You are on page 1of 15

BAB 2

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Insan Kamil
Insan kamil berasal dari bahasa Arab, yaitu dari dua kata Insan dan kamil. Secara harfiah,
Insan berarti manusia, dan kamil berarti yang sempurna. Dengan demikian, insan kamil berarti
manusia yang sempurna.
Kata insan menunjukkan pada sesuatu yang secara khusus digunakan untuk arti manusia
dari segi sifatnya, bukan fisiknya. Dalam bahasa Arab kata insan mengacu kepada sifat manusia
yang terpuji seperti kasih sayang, mulia dan lainnya. Selanjutnya kata insan digunakan oleh para
filosof klasik sebagai kata yang menunjukkan pada arti manusia secara totalitas yang secara
langsung mengarah pada hakikat manusia.
Adapun kata kamil dapat pula berarti suatu keadaan yang sempurna, dan digunakan untuk
menunjukkan pada sempurnanya zat dan sifat, dan hal itu terjadi melalui terkumpulnya sejumlah
potensi dan kelengkapan seperti ilmu, dan sekalian sifat yang baik lainnya.
2.1.1 Insan Kamil Menurut Para Tokoh Tasawuf
Beberapa tokoh tasawuf menjelaskan tentang konsep insan kamil dalam ajarannya yaitu:
1.
Insan Kamil Menurut Muhyiddin Ibnu ‘Arabi
Insan kamil ialah manusia yang sempurna dari segi wujud dan pengetahuannya.
Kesempurnaan dari segi wujudnya ialah karena dia merupakan manifestasi sempurna dari citra
Tuhan, yang pada dirinya tercermin nama-nama dan sifat Tuhan secara utuh. Adapun
kesempurnaan dari segi pengetahuannya ialah karena dia telah mencapai tingkat kesadaran
tertinggi, yakni menyadari kesatuan esensinya dengan Tuhan, yang disebut ma’rifat.
2.
Insan Kamil Menurut ‘Abd Al-Karim Al-Jilli
Al-Jili merumuskan insan kamil ini dengan merujuk pada diri Nabi Muhammad Shallallahu
Alaihi Wasallam sebagai sebuah contoh manusia ideal. Jati diri Muhammad yang demikian tidak
semata-mata dipahami dalam pengertian Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai utusan
Tuhan, tetapi juga sebagai nur (cahaya/roh) Ilahi yang menjadi pangkal dan poros kehidupan di
jagad raya ini.
Nur Ilahi kemudian dikenal sebagai Nur Muhammad oleh kalangan sufi, disamping terdapat
dalam diri Muhammad juga dipancarkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala ke dalam diri Nabi Adam
Alaihi Salam. Al-Jili dengan karya monumentalnya yang berjudul al-Insan al-Kamil fi Ma’rifah
al-Awakir wa al-Awa’il (Manusia Sempurna dalam Konsep Pengetahuan tentang Misteri yang
Pertama dan yang Terakhir) mengawali pembicaraannya dengan mengidentifikasikan insan kamil
dengan dua pengertian.
a. Insan kamil dalam pengertian konsep pengetahuan mengenai manusia yang
sempurna. Dalam pengertian demikian, insan kamil terkait dengan pandangan mengenai sesuatu
yang dianggap mutlak, yaitu Tuhan. Yang Mutlak tersebut dianggap mempunyai sifat-sifat
tertentu, yakni yang baik dan sempurna. Sifat sempurna inilah yang patut ditiru oleh manusia.
Seseorang yang makin memiripkan diri pada sifat sempurna dari Yang Mutlak tersebut, maka
makin sempurnalah dirinya.
b. Insan kamil terkait dengan keyakinan bahwa yang memiliki sifat mutlak dan
sempurna itu mencakup Asma’ sifat dan hakikatNya.

manusia dapat mencapai jati diri yang sempurna melalui latihan rohani dan pendakian mistik. dan kitab yang menerangkan. dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya. Dengan kitab itu Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan. yang tidak ada satupun sisi-sisi kemanusiaan yang tidak disentuhnya selama hidupnya.Ahdzab/33:21: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang menjadi uswah hasanah.S. Pada tingkat ini insan kamil mulai dapat merealisasikan asma dan sifat-sifat Ilahi pada dirinya.1. Latihan rohani ini diawali dengan manusia bermeditasi tentang nama dan sifat-sifat Tuhan.2 Konsep Insan Kamil menurut Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam disebut sebagai teladan insan kamil yang tertulis seperti di dalam Q. pengetahuan yang dimiliki oleh insan kamil pada tingkat ini juga telah meningkat dari pengetahuan biasa. Sebagaimana firman Allah Subhana Wa Taala: “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar memiliki akhlaq yang mulia. Pada tingkat ini insan kamil sebagai orbit kehalusan sifat kemanusiaan yang terkait dengan realitas kasih Tuhan (al-haqāiq arrahmāniyah). Sementara itu. al. bersamaan dengan turunnya Yang Mutlak ke dalam manusia melalui berbagai tingkat. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam merupakan insan kamil. Pada tingkat ini insan kamil telah dapat merealisasikan citra Tuhan secara utuh. 3) Tingkat terakhir (al-khitām). manusia paripurna.” (Al Maidah 15-16) .Bagi al-Jili.” (QS. karena sebagian dari hal-hal yang gaib telah dibukakan Tuhan kepadanya. 1) Tingkat permulaan (al-bidāyah). Al-Jili membagi insan kamil atas tiga tingkatan. Muhammad adalah nabi akhir zaman dan karena itu menjadi penutup semua nabi terdahulu yang diutus untuk menjadi saksi kehidupan manusia dan pembawa berita tentang kehidupan mendatang di akhirat sesuai dengan firman Allah Subhanahu Wa Taala : “Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah. 2. berstandar seenaknya. Ia adalah ciptaan terbaik yang kepadanya kita merujuk akan akhlaq yang mulia. tapi juga memberikan kepada kita. 2) Tingkat menengah (at-tawasut). Allah Subhanahu Wa Taala tidak membiarkan kita untuk menginterpretasikan tata nilai tersebut semaunya. dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. Dengan demikian pada insan kamil sering terjadi hal-hal yang luar biasa. dan mulai mengambil bagian dalam sifat-sifat Illahi serta mendapat kekuasaan yang luar biasa. AlQolam:4) Nur atau cahaya yang menjadi sosok diri Muhammad adalah sebagai seorang Rasulullah Rahmatan Lil’alamin.

