You are on page 1of 20

TUGAS

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
“REVIEW ARTIKEL”

OLEH
INOLA ANWAR
16230030

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
PROGRAM PASCASARJANA

FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016

1. Latar Belakang
Pendidikan dimasa depan mengarah pada pendidikan yang demokratis, pendidikan
yag demokratis hanya bisa dicitakan dalam masyarakat, bangsa dan Negara yang juga
demokratis. Hasil dari penerapan pendidikan yag demokratis, kedewasaan warga negara
dalam berdemokrasi di Barat bisa menjadi referensi adanya keterkaitan antara sikap-sikap
demokratis warga negara dan program pendidikan demokrasi, populer dengan sebutan civic
education (pendidikan kewarganegaraan), yang ditempuh melalui jalur pendidikan formal. 1
Negara Indonesia yang tengah berpindah menuju demokrasi, pendidikan kewarganegaraan
diharapkan mampu untuk memperkokoh kelompok masyarakat sipil yang beradab dan
demokratis yang penting untuk dilaksanakan.
Perkembangan pendidikan kewarganegaraan di Indonesia tidak lepas dari dinamika
pergantian, dan juga perubahan kebijakan pendidikan nasional. Sebagai contoh, mulai dari
awal orde baru dibangun hingga periode transisi pada era reformasi pasca 1998, pendidikan
kewarganegaraan dalam sistem pendidikan nasional mengalami perubahan baik dari nama
mata pelajaran, muatan isi kurikulum, maupun buku teks serta inovasi pembelajarannya.
Dalam perkembangannya di Indonesia, kajian pendidikan kewarganegaraan dikenal dengan
sebutan nama-nama mata pelajaran “Kewargaan” (1958), “Civics” (1962), “Pendidikan
Kewargaan Negara” (1968), “Pendidikan Moral Pancasila” (1975), “Pendidikan Pancasila
dan Kewargaanegaraan” (1994), “Pendidikan Kewarganegaraan” (2003/2006).2

1 Ubaidillah, (2004), Pendidikan Kewarganegaraan dan demokrasi di Indonesia.diakses dari
http://www.unisosdem.org/ekopol_detail.php?aid=3569&coid=3&caid=, pada tanggal 10 september
2017, pukul 20.00 wib
2 Samsuri, 2011,” Kebijakan Pendidikan Kewarganegaraan Era Reformasi Di Indonesia,
Cakrawala Pendidikan, Th. XXX, No. 2, Juni.

bahwa paradigma pendidikan kewarganegaraan di Indonesia selama lebih 30 tahun pada era Orde Baru lebih banyak dititikberatkan kepada pembentukan karakter kepatuhan warga Negara (siswa) terhadap tafsir resmi rejim politik. serta minimnya peluang budaya kritis dalam hubungan masyarakat kewargaan (civil society) dengan masyarakat politik (negara) selama hampir 32 tahun di Indonesia. Sebagaimana pengkajian oleh para sarjana (Kalidjernih. Sebagaimana telah diketahui. Penggambaran warga negara yang patuh. 2005. semakin memperkuat alasan bahwa peran pendidikan kewarganegaraan semata sebagai alat transmisi kepentingan rejim.Ada beberapa konsep tentang pendidikan kewarganegaraan. 2004) terhadap fungsi pendidikan kewarganegaraan pada masa Orde Baru. pengagungan harmoni (selaras. serasi dan seimbang) dengan menolak pengakuan terhadap perbedaan dan konflik. Hlm 2. sehingga tindakan kewargaan yang diekspresikan seorang individu cenderung bersifat semu. Cholisin. hegemoni tafsir dan wacana dari Negara terhadap warga negara. ukuran keutamaan tindakan kewargaan sebagai akibat hipokrisi tadi ialah lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti tekanan dan kepentingan politik serta ekonomi dalam jabatan publik. Pada gilirannya. . ketika reformasi politik dan hukum nasional bergulir.3 Kepatuhan warga negara terhadap tafsir rejim (pemerintah) dianggap sebagai kebajikan atau keutamaan warga negara (civic virtues) yang dilekatkan pada misi pendidikan kewarganegaraan ketika itu. 3 Ibid. serta memiliki pengetahuan dan kecakapan serta nilai-nilai yang diperlukan untuk menjalankan hak-hak dan kewajibannya. Di sisi lain.. Cogan (1998:5) mengartikan pendidikan kewarganegaran berperan penting sebagai penyiapan generasi muda (siswa) untuk menjadi warga negara yang memiliki identitas dan kebanggaan nasional. Kepatuhan ini di satu sisi melahirkan hipokrisi (kemunafikan) antara wacana dengan tindakan kewargaan (civic action) yang diharapkan. pada gilirannya telah membentuk budaya politik kewargaan yang tidak kondusif terhadap sistem politik demokrasi. paradigma pendidikan kewarganegaraan yang masih bercorak hegemonik cenderung tidak menarik dan ketinggalan zaman.

