You are on page 1of 2

Latar Belakang

Asam lemak bebas, merangsang sekresi insulin dari pankreas. Bertujuan untuk menyelidiki
bagaimana rantai panjang asam lemak bebas mempengaruhi sekresi insulin dari pankreas manusia
terisolasi dengan konsentrasi glukosa dan mengeksplorasi kerja dari mitokondria untuk efek pada sekresi.
Paparan jangka pendek sel beta pada asam lemak bebas mempotensiasi perangsangan sekresi insulin oleh
glukosa. Konsentrasi glukosa yang meningkat menyebabkan sekresi insulin ikut meningkat sehingga akan
berhubungan dengan peningkatan fungsi mitokondria, yang terutama disebabkanoleh peningkatan
oksidasi glukosa asam lemak bebas dengan panjang rantai yang berbeda. Derajat kejenuhan adalah
komponen normal dalam sirkulasi dan akan meningkat selama keadaan puasa. Pada konsentrasi glukosa
rendah , asam lemak bebas adalah substrat utama untuk produksi energi .

Prosedur
Pulau Langerhans
Pulau langerhans manusia diperoleh dari 26 donor pria dan wanita (14/12) pada usia sekitar 58-60
tahun . Diteliti dengan media yang mengandung 5,5 mmol/1 glokosa ditambah dengan 10% serum janin
sapi, 1% glutamin, 100 unit/ ml penicilin dan 100 µg /ml streptomisin pada 37ºC di udara lembab yang
mengandung 5% CO2. Langerhans digunakan dalam waktu 10 hari setelah isolasi.
Persiapan Asam Lemak
Asam lemak mengandung palmitat,stearat,atau oleat. Dibuat dengan melarutkan asam lemak 50%
pada etanol pada suhu 37ºC selama 30 menit.
Perifusi Langerhans dan Inkubasi Statis
Langerhans yang telah dipilih, ditempatkan kedalam ruang perifusi selama 60 menit suhu 37ºC
dalam buffer yang terdiri dari 130mmol/ 1NaCl, 4.8mmol/ 1KCl , 1.2 mmol / 1MgSO4 , 1.2 mmol/
1KH2PO4 , 1.2mmol/ 1CaCl2 , 5mmol/ 1 NaHCO3 dan 5 mmol 1 HEPES ,selanjutnya dititrasi pada pH
7,4 dengan NaOH ditambah 5mg/ml asam lemak bebas dan 5,5 mmol/ 1glukosa atau tanpa glukosa.
Sampel diambil sebanyak 4 kali selama 20 menit pada konsentrasi glukosa yang sama .
Hasil perifusi dikumpulkan sebanyak 7 kali selama 20 menit. Laju perifusi 170 ml/ menit dan
hasil yang dikumpulkan digunakan untuk mengukur jumlah insulin yang disekresikan. Langerhans dipilih
dalam batch berisi 50 dan diinkubasi secara statis selama 60 menit dalam 0,5 ml buffer , sama dengan
yang digunakan perifusi , dilengkapi dengan 0,5mmol/ 1 dari asam lemak yang berbeda dan 5,5, mmol / 1
glukosa atau tanpa glukosa selam 20 menit. Jumlah insulin disekresikan diukur dengan enzim
immunosorbent assay.
Konsumsi Oksigen Dan Tingkat Keasamaan Tingkat Seluler
Tingkat konsumsi oksigen dan tingkat keasamaan ekstraseluler akan diisolasi Langerhans yang
ditentukan oleh ekstraseluler fFuk Analisis Xfe96 (Biosains Seahorse, MA, USA ). Pulau yang prainkubasi dengan menggunakan pengujuan logam terdiri dari

,

,

,

,

,

,

,

. menunjukan jalur tersebut saling terkait dan bersinegris. Dengan tidak adanya glukosa. ( pH disesuaikan dengan 7. OCR dan ECAR dari langerhans pada konsentrasi glukosa puasa dengan MUFAs menjadi lebih kuat dari PSAK.Metabolisme mitokondria beta sel sebagai peran kunci mempertahankan sekresi insulin yang meningkatkan fungsi mitokondria dengan meningkatkan oksidasi glukosa. atau oleat (18:1) dengan ada atau tidaknya . dan ditambah dengan dan palmitoleate ( 16 : 1).. stearat (18:0).hasil tersebut mengkonfirmasi peranan glukosa pada peningkatan metabolisme mitokondria yang diinduksi asam lemak bebas. Hasil Asam lemak akut meningkatkan sekresi insulin.48 ± 0. Pengurangan sekresi insulin untuk tingkat kontrol dari SFA dan MUFAs diperlukan oleh triacsin C. MUFAs memiliki kapasitas yang lebih tinggi untuk mengaktifkan FFAR1/GPR40 sinyal dari PSAK. Tingkat esterifikasi yang lebih tinggi akan meningkatkan generasi metabolit melalui asam lemak glyserolipid/siklus bebas. Pengamatan ini dengan membandingkan efek dari PSAK dan MUFAs pada OCR.4 ) selama 1 jam suhu 37ºC sebelum dimasukkan kealat analisis. Hasil tersebut menunjukkan bahwa efek stimulasi asam lemak pada sekresi insulin pada konsentrasi glukosa dapat menyebabkan hiperinsulinemia pada subyek dengan kadar asam lemak bebas. (16:0). FFAs lebih baik digunakan untuk oksidasi dan produksi ATP daripada esterifikasi. Salah satu mekanisme potensial adalah kapasitas yang lebih besar dari esterifikasi trigliserida. dalam upaya untuk mengeksplorasi asam lemak yang berbeda kami memeriksa aktivitas mitokondria setelah perawatan. . . dengan MUFAs menjadi lebih kuat dari PSAK efek ini karena peningkatan laju glikolitik melalui metabolisme asam lemak dan sinyal FFAR1/GPR40. menyebabkan sekresi insulin yang lebih tinggi. Penghambatan asam lemak disebabkan oleh sekresi insulin menghambat metabolisme intraseluler/GPR40/FFAR1 sinyal. Kesimpulan Ditemukan paparan jangka pendek manusia untuk asam lemak bebas rantai panjang yang disebabkan sekresi insulin difisiologis kadar glukosa darah. Tingkat sekresi insulin dari manusia dengan statis diinkubasi pulau dibandingkan 5.5 µmmol/1 glukosa adalah 1.24 fmol/min/µg protein. . Hasil penilitian MUFAs lebih kuat dalam mendorong sekresi insulin dari SFAs.