunikan adalah elemen penting karena dialah yang menjadi sasaran komunikasi dan bertanggung jawab untuk dapat mengerti pesan yang disampaikan dengan baik. Umpan balik/feedback. Pemilihan sarana/media dalam proses komunikasi tergantung pada sifat berita yang akan disampaikan. tulisan.

Misalnya. Neutral Feedback Feedback yang tidak memihak. . artinya pesan yang dikendalikan oleh komunikan kepada komunikator tidaklah relevan atau tidak ada hubungannya dengan masalah yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan. c. d. komunikan bersedia berpartisipasi memenuhi ajakan seperti yang termuat dalam pesan yang diterimanya. 6. pesan yang diuraikan tidak menyeluruh. Positive Feedback Pesan yang dikembalikan oleh komunikan kepada komunikator dapat dimengerti dan mencapai persetujuan. sehingga dapat mengurangi keakuratan/ketepatan pesan yang disampaikan. pesan tertulis yang disampaikan tidak jelas. Penentuan sikap dan prilaku dalam suatu situasi oleh setiap individu selalu didahului oleh penilaian atau evaluasinya terhadap situasi tersebut. Situasi Penafsiran seseorang terhadap suatu hasil proses social psikologis sebagai dasar untuk bersiap dan berprilaku. Noise Dalam banyak hal.b. media yang digunakan untuk menyampaikan pesan mengalami gangguan. Gangguan itu dapat terjadi selama komunikasi berlangsung. Negative Feddback Pesan yang dikembalikan kembali oleh komunikan kepada komunikator tidaklah mendukung atau menentang. komunikasi sering mengalami gangguan atau noise yang merupakan penghambat komunikasi. atau unsur waktu yang menekan atau membatasi dalam penyampaian pesan 7. yang terjadi kritikan atau kemarahan.

apakah terlalu panas. dll  Kemungkinan salah media yang dipilih didalam interaksi yang dilaksanakan  Kurangnya persiapan komunikator  Kegagalan persiapan penerima/pemberi pesan . pesan. memberi hasil sesuai tujuan  Sebagai sarana interaksi dinamika untuk tumbuh dan berkembangnya organisasi  Keberadaan tempat yang kurang nyaman. kecepatan berfikir. Komunikasi dalam Organisasi Komuikasi Efektif dalam Organisasi :  Merupakan sarana interaksi yang dapat berdampak dalam penyelenggaraan tugas. waktu yang kurang memadai  Kurangnya kerjasama di antara unsur-unsur terlibat membiarkan terjadinya penyampaian pesan yang kurang jelas  Keberadaan tempat yang kurang nyaman. dalam mengimpletasikan kegiatan untuk memberikan kinerja prima  Bagi para pimpinan atas. emosi.3. menengah dan operasional. apakah terlalu panas. ide.2. mengevaluasi pengalaman masa lalu Kegagalan Kominkasi dalam Organisasi :  Pengorganisasian informasi. ribut. sederhana dan mudah dimengerti  Temukan persamaan antara pemberi dan penerima pesan agar terjadi proses penyesuaian  Bicara dalam bahasa yang sama  Menggunakan emphati. komunikasi efektif adalah kemampuan yang paling tinggi nilainya Fokus Komunikasi Efektif dalam Organisasi :  Susunlah pesan dalam urutan yang logis. ribut. dll  Merupakan hal yang sifatnya imperatif (memerintah) untuk dapat direalisasikan secara efektif.  Efektif artinya memiliki efek atau mengena. keterampilan dan sikap saat diperlukan  Pemberian informasi yang cukup  Cepat tanggap dan bereaksi  Memonitor. mempelajari.