4 Mengapa partisipasi menjadi penting dalam pendidikan kewarganegaraan? Veldhuis (1997: 8) berpendapat bahwa partisipasi dan integrasi (secara sosial dan politik) dari para warga negara menjadi dasar yang penting. demokrasi harus dipelajari dan perlu dipelihara. dan civic attitudes serta konsep lainnya (Torney-Purta. dimana para pendidik civic dan politik serta institusi profesional yang terkait harus turut bertanggung jawab. prinsip dan proses demokratik. identitas nasional. 2001: 179) Dengan demikian kajian pendidikan kewarganegaraan sedikitnya memuat pembahasan tentang hak-hak dan tanggung jawab warga negara. PEMBAHASAN Dalam laporan lengkap penelitian mandiri yang ditulis oleh Samsuri yang berjudul Pembaharuan Pendidikan Kewarganegaraan dalam politik pendidikan di Indonesia pasca 1998 menyatakan pendapat dari Ruud Veldhuis ( 1997:8) bahwa tujuan pendidikan kewarganegaraan ialah untuk merangsang partisipasi aktif warga Negara dalam masyarakat kewargaan (civil society) dan dalam pembuatan keputusan politik di dalam suatu (sistem) demokrasi konstitusional. et. politik. sejarah dan konstitusi. Singkatnya. partisipasi aktif warga negara dalam masalah kewargaan. tetapi ia diciptakan (direproduksi) dalam suatu proses sosialisasi. civic engagement. Penelitian IEA terhadap implementasi pendidikan kewarganegaraan di 28 negara secara umum ditemukan bahwa komponen pendidikan kewarganegaraan meliputi aspek civic knowledge. perspektif internasional. ekonomi dan sosial.al.2. pemerintah dan lembaga-lembaga negara. dan 4 . Untuk menjadi demokrat sejati. warga negara yang aktif dan terintegrasi secara sosial tidaklah dilahirkan. sistem hukum dan rule of law. hakhak asasi manusia.

Indonesia sudah pasti bahwa dasar kehidupan berbangsa bernegaranya ialah Pancasila. 28 D ayat (1) dan (4).nilai-nilai kewarganegaraan demokratis. seperti ekonomi Pancasila. Negara kuat karena warga 62 negaranya kuat merupakan idealisasi dalam segenap tatanan kehidupan bernegara secara modern. Implikasi 1. 5 Undang-undang RI No. Kemudian Undang-undang No 12 Tahun 2006. UU Sisdiknas 2003 sudah dengan tepat tidak mencantumkan lagi Pendidikan Pancasila dalam kurikulum pendidikan nasional. sistem politik sangat kuat mempengaruhi arah politik pendidikan. Pembaharuan kajian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah di Indonesia membawa implikasi bahwa tidak setiap orang Hukum yang mendasari pengaturan kewarganegaraan Republik Indonesia adalah Undang-undang Dasar dan Peraturan Perundang-undangan. 28 E ayat (4). yang menjadi great ought nya ialah dasar sistem politik dari negara yang bersangkutan. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional . antara lain: UUD NRI Tahun 1945 melalui pasal-pasal 26. 28 I ayat (2). pendidikan kewarganegaraan di negara manapun di dunia. 28 J. Ini juga sejalan dengan kemauan politik MPR pada Sidang Istimewa 1998 yang menegaskan kembali Pancasila sebagai dasar negara dan mencabut Ketetapan MPR 1978 tentang P4. Arti penting kehidupan demokrasi yang sehat dalam suatu sistem kehidupan berbangsa dan bernegara mengandaikan pentingnya hubungan yang sehat antara negara dengan warganya. Dengan demikian. Penjelasan di atas memperlihatkan bahwa reformasi pendidikan khususnya pendidikan kewarganegaraan tidak dapat dilepaskan dari 65 kepentingan politik nasional. karena penamaan “Pancasila” di belakang kata “pendidikan” justru menurunkan posisi Pancasila sebagai dasar negara. yang dengan sendirinya Pendidikan Kewarganegaran sebagai upaya pembentukan warga negara yang akan mendasarkan diri kepada Pancasila sebagai dasar negara. demokrasi Pancasila. hukum dan moral kewarganegaraan sebagaimana dimuat dalam standar isi (Permendiknas RI No. Dengan demikian. Bagaimanapun pada hakekatnya.5 B. 22 Tahun 2006). ada banyak pengaturan mengenai kewarganegaraan di Indonesia baik berupa Peraturan Perundang-undangan maupun Peraturan Pelaksanaan berupa Peraturan Pemerintah. 28 B ayat (2). Sebagaimana diketahui bahwa P4 merupakan konten dari pendidikan kewarganegaraan selama Orde Baru (baik dalam nama PMP maupun PPKn). Sebelum berlakunya UU No 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan Republik Indonesia. dan perubahan orientasi substansi kajian bersifat interdisipliner pendidikan kewarganegaran dalam aspek politik. yang sebenarnya tidak boleh direduksi menjadi pelabelan-pelabelan. tidak mungkin demokrasi yang sehat dibangun dalam hubungan yang pincang dari salah satu komponen tersebut: negara kuat-warga negara lemah atau negara lemah-warga negara kuat. 27. Pembaharuan pendidikan kewarganegaraan pasca-1998 di Indonesia ditandai oleh perubahan nomenklatur nama mata pelajaran dari PPKn menjadi Pendidikan Kewarganegaraan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.

