You are on page 1of 2

Tragis

,
Bayi
di
Palembang
Dilahirkan dengan
Kondisi Leher Patah
Adi Haryanto
Kamis, 17 Maret 2016 − 19:17 WIB
(ilustrasi.Sindonews)
PALEMBANG
Tangis Irwansyah (35) dan Istrinya Rusmiati
(34) langsung pecah usai melihat kondisi
bayi mereka sesaat sesudah dilahirkan.
Pasalnya, warga Jalan KH Azhari Lorong
Beringin Jaya, RT 18/RW 05, No C50,
Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu
(SU) II, Palembang ini harus menerima
kenyataan pahit jika bayi ternyata tewas usai
dilahirkan dengan kondisi leher patah dan
kulit terkelupas. Proses kelahiran bayi
tersebut dilakukan di tempat persalinan
praktek Bidan Indayanti Jalan KH Azhari
Kelurahan 13 Ulu Kecamatan SU II, Kamis
(17/3)
siang.
Saat ditemui dikediamannya, Irwansyah
menduga hal itu terjadi karena kesalahan
bidan dalam menangani proses persalinan
istrinya
itu.

"Kata bidan itu, posisi anak saya sungsang.
Tadi siang (kemarin), saya bawa istri ke
bidan itu untuk melahirkan karena istri saya
sudah kesakitan sekali. Waktu keluar anak

saya sudah dalam keadaan meninggal
dunia," ucap Irwan seraya menyeka air
matanya.
Menurut Irwan, saat lahir, kondisi anaknya
penuh luka dengan tali pusar yang sudah
terputus.
"Waktu keluar sudah tak bernyawa, lehernya
patah, di muka dan badan sudah luka-luka
juga tidak ada lagi tali pusarnya. Bidan itu
bilang kalau anak saya sudah meninggal tiga
hari dalam kandungan, kalau memang sudah
meninggal kenapa istri saya kesakitan
beberapa hari sebelum melahirkan,"
terangnya.
Untuk
itu,
sambung
Irwan,
keluarganya
berencana
akan
melaporkan dugaan mal praktek
tersebut
ke
pihak
berwajib.
"Saya akan lapor ke polisi. Menurut
saya ini ada kesalahan dari bidan itu,
sebelum ini ada beberapa tetangga
saya yang melahirkan di sana dan
anaknya juga meninggal. Tapi mereka
tak berani melapor, kalau saya tentu
akan
melapor,"
tegasnya.
Terpisah, saat
Indayanti warga
Lorong Waspada
Kecamatan SU
tuduhan yang
keluarga

dikonfirmasi bidan
Jalan KH Azhari,
Kelurahan 13 Ulu,
II ini membantah
dilayangkan pihak
korban.

Menurutnya, bayi tersebut memang
sudah meninggal sebelum dibawa ke
tempat prakteknya. "Bayi itu memang
sudah meninggal sebelumnya pak,

dirinya akan menyanggupi jika pihak keluarga bayi menempuh jalur hukum." pungkasnya. "Dia ini bawa data-data kehamilan yang menyatakan bahwa bayi itu posisinya normal. Oleh karena itu. saya ini resmi. Anggota juga saat ini masih menyelidiki." ungkapnya. saat ini pihaknya sudah mendatangi keluarga untuk dimintai keterangan. saya tidak mungkin lagi untuk merujuk ke rumah sakit karena pasti akan melahirkan di jalan dan mereka juga yang susah.boleh kita buktikan melalui visum. "Silahkan. siap dilaporkan dan harus dibuktikan dulu. Dia menjelaskan. Sementara untuk bidan yang membantu proses kelahiran akan dimintai keterangan." jelasnya. "Berdasarkan pengalaman saya. saat datang ke tempat prakteknya." katanya Dia mengatakan. sudah meninggal melahirkan. sebelum dilahirkan bayi tersebut memang sudah tak bernyawa. kondisi ibu bayi sudah dalam keadaan pecah ketuban." tukasnya. Tapi saat saya periksa ternyata posisinya sungsang. "Bayinya sudah kita bawa ke rumah sakit. kondisi seperti itu bayi memang sebelum Sementara itu. . Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan.