You are on page 1of 22

Laporan Tetap

Kimia Analisis Instrumen
Kromatografi Gas

Disusun oleh: Kelompok I
Dosen Pembimbing: Ir. Hj. Erwana Dewi, M.Eng
Kelas: 3.KA
Jurusan : Teknik Kimia
Nama Anggota:
1. Anggik Pratama (061330400289)
2. Beryl Kholif Arrahman (061330400292)
3. Dorie Kartika (061330400295)
4. Irda Agustina (061330400301)
5. Nola Dwiayu Adinda (061330400304)
6. Raden Ayu Wilda Anggraini (061330400309)
7. Renny Eka Dhamayanti (061330400310)

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Jalan Srijaya Negara Bukit Besar Palembang 30139 Telpon : +620711353414
Fax: +62711355918 Web : http :// www.polsri.ac.id atau http://www.polisriwijaya.ac.id Email
: info@polsri.ac.id

Kromatografi Gas
1. Tujuan Percobaan
 Menjelaskan teori kromatografi gas
 Mengoperasikan alat kromatrografi gas dengan baik dan benar
 Menganalisis suatu senyawa baik secara kualitatif maupun kuantitatif
2. Alat dan Bahan
Seperangkat alat kromatografi gas
Integrator
Alat penyuntik
Botol sampel
Etanol
Butanol
Campuran Etanol dan Butanol
3. Teori Singkat
Kromatografi Gas adalah metode kromatografi pertama yang dikembangkan
pada jaman instrument dan elektronika yang telah merevolusikan keilmuan selama
lebih dari 30 tahun. Sekarang GC dipakai secara rutin di sebagian besar laboratorium
industri dan perguruan tinggi. GC dapat dipakai untuk setiap campuran yang
komponennya atau akan lebih baik lagi jika semua komponennya mempunyai tekanan
uap yang berarti pada suhu yang dipakai untuk pemisahan.
Dalam kromatografi gas, fase bergeraknya adalah gas dan zat terlarut terpisah
sebagai uap. Pemisahan tercapai dengan partisi sampel antara fase gas bergerak dan
fase diam berupa cairan dengan titik didih tinggi (tidak mudah menguap) yang terikat
pada zat padat penunjangnya.
Ada beberapa kelebihan kromatografi gas, diantaranya kita dapat
menggunakan kolom lebih panjang untuk menghasilkan efisiensi pemisahan yang
tinggi. Gas dan uap mempunyai viskositas yang rendah, demikian juga kesetimbangan
partisi antara gas dan cairan berlangsung cepat, sehingga analisis relatif cepat dan
sensitifitasnya tinggi. Fase gas dibandingkan sebagian besar fase cair tidak bersifat
reaktif terhadap fase diam dan zat-zat terlarut. Kelemahannya adalah teknik ini
terbatas untuk zat yang mudah menguap.
Kromatografi gas merupakan metode yang tepat dan cepat untuk memisahkan
campuran yang sangat rumit. Waktu yang dibutuhkan beragam, mulai dari beberapa
detik untuk campuran sederhana sampai berjam-jam untuk campuran yang
mengandung 500-1000 komponen. Komponen campuran dapat diidentifikasikan
dengan menggunakan waktu tambat (waktu retensi) yang khas pada kondisi yang
tepat. Waktu tambat ialah waktu yang menunjukkan berapa lama suatu senyawa