otoritas dapat menjadi halangan komunikasi karena dari pihak atasan kebanyakan sulit untuk menerima keadaan. Maka. middle management. Halangan itu berupa halangan tingkat hierarkis. kepentingan dan kebutuhan masing-masing. Otoritas harus ada pada setiap lembaga karena diperlukan untuk hidup. hal. dan informasi dari atas ke bawah cenderung menjadi makin keras. menengah dan bawah. yang melewati beberapa tingkat. menyesuaikan. sebaliknya informasi dari . dan lower level management. masalah yang mereka rasa dapat membuat mereka tampak lemah atau tidak cakap. sekurang-kurangnya ada tiga tingkat hierarki dalam lembaga. Sedangkan dari pihak bawahan ada kecenderungan untuk menghindari situasi yang menuntut mereka untuk mengungkapkan informasi yang mereka rasa membuat mereka tampak tidak baik dimata atasan. yaitu tingkat atas. Akibatnya. setiap tingkat berusaha menyesuaikan pesan itu dengan lingkup dan pokok kerjanya. berkembang. otoritas manajerial. motif. Penerima pada setiap tingkat dapat menambah. mengurangi. 2) Otoritas Manajerial Otoritas atau wewenang adalah hak yang ada pada seseorang karena jabatannya untuk memerintah orang lain agar berbuat atau tidak berbuat sesuatu guna mencapai tujuan lembaga. Dalam perusahaan ada tingkat top management. dan spesialisasi kerja. atau mengubah sama sekali maksud pesn yang diterimanya. Pesan yang disampaikan dari tingkat atas ke bawah. sikap saling terus terang dan transparan tidak muncul. Alasan pokonya adalah karena pesan dari atas pada umumnya bersiafat lebih umum dan lebih luas. Karena setiap penerima pada setiap tingkat menyaring pesan menurut persepsi. Dapat terjadi akibat hambatan emosional kedua belah pihak Halangan Struktural merupakan halangan akibat struktur lembaga. Tetapi. mengalami beberapa kali penyaringan. dan kerjanya. 1) Tingkat Hierarki Berdasarkan fungsi.

1985) 2. maupun matriks. 2. 1993. 3) Spesialisasi Kerja Spesialisasi kerja diperlukan agar kerja dapat dilakukan secara efisien dan efektif. Hasilnya adalah komukasi yang benar terhalang. umumnya terkait dengan tanggung jawab dan kewenangannya dalam . Selanjutnya akan dibahas mengenai keterbatasab komunikasi formal (montana. Hal ini tentu saja menjadi penghalang untuk komunikasi. fungsional. Keadaan itu membuat jurang antar spesialis dan antara spesialis dengan non spesialis. komunikasi dari bawah ke atas (bottom-up atau upward communication). Dalam kaitanya dengan proses penyampaian informasi dari manajer kepada bawahan ataupun dari manajer ke karyawan. sulit menciptkan kesamaan rasa dan pengertian antar para petugas dalam lembaga.1. Saluran Komunikasi Dalam Organisasi Dalam struktur organisasi garis.bawah ke atas cenderung menjadi semakin lemah dan baik-baik saja. Akibatnya. dan komunikasi diagonal (diagonal communications). pola tramsformasi informasinya dapat berbentuk komunikasi dari atas kebawah (top down atau downward communication).4. Komunikasi dari atas ke bawah Secara sederhana. akan tampak berbagai macam posisi atau kedudukan masing-nasing sesuai dengan batas tanggung jawab dan wewenangnya. greene. Dalam bidang kerja khusus itu para spesialis yang memegang pekerjaan khusus memiliki kepentingan sendiri dan mempunyai istilahistilah sendiri. Aliran komunikasi dari manajer kebawahan tersebut. Kedua akibat itu sama-sama membuat komunikasi menyampaikan pesan yang bukan sebenarnya sehingga pesan yang diterima tidak benar juga adanya.4. transformasi informasi dari manajer dalam semua level ke bawahan merupakan komunikasi dari atas kebawah (top-down atau downward communications). komunikasi horizontal (horizontal communicationws).

