You are on page 1of 13

176

BAB IV
IDENTIFIKASI DAN PEMBAHASAN MASALAH

A. Identifikasi masalah
Selama penulis melakukan asuhan secara komprehensif kepada Ny. H
yang dilakukan sejak tanggal 12 Desember 2014 – 18 Januari 2015 yang
dimulai dari pemeriksaan kehamilan trimester III kemudian dilanjutkan dengan
persalinan, masa nifas sampai bayi baru lahir, dapat diidentifikasi masalah
sebagai berikut :
1. Pemeriksaan Kehamilan
a. Ny. H memeriksa kehamilannya pada tanggal 12 Desember 2014
dengan usia kehamilan 39 minggu, ibu mengatakan ada keluhan sering
BAK. Setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan masalah pada ibu
dan tanda bahaya, hanya saja ibu mengeluh sering BAK dan ibu diberi
informasi dan konseling mengenai ketidaknyamanan yang terjadi pada
kehamilan pada trimester III.
b. Pada kunjungan selanjutnya yaitu pada tanggal 18 januari 2014 dengan
usia kehamilan 40 minggu, setelah dilakukan pemeriksaan kehamilan
tidak ditemukan masalah pada ibu dan ibu mengeluh mules-mules dan
keluar lendir bercampur darah.
2. Persalinan
Ibu datang pada tanggal 18 Desember 2014 jam 06.00 WIB dengan
mengeluh mules-mules sejak jam 05.00 WIB dan keluar lendir bercampur
darah tetapi belum keluar air-air. Kemudian dilakukan observasi :

a. Kala I

30 WIB ibu memasuki kala I fase aktif.177 Pada pukul 09. Pada masa nifas 6 hari Ny. serta ibu mengatakan merasa ada dorongan untuk mengedan dan buang air besar. Dan tidak terdapat masalah selama proses kala III. Pada masa nifas 6 jam pertama. Kala IV Ibu mengeluh badan terasa lemas. Ny. Kala I fase aktif sampai pembukaan lengkap berlangsung selama 1 jam. ibu mengatakan sudah makan nasi dan minum air teh. dan ibu merasa senang dan bahagia karena bayi sudah lahir dengan selamat dan sehat. Kala III ini berlangsung selama 5 menit. c. H mengatakan kondisi nya saat ini sudah merasa baik dan tidak ada keluhan. b. Kala II berlangsung selama 25 menit. d. Tidak ada masalah pada 2 jam pertama setelah melahirkan. Kala II Ibu mengatakan mulesnya semakin sering. 3. ibu mengatakan tidak ada keluhan selama 6 hari setelah melahirkan. Ibu mengeluh mules yang semakin sering dan kuat. Nifas a. b. Kala III Ibu mengatakan perutnya masih terasa mules dan lemas. H mengatakan bahwa keadaannya baik dan sehat. . Ibu mengatakan melakukan aktivitas masih dibantu keluarga. kemudian dilakukan observasi sampai pembukaan lengkap. air putih. ibu mengatakan sudah buang air kecil dan ke kamar mandi sendiri.

H tidak terdapat masalah. 4. b. Pada kunjungan 2 minggu bayi Ny. H dengan usia kehamilan 39 sampai 40 minggu mengalami ketidaknyamanan pada trimester III yaitu sering BAK. ibu mengatakan bayinya menghisap ASI dengan kuat. d. ibu mengatakan bahwa tali pusat sudah lepas 2 hari yang lalu. Pembahasan Masalah 1. Pada kunjungan 6 jam pertama bayi Ny. H. ibu mengatakan bayinya tidur dengan pulas. . Pada masa nifas 4 minggu Ny. ibu mengatakan suaminya sudah setuju kalau ibu akan menggunakan KB IUD. L kepada Ny. Kehamilan a. keadaan diri dan bayinya baik dan sehat. Pada kunjungan 6 hari bayi Ny. H mengatakan tidak ada keluhan yang dirasakan. c. bayi sudah dimandikan. nutrisi. Bayi Baru Lahir a. ibu mengatakan bayinya baikbaik saja dan tidak ada keluhan apapun. Ibu mengatakan akan menggunakan KB IUD dan akan membicarakan dengan suaminya terlebih dahulu. dan eliminasi. H tidak terdapat masalah.178 c. banyak dan sering. H mengatakan bahwa keadaan ibu dan bayinya sehat. Pada masa nifas 2 minggu Ny. Pada kunjungan 4 minggu bayi Ny. ibu mengatakan bahwa bayinya menghisap ASI dengan kuat. Ibu mengatakan bahwa bayinya mengisap ASI dengan kuat. H. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan Asuhan kebidanan yang diberikan di Puskesmas Cibeber dan BPM Ny. ibu mengatakan bayinya tidak ada keluhan. B. ibu mengatakan sudah tidak ada pengeluaran dari vagina. tidak ada keluhan masalah ASI. dan imunisasi HB0 telah diberikan. d.