hati dan lisan: “Iman seorang hamba tidaklah lurus sehingga lurus hatinya. dan dengan aktif ia mengikuti aqal dan qalbunya merangkaikan berbagai realitas yang hadir dalam berbagai dimensinya. Dalam struktur spiritual sufi.Firman Allah itu menjelaskan tentang nur atau cahaya yang menjadi sosok diri Muhammad sebagai seorang Rasulullah Rahmatan Lil’alamin.1. Namun dari segi mental spiritual ia memiliki kualitas-kualitas yang jauh lebih tinggi dan sempurna dibanding manusia lain. “Hai Nabi. Bukhari dan Muslim) Dan masih banyak lagi ibrah lainnya dari kehidupan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Dan tidak akan lurus hati seorang hamba sehingga lurus lisannya. atau disebut juga qutb (poros). dan untuk menjadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi. terhadap sesama manusia. terhadap makhluk lainnya dan tentunya akhlaq terhadap Khaliqnya sebagai insan kamil.” (H. dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka berkatalah yang baik atau diam. keangkuhan. keakuan. Rasulullah Shallallahu Alahi Wasallam bersabda sehubungan dengan akhlaq. baik akhlaq terhadap diri sendiri. Muhammad adalah nabi akhir zaman dan karena itu menjadi penutup semua nabi terdahulu yang diutus untuk menjadi saksi kehidupan manusia dan pembawa berita tentang kehidupan mendatang di akhirat. Di sisi lain. Ahmad). beliau bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tetangganya. yang menunjukkan keagungan dan kemuliaan akhlaq beliau. Karena kualitas dan kesempurnaan itulah Allah menjadikan insan kamil sebagai khalifah-Nya. sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi.3 Kedudukan Insan Kamil Insan kamil jika dilihat dari segi fisik biologisnya tidak berbeda dengan manusia lainnya. memasuki kebenaran itu. quthb adalah pemegang pimpinan tertinggi dari para wali. Pengetahuan esoterik adalah karunia (mawhibat) dari Allah.” (H. 2. dan ketika ia keluar. Insan kamil juga dipandang sebagai wali tertinggi.R. . Sehubungan dengan hubungan sosial. maka Allah hadir membukakan pintu kebenaran dan ia masuk ke dalamnya. dengan keikhlasan total dan kemudian berusaha keras.” (Al Ahzab: 45-47). setelah seseorang menempuh penyucian diri (tazkiyah an-nafs). Jika seseorang telah dapat mengosongkan aql dan qalbnya dari egoisme. dengan menyiapkan diri menjadi murid memohon Allah mengajarkan kepadanya kebenaran. Yang dimaksud dengan khalifah bukan semata-mata jabatan pemerintahan lahir dalam suatu wilayah negara (al-khilāfah az-zāhiriyyah) tetapi lebih dikhususkan pada khalifah sebagai wakil Allah (al-khilāfah al-ma’nawiyyah) dengan manifestasi nama-nama dan sifat-Nya sehingga kenyataan adanya Tuhan terlihat padanya. insan kamil dipandang sebagai orang yang mendapat pengetahuan esoterik yang dikenal dengan pengetahuan rahasia (‘ilm al-asrār). pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.R. maka ia menjadi dan menyatu dengan kebenaran yang telah dimasukinya. ilmu ladunni atau pengetahuan gaib. Ia hanya satu orang dalam setiap zaman. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah. dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tamunya.

1. takut kalau-kalau Allah tidak mengampuni kita dan menerima amalan kita. 6) Mengamalkan sifat puji dan syukur dalam hidup terhadap Allah juga terhadap makhluk yang menjadi wasilah atau perantara sampainya nikmat Allah kepada kita. serta dengan melakukan perbuatan – perbuatan yang diridhoi Allah Subhanahu Wa Taala. 2.Dari kajian di atas dapat dipahami bahwa insan kamil adalah wadah terbukanya tabir yang menghalangi hamba dengan-Nya sehingga hamba menyaksikan tanda-tanda kekuasaan dan keagungan-Nya (tajalli) yang berkedudukan sebagai khalifah dan sebagai wali tertinggi (qutb). memegang dua jabatan atau lebih secara bersamaan baik bersifat kegerejaan maupun non kegerejaan. 5) Dengan mengamalkan sifat harap dan takut. sebutan untuk orang yang memegang lebih dari satu jabatan dalam struktur kegerejaan. pengertian filosofis.sistem pemikiran yang tidak hanya berlandaskan pada satu hal . dan kedamaian. tedapat tiga pengertian yaitu : 1. 2) Berjaga – jaga supaya amalan tidak binasa oleh niat-niat yang merobohkannya seperti ria digantikan dengan ikhlas. Sebagai wadah terbukanya tabir yang menghalangi hamba dengan-Nya sehingga hamba menyaksikan tanda-tanda kekuasaan dan keagungan-Nya (tajalli) merupakan sebab tercipta dan lestarinya alam.2 Definisi Pluralitas Pluralitas berasal dari bahasa inggris “plural” yang berarti banyak. kemudian disertai dengan berhemat. 4) Tidak cermat digantikan dengan sifat cermat menyelamatkan diri daripada kelesuan. 2.4 Kriteria atau ciri – ciri Insan Kamil Sifat – sifatnya terdiri dari : 1) Keimanan 2) Ketaqwaan 3) Keadaban 4) Keilmuan 5) Kemahiran 6) Ketertiban 7) Kegigihan dalam kebaikan dan kebenaran 8) Persaudaraan 9) Persepakatan dalam hidup 10) Perpaduan dalam ummah Sifat – sifat inilah yang menjamin manusia menjadi sempurna dan mencapai hasanah dalam dunia dan hasanah dalam akhirat. pengertian kegerejaan. dalam kedudukannya sebagai khalifah ia adalah wakil Tuhan di muka bumi untuk memanifestasikan kemakmuran. maksudnya harap bahwa Allah akan menerima amalan dan menyelamatkan kita. majemuk. dan dalam kedudukannya sebagai poros (quthb) . Cara-cara mencapainya ialah dengan : 1) Ilmu taubat dengan syarat – syaratnya menghindari dari yang menyebabkan nafsu dengan mengawalnya dengan mendisiplinkan pergaulan dan harta serta mengambilkan yang halal dan membelanjakan dalam perkara halal. Puji dan syukur itu dapat berupa rasa gembira dan syukur terhadap nikmat Allah dan lidah mengucapkan kesyukuran. Dalam beberapa kamus bahasa Inggris. keadilan. 3) Keadaan tergesa-gesa digantikan dengan sabar. 2.