8 Thaun 1947 tentang memperpanjang waktu untuk mengajukan pernyataan berhung dengan kewarganegaraan Indonesia dan UndangUndang No. 6 Tahun 1947 Tentang Perubahan Undang-Undang No. Undang-Undang tersebut kemudian diubah menjadi Undang-Undang No.Keputusan Presiden. Sejak proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. 3 Tahun 1946 Tentang Warga Negara dan Penduduk Negara. 11 Tahun 1948 tentang memperpanjang waktu pernyataan berhubung dengan kewarganegaraan RI. Universitas Negeri Yogyakarta 2009 . 3 Tahun 1946 dan diubah lagi dengan Undang-Undang No. Instruksi Presiden. Perubahan-perubahan itu dilakukan karena banyaknya permasalahan Pengaturan Kewarganegaraan di Indonesia. perihal kewarganegaraan diatur dalam Undang-Undang No. PEMBAHARUAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM POLITIK PENDIDIKAN DI INDONESIA PASCA-1998 Oleh: Samsuri Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi.

.

Values and Teaching: working with values in the classroom. 1978. Th. “Ke Arah Pendidikan Nilai yang Efektif. E. 2007.” Pendidikan Nilai : Telaah Tentang Model Pembelajaran”. 2011. Iswar.B. Januari-April. Harmin. Merrill Publishing Company.” Values education: A new development in teacher education Pacific Curriculum Network 13 ( 1 & 2 ). No. Dinamika Ilmu. 2010. Winarni. College (OH). “Primary Trait Analysis: Anchoring Assessment in the Classroom”. Insania Vol 12.2000. Ruth. 1 ARTIKEL JURNAL ASING Bulach. 2004. Desember. 2006. Benander. XXV.Vol. Dinamika Ilmu Vol 10 No 2. 49. Februari 2006. Washington Vol 76. C. Second edition. Subur.2002. from JGE: Journal of General Education. No 1. L. ISS PG. Govinda. No. No 1 Januari-Juni. Raths.79.R. S.E. Columbus: Charles.4. Emosda.” Implementing a Character Education Curriculum and Assesing Its Impact and Assesing its Impact On Student Behavior”. .” Reorientasi Pendidikan Nilai dalam menyiapkan Pemimpin Masa depan Cakrawala Pendidikan. Evaluasi dan Memperkuat Dimensi Pendidikan Nilai”. The Clearing house. M & Simon.BIBLIOGRAFI ARTIKEL JURNAL INDONESIA Noor . “ Penanaman nilai nilai kejujuran dalam menyiapkan karakter bangsa” Innovato Vol X. Indriati.

