You are on page 1of 15

METODOLOGI PENELITIAN AKUNTANSI

“RESEARCH IN BUSINESS, ETHICS IN BUSINESS RESEARCH, THINKING
LIKE A RESEARCHER”

“SAP KE – 2”

Oleh:
Kelompok 1

1. Ida Ayu Trisna Yudi Asri

(1681611001)

2. Luh Gede Bevi Libraeni

(1681611002)

3. Ni Made Sintya Surya Dewi

(1681611003)

4. Ni Made Priska Paramita Pratiwi

(1681611004)

Program Pascasarjana
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Udayana
2016

Lapisan atas organisasi memandang riset sebagai langkah pertama yang mendasar dalam semua keputusan dan yang menggunakan visi kreatif dan inovatif guna menetapkan metodologi pemilik. Persaingan yang lebih ketat d. tetapi hanya mengandalkan metode yang sudah teruji dan terbukti. lapisan tengah dan lapisan dasar. Perspektif baru mengenai metodelogi riset yang sudah mapan Perencanaan dalam riset bisnis sangatlah penting untuk memahami bagaimana informasi baik bersumber dari sistem pendukung maupun intelijen bisnis dapat menggerakkan suatu pengambilan keputusan yang berhubungan dengan sasaran dan taktik organisasi sehingga nantinya hasil riset akan dapat memberikan berbagai alternatif solusi guna mengambil keputusan yang paling efektif. Kematangan manajemen sebagai kelompok disiplin g. Para pihak yang berkepentingan menuntut pengaruh yang lebih besar c. Riset bisnis adalah proses penetapan. Ledakan pertumbuhan dan pengaruh dari internet b. Hanya sebagian organisasi menetapkan riset sebagai dasar dalam proses pengambilan keputusan tetapi organisasi yang sukses semakin banyak melakukannya. Lapisan tengah meliputi manajer yang sekali-kali berpaling pada riset ketika mereka melihat resiko strategi atau taktik tertentu terlalu besar untuk dilanjutkan tanpa riset. penganalisisan dan penyintesaan.faktor yang dapat merangsang minat dalam mempelajari metode riset antara lain: a.1. Faktor. pemerolehan. Lebih banyak keputusan yang rumit f. Hierarki pengambilan keputusan berbasis informasi di bagi menjadi tiga lapisan yaitu lapisan atas. Lebih banyak campur tangan pemerintah e. Akibatnya. muncul hierarki pengambilan keputusan berbasis riset. Lapisan bawah . RISET DALAM BISNIS Riset merupakan proses menemukan solusi terhadap suatu masalah setelah melakukan studi dan analisis yang mendalam mengenai faktor-faktor situasional yang dapat memengaruhi masalah tersebut. Kemampuan dan kecepatan menghitung yang lebih besar h. dan penyebaran (data. informasi dan wawasan) yang relevan kepada pengambil keputusan dengan cara yang memobilisasi organisasi guna mengambil tindakan yang tepat sehingga dapat memaksimumkan kinerja bisnis.

