You are on page 1of 17

TUGAS KELOMPOK PELAPORAN AKUNTANSI KEUANGAN

Penggabungan Usaha, Laporan Keuangan Konsolidasi, Investasi Perusahaan Asosiasi,
Special Purpose Entities (SPE)
Mata Kuliah : Pelaporan Akuntansi Keuangan

Disusun Oleh Kelompok VI :

PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI
UNIVERSITAS RIAU
2016

distributor obat-obatan dokter. Untuk mengatasi adanya saling merugikan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain. Inc. yaitu :  Horizontal integration Adalah penggabungan perusahaan-perusahaan dalam lini usaha atau pasar yang sama. Penggabungan entitas usaha yang terpisah adalah suatu alternatif perluasan secara internal melalui akuisisi atau pengembangan kekayaan perusahaan secara bertahap.  Vertical integration Adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan dengan operasi yang berbeda. dan seringkali memberikan manfaat bagi semua entitas yang bersatu dan pemiliknya. Dunia usaha semakin lama semakin berkembang dan persaingan dalam jenis produk. misalnya Merck & Co salah satu produsen obat terbesar. Penggabungan Usaha Penggabungan usaha (business combinations) adalah penyatuan entitas-entitas bisnis yang sebelumnya terpisah. tahapan produksi dan atau distribusi yang sama.1. a. Sifat Penggabungan Usaha. secara berturut-turut. perlu kiranya diadakan suatu bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. mutu produk. misalnya perusahaan consumer product bergabung dengan perusahaan consumer product juga. 22 paragraf 08 tahun 1999 :”Penggabungan usaha (business combination) adalah pernyataan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan (uniting wiith) perusahaan lain atau memperoleh kendali (control) atas aktiva dan operasi perusahaan lain”. maupun pemasarannya semakin ramai dan ketat sehingga seringkali timbul persaingan yang tidak sehat dan saling mengalahkan. Penggabungan usaha secara integrasi vertikal ini diharapkan dapat mengurangi biaya pengiriman obat-obatan ke pasar  Conglomeration Adalah penggabungan perusahaan-perusahaan dengan produk dan atau jasa yang tidak saling berhubungan dan bermacam-macam. mengakuisisi Medco Containment Services. Salah satu bentuk kerjasama yang dapat ditempuh adalah dengan melalui penggabungan usaha antara dua atau lebih perusahaan dengan perusahaan yang lain baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis. Berdasarkan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) No. Suatu perusahaan melakan diversifikasi .

- Akuisis aktiva tak berwujud. - Risiko Lebih Rendah (Lower Risk). banyak diantaranya memakai strategi pembeli yang agresif sebagai pertahanan terbaik terhadap usaha pengambilalihan oleh perusahaan lain. yaitu penggabungan perusahaan-perusahaan yang sejenis yang menjadi satu perusahaan yang lebih besar. Jadi. Kecepatan masuk ke pasar sangatlah penting. Ditinjau dari bentuk penggabungannya. Fasilitas-fasilitas pabrik yang diperoleh melalui penggabungan usaha dapat diharapkan segera beroperasi dan memenuhi peraturan yang berhubungan dengan lingkungan dan peraturan pemerintah lainnya. Alasan-alasan penggabungan usaha - Manfaat Biaya (Cost Adventage). - Memperkecil keterlambatan operasi. Banyak perusahaan bergabung untuk menghindari pengambilalihan di antar perusahaan itu. terutama pada periode inflasi. Dalam membangun fasilitas perusahaan yang baru mungkin saja terjadi sejumlah penundaan dalam pembangunannya karena diperlukan persetujuan pemerintah untuk memulai operasi. c. seperti kegunaan akuisisi pada perusahaan manufaktur. atau keahlian manajemen mungkin menjadi faktor utama yang memotivasi suatu penggabungan usaha. Seringkali lebih murah bagi perusahaan untuk memperoleh fasilitas yang dibutuhkan melalui pengembangan. Membeli lini produk dan pasar yang telah didirikan biasanya lebih kecil risikonya dibandingkan dengan mengembangkan produk baru dan pasarnya. Perusahaan yang lebih kecil cenderung lebih rentan untuk diambil alih. Hal ini benar. Bentuk penggabungan usaha 1. Penggabungan usaha kurang berisiko terutama ketika tujuannya adalah diversifikasi. Pada umumnya dasar dibentuknya penggabungan usaha ini adalah untuk menghindari adanya persaingan diantara . hak penambangan mineral.untuk mengurangi risiko yang ada pada lini usaha tertentu. - Menghindari pengambilalihan. atau untuk mengimbangi perubahan penghasilan. akuisis atas hak paten. riset database pelanggan. Penggabungan usaha melibatkan penggabungan sumber daya tidak berwujud maupun berwujud. terdapat tiga bentuk penggabungan usaha sebagai berikut :  Penggabungan horisontal. khususnya pada industri teknologi. b. Karena itu.