Seorang manajer yang menggunakan jalur komunikasi ke bawah memiliki tujuan untuk menyampaikan informasi. wawancara formal antara supervisor dengan karyawan. papan pengumuman. Salah satu kelemahan saluran informasi dari atas ke bawah ini adalah kemungkinan terjadinya penyaringan atau sensor informasi penting yang ditunjukan kepada bawahannya. Keterlibatan . surat pemberhentian. Komunikasi secara lisan dapat berupa percakapan biasa.komunikasi dari bawah ke atas berarti alur pesan yang disampaikan berasal dari bawah (karyawan) menuju ke atas (manajer). sasaran kerja) b) Memberi penugasan kerja c) Menyampaikan umpan balik perilaku kerja d) Memberikan informasi lembaga (laporan keadaan &perkembangan status report e) dan progress report) Mengajukan permintaan dari atasan thd. mengkoordinasi .4. Untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam suatu organisasi dan mengambil keputusan secara tepat. memotivasi. kontak informasi.suatu organisasi.bawahan. Di samping itu komunikasi tertulis juga dapat berbentuk memo. sudah sepantasnya bila manajer memperhatikan aspirasi yang berasal dari bawah. surat keputusan. 2. pesan yang diterima para bawahan bisa jadi tidak selengkap aslinya. Komunikasi dari atas ke bawah tersebut bisa berupa lisan (oral communications) maupun tertulis (written communications). mengarahkan. program. dan buku petunjuk pelaksanaan tugas bagi karyawan. Dengan kata lain. Ketidak lengkapan pesan yang diterima disebabkan saluran komunikasi yang cukup panjang mulai dari manajer puncak hingga ke karyawan. a) Menyampaikan informasi dari pimpinan ke stap (kebijakan. manual pelatihan. peraturan.2. memimpin dan mengendalikan berbagai kegiatan yang ada di level bawah. atau dapat juga dalam bentuk pertemuan. surat tugas. protap . Fungsi Komunikasi dari atas ke bawah adalah . Komunikasi dari bawah ke atas Dari struktur orgsnisasi. surat perintah.

jika masing-masing bagian dapat bekerja secara sendiri-sendiri tanpa harus bergantung pada bagian lainnya.3. dan memberi kan informasi kepada bagian atau departemen yang memiliki kedudukan sejajar.4. 2. e) Menyampaikan ungkapan perasaan. selain itu para manajer harus percaya penuh kepada para bawahannya. Komunikasi horizontal menjadi penting artinya manakala setiap bagian atau departemen dalam suatu organisasi memiliki tingkat tingkat ketergantungan yang cukup besar. komunikasi horizontal tidak sering atau minim dipakai.4. informasi apapun dari bawahan tidak akan bermanfaat karena yang muncul hanyalah rasa curiga dan ketidak percayaan terhadap informaasi tersebut. adalah komunikasi yang terjadi antara bagian-bagian yang memiliki posisi sejajar dalam suatu organisasi. Komunikasi horizontal Komunikasi horizontal atau sering juga disebut dengan istilah komunikasi lateral. a) Menyampaikan umpan balik atas kebijakan. sikap dan keluhan yang berkaitan dengan kejadian pribadi. akan tetapi.Fungsi Komunikasi dari bawah ke atas . mempengaruhi. pengarahan dan instruksi b) Menyampaikan laporan perkembangan kerja c) Menyampaikan gagasan dan usulan d) Menyampaikan permintaan informasi dan bantuan.karyawan dalam proses pengambilan keputusan merupakan salah satu cara yang positif dalam upaya pencapaian tujuan organisasi. tujuan komunikasi horizontal antara lain untuk melakukan persuasi. pengaturan. sedangkan informasi yang agaknya mempunyai kesan negatif atau tidak disenangi oleh manajer cenderung disimpan atau tidak disampaika 2. Komunikasi Diagonal . Kalau tidak.4. Salah satu kelemahan komunikasi dari bawah ke atas adalah kemungkinan bawahan hanya menyampaikan informasi yang baik-baik saja.

