You are on page 1of 18

TUGAS MAKALAH

SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI
TEKNIK INDUSTRI

PENGARUH IMPLEMENTASI ENTERPRISE RESOURCE PLANNING

(ERP) TERHADAP PERBAIKAN PROSES BISNIS DAN
PERUBAHAN BUDAYA PERUSAHAAN

DISUSUN OLEH:
DWI HANDAYANI (10/308834/PTK/07016)
BUDI WIBOWO

(09/292458/PTK/------)

ALINA HASNA R

(08/268754/TK/34041)

THEOFILUS B.D

(11/323236/PTK/7574)

PROGRAM PASCASARJANA TEKNIK INDUSTRI JURUSAN TEKNIK MESIN DAN INDUSTRI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2011 .

Apabila terjadi kegagalan.BAB I PENDAHULUAN Komputer telah digunakan di kalangan bisnis sejak pertengahan tahun 1950-an. teknologi piranti keras maupun piranti lunak mendapatkan kemajuan yang dramatis. Begitu pula dengan perkembangan ERP ke arah perluasan integrasi yang dimulai dari EOQ (Economic Order Quantity) pada awal tahun 1950-an. Perubahan terbesar dalam piranti keras adalah adanya tren ke arah sistem yang lebih kecil sedangkan perubahan piranti lunak (software) ke arah yang lebih mudah (McLeod dan Schell. teknologi informasi dapat mengatasi keterbatasan dari para manajer untuk mengelola sumber daya yang dimiliki dengan lebih cepat. Sejak saat itu. implementasi ERP yang tidak tepat dapat menimbulkan kegagalan yang menyebabkan kerugian perusahaan. 2009). 2010). Komputer dan bagaimana teknologi tersebut diterapkan untuk berbagai masalah bisnis telah mengalami perubahan yang dramatis. Selain itu. Uraian 1 . Kemudian sejak tahun 2000-an ERP mulai berkembang menjadi ERM (Enterprise Resource Management) (Indrajit dan Permono. perusahaan akan mengalami dampak signifikan terhadap keuangannya. para manajer sebagai manajemen menengah dan seluruh karyawan. Kemudian berkembang menjadi MRP (Materials Requirements Planning). Dalam melakukan proses implementasi teknologi informasi maka diperlukan peranan semua komponen yang ada pada perusahaan yakni manajemen puncak. selanjutnya menjadi MRP II yang kemudian menjadi ERP. Penulisan makalah ini bertujuan untuk menguraikan pengaruh implementasi ERP bagi perbaikan proses bisnis dan perubahan budaya perusahaan. Menurut Tarigan (2010). 2005). Implementasi ERP tidak hanya dapat membuahkan keberhasilan bagi manajemen. kegagalan implementasi ERP dapat memberikan pengaruh yang mengganggu kegiatan atau budaya operasional sehari-hari (Tarigan .

dilengkapi dengan studi kasus tentang kegagalan dan keberhasilan implementasi ERP pada sebuah industri . terkait dengan proses bisnis dan budaya perusahaan. .

2 .

2005).ERP adalah suatu sistem.maupun sebagai sistem informasi (Indrajit dan Permono. Enterprise Resource Planning merupakan sebuah teknologi sistem informasi yang terintegrasi dan digunakan oleh manufaktur kelas dunia dalam meningkatkan kinerja perusahaan. and customer response. In particular ERP systems will be assumed to have certain characteristic’ (Indrajit dan Permono.BAB II PENGERTIAN ERP (ENTERPRISE RESOURCE PLANNING) Perencanaan sumber daya perusahaan. atau sering disingkat ERP dari istilah bahasa Inggris-nya Enterprise Resource Planning. Sumber: Thomas F.production. adalah sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi. baik sebagai suatu sistem perencanaan . 2005). 2010). produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan (Wikipedia. MRP II CLOSEDLOOP MRP MRP Gambar 1. Wallace (2001) . ‘ERP systems are computer based systems designed to process an organization’s transactions and facilitate integrated and real-time planning . Menurut O’Leary.

3 .

