You are on page 1of 28

theodora's life

life! medicine! friends! another things!
SELASA, 28 JULI 2009

makalah..
MAKALAH PBL

SISTEM DIGESTIVUS

ANGELA YOSEPHINE THEODORA
102008028
UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA
TUTOR: dr. MARINA
PENDAHULUAN
Sistem pencernaan makanan terbagi atas rongga mulut, tekak, kerongkongan,
lambung, usus halus, dan usus besar. Selain itu ada beberapa kelenjar besar yang
memasukkan getahnya ke dalam usus, yaitu hati dan kelenjar ludah perut.
Makanan yang kita makan pertama masuk ke mulut yang kemudian menjadi halus
karena telah dikunyah dengan geligi kita dengan dibantu oleh kelenjar ludah. Setelah
halus barulah dapat kita telan dengan cepat melalui bagian bawah tekak dan
kerongkongan. Kerongkongan bentuknya seperti pipa yang panjangnya pada orang
dewasa kira-kira 25 cm. Pangkalnya adalah dileher, dibelakang tenggorok, kemudian di
daerah dada di belakang jantung, menembus sekat rongga badan di depan tulang
belakang dan bermuara dalam lambung. Lambung merupakan saluran pencernaan
makanan yang melebar seperti kantong, terletak di bagian atas rongga perut sebelah
kiri, dan bagian lainnya tertutup oleh hati, usus besar dan limpa. Makanan yang ditelan
terkumpul dalam lambung dan bercampur dengan getah lambung, sehingga makanan
menjadi encer seperti bubur. Jalan keluar lambung tertutup rapat karena tebalnya
lapisan otot lingkar yang sewaktu-waktu terbuka untuk melewatkan bubur makanan

sedikit demi sedikit ke dalam usus halus. Bagian pertama dari usus halus adalah usus
dua belas jari, yang melengkung seperti ladam. Panjangnya kira-kira 30 cm. Di usus
halus ini bermuara pipa-pipa penyalur dari hati dan dari kelenjar ludah perut.
Hati adalah alat yang besar, terletak di bawah sekat rongga badan dan mengisi
sebagian besar bagian atas rongga perut sebelah kanan. Hati membuat empedu yang
terkumpul dalam kantung empedu. Empedu tersebut menjadi kental karena airnya
diserap kembali oleh dinding kandung empedu. Pada waktu tertentu, empedu
dipompakan ke dalam usus dua belas jari melalui pipa empedu.
Kelenjar ludah perut yang dikenal dengan sebutan Pankreas adalah sebuah alat yang
panjang melintang pada dinding belakang perut dan berjalan ke kiri sampai pada limpa.
Ujungnya terletak dalam lengkung usus dua belas jari. Pipa keluarnya bermuara di
dalam usus dua belas jari bersama dengan pipa empedu (sebagian jaringan kelenjar
ludah perut yang tersebar diseluruh alat tersebut, mempunyai bentuk yang lain dan
getahnya yaitu insulin dicurahkan langsung kedalam darah, karena itu maka jaringan
demikian diberi nama kelenjar buntu. Bubur makanan yang keluar dari lambung dan
masuk ke dalam usus halus bercampur dengan empedu dan getah kelenjar ludah perut
sehingga pencernaan makanan berlangsung terus. Bubur makanan itu disiapkan untuk
diserap zat-zat makanannya oleh dinding usus. Penyerapan ini juga terjadi pada usus
halus lainnya, yang terletak berliku-liku dalam rongga perut bagian bawah.
Seluruh usus halus panjangnya beberapa meter. Ujungnya bermuara ke dalam sisi usus
besar sehingga terbentuk usus buntu, yaitu satu bagian pendek usus besar yang buntu.
Disebelah kanan dalam rongga perut terdapat usus besar naik, dalam rongga perut
sebelah atas terdapat lanjutannya sebagai usus besar melintang dan dalam rongga
perut sebelah kiri dijumpai usus besar turun yang berlanjut sebagai usus besar bentuk
"S". Usus ini kemudian menjadi poros usus. Di dalam usus besar sisa-sisa makanan
yang tidak dapat dicerna lagi menjadi kental, karena airnya diserap kembali oleh dinding
usus besar. Kemudian sisa makanan tersebut sampai kedalam poros usus yang terletak
pada dinding belakang panggul kecil. Bagian bawah poros usus itu akhirnya bermuara
pada lubang dubur yang nantinya dikeluarkan.
Proses pencernaan makanan sangat penting sebelum makanan diabsorbsi atau diserap
oleh dinding saluran pencernaan. Zat-zat makanan tidak dapat diserap dalam bentuk
alami dan tidak berguna sebagai zat nutrisi sebelum proses pencernaan awal. Zat
makanan akan dipersiapkan untuk diabsorbsi melelui proses-proses tertentu dengan
bantuan enzim-enzim tertentu dalam saluran pencernaan. Berikutnya akan dijelaskan
proses pencernaan zat makanan khususnya karbohidrat, protein dan lemak dalam
masing-masing organ saluran pencernaan

Tugas ini dilaksanakan oleh enzim yang dihasilkan oleh pankreas yaitu alfa amylase. Makanan melewati saluran dalam esofagus dengan sangat mudah dalam hitungan detik. Karbohidrat yang masih berupa polisakarida dipecah menjadi disakarida yaitu maltosa dan polimer glukosa kecil lainnya. Proses pencampuran dengan asam lambung mengakibatkan makanan menjadi lebih cair dan hancur disebut dengan chymus. Proses ini hanya sebagian kecil saja karena makanan akan ditelan dan dalam lambung enzim ini menjadi tidak aktif. sukrase. Usus Halus Di dalam usus halus inilah proses pencernaan dan absorbsi atau penyerapan zat-zat makanan sebagian besar berlangsung.Mulut Di dalam mulut makanan dihancurkan oleh gigi-gigi menjadi ukuran yang lebih kecil dengan tujuan proses pencernaan akan lebih mudah. Pokok dari pencernaan karbohidrat adalah memecah molekul karbohidrat menjadi monosakarida (glukosa. Pencernaan protein sebagian besar terjadi di usus bagian atas diawali pengaruh enzim proteolitik yang dihasilkan oleh pankreas. Saat dikunyah makanan bercampur air liur yang mengandung enzim ptyalin. glukosidase dan alfa dekstrinaase. Sedangkan enzim pemecah karbohidrat dari ludah tidak dapat bekerja di lambung karena suasana asam lambung. lactase. Disini juga terjadi proses pencampuran makanan oleh gerakan kontraksi lambung. Sedangkan lemak akan dipecah menjadi asam lemak dan gliserol. Dinding saluran esofagus sangat licin karena mengandung cairan mucus yang dihasilkan sel-sel yang terdapat di dindingnya. maltase. Proses pencernaan karbohidrat dilanjutkan kembali disini. Esofagus Tdak ada proses khusus pencernaan makanan disini. Protein yang sebagian sudah dipecah di . Pepsin mempunyai kemampuan mencerna kolagen yang merupakan unsur utama dari jaringan penyambung interseluler daging. Pencernaan pepsin di lambung ini hanya sekitar 10-30% dari pencernaan total protein. Lambung Proses yang sangat penting dalam lambung adalah barcampurnya makanan dengan getah lambung yang bersifat asam. Enzim ini bekerja dengan baik karena sifat keasaman dari lambung. Proses ini penting untuk memudahkan proses pencernaan protein selanjutnya. fruktosa) yang bisa diserap usus masuk ke peredaran darah. Pepsin dari lambung memulai pencernaan protein. galaktosa.

tiamin. Lambung ( gaster ) 5. usus 12 jari (duodenum) b. Vitamin K sangat penting dalam proses pembekuan darah dan hanya ada dalam jumlah yang sedikit dalam makanan kita. terdiri atas : a. Yang terakhir adalah oleh enzim peptidase yang terdapat dalam enterosit (sel dinding usus halus) memecah protein yang masih berupa polipeptida besar maupun kecil menjadi asam amino tunggal untuk diserap ke dalam darah. usus tengah (jejenum) . Usus halus. hidrogen dan metana. Chymus dalam usus besar berupa bahan-bahan yang tidak dapat diserap di usus halus misalnya selulosa dari tumbuhan yang nantinya akan memberikan bentuk feces (tinja) dan dibuang melalui anus. Aktivitas bakteri ini membentuk beberapa vitamin K. Pangkal kerongkongan ( faring ) 3. Usus Besar Pencernaan zat makanan untuk kebutuhan absorbsi sudah tidak ada lagi dalam usus besar. Saluran Cerna 1. Anatomi I. karboksipeptidase dan proelastase menjadi polipeptida. tripeptida dan asam amino tunggal. Dalam usus besar terdapat bakteri yang dapat mencernakan sebagian kecil selulosa untuk nutrisi bakteri itu sendiri. Lemak harus diemulsifikasikan terlebih dahulu menjadi gelembung-gelembung lemak yang ukurannya lebih kecil. Disini akan terbentuk micelus (butiran-butiran lemak). Kemudian lemak akan menjadi partikel yang lebih kecil lagi yaitu 300 kali dari sebelumnya dengan bantuan garam empedu yang diproduksi oleh hati. Lemak dalam makanan sebagian besar dalam bentuk trigliserida atau lemak netral. Dengan enzim lipase dari pakreas. B12. trigliserida dipecah menjadi asam lemak dan 2-monogliserida. Mulut 2. Kerongkongan ( esofagus ) 4. Kenyataan bahwa lemak tidak larut air menimbulkan masalah khusus pencernaan yang berada di lingkungan air dalam saluran pencernaan. Bentuk trigliserida dalam micelus ini yang mudah diserap oleh usus halus.lambung dipecah kembali oleh enzim dari pankreas yaitu tripsin. Chymus makin ke arah anus makin padat dan dikeluarkan sebagai feces melalui proses defekasi (buang air besar). riboflavin dan gas-gas karbondioksida. Proses emulsifikasi ini sudah dimulai di lambung melalui kontraksi bagian bawah lambung dan pencampuran dengan asam lambung. Yang ada hanya penyerapan air dan elektrolit untuk memadatkan chymus yang masih dalam bentuk cair. kemotripsin.