2001.co. 2005. Skripsi S1: Yogyakarta.com/2015/05/hakikat-dan-tujuan-pendidikan-nilai. diakses dari http://www. Thesis S2: Yogyakarta.id/ Pada tanggal 5 September 2016. 2010. Universitas Negeri Yogyakarta. Pada tanggal 5 September 2016. Pendekatan-pendekatan Pendidikan nilai dan Implementasi dalam pendidikan budi pekerti.hamline. INTERNET Afdhal .freelists. Konsep Tentang Warganegara (Civic Education) BAB I PENDAHULUAN Pada dasarnya yang disebut warga Negara adalah orang yang berdomisili di negaranya sendiri atau orang-orang sebagai bagian dari suatu unsur penduduk yang menjadi . Laporan Penelitian: Yogyakarta. UINSUSKA.blogspot. Yoyok.THESIS Fatturohman.html. 2011. Ani. Konsep Pemikiran Abbdurahman Wahid tentan Pendidikan Nilai Karakter. Amirudin.html. 2013. Skripsi S1 : Yogyakarta. Mulyadi. Penanaman pendidikan nilai. Universitas Negeri Yogyakarta. Filsafat : Moral dan Praktek. Sri. 2010. Nur. Diakses dari http://zakariaakbar.html. pada tanggal 5 September 2016 Teuku Ramli Zakaria. Wening.org/archives/ppi/09-2005/msg00225. Pada tanggal 5 September 2016 Timo Teweng.2015. Hakikat dan tujuan pendidikan nilai. Diakses dari http://www. Implementasi Pendidikan Nilai Dalam Proses Pembelajaran di SD Muhammadiyah 3 Wirobrajan Kota Yogyakarta. Pembentukan Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Nilai.afdhalilahi. Diakses dari http://www.edu/apakabar/basisdata/2001/08/31/014. UNY. Pendidikan Nilai Di sekolah dasar. 2014.

Kami sadari kekurangan masih banyak dalam makalah ini. Sebagian anggota Negara. 6[1] Tim ICCE UIN Jakarta.unsur Negara. Dalam makalah ini akan diuraikan secara sederhana tentang warga Negara. Oleh karena itu. anggota atau warga di suatu Negara. Istilah hamba karena warga Negara mengandung arti peserta. sehingga kritik dan saran amat kami perlukan untuk menyempurnakan tulisan kami dikemudian hari.mendefinisikan warga Negara dengan anggota Negara. atas dasar tanggung jawab bersama untuk kepentingan bersama. Prenada Media. keduanya mempunyai kaitan yang erat dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Di samping itu setiap warga Negara mempunyai persamaan hak.6[1] Dalam konteks Indonesia. BAB II PEMBAHASAN 1. seorang warga Negara mempunyai kedudukan yang khsusus terhadap negaranya. karena Negara tidak akan pernah ada tanpa adanya warga. Koerniatmanto S. Sejalan dengan dengan definisi di atas. Yang mempunyai hubungan hak dan kewajiban yang bersifat timbale balik terhadap negaranya. memiliki kepastian hak dan bertanggungjawab terhadap negaranya. Pengertian Warga Negara Warga Negara diartikan dengan orang-orang sebagai bagian dari suatu penduduk yang menjadi unsur Negara. Pendidikan Kewargaan. Istilah warga Negara lebih sesuai dengan kedudukannya sebagai orang merdeka dibandingkan dengan istilah hamba. yakni peserta dari suatu persektutuan yang didirikan dengan kekuatan bersama. Jakarta : 2003 hal 74 . istilah warga Negara (sesuai Undang-undang Dasar 1945 pasala 26) dimaksudkan untuk bangsa Indonesia yang asli dan bangsa yang lain. Secara singkat. AS Hikam pun mendefinisikan bahwa Negara yang merupakan terjemahan dari citizenship adalah anggota dari sebuah komunitas yang membentuk Negara itu sendiri.

