You are on page 1of 66

LULUS

Bertahun–tahun aku menunggu
Dengan harap–harap cemas
Bisakah aku meraih harapanku
Siang dan malam memeras otak
Giat belajar tak pernah henti

Tibalah detik–detik ujian menanti
Dengan tenang jari–jemariku mulai mengisi
Detik demi detik, hari demi hari
Akhirnya tibalah. Saat–saat yang kutunggu
Kubuka amplop tertutup dan kubaca
Alhamdullillah aku lulus
Senang selalu hatiku

Bambang Saptoaji

KECEWA
Beribu harapan darimu
Semua janji – janji manismu
Ternyata semua palsu
Sedih hati ini bagai disayat sembilu
Mana janjimu, semuanya palsu
Oh …….. betapa teganya kau menyakiti hatiku
Hatiku sakit, hatiku luka, hatiku pedih
Semoga cukup aku saja yang kau sakiti
Jangan mencari mangsa yang lain

Bambang Saptoaji

PERINGATAN UNTUK KAMI

F.Zulaidah.H

Ya Allah
Begitu banyak peristiwa–peristiwa
Yang terjadi di negeri kami
Dan peristiwa itu sangat memilukan
Situ Gintung . . . .
Setelah kau tumpahkan air bah
Dan menelan banyak korban
Kini . . .
Peristiwa tragis itu terulang kembali
Pesawat Herkules terjatuh
Ya Allah
Apakah ini peringatan untuk kami
Atau hukuman
Begitu banyak manusia–manusia
Yang Engkau ambil kembali
Ya Allah
Ampuni segala dosa–dosa kami
Segala kesombongan kami
Ampuni dosa–dosa orang yang telah mendahului kami
Dan berilah ketabahan pada orang–orang yang ditinggalkan
Amien . . .

KETIKA CINTA BERSYUKUR
Butiran air mata takkan cukup tertuang
Dalam lembaran hidup manusia

. sedih. senang. . gembira Itulah hidup .Segala bentuk dan rasa Menjadi bumbu hidup yang nikmat Ketika mata menatap dunia Ketika hidup menghirup kasih saying Ketika cinta merasuki relung jiwa Tak ada yang abadi Hanya ungkapan syukur yang berlimpah Menemani sisa hidup untuk sejatinya Tangan menadahkan sejuta harapan Untuk bisa berjalan pada sejuta kenikmatan Ikhlas dan tawakkal Adalah bekal yang selalu berpegang pada kita Berjanjilah bahwa takkan habis sudah Ketika cinta mensyukuri karunia-Nya Sunarwati HIDUP Hidup Bahagia. .

.Tapi kenapa terkadang kita lupa Pada Nya !!! Namun waktu terus berjalan Seakan kita tidak bisa mengulang Menghentikan jarum jam ini Yang terus dan terus . kebaikan Sang Pencipta Ismawati LARA Duka dan lara Adlah satu kata Yang tak terpisah Dalam anugrah Cinta Lara dan nestapa .. keikhlasan. . Menjadi lebih berarti lagi Bagi hidup kita sendiri Kita berpijak di atas bumi ini Dan tetap bertahan sampai saat ini Hanya karena kemurahan. . . berputar Yang kita tetap. . dan terus berjuang Dan memperjuangkan hidup ini . . .

Itu yang dirasa baginya Yang putus cinta Nestapa dan air mata Selalu melanda baginya Mereka yang merasa dunia ini hampa Sumarni T A N YA Apa aku tak pantas untuk di cinta Apa aku tak pantas untuk tertawa Apa aku tak pantas untuk mengenal asmara Kenapa? Kenapa? Kenapa? .

. . . . Harus digugu dan ditiru Untuk bangsaku . Tuhan lindungilah hambamu Dalam hidupku yang penuh dengan nestapa Untuk menerangi jiwa ragaku Yang sedang dilanda asmara Sumarni GURUKU Guruku adalah guruku . .Kenapa? Kenapa asmara yang kurasa Selalu berakhir dengan air mata Kenapa! Kenapa ! Oh Kenapa! Kenapa selalu berakhir dengan Tanya Ya . Penerus bangsa Yang mampu memahami Hakekat hidup adalah ibadah . . .

Agar menjadi bangsa yang berakhlaq karimah Berpedoman pada norma dan nilai yang benar Berwawasan luas Bersaing di dunia global Menguasai ilmu dan ekonomi Guruku . . . . Jadi pemimpin . Harus digugu dan ditiru untuk bangsaku Agar mampu hidup beradaptasi Jadi inspirator . . . Pemimpin yang bermartabat tinggi Untuk penerus bangsa ini Baroroh Barid BULANKU Bulanku kutatap engkau Kau bersembunyi di balik awan Kau bersembunyi dibalik ranting–ranting Ku selalu menatapmu Dibalik kabut yang menyelimutimu Mengapa engkau tidak bergeming Kapan engkau tersenyum padaku . .

Menantimu Sampai engkau muncul kembali Suharmono RASAKU Sunyi mendera ranting bougenville Kering serasa meronta Menyusup dalam jantung Mengalir dalam darah Slalu kucoba menegakkan ranting terombang Seribu kucoba Serasa sejuta ku ditentang Hujatku bagai laron di waktu hujan .Mengobati kerinduanku Ku kau selalu sabar Menunggumu . . .

. . . .Sekali tampak lalu menghilang karena bosan Tangisku bagai aliran Sungai Kapuas Sekali mendera lalu kering karena tidak puas Kala ranting bougenvell tak berdaya Kala ranting tak lagi terasa Lalu kuberpikir pantaskah aku menghujatmu Hanya karena inginku bukan maumu Yeni Lego Mintarsih LUKA Luka luka dan luka Luka lara . . . Luka nestapa . . Lukaku kau tidak akan tahu Luka tak terperih Luka tak tertahan Hanya aku yang tahu Hanya engkau yang tau Hanya bintangku .

