You are on page 1of 3

PENANGANAN LIMBAH INFEKSIUS

(KHUSUS) LABORATORIUM
No. Dokumen :231/TU.01/UPT/VI/2016
SOP

No. Revisi
:0
TanggalTerbit : 11 / 06 / 2016
Halaman
:1/3

UPT Puskesmas
Rukun Lima

Pengertian

= Nining Julie Astuty=
NIP:196907022005022002

Adalah proses yang dilakukan dalam penanganan limbah laboratorium yang
terdiri dari limbah khusus.
Yang dimaksud dengan limbah khusus terdiri dari :
1. Limbah khusus padat yaitu peralatan habis pakai seperti alat suntik,
sarung tangan, kapas, botol spesimen, kemasan reagen, sisa spesimen
(ekskreta) dan medium pembiakan.
2. Limbah khusus cair yaitu: pelarut organik, bahan kimia untuk pengujian,

Tujuan

air bekas pencucian alat, sisa spesimen (darah dan cairan tubuh).
Agar pengolahan limbah dapat dilakukan sesuai prosedur dengan sebaikbaiknya sehingga limbah yang infektif tidak menjadi sumber penularan
penyakit yang dapat membahayakan kesehatan petugas laboratorium

Kebijakan

maupun masyarakat di sekitar Puskesmas Rukun Lima
SK Kepala UPT Puskesmas Rukun Lima nomor : /TU.01/UPT/

Referensi

tentang penanganan dan pembuangan bahan berbahaya.
1. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Puskesmas

/2016

2. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 857 Tahun 2009 Tentang Pedoman
Penilaian Kinerja SDM Puskesmas
3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 37 Tahun 2012 Tentang
Prosedur

Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan Masyarakat
Penanganan limbah khusus :
1. Limbah khusus padat
1.1 Tajam
Misalnya : jarum suntik, lanset.
Limbah ini dimasukkan

ke dalam tempat sampah khusus (berwarna

merah) yang disediakan oleh petugas laboratorium Puskesmas Rukun
Lima. Sebulan ato dua bulan sekali petugas laboratorium mengambil

5% selama minimal 30 menit.2. petugas laboratorium langsung mengambil dan membuangnya serta memusnahkan ke RS Umum Daearah Ende. Limbah medis cair Sisa darah dibuang dalam tempat penampung khusus lalu diberi larutan lisol 0. 1.5% selama minimal 30 menit lalu dimasukkan ke dalam kantong plastik yang diikat tali rafia dan diberi label sampah medis.2.tempat sampah ini dan menukarnya dengan yang baru.2 Bekas tempat feses. Bila tempat sampah sudah penuh sebelum waktu pengambilan.2. 1. Cairan bekas pencucian alat dan cairan bekas pemeriksaan dibuang di tempat khusus untuk pembuangan limbah yang pembuangan limbah akhir.1 Tabung spuit direndam dalam larutan lisol 0. bekas tempat urine dan sisa feses dimasukkan kedalam kantong plastic khusus yang diikat tali :affia dan diberi label.2 Tidak tajam 1. 1. 1. lalu diletakkan bersama bekas spuit. Diagram alur Unit Terkait Puskesmas Rukun Lima kemudian dialirkan ketempat . kemudian dibuang di saluran pembuangan limbah. Kantung plastik ini setiap hari diletakkan di tempat yang telah disiapkan dan kemudian diambil oleh petugas laboratorium.3 Sisa media penyakit Infeksius seperti Sputum pot untuk pemeriksaan TBC setelah dibuat fiksasi ditambahkan dengan lisol secukupnya untuk membunuh kuman sementara setelah itu dikirim ke RS untuk dimusnahkan mengingat di puskesmas belum ada alat insenerator.