Teknik analisis yang tepat harus digunakan. Struktur industri riset dapat diuraikan dalam pengertian pemasok riset internal dan pemasok riset eksternal bagi perusahaan. pengoperasian dengan staf kecil yang melakukan beberapa studi kualitatif hingga devisi berstaf besar yang lebih mendekati struktur perusahaan riset eksternal. Dalam proses penalaran. etis serta dapat diulang dengan bukti adanya objektivitas. Pelaporan prosedur kekuatan dan kelemahan harus lengkap dan jujur dijelaskan. Riset yang baik pada dasarnya akan menghasilkan data yang dapat dipercaya yang diperoleh dari praktik yang dijalankan secara profesional dan dapat digunakan secara andal dalam pengambilan keputusan.adalah manajer yang sengaja atau berdasarkan keadaan ekonomi memilih untuk mengandalkan intuisi dan penilaian serta pengalaman sebelumnya dibandingkan riset bisnis. riset yang baik memiliki tujuan didefinisikan dengan jelas dan sasaran yang masuk akal dimana prosedur yang digunakan dapat dipertahankan. observasi. BERPIKIR SEPERTI PERISET 2. 2. induksi dan deduksi. (3) Hipotesis yang dapat diuji . biro komunikasi. Pemasok riset eksternal dapat dikategorikan lebih jauh berdasarkan kedalaman dan cakupan layanan yang mereka berikan. dan laporan hasil temuan dan kesimpulan harus disajikan secara jelas dan benar serta tidak ambigu. (2) Variabel metode dan prosedur yang didefinisikan dengan jelas. konsultan dan asosiasi perdagangan. Setiap pemasok riset akan memberikan kontribusi dengan caranya sendiri yang tidak lepas dari kelemahan dan kekuatan masing.masing informasi serta solusi yang diberikan kepada keseluruhan industri untuk memperluas basic pengetahuan demi menunjang pengambilan keputusan. dan pengujian hipotesis dapat digabungkan dengan cara yang sistematik. Pemasok riset internal berkisar dari pengoperasian satu orang. kesimpulan yang diambil harus dibatasi pada kesimpulan yang dibenarkan oleh temuan. Prinsip dasar metode ilmiah adalah: (1) Observasi langsung atas fenomena. Struktur dan cakupan riset internal perusahaan akan dibentuk sesuai dengan malasah yang terjadi didalam suatu organisasi.1 Riset Dan Metode Ilmiah Riset bisnis yang baik didasarkan pada penalaran yang logis. Secara rinci. Pengalaman periset juga perlu dipertimbangan untuk memberikan penilaian atas jaminan tingkat hasil riset dan atas keputusan apapun yang didasarkan pada hasil riset tersebut. Pemasok riset eksternal terdiri atas perusahaan penyedia riset bisnis.

Konsep-konsep yang biasa digunakan merupakan bagian terbesar dalam komunikasi bahkan dalam riset. proses ini digambarkan sebagai pergerakan ganda pada pikiran reflektif. menafsirkan. kondisi. Pengujian empiris atau empirisme dikatakan untuk menunjukkan observasi dan proporsi berdasarkan pengalaman indera atau berasal dari pengalaman indera melalui metode logika induktif. menantang dan mengeksplorasi makna. objek. Menggabungkan Induksi dan Deduksi.1. Dalam induksi Anda menarik kesimpulan dari satu atau lebih fakta atau potongan bukti tertentu. Suksesnya riset bergantung pada . 2. c.1 Penalaran Logis untuk Jawaban yang Berguna Argumen memungkinkan kita menjelaskan. yaitu: a. Pentingnya Konsep bagi Riset. b. Hipotesis didesain dengan menggunakan konsep. Deduksi adalah bentuk argumen yang dimaksudkan untuk mendapatkan kesimpulan.2. Hipotesis yang masuk akal adalah yang mampu menjelaskan fakta. Sumber Konsep. situasi dan perilaku tertentu. Deduksi adalah proses yang kita gunakan untuk menguji apakah hipotesis tersebut mampu menjelaskan fakta tadi. b. (4) Kemampuan untuk mengesampingkan hipotesis tandingan. a. tetapi kita sering mengalami kesulitan saat berurusan dengan konsep yang tidak lazim atau ide yang baru diajukan. Konsep pengukuran yang digunakan dirancang untuk menguji pernyataan hipotesis. 2. (6) Proses koreksi diri. Sifat dari induksi adalah bahwa kesimpulannya hanyalah sebuah hipotesis.2 Bahasa Riset 2. Induksi terjadi saat kita mengobservasi fakta dan bertanya dengan mengajukan penjelasan tentatif (hipotesis). Induksi. (5) Pembenaran statistik ketimbang linguistik untuk kesimpulan. membela. Data dikumpulkan menggunakan konsep pengukuran. dimana kesimpulan tersebut harus sejalan dengan alasan yang diberikan.1 Konsep Konsep adalah kumpulan makna atau karakteristik yang diterima secara umum dan berhubungan dengan kejadian. Terkadang kita perlu mengadopsi makna baru untuk kata-kata atau mengembangkan label baru untuk konsep. termasuk matematika dan statistik.secara empiris. Terdapat dua jenis argumen yang sangat penting untuk periset. Induksi dan deduksi digunakan bersama-sama dalam penalaran riset.