Lebih dari itu. Umat Islam diperintahkan untuk mengatakan kepada orang kafir bahwa kita . tidak mungkin bisa disamakan antara satu dengan yang lain. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi orang-orang yang mengetahui. Jadi. Artinya. Inilah yang dikatakan pluralitas menurut islam. yang tercantum dalam Q.” Ayat ini menunjukkan bahwa keberagaman suku. serta mengkaji tentang berbagai amalan (tindakan) yang ditujukan kepada sesame manusia. 2.2. warna kulit adalah hal yang menjadi sunnatullah. pluralitas adalah keberadaan dari sejumlah orang atau kelompok dalam satu masyarakat yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Dari kedua uraian diatas (pluralitas dan agama). Sebagaimana diciptakannya berbagai suku dan budaya di penjuru dunia. bangsa.S. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah.2 Pandangan Islam tentang Keberagaman (pluralitas) Allah Subhanahu Wa Taala melalui wahyunya telah memberikan petunjuk yang jelas tentang bagaimana seharusnya seorang hamba berinteraksi dengan sesamanya. Atau bisa juga diartikan sebagai keberagaman. dan “gama” yang berarti kacau. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. bahasa. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. dapat diambil kesimpulan bahwa pluralitas agama adalah suatu keragaman agama yang terkumpul dalam suatu masyarakat tertentu. secara etimologi agama adalah sesuatu yang tidak kacau(teratur). tiap pemeluk agama tidak hanya mengakui adanya perbedaan agama. Sedangkan dalam kamus ilmiah popular.” Dari awal sampai akhir ayat diatas dengan sangat jelas melarang umat Islam melakukan kompromi Aqidah dan ibadah dengan orang-orang kafir. Dengan kata lain.2. orang banyak. Jadi. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Umat Islam dilarang meyakini kebenaran agama lain selain Islam. umat Islam diperintahkan untuk tidak berkompromi dengan orang kafir. 2. Begitu juga hal ini telah di contohkan oleh utusan-Nya Muhamad Shallallahu Alaihi Wasallam. pengertian sosio-politis.1 Definisi Pluralitas Agama Agama berasal dari bahasa sanskerta “a” yang berarti tidak. Seseorang bisa disebut manusia yang berpluralitas (agama) jika dapat berinteraksi positif dalam lingkungan kemajemukan dalam agama tersebut. tiap pemeluk agama dituntut untuk mengakui adanya berbagai agama sebagai sunnatullah. pluralitas adalah kejamakan. Umat Islam dilarang juga mencampuradukan konsep peribadahan dengan agama lain diluar Islam (sinkretisme). tapi juga memahami dan menghormati perbedaan tersebut sehingga memunculkan suatu persatuan yang kuat dalam suatu masyarakat tersebut.3. agama dapat dirtikan sebagai suatu hal yang mencakup tentang keyakinan (kepercayaan) dan cara-cara peribadatan yang ditujukan kepada Tuhan. Al-Qur’an sendiri juga mengakui adanya pluralitas. agamaku. Dan fatwa MUI di atas dirasa telah cukup untuk mewakili bagaimana sebenarnya Islam mengajarkan umatnya menyikapi masalah pluralitas. Ar Rum: 22 : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah penciptaan langit dan bumi dan berlainan bahasamu dan warna kulitmu. Dari segi istilah. Diantara ayat al Qur’an yang membahas masalah ini adalah QS al Kaafirun [109] : 1-6 : “Katakanlah: Hai orang-orang kafir. Untukmu agamamu. mengakui adanya perbedaan dalam segala hal dengan tetap menjunjung tinggi aspek-aspek perbedaan diantara kelompok-kelompok tersebut. dan untukkulah. dalam pluralitas agama. Dalam hal Aqidah dan Ibadah.