H2 He dan Ar. Jarum semprit menembus lempengan karet tebal . kekurangan utama KG adalah bahwa ia tidak mudah dipakai untuk memisahkan campuran dalam jumlah besar. pemisahan campuran pada tingkat tidak mungkin dilakukan. misalnya daya hantar panas. Efisiensi kolom ditentukan berdasarkan jumlah pelat teori (N) dalam kolom. Cara ini cocok untuk cuplikan yang mudah menyerap. 2. TR. Jika hal ini terjadi. derajat terinduksi ion. Injeksi sampel Sejumlah kecil sampel yang akan dianalisis diinjeksikan pada mesin menggunakan semprit kecil. Perbedaan laju migrasi masingmasing komponen dalam kolom disebabkan oleh perbedaan titik didih dan interaksi masing-masing komponen dengan fasa stasioner. banyaknya (kuantitas) komponen campuran dapat pula diukur secara teliti . Seringkali gas pembawa ini harus disaring untuk menahan debu uap air dan oksigen. komponen-komponen yang terelusi dikenali dari nilai waktu retensi. penentuan kadar atau jumlah analit dilakukan dengan membandingkan luas puncak analit dengan luas puncak standar.waktu tambat diukur dari jejak pencatat pada kromatogram dan serupa dengan volume tambat dalam KCKT dan Rf dalam KLT. Gas pembawa ini harus bersifat inert dan harus sangat murni. Pendeteksian saat keluar dari kolom dilakukan berdasarkan perubahan sifat fisika aliran gas yang disebabkan adanya komponen yang dikandungnya. Proses kromatografi dalam alat GC dimulai dengan menyuntikkan sample ke dalam kolom. Kemudian membawa cuplikan langsung ke dalam kolom. dsb. melalui persamaan : N = 16 x (TR / WB)2 . Dengan kalibrasi yang patut. Fasa mobil (gas pembawa) dipasok dari tanki melalui pengaturan pengurangan tekanan. indeks refraksi. tetapi pemisahan dalam tingkat pon atau ton sukar dilakukan kecuali jika tidak ada metode lain. Fase Mobil (Gas Pembawa). Sifat fisika tersebut. Mekanisme kerja GC dan Komponen dalam Kromatografi Gas 1. Untuk analisa kualitatif. Mula-mula komponen-komponen di dalam kolom diuapkan. kemudian dielusi oleh gas pembawa untuk melalui kolom.tertahan dalam kolom. TR analit dibandingkan dengan TR standar pada kondisi operasi alat yang sama. Pemisahan pada tingkat mg mudah dilakukan. absorpsi radiasi elektromagnetik. Sedangkan untuk analisa kuantitatif. Gas sering digunakan adalah N2. dengan TR = waktu retensi dan WB = lebar dasar puncak. cuplikan tidak menyebar sebelum proses pemisahan.

Injektor berada dalam oven yang mana temperaturnya dapat dikontrol. Kolom digulung sehingga dapat disesuakan dengan oven yang terkontrol secara termostatis. Kolom Partisi. dengan diameter internal sampai 4 mm. Tabung diisi dengan bahan padat halus dengan luas permukaan besar yang relatif inert. hidrogen.Kolom . Oven tersebut cukup panas sehingga sampel dapat mendidih dan diangkut ke kolom oleh gas pembawa misalnya helium atau gas lainnya. Kolom memilki variasi dalam hal ukuran dan bahan isian. biasa disebut Chromatography Gas Padat (GSC). disebut Chromatography Gas Cair (GLC).(Lempengan karet ini disebut septum) yang mana akan mengubah bentuknya kembali secara otomatis ketika semprit ditarik keluar dari lempengan karet tersebut. Ini adalah jantung instrumen tesebut. Kolom Aliran gas selanjutnya menemui kolom yang diletakkan dalam oven bertemperatur konstan. Kompenen pilihan gas spembawa terutama tergantung pada karakteristik detektor. pemisahan dan harus sesuai untuk pemisahan tertentu. sebelum diisi kedalam kolom. Fase bergerak dalam kromatografi ini adalah gas. atau nitrogen. Kolom biasanya dibuat dari baja tak berkarat dengan panjang antara 1 sampai 4 meter. Sampel-sampel tersebut bisa berupa gas atau cairan yang mudah menguap. 3. berisi partikel penyerap yang umumnya digunakan untuk analisa gas permanen dan hydrokarbon rendah. Padatan iitu sebenarnya hanya sebuah penyangga mekanik untuk cairan. Tipe kedua. Ada dua tipe utama kolom dalam kromatografi gas-cair. padatan tersebut diimpregnasi dengan cairan yang diinginkan yang berpareran sebagai fasa stasioner sesungguhnya. tempat dimana proses kromartgrafi dasar berlangsung. Lubang injeksi dipanaskan agar sampel cair teruapkan dengan cepat. Kolom Adsorbsi. yang paling lazim adalah helium. Kromatografi gas komersial biasanya menyediakan katup pengatur tambahan untuk pengendalian tekanan yang baik pada inlet kolom. Cairan ini harus stabil dan nonfolatil pada temperatur kolom. Tipe pertama. berisi bahan padat inert menyangga lapisan tipis cairan. Dekat inlet kolom ada suatu alat dimana sampelsampel dapat dimasuukan kedalam aliran gas pembawa.