Kelenjar Pencernaan 1.Alat pengecap makanan .Memotong dan menghaluskan makanan • Lidah .Mucin .Garam mineral : NaCl . Kelenjar getah lambung 3. poros usus ( rektum ) 7.7) o Terdiri dari : .Pencernaan mekanik .Membantu: mencampur dan menempatkan makanan. Lidah. usus penyerapan (ileum) 6. Kelenjar ludah 2. Usus besar. Kelenjar hati Kelenjar pankreas Proses Pencernaan Mulut • Terdapat Gigi. usus tebal (kolon) b.99 % air . terdiri atas : a. Kelenjar ludah • Gigi : .c. menelan dan mendorong makanan ke dalam kerongkongan • Kelenjar ludah : o Cairan encer yang netral (pH 6.Enzym Ptialin : KH -> Maltosa Pangkal Kerongkongan (Faring) • ~ pipa (12-14 cm) • Letak : di belakang mulut • Terdapat refleks yang mencegah makanan masuk ke saluran nafas bagian atas kerongkongan (esofagus) Kerongkongan Esofagus • tabung (25 cm) • Letak : di belakang saluran nafas/Trakea • Makanan hanya “lewat” . Anus II.

Renin ->Proses pencernaan protein • Otot Lambung : Pengosongan lambung ->kecepatannya mempengaruhi lama kerja obat di lambung a. Pepsin & HCl.Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin b. Renin : Mengendapkan protein susu ( kasein ) dari air susu d.berbatasan dengan usus halus Fungsi: • Mencerna & meneruskan makanan • Pada dinding lambung terdapat kelenjar yang menghasilkan getah lambung : a.Mengasamkan makanan . Lendir : Melindungi sel-sel di permukaan lambung terhadap kerusakan akibat kerja dari asam klorida.• Terdapat otot polos. Pepsin : Mengubah protein menjadi pepton dan polipeptida c. Selaput lendir lambung ->Melapisi mukosa lambung b. fungsi : .Mengontrol kecepatan perjalanan makanan Lambung Gaster • ~ kantong.berbatasan dengan kerongkongan .Membunuh bakteri yang masuk bersama makanan . Kelenjar : Enz. rongga perut kiri atas • Terdiri dari : (dari atas ke bawah) o Atas ( fundus ) o Tengah (korpus ) o Bawah ( pilorus ) • Di ujung lambung terdapat otot lingkar . Faktor Yang Mempengaruhi Keasaman Isi Lambung • Jumlah pengeluaran asam lambung • Jumlah makanan yang masuk & sifatnya .Gerakan meremas dan mendorong makanan (Gerakan peristaltik) . Asam klorida ( HCl ) .

Mengubah: • protein menjadi asam amino • pati menjadi gula sederhana • lemak menjadi asam lemak dan gliserol b. Saluran getah pankreas Getah pankreas berfungsi : a. Usus tengah (jejenum) . Usus 12 jari ( duodenum ) B. Usus tengah ( jejenum ) C. Usus 12 jari ( duodenum ) bermuara 2 saluran : 1.• Pergerakan otot (motilitas) lambung Usus Halus Anatomi Usus Halus Permukaan dalam dinding usus halus ->tersusun dalam lipatan-lipatan/jonjot ( villi ) ->memperluas permukaan untuk memperbanyak penyerapan & pengeluaran lendir Villi Usus Halus • pipa berotot (> 6 m) • Pencernaan secara kimiawi • Penyerapan makanan • Terbagi atas: A. Menetralkan keasaman makanan 2.menghancurkan lemak (mengemulsi) B. Saluran empedu .ditampung di kantong empedu . Usus penyerap ( ileum ) A.Hasil pencernaan : karbohidrat: monosakarida & disakarida protein: asam amino lemak: asam lemak & gliserol .dihasilkan oleh sel hati .Vitamin dan mineral : .Tempat pencernaan terakhir .

Bagian dalam dari mulut dilapisi oleh selaput lendir. Penciuman dirasakan oleh saraf olfaktorius di hidung. Makanan dipotong-potong oleh gigi depan(incisivus) dan dikunyah oleh gigi belakang(molar. Pengecapan dirasakan oleh organ perasa yang terdapat di permukaan lidah. Organ-organ tersebut kemudian membentuk system saluran cerna. asin dan pahit. Pada saat makan. sedangkan bagian atap mulut sebelah belakang (palatum mole. Struktur Makroskopis dan Mikroskopis Sistem Pencernaan Proses pencernaan melibatkan berbagai organ di dalam tubuh dari mulut sampai anus. asam. langit-langit . Di belakang dan dibawah mulut terdapat tenggorokan (faring). Ludah dari kelenjar ludah akan membungkus bagian-bagian dari makanan tersebut dengan enzim-enzim pencernaan dan mulai mencernanya. Penciuman lebih rumit. terdiri dari manis. yang berfungsi untuk merasakan dan mencampur makanan.Tidak mengalami pencernaan langsung diserap C. dibawah lidah dan dibawah rahang mengalirkan isinya ke dalam mulut. Pengecapan relatif sederhana. Di dasar mulut terdapat lidah. Mulut dan Esofagus Mulut merupakan jalan masuk untuk sistem pencernaan dan sistem pernafasan. 1. Ludah juga mengandung antibodi dan enzim (misalnya lisozim). geraham). diameter > usus halus • Terbagi atas : o Usus buntu (sekum) dan Umbai cacing (appendiks) o Usus tebal (kolon) : bagian naik bagian datar bagian turun o Poros usus (rektum) o Anus 1. Proses menelan dimulai secara sadar dan berlanjut secara otomatis. terdiri dari berbagai macam bau. Usus Penyerap (Ileum) .Terdapat otot lingkar : mencegah makanan kembali ke usus penyerap Usus Besar • ~ pipa berotot. Saluran dari kelenjar liur di pipi. aliran dari ludah membersihkan bakteri yang bisa menyebabkan pembusukan gigi dan kelainan lainnya. yang memecah protein dan menyerang bakteri secara langsung.Sari makanan diserap . Epiglotis akan tertutup agar makanan tidak masuk ke dalam pipa udara (trakea) dan ke paru-paru. menjadi bagianbagian kecil yang lebih mudah dicerna.

Langit-langit(Laring) menghalangi makanan untuk memasuki rongga nasal Makanan bergerak melalui esofagus secara peristaltik. Proses kimia dan fisiologi di dalam mulut Air liur menghaluskan makanan dan menjadikannya lebih mudah ditelan. Sewaktu menelan. Jika penuh. prekursor pepsin (enzim yang memecahkan protein). jejunum dan ileum Dari Gaster makanan disalurkan ke dalam usus dua belas jari (duodenum). Lendir melindungi sel-sel lambung dari kerusakan oleh asam lambung. terdiri dari 4 bagian yaitu kardia. sfinter menghalangi masuknya kembali isi lambung ke dalam kerongkongan. Enzim ini menghidrolisiskan kanji menjadi maltosa Lidah membuat gumpalan makanan menjadi bolus dan mendorongnya ke arah faring. yang berkontraksi secara ritmik untuk mencampur makanan dengan enzim-enzim. Makanan masuk ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa dicerna oleh usus halus. fundus. Cairan tersebut (yang masuk ke dalam duodenum melalui lubang yang disebut sfingter . yang diperlukan oleh pepsin guna memecah protein.lunak) terangkat agar makanan tidak masuk ke dalam hidung. Duodenum menerima enzim pankreatik dari pankreas dan empedu dari hati. Asam klorida menciptakan suasana yang sangat asam. Air liur mengandung enzim. Dalam keadaan normal. yaitu ptialin dan amilase liur. corpus(badan) dan pilorus. Lambung berfungsi sebagai gudang makanan. yang bisa membuka dan menutup. lidah mendorong makanan ke belakang mulut dan selanjutnya ke esofagus. tetapi oleh gelombang kontraksi dan relaksasi otot ritmik yang disebut dengan peristaltic. Makanan didorong melalui kerongkongan bukan oleh gaya tarik bumi. Kerongkongan menghubungkan tenggorokan dengan lambung. Makanan masuk ke dalam lambung dari kerongkongan melalui otot berbentuk cincin (sfinter). Sel-sel yang melapisi lambung menghasilkan 3 zat penting : lendir. Setiap kelainan pada lapisan lendir ini. duodenum akan mengirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalirkan makanan. yang merupakan bagian pertama dari usus halus. asam klorida (HCl). 4. 3. 2. bisa menyebabkan kerusakan yang mengarah kepada terbentuknya tukak lambung. Duodenum. Gaster(lambung) Lambung merupakan organ otot berongga yang besar dan berbentuk seperti kandang keledai. Esofagus(kerongkongan) Kerongkongan (esofagus) merupakan saluran berotot yang berdinding tipis dan dilapisi oleh selaput lendir. Keasaman lambung yang tinggi juga berperan sebagai penghalang terhadap infeksi dengan cara membunuh berbagai bakteri.