. . . . . . hari ini Ada suatu doa yang harus aku raih Aku jalani hidup ini Dengan harapan . . Gairahku . Pelipur laraku Siti Nurbaya KUSUMA BANGSA Aku hidup .Pengobat lukaku Hanya bintangku . semua orang bisa melihat Aku terus melangkah meraih cita – cita Aku coba bertahan karena hidup ini terlalu berat Tetapi aku tidak putus asa Karena aku coba untuk terus melangkah Demi bangsa ini Bangsa Indonesia tercinta . . Dan hanya padaNya . .

. . . . .Aku terus melangkah dan melangkah Aku ingin menjadi kusuma bangsa Yang selalu berguna bagi semua orang Oh Tuhan . . . . . Saat aku boleh merasakkan udara yang segar . Jadikan diriku . . . Aku kembali bersujud padaMu Tuhan . . . Aku terus melangkah Menjalani hidup ini . Waktu terus berlalu . masa depan bangsaku Aku mau tersenyum untukmu Bangsa Indonesia Maya Yustiana KISAH HIDUPKU Saat aku bangun . Detik berganti menit Menit berganti jam Jam berganti hari . . . . Untuk menjadi bangsa ini Ingin sesuatu yang baru Demi masa depanku. Saat aku kembali melihat Hari yang baru .

. .Saat aku senang aku coba tunjukkan Saat aku sedih aku coba untuk tunjukkan Tetapi aku ingin hidup ini penuh arti Aku ingin menunjukkan bahwa aku bisa Menjalani hidup ini . Ku tak akan jerah cegah hati ini . . Aku terus melangkah Raih cita – cita yang mulia Aku ingin semua orang bisa melihat Bahwa aku bisa Tuhan. . . . Aku mau kisah hidupku berarti buat orang lain Buat orang yang ada disekitarku Elsih S PERASAAN SENANG Bunga melati berwarna putih Baunya harum semerbak sekali Sungguh senang hatiku ini Tadi malam dia datang lagi PERASAAN SEDIH Mungkin aku bukan pujangga . . . tanya kepadaMu Aku terus berserah Aku coba jalani apa yang menjadi kehendakMu Trima kasih Tuhan . . Mungkin aku tak selalu ada di hatimu . . . . . . Yang pandai merangkai kata . . Ku ingin kau tahu isi dihatiku .

jangan lagi . . . . . Semua yang kulakukan untukmu lebih dari Kata cinta untukmu .Hingga dunia tak bermentari . . Buang jauh rasa cintamu padaku . . . . . . Satu yang ku pinta yakini dirimu . . jangan lagi . . Anik Rahmawati PERASAAN MARAH/JENGKEL Saat ku diam terpangkuh Kau datang menghampiri kau coba Ganggu diriku Kau tersenyum menatapku . . . . . . . . Hati ini milikmu . . lalu aku palingkan Wajahku dari dirimu Walau kau coba paksakan aku tetap ku tak mau Seribu cara tlah kau coba tuk keinginanmu . Oh . jangan. . .

. . . Disana sini banyak air mata Mengalir membasahi pipi . meratapi . . . . seseorang yang terbujur kaku Sekujur tubuhnya ditutupi dengan kain putih Aku bertanya kesana kemari Mengapa semua menangis.Anik Rahmawati BERDUKA CITA Ketika itu . . Kulihat kerumunan masa yang memenuhi rumahku Aku hanya terbengong–bengong . . Siapakah yang terbujur kaku itu? . Menyaksikan dan bertanya dalam hati Apa gerangan yang terjadi . . . Mereka menjerit. . meratap dan menjerit . .

ayah . . . Mengapa? . ku tatap wajah kaku itu Oh Tuhan kenalkan aku dengannya . . . Apakah aku kenal dengannya . . Tak terasa Waktu terus bergulir Detik menjadi menit dan berubah menjadi jam Jam terus berlalu kehari dan Minggu Minggu berganti bulan dank e tahun Kini kau telah dewasa Saat kita berada pada satu meja Kutatap dirimu dalam. . seseorang telah membimbingku Ku buka kain itu. . Tanpa kusadari. tersenyum dan bertanya . . lucu dan cantik Kutimang dank u buai di setiap tidurmu Ku beri kehangatan dalam dekapanku Ku tuntun kau agar dapat warna dalam hidupmu. . Engkau terima ayah disisiMu Tabahkanlah hati kami yang telah ditinggalkan Lilik Rufiati GADISKU Mei Suryani Wajahmu yang mungil. . mengapa begitu cepat Engkau memanggil ayah kami Tuhan ampunilah segala dosa ayah kami Semoga Tuhan. . ayah . . dalam Kau melirik.Bolehkah aku melihatnya . Aku pun menjerit . Mengapa engkau meninggalkan kami Tuhan . . . . .

.Aku tersentak dalam lamunan Tak . . . aku memohon TANAMAN Di tembok Dekat tangga semen yang retak Di muka pintu Rumahku yang teduh dan naung Telah tumbuh Tanaman kecil Bagus dan molek warnanya Bagai kupu – kupu Barangkali sesekor burung mungil Telah menyebarkan biji .biji kecil Di sini Bagai menebarkan kasih saying Salam dan selamaat pagi Aku bangun Dengan muka cerah . Kini aku hanya bisa berdoa Jadikanlah ia wanita yang terbaik menurutmu Jadikanlah ia pemimpin umatmu Dengan ridhomu. apa Wajahmu lebih cantik saat kamu berjilbab Ku membayangkan saat kecil Tak terasa menetas air mataku Ya . Allah. .

. Jangan pernah tinggalkan aku Walau aku yang bersalah . . . .Dan senang hati pagi itu Sebab Tanaman kecil pun Ingin tumbuh menikmati hidup Kusiram ia setiap pagi Kupindahkan ke pot Ku sayangi dan kepelihara setiap hari Agar segar dan tetap berseri Tasri PERASAAN SENANG Datanglah Nyatakanlah cintamu Bila kau benar – benar menginginkanku Aku disini duduk manis menantimu Karena kau telah memilih diriku Dan kau membuat diriku terbang PERASAAN BERSALAH Cinta . Sedang apakah dirimu Seminggu tak ada kabar Sebulan tanpa cerita Dimanakah dirimu berada Cinta .

