You are on page 1of 21

I.

PENDAHULUAN

A. Latar belakng

Pada inti sel ( nuleu ) bangun pada umumnya berbentuk bulat. Bulat telur
datar seperti lensa, yang terletak didalam setoplasma inti sel merupakan pusat
pengendali sel, karena mengandung kromosom dan kromosom itu sendiri
mengandung DNA ( Dioksiribo Nukleat Acit ).Kloroplas merupakan organel sel
membrane yang hanya ditemukan pada sel tumbuhan. Organel ini mengandung
pigmen fotosintesis yang mampu melangsungkan poses fotosintesis, sehingga
tumbuhan digolongkan sebagai produsen karena kemampuannya menghasilkan
makanan sendiri.Plastida adalah suatu badan yang kental dan dapat berubah
bentuk pada tumbuhan dibedakan menjadi 3 laukoplas, Amyoplas pada kloroplas
umumnya berbentuk lensa, kloroplas terdapat pada permukaan tumbuhan. Pada
makhluk hidup lebih yang tinggi tingkatannya terdapat perbedaan fungsi-fungsi
khusus yang dilakukan oleh sel, karena itu terdapat berbagai bentuk dan struktur
sel sesuai dengan fungsinya. Benda- benda mati yang berbentuk padat yang dapat
ditemukan dalam plastida yang penting ialah butir- butir tepung atau amilum.
Tepung yang pertama- tama dibentuk dalam kloroplas sebagai hasil asimilasi.
Tepung asimilasi ini kemudian diubah menjadi gula yang larut dalam air, untuk
diangkut ke tempat- tempat cadangan makanan (umbi, akar, akar rimpang dan
sebagainya) dan disitu oleh leukoplast ( amiloplast ) diubah menjadi butir- butir
tepung yang lebih besar, yang dinamakan tepung cadangan. Dalam perjalanan

pengangkutan gula sering untuk sementara waktu diendapkan menjadi tepung
yang disebut tepung transitoris.
Berdasarkan uraian diatas, maka perlu di lakukan praktikum mengamati
benda-benda mati dalam sel dan alat- alat tambahan tumbuhan.
B. Tujuan dan Kegunaan

Tujuan dari praktikum kali ini adalah untuk memberi pengalaman kepada
praktikan dalam menyiapkan preparat untuk pengamatan benda-benda mati dan
bentuknya didalam sel. Untuk memberi keterampilan kepada praktikan dalam
mengamati bedan-benda mati dan bentuknya dalam sel, serta bagian tambahan
jariang tumbuhan .Uuntuk member pengetahuan kepada praktikan terkait variasi
benda-benda mati dan bentuknya dalam sel dan bentuk bagian tabahan jaringan
tumbuhan.
Kegunaan praktikum ini adalah adalah dapat member pengalam kepada
praktikan dalam menyiapkan preparat untuk pengamatan, dapat memberi
keterampilan kepada praktikan mengenai pengamatan benda-benda mati didalam
sel .dan dapat

mengetahui tentang variasi benda-benda mati didalam sel dan

bagian tambahan jaringan tumbuhan.

Suatu sel hidup harus memiliki protoplas. . peptidoglikan. Suatu sel dikatakan hidup apabila sel tersebut masih menunjukkan ciri-ciri kehidupan antara lain melakukan aktifitas metabolisme. inti sel. dan ada pula bakteri yang memiliki selubung sel dari protein. reproduksi dan kegiatan kehidupan lainnya yang menunjang kelangsungan hidup sel itu sendiri. peka terhadap rangsang.Jika selubung tersebut mengandung suatu lapisan kaku yang terbuat dari karbohidrat atau kompleks karbohidrat-protein.Komponen protoplasma yaitu terdiri atas membran sel.Sementara itu. Hampir semua sel prokariotik memiliki selubung sel di luar membran selnya.Komponen non protoplasma dapat pula disebut sebagai benda ergastik (Subandi. TINJAUAN PUSTAKA Sel adalah struktural terkecil dan fungsional dari suatu makhluk hidup yang secara independen mampu melakukan metabolisme. 2008). 2008). Protoplas dibedakan atas komponen protoplasma dan non protoplasma. Benda ergastik adalah bahan non protoplasma. walaupun ada juga yang berbahan peptidoglikan. dan ciri hidup lainnya.Kebanyakan bakteri memiliki suatu membran luar yang menutupi lapisan peptidoglikan. sebagai hasil metabolisme yang berfungsi untuk pertahanan.Selubung sel prokariota mencegah sel pecah akibat tekanan osmotik pada lingkungan yang memiliki konsentrasi lebih rendah daripada isi sel (Salisbury.II. baik organik maupun anorganik. dan sitoplasma (terdiri dari organel-organel hidup). lapisan itu disebut sebagai dinding sel. mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungannya. kebanyakan selubung sel arkea berbahan protein. yaitu bagian sel yang ada di bagian dalam dinding sel.

dan Kristal (Kristal ca-oksalat dan silika).Ilmu yang mempelajari tentang sel adalah sitologi.sel mati karena faktor genetic disebabkan sel telah mencapai umur yang memang telah ditentukan secara genetik. terletak di baigan sitoplasama. Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa benda ergastik memiliki banyak fungsi untuk sel. pemeliharaan struktur (lilin) dan perlindungan. di dalam sel hanya berupa ruangan kosong saja.Susunan sel yang teratur karena dihasilkan oleh adanya pembelahan sel yang teratur. Sel-sel tersebut memang dalam perkembangannya terspesialisasi untuk menjadi suatu sel mati. Misalnya sel-sel xilem-xilem yang akan bersifat mati secara khusus berguna untuk pengangkutan unsur mineral dari dalam tanah ke daun (Umar. dan juga sebagai penyimpanan cadangan makanan. misalnya penyimpanan cadangan makanan.Sel mati sendiri asalnya dari sel hidup.Dalam sel benda ergastik dapat berupa karbohidrat (amilum).pemeliharaan struktur sel. sehingga hewan tersebut tidak akan bernafsu menyentuhnya untuk yang kedua kali (Priyandoko. protein (aleuron dan gluten). misalnya faktor genetik maupun faktor lingkungan. 2005). Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil dari mahluk hidup. 2010).Sel menjadi mati disebabkan karena berbagai faktor. maupun di vakuola. misalnya adanya Kristal Ca oksalat dalam suatu jaringan tumbuhan dapat menyebabkan reaksi alergi bagi hewan yang memakannya. Pada sel mati tidak dijumpai adanya organel-organel. contohnya amilum.Namun sebagian besar tidak menunjukkan keteraturan melalui kelompok sel yang kompak dan yanng tidak . kutin. dan suberin). yang memiliki fungsi tertentu dalam bagi tumbuhan. lipid (lilin. dinding sel.

Bentuk sel yang bebas. .Bagian yang hidup adalah inti dan organel pada sitoplasma dan bagian yang mati adalah dinding sel dan benda-benda ergastik (Kusnadi. Sel tumbuhan terdiri dari bagian yang hidup dan bagian yang mati.kompak (renggang) sehingga terbentuk ruang antar sel akibat pemisahan dinding sel (sizogen) dan mungkin akibat dari beberapa sel yang larut (lisigen). 2007). atau sel yang baru dibentuk dan terisolasi cenderung berbentuk bulatan. lalu karena adanya tekanan dari sel-sel yang lain maka bentuk sel mulai terdiferensiasi.

daun waru (Hibicus tiliaceus). Tempat dan Waktu Praktikum ini dilaksanakan di laboratorium Agroteknologi Unit Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo. bayam (Amrantus sp). pipet Pasteur. penggaris. 3. cat kuku dan tissu gulung ukuran keci. . Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah buku catatan praktek. umbi kentang (Solanum tuberosum). gelas objek dan gelas penutup. tisu lensa. lap bersih. fulpen. busur. jangka. buku ganbar ukuran A4. penghapus. Membuat irisan melintang dari batang bayam. daun durian (Durio zibethinus) dan daun keluwih (Artocarpus communis). silet. tetesi air lalu mengamatinya dibawah mikroskop 2. METODE PRAKTIKUM A. bunga telang (Clitoria ternatea). Mengambil butir-butir amilum dari kacang merah. peruncing. tetesi air lalu mengamatinya dibawah mikroskop. air syringe.III. Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah biji kacang merah (phaseolus vulgaris). Prosedur kerja Prosedur kerja pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut: 1. B. biji jarak (Ricinus comumunis). pukul 15. ubi jalar (Ipomea batatas). C. .30 sampai selesai WITA. umbi kentang dan ubi jalar. pada tanggal 19 Oktober 2015.Membuat irisan melintang dari endosperma biji jarak tetesi air lalu mengamati dibawah mikroskop. pensil.

Mengiris sel-sel epidermis (permukaan atas tajuk) bunga telang lalu tetesi air dan mengamatinya di bawah mikroskop.4 . durian keluwi kemudian tetsi air lalu mengamatinya di bawah mikroskop. 5. Mengiris sel-sel epidermis (permukaan bawah) dari daun waru. Menggambar semua bahan dengan jelas masing-masing perbedaan bentuk serta menulis bagian-bagiannya. HASIL DAN PEMBAHASAN . 6. IV.

A. HASIL Hasil pada praktikum dapat di liat pada gambar di bawah ini. Biji kacang merah (Rhaseolus vulgaris) 10x 40x Umbi kentang (Solanum tuberosum) 10x 40x Ubi jalar (Ricinus comumunis) .

10x 40x Biji jarak (Durio zibetinus) 10x 40x Bayam (Amarantus sp) 10x 40x Bunga telang .

10x 10x 40x Daun waru 10x 40x Daun durian (Durio zibetinus) 10x 40x .

Daun keluwih (Artocapru communios) 10x 40x .

Pada pengamatan biji jarak ditemukan bahwa terlihat endosperma dengan bentuk eleuron dan Kristal zat putih telur (albumin). Pembahasan Sel adalah struktural terkecil dan fungsional dari suatu makhluk hidup yang secara independen mampu melakukan metabolisme. mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungannya. peka terhadap rangsang. yang dikenal dengan istilah Amilum.Sedang pada sel-sel epidermis permukaan bawah dau waru. umbi kentang dan ubi jalar setelah diamati oleh mikroskop terlihat bahwa memiliki butir tepung sebagai sumber karbohidrat. cairan sel. dan minyak. . Suatu sel dikatakan hidup apabila sel tersebut masih menunjukkan ciri-ciri kehidupan antara lain melakukan aktifitas metabolisme. alauron. durian dan keluwi terlihat bahwa permukaanya berbentuk Kristal oksalat dan terdapat amilum didalannya. Pada pengamatan sel-sel epidermis bunga telang terlihat berbentuk Kristal garam oksalat. dan Kristal putih telur dan yang lebih panjang ialah amilum disebut dengan hilus. Kristal kersik. dan ciri hidup lainnya. Benda-benda mati dalam sel yang bersifat cair seperti patri.B.Pada pengamatan batang bayam di mikroskop terlihat helium yang terletak dibagian tengah-tengah butir tepung dan berbentuk bulat lebih mengarah kepembentukan butir tepung konsentris. lemak. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa kacang merah. reproduksi dan kegiatan kehidupan lainnya yang menunjang kelangsungan hidup sel itu sendiri.Benda-benda mati dalam sel bersifat padat seperti Kristal Ca (Co2) 2 atau garam oksalat.

Spina dibedakan menjadi spina palsu dan spina asli. Berdasarkan jumlah hilus dapat membedakan butir tepung. bunga. yaitu masuknya O2 dan keluarnya CO2. Butir tepung majemuk . yang berfungsi sebagai alat penyimpanan air. rambu batang . Stomata (jamak. batang. trikoma = tunggal) atau rambut – rambut merupakan modifikasi jaringan epidermis berupa rambut – rambut.stoma = tunggal) atau mulut daun.Velamen merupakan lapisan sel mati di bagian dalam jaringan epidermispada akar gantung tumbuhan anggrek. buah. jalan penguapan (transpirasi). Spina (duri) merupakan alat tambahan pada epidermis sel tumbuhan bagian batang tumbuhan. sedangkan jalan pernapasan (respirasi). Sel penjaga berisi kloroplas dan memiliki bentuk yang berlainan dengan sel epidermis sebagai sel asalnya.Butiran tepung (amilum) pada umunya berlapis-lapis (lamella) berbeda kadar airnya berbeda pula aindexs biasnya. Spina palsu merupakan duri yang dibentuk oleh jaringan di bawah epidermis. misalnya pada akar. merupakan suatu celah pada jaringan epidermis yang dibatasi oleh dua sel penjaga. rambu daun dan rambut bunga.Trikomata dibedakan menjadi trikomata nonglanduler dan trikomata glanduler. Oleh karena itu. Benda. Trikomata (jarak. Stomat berfungsi sebagai jalan masuk CO2 dari udara dan keluarnya O2 pada waktu fotosintetis di siang hari. Spina asli merupakan duri yang dibentuk oleh jaringan dari dalam stele batang. yaitu pada daerah korteks batang. Pada butir tepung tunggal ( 1 butir tepung sama dengan satu hilus ) seperti pada kentang. dan biji.ada istilah rambut akar .benda mati yang berbentuk padat yang dapat ditemukan dalam plastida yang penting ialah butir.. daun.butir tepung atau . Trikomata hampir terdapat seluruh permukaan organ tumbuhan .

untuk diangkut ke tempat. Dalam perjalanan pengangkutan gula sering untuk sementara waktu diendapkan menjadi tepung yang disebut tepung transitoris. Tepung asimilasi ini kemudian diubah menjadi gula yang larut dalam air.tama dibentuk dalam kloroplas sebagai hasil asimilasi.butir tepung yang lebih besar. yang dinamakan tepung cadangan.tempat cadangan makanan (umbi. Tepung yang pertama. akar. .amilum. akar rimpang dan sebagainya) dan disitu oleh leukoplast ( amiloplast ) diubah menjadi butir.

.V. PENUTUP A.Sedangkan yang berwujud padat mencangkup Kristal oksalat dalam bentuk aleuron dan Kristal zat putuh telur. B. Saran Saran yang bisa saya brerikan pada praktikum ini sebaiknya asisten praktikan mengontrol betul kinerja praktinnya. Benda berwujud cair mencakup cairan lemak dan minyak aetheris. Kesimpulan Berdasarkan hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa benda-benda mati dalam sel terdiri atas dua wujud yakni berwujud benda cair dan berwujud benda padat.

. Umar.2007. . Sel-sel pada organisme multiseluler. (Diakses pada tanggal 21 Oktober 2015) Elfi.Biologi Umum.UGM-Press: Yogyakarta Subandi. blogspot. halaman 63 . Studi Awal Pemisahan Amilosa dan Amilopektin Pati Singkong Dengan Fraksinasi Butanol – Air. No. Salisbury. 2010.Sel adalah kumpulan materi paling. 2006. 2011.72 Kusnadi.2005. sel-tumbuhan http://adesahy.ITB : Bandung. Grafindo Persada.Sitologi.2008. 11. Biologi sains. Piranti: Jakarta Priyandoko. New Delhi : Mall of India Private Ilmited.com.2008.html. 2.Jakarta : PT.DAFTAR PUSTAKA Adesahy. Vol. Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi.

.

.

.

dan alat tambahan tumbuahan” Oleh : MAENA ANIS ALFAYET NIM. D1B1 15 040 PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI 2015 .LAPORAN MINGGUAN PRAKTIKUM BOTANI “Benda-benda mati dalam sel.