terdiri dari jejunum dan ileum. air dengan cepat dipompa ke dalam isi usus untuk melarutkan keasaman lambung. tetapi sisanya memiliki lipatan-lipatan. Erepsin (peptidase) yang menghidrolisis peptida menjadi asid(asam) amino b. dinding usus juga melepaskan sejumlah kecil enzim yang mencerna protein. sehingga menambah jumlah zat gizi yang diserap. lendir dan enzim-enzim pankreatik. seiring dengan perjalanannya melalui usus halus. Hepar Hepar merupakan organ yang besar dan memiliki berbagai fungsi. Di dalam duodenum. menghasilkan enzim: a. isi usus menjadi lebih cair karena mengandung air. Pada usus kecil. Pancreas dan Vesica velea 1. diantaranya berhubungan dengan pencernaan. Penyerapan ini diperbesar oleh permukaannya yang luas karena terdiri dari lipatan-lipatan. Ketika melewati usus halus bagian bawah. Dinding usus terdapat pembuluh darah yang mengangkut zat-zat yang diserap ke hati melalui vena porta. tonjolan-tonjolan kecil (vili) dan tonjolan yang lebih kecil (mikrovili). Vili dan mikrovili menyebabkan bertambahnya permukaan dari lapisan duodenum. berbagai zat gizi yang diserap . Kapiler ini mengalirkan darah ke dalam vena yang bergabung dengan vena yang lebih besar dan pada akhirnya masuk ke dalam hati sebagai vena porta. Gerakan peristaltik juga membantu pencernaan dan penyerapan dengan cara mengaduk dan mencampurnya dengan zat yang dihasilkan oleh usus. Sisa dari usus halus. Kepadatan dari isi usus berubah secara bertahap. Vena porta terbagi menjadi pembuluh kecil di dalam hati. Bagian ini terutama bertanggungjawab atas penyerapan lemak dan zat gizi lainnya.oddi) merupakan bagian yang penting dari proses pencernaan dan penyerapan. dimana darah yang masuk diolah dalam 2 cara: bakteri dan partikel asing lain diserap dari usus dan dibuang. Laktase yang menghidrolisis laktosa menjadi glukosa dan galaktosa 5. Zat-zat gizi dari makanan diserap ke dalam dinding usus yang mempunyai banyak pembuluh darah kecil-kecil(kapiler). Hepar. vili dan mikrovili. Sukrase yang menghidrolisis sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa d. Beberapa centi pertama dari lapisan duodenum adalah licin. Maltase yang menghidrolisis maltosa menjadi glukosa c. gula dan lemak. Dinding usus melepaskan lendir (yang melumasi isi usus) dan air (yang membantu melarutkan pecahan-pecahan makanan yang dicerna). yang terletak dibawah duodenum.

Bilirubin (pigmen utama dari empedu) dibuang ke dalam empedu sebagai limbah dari sel darah merah yang dihancurkan. Beberapa dari unsur pokok ini diserap kembali dan sisanya dibuang bersama tinja. yang disimpan di dalam kandung empedu. 2. . terutama hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan kolesterol.Obat dan limbah lainnya dibuang dalam empedu dan selanjutnya dibuang dari tubuh. sejumlah kecil garam empedu masuk ke dalam usus besar (kolon). disuling oleh hati dan dialirkan kembali ke dalam empedu. Duktus pankreatikus bergabung dengan saluran empedu umum dan masuk ke dalam duodenum. Makanan di dalam duodenum memicu serangkaian sinyal hormonal dan sinyal saraf sehingga kandung empedu berkontraksi. Vesica velea Empedu mengalir dari hati melalui duktus hepatikus kiri dan kanan. . Sekitar 80% kolesterol yang dihasilkan di hati. Empedu memiliki 2 fungsi penting: membantu pencernaan dan penyerapan lemak. Pancreas Terdiri dari 2 jaringan dasar: . Secara spesifik empedu berperan dalam berbagai proses berikut: .dari usus selanjutnya dipecah sehingga dapat digunakan oleh tubuh. garam-garam empedu menumpuk di dalam kandung empedu dan hanya sedikit empedu yang mengalir dari hati. sisanya berasal dari makanan. Hati menghasilkan sekitar separuh dari seluruh kolesterol dalam tubuh. Saluran ini kemudian bergabung dengan sebuah saluran yang berasal dari kandung empedu (duktus sistikus) untuk membentuk saluran empedu umum. Garam empedu kembali diserap ke dalam usus halus. Seluruh garam empedu di dalam tubuh mengalami sirkulasi sebanyak 10-12 kali/hari.Garam empedu merangsang pelepasan air oleh usus besar untuk membantu menggerakkan isinya. darah dialirkan ke dalam sirkulasi umum. Sebagai akibatnya. Digunakan untuk membuat empedu. bakteri memecah garam empedu menjadi berbagai unsur pokok. Proses tersebut berlangsung dengan kecepatan tinggi. Di colon. lemak dan vitamin yang larut dalam lemak untuk membantu proses penyerapan. . 3.Garam empedu meningkatkan kelarutan kolesterol. yang selanjutnya bergabung membentuk duktus hepatikus communis. .Berbagai protein yang berperan dalam fungsi empedu dibuang di dalam empedu. Hati juga menghasilkan empedu. Sirkulasi ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatik. Sebelum makan. setelah darah diperkaya dengan zat-zat gizi. dalam setiap sirkulasi. serta berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh. empedu mengalir ke dalam duodenum dan bercampur dengan makanan.

Enzim pencernaan dihasilkan oleh sel-sel asini dan mengalir melalui berbagai saluran ke dalam duktus pankreatikus. dimana keduanya akan masuk ke dalam duodenum. colon desendens (kiri) dancolon sigmoid (berhubungan dengan rektum). Bagian luar / kulit ditandai dengan adanya rambut. Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian lainnya dari usus. Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan.orang dewasa dan anak yang lebih tua bisa menahan keinginan ini. seperti vitamin K. o Pulau pankreas. Rectum dan Anus Rectum merupakan ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah colon sigmoid) dan berakhir di anus. Colon(usus besar) Usus besar terdiri dari: colon asendens (kanan).o asinus. 6. yaitu pada colon desendens. pada perbatasan kolon asendens dengan usus halus. dan terjadilah diare. menghasilkan hormon. Pankreas melepaskan enzim pencernaan ke dalam duodenum dan melepaskan hormon ke dalam darah. Pada domba. Bakteri ini penting untuk fungsi normal dari usus. colon transversum. Bagian dalam berbatasan dengan rongga mulut terdiri dari selaput lendir kutan yang pada sub mukosa terdapat kelenjar. Banyaknya bakteri yang terdapat di dalam usus besar berfungsi mencerna beberapa bahan dan membantu penyerapan zat-zat gizi. yang terletak di kolon asendens. Bibir / Labia Terdiri dari susunan otot kerangka dibagian luar dibungkus oleh kulit dan dibagian dalam selaput lendir kutan. Akibatnya terjadi iritasi yang bisa menyebabkan dikeluarkannya lendir dan air. Biasanya rectum ini kosong karena tinja disimpan di tempat yang lebih tinggi. maka timbul keinginan untuk buang air besar. dimana bahan limbah keluar dari tubuh. kelenjar palit. I. tetapi ketika mencapai rektum bentuknya menjadi padat. Suatu cincin berotot (sfingter ani) menjaga agar anus tetap tertutup. apendiks (usus buntu) merupakan suatu tonjolan kecil berbentuk seperti tabung. RONGGA MULUT a. menghasilkan enzim-enzim pencernaan. Jika colon desendens penuh dan tinja masuk ke dalam rektum. isi usus berbentuk cairan. Duktus pankreatikus akan bergabung dengan saluran empedu pada sfingter oddi. Ketika mencapai usus besar. tetapi bayi dan anak yang lebih muda mengalami kekurangan dalam pengendalian otot yang penting untuk menunda buang air besar. Bakteri di dalam usus besar juga berfungsi membuat zat-zat penting. Bagian tengah terdiri dari bagian otot kerangka. kambing dan karnivora . kelenjar peluh dan epidermis yang bertanduk. Usus besar menghasilkan lendir dan berfungsi menyerap air dan elektrolit dari tinja. Beberapa penyakit serta antibiotik bisa menyebabkan gangguan pada bakteri-bakteri di dalam usus besar.

