You are on page 1of 18

ASPEK HUKUM DAN MANAJEMEN PROYEK

TOPIK

LEADERSHIP, MOTIVATION, TEAM DEVELOPMENT, AND
COMPETENCE

Disusun oleh :
1. Vian Andreas Mabruaru
2. Otges Berhan Rodas Lekitoo
3. Kamilius

( 15510)
(155102427)
(15510)

PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
Oktober 2015

2.1

Leadership

tentunya setelah memperhitungkan segala hal secara komprehensif. Memiliki kemampuan berfikir pemecah masalah. 2. Rasio yang dimiliki paling tidak memberi keyakinan akan keberhasilan yang akan diraih dalam periode waktu yang sudah diperhitungkan. Memiliki kemampuan komunikasi yang handal sehingga dapat mempengaruhi anak buahnya. memberikan dorongan atau motivasi kepada anak buahnya. Kepercayaan dalam mengelola aset organisasi yang tentu memiliki nilai . Konsep berikut merupakan sebuah konsep dari sebuah kepemimpinan yang akan menentukan keberhasilan seorang pemimpin dalam membawa organisasi kepada sukses yang diharapkan. seorang pemimpin akan memiliki apa yang disebut dengan kepercayaan (trust) pada tingkat awal.Pemimpin. buat organisasi bisnis maupun organisasi politik menjadi posisi cukup penting. Keberadaannya menjadi bagian penting bagi keberhasilan sebuah organisasi atau perusahaan untuk mencapai sukses yang diinginkan. Dengan memiliki dua hal penting di atas. juga sebagai path finder (penemu terobosan). Mampu memberikan keteladanan dan ketegasan dalam mengambil keputusan. Rasio Pengertian rasio disini adalah kemampuan seorang pemimpin dalam berfikir teknis dan strategis. dibutuhkan dan dapat dikatakan memiliki peran kunci. Ada empat hal yang menjadi bagian penting dari sebuah kepemimpinan. Interpersonal Kemampuan leadership. 1.

Ketika tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan semakin besar. mampu memberikan hasil-hasil nyata. Seorang . Ketika seorang pemimpin sudah tidak lagi memiliki interpersonal. Kepercayaan untuk mempergunakan anggaran yang sudah ditentukan kegiatan operasional. semakin besar pula ujian yang harus dilewatinya. jika merupakan perusahaan publik. memiliki pendidikan tinggi. Integritas Bersumber kepada karakter atau moral. ketika mereka tidak bisa menjaga integritasnya. karena sudah kehilangan kepercayaan yang dimiliki sebelumnya. Kepercayaan yang dimiliki tersebut harus dilandasi satu hal yang sangat penting yaitu integritas. Kepercayaan yang diberikan menjadikan pimpinan memiliki otoritas penuh astas jalannya organisasi. seorang pemimpin akan kehilangan interpersonalnya. Seringkali seorang pemimpin mendapatkan ujian terhadap integritasnya. tanpa integritas yang baik. Banyak sekali pemimpin-pemimpin yang sebelumnya dikatakan hebat. 3.besar. Kesempatan-kesempatan untuk melakukan penyimpangan semakin terbuka. Terkadang kepercayaan yang timbul mampu mengangkat harga per unit saham dari organisasi bisnis yang dikelolanya. namun apa yang sudah mereka bangun selama memimpin akan hancur selamanya. maka kepemimpinannya menjadi tidak efektif. kemampuan pemimpin untuk dapat melewati godaan-godaan tersebut tergantung kepada moral dasarnya.

Konstituen Pengikut. maka secara otomatis akan memberikan feed back/umpan balik positif dalam bentuk bermacammacam tergantung siapa pengikut tersebut. dimana menjadi tujuan seorang pemimpin untuk memberikan ‘kepuasan’ ketika dia memimpin. Tidak kalah penting seorang pemimpin harus memahami arti dari kesuksesan yang menjadi tujuan. Tingkat hidup keluarganya akan menjadi lebih baik.pemimpin tidak bisa hanya memiliki satu bagian saja. Jika pengikut mendapatkan kepuasan relatif yang diinginkan. Dirinya sendiri tentu akan mendapatkan kenaikan pangkat dan penghasilan yang memadai karena keberhasilannya. Anak buah akan memberikan umpan balik dalam bentuk dukungan untuk mewujudkan tujuan supaya lebih terwujud karena mereka memiliki . Dua hal tersebut diatas yang menghasilkan kepercayaan kemudian dilandasi dengan integritas haruslah disinergikan secara ber- kesinambungan kepada tujuan organisasi. Sukses berarti semua konstituen (pengikut) yang dia miliki ‘puas’ ketika dia memimpin. yaitu rasio untuk menjadi seorang pemimpin yang efektif harus memiliki kedua bagian tersebut dan dilandasi oleh integritas. 4. Ukuran relatif kepuasan harus ditetapkan sebagai indikator keberhasilan pemimpin. Manajemen perusahaan akan memberikan umpan balik dalam bentuk kepercayaan dan tugas-tugas yang lebih besar menantinya.