efeknya harus disimpulkan dari efek bebas dan moderator pada fenomena yang diamati. variabel adalah sebuah simbol dari suatu peristiwa. tetapi sebagian besar harus diterima atau dikeluarkan dari studi bersangkutan. diukur. Variabel Luar (Extraneus Variable) keberadaan variabel luar yang jumlahnya hampir tak terbatas mungkin mempengaruhi suatu hubungan tertentu. variabel disamakan artinya dengan konsepsi atau sesuatu yang sedang dipelajari.2. Konstruk dibangun dengan mengombinasikan konsep-konsep yang lebih sederhana dan lebih konkret.3 Definisi Apabila kata-kata memiliki makna yang berbeda bagi pihak-pihak yang terlibat. karakteristik. 2. . Variabel Intervensi (Intervening Variable) didefinisikan sebagai faktor yang secara teoritis mempengaruhi fenomena yang diamati.seberapa jelas konseptualisasi dan seberapa baik orang lain mengerti konsep yang kita gunakan. Variabel moderat (variabel bebas kedua) adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat/memperlemah) hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. variabel dependen adalah variabel yang diukur. dapat disimpulkan bahwa pihak-pihak tersebut tidak melakukan komunikasi dengan baik. khususnya jika ide atau gambar yang kita ingin sampaikan tidak dapat diobservasi langsung. perbuatan. 2. Beberapa dapat diperlakukan sebagai variabel bebas atau moderat. atau dimanipulasi. Dengan demikian. tetapi tidak dapat dilihat. atau atribut yang bias diukur. Namun dalam konteks ini. Variabel independen (variabel prediktor) adalah variabel yang dapat dimanipulasi oleh periset sehingga dapat mempengaruhi variabel dependen (variabel kriteria). 2.2. Definisi adalah salah satu cara untuk mengurangi bahaya ini.2. Definisi operasional adalah sebuah definisi yang dinyatakan dengan sebuah kriteria khusus untuk pengujian atau pengukuran yang merujuk pada standar tertentu.2 Konstruk Konstruk adalah gambar atau ide abstrak yang diciptakan secara khusus untuk suatu riset tertentu dan/atau tujuan pengembangan teori. diprediksi.4 Variabel Dalam praktik sehari-hari. maupun dimonitor dan diharapkan dipengaruhi oleh manipulasi yang dilakukan terhadap variabel independen.

atau distribusi dari variabel dan hipotesis relasional yang menggambarkan hubungan antara dua variabel sehubungan dengan suatu kasus.2. mengidentifikasi fakta yang relevan dan yang tidak menyarankan bentuk desain riset mana yang mungkin paling cocok serta memberikan kerangka untuk menyusun kesimpulan yang dihasilkan. Hipotesis berperan penting untuk menuntun arah studi. 3. Hipotesis dalam suatu riset dapat dibagi menjadi dua yaitu hipotesis deskriptif yang menyatakan keberadaan. ETIKA RISET Etika adalah aturan atau norma yang mengatur perilaku dan tindakan kita dalam berhubungan dan berinteraksi dengan masyarakat lainnya. 2. dan preposisi yang digunakan untuk menjelaskan dan memprediksi suatu fenomena tertentu.7 Model Model adalah analogi atau representasi atas beberapa aspek dari sebuah sistem keseluruhan. Model digunakan untuk mendeskripsikan.1 Perlakuaan Etis Atas Peserta Dalam etika riset itu sendiri bertujuan untuk mengatur dan memastikan agar tidak ada yang dirugikan dalam kegiatan riset maka terdapat tiga pedoman pengamanan untuk para periset yang dijabarkan sebagai berikut. definisi.2. 2.6 Teori Teori adalah sekumpulan konsep-konsep yang saling berhubungan. Untuk proses riset itu sendiri dapat kami jelaskan sebagai berikut. bentuk. . Sedangkan hipotesis adalah suatu proporsi yang dirumuskan untuk melakukan pengujian empiris. Etika riset sendiri itu bertujuan untuk mengatur dan memastikan bahwa tidak ada seorangpun yang dirugikan akibat aktivitas riset yg dilakukan. ukuran.2. memprediksi dan mengendalikan.5 Proposisi dan Hipotesis Proposisi merupakan instrument untuk menilai benar salahnya relasi diantara fenomenafenomena yang diamati. a Ditemukan dilema manajemen b Perencanan riset c Pengumpulan data d Analisis penafsiran e Pelaporan f Keputusan manajemen 3.2.

