You are on page 1of 2

Fakta 2

Seperti yang kita ketahui bahwa Point MDGs(Millenium Development


Goals) ke-4 adalah mengurangi akb sebanyak 2/3 hingga tahun
2015,namun hingga sekarang hal itu belum tercapai. kematian tersering
pada anak terjadi pada usia <1 tahun,hampir 4 juta anak tiap bulannya
meninggal setelah lahir,hal-hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor,
seperti : kurangnya perawatan pada ibu ketika hamil,tidak adanya tenaga
kesehatan yang membantu proses persalinan, kurangnya Perawatan post
natal yang memadai,adanya asfiksia dan hyptermi ketika lahir,dan tidak
adanya ASI Eksklusif kita sebagai tenaga kesehatan harus mengurangi
angka kematian bayi..

Menurut saya sebagai tenaga medis,kita harus bisa


mengurangi akb dengan cara lebih memperhatikan dan menangani faktorfaktor penyebab akb seperti di atas,untuk itu saya mencoba
menyampaikan pendapat saya mengenai faktor- faktor tersebut.Faktor
yang pertama yaitu mengenai kualitas perawatan yang kurang pada ibu
saat kehamilan,hal ini disebabkan adanya ibu-ibu yang tidak mau
menuruti saran dari dokter karenaa terkesan repot dan
menyakitkan,untuk itu kita sebagai dokter harus bisa meyakinkan ibu
untuk mau menerima saran dan masukan kita,dan untuk si ibunya
sendiripun juga harus bisa diajak untuk bekerja sama untuk meningkatkan
kualitas kehamilan.

Kurangnya Tenaga Persalinan yang memadai ini


menyebabkan pengaruh akb yang cukup besar,hal ini disebabkan
kurangnya kemampuan dan Skill dari tenaga Kesehatan yang menolong
persalinan,dan kurangnya Tenaga kesehatan yang tersebar secara merata
di dalam desa,kurangnya skill dalam menolong persalinan ini akibat dari
calon tenaga keseehatan yang kurang memiliki pengalaman dan kurang
belajar dalam menolong persalinan,contohnya ketika ada bayi yang lahir
dengan bokongnya duluan,para tenaga kesehatan ini rata-rata tidak bisa
melakukan penangan pada bayi sungsang,akhirnya terjadilah hipoksia
yang akan menyebabkan kematian pada bayi.untuk itu saya menyarankan
untuk para calon dokter lebih belajar dalam mengasah ilmu dan skill dan
menambah pengalamannya dalam menangani persalinan.

Faktor yang ketiga,yaitu kurangnya perawatan yang


cukup pascalahir, Menurut hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT)

tahun 2001, pada bayi, dua pertiga kematian terjadi pada masa neonatal
(28 hari pertama kehidupan). Penyebabnya terbanyak adalah kurangnya
penangana bayi berat lahir rendah dan prematuritas, asfiksia (kegagalan
bernapas spontan) dan infeksi.untuk masalah ini saya sependapat dengan
pemerintah yang menyarankan program jampersal,program jampersal ini
diperuntukan bagi seluruh ibu hamil, bersalin dan nifas serta bayi baru
lahir yang belum memiliki jaminan kesehatan atau asuransi
kesehatan. Dengan program jampersal yang menyediakan fasilitas dan
alat-alat ini,diharapkan AKB berhasil diturunkan.

Faktor yang terakhir yaitu kurangnya ASI eksklusif Air Susu Ibu
(ASI) adalah makanan terbaik dan paling sempurna bagi bayi,
mudah dicerna dan diserap, dapat mencegah penyakit infeksi dan
mencegah alergi,asi ini juga mengandung zat-zat yang memberi
kekekebalan pada si bayi,terutama 1 minggu setelah kelahiran,di
mana ASI eksklusif ini mengandung kalostrum yang terdapat
antibodi-antibodi untuk memeberi kekebalan yang cukup terhadap
bayi yang baru lahir dari penyakit-penyakit yang rentan.untuk itu
saya menganjurkan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, tanpa
pemberian makanan lain dan pemberian ASI dilanjutkan sampai bayi
berumur sekurang-kurangnya 2 tahun.