Keluarga akan memberikan umpan balik dalam bentuk dukungan. Pemimpin yang efektif menggunakan metode yang lebih maju. Teori Motivasi Maslow yang menggambarkan motivasi dalam bentuk piramida kebutuhan yang dikenal dengan Maslow’s Hierarchy of Needs berikut ini: . Inspirasi lain yang bisa dilakukan adalah dengan memberi keyakinan kepada karyawan bahwa mereka dapat memiliki kemampuan yang jauh lebih baik dengan memberikan tips dan langkah-langkah yang harus mereka pelajari dan lakukan. Mereka menginspirasi secara tulus. dan secara kekeluargaan. Inspirasi ini akan membawa suatu proses tim building yang lebih baik karena lebih cepat mengarahkan pada fase perform dimana tim sudah mandiri dan mampu mengasilkan produk yang berperforma tinggi. Mereka lebih banyak mengandalkan inspirasi (bukan tekanan atau bonus). Sehingga tugas yang diemban oleh seorang pemimpin berat akan terasa menjadi lebih ringan. semangat dan kepercayaan. Para pemimpin seperti inilah sebenarnya yang mempunyai pengikut. Inspirasi yang biasa dilakukan adalah kebanggaan atas tercapainya target. Mereka memberi inspirasi kepada orang untuk mencapai tujuan yang sama sekali tidak terbayangkan dan terpikirkan sebelumnya.motivasi yang sama dengan pemimpinnya. ikhlas.

Sedangkan tim perlu motivasi yang kuat untuk bermetamorfosis menjadi tim yang efektif.2 Motivation Bisa jadi kemampuan memotivasi tim proyek adalah salah satu kompetensi yang paling penting. Kita coba mengurutkan secara sederhana kenapa project manager sering mengalami kegagalan dalam pertanyaan dan jawaban yang praktis berikut ini:    Kenapa proyek gagal? Karena Target tidak tercapai Kenapa target tidak tercapai? Karena program tidak berjalan dengan baik Kenapa program tidak berjalan dengan baik? Karena project manager  gagal mengendalikan tim proyeknya Kenapa project manager gagal mengendalikan timnya? Karena timnya  belum menjadi tim yang efektif Kenapa tim proyek tidak efektif? Karena tidak termotivasi menjadi tim yang efektif . karena Proyek yang berhasil adalah proyek dengan tim yang efektif.2.

sikap. Ada contoh dimana seorang project manager menempelkan foto-foto dan kalimat motivasi di dinding ruang kerja (rasanya cukup banyak yang melakukan ini tidak hanya di proyek) tanpa melakukan hal yang lain.Motivasi anggota tim proyek adalah hal yang penting dalam mencapai kesuksesan proyek dan menjadi salah satu skill yang harus dimiliki oleh project manager. Sehingga motivasi ke satu anggota tim berbeda dengan yang lain. Motivasi dilakukan tanpa pengetahuan yang memadai. Menurut saya hal tersebutlah menyebabkan kenapa begitu sulit untuk memotivasi anggota tim proyek. Banyak sekali pengalaman menunjukkan minimnya pengetahuan dalam memotivasi anggota tim proyek. Setidaknya ada delapan cara untuk memotivasi anggota tim yang didapat. Untuk itulah saya tulis hasil penelusuran referensi yang mudah-mudahan membantu dalam memotivasi anggota tim proyek. Perlu diketahui motivasi masing-masing anggota tim proyek terlebih dulu . kepribadian. Mereka mempunyai kebutuhan. Ternyata untuk memotivasi perlu pengetahuan dan cara yang baik. dapat dilihat mengenai ciri-ciri tim yang efektif. sebagai berikut: 1. dan variabel individu penting lain yang berbeda-beda. Mengakui Perbedaan Individu Hampir setiap teori motivasi kontemporer mengakui bahwa para karyawan itu tidaklah sama rata. Untuk melengkapi pemahaman Anda tentang tim yang efektif. Sebenarnya tidak sulit untuk memotivasi anggota tim proyek jika kita tahu cara yang terbaik dalam melakukannya.