Mengungkapkan informasi peserta dengan persetujuan tertulis. Uraian tentang hipotesis. 3.1. 3.1 Menjelaskan manfaat studi Menjelaskan manfaat studi kepada peserta sebaiknya dijelaskan secara garis besar dan tidak terlalu mendetail agar tidak menimbulkan terjadinya bias. 3. e. Penyampaian hasil pascastudi d.1. Proses pengungkapan sebenarnya atas prosedur dari survei dan riset yg lainnya sebelum meminta ijin untuk melanjutkan studinya. Hak dan privasi seseorang juga sangat diperhatikan demi kelancaran riset tersebut.1. Perhatian medis dan psikologis lanjutan pascastudi 3. sasaran dan tujuan studi c.2 Etika dan Sponsor 3. Membatasi akses ke instrumen data dimana peserta dapat teridentifikasi.3. a.2 Menjelaskan hak dan perlindungan peserta Disini diuraikan tentang bagaimana kita dapat meyakinkan peserta bahwa peserta tidak akan dirugikan atau dibahayakan dengan adanya riset yang bersangkutan. Penjelasan tentang tipuan apapun yg dilakukan b. Membatasi akses ke identifikasi perserta c. Melindungi data kerahasiaan peserta dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut ini.1 Kerahasiaan Beberapa sponsor menginginkan menjalankan riset tanpa mengungkapkan jati dirinya dan mereka mempunyai hak atas beberapa jenis kerahasiaan termasuk kerahasiaan sponsor. b) memaksimalkan nilai sponsor untuk sumber daya yang telah .3 Memperoleh persetujuan berdasarkan informasi.2 Hak atas riset yang bemutu Pertimbangan etika yang penting bagi periset adalah hak sponsor atas riset yang bermutu dan hak atas kualitas dan hak yang mencakup a) memberikan desain yang tepat untuk pertanyana riset. Beberapa aktivitas yang dijelaskan sesudah pengumpulan data adalah sebagai berikut. a. d. Memperoleh dokumen kerahasiaan yang ditandatangani b.2. Hal ini dilakukan bertujuan agar para periset mendapatkan data yang akurat dan jelas. kerahasiaan tujuan dan kerahasiaan temuan. Tidak mengungkapkan sub bagian data.2.

Periset yang etis akan menggunakan bagan.3. Periset juga harus mempertimbangkan lokasi dimana wawancara dilaksanakan dan keamanan asisten mereka jika ditugaskan pada lokasi daerah terpencil dengan tingkat kriminalitas yang tinggi. grafik dan tabel untuk memperlihatkan hasil dari riset mereka secara objektif walaupun sponsor menginginkan atau lebih menyukai hasil tertentu. yang memungkinkan data yang telah didapatkan hasilnya dapat berbeda. perubahan penafsiran data. .2. Kepatuhan periset akan menjadi pelanggaran standar etika. 3. 3.3 Etika sponsor Terkadang spesialis riset mungkin diminta oleh sponsor untuk melakukan tindakan yang tidak etis.3. 3. penafsiran bagian analisis data dan keismpulan serta pemberian rekomendasi diluar cakupan data yang dikumpulkan.2 Perilaku Etis Asisten Demi mendapatkan data yang akurat disini asisten harus sebelumnya disupervisi dengan baik agar dalam menjalankan tugasnya melakukan tahapan – tahapan wawancara dan pengisian data dengan jelas. diperlukan pengawasan yang intens terhadap asisten periset saat melaksanakan wawancara dan semua hasil wawancara harus direkam dan ada satu pertanyaan pun yang terlewatkan. Oleh karena itu. 3. c) menyediakan teknik pengamanan data dan pelaporan data yang sesuai untuk data yang dikumpulkan. pelanggaran kerahasiaan peserta.3 Periset Dan Anggota Tim 3. Periset harus menandatangani data harus juga diminta menandatangani pernyataan kerahasiaan. perubahan data atau penciptaan data palsu.3.3 Perlindungan Anomalitas Seperti yang telah dijabarkan sebelumnya bahwa periset atau assisten harus melindungi kerahasiaan sponsor dan anomalitas peserta.dikeluarkan.1 Keamanan Periset harus bertanggung jawab atas keamaman peserta dan tim mereka sendiri. Hasil riset yang bermutu bagi seorang periset harus berdasarkan dengan temuannya sendiri dengan data yang didapat dan diolah secara sebenar-benarnya tanpa ada kebohongan apapun dan tidak boleh menerima saran dari siapapun termasuk dari sponsor. Beberapa contoh tindakan yang harus dihindari seperti.

