You are on page 1of 11

MAKALAH

FT.RESPIRASI

OLEH ;
dwiky

PO.71.3.241.11.1.060

POLITEKNIK KESEHATAN
MAKASSAR

Rongga dan dinding dada . yang meluputi dinding dalam rongga dada yang disebut pleura parietalis. Sirkulasi paru Pembuluh darah arteri menuju paru. Saluran nafas bagian atas Pada bagian ini udara yang masuk ke tubuh dihangatkan. 2. sedangkan pembuluh darah vena meninggalkan paru. 5.ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM PERNAPASAN STRUKTUR DAN FUNGSI SISTEM RESPIRASI Respirasi adalah pertukaran gas. Rongga Pleura Terbentuk dari dua selaput serosa. Paru terdiri dari :  Saluran nafas bagian bawah  Alveoli  Sirkulasi paru 6. Saluran nafas bagian bawah Bagian ini menghantarkan udara yang masuk dari saluran bagian atas ke alveoli 3. dan yang meliputi paru atau pleura veseralis 7. yaitu oksigen (O²) yang dibutuhkan tubuh untuk metabolisme sel dan karbondioksida (CO²) yang dihasilkan dari metabolisme tersebut dikeluarkan dari tubuh melalui paru. STRUKUTR SISTEM RESPIRASI Sistem respirasi terdiri dari: 1. Alveoli Terjadi pertukaran gas anatara O2 dan CO2 4. disarung dan dilembabkan.

Laringofaring(terjadi persilangan antara aliran udara dan aliran makanan) Saluran Nafas Bagian Bawah . Rongga hidung Udara yang dihirup melalui hidung akan mengalami tiga hal : - Dihangatkan - Disaring - Dan dilembabkan Yang merupakan fungsi utama dari selaput lendir respirasi ( terdiri dari : Psedostrafied ciliated columnar epitelium yang berfungsi menggerakkan partikel partikel halus kearah faring sedangkan partikel yang besar akan disaring oleh bulu hidung.Merupakan pompa muskuloskeletal yang mengatur pertukaran gas dalam proses respirasi Saluran Nafas Bagian Atas a.terdapat pangkal lidah) d. Kemudian udara akan diteruskan ke b. c. Nasofaring (terdapat pharyngeal tonsil dan Tuba Eustachius) Orofaring (merupakan pertemuan rongga mulut dengan faring. Ketiga hal tersebut dibantu dengan concha. pembuluh darah yang berfungsi menghangatkan udara). sel golbet dan kelenjar serous yang berfungsi melembabkan udara yang masuk.

Laring Terdiri dari tiga struktur yang penting b. Brochus kiri terdiri dari : lobus superior dan inferior Alveoli Terdiri dari : membran alveolar dan ruang interstisial. - Tulang rawan krikoid - Selaput/pita suara - Epilotis - Glotis Trakhea Merupakan pipa silider dengan panjang ± 11 cm. medius. Bagian belakang dihubungkan oleh membran fibroelastic menempel pada dinding depan usofagus. berbentuk ¾ cincin tulang rawan seperti huruf C. Brochus kanan lebih pendek. Tempat percabangan ini disebut carina. Membran alveolar : . Bronkhi Merupakan percabangan trakhea kanan dan kiri. Bronchus kanan bercabang menjadi : lobus superior. inferior. lebar dan lebih dekat dengan trachea.a. c.

merupakan system vena dan arteri yang - saling berhubungan langsung. Aliran pertukaran gas Proses pertukaran gas berlangsung sebagai berikut: alveoli epitel alveoli  membran dasar  endotel kapiler  plasma  eitrosit. aliran darah dalam rongga endotel Interstitial space merupakan ruangan yang dibentuk oleh : endotel - kapiler. Dalam keadaan normal surfactant ini akan menurunkan tekanan permukaan pada waktu ekspirasi.Small alveolar cell dengan ekstensi ektoplasmik ke arah rongga - alveoli Large alveolar cell mengandung inclusion bodies yang menghasilkan - surfactant. epitel alveoli. saluran limfe. jaringan kolagen dan sedikit serum. Anastomosing capillary. ini terdiri dari : sel endotel. sehingga kolaps alveoli dapat dihindari. Membran  sitoplasma eritrosit  molekul hemoglobin O² Co² Surfactant Mengatur hubungan antara cairan dan gas. Sirkulasi Paru .