usaha untuk meningkatkan kemampuan anggota perlu juga dilakukan tapi dengan hatihati memberikan tanggung jawab yang lebih. Mencocokkan orang dengan pekerjaan Ada banyak bukti yang memperlihatkan manfaat di bidang motivasi dari usaha mencocokkan dengan seksama orang dengan pekerjaannya. Jika tidak maka anggota tim akan berfikir “kenapa harus selelah ini?”. budaya yang menentukan karakter. pendidikan. 4. bidang keahlian. Tergantung karakter budaya tim yang terbentuk. Kita tidak dapat memberikan suatu pekerjaan yang penuh tantangan kepada anggota yang motivasinya bukan pada tantangan tanggung jawab. Pastikan bahwa sasaran dapat dicapai Para project manager harus menjamin agar para karyawan merasa yakin bahwa usaha yang dilakukan dapat menghasilkan pencapaian sasaran kinerja. Tim proyek umumnya terdiri atas beberapa level jabatan. Walaupun demikian. Ini perlu dipahami dalam memotivasi mereka. 2.sebelum melakukan motivasi. Cara menetapkan sasaran adalah situasional atau tergantung karakter dan budaya tim. project manager perlu untuk menunjukkan . Bisa dikatakan hampir tiap anggota adalah berbeda dengan yang lain. 3.Ada kalanya tim bereaksi cukup keras atas penetapan sasaran yang otoriter. Cocokkanlah perbedaan individu tersebut dengan pekerjaan dan lingkup serta tantangan tugasnya.Dalam hal ini. Gunakan sasaran Harus dipastikan bahwa para anggota mempunyai sasaran spesifik yang tegas serta umpan balik mengenai apa yang sebaiknya mereka lakukan guna mengejar sasaran itu. Ada juga yang tidak.

otonomi. Karena tiapp anggota tim ibarat mata rantai dalam proyek. Tak dapat dipungkiri bahwa umumnya anggota tim proyek merasa berhak atas keberhasilan proyek. hal terebut dapat dibuat lebih mudah.betapa sebenarnya cara untuk mencapai target atau sasaran itu tidaklah sulit dan masih terjangkau oleh kemampuan tim proyek 5. Kadang pemberian imbalan merupakan suatu hal yang sementara. Imbalan yang dapat diberikan seperti insentif tunjangan dan jabatan haruslah atas pencapaian khusus kinerja masing-masing anggota tim. Mengaitkan imbalan dengan kinerja memang bukanlah hal yang gampang. Individualisasi imbalan Project manager harus menggunakan pengetahuan mereka mengenai perbedaan karyawan untuk mengindividualisasikan imbalan yang dapat mereka kendalikan seperti upah. Usahakan agar hal ini melingkupi seluruh anggota tim tak peduli dia site manager atau staf bahkan office boy. . Pemberian imbalan haruslah terlihat jelas bagi anggota tim. penugasan kerja yang diinginkan. Hal ini dikarenakan satu satu kalimat bahwa tiap orang adalah unik dalam hal kebutuhan dan motivasi. Sehingga perlu pula diimbangi dengan pemahaman anggota bahwa akan didapat kualitas yang lebih baik jika tantangan proyek dapat dilewati dengan baik. 6. Usahakan untuk mempersiapkan sejumlah imbalan untuk mereka dan dikomunikasikan agar terjadi keterbukaan sehingga anggota tim percaya. pengakuan. kenaikan pangkat. Kaitkan imbalan dengan kinerja Para project manager harus mengkomunikasikan kepada tim bahwa imbalan yang akan didapat adalah tergantung dari kinerja mereka. dan partisipasi. Tapi dengan melakukan pendekatan-pendekatan.