istilah partisi masih dapat digunakan dalam kromatografi gas-cair. Tanah ini dilapisis dengan cairan bertitik didih tinggi. Sekarang. tak satupun yang bersifat permanen. biasanya polimer lilin. anda bisa beralasan untuk memperdebatkan bahwa gas seperti helium tidak dapat dijelaskan sebagai pelarut. beberapa bagian dari senyawa tersebut akan menguap kembali dengan dengan jalan yang sama seperti air yang menguap saat udara panas. Senyawa yang lebih mudah larut akan menghabiskan waktunya untuk diserap pada fase diam: sedangkan senyawa yang suka larut akan menghabiskan waktunya lebih banyak dalam fase gas. · Proses pemisahan pada kolom Ada tiga hal yang dapat berlangsung pada molekul tertentu dalam campuran yang diinjeksikan pada kolom:  Molekul dapat berkondensasi pada fase diam. Kolom memulai pada temperatur rendah dan kemudian terus menerus menjadi lebih panas dibawah pengawasan komputer saat analisis berlangsung.Senyawa yang mempunyai titik didih yang lebih tinggi dari temperatur kolom secara jelas cenderung akan berkondensasi pada bagian awal kolom. Temperatur kolom lebih rendah daripada gerbang injeksi pada oven.dipadatkan dengan tanah diatomae.  Molekul dapat larut dalam cairan pada permukaan fase diam  Molekul dapat tetap pada fase gas Dari ketiga kemungkinan itu. Peluangnya akan berkondensasi lebih sedikit selama berada didalam kolom. dimana kelarutan dalam satu pelarut satu lebih mudah dibanding dengan pelarut lainnya disebut sebagai partisi. · Temperatur kolom Temperatur kolom dapat bervariasi antara 50 oC sampai 250 oC. Proses dimana zat membagi dirinya menjadi dua pelarut yang tidak bercampurkan karena perbedaan kelarutan. Sama halnya untuk beberapa molekul dapat larut dalam fase diam cair. Namun. Tetapi. Beberapa senyawa akan lebih mudah larut dalam cairan dibanding yang lainnya. meskipun temperatur dibawah 100 0C. yang merupakan batu yang sangat berpori. sehingga beberapa komponen campuran dapat berkondensasi pada awal kolom. .

Ada beberapa tipe detektor yang biasa digunakan. aliran gas lewat melalui sis lain detektor. Detektor ionisasi nyala dijelaskan pada bagian bawah penjelasan ini. Detektor Setelah muncul dari kolom itu. sejumlah ion-ion dan elektron-elektron dihasilkan dalam nyala. Detektor ionisasi nyala Dalam mekanisme reaksi. dan biasanya pengukur aliran untuk itu tersedia.Substansi antara fase diam cair dan gas. Selama proses. Maka elusi zat terlarut dari kolom itu mengatur ketidakseimbangan antaradua sisi detektor yang direkam secara elektrik. merupakan detektor yang umum dan lebih mudah untuk dijelaskan daripada detektor alternatif lainnya. Hal itu menghentikan kondensasi dalam detektor. Laju aliran gas pembawa adalah hal yang sangat penting. 4. Kehadiran ion dan elektron dapat dideteksi. pembakaran senyawa organik merupakan hal yang sangat kompleks. Seluruh detektor ditutup dalam oven yang lebih panas dibanding dengan temperatur kolom. Secara normal gas-gas yang muncul dialirkan keluar pada tekanan atmosfir. Beberapa molekul dalam substansi menghabiskan waktu untuk larut dalam cairan dan beberapa lainnya menghabiskan waktu untuk bergerak bersama-sama dengan gas. Ketentuan bisa dibuat untuk menjebak zat terlarut yang dipisahkan setelah muncul dari kolom jika hal ini dibutuhkan untuk penyelidikan lebih lanjut. Karena pekerja laboratorium secara terus menerus terpapar oleh uap senyawa-senyawa yang terkromatogafi yang mungkin tak baik walaupun kadarnya biasanya kecil maka ventilasi pada keluaran instrumen harus diperhatikan. .