Islam sendiri menjadi agama yang paling banyak dianut oleh masyarakat Indonesia. Sebaliknya. Sebagai contoh adalah ketakutan kristenisasi di daerah islam dan islamisasi di daerah kristen membuat setiap penganut agama akan sedikit menutup diri dari penganut agama lain. Katolik. Selain kelima agama yang diakui pemerintah tadi masih banyak agama lain yang tidak diakui oleh pemerintah. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tetap berinteraksi (inklusif) dan tidak menutup diri (eksklusif) dengan orang-orang diluar agama Islam. bahwa islam itu toleran dan tidak radikal. Karena itulah di Indonesia terdapat bermacam macam agama. agama dan kebudayaan. Sesuai dengan sejarah perumusan sila pancasila pertama bahwa pada saat itu para pendiri bangsa juga sempat berdebat apakah Indonesia akan dijadikan negara Islam atau negara dengan keberagaman agama. Sehingga keberagaman ini memang harus dipertahankan dan setiap umat agama harus bisa menghormati umar agama lain. pluralitas dianggap bisa mengancam kemurnian ajaran suatu agama. Selain itu jika dilihat dari praktek dilapangan. sangat jelas bahwa pengaplikasian toleransi masih belum dapat dilaksanakan dengan baik. b. Selain itu bagi kelompok pro pluralitas ini mereka juga mengutamakan kesatuan dari NKRI. Tapi pada akhirnya Indonesia dijadikan negara dengan keberagaman budaya dan agama. Dengan mencerminkan sikap toleransi ini maka umat Islam juga dapat mencerminkan ajaran agamanya kepada penganut agama lain. keberagaman agama ini dianggap sebagai hal yang positif. yaitu: Islam. Yang diakui oleh pemerintah ada 5 agama. Namun. Sesuai dengan sila 1 pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa”.3 Pluralitas Agama di Indonesia Seperti yang diketahui bahwa indonesia terdiri dari berbagai suku. Dan ketakutan para kelompok kontra pluralitas ini adalah bahwa nantinya ajaran setiap agama akan saling bercampur baur dengan ajaran agama lain. Pro pluralitas. Kristen. Bagi yang pro pruralitas agama. Seperti motto negara negara kita Bhinneka Tunggal Ika yang artinya Berbeda-beda tetapi tetap satu. . Karena itu setiap kebijakan dalam pemerintahan haruslah menguntungkan semua umat beragama dan jangan hanya menguntungkan satu umat saja. a. Dan kelompok pro pluralitas beranggapan bahwa warisan sejarah dari para pendiri bangsa ini harus dipertahankan. Setiap warga negara memiliki kebebasan dalam memilih agama yang ingin mereka peluk dan semua diatur dalam Undang-undang. Kontra Pluralitas Bagi kelompok kontra pluralitas. Ini disebabkan karena keberagaman di Indonesia ini bisa menjadikan Indonesia sebagai contoh yang baik bagaimana kehidupan kerukunan antar agama. Banyak yang pro dan kontra dengan konsep pluralitas agama di Indonesia ini. ras. Kerukunan antar umat beragama bisa dibilang masih jauh dari yang diharapkan. Ini disebabkan karena pada dasarnya setiap agama memiliki ajaran masing masing yang berbeda dari agama lain. Karena itu seorang warga negara Indonesia tidak boleh dipaksa dalam memilih suatu agama. Selain itu bagi kelompok pro prutalitas beranggapan bahwa islam juga harus mencerminkan salah satu ajarannya yakni sikap toleransi. 2. Hindu.bukanlah penyembah dan tidak akan pernah menjadi penyembah apa yang mereka sembah. Penolakan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kepada ajakan Quraisy diatas menunjukan bahwa tidak ada kompromi bagi umat Islam dengan agama lain dalam hal Aqidah dan Ibadah. Budha. Setiap warga negara Indonesia diwajibkan untuk memeluk salah satu dari kelima agama yang diakui oleh pemerintah.2. orang kafir bukanlah penyembah dan tidak akan pernah menjadi penyembah apa yang orang Islam sembah. Dan keberagaman agama di Indonesia memang berasal dari masa lalu yang tidak bisa dirubah. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga mengajarkan tetap berkompromi dan bergaul dengan masyarakat diluar agama Islam dalam hal-hal yang bersifat sosial kemasyarakatan.

sebagai bagian dari keberagaman(pluralitas). dan dengan demikian di dalam agama-agama lain pun dapat ditemukan. Pendapat ini seringkali menekankan aspekaspek bersama yang terdapat dalam agama-agama. setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwamelarang paham pluralisme dalam agama Islam. terdiri dari dua kata plural (beragam) danisme (paham) yang berarti beragam pemahaman. Dalam fatwa tersebut. kerja sama. 2. berkaitan dengan . Paham pluralisme terutama dalam pembahasan ini adalah konsentrasi pada masalah agama memiliki definisi sebuah konsep yang mempunyai makna yang luas. oleh sebab itu. Pada 28 Juli 2005.1 Pluralisme dalam Pandangan Islam Dalam pandangan Islam. Kadang-kadang juga digunakan sebagai sinonim untuk ekumenisme. dan pemahaman yang lebih baik antar agama-agama atau berbagai denominasidalam satu agama.    2. dengan kata lain tidak menganggap bahwa Tuhan yang 'kami' (Islam) sembah adalah Tuhan yang 'kalian' (non-Islam) sembah. Solusi Islam terhadap adanya pluralisme agama adalah dengan mengakui perbedaan dan identitas agama masing-masing (lakum diinukum wa liya diin). Dan sebagai sinonim untuk toleransi agama. atau bermacam-macam paham. pluralisme didefiniskan sebagai ""Suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif.3. yang merupakan prasyarat untuk ko-eksistensi harmonis antara berbagai pemeluk agama ataupun denominasi yang berbeda-beda. Tetapi berbeda ketika berbicara tentang pluralitas agama yang seringkali menjadi latar belakang terjadinya banyak konflik dalam suatu kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Tapi solusi paham pluralisme agama diorientasikan untuk menghilangkan konflik dan sekaligus menghilangkan perbedaan dan identitas agama-agama yang ada. yakni upaya untuk mempromosikan suatu tingkat kesatuan.3. sikap menghargai dan toleran kepada pemeluk agama lain adalah mutlak untuk dijalankan.2 Pro-Kontra Pluralisme Agama di Indonesia Bangsa Indonesia tak pernah tabu dari adanya keberagaman atau pluralitas.3 Pengertian Pluralisme dan Pluralisme Agama Pluralisme (bahasa Inggris: pluralism). Pluralisme agama adalah sebuah konsep yang mempunyai makna yang luas. Sebagai penerimaan atas konsep bahwa dua atau lebih agama yang sama-sama memiliki klaimklaim kebenaran yang eksklusif sama-sama sahih. setidak-tidaknya. paham pluralisme ini banyak dijalankan dan kian disebarkan oleh kalangan Muslim itu sendiri. Namun demikian. suatu kebenaran dan nilai-nilai yang benar. dan dipergunakan dalam cara yang berlain-lainan pula: Sebagai pandangan dunia yang menyatakan bahwa agama seseorang bukanlah sumber satusatunya yang eksklusif bagi kebenaran. Namun anggapan bahwa semua agama adalah sama (pluralisme) tidak diperkenankan. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup dan berdampingan di surga". 2. berkaitan dengan penerimaan terhadap agama-agama yang berbeda.

