You are on page 1of 14

Materi Pelatihan

Standar, Indikator Kinerja dan

Evaluasi

INDIKATOR KINERJA
WAKTU : 3 sesi @ 90 menit (270 menit)
TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini peserta diharapkan dapat memahami
mengenai standar, indikator kinerja dan evaluasi termasuk kepentingannya untuk
mengembangkan kualitas kinerja bidan dan perawat dalam tatanan klinis.

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah menyelesaikan kegiatan sesi ini, peserta diharapkan dapat:
1. Mengetahui konsep standar, indikator kinerja, dan evaluasi yang berhubungan
dengan peningkatan kinerja klinis bagi bidan dan perawat.
2. Mengenal keterkaitan konsep ini dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan
keperawatan dan kebidanan.
3. Mengenal fungsi standar, indikator, dan evaluasi dalam kaitan meningkatkan
kualitas sistem pelayanan kesehatan di komunitas dan rumah sakit.
4. Mengenal variasi dari metoda monitoring dan evaluasi.
5. Menuliskan dan mengembangkan alat untuk mengukur kinerja klinis.

MATERI
A. Lingkup Manajemen Kinerja
1.

Performance awareness, dengan penekanan pada standar, mencakup konsep dasar
dan isu praktis seperti pengembangan dan desiminasi.

2.

Pengukuran Kinerja, dengan penekanan kepada penggunaan dan pengembangan
indikator, alat, dan sistem pengumpulan data.

3.

Peningkatan Kinerja, yang memfokuskan pada evaluasi dan meningkatkan kinerja
bagi bidan dan perawat.

WHO

SEA – NURS – 429, 1N O OSD 001/1.2.

Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK –
Januari 2003

226

Materi Pelatihan Standar. Metoda Evaluasi Kinerja Klinis METODA 1. Evaluasi Kinerja Klinis 3. Kerja Kelompok 4. Penugasan 3. 1N O OSD 001/1. Indikator Kinerja dan Evaluasi B. Aplikasi Manajemen Kinerja dalam asuhan keperawatan dan kebidanan 1. Konseptual kerangka kerja 2.2. Presentasi – Diskusi Pleno WHO SEA – NURS – 429. Kuliah singkat 2. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 227 .

kerja kelompok. 1N O OSD 001/1.Materi Pelatihan Standar. kombinasi antara kuliah singkat. Rencana pengajaran ketiga sesi sebagai berikut: Sesi I: Sesi III: Sesi IV: Bagian A: Bagian A: Bagian A: Topik : Introduksi dari lingkup manajemen kinerja Topik: Indikator Kinerja dan Evaluasi Topik: Menulis alat evaluasi kinerja klinis keperawatan dan kebidanan Metoda : Kuliah singkat Metoda: Kuliah singkat Metoda: Kuliah singkat Waktu: 30 min Waktu: 30 min Waktu: 30 min Bagian B: Bagian B: Bagian B: Topik: Memprioritaskan fungsi kunci Topik: Indikator Kinerja dan Evaluasi Topik: Menulis alat evaluasi kinerja klinis keperawatan dan kebidanan Metoda: Kerja kelompok dan pleno Metoda: Kerja kelompok dan pleno Metoda: Kerja kelompok dan pleno Waktu: 60 min Waktu: 60 min Waktu: 60 menit WHO SEA – NURS – 429. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 228 .2. Indikator Kinerja dan Evaluasi RENCANA PENGAJARAN Proses pembelajaran ini meliputi 3 sesi @ 90 menit secara intensif. dan diskusi pleno.