Ini adalah pendekatan yang beralasan.Hal ini serupa dengan apa yang terjadi selama elektrolisis normal. Ion positif akan beratraksi pada katoda silinder. arus yang anda ukur sebanding dengan jumlah senyawa dalam nyala. Sepanjang anda mengontrol secara hati-hati kondisi dalam kolom. Dengan kata lain. beberapa elektron dalam nyala akan dipindahkan pada elektroda positif. anda tidak dapat menggunakan detektor tipe ini. Pada katoda. Kekurangan utama dari detektor ini adalah pengrusakan setiap hasil yang keluar dari kolom sebagaimana yang terdeteksi. anda dapat menggunakan waktu retensi untuk membantu mengidentifikasi senyawa yang tampak-tentu saja . Pada anoda. Jika senyawasenyawa organik lebih banyak dalam nyala. Hasil akan direkam sebagai urutan puncak-puncak. misalnya untuk analisa lanjut. anda hanya memiliki nyala hidrogen yang terbakar dalam air. akan menghasilkan aliran elektron-elektron dalam sirkuit eksternal dari anoda ke katoda. ion positif akan mendatangi elektron-elektron dari katoda dan menjadi netral. Jika anda akan mengrimkan hasil ke spektrometer massa. Ion-ion negatif dan elektron-elektron akan beratraksi pancarannya masing-masing yang mana merupakan anoda.Jika tidak terdapat senyawa organik datang dari kolom. Kehilangam elektron-elektron dari satu elektroda dan perolehan dari elektroda lain. tetapi dapat diperkuat. anda akan memperoleh arus listrik. khususnya jka anda berbicara tentang senyawasenyawa yang serupa. Sekarang. Arus yang diperoleh tidak besar. ion-ion negatif akan memberikan elektron-elektronnya pada elektroda dan menjadi netral. setiap puncak mewakili satu senyawa dalam campuran yang melalui detektor. maka akan banyak juga dihasilkan ion-ion. itu akan menghasilkan sejumlah ion-ion dan elektronelektron dalam nyala. 5. Pencatat (Recorder) Fungsi recorder sebagai alat untuk mencetak hasil percobaan pada sebuah kertas yang hasilnya disebut kromatogram (kumpulan puncak grafik). dan dengan demikian akan terjadi arus listrik yang lebih kuat. anggaplah bahwa satu senyawa dalam campuran anda analisa mulai masuk ke dalam detektor. Ketika dibakar.

akan menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk berkondensasi sebagai cairan pada awal kolom. Hal ini tidak selalu merupakan hal seharusnya. tetapi total area dibawah puncak. Perlu dicatat bahwa tinggi puncak tidak merupakan masalah. Waktu retensi Waktu yang digunakan oleh senyawa tertentu untuk bergerak melalui kolom menuju ke detektor disebut sebagi waktu retensi. Untuk senyawa tertentu. bagian kiri gambar adalah puncak tertinggi dan memiliki area yang paling luas. Senyawa yang mendidih pada temperatur yang lebih tinggi daripada temperatur kolom. dan area ini dapat dihitung secara otomatis melalui komputer yang dihubungkan dengan monitor.anda atau seseorang lain telah menganalisa senyawa murni dari berbagai senyawa pada kondisi yang sama. Area yang akan diukur tampak sebagai bagian yang berwarna hijau dalam gambar yang disederhanakan. Setiap senyawa memiliki waktu retensi yang berbeda. titik didih yang tinggi akan memiliki waktu retensi yang lama. waktu retensi sangat bervariasi dan bergantung pada: Titik didih senyawa. Waktu ini diukur berdasarkan waktu dari saat sampel diinjeksikan pada titik dimana tampilan menunujukkan tinggi puncak maksimum untuk senyawa itu. Pengukuran area selain tinggi puncak dapat dipergunakan dalam hal ini. . Dalam beberapa contoh tertentu. Area dibawah puncak sebanding dengan jumlah setiap senyawa yang telah melewati detektor. Dengan demikian. Mungkin saja sejumlah besar satu senyawa dapat tampak.. tetapi dapat terbukti dari kolom dalam jumlah relatif sedikit melalui jumlah yang lama.

