You are on page 1of 7

TEKNIK BUDIDAYA LILI (Lilium spp) DI BALAI PENELITIAN

TANAMAN HIAS SEGUNUNG CIANJUR JAWA BARAT

(Proposal Praktik Umum)

Oleh
Wiwik Ferawati
1214121229

JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2015

LEMBAR PENGESAHAN

Judul

:Teknik Budidaya Lili (Lilium spp) di Balai Penelitian
Tanaman Hias Segunung Cianjur Jawa Barat

Nama

: Wiwik Ferawati

NPM

: 1214121229

Jurusan

: Agronomi

Program Studi

: Agroteknologi

Fakultas

: Pertanian

Tanggal Persetujuan :

Menyetujui,

Ketua Program Studi Agroteknologi

Dr. Ir. Kuswanta F. Hidayat, M.P.
196411181989021002

Pembimbing Praktik Umum,

Prof.Dr.Ir.Muhammad Kamal, M.Sc.
196101011985031003

I.PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Bunga lili (Lilium spp) merupakan tanaman hias penghasil bunga potong yang
popular di dunia. Lili merupakan bunga potong yang memiliki pasar tertinggi di
Eropa bersama-sama dengan mawar, tulip, krisan, dan gerbera. Tanaman ini
umumnya dibudidayakan sebagai bunga potong di Jepang, Amerika,dan Belanda.
Di Indonesia tanaman lili merupakan salah satu komoditas bunga potong yang
potensial yang dibudidayakan petani. Warna bunga yang dimiliknya sangat
menarik sehingga menjadikan bunga tersebut sebagai tanaman hias yang memikat
penggemarnya.
Bunga lili sering digunakan sebagai simbol kesucian dan kemurnian. Bunga ini
banyak dimanfaatkan dalam acara perkawinan, ritual,keagamaan,maupun upacara
kenegaraan.
Permintaan akan bunga potong lili semakin meningkat tetapi peningkatnya tidak
seimbang dengan peningkatan produksi yang dapat dipenuhi oleh produsen bunga
potong di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kualitas bibit yang yang tidak
produktif sehingga bunga yang dihasilkan juga kualitasnya tidak baik.
Perbanyakan bunga lili yang umum dilakukan dengan menggunakan umbi .
Ketersediaan bibit yang baik dan berkualitas sangat diperlukan untuk
menghasilkan bunga potong lili yang memiliki kualitas yang tinggi dan nilai
ekonomi yang tinggi. Oleh karena itu para petani mulai melakukan perbaikan

teknik budidaya lili dengan menggunakan benih dengan kualitas baikyang berasal
dari tanaman (indukan) yang berkualitas baik pula.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari dilakukannya praktik umum ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui dan mempelajari teknik budidaya bunga lili yang baik dan benar
yang terdapat di BALITHI
2. Mengetahui dan mempelajari teknologi yang digunakan dalam teknik budidaya
lili sebagai bunga potong yang digunakan di BALITHI
3. Menerapkan teknik budidaya bunga lili yang dilakukan di BALITHI

II. METODE PELAKSANAAN

2.1 Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Praktik umum ini dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI)
Segunung, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa
Barat. Waktu pelaksanaan Praktik Umum mulai 27 Juli hingga 4 September 2015.
2.2 Metode pelaksanaan
Metode yang akan digunakan dalam Praktik Umum ini adalah :
1

Pengumpulan data
Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara tentang gambaran
umum dan kondisi Balai Penelitian Tanaman Hias dan observasi untuk
mendapatkan data terkait teknik budidaya lili di Balai Penelitian Tanaman

2

Hias(BALITHI).
Studi Pustaka
Studi pustakan dilakukan untuk mendapatkan informasi yang berkaitan

3

dengan teknik budidaya lili
Magang
Magang dilakukan dibawah pengawasan pembimbing, yaitu dengan

4

melakukan kegiatan kegiatan yang berkaitan dengan teknik budidaya lili
Diskusi
Diskusi dilakukan dengan pembimbing untuk mendapatkan kelengkapan data
dan informasi yang akan digunakan sebagai bahan pembuatan laporan Praktik

5

Umum.
Pembuatan Laporan Sementara
Pembuatan laporan sementara dilakukan di lokasi Praktik Umum dengan
bimbingan dari pembimbing.

III.RENCANA KEGIATAN

Rencana kegiatan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :
Hari Ke-

1-3

4–8

Kegiatan

Mengetahui gambaran umum perusahaan :
1

sejarah BALITHI

2

perkembangan BALITHI

3

lokasi dan tata letak BALITHI

4

struktur organisasi dan kepemimpinan

5

kegiatan perusahaan

Keterangan
Wawancara

Wawancara dan

Mempelajari dan mengetahui teknik budidaya praktik langsung
lili yang dilakukan di BALITHI.

Wawancara dan

9 – 20

Mengetahui dan mempelajari pengembangan

praktik langsung

tanaman lili yang ada di BALITHI

Mandiri

21 – 30

Pemantapan materi dan pembuatan laporan
sementara

IV.PENUTUP

Demikian proposal praktik umum ini dibuat sebagai pedoman dan acuan dalam
melaksanakan praktik umum. Proposal ini juga sebagai bahan pertimbangan Balai
Penelitian Tanaman Hias (BALITHI) agar penulis dapat mengaplikasikan ilmu
yang diperoleh di lapangan. Semoga praktik umum ini dapat terlaksana dengan
baik dan lancar, sesuai dengan rencana, tujuan serta sasaran yang ingin dicapai.