peranakan Belanda. Dalam penjelasan UUD 1954 pasal 26 ini. yakni warga Negara Indonesia. sedangkan ius sanguinis adalah pedoman kewarganegaraan berdasarkan darah atau keturunan. peranakan Arab dan lain-lain yang bertempat tinggal di Indonesia. Kedua istilah tersebut berasal dari bahasa latin.yang disahkan UU sebagai warga Negara. Asas Kewarganegaraan Dalam menerapkan asas kewarganegaan ini. Ius berarti hokum. 2. hal 7 . mengakui Indonesia sebagai tanah airnya dan bersikap setia kepada Negara republik Indonesia. tegasnya baik ius sanguinus maupun ius soli dalam pemberian kewarganegaraan terdahap penduduk yang berada di wilayah negaranya. jika sebuah Negara menganut asas ius soli. penentuan kewarganegaraan berdasarkan pada sisi kelahiran seseorang yang dikenal dengan asas kewarganegaraan Ius soli dan ius sanguinis. dalil atau pedoman. maka seseorang yang lahir dari orang tua yang memiliki kewarganegaraan suatu Negara. 7[2] Ibid. Soli berasal dari kata solum yang berarti Negara. Dari sisi kelahiran Pada umumnya. Indonesia. yaitu Ius Soli (tempat kelahiran) dan Ius Sanguinis (keturunan). yaitu asas kewarganegaraan berdasarkan kelahiran dan berdasrkan perkawinan. dinyatakan bahwa orang-orang bangsa lain misalnya orang peranakan Cina. Dari sisi kelahiran. mengakui Indonesia sebagai yang bertempat tinggal di Indonesia. a. tanah atau darah dan songuinis berasal dari kata sanguis yang berate darah. Jika sebuah Negara menganut asas ius sanguinis. Dengan demikian ius soli berarti pedoman kewarganegaraan yang berdasarkan tempat atau daerah kelahiran. maka seseorang yang dilahirkan di Negara tersebut mendapatkan hak sebagi warga Negara. dapat menjadi warga Negara. Begitu pula dengan asas ius sanguinis. Sedangkan dari sisi perkawinan dikenal pula asas kesatuan hokum dan asas persamaan derajat. misalnya. maka anak tersebut berhak mendapatkan status kewarganegaraan orang tuanya. ada dua asas kewarganegaraan yang sering dijumpai.7[2] Sebagai contoh. Tidak jarang pula kita mendapatkan Negara-negara yang memanfaatkan kedua asas tersebut. dikenal dengan dua pedoman.

maka seseorang perempuan asing 8[3] Kartasa Poetra. Berhubungan dengan kesempatan laki-laki tersebut di atas dan berhubungan mencegah timbulnya berkelebihan kewarganegaraan. Berdasarkan dengan dirasakan berat untuk mengasingkan seorang warga Negara karena perkawinanya. karena mungkin hanya dengan jalan demikian tercapai kesatuan kewarganegaraan. tidak kehilangan kewarganegaraannya karena perkawianan itu.  Dalam pewarganegaraan pasif. kecuali apabila ia melepaskannya sendiri. suami istri ataupun keluarga yang baik perlu mencerminkan adanya suatu kesatuan yang bulat.217 . Meskipun pada dasarnya kewarganegaraan suami yang menetukan UU ini memberi kesempatan juga kepada warga Negara laki-laki untuk melepaskan kewarganegaraannya. hal.Dalam pewarganegaraan ini ada yang aktif dan ada juga yang pasif. Dari sisi perkawinan Selain hukum kewarganegaraan dilihat dari sudut kelahiran. Pada dasarnya yang menentukan kesatuan kewarganegaraan itu suami. yang kawin dengan seorang asing. seseorang dapat menggunakan hak opsi untuk memilih atau menyatukan kehendak menjadi warga Negara dari suatu Negara.  Dalam pewarganegaraan yang aktif. dan dengan melepaskan itu ia akan menjadi tanpa kewarganegaraan. Jakarta : 1987.8[3] b. Dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat. maka yang bersangkutan dapat menggunakan hak repudiasi yaitu hak untuk menolak pemberian kewarganegaraan tersebut. Asas kesatuan hukum berdasarkan pada paradigm bahwa suamiistri atupun ikatan keluarga merupakan inti masyarakat yang meniscayakan suasana sejahtera. maka menurut Undang-undang ini seorang warga Negara republik Indonesia perempuan. Sistematika Hukum Tatanegara. PT Bina Aksara. seseorang yang tidak mau diwarganegarkan oleh sesuatu Negara atau tidak mau diberi dan dijadikan warga Negara suatu Negara. kewarganegaran seseorang juga dapat dilihat dari sisi perkawinan yang mencakup asas kesatuan hukum dan asas persamaan derajat. sehat dan tidak terpecah.