Jadi kalimat itu berbunyi: Masalahnya. misalnya. Bahasa yang digunakan harus sesuai dan informasi yang disampaikan harus benar. tetapi apa yang kita sampaikan benarbenar apa yang memang kita ketahui. Komunikasi diagonal melibatkan komunikasi antara dua level organisasi yang berbeda. Salah satu kelemahannya adalah bahwa komunikasi diagonal dapat mengganggu jalur komunikasi yang rutin dan telah berjalan normal.contohnya adalah komunikasi formal antara manajer pemasaran dengan bagian pabrik.  Ketepatan (accuracy): bahasa dan informasi yang disampaikan harus betulbetul akurat alias tepat.  Memungkinkan individu dari berbagai bagian atau departemen ikut membantu menyelesaikan masalah dalam organisasi. Namun komunikasi diagonal juga memiliki kelemahan. Bisa saja informasi yang ingin kita sampaikan belum tentu kebenarannya.Bentuk komunikasi yang satu ini memang agak lain dari beberapa bentuk komunikasi sebelumnya. Dalam kehidupan kita sehari-hari. 2. komunikasi diagonal dalam suatu organisasi besar juga sulit untuk dikendalikan secara efektif.5. seringkali kita mendengar ucapanucapan seperti ini: "Masalahnya ininya belum dianukan". . Bentuk komunikasi diagonal memiliki beberapa keuntungan. Aspek-aspek Komunikasi Efektif Sedikitnya ada lima aspek yang harus dipahami dalam membangun komunikasi yang efektif. Benar ini artinya sesuai dengan apa yang sesungguhnya ingin disampaikan. diantaranya adalah:  Penyebaran informasi bisa menjadi lebih cepat dibandingkan bentuk komunikasi tradisional. Disamping itu. bukunya belum dibagikan.  Kejelasan (Clarity): bahasa maupun informasi yang disampaikan harus jelas. Inilah yang dimaksud akurasi di sini. kata ini diganti buku dan kata anu diganti bagi. Apa ini dan di apakan? Akan lebih mudah dipahami maknanya bila.

 Konteks (contex): bahasa dan informasi yang disampaikan harus sesuai dengan keadaan dan lingkungan di mana komunikasi itu terjadi. tetapi juga tatakrama atau etika. bahasa yang dipakai harus sesuai . status sosialnya seperti apa pangkat. guru. kita harus cerdik dalam memilih kata-kata yang digunakan dalam menyampaikan informasi atau buah fikiran kita.  Ketahui mitra bicara (Audience): Kita harus sangat sadar dengan siapa kita bicara. reaksi yang kita peroleh tidak sesuai dengan yang diharapkan. sehingga mungkin sang istri tidak segera mengambil air melainkan bertanya tentang keadaan sang suami.  Alur (flow): keruntutan alur bahasa dan informasi akan sangat berarti dalam menjalin komunikasi yang efektif." Dari segi kejelasan dan keakuratan bahasa dan informasi tidak ada masalah. mungkin risih mendengar kata itu. pengusaha. jabatan dan semacamnya petani. anakanak. Contohnya. Kata “Juancu” bagi arek-arek Suroboyo merupakan kata yang lumrah didengar dan dapat diterima. Bersalaman dengan satu tangan bagi orang Sunda mungkin terkesan rada kurang sopan. Strategi Membangun Komunikasi Yang Efektif Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menciptakan suatu komunikasi yang efektif. Mungkin begitu juga pada saat kita pertama kali menyampaikan perasaan jatuh cinta pada seseorang. dan lain-lain. apakah dengan orang tua. Sewaktu kita meminjam uang. Tetapi konteksnya tidak tepat. Dengan mengetahui audience kita. Artinya. misalnya. tetapi bagi etnis lain mungkin suatu hal yang biasa.6. laki-laki atau perempuan. Tetapi bagi wong Solo atau Jogja. tolong kanda berikan segelas air nan jernih. 2. sepulang kerja seorang suami berkata kepada istrinya: "Dindaku.  Budaya (Culture): aspek ini tidak saja menyangkut bahasa dan informasi. Bisa saja kita menggunakan bahasa dan informasi yang jelas dan tepat tetapi karena konteksnya tidak tepat. kanda haus sekali. kita cenderung mengemukakan kesulitan-kesulitan kita terlebih dahulu sebelum kita menyampaikan maksud kita untuk meminjam uang. kyai.