tetapi pemisihannya kurang baik. Ini menunjukkan bahwa sifat retensi dapat digunakan untuk mengetahui suatu senyawa. senyawa yang menghabiskan lebih banyak waktunya dalam fase gas akan melalui kolom secara cepat dan dapat dideteksi. Dengan adanya sedikit pertambahan temperatur akan memperjelas perlekatan senyawa. waktu retensi atau volume retensi suatu zat terlarut merupakan suatu besaran dari zat terlarut tersebut. Untuk memberikan sampel dan kolom.Kelarutan dalam fase cair. Jawabannya dimulai dengan kolom dengan suhu yang rendah kemudian perlahan-lahan secara teratur temperaturnya dinaikkan. tidak akan terdapat jarak antara puncak-puncak dalam kromatogram. Kelarutan yang tinggi dalam fase cair berarti memiiki waktu retensi yang lama. Pada awalnya. Penerapan kromatografi gas  Untuk identifikasi senyawa Dengan suatu kolom tertentu dan dengan semua fariabelnya seperti temperatur dan laju alir. menggunakan temperatur tinggi. tetapi anda dapat mempunyai pengatur temperatur. Temperatur tinggi menyebakan pergerakan molekulmolekul dalam fase gas. segala sesuatunya akan melalui kolom lebih cepat. Semakin rendah temperatur kolom semakin baik pemisahan yang akan anda dapatkan. tidak ada banyak yang bisa dikerjakan menggunakan titik didih senyawa atau kelarutannya dalam fase cair. Senyawa yang lebih mudah larut dalam fase cair. tetapi akan memakan waktu yang lama untuk mendapatkan senyawa karena kondensasi yang lama pada bagian awal kolom. seperti halnya titik didih atau halnya indek bias adalah besaran. Temperatur kolom.. Peningkatan temperatur masih dapat lebih `melekatan` molekul-molekul fase diam melalui kolom. . Temperatur kolom yang tinggi mempersingkat waktu retensi untuk segala sesuatunya di dalam kolom. Dengan kata lain. Jika segala sesuatunya melalui kolom dalam waktu yang sangat singkat. dikendalikan secara cermat. atau karena energi atraksi yang tinggi cairan dan oleh karena itu tidak lama tertambatkan. akan mempunyai waktu lebih singkat untuk dibawa oleh gas pembawa. baik karena molekul-molekul lebih mudah menguap.

Langkah Kerja A. dan ini segera menghilangkan banyak jenis sampel. 4. Secara umum dengan detektor diferensial. Persiapan 1. Jumlah zat terlarut = faktor kalibrasi x luas dibawah pita elusi. Keterbasan GC adalah volatilitas sampel itu harus mempunyai tekanan uap yang cukup pada temperatur kolom tersebut. Analisis kuantitatif Dengan GC tergantung pada hubungan antara jumlah suatu zat terlarut dan ukuran dari pita elusi yang dihasilkan.kebanyakan sampel organik tidak cukup volatil untuk memungkinkan penerapan langsung dari GC. ukuran jumlah zat terlarut yang paling baik adalah luas dibawah pita elusi. . Suatu perhitungan yang aktual tidak mungkin dilakukan tetapi harus diperkirakan bahwa sekitar 20% senyawa kimia yang diketahui kurang cukup volatil. Hubungkan kabel power ke sumber listrik.

Jika diperlukan ganti dengan yang baru.atau scroll window bagian bawah hingga muncul tampilan berikut: 6. Hidupkan komputer dan printer. Perhatikan consumable part (septum. klik New Method File. Pada menu utama Windows. 5.glass insert. 6. 7.dll) 3. Buka aliran gas He.alat-alat gelas.split ratio. Buka aliran gas H2.laju alir.tisu. Pasang kolom sesuai kondisi analisis.isi parameter injector (suhu. klik File.microsyringe. klik Pada menu Login. Instrumentasi (Start Up) 1. Klik . Pada tab bar SPL1. Pada menu utama Real Time Analysis. 7. 4.dll).dll). Siapkan kebutuhan analisis (larutan baku. 5. 8.2. 10. Klik OK. Hidupkan GC-2010. 2. klik Pada menu utama GCsolution. 3. 9.sampel. Buka aliran gas N2. Pastikan kolom terpasang pada lubanginjektor dan detektor yang akan digunakan. isi kolom User ID dan Password. 4. Hidupkan kompresor udara. B. Klik tab bar Column akan muncul tampilan berikut: .