. .Kupikir ku bisa tanpamu Tapi aku tak sekuat itu Cinta . Kini aku sadari Kaulah yang terbaik Dan tak ada yang mampu Gantikan cintamu PERASAAN SEDIH Deras hujan yang turun Mengingatkanku pada dirimu Aku masih disini untuk setia Selang waktu berganti Aku tak tahu engkau dimana Tapi aku mencobauntk setia Sesaat malam datang Menjemput kesendirianku Dan bila pagi datang Ku tahu kau tak disampingku Tapi aku mencoba untuk setia Rika Rahmawati B .

Dimana aku kan bawa gundahku Menepikah Ketengah Ataukah aku harus menantang derasnya Arus hidup yang terus berpolemik Semua asa membawaku sesal Semua derita membuatku tangis Dan aku disini di atas pusara maut Biarkan dan pandanglah diriku Berpacu dengan roda–roda takdirku . . .Purnama tampakkan wajah manismu Temani hati bahagiaku Agar aku dapat mencandai senyummu Aku yang ceria memandangmu Aku dendang sebuah pantun cintaku Bawa dan peluk aku di dalam dekapan manismu Agar terlelap hingga pagi menjelang Sesal hati ini .

. . . Bangsaat .Dengan sejuta marahku Kukejar dirimu walau nafasku terpencar Kubanting semau masalahmu Kuumpat dengan kata – kata jorok nan menjijikkan Pergi . . . Jalanmu tertutup tak menuju kearah ini Tanpa sesal kubuang muka manisku Hanya wajah angker Senyum kecut yang kupunya Noor Dianingsih . Jauh . .

Memang hidup . . . . .PAHIT Yermas Irianningsih Pedih kurasakan . . . Untuk selalu memulaikan nama-Mu Hanya engkaulah . . . . Yang dapat membantuku . . . . Terasa hidup ini tak berarti . . Yang dapat mengerti aku . Tak seperti yang aku kira Selalu ada cobaan untuk menjalaninya Tuhan . . . Bila kusendiri . . . Tak bisa kupahami . . Bukakan pintu hatiku . . Untuk melepaskan semua bebanku . . . . Hinakah aku Hidup di dunia ini Tak seorangpun . . . Apa yang ku rasa .

Walau hati ini terluka . . Aku tak boleh berhenti Kaki kecilku tak boleh berhenti berlari Bibir mungilku tak boleh berhenti bernyanyi Jika ku masih ingin melihat esok pagi Andai kudapat memilih . . ANDAI KUDAPAT MEMILIH Sudah berapa lagu yang kunyanyikan Sudah berapa mobil yang kukejar Sudah berapa jendela yang kuketuk Mengharap iba kasihan Hanya demi sekeping recehan Tapi . . . . .ku bisa tersenyum . . . . . Kini ku merasa bahagia . . .Sekarang . Akan kutanya pada Tuhan Mengapa kau tempatkan ruhku Pada ragaku ini Mengapa kau tulis takdirku segelap ini Andai kudapat memilih . . . . Meski hanya sesaat . Kuingin seperti mereka Berlari riang di koridor sekolah Dengan kaki berbalut sepatu indah Andai kudapat memilih . .

Kau boleh ambil recehanku
Kau boleh ambil gitar tuaku
Kalau kau mau kau boleh ambil
Separuh hidupku
Asal aku dapat merasakan hidup
Seperti mereka
Walau hanya sekejap
Nuratin

BUNGA MAWAR DI TAMANKU
Lihat bunga mawarku
Tumbuh subur di tengah taman
Kelopaknya mekar bagai mahkota
Warnanya pun merah merona
Harumnya semerbak mewangi
Membuat taman tambak indah berseri
Siapapun ingin mendekati bunga mawarku
Tuk menyentuh dan mencium wanginya
Setitik embun membasahi bunga mawarku
Bagaikan pelangi di pagi hari
Segar harum wangi di tamanku
Kuhirup udara segar
Kucium mawar itu
Alangkah gembiranya
Aku pagi itu

Choiru
Madjidah

SUARA HATI
Di kala senja mulai meredup
Hawa sunyi tlah kurasakan
Tiada kurasa angin malam tlah kuhirup
Hingga dingin malam tak kauhiraukan
Hening . . . Sunyi . . .
Suka . . . Duka . . .
Nestapa nan lara sirli berganti
Sungguh kurasakan suatu derita
Itulah hidup . . .
Bagai fatamorgana . . .
Yang tiada hanyalah bayangan semu
Kurasa sungguh kurasakan
Berat kaki berpijak
Tuk mengerti sebuah arti kehidupan
Erat terasa tanganku kurentangkan
Tuk mendayu lautan kehidupan
Sungguh tak kuasa ku tepis semua ini
Hingga tak sanggup kurajut satu keinginan
Ketenangan, ketentraman yang hadir dalam batin
Itulah suara hati yang terkubur dan terhembaskan
Hilang msnah tak tahu arah
Hancur luluh . . .
Pedih, perih yang kurasa

. .. pencopet Juga penghianat Disini harapan–harapan musnah Dengan nafas yang terengah–engah Dengan hati yang penuh nestapa Oh . narkobah. . Tuhanku . . Sedetik tak kau ku lepas doaku pada Mu Hilangkah dunia yang penuh kesedihan Dengan bertawakal pada Mu Tuhan . .Bertabur jadi satu Nisaul Khoi DUNIA MENANGIS Ku Terawang Gemerlap lampu kota Banyak puing–puing di sudut kota Kumal. . jinakan Maka jangan kau dekati musuh–musuhmu yang bisa membuat kamu jatuh Sana Sini . . dan pasti ada Diskotik. peminum. . dosa . . . kotor baju lekatmu Kusut . . . seteguh harapan yang tak mungkin kau miliki Hidup yang penuh liku–liku Amarah . kusam raut wajahhmu Semua penuh tantangan yang ada . . . . Setetes.pebuh cobaan Kehancuran yang tidak berguna juga tiada berharga Tuhan . . pemulung. .

raihlah Hidup di masa depan Rini Juliastuti . .Tak henti doaku untuk hidup dunia Sebagai pengobat rindu jiwaku Buanglah jauh – jauh dosa dan kejahatan dan Raihlah . .