Keseimbangan suhu tubuh 5.kosta dan kolumna vertebralis - Kedua hemi diafragma Yang secara aktif mengatur mekanik respirasi. Endokrin : keseimbangan bahan vaso aktif. FUNGSI RESPIRASI DAN NON RESPIRASI DARI PARU 1. Membantu venous return darah ke atrium kanan selama fase inspirasi 6. serotonin. bronkhiolus respiratoty. histamine. sistem limfatik. Keseimbangan cairan 4. Paru Merupakan jalinan atau susunan bronhus bronkhiolus. ECF dan angiotensin . syaraf. sirkulasi paru. Respirasi : pertukaran gas O² dan CO² 2. bronkhiolus terminalis. Rongga dan Dinding Dada Rongga ini terbentuk oleh: - Otot –otot interkostalis - Otot – otot pektoralis mayor dan minor - Otot – otot trapezius - Otot –otot seratus anterior/posterior - Kosta. Keseimbangan asam basa 3. alveoli.Mengatur aliran darah vena – vena dari ventrikel kanan ke arteri pulmonalis dan mengalirkan darah yang bersifat arterial melaului vena pulmonalis kembali ke ventrikel kiri.

Perlindungan terhadap infeksi: makrofag yang akan membunuh bakteri Mekanisme Pernafasan Agar terjadi pertukaran sejumlah gas untuk metabolisme tubuh diperlukan usaha keras pernafasan yang tergantung pada: 1. volume rongga dada meningkat. perubahan volum paru persatuan perubahan tekanan saluran nafas ( airway pressure) sewaktu paru tidak bergerak. Normal: ±50 ml/cm H2O Compliance dapat menurun karena: . Dalam keadaan normal paru seakan melekat pada dinding dada.7. tekanan intar pleural dan intar alveolar turun dibawah tekanan atmosfir sehingga udara masuk Sedangkan waktu ekspirasi volum rongga dada mengecil mengakibatkan tekanan intra pleural dan tekanan intra alveolar meningkat diatas atmosfir sehingga udara mengalir keluar. Compliance Hubungan antara perubahan tekanan dengan perubahan volume dan aliran dikenal sebagai copliance. Tekanan intar-pleural Dinding dada merupakan suatu kompartemen tertutup melingkupi paru. Sewaktu inspirasi diafrgama berkontraksi. 2. Pada orang dewasa muda normal : 100 ml/cm H 2O - Effective Compliance : (tidal volume/peak pressure) selama fase pernafasan. Ada dua bentuk compliance: - Static compliance. hal ini disebabkan karena ada perbedaan tekanan atau selisih tekanan atmosfir ( 760 mmHg) dan tekanan intra pleural (755 mmHg).

3. Sehingga ratio ventilasi dengan aliran darah dalam keadaan normal = 4/5 = 0. pneumothorak - Chestwall undistensibility: kifoskoliosis.Peningkatan tekanan kapiler atau penurunan koloid akan menyebabkan peningkatan akumulasi air dan garam dalam rongga interstitial. Sehingga pada keadaan normal terdapat perbedaan 10 mmHg untuk mengalirkan darah dari arteri pulmonalis ke vena pulmonalis. Adanya mean capilary pressure mengakibatkan garam dan air mengalir dari rongga kapiler ke rongga interstitial. b.- Pulmonary stiffes : atelektasis. Tekanan vena pulmolais = 5 mmHg. Ventilasi alveolar = 4 liter/menit. fibrosis paru - Space occupying prosess: effuse pleura. Kondisi ini dalam keadaan normal selalu seimbang. mean capilary pressure = 7 mmHg. sedangkan osmotic colloid pressure akan menarik garam dan air dari rongga interstitial kearah rongga kapiler. distensi abdomen Penurunan compliance akan mengabikabtkan meningkatnya usaha/kerja nafas. c. obesitas. Tekanan arteri pulmonal = 25/10 mmHg dengan rata-rata = 15 mmHg. Pulmonary blood flow total = 5 liter/menit. Airway resistance (tahanan saluran nafas) Rasio dari perubahan tekanan jalan nafas SIRKULASI PARU a.8. edema paru. pneumonia. TRANSPOR OKSIGEN .