Lapis ementum membungkus akar gigi dan lapis email didaerah leher gigi. tempat bagian sel dan penjulurannya. 4. Dentin sangat peka terhadap pengaruh makanan panas. tetapi gigi graham bertipe hispodon. asam dan sebagainya karena mengandung serabut saraf. lapis email terdapat mulai dari mahkota sampai akar gigi bahkan mengelilingi infundibulum gigi. perhatikan gigi anjing. sapi. Ruminansia memiliki tipe gigi campuran. Pada gigi graham lapis email membentuk lipatan-lipatan. gigo pemotong tergolong brakhidon. lapis email terbatas pada daerah mahkota saja. Serabut kolagen disini ada dalam bentuk fibril terdapat diantara sel-sel yang saling berhubungan. Pulpa gigi Berupa rongga pada bagian dalam gigi yang diisi oleh jaringan ikat halus tanpa adanya serabut elastis. merobek. Secara mikroskopis pada gigi terdapat : 1. berwarna kekuningan dan langsung membungkus pulpa gigi. Bagian yang berbatasan dengan pulpa gigi terdapat susunan sel-sel dengan penjuluran panjang menyusup kedalam bagian dentin yang berkapur disebut edentoblas. Lapis sementum (substansia ossea) Berupa modifikasi tulang yang memiliki lamel-lamel berjalan hampir sejajar terhadap permukaan gigi dan didalamnya terdapat lakuna dna kanalikuli. Jadi dentin mirip dengan tulang rawan yang terdapat kanalikuli berupa buluh dentin (dentinal tubuluh). Bahan mirip dengan tulang bahkan lebih keras. Lapis email ini terdiri dari bahan organik sebanyak 96 %. menggiling dan sebagainya. Bentuk gigi erat hubungannya dengan macam makanan yang dimakan. tetapi banyak saraf dan pembuluh darah rambut. 3. Lapis Email (Substantia adamantina) Lapisan ini berwarna kebiruan padat dan paling keras dari bagian gigi lainnya. 2. misalnya memotong. kucing dengan gigi pemakan rumput misalnya kuda. Pada gigi tipe hipsodon seperti gigi kuda. Serabut kolagen berjalan tegak lurus terhadap permukaan gigi dan disebut serabut sharpey. Lapis dentin (substansia eburnea) Bagian utama gigi. . Integumentum labialis memiliki ujung-ujung saraf disamping rambut peraba (tactile hairs). Bagian yang berkapur ini mirip dengan matriks tulang. b. Gigi / Dentes Gigi mengambil peranan dalam proses pencernaan secara mekanik. permukaan luar ditutupi oleh kutikula yang bersifat tahan pengaruh luar tetapi sedikit rapuh. yang mengandung serabut kolagen tersusun paralel terhadap permukaan gigi pada mahkota gigi. Pada gigi tipe brakhidon misalnya karnivora babi dan manusia.kelenjar tersebut bersifat mukous. dingin.

Pada bagian tepi terdapat leretan sel. Sedangkan palatum durum menunjukkan rigi-rigi. Pada ruminansia terdapat papil-papil makroskopik berupa penonjolan selaput lendir yang berperan membantu pencernaan makanan. karena penebalan mukosa sub mukosa mengandung pleksus venosus. sednagkan ototnya terdiri dari otot kerangka. Periosteum Alveolares Terdiri dari jaringan ikat yang mengisi rongga antara dinding alveolus dari rahang dan akar gigi. ditandai dengan inti yang lonjong terletak di basal sitoplasmanya berbutir. mastikasi. Bentuk papil tergantung pada jenis hewannya. Pada anjing dan ruminansia berpigmen. terletak pada sub mukosa bahkan diantara otot. . Terdiri dari epitel squamosum kompleks dan otot kerangka dengan jaringan ikat penunjang yang banyak mengandung lemak dan pada bagian tertentu terdapat kelenjar ebner. Jaringan limpoid terdapat pada kedua bagian. Pipi / Buccae Pipi memiliki lapis pokok. Berperan dalam prehensi. ondontoblas. Bentuk ini paling jelas terdapat pada kucing. yakni : • Lapis luar (Intergumentum buccales) terdiri dari otot kerangka dan kelenjar (glandula buccales). Jaringan ini kuat tampak adanya serabut elastis. Bagian yang mengarah ke depan terdapat papil penunjang. Pada kuda dan babi membentuk tonsil dan terdapat sepasang seperti pada manusia. terdiri dari selaput lendir kutan. e. c. d. dan perasa. Gusi / Ginggive Gusi memiliki selaput lendir kutan dengan jaringan ikat yang kuat. Lidah / Linguae Lidah merupakan organ muskular yang ditutupi oleh membrana mukosa. • Lapis dalam. Pada gusi tidak terdapat kelenjar dan limfonodus. Palatum molle terdiri dari otot kerangka di bagian tengahnya. bagian oral dibalut oleh selaput lendir kutan dan bagian aboral oleh selaput lendir berkelenjar dengan epitel silindris banyak baris bersilia. Karnivora memiliki bentuk paling jelas seperti kuku harimau. Epithel pipih banyak lapis memberikan papil-papil dan memiliki stratum korneum. f. Pada lidah terdapat empat (4) macam papil (papillae linguales) yakni : 1. Papillae filiformis Berupa penonjolan jaringan ikat dari lamina propria dengan epitel berkeratinosasi. serta banyak mengandung serabut elastis yang langsung melekat pada periost. Serabut kolagen menyebrang dari dinding alveolus ke lapis sementum. sebagai alat pertautan yang cukup kokoh. Langit-Langit / Palatum Ada dua yaitu : palatum molle dan palatum durum. yang memanjang papil primer di belakangnya.

Pada ruminansia papil bercabang-cabang dengan epitel penutup berbentuk rambut. Pada setiap putik pengecap terdapat lebih kurang 6 sel pengecap. Papila ini umumnya memiliki putik pengecap cukup banyak. 4. Berbentuk mikrofili yang dikitari bahan homogen bersifat eusinofil. 3. tapi pada kucing sedikit. babi dan karnifora. langsing dan pada permukaan kutub bebasnya dilengkapi dengan rambut pengecap. pada ruminansia dan manusia tidak memiliki. Putik Pengecap (calliculus gustatorius) Bangun Histologi : Putik pengecap terdapat intraepitelial. Pada putik pengecap terdapat : • Sel-sel pengecap. Lamina propria membentuk papil-papil mikroskopik dan banyak mengandung saraf serta limfosit. Bentuknya silindris. bertanduk. Pappilae circumvallate/ papillae vallatae Bentuknya mirip papillae filiformis tetapi lebih besar. Pada sub mukosa dan diantara otot lidah terdapat banyak kelenjar sereus yang bermuara pada alur pengecap. Ciri khas papil ini tidak memiliki putik pengecap dan kelenjar pada sub mukosa. Bersifat soliter dan memiliki alur samping cukup dalam. Intinya berbentuk lonjong mengambil warna sedikit lebih kuat daripada sel penunjang. Kelenjar lidah ini dikenal sebagai Von ebner. Papillae foliatae Bentuknya seperti daun yang tersusun paralel dan diantaranya terdapat alur pengecap. terutama pada sapi dan kuda tetapi sering tampak pada domba. Fungsi papil ini adalah mendorong makanan kedalam rongga mulut. Bentuknya mirip jamur dengan jaringan ikat mengandung pembuluh darah dan saraf. Oleh karenanya sering disebut alur pengecap. kambing. sedangkan bagian bawah berbatasan dengan membran basal. Pada bagian permukaan terdapat pori penegcap. kecil dan terdapat pada dasar alur pengecap. Inti bulat dan warna pucat. pada epitel pipih banyak lapis. gemuk dengan banyak mengandung sitoplasma. berbentuk silindris. Sel penunjang terdapat mengitari sel pengecap . Papillae fungiformis. • Sel Penunjang. Pada kuda dan anjing kelenjar ebner ini snagat subur. Pada sub mukosa dan bahkan diantara otot lidah terdapat gugus kelenjar sereus dengan saluran bermuara pada dasar alur pengecap. bentuk papil besar memanjang dan tunggal. 2. pendek. tergolong neuro epitel. Epitelnya non keratinisasi dan jarang mengandung putik pengecap. Dengan demikian semakin jelas peranan kelenjar ebner dalam membantu putik pengecap pada proses mengecap makanan. pada kucing rudimenter.Pada kuda keledai dan babi. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin banyak putik pengecap pada papil semakin banyak pula kelenjar terdapat pada sub mukosa.