Jakarta :2003 hal 77 . 4.yang kawin dengan seorang warga Negara republik Indonesia. Prancis. b. artinya kalau orang dilahirkan dari orang tua yang berwarganegara Indonesia.9[4] 3. dan juga Indonesia. Sinar Grafika. Pendidikan Kewargaan. Amerika. Unsur-unsur yang Menetukan Kewarganegaraan a. Misalnya. Hukum Kewarganegaraan RI. Terkecuali anggota-anggota korps diplomatik dan anggota tentara asing yang masih setiap tahunnya harus membayar sejumlah uang pendaftran sebagai orang asing. Jakarta : 1992 hhal. Unsur Daerah Tempat Kelahiran (Ius Soli) Daerah tempat seseorang dilahirkan menetukan kewarganegaraan. Rasa hormat dan tanggungjawab Sebagai warga Negara yang demokratis. ia dengan sendirinya juga warga Negara Indonesia. Bersikap kritis 9[4] Kansil. Prenada Media. Sekarang prinsip ini berlaku diantaranya di Inggris. hendaklah memiliki rasa hormat terhadap sesame warga Negara dan dituntut juga untuk turut bertanggungjawab menjaga keharmonisan dan ketertiban Negara.115 10[5] TIM ICCE UIN Jakarta. Unsur Darah Keturunan (Ius Sanguinis) Kewarganegaraan dari orang tua yang menurunkannya menetukan kewarganegaraan seseorang. Prinsip ini adalah prinsip asli yang telah berlaku sejak dahulu yang diantaranya terbukti dalan sistem di mana anak dari anggota suatu suku dengan sendirinya dianggap sebagai anggota suku itu. Karakteristik Warga Negara yang Demokrat a.10[5] b. kalau orang dilahirkan di dalam daerah hukum Indonesia. tidak selalu memperoleh kewarganegaraan republik Indonesia. ia dengan sendirinya menjadi warga Negara Indonesia. Jepang.

kejujuran merupakan kunci bagi terciptanya keselerasan dan keharmonisan hubungan antar warga Negara.Warga Negara yang democrat hendaklah selalu bersikap kritis. Rasional Bagi warga Negara yang democrat. d. Tentu saja sikap kritis ini harus didukung oleh sikap yang legowo dan bertanggungjawab terhadap apa yang dikritisi. dan sifar jujur ini bisa diterapkan dalam segala sector. f. tidak ada tujuan baik yang patut diwujudkan dengan cara-cara yang tidak adil. memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara bebas dan rasional adalah sesuatu yang harus dilakukan karena kalau tidak secara rasional. g. Jujur Memilik sikap dan sifat yang jujur bagi warga Negara merupakan sesuatu yanh niscaya. Untuk meminimalisai konflik yang timbul. Karena hanya dengan keadilan semua tujuan akan tecapai demi kepentingan bersama. maka membuka ruang untuk diskusi dan dialog adalah suatu solusi yang baik. Bersifat terbuka Sikap terbuka merupakan penghargan terhadap kebebasan bersama sesama manusia. sikap kritis juga harus ditunjukkan pada diri sendiri. sikap kritis pada diri sendiri itu tentu disertai sikap kritis terhadap pendapat yang berbeda. Cara dan Bukti Memperoleh Kewarganegaraan Indonesia . Adil Sebagai warga Negara yang democrat. e. 5. akan membawa implikasi emosional dan egois. c. karena berdiskusi dan berdialog adalah salah satu dari ciri sikap warga Negara yang demokrat. Membuka diskusi dan dialog Perebedaan pendapat dan pandangan pada suatu warga Negara pasti ada.

Pada umumnya ada dua kelompok warga Negara dalam suatu Negara. jaminan.12 [7] Contohnya hak kebebasan beragama dan beribadat sesuai dengan kepercayaan masingmasing. membela pertanahan dan kemanan Negara (pasal 29) dan sebagainya. hak dan kewajiban tersebut telah diatur dalam Undangundang dasar 1945.11[6] 6. Dalam konteks Indonesia. Dalam penjelasan umum undang-undang no. (3) karena dikabulkannya permohonan. membela tanah air (pasal 27). dan lain sebagainya. (6) keran turut ayah dan ibu. hal 28 12[7]Ibid hal 83 . Adapun contoh kewajiban yang paling melekat bagi setiap warga Negara antara lain adalah membayar pajak. hak atas pengakuan. serta (7) karena pernyataan. (5) karena perkawinan. BAB III PENUTUP Kesimpulan 11[6]Ibid. maka adanya hak dan kewajiban warga Negara terhadap negaranya merupakan suatu yang niscaya ada. yaitu (1) karena kelahiran. yakni yang dapat memperoleh status kewarganegaraan melalui stelsel pasif atau dikenal dengan warga Negara opration of law dan warga Negara yang memperoleh status kewarganegaraan melalui stelsel aktif atau dikenal dengan by registration. Di antara hak-hak warga Negara yang dijamin dalam UUD adalah hak asasi manusia yang rumusan lengkapnya tertuang dalam pasal 28 UUD Perubahan kedua. (4) karena pewarganegaraan. Hak dan Kewajiban Warga Negara Dalam pengertian warga Negara secara umum dinyatakan bahwa warga Negara merupakan anggota Negara yang mempunyai kedudukan khusus terhadap negaranya.62/1998 ada tujuh (7) cara memperoleh kewarganegaraan Indonesia. (2) karena pengangkatan. Ia mempunyai hak dan kewajiban yang bersifat timbal balik terhadap negaranya. perlindungan.