Kedua-duanya menyangkut perencanaan. Dari namanya dapat disimpulkan bahwa ERP cakupannya lebih luas dari MRP II.Berdasarkan gambar. tetapi mencakup seluruh perusahaan.Namun MRP II sebagaimana namanya yaitu Manufacture Resouce Planning. karena mengintegrasikan perencanaan material dengan perencanaan lain seperti perencanaan bisnis. masih terfokus dengan perencanaan yang langsung berkaitan dengan manufaktur. perencanaan produksi dan perencanaan keuangan. MRP II adalah perencanaan yang sudah lebih luas dari pendahulunya. ERP (Enterprise resource Planning) adalah perkembangan lebih lanjut dari MRP. tetapi mencakup hal yang lebih luas lagi tidak hanya bersangkutan langsung dengan manufaktur. perencanaan penjualan. sedangkan ERP (EnterpriseRresoruce Planning) juga masih mengenai perencanaan. yaitu MRP. .1. closed-loop MRP dan MRP.

4 .

karena perkembangan teknologi informasi bertujuan untuk memperbaiki sistem.Pelanggan 5 . Dari waktu ke waktu perkembangan teknologi tumbuh sesuai dengan kebutuhan manusia. seorang pelanggan SAP yang sedang memerlukan pasokan material tertentu maka. Tidak dipungkiri bahwa penerapan ERP membutuhkan biaya yang sangat mahal. marketing information system. Keberhasilan ERP dapat dicapai dengan komitmen untuk berubah. melalui modul SAP dapat melakukan pencarian di database melalui internet daftar perusahaan penyedianya. HRD information system dan production information system dimana di dalamnya belum adanya hubungan antar fungsi kerja sampai pada akhirnya diperkenalkan ERP (Enterprise Resource Planning). MIS (Management Information System) berkembang dari yang sifatnya sistem informasi tiap unit kerja misalnya accounting information system. sistem informasi menjadi terintegrasi. spesifikasi dan waktu pengiriman jika Anda memesannya langsung dari pabrik/perusahaan penyedianya. memungkinkan perusahaan untuk menghemat biaya penyimpanan. dalam hal ini manajemen yang harus menyesuaikan ERP. bukan ERP yang menyesuaikan manajemen. Dengan diaplikasikannya ERP tentunya dapat membawa perubahan perbaikan proses bisnis.Dari daftar tersebut dapat diperoleh informasi lengkap dan rinci mengenai harga. tiap-tiap bagian dalam suatu perusahaan dapat saling bertukar informasi.BAB III PENGARUH ERP TERHADAP PERBAIKAN PROSES BISNIS Terdapat dua kemungkinan di dalam penerapan ERP yaitu keberhasilan dan kegagalan yang berdampak bagi perusahaan. Contohnya ada pada perbaikan proses bisnis yang dialami para pengguna software SAP. dengan SAP memungkinkan antar perusahaan yang tergabung dalam pengguna SAP dapat bertukar informasi. Dengan adanya modul (SCM) Supply Chain Management. Namun semuanya dapat terbayar dengan hasil yang sangat memuaskan. tidak hanya itu. dengan adanya SAP yang merupakan salah satu contoh perangkat lunak sistem ERP.

dan sebagainya. 6 . hubungan dengan anggota. supply chain. penempatan pesanan. hal ini tentunya dapat membantu perbaikan proses bisnis perusahaan. Contoh lainnya dapat dilihat dalam pengaplikasian e-commerce. keduanya saling bergantung dan mendukung. dengan dukungan SCM tersebut. ERP mendapatkan perannya dalam kegiatan utama e-commerce seperti pelacakan pesanan.tinggal memilih pemasok yang paling sesuai dengan kebutuhan secara real-time dan on-line. Perusahaan tidak perlu repot mengelola gudang yang besar. Untuk banyak perusahaan tidak ada pemisahan lagi antara e-commerce dan perdagangan reguler dapat dirasakan bahwa perkembangan e-commerce hampir bersamaan dengan perkembangan ERP. penghematan arus uang yang mengendap. E-Commerce telah tumbuh sebagai aspek yang sangat penting dalam aktivitas bisnis dewasa ini. angkutan bersama dan sebagainya. pengendalian persediaan. Dengan mengimplemantasikan ERP sangat besar penghematan waktu. Pengimplementasian ERP dan e-commerce dapat dilihat dimana satu perusahaan satu dengan beberapa perusahaan lainnya dapat bertukar informasi tentang barang yang akan dipesan baik ketersediaan barang tiap perusahaan maupun spesifikasi dari barang yang akan dibeli. karena tersimpan dalam bentuk cadangan pasokan material. biaya dan sumber daya lainnya.