memohon Sesuatu kepadaku Tubuhku terkulai tak berdaya. Aku merangkah dalam keraguan Meraba–raba mencari celah cahaya Hatiku gundah Semakin lama semakin resah Ketika aku diam. . ketegaranku punah seperti asap Kekuatan terlucuti Aku telanjang tanpa keberanian Aku telanjang tanpa kuasa Aku telanjang tanpa kesucian Aku telanjang tanpa kebenaran Aku telanjang tanpa kata – kata Bibirku rapat terkatup Lidahku kaku tak bergerak Mataku terpejam dalam kepasrahan Ketika aku diam dan pasrah . diantara kesunyian yang menghimpit Tak keluar jawaban apapun dari mulutku Dalam keraguan. . . sinarnya merah bagai darah! Tetapi. . . terengah – engah Meronta. . kulihat sepasang mata penuh gairah Menatapku begitu tajam. dan Senyap .CINTA MEMBARA Tak kusangka aku melewati jalan ini Sepi . tak kudengar kata amarah atau cacian! Yang kudengar justru desahan nafas lemah. Gelap .

jauh ke dalam. tentang sebuah cinta Yang dalam saat sejenak . . dia menyerangku dengan kemunafikan Dan mencengkeramku dengan kedukaan Puisi ini tercipta akibat dari satu peristiwa nyata. Aku terlena dalam desahnya Aku tak mampu bergerak Nafasnya menyengat hatiku Begitu sakit . . . . . . yang saat ini masih berlangsung tetapi perjalannya masuk pada proses keberakhiran Endang Sri Sundari DIBAWAH TELAPAK KAKI IBU . Sengatannya memberikan jawaban. . . dan .Kuhirup bau nafas harum seseorang Aku terbuai . Telah melupakan tempat tinggalnya Telah melupakan kebenarannya Telah melupakan kebahagian yang sejati Telah melupakan kehormatannya Untuk rela merebahkan kepala Di atas pangkuan cinta baru yang tak pasti Kini cinta itu bergayut pada titik kejenuhanku Dia memberikan angan – angan yang penuh tanda Tanya Dia memberikan harapan – harapam dalam mimpiku Tetapi sekaligus.

Ibu Menyusuri jalan raya dunia Tiada henti kau dekap kami Dengan sayap kelembutan Kau selalu menjadi surga Bagi kami anak – anakmu Ibu. Ibu Terhampar taman Firdaus Yang tak terpermadani indahnya Bagi kami anak – anakmu Sejak dari rahimmu Kami terpelihara dalam ketulusan Tiada rasa letih bagimu Kau berjuang menghadap maut Sejak kami kanak – kanak Tiada daya bagi kami Sampai kaki – kaki kami kukuh Kami akan berbakti padamu. begitu banyak pengorbananmu Bagi kami anak – anakmu Akan selalu mendo.akan. Ibu Sampai akhir waktu Hingga hayatmu Suliatin TANPA JUDUL Ketika sang surya menampakkan keindahnya .Di bawaah telapak kakimu.

sedamai pagi ini Seperti indahnya mentari . . . . . kupendam .Terpaku aku menatapnya Sinarnya yang terang membuat sejuk hati dan pikiran ini Terlarut . Biarlah kubuang . . terbawa oleh suasana yang indah Namun tiba – tiba aku teringat suatu kejadian Yang membuat aku marah !!! membuat aku geram!!! Dan akhirnya tak kurasa aku menahan air mata Air mataku jatuh terurai . . Terjatuh aku lemas . dan kulupakan Semua kejadian – kejadian yang amat perih dan sedih Biarlah kujalani hariku yang sekarang. . . Sri Muliani RASA SESAL Memang kuakui sering ku menggoda dia Membuat marahpun aku pernah . . Mengingat kejadian yang membuat aku sakit . hingga melakukan hal – hal yang bodoh Oh . . . .!!! Membuat aku gelap mata. . . . . . . hari yang indah Sejuk dan menyenangkan. Tuhan terima kasih kuucapkan syukur padamu Karena kami engkau telah menunjukkan aku kejalan yang benar Betapa indah jalan hidup yang telah kau berikan padaku .

. . . .Tapi . .tak mengharapkan hal itu Kalau dia tak ingat pada diriku Apa selanjutnya yang akan terjadi padaku Keadaan ekonomi yang kurang membaik Untuk mereka disana saja tak ada Apalagi . . . Dia tak melampiaskan rasa marah padaku Malah dia menutupi kemarahan padaku Terkadang ku berpikir Meski dia memberikan segalanya padaku Apa yang dapat kubalaskan padamu? Sempat kubicara tentang hal itu Tapi dia . . itu untuk kebaikan dia agar dia bersikap dewasa Waktu disini rasanya hanya sebentar Ya Allah kuatkanlah imanku Dan tabahkan hati Tak mungkin aku paksakan disini LAMUNAN Dalam kesunyian malam Hembusan angin Yang kian membaut . buatku disini! Mungkinkah aku putur di tengah jalan? Aku rasanya disini tergantung padanya Kini kumenyesal atas semua yang kulakukan padanya Tapi .

Dalam lamunan Hanya bayanganmu yang menggoda Dalam mimpi – mimpi yang akan jadi kenyataan Kuteringat akan pelukanmu Yang begitu hangat dalam dekapanmu Sentuhanmu. belaianmu Membuat aku Takkan lupa akan dirimu Itulah yang ada pada benakku Dikala kusendiri tanpa ada Yang menemaniku dismpingku Sri Indah Yati HARAPAN SEORANG IBU Ya Allah aku bersyukur kepadaMu! Karena aku tlah Engkau karuniai beberapa anak untukku! Aku mohon dan slalu kumohon kepadaMu! Agar selalu Engkau bombing langkah – langkah anakku! .