misalnya. Kata “hemat” dalam kalimat: “Kita harus menghemat uang. atau sekedar basa-basi.. tetapi bila diucapkan dengan nada datar .. Bila diucapkan dengan nada tinggi berarti cacian. Lain pula cara kita berkomunikasi apabila tujuan kita untuk menghibur. kita akan dapat menyesuaikan diri dalam berkomunikasi dengannya.  Ketahui tujuan. Informasi yang disampaikan mungkin saja bukan hal yang baru bagi mitra kita. Berbicara dengan orang dewasa tentu akan sangat berbeda dengan berbicara kepada anakanak. kita harus lebih jujur dan terbuka dalam berkomunikasi dengan sesama rekan sekerja. tentu komunikasi kita bersifat pengumuman. sangat berbeda dengan kata “hemat” dalam kalimat “Menurut hemat saya. dengan memperhatikan mitra bicara kita. tetapi cara mengucapkan dan kepada siapa kata itu diucapkan akan membuat makna yang disampaikan berbeda pula. Jadi. waktu dan tenaga kita”. Tetapi bila kita bermaksud membeli atau menjual barang komunikasi kita akan bersifat nogosiasi." Tidak hanya kata konteks kalimat. membujuk. Misalnya kita bertanya : “Anda mau pergi kemana?” Apakah pertanyaan ini dimaksudkan untuk benarbenar mengetahui agenda orang yang ditanya ataukah kita bertanya sekedar basa-basi? Jadi. Berbicara dengan atasan tentu akan berbeda berbicara pada bawahan atau teman sederajat. tetapi kalau penyampaiannya dengan menggunakan jargon-jargon atau istilah-istilah yang tidak dipahami oleh mitra. kejelasan tujuan dalam berkomunikasi harus diketahui sebelum kita berkomunikasi. "Ah. Pengetahuan mitra bicara kitapun harus diperhatikan.dengan bahasa yang mudah dipahami oleh audience kita.dasar gila. Konteks disini bisa saja berarti keadaan atau lingkungan pada saat berkomunikasi. informasi atau gagasan yang kita sampaikan bisa saja tidak dapat dipahami.  Perhatikan Konteks. Dalam hal pemakaian kata. Pada saat berkomunikasi konteks sangat berperan dalam memperjelas informasi yang disampaikan." Kalimat ini bisa bermakna cacian bisa juga bermakna kekaguman. tergantung bagaimana kita mengucapkannya. Tujuan kita berkomunikasi akan sangat menentukan cara kita menyampaikan informasi.