Bertemunya persepsi yang sama antara dua komponen tersebut dalam menentukan sasaran dan tujuan. Model pengembangan dan manajemen kinerja klinis (SPMKK) bagi perawat dan bidan. dimulai dari elemen terkecil dalam organisasi yaitu pada tingkat "First Line Manager". Menentukan tingkat prestasi melalui indikator kinerja klinis akan menyentuh langsung faktor -faktor yang menunjukkan indikasi-indikasi obyektif terhadap pelaksanaan fungsi/tugas seorang perawat atau bidan. sejauh mana fungsi dan tugas yang WHO SEA – NURS – 429. Melalui kinerja klinis perawat dan bidan. karena kinerja diukur berdasarkan standar. Untuk mengukur kinerja perawat dan bidan pada tatanan klinis. mau.2.Materi Pelatihan Standar. karena produktifitas (jasa) berada langsung ditangan individu-individu dalam kerja tim. yang berdampak terhadap pelayanan kesehatan secara umum pada organisasi tempatnya bekerja. diharapkan kesadaran akan tumbuh. dan dampak akhir bermuara pada kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. untuk dimonitor. 1N O OSD 001/1. merupakan modal utama untuk meningkatkan kinerja dalam suatu organisasi. Mutu tidak terpisahkan dari standar. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 229 . Namun demikian komitmen dan dukungan pimpinan puncak dan stakeholder lainnya tetap menjadi kunci utama. dan mampu mengidentifikasi kualitas kinerja masing-masing. diperbaiki serta ditingkatkan secara terus menerus. Indikator Kinerja dan Evaluasi M ATE R I I N D I K A TO R K I N E R J A Pendahuluan Kinerja (performance) menjadi isu dunia saat ini. Hal tersebut terjadi sebagai konsekuensi tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan akan pelayanan prima atau pelayanan yang bermutu tinggi. Dengan demikian. digunakan "indikator kinerja klinis" sebagai langkah untuk mewujudkan komitmennya guna dapat menilai tingkat kemampuan individu dalam tim kerja. diharapkan dapat menunjukkan kontribusi profesionalnya secara nyata dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan dan kebidanan.

1986) 4. 2. Kinerja: Keberhasilan seseorang dalam melaksanakan suatu pekerjaan (As'ad. Kinerja: adalah catatan tentang hasil-hasil yang diperoleh dari fungsi-fungsi pekerjaan atau kegiatan tertentu selama kurun waktu tertentu (Bernardin dan Russel. Indikator Kinerja dan Evaluasi dilakukan memenuhi standar yang ditentukan. Dari berbagai pengertian tersebut diatas. sama dengan prestasi kerja. Pengertian Kinerja Kata kinerja (performance) dalam konteks tugas. 1N O OSD 001/1. Mengingat kinerja mengandung komponen kompetensi dan produktifitas hasil. Bila disimak lebih lanjut apa yang terjadi dalam sebuah pekerjaan atan jabatan adalah suatu proses yang mengolah in-put menjadi out-put (hasil kerja). Kompetensi berarti individu atau organisasi memiliki kemampuan untuk mengidentifikasikan tingkat kinerjanya. dan dibawah ini disajikan beberapa diantaranya: 1. 1993). 1977) Kinerja mengandung dua komponen penting yaitu 1. WHO SEA – NURS – 429. 2.Materi Pelatihan Standar. Kinerja adalah apa yang dapat dikerjakan sesuai dengan tugas dan fungsinya (Gilbert. 1991) 3. Penggunaan indikator kunci untuk mengukur hasil kinerja individu. Para pakar banyak memberikan definisi tentang kinerja secara umum. Produktifitas: kompetensi tersebut diatas dapat diterjemahkan kedalam tindakan atau kegiatan-kegiatan yang tepat untuk mencapai hasil kinerja (outcome).2. maka hasil kinerja sangat tergantung pada tingkat kemampuan individu dalam pencapaiannya. pada dasarnya kinerja menekankan apa yang dihasilkan dari fungsi-fungsi suatu pekerjaan atau apa yang keluar (out-come). Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 230 . bersumber dari fungsi-fungsi yang diterjemahkan dalam kegiatan/tindakan dengan landasan standar yang jelas dan tertulis. Kinerja adalah pekerjaan yang merupakan gabungan dari karakteristik pribadi dan pengorganisasian seseorang (Kurb.