dan temu wicara / konseling. pemberian imunisasi TT. Asuhan kebidanan yang diberikan diantaranya mengukur tinggi badan. b. melakukan pemeriksaan fisik (ukur TFU). pemeriksaan protein urin dan urin reduksi. pemeriksaan VDRL. pemeriksaan protein urine. 2009) Pada akhir kehamilan kepala janin mulai turun ke pintu atas panggul. pemeriksaan HB. dan penekanan rahim pada kandung kemih akan terjadi. Penatalaksanaan Menurut Teori Pelayanan pemeriksaan kehamilan harus memenuhi standar pelayanan antenatal yaitu 14T yang terdiri atas timbang berat badan dan ukur tinggi badan. Akibatnya. senam hamil. ukur TFU.179 Menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan oleh kepala janin yang sudah masuk ke dalam ruang panggul sehingga menyebabkan penekanan pada kandung kemih. terjadi produksi urine selama 24 jam meningkat. senam hamil. pemeriksaan HB. selama hamil peningkatan produksi progesteron. memberikan konseling perawatan payudara. 2013) Menurut teori. (Dharmawan. pemberian tablet zat besi. (sulistyawati. pemberian obat malaria. pemberian kapsul minyak yodium. ukur tekanan darah. Kesenjangan Teori Dengan Asuhan Kebidanan Yang Diberikan . menimbang berat badan. pemberian tablet Fe sebanyak 90 tablet selama kehamilan. 2010) c. perawatan payudara. mengukur tekanan darah. dan temu wicara / konseling serta kebutuhan ibu hamil pada trimester III. keluhan sering kencing akan timbul lagi karena kandung kencing akan mulai tertekan kembali. ( Pantiawati.

kemudian memantau kemajuan persalinan. 2. melakukan observasi pada ibu sampai pembukaan lengkap. Berdasarkan asuhan yang di berikan terhadap Ny. pemeriksaan urin reduksi. Persalinan a. H adalah memberikan asuhan sayang ibu seperti memberi kesempatan pada ibu untuk . menganjurkan kepada ibu untuk makan dan minum. 2) Kala II Asuhan yang diberikan pada Ny. dan pemberian kapsul minyak yodium karena pada ibu tidak ditemukan indikasi. pemberian obat malaria.H terdapat kesenjangan atau ketidaksesuaian antara asuhan yang diberikan dengan asuhan yang terdapat dalam teori. Asuhan Kebidanan Pada Masa Persalinan Asuhan yang diberikan terhadap Ny. H pada saat persalinan adalah : 1) Kala I Asuhan yang diberikan terhadap Ny.180 Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan masalah yaitu pada asuhan kehamilan yang diberikan tidak sesuai dengan standar pelayanan kehamilan yaitu 14T yang dimana pada asuhan yang diberikan tidak dilakukan pemeriksaan VDRL. H adalah memberikan asuhan sayang ibu seperti menganjurkan ibu untuk miring kiri atau jalan-jalan untuk mempercepat penurunan kepala. kesejahteraan ibu dan janin dan mencatatnya di partograf. tarik nafas panjang apabila terasa mules dan isirahat apabila tidak ada mules.