 Pelajari Kultur. meskipun kalau memang bisa itu lebih baik. akan berbeda maknanya bila disampaikan kepada orang yang sedang berduka. Formalitas dalam konteks tertentu juga dapat mempengaruhi cara berkomunikasi seseorang. Orang Jawa atau Sunda pada umumnya dikenal dengan kelembutannya dalam bertutur kata. Coba perhatikan gaya komunikasi atasan dan bawahan di lingkungan dunia kerja. Atau orang Batak yang dikenal bernada tinggi dalam bertutur perlukah diimbangi dengan nada tinggi pula oleh orang yang non Batak? Perimbangan di sini tidak berarti orang Jawa harus bertutur seperti orang Batak bila bermitra bicara dengannya. Apabila orang-orang ini bertemu di mall atau di undangan (tempat resepsi) gaya komunikasi diantara mereka akan sangat lain dengan gaya pada saat mereka berada di kantor. Maksudnya. pasti dipahami sebagai ungkapan biasa yang tidak bermakna negatif. orang Maluku. bukan berarti orang non Jawa atau non Sunda mutlak harus seperti bertuturnya orang Jawa atau Sunda. Tetapi bila disampaikan kepada orang yang belum atau baru kita kenal ungkapan ini tentu akan dipahami sebagai ungkapan yang memiliki makna negatif. Dengan ilustrasi singkat di atas. Kegemulaian bertutur ini akan sangat baik bila diimbangi dengan cara serupa. habit atau kebiasaan orang atau masyarakat juga perlu diperhatikan dalam berkomunikasi. Mengirim bunga kepada orang yang berulang tahun atau kepada orang yang kita kasihi. jelaslah bahwa konteks sangat mempengaruhi makna apapun yang disampaikan. atau orang Batak harus bertutur seperti orang Sunda. Yang penting adalah pelaku komunikasi harus memahami kultur mitra bicaranya sehingga timbul saling pengertian dan penyesuaian gaya . kalimat ini bisa berarti kekaguman. Ungkapan "Gila ha" disampaikan kepada teman dekat. Bahkan jenis bunga yang disampaikanpun membawa pesan atau kesan tersendiri. Kultur atau budaya.apalagi dibarengi dengan gelengan kepala. dan sebagainya pada saat mereka berkomunikasi. bahkan komunikasi antar sesama atasan maupun sesame bawahan pasti berbeda. Tetapi tentu tidak berarti mutlak. orang Papua.

Efektivitas Komunikasi Verbal Kualitas komunikasi verbal ditentukan oleh tonalitas suara atau tinggi rendahnya dan lemah lembutnya suara. atau diplomatis. Para politisi biasanya cenderung memakai bahasa yang sumir-sumir. Kepiawaian dalam menggunakan kalimat-kalimat yang sederhana dan tepat dalam berbahasa akan sangat mempengaruhi efektifitas komunikasi kita. gunakanlah kalimat-kalimat sederhana yang mudah dipahami. "Apa bedanya dengan: "Masyarakat Indonesia pada umumnya masih miskin?" Siapa memakai kalimat yang mana akan membantu kita memahami pesan yang disampaikannya. bahasa pedagang. Bagaimana bila kita berkomunikasi dengan menggunakan bahasa asing? Sama saja! Memahami bahasa asing memang prasyarat mutlak untuk dapat berkomunikasi secara global. Perhatikan kalimat berikut. di situ langit dijunjung" atau "When in Rome. "Masyarakat Indonesia pada umumnya masih berada pada tingkat kehidupan pra sejahtera. Kalimat panjang dan kompleks seringkali mengaburkan makna. Orang kebanyakan tentu akan lebih suka memakai kalimat yang kedua dari pada yang pertama.komunikasi dapat terjadi."  Pahami Bahasa. Coba perhatikan bagaimana anak muda berbahasa dengan sesamanya. atau bagaimana cara orang terminal (bis atau angkutan kota) berbahasa. bahasa petani. Dengan memahami bahasa orang lain berarti berusaha menghargai orang lain. Tetapi memahami bahasa di sini tidak berarti harus memahami semua bahasa yang dipakai oleh mitra bicara kita.7. do as the Romans do. Berbicara identitas berarti berbicara harga diri atau kebanggaan. keras tidaknya suara dan perubahan nada . Istimewa sekali kalaupun memang demikian. "Bahasa menunjukkan bangsa" artinya bahasa dapat menjadi ciri atau identitas suatu bangsa. Yang lebih penting adalah memahami gaya orang lain berbahasa (bukan gaya bahasa). bahasa politisi tentu semuanya ada perbedaan. Ingat peribahasa: "Di mana bumi dipijak. Bahasa orang kantoran. 2. Untuk memperjelas pesan yang hendak disampaikan dalam berkomunikasi. eufimistis.