Persepsi yang pertama itu diterima sebagai kenyataan oleh fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam buku Pluralisme Agama: Fatwa MUI yang Tegas dan Tidak Kontroversial dijelaskan tentang sejarah munculnya wacana pluralisme agama yang ada pada abad ke-20 yang dilakukan oleh seorang teolog kristen Jerman bernama Ernest Troeltsch. Dalam buku ini juga dijelaskan tentang kelemahan mendasar yang terdapat dalam paham pluralisme agama. Sementara BMR sebaliknya. sudah jelas bahwa Allah sangat murka dengan kemusyrikan. Dua orang tokoh pluralis agama. Barangsiapa yang menyekutukan Allah. pertama. oleh sebab itu setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tanggal 28 Juli 2005 untuk memahamkan istilah Pluralisme Agama tersebut adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif.penerimaan terhadap agama-agama yang berbeda. Dr. sedangkan pluralisme agama melegitimasi segala jenis kemungkaran. Kedua. terhadap negara-negara belahan di dunia bagian timur dengan berbagai bentuk dan cara. pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di Surga. bagi siapa yang dikehendaki-Nya. neraka. Karena itu mustahil paham pluralisme dapat hidup berdampingan secara damai dengan tauhid Islam. maka sungguh ia telah melakukan dosa yang sangat besar” (QS: An-Nisa:48) Dengan ayat ini. syirik. lebih menekankan pandangan mengenai perbedaan agama-agama atau pluralitas agama-agama sebagai premis paham pluralisme agama. surga. Pluralisme agama jelas membongkar islam dari konsep dasarnya. dan dipergunakan dalam cara yang berbedabeda. sedangkan yang kedua subyektif. Pluralisme agama adalah suatu paham yang melegitimasi dan mendukung kekufuran dan kemusyrikan. kaum pluralis mengklaim bahwa pluralisme menjunjung tinggi dan mengajarkan toleransi. tapi justru mereka sendiri yang tidak toleran karena menafikan “kebenaran ekslusif” sebuah agama. dan sebagainya. karena pluralisme dinilai sebagai suatu paham. MSA. Tapi pluralisme menurut BMR ditolak. “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari itu. . Direktur The International Centre for Islam and Pluralism (ICIP) dan Budhy Munawar-Rachman (BMR). M. punya persepsi berbeda mengenai pluralisme. adanya “pemaksaan” nilai-nilai budaya Barat (westernisasi). Syafii Anwar (MSA). Tidak ada lagi konsep mukmin. kafir. Yang pertama bersifat obyektif. Yaitu. sedangkan Islam adalah agama yang benar-benar memurnikan Allah dari perbuatan syirik atau agama yang benar-benar mentauhidkan Allah. ia menganut paham pluralisme berdasarkan pandangan bahwa semua agama itu sama-sama baik dan benar. mantan Direktur Eksekutif Yayasan Paramadina.

DAFTAR PUSTAKA Ali. Selanjutnya kata insan digunakan oleh para filosof klasik sebagai kata yang menunjukkan pada arti manusia secara totalitas yang secara langsung mengarah pada hakikat manusia. Insan Kamil Menurut Muhyiddin Ibnu ‘Arabi Insan kamil ialah manusia yang sempurna dari segi wujud dan pengetahuannya. Malang : UIN Maliki.wikipedia.com/2013/12/makalah-tentang-pluralitas-dan. Secara harfiah. Adian. http://id. Adapun kesempurnaan dari segi pengetahuannya ialah karena dia telah mencapai tingkat kesadaran tertinggi. dan kamil berarti yang sempurna. sementara disisi lain. B.com/2013/07/makalah-tentang-insankamil. 1997 Asmaran. Selanjutnya Jamil Shaliba mengatakan bahwa kata insan menunjukkan pada sesuatu yang secara khusus digunakan untuk arti manusia dari segi sifatnya. Yunasril. yakni menyadari kesatuan esensinya dengan Tuhan. Hakikat Muhammad merupakan wadah tajalli Tuhan yang sempurna. bukan fisiknya.com/2012/11/02/insan-kamil BAB II PEMBAHASAN A. 2005.Jakarta: Pustaka al-Kautsar.wordpress. Dengan demikian.org/wiki/Pluralisme_agama http://tasawuf-psikoterapi-2012-ush-stainta. 2010. karena pada dirinya terproyeksi segenap realitas individual dari alam semesta. Zainudin. ia merupakan miniatur dari segenap jagad raya. Insan Kamil Menurut ‘Abd Al-Karim Al-Jilli . baik alam fisika maupun metafisika. 2002 Imarah. Insan berarti manusia. yang pada dirinya tercermin nama-nama dan sifat Tuhan secara utuh.html http://spi2010b. Kesempurnaan dari segi wujudnya ialah karena dia merupakan manifestasi sempurna dari citra Tuhan. ISLAM DAN PLURALITAS Perbedaan dan Kemajemukan dalam Bingkai Persatuan.[2] Jadi. 1999. Adapun kata kamil dapat pula berarti suatu keadaan yang sempurna. Muhammad. Yogyakarta: LESFI. Insan Kamil Menurut Para Tokoh Tasawuf Beberapa tokoh tasawuf menjelaskan tentang konsep insan kamil dalam ajarannya. Musa.blogspot. Dalam bahasa Arab kata insan mengacu kepada sifat manusia yang terpuji seperti kasih sayang. Jakarta: Paramadina.html http://masfadlul. Jakarta : Gema Insani Press. yang disebut ma’rifat. Manusia Citra Ilahi. dan sekalian sifat yang baik lainnya. yaitu dari dua kata Insan dan kamil. mulia dan lainnya. dan digunakan untuk menunjukkan pada sempurnanya zat dan sifat. 2. Pluralisme Agama: Fatwa MUI yang Tegas dan Tidak Kontroversial. insan kamil merupakan wadah tajalli Tuhan yang paripurna. dan hal itu terjadi melalui terkumpulnya sejumlah potensi dan kelengkapan seperti ilmu. Pluralisme Agama. Jakarta:PT Raja Grafindo Persada. insan kamil berarti manusia yang sempurna. Husaini. dari satu sisi. M.[1] Kesempurnaan insan kamil itu pada dasarnya disebabkan karena pada dirinya Tuhan bertajalli secara sempurna melalui hakikat Muhammad (al-haqiqah al-Muhammadiyah). Yaitu: 1. Pengantar Studi Tasawuf. Pengertian Insan Kamil Insan kamil berasal dari bahasa Arab.blogspot. Filsafat Islam Sunnah Nabi dalam Berpikir. 2002 Asy’arie.

