You are on page 1of 9

TUGASI

OPERASI PRODUKSI PANAS BUMI

Nama
NIM
Kelas

Disusun oleh:
: Ahmad Nawawi
: 1301081
: TP Non Reg A

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK PERMINYAKAN
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINYAK DAN GAS BUMI
BALIKPAPAN
2016
SOAL!!!
1. Jelaskan fungsi dari ejector ?
Jawab:
Ejector merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan udara atau
gas gas yang tidak dapat dikondensasikan di tempat-tempat vakum. Ejector
dapat merupakan jenis kompresor, dalam hal ini tekanan tinggi yang dialirkan
melalui sebuah nozzel lah yang mengakibatkan pengembangan dan
menyebabkan timbulnya vakum. Uap yang dialirkan melalui nozzel

kerena itu akan meningkatkan tekanan diatas tekanan isap Ejector dapatdigolongkankedalam ejector singel ataupun multiple. Ejector berfungsi untuk menyaring NCG (Non Condensable Gas) atau gas yang tidak dapat dikondensasikan dari condenser dan dibuang ke udara. Jelaskan tentang Single Flash Steam ? Jawab: SINGLE FLASH STEAM . 2. Golongan sebagai single atau multiple tergantung dari bagaimana satu atau lebih unit ejektor yang dipasangkan secara paralel.mempunyai kecepatan yang tinggi sehingga udara serta gas-gas tidak dapat dikondensasikan disekitar tempat-tempat vakum tersebut. Jika tekanan uap terlalu rendah dari batas minimumnya. itu tergantung dari bagaimana kompresi yang dilakukan dalam satu atau beberapa unit secara berurutan. Ejector harus dirancang untuk batas minimum tekanan uap yang masuk ke dalam nozzle. maka ejektor tidak akan bekerja baik sehingga tidak tercapai vakum yang dikehendaki. Masuknya campuran melalui pipa pancar mengakibatkan perubahan energi kinetik menjadi energi tekan.

Didalam flasher tekanan diturunkan sehingga campuran 2 fasa memperoleh tingkat kekeringan yang lebih baik. Fluida dialirkan ke sebuah flasher (tangki cetus) agar menguap. 3. Fraksi uap yang dihasilkan kemudian dialirkan ke turbin dan fraksi cair di injeksikan kembali kedalam tanah. Jelaskan tentang Double Flash Steam ? Jawab: DOUBLE FLASH STEAM .Siklus ini digunakan apabila fluida dikepala sumur dalam kondisi cair jenuh. banyaknya uap yang dihasilkan tergantung dari tekananflasher.

tetapi dimasukkan kedalam flasher dimana tekanan air tersebut diturunkan lagi didalamflasher. yaitu HP-turbin dan LP-turbin yang disusun secara tandem (ganda). sehingga diperoleh tingkat kekeringan yang lebih baik untuk memutar turbin tekanan rendah (LP turbin). Contoh lapangan yang menggunakan sistem konversi seperti ini adalah Hatchobaru (Jepang). Amerika Serikat mulai beroperasi . Pendahuluan Pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan system siklus binery pertama kali di uji coba di Rusia dan kemudian diperkenalkan ke Amerika Serikat pada tahun 1981. menghasilkan listrik dari sumber dengan rekor suhu terendah 57°C. Pada tahun 2006. Teknologi ini memungkinkan penggunaan sumber panas yang bersuhu lebih rendah dari sebelumnya. sebuah pembangkit dengan system siklus binery di mata air panas Chena. akibat krisise energi tahun 1970-an dan perubahan perubahan penting dalam kebijakan regulasi. . 4. Alaska. Air yang keluar dari separator tidak langsung di injeksikan kedalam tanah. Jelaskan tentang Binary Cycle System ? Jawab: BINARY CYCLE SYSTEM 1.Pada sistem ini digunakan dua pemisahan fluida yaitu separator danflasher dan digunakan komposisi 2 turbin. dan Kratla (Iceland).