Hasil penelitian juga mengindikasikan bahwa partisipan yang menambah slack pada rekomendasi anggaran awal menemukan kurangnya tanggung jawab mereka sendiri pada keputusan tersebut dibandingkan partisipan yang menolak menambah slack. Fenomena yang terjadi dalam realitas kehidupan dan dunia kerja menunjukkan bahwa bawahan akan cenderung mematuhi dan melaksanakan pekerjaan yang diperintahkan atasan.4. REVIEW ARTIKEL PENGARUH TEKANAN KETAATAN DAN TANGGUNG JAWAB PERSEPSIAN PADA PENCIPTAAN BUDGETARY SLACK Evi Grediani Slamet Sugiri Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 1) Latar Belakang Penulis tertarik dengan topik tekanan ketaatan dan tanggung jawab persepsian terhadap penciptaan budgetary slack karena dalam kehidupan nyata di organisasi atasan cenderung menekan bawahan karena kekuasaannya dan bawahan merasa takut apabila tidak mematuhi perintah atasan mereka. bawahan akan semakin melakukan budgetary slack dalam penyusunan anggaran. Penelitian Davis et al. Budgetary slack adalah perbedaan antara jumlah anggaran yang diajukan oleh bawahan dengan jumlah estimasi terbaik yang telah diajukan dan dilakukan pada saat penyusunan anggaran (Anthony & Govindarajan. . Berbeda dengan penelitian diatas. Semakin tinggi resiko. Penelitian Young (1985) dan Merchant (1985) telah menguji secara empiris bahwa budgetary slack terjadi karena bawahan memberi informasi yang bias kepada atasan dengan cara melaporkan biaya yang lebih besar atau melaporkan pendapatan yang lebih rendah. Penelitian tentang budgetary slack mengindikasikan bahwa bawahan yang menginginkan dalam membuat slack. 2007). beberapa penelitian yang lain mengindikasikan bahwa slack dapat diciptakan karena keinginan dari atasan langsung untuk menekan bawahannya supaya melakukan perintah sesuai permintaan atasan. (2006) mengevaluasi kerentanan terhadap tekanan ketaatan bagi akuntan manajemen untuk menciptakan budgetary slack dengan melanggar kebijakan perusahaan. Adanya keinginan untuk menghindari resiko membuat bawahan yang terlibat dalam penyusunan anggaran cenderung untuk melakukan budgetary slack.

1990. (2006) dengan latar belakang Amerika dan Kanada. 2001). Motivasi penelitian ini antara lain untuk meningkatkan pemahaman kita tentang profesional dan etika konflik yang muncul ketika individu didorong dengan tekanan ketaatan untuk berperilaku dalam cara disfungsional. hal ini secara tidak langsung bahwa pemilihan informasi yang dipilih adalah yang paling baik dan menguntungkan manager. Dengan latar belakang di Indonesia diduga ada perbedaan hasil penelitian denan studi Davis et al. keyakinan dan nilai-nilai karena mereka bisa melarikan diri dari tanggung jawab atas penilaian dan keputusan setelah ada individu yang mempunyai otoritas mengarahkan mereka untuk melakukan tindakan tersebut. 2001).Tekanan ketaatan adalah jenis tekanan pengaruh sosial yang dihasilkan ketika individu mendapat perintah langsung dari perilaku individu lain (Brehm dan Kassin. (2006) menunjukkan bahwa individu yang mengalami tekanan ketaatan akan membuat keputusan yang bertentangan dengan sikap mereka sendiri. hal ini disebabkan oleh keberadaan kekuasaan atau otoritas yang merupakan bentuk legitimate power atau kemampuan atasan untuk mempengaruhi bawahan karena ada posisi khusus dalam struktur hierarki organisasi (Hartanto dan Indra. Lord dan DeZoort. Milgram (1965) dalam Hartanto dan Indra (2001) menemukan bukti yang menunjukkan bahwa orang normal dapat melakukan tindakan destruktif jika menghadapi tekanan besar dari otoritas yang sah. Manager mempunyai berbagai macam informasi yang lebih fleksibel yang akan disampaikan kepada atasan. Teori ketaatan menyatakan bahwa individu yang memiliki kekuasaan merupakan sumber yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang dengan perintah yang diberikannya. Orang yang dalam kehidupan sehari-harinya bertanggung jawab dan terhormat bisa jadi tertekan oleh otoritas dan mau saja melakukan tindakan kejam dalam situasi tertekan. 2) RumusanMasalah Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu “Apakah faktor tekanan ketaatan dan tanggung jawab persepsian memiliki pengaruh terhadap penciptaan budgetary slack?” 3) KajianTeori 3. Alasan peneliti mengambil topik ini dikarenakan riset yang berkaitan dengan pengaruh tekanan ketaatan dan tanggungjawab persepsian terhadap budgetary slack relatif jarang dilakukan di Indonesia.1 Teori Ketaatan Pada penelitian ini menggunakan Teori Ketaatan sebagai grand theory. . Teori ketaatan Milgram (1974) dalam Davis et al.

Norma sosial membolehkan pihak yang memiliki otoritas untuk mengajukan permintaan dan memaksa agar bawahan mematuhinya. Menurut Chow et al.1 Impression Management Manajemen impresi menurut Paulhus (1984) adalah proses kesadaran dan perilaku seseorang yang sengaja maupun spontan untuk meningkatkan daya tarik orang lain. Karakteristik individual menurut DeZoort dan Lord (1997) dalam Davis et al. Kepatuhan didasarkan pada keyakinan bahwa otoritas memiliki hak untuk meminta (Taylor et al.3 Obedience Pressure (Tekanan Ketaatan) Dalam beberapa situasi sosial. (1998) anggaran mempunyai dua tujuan. (2006) ada empat karakteristik yang dapat mempengaruhi tanggung jawab yaitu: 3. seseorang memandang orang lain atau kelompok sebagai pemilik otoritas yang sah untuk mempengaruhi perilaku orang tersebut. 2001). 2007). Lord dan DeZoort. superior membutuhkan estimasi yang dapat dipercaya terhadap kondisi perusahan di masa mendatang. Dengan kata lain bahwa terjadi pergeseran tanggung jawab (responsibility shifting) kepada orang lain terutama atasan langsung mereka atas hasil keputusan yang diambil oleh bawahan. 3. maka seorang profesional cenderung tidak bertanggung jawab atas keputusan yang diambil. Menciptakan image positif di tempat kerja. Karena pentingnya anggaran. 1990. Budgetary slack timbul karena keinginan dari atasan dan bawahan yang tidak sama terutama jika kinerja bawahan dinilai berdasar pencapaian anggaran. yaitu untuk memotivasi subordinated dan untuk sarana perencanan. etika pekerjaan. sehingga target akan lebih mudah tercapai.4. 3.3. 2009). .4 Perceived Responsibility (Tanggung Jawab Persepsian) Dengan menaati perintah atasan untuk melakukan perbuatan yang tidak sesuai norma. Bawahan cenderung mengajukan anggaran dengan merendahkan pendapatan dan menaikkan biaya dibandingkan dengan estimasi terbaik dari yang diajukan.2 Budgetary Slack Budgetary Slack adalah perbedaan antara jumlah anggaran yang diajukan dengan jumlah estimasi yang terbaik (Anthony dan Govindarajan. dengan mempererat hubungan dengan orang lain dan berupaya meninggikan persepsi keterampilan dan kemampuan seorang individu pada orang lain agar mendapatkan kesan positif dari atasan. Tekanan ketaatan adalah jenis tekanan pengaruh sosial yang dihasilkan ketika individu mendapat perintah langsung dari perilaku individu lain (Brehm dan Kassin.

4.4 Perceived Decision Difficulty Pengaruh tekanan dari atasan membuat bawahan merasa sulit untuk membuat rekomendasi anggaran yang benar. 3.3. 3. 3.2 Professional Commitment Komitmen professional didefinisikan sebagai sejauh mana individu mengidentifikasi profesinya dan menghindari perilaku yang dapat merusak citra profesi dan status profesionalisme mereka sendiri (Lord dan DeZoort. Hipotesis yang diajukan sebagai berikut: H1: Akuntan manajemen dibawah tekanan ketaatan dari atasan langsung untuk melanggar kebijakan anggaran perusahaan dan menciptakan budgetary slack.6 Pengaruh Tanggung Jawab Persepsian terhadap Keputusan Rekomendasi Anggaran Hasil penelitian Davis et al. Oleh karena itu.5 Pengaruh Tekanan Ketaatan terhadap Rekomendasi Anggaran Davis et al. 2001 dalam Davis et al. (2006) memperlihatkan partisipan merasa sulit membuat rekomendasi anggaran awal dalam situasi tertekan. Sehingga hipotesis yang diajukan sebagai berikut: . 3. Penelitian Davis et al.4.4. diperkirakan bahwa akuntan manajemen yang mentaati perintah atasannya untuk mengabaikan kebijakan perusahaan dan menggelembungkan rekomendasi anggaran awal mereka akan merasa kurang bertanggung jawab atas keputusan mereka dibanding akuntan manajemen yang menolak untuk menggelembungkan rekomendasi awal mereka. (2006) menunjukkan bahwa partisipan yang melanggar kebijakan perusahaan dengan mentaati perintah atasan merasa kurang bertanggung jawab terhadap hasil keputusan mereka. (2006) melakukan eksperimen pada 77 Akuntan Manajemen dengan hasil bahwa meskipun dengan persepsi etis hampir setengah dari partisipan melanggar kebijakan dan menciptakan slack ketika dihadapkan dengan tekanan ketaatan dari atasan langsung. akan menghasilkan rekomendasi anggaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan estimasi awal mereka. 2006).3 Perceived Pressure Strength Kekuatan tekanan persepsian dalam Davis et al. penelitian menguji apakah tekanan ketaatan yang tidak sesuai atas perintah dari superior memotivasi akuntan manajemen mengubah rekomendasi anggaran awal mereka dengan memasukkan slack. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas. (2006) mengindikasikan seberapa banyak tekanan yang mereka rasakan untuk mengikuti perintah atasan.