Warga Negara adalah merupakan anggota sebuah Negara yang mempunyai tanggungjawab dan hubungan timbal balik terhadap negaranya. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara Indonesia dan ibu warga negara asing. serta (7) karena pernyataan. yang dimaksud warga negara Indonesia adalah sebagai berikut. (6) karena turut ayah atau ibu. Pasal 26 Ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa “Yang menjadi warga negara ialah orang-orang Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara”. (5) karena perkawinan. Selain Pasal 26 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. dalam Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia . (4) karena pewarganegaraan. Dan cara memperoleh kewarganegaraan Indonesia yaitu sesuai dengan penjelasan umum undangundang no 62/1985 bahwa ada tujuh cara mendapatkannya. tetapi ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum negara asal ayahnya tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut. Transcript of Hakikat Warga Negara dan Demokrasi Pengertian Warga Negara Warga Negara adalah warga suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundangundangan. (3) karena dikabulkannya permohonan. (2) unsur daerah tempat kelahiran. Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan/atau berdasarkan perjanjian Pemerintah Republik Indonesia dengan negara lain sebelum Undang-Undang ini berlaku sudah menjadi Warga Negara Indonesia. (3) unsur pewarganegaraan. (1) karena kelahiran. (2) karena pengangkatan. Adapun unsur-unsur yang menetukan kewarganegaraan dapat dilihat dari : (1) unsur darah keturunan. Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 (tiga ratus) hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya warga negara . Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu warga negara Indonesia. Dan setiap warga Negara mempunyai hak dan kewajiban yang telah ditentukan sesuai dengan Undang-undang dasar. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara asing dan ibu warga negara Indonesia. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara Indonesia. Seseorang yang diakui sebagai warga Negara dalam suatu Negara haruslah ditentukan berdasarkan ketentuan yang telah disepakati dalam Negara tersebut.

dan adil (Luber dan Jurdil). Dari gagasan dasar tersebut terdapat dua asas pokok demokrasi . Asas Pokok Demokrasi Negara yang menganut paham demokrasi dalam sistem pemerintahannya memiliki landasan pokok berupa pengakuan hakikat manusia. Pengakuan partisipasi rakyat dalam pemerintahan. sistem adalah keseluruhan dari beberapa bagian yang mempunyai hubungan fungsional. and for the people” yang artinya pemerintahan dari rakyat. Demokrasi Pancasila . Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui. baik antara bagian maupun hubungan struktural sehingga hubungan tersebut menimbulkan suatu ketergantungan. yaitu sebagai berikut. umum. yaitu “demos” yang berarti rakyat dan “kratos atau kratein” yang berarti kekuasaan atau berkuasa. by the people. adanya pengakuan dan jaminan dari pemerintah untuk melindungi dan menegakkan hak asasi bersama demi kepentingan bersama. Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya. Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya. rahasia. secara etimologis demokrasi berasal dari bahasa Yunani. Demokrasi dapat diartikan “rakyat berkuasa” atau government or rule by the people (pemerintahan oleh rakyat). Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara asing yang diakui oleh seorang ayah warga negara Indonesia sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin. demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat. Pengakuan hakikat warga negara sebagai manusia. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara Indonesia.Indonesia. Misalnya. jujur. Misalnya. yaitu bahwa pada dasarnya manusia itu mempunyai kemampuan yang sama dalam hubungannya antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Dengan kata lain. oleh rakyat. baik secara langsung maupun tidak langsung ( melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung. bebas. Sistem Demokrasi Sistem demokrasi merupakan gabungan dari dua istilah. dan untuk rakyat. serta pemilihan wakil rakyat yang akan duduk di majelis atau dewan. pemilihan presiden dan wakil presiden. Abraham Lincoln mengemukakan bahwa demokrasi adalah “the government from the people. Adapun.