Kelenjar parotis / glandullae parotis Kelenjar yang tergolong paling besar bersifat sereus murni. II. pada sapi. kambing dan domba bersifat mukous. . Pada jaringan ikat interlobularis dan pembuluh darah. memulai pencernaan makanan. Kelenjar Lidah / glandula linguales Terletak dalam sub mukosa bahkan lebih dalam lagi diantara otot lidah. menyelenggarakan ekskresi zat-zat tertentu. Ujung kelenjar seromukous lebih banyak memiliki sel yang bersifat sereus. 3. Secara histologik dibedakan atas nasofaring dan orofaring. Kelenjar parotis dari karnifora dan domba muda terdapat bagian yang bersifat mukous. FARING Berupa rongga dimana tujuh saluran bermuara kedalamnya. Banyak terdapat di dalam akar lidah. 2. dan dibawah papil lidah yang memiliki putik pengecap. Pada dinding rongga mulut terdapat 3 kelenjar air liur utama yaitu : 1. mengandung protein tanpa musin. Kelenjar pipi / glandula buccales Pada kuda dan babi bersifat kelenjar campuran. Kelenjar mandibularis Umumnya mirip kelenjar parotis. Bersifat sereus yang dikenal sebagai kelenjar von ebner. Kelenjar lingualis Kelenjar ini tergolong kelenjar campuran. Diantara ujung kelenjar terdapat jaringan ikat interstitial. kambing dan domba bagian ventral bersifat sereus. 2. • Nasofaring Selaput lendirnya adalah selaput lendir berkelenjar.(neuroepitel). g. Kelenjar air liur / glandula salivares Fungsi kelenjar air liur adalah membasahi dan melumasi rongga mulut dna usus. Disamping kelenjar utama terdapat pula kelenjar yang lebih kecil yang disebar pada dinding rongga mulut. Diantaranya : 1. tetapi sel-sel mukous relatif lebih banyak daripada sel-sel sereus. Kelenjar bibir / glandula labiales Pada karnivora. Sekreta kelenjar parotis bersifat encer. Pada propria mukosa terebar kelenjar seromukous dan jaringan limfoid. hanya saja ujung kelenjar bersifat seromukous. 3. dengan epitel silindris banyak baris bersilia. dan diantaranya terdapat sel mangkok. Dalam tiap lobulus selain terdapat ujung kelenjar sereus ditemukan pula 2 benuk alat penyalur yaitu duetus intercalatus dan ductus spreatus (intralobularis). pinggir lidah. Ductus ini dan ductus parotideus memiliki epitel silindris banyak lapis dan sering terlihat adanya sel mangkok.

Pada ruminansia dan anjing seluruh esophagus terdiri dari otot kernagka bahkan pada ruminansia meluas sampai sulcus reticuli dan rumen. ruminansia dna kucing tidak memiliki kelenjar kecuali pada daerah peralihan faring dan esophagus. Pada tunika propria terdapat kelenjar mukous dan jaringan limfoid yang membentuk tonsil. . dan folikel getah bening. pembuluh darah. III. Tunika Adventisis Di daerah leher esophagus dibalut oleh adventisia tetapi di daerah dada dan perut . Sebagian besar terdiri dari otot kerangka. Tunika Muskularis Terdiri dari otot kernagka dan otot polos tergantung pada daerahnya. d.Selaput lendir kutan membentuk lipatan-lipatan memanjang. b. saraf. Kuda. Persebaran dari pada kelenjarnya tergantung pada daerah dan jenis hewannya. Pada kuda.• Orofaring Selaput lendirnya adalah selaput lendir kutan dengan banyak papil mikroskopik. Dibawahnya terdapat lapis otot kerangka yang tersusun secara memanjang dan melintang. dan langsung berbatasan dengan adventisia yang banyak mengandung pembuluh darah. dan memanjang (luar) dan dipisah oleh jaringan ikat. Esophagus memiliki lapis umum saluran pencernaan secara lengkap yaitu: a. Fascia bagian luar terdiri dari serabut kolagen dengan sedikit serabut elastis.Muskularis mukosa. pars thoracis. hanya bagian dalam rongga perut memiliki lapis yang utuh. ESOPHAGUS Berupa saluran yang cukup panjang yang menghubungkan faring dengan lambung. limfe.Tunika propria tidak tampak kelenjar dan terdiri dari jaringan ikat yang banyak mengandung sel. . Tunika Mukosa . Tunika muskularis membentuk lapis melingkar (dalam). terdiri dari otot polos tersusun memanjang. kecuali daerah sepertiga bagian belakang terdiri dari otot polos. Epithel pipih banyak lapis pada herbivora bertanduk tapi pada karnivora tidak. babi hanya jelas pada pertengahan esophagus. Fascia bagian dalam merupakan batas dengan selaput lendir yang terdiri dari serabut elastis. Terbagi atas tiga daerah antara lain : pars cervicis. Pada anjing dan babi tidak tampak muskularis mukosa pada bagian depan. ruminansia dan kucing lapis ini terpisah-pisah pada kira-kira setengah esophagus bagian depan. dan pars abdominis. Sub Mukosa Terdiri dari jaringan ikat longgar yang mengandung sel lemak. c. Anjing memiliki kelenjar cukup jelas. sedangkan sisanya merupakan lapisan yang utuh sebagaimana pada manusia. bagian belakang selebihnya sedikit dan kecil-kecil. jaringan limfoid dan kelenjar (glandula esophageae).

Lambung depan (Proventriculus) Memiliki 3 daerah : 1. dan merupakan kelanjutan dari tunika muskularis esophagus. Dengan demikian terdapat lambung ganda misalnya pada ruminansia. hanya pada penjuluran-penjuluran tinggi tedapat otot polos sebagai kelanjutan dari muskularis mukosa esophagus. LAMBUNG Dibedakan atas 2 bagian yaitu lambung depan tanpa kelenjar dan lambung belakang / lambung sejati dengan kelenjar. Diantaranya terdapat jaringan ikat dengan ganglion otonom. Bangun mikroskopis mukosa mirip dengan rumen. Rumen (lambung handuk) 2.dibalut oleh serosa. 3. Muskularis mukosa tidak ada. selanjutnya disebut sel gelembung (vesiculated cell). yang secara tofografis terdapat di daerah retikulum omasum dan abomasum. .Berselaput lendir kutan. Retikulum (lambung jala) 3. Omasum (lambung buku) Ciri khas lambung depan : . Pada sub mukosa terdapat banyak pembuluh darah dan saraf tanpa adanya folikel getah bening. pembuluh darah dan saraf. Suleus reticuli (ventriculer groove) jelast erdapat pada hewan muda yang masih menyusui. Tunika muskularis terdiri atas 2 lapis : lapis dalam tersusun melingkar dan lapis luar tersusun memanjang. Muskularis mukosa tidak tampak sehingga tunika propria berbatasan langsung dengan sub mukosa. IV.Tunika muskularis seperti pada rumen terdapat 2 lapis dengan susunan yang berbeda. Lapis paling luar terdiri dari serosa. Retikulum Mukosa membentuk penjuluran makroskopis yang memberikan aspek sebagai anyaman jala. Sel gelembung terdapat pada stratum lucidum yang sitoplasmanya sulit mengambil zat warna. Pada epitel pipih banyak lapis yang bertanduk terdapat gelembung-gelembung. Rumen Mukosa membentuk penjuluran makroskopik berbentuk batang yang hampir sama tingginya. Omasum .Tidak terdapat kelenjar pada mukosa maupun sub mukosa. Subserosa agak tebal dan banyak mengandung sel lemak. 2. a. Didalamnya terdapat asam lemak dan pada sel-sel stratum corneum terdapat lipida dalam bentuk trigliserida. 1.