Namun.7. Tapi pada dasarnya uang adalah alasan pertama kenapa orang bekerja. dan lain-lain. . Artinya bukan pukul rata. Periksa kesetaraan pada sistem Anggota tim haruslah diyakinkan bahwa imbalan atau hasil itu setara dengan input yang dia berikan. pengakuan kemampuan.3 Team Development jati diri. dan lain-lain. 2. Harus dibuat kriteria-kriteria tertentu dalam memberikan imbalan kepada anggota tim yang memiliki perbedaan dalam hal kemampuan. 8. Beberapa orang. pencapaian penghormatan. Ini menjadi faktor yang paling penting yang harus dipertimbangkan dalam memberikan imbalan. Kesetaraan ini berbeda pada anggota tim. mungkin uang bukanlah segalanya. sekali lagi perlu diperhatikan bahwa uang adalah motivasi yang paling rendah yang pada banyak literatur lain bersifat sementara. Jangan mengabaikan uang Walaupun memotivasi dapat menggunakan unsur lain selain uang. Harus dicari unsur motivasi lain yang bersifat tidak temporer seperti tambahan pengetahuan. Imbalan dapat saja berupa unsur yang lain. tapi alasan utama dalam bekerja adalah uang. jabatan.

dengan cost yang lebih rendah . kontrol . schedule yang lebih rendah juga tetapi kualitas bagus  Meningkatkan perasaan percaya dan setuju kepada tim untuk menaikan semangat.dan lingkungan tim secara keseluruhan untuk meningkatkan kinerja proyek Pengelola proyek harus memperoleh keterampilan untuk mempertahankan.  Membuat suatu tim yang dinamis . memimpin dan menginspirasi tim proyek dengan tujuan mendapatkan performansi yang tinggi . karena teamwork adalah faktor yang sangat berpengaruh dalam proyek. interaksi tim. mengecilkan konflik dan meningkatkan team work. Tujuan dari developing tim proyek diantaranya :  Meningkatkan pengetahunan dan skills dari anggota tim untuk meningkatkan kemampuan merekauntuk menyelesaikan proyek yang deliverables .Sebuah proses peningkatan kompetensi. cohesiv dan kolaborativ . memimpin mengidentifikasi membangun. memotivasi . memotivasi. membangun . Develop project ini adalah tanggungjawab dari project manager yang harus dapat melakukan identifikasi . dan menginspirasi tim proyek untuk mencapai kinerja tim yang tinggi dan untuk memenuhi tujuan proyek. Manager proyek harus membangun lingkugnan yang dapat memfasilitasi teamwork.

 Input 1) Human resource management plan Menyediakan panduan tentang bagaimana project human resource ditentukan . dikontrol dan dirilis. 2) Project Staff assignment dikelola ketika orang yang tepat telah ditetapkan melalui metode yang dijelaskan sebelumnya. 3) Resource callendar Mendokumentasikan periode waktu yang masing-masing anggota tim proyek dapat bekerja pada proyek tersebut . Meningkatkan produktivitas individual dan tim . pelatihan tambahan dan aksi disipliner dapat ditambhkan sebagai hasil dari taksiran performansi dari tim proyek. Misal jadwal cuti dsb agar sinkron. . Ini menentukan strategi pelatihan dan rencana untuk pengembangan tim proyek . diorganisir . semagat tim dan kerjasama. Items seperti penghargaan. feedback .

Misalnya training dalam bentuk classroom . Tools and Technique 1) Interpersonal Skill Interpersonal skills atau dikenals sebagai softskills . dll. computer-based. pengaruh . 2) Team-Building Activities Tujuan dari tim kegiatan pembangunan adalah untuk membantu anggota tim bekerja sama secara efektif. emotional intelligence. pembagnunan tim dan fasilitasi group. adalah kebiasaan/kompetensi yang didalamnya termasuk keahlian seperti dalam skill komunikasi. negosiasi. mentoring. Training dapat bersifat formal atau informal . penyelesaian masalah. Terdapat beberapa fase dalam team building activities.2 Training Pelatihan termasuk didalamnya semua aktivitas yang dilakukan untuk meningkatkan kompetensi dari tim proyek member. online. Softskill tersebut adalah asset berharga ketika mengembangkan tim proyek2. diantaranya: . Komunikasi informal dan aktivitas luar dapat membantu dalam membangun kepercayaan dan membangun hubungan kerja yang baik.