Kinerja Klinis Pengembangan dan managemen kinerja pada dasarnya sebuah proses dalam managemen sumber daya manusia. Rumusan ini mencakup kegiatan yang dituntut untuk memberikan kontribusi berupa hasil kerja WHO SEA – NURS – 429. Merumuskan tanggung jawab dan tugas yang harus dicapai oleh seorang perawat/bidan dan disepakati oleh atasannya. Peningkatan prestasi kerja perorangan pada gilirannya akan mendorong kinerja staf. kepemimpinan. sikap. Implikasi dari kata "manajemen" berarti proses diawali dengan penetapan tujuan dan berakhir dengan evaluasi. 1N O OSD 001/1. Indikator Kinerja dan Evaluasi Menurut Gibson (1987) ada 3 faktor yang berpengaruh terhadap kinerja seseorang antara lain : 1. Faktor psikologis: persepsi. Merangsang minat dalam pengembangan pribadi dengan meningkatkan hasil kerja melalui prestasi pribadi. ketrampilan. desain pekerjaan. 2. peran. Faktor individu: kemampuan. Memberikan kesempatan kepada staf untuk menyampaikan perasaannya tentang pekerjaan. 3. Faktor organisasi : struktur organisasi. motivasi dan kepuasan kerja 3. sistem penghargaan (reward system) Tujuan 1. Meningkatkan prestasi kerja staf. pengalaman tingkat sosial dan demografi seseorang. baik secara individu maupun dalam kelompok setinggi tingginya. Secara garis besar ada lima kegiatan utama yaitu: 1. 2.Materi Pelatihan Standar. kepribadian. Kata "klinis" menunjukkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan berada pada tatanan pelayanan langsung kepada asuhan pasen. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 231 . latar belakang keluarga. sehingga terbuka jalur komunikasi dua arah antara pimpinan dan staf.2.

Contoh: berat badan bayi dan umurnya adalah indikator status nutrisi dari bayi tersebut ( Wilson & Sapanuchart. Indikator Kinerja dan 232 Evaluasi (outcome). yang dapat dipergunakan untuk mengukur perubahan (Green. Indikator adalah pengukuran tidak langsung suatu peristiwa atau kondisi. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 . 2. 1981) Ada dua kata kunci penting dalam pengertian tersebut diatas adalah pengukuran dan perubahan. 5. Melakukan "monitoring". 2. Indikator yang berfokus pada hasil asuhan kepada pasen dan proses-proses kunci serta spesifik disebut indikator WHO SEA – NURS – 429. Menilai prestasi perawat/bidan tersebut dengan cara membandingkan prestasi aktual dengan standar yang telah ditetapkan. Memberikan umpan balik kepada perawat/bidan yang dinilai berhubungan dengan seluruh hasil penilaian. Pada kesempatan tersebut atasan dan staf mendiskusikan kelemahan dan cara perbaikannya untuk meningkatkan prestasi berikutnya. koreksi. Indikator adalah variable untuk mengukur suatu perubahan baik langsung maupun tidak langsung (WHO. 4. Menyepakati sasaran kerja dalam bentuk hasil yang harus dicapai dalam kurun waktu tertentu. termasuk penetapan standar prestasi dan tolak ukurnya. 3.Materi Pelatihan Standar. 1992). Untuk mengukur tingkat hasil suatu kegiatan digunakan "indikator" sebagai alat atau petunjuk untuk mengukur prestasi suatu pelaksanaan kegiatan. 1993). Pengertian Indikator Ada beberapa pengertian yang disampaikan oleh para pakar antara lain: 1. 3. memfasilitasi serta memberi kesempatan untuk perbaikan. Indikator adalah variabel yang mengindikasikan atau menunjukkan satu kecenderungan situasi. 1N O OSD 001/1.2.