Masyarakat senang dengan komunikasi lisan pada saat media tulisan memberitakan hal-hal yang tidak jelas. isyarat dan kontak mata . 2. karena tonalitas suara bisa saja membuat komunikasi verbal kurang hidup. khususnya pada saat presentasi.38 % ditentukan oleh nada suara. totalitas suara sebaiknya dibarengi dengan ekspresi atau raut muka yang sesuai. keberhasilan menyampaikan informasi 55% ditentukan oleh bahasa tubuh (body language).8. Efektivitas Komunikasi Non Verbal Bagaimana efektifitas komunikasi non verbal dapat dibangun? Berikut adalah beberapa contoh yang dapat kita kembangkan. Sebuah hasil riset menunjukkan bahwa dalam komunikasi verbal. e-mail. komunikasi pada organisasi modern/organisasi yang maju menggunakan media yang tersedia yaitu video display terminal. Pada perkembangan jaman saat ini. Riset lain juga menunjukkan bahwa komunikasi akan lebih efektif apabila disampaikan secara berbarengan antara bahasa lisan dengan bahasa tulisan. Tetapi tonalitas suara saja tidak cukup. postur. Oleh karena itu. net camera dan Voice mail (voice messaging system) dan bahkan SMS.suara. . dan masyarakat akan senang menggunakan media tulisan apabila media lisan telah jelas. dan hanya 7% saja yang ditentukan oleh kata-kata (Mechribian dan Ferris seperti yang dikutip oleh O'Connor dan Seymour).

Kita mengenal istilah "White Collar" dan "Blue Collar".  Waktu. di mana masing-masing mempunyai tugas yang harus diselesaikan. Dalam konteks organisasi. restoran adalah tempat makan. Dokter. semestinya bagi kita semua. sering kali urusan kantor bisa diselesaikan di tempat makan atau lapangan olah raga.Bagi sebagian orang. Informalitas seringkali menyelesaikan masalah-masalah formal. baik dalam pekerjaan sehari hari maupun dalam waktuwaktu tertentu Masyarakat (pesta. Artinya. Cara berpakaian telah mengkomunikasikan siapa dan apa status seseorang. bahkan sebagian guru. kita harus jeli tentang suasana . kalau ia berpakaian/berpenampilan dengan sempurna. Jadi. "Time is money" adalah prinsip yang dipegang oleh para pengusaha bahkan oleh orang-orang yang memanfaatkan hidupnya untuk suatu produktivitas yang bermanfaat. sering dibayar berdasarkan jam kerja. berpakaian bisnis).  Tempat. diskotik atau karaoke adalah tempat hiburan. dosen. lapangan golf adalah tempat olah raga. pakailah pakaian yang tepat untuk suasana yang tepat pula. dalam berkomunikasi manfaatkan waktu sebaik-baiknya. mereka yang berpakaian tidak tepat (misalnya: berpakaian T-Shirt atau Jeans) dibandingkan dengan mereka yang berpakaian tepat (misalnya: berpakaian berdasi. kunjungan kecenderungan resmi/tidak percaya diri resmi). Kenyataan menunjukkan bahwa pada saat seseorang wawancara dalam rangka melamar pekerjaan. Kantor adalah tempat bekerja. Jadi. dan hasilnya ia akan mendapatkan pekerjaan dengan gaji pertama yang lebih baik. Cara berpakaian. berkomunikasilah secara tepat. tempat pun sangat menentukan efektifitas komunikasi. akuntan. Sama seperti waktu. yang mengkomunikasi status seseorang dalam perusahaan. jas. Untuk itu. mempunyai rapat-rapat. maka yang berpakaian tepat akan mempunyai rasa percaya diri yang lebih dibandingkan dengan yang berpakaian tidak tepat. dalam berkomunikasi kita perlu memperhitungkan tempat yang tepat untuk mencapai tujuan komunikasi kita. Meskipun demikian. waktu adalah sesuatu yang sangat berarti. demikian juga adanya perbedaan cara berpakaian. dan sebagainya.