pusat kemo reseptor : anterior medulla oblongata. Hemoglobin Oksigen dalam darah diangkut dalam dua bentuk: - Kelarutan fisik dalam plasma - Ikatan kimiawi dengan hemoglobin Ikatan hemoglobin dengan tergantung pada saturasi O2. pusat apneu dan pneumothoraks : pons. 2.1. Setiap penurunan pH dan kenaikkan suhu tubuh mengakibatkan ikatan hemoglobin dan O2 menurun. jumlahnya dipengaruhi oleh pH darah dan suhu tubuh. PaO2 SISTEM SARAF SALURAN NAFAS DAN PARU . Rangsang ventilasi terjadi atas : PaCo2. pH darah. Oksigen content Jumlah oksigen yang dibawa oleh darah dikenal sebagai oksigen content (Ca O2 ) - Plasma - Hemoglobin REGULASI VENTILASI Kontrol dari pengaturan ventilasi dilakukan oleh sistem syaraf dan kadar/konsentrasi gas-gas yang ada di dalam darah Pusat respirasi di medulla oblongata mengatur: -Rate impuls -Amplitudo impuls Respirasi rate Tidal volume Pusat inspirasi dan ekspirasi : posterior medulla oblongata.

Utama = m. Eferen simpatik Serabut aferen otonomik dari reseptor di alveoli.m.bronkeoli & bronki menuju n. Intercostalis internus 2.Serabut saraf dari reseptor iritan di trakea & laring mencapai sistem saraf pusat melalui n. .3 jalur: 1.sekresi kelenjar.rectus abdomen.menghambat sekresi kelenjar. Saraf eferen simpatis dari trunkus simpatis menuju toraks melalui ganglia toraks bersifat adrenergik. Saraf eferen parasimpatis bergabung di n.inter-cartilagenous parasternal dan Diafragma 2.Ransangan simpatis relaksasi otot polos bronkial . Otot abdomen (m. m.Vagus melalui pleksus pulmonalis. Energi Dalam Pernafasan externa Obliqua. Traversus abdomen. Aferen otonomik 2. Scalenus anterior medius posterior Otot ekspirasi (gerakan pasif – sifat rekoil paru) 1.internal obliqua. Eferen parasimpatik 3.vasokontriksi Pembuluh darah. Tambahan = m sternomastoideus .Dilayani oleh sistem saraf otonom. dilatasi pembuluh darah.Vagus. m. m. OTOT-OTOT RESPIRASI Otot inspirasi 1.Vagus & pleksus pulmonalis membawa impuls yang menuju otot polos dan kelenjar impuls kolinergik menyebabkan kontraksi otot polos bronkus. M.intercostalis externus.abdomen m.

Mula-mula proses glikolisis oleh enzim glukokinase membentuk piruvat pada siklus Glukosa (Tahap I) kemudian tahap II. yakni tahap transfer elektron. siklus krebs terjadi di mitokondria. ATP berasal dari bahanbahan karbohidrat yang diubah menjadi fosfat melalui tiga tahapan. Glikolisis terjadi di sitoplasma. . yakni siklus krebs (TCA = Tri Caboxylic Acid Cycle) kemudian tahap III.Energi yang digunakan dalam kegiatan respirasi bersumber dari ATP (Adenosin Tri Fosfat) yang ada pada masing-masing sel.