2. Dapat dipercaya (Reliable): mampu menunjukkan hasil yang sama pada saat yang berulang kali. 3. mungkin tidak relevan mengukurnya dengan ukuran kuantitatif untuk mengambil suatu keputusan. Indikator Kinerja dan Evaluasi klinis.pasen. Monitoring dilakukan terhadap indikator kunci guna dapat mengetahui penyimpangan atau prestasi yang dicapai. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 233 . Sahih (Valid) artinya indikator benar-benar dapat dipakai untuk mengukur aspekaspek yang akan dinilai. Spesifik (Specific) memberikan gambaran prubahan ukuran yang jelas dan tidak tumpang tindih.Materi Pelatihan Standar. tetapi dapat dianalogikan sebagai "bendera" yang menunjuk adanya suatu masalah spesifik dan memerlukan monitoring dan evaluasi. Peka (Sensitive): cukup peka untuk mengukur sehingga jumlahnya tidak perlu banyak. Klasifikasi Indikator Sistem klasifikasi indicator didasarkan atas kerangka kerja yang logis dimana kontinuum masukan (input) pada akhirnya mengarah pada luaran (outcomes). Relevan: sesuai dengan aspek kegiatan yang akan diukur dan kritikal contoh: pada unit bedah indikator yang dibuat berhubungan dengan pre-operasi dan postoperasi. Sebagai contoh dalam komunikasi: bagaimana kualitas komunikasi interpersonal antara perawat . Indikator tidak dipergunakan secara langsung untuk mengukur kualitas pelayanan. Dalam beberapa kegiatan. 2. Indikator klinis adalah ukuran kuantitas sebagai pedoman untuk mengukur dan mengevaluasi kualitas asuhan pasen dan berdampak terhadap pelayanan. 5. 1N O OSD 001/1. Indikator Memiliki Karakteristik sebagai berikut : 1. 4. untuk waktu sekarang maupun yang akan datang. maka pengukurannya adalah melalui observasi langsung untuk mengetahui bagaimana kualitas interaksinya. Dengan demikian setiap individu akan dapat menilai tingkat prestasinya sendiri (self assesment). WHO SEA – NURS – 429.

Indikator outcome : dipergunakan untuk menilai perubahan atau dampak (impact) suatu program. Indikator adalah pengukuran kuantitatif. 2. sikap. Indikator ini juga disebut indicator effect. Denominator data penyebut adalah jumlah target sasaran atau jumlah seluruh pasen yang menjadi sasaran pemberian WHO SEA – NURS – 429.2. 1N O OSD 001/1. termasuk pengetahuan. Pengukuran Indikator Kinerja Klinis Untuk menilai keberhasilan suatu kegiatan pelayanan keperawatan/kebidanan dipergunakan indikator kinerja klinis. peraturan/kebijakan. dan outcome adalah dampaknya sebagai efek output antara lain menurunnya morbiditas dan mortalitas dari upaya pencegahan penyakit melalui immunisasi (outcome) Indikator Kinerja Klinis Mengidentifikasi indikator yang tepat untuk suatu tindakan klinis yang memerlukan pertimbangan yang selektif dan membangun konsesus diantara manager lini pertama (First Line Manager) dan staf. Indikator output : mengukur hasil meliputi cakupan. 4. Ilustrasi dari kontinuum indikator dengan contoh kegiatan imunisasi: Input meliputi peralatannya. output meliputi cakupan pemberian meningkat adalah (output). proses adalah kegiatan dalam melakukan aktifitas pemberian imunisasi. perkembangan jangka panjang termasuk perubahan status kesehatan masyarakat/penduduk. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 234 . alat/fasilitas. Indikator proses adalah memonitor tugas atau kegiatan yang dilaksanakan. sehingga apa yang akan dimonitor dan dievaluasi akan menjadi jelas bagi kedua belah pihak.Materi Pelatihan Standar. informasi. Indikator input merujuk pada sumber-sumber yang diperlukan untuk melaksanakan aktivitas al: personel. dan perubahan perilaku yang dihasilkan oleh tindakan yang dilakukan. vaksin dan alat proteksi dan staf yang terlatih. Indikator Kinerja dan Evaluasi 1. dana. Numerator adalah suatu data pembilang dari suatu peristiwa (events) yang yang sudah diukur. 3. umumnya pengukuran kuantitatif meliputi numerator dan denominator.