dan di Jepang artinya adalah uang. Seorang manejer Jepang mungkin selalu tersenyum dalam suatu rapat. Pada momen tertentu. o Contradiction (pertentangan/penyangkalan). Misalnya mengatakan "bagus" sambil menunjukkan "ibu jari". mengatakan seseorang tidak waras dengan menunjuk "kening dengan jari telunjuk miring". Penekanan di sini artinya menggarisbawahi pesan verbal. mengangkat bahu artinya "tidak tahu". Misalnya. Misalnya: Tanda "A-OK" dengan ibu jari dan jari lainnya melingkari. Di Amerika hal ini diartikan sebagai hal yang sangat baik. rekan kerja. atau menggelengkan kepala artinya "tidak". Akan tetapi untuk orang India. Diantaranya adalah: o Repetition (pengulangan). Penyangkalan pesan yang dilakukan terhadap seseorang. dan sebagainya. Tetapi. Akan tetapi. Misalnya berbicara dengan sangat pelan. bahkan beban kerja. Misalnya seseorang berkomunikasi dengan "fire in his eyes" (mendelik. o Substitution (pengganti pesan). atau menekan kaki. Selain tiga aspek di atas. Orang Jepang . Pengirim pesan dapat secara terus menerus menggunakan non verbal komunikasi untuk meningkatkan dampak dari verbal komunikasi. berkomunikasi dengan mengepalkan tangan. menggerakkan telapak tangan ke kiri dan ke kanan dan menghadap ke depan artinya "tidak". untuk membangun efektifitas dalam komunikasi non verbal. Pengulangan pesan dari individu dilakukan dengan verbal. Meskipun ada ungkapan bahwa urusan kantor adalah urusan kantor dan harus diselesaikan di kantor. menggelengkan kepala artinya "Ya". Apakah ini berarti rapat mengalami kemajuan? Nanti dulu. o Complementing (melengkapi pesan verbal). kita perlu juga memahami fungsifungsi yang menunjukkan kenonverbalan komunikasi. o Accenting (penekanan). banyak sekali urusan kerja yang dapat diselesaikan pada acara konsinyasi di luar kantor.lingkungan kerja. komunikasi non verbal mungkin saja lebih akurat dari pada komunikasi verbal. hal yang sama di Brazil mempunyai arti yang cabul.

pengaruh budaya mempunyai perbedaan dalam norma berbicara. Dayak. antara satu orang dengan orang lainnya. dan asumsiasumsi yang didasarkan pada geografi atau letak suatu negara. dan Arab berbicara dengan suara yang keras-keras adalah hal yang biasa. Papua. Eropa Utara. Buat mereka tersenyum dapat saja menyembunyikan rasa ketidakpuasannya atau keadaan yang memalukan. Madura. Oleh karena itu dalam menggunakan non verbal komunikasi harus hati-hati. Akan tetapi perbedaan budaya lebih menghambat komunikasi dibandingkan dengan perbedaan bahasa.dalam bicara sangat jarang menggunakan kontak mata. antara satu bangsa dengan bangsa lainnya. Eropa Selatan. Eropa Barat. motivasi. 2. dan Amerika Utara berbicara dengan suara yang lembut. dan tingkat sosial. ekspresi wajah atau isyarat dengan tangan. Bagaimana dengan suku bangsa lain yang ada di Indonesia? Misalnya suku Minangkabau. aspirasi. Sebab komunikasi akan efektif apabila ia dapat menguraikan nilai-nilai dasar. . sedangkan bangsa-bangsa Asia.9. fungsi. sedangkan suku Batak berbicara dengan suara yang keras-keras. Timor dll. Karena penggunaan non verbal komunikasi akan mempunyai arti yang berbeda antara satu suku bangsa dengan suku bangsa lainnya. Misalnya. suku Sunda berbicara derigan mendayudayu dan lemah lembut. Demikian juga sering dikatakan bahwa suku Jawa berbicara dengan suara yang lembut. Untuk bangsa-bangsa Amerika Selatan. Maluku. Perbedaan bahasa dapat menyebabkan hambatan dalam komunikasi. Pengaruh Budaya Dalam Komunikasi Perbedaan budaya akan mempengaruhi keefektifan dalam berkomunikasi.

com/pengertian-efektif-dan-efisien-menurut-paraahli/ .materiakuntansi.http://www.