serta meletakan bayi di dada ibu untuk dilakukan inisiasi menyusu dini. massase fundus uteri. melakukan penanganan bayi baru lahir seperti mengeringkan bayi mulai dari muka. 3) Kala III Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny. memakai sarung tangan sebelah untuk memasukan 10 IU oksitosin yang telah di buka ke dalam spuit dan memasukannya kembali ke partus set.H adalah penatalaksanaan manajemen aktif kala III : Menyuntikkan oksitosin 10 IU dipaha atas secara IM. serta menganjurkan ibu untuk beristirahat diantara kontraksi. mengganti handuk yang basah dengan kain yang kering. melakukan pengguntingan tali pusat diantara 2 klem tersebut. dan menjepit tali pusat dengan umbilikal klem. menyuntikan oksitosin 10 unit IM di 1/3 paha atas bagian distal. Memeriksa kembali uterus untuk memastikan tidak ada bayi kedua. Memasang handuk diperut ibu. . Melakukan pertolongan persalinan sesuai APN. mengajarkan dan memimpin cara mengedan yang baik jika ada mules. kepala dan bagian tubuh lainnya kecuali bagian tangan tanpa membersihkan verniks. memasang kain dibawah bokong ibu.181 didampingi oleh suami/keluarga nya. memberitahu ibu bahwa akan disuntik oksitosin. membuka partus set. mendorong isi tali pusat ke arah distal dan jepit kembali pada 2 cm distal dari klem pertama. menjepit tali pusat dengan klem kirakira 3 cm dari pusat bayi. membantu ibu memilih posisi yang sesuai dengan pilihan ibu yang bisa mempermudah proses persalinan. melakukan penegangan tali pusat terkendali dan dorso cranial.

menjaga kebersihan diri. 2010) Penatalaksanaan dalam masa persalinan adalah dengan memberikan asuhan sayang ibu di antaranya : menghadirkan orang yang dianggap penting oleh ibu seperti suami atau keluarga. Pengkaji memberikan asuhan kepada ibu seperti melakukan dan mengajarkan ibu massase uterus. membersihkan badan ibu dari darah.182 Kala III berlangsung selama 5 menit. dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri) proses ini dimulai dengan adanya kontraksi persalinan sejati. dan hasil dari pemeriksaan tidak ditemukan masalah. penjelasan tentang kemajuan persalinan. menganjurkan keluarga untuk memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi. yang ditandai dengan perubahan serviks secara progesif dan diakhiri dengan kelahiran plasenta. menjaga privasi ibu. Penatalaksanaan Menurut Teori Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin atau uri) yang telah cukup bulan atau hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain. Asuhan Kebidanan pada Ibu Bersalin. Plasenta lahir lengkap pada pukul 11. (Sulistyawati & Nugraheny. membimbing ibu untuk rileks sewaktu ada his. masase. 4) Kala IV Pengkaji melakukan pemantauan kala IV setiap 15 menit sekali pada jam pertama dan setiap 30 menit sekali pada jam kedua paska persalinan. b.05 WIB. . . mengatur aktivitas dan posisi ibu sesuai dengan kesanggupannya. memberikan asupan nutrisi.

2010) Persalinan kala II di mulai ketika pembukaan serviks sudah lengkap (10 cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi. Lamanya kala II untuk primigravida 50 menit dan multigravida 30 menit.183 mempertahankan kandung kemih untuk tetap kosong. diperhitungkan pembukaan primigravida 1cm/jam dan pembukaan multigravida 2cm/jam. Petugas/bidan harus tinggal bersama ibu dan bayi untuk memastikan bahwa keduanya dalam kondisi yang stabil dan mengambil tindakan yang tepat untuk melakukan stabilisasi tersebut. (Susilawati & Nugraheny. (Susilawati & Nugraheny. Lamanya kala I untuk primigravida berlangsung 12 jam sedangkan multigravida sekitar 8 jam. Kala I adalah kala pembukaan yang berlangsung antara pembukaan 0-10 (pembukaan lengkap). Dua jam pertama setelah persalinan merupakan waktu yang kritis bagi ibu dan bayi. (Rukiyah. Uterus dengan kekuatan hisnya ditambah kekuatan meneran akan mendorong bayi hingga lahir. Berdasarkan kurve Friedman. Keduanya baru saja mengalami perubahan fisik yang luar biasa. Dengan perhitungan tersebut maka waktu pembukaan lengkap dapat diperkirakan. melakukan pijatan. Proses ini biasanya berlangsung 2 jam pada primigravida dan 1 jam pada multigravida. Ibu melahirkan bayi dari perutnya dan bayi sedang menyesuaikan diri dari dalam perut ibu ke dunia luar. Periode ini merupakan saat paling kritis untuk . 2009) Persalinan kala IV dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir 2 jam kemudian. Keluarga dapat membantu ibu untuk mengganti posisi. 2010) Pada kala III melakukan manajemen aktif pada kala III persalinan.