Untuk mengukur suatu peristiwa yang terjadi.2. mingguan. Tetapi dalam kondisi tertentu indikator tanpa denominator (hanya data pembilang) sangat berarti untuk kejadian jarang atau langka tetapi penting misalnya kematian ibu. bumil. 1N O OSD 001/1. Cara pengukuran ini disebut dengan proprosi. Indikator Kinerja dan Evaluasi asuhan/pelayanan. Indikator yang meliputi denominator sangat berguna untuk memonitor perubahan dan membandingkan tingkat keberhasilan suatu area dengan area lain pada suatu wilayah. Indikator dapat dikategorikan serius dari peristiwa yang diukur. Contoh data denominator di puskesmas: populasi sasaran dalam satu wilayah seperti: jumlah balita. bayi baru lahir. Bila peristiwa tersebut dinilai sangat berbahaya atau berdampak luas. bulanan. Indikator klinis yang dirumuskan dalam hal ini adalah tidak terjadi pleibitis setelah 3x24 jam sejak pemasangan contoh dibawah ini dapat dihitung dalam proporsi sebagai berikut: Jumlah pasen dengan Intra Vena terapi terkena plebitis _____________________________________________ X100 % Jumlah semua pasen dengan IV terapi Waktu yang dipergunakan dalam pengukuran indikator bisa harian. walaupun frekuensinya rendah. WHO SEA – NURS – 429. Misalnya pemasangan infus (IV terapi) yang menimbulkan pleibitis adalah suatu peristiwa (numerator) dan pemasangan infus merupakan kegiatan yang dilakukan pada sejumlah pasen yang memerlukan tindakan pemasangan infus adalah peristiwa yang universal (denominator). maka peristiwa tersebut dibandingkan dengan sejumlah peristiwa yang universal.Materi Pelatihan Standar. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 235 . maka diperlukan pengawasan atau monitoring yang lebih intens untuk perbaikan yang lebih cepat Indikator adalah suatu peristiwa (event) atau suatu kondisi.

dalam upaya mempertahankan kinerja yang sudah meningkat. (2) menghindari aspek hukum yang berkaitan dengan pengukuran dan hasil data yang dikumpulkan. akan sangat sulit menyusun indikator yang relevan. dimana pengumpulan data. Pengumpulan data indikator kinerja Pengumpulan data indikator merupakan tulang punggung dari program pengukuran kinerja. Ada enam sasaran kunci pengumpulan data kinerja: (1) menata sistem informasi yang akurat yang mendasari keputusan mendatang. 1N O OSD 001/1. (4) menumbuhkan motivasi staf dan merencanakan peningkatan kinerja itu sendiri. (5) mengumpukan data interval secara reguler terhadap proses-proses kritis. tanpa standar yang tertulis. Indikator yang baik diperoleh dari standar tertulis. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 236 . (3) menemukan lingkungan tepat yang dapat memberikan peluang untuk melakukan tindakan. Oleh karena itu sebaiknya perangkat berupa standar tertulis perlu dipersiapkan organisasasi.Materi Pelatihan Standar.2. Siapa yang harus mengumpulkan data? Apa tujuan pengumpulan data? Apa sumber datanya? Berapa banyak data harus dikumpulkan? Apa alat yang akan digunakan? Penyimpangan apa yang terjadi? Evaluasi data penyimpangan kinerja melalui indikator kinerja klinis adalah satu bagian WHO SEA – NURS – 429. Indikator Kinerja dan Evaluasi besarnya masalah atau situasi.epat. Hal tersebut hanya dapat dikembangkan melalui sistem manajemen informasi yang t. (6) mengumpulkan data obyektif dan subyektif. sehingga dapat memberikan makna terhadap perubahan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan dalam suatu organisasi. Rancangan sistem pengumpulan data kinerja untuk mencapai sasaran harus mempertimbangkan masalah atau isue yang ada. pengorganisasian serta reaksi terhadap data kinerja direncanakan dan diorganisir secara sistematik.