Untuk mencetak laporan secara otomatis.isi pada table Column Oven Temperature Program. Tunggu beberapa saat hingga semua parameter tercapai (muncul tampilan status Ready pada layer monitor). . pilih metode file yang diinginkan. Klik untuk mengaktifkan GC-2010. nolkanbaseline dengan mengklik 15. Save method file as. C. Injeksi 1. tunggu beberapa saat hingga muncul nilai slope test. klik Open. CATATAN: Untuk memanggil file metode yang sudah ada.8. Isi parameter kolom (suhu oven. Perhatikan baseline. 14. Pada menu Real Time Analysis. Isi parameter untuk sample yang akan diinjeksikan (terutama parameter Data File). 13. 9. Jika ingin mengatur program suhu.jenis kolom. i. Lakukan uji baseline dengan mengklik . tunggu hingga cukup lurus. 2. 12. Selanjutnya ikuti langkah No 11. Jika nilai slope telah sesuai dengan kriteria.dll). klik File. Jika diperlukan. Klik untuk mengirim parameter ke GC-2010. tulis nama file. Open Method File. klik . Klik tab bar FID1 akan muncul tampilan berikut: 10. klik . Simpan file metode dengan mengklik File.klik Save. 11. beri tanda √ pada kolom .analisis bisa segera dilanjutkan.

isi kolom User ID dan Password. 7. 3. 2. 9. 5. 5. 7. 8. 11. Untuk melihat laporan hasil klik . D.ulangi dari langkah No. . 4. Klik tab bar Compound akan muncul tampilan berikut: a. drag-in salah satu file data ke tampilan sebelah kanan.Report lalu pilih file format laporan yang diinginkan (misalnya file Laporan Sampel). Pada tampilan Data Explorer. klik . Tutup menu Real Time Analysis. Klik hingga muncul tampilan status Ready (Stand by). Klik Edit. Klik . Untuk mengukur sampel selanjutnya.drag-in file format laporan yang dimaksud. laporan akan langsung tercetak. 10. lalu tekan tombol START pada GC-2010. Klik OK. Pada tampilan menu utama Post Run Analysis. Injeksikan sejumlah larutan sample dengan menggunakan microsyringe ke injection port. Jika muncul tampilan menu Login. Isi nama komponen sesuai waktu retensi masing-masing. Jika 6. Klik . 3. telah diset sebelumnya. Klik View. Untuk memilih format laporan yang diinginkan. Kalibrasi Baku (Normalisasi Area) Dan Penentuan Nama Komponen 1. Analisis akan segera berlangsung sesuai waktu analisis yang telah diset. 6. 4. 12.1.

Pada tampilan Data Explorer. Klik Next akan muncul tampilan berikut: . 6. 2. Kalibrasi Baku (Baku Eksternal) 1. 7. Pada tampilan menu utama Post Run Analysis.klik lalu klik OK. Klik . 4. klik . Klik OK.13. Klik akan muncul tampilan berikut: 8. CATATAN: Jika injeksi dilakukan pada metode yang sudah terkalibrasimaka setelah injeksi (Langkah bab C. 5. 3. isi kolom User ID dan Password. drag-in salah satu file data ke tampilan sebelah kanan. E. Tutup menu Real Time Analysis. Klik . Untuk mencetak laporan. INJEKSI) laporan akan langsung menunjukkan nama dan konsentrasi komponen. Laporan akan langsung tercetak. Jika muncul tampilan menu Login.