terutama berhubungan dengan penyiaran dan pembelaan serta penegakkan agama islam. Tingkat menengah (at-tawasut). Al-Jili membagi insan kamil atas tiga tingkatan. Dengan demikian pada insan kamil sering terjadi hal-hal yang luar biasa. Dalam pengertian demikian. Tingkat permulaan (al-bidāyah).[3] C. Pada tingkat ini insan kamil telah dapat merealisasikan citra Tuhan secara utuh. Pada tingkat ini insan kamil mulai dapat merealisasikan asma dan sifat-sifat Ilahi pada dirinya. maka makin sempurnalah dirinya. tetapi juga sebagai nur (cahaya/roh) Ilahi yang menjadi pangkal dan poros kehidupan di jagad raya ini. Latihan rohani ini diawali dengan manusia bermeditasi tentang nama dan sifat-sifat Tuhan. b. Tingkat terakhir (al-khitām). disamping terdapat dalam diri Muhammad juga dipancarkan Allah SWT ke dalam diri Nabi Adam AS. Nur Ilahi kemudian dikenal sebagai Nur Muhammad oleh kalangan sufi. 2. Ciri . Pada tingkat ini insan kamil sebagai orbit kehalusan sifat kemanusiaan yang terkait dengan realitas kasih Tuhan (al-haqāiq ar-rahmāniyah). bersamaan dengan turunnya Yang Mutlak ke dalam manusia melalui berbagai tingkat. Dalam surah al-Anfal : 60. Jasmani yang sehat serta kuat berkaitan pula dengan menguasai keterampilan yang diperlukan dalam mencari rezeki untuk kehidupan.a. yaitu Tuhan. Seseorang yang makin memiripkan diri pada sifat sempurna dari Yang Mutlak tersebut. . disebutkan agar orang islam mempersiapkan kekuatan dan pasukan berkuda untuk menghadapi musuhmusuh Allah. Cerdas ditandai oleh adanya kemampuan menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat. 1) 2) 3) Al-Jili merumuskan insan kamil ini dengan merujuk pada diri Nabi Muhammad SAW sebagai sebuah contoh manusia ideal. Didalam surah az-Zumar : 9 disebutkan sama antara orang yang mengetahui dan orang yang tidak mengetahui. Bagi al-Jili. insan kamil terkait dengan pandangan mengenai sesuatu yang dianggap mutlak. Sementara itu. Insan kamil dalam pengertian konsep pengetahuan mengenai manusia yang sempurna. Insan kamil terkait dengan keyakinan bahwa yang memiliki sifat mutlak dan sempurna itu mencakup Asma’ sifat dan hakikatNya. dan mulai mengambil bagian dalam sifat-sifat Illahi serta mendapat kekuasaan yang luar biasa. Jasmani yang sehat serta kuat dan berketerampilan. Jati diri Muhammad yang demikian tidak semata-mata dipahami dalam pengertian Muhammad SAW asebagai utusan Tuhan. karena sebagian dari hal-hal yang gaib telah dibukakan Tuhan kepadanya. Yang Mutlak tersebut dianggap mempunyai sifat-sifat tertentu. Sifat sempurna inilah yang patut ditiru oleh manusia. Cerdas serta pandai. pengetahuan yang dimiliki oleh insan kamil pada tingkat ini juga telah meningkat dari pengetahuan biasa. Orang islam perlu memiliki jasmani yang sehat serta kuat. sesungguhnya hanya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. yakni yang baik dan sempurna. sedangkan pandai ditandai oleh banyak memiliki pengetahuan (banyak memiliki informasi). manusia dapat mencapai jati diri yang sempurna melalui latihan rohani dan pendakian mistik.ciri Insan Kamil Menurut Murthadho Muttari manusia sempurna (Insan Kamil) yakni mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. AlJili dengan karya monumentalnya yang berjudul al-Insan al-Kamil fi Ma’rifah al-Awakir wa alAwa’il (Manusia Sempurna dalam Konsep Pengetahuan tentang Misteri yang Pertama dan yang Terakhir) mengawali pembicaraannya dengan mengidentifikasikan insan kamil dengan dua pengertian.