Selanjutnya pesanan dimasukkan ke dalam komputer bagian satu kemudian dimasukkan lagi ke komputer bagian lain dan seterusnya. Teknologi Informasi memerlukan kesadaran. 2005). ERP dikonsepkan sebagai sistem teknologi yang terkonstruksi secara sosial yang tercermin dari perilaku. Dalam sistem lama. Proses ini dapat mengakibatkan kelambatan. terganti dengan budaya baru yang lebih moderen dan terintegrasi. contohnya dalam menanggapi pesanan pelanggan. Molla dan Loukis (2005) menjelaskan dalam makalahnya mengenai kesesuaian budaya dalam sistem perusahaan dan budaya karyawan yang dapat mempengaruhi proses dan hasil implementasi ERP. ERP juga berpengaruh terhadap budaya perusahaan.BAB IV PENGARUH ERP TERHADAP PERUBAHAN BUDAYA PERUSAHAAN Selain berpengaruh terhadap perbaikan proses bisnis. Petunjuk persiapan implementasi penting dalam kesejajaran budaya antara sistem ERP dan organisasi perusahaan. Secara umum. 7 . kehilangan atau kekacauan data. Dengan penerapan ERP budaya seperti itu menjadi hilang. nilai. cara biasa yang dilakukan adalah setelah pelanggan melakukan pesanan yang umumnya masih menggunakan formulir kertas. formulir tersebut berjalan dari satu meja ke meja lain. perbedaan budaya dan kebutuhan perkembangan Teknologi Informasi ditujukan untuk menghadapi homogenitas lingkungan sekitar. kepercayaan dan norma pengguna ERP (Molla dan Loukis. Kesadaran untuk menerima budaya ERP dan mengenalkan mekanisme untuk meredakan budaya yang tidak sesuai mungkin dapat meningkatkan kesuksesan proses dan hasil ERP.

Mempercepat waktu pembuatan laporan keuangan. Budaya. Hal ini dikarenakan sebelum penerapan sistem ERP. Karyawan IT merasa pekerjaannya akan hilang karena digantikan oleh sistem tersebut.Semen Gresik pada bulan juni tahun 2001.BAB V STUDI KASUS ERP (Enterprise Resource Planninng) mulai diaplikasikan di industri semen PT. dan lain-lain yang digunakan di PT. ada beberapa perbaikan yang diperoleh. PT. bagian IT yang bertanggung jawab untuk membuat aplikasi-aplikasi sesuai dengan kebutuhan user disemua departemen. Semen Gresik yang didirikan pada tahun 1957 menyadari bahwa walaupun bergerak hanya di industri semen perusahaan membutuhkan sebuah sistem informasi yang kompleks untuk meningkatkan kinerja perusahaannya. diantaranya : Mempercepat proses order dari distributor sehingga membantu meningkatkan penjualan semen. Beberapa kendala yang dihadapi oleh pihak Semen Gresik dalam implementasi dikategorikan menjadi 3 aspek : Teknis. dari sebelumnya per tanggal lima belas menjadi tanggal lima sudah tercetak semua laporan. Dan selama penerapan ERP. implementasi ERP menuntut perubahan-perubahan yang harus dilakukan karyawan diantaranya harus aware terhadap penggunaan software tersebut (sebagai contoh selalu update data). diantaranya masalah bahasa dan perubahan dari model hard copy menjadi model display. Penggunaan ERP menuntut terminologi istilah yang sama sehingga istilah-istilah dalam produksi. Meningkatkan keakuratan informasi 8 . penjualan. Semen Gresik harus diubah sesuai istilah-istilah dalam ERP yang berbahasa Inggris.