Klik Finish.klik Next akan muncul tampilan berikut: a. Isi nama komponen dan konsentrasinya sesuai waktu retensi masing- masing. 12. 14. Beri tanda √pada komponen target.9. Jika ada pertanyaan klik Yes. Isi parameter tabel senyawaan. Klik untuk kembali ke tampilan utama Realtime Analysis. . 13. Klik File. 10. Klik Next akan muncul tampilan berikut: 11. klik Save Data and Method File.

klik lalu klik OK. CATATAN: Sebagai acuan. klik Open. klik Save Method File.drag-in file format laporan yang dimaksud. klik Open Method File. Klik . drag-in file metode yang telah diset sebelumnya ke tampilan sebelah kanan. pilih file metode untuk mematikan GC. Untuk mencetak laporan. Untuk memilih format laporan yang diinginkan. 2. G. klik Open Method File. CATATAN: Jika injeksi dilakukan pada metode yang sudah terkalibrasi maka setelah injeksi (Langkah bab C. CATATAN: Sebagai acuan. Pada tab bar Method. pilih file metode untuk pengkondisian kolom.untuk shutdown setelah penggunaan kolom Stabilwax pilih file Cooling down Stabilwax sedang untuk shutdown setelah penggunaan kolom Rtx-1 pilih file Cooling down Rtx-1. 20. 18. Pada menu utama Real Time Analysis klik File. 19. 17. F.untuk kondisioning kolom Stabilwax pilih file Conditioning Stabilwax sedang untuk kondisioning kolom Rtx-1 pilih file Conditioning Rtx-1. Untuk melihat laporan hasil klik . Untuk menyimpan file metode. drag-in file data sesuai konsentrasi pada deret baku. Pengkondisian Kolom 1. Pada tab bar Data. 22. Laporan akan langsung tercetak. Klik untuk mengirim parameter ke GC-2010. klik File. 16. 3. Tunggu beberapa saat hingga baseline cukup lurus atau ± 1 jam. 21. Kurva kalibrasi akan langsung tampil beserta persamaan garis yang dihasilkan.15. . INJEKSI) laporan akan langsung menunjukkan nama dan konsentrasi komponen. Pada menu utama Real Time Analysis klik File. Shut Down Dan Maintenance 1. klik Open.

Cuci microsyringe dengan pelarut yang sesuai hingga cukup bersih. 8. Klik untuk mengirim parameter ke GC-2010.printer dan kompresor udara). Klik untuk mematikan sistem GC-2010.343 34689957 Analisa Senyawa Campuran (Etanol dan Butanol) 114586448 89185776 206136318 204028988 .PC.167 72461385 Butanol 2 80 2.Setelah selesai. 7. 10. 11. Tutup aliran gas H2. 3.876 50820302 Butanol 1 120 2. 4. Tutup semua menu di computer. Matikan GC-2010. 9. Tutup aliran gas He. 5. 12. Tutup aliran gas N2.913 52989904 Etanol 2 80 1.2. Cabut semua kabel power dari sumber listrik (GC. Tunggu beberapa saat hingga muncul tampilan status Ready. Data Pengamatan Percobaan 1  Analisa Senyawa Tunggal No 1 2 3 4  Nama Senyawa T Oven ( ℃ ) Waktu Retensi Tinggi Puncak Lebar Area (mm) Kromatogram Kromatogram Etanol 1 120 1. 6. Keluarkan sisa air dari tangki kompresor udara dengan membuka kran draincock di sisi bagian bawah tangki.lakukan shut down computer. 5.tutup kembali.

292 19365784 46277468 19948876 45460132 35625362 90928893 37338116 93815078 Percobaan II  Analisa Senyawa Tunggal No 1 2 3 4  No 1 2 Nama T Kolom Waktu Retensi Tinggi Puncak Lebar Area Senyawa ( ℃ ) (mm) Kromatogram Kromatogram Etanol 1 Etanol 2 Butanol 1 Butanol 2 130 150 130 150 1.841 2.842 2.300 20403860 26199939 18408898 25706502 39049324 97135668 40240753 94990364 Etanol Butanol Etanol Butanol 130 150 6.No 1 2 Nama Senyawa Etanol Butanol Etanol Butanol T Oven ( ℃ ) 120 80 Waktu Retensi Tinggi Puncak Lebar Area (mm) Kromatogram Kromatogram 1. tidak semua senyawa dapat dipisahkan dengan menggunakan metode kromatografi . sedangkan fasa geraknya berupa gas. Pada percobaan inikolom yang digunakan adalah kolom kapiler.852 2. helium.Gas pembawa mengalir dengan cepat.898 2. Inilah keuntungan pemisahan dengan menggunakan GC.145 1. dan udara tekan . oleh karena itu proses pemisahan hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja. hidrogen.294 1. Fasa diamnya berupa cairan yang melekat pada zat pendukung (adsorben). Analisa Percobaan Pemisahan pada kromatografi gas didasarkan pada perbedaan kecepatan migrasi komponen-komponen suatu cuplikan di dalam kolom. maka fasa gerak disebut juga sebagai gas pembawa (carrier gas).Karena gas ini berfungsi membawa komponen-komponen sepanjang kolomhingga mencapai detektor. gas pembawa yang digunakan adalah nitrogen.345 29553665 55167242 35069573 35444682 139206749 97300600 203695518 217463359 Analisa Senyawa Campuran (Etanol dan Butanol) Nama T Kolom Waktu Retensi Tinggi Puncak Lebar Area Senyawa ( ℃ ) (mm) Kromatogram Kromatogram 1.366 2.867 1. Namun.885 2. Perbedaan migrasi ini terjadi karena perbedaan interaksi komponen-komponen tersebut dengan fasa diam dan fasa gerak.