Sifat jujur sering sekali kita temui di dalam kehidupan sehari – hari tapi tidak ada sifat jujur yang murni maksudnya ialah. Ketaqwaan. Ruhani yang berkualitas tinggi. D. Proses Pembentukan Kepribadian. sifat jujur tersebut mempunyai tujuan lain seperti mangharapkan sesuatu dari seseorang barulah kita bisa bersikap jujur. tidak dengki dan sikap terpuji lainnya yang timbul dari dorongan batin. Keilmuan. tamu. orang tua. tapi sayangnya penerapannya sangat sulit sekali di dalam bermasyarakat. 2. Adapun beberapa ciri – ciri atau kriteria Insan Kamil yang dapat kita lihat pada diri Rasulullah SAW yakni 4 sifat yakni :[5] a) Sifat amanah (dapat dipercaya) Amanah / dapat dipercaya maksudnya ialah dapat memegang apa yang dipercayakan seseorang kepadanya. Perpaduan umah. bila mengingat Allah kulit dan hatinya tenang bila disebut nama Allah bergetar hatinya bila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah. Kegigihan dalam kebaikan dan kebenaran.[4] Sifat-sifatnya manusia yang sempurna terdiri dari : Keimanan. Keadaban. Proses Pembentukan Insan Kamil Proses atau tahapan pembentukan insan kamil dibedakan menjadi beberapa bagian antara lain : 1. makan. bermasyarakat dan dalam menjalani kehidupannya untuk menuju yang lebih baik. Sabda Rasululah SAW yang artinya: “sesungguhnya aku diutus adalah untuk membetuk akhlak mulia” Dalam kaitan dengan hal itu dalam satu hadits beliau pernah bersabda : “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya”. guru. minum. Cerdas ialah sifat yang dapat membawa seseorang dalam bergaul.3. ia shalat dengan khusuk. sabar. Pembentukan Kepribadian Muslim. berhadapan dengan teman. yakni terwujudnya perilaku mulia sesuai dengan tuntunan Allah SWT. cermat. c) Sifat siddiq (jujur) Jujur adalah sebuah kata yang sangat sederhana sekali dan sering kita jumpai. Sedangkan sikap batin seperti penyabar. Kalbu yang berkualitas tinggi itu adalah kalbu yang penuh berisi iman kepada Allah. Persaudaraan. ikhlas. optimis serta Syukur. yang dalam istilah lain disebut akhlak mulia yang ditempuh melalui proses pendidikan Islam. Untuk cara-cara mencapainya ialah dengan car istigfar kepada Allah SWT. Dapat dipahami bahwa insan kamil merupakan manusia yang mempunyai kepribadian muslim yang diartikan sebagai identitas yang dimiliki seseorang sebagai ciri khas dari keseluruhan tingkah laku baik yang ditampilkan dalam tingkah laku secara lahiriyah maupun sikap batinnya. berjalan. anak famili dan lain-lainnya. b) Sifat fathanah (cerdas) Seseorang yang memiliki kepintaran di dalam bidang fomal atau di sekolah belum tentu dia dapat cerdas dalam menjalani kehidupannya. . Baik itu sesuatu yang berharga maupun sesuatu yang kita anggap kurang berharga. mereka sujud dan menangis. Kalbu yang iman itu ditandai bila orangnya shalat. Ketertiban. Tingkah laku lahiriyah seperti kata-kata. d) Sifat Tabligh (menyampaikan) Maksudnya tabligh disini ialah menyampaikan apa yang seharusnya di dengar oleh orang lain dan berguna baginya. Persepakatan dalam hidup. ikhlas. atau kalbu yang taqwa kepada Allah. Tentunnya sesuatu yang akan disampaikan itu pun haruslah sesuatu yang benar dan sesuai dengan kenyataan. teman sejawat. Kemahiran.

An-Nahl : 78 ) 3) Self Education (Tarbiyah Al-Nafs) Proses ini dilaksanakan melalui kegiatan pribadi tanpa bantuan orang lain seperti membaca buku-buku. Kepribadian individu meliputi ciri khas seseorang dalam sikap dan tingkahlaku. Abdullah al-Darraz membagi kajian pembentukan itu menjadi empat tahap. 1) Pranata Education (Tarbiyah Golb Al-Wiladah) Proses pendidikan jenis ini dilakukan secara tidak langsung. a) Pembentukan Kepribadian Muslim sebagai Individu Proses pembentukan kepribadian muslim sebagai individu dapat dilakukan melalui tiga macam pendidikan. Sabda Rasulullah SAW : “ Pilihlah tempat yang sesuai untuk benih (mani) mu karena keturunan. Proses ini dimula disaat pemilihan calon suami atau istri dari kalangan yang baik dan berakhlak. Ia merupakan kecenderungan anugrah Tuhan. Menurut Muzayyin. Koran dan sebagainya melalui penelitian untuk menemukan hakikat segala sesuatu tanpa bantuan orang lain. Self Education timbul karena dorongan dari naluri kemanusiaan yang ingin mengetahui. Thoha:50) b) Pembentukan Kepribadian Muslim sebagai Ummah. langkah-langkah yang di tempuh adalah:  Memberikan bimbingan berbuat baik kepada kedua orang tua  Memelihara anak dengan kasih saying  Memberikan tuntunan akhlak kepada anggota keluarga  Membiasakan untuk menghargai peraturan dalam rumah tangga  Membiasakan untuk memenuhi hak dan kewajiban antara kerabat 2) Pembentukan nilai-nilai islam dalam hubunga social Kegiatan pembentukan hubungan sosial mencangkup sebagai berikut:  Melatih diri untuk tidak melakukan perbuatan keji dan tercela  Mempererat hubungan kerjasama  Menggalakkan perbuatan terpuji dan memberi manfaat dalam kehidupan bermasyarakat seperti memaafkan. Firman Allah SWT yang artinya : “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu tidaklah kamu mengetahui apapun dan Ia menjadikan bagimu pendengaran.S. Kemudian dilanjutkan dengan sikap prilaku orang tua yang islam”.[6] 2) Education by Another (Tarbiyah Ma’aghoirih).Kepribadian muslim dapat dilihat dari kepribadian orang perorang (individu) dan kepribadian dalam kelompok masyarakat (ummah). Firman Allah SWT yang artinya : “Tuhan kami adalah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap makhluk bentuk kejadiannya kemudian memberinya petunjuk” (QS. majalah. Dalam ajaran islam yang menyebabkan dorongan tersebut adalah hidayah. guru di sekolah dan pemimpin di dalam masyarakat dan para ulama). serta kemampuan intelektual yang dimilikinya. penglihatan dan hati ” ( Q. sebagaimana dikutip sebagai berikut : 1) Pembentukan nilai-nilai Islam dalam keluarga Bentuk penerapannya adalah dengan cara melaksanakan pendidikan akhlak di lingkungan rumah tangga. Komunitas muslim ini disebut ummah. Manusia sewaktu dilahirkan tidak mengetahui sesuatu tentang apa yang ada dalam dirinya dan diluar dirinya. Proses pendidikan ini dilakukan secara langsung oleh orang lain (orang tua di rumah tangga. dan menepati janji .