Materi Pelatihan Standar. Pada banyak organisasi. 3. Buatlah indikator untuk setiap jenis kegiatan tersebut. Kesimpulan WHO SEA – NURS – 429. Tiap kelompok mengidentifikasi satu fungsi dan diterjemahkan kedalam kegiatankegiatan. apabila staf menyadari dan menerima bahwa praktek cuci tangan penting untuk meningkatkan mutu kinerja dan akan dimonitor atau dievaluasi. Kedua penyebab khusus: terjadinya penyimpangan kinerja disebabkan karena. survey khusus sebelum mengarah pada suatu pengambilan keputusan. erat kaitannya dengan penyimpangan minor yang terjadi dalam suatu organisasi pelayanan kesehatan tanpa memperdulikan sistem yang sudah mapan. 1N O OSD 001/1. keterbatasan fasilitas. keterbatasan sumber-sumber untuk mendeteksi penyebab dalam setiap penyimpangan minor masih dapat ditoleransi. bila ada koreksi lakukan perbaikan. Bagi peserta dalam kelompok perawat dan bidan puskesmas dan Rumah Sakit. 2. informasi yang diperoleh dari indikator akan memerlukan tindak lanjut melalui investigasi: seperti kunjungan supervisi untuk mengumpulkan lebih banyak data kualitatatif. Ada dua jenis penyimpangan. kurang pengetahuan dan ketrampilan.2. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 237 . kesalahan staf itu sendiri. Oleh karena itu. Indikator Kinerja dan Evaluasi penting dari dalam peningkatan kinerja. Presentasikan hasil diskusi. dan pilih indikator kunci dari seluruh kegiatan tersebut 4. sistem atau prosedur yang tidak jelas. pertama penyebab umum terjadinya penyimpangan. Target suatu indikator adalah menggunakan deviasi standar untuk mengidentifikasi penyebab penyimpangan. Indikator diarahkan sebanyak mungkin pada tindakan. Penyebab khusus terjadinya penyimpangan lebih mudah dikoreksi dari pada penyebab umum. Penyebab penyimpangan kinerja staf juga bisa terjadi karena. Tugas 1. kemampuan yang kurang dalam pemeliharaan peralatan. Sebagai contoh: keharusan mencuci tangan secara rutin mungkin meningkat drastis.

-sama dapat dilakukan evaluasi dan perbaikan yang mengarah pada perbaikan kinerja dan bermuara pada peningkatan mutu pelayanan. DR. WHO SEA – NURS – 429.2. Ruky. dan berusaha untuk memperbaikinya. Berikan salah satu pengertian indikator. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 238 . 3. Sebutkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja. Jelaskan kriteria indikator yang baik. Bagaimana mengukur kinerja dengan indikator klinis? Referensi 1. Faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap kinerja seseorang? 3. Evaluasi Proses “Indikator“ 1. Sistem penilaian kinerja dengan indikator kunci akan memberikan kesempatan kepada manager dan staf untuk melakukan komunikasi interpersonal yang efektif. 2. Apa yang dimaksud dengan indikator klinis? 4. cara ini akan memberikan kesempatan bagi staf perawat dan bidan untuk melakukan "self assessment“ sehingga dapat mengetahui tingkat kemampuannya. Apa saja komponen indikator yang ideal? 5. Indikator Kinerja dan Evaluasi Mengukur kinerja perawat dan bidan dengan menggunakan indikator kinerja klinis merupakan suatu langkah yang mempunyai keuntungan ganda. Pertama. Apa manfaat dari indikator? Evaluasi Proses “Kinerja“ 1. Achmad S. seseorang.(2001) "Sistem Manajemen Kinerja" PT Gramedia. Sebutkan pengertian indikator klinis? 4. 1N O OSD 001/1. Peningkatan kemampuan dan produktifitas individu-individu akan memberikan kontribusi peningkatan mutu pelayanan pada organisasinya yang bermuara. 5. sehingga secara bersama. Jakarta. Apa yang dimaksud dengan kinerja? Sebutkan 2 komponen kinerja. pada kepuasan pasen dan staf.Materi Pelatihan Standar. 2.

1N O OSD 001/1. Indikator Kinerja dan Evaluasi 2. Jakarta 1998 WHO SEA – NURS – 429. Genewa. 4. 3. A Guide to System Wide Performance Management in Health Care". "Managing Quality. Departemen Kesehatan RI "Petunjuk Pelaksanaan Mutu Pelayanan Rumah sakit“. Mosby Year Book. WHO dan Direktorat Jendral Pelayanan Medik. 5. The PHC MAP Series of Module" Monitoring and Evaluating Programs".Katz and Eleanor Green (1997). World Health Organization (2000) "Design and Implementation of Health Information System". Jacqueline M. Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003 239 .2.Materi Pelatihan Standar. The Agha Khan Foundation USA (1993).