Percobaan dimulai dengan memasukkan masing-masing larutan benzena. maka penentuan komposisi dalam campuran dapat menjadi kurang tepat. Waktu retensi adalah waktu yang diperlukan oleh senyawa untuk melewati kolom. . serta area puncak. Jika terjadi keterlambatan atau terlalu cepat menekan tombol start. Proses pemasukkan zat ini dimulai dengan menyuntikkan zat dengan alat syringe bersamaan dengan ditekannya tombol start. Lamanya proses ini tergantung dari tingkat volatilitas dari senyawa yang ingin kita pisahkan. Kromatogram ini mencatat waktu retensi.gas. kromatografi gas juga dapat digunakan dalam analisa. Penekanan tombol start ini merupakan inisiasi dari gas pembawa yang juga dimasukkan ke dalam kolom. Untuk perhitungan ini pun kemungkinan masih ada galat. baik analisa kualitatif maupun kuantitatif. Setelah sekian menit. tinggi. pada minggu pertama suhu oven dibuat bervariasi yaitu 80 ℃ dan 120 ℃ dan pada minggu ke dua suhu kolom yang dibuat bervariasi yaitu 130°C dan 150°C. serta lebar aream. Kesimpulan  Kromatografi gas dapat digunakan dalam analisa kuantitatif dan kualitatif  Temperatur akan mempengaruhi waktu retensi  Kriteria senyawa yang dapat dipisahkan dengan metode Kromatografi Gas yaitu adalah zatnya harus mudah menguap serta stabil saat pengujian . Jika senyawanya mudah menguap. Sebelum dilakukan pengukuran. Senyawa-senyawa yang dapat dipisahkan dengan menggunakan metode ini adalah senyawa yang memenuhi dua persyaratan yaitu mudah menguap saat diinjeksikan. akan dimulai proses pemisahan senyawa-senyawa campurannya.Selain berfungsi dalam pemisahan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap waktu retensi. instrumen GC harus dibiarkan selama ± 1 jam agar aliran gas pembawa tetap sehingga kolom tidak akan cepat rusak. dan stabil pada suhu pengujian (50-300°C) yakni tidak mengalami penguraian atau pembentukan menjadi senyawa lain. Setelah dimasukkan ke dalam kromatograf. pada printer akan tercetak kromatogram. Begitupun sebaliknya. 7. Butanol dan Campuran antara Etanol dan Butanol. maka prosesnya akan berlangsung dengan lebih cepat.Adapun percobaan ini dilakukan sebanyak 2 minggu. Sampel yang dianalisa pada praktikum ini yaitu : Etanol. toluena dan xylena ke dalam kromatograf. lebar dari puncak yang terbentuk.

sg/2012/11/laporan-praktikun-kromotografi-gasgc.blogspot. Metode pemisahan dengan Kromatografi gas ini sendiri berdasarkan fase diam dan fase gerak 8.html  http://arhalmaturidi.blogspot.sg/2012/12/kromatografi-gas-gaschromatography. Daftar Pustaka  http://serbamurni.html  Petunjuk Singkat Pengoperasian Gc-2010af Shimadzu.pdf Skema Kromatografi Gas .

Gambar Alat .