16 tentang “penggabungan usaha”.perusahaan yang sejenis dan meningkatkan efisiensi diantara perusahaan-perusahaan yang bersangkutan tersebut. penggabungan usaha dibagi menjadi : Merger. Entitas tunggal tersebut tetap melanjutkan aktivitas perusahaan yang sebelumnya terpisah secara independen. 2. . Perusahaan yang dibelinya sudah tidak mempunyai status hukum lagi dan yang mempunyai status hukum adalah perusahaan yang membelinya. keduanya mempunyai hubungan yang saling menguntungkan. Penggabungan konglomerat ini merupakan gabungan dari perusahaan-perusahaan yang memiliki usaha yang berlainan misalnya perusahaan angkutan bergabung dengan perusahaan jasa hotel dan perusahaan makanan (catering).  Sedangkan dari segi hukumnya. menurut APB: Penggabungan usaha (business combinations) terjadi apabila suatu perusahaan digabungkan dengan satu atau lebih perusahaanlain dalam satu entitas akuntansi.  Konsolidasi. Konsep akuntansi untuk penggabungan usaha Konsep akuntansi untuk penggabungan usaha biasanya terdapat dalam Accounting Principle Board (APB) Opinion No. yaitu merupakan kombinasi dari penggabungan horisontal dan vertikal. yaitu penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan membeli perusahaan lain yang kemudian perusahaan yang dibelinya tersebut menjadi anak perusahaannya atau dibubarkan. yaitu penggabungan usaha dengan cara membeli sebagian besar saham atau seluruh saham perusahaan lain untuk memperoleh hak pengendalian (controlling interest).  Penggabungan konglomerat. merupakan bentuk lain dari merger.  Penggabungan vertikal. yang berlaku efektif sejak 1 November 1970. d. yaitu penggabungan perusahaan yang sebelumnya. yaitu penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan bergabung dengan perusahaan lain membentuk satu perusahaan baru  Afiliasi. Perusahaan yang dikuasai tersebut tidak kehilangan status hukumnya dan masih beroperasi sebagaimana perusahaan lainnya. misalnya suatu perusahaan lain yang kemudian pemasok (supplier) bahan baku perusahaan lain yang kemudian bergabung agar dapat terjaga adanya kepastian bahan baku dan kontinuitas produksi.

- Prosedur Akuntansi Penggabungan usaha Metode Pooling Of Interest  Semua aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang bergabung dinilai pada nilai buku saat diadakan penggabungan  Besarnya nilai investasi pada perusahaan yang bergabung sebesar jumlah modal perusahaan yang digabung atau sebesar aktiva bersih perusahaan yang digabung  Bila terjadi selisih antara jumlah yang dibukukan sebagai modal saham yang diterbitkan ditambah kompensasi pembelian lainnya dalam bentuk kas ataupun aktiva lainnya dengan jumlah aktiva bersih yang diperoleh. Menurut PSAK tahun 2007 No. Berdasarkan metode ini perusahaan yang memperoleh atau membeli mencatat aktiva yang diterima dan kewajiban yang ditanggung sebesar nilai wajarnya.19 setiap kelebihan biaya perolehan atas nilai wajar . Biaya untuk memperoleh perusahaan (biaya perolehan) ditetapkan dengan cara yang sama seperti pada transaksi lain.e. Metode Akuntansi untuk Penggabungan Usaha a) Metode Penyatuan Kepemilikan (by pooling of interest method) Suatu penggabungan usaha yang memenuhi kriteria PSAK tahun 2007 No. tidak ada pembelian. b) Metode Pembelian (by purchase method) Metode pembelian didasarkan pada asumsi bahwa penggabungan usaha merupakan suatu transaksi yang salah satu entitas memperoleh aktiva bersih dari perusahaanperusahaan lain yang bergabung. sehingga karenanya tidak ada dasar pertanggungjawaban yang baru. tidak ada harga pembelian. Dalam metode penyatuan kepemilikan. 22 untuk penyatuan kepemilikan harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan metode penyatuan. diasumsikan bahwa kepemilikan perusahaanperusahaan yang bergabung adalah satu kesatuan dan secara relatif tetap tidak berubah pada entitas akuntansi yang baru. Biaya ini dialokasikan pada aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasikan sesuai dengan nilai wajarnya pada tanggal penggabungan. Karena tidak ada salah satupun dari perusahaanperusahaan yang bergabung telah dianggap memperoleh perusahaan-perusahaan yang bergabung lainnya. maka harus diadakan penyesuaian terhadap modal perusahaan yang akan digabung  Laporan keuangan gabungan adalah penjumlahan dari laporan keuangan milik perusahaan yang bergabung.