Ya Allah aku takut apakah aku bisa menjalankan amanatMU? Maka dari itu bombing dan beri petunju untukku? Sehingga aku dapat dengan baik menjalankan amanatMu! Dan di suatu hari anak – anak akan bisa menjadi kebanggaanku!! Ya Allah sekali agi aku mohonkan kepadaMu! Agar Engkau menjaga langkah anak – anakku! Ya Allah berilah kemudahan dalam hidup mereka! Agar tidak ada penyesalan diakhir hidupnya!! Ya Allah trima kasih atas rahmatmu! Engkau tlah membimbing aku dan anak – anakku! Akhirnya anakku menjadi baik karena ridhoMu! Dan semoga Allah selalu melindungi dan membimbing setiap langkah anakku! Zhuriyah CINTA Cinta adalah tanda rahasia Ketuhanan Cinta menimbulkan rasa pilu dan kepedihan Rasa sakit yang menghambur ke seluruh badan dan tulang .

.Cinta bisa datang dari manapun Baik bumi dan langit Cinta berlabuh dan berakhir di hadirat Illahi Apa yang disebut cinta Adakah kamu dapat menerangkannya? Cinta dapat menerangkan apa itu cinta Ketahuilah . . Wahai kau yang menginginkan cinta Takkan pernah kau dapat yang kau cari Walau segenap bukit kau cari Karena ia ada di hati Cinta . . Hari ini ada mungkin esok kan pergi Begitu yang terjadi silih berganti Bagi pendamba cinta sejati Carilah dalam relung hati Di dalam kesunyian dan kesepian Saat kau sendiri Duduk terpekur menghadap Illahi Robbi Endang Eka S Di saat malam telah tiba hatiku sunyi Aku meratapi hidupku dari dulu tiada bahagia Selalu disisihkan mulai kecil sampai sekarang Setiap malam aku bersujud berdoa supaya . .

pak kalian tidak mau memahamiku Dwi Nur Lia . selalu engkau Memarahi tanpa sebab yang pasti selalu .! Ingin aku terus terang tapi tidak berani Kenapa ibu bapakku tidak mengerti perasaanku Aku bangga mempunyai cowok dia. . aku ingin hanya kematianlah Yang bisa memisahkan diriku dan dia Ibu bapak maafkan anakmu ini bukanya anakmu ini tidak Berbakti tapi kenapa bu . . seandainya aku Berpisah aku tidak tahu. Aku mengajar bekerja pagi sampai sore Meskipun aku sudah besar masih diomeli betapa malang nasibku Setiap malam aku merasakan kesendirian Pagi mengajar malam dirumah setiap hari berganti hari Itu yang saya lakukan. dan akhirnya hatiku merasakan Bapak ibuku selalu mengusirnya tidak satu dua cowok Aku mengenal cowok yang tak direstui oleh kedua Orang tuaku tapi sampai sekarang aku berjalan Setiap keluarpun aku beck strit kenapa uku begini . . . . selalu bersalah Hidupku beranjak dewasa Alhamdulillah aku sudah bekerja Aku bekerja di sekolahan melamar jadi TU tapi kepala sekolah Menyarankan aku mengajar. . dia memperhatikan aku Aku bisa bermanja.Hidupku merasakan kebahagiaan Ibu kenapa aku selalu engkau sisihkan Apakah aku ini bukan anak yang kamu kandung . dia segalanya buatku Aku sering curhat dengan dia. . bercanda dengan dia.? Ibu kenapa engkau selalu memarahiku. .

. aku putuskan pada waktu itu Berangkatlah aku dengan bayangan – bayangan Indah .MENCARI KEPASTIAN Suatu hari ketika aku penuh dengan keceriaan Bagiku tugas yang berat untuk mengemban tugas Tugas yang sangat berat kata orang Untuk menempuh liku – liku Dan . .

. dia berkata Bohoong . . . . . berhenti detak jantungku Membara api tuk meraih harapan Sesampai di tujuan Ketika itu .dan puaslah mereka dan puaslah aku untuk mencari kepastian Karyadi BUAH HATIKU Si kecil buah hatiku Kau begitu lucu dan menggemaskan Tangismu.Sesampai di tujuan aku tertunduk malu Apakah aku harus maju terus Apakah aku kembali melawan arus? Tidak! Aku tidak akan kembali lagi! Tidak! Aku tidak boleh putus asa Semilir dingin bisikan yang tak bersuara Sejenak aku . Bohoong kamu!! Pembohong . . mereka mendekat dengan mata yang berbinar – binar Apa yang di kata oleh mereka apa yang terjadi pada diriku Mereka mendekat lagi dan merapat dengan penuh Perasaan yang panas lalu . . tawamu member warna kehidupan Kehadiranmu member bahagia dihati Sungguh suatu anugrah. karunia yang tak ternilai Kau cahaya hatiku Tatkala kau sakit . . . .

buah hatiku Kepakkan sayapmu Gapai cita – citamu kelak kemudian hari Jangan kau kecewakan orang tuamu Siti Nuriyati DALAM KESENDIRIANKU Sepi.Tangismu. sendiri tergugahku akan kisahmu Kau curahkan semua duka deritamu Dalam lantunan dawaiku menari Senyapnya malam bangkitku akan bayangmu Mungkinkah semua ini akan berakhir Kisah cinta yang tiada bertepi Malam . . . sampai kapanku harus begini Kau coba tu selalu sabar menanti . sedihmu Turut menusuk kalbu bundamu Seakan turut merasakan sakitmu Tumbuhlah.

. penaku . Gelitik .hatiku bersamamu Namun semua terjadi dalam hidupku Kegagalan yang aku alami Biarlahkanku jalani kisah hidupku Kesendirian temaniku dalam lamunanku Akhir kata ku pamit Selamat malam wahai sayangku OBSESI GILA Terkembang gulita senyap Kidung kenari ruang beratap Saput kelamika menada Lantun puitis simfoni cinta Roman layar hitam Tatap singgasana larut Pekik .Kekasih yang sanggup mengerti Ingin . . . . . . kalbuku . . .

. . . pasti Mimpi gila . faham Gagal cinta .Dua malam tawa berdetik Kilas kamu lanjut terbenak Sembari nur atas memutih Sambut logika bak pujangga Obsesi . TERSIMPAN DALAM ANGANKU Terhanyut dalam kesesalan Kurendam semua dalam anganku Tak mungkin akan kusesali Kisah hidup ini yang tiada berarti Haruskah aku akan berlari Menggapai mimpi indah yang kau beri Namun ku pedih untuk mencari Langkah hasratpun lelah tuk meniti Mungkin semua cobaan Terawal ku lewati . . . . . . kali Redup mata kanda Harusku tutup pena janda Terucap akhir kata Met boboX’s yaa .