Dengan kitab itu Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan. maka Tuhan hadir membukakan pintu kebenaran dan ia masuk ke dalamnya. dengan keikhlasan total dan kemudian berusaha keras. Karena kualitas dan kesempurnaan itulah Tuhan menjadikan insan kamil sebagai khalifah-Nya. dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya. tapi juga memberikan kepada kita. berstandard seenaknya. insan kamil dipandang sebagai orang yang mendapat pengetahuan esoterik yang dikenal dengan pengetahuan rahasia (‘ilm al-asrār).” (Al Maidah 15-16) F.” (QS. Jika seseorang telah dapat mengosongkanaql dan qalbnya dari egoisme. dan kitab yang menerangkan. keakuan. Yang dimaksud dengan khalifah bukan semata-mata jabatan pemerintahan lahir dalam suatu wilayah negara (al-khilāfah az-zāhiriyyah) tetapi lebih dikhususkan pada khalifah sebagai wakil Allah (al-khilāfah al-ma’nawiyyah) dengan manifestasi nama-nama dan sifat-Nya sehingga kenyataan adanya Tuhan terlihat padanya. Muhammad adalah nabi akhir zaman dan karena itu menjadi penutup semua nabi terdahulu yang diutus untuk menjadi saksi kehidupan manusia dan pembawa berita tentang kehidupan mendatang di akhirat sesuai dengan firman Allah SWT “Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah. yang tidak ada satupun sisi-sisi kemanusiaan yang tidak disentuhnya selama hidupnya. dan ketika ia keluar. Sebagaimana firman Allah SWT: “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar memiliki akhlaq yang mulia. Kedudukan Insan Kamil Insan kamil jika dilihat dari segi fisik biologisnya tidak berbeda dengan manusia lainnya. maka ia menjadi dan menyatu dengan kebenaran yang telah dimasukinya. E.Ahdzab/33:21: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”. memasuki kebenaran itu. . Rasulullah SAW yang menjadi uswah hasanah. AlQolam:4) Nur atau cahaya yang menjadi sosok diri Muhammad adalah sebagai seorang Rasulullah Rahmatan Lil’alamin. Ia adalah ciptaan terbaik yang kepadanya kita merujuk akan akhlaq yang mulia. Namun dari segi mental spiritual ia memiliki kualitas-kualitas yang jauh lebih tinggi dan sempurna dibanding manusia lain. [7] Pengetahuan esoterik adalah karunia (mawhibat) dari Tuhan. Allah SWT tidak membiarkan kita untuk menginterpretasikan tata nilai tersebut semaunya. meminta izin masuk rumah orang lain. keangkuhan. dan dengan aktif ia mengikuti aql dan qalbnya merangkaikan berbagai realitas yang hadir dalam berbagai dimensinya. dengan menyiapkan diri menjadi murid memohon Allah mengajarkan kepadanya kebenaran. al.S. Konsep Insan Kamil menurut Al-Qur’an Nabi Muhammad Saw disebut sebagai teladan insan kamil atau istilah populernya di dalam Q. Di sisi lain. dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. manusia paripurna. setelah seseorang menempuh penyucian diri (tazkiyah an-nafs).ilmu ladunni atau pengetahuan gaib.  Perbuatan nilai-nilai islam dalam berkehidupan sosial bertujuan untuk menjaga dan memelihara keharmonisan hubungan antar sesama anggota masyarakat. Membina hubungan menurut tata tertib seperti berlaku sopan. Rasulullah SAW merupakan insan kamil.

Yunasril. PT Raja Grafindo Persada . Dengan demikian. Jakarta. Insan berarti manusia. insan kamil berarti manusia yang sempurna. 1997Manusia Citra Ilahi. DAFTAR PUSTAKA Ali.[8] Dari kajian di atas dapat dipahami bahwa insan kamil adalah wadahtajalli Tuhan yang berkedudukan sebagai khalifah dan sebagai wali tertinggi (qutb). Dalam Al-Qur’an menerangkan bahwa nabi Muhammad adalah figur insan kamil yang patut dicontoh oleh umat manusia. insan kamil merupakan wadah tajalli Tuhan yang paripurna. dalam kedudukannya sebagai khalifah ia adalah wakil Tuhan di muka bumi untuk memanifestasikan kemakmuran. sementara disisi lain. keadilan. yaitu dari dua kata Insan dan kamil. quthb adalah pemegang pimpinan tertinggi dari para wali. Paramadina Asmaran. Jakarta. Ia hanya satu orang dalam setiap zaman.Insan kamil juga dipandang sebagai wali tertinggi. dan dalam kedudukannya sebagai quthb. ia merupakan miniatur dari segenap jagad raya. BAB III PENUTUP A. ia adalah sumber pengetahuan esoterik yang tidak pernah kering. Pengantar Studi Tasawuf. Dalam struktur hierarki spiritual sufi. dan kamil berarti yang sempurna. karena pada dirinya terproyeksi segenap realitas individual dari alam semesta. atau disebut juga qutb(poros). Menurut Ibnu ‘Arabi. Al-Jili merumuskan insan kamil ini dengan merujuk pada diri Nabi Muhammad SAW sebagai sebuah contoh manusia ideal. Sebagai wadah tajalli Tuhan ia merupakan sebab tercipta dan lestarinya alam. baik alam fisika maupun metafisika. Insan kamil adalah wadah tajalli Tuhan yang berkedudukan sebagai khalifah dan sebagai wali tertinggi (qutb). Secara harfiah. 2002. dan kedamaian. Kesimpulan Insan kamil berasal dari bahasa Arab.

Fathimah. Semarang. Yogyakarta: LESFI Muthari Murtalha. Lentera Syukur.Asy’arie. Materi Pendidikan Agama Islam. Remaja Rosda Karya . PT. M. Insan Kamil.2009. Manusia Sempurna.Bandung. Amin. Bima Sejati Supiana dan Karman. Jakarta. CV. dan Usman. M. 2005. 2002. Filsafat Islam Sunnah Nabi dalam Berpikir. Musa. 2003.