Tim dapat mencapai level performing jika dapat menjadi sebagai organisasi yang samgat baik dalam pengaturan tiap unit. tim menyelesaikan pekerjaan dan pindah ke proyek lainnya. Ini biasanya terjadi ketika staff merelease bahwa proyek telah close dan deliverable. teknikal decission dan pendekatan project management . Forming. Dalam fase ini . Tim mulai percaya satu sama lain  Performing. Jika tim member tidak kolaborativ dan terbuka untuk membuka pikiran/ide . Dalam fase ini . tim mulai membagi bagi kerja. lingkung dapat menjadi tidak productive  Norming. Dalam fase ini . Fase ini dimana tim melakukan meeting dan mempelajari suatu proyek dengan peran masing masing. Mereka interdependent dan bekerja melewati masalah dengan aman dan efektif  Adjourning. 3) Ground Rules . Tim harus independent dan tidak terbuka pada fase ini  Storming . tim member mulai bekerja bersama dan mengatur kebiasaan mereka untuk mendukung tim .

Ini penting untuk dimengerti bahwa reward tertentu yang diberikan pada suatu individu dapat menjadi efektif jika memuaskan kebutuhan dari suatu individu . Semua anggota tim proyek berbagi tanggung jawab untuk menegakkan aturan setelah mereka menjadi tim proyek. atau disebut sebagai ‘’tight matrix’’ yaitu penempatan banyak atau semua project tim yang aktif dalam situasi dan lokasi yang sama untuk meningkatkan performa sebagai tim . Colocation strategies dapat menyertakan team meeting room (war room) . Membahas aturan dasar memungkinkan anggota tim untuk menemukan nilai-nilai yang penting bagi satu sama lain.Aturan dasar . 4) Colocation Colocation . . guna membangun harapan yang jelas tentang perilaku yang dapat diterima oleh anggota tim proyek. 5) Recognition and reward Bagian dari proses tim development yang termasuk dalam memahami dan memberikan rewarding dari suatu perilaku. Keputusan suatu reward dibuat. Komitmen awal untuk menyatukan batasan dan mengurangi kesalahpahaman dalam meningkatkan produktivitas. untuk mengingkatkan komunikasi skill dan sense of community.

spesific assessment. 6) Personnel assessment tools Personel assessment tools memberikan project manager dan tim proyek penglihatan dalam area strength dan weakness. Strategi pembangunan tim yang efektif dan kegiatan diharapkan dapat meningkatkan kinerja . tim manajemen proyek membuat penilaian formal atau informal tentang efektifitas tim proyek.baik formal atau informal . attitudinal survey. Perbedaan budaya juga harus dipertimbangkan dalam menentukan reward.  Output 1) Team Performance Assesments Sebagai upaya pengembangan tim proyek seperti pelatihan. Tools yang digunakan seperti. bagaimana menentukan keputusan dan bagaimana pemilihan interaksi dengan orang. Tools ini menolong project managert untuk menaksir preferensi tim . pembentukan tim. ability test dan focus group. dan co-location diimplementasikan. bagaimana memproses dan mengorganisasi informasi . dalam proses managing project team lewat project performance appraisals . aspirasi . structured interviews.

mengidentifikasi bantuan.Sebagai hasil dari melakukan evaluasi kinerja keseluruhan tim. Evaluasi efektivitas tim mungkin mencakup indikator-indikator seperti:  Perbaikan dalam keterampilan yang memungkinkan individu untuk melakukan tugas lebih  Perbaikan dalam kompetensi yang membantu tim tampil lebih baik sebagai sebuah tim  Mengurangi tingkat pergantian staf. atau pelatihan perubahan diperlukan untuk meningkatkan kinerja tim. dan kinerja anggaran (selesai dalam batasan keuangan). dan  Peningkatan kekompakan tim di mana anggota tim berbagi informasi dan pengalaman secara terbuka dan saling membantu untuk meningkatkan kinerja proyek secara keseluruhan.tim. yang . tim manajemen proyek dapat pendampingan. yang dapat meningkatkan dan memenuhi tujuan proyek. 2) Enterprise Enviromental Factors Updates khusus. Kinerja tim sukses diukur dalam hal keberhasilan teknis sesuai dengan yang disepakati tujuan proyek kinerja pada jadwal proyek (selesai tepat waktu).

Faktor lingkungan perusahaan yang dapat diperbarui sebagai hasil dari proses tim pengembangan proyek tetapi tidak terbatas pada administrasi pribadi termasuk update untuk catatan pelatihan karyawan dan penilaian keterampilan. 2.4 .