You are on page 1of 15

LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI

“Marfologi Daun”

oleh
RASID

NIM. D1B115 064

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
2015

dan antosianin (berwarna merah. Bentuk ekstremnya bisa meruncing panjang. biru atau ungu. PENDAHULUAN A. Gambaran dua dimensi daun digunakan sebagai pembeda bagi bentukbentuk daun. ia harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya matahari menjadi energi kimia. misalnya karoten (berwarna jingga). akan terlihat bahwa ada di antaranya yang hanya memiliki satu helaian saja pada tangkai daunnya yang . namun biasanya berupa helaian. umumnya berwana hijau (mengandung klorofil) dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari melalui fotosintesis. Daun juga bisa bermodifikasi menjadi duri (misalnya pada kaktus).I. Daun tumbuhan sukulen atau xerofit juga dapat mengalami peralihan fungsi menjadi organ penyimpan air. dengan variasi cuping menjari atau menjadi elips dan memanjang. Bentuk dasar daun membulat. tergantung derajat keasaman). dan berakibat daun kehilangan fungsinya sebagai organ fotosintetik. Warna hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun. Bentuk daun sangat beragam. Klorofil adalah senyawa pigmen yang berperan dalam menyeleksi panjang gelombang cahaya yang energinya diambil dalam fotosintesis. xantofil (berwarna kuning). Latar Belakang Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari batang. bisa tipis atau tebal. Sebenarnya daun juga memiliki pigmen lain. Jika kita melihat daun berbagai jenis tumbuhan. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melaksanakan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat.

TINJAUAN PUSTAKA . Praktikan mampu mendeskripsikan bermacam tipe daun tunggal dan daun majemuk serta dapat mengenali susunan daun majemuk dan bermacam duduk daun.disebut daun tunggal (folium simplex) dan ada pula tumbuhan yang tangkainya bercabang-cabang. dan pada setiap cabang tangkai terdapat helaian daun. sehingga pada satu tangkai memiliki helaian daun lebih dari satu yaitu daun majemuk (folium compositum). II. Tujuan dan Kegunaan Tujuan dilakukannya praktikum ini yaitu memberi pengalaman kepada praktikan melakukan pengamatan terhadap bermacam tipe daun tunggal dan daun majemuk. Memberi kemampuan kepada praktikan untuk mendeskripsi bermacam tipe daun tunggal dan daun majemuk serta mengenal susunan daun majemuk dan bermacam duduk daun. B. Kegunaan dilakukannya praktikum ini yaitu praktikan dapat mengamati berbagai macam tipe daun tunggal dan daun majemuk.

2005). selain akar dan batang. Sedangkan pada daun yang tak lengkap merupakan daun yang kehilangan satu atau dua bagian dari tiga bagian diatas. Menurut Muzayanah pada bukunya termionologi tumbuhan tahun 2008. sehingga bagian daun diantara toreh-toreh itu terpisah satu sama lain dan masing-masing merupakan suatu helaian kecil yang tersendiri (Tjitrosoepomo. Daun yang demikian dinamakan daun tunggal (folium simplex). 2012).Daun (folium) merupakan salah satu bagian tumbuhan yang terpenting dan pada umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. akan terlihat bahwa diantaranya yang pada tangkai daunnya hanya terdapat satu helian daun saja. Daun dengan susunan yang demikian disebut daun majemuk (folium compositum). Daun terbagi menjadi dua macam daun yaitu daun lengkap dan daun tak lengkap. Pada tumbuhan daun merupakan bagian yang paling banyak dan biasa kita temui pada bagian batang (Karina. Daun lengkap merupakan daun yang tersusun atas pelepah (vagina). sehingga disini pada satu tangkai terdapat lebihdari satu helai daun. Jika kita memperhatikan daun berbagai jenis tumbuhan. karena dalam daun terdapat kloroplas yang berfungsi sebagai pembuatan makanan atau yang biasa disebut proses fotosintesis. helaian (lamina) dan tangkai daun (petiolus). Mengenai susunan daun yang tak lengkap ada beberapa kemungkinan antara lain . Suatu daun majemuk dapat dipandang berasal dari suatu daun tunggal yang torehnya sedemikian dalamnya. Tangkainya bercabang-cabang dan baru pada cabang tangkai ini terdapat helaian daunnya.

Struktur daun dapat dilihat dari : bentuk tulang daun (menyirip. berkerut. jantung dan bulat telur). melengkung dan sejajar). Morfologi tumbuhan ialah ilmu yang mempelajari struktur organ tumbuhan baik mengenal akar. III. batang dan daun. METODOLOGI PRAKTIKUM . jorong. batang (caulis) dan daun (folium). meruncing. perisai. bunga. Pada dasarnya. bentuk ujung daun (runcing. 2011). berbulu. rompang/terbelah dan berduri). Tumbuhan yang mempunyai ketiga unsur pokok tersebut adalah golongan kormofita (kormofita berasal dari Bahasa Yunani yaitu cormus berarti akar. sifat dan fungsi (Fitri. tumbuhan terdiri atas 3 (tiga) organ pokok yaitu akar (radiks). beringgit. meruncing. Struktur morfologi daun pada setiap jenis tumbuhan berbeda-beda. tepi daun (bergerigi. Selain itu bagian lain dari tubuh tumbuhan dapat dikatakan sebagai turunan (derivat) dari salah satu atau dua bagian pokok tersebut yang telah mengalami perubahan bentuk. bergiri. struktur morfologi daun dapat digunakan untuk mengklasifikasikan jenis-jenis tumbuhan. membulat. sedangkan phyta berarti tumbuhan). daun. berombak. membulat. memanjang. 2008). lanset. menjari. bentuk pangkal daun (runcing. kasap. Oleh karena itu. daun berupih atau daun berpelepah dan daun duduk (sesilis) (Muzayinah. dan rata). tumpul. batang.daun bertangkai. rata dan berlekuk) dan permukaan (licin. 2009). tumpul. bangun daun atau bentuk helaian daun (bulat. buah maupun bijinya. dan bersisik) (Sugiono.

).) sedangkan daun majemuk berupa daun belimbing wuluh (Averchoa bilimbi). daun kelor (Moringa oleifera Lamk) dan daun asam (Tamarindus indica L. helai daun dan lidah daun. 16 November 2015 pukul 13. ujung daun.A.). daun kapuk randu (Ceiba petandra Gaertz). tepi daun. daun terung (Solanum mongolena L. Bahan yang digunakan yaitu daun tunggal berupa daun pisang (Musa paradisica L. tangkai daun. daun sirih (Piper ningrum L.00 wita sampai selesai. daun keluwih (Artocarpus communis) dan daun jarak (Ricinus communis L. Bahan dan Alat Alat yang digunakan pada praktkum ini yaitu pensil. Tempat dan Waktu Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Agroteknologi Unit Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo pada hari Sabtu. 2. B. daun jambu biji (Psidium guayava L. kertas A4 dan buku penuntun praktikum. daun kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis L. tulang daun.). penghapus.) daun oleander (Nervium oleander L).).). daging daun dan permukaan helaian daunnya. Menggambar daun dari tiap-tiap bahan dan menyebutkan bangun daun. Prosedur Kerja Prosedur kerja pada praktikum kali ini yaitu sebagai berikut : 1.). daun jagung (Zea mays L. .). C. daun sikejut (Mimosa pudica L. pangkal daun. Menggambar bagian-bagian daun lengkap dan daun tidak lengkap dengan keterangan-keterangan berbahasa Indonesia dan bahasa latin : upih daun.

5. Daun kembang sepatu (Hibiscus Bagian-bagiannya 1. Helai daun 4. Tulang daun 6. Daun pisang (Musa paradisica L. 4. Tangkai daun 3.IV. 2. Ujung daun 5.) 2. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Adapun hasil dari praktikum ini yaitu : No Nama daun 1. 3. Pelepah daun 2. Tepi daun 1. Tangkai daun Helaian daun Tulang daun Ujung daun Tepi daun Gambar .

Ujung daun 5. Daun 1. 3. rosasinensis L. Daun sirih (Piper ningrum L.) daun 3.) 6. Tepi daun 1. 4. 6. 3.3. 4. Tangkai daun Tulang daun Ujung daun Tepi daun Permukaan daun 1.) 6. 4. petandra Tangkai daun Helaian daun Tulang daun Ujung daun Tepi daun Permukaan daun Gaertz) 4. Tulang daun 4. 2. 5. 5. 5. 2. Pelepah daun Tangkai daun Ujung daun Urat daun Tepi daun Permukaan daun . 6. 3. Anak tulang jagung (Zea mays L. Permukaan daun Daun kapuk randu (Ceiba 1. Tangkai daun 2. Daun biji jambu (Psidium guayava L. 2.) 5.

) 1. Tangkai daun Tulang daun Ujung daun Tepi daun Permukaan daun Anak tulang daun 8. 5. 2. 4. 5. 3. Tangkai daun Ujung daun Urat daun Tulang daun Anak tulang daun 6. 3. 5. Daun keluwih (Artocarpus communis) 1. 4. 3. Tangkai daun Ujung daun Urat daun Tulang daun Anak tulang daun 6.) 1. 2. 6. Daun jarak (Ricinus communis L. 4. 2. belimbing wuluh (Averchoa bilimbi.7. Tepi daun 10 Daun . 2. 4. 5. Daun terung (Solanum mongolena L.) 1. 3. Tangkai daun Ujung daun Tulang daun Tepi daun Daging daun . Tepi daun 9.

L) 1. daging daun (ntervenium) tipis dan permukaan helaian daunnya licin.) 14 Daun oleander (nervium oleander. ujung daun (apex) meruncing. 5. Tangkai daun Ujung daun Tulang daun Tepi daun Daging daun 1.) 12 Daun . Daun sikejut (Mimosa pudica L. Pembahasan Musa paradisica L. 3. tepi daun (margo) berbentuk rata. Tangkai daun Ujung daun Tulang daun Tepi daun Daging daun 1.11. 2. Tangkai daun Ujung daun Tulang daun Tepi daun Daging daun 1. 4. Tangkai daun Ujung daun Tulang daun Tepi daun Daging daun B. 4. (Moringa kelor oleifera Lamk) 13 Daunasam . 2. 3. 2. . atau yang biasa disebut dengan daun pisang merupakan salah satu tumbuhan berdaun tunggal dengan bangun daun (circumoriptio) bundar memanjang. 4. 2. 3. pertulangan daun (nervati) bertulang sejajar. 5. 5. (Tamarindus indica L. 4. 5. 3. Pada daun pisang terdapat pelepah daun.

gerakan tigmonasti daun putri malu tidak peduli darimana arah datangnya sentuhan. atau dipanaskan akan segera "menutup". Susunan tulang-tulang atau nervatio nya berbentuk bertulang menyirip atau penninervis. yang walaupun dipengaruhi rangsang sentuhan (tigmonasti). Daging daun atau interveniumnya bersifat seperti kertas atau papyraceus yaitu tipis tetapi cukup tegar.Gerak ini disebut seismonasti. Warna daun bagian bawah tanaman putri malu berwarna lebih pucat. Pangkal daun atau basis folii nya berbentuk meruncing pula atau acuminatus. adalah bila daunnya disentuh. Keunikan dari tanaman Mimosa pudica L. Permukaan daunnya bersifat licin suram atau laevis opacus.Tanaman ini juga menguncup saat matahari terbenam dan merekah kembali setelah matahari terbit. Hal ini disebabkan oleh terjadinya perubahan tekanan turgor pada tulang daun. hewan yang tadinya ingin memakan tumbuhan ini akan berpikir . Ujung daun atau apex folii nya bersifat meruncing atau acuminatus yaitu pada ujung yang runcing. Tepi daun atau margo folii nya berbentuk rata atau integer. Rangsang tersebut juga bisa dirasakan daun lain yang tidak ikut tersentuh. dengan menunjukkan warna yang pucat. ditiup. sebagai contoh.Tanaman putri malu menutup daunnya untuk melindungi diri dari hewan pemakan tumbuhan (herbivora) yang ingin memakannya. Sedangkan pada duduk daunnya tersebar atau folia sparsa yaitu tata letak daun tersebar mengikuti rumus 3/8 yang memisahkan tata letak daun tersebut. Tanaman ini pula memiliki sifat daun yaitu bangun daunya atau circumscriptio berbentuk memanjang atau oblongu.Ceiba petandra atau yang biasanya kita sebut dengan kapuk randu adalah salah satu tumbuhan yang berdaun majemuk menjari beranak daun tujuh atau septemfoliolatus karena pada ujung ibu tangkai terdapat tujuh anak daun.