Kebesaranmukanku raih hingga kini Akhirnya tlah ku telusuri Jika kesedihan hidup hingga kini Tak kuasa namun harus pergi Tinggalkan masa lalu wwahai sahabat Salam akhir maafku Endah Apriliyana PENCARIAN SAHABAT SEJATI Ratih Sariwijaya Tuhan . Kenapa setiap orang yang aku anggap sahabat Menjadi musuh dalam hidupku Selalu membuat sedih. Kenapa tak ada yang mau mengerti aku Kenapa aku harus menderita Kenapa tak ada sahabat . . . . . mengerti dan menemani Tuhan . resah. . . . untukku Untuk bisa memahami. dan menangis Tuhan . . .

. . . Apa salahku Apa yang harusku perbuat Apa yang harus aku lakukan Kenapa harus begini Kenapa harus aku yang menderita Tuhan . .. . Maafkanlah aku bila aku sering marah padamu Dan selalu menuntut apa yang aku inginkan JALAN TERANG YANG KU TUJU Aku tak tahu Kenapa tak ada yang saying padaku Kenapa tak ada yang memeprhatikanku Kenapa mereka harus mengacuhkan aku Kenapa mereka tak peduli denganku Tuhan . . “Seorang sahabat sejati” Tuhan . . . .Salahkah aku bila ingin disayangi Salahkah aku bila ingin dilindungi Salahkah aku bila ingin seorang sahabat Salahkah aku ingin mengeluh padamu Tuhan . Maafkah aku bila aku salah Aku mengeluh karna aku terluka Aku mengeluh karna aku ingin ‘ . .

belaian jiwaku Bertambah gelisah hati ini Ketika hari itu telah tiba Kupeluk anandaku Kudoakan agar bisa berjuang di medan laga Tuk menggapai cita–cita .Tunjukkan jalan tterang untukku Agar aku tak tersesat Dari kegelapan dunia ini Dan berikan ketenangan pada diriku DOA UNTUK ANANDA Kubaca surat sebening air Surat itu tentang perjuangan ananda Tetapi apa hendak di kata Peristiwa itu memang harus terjadi Kuterbangun tengah malam Dekat sujudmu selaput tahajjud mendengar Kupanjatkan doa untuk anandaku Permata hatiku.

amin . . Jarak begitu dekat Serasa . . . . . . bar Bubar . Kita tak terpisahkan Kita seperti saudara Tapi sekarang . . . . bar Kini engkau jauh dariku . . . . bar . Ya Rabbal alamin Panca Indrayani KAWAN Hari – hari kita lalui bersama Suka duka kia lalui Susah senang kita bersama Serasa . . . . . bar . anandaku doaku selalu menyertaimu Engkau agar menjadi anak sholihah Anak yang berguna bagi bangsa dan Negara Amin . anandaku selamat berjuang Oh . . . Bagai petir di siang hari Persahabatan kita Pertemanan kita Bubar . .Oh . . . .

Hilang tanpa arti Ya Allah Ya Rabb Apa salahku Ya Allah Ya Rabb Ampuni hamba Bila hamba melukai hatinya Puji Astuti MALAM Suatu malam yang sunyi sepi Hayalan – hayalanku melambung mengingatkanku lagi Lembar demi lembar kejadian itu muncul lagi Dia membuatku bahagia sekarang telah meninggalkanku Dia yang kusanjung sekarang cuma tinggal nama Tuhan inilah kebagianku yang sesaat saja Apakah aku bersalah memperolehnya. aku bukannya menyalahkan hidup Hidup ini adalah yang harus diperjuangkan Tuhan tuntun aku dalam hidup ini Malam tenggelamkan aku dalam hidup ini Adakah yang baik untuk diriku Aku harus menutup lembar demi lembar dalam ingatanku Esok hari harus kutatap dengan ceria .Walaupun engkau dekat padanganku Serasa . . . kebhagian yang Cuma sementara Malam apakah aku salah untuk melampiaskan kejengkelanku Aku terlalu mempercayainya ternyata sebegitunya terhadap aku Adakah yang indah dari hidupku.

terpandang ruang kedinginan Wartini. diiringi gamelan Menari dikitari lelaki. diujung jalan pasar turi Dihembus angin telanjang. perempuan ledek terjatuh dalam kidung Penghasilan Sorot lampu kuning menerang Menatap wajah tergores pupur dan bibir bergincu Berselendang biru tua tanpa baju Berjoget kesana kemari berpasangan lelaki tua Hingga tergelincir kesemak –semak tubuh Wartini. ledek pasar Turi Memerdekakan hati jadi penari Buat laki – laki sapi Masnu’ah .Tuhan aku hanya minta kepadamu menuntun hidup ini Dwi Nastiti WARTINI. LEDEK PASAR TURI Gemulai tangan.

. . . dendam . kecewa. . . meradang resah Benci. Apa hendak dikata Jika rasa datang membabi buta Siapa yang kuasa menepiskannya Ketika hati seorang istri terluka Kemana hendak melampiaskanya Kemana mencari tempat berlabuh Kemana luka dicari obatnya Kemana temukan tinta’tuk mencatatnya Agar hati tetap bertasbih Subhanallah . . rindu cinta . . . .CATATAN SEORANG ISTRI Ketika badai meniup mesra Ketika rumah tangga dalam prahara Cinta datang tiba – tiba Pelita harapan berkelap kelip Di dalam batin gelisah saja Bak menanti suatu yang hendak tiba . Bertambah gelisah hati yang gundah Sangsi.

.Astaqhfirllah . Allahu Akbar . . Inalillah . . . . . . Tetap! Tetap keagungkan namaMu Karena ini semua ujian dari Mu Meski berat kulalui episode ini Namun aku harus mampu melewatinya Tangga demi tangga Harus kupijak dengan segala ketegaran jiwa Siti Sri Suhartini . . Laillahailallah . . Lahaula wala quwata illabillah . .