Sel leher menghasilkan lendir dan mungkin urease. Bangun kelenjarnya sedikit berbeda dengan kelenjar kardia. Pada penjuluran yang tinggi otot polos dari tunika muskularis ikut naik dan pada puncak penjuluran bersatu dengan muskularis mukosa. Daerah kardia dengan kelenjar kardia Epitel permukaan silindris sebaris. Tunika muskularis ada 2 lapis : lapis luar tipis dna lapis dalam lebih tebal. Pada tunia propria terdapat kelenjar kardia yang bersifat majemuk dengan ujung kelenjar membentuk gulungan.Mukosa membentuk penjuluran yang tinggi. mengandung butir-butir yang dapat diwarnai dengan musikarmin. Sel leher tidak banyak jumlahnya dan terdapat diantara sel parietal dan sel utama di daerah leher kelenjar. Parenkhim terdiri dari sel pembentuk lendir dari sel. Meskipun penjuluran satu dengan lainnya tidak sama tingginya. Lambung belakang / lambung sejati Ciri khas : . pada kutub bebasnya terdapat butir-butir musigen (babi). Pada lantai omasum didapat lipatan mukosa yang pada kambing sering ditemukan kelenjar bersifat mukous atau seromukous.Berselaput lendir. 2. . Pada penjuluran yang rendah hanya muskularis mukosa yang baik dan menyebar membentuk balok otot polos. karena kurang bercabang dan ujung kelenjarnya agak lurus. sel utama dan sel parietal. berkelenjar dengan epithel silindris sebaris. Leher kelenjar dapat jelas dibedakan dari badan kelenjarnya karena bentuk epitelnya yang berbeda. pada daerah foveolae gastrikae epitel semakin rendah dan selanjutnya berubah menjadi epitel kelenjar kardia. terdiri dari sel leher. Lumen kelenjar cukup jelas dengan epitel berbentuk kubis atau piramidal. Secara makroskopik elektron sel leher memiliki mikrivili pendek pada permukaan sel. Pada kutub bebasnya terkumpul butir-butir berbentuk lonjong. . Tidak terdapat folikel getah bening. tetapi muskularis mukosa ada dan ikut naik mengikuti penjuluran sampai puncaknya. Berdasarkan macam kelenjarnya dibedakan atas 3 daerah yaitu : 1. inti terletak di basal.Memiliki lapis umum lengkap .Sel leher (mucous neck cells) Bentuknya silindris rendah. b. Bahkan pada sulcus reticuli domba dapat ditemukan kelenjar meskipun tidak begitu nyata.Sel utama (chief cells / zymogenic cells) Berbentuk kubis atau silindris rendah. Fungsi kelenjar kardia menghasilkan lendir (mukous). tersebar pada ujung kelenjar dan paling banyak . Daerah fundus dengan kelenjar fundus Kelenjar ini paling luas penyebarannya. Apparatus golgi jelas dna mitokhondria banyak. dipertautkan oleh desmusoma dengan sel yang lainnya.

Fungsi menghasilkan pepsin dan renin (pada hewan muda) . tapi jarang pada pilorus. Apparatus golgi mengambil posisi intranuklear. Pada sediaan histologik sitoplasma memberi aspek basofil. Secara isoteknik dibedakan atas : true argentafin dan argylopholic cells. phloxin dan asam anilin B. Daerah pilorus dengan kelenjar pilorus Ciri khas pilorus memiliki tebal foveolae gastriae yang paling dalam. Sel utama mengandung butir-butir yang jelas pada kutub bebasnya dan diduga mengandung pepsinogen. Bentuknya piramidal atau bulat. Kutub bebas sel parietal menonjol bebas kedalam lumen kelenjar dan berbatasan dengan sel zymogen disekitarnya melalui terminal bars dan desmosoma. Ciri khas dari sel parietal adalah intra selular kanalikuli berupa jalinan saluran halus sekitar inti. Sedangkan kanalikuli diperlengkapi dengan mikrovili yang cukup panjang. menjorok sampai kira-kira separuh dari tebal selaput lendirnya. berbentuk bulat atau memipih dan dalam sitoplasmanya tersebar butir-butir halus yang dapat diwarnai dengan garam perak atau khrom. Tipe kelenjarnya adalah tubulus sederhana berdabang dengan ujung kelenjar berkelok-kelok. Epitelnya silindris. Sitoplasma memiliki banyak mitokhondria granuler reticulum dan ribosoma sangat sedikit dan tidak menunjukkan adanya butir sekreta. Disamping itu juga menghasilkan gastrin dan bradikinin yang berfungsi untuk mengatur aktifitas motor 3. Lumen ujung kelenjar agak luas. intinya terletak di basal. Fungsi menghasilkan HCL. Secara mikroskop elektron terlihat butir-butir zymogen.jumlahnya. Secara elektron mikroskop inti menunjukkan adanya invaginasi dari dinding inti. karena yang pertama spesifik granula dan mampu mereduksi garam perak tanpa mendapat pengerjaan pendahuluan. suatu bahan perangsang kontraksi otot polos. Butirbutir sekretanya tidak jelas. Secara mikroskop elektron kutub bebas sel parietal menunjukkan invaginasi dalam membentuk kanalikuli. apparatus golgi yang bersifat supranutreal dan granuler endoplasmic reticulum. bermuara melalui ujung sel ke dalam lumen kelenjar fundus. Diantara sel-sel ujung kelenjar sering terlihat adanya sel .Sel parietal (oxyntic cells) Selnya besar dan tersebar diantara sel utama dna sedikit menonjol keluar. Dalam sitoplasmanya banyak tersebar butir-butir berbentuk bulat. masing-masing terbungkus oleh membran yang longgar. Sel ini tersebar soliter diantara sel zymogen. suatu bahan yang nantinya membentuk pepsin. . sitoplasma beraspek cerah. intinya besar dna bulat. Sitoplasmanya mengambil warna kuat dengan eosin. Fungsi diduga sebagai tempat sintesa dan penyimpanan dari 5-hidroksitriptamin (serotonin). sedangkan yang ke dua justru memerlukan bahan untuk mereduksi sebelum butir-butir bereaksi dengan perak.Sel Argentafin (Enterochromaffin cells) Selain pada usus sel argentafin terdapat pula pada fundus.

Apparatus golgi terletak supra nuklear. mengandung inti dan sitoplasma yang bersifat basofil. Pada karnivora dibedakan 2 strata yakni stratum granulosum dan stratum compacticum. Sel penyerap (absortive cells) Lamina epiteliasis mukosa dikenal sebagai epitel penyerap apada usus halus. mineral. . Sel ini dianggap kelenjar uniselular.stratum villosum merupakan lapisan yang terdiri dari villi tanpa kelenjar. endoplasmik retikulum. Memiliki lapis umum lengkap. Secara mikroskop elektron mikrovili tampak sebagai penjuluran sitoplasma yang panangnya 1. agranular. dan ileum. daerah kutub bebas membesar karena menimbun butir musigen. vitamin dan air. Secara mikroskop elektron granular endoplasma . Macam-macam sel pada epitel permukaan usus halus : 1.Tempat terjadinya pencernaan akhir dengan bantuan enzyma dari usus dan pankreas serta empedu dari hati. jejunum. Pada sitoplasma dibawah streated border bebas organoida dan para plasma lapisan ini disebut terminal web.Stratum glandulare memiliki lapis tunika propria yang mengandung kelenjar Liberkhun.Stohr dengan sitoplasma dengan berwarna merah dan posisi inti lebih ke tengah. Secara mikroskopis tunika mukosa memiliki 3 lapisan yakni : . Memiliki 3 macam sel pada epitel permukaan yakni : sel penyerap. V. protein. Sel mangkok (Goblet cells) Tersebar secara tidak teratur diantara sel penyerap dan melekat dengan juxtaluminal junctional complex. .Melakukan / membuang ampas-ampas pencernaan a.Stratum subglandulare merupakan bagian tunika propria yang bebas kelenjar langsung diatas muscularis mucosa. Sel ini terlihat pada babi namun peranannya belum diketahui dengan pasti. Ciri umum : berselaput lendir berkelenjar yang membentuk vili untuk kelancaran penyerapan.0 – 1. Organoida sel terdapat dibawah terminal web misalnya kitokhondria. .4 mikron dan diameternya 80 milimikron. USUS Secara umum usus berperan sebagai : .Tempat penyerapan dari bahan-bahan yang telah dicerna yang diperlukan tubuh misalnya karbohidrat. Bentuknya silindris tinggi dan permukaan kutub bebasnya diperlengkapi dengan streated (mikrovili) border. granular RES dan ribosoma bebas. . sel mangkok dan sel argentafin. 2. Usus halus (intestinum tenue) Terdiri dari : duodenum . Dalam sitoplasma daerah kutub basal tersebar mitokhondria. Daerah kutub basal menyempit. Fungsi : menghasilkan mukous sedikit protease dan gastrin. lemak.