Ujung daun belimbing meruncing dan pangkal daunnya membulat. Daun belimbing wuluh (Averhcoa bilimbi) termasuk kedalam jenis daun majemuk dan termasuk kedalam golongan daun tidak sempurna karena tidak memiliki bagian daun yang lengkap. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Daun jambu biji memiliki pertumbuhan daun yang menyirip yang mana daun ini memiliki satu ibu tulang yang berjalan dari pankal ke ujung daun dan merupakan terusan tangkai daun dari ibu tulang kesamping. Daging daun belimbing seperti kertas dan lumayan tipis (paprraceus) dan susunan tulang daunnya menyirip. Bentuknya memanjang. yang khas dimiliki familia Poaceae. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Jambu biji memiliki ujung daun yang tumpul. Daun jambu biji (Psidium guajava) termasuk daun tidak lengkap karena hanya terdiri dari tangkai dan helaian saja dan disebut daun bertangkai. Permukaan atas daun belimbing hijau tua dan memiliki tepi daun yang rata. tepi daun yang semula masih agak jauh dari ibu tulang. .bahwa tumbuhan tersebut telah layu dan menjadi tidak berminat lagi untuk memakannya. Stoma pada daun jagung berbentuk halter. Daun jambu biji meiliki tepi daun yang rata. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun. Daun jagung adalah daun sempurna. Setiap stoma dikelilingi selsel epidermis berbentuk kipas. Daun jambu biji memiliki letak bagian terlebarnya berada ditengah-tengah dan memiliki daun jorong. sehingga susunannya mengingatkan kita pada sirip ikan. Tetapi terpisah oleh pangkal dari daun maka pangkal daun jambu biji adalah tumpul. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut.

Daun kelor merupakan tanaman yang berdaun majemuk menyirip gasal rangkap tiga tidak sempurna karena masih ada anak daun yang duduk pada ibu tangkai. Daun ini berbentuk bulat telur yang sempit dengan ujung daun yang runcing dan mempunyai daun tunggal yang beringgit. Daun bunga sepatu merupakan daun yang berwarna hijau gelap. di katakan gasal karena terdapat anak daun yang menutupi ujung ibu tangkainya. dikatakan menyirip karena anak daunnya berada disebelah kanan dan kiri ibu tangkai daun sehingga tersusun seperti sirip ikan.. dengan bagian permukaan yang mengkilat dan tepi daun yang bergerigi. Daun jarak digolongkan ke dalam daun bangun perisai karena tergolong daun bulat dan tangkai daun tidak tertanam pada pangkal daun.tetapi tangkai daunnya teletak pada bagian tengah helaian daun. Tumbuhan ini dikatakan majemuk karena terdapat beberapa tangkai cabang dan tiap cabangnya terdiri dari satu atau lebih helaian daun. . Daun jarak berwarna hijau tua pada permukaan atas dan hijau muda pada bagian permukaan bawah. dan dikatakan rangkap tiga tidak sempurna karena memiliki lagi cabang-cabang yang terbagi tiga dan pada tiap tangkai ada anak daun lagi.

. Kesimpulan Kesimpulan saya pada praktikum ini yaitu Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari batang. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melaksanakan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotrof obligat. KESIMPULAN A.V. Klorofil adalah senyawa pigmen yang berperan dalam menyeleksi panjang gelombang cahaya yang energinya diambil dalam fotosintesis. ia harus memasok kebtuhan energinya sendiri melalui konversi energi cahaya matahari menjadi energi kimia. warna hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun. umumnya berwana hijau (mengandung klorofil) dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari melalui fotosintesis.

Marfologi Daun. 2012. Jogjakarta: UGM Press Tjitrosoepomo. Marfologi Daun.co. Dasar-Dasar Agronomi.B.id Di Akses tanggal 12 Oktber 2007 . 2009. DAFTAR PUSTAKA Fitri.Konsentrasi Klorofil Daun Sebagai Indikator. 2008. http:// Blogspot. 2011. Saran Saran saya dalam praktikum kali ini yaitu praktikan lebih memperhatikan lagi apa yang di jelaskan kepada asisten agar kita dapat mengerti apa yang telah di jelaskan asisten kepada kita. Jurnal: 1(4): 1287-1289 Sugiono. Jakarta: UI Press Muzayinah. Universitas Gaja Mada: Yogyakarta Karina. Dasar-Dasar Bologi. 2005.