KEDUA ORANG TUAKU Detak waktu yang berlalu Membawa diri meraih sejuta mimpi dan angan Sampai mati ku tak akan melupakanmu Kau pastikan langkah Diiringi terik sang surya Membasuh kulit dan dadamu Dalam hitam putih hidupmu Semua yang kulihat ada pada dirimu Jadikanku yang terbaik untukmu Dukamu kauselimuti dengan senyummu Terik mentari jadi saksi langkahmu Lelah hatimu yang tak dapat kulihat Andai saja dapat kurasa letih jiwamu karena sifatku Kehidupanmu jadi keteladanan bagiku Kasih sucimu hanya untukmu Untuk anak dan cucumu Yang tak akan hilang dan tak akan bisa sirna Apa yang dapat kupersembahkan untukmu Doalah yang dapat ku panjatkan Ku serahkan apapun yang kumampu Ayah . . . Ibu .

Engkau surga hatiku Satu hati untukku selamanya Suprijatin HANYA AKU YANG TAHU Aku hanya tahu mengeji Tanpa mencermin diri sendiri Aku hanya tahu mencaci Tanpa melihat keburukan sendiri Aku hanya tahu mengata Tanpa meneliti isi hatinya Aku hanya tahu membantah Tanpa memikirkan kesusahannya Aku hanya tahu mengutuk Tanpa melihat kebaikannya Aku hanya tahu menuduh Tanpa usul periksa Aku hanya tahu menghina Tanpa mengetahui rahasianya Aku hanya tahu memarahinya Tanpa mengetahui hal sebentar Aku hanya tahu mengata Aku hanya tahu menghina Tanpa menyadari Tiada beda antara kita Solichah .

jengkel.WAJAH Engkau dapat mengatakan banyak hal Walaupun tanpa mengucapkan sepatah kata Hanya dengan memandang wajahmu Banyak arti yang dapat kau sampaikan Engkau tersenyum dengan wajah berbinar Tampaklah engkau sangat senang Gembira dan bersuka cita Tapi apabila alismu engkau angkat Dahi engkau kerutkan dan bibirmu cemberut Maka ada sesuatu yang membuatmu Marah. emosi dan sedih Siapa saja yang melihat mimic wajahmu Orang akan mengetahui perasaanmu Orang akan mengetahui pikiranmu Agar memperoleh arti tanpa suara Anggraini .

.KESUNYIAN Kesunyian itu hanya ada di hatiku Rasa yang sunyi itu adalah kebehagiaanku Keputusan itu adalah pedangku Sedangkan cinta itu adalah hidupku Haruskah aku percaya Allah masih menyayangiku? Dimana Cintaku? Kesunyian ini terasa membunuhku Sayap – sayapnya begitu biadab mencumbuiku Kesunyian ini begitu menyiksaku Kelopak – kelopaknya bermekaran meracuni benakku Kemana cintaku? Ya Allah maafkanlah aku Karena cintaku membutakanku . Iin Indayani . .

aku. aku bercinta kembali dalam Magrib yang tenang Kekasihku. kita. mari kita bercinta dalam Subuh Terasa sejuk dalam lubuk hati yang dalam Waktu beranjak dan terus beranjak. kepasrahan dan ketaqwaan Duhai kekasihku akankah esok aku bisa bercinta Siti Fatimah B . dan beranjak Sang suryapun terus bergerak di atas kepalaku Duhai kekasihku marilah kita bercinta di waktu Dhuhur Ketika air wudhu membasahi muka Kesegaran dalam jiwa serasaa di dalam surga Untuk kesekian kalinya ku bercinta dan bersujud dalam waktu Ashar Bercinta dalam sehari lima kali Ya. kekasihmu Kau panggil aku pada saat bercinta Bercinta pada waktu Isyak Dalam sujud. Engkau air yang mengguyur sanubariku Engkaulah bulan purnama penerang malam Duhai. belahan jiwa. waktu memanggil kita Ya. hambamu.LIMA KALI BERCINTA Dalam dingin yang menusuk tulang Ku terlelap dalam selimut tebal Disaat kesunyian yang dingin Ku terbangun dalam aadzan yang memanggil Bangunlah.

. apa yang terjadi . . Kurasakan jiwaku ini melayang Meninggalkan ragaaku Yang terhempas Aku melihat awan putih Langit berwarna biru Kuhempaskan jiwaku Kesalah satu awan disana Kicau burung – burung bersahut – sahutan Terdengar riang ditelingaku Dari bawah sana Aku memandangnya Semua masalahku terserap kedamaian Kurasa aku siap membuka mataku kembali Namun. .? Ketika kubuka mataku Yang ada hanyalah keputusasaan Agustin Sulistiyorini .PUTUS ASA Kupejamkan mataku . .

menyudut Hingga kau tergolek tak berdaya Hidup tidak. menghasut. matipun tidak Namun nyanyian duka itu terus bergelora Hingga kau tiada I Putu Ambara M .NYANYIAN DUKA Menjulang dalam hidup Kugenggam kerajaan dunia Kau singkirkan kerikil – kerikil Yang merintangi langkahku Kau puaskan kerabatmu Seakan tak ada orang hidup selain dirimu Puji – pujian demikian besar Selama 32 tahun Ketika reformasi bergelora Kau turun tahta Kau jalani hidup dengan nyanyian duka Nyanyian mengusut.

pekat dan angin bersautan di antara reruntuhan Dinding – dinding tua Kemana langkah ini mesti kuarahkan? Seperti raja yang kehilangan mahkota Kupikul duka rakyat diantara harapan dan putus asa Ya Allah . hanya gerimis Kelam. . . .BADAI Kepada siapa sunyi ini kubagikan? Setelah kota di dalam hatiku hancur dihantam badai Hujan . . Di pintu gerbang ini aku berdoa Tapi tidak tahu apa yang harus kupinta Karena aku tahu bukan? Sesuatu yang paling aku harapkan Ternyata badai yang mematikan Diah Sukma R MUNGKINKAH .

Esok mungkin tak lagi. menguak cakrawala Mengharap kasih belahan jiwa Selaksa rasa telah tercipta. pagi ini kita bangun sedangkan Mereka masih tidur Mungkin. . sejuta duka tertimbun sementara Namun . . bersama kita merendah mimpi Ririn Ambarwati SEBUAH HATI Aku adalah seorang wanita . esok tak lagi.Malam pekat menghujan kota Malang Desir angin dan lolong anjing menusuk tulang Geliat hati saling bicara Mengoyak rasa hilangkan duka Malam sunyi bergerak menurut waktu Di ujung jalan kita duduk tertegun Sebuah rencana tak berakar muncul sebagai tujuan Diiringi aroma bunga tersebar di sepanjang jalan Mengacak – acak lembar demi lembar pikiran kita Kaki pagi mulai melangkah. jemari lentik membuka Gorden menyongsong fajar.

Yang punya harga diri dan kasih Aku bukanlah pelukis Yang bisa menjadikan lukisan itu nyata Aku bukanlah pujangga Yang bisa merangkai kata Yang bisa menjadikan kalimat itu indah Tetapi aku hanya mempunyai sebuah hati Yang sedikit demi sedikit kutitipkan kepadamu Semoga engkau menerima Winda Harmawati AKU TENGGELAM Aku tenggelam dalam kesombongan Dalam pekat malam yang mengerikan .

. Menunggu .Aku berteriak. . . . . . . menangis . dalam kelam tanpa sinar Sepi . . yang terbuka . . Malik . . .mungkin . meminta tolong Tapi apakah yang aku dapatkan? Semua membisu. . . Sebuah kegoisan. . Ridwan . Tapi semua terkunci. . . langkahku berakhir??? Dalam jalan gelap ini . . . . . Aku bersimpuh . . . . aku tak sengaja Apa ini keliru. . atau siapa Aku tak begitu mengerti Matahari condong ke barat Aku mengikutinya. . tak sanggup lagi !! Estu Mulyawati SEPI MALAM INI Sepi malam ini. . terikat rapat Laknat!!! Sebuah kesombongan yang mencekikku . tak bertujuan . . . Aku . Aku masih berlari . Mencari pintu lain. mulutnya terkunci Tangan dan kakinya enggan menyapa Aku berlari dan terus berlari . sapa malaikat . . . . sepi mala mini pohonpun tiada bergerak Ku tunggu dering teleponmu . . yang memikamku .

. detik . .Kutunggu dengan iringan detak . . . . . jam dindingku Maafkan kata yang tak sempat terucap Maafkan diamku yang tak kau suka Sungguh .. . semoga kau mengerti Dalam malam yang sepi Aku tunggu jawab . . . aku ingin mencintaimu dengan sederhana Tanpa romatisme yang membara Tanpa pesona yang memabukkan Sungguh . .mu Latifah TERHENTI Empat tahun lalu aku kuliah Aku berharap kuliahku baik – baik saja Aku senang bisa bertemu dengan teman – teman . aku ingin mencintaimu penuh kesederhanaan Seperti angin yang berhembus di pematang sawah Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Seperti Khadijah dan Muhammad Saling merindu di kala jauh Saling member dikala sedih Aeh.

gembira tanpa aku sadari Melanjutkan sampai saat ini Adi Rumpoko AKU SEORANG WANITA Aku seorang wanita Yang punya hati dan perasaan Mungkin aku kelihatan kasar Tetapi jiwaku tetap wanita . . Kuliahku berhenti karena suatu hal Namun akupun tak patah semangat Sekarang aku bisa kuliah lagi Dengan rasa senang.Sepropesiku Tetapi . . . . kenyataan berkata lain Aku berhenti .

Aku seorang wanita Yang tidak bisa terbang lincah Janganlah aku dibiarkan melamun Jangan biarkan daku menangis meraung – raung Aku seorang wanita Aku mungkin jahat dan hina Namun aku tetap wanita yang perlu belaian kasih saying Aku seorang wanita Yang lemah segalanya Janganlah engkau salahkan aku Kalau aku melupakan perasaan aku Aku seorang wanita Yang punya harga diri dan amarah Wahai semua jejaka Jangan engkau mempermainkan jiwa wanita Aku seorang wanita Yang selalu menunggu dan menanti Sepi sunyi senyap selalu ada Harapan penantian kasih tak kunjung tiba Aninda AKU SEORANG WANITA Aku seorang wanita Yang punya hati dan perasaan Mungkin aku kelihatan kasar Tetapi jiwa ku tetap wanita Aku seorang wanita .

Yang tidak bisa bersendirian Janganlah aku dibiarkan tanpa teman Jangan biarkan daku duka tanpa keluhan Aku seorang wanita Aku mungkin jahat dan hina Namun aku tetap wanita Yang perlu belaian kasih saying Aku seorang wanita Yang lemah segalanya Anganlah engkau salahkan daku Jika kalau aku meluapkan perasaanku Aku seorang wanita Mungkin aku kuat dan tabah Dalam hadapi dugaan hidup Namun hati wanita Tuhan saja yang Mengetahuinya Aku seorang wanita Yang memerlukan teman hidup Bukan karena aku tidak beramarah Tapi karena perlukan kasih dan cinta Aku seorang wanita Yang Tuhan karuniakan kelembutan Walau bagaimana hatiku membara Namun jiwaku tidak sampai Membenci manusia Mudjiarti LULUS Bertahun – tahun aku menunggu Dengan harap – harap cemas Bisakah aku meraih harapanku Siang dan malam memeras otak Giat belajar tak pernah mati Tibalah detik – detik ujian menanti .

Dengan tenang jari – jemariku malas mengisi Detik demi detik. betapa leganya kau menyakiti hatiku Hatiku sakit. hatiku luka. Saptaputra . hatiku pedih M. semuanya palsu Oh . . hari demi hari Akhirnya tibalah saat – saat yang kutunggu Kubuka amplop tertutup dan kubaca Alhamdulillah aku lulus Senang selalu hatiku KECEWA Beriba harapan darimu Semua janji – janji manismu Ternyata semua palsu Sedih hatimu bagai disayat sembilu Mana janjimu. .