You are on page 1of 2

Enzim laktase yang berfungsi memecah gula susu (laktosa) terdapat di mukosa usus

halus. Enzim tersebut bekerja memecah laktosa menjadi monosakarida yang siap untuk
diserap oleh tubuh yaitu glukosa dan galaktosa. Apabila ketersediaan laktase tidak
mencukupi, laktosa yang terkandung dalam susu tidak akan mengalami proses pencernaan
dan akan dipecah oleh bakteri di dalam usus halus. Proses fermentasi yang terjadi dapat
menimbulkan gas yang menyebabkan kembung dan rasa sakit di perut. Sedangkan sebagian
laktosa yang tidak dicerna akan tetap berada dalam saluran cerna dan tidak terjadi penyerapan
air dari faeses sehingga penderita akan mengalami diare. Menurut the World Allergy
Organization, reaksi sampingan non toksik terhadap makanan disebut hipersensitivitas, bukan
alergi. Disebut alergi makanan jika mekanismenya melibatkan reaksi imunologi, yang dapat
diketahui dengan pemeriksaan IgE. Adapun intoleransi makanan, merupakan hipersensitivitas
non alergi terhadap makanan. Frekuensi kejadian intoleransi laktosa pada ras Kaukasia lebih
sedikit/jarang dibandingkan pada orang Asia, Afrika, Timur Tengah, dan beberapa negara
Mediterania, dan juga pada ras Aborigin Australia. Lima persen dari ras Kaukasia dan 75%
dari yang bukan ras Kaukasia yang tinggal di Australia mengalami intoleransi laktosa.
Gejala
Orang yang mengalami intoleransi laktosa biasanya mempunyai batas toleransi untuk
mengkonsumsi laktosa, yang jika mereka mengkonsumsi dalam batas ini maka mereka akan
mengalami gejala yang minimal. Beberapa gejala intoleransi laktosa antara lain sakit perut,
perut kembung dan diare. Kadang-kadang gejala intoleransi laktosa sering disalah artikan
sebagai gejala dari irritable bowel syndrome (IBS), padahal penderita IBS bukanlah penderita
intoleransi laktosa. Penderita IBS cenderung mengalami kesulitan dalam mentoleransi lemak.
Penyebab intoleransi laktosa
Intoleransi laktosa sebagian besar disebabkan oleh faktor genetik, dimana penderita
mempunyai laktase lebih sedikit dibanding orang normal. Beberapa faktor lain penyebab
intoleransi laktosa anatara lain:
Gastroenteritis
Dapat menyebabkan terjadinya penguraian enzim laktase yang dapat berlangsung sampai
beberapa minggu
Infeksi parasit

Dapat menyebabkan pengurangan jumlah laktase sementara waktu.


Defisiensi besi
Rendahnya asupan besi dapat mengganggu pencernaan dan penyerapan laktosa