Sel Paneth Pada usus halus paneth tersebar pada dasar ujung kelenjar lieberkhum selnya berbentuk silindris atau piramidal inti bulat terletak di basal. Selaput butir musigen dapat bergabung satu dengan yang lainnya bahkan dengan plasmalemma sehingga mukous dapat keluar dengan bebas. pada tikus sekreta mengandung sulfatid mucosakharida dan protein dasar yang diduga mengandung lisosim suatu ensym yang menghancurkan kuman. Bila pendapat ini benar jelas adanya efek bakterisid dari sel paneth. Sel Argentafin Terdapat pada semua hewan piara pada sepanjang saluran gastrointestinal. leukosit dan otot polos yang bersifat soliter. mempunyai tendensi untuk menggembung sehingga sulit untuk mempelajari mekanisme sekresinya. Pada duodenum berbentuk daun sedangkan pada ileum berbentuk jari-jari. 4. Panjangnya 0. Peranannya belum jelas. Fungsi : belum jelas tetapi terdapat anggapan bahwa serotonin yang dikandungnya memiliki daya rangsang neuromuskular apparatus untuk meningkatkan peristaltik. Resorbsi lemak ditampung dalam pembuluh khil dan sisanya dalam pembuluh darah. Secara histokimia dibuktikan adanya protein.retikulum dan aparatus golgi cukup jelas. sednagkan mekanisme penyerapan dilakukan oleh sel-sel penyerap. . pembuluh darah dan saraf. Villi Usus (Villi Intetinales) Vili merupakan penjuluran selaput lendir yang menjorok kedalam lumen usus halus. hidrat arang dan arginin dalam butir sekreta.5 – 1. Pada tiap villus terdapat 3 unsur yaitu pembuluh limfe (pembuluh khil). terdapat antara musigen dan inti. Juga tersebar pada epitel penyerap di daerah Crypto of Lieberkhum. Carnivora dan babi tidak memiliki sel paneth. Yang terakhir ini berasal dari muskularis mukosa dan naik sampai ujung villus. Villi berfungsi untuk memperluas permukaan penyerapan. Butir musigen muncul dari apparatus golgi dan memiliki selaput halus yang mudah pecah pada sediaan rutin. khususnya pada epitel kelenjar lieberkuhn dan kelenjar duodenum.5 mm. Selain pada usu halus sel paneth terdapat pada usus halus dan caecum. sel argentafin dibedakan dari sel tetangganya karena memiliki spesifik granula dalam sitoplasmanya dan tersebar secara soliter. Pada usu halus sel mangkok semakin kebelakang semakin banyak dan menghasilkan mukous (lendir sebagai pelicin). Pada yang tergolong besar misalnya pada domba sering terdapat 2 pembuluh khil. Sitoplasmanya bersifat basofil dan pada kutub bebasnya berkumpul butir-butir sekreta yang dapat diwarnai dengan eosin dan orange G. Tunika propria banyak mengnadung serabut elastis. 3.

jenis hewan. Di sekitar lobulus atau ujung kelenjar sering tampak otot polos yang berasal dari muskularis mukosa. Pada hewan muda relatif lebih banyak dan besar dari pada yang tua. Kelenjarnya tergolong tubuloalveolar bercabang dengan epitel kelenjar yang mengandung warna agak cerah dibandingkan dengan kelenjar lieberkhum. ukuran dan jumlahnya / cm² tergantung pada daerah usus halus. Babi memiliki jaringan limfoid yang relatif lebih banyak dari jenis yang lain. terdapat pada tunika propria atau sub mukosa. Bentuk. Kelenjar Duodenum (Kelenjar brunenr) Kelenjar ini terdapat dalam sub mukosa. pada karnivora mirip sel-sel dari kelenjar filorous. Sel mangkok tetap ada meskipun agak lebih banyak dan bentuknya lebih kecil serta langsing. Banyaknya tergantung pada daerah usus. pada ruminansia pendek dan tebal. Secara mikroskop elektron sel-sel ujung kelenjar memiliki banyak mitokhondria dan basal ergastoplasma atau granular endoplasmik retikulum. Kelenjar lieberkhum menghasilkan lendir dna beberapa enzym pencernaan yang memecah peptida lemak dan karbohidrat. bentuknya tubulus sederhana. Epitel kelenjar berbentuk silindris rendah inti bulat terletak di basal.Villi hanya terdapat pada usus halus. Pada karnivora bentuknya langsing dan panjang. serta umur. Pada relaksasi serabut elastis yang tadinya meregang akan mengembalikan pada posisi semula. Pada usus kasar jumlah sel mangkok makin banyak dan kelenjar semakin lurus. Kontraksi otot polos menyebabkan pemendekan villus dan terbentuklah lipatan melingkar dari epitel penutup. Daun peyer khas terdapat pada ileum. yang mendorong isinya kedalam pembuluh limfe / darah yang lebih besar. Folikel Getah Bening (lymphonodulus) Pada usus halus lymphonodulus umumnya bersifat soliter tetapi sering mengelompok membentuk lymphonoduli agregati (daun peyer) misalnya pada ileum. Alat penyalurnya memiliki epitel silindris dan mengandung sel mangkok dan bermuara pada crypte lieberkhum. Apparatus golgi tumbuh subur dan diduga merupakan tempat sitensis dari fraksi karbohidrat sedangkan frkasi protein terjadi dalam granular endoplasmik retikulum dalam membentuk butir sekreta. Limfonoduli solitarii cukup banyak berbentuk bulat atau lonjong. Juga menghasilkan neterokinase yang mengaktifkan tripsinogen dari getah pankreas. Kadang-kadang dapat sedikit menjorok ke dalam tunika propria. Di daerah ini bentuk selnya silindris rendah dan bersifat mitosis aktif dan diduga tempat terjadinya regenerasi. Kelenjar Usus (Glandula Intestinalis / Kelenjar Lieberkuhn) Kelenjar ini terdapat dalam tunika propria mulai dari duodenum sampai anus. Pada crypt of lieberkhum epitel permukaan berubah menjadi epitel kelenjar. Epitel kelenjar ini silindris rendah dan mikrovilli tidak jelas. Secara makroskopis . Pada ayam hampir sepanjang usus terdapat jaringan limfoid.

kelenjar lieberkhum dan brunner terdorong ke tepi. Asamasam amino dan monosakarida yang erasal dari pencernaan protein dan karbohidrat diabsorpsi oleh sel-sel epitel melalui transport aktif tanpa korelasi morfologis yang dapat dilihat. meskipun pada usus kasar lebih sering terdapat yang soliter. Umumnya tebal tunika muskularis meningkat dalam menuju ileum. Usus halus yang terdiri dari : Duodenum. Tunika muskularis Pada sepanjang saluran gastrointestinal yang melakukan gerakan peristaltik. Pada tempat dimana sering terjadi stasia dari isi usus. Dengan jalan ini antibodi yang disekresi kedalam kolostrum dapat dipindahkan ke binatang musa. villi rendah atau tidak tapak. suatu aspek penting dari mekanisme kekebalan. memiliki dua lapis otot polos yakni lapis sirkuler dan longitudinal. Pada tempat dimana sering terjadi stasia dari isi usus. Ketiganya sulit dibedakan tapi sebagai pedoman bahwa duodenum memiliki kelenjar Brunner dan Ileum memiliki daun peyer disamping tunika muskularis yang lebih tebal.tampak bentuk elevasi atau depresi pada selaput lendir. Saluran gastrointestinal dipengaruhi oleh susunan saraf otonom yang terdiri dari kelompok parasimphatikus. Tunika propria didaerah itu banyak mengandung limphosit dan leukosit. Kelompok yang besar disebut ganglion pleksus Auerbach terletak pada stratum intermuskulare. meskipun pada usus jasar lebih sering terdapat yang soliter. misalnya daerah ileosecal banyak terdapat jaringan limfoid. Diantara kedua lapis terdapat jaringan ikat yang mengandung pembuluh daerah misenterik pleksus dengan kelompok sel saraf multipolar. Jejunum dan Ileum ditandai dengan adanya villi. Pada ayam justru semakin kebelakang jaringan limfoid semakin banyak pada sekum sering terbentuk semacam tonsil. Akibat kontraksi . Pencernaan lipida terjadi sebagai akibat kerja lipase pankreas dan empedu. misalnya daerah ileosecal banyak terdapat jaringan limfoid. sedangkan pada usus kasar tidak ada villi. Pleksus Auerbach memberikan serabut menuju otot polos yang membentuk tunika muskularis. Kemampuan untuk memindahkan protein ini hampir hilang seluruhnya setelah beberapa hari minimal pada dewasa. sedangkan pleksus Meisner memberikan cabang pada selaput lendir. Secara mikroskopik tampak adanya perubahan. proses pencernaan diselesaikan dan hasil-hasilnya diabsorpsi. misalnya muskularis mukosa tidak tampak. kecuali pada sapi yang semakin menipis. Dari sini keluar cabang yang berhubungan engan ganglion pleksus Meisner yang terdapat pada submukosa. Pada ayam justru semakin kebelakang jaringan limfoid semakin banyak pada sekum sering terbentuk semacam tonsil. HISTOFISIOLOGI Dalam usus halus. Pada binatang yang baru lahir pemindahan protein yang tidak dicernakan dari kolostrum terjadi sebagai akibat proses pinositosis pada ujung sel.