Laporan Keuangan Konsolidasi adalah laporan keuangan gabungan antara Pemilikan perusahaan pusat atas perusahaan cabangnya.aktiva bersih yang diperoleh dialokasikan ke goodwill dan diamortisasikan selama maksimum 20 tahun.Pengendalian (control) diasumsikan diperoleh apabila salah satu perusahaan yang bergabung memperoleh lebih dari 50% hak suara pada perusahaan lain. - Prosedur Akuntansi Penggabungan usaha Metode Purchase  Menyesuaikan nilai aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang akan digabung sebesar nilai wajarnya  Mencatat transaksi penggabungan sebesar nilai investasinya (biaya perolehan). artinya mereka masing-masing akan membuat laporan keuangan yang sendiri-sendiri dan tidak mungkin untuk digabungkan. Dalam hal ini tentunya perusahaan investor (acquirer). Laporan keuangan konsolidasi Menurut PSAK nomor 4 Laporan keuangan konsolidasi adalah suatu laporan keuangan dari suatu group perusahaan yang disajikan sebagai satu kesatuan ekonomi . maka nilai wajar saham tersebut sebesar harga pasar pada tanggal transaksi penggabunga. ditambahkan atau yang sejenisnya. maka selisih tersebut dicatat ke dalam rekening goodwill pada kelompok aktiva. maka diestimasi secara proporsional perusahaan pengakuisisi atau yang diakuisisi (mana yang lebih dapat ditentukan). jika tidak memiliki hak kendali (control) yang lebih. Bila harga pasar tidak dapat digunakan sebagai indikator. Apabila terjadi selisih antara nilai investasi dengan aktiva bersih yang diterima perusahaan pengakuisisi. Laporan Keuangan Konsolidasi menyajikan posisi keuangan dan hasil operasi untuk pusat perusahaan (entitas pengendali) dan satu atau lebih cabang perusahaan (entitas yang dikendalikan) seakan – akan entitas – entitas individual tersebut merupakan satu entitas atau perusahaan satu perusahaan atau diperlukan apabila salah satu perusahaan yang bergabung memiliki kontrol terhadap perusahaan lain. Jika pengakuisisi mengeluarkan saham. maka mereka adalah badan usaha (entity) mandiri. 2. dalam satu satuan ekonomi. kecuali apabila dapat dibuktikan sebaliknya bahwa tidak terdapat pengendalian . Laporan keuangan konsolidasi harus disusun jika salah satu perusahaan yang bergabung memiliki control (kendali) terhadap perusahaan lain.  Membuat jurnal pemilikan aktiva dan kewajiban dari perusahaan yang digabung.

walaupun pemilikan lebih dari 50% (IAI 1994). antara lain: . Laporan tersebut tidak boleh menyesatkan pihak-pihak yang berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi Laporan keuangan konsolidasi yang disyaratkan terdiri dari neraca konsolidasi. c. Konsolidasi diharuskan jika satu perusahaan memiliki mayoritas sahan beredar dari perusahaan lain. Disamping memberi manfaat.Dapat memberikan informasi terkini bagi manajemen induk perusahaan. . Manfaat Laporan Keuangan Konsolidasi . a. baik mengenai operasi gabungan dari entitas konsolidasi dan juga mengenai perusahaan individual yang membentuk entitas konsolidasi Perlu disadari. . Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. dimana laporan konsolidasi keuangan diharapkan tidak boleh menyesatkan pihakpihak yang berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi juga. begitu pula dengan aktiva. Tujuan laporan keuangan konsolidasi Adapun maksud dan tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi disusun. laporan keuangan konsolidasi juga dapat menjadi ekses yang tidak baik.Banyaknya informasi tambahan yang dibutuhkan untuk memberikan penyajian yang wajar.Dapat memberikan gambaran yang jelas tentang total sumber daya perusahaan hasil gabungan di bawah kendali induk perusahaan. harus . . misalnya akun piutang .Dapat menyembunyikan kinerja perusahaan individu yang tidak bagus dengan kinerja perusahaan lain yang bagus. atau laporan perubahan ekuitas pemegang saham.Beberapa akun tidak dapat seluruhnya dibandingkan. 4 a) Ruang Lingkup Laporan Keuangan Konsolidasi Suatu induk perusahaan yang memiliki baik langsung maupun tidak langsung melalui anak perusahaan lebih dari 50% saham berhak suara pada perusahaan lain. laporan laba ditahan konsolidasi.Tidak semua saldo laba ditahan konsolidasi tersedia untuk dividen induk perusahaan. kreditor dan peyedia dana lainnya. kepada para pemegang saham.Rasio keuangan berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang terbentuk tidak mencerminkan kondisi entitas yang membentuk konsolidasi maupun induk perusahaan . dan laporan arus kas konsolidasi. laporan laba-rugi konsolidasi. b. yaitu: agar dapat memberikan gambaran yang obyektif dan sesuai atas keseluruhan posisi dan aktivitas dari satu perusahaan (economic entity) yang terdiri atas sejumlah perusahaan yang berhubungan istimewa.

Anak perusahaan tidak dikonsolidasikan apabila:  Pengendalian pada anak perusahaan bersifat sementara karena anak perusahaan khusus diakuisisi dengan tujuan untuk dijual kembali atau dialihkan dalam jangka pendek. yang terjadi antara tanggal pelaporan yang berbeda tersebut. harus dieliminasi.  Anak perusahaan dibatasi oleh suatu restriksi jangka panjang sehingga tidak mampu mengalihkan dananya kepada induk perusahaan. Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi. wajib menyusun laporan keuangan konsolidasi apabila dapat dibuktikan bahwa pengendalian tetap ada. Apabila laporan keuangan dengan tanggal pelaporan yang berbeda (yang lebih dari tiga bulan) digunakan untuk tujuan konsolidasi. Untuk tujuan konsolidasi. yang timbul dari transaksi antara induk perusahaan dan anak perusahaan. Laporan keuangan konsolidasi harus mengkonsolidasikan seluruh anak perusahaan baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri. Suatu perusahaan yang memiliki 50% atau kurang saham berhak suara pada perusahaan lain. Apabila tidak mungkin digunakan kebijakan akuntansi yang sama dalam menyusun laporan keuangan . 13 tentang Akuntansi untuk Investasi. peristiwa dan keadaan yang sama atau sejenis. Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi. Penyertaan induk perusahaan pada anak perusahaan yang memenuhi salah satu kriteria di atas harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. tanggal pelaporan keuangan anak perusahaan pada dasarnya harus sama dengan tanggal pelaporan keuangan perusahaan induk. maka penyesuaian yang diperlukan harus dilakukan untuk pengaruh dari setiap peristiwa atau transaksi antar perusahaan yang signifikan. b) Prosedur Konsolidasi Transaksi dan saldo resiprokal antara induk perusahaan dan anak perusahaan harus dieliminasi.  Peristiwa atau transaksi material yang terjadi di antara tanggal pelaporan tersebut diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi.menyajikan laporan keuangan konsolidasi. Apabila tanggal pelaporan tersebut berbeda maka laporan keuangan anak perusahaan dengan tanggal pelaporan yang berbeda tersebut dapat digunakan untuk tujuan konsolidasi sepanjang:  Perbedaan tanggal pelaporan tersebut tidak lebih dari 3 (tiga) bulan.

jika penyertaan saham perusahaan pada perusahaan asosiasi kurang dari 20 %. Jika investor memiliki. maka penyertaan saham perusahaan dibukukan dengan metode biaya . kurang dari 20 % hak suara. Hak minoritas (minority interest) harus disajikan tersendiri dalam neraca konsolidasi antara kewajiban dan modal. 3. Investasi pada anak perusahaan harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. Investasi Perusahaan Asosiasi perusahaan asosiasi adalah suatu perusahaan yang investornya mempunyai pengaruh yang signifikan (memiliki wewenang untuk berpartisipasi dalam keputusan yang menyangkut kebijakan keuangan serta operasi investee. maka investasi pada investee dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Sebaliknya. maka harus diungkapkan penggunaan kebijakan akuntansi yang berbeda tersebut dan proporsi unsur yang terkait dengan kebijakan akuntansi tersebut terhadap unsur sejenis dalam laporan keuangan konsolidasi. baik langsung maupun tidak langsung melalui anak perusahaan.konsolidasi. maka investasi dicatat dengan menggunakan metode biaya. maka dianggap tidak memiliki pengaruh signifikan. baik langsung maupun tidak langsung melalui anak perusahaan. Hak minoritas dalam laba disajikan tersendiri dalam laporan laba rugi konsolidasi. 20 % atau lebih dari hak suara pada perusahaan investee. Sebaliknya. Kepemilikan substansial atau mayoritas oleh investor lain tidak perlu menghalangi investor memiliki pengaruh signifikan. apabila investor tidak mempunyai pengaruh yang signifikan. tetapi bukan merupakan pengendalian terhadap kebijakan tersebut) dan bukan merupakan anak perusahaan maupun joint venture dari investornya. maka dipandang mempunyai pengaruh signifikan. jika investor memiliki.” Jadi. 13 tentang Akuntansi untuk Investasi. Apabila investor mempunyai pengaruh yang signifikan. Sedangkan anak perusahaan (subsidiary) didefinisikan sebagai perusahaan yang dikendalikan oleh perusahaan lain (yang disebut induk perusahaan). terhitung sejak investasi tersebut tidak memenuhi persyaratan sebagai anak perusahaan dan juga bukan perusahaan asosiasi berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 15 tentang Akuntansi untuk Investasi pada Perusahaan Asosiasi.

4 tentang laporan keuangan konsolidasi. konsep yang mendasari prosedur konsolidasi yang digunakan dalam perolehan anak perusahaan digunakan dalam perolehan investasi dalam perusahaan asosiasi. Selanjutnya. . Selisih (baik positif maupun negatif) antara biaya perolehan (acquisition cost) dengan bagian investor atas nilai wajar aktiva neto yang dapat diidentifikasi (net identificable asset) pada tanggal akuisisi harus dipertanggung jawabkan sesuai dengan pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. Distribusi laba (kecuali dividen saham) yang diterima dari investor mengurangi nilai tercatat tersebut juga diperlukan untuk mengubah hak kepemilikan proporsional investor yang timbul dari perubahan dalam ekuitas investor yang belum diperhitungkan kedalam laporan laba rugi. Penerimaan dividen yang melebihi laba tersebut dipandang sebagai pemulihan investasi dan dicatat sebagai pengurangan terhadap biaya investasi sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. dan dari penyesuaian selisih yang timbul dari penggabungan usaha. Metode Akuntansi a) Metode Ekuitas Menurut metode ekuitas.a. investasi pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan dan nilai tercatat ditambahkan atau dikurangi untuk mengakui bagian investor atas laba atau rugi investor setelah tanggal perolehan. perbedaan dalam penjabaran valuta asing. Investor mengakui penghasilan hanya sebatas distribusi laba (kecuali dividen sagam) yang diterima yang berasal dari laba bersih yang diakumulasikan oleh investor setelah tanggal perolehan. b) Metode Biaya Menurut metode biaya. 13 tentang akuntansi untuk investasi. b. 22 tentang Akuntansi Penggabungan Usaha. investor mencatat investasinya pada perusahaan investor sebesar biaya perolehan. Investasi dalam perusahaan asosiasi dipertanggungjawabkan dengan metode ekuitas sejak tanggal pada saat investasi tersebut memenuhi definisi perusahaan asosiasi. Perubahan semacam itu meliputi perubahan yang timbul sebagai akibat dari revaluasi aktiva tetap. Penyesuaian yang diperlukan terhadap bagian investor atas laba rugi setelah akuisisi harus dilakukan untuk hal-hal berikut: a) Penyusutan aktiva tetap berdasarkan nilai wajarnya. Penerapan Metode Ekuitas Terdapat beberapa prosedur dalam penerapan metode ekuitas yang tidak berbeda dengan prosedur konsolidasi sebagaimana dijelaskan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.

akan tetapi prinsip konsistensi mempersyaratkan bahwa jangka waktu penggunaan tanggal tersebut konsisten dari periode ke periode. Jika penyesuaian semacam ini tidak dapat dilakukan. Jika penyamaan tanggal tidak mungkin dilakukan. SPE merupakan salah satu bentuk off-balance-sheet-financing. 4. Apabila perusahaan asosiasi menggunakan kebijakan akuntansi yang lain pada yang digunakan investor untuk transaksi dan peristiwa yang sama. Laporan keuangan investor lazimnya disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi untuk transaksi dan peristiwa yang sama dalam keadaan yang serupa. off-balance-sheet entity ini diciptakan . laporan pada tanggal yang sama dengan laporan keuangan investor. perusahaan asosiasi sering menyajikan untuk digunakan oleh investor. dan temporary). maka investasi dilaporkan nihil. Pada dasarnya. penyesuaian dilakukan terhadap dampak dari setiap transaksi atau peristiwa signifikan yang terjadi antara investor dan perusahaan asosiasi antara tanggal laporan keuangan perusahaan asosiasi dan tanggal laporan keuangan investor. Special Pupurpose Entity (SPE) Special Purpose Entity (SPE) adalah suatu entitas yang dibentuk oleh perusahaan sponsor/perusahaan induk untuk suatu tujuan tertentu (khusus. fakta adanya perbedaan tersebut harus diungkapkan. Jika berdasarkan metode ekuitas. laporan tersebut biasanya disajikan pada tanggal yang sama dengan laporan keuangan investor. dapat digunakan laporan keuangan yang disusun pada tanggal pelaporan yang berbeda. maka penyesuaian tertentu dilakukan terhadap laporan keuangan perusahaan asosiasi apabila laporan keuangan tersebut digunakan oleh investor dalam penerapan metode ekuitas. bagian investor atas kerugian perusahaan asosiasi sama atau melebihi nilai tercatat dari investasi. sempit. investor menghitung bagiannya atas laba atau rugi setelah atau belum dideklarasikan. Jika tanggal pelaporan tersebut berbeda.b) Amortisasi atas selisih antara biaya perolehan dan bagian investor atas nilai wajar aktiva neto yang dapat diidentifikasi (investor's share of the fair value of net identifiable assets). Jika perusahaan asosiasi memiliki saham preferen kumulatif yang dimiliki oleh pihak luar. Laporan keuangan perusahaan asosiasi yang paling akhir digunakan oleh investor dalam penerapan metode ekuitas. Jika digunakan laporan keuangan dengan tanggal pelaporan yang berbeda. misalnya untuk membagi atau menghilangkan resiko finansial.

kegiatan riset dan pengembangan atau sekuritisasi aset keuangan). Suatu entitas bertujuan khusus (EBK) atau special purpose entities (SPE) dapat berbentuk perusahaan.Mengubah aset finansial tertentu. Tujuan SPE.Mengurangi besarnya pajak b. Alasan pembentukan SPE. Karakteristik SPE. yaitu : - Sekuritisasi - Risk sharing - Keuntungan kompetitif - Financial enginering - Regulatory reasons . yaitu : . perserikatan. wali amanat. Suatu entitas dapat didirikan untuk mencapai suatu tujuan khusus yang terbatas (misalnya untuk melakukan sewa. - Jika SPV memegang aset. a.Mendanai aset tertentu atau layanan tertentu dan tetap membuat hutang perusahaan induk (sponsor) off-balance-sheet . pinjaman. sekaligus bertindak sebagai perantara SPV dengan pihak yang membentuk SPV. maka salah satu pihak akan memberikan jasa tertentu sesuai perjanjian. firma atau entitas yang tidak berbentuk badan hukum. atau manajemen untuk membuat keputusan mengenai pengoperasian EBK. atau hipotek ke dalam bentuk liquid . EBK umumnya dibentuk dengan ketentuan kontraktual yang mengatur secara ketat atau memberikan batasan tetap atas kewenangan pimpinan. c. yaitu : - Memiliki modal yang terbatas - Biasanya tidak memiliki manajemen yang independen - Fungsi administratifnya sering dijalankan oleh suatu trustee yang menerima dan mendistribusikan kas sesuai dengan persyaratan kontrak. seperti hutang dagang.oleh suatu pihak (transferor atau sponsor) yang mentransfer asset ke pihak lain (SPV) untuk melaksanakan aktivitas bisnis maupun transaksi bisnis tertentu.

Enron merupakan sebuah bisnis perusahaan raksasa berbasis bisnis energi kebanggaan masyarakat Amerika Serikat. kontrak pertukaran energi dan kebijakan akuntansi yang agresif dan derivatif untuk mencapai laba yang luar biasa. Enron mengajukan mendaftarkan kebangkrutan perusahaan ke pengadilan dan memecat 5000 pegawai. Hal ini dikarenakan sebagai perusahaan trading. Pada 2 Desember 2001. enron menerbitkan laporan keuangan triwulan ketiga. Dalam laporan itu disebutkan bahwa laba bersih enron meningkat menjadi $393 juta.000 orang dan merupakan perusahaan terkemuka dalam listrik. gas alam. Ia juga tidak menjelaskan secara rinci tentang pembebanan biaya akuntansi khusus(special accounting charge/expense) sebesar $1 miliar yang sesungguhnya menyebabkan hasil aktual pada periode tersebut menjadi rugi $644 juta. 3.KASUS ENRON Enron pertama kali didirikan di Houston Texas. Pada tahun 2000 Enron meraih penghargaan sebagai perusahaan terbesar ke 7 menurut majalah Fortune dan Enron masih memberikan keuntungan 101 miliar dolar. menyebutkan bahwa enron secara berkesinambungan memberikan prospek yang sangat baik. naik $100 juta dibandingkan periode sebelumnya. Pada tanggal 16 oktober 2001. Perusahaan ini menggunakan teknik yang inovatif misalnya. PERMASALAHAN 1. Pada saat itu terungkap bahwa terdapat hutang perusahaan yang tidak di laporkan senilai lebih dari $1 miliar. dan perusahaan komunikasi. Pada tahun 1997 Enron membuka unit bisnis baru yaitu peralatan elektrik. Enron dan KAP Andersen dituduh telah melakukan kriminal dalam bentuk penghancuran dokumen yang berkaitan dengan investigasi atas kebangkrutan enron (penghambatan dalam proses peradilan) 4. CEO enron Kenneth Lay. Beban $1 miliar tersebut ternyata berasal dari transaksi yang dilakukan oleh perusahan-perusahaan yang didirikan oleh CFO Enron. membutuhkan rating nilai investasi untuk . Tahun 1999 memasuki e-business (on line trading). Jeffrey Skilling menjelaskan kebangkrutan Enron disebabkan terganggunya proses bisnis akibat credit rating perusahaan menurun pada November 2001. Jumlah tenaga kerja yang dimiliki adalah sebanyak 21. dan dibentuk dari merger dari Gas and Pipeline Companies pada tahun 1985. Dengan pengungkapan ini nilai investasi dan laba yang ditahan berkurang dalam jumlah yang sama. 2.

Tidak ada nilai yang baik. Masyarakat memandang kinerja Enron yang telah menjadi pemimpin dalam bisnis komoditas energi dan jasa relatif baik. Terungkap pula Excessive Compensation yang diperoleh manajemen. Kinerja Enron yang buruk mulai terungkap. Manajemen gagal untuk melaksanakan kebijakan perusahaan yang etis.melakukan perdagangan dengan perusahaan lain. Hutangnya tidak hanya sebesar $13 juta tetapi bertambah hingga sebesar $38 juta. Kreditur / Banker gagal karena tidak dapat menganalisis keuangan Enron sehinga mengizinkan pemberian kredit yang terlalu banyak. Kasus tersebut menjadi bukti bahwa manajemen tidak mengindentifikasi dan mengelola ethics risk. pada pertengahan 2001 mulai muncul bad news mengenai kinerja Enron hingga Stock Price nya turuh hingga mendekati 0 pada akhir 2002 ketika Enron telah dinyatakan bangkrut. Regulator gagal karena aturan yang dibuat masih . Sehingga terjadi ketidakcocokan saat dilakukan konsolidasi ulang yang kemudian menyebabkan nilai ekuitas perusahaan jatuh. atas business risk. maka tidak akan ada perdagangan. Auditor gagal untuk melaksakan ethics of conduct dalam standard audit yang telah ada. Klasifikasi ulang dilakukan karena terdapat banyak special purpose entity (SPEs) dan kerjasama yang tidak tercatat dalam neraca yang memiliki banyak hutang. Kenaikan Stock Price menujukkan harapan positif dari publik atas kinerja Enron di periode selanjutnya. Hal tersebut ditunjukkan dengan Stock Price Enron yang terus meningkat secara signifikan dari tahun 1997 hingga puncaknya di pertengahan tahun 2000. Terdapat gap antara harapan dari publik dan realita kinerja Enron yang sebenarnya. Hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi harapan publik atas kinerja yang etis telah teridentifikasi. tapi tidak dilakukan oleh tokoh yang berperan dalam Kasus Enron dan Andersen. 2. yang sebelumnya tidak tercatat dalam neraca (off balance sheet) kemudian diklasifikasikan ulang sehingga tercatat dalam neraca (on balance sheet). Hal tersebut mengindikasikan manajemen tidak menganalisis secara mendalam 3. Namun. sehingga terjadi Governance Failures yang merugikan stakeholders. Kasus Enron dan Andersen merupakan bukti nyata bahwa sistem pelaporan yang dilakukan perusahaan pada saat itu tidak cukup untuk melindungi kepentingan investor dan publik. Terjadinya penurunan nilai rating investasi perusahaan disebabkan hutangnya yang terlalu besar. PEMBAHASAN 1. terdapat praktik High Risk Accounting dan Extensive Undisclose Off-the-Books Activity yang dilakukan manajemen. Analis gagal karena tidak bisa mendeteksi misstatement yang dilakukan Enron dan Andersen sehingga Stock Price Enron terus naik hingga puncaknya pada pertengahan tahun 2000.

karena terlalu banyak hal yang lebih penting dilakukan guna memaksimalkan laba. bukan hal yang sebaliknya. Publik juga berharap perusahaan harus dikelola dengan Governance and Accountability Mechanisms. . hasil riset studi menunjukkan bahwa bisnis yang tidak berdasarkan etika hanya akan memaksimalkan laba jangka pendek. Interseksi dari berbagai kegagalan yang terjadi merupakan indikasi belum ada sinergi antara lembaga-lembaga tersebut. Terdapat perubahan dari harapan masyarakat. tetapi menurunkan laba jangka panjang. Sustainable bisnis harus dijaga dengan melaksanakan aktivitas bisnis yang beretika. Namun. Banyak orang mengatakan bahwa bisnis tidak dapat dilakukan dengan bebasis etika. 4.terdapat celah untuk terjadinya pelangaran. Publik memandang bahwa bisnis ada untuk melayani masyarakat.

Keduanya telah bekerja sama dalam memanipulasi laporan keuangan sehingga merugikan berbagai pihak baik pihak eksternal seperti para pemegang saham dan pihak internal yang berasal dari dalam perusahaan enron. Yang menyebabkan kebangkrutan dan keterpurukan pada perusahaan Enron adalah Editor. Sedangkan Arthur Andersen yang bertindak sebagai auditor pun telah melanggar etika profesinya sebagai seorang akuntan. Hal ini jelas Arthur Andersen tidak bersikap independent sebagaimana yang seharusnya sebagai seorang akuntan.KESIMPULAN Enron dan KAP Arthur Andersen sudah melanggar kode etik yang seharusnya menjadi pedoman dalam melaksanakan tugasnya dan bukan untuk dilanggar. Enron telah melanggar etika dalam bisnis dengan tidak melakukan manipulasi-manipulasi guna menarik investor. Arthur Andersen telah melakukan “kerjasama” dalam memanipulasi laporan keuangan enron. . Arthur Andersen (satu dari lima perusahaan akuntansi terbesar) yang merupakan kantor akuntan Enron .

dkk. Jakarta : Penerbit Erlangga.DAFTAR PUSTAKA - A. Jakarta: Salemba Empat. Akuntansi Keuangan Lanjutan. Jakarta: PT. Richard. 2012 . Baker. 2009 - E. 2010 - Ankarath. Floyd. Akuntansi Lanjutan ( Advanced Accounting). dkk. Indeks. Nandakumar. Beams. Memahami IFRS.