You are on page 1of 2

BLS (basic life support) adalah dasar dari penyelamatan nyawa yang diikuti henti

jantung. Tindakan bantuan hidup dasar sangat penting pada pasien trauma terutama pada pasien
dengan henti jantung yang kebanyakan kasusnya terjadi di luar rumah sakit (Alkatiri, 2007).
Aspek-aspek mendasar dari BLS pada orang dewasa mencakupi pengenalan segera terhadap
henti jantung tiba-tiba dan aktivasi sistem respon gawat-darurat, performa awal dari CPR (cardio
pulmonary resuscitation) , dan defibrilasi cepat ketika sesuai. (Hazinski, 2010).
Henti jantung yang terjadi diluar rumah sakit {out of hospital cardiac arrest
(OHCA)}adalah penyebab utama kematian pada orang dewasa di Amerika Serikat. Tepatnya
300.000 kejadian OHCA terjadi setiap tahun-nya di Amerika Serikat, tepatnya 92% dari orangorang yang mengalami OHCA tidak terselamatkan. OHCA didefinisikan sebagai hilangnya
aktivitas mekanikal jantung yang dikonfimasi dengan tidak adanya tanda sirkulasi dan terjadi di
luar rumah sakit. (McNally, 2011).
Dari hasil penelitian Chandrasekaran dkk pada tahun 2010 di india menunjukkkan bahwa
31% kalangan medis, mahasiswa keperawatan, mahasiswa kedokteran gigi dan mahasiswa
kedokteran tidak mengetahui singkatan BLS yang merupakan Basic life support, 51% gagal
malakukan usaha penyelamatan sebagai langkah awal dalam bantuan hidup dasar, dan 74% tidak
mengetahui lokasi yang tepat untuk kompresi dada pada tindakan bantuan hidup dasar
(Chandrasekaran, 2010).
Berdasarkan data diatas, dapat kita ketahui bahwa kejadian henti jantung sangat banyak
terjadi dan dapat berakibat kepada kematian. Namun hal tersebut dapat kita cegah dengan
memberikan bantuan hidup dasar (basic life support) secara cepat dan tepat supaya korban tidak
mengalami kerusakan otak dan bahkan kemati. Maka setiap orang seharusnya terlatih dalam
pemberian pertolongan pertama atau bantuan hidup dasar. Termasuk kalangan medis, salah
satunya mahasiswa keperawatan. Tapi pada kenyataannya tidak setiap orang mapu melakukan
bsl. Oleh karena itu sgd ini akan membahas bsl.
Istilah basic life support mengacu pada mempertahankan jalan nafas dan mendukung pernafasan
dan sirkulasi. Basic life support terdiri dari beberapa elemen: penilaian awal, pemeliharaan
saluran nafas, penyelamatan pernapasan (seperti pernapasan dari mulut ke mulut) dan kompresi
dada eksternal. Jika semua digabungkan maka hal ini disebut dengan istilah Resusitasi Jantung
Paru (RJP). (Handley, 1997).
Usaha yang dilakukan untuk mempertahankan hidup pada saat penderita mengalami keadaan
yang mengancam nyawa dan bila bantuan hidup ini tanpa memakai cairan intra vena, obat,
maupun kejut listrik maka dikenal sebagai Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support) (Berg,
2010). Sedangkan menurut Alkatri (2007), bantuan hidup dasar adalah tindakan darurat untuk
membebaskan jalan napas, membantu pernapasan dan mempertahankan sirkulasi darah tanpa
menggunakan alat bantu.
Penghentian RJP

(2007).Hentikan usaha RJP bila terdapat salah satu dari berikut ini (Mansjoer. Aru W. United States. Dalam D. British Journal of Anasthesia. Peter. 2009. Jakarta: 227-229. J. October 1. Pletz.. 2010. 2005–December 31. Circulation. Supplement to Circulation. c. Gambaran Pengetahuan Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat angkatan 2008 tentang Bantuan Hidup Dasar di Universitas Sumatera Utara. et al. Berg. J. InternaPublishing.54 (2) 121-126. Part 5: Adult basic life support: 2010 American Heart Association Guidelines for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency Cardiovascular Care. F.ncbi. S643S676. Gregory.. Nursing Students and Doctors. Gilbert.. B. b. Dalam: Sudoyo. 2010 American Heart Association Guidelines for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency Cardovascular Care Science . 60 (8). 2000): a. Alkatiri. Out-of-Hospital Cardiac Arrest Surveillance — Cardiac Arrest Registry to Enhance Survival (CARES).gov/pmc/articles/PMC2900734/ [Accesed Mar-April 2010]. S. 2010. A. Dental. Penolong terlalu capek sampai tidak sanggup meneruskan RJP.122(suppl 3):S685–S705. Basic Life Support. Telah timbul kembali sirkulasi dan ventilasi spontan yang efektif. Centers for Disease Control and Preventions . McNally. D’Souza. Patient assessment routine medical care primary and secondary survey. 1-2. e. Mansjoer A. 2010. 2011. Hazinski. Alton. Ada orang lain yang mengambil alih tanggung jawab. 79: 151-158. India J Anaesth v. Edisi Kelima. San Mateo County EMS Agency Handley. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. dkk . Available from: http://www. Resusitasi Jantung Paru.S692.RA et al. . 1997. Awareness of Basic Life Support Among Medical.nih. (2009). Thygerson.org/content/122/18_suppl_3/S685. Resusitasi Jantung Paru. Cetakan Kedua.nlm. Jakarta: Erlangga. (2011). (2010). Available from: http://circ... M.2009. Felayati.ahajournals. Pertolongan Pertama Edisi Kelima.full. Pasien dinyatakan mati. d.pdf+html [Accesed 27 April 2013] Chandrasekaran. Barbara.