(Thamrin. setelah 6 bulan sistem baru itu go live. 2010).Proses bisnis yang berlangsung di perusahaannya jauh lebih efisien. Semua proses bisnis di berbagai departemen sudah bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Dari sisi produktivitas karyawan. . umumnya user mengaku puas. terjadi peningkatan yang mengacu pada survei internal perusahaan.

9 .

khususnya dalam bentuk kelambatan. Perubahan budaya perusahaan lebih terfokus pada berubahnya perilaku.BAB VI KESIMPULAN ERP adalah bagian dari infrastruktur perusahaan. Tidak semua perusahaan berhasil dalam menerapkan ERP hal ini perlu dimengerti bahwasanya penerapan aplikasi sistem baru yang didukung perangkat lunak. mereka yang kurang komit dan kurang menyisihkan waktu dalam melakukan analisis dan para manajer yang kurang memperhatikan pendidikan dan pelatihan karyawan dapat menyebabkan gagalnya ERP. Selain berdampak pada proses bisnis. Semua orang dan bagian yang akan terpengaruh oleh adanya ERP harus terlibat dan memberikan dukungan. selalu menghadapi kesulitan dalam implementasi. komunikasi dan penambahan beban kerja karyawan. 10 . Tujuan implementasi ERP adalah untuk meningkatkan daya saing perusahaan. dan sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan. implementasi juga berpengaruh secara signifikan pada perubahan budaya perusahaan. Siap tidaknya karyawan menerima sistem baru memberikan beban kerja yang lebih kepada karyawan terutama berhubungan dengan job description dan kesadaran untuk lebih terkomputerisasi. ERP ada untuk mendukung fungsi bisnis dan meningkatkan produktivitas. Namun pada umumnya kegagalan penerapan ERP pada umumnya disebabkan karena faktor manusia misalnya kebiasaan para key user (manajer) yang tidak terbiasa menggunakan perangkat lunak. melampaui anggaran. dan masalah kinerja. bukan sebaliknya.

I. Jr. Wikipedia.Leod.semengresik. Salemba Empat.name/archieves/389. Sebenarnya Apasih ERP Itu?Plus Apa Manfaatnya. Manajemen Manufaktur.. 2009. Mc. Proses Manajemen Organisasi Perusahaan terhadap Kinerja Perusahaan Melalui Para Manajer Departemen (Key User ERP). Data ERP. Afryan. Org. [ Online accesed 10 Oktober 2010]. URL : http://www. Z. dan Permono. Success and Failure of ERP Technology Transfer : A Framework For Analysing Congruence of Host and System Cultures. 2010. Teknologi ERP. Wallace. 2008. Desain Proses Implementasi ERP... wikipedia. URL : http://id.DAFTAR PUSTAKA Indrajit. M.com. Grand DIKTI Penelitian Dosen Muda. Thamrin. 295-349. J. Perencanaan Sumber daya Perusahaan. A. P. dan Kremzar. 2005. Ilmu Manajemen Unibraw. [Online accesed 28 Oktober 2010]. J. H.. ERP: Making It Happen. Tinjauan Beberapa Pemimpin Produk ERP. 2005.. 2010.com. T. URL : http://www. No. dan Loukis.. Implementasi ERP Pada PT. Setiabudi.. Pustaka Fahima. 59-63..name/archieves/389. dan Schell.setiabudi. html.setiabudi. Setiabudi. www. Pengaruh Key User Terhadap Kinerja Perusahaan dalam Implementasi ERP. 4-6. H. Z. Ajar.. Molla. Tarigan. 24. [Online accesed 10 Oktober 2010]. Penelitian Ilmu Manajemen Universitas Brawijaya Malang. F. Eko.willey. George. . Sistem Informasi Manajemen.Semen Gresik. The Implementers’ Guide To Success with Enterprise Resource Planning.Development Informatics Group. Edisi 10. Tarigan. [Online accesed 10 Oktober 2010]. H. 2001.. URL : http://www.

11 .