absorpsi metabolit sangat terganggu yang mengakibatkan sindroma malabsorpsi. Pergerakan mikrovilli memegang peranan penting dalam proses absorpsi metabolit. 1. Usus Kasar (Intestinum crassum) Fungsi utamanya adalah : menyerap air. Ciri umum memiliki lapisan umum lengkap Tunika mukosa relatif lebih teba dari usus halus serta tidak memiliki villi. kecepatan meningkat dan binatang yang puasa kecepatannya lebih rendah. Pada babi dan kuda lapisan longitudinal Tunika muskularis sangat luas yang diselingi oleh serabut elastis. Pada sub mukosa ditemukan jaringan limfoid sampai dengan ke lapisan muskularis mukosa. Pada dasarnya masing-masing species hewan memiliki struktur histologi sama. Bahkan pada caecm dan colon lebih banyak dijumpai serabut elastis dibandingkan dengan sel-sel otot polos. Tidak memiliki sel mangkok dan ujung kelenjar lieberkhum lebih lurus dan panjang. caecum relatif besar dna penting dalam proses fermentasi bakteri. Untuk menambah kontraksi villi. b. menghasilkan lendir sebagai pelicin. Rectum Seperti juga colon dan caecum permukaan mukosa rectum halus dan cenderung terjadi penambahan sel goblet. sedangkan pada anjing. Ditandai dengan penambahan sel goblet. Tetapi pada karnivora kecil. babi dan ruminansia jaringan limfoid terbatas hanya pada ileo caecal. Pada hewan piara nodulus limfatikus terdapat sepanjang caecum. 2. yang berkontraksi sebelumnya kembali ke tinggi asalnya. Serabut elastis sangat banyak pada kuda dan sapi dan pada . Pada gangguan antrofi mukosa usus halus akibat infeksi atau defisiensi nutrisi. Colon Tunika mukosanya tebal karena penambahan dari glandula intestinalis dibandingkan dengan usus halus. Sering kali limfosit terdapat antara sel-sel epitel usus halus yang kemudian dapat bermigrasi kembali ke lamina propria dan dari sini kembali ke pembuluh limfe. jala-jala kontraktil myofibroblas merentangkan villi kesamping. Bila sel-sel ini berkontraksi villus yang gemuk pendek.dari dua sistem sel yang terpisah sel-sel otot polos berjalan vertikal antara muskularis mukosa dari dua sistem sel yang terpisah sel-sel otot polos berjalan vertikal antara muskularis mukosa dan ujung villi dapat berkontraksi dan memperpendek villi. Tidak terdapat villi permukaan mukosa halus. Selama pencernaan. struktur yang lain sama dengan usus halus. Pada herbivora dengan lambung tunggal misalnya kuda. Kontraksi ini juga cenderung mengosongkan pembuluh limfe mesentrik. Caecum Bervariasi dalam ukuran diantara spesies yang ebrbeda. 3. Pada caecum tidak ditemukan villi. menyerap vitamin dan mineral. Pergerakan yang asinkron terjadi dengan kecepatan beberapa kali per menit.

Pada anjing kira-kira seratur nodulus limfatikus tersebar secara soliter. inti pucat dan butir-butir sekreta dalam sitoplasmanya. Enzim amilase memecah molekul amilum ini menjadi sakarida dengan molekul yang lebih sederhana yaitu maltosa. Suatu enzim tidak dapat bekerja pada substrat lain. Fungsi enzim ptialin untuk mengubah amilum (zat tepung) menjadi glukosa.kambing domba dan biri-bir sedikit berkurang. kelenjar palit dan kelenjar peluh. Amilum merupakan karbohidrat atau sakarida yang memiliki molekul kompleks. Molekul enzim juga akan rusak oleh suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Enzim ptialin • Enzim ptialin terdapat di dalam air ludah. Pada anus karnivora diadaerah lateral dan ventral terdapat kantong anus (anal sac) yang mengandung kelenjar. Demikian pula enzim yang bekerja pada keadaan asam tidak akan bekerja pada suasana basa dan sebaliknya. Kuda dan babi memiliki kelenjar tubulo alveolar disebut kelenjar anus (glandula anales) dengan sekreta bersifat sebagai lendir (babi) atau berminyak (anjing). Anus Di daerah anus epitel berubah menjadi epitel pipih banyak lapis dengan papil mikroskopik dan pada garid anorektual berubah menjadi silindris sebaris. Tunika mukosa anus bebas dari kelenjar kecuali pada zona cutanea yang memiliki epitel bertanduk. Pada babi dan karnivora daerah ini membentuk zona kolumnaris ani yang mengandung jaringan limfoid secara difuns secara flexus venosus. Permukaan luar dan dalam mengandung serabut elastis. • • 2. Kerja enzim amilase yaitu : • Amilum sering dikenal dengan sebutan zat tepung atau pati. rambut. Semua hewan piara memiliki flexus venosus pada lamina propria. ENZIM • Secara umum enzim memiliki sifat : bekerja pada substrat tertentu. dihasilkan oleh kelenjar ludah. Enzim amilase • Enzim amilase dihasilkan oleh kelenjar ludah (parotis) di mulut dan kelenjar pankreas. Macam-macam enzim pencernaan yaitu : • 1. memerlukan suhu tertentu dan keasaman (pH) tertentu pula. • . 4. Dindingnya memiliki epitel pipih banyak lapis berpigmen dna bertanduk. Pada anjing didaerah ini terdapat sirkum anal. Lamina propria tidak menunjukkan papil mikroskopis tetapi memiliki jaringan limfoid dengan limfonodulus dan otot polos. Bagian superficial terdiri dari kelenjar tubulus dengan epitel pubis.

Selanjutnya pepsinogen bereaksi dengan asam lambung menjadi pepsin. Enzim tripsin • Enzim tripsin dihasilkan oleh kelenjar pancreas dan dialirkan ke dalam usus dua belas jari (duodenum). Glukosa merupakan sakarida sederhana (monosakarida). Cara kerja enzim pepsin yaitu : • Enzim pepsin memecah molekul protein yang kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana yaitu pepton. Fungsi enzim renin untuk mengendapkan kasein dari air susu. dapat menyebabkan radang lambung yang sering disebut penyakit ”mag”. Lemak yang sudah .• 3. • 6. Cairan empedu • Cairan empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung dalam kantong empedu. • • 4. Produksi asam khlorida yang tidak stabil dan cenderung berlebih. Setelah kasein diendapkan dari air susu maka zat dalam air susu dapat dicerna. Enzim maltase • Enzim maltase terdapat di usus dua belas jari. Fungsi empedu yaitu memecah molekul lemak menjadi butiranbutiran yang lebih halus sehingga membentuk suatu emulsi. Enzim pepsin • Enzim pepsin dihasilkan oleh kelenjar di lambung berupa pepsinogen. Molekul asam amino inilah yang diangkut darah dan dibawa ke seluruh sel yang membutuhkan. • 7. sering disebut keju. • 8. Molekul pepton perlu dipecah lagi agar dapat diangkut oleh darah. Empedu berasal dari rombakan sel darah merah (erithrosit) yang tua atau telah rusak dan tidak digunakan untuk membentuk sel darah merah yang baru. Empedu mengandung zat warna bilirubin dan biliverdin yang menyebabkan kotoran sisa pencernaan berwarna kekuningan. berfungsi memecah molekul maltosa menjadi molekul glukosa. sehingga darah dapat mengangkut glukosa untuk dibawa ke seluruh sel yang membutuhkan. Selanjutnya sel akan merakit kembali asam amino-asam amino membentuk protein untuk berbagai kebutuhan sel. • 5. Asam khlorida (HCl) • Asam khlorida (HCl) sering dikenal dengan sebutan asam lambung. Cara kerja enzim tripsin yaitu : • Asam amino memiliki molekul yang lebih sederhana jika dibanding molekul pepton. Molekul glukosa berukuran kecil dan lebih ringan dari pada maltosa. dihasilkan oleh kelenjar didalam dinding lambung. Enzim renin • Enzim renin dihasilkan oleh kelenjar di dinding lambung. Asam khlorida berfungsi untuk membunuh mikroorganisme tertentu yang masuk bersama-sama makanan. Kasein merupakan protein susu.

Enzim lipase memecah molekul lipid menjadi asam lemak dan gliserol yang memiliki molekul lebih sederhana dan lebih kecil. tetapi jumlahnya sangat sedikit. Asam lemak dan gliserol tidak larut dalam air. Enzim lipase • Enzim lipase dihasilkan oleh kelenjar pankreas dan kemudian dialirkan ke dalam usus dua belas jari (duodenum). Cara kerja enzim lipase yaitu : • Lipid (seperti lemak dan minyak) merupakan senyawa dengan molekul kompleks yang berukuran besar. • 9. sehingga perlu dipecah lebih dahulu menjadi molekul yang lebih kecil. maka pengangkutannya dilakukan oleh cairan getah bening (limfe). .berwujud emulsi ini selanjutnya akan dicerna menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana lagi. Enzim lipase juga dihasilkan oleh lambung. Molekul lipid tidak dapat diangkut oleh cairan getah bening.