b. Dissolved soilds di dalam fluida panas bumi akan mengendap di dalam pipa atau separator. Sistem PLTP Siklus Biner Teknologi siklus biner adalah sistem pembangkitan listrik yang mana fluida panas bumi. teknologi geotermal siklus biner bisa diaplikasikan untuk meningkatkan pemanfaatan sumber panas dengan cara mengekstrak panas buangan yang terkandung di dalam air panas hasil separasi (brine) dari separator. Di dalam teknologi siklus biner. dimanfaatkan sebagai sumber panas utama untuk memanaskan fluida kedua (atau disebut juga fluida kerja) dengan menggunakan alat penukar panas dari fase cair menjadi fase gas. kandungan NCG yang tinggi (>5%) akan cepat terakumulasi di dalam kondenser sehingga diperlukan pompa dengan kapasitas yang cukup besar untuk mengeluarkan gas-gas tersebut. Selain itu. Fase gas dari fluida kerja ini kemudian dialirkan ke dalam turbin yang dikopel dengan generator untuk membangkitkan listrik. dengan memanfaatkan fluida panas bumi temperatur rendah sebagai sumber panas utama untuk memanaskan fluida kerja kedua yang mempunyai titik didih rendah. Fluida kerja ini bekerja pada siklus tertutup. Sumber panas bumi yang menghasilkan fluida enthalpy rendah sampai dengan menengah. yang mana uapnya digunakan untuk memutar turbin pembangkit konvensional. baik berupa uap maupun air panas. Sumber panas bumi yang mengandung dissolved solids atau kandungan NCG (Non-Condensable Gases) tinggi.2. maka lebih banyak energi bisa dibangkitkan sehingga sistem ini bisa menjadi ekonomis. Penggunaan pompa tersebut akan . di sumber panas bumi dengan karakteristik water dominated sistem. Fluida panas bumi dengan temperatur <150°C menjadi tidak ekonomis jika dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik dengan teknologi konvensional seperti flashing sistem. Pada teknologi konvensional. Teknologi siklus biner dikembangkan untuk memanfaatkan sumber panasbumi yang mempunyai kondisi dan karakteristik sebagai berikut: a.

kemudian dimasukkan ke dalam tangki kondensat. dalam contoh ini adalah brine. fluida panas bumi. uap fluida kerja akan dikondensasi menjadi cair oleh media pendingin seperti air atau udara. turbin generator dan peralatan pendukung pembangkit. Fluida kerja yang telah terkondensasi ini kemudian akan . Pada Gambar 1. brine tersebut akan direinjeksi kedalam bumi. Gambar 1.meningkatkan daya parasit di dalam pembangkit yang dapat menyebabkan ketidak-ekonomisan pembangkit tersebut. evaporator. Setelah terjadi ekspansi ke tekanan atau temperatur yang lebih rendah di dalam turbin. media pendingin yang digunakan adalah air yang didinginkan melalui sebuah cooling tower. dimana energi panas ditransfer kepada fluida kerja. NCG tidak akan masuk ke dalam sistem pembangkit sehingga fluida dengan kandungan NCG tinggi masih layak dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Media pendingin ini bisa juga menggunakan udara. Sistem ini terdiri dari sumur produksi dan sumur reinjeksi termasuk jaringan pipanya. 2009) Proses kerja siklus ini berdasarkan pada rankine cycle dengan urutan proses sebagai berikut: Fluida kerja yang telah dipanaskan dari fase cair ke fase gas kemudian dimasukkan ke dalam turbin yang dikopel dengan generator untuk membangkitkan listrik. Dengan menerapkan teknologi siklus biner. pompa fluida kerja. Diagram Proses Binary Cycle secara umum (Yari. dialirkan kedalam preheater atau evaporator. Proses kerja PLTP siklus biner dapat dilihat pada diagram alir di Gambar 1. kondensor dan sistem pendinginannya. Setelah keluar dari alat penukar panas. Pada proses kerjanya.

dipompakan kembali ke dalam alat penukar panas sehingga proses ini berlangsung terus menerus di dalam siklus yang tertutup. Dalam aplikasi PLTP siklus biner. Alasan penggunaan fluida kerja pada PLTPsiklus biner dikarenakan fluida brine tidak bisa digunakan langsung untuk menggerakkan turbin. Suhu Kritis . Pada PLTP siklus biner. proses kerja PLTP siklus biner dapat dilihat melalui diagram Ph (Pressure vs Enthalpy)seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2. tidak ada fluida kerja ideal yang dapatmemenuhi seluruh kriteria. Hal tersebut bisa disebabkan oleh fluida brinemengandung senyawasenyawa (baik berupa padatan. Pada teknologi pembangkit panas bumi. namun begitu ada beberapa kriteria utama yangharus dipenuhi diantaranya: a. Properti termodinamik yang cocok 1. Secara termodinamika. gas) yangdapat merusak turbin ataupun karena kondisi brine (tekanan dan temperatur sumur) yang tidak cukup tinggi untuk memutar turbin konvensional/uap. cairan. 2008) 3. Kriteria Pemilihan Fluida Kerja Fluida kerja adalah fluida yang memiliki energi untuk melakukan kerja pada peralatan mekanik. jenis rankine cycle yang biasa diterapkan pada sistem siklus biner adalah subcriticalrankine cycle.Diagram pressure enthalpy untuk PLTP siklus biner (DiPippo. fluida kerja digunakan untuk menggerakkan turbin. Gambar 2.

Fluida kerja yang baik memiliki suhu kritis yang lebih rendah dari suhu kritis brine. asalkan tidak lebih rendah dari tekanan atmosfer. karena akan memberikan driving force perpindahan panas yang baik. 3. b. e. 2. Faktor I Faktor I adalah suatu parameter yang menjelaskan kondisi fasa fluida ketika meninggalkan turbin. d. sebagian fluida tersebutsudah mulai terkondensasi. Tidak Mengotori (non fouling) Tidak Korosif Tidak beracun Tidak Mudah Terbakar Harga Terjangkau . c.Suhu kritis adalah suhu dimana fase cair dan fase gas suatu senyawa tidak dapat dibedakan lagi. Selain dapat menurunkan efisiensi turbin. Namun jika faktor I > 1. f. kondisi fluida kerja keluar turbin masih dalamkondisi superheat. Semakin rendah tekanan kondensasi suatu fluida kerja maka akan semakin murah biaya peralatan (HE and piping) dan operasionalnya (pumping cost). karena dapat mengakibatkan udara masuk ke dalam system. Tekanan Kondensasi Tekanan kondensasi adalah tekanan dimana sebuah fluida mulai terkondensasi.fluida kerja yang terkondensasi juga dapat menimbulkan kerusakanserius pada turbin. parameter ini didefinisikan oleh Kihara dan Fukunaga (1975) dalam bentuk persamaan berikut: Tcond/Cp I =1− ΔT sat . vap Δs ( ) Dimana : Tcond = Temperatur Fluida ΔT = Perubahan Temperatur Δs = Perubahan Entropy Bila nilai faktor I < 1.

5 33.8 101.9 33.5 1.1 72.9 3.1 154.7 1.9 102 134 17 18 T critic (°C) P critic (atm) P cond at 38 °C Faktor I 96.72 0.2 9.0 1.1 58.8 196.1 40.89 3.40 .3 36.6 183.75 187.9 35.2 0.1 132.8 4.9 217. 2010) Fluida Propane Isobutane n-butane Isopentan e n-pentane R-123 R134a R245fa Ammonia Water Berat Moleku l 44.7 134.9 37.0 41.5 12. Beberapa senyawa yang memiliki potensi sebagai fluida kerja yang ideal (Danang.39 0.4 1.06 6.1 58.Berdasarkan kriteria-kriteria di atas.1 43.2 72.71 145 0. maka beberapa senyawa yang memiliki potensi sebagai fluida kerja yang ideal dikumpulkan pada Tabel 3.7 111.2 152.81 0. Tabel 3.3 373.7 152.