Mengutamakan persatuan nasional dan kekeluargaan. Cita-cita nasional. bertanggung jawab dan didorong dengan itikad baik sesuai dengan hati nurani. Persatuan Indonesia. Pemilu. Partai politik yang lebih dari satu. kepentingan rakyat. Makna yang Terkandung dalam Sila ke-4 Kerakyatan dalam hubungannya dengan sila keempat Pancasila berarti bahwa kekuasaan yang tertinggi berada di tangan rakyat. Bagian Warga Negara dan Demokrasi Sistem demokrasi Indonesia adalah Demokrasi Pancasila yang sumber ajarannya adalah nilai-nilai kepribadian dan sosial budaya bangsa dan sesuai dengan asasasas sebagai berikut. merupakan suatu cara khas kepribadian bangsa Indonesia dalam mencari keputusan sesuai dengan kehendak rakyat yang memegang kedaulatan yang akhirnya dapat mencapai suatu keputusan yang mufakat. Pers yang bebas. Rule of law (kekuasaan hukum). yaitu sebagai berikut. Ciri-Ciri Demokrasi Adanya lembaga perwakilan rakyat yang mencerminkan kehendak rakyat. Perwakilan. Kemudian.Demokrasi Pancasila merupakan perwujudan dari sila keempat Pancasila yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Hikmat kebijaksanaan mempunyai arti bahwa penggunaan pikiran manusia harus selalu mempertimbangkan integritas bangsa. Adanya susunan kekuasaan badan atau lembaga negara yang ditetapkan dalam undang-undang dasar negara. Pembagian kekuasaan. jujur. Keseimbangan hak dan kewajiban. dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Perlindungan hak asasi manusia. Mewujudkan keadilan sosial Kebebasan yang bertanggung jawab. Musyawarah untuk mufakat. Keterbukaan manajemen (open management). serta dilaksanakan dengan sadar. Persamaan. Adapun prinsip-prinsip demokrasi Pancasila. merupakan suatu sistem atau suatu cara yang berupaya menggugah . Dari prinsip-prinsip demokrasi yang berlaku universal. dijiwai oleh sila-sila lainnya. Adanya kekuasaan atau kedaulatan rakyat yang dilaksanakan oleh lembaga yang bertugas mengawasi pemerintahan. Permusyawaratan. negara Indonesia sebagai negara yang menganut demokrasi telah “mengadopsinya” seperti prinsip-prinsip dari demokrasi termuat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 terutama alinea keempat. Adanya pemilihan umum yang bebas dan rahasia. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

PT. 2003 Drs. Bina Aksara. Sinar Grafika. rakyat adalah pemegang kekuasaan tertinggi melalui sistem perwakilan dengan cara pemilihan umum. Perkembangan Demokrasi di Indonesia Konstitusi Indonesia. Jakarta. Mengutamakan persatuan nasional dan kekeluargaan. Indonesia sempat menganut demokrasi terpimpin tahun 1956. Pada era Presiden Soekarno. ICCE Uin Jakarta. Pada tahun 2004 untuk pertama kali Bangsa Indonesia menyelenggarakan pemilihan umum presiden. Pemilu demokratis yang diselenggarakan tahun 1999 dimenangkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Oleh karena itu. Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita nasional. Jakarta: 1992 Kartasa Poetra. Kansil. Keseimbangan antara hak dan kewajiban. Setelah era Seoharto berakhir Indonesia kembali menjadi negara yang benar-benar demokratis mulai saat itu. diri sendiri dan orang lain. Nilai Moral yang Bersumber dari Pancasila Persamaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Preneda Media. Jakarta. Hukum Kewarganegaraan RI. Indonesia juga pernah menggunakan demokrasi semu(demokrasi pancasila) pada era Presiden Soeherto hingga tahun 1998 ketika Era Soeharto digulingkan oleh gerakan mahasiswa. DAFTAR PUSTAKA TIM. S. yaitu melalui pemilihan umum untuk memilih para wakil rakyat dan pemimpin bangsa dan negara. Sistematika Hukum Tata Negera. UUD 1945. Gerakan mahasiswa yang telah memakan banyak sekali harta dan nyawa dibayar dengan senyum gembira dan rasa syukur ketika Presiden Soeharto mengumumkan " berhenti sebagai Presiden Indonesia " pada 21 Mei 1998. Pendidikan Kewarganegaan Demokrasi dan Ham Masyarakat Madani. Pengambilan keputusan dengan musyawarah mufakat. Presiden dalam menjalankan kepemimpinannya harus memberikan pertanggungjawaban kepada MPR sebagai wakil rakyat. 1987 . menjelaskan bahwa Indonesia adalah sebuah negara demokrasi. Pelaksanaan kebebasan yang dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mewujudkan rasa keadilan sosial.partisipasi rakyat mengambil bagian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. T. C.