Kesenjangan Teori Dengan Asuhan Kebidanan Yang Diberikan Pada persalinan Ny. terutama kematian disebabkan perdarahan. Pada kunjungan postnatal 6 hari di rumah Ny. perdarahan normal dan tidak ada komplikasi. TFU 2 jari dibawah pusat. setelah dilakukan anamnesa dan pemeriksaan didapatkan data bahwa proses nifas ibu berjalan normal dan tidak ada keluhan. Selama kala IV. maka ibu harus dipantau lebih sering. seperti menganjurkan ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan istirahat serta menganjurkan ibu untuk memberikan ASI eksklusif. L terhadap Ny. H didapatkan hasil keadaan umum ibu normal. bidan harus memantau ibu setiap 15 menit pada jam pertama dan 30 menit pada jam kedua setelah persalinan. Bayi lahir normal dan sehat. asuhan yang diberikan sesuai APN dan tidak ada komplikasi yang terjadi pada ibu. lochea sanguinolenta. H berlangsung normal. 3. Berdasarkan asuhan yang di berikan di BPM Ny. Asuhan Kebidanan Masa Nifas Pada masa postnatal 6 jam pada Ny.184 mencegah kematian ibu. Jika kondisi ibu tidak stabil. Nifas a. TFU pertengahan antara simpisis dan pusat. (Rukiyah. 2009) c. H dilakukan anamnesa dan pemeriksaan. Memberikan konseling sesuai kebutuhan ibu. . H tidak terdapat kesenjangan atau ketidaksesuaian antara asuhan yang diberikan dengan asuhan yang terdapat dalam teori. keadaan umum ibu baik.

2 minggu setelah persalinan. Pada kunjungan postnatal 4 minggu. Dan ibu memutuskan akan ber-KB IUD. setelah dilakukan anamnesa dan pemeriksaan didapatkan data bahwa proses nifas ibu berjalan normal dan tidak ada keluhan. & Waspodo. TFU tidak teraba. b. Paling sedikit empat kali dilakukan kunjungan masa nifas untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir. juga untuk mencegah. (Yanti & Sundawati. 2011) . dan pada minggu ke dua ini penulis melakukan pengenalan mengenai berbagai alat kontrasepsi kepada Ny. (Saifuddin. H dilakukan anamnesa dan pemeriksaan. Adriaansz. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu. keadaan umum ibu baik. 6 hari setelah persalinan. 2009) Kunjungan rumah postpartum dilakukan sebagai suatu tindakan untuk pemeriksaan post partum lanjutan. Memberikan konseling sesuai kebutuhan ibu. Wiknjosastro. pada kunjungan ini didapatkan bahwa keadaan ibu baik.H sehingga ibu dapat mendiskusikan dengan suami mengenai keputusannya menggunakan alat kontrasepsi. mendeteksi dan menangani masalahmasalah yang terjadi. Penatalaksanaan Menurut Teori Masa nifas (puerperium) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil.185 Pada kunjungan postnatal 2 minggu di rumah Ny. 6 minggu setelah persalinan. lochea serosa. Jadwal kunjungan tersebut adalah sebagai berikut : 6-8 jam setelah persalinan. tetapi ibu akan mulai memasang IUD nya ketika bayinya sudah berusia lebih dari 40 hari.

memberikan vitamin A dan mengajarkan mobilisasi dini yaitu duduk hingga bisa turun dari tempat tidur dan berjalan sendiri ke kamar mandi untuk BAK. menganjurkan ibu untuk ganti pembalut tiap BAK dan BAB. .186 c. memotivasi ibu untuk memberikan ASI eksklusif. di paha kanan anterolateral. Kesenjangan Teori Dengan Asuhan Yang Telah Diberikan Asuhan yang diberikan pada Ny. lakukan inisiasi menyusu dini (IMD) dan kontak kulit bayi dengan kulit ibu. potong dan ikat tali pusat tanpa membubuhi apapun kira-kira 2 menit setelah lahir. Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Asuhan yang di berikan adalah menjaga kehangatan tubuh bayi. menyuntikan imunisasi Hepatitis B 0. beri salep mata antibiotika tetrasiklin 1% pada kedua mata. memberitahu jenis-jenis alat kontrasepsi jangka panjang. 4. membersihkan jalan nafas. menganjurkan tehnik menyusui yang benar.5 mL 3 jam setelah bayi lahir secara intramuskular. menyuntikan Vitamin K 1 mg 1 jam setelah bayi lahir secara intramuskular dipaha kiri anterolateral setelah IMD. Bayi Baru Lahir a. keringkan dan tetap jaga kehangatan. Berdasarkan asuhan yang di berikan terhadap Ny. H setelah melahirkan adalah menganjurkan pada ibu untuk istirahat serta memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi. H terdapat kesenjangan atau ketidaksesuaian antara asuhan yang diberikan dengan asuhan yang terdapat dalam teori dikarenakan ada salah satu kegiatan institusi.

nilai Apgar > 7 dan tanpa cacat bawaan. H tidak menunjukan kelainan apapun. bayi dapat menyusu dengan baik. bayi terlihat normal. memotong dan merawat tali pusat. 2009) c. b. (Saifuddin. Adriaansz. & Waspodo. bayi dapat menyusu dengan baik. Wiknjosastro. dan jadwal imunisasi. pada usia kehamilan genap 37 minggu sampai dengan 42 minggu.187 Pada kunjungan BBL 6 hari di rumah Ny. pencegahan infeksi. dengan berat badan 2500-4000 gram. identifikasi bayi. 2010) Penanganan bayi baru lahir diantaranya : membersihkan jalan nafas. Kesenjangan Teori Dengan Asuhan Kebidanan Yang Telah Diberikan . dan jadwal imunisasi. mempertahankan suhu tubuh bayi. Memberikan penjelasan tentang 5 dasar imunisasi. memberi obat tetes/salep mata. bayi dapat menyusu dengan baik. H tidak ada masalah. Pada kunjungan BBL 4 minggu di rumah Ny. dan tali pusat bayi sudah lepas. Penatalaksanaan Menurut Teori Yang dimaksud dengan bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dalam presentasi belakang kepala melalui vagina tanpa memakai alat. memberikan vitamin K. Memberikan penjelasan tentang 5 dasar imunisasi. Pada kunjungan BBL 2 minggu di rumah Ny. H tidak ada masalah. Asuhan yang diberikan adalah menganjurkan ibu untuk terus memberikan ASI kepada bayinya secara eksklusif dan jangan memberikan bayi makanan tambahan. (Rukiyah & Yulianti.

terdapat kesenjangan atau ketidaksesuaian antara asuhan yang diberikan dengan asuhan yang terdapat di teori dikarenakan ada salah satu kegiatan institusi.188 Pada kunjungan BBL 6 hari sampai 4 minggu bayi dapat menyusu dengan baik. tali pusat bayi sudah lepas. Secara keseluruhan pada kasus bayi baru lahir Ny. dan ibu sudah diberikan konseling tentang imunisasi dan jadwal imunisasi. . Asuhan yang diberikan merupakan kebutuhan dasar bayi. H tidak ditemukan adanya kelainan apapun.