Rekomendasi anggaran secara signifikan lebih tinggi daripada estimasi anggaran awal mereka yaitu Rp 4. Penelitian ini memberi kontribusi untuk .066.836.9 Milyar.H2: Akuntan manajemen yang melanggar kebijakan anggaran perusahaan dan menaikkan rekomendasi anggaran awal akan merasa kurang bertanggung jawab atas keputusan mereka dibanding akuntan manajemen yang tidak mengubah rekomendasi anggaran awal 4) Hasil Pembahasan Pada penelitian ini menggunakan 61 partisipan di dalam analisis data.759. Setelah dilakukan penelitian ditemukan bahwa hasil pengujian menunjukkan bahwa rata-rata rekomendasi anggaran yang dihasilkan oleh 61 partisipan adalah Rp4. 5) Penutup 5. akan menghasilkan rekomendasi anggaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan estimasi awal mereka. Hal ini mendukung hipotesis 1 yang menyatakan bahwa akuntan manajemen dibawah tekanan ketaatan dari atasan untuk melanggar kebijakan anggaran perusahaan dan menciptakan budgetary slack.000. Namun.1 Simpulan Berdasarkan analisis uji one sample t test menunjukkan bahwa rata-rata rekomendasi anggaran yang dihasilkan lebih tinggi dari estimasi anggaran awal. Di dalam penelitian ini. Hal ini menunjukkan akuntan manajemen dibawah tekanan ketaatan dari atasan akan melanggar kebijakan anggaran perusahaan dan menciptakan budgetary slack. Jadi hasil penelitian ini mendukung hipotesis-hipotesis yang diajukan. partisipan mendapat data bahwa telah membuat estimasi anggaran sebesar Rp 4.000. Rata – rata akuntan manajemen yang menaikkan rekomendasi anggaran merasa kurang bertanggung jawab atas keputusan yang telah dibuat. Akuntan manajemen yang melanggar kebijakan anggaran ketika berada di bawah tekanan ketaatan mempunyai respon stres yang mengakibatkan pergeseran tanggung jawab atas tindakan mereka sendiri dan mengarah pada penekanan pada tanggung jawab atasan yang memerintahkan mereka untuk berperilaku tidak etis.500. Hasil penelitian juga mendukung hipotesis 2. Berdasarkan uji one way ANOVA menunjukkan bahwa rata-rata akuntan manajemen yang menaikkan rekomendasi anggaran merasa kurang bertanggung jawab dibanding yang tidak menaikkan rekomendasi anggaran. Keputusan menaikkan rekomendasi anggaran yang mereka buat adalah tanggung jawab CFO atau atasan mereka. partisipan mendapatkan tekanan dari atasan untuk mengubah rekomendasi anggarannya menjadi Rp 4.5 Milyar.

5. seperti menguji variabel budaya organisasi. Budaya organisasi birokrasi yang mencerminkan komunikasi terbuka dapat menurunkan budgetary slack. baik secara internal maupun eksternal dalam mencapai tujuan utama dari organisasi tersebut. Sebaiknya pada penelitian berikutnya menggunakan partisipan akuntan yang bekerja di suatu perusahaan agar hasil yang didapatkan lebih menunjukkan kejadian yang sebenarnya yang partisipan pernah alami. .2 Saran Meskipun budgetary slack sangat merugikan bagi kepentingan dan tujuan perusahaan. dan norma-norma yang telah disepakati sebelumnya untuk dilaksanakan oleh para anggota baru dalam mengatasi setiap permasalahan organisasi. kepercayaan. Maka dari itu peneliti menyarankan agar kebijakan perusahaan harus diatur dengan tegas untuk melarang penciptaan slack anggaran. Hal itu dikarenakan budaya organisasi akan berpengaruh pada perilaku dan cara individu bertindak dalam organisasi.memprediksi budgetary slack dengan memasukkan faktor personal berupa karakteristik individual dan mendukung hasil penelitian secara empiris. Selain itu dibutuhkan juga orang yang bertugas untuk mengawasi proses pembuatan anggaran di perusahaan agar akuntan manajemen dapat terhindar dari tekanan dari pihak mana pun di dalam penyusunan anggaran. sebaiknya pada penelitian yang akan datang diharapkan dapat mengevaluasi faktor yang memoderasi pengaruh tekanan ketaatan. sehingga harus berhati-hati di dalam menggeneralisasikan hasil penelitian ini. Selain itu dapat dilakukan dengan penetapan analisis standar belanja dan studi potensi mengenai pendapatan perusahaan. namun peristiwa budgetary slack sangat sulit untuk diatasi. Budaya organisasi merupakan seperangkat asumsi. Selain itu penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu partisipan yang digunakan dalam penelitian ini hanya berasal dari mahasiswa. nilai-nilai. 6) Pengembangan Penelitian Untuk pengembangan penelitian ini.

. Simposium Nasional Akuntansi XIII. Grediani.REFERENSI Cooper. Metode Riset Bisnis Volume 1 Edisi 9. Jakarta: Grafindo. Pengaruh Tekanan Ketaatan Dan Tanggung Jawab Persepsian Pada Penciptaan Budgetary Slack. Schindler. 2006. Donald R. dan Pamela S. 2010. hal:1 – 